WhatsApp Icon
banner
banner
banner
banner
banner
banner
banner
banner
banner
banner
Statistik

Berita Terkini

BAZNAS RI Bekerja Sama dengan PT Maybank Finance Salurkan Bantuan Fasilitas Air Bersih, Salah Satunya di Desa Pogalan Trenggalek
BAZNAS RI Bekerja Sama dengan PT Maybank Finance Salurkan Bantuan Fasilitas Air Bersih, Salah Satunya di Desa Pogalan Trenggalek
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Republik Indonesia bekerja sama dengan PT Maybank Finance Indonesia menyalurkan bantuan fasilitas air bersih kepada masyarakat melalui BAZNAS Kabupaten/Kota di berbagai daerah. Salah satu lokasi penerima manfaat program ini berada di Desa Pogalan, Kecamatan Pogalan, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur. Program bantuan fasilitas air bersih ini merupakan bagian dari komitmen BAZNAS RI dan PT Maybank Finance dalam mendukung peningkatan kualitas hidup masyarakat, khususnya di wilayah yang masih mengalami keterbatasan akses air bersih. Melalui sinergi antara lembaga zakat nasional, mitra korporasi, dan BAZNAS daerah, bantuan ini diharapkan mampu menjawab kebutuhan dasar masyarakat secara berkelanjutan. Di Desa Pogalan, fasilitas air bersih yang diberikan diharapkan dapat membantu warga dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari, seperti keperluan rumah tangga, sanitasi, dan kesehatan. Sebelumnya, sebagian warga di wilayah tersebut mengalami kesulitan memperoleh air bersih, terutama pada musim kemarau, sehingga berdampak pada aktivitas dan kualitas hidup masyarakat. Perwakilan BAZNAS Kabupaten Trenggalek menyampaikan bahwa bantuan ini merupakan bentuk nyata kepedulian terhadap kebutuhan dasar masyarakat. Akses air bersih tidak hanya berkaitan dengan kenyamanan, tetapi juga menjadi faktor penting dalam menjaga kesehatan dan mencegah berbagai penyakit. “Air bersih adalah kebutuhan utama. Melalui program ini, kami berharap masyarakat Desa Pogalan dapat merasakan manfaat jangka panjang, baik dari sisi kesehatan maupun kesejahteraan,” ujar perwakilan BAZNAS Kabupaten Trenggalek. Kerja sama antara BAZNAS RI dan PT Maybank Finance ini juga menunjukkan peran strategis kolaborasi antara lembaga zakat dan dunia usaha dalam menghadirkan solusi atas persoalan sosial di masyarakat. Dana yang disalurkan melalui program ini merupakan hasil pengelolaan dana sosial yang dihimpun secara amanah dan disalurkan secara tepat sasaran. PT Maybank Finance sebagai mitra program menyampaikan dukungannya terhadap inisiatif penyediaan fasilitas air bersih ini. Melalui kolaborasi dengan BAZNAS, perusahaan berharap dapat berkontribusi lebih luas dalam mendukung pembangunan sosial dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di berbagai daerah. Pelaksanaan program ini dilakukan dengan melalui tahapan survei dan asesmen kebutuhan oleh BAZNAS Kabupaten/Kota, sehingga bantuan yang diberikan benar-benar sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat setempat. Dengan pendekatan tersebut, fasilitas air bersih yang dibangun diharapkan dapat dimanfaatkan secara optimal dan berkelanjutan oleh warga. Masyarakat Desa Pogalan menyambut baik adanya bantuan fasilitas air bersih ini. Warga berharap keberadaan sarana tersebut dapat meringankan beban mereka dalam memenuhi kebutuhan air sehari-hari dan menjadi solusi jangka panjang atas permasalahan yang selama ini dihadapi. BAZNAS RI menegaskan bahwa program bantuan air bersih akan terus dikembangkan di berbagai wilayah lain sebagai bagian dari program kemanusiaan dan pemberdayaan masyarakat. Melalui pengelolaan zakat, infak, dan sedekah yang profesional, BAZNAS berkomitmen untuk menghadirkan manfaat yang nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat yang membutuhkan. Dengan adanya sinergi antara BAZNAS RI, PT Maybank Finance, dan BAZNAS Kabupaten/Kota, diharapkan semakin banyak masyarakat yang dapat merasakan manfaat program sosial, khususnya dalam pemenuhan kebutuhan dasar seperti akses air bersih, demi mewujudkan kehidupan yang lebih sehat dan sejahtera.
02/02/2026 | Humas
BAZNAS Trenggalek Serahkan Bantuan untuk Keluarga Pak Maryani Korban Rumah Roboh Akibat Gempa
BAZNAS Trenggalek Serahkan Bantuan untuk Keluarga Pak Maryani Korban Rumah Roboh Akibat Gempa
BAZNAS Kabupaten Trenggalek menunjukkan kepeduliannya terhadap warga terdampak bencana dengan menyalurkan bantuan kepada keluarga Bapak Maryani, korban rumah roboh akibat guncangan gempa bumi yang terjadi pada Selasa, 27 Januari 2026. Bantuan tersebut diserahkan secara langsung pada Jumat, 30 Januari 2026, sebagai bentuk respons cepat BAZNAS Trenggalek terhadap musibah yang menimpa masyarakat. Peristiwa gempa yang mengguncang wilayah Trenggalek beberapa hari sebelumnya mengakibatkan satu unit rumah milik Bapak Maryani mengalami kerusakan parah hingga roboh. Kondisi tersebut membuat keluarga korban harus mengungsi sementara dan kehilangan tempat tinggal yang layak. Menyikapi kejadian ini, BAZNAS Trenggalek segera melakukan asesmen lapangan untuk memastikan kondisi korban serta kebutuhan mendesak yang diperlukan. Ketua BAZNAS Kabupaten Trenggalek menyampaikan bahwa bantuan yang diberikan merupakan bagian dari program kemanusiaan BAZNAS dalam membantu mustahik yang terdampak bencana alam. Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban keluarga Bapak Maryani, khususnya dalam memenuhi kebutuhan dasar serta mendukung proses pemulihan pasca bencana. “BAZNAS Trenggalek hadir untuk memastikan bahwa saudara-saudara kita yang tertimpa musibah tidak merasa sendiri. Bantuan ini merupakan amanah dari para muzakki yang kami salurkan kepada masyarakat yang membutuhkan, khususnya korban bencana,” ujar perwakilan BAZNAS Trenggalek saat penyerahan bantuan. Penyerahan bantuan dilakukan secara langsung di lokasi rumah korban dengan tetap memperhatikan kondisi lingkungan sekitar. Selain sebagai bentuk penyaluran bantuan, kegiatan ini juga menjadi sarana silaturahmi dan dukungan moral bagi keluarga korban agar tetap tabah dan kuat menghadapi cobaan. Bapak Maryani menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi yang mendalam kepada BAZNAS Trenggalek atas bantuan dan perhatian yang diberikan. Menurutnya, bantuan tersebut sangat berarti bagi keluarganya yang saat ini sedang berupaya bangkit setelah kehilangan tempat tinggal akibat bencana. BAZNAS Trenggalek menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat, terutama dalam situasi darurat dan bencana. Melalui pengelolaan zakat, infak, dan sedekah secara profesional dan amanah, BAZNAS berupaya memastikan bantuan tepat sasaran dan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan umat. Kegiatan penyerahan bantuan ini juga menjadi pengingat pentingnya solidaritas dan kepedulian sosial antar sesama, khususnya dalam menghadapi bencana alam yang dapat terjadi kapan saja. BAZNAS Trenggalek mengajak masyarakat untuk terus mendukung program-program kemanusiaan melalui penyaluran zakat, infak, dan sedekah agar semakin banyak warga yang terbantu. Dengan adanya bantuan ini, diharapkan keluarga Bapak Maryani dapat segera bangkit dan menjalani kehidupan dengan lebih baik, serta proses pemulihan pasca bencana dapat berjalan secara bertahap dan berkelanjutan.
30/01/2026 | Humas
BAZNAS Terus Salurkan Bantuan bagi Korban Bencana di Sumatera Hingga Hari Ini
BAZNAS Terus Salurkan Bantuan bagi Korban Bencana di Sumatera Hingga Hari Ini
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) terus menunjukkan komitmennya dalam membantu masyarakat terdampak bencana alam di wilayah Sumatera. Hingga hari ini, penyaluran bantuan kemanusiaan masih dilakukan secara berkelanjutan sebagai bentuk kepedulian terhadap korban bencana yang membutuhkan dukungan, baik secara material maupun psikososial. Berbagai bencana alam yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera, seperti banjir, longsor, dan bencana ekologis lainnya, telah berdampak signifikan terhadap kehidupan masyarakat. Menyikapi kondisi tersebut, BAZNAS bergerak cepat dengan mengerahkan bantuan melalui sinergi antara BAZNAS RI, BAZNAS provinsi, serta BAZNAS kabupaten/kota di seluruh Indonesia. Bantuan yang disalurkan meliputi kebutuhan pokok seperti paket sembako, air bersih, makanan siap saji, perlengkapan ibadah, selimut, hingga bantuan layanan kesehatan dan dukungan logistik di lokasi terdampak. Selain itu, BAZNAS juga menyiapkan program pemulihan pascabencana untuk membantu masyarakat bangkit dan kembali menjalani kehidupan secara mandiri. Ketua BAZNAS menyampaikan bahwa penyaluran bantuan ini merupakan amanah dari para muzaki yang telah mempercayakan zakat, infak, dan sedekahnya melalui BAZNAS. “BAZNAS hadir tidak hanya pada masa tanggap darurat, tetapi juga memastikan bantuan terus berlanjut hingga proses pemulihan masyarakat terdampak berjalan optimal,” ujarnya. BAZNAS juga menggandeng relawan dan mitra kemanusiaan untuk memastikan bantuan tepat sasaran dan menjangkau daerah-daerah yang sulit diakses. Proses distribusi dilakukan dengan mengedepankan prinsip transparansi, akuntabilitas, dan kebermanfaatan sesuai dengan ketentuan syariat Islam. Di tengah berbagai keterbatasan yang dialami korban bencana, kehadiran BAZNAS diharapkan mampu memberikan harapan dan semangat baru. Bantuan yang disalurkan bukan sekadar bentuk kepedulian, tetapi juga wujud nyata solidaritas umat dalam menghadapi musibah bersama. BAZNAS mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk terus berpartisipasi dalam aksi kemanusiaan melalui penyaluran zakat, infak, dan sedekah. Dengan sinergi dan kebersamaan, bantuan yang dihimpun dapat memberikan dampak yang lebih luas dan berkelanjutan bagi saudara-saudara kita yang terdampak bencana di Sumatera. Hingga hari ini, BAZNAS memastikan proses pendampingan dan penyaluran bantuan masih terus berjalan, seiring dengan komitmen untuk selalu hadir di tengah masyarakat yang membutuhkan.
28/01/2026 | Humas

Agenda Pimpinan

BAZNAS Trenggalek Serahkan Bantuan Ternak dan Gerobak UMKM dalam ajang BAZNAS Awards 2025
BAZNAS Trenggalek Serahkan Bantuan Ternak dan Gerobak UMKM dalam ajang BAZNAS Awards 2025
BAZNAS Kabupaten Trenggalek terus menunjukkan komitmennya dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat melalui pemanfaatan dana zakat, infak, dan sedekah secara produktif. Salah satu wujud nyata komitmen tersebut diwujudkan melalui penyerahan 20 unit gerobak UMKM (10 Gerobak BAZNAS Prov. Jawa Timur dan 10 Gerobak BAZNAS Trenggalek) dan bantuan ternak kambing kepada jamaah masjid sebagai bagian dari program pemberdayaan ekonomi berbasis masjid. Kegiatan penyerahan bantuan ini menjadi langkah strategis BAZNAS Trenggalek dalam mengoptimalkan peran masjid tidak hanya sebagai pusat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pemberdayaan umat. Jamaah masjid yang menerima bantuan yakni jamaah masjid Matlabul Ulum (Ds. Gador-Kec. Durenan) dan telah melalui proses seleksi serta pendampingan agar bantuan yang diberikan benar-benar tepat sasaran dan berkelanjutan. Bantuan ternak ini tidak hanya ditujukan sebagai pemenuhan kebutuhan jangka pendek, tetapi juga sebagai aset produktif yang dapat berkembang dan memberikan manfaat ekonomi berkelanjutan bagi penerima. Bantuan 20 gerobak UMKM disalurkan kepada pelaku usaha mikro yang selama ini terkendala modal dan sarana usaha. Gerobak tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan untuk berbagai jenis usaha kecil, seperti kuliner, minuman, maupun usaha dagang lainnya yang memiliki potensi meningkatkan pendapatan keluarga. Program bantuan gerobak UMKM dan ternak kambing ini merupakan bagian dari Program Jatim Makmur dan Program Trenggalek Makmur, salah satu program unggulan BAZNAS Jawa Timur dan BAZNAS Trenggalek yang fokus pada pemberdayaan ekonomi mustahik. Melalui program ini, BAZNAS mendorong mustahik agar mampu bertransformasi menjadi muzakki dengan memanfaatkan bantuan secara produktif dan bertanggung jawab. Dalam pelaksanaannya, BAZNAS Trenggalek tidak hanya memberikan bantuan fisik semata, tetapi juga disertai dengan pendampingan dan edukasi. Penerima bantuan diharapkan mampu mengelola usaha dengan baik, menjaga komitmen, serta memanfaatkan bantuan sebagai sarana peningkatan kesejahteraan keluarga. BAZNAS Trenggalek berharap bantuan 20 gerobak UMKM dan ternak kambing ini dapat menjadi pemantik semangat bagi jamaah masjid untuk lebih mandiri secara ekonomi. Dengan pengelolaan yang baik dan dukungan lingkungan sekitar, program ini diharapkan mampu menciptakan lapangan usaha baru, meningkatkan pendapatan keluarga, serta memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat. Melalui program pemberdayaan ekonomi berbasis masjid, BAZNAS Trenggalek terus berupaya menjadikan zakat sebagai instrumen strategis dalam pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan umat. Sinergi antara BAZNAS, pengurus masjid, dan jamaah diharapkan mampu menghadirkan manfaat zakat yang nyata, berkelanjutan, dan penuh keberkahan bagi masyarakat Kabupaten Trenggalek.

24-12-2025 | Humas

BAZNAS Trenggalek serahkan 14 Penghargaan dalam Ajang BAZNAS Awards 2025
BAZNAS Trenggalek serahkan 14 Penghargaan dalam Ajang BAZNAS Awards 2025
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Trenggalek kembali menggelar ajang apresiasi tahunan bertajuk BAZNAS Awards 2025 sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi dan komitmen Unit Pengumpul Zakat (UPZ) dalam mendukung pengelolaan zakat yang profesional, transparan, dan berkelanjutan. Dalam kegiatan ini, BAZNAS Trenggalek menyerahkan total 14 penghargaan kepada UPZ terbaik dari lingkup Pemerintah Kabupaten Trenggalek dan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Trenggalek. BAZNAS Awards 2025 menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara BAZNAS, UPZ, serta seluruh pemangku kepentingan dalam upaya meningkatkan kesadaran dan kepatuhan zakat, khususnya di lingkungan instansi pemerintah dan lembaga pendidikan. Penghargaan ini juga merupakan bentuk apresiasi nyata kepada UPZ yang selama ini konsisten berperan aktif dalam menghimpun zakat, infak, dan sedekah (ZIS) dari para muzakki. Untuk kategori UPZ Pengumpul Zakat Terbaik di Lingkup Pemerintah Kabupaten Trenggalek, BAZNAS Trenggalek memberikan penghargaan kepada 10 UPZ terbaik. Penghargaan terbaik pertama diraih oleh SMP Negeri 3 Tugu yang dinilai unggul dalam konsistensi pengumpulan zakat serta pengelolaan administrasi yang tertib dan akuntabel. Posisi terbaik kedua diraih oleh Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP), disusul Kecamatan Munjungan sebagai terbaik ketiga. Selanjutnya, penghargaan terbaik keempat diraih oleh Badan Kepegawaian Daerah (BKD), sementara Sekretariat Daerah Kabupaten Trenggalek menempati posisi terbaik kelima. Puskesmas Slawe meraih penghargaan terbaik keenam, diikuti Kecamatan Watulimo sebagai terbaik ketujuh. Untuk posisi terbaik kedelapan hingga kesepuluh masing-masing diraih oleh SMP Negeri 1 Watulimo, Kecamatan Tugu, dan SMP Negeri 1 Kampak. Seluruh UPZ penerima penghargaan tersebut dinilai telah menunjukkan komitmen tinggi dalam mendukung optimalisasi penghimpunan zakat melalui mekanisme yang sesuai dengan ketentuan syariat dan regulasi yang berlaku. Konsistensi, transparansi, serta partisipasi aktif dari pimpinan dan pegawai menjadi indikator utama dalam penilaian BAZNAS Trenggalek. Sementara itu, untuk kategori UPZ Terbaik di Lingkup Kantor Kementerian Agama Kabupaten Trenggalek, penghargaan terbaik pertama diraih oleh MTs Negeri 5 Trenggalek. Disusul MAN 2 Trenggalek sebagai terbaik kedua dan MTs Negeri 3 Trenggalek sebagai terbaik ketiga. Ketiga lembaga pendidikan tersebut dinilai berhasil membangun budaya sadar zakat di lingkungan kerja dan mampu menjadi contoh bagi lembaga lainnya. Selain itu, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Trenggalek juga menerima penghargaan khusus atas capaian luar biasa berupa komitmen seluruh pegawai dalam menunaikan zakat sebesar 2,5 persen. Penghargaan ini menjadi bukti kuat sinergi antara BAZNAS dan Kementerian Agama dalam menguatkan peran zakat sebagai instrumen pembangunan umat dan kesejahteraan masyarakat. Melalui BAZNAS Awards 2025, BAZNAS Trenggalek berharap semangat berzakat di lingkungan instansi pemerintah dan lembaga pendidikan semakin meningkat. Apresiasi ini tidak hanya menjadi bentuk penghormatan atas capaian kinerja, tetapi juga sebagai motivasi agar seluruh UPZ terus meningkatkan kualitas pelayanan, pengelolaan, serta kontribusi nyata bagi kesejahteraan masyarakat. Dengan adanya dukungan dan kolaborasi yang kuat antara BAZNAS, UPZ, dan para muzakki, BAZNAS Trenggalek optimistis pengelolaan zakat di Kabupaten Trenggalek akan semakin maju, berdaya guna, dan memberikan dampak nyata bagi mustahik serta pembangunan daerah secara berkelanjutan.

24-12-2025 | Humas

Paguyuban Sound Jenangan Trenggalek (PSJT) Serahkan Bantuan untuk Sumatera dan Aceh Melalui BAZNAS Trenggalek pada BAZNAS Award 2025
Paguyuban Sound Jenangan Trenggalek (PSJT) Serahkan Bantuan untuk Sumatera dan Aceh Melalui BAZNAS Trenggalek pada BAZNAS Award 2025
BAZNAS Kabupaten Trenggalek kembali menerima dukungan dan kepedulian dari berbagai elemen masyarakat. Kali ini, Paguyuban Sound Jenangan Trenggalek (PSJT) menunjukkan solidaritas sosialnya dengan menyerahkan bantuan kemanusiaan untuk saudara-saudara terdampak bencana di Sumatera dan Aceh. Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis melalui BAZNAS Trenggalek dalam rangkaian kegiatan BAZNAS Award 2025 yang digelar di Pendopo Manggala Praja Nugraha Trenggalek senilai Rp.39.872.500,-. Penyerahan bantuan ini menjadi bukti bahwa kepedulian terhadap sesama tidak mengenal batas profesi maupun latar belakang komunitas. PSJT yang dikenal sebagai wadah pelaku dan pecinta sound system di wilayah Trenggalek, turut mengambil peran dalam aksi kemanusiaan dengan menggalang donasi dari para anggotanya untuk membantu masyarakat yang tengah tertimpa musibah. Ketua BAZNAS Kabupaten Trenggalek menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan PSJT kepada BAZNAS sebagai lembaga resmi pengelola zakat, infak, dan sedekah. Menurutnya, kolaborasi dengan komunitas-komunitas masyarakat seperti PSJT merupakan bentuk sinergi yang sangat positif dalam memperluas jangkauan bantuan dan memperkuat solidaritas sosial. “BAZNAS tidak bisa berjalan sendiri. Dukungan dari komunitas, organisasi, dan masyarakat luas seperti Paguyuban Sound Jenangan Trenggalek ini menjadi kekuatan besar bagi kami untuk terus hadir membantu saudara-saudara yang membutuhkan, khususnya korban bencana di Sumatera dan Aceh,” ujarnya. Ia menambahkan, bantuan yang disalurkan melalui BAZNAS akan dikelola secara amanah, transparan, dan tepat sasaran, sesuai dengan prinsip pengelolaan dana umat. Seluruh donasi yang diterima akan segera disalurkan kepada masyarakat terdampak melalui program kebencanaan BAZNAS bekerja sama dengan BAZNAS daerah setempat dan pihak terkait. Perwakilan Paguyuban Sound Jenangan Trenggalek (PSJT) menyampaikan bahwa penyaluran bantuan ini merupakan wujud kepedulian dan empati terhadap penderitaan saudara-saudara sebangsa yang tengah menghadapi musibah. Meski berasal dari komunitas hobi, PSJT ingin menunjukkan bahwa komunitas juga memiliki tanggung jawab sosial dan dapat berkontribusi nyata bagi kemanusiaan. “Kami berharap bantuan yang kami salurkan melalui BAZNAS Trenggalek ini bisa sedikit meringankan beban saudara-saudara kita di Sumatera dan Aceh. Semoga apa yang kami lakukan menjadi amal kebaikan bagi seluruh anggota PSJT,” ungkapnya. Penyerahan bantuan PSJT ini menjadi salah satu momen bermakna dalam pelaksanaan BAZNAS Award 2025, yang tidak hanya menjadi ajang evaluasi dan apresiasi kinerja pengelolaan zakat, tetapi juga wadah untuk memperkuat kolaborasi antara BAZNAS dan masyarakat. Melalui kegiatan ini, BAZNAS Trenggalek berharap semakin banyak komunitas dan elemen masyarakat yang tergerak untuk menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui lembaga resmi, sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas dan merata. Semangat gotong royong dan kepedulian sosial yang ditunjukkan PSJT diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi komunitas lainnya di Kabupaten Trenggalek.

24-12-2025 | Humas

Berita Pendistribusian

BAZNAS Distribusikan Bantuan Bedah Rumah Program Rumah Layak Huni untuk Empat Wa
BAZNAS Distribusikan Bantuan Bedah Rumah Program Rumah Layak Huni untuk Empat Wa
Trenggalek, 05 Desember 2025 — Upaya menghadirkan tempat tinggal yang lebih layak, aman, dan nyaman bagi masyarakat terus menjadi perhatian serius BAZNAS. Melalui Program Rumah Layak Huni dari BAZNAS RI, BAZNAS Kabupaten Trenggalek kembali menyalurkan bantuan bedah rumah kepada empat warga yang berada dalam kondisi serba terbatas. Mereka adalah Ibu Supiyah dari Desa Ngadimulyo-Kec. Kampak, Bapak M. Tohir dari Desa Pandean-Kec. Dongko, Ibu Mijah dari Desa Ngentrong-Kec. Karangan dan Ibu Tumini dari Desa Nglebo-Kec. Suruh yang masing-masing telah lama hidup dalam kondisi hunian yang tak lagi layak ditinggali. Program ini tidak hanya sekadar menghadirkan bangunan fisik, tetapi juga merupakan wujud nyata bahwa dana zakat mampu menjadi pendorong perubahan sosial yang signifikan. Dengan memprioritaskan warga yang tinggal di rumah tidak layak huni, BAZNAS berupaya membuka jalan bagi masyarakat untuk merasakan kehidupan yang lebih bermartabat. Kondisi Rumah Tak Layak yang Menjadi Prioritas Sebagian besar penerima bantuan adalah warga yang bertahun-tahun tinggal di rumah yang sudah lapuk, sempit, dan minim fasilitas. Banyak dari bangunan tersebut tak lagi mampu melindungi penghuninya dari hujan, angin, maupun suhu ekstrem. Pada beberapa lokasi, kondisi lantai masih berupa tanah, dinding rapuh, serta atap yang rawan ambruk setiap saat. Di Desa Ngadimulyo, misalnya, rumah Supiyah telah lama menjadi sorotan masyarakat sekitar. Dengan kondisi ekonomi yang pas-pasan, ia tidak mampu melakukan perbaikan apa pun. Setiap turun hujan, ia cemas memikirkan keselamatan diri dan anggota keluarga. Bantuan dari BAZNAS ini menjadi jawaban atas doa dan harapan yang selama ini ia gantungkan. Sementara itu, di Desa Pandean, rumah milik M. Tohir juga tak kalah memprihatinkan. Lantai kayu yang rapuh, dinding yang berlubang, serta kondisi atap yang bocor membuat aktivitas sehari-hari menjadi semakin berat. Tohir, yang bekerja serabutan, nyaris mustahil melakukan renovasi dengan penghasilannya yang sangat terbatas. Di Desa Ngentrong, situasi yang dialami oleh Mijah pun hampir serupa. Kesederhanaan hidup membuatnya bertahan dalam rumah seadanya, meski kondisi bangunan tersebut sudah jauh dari kata layak. Bantuan dari BAZNAS menjadi angin segar yang membawa harapan baru bagi kehidupan Ibu Mijah dan keluarganya. Sementara itu, di Desa Nglebo, Ibu Tumini menjadi penerima manfaat keempat. Sebagai kepala keluarga yang harus berjuang seorang diri, ia bertahan hidup di rumah dengan kondisi yang memprihatinkan. Tidak jarang ia kesulitan tidur ketika angin kencang datang karena takut rumahnya runtuh kapan saja. Kini, bantuan dari BAZNAS membuat Ibu Tumini bisa bernapas lega dan menatap masa depan dengan lebih percaya diri. Wujud Kepedulian Bersama, Bukan Sekadar Bantuan Proses penyerahan bantuan rumah layak huni ini dilakukan secara langsung oleh BAZNAS Trenggalek dengan melibatkan perangkat desa dan tokoh masyarakat setempat. Hal ini menunjukkan bahwa program tersebut bukan hanya inisiatif lembaga, tetapi disambut sebagai gerakan sosial yang melibatkan seluruh elemen masyarakat. Ketua BAZNAS Trenggalek menyampaikan bahwa bantuan ini merupakan amanah dari para muzakki di seluruh Indonesia melalui BAZNAS RI. Karena itu, proses penyaluran dilakukan dengan penuh tanggung jawab, transparan, dan tepat sasaran. “Program Rumah Layak Huni bukan sekadar membangun rumah, tetapi membangun kembali semangat hidup dan menjaga martabat masyarakat yang selama ini hidup dalam keterbatasan,” ungkapnya. Bantuan ini juga menjadi stimulus agar masyarakat lain turut bergerak dalam semangat gotong royong. Sejumlah warga di sekitar lokasi penerima manfaat juga ikut membantu proses pembangunan, mulai dari pembersihan area, pengangkutan material, hingga kerja bakti bersama. Kehangatan kebersamaan inilah yang membuat setiap rumah yang dibangun terasa lebih hidup dan penuh nilai kebajikan. Menghadirkan Rumah, Menghadirkan Harapan Keempat penerima manfaat tidak mampu menyembunyikan rasa haru dan syukur mereka. Dengan suara yang bergetar, mereka menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu mewujudkan rumah impian mereka. Bagi mereka, bantuan ini bukan hanya soal bangunan baru, tetapi tentang harapan untuk hidup lebih layak, serta lingkungan yang lebih aman bagi keluarga mereka. BAZNAS berharap bahwa Program Rumah Layak Huni dapat menjadi inspirasi dan contoh bahwa pengelolaan zakat yang amanah mampu memberikan dampak besar dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Dengan terus memperluas jangkauan program ini, BAZNAS berkomitmen untuk menghadirkan lebih banyak rumah yang layak, lebih banyak senyuman, dan lebih banyak harapan di tengah masyarakat. Sahabat BAZNAS juga bisa jadi bagian dari aksi kebaikan ini dengan cara sedekah melalui ????kabtrenggalek.baznas.go.id/sedekah atau melalui rekening : Bank Jatim 0222411114 BSI 7555557587 BRI 017701016626538
15/12/2025 | Humas
BAZNAS Trenggalek Serahkan Bantuan Bedah Rumah di 3 desa di Kecamatan Durenan
BAZNAS Trenggalek Serahkan Bantuan Bedah Rumah di 3 desa di Kecamatan Durenan
BAZNAS Kabupaten Trenggalek kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui program bedah rumah. Kali ini, bantuan disalurkan ke tiga titik lokasi berbeda, yakni di desa Semarum, desa Gdor dan desa Kamulan kecamatan Durenan. Program bedah rumah ini merupakan salah satu bentuk nyata dari penyaluran dana zakat, infak, dan sedekah yang dikelola oleh BAZNAS Trenggalek. Sasaran bantuan adalah warga yang tinggal di hunian tidak layak dan tergolong mustahik (penerima zakat) sesuai ketentuan syariah. Pimpinan BAZNAS Trenggalek menyampaikan bahwa program ini tidak hanya bertujuan memberikan tempat tinggal yang layak, tetapi juga membangun kembali semangat dan harapan keluarga penerima bantuan. "Melalui program bedah rumah ini, kami ingin menghadirkan kebahagiaan dan harapan baru bagi saudara-saudara kita yang membutuhkan. Ini adalah bentuk kepedulian dan amanah dari para muzakki yang harus kami jaga dan salurkan dengan tepat sasaran," ungkapnya. Warga penerima manfaat bersyukur dan berterima kasih atas bantuan yang diterima. BAZNAS Trenggalek terus mengajak masyarakat, khususnya para muzakki, untuk menunaikan zakat melalui lembaga resmi. Dengan kolaborasi yang kuat antara umat dan lembaga zakat, diharapkan semakin banyak warga yang dapat merasakan manfaat nyata dari dana zakat. Terima kasih Muzakki, zakat anda memberdayakan banyak umat.
10/12/2025 | Humas
BAZNAS bersama Bupati Trenggalek Berikan Bantuan Bedah Rumah 17 Agustus
BAZNAS bersama Bupati Trenggalek Berikan Bantuan Bedah Rumah 17 Agustus
Raut bahagia terpancar di wajah Mbah Rebo (68 tahun) dan keluarga. Rumahnya menjadi salah satu sasaran program 17 Agustus Bedah 17 Rumah yang digagas oleh BAZNAS Trenggalek. . Kurang lebih sudah setahun sejak rumah milik Mbah Rebo mengalami rubuh akibat kondisi bangunan yang sudah lapuk dimakan usia. Sekarang Mbah Rebo bersama keluarga bisa bernafas lega dan tinggal dengan nyaman dirumahnya yang kini sudah dibedah. . Di momen Peringatan HUT ke-80 Republik Indonesia ini, Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin dan Wakil Bupati Syah Mohamad Natanegara bersama Forkopimda kunjungi rumah Mbah Rebo di Desa Kerjo Kecamatan Karangan, Minggu (17/8/2025). . "Saya terima kasih ke seluruh masyarakat yang telah menasarufkan zakatnya, beginilah suasana semesta zakat di Kabupaten Trenggalek," ucap Mas Bupati Ipin. . "Kita selalu berbagi kebahagiaan di momen 17 Agustus, momen kemerdekaan yang sekecil-kecilnya, sandang papan pangan harus tercukupi, meskipun tidak bisa serentak langsung, tapi berproses, berprogres," sambungnya. . Mas Bupati Ipin menambahkan bahwa kunjungannya tersebut juga untuk mengapresiasi semua pihak. Baik warga yang melaporkan sampai mengusulkan. Hingga sinergitas TNI dan Polri bersama warga sekitar yang gotong royong memperbaiki rumah Mbah Rebo.
10/12/2025 | Humas

Artikel Terbaru

Nisfu Sya’ban dan Keutamaannya dalam Kehidupan Seorang Muslim
Nisfu Sya’ban dan Keutamaannya dalam Kehidupan Seorang Muslim
Bulan Sya’ban merupakan salah satu bulan mulia dalam kalender Hijriah yang memiliki keistimewaan tersendiri. Di antara hari-hari istimewa dalam bulan ini adalah malam Nisfu Sya’ban, yaitu malam pertengahan bulan Sya’ban yang jatuh pada tanggal 15 Sya’ban. Malam ini telah lama dikenal oleh umat Islam sebagai waktu penuh rahmat, ampunan, dan kesempatan untuk memperbaiki diri sebelum memasuki bulan suci Ramadan. Secara bahasa, Nisfu berarti setengah, sehingga Nisfu Sya’ban bermakna pertengahan bulan Sya’ban. Dalam berbagai riwayat, disebutkan bahwa pada malam Nisfu Sya’ban Allah SWT melimpahkan rahmat dan ampunan-Nya kepada hamba-hamba-Nya yang beriman, kecuali mereka yang masih bergelimang dosa besar seperti syirik, permusuhan, dan kebencian yang belum diselesaikan. Salah satu keutamaan Nisfu Sya’ban disebutkan dalam hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah dan Al-Baihaqi, bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Allah melihat kepada makhluk-Nya pada malam Nisfu Sya’ban, lalu Dia mengampuni semua hamba-Nya kecuali orang musyrik dan orang yang saling bermusuhan.” Hadits ini menjadi pengingat penting bahwa ampunan Allah sangat luas, namun hati yang dipenuhi kebencian dan kesyirikan dapat menjadi penghalang turunnya rahmat tersebut. Selain sebagai malam ampunan, Nisfu Sya’ban juga diyakini sebagai waktu diangkatnya catatan amal tahunan manusia. Oleh karena itu, Rasulullah SAW memperbanyak puasa di bulan Sya’ban. Dalam sebuah hadits riwayat Aisyah RA, beliau berkata bahwa Nabi SAW sering berpuasa di bulan Sya’ban lebih banyak dibanding bulan lainnya, kecuali Ramadan. Hal ini menunjukkan pentingnya bulan Sya’ban sebagai momentum persiapan spiritual. Keutamaan Nisfu Sya’ban tidak hanya terletak pada malamnya, tetapi juga pada ajakan untuk memperbaiki hubungan dengan Allah SWT dan sesama manusia. Umat Islam dianjurkan memperbanyak ibadah seperti shalat sunnah, membaca Al-Qur’an, berdoa, beristighfar, serta memohon ampunan atas dosa-dosa yang telah lalu. Selain itu, membersihkan hati dari iri, dengki, dan permusuhan menjadi amalan penting agar rahmat Allah dapat turun secara sempurna. Nisfu Sya’ban juga menjadi pengingat bahwa Ramadan sudah semakin dekat. Dengan memanfaatkan malam dan hari-hari di bulan Sya’ban, seorang Muslim dapat mempersiapkan diri secara ruhani agar memasuki Ramadan dengan hati yang bersih dan iman yang kuat. Dengan memahami dan mengamalkan keutamaan Nisfu Sya’ban, diharapkan umat Islam tidak hanya menjadikannya sebagai tradisi tahunan, tetapi sebagai momentum muhasabah diri, memperbanyak amal saleh, serta mempererat hubungan dengan Allah SWT dan sesama. Semoga Allah SWT memberikan kita kesempatan untuk meraih keberkahan dan ampunan di malam Nisfu Sya’ban. Aamiin.
02/02/2026 | Humas
Amalan-Amalan Utama untuk Malam Nisfu Sya’ban
Amalan-Amalan Utama untuk Malam Nisfu Sya’ban
Malam Nisfu Sya’ban merupakan salah satu malam istimewa dalam kalender Islam yang jatuh pada pertengahan bulan Sya’ban, tepatnya malam tanggal 15 Sya’ban. Malam ini diyakini sebagai momentum penuh rahmat, ampunan, dan kasih sayang Allah SWT kepada hamba-hamba-Nya. Oleh karena itu, umat Islam dianjurkan untuk menghidupkan malam Nisfu Sya’ban dengan berbagai amalan kebaikan sebagai bentuk pendekatan diri kepada Allah SWT sekaligus persiapan menyambut bulan suci Ramadan. Keutamaan malam Nisfu Sya’ban disebutkan dalam beberapa hadits, di antaranya Rasulullah SAW bersabda bahwa Allah SWT menurunkan rahmat dan ampunan-Nya kepada seluruh makhluk pada malam tersebut, kecuali bagi mereka yang masih melakukan perbuatan syirik dan menyimpan permusuhan. Hal ini menunjukkan bahwa malam Nisfu Sya’ban bukan hanya tentang ibadah ritual, tetapi juga tentang kebersihan hati dan perbaikan akhlak. Berikut beberapa amalan yang dianjurkan untuk dilakukan pada malam Nisfu Sya’ban: 1. Memperbanyak Istighfar dan Taubat Amalan utama di malam Nisfu Sya’ban adalah memperbanyak istighfar dan memohon ampunan kepada Allah SWT. Manusia tidak pernah lepas dari kesalahan dan dosa, baik yang disengaja maupun tidak. Malam Nisfu Sya’ban menjadi waktu yang tepat untuk merenungi kesalahan masa lalu, menyesali perbuatan dosa, dan bertekad untuk memperbaiki diri. Istighfar yang dilakukan dengan penuh keikhlasan menjadi pintu turunnya rahmat dan pengampunan Allah SWT. 2. Melaksanakan Shalat Sunnah Menghidupkan malam Nisfu Sya’ban dengan shalat sunnah merupakan amalan yang dianjurkan. Umat Islam dapat melaksanakan shalat sunnah mutlak, shalat tahajud, atau shalat hajat sesuai kemampuan masing-masing. Shalat sunnah menjadi sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT, menenangkan hati, dan memperkuat keimanan. Tidak ada jumlah rakaat khusus yang diwajibkan, yang terpenting adalah dilakukan dengan khusyuk dan penuh pengharapan kepada Allah SWT. 3. Membaca Al-Qur’an Membaca dan mentadabburi Al-Qur’an juga termasuk amalan utama pada malam Nisfu Sya’ban. Al-Qur’an merupakan petunjuk hidup bagi umat Islam, dan membacanya di malam yang penuh keberkahan akan mendatangkan pahala yang berlipat. Membiasakan diri membaca Al-Qur’an di bulan Sya’ban juga menjadi latihan spiritual agar lebih siap menyambut Ramadan. 4. Memperbanyak Doa Doa merupakan inti dari ibadah. Pada malam Nisfu Sya’ban, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak doa, baik doa untuk diri sendiri, keluarga, maupun umat Islam secara keseluruhan. Memohon kesehatan, rezeki yang halal, keselamatan, serta keteguhan iman menjadi doa-doa yang patut dipanjatkan. Selain itu, memohon agar dipertemukan dengan bulan Ramadan dan diberikan kekuatan untuk menjalankan ibadah di dalamnya juga menjadi doa yang sangat dianjurkan. 5. Membersihkan Hati dan Memperbaiki Hubungan Salah satu pesan penting malam Nisfu Sya’ban adalah membersihkan hati dari rasa dengki, iri, dan permusuhan. Allah SWT tidak memberikan ampunan kepada hamba yang masih menyimpan kebencian terhadap sesamanya. Oleh karena itu, malam Nisfu Sya’ban menjadi momentum untuk saling memaafkan, memperbaiki hubungan, dan menumbuhkan sikap kasih sayang antar sesama. 6. Memperbanyak Puasa di Siang Harinya Selain menghidupkan malamnya, umat Islam juga dianjurkan untuk berpuasa pada siang hari di bulan Sya’ban, termasuk setelah malam Nisfu Sya’ban. Rasulullah SAW dikenal memperbanyak puasa di bulan ini sebagai bentuk persiapan menuju Ramadan. Dengan mengamalkan berbagai ibadah tersebut, diharapkan malam Nisfu Sya’ban tidak hanya menjadi rutinitas tahunan, tetapi menjadi momentum perubahan diri menuju pribadi yang lebih baik. Semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadah kita dan mempertemukan kita dengan bulan Ramadan dalam keadaan iman dan kesehatan yang sempurna. Aamiin.
02/02/2026 | Humas
siapa saja yang wajib membayar fidyah
siapa saja yang wajib membayar fidyah
Fidyah merupakan salah satu bentuk keringanan (rukhsah) dalam Islam bagi umat Muslim yang tidak mampu melaksanakan ibadah puasa Ramadan dalam kondisi tertentu. Kata fidyah secara bahasa berarti tebusan, yaitu mengganti kewajiban puasa yang ditinggalkan dengan memberikan makanan kepada fakir miskin. Namun, tidak semua orang yang meninggalkan puasa wajib membayar fidyah. Lalu, siapa saja yang diwajibkan membayar fidyah? 1. Orang Tua Renta yang Tidak Mampu Berpuasa Orang yang sudah lanjut usia dan secara fisik tidak lagi mampu berpuasa, serta tidak ada harapan untuk bisa menggantinya di hari lain, wajib membayar fidyah. Mereka tidak diwajibkan mengqadha puasa karena kondisi fisik yang permanen. Sebagai gantinya, fidyah dibayarkan dengan memberi makan fakir miskin untuk setiap hari puasa yang ditinggalkan. 2. Orang Sakit Menahun (Kronis) Seseorang yang menderita penyakit kronis atau menahun, yang menurut medis kecil kemungkinan sembuh atau berpuasa dapat memperparah kondisi kesehatannya, juga diwajibkan membayar fidyah. Sama seperti orang tua renta, golongan ini tidak memiliki kewajiban qadha puasa, melainkan menggantinya dengan fidyah. 3. Ibu Hamil yang Khawatir pada Janin Sebagian ulama berpendapat bahwa ibu hamil yang tidak berpuasa karena khawatir terhadap keselamatan janinnya diwajibkan membayar fidyah. Ada pula pendapat yang menyatakan wajib qadha dan fidyah sekaligus. Perbedaan pendapat ini menunjukkan pentingnya mengikuti mazhab atau pendapat ulama yang diyakini, atau berkonsultasi dengan tokoh agama setempat. 4. Ibu Menyusui yang Khawatir pada Bayinya Ibu menyusui yang meninggalkan puasa karena khawatir bayinya tidak mendapatkan asupan gizi yang cukup juga termasuk golongan yang diwajibkan membayar fidyah menurut sebagian ulama. Sama halnya dengan ibu hamil, kewajiban ini bisa berupa fidyah saja atau fidyah disertai qadha, tergantung pada pendapat yang diikuti. 5. Orang yang Menunda Qadha Puasa hingga Ramadan Berikutnya Seseorang yang mampu mengqadha puasa tetapi sengaja menundanya hingga datang Ramadan berikutnya tanpa uzur yang dibenarkan, maka ia wajib mengqadha puasa dan membayar fidyah sebagai bentuk tanggung jawab atas kelalaiannya. Bentuk dan Besaran Fidyah Fidyah dibayarkan dengan memberi makan fakir miskin sebanyak satu porsi makanan pokok untuk setiap hari puasa yang ditinggalkan. Saat ini, fidyah juga dapat dibayarkan dalam bentuk uang yang nilainya disesuaikan dengan harga satu porsi makanan layak di daerah setempat, agar lebih mudah disalurkan. Fidyah adalah wujud kasih sayang Islam yang tidak memberatkan umatnya, sekaligus sarana berbagi kepada mereka yang membutuhkan. Dengan menunaikan fidyah, kewajiban ibadah tetap tersampaikan dan kepedulian sosial pun semakin kuat. Bagi siapa pun yang termasuk dalam golongan wajib fidyah, menunaikannya tepat waktu adalah bentuk ketaatan dan tanggung jawab sebagai seorang Muslim.
29/01/2026 | Humas

BAZNAS TV