WhatsApp Icon
BAZNAS Trenggalek Gelar Pelatihan Olah Pakan untuk Tingkatkan Kemandirian Kelompok Balai Ternak

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Trenggalek terus menunjukkan komitmennya dalam memberdayakan mustahik melalui program-program produktif yang berkelanjutan. Salah satu upaya nyata tersebut diwujudkan melalui kegiatan Pelatihan Olah Pakan Ternak yang diselenggarakan bagi kelompok Balai Ternak binaan BAZNAS pada Kamis, 09 Januari 2026. Kegiatan ini bertempat di Balai Ternak Kelompok Jamaah Matlabul Ulum, Desa Gador, dan diikuti oleh para anggota balai ternak dengan antusias tinggi.

Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan dan pengetahuan para peternak, khususnya dalam mengolah pakan ternak secara mandiri, efisien, dan bernilai ekonomis. Pakan merupakan salah satu faktor utama dalam keberhasilan usaha peternakan. Tingginya biaya pakan sering kali menjadi kendala bagi peternak kecil, sehingga kemampuan mengolah pakan sendiri menjadi solusi strategis untuk menekan biaya produksi sekaligus meningkatkan kualitas ternak.

Dalam pelatihan tersebut, BAZNAS Trenggalek menghadirkan Bapak Nur Ikhsan sebagai narasumber utama. Beliau dikenal sebagai praktisi dan pendamping peternakan yang berpengalaman dalam pengolahan pakan ternak berbasis bahan lokal. Materi yang disampaikan tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga aplikatif dan mudah dipahami oleh para peserta.

Bapak Nur Ikhsan menyampaikan, “Dengan pengolahan pakan yang tepat, peternak bisa menghemat biaya, menjaga kesehatan ternak, dan meningkatkan produktivitas. Kuncinya ada pada konsistensi dan kemauan untuk terus belajar,” ujar Bapak Nur Ikhsan dalam pemaparannya.

Suasana pelatihan berlangsung interaktif. Para peserta tidak hanya mendengarkan materi, tetapi juga aktif berdiskusi dan mempraktikkan langsung cara mengolah pakan ternak. Banyak di antara anggota kelompok balai ternak yang mengaku mendapatkan wawasan baru dan merasa lebih percaya diri untuk menerapkan ilmu yang diperoleh dalam kegiatan beternak sehari-hari.

WK. II BAZNAS Trenggalek, Kyai Bahauddin menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari program pemberdayaan ekonomi mustahik melalui sektor peternakan. Balai ternak binaan BAZNAS tidak hanya difokuskan pada bantuan ternak semata, tetapi juga pada peningkatan kapasitas sumber daya manusia agar kelompok mampu mandiri dan berkelanjutan.

“Harapannya, melalui pelatihan seperti ini, para anggota balai ternak tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga pelaku usaha yang tangguh. Ketika usaha ternak berkembang, kesejahteraan keluarga meningkat, dan pada akhirnya akan berdampak positif bagi lingkungan sekitar,” ungkapnya.

Kelompok Jamaah Matlabul Ulum Desa Gador sebagai tuan rumah pelatihan menyambut baik kegiatan ini. Mereka berharap pelatihan olah pakan dapat terus dilanjutkan dengan pendampingan rutin, sehingga ilmu yang didapat benar-benar memberikan hasil nyata dalam jangka panjang.

Melalui kegiatan pelatihan olah pakan ini, BAZNAS Trenggalek kembali menegaskan perannya tidak hanya sebagai lembaga pengelola zakat, infak, dan sedekah, tetapi juga sebagai motor penggerak pemberdayaan umat. Dengan pendekatan edukatif dan produktif, zakat diharapkan mampu menjadi instrumen penguatan ekonomi masyarakat dan mendorong terwujudnya kemandirian mustahik secara berkelanjutan.

14-01-2026 | Kontributor: Humas
BAZNAS Trenggalek Serahkan Bantuan Ternak dan Gerobak UMKM dalam ajang BAZNAS Awards 2025

BAZNAS Kabupaten Trenggalek terus menunjukkan komitmennya dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat melalui pemanfaatan dana zakat, infak, dan sedekah secara produktif. Salah satu wujud nyata komitmen tersebut diwujudkan melalui penyerahan 20 unit gerobak UMKM (10 Gerobak BAZNAS Prov. Jawa Timur dan 10 Gerobak BAZNAS Trenggalek) dan bantuan ternak kambing kepada jamaah masjid sebagai bagian dari program pemberdayaan ekonomi berbasis masjid. Kegiatan penyerahan bantuan ini menjadi langkah strategis BAZNAS Trenggalek dalam mengoptimalkan peran masjid tidak hanya sebagai pusat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pemberdayaan umat. Jamaah masjid yang menerima bantuan yakni jamaah masjid Matlabul Ulum (Ds. Gador-Kec. Durenan) dan telah melalui proses seleksi serta pendampingan agar bantuan yang diberikan benar-benar tepat sasaran dan berkelanjutan.

Bantuan ternak ini tidak hanya ditujukan sebagai pemenuhan kebutuhan jangka pendek, tetapi juga sebagai aset produktif yang dapat berkembang dan memberikan manfaat ekonomi berkelanjutan bagi penerima. Bantuan 20 gerobak UMKM disalurkan kepada pelaku usaha mikro yang selama ini terkendala modal dan sarana usaha. Gerobak tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan untuk berbagai jenis usaha kecil, seperti kuliner, minuman, maupun usaha dagang lainnya yang memiliki potensi meningkatkan pendapatan keluarga. Program bantuan gerobak UMKM dan ternak kambing ini merupakan bagian dari Program Jatim Makmur dan Program Trenggalek Makmur, salah satu program unggulan BAZNAS Jawa Timur dan BAZNAS Trenggalek yang fokus pada pemberdayaan ekonomi mustahik. Melalui program ini, BAZNAS mendorong mustahik agar mampu bertransformasi menjadi muzakki dengan memanfaatkan bantuan secara produktif dan bertanggung jawab. Dalam pelaksanaannya, BAZNAS Trenggalek tidak hanya memberikan bantuan fisik semata, tetapi juga disertai dengan pendampingan dan edukasi. Penerima bantuan diharapkan mampu mengelola usaha dengan baik, menjaga komitmen, serta memanfaatkan bantuan sebagai sarana peningkatan kesejahteraan keluarga.

BAZNAS Trenggalek berharap bantuan 20 gerobak UMKM dan ternak kambing ini dapat menjadi pemantik semangat bagi jamaah masjid untuk lebih mandiri secara ekonomi. Dengan pengelolaan yang baik dan dukungan lingkungan sekitar, program ini diharapkan mampu menciptakan lapangan usaha baru, meningkatkan pendapatan keluarga, serta memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat.

Melalui program pemberdayaan ekonomi berbasis masjid, BAZNAS Trenggalek terus berupaya menjadikan zakat sebagai instrumen strategis dalam pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan umat. Sinergi antara BAZNAS, pengurus masjid, dan jamaah diharapkan mampu menghadirkan manfaat zakat yang nyata, berkelanjutan, dan penuh keberkahan bagi masyarakat Kabupaten Trenggalek.

24-12-2025 | Kontributor: Humas
BAZNAS Trenggalek serahkan 14 Penghargaan dalam Ajang BAZNAS Awards 2025

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Trenggalek kembali menggelar ajang apresiasi tahunan bertajuk BAZNAS Awards 2025 sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi dan komitmen Unit Pengumpul Zakat (UPZ) dalam mendukung pengelolaan zakat yang profesional, transparan, dan berkelanjutan. Dalam kegiatan ini, BAZNAS Trenggalek menyerahkan total 14 penghargaan kepada UPZ terbaik dari lingkup Pemerintah Kabupaten Trenggalek dan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Trenggalek.

BAZNAS Awards 2025 menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara BAZNAS, UPZ, serta seluruh pemangku kepentingan dalam upaya meningkatkan kesadaran dan kepatuhan zakat, khususnya di lingkungan instansi pemerintah dan lembaga pendidikan. Penghargaan ini juga merupakan bentuk apresiasi nyata kepada UPZ yang selama ini konsisten berperan aktif dalam menghimpun zakat, infak, dan sedekah (ZIS) dari para muzakki.

Untuk kategori UPZ Pengumpul Zakat Terbaik di Lingkup Pemerintah Kabupaten Trenggalek, BAZNAS Trenggalek memberikan penghargaan kepada 10 UPZ terbaik. Penghargaan terbaik pertama diraih oleh SMP Negeri 3 Tugu yang dinilai unggul dalam konsistensi pengumpulan zakat serta pengelolaan administrasi yang tertib dan akuntabel. Posisi terbaik kedua diraih oleh Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP), disusul Kecamatan Munjungan sebagai terbaik ketiga.

Selanjutnya, penghargaan terbaik keempat diraih oleh Badan Kepegawaian Daerah (BKD), sementara Sekretariat Daerah Kabupaten Trenggalek menempati posisi terbaik kelima. Puskesmas Slawe meraih penghargaan terbaik keenam, diikuti Kecamatan Watulimo sebagai terbaik ketujuh. Untuk posisi terbaik kedelapan hingga kesepuluh masing-masing diraih oleh SMP Negeri 1 Watulimo, Kecamatan Tugu, dan SMP Negeri 1 Kampak.

Seluruh UPZ penerima penghargaan tersebut dinilai telah menunjukkan komitmen tinggi dalam mendukung optimalisasi penghimpunan zakat melalui mekanisme yang sesuai dengan ketentuan syariat dan regulasi yang berlaku. Konsistensi, transparansi, serta partisipasi aktif dari pimpinan dan pegawai menjadi indikator utama dalam penilaian BAZNAS Trenggalek.

Sementara itu, untuk kategori UPZ Terbaik di Lingkup Kantor Kementerian Agama Kabupaten Trenggalek, penghargaan terbaik pertama diraih oleh MTs Negeri 5 Trenggalek. Disusul MAN 2 Trenggalek sebagai terbaik kedua dan MTs Negeri 3 Trenggalek sebagai terbaik ketiga. Ketiga lembaga pendidikan tersebut dinilai berhasil membangun budaya sadar zakat di lingkungan kerja dan mampu menjadi contoh bagi lembaga lainnya.

Selain itu, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Trenggalek juga menerima penghargaan khusus atas capaian luar biasa berupa komitmen seluruh pegawai dalam menunaikan zakat sebesar 2,5 persen. Penghargaan ini menjadi bukti kuat sinergi antara BAZNAS dan Kementerian Agama dalam menguatkan peran zakat sebagai instrumen pembangunan umat dan kesejahteraan masyarakat.

Melalui BAZNAS Awards 2025, BAZNAS Trenggalek berharap semangat berzakat di lingkungan instansi pemerintah dan lembaga pendidikan semakin meningkat. Apresiasi ini tidak hanya menjadi bentuk penghormatan atas capaian kinerja, tetapi juga sebagai motivasi agar seluruh UPZ terus meningkatkan kualitas pelayanan, pengelolaan, serta kontribusi nyata bagi kesejahteraan masyarakat.

Dengan adanya dukungan dan kolaborasi yang kuat antara BAZNAS, UPZ, dan para muzakki, BAZNAS Trenggalek optimistis pengelolaan zakat di Kabupaten Trenggalek akan semakin maju, berdaya guna, dan memberikan dampak nyata bagi mustahik serta pembangunan daerah secara berkelanjutan.

24-12-2025 | Kontributor: Humas
Paguyuban Sound Jenangan Trenggalek (PSJT) Serahkan Bantuan untuk Sumatera dan Aceh Melalui BAZNAS Trenggalek pada BAZNAS Award 2025

BAZNAS Kabupaten Trenggalek kembali menerima dukungan dan kepedulian dari berbagai elemen masyarakat. Kali ini, Paguyuban Sound Jenangan Trenggalek (PSJT) menunjukkan solidaritas sosialnya dengan menyerahkan bantuan kemanusiaan untuk saudara-saudara terdampak bencana di Sumatera dan Aceh. Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis melalui BAZNAS Trenggalek dalam rangkaian kegiatan BAZNAS Award 2025 yang digelar di Pendopo Manggala Praja Nugraha Trenggalek senilai Rp.39.872.500,-.

Penyerahan bantuan ini menjadi bukti bahwa kepedulian terhadap sesama tidak mengenal batas profesi maupun latar belakang komunitas. PSJT yang dikenal sebagai wadah pelaku dan pecinta sound system di wilayah Trenggalek, turut mengambil peran dalam aksi kemanusiaan dengan menggalang donasi dari para anggotanya untuk membantu masyarakat yang tengah tertimpa musibah.

Ketua BAZNAS Kabupaten Trenggalek menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan PSJT kepada BAZNAS sebagai lembaga resmi pengelola zakat, infak, dan sedekah. Menurutnya, kolaborasi dengan komunitas-komunitas masyarakat seperti PSJT merupakan bentuk sinergi yang sangat positif dalam memperluas jangkauan bantuan dan memperkuat solidaritas sosial.

“BAZNAS tidak bisa berjalan sendiri. Dukungan dari komunitas, organisasi, dan masyarakat luas seperti Paguyuban Sound Jenangan Trenggalek ini menjadi kekuatan besar bagi kami untuk terus hadir membantu saudara-saudara yang membutuhkan, khususnya korban bencana di Sumatera dan Aceh,” ujarnya.

Ia menambahkan, bantuan yang disalurkan melalui BAZNAS akan dikelola secara amanah, transparan, dan tepat sasaran, sesuai dengan prinsip pengelolaan dana umat. Seluruh donasi yang diterima akan segera disalurkan kepada masyarakat terdampak melalui program kebencanaan BAZNAS bekerja sama dengan BAZNAS daerah setempat dan pihak terkait.

Perwakilan Paguyuban Sound Jenangan Trenggalek (PSJT) menyampaikan bahwa penyaluran bantuan ini merupakan wujud kepedulian dan empati terhadap penderitaan saudara-saudara sebangsa yang tengah menghadapi musibah. Meski berasal dari komunitas hobi, PSJT ingin menunjukkan bahwa komunitas juga memiliki tanggung jawab sosial dan dapat berkontribusi nyata bagi kemanusiaan.

“Kami berharap bantuan yang kami salurkan melalui BAZNAS Trenggalek ini bisa sedikit meringankan beban saudara-saudara kita di Sumatera dan Aceh. Semoga apa yang kami lakukan menjadi amal kebaikan bagi seluruh anggota PSJT,” ungkapnya.

Penyerahan bantuan PSJT ini menjadi salah satu momen bermakna dalam pelaksanaan BAZNAS Award 2025, yang tidak hanya menjadi ajang evaluasi dan apresiasi kinerja pengelolaan zakat, tetapi juga wadah untuk memperkuat kolaborasi antara BAZNAS dan masyarakat.

Melalui kegiatan ini, BAZNAS Trenggalek berharap semakin banyak komunitas dan elemen masyarakat yang tergerak untuk menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui lembaga resmi, sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas dan merata. Semangat gotong royong dan kepedulian sosial yang ditunjukkan PSJT diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi komunitas lainnya di Kabupaten Trenggalek.

24-12-2025 | Kontributor: Humas
BAZNAS Award 2025 Jadi Momentum Evaluasi dan Penguatan Peran Zakat di Trenggalek

Bertempat di Pendopo Manggala Praja Nugraha Trenggalek, BAZNAS Kabupaten Trenggalek menggelar BAZNAS Award tahun 2025. Kegiatan ini sendiri ditujukan oleh BAZNAS sebagai bentuk kinerja selama satu tahun berjalan.

Hadir dalam kegiatan BAZNAS Award ini, Sekda Trenggalek, Edy Soepriyanto sangat mendukung kinerja BAZNAS Trenggalek. Kolaborasi yang saangat luar biasa terjalin antara pemerintah dan BAZNAS dalam berbagai upaya memberikan bantuan kepada masyarakat. Baik itu penangan masalah kemiskinan, kesehatan maupun penanganan bencana alam.

Sekda penghobi bola itu juga bercerita pengalaman saat bertemu dengan Menteri ATR bersama para Wakif beberapa waktu lalu. Menurutnya berdasar pertemuan itu banyak cerita permasalahan tanah wakaf yang dikarenakan proses wakaf ini belum diselesaikan dengan baik. Sehingga timbul permasalahan dikemudian hari dengan para ahli waris. Pesan Sekda itu dalam kegiatan ini berharap para Wakif yang memang berniatan mewakafkan tanahnya untuk kepentingan umum atau yang lainnya hendaknya diselesaikan proses wakaf ini dengan baik.

"Saat ini yayasan bisa menjadi atas nama dari tanah yang diwakafkan. Dulu mungkin ada wakaf atau koperasi yang diatasnamakan pribadi ketua yayasan atau ketua KUD misalnya. Dikemudian hari keluarga yang bersangkutan bisa saja menggugat kepemilikan tanah tersebut karena atas namanya adalah orang tua mereka," terang Edy Suprianto, Rabu (24/12). Sekretaris Daerah penghobi bola itu berharap kejadian kejadian seperti itu tidak terjadi di Trenggalek.

Dalam kesempatan berbeda, Ketua BAZNAS Kabupaten Trenggalek, Mahsun Ismail mengatakan "BAZNAS Award 2025 sebagai bagian evaluasi besar kita. Tentu kami berharap setiap tahun Baznas Award itu bisa menjadikan kita semakin bergairah lagi," kata mantan wakil bupati 2 periode itu.

Seperti tadi misalnya, begitu kita tahu angka perolehan rata-rata, akhirnya kita bisa sama-sama saling mengevaluasi ternyata UPZ saya itu masih segini. Tentu itu bisa semakin menguatkan teman-teman UPZ untuk mengoreksi kira-kira dimana kelemahannya.

Tapi secara umum kita memang ingin meningkat. Dalam umum makna setidaknya meningkat dalam segi jumlah pendapatan. Kami kalau boleh berharap andai angka itu di angka Rp. 100 ribu per orang, itu mimpi kami. Kalau yang di Kemwnag sudah 2,5%, jadi Rp. 100 ribu lebih semua tadi. Tapi di kita di Pemda masih banyak yang dibawah Rp. 60 atau 40 ribu.

Andai itu bisa tembus sampai angka Rp. 100 ribu, insyaAllah kita akan semakin banyak berbuat leluasa untuk masyarakat Kabupaten Trenggalek. Kalau yang bersifat pengumpulan kita masih berharap bisa meningkatkan daya kumpul tersebut. Dengan menyadarkan dan meningkatkan pengumpulan para wajib zakat. Tapi juga ada yang secara struktural kita bentuk UPZ

di Desa. Kalau UPZ di Desa bisa terbentuk pendapatan kita juga akan semakin gampang.

"Kalau pendapatan kita semakin banyak maka membaginya juga akan semakin gampang. Hari ini misalnya kita bagi gerobag kepada masyarakat dan ternyata lumayan daya dorongnya bagus. Termasuk yang pendidikan untuk anak anak kita," terang Machsun Ismail.

Dalam kegiatan BAZNAS Award Kali ini, BAZNAS Trenggalek juga melaunching kantor digital. Tujuannya untuk meningkatkan kepercayaan para Muzaki terhadap BAZNAS Trenggalek karena melalui gawainya nereka bisa mengakses berbagai bentuk informasi dari BAZNAS Trenggalek. Mulai dari bagaimana cara berzakat, berapa zakat yang dikumpulkan., "Ini yang coba kita tawarkan demi menambah kepercayaan masyarakat," tutup Mahsun Ismail.

Dalam kegiatan ini BAZNAS Trenggalek memberikan Award kepada 10 UPZ pengumpul zakat terbaik di lingkup Pemkab Trenggalek. Terbaik pertama SMPN 3 Tugu, terbaik kedua Dinas PKPLH, terbaik ketiga Kecamatan Munjungan.

Terbaik ke empat Badan Kepegawaian Daerah, terbaik ke lima Sekretariat Daerah, terbaik ke enam Puskesmas Slawe, ketujuh Kecamatan Watulimo, kedelapan SMPN 1 Watulimo, kesembilan Kecamatan Tugu dan yang kesepuluh SMPN 1 Kampak.

Sedangkan untuk di lingkup Kantor Kementrian Agama UPZ terbaik pertama diraih oleh MTsN 5 Trenggalek, terbaik kedua diraih MAN 2 Trenggalek dan terbaik ketiga MTsN 3 Trenggalek. Sedangkan Kantor Kementrian Agama Trenggalek meraih award seluruh pegawai membayar zakat 2,5%.

Dalam kegiatan ini BAZNAS Trenggalek juga membagikan puluhan gerobag dagang untuk membantu perekonomian masyarakat. Kemudian dalam satu tahun berjalan BAZNAS Trenggalek juga melaksanakan berbagai program unggulan, diantaranya Trenggalek Taqwa. Yaitu bantuan stimulus pembangunan Masjid, tebar dai di daerah terpencil maupun syiar.

Kemudian Trenggalek peduli yang terdiri dari bantuan biaya hidup miskin, bedah rumah maupun bantuan kebencanaan. Program Trenggalek Makmur, yang meliputi bantuan ternak, bantuan gerobag usaha, maupun bantuan modal usaha. Terus ada juga program Trenggalek cerdas yang meliputi beasiswa anak asuh, bantuan sepeda sekolah dan bantuan alat-alat sekolah.

Selenjutnya yang tidak kalah penting, Program Trenggalek sehat. Program ini sangat bersentuhan dengan masyarakat langsung karena BAZNAS mengalokasikan untuk bantuan BPJS miskin, bantuan akomodasi berobat dan bantuan alat bantu difabel. Sementara itu total penerimaan BAZNAS Trenggalek dari Zakat sebanyak Rp. 3.668.275.693 sedangkan untuk Infaq sebesar Rp. 3.615.296.425. Sehingga total penerimaan BAZNAS Trenggalek tahun 2025 sebesar Rp. 7.283.572.064. (Prokopim TGX)

24-12-2025 | Kontributor: Humas
BAZNAS Trenggalek Turut Hadir dalam Peluncuran Sekolah Rakyat Kabupaten Trenggalek

Trenggalek — Harapan baru bagi dunia pendidikan di Kabupaten Trenggalek kembali tumbuh dengan hadirnya Sekolah Rakyat, sebuah inisiatif yang dihadirkan untuk membuka akses pendidikan seluas-luasnya bagi seluruh lapisan masyarakat. Peluncuran Sekolah Rakyat Kabupaten Trenggalek digelar dengan penuh semangat kolaborasi pada Selasa (30/09) di Gedung Bhawarasa Lt. 2.

Kegiatan ini menghadirkan berbagai unsur masyarakat, lembaga, serta tokoh pendidikan. Tak ketinggalan, BAZNAS Kabupaten Trenggalek turut hadir memberikan dukungan nyata dalam upaya menghadirkan pendidikan yang inklusif dan berkeadilan. Kehadiran BAZNAS Trenggalek dalam kegiatan ini menjadi bentuk komitmen nyata lembaga dalam mendukung program pemberdayaan masyarakat, khususnya di bidang pendidikan. Melalui peran dan programnya, BAZNAS berupaya menghadirkan solusi berkelanjutan untuk memutus rantai kemiskinan melalui jalur pendidikan. “Pendidikan adalah jalan panjang menuju kemandirian. Kami mendukung penuh langkah-langkah inovatif seperti Sekolah Rakyat ini, karena sejalan dengan semangat BAZNAS dalam membangun sumber daya manusia yang unggul, berdaya, dan berakhlak,” ujar salah WAKA I BAZNAS Trenggalek di sela kegiatan.

Dengan hadirnya Sekolah Rakyat, diharapkan semakin banyak masyarakat Trenggalek, terutama dari kalangan kurang mampu, yang dapat merasakan manfaat pendidikan tanpa batasan ekonomi. Kolaborasi berbagai pihak menjadi kunci agar cita-cita mencerdaskan kehidupan bangsa dapat terwujud secara merata hingga ke pelosok desa.

BAZNAS Trenggalek berkomitmen untuk terus hadir dalam setiap langkah kebaikan, mendukung program-program yang mengangkat harkat dan martabat masyarakat melalui pendidikan, ekonomi, dan kesejahteraan.

#SahabatBAZNAS bisa menyalurkan Zakat dan Sedekah melalui BAZNAS Trenggalek, via transfer ke rekening a.n. BAZNAS Trenggalek:

Rekening zakat : Bank Jatim 0222111111

BSI 7999957581

BRI 017701016625532

Rekening infaq/sedekah :

Bank Jatim 0222411114

BSI 7555557587

BRI 017701016626538

Layanan online :

0822 2821 9090

[email protected]

kabtrenggalek.baznas.go.id

Cahaya Zakat, Keajaiban Bagi Muzaki dan Mustahik

30-09-2025 | Kontributor: Humas
Gubernur Jawa Timur Bersama Pimpinan BAZNAS Trenggalek Resmikan Masjid IKHLAS BAKTI

Trenggalek, 04 Desember 2025 — Desa Ngrandu, Kecamatan Suruh, menjadi saksi hadirnya energi baru bagi warga terdampak bencana. Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, hadir langsung untuk meresmikan Hunian Sementara (Huntara) “Kinasih Indah Persada” dan Masjid “Ikhlas Bakti” yang dibangun dari hasil kolaborasi Pramuka Trenggalek dan BAZNAS Trenggalek, dua fasilitas penting yang dibangun untuk memulihkan kehidupan sosial, spiritual, serta ekonomi masyarakat.

Turut mendampingi dalam kegiatan tersebut Kalaksa BPBD Provinsi Jawa Timur, Gatot Soebroto SE, M.PSDM, serta anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, Hj. Siti Mukiarti, S.Ag., M.Ag. Agenda dimulai dengan pemberian santunan kepada anak yatim sebagai bentuk doa dan harapan agar pembangunan ini membawa keberkahan bagi seluruh warga.

Setelah itu, Gubernur Jawa Timur menandatangani prasasti sebagai tanda peresmian Huntara dan Masjid, selain meresmikan Huntara dan Masjid, Ibu Khofifah juga menanam tunas kelapa sebagai wujud Lambang Pertumbuhan dan Harapan Baru. Kalaksa BPBD Provinsi Jawa Timur dalam sambutannya menyampaikan apresiasi tinggi atas kolaborasi lintas sektor yang terbangun selama proses pembangunan baik Huntara maupun Masjid. Berkat kerja sama tersebut, kini berdiri 38 unit Huntara, terdiri dari 27 unit di lapangan Nggiling yang merupakan lahan Pemprov, serta 11 unit yang dibangun di lahan mandiri masyarakat.

Gubernur Khofifah juga menyerahkan sejumlah bantuan kepada warga, mulai dari paket sembako hingga bantuan material berupa aspal. Tidak hanya itu, beliau meninjau satu per satu bangunan Huntara dan Masjid, sekaligus berdialog dengan warga penerima manfaat. Dalam kesempatan tersebut, disalurkan 40 paket bantuan berisi sembako, kompor, tabung gas, selimut, dan berbagai perlengkapan penting lainnya untuk menunjang kehidupan sehari-hari.

Dukungan bagi warga Huntara tidak berhenti di situ. Pemerintah Kabupaten Trenggalek juga menunjukkan langkah nyata dalam membantu pemulihan ekonomi masyarakat terdampak. Bupati Trenggalek secara simbolis menyerahkan 30 ekor kambing kepada perwakilan warga penghuni Huntara. Bantuan ternak ini diharapkan dapat menjadi aset produktif bagi keluarga, yang dapat dikembangkan melalui model penggemukan dan perkembangbiakan. Program ini dirancang agar ke depan warga tidak hanya pulih, tetapi juga memiliki sumber penghasilan baru yang mampu memperkuat kembali ketahanan ekonomi rumah tangga mereka.

“Semoga warga merasa nyaman dan aman di Huntara Kinasih Indah Persada ini,” tutur Kalaksa BPBD Provinsi Jawa Timur.

Peresmian masjid dan Huntara ini menjadi tonggak penting dalam upaya mengembalikan kehidupan warga Desa Ngrandu pasca bencana, sekaligus menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, lembaga, serta masyarakat mampu menciptakan perubahan yang berarti.

04-12-2025 | Kontributor: Humas
Pimpinan BAZNAS Trenggalek Himbau Desa se-Kab. Trenggalek Bentuk UPZ Desa

Trenggalek (09/12) - Upaya memperkuat tata kelola zakat hingga level pemerintahan paling bawah kembali ditegaskan oleh BAZNAS Kabupaten Trenggalek. Hal itu tampak dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Kepala Desa se-Kabupaten Trenggalek yang digelar oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Trenggalek, di mana BAZNAS hadir sebagai narasumber utama untuk memaparkan pentingnya pembentukan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Desa sebagai bagian dari percepatan pengelolaan zakat yang profesional, terstruktur, dan berorientasi pemberdayaan masyarakat.

Kegiatan ini diikuti oleh seluruh Kepala Desa, menghadirkan forum dialog yang konstruktif dan menjadi wadah penyamaan persepsi mengenai urgensi penguatan tata kelola zakat desa di tengah dinamika sosial-ekonomi masyarakat saat ini. Dengan mengusung semangat memperbesar dampak sosial zakat, BAZNAS Trenggalek menekankan bahwa potensi zakat desa sangat besar, namun selama ini belum terkelola secara optimal karena belum adanya struktur resmi yang mengambil peran sebagai pengelola zakat di tingkat desa.

Ketua BAZNAS Trenggalek, dalam pemaparannya, menyampaikan bahwa pembentukan UPZ Desa merupakan langkah strategis yang tidak hanya berfungsi sebagai instrumen pengumpulan zakat, infak, dan sedekah, tetapi juga menjadi bagian penting dalam mendukung program pemerintah dalam pengentasan kemiskinan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. “Desa adalah ujung tombak layanan publik. Hampir semua aktivitas sosial masyarakat berawal dari desa. Maka pengelolaan zakat yang profesional harus dimulai dari desa,” jelasnya di hadapan para peserta FGD.

Desa sebagai Lokomotif Penguatan Zakat

BAZNAS Trenggalek menilai bahwa desa memiliki karakteristik unik sekaligus strategis. Keberadaan perangkat desa, tokoh agama, dan jejaring sosial masyarakat membuat desa menjadi pusat kegiatan keagamaan sekaligus pusat mobilitas ekonomi. Hal itulah yang menjadikan pembentukan UPZ Desa sebagai kebutuhan mendesak agar potensi zakat yang ada tidak hanya berhenti pada kegiatan sosial spontan, tetapi menjadi kekuatan ekonomi berbasis syariah yang memiliki dampak jangka panjang.

Dalam paparannya, BAZNAS Trenggalek membeberkan sejumlah dasar hukum pembentukan UPZ Desa mulai dari Undang-Undang No. 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat, Peraturan Pemerintah No. 14 Tahun 2014, Keputusan BAZNAS RI tentang Pedoman UPZ, hingga ketentuan pelaksana BAZNAS Kabupaten. Dengan adanya dasar hukum yang jelas, pemerintah desa memiliki landasan kuat dalam membentuk UPZ Desa dan menetapkannya secara resmi melalui SK BAZNAS.

Penjelasan Detail: Mekanisme dan Tugas UPZ Desa

Pada sesi inti, BAZNAS Trenggalek menjelaskan alur pembentukan UPZ Desa yang diawali dengan pengajuan dari pemerintah desa, penunjukan pengurus, verifikasi BAZNAS, hingga pengukuhan melalui surat keputusan resmi. Selain itu, dipaparkan pula tugas utama UPZ Desa, meliputi:

  • Menghimpun zakat, infak, dan sedekah dari masyarakat, perangkat desa, serta potensi ekonomi lokal.

  • Mengelola zakat sesuai prinsip syariah dan tata kelola yang transparan.

  • Melakukan pendataan mustahik berbasis data desa agar distribusi tepat sasaran.

  • Melaporkan keuangan dan kegiatan secara berkala kepada BAZNAS.

  • Menjalankan program pemberdayaan masyarakat miskin di tingkat desa.

Penjelasan tersebut disambut antusias para Kepala Desa. Banyak peserta yang sebelumnya belum memahami mekanisme pembentukan UPZ Desa akhirnya lebih terbuka terhadap manfaat jangka panjang yang bisa didapatkan melalui pengelolaan zakat yang terstruktur. Beberapa Kepala Desa juga memberikan pertanyaan terkait sistem pelaporan, integrasi program sosial desa dengan program zakat, hingga kemungkinan kolaborasi antara UPZ dan lembaga kemasyarakatan desa.

Manfaat Besar Bagi Masyarakat Desa

BAZNAS Trenggalek menegaskan bahwa keberadaan UPZ Desa mampu memberikan sejumlah manfaat langsung bagi masyarakat. Di antaranya:

  • Bantuan sosial lebih cepat karena UPZ mengetahui kondisi masyarakat secara langsung.

  • Potensi zakat desa lebih optimal sehingga dapat mengurangi beban anggaran desa.

  • Program pemberdayaan seperti modal usaha, beasiswa, dan bantuan kesehatan bisa dijalankan secara berkelanjutan.

  • Layanan zakat menjadi lebih dekat dan mudah diakses masyarakat.

Dalam konteks kebutuhan masyarakat pedesaan yang beragam—mulai dari warga miskin ekstrem, keluarga dengan anak putus sekolah, warga sakit, hingga kelompok UMKM kecil—UPZ Desa dapat menjadi lokomotif yang menggerakkan solidaritas sosial secara sistematis.

Komitmen BAZNAS dan PMD: Bergerak Bersama Wujudkan Profesionalisme Zakat Desa

FGD ini menjadi langkah awal dari rencana besar sinergi antara BAZNAS Trenggalek dan Dinas PMD dalam membangun tata kelola zakat desa yang profesional. Setelah forum ini, BAZNAS menargetkan pembentukan UPZ Desa di seluruh wilayah Trenggalek secara bertahap. Selain itu, akan diselenggarakan pelatihan lanjutan, pendampingan pelaporan digital, hingga pengembangan program pemberdayaan ekonomi berbasis zakat yang menyesuaikan karakter masing-masing desa.

Dinas PMD menegaskan dukungannya, menyebut bahwa penguatan zakat desa dapat membantu percepatan penanganan kemiskinan, terutama di wilayah yang selama ini menjadi prioritas pemulihan sosial ekonomi.

Kegiatan FGD Kepala Desa se-Kabupaten Trenggalek ini menjadi momentum penting dalam mempercepat profesionalisme pengelolaan zakat berbasis desa. Dengan sinergi kuat antara pemerintah desa, PMD, dan BAZNAS Trenggalek, diharapkan UPZ Desa dapat hadir sebagai lembaga resmi yang menjaga amanah umat sekaligus membawa perubahan nyata bagi kesejahteraan masyarakat.

BAZNAS Trenggalek optimistis bahwa penguatan tata kelola zakat desa bukan hanya langkah administratif, melainkan gerakan besar untuk membangun kemandirian ekonomi umat melalui instrumen zakat yang dikelola secara amanah, modern, dan tepat sasaran.

09-12-2025 | Kontributor: Humas
BAZNAS Trenggalek Gelar Pelatihan Olah Pakan untuk Tingkatkan Kemandirian Kelompok Balai Ternak
BAZNAS Trenggalek Gelar Pelatihan Olah Pakan untuk Tingkatkan Kemandirian Kelompok Balai Ternak
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Trenggalek terus menunjukkan komitmennya dalam memberdayakan mustahik melalui program-program produktif yang berkelanjutan. Salah satu upaya nyata tersebut diwujudkan melalui kegiatan Pelatihan Olah Pakan Ternak yang diselenggarakan bagi kelompok Balai Ternak binaan BAZNAS pada Kamis, 09 Januari 2026. Kegiatan ini bertempat di Balai Ternak Kelompok Jamaah Matlabul Ulum, Desa Gador, dan diikuti oleh para anggota balai ternak dengan antusias tinggi. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan dan pengetahuan para peternak, khususnya dalam mengolah pakan ternak secara mandiri, efisien, dan bernilai ekonomis. Pakan merupakan salah satu faktor utama dalam keberhasilan usaha peternakan. Tingginya biaya pakan sering kali menjadi kendala bagi peternak kecil, sehingga kemampuan mengolah pakan sendiri menjadi solusi strategis untuk menekan biaya produksi sekaligus meningkatkan kualitas ternak. Dalam pelatihan tersebut, BAZNAS Trenggalek menghadirkan Bapak Nur Ikhsan sebagai narasumber utama. Beliau dikenal sebagai praktisi dan pendamping peternakan yang berpengalaman dalam pengolahan pakan ternak berbasis bahan lokal. Materi yang disampaikan tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga aplikatif dan mudah dipahami oleh para peserta. Bapak Nur Ikhsan menyampaikan, “Dengan pengolahan pakan yang tepat, peternak bisa menghemat biaya, menjaga kesehatan ternak, dan meningkatkan produktivitas. Kuncinya ada pada konsistensi dan kemauan untuk terus belajar,” ujar Bapak Nur Ikhsan dalam pemaparannya. Suasana pelatihan berlangsung interaktif. Para peserta tidak hanya mendengarkan materi, tetapi juga aktif berdiskusi dan mempraktikkan langsung cara mengolah pakan ternak. Banyak di antara anggota kelompok balai ternak yang mengaku mendapatkan wawasan baru dan merasa lebih percaya diri untuk menerapkan ilmu yang diperoleh dalam kegiatan beternak sehari-hari. WK. II BAZNAS Trenggalek, Kyai Bahauddin menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari program pemberdayaan ekonomi mustahik melalui sektor peternakan. Balai ternak binaan BAZNAS tidak hanya difokuskan pada bantuan ternak semata, tetapi juga pada peningkatan kapasitas sumber daya manusia agar kelompok mampu mandiri dan berkelanjutan. “Harapannya, melalui pelatihan seperti ini, para anggota balai ternak tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga pelaku usaha yang tangguh. Ketika usaha ternak berkembang, kesejahteraan keluarga meningkat, dan pada akhirnya akan berdampak positif bagi lingkungan sekitar,” ungkapnya. Kelompok Jamaah Matlabul Ulum Desa Gador sebagai tuan rumah pelatihan menyambut baik kegiatan ini. Mereka berharap pelatihan olah pakan dapat terus dilanjutkan dengan pendampingan rutin, sehingga ilmu yang didapat benar-benar memberikan hasil nyata dalam jangka panjang. Melalui kegiatan pelatihan olah pakan ini, BAZNAS Trenggalek kembali menegaskan perannya tidak hanya sebagai lembaga pengelola zakat, infak, dan sedekah, tetapi juga sebagai motor penggerak pemberdayaan umat. Dengan pendekatan edukatif dan produktif, zakat diharapkan mampu menjadi instrumen penguatan ekonomi masyarakat dan mendorong terwujudnya kemandirian mustahik secara berkelanjutan.

14-01-2026 | Humas

BAZNAS Trenggalek Serahkan Bantuan Ternak dan Gerobak UMKM dalam ajang BAZNAS Awards 2025
BAZNAS Trenggalek Serahkan Bantuan Ternak dan Gerobak UMKM dalam ajang BAZNAS Awards 2025
BAZNAS Kabupaten Trenggalek terus menunjukkan komitmennya dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat melalui pemanfaatan dana zakat, infak, dan sedekah secara produktif. Salah satu wujud nyata komitmen tersebut diwujudkan melalui penyerahan 20 unit gerobak UMKM (10 Gerobak BAZNAS Prov. Jawa Timur dan 10 Gerobak BAZNAS Trenggalek) dan bantuan ternak kambing kepada jamaah masjid sebagai bagian dari program pemberdayaan ekonomi berbasis masjid. Kegiatan penyerahan bantuan ini menjadi langkah strategis BAZNAS Trenggalek dalam mengoptimalkan peran masjid tidak hanya sebagai pusat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pemberdayaan umat. Jamaah masjid yang menerima bantuan yakni jamaah masjid Matlabul Ulum (Ds. Gador-Kec. Durenan) dan telah melalui proses seleksi serta pendampingan agar bantuan yang diberikan benar-benar tepat sasaran dan berkelanjutan. Bantuan ternak ini tidak hanya ditujukan sebagai pemenuhan kebutuhan jangka pendek, tetapi juga sebagai aset produktif yang dapat berkembang dan memberikan manfaat ekonomi berkelanjutan bagi penerima. Bantuan 20 gerobak UMKM disalurkan kepada pelaku usaha mikro yang selama ini terkendala modal dan sarana usaha. Gerobak tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan untuk berbagai jenis usaha kecil, seperti kuliner, minuman, maupun usaha dagang lainnya yang memiliki potensi meningkatkan pendapatan keluarga. Program bantuan gerobak UMKM dan ternak kambing ini merupakan bagian dari Program Jatim Makmur dan Program Trenggalek Makmur, salah satu program unggulan BAZNAS Jawa Timur dan BAZNAS Trenggalek yang fokus pada pemberdayaan ekonomi mustahik. Melalui program ini, BAZNAS mendorong mustahik agar mampu bertransformasi menjadi muzakki dengan memanfaatkan bantuan secara produktif dan bertanggung jawab. Dalam pelaksanaannya, BAZNAS Trenggalek tidak hanya memberikan bantuan fisik semata, tetapi juga disertai dengan pendampingan dan edukasi. Penerima bantuan diharapkan mampu mengelola usaha dengan baik, menjaga komitmen, serta memanfaatkan bantuan sebagai sarana peningkatan kesejahteraan keluarga. BAZNAS Trenggalek berharap bantuan 20 gerobak UMKM dan ternak kambing ini dapat menjadi pemantik semangat bagi jamaah masjid untuk lebih mandiri secara ekonomi. Dengan pengelolaan yang baik dan dukungan lingkungan sekitar, program ini diharapkan mampu menciptakan lapangan usaha baru, meningkatkan pendapatan keluarga, serta memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat. Melalui program pemberdayaan ekonomi berbasis masjid, BAZNAS Trenggalek terus berupaya menjadikan zakat sebagai instrumen strategis dalam pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan umat. Sinergi antara BAZNAS, pengurus masjid, dan jamaah diharapkan mampu menghadirkan manfaat zakat yang nyata, berkelanjutan, dan penuh keberkahan bagi masyarakat Kabupaten Trenggalek.

24-12-2025 | Humas

BAZNAS Trenggalek serahkan 14 Penghargaan dalam Ajang BAZNAS Awards 2025
BAZNAS Trenggalek serahkan 14 Penghargaan dalam Ajang BAZNAS Awards 2025
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Trenggalek kembali menggelar ajang apresiasi tahunan bertajuk BAZNAS Awards 2025 sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi dan komitmen Unit Pengumpul Zakat (UPZ) dalam mendukung pengelolaan zakat yang profesional, transparan, dan berkelanjutan. Dalam kegiatan ini, BAZNAS Trenggalek menyerahkan total 14 penghargaan kepada UPZ terbaik dari lingkup Pemerintah Kabupaten Trenggalek dan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Trenggalek. BAZNAS Awards 2025 menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara BAZNAS, UPZ, serta seluruh pemangku kepentingan dalam upaya meningkatkan kesadaran dan kepatuhan zakat, khususnya di lingkungan instansi pemerintah dan lembaga pendidikan. Penghargaan ini juga merupakan bentuk apresiasi nyata kepada UPZ yang selama ini konsisten berperan aktif dalam menghimpun zakat, infak, dan sedekah (ZIS) dari para muzakki. Untuk kategori UPZ Pengumpul Zakat Terbaik di Lingkup Pemerintah Kabupaten Trenggalek, BAZNAS Trenggalek memberikan penghargaan kepada 10 UPZ terbaik. Penghargaan terbaik pertama diraih oleh SMP Negeri 3 Tugu yang dinilai unggul dalam konsistensi pengumpulan zakat serta pengelolaan administrasi yang tertib dan akuntabel. Posisi terbaik kedua diraih oleh Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP), disusul Kecamatan Munjungan sebagai terbaik ketiga. Selanjutnya, penghargaan terbaik keempat diraih oleh Badan Kepegawaian Daerah (BKD), sementara Sekretariat Daerah Kabupaten Trenggalek menempati posisi terbaik kelima. Puskesmas Slawe meraih penghargaan terbaik keenam, diikuti Kecamatan Watulimo sebagai terbaik ketujuh. Untuk posisi terbaik kedelapan hingga kesepuluh masing-masing diraih oleh SMP Negeri 1 Watulimo, Kecamatan Tugu, dan SMP Negeri 1 Kampak. Seluruh UPZ penerima penghargaan tersebut dinilai telah menunjukkan komitmen tinggi dalam mendukung optimalisasi penghimpunan zakat melalui mekanisme yang sesuai dengan ketentuan syariat dan regulasi yang berlaku. Konsistensi, transparansi, serta partisipasi aktif dari pimpinan dan pegawai menjadi indikator utama dalam penilaian BAZNAS Trenggalek. Sementara itu, untuk kategori UPZ Terbaik di Lingkup Kantor Kementerian Agama Kabupaten Trenggalek, penghargaan terbaik pertama diraih oleh MTs Negeri 5 Trenggalek. Disusul MAN 2 Trenggalek sebagai terbaik kedua dan MTs Negeri 3 Trenggalek sebagai terbaik ketiga. Ketiga lembaga pendidikan tersebut dinilai berhasil membangun budaya sadar zakat di lingkungan kerja dan mampu menjadi contoh bagi lembaga lainnya. Selain itu, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Trenggalek juga menerima penghargaan khusus atas capaian luar biasa berupa komitmen seluruh pegawai dalam menunaikan zakat sebesar 2,5 persen. Penghargaan ini menjadi bukti kuat sinergi antara BAZNAS dan Kementerian Agama dalam menguatkan peran zakat sebagai instrumen pembangunan umat dan kesejahteraan masyarakat. Melalui BAZNAS Awards 2025, BAZNAS Trenggalek berharap semangat berzakat di lingkungan instansi pemerintah dan lembaga pendidikan semakin meningkat. Apresiasi ini tidak hanya menjadi bentuk penghormatan atas capaian kinerja, tetapi juga sebagai motivasi agar seluruh UPZ terus meningkatkan kualitas pelayanan, pengelolaan, serta kontribusi nyata bagi kesejahteraan masyarakat. Dengan adanya dukungan dan kolaborasi yang kuat antara BAZNAS, UPZ, dan para muzakki, BAZNAS Trenggalek optimistis pengelolaan zakat di Kabupaten Trenggalek akan semakin maju, berdaya guna, dan memberikan dampak nyata bagi mustahik serta pembangunan daerah secara berkelanjutan.

24-12-2025 | Humas

Paguyuban Sound Jenangan Trenggalek (PSJT) Serahkan Bantuan untuk Sumatera dan Aceh Melalui BAZNAS Trenggalek pada BAZNAS Award 2025
Paguyuban Sound Jenangan Trenggalek (PSJT) Serahkan Bantuan untuk Sumatera dan Aceh Melalui BAZNAS Trenggalek pada BAZNAS Award 2025
BAZNAS Kabupaten Trenggalek kembali menerima dukungan dan kepedulian dari berbagai elemen masyarakat. Kali ini, Paguyuban Sound Jenangan Trenggalek (PSJT) menunjukkan solidaritas sosialnya dengan menyerahkan bantuan kemanusiaan untuk saudara-saudara terdampak bencana di Sumatera dan Aceh. Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis melalui BAZNAS Trenggalek dalam rangkaian kegiatan BAZNAS Award 2025 yang digelar di Pendopo Manggala Praja Nugraha Trenggalek senilai Rp.39.872.500,-. Penyerahan bantuan ini menjadi bukti bahwa kepedulian terhadap sesama tidak mengenal batas profesi maupun latar belakang komunitas. PSJT yang dikenal sebagai wadah pelaku dan pecinta sound system di wilayah Trenggalek, turut mengambil peran dalam aksi kemanusiaan dengan menggalang donasi dari para anggotanya untuk membantu masyarakat yang tengah tertimpa musibah. Ketua BAZNAS Kabupaten Trenggalek menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan PSJT kepada BAZNAS sebagai lembaga resmi pengelola zakat, infak, dan sedekah. Menurutnya, kolaborasi dengan komunitas-komunitas masyarakat seperti PSJT merupakan bentuk sinergi yang sangat positif dalam memperluas jangkauan bantuan dan memperkuat solidaritas sosial. “BAZNAS tidak bisa berjalan sendiri. Dukungan dari komunitas, organisasi, dan masyarakat luas seperti Paguyuban Sound Jenangan Trenggalek ini menjadi kekuatan besar bagi kami untuk terus hadir membantu saudara-saudara yang membutuhkan, khususnya korban bencana di Sumatera dan Aceh,” ujarnya. Ia menambahkan, bantuan yang disalurkan melalui BAZNAS akan dikelola secara amanah, transparan, dan tepat sasaran, sesuai dengan prinsip pengelolaan dana umat. Seluruh donasi yang diterima akan segera disalurkan kepada masyarakat terdampak melalui program kebencanaan BAZNAS bekerja sama dengan BAZNAS daerah setempat dan pihak terkait. Perwakilan Paguyuban Sound Jenangan Trenggalek (PSJT) menyampaikan bahwa penyaluran bantuan ini merupakan wujud kepedulian dan empati terhadap penderitaan saudara-saudara sebangsa yang tengah menghadapi musibah. Meski berasal dari komunitas hobi, PSJT ingin menunjukkan bahwa komunitas juga memiliki tanggung jawab sosial dan dapat berkontribusi nyata bagi kemanusiaan. “Kami berharap bantuan yang kami salurkan melalui BAZNAS Trenggalek ini bisa sedikit meringankan beban saudara-saudara kita di Sumatera dan Aceh. Semoga apa yang kami lakukan menjadi amal kebaikan bagi seluruh anggota PSJT,” ungkapnya. Penyerahan bantuan PSJT ini menjadi salah satu momen bermakna dalam pelaksanaan BAZNAS Award 2025, yang tidak hanya menjadi ajang evaluasi dan apresiasi kinerja pengelolaan zakat, tetapi juga wadah untuk memperkuat kolaborasi antara BAZNAS dan masyarakat. Melalui kegiatan ini, BAZNAS Trenggalek berharap semakin banyak komunitas dan elemen masyarakat yang tergerak untuk menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui lembaga resmi, sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas dan merata. Semangat gotong royong dan kepedulian sosial yang ditunjukkan PSJT diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi komunitas lainnya di Kabupaten Trenggalek.

24-12-2025 | Humas

BAZNAS Award 2025 Jadi Momentum Evaluasi dan Penguatan Peran Zakat di Trenggalek
BAZNAS Award 2025 Jadi Momentum Evaluasi dan Penguatan Peran Zakat di Trenggalek
Bertempat di Pendopo Manggala Praja Nugraha Trenggalek, BAZNAS Kabupaten Trenggalek menggelar BAZNAS Award tahun 2025. Kegiatan ini sendiri ditujukan oleh BAZNAS sebagai bentuk kinerja selama satu tahun berjalan. Hadir dalam kegiatan BAZNAS Award ini, Sekda Trenggalek, Edy Soepriyanto sangat mendukung kinerja BAZNAS Trenggalek. Kolaborasi yang saangat luar biasa terjalin antara pemerintah dan BAZNAS dalam berbagai upaya memberikan bantuan kepada masyarakat. Baik itu penangan masalah kemiskinan, kesehatan maupun penanganan bencana alam. Sekda penghobi bola itu juga bercerita pengalaman saat bertemu dengan Menteri ATR bersama para Wakif beberapa waktu lalu. Menurutnya berdasar pertemuan itu banyak cerita permasalahan tanah wakaf yang dikarenakan proses wakaf ini belum diselesaikan dengan baik. Sehingga timbul permasalahan dikemudian hari dengan para ahli waris. Pesan Sekda itu dalam kegiatan ini berharap para Wakif yang memang berniatan mewakafkan tanahnya untuk kepentingan umum atau yang lainnya hendaknya diselesaikan proses wakaf ini dengan baik. "Saat ini yayasan bisa menjadi atas nama dari tanah yang diwakafkan. Dulu mungkin ada wakaf atau koperasi yang diatasnamakan pribadi ketua yayasan atau ketua KUD misalnya. Dikemudian hari keluarga yang bersangkutan bisa saja menggugat kepemilikan tanah tersebut karena atas namanya adalah orang tua mereka," terang Edy Suprianto, Rabu (24/12). Sekretaris Daerah penghobi bola itu berharap kejadian kejadian seperti itu tidak terjadi di Trenggalek. Dalam kesempatan berbeda, Ketua BAZNAS Kabupaten Trenggalek, Mahsun Ismail mengatakan "BAZNAS Award 2025 sebagai bagian evaluasi besar kita. Tentu kami berharap setiap tahun Baznas Award itu bisa menjadikan kita semakin bergairah lagi," kata mantan wakil bupati 2 periode itu. Seperti tadi misalnya, begitu kita tahu angka perolehan rata-rata, akhirnya kita bisa sama-sama saling mengevaluasi ternyata UPZ saya itu masih segini. Tentu itu bisa semakin menguatkan teman-teman UPZ untuk mengoreksi kira-kira dimana kelemahannya. Tapi secara umum kita memang ingin meningkat. Dalam umum makna setidaknya meningkat dalam segi jumlah pendapatan. Kami kalau boleh berharap andai angka itu di angka Rp. 100 ribu per orang, itu mimpi kami. Kalau yang di Kemwnag sudah 2,5%, jadi Rp. 100 ribu lebih semua tadi. Tapi di kita di Pemda masih banyak yang dibawah Rp. 60 atau 40 ribu. Andai itu bisa tembus sampai angka Rp. 100 ribu, insyaAllah kita akan semakin banyak berbuat leluasa untuk masyarakat Kabupaten Trenggalek. Kalau yang bersifat pengumpulan kita masih berharap bisa meningkatkan daya kumpul tersebut. Dengan menyadarkan dan meningkatkan pengumpulan para wajib zakat. Tapi juga ada yang secara struktural kita bentuk UPZ di Desa. Kalau UPZ di Desa bisa terbentuk pendapatan kita juga akan semakin gampang. "Kalau pendapatan kita semakin banyak maka membaginya juga akan semakin gampang. Hari ini misalnya kita bagi gerobag kepada masyarakat dan ternyata lumayan daya dorongnya bagus. Termasuk yang pendidikan untuk anak anak kita," terang Machsun Ismail. Dalam kegiatan BAZNAS Award Kali ini, BAZNAS Trenggalek juga melaunching kantor digital. Tujuannya untuk meningkatkan kepercayaan para Muzaki terhadap BAZNAS Trenggalek karena melalui gawainya nereka bisa mengakses berbagai bentuk informasi dari BAZNAS Trenggalek. Mulai dari bagaimana cara berzakat, berapa zakat yang dikumpulkan., "Ini yang coba kita tawarkan demi menambah kepercayaan masyarakat," tutup Mahsun Ismail. Dalam kegiatan ini BAZNAS Trenggalek memberikan Award kepada 10 UPZ pengumpul zakat terbaik di lingkup Pemkab Trenggalek. Terbaik pertama SMPN 3 Tugu, terbaik kedua Dinas PKPLH, terbaik ketiga Kecamatan Munjungan. Terbaik ke empat Badan Kepegawaian Daerah, terbaik ke lima Sekretariat Daerah, terbaik ke enam Puskesmas Slawe, ketujuh Kecamatan Watulimo, kedelapan SMPN 1 Watulimo, kesembilan Kecamatan Tugu dan yang kesepuluh SMPN 1 Kampak. Sedangkan untuk di lingkup Kantor Kementrian Agama UPZ terbaik pertama diraih oleh MTsN 5 Trenggalek, terbaik kedua diraih MAN 2 Trenggalek dan terbaik ketiga MTsN 3 Trenggalek. Sedangkan Kantor Kementrian Agama Trenggalek meraih award seluruh pegawai membayar zakat 2,5%. Dalam kegiatan ini BAZNAS Trenggalek juga membagikan puluhan gerobag dagang untuk membantu perekonomian masyarakat. Kemudian dalam satu tahun berjalan BAZNAS Trenggalek juga melaksanakan berbagai program unggulan, diantaranya Trenggalek Taqwa. Yaitu bantuan stimulus pembangunan Masjid, tebar dai di daerah terpencil maupun syiar. Kemudian Trenggalek peduli yang terdiri dari bantuan biaya hidup miskin, bedah rumah maupun bantuan kebencanaan. Program Trenggalek Makmur, yang meliputi bantuan ternak, bantuan gerobag usaha, maupun bantuan modal usaha. Terus ada juga program Trenggalek cerdas yang meliputi beasiswa anak asuh, bantuan sepeda sekolah dan bantuan alat-alat sekolah. Selenjutnya yang tidak kalah penting, Program Trenggalek sehat. Program ini sangat bersentuhan dengan masyarakat langsung karena BAZNAS mengalokasikan untuk bantuan BPJS miskin, bantuan akomodasi berobat dan bantuan alat bantu difabel. Sementara itu total penerimaan BAZNAS Trenggalek dari Zakat sebanyak Rp. 3.668.275.693 sedangkan untuk Infaq sebesar Rp. 3.615.296.425. Sehingga total penerimaan BAZNAS Trenggalek tahun 2025 sebesar Rp. 7.283.572.064. (Prokopim TGX)

24-12-2025 | Humas

BAZNAS Trenggalek Turut Hadir dalam Peluncuran Sekolah Rakyat Kabupaten Trenggalek
BAZNAS Trenggalek Turut Hadir dalam Peluncuran Sekolah Rakyat Kabupaten Trenggalek
Trenggalek — Harapan baru bagi dunia pendidikan di Kabupaten Trenggalek kembali tumbuh dengan hadirnya Sekolah Rakyat, sebuah inisiatif yang dihadirkan untuk membuka akses pendidikan seluas-luasnya bagi seluruh lapisan masyarakat. Peluncuran Sekolah Rakyat Kabupaten Trenggalek digelar dengan penuh semangat kolaborasi pada Selasa (30/09) di Gedung Bhawarasa Lt. 2. Kegiatan ini menghadirkan berbagai unsur masyarakat, lembaga, serta tokoh pendidikan. Tak ketinggalan, BAZNAS Kabupaten Trenggalek turut hadir memberikan dukungan nyata dalam upaya menghadirkan pendidikan yang inklusif dan berkeadilan. Kehadiran BAZNAS Trenggalek dalam kegiatan ini menjadi bentuk komitmen nyata lembaga dalam mendukung program pemberdayaan masyarakat, khususnya di bidang pendidikan. Melalui peran dan programnya, BAZNAS berupaya menghadirkan solusi berkelanjutan untuk memutus rantai kemiskinan melalui jalur pendidikan. “Pendidikan adalah jalan panjang menuju kemandirian. Kami mendukung penuh langkah-langkah inovatif seperti Sekolah Rakyat ini, karena sejalan dengan semangat BAZNAS dalam membangun sumber daya manusia yang unggul, berdaya, dan berakhlak,” ujar salah WAKA I BAZNAS Trenggalek di sela kegiatan. Dengan hadirnya Sekolah Rakyat, diharapkan semakin banyak masyarakat Trenggalek, terutama dari kalangan kurang mampu, yang dapat merasakan manfaat pendidikan tanpa batasan ekonomi. Kolaborasi berbagai pihak menjadi kunci agar cita-cita mencerdaskan kehidupan bangsa dapat terwujud secara merata hingga ke pelosok desa. BAZNAS Trenggalek berkomitmen untuk terus hadir dalam setiap langkah kebaikan, mendukung program-program yang mengangkat harkat dan martabat masyarakat melalui pendidikan, ekonomi, dan kesejahteraan. #SahabatBAZNAS bisa menyalurkan Zakat dan Sedekah melalui BAZNAS Trenggalek, via transfer ke rekening a.n. BAZNAS Trenggalek: Rekening zakat : Bank Jatim 0222111111 BSI 7999957581 BRI 017701016625532 Rekening infaq/sedekah : Bank Jatim 0222411114 BSI 7555557587 BRI 017701016626538 Layanan online : 0822 2821 9090 [email protected] kabtrenggalek.baznas.go.id Cahaya Zakat, Keajaiban Bagi Muzaki dan Mustahik

30-09-2025 | Humas

Gubernur Jawa Timur Bersama Pimpinan BAZNAS Trenggalek Resmikan Masjid IKHLAS BAKTI
Gubernur Jawa Timur Bersama Pimpinan BAZNAS Trenggalek Resmikan Masjid IKHLAS BAKTI
Trenggalek, 04 Desember 2025 — Desa Ngrandu, Kecamatan Suruh, menjadi saksi hadirnya energi baru bagi warga terdampak bencana. Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, hadir langsung untuk meresmikan Hunian Sementara (Huntara) “Kinasih Indah Persada” dan Masjid “Ikhlas Bakti” yang dibangun dari hasil kolaborasi Pramuka Trenggalek dan BAZNAS Trenggalek, dua fasilitas penting yang dibangun untuk memulihkan kehidupan sosial, spiritual, serta ekonomi masyarakat. Turut mendampingi dalam kegiatan tersebut Kalaksa BPBD Provinsi Jawa Timur, Gatot Soebroto SE, M.PSDM, serta anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, Hj. Siti Mukiarti, S.Ag., M.Ag. Agenda dimulai dengan pemberian santunan kepada anak yatim sebagai bentuk doa dan harapan agar pembangunan ini membawa keberkahan bagi seluruh warga. Setelah itu, Gubernur Jawa Timur menandatangani prasasti sebagai tanda peresmian Huntara dan Masjid, selain meresmikan Huntara dan Masjid, Ibu Khofifah juga menanam tunas kelapa sebagai wujud Lambang Pertumbuhan dan Harapan Baru. Kalaksa BPBD Provinsi Jawa Timur dalam sambutannya menyampaikan apresiasi tinggi atas kolaborasi lintas sektor yang terbangun selama proses pembangunan baik Huntara maupun Masjid. Berkat kerja sama tersebut, kini berdiri 38 unit Huntara, terdiri dari 27 unit di lapangan Nggiling yang merupakan lahan Pemprov, serta 11 unit yang dibangun di lahan mandiri masyarakat. Gubernur Khofifah juga menyerahkan sejumlah bantuan kepada warga, mulai dari paket sembako hingga bantuan material berupa aspal. Tidak hanya itu, beliau meninjau satu per satu bangunan Huntara dan Masjid, sekaligus berdialog dengan warga penerima manfaat. Dalam kesempatan tersebut, disalurkan 40 paket bantuan berisi sembako, kompor, tabung gas, selimut, dan berbagai perlengkapan penting lainnya untuk menunjang kehidupan sehari-hari. Dukungan bagi warga Huntara tidak berhenti di situ. Pemerintah Kabupaten Trenggalek juga menunjukkan langkah nyata dalam membantu pemulihan ekonomi masyarakat terdampak. Bupati Trenggalek secara simbolis menyerahkan 30 ekor kambing kepada perwakilan warga penghuni Huntara. Bantuan ternak ini diharapkan dapat menjadi aset produktif bagi keluarga, yang dapat dikembangkan melalui model penggemukan dan perkembangbiakan. Program ini dirancang agar ke depan warga tidak hanya pulih, tetapi juga memiliki sumber penghasilan baru yang mampu memperkuat kembali ketahanan ekonomi rumah tangga mereka. “Semoga warga merasa nyaman dan aman di Huntara Kinasih Indah Persada ini,” tutur Kalaksa BPBD Provinsi Jawa Timur. Peresmian masjid dan Huntara ini menjadi tonggak penting dalam upaya mengembalikan kehidupan warga Desa Ngrandu pasca bencana, sekaligus menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, lembaga, serta masyarakat mampu menciptakan perubahan yang berarti.

04-12-2025 | Humas

Pimpinan BAZNAS Trenggalek Himbau Desa se-Kab. Trenggalek Bentuk UPZ Desa
Pimpinan BAZNAS Trenggalek Himbau Desa se-Kab. Trenggalek Bentuk UPZ Desa
Trenggalek (09/12) - Upaya memperkuat tata kelola zakat hingga level pemerintahan paling bawah kembali ditegaskan oleh BAZNAS Kabupaten Trenggalek. Hal itu tampak dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Kepala Desa se-Kabupaten Trenggalek yang digelar oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Trenggalek, di mana BAZNAS hadir sebagai narasumber utama untuk memaparkan pentingnya pembentukan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Desa sebagai bagian dari percepatan pengelolaan zakat yang profesional, terstruktur, dan berorientasi pemberdayaan masyarakat. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh Kepala Desa, menghadirkan forum dialog yang konstruktif dan menjadi wadah penyamaan persepsi mengenai urgensi penguatan tata kelola zakat desa di tengah dinamika sosial-ekonomi masyarakat saat ini. Dengan mengusung semangat memperbesar dampak sosial zakat, BAZNAS Trenggalek menekankan bahwa potensi zakat desa sangat besar, namun selama ini belum terkelola secara optimal karena belum adanya struktur resmi yang mengambil peran sebagai pengelola zakat di tingkat desa. Ketua BAZNAS Trenggalek, dalam pemaparannya, menyampaikan bahwa pembentukan UPZ Desa merupakan langkah strategis yang tidak hanya berfungsi sebagai instrumen pengumpulan zakat, infak, dan sedekah, tetapi juga menjadi bagian penting dalam mendukung program pemerintah dalam pengentasan kemiskinan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. “Desa adalah ujung tombak layanan publik. Hampir semua aktivitas sosial masyarakat berawal dari desa. Maka pengelolaan zakat yang profesional harus dimulai dari desa,” jelasnya di hadapan para peserta FGD. Desa sebagai Lokomotif Penguatan Zakat BAZNAS Trenggalek menilai bahwa desa memiliki karakteristik unik sekaligus strategis. Keberadaan perangkat desa, tokoh agama, dan jejaring sosial masyarakat membuat desa menjadi pusat kegiatan keagamaan sekaligus pusat mobilitas ekonomi. Hal itulah yang menjadikan pembentukan UPZ Desa sebagai kebutuhan mendesak agar potensi zakat yang ada tidak hanya berhenti pada kegiatan sosial spontan, tetapi menjadi kekuatan ekonomi berbasis syariah yang memiliki dampak jangka panjang. Dalam paparannya, BAZNAS Trenggalek membeberkan sejumlah dasar hukum pembentukan UPZ Desa mulai dari Undang-Undang No. 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat, Peraturan Pemerintah No. 14 Tahun 2014, Keputusan BAZNAS RI tentang Pedoman UPZ, hingga ketentuan pelaksana BAZNAS Kabupaten. Dengan adanya dasar hukum yang jelas, pemerintah desa memiliki landasan kuat dalam membentuk UPZ Desa dan menetapkannya secara resmi melalui SK BAZNAS. Penjelasan Detail: Mekanisme dan Tugas UPZ Desa Pada sesi inti, BAZNAS Trenggalek menjelaskan alur pembentukan UPZ Desa yang diawali dengan pengajuan dari pemerintah desa, penunjukan pengurus, verifikasi BAZNAS, hingga pengukuhan melalui surat keputusan resmi. Selain itu, dipaparkan pula tugas utama UPZ Desa, meliputi: Menghimpun zakat, infak, dan sedekah dari masyarakat, perangkat desa, serta potensi ekonomi lokal. Mengelola zakat sesuai prinsip syariah dan tata kelola yang transparan. Melakukan pendataan mustahik berbasis data desa agar distribusi tepat sasaran. Melaporkan keuangan dan kegiatan secara berkala kepada BAZNAS. Menjalankan program pemberdayaan masyarakat miskin di tingkat desa. Penjelasan tersebut disambut antusias para Kepala Desa. Banyak peserta yang sebelumnya belum memahami mekanisme pembentukan UPZ Desa akhirnya lebih terbuka terhadap manfaat jangka panjang yang bisa didapatkan melalui pengelolaan zakat yang terstruktur. Beberapa Kepala Desa juga memberikan pertanyaan terkait sistem pelaporan, integrasi program sosial desa dengan program zakat, hingga kemungkinan kolaborasi antara UPZ dan lembaga kemasyarakatan desa. Manfaat Besar Bagi Masyarakat Desa BAZNAS Trenggalek menegaskan bahwa keberadaan UPZ Desa mampu memberikan sejumlah manfaat langsung bagi masyarakat. Di antaranya: Bantuan sosial lebih cepat karena UPZ mengetahui kondisi masyarakat secara langsung. Potensi zakat desa lebih optimal sehingga dapat mengurangi beban anggaran desa. Program pemberdayaan seperti modal usaha, beasiswa, dan bantuan kesehatan bisa dijalankan secara berkelanjutan. Layanan zakat menjadi lebih dekat dan mudah diakses masyarakat. Dalam konteks kebutuhan masyarakat pedesaan yang beragam—mulai dari warga miskin ekstrem, keluarga dengan anak putus sekolah, warga sakit, hingga kelompok UMKM kecil—UPZ Desa dapat menjadi lokomotif yang menggerakkan solidaritas sosial secara sistematis. Komitmen BAZNAS dan PMD: Bergerak Bersama Wujudkan Profesionalisme Zakat Desa FGD ini menjadi langkah awal dari rencana besar sinergi antara BAZNAS Trenggalek dan Dinas PMD dalam membangun tata kelola zakat desa yang profesional. Setelah forum ini, BAZNAS menargetkan pembentukan UPZ Desa di seluruh wilayah Trenggalek secara bertahap. Selain itu, akan diselenggarakan pelatihan lanjutan, pendampingan pelaporan digital, hingga pengembangan program pemberdayaan ekonomi berbasis zakat yang menyesuaikan karakter masing-masing desa. Dinas PMD menegaskan dukungannya, menyebut bahwa penguatan zakat desa dapat membantu percepatan penanganan kemiskinan, terutama di wilayah yang selama ini menjadi prioritas pemulihan sosial ekonomi. Kegiatan FGD Kepala Desa se-Kabupaten Trenggalek ini menjadi momentum penting dalam mempercepat profesionalisme pengelolaan zakat berbasis desa. Dengan sinergi kuat antara pemerintah desa, PMD, dan BAZNAS Trenggalek, diharapkan UPZ Desa dapat hadir sebagai lembaga resmi yang menjaga amanah umat sekaligus membawa perubahan nyata bagi kesejahteraan masyarakat. BAZNAS Trenggalek optimistis bahwa penguatan tata kelola zakat desa bukan hanya langkah administratif, melainkan gerakan besar untuk membangun kemandirian ekonomi umat melalui instrumen zakat yang dikelola secara amanah, modern, dan tepat sasaran.

09-12-2025 | Humas

Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Mari tunaikan zakat Anda dengan mentransfer ke rekening zakat.

BAZNAS

Info Rekening Zakat