WhatsApp Icon
banner
banner
banner
banner
banner
banner
banner
banner
banner
Statistik

Berita Terkini

BAZNAS Trenggalek Bersama Pramuka dan SMAN 1 Pule Bantu Bangkitkan Harapan Ibu Tri Purwaningsih, Korban Kebakaran Rumah
BAZNAS Trenggalek Bersama Pramuka dan SMAN 1 Pule Bantu Bangkitkan Harapan Ibu Tri Purwaningsih, Korban Kebakaran Rumah
Kepedulian dan semangat gotong royong kembali hadir untuk membantu masyarakat yang tertimpa musibah. Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Trenggalek menyalurkan bantuan perbaikan rumah kepada Ibu Tri Purwaningsih, seorang janda yang juga mengasuh anak yatim, warga Desa Jombok, Kecamatan Pule, yang rumahnya terdampak kebakaran. Bantuan tersebut diserahkan secara langsung oleh Ketua BAZNAS Kabupaten Trenggalek, H. Mahsun Ismail, pada Senin (12/10). Penyaluran bantuan ini menjadi wujud nyata kepedulian BAZNAS Trenggalek dalam mendampingi masyarakat yang menghadapi kesulitan, khususnya keluarga yang kehilangan tempat tinggal akibat musibah kebakaran. Bagi Ibu Tri Purwaningsih, musibah kebakaran bukan sekadar kerusakan pada bangunan rumah. Peristiwa tersebut juga membawa tantangan tersendiri dalam menjalani kehidupan sehari-hari, terlebih sebagai seorang janda yang harus berjuang memenuhi kebutuhan keluarga sekaligus mendampingi anak yatim. Dalam situasi seperti ini, dukungan dan uluran tangan dari berbagai pihak menjadi sangat berarti untuk membantu memulihkan keadaan. Melalui bantuan perbaikan rumah tersebut, BAZNAS Trenggalek berupaya meringankan beban yang ditanggung Ibu Tri Purwaningsih sekaligus membantu proses pemulihan tempat tinggalnya. Bantuan ini diharapkan menjadi langkah awal untuk menghadirkan kembali hunian yang lebih layak dan memberikan rasa aman bagi dirinya bersama keluarga. Sinergi BAZNAS dan Gerakan Pramuka Hadirkan Kepedulian Kepedulian terhadap korban kebakaran ini tidak hanya datang dari BAZNAS Trenggalek. Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Timur (Kwarda Jawa Timur), Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Trenggalek (Kwarcab Trenggalek), serta Kwartir Ranting Gerakan Pramuka Pule (Kwarran Pule) turut memberikan bantuan untuk mendukung pemulihan kondisi keluarga Ibu Tri Purwaningsih. Keterlibatan berbagai unsur Gerakan Pramuka tersebut menjadi gambaran nyata bahwa nilai-nilai kepedulian, pengabdian, dan kemanusiaan terus hidup dalam gerakan kepanduan. Kehadiran mereka tidak hanya memperkuat dukungan bagi penerima manfaat, tetapi juga menunjukkan pentingnya kolaborasi lintas lembaga dalam membantu masyarakat yang tertimpa musibah. Ketika bencana datang dan menimbulkan kesulitan, penanganannya membutuhkan kepedulian bersama. Bantuan dari berbagai pihak dapat saling melengkapi, sehingga upaya pemulihan tidak hanya bertumpu pada satu lembaga, melainkan menjadi gerakan bersama yang lebih kuat. Sinergi antara BAZNAS dan Gerakan Pramuka ini sekaligus memperlihatkan bahwa semangat kemanusiaan dapat diwujudkan melalui tindakan nyata. Tidak harus menunggu seseorang mampu mengatasi persoalannya sendiri, sebab kepedulian yang diberikan pada saat yang tepat dapat menjadi kekuatan bagi mereka untuk kembali bangkit. Gotong Royong SMAN 1 Pule, Bukti Kepedulian yang Menguatkan Dukungan bagi Ibu Tri Purwaningsih juga datang melalui semangat gotong royong keluarga besar SMAN 1 Pule. Partisipasi tersebut menjadi bagian penting dalam upaya membantu proses perbaikan rumah pascakebakaran. Gotong royong merupakan salah satu kekuatan sosial yang telah lama tumbuh di tengah masyarakat Indonesia. Melalui kebersamaan, pekerjaan yang terasa berat dapat dilakukan dengan lebih ringan. Tenaga, waktu, dan kepedulian yang diberikan setiap orang menjadi sumbangan berharga bagi keluarga yang sedang menghadapi kesulitan. Keterlibatan SMAN 1 Pule juga menjadi cerminan bahwa kepedulian sosial dapat ditanamkan dan diwujudkan melalui lingkungan pendidikan. Sekolah bukan hanya tempat untuk menimba ilmu pengetahuan, tetapi juga ruang untuk menumbuhkan nilai kemanusiaan, solidaritas, dan tanggung jawab terhadap sesama. Bagi Ibu Tri Purwaningsih, kehadiran berbagai pihak yang bersedia membantu menjadi pengingat bahwa dirinya tidak sendirian menghadapi ujian ini. Di tengah kesulitan yang muncul akibat kebakaran, perhatian dan dukungan masyarakat diharapkan mampu menumbuhkan kembali semangat untuk menata kehidupan bersama keluarga. Zakat Menghadirkan Harapan bagi Masyarakat yang Membutuhkan Penyaluran bantuan perbaikan rumah ini merupakan bagian dari ikhtiar BAZNAS Trenggalek dalam mengoptimalkan pemanfaatan dana zakat, infak, dan sedekah untuk membantu masyarakat yang membutuhkan. Melalui program sosial dan kemanusiaan, dana yang dititipkan oleh para muzaki dan donatur diupayakan agar dapat memberikan manfaat nyata bagi penerima manfaat. Bagi keluarga yang terdampak bencana, bantuan perbaikan rumah memiliki arti yang jauh lebih besar daripada sekadar memperbaiki bangunan. Rumah merupakan tempat berlindung, beristirahat, dan membangun kehidupan bersama keluarga. Ketika tempat tinggal mengalami kerusakan akibat kebakaran, upaya memulihkannya menjadi langkah penting untuk mengembalikan rasa aman dan kenyamanan. BAZNAS Trenggalek berharap bantuan yang disalurkan, ditambah dukungan dari Kwarda Jawa Timur, Kwarcab Trenggalek, Kwarran Pule, serta semangat gotong royong SMAN 1 Pule, dapat membantu proses pemulihan rumah Ibu Tri Purwaningsih. Kolaborasi ini diharapkan menjadi contoh bahwa kepedulian yang dilakukan bersama mampu menghadirkan manfaat lebih luas bagi masyarakat. Peristiwa ini juga menjadi pengingat bahwa di tengah musibah, selalu ada ruang bagi kebaikan untuk tumbuh. Ketika satu keluarga menghadapi kesulitan, uluran tangan dari banyak pihak dapat menjadi kekuatan untuk memulai kembali. Bagi Ibu Tri Purwaningsih dan anaknya, bantuan ini bukan sekadar upaya memperbaiki rumah yang terdampak kebakaran, melainkan juga hadirnya harapan untuk kembali memiliki tempat tinggal yang layak dan menjalani kehidupan dengan lebih tenang. BAZNAS Trenggalek menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan dan menunjukkan kepedulian. Semoga setiap bantuan, tenaga, dan kebaikan yang diberikan menjadi amal jariyah serta membawa keberkahan bagi semua yang terlibat. Bersama BAZNAS Trenggalek, mari terus merawat kepedulian dan menguatkan gotong royong. Karena ketika kebaikan dilakukan bersama, harapan yang sempat redup dapat kembali menyala.
12/10/2026 | Humas
BAZNAS Trenggalek Salurkan Bantuan PROPERTI untuk Adi Santoso, Bersama Brigade Penolong 1303 Gotong Royong Bangun Rumah
BAZNAS Trenggalek Salurkan Bantuan PROPERTI untuk Adi Santoso, Bersama Brigade Penolong 1303 Gotong Royong Bangun Rumah
Kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan kembali diwujudkan melalui kolaborasi nyata antara Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Trenggalek dan Brigade Penolong 1303 Kwarcab Pramuka Trenggalek. Pada Sabtu (10/10), BAZNAS Trenggalek menyalurkan bantuan PROPERTI (Program Perbaikan Rumah Tinggal) dari BAZNAS Provinsi Jawa Timur kepada Adi Santoso, warga Dusun Suwaru, Desa Ngadimulyo, Kecamatan Kampak. Bantuan tersebut diserahkan secara langsung oleh Ketua BAZNAS Kabupaten Trenggalek, H. Mahsun Ismail. Program ini merupakan bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan dukungan untuk mendapatkan hunian yang lebih layak, aman, dan nyaman. Melalui bantuan tersebut, diharapkan proses pembangunan rumah Adi Santoso dapat berjalan lebih baik sehingga ia dan keluarganya memiliki tempat tinggal yang dapat memberikan rasa aman untuk menjalani kehidupan sehari-hari. Tidak hanya menerima bantuan perbaikan rumah dari BAZNAS, Adi Santoso juga memperoleh bantuan berupa toren air dari Brigade Penolong 1303 Kwarcab Pramuka Trenggalek. Dukungan ini menjadi pelengkap yang bermanfaat bagi kebutuhan rumah tangga, khususnya dalam penyediaan dan penyimpanan air bersih untuk menunjang aktivitas sehari-hari. Kehadiran dua pihak dengan dukungan yang saling melengkapi tersebut menunjukkan bahwa membantu masyarakat tidak selalu harus dilakukan melalui satu bentuk bantuan saja. Ketika berbagai pihak bergerak bersama, kebutuhan penerima manfaat dapat diperhatikan secara lebih menyeluruh, mulai dari perbaikan tempat tinggal hingga sarana pendukung kehidupan sehari-hari. Gotong Royong, Wujud Kepedulian yang Nyata Semangat kepedulian tidak berhenti pada penyerahan bantuan. Pada hari yang sama, BAZNAS Trenggalek bersama teman-teman Brigade Penolong 1303 Kwarcab Pramuka Trenggalek turun langsung ke lokasi untuk bergotong royong membantu proses pembangunan rumah Adi Santoso. Dengan kebersamaan dan semangat saling membantu, para relawan terlibat langsung dalam pekerjaan pembangunan. Kehadiran mereka menjadi bukti bahwa kepedulian sosial dapat diwujudkan melalui berbagai cara, bukan hanya dengan memberikan bantuan material, tetapi juga dengan menyumbangkan tenaga, waktu, dan perhatian bagi sesama. Gotong royong tersebut menghadirkan makna tersendiri bagi penerima manfaat. Di tengah upaya membangun kembali tempat tinggal, kehadiran orang-orang yang bersedia membantu memberikan dukungan moral sekaligus menumbuhkan keyakinan bahwa masih banyak pihak yang peduli terhadap kondisi mereka. Pembangunan rumah bukan sekadar pekerjaan mendirikan dinding dan memperbaiki bagian bangunan. Di balik setiap prosesnya, terdapat harapan agar keluarga dapat kembali memiliki tempat bernaung yang layak. Karena itu, keterlibatan para relawan menjadi bagian penting dalam perjalanan menghadirkan hunian yang lebih baik bagi Adi Santoso. Kolaborasi antara BAZNAS Trenggalek dan Brigade Penolong 1303 juga memperlihatkan kuatnya nilai gotong royong yang tumbuh di tengah masyarakat. Ketika lembaga pengelola zakat dan relawan kemanusiaan berjalan beriringan, kepedulian dapat menjangkau masyarakat secara lebih nyata. Bantuan yang diberikan pun tidak hanya membawa manfaat secara fisik, tetapi juga menghadirkan semangat kebersamaan bagi mereka yang sedang menghadapi kesulitan. Menghadirkan Harapan melalui Zakat dan Kemanusiaan Program PROPERTI dari BAZNAS Jawa Timur merupakan salah satu bentuk ikhtiar untuk membantu masyarakat memperoleh tempat tinggal yang lebih layak. Melalui pelaksanaan program ini di Kabupaten Trenggalek, dana zakat yang dihimpun dapat memberikan manfaat langsung bagi warga yang membutuhkan dukungan dalam memperbaiki kondisi rumahnya. BAZNAS Trenggalek terus berupaya mengoptimalkan penyaluran dana zakat, infak, dan sedekah melalui program-program yang menyentuh kebutuhan masyarakat. Bantuan perbaikan rumah menjadi salah satu wujud bahwa zakat tidak hanya berperan dalam memenuhi kebutuhan sesaat, tetapi juga dapat mendukung peningkatan kualitas hidup penerima manfaat. Dukungan yang diberikan kepada Adi Santoso menjadi pengingat bahwa rumah yang layak memiliki arti penting dalam kehidupan setiap keluarga. Rumah adalah tempat berlindung, beristirahat, dan membangun harapan bersama orang-orang tercinta. Ketika kondisi rumah membutuhkan perbaikan, bantuan yang tepat dapat menjadi langkah awal untuk memulihkan kenyamanan dan menghadirkan kehidupan yang lebih baik. Melalui kegiatan ini, BAZNAS Trenggalek menyampaikan apresiasi kepada BAZNAS Jawa Timur atas dukungan program PROPERTI, serta kepada Brigade Penolong 1303 Kwarcab Pramuka Trenggalek atas kontribusi dan semangat gotong royong yang ditunjukkan di lapangan. Sinergi tersebut diharapkan dapat terus terjalin dalam berbagai kegiatan sosial dan kemanusiaan di Kabupaten Trenggalek. Ke depan, BAZNAS Trenggalek berharap semakin banyak masyarakat yang dapat merasakan manfaat dari dana zakat yang ditunaikan oleh para muzaki. Kepercayaan masyarakat menjadi amanah yang harus terus dijaga melalui pengelolaan yang bertanggung jawab dan penyaluran yang memberikan dampak nyata. Sebab, membangun rumah bukan hanya tentang mendirikan sebuah bangunan, melainkan juga membangun kembali harapan. Melalui bantuan PROPERTI dan semangat gotong royong, BAZNAS Trenggalek bersama Brigade Penolong 1303 berupaya menghadirkan kepedulian yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Dari zakat yang ditunaikan, lahir bantuan yang menguatkan. Dari tenaga yang disumbangkan, tumbuh kebersamaan. Dan dari kepedulian yang dilakukan bersama, terbuka harapan bagi keluarga untuk menata kehidupan yang lebih baik.
10/10/2026 | Humas
Jumat Berkah, BAZNAS Trenggalek Salurkan Bantuan PROPERTI BAZNAS Jawa Timur untuk Warga Desa Depok, Bendungan.
Jumat Berkah, BAZNAS Trenggalek Salurkan Bantuan PROPERTI BAZNAS Jawa Timur untuk Warga Desa Depok, Bendungan.
Semangat berbagi dan kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan kembali diwujudkan oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Trenggalek melalui penyaluran bantuan PROPERTI (Program Perbaikan Rumah Tinggal) dari BAZNAS Provinsi Jawa Timur. Bantuan ini disalurkan kepada Meslan Al Selan, warga Dusun Kebonagung RT 14 RW 06, Desa Depok, Kecamatan Bendungan, Kabupaten Trenggalek, pada Jumat (9/10/2026). Penyerahan bantuan dilakukan secara langsung oleh Wakil Ketua III BAZNAS Kabupaten Trenggalek, H. Mahsunudin. Penyaluran yang bertepatan dengan momentum Jumat Berkah ini menjadi wujud nyata kepedulian BAZNAS dalam membantu masyarakat yang membutuhkan dukungan untuk memperbaiki kondisi tempat tinggal agar lebih layak, aman, dan nyaman. Program PROPERTI merupakan salah satu bentuk ikhtiar BAZNAS dalam menghadirkan manfaat zakat melalui bantuan perbaikan rumah tinggal bagi mustahik. Program ini tidak hanya berorientasi pada perbaikan kondisi fisik bangunan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas hidup keluarga penerima manfaat. Rumah merupakan kebutuhan dasar yang memiliki peran penting dalam kehidupan setiap keluarga. Selain menjadi tempat berlindung dari panas dan hujan, rumah juga menjadi ruang untuk beristirahat, berkumpul bersama keluarga, serta membangun harapan akan masa depan yang lebih baik. Karena itu, bantuan perbaikan rumah diharapkan mampu memberikan manfaat nyata bagi penerima dan mendukung terciptanya lingkungan tempat tinggal yang lebih layak. Melalui bantuan PROPERTI dari BAZNAS Provinsi Jawa Timur ini, BAZNAS Kabupaten Trenggalek terus memperkuat komitmennya dalam menjembatani kepedulian para muzaki dengan masyarakat yang berhak menerima manfaat zakat. Dukungan tersebut diharapkan dapat meringankan beban mustahik sekaligus memberikan kesempatan untuk memperbaiki kondisi hunian secara bertahap. Momentum Jumat Berkah juga menjadi pengingat bahwa berbagi tidak hanya tentang memberikan bantuan materi, tetapi juga tentang menghadirkan perhatian, kepedulian, dan harapan bagi sesama. Setiap bantuan yang disalurkan menjadi bagian dari upaya bersama untuk menumbuhkan solidaritas sosial dan memperkuat semangat gotong royong di tengah masyarakat. BAZNAS Kabupaten Trenggalek menyampaikan terima kasih kepada BAZNAS Provinsi Jawa Timur serta seluruh pihak yang telah mendukung tersalurnya bantuan ini. Semoga bantuan yang diterima Meslan Al Selan membawa manfaat, memberikan keberkahan bagi keluarga, serta menjadi amal jariyah bagi para muzaki dan donatur yang telah mempercayakan zakat, infak, dan sedekahnya melalui BAZNAS. Melalui program-program kepedulian sosial yang berkelanjutan, BAZNAS Kabupaten Trenggalek berharap semakin banyak masyarakat yang dapat merasakan manfaat zakat dan memperoleh kesempatan untuk menjalani kehidupan yang lebih baik.
09/10/2026 | Humas

Agenda Pimpinan

BAZNAS Trenggalek Serahkan Bantuan Ternak dan Gerobak UMKM dalam ajang BAZNAS Awards 2025
BAZNAS Trenggalek Serahkan Bantuan Ternak dan Gerobak UMKM dalam ajang BAZNAS Awards 2025
BAZNAS Kabupaten Trenggalek terus menunjukkan komitmennya dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat melalui pemanfaatan dana zakat, infak, dan sedekah secara produktif. Salah satu wujud nyata komitmen tersebut diwujudkan melalui penyerahan 20 unit gerobak UMKM (10 Gerobak BAZNAS Prov. Jawa Timur dan 10 Gerobak BAZNAS Trenggalek) dan bantuan ternak kambing kepada jamaah masjid sebagai bagian dari program pemberdayaan ekonomi berbasis masjid. Kegiatan penyerahan bantuan ini menjadi langkah strategis BAZNAS Trenggalek dalam mengoptimalkan peran masjid tidak hanya sebagai pusat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pemberdayaan umat. Jamaah masjid yang menerima bantuan yakni jamaah masjid Matlabul Ulum (Ds. Gador-Kec. Durenan) dan telah melalui proses seleksi serta pendampingan agar bantuan yang diberikan benar-benar tepat sasaran dan berkelanjutan. Bantuan ternak ini tidak hanya ditujukan sebagai pemenuhan kebutuhan jangka pendek, tetapi juga sebagai aset produktif yang dapat berkembang dan memberikan manfaat ekonomi berkelanjutan bagi penerima. Bantuan 20 gerobak UMKM disalurkan kepada pelaku usaha mikro yang selama ini terkendala modal dan sarana usaha. Gerobak tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan untuk berbagai jenis usaha kecil, seperti kuliner, minuman, maupun usaha dagang lainnya yang memiliki potensi meningkatkan pendapatan keluarga. Program bantuan gerobak UMKM dan ternak kambing ini merupakan bagian dari Program Jatim Makmur dan Program Trenggalek Makmur, salah satu program unggulan BAZNAS Jawa Timur dan BAZNAS Trenggalek yang fokus pada pemberdayaan ekonomi mustahik. Melalui program ini, BAZNAS mendorong mustahik agar mampu bertransformasi menjadi muzakki dengan memanfaatkan bantuan secara produktif dan bertanggung jawab. Dalam pelaksanaannya, BAZNAS Trenggalek tidak hanya memberikan bantuan fisik semata, tetapi juga disertai dengan pendampingan dan edukasi. Penerima bantuan diharapkan mampu mengelola usaha dengan baik, menjaga komitmen, serta memanfaatkan bantuan sebagai sarana peningkatan kesejahteraan keluarga. BAZNAS Trenggalek berharap bantuan 20 gerobak UMKM dan ternak kambing ini dapat menjadi pemantik semangat bagi jamaah masjid untuk lebih mandiri secara ekonomi. Dengan pengelolaan yang baik dan dukungan lingkungan sekitar, program ini diharapkan mampu menciptakan lapangan usaha baru, meningkatkan pendapatan keluarga, serta memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat. Melalui program pemberdayaan ekonomi berbasis masjid, BAZNAS Trenggalek terus berupaya menjadikan zakat sebagai instrumen strategis dalam pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan umat. Sinergi antara BAZNAS, pengurus masjid, dan jamaah diharapkan mampu menghadirkan manfaat zakat yang nyata, berkelanjutan, dan penuh keberkahan bagi masyarakat Kabupaten Trenggalek.

24-12-2025 | Humas

BAZNAS Trenggalek serahkan 14 Penghargaan dalam Ajang BAZNAS Awards 2025
BAZNAS Trenggalek serahkan 14 Penghargaan dalam Ajang BAZNAS Awards 2025
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Trenggalek kembali menggelar ajang apresiasi tahunan bertajuk BAZNAS Awards 2025 sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi dan komitmen Unit Pengumpul Zakat (UPZ) dalam mendukung pengelolaan zakat yang profesional, transparan, dan berkelanjutan. Dalam kegiatan ini, BAZNAS Trenggalek menyerahkan total 14 penghargaan kepada UPZ terbaik dari lingkup Pemerintah Kabupaten Trenggalek dan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Trenggalek. BAZNAS Awards 2025 menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara BAZNAS, UPZ, serta seluruh pemangku kepentingan dalam upaya meningkatkan kesadaran dan kepatuhan zakat, khususnya di lingkungan instansi pemerintah dan lembaga pendidikan. Penghargaan ini juga merupakan bentuk apresiasi nyata kepada UPZ yang selama ini konsisten berperan aktif dalam menghimpun zakat, infak, dan sedekah (ZIS) dari para muzakki. Untuk kategori UPZ Pengumpul Zakat Terbaik di Lingkup Pemerintah Kabupaten Trenggalek, BAZNAS Trenggalek memberikan penghargaan kepada 10 UPZ terbaik. Penghargaan terbaik pertama diraih oleh SMP Negeri 3 Tugu yang dinilai unggul dalam konsistensi pengumpulan zakat serta pengelolaan administrasi yang tertib dan akuntabel. Posisi terbaik kedua diraih oleh Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP), disusul Kecamatan Munjungan sebagai terbaik ketiga. Selanjutnya, penghargaan terbaik keempat diraih oleh Badan Kepegawaian Daerah (BKD), sementara Sekretariat Daerah Kabupaten Trenggalek menempati posisi terbaik kelima. Puskesmas Slawe meraih penghargaan terbaik keenam, diikuti Kecamatan Watulimo sebagai terbaik ketujuh. Untuk posisi terbaik kedelapan hingga kesepuluh masing-masing diraih oleh SMP Negeri 1 Watulimo, Kecamatan Tugu, dan SMP Negeri 1 Kampak. Seluruh UPZ penerima penghargaan tersebut dinilai telah menunjukkan komitmen tinggi dalam mendukung optimalisasi penghimpunan zakat melalui mekanisme yang sesuai dengan ketentuan syariat dan regulasi yang berlaku. Konsistensi, transparansi, serta partisipasi aktif dari pimpinan dan pegawai menjadi indikator utama dalam penilaian BAZNAS Trenggalek. Sementara itu, untuk kategori UPZ Terbaik di Lingkup Kantor Kementerian Agama Kabupaten Trenggalek, penghargaan terbaik pertama diraih oleh MTs Negeri 5 Trenggalek. Disusul MAN 2 Trenggalek sebagai terbaik kedua dan MTs Negeri 3 Trenggalek sebagai terbaik ketiga. Ketiga lembaga pendidikan tersebut dinilai berhasil membangun budaya sadar zakat di lingkungan kerja dan mampu menjadi contoh bagi lembaga lainnya. Selain itu, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Trenggalek juga menerima penghargaan khusus atas capaian luar biasa berupa komitmen seluruh pegawai dalam menunaikan zakat sebesar 2,5 persen. Penghargaan ini menjadi bukti kuat sinergi antara BAZNAS dan Kementerian Agama dalam menguatkan peran zakat sebagai instrumen pembangunan umat dan kesejahteraan masyarakat. Melalui BAZNAS Awards 2025, BAZNAS Trenggalek berharap semangat berzakat di lingkungan instansi pemerintah dan lembaga pendidikan semakin meningkat. Apresiasi ini tidak hanya menjadi bentuk penghormatan atas capaian kinerja, tetapi juga sebagai motivasi agar seluruh UPZ terus meningkatkan kualitas pelayanan, pengelolaan, serta kontribusi nyata bagi kesejahteraan masyarakat. Dengan adanya dukungan dan kolaborasi yang kuat antara BAZNAS, UPZ, dan para muzakki, BAZNAS Trenggalek optimistis pengelolaan zakat di Kabupaten Trenggalek akan semakin maju, berdaya guna, dan memberikan dampak nyata bagi mustahik serta pembangunan daerah secara berkelanjutan.

24-12-2025 | Humas

Paguyuban Sound Jenangan Trenggalek (PSJT) Serahkan Bantuan untuk Sumatera dan Aceh Melalui BAZNAS Trenggalek pada BAZNAS Award 2025
Paguyuban Sound Jenangan Trenggalek (PSJT) Serahkan Bantuan untuk Sumatera dan Aceh Melalui BAZNAS Trenggalek pada BAZNAS Award 2025
BAZNAS Kabupaten Trenggalek kembali menerima dukungan dan kepedulian dari berbagai elemen masyarakat. Kali ini, Paguyuban Sound Jenangan Trenggalek (PSJT) menunjukkan solidaritas sosialnya dengan menyerahkan bantuan kemanusiaan untuk saudara-saudara terdampak bencana di Sumatera dan Aceh. Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis melalui BAZNAS Trenggalek dalam rangkaian kegiatan BAZNAS Award 2025 yang digelar di Pendopo Manggala Praja Nugraha Trenggalek senilai Rp.39.872.500,-. Penyerahan bantuan ini menjadi bukti bahwa kepedulian terhadap sesama tidak mengenal batas profesi maupun latar belakang komunitas. PSJT yang dikenal sebagai wadah pelaku dan pecinta sound system di wilayah Trenggalek, turut mengambil peran dalam aksi kemanusiaan dengan menggalang donasi dari para anggotanya untuk membantu masyarakat yang tengah tertimpa musibah. Ketua BAZNAS Kabupaten Trenggalek menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan PSJT kepada BAZNAS sebagai lembaga resmi pengelola zakat, infak, dan sedekah. Menurutnya, kolaborasi dengan komunitas-komunitas masyarakat seperti PSJT merupakan bentuk sinergi yang sangat positif dalam memperluas jangkauan bantuan dan memperkuat solidaritas sosial. “BAZNAS tidak bisa berjalan sendiri. Dukungan dari komunitas, organisasi, dan masyarakat luas seperti Paguyuban Sound Jenangan Trenggalek ini menjadi kekuatan besar bagi kami untuk terus hadir membantu saudara-saudara yang membutuhkan, khususnya korban bencana di Sumatera dan Aceh,” ujarnya. Ia menambahkan, bantuan yang disalurkan melalui BAZNAS akan dikelola secara amanah, transparan, dan tepat sasaran, sesuai dengan prinsip pengelolaan dana umat. Seluruh donasi yang diterima akan segera disalurkan kepada masyarakat terdampak melalui program kebencanaan BAZNAS bekerja sama dengan BAZNAS daerah setempat dan pihak terkait. Perwakilan Paguyuban Sound Jenangan Trenggalek (PSJT) menyampaikan bahwa penyaluran bantuan ini merupakan wujud kepedulian dan empati terhadap penderitaan saudara-saudara sebangsa yang tengah menghadapi musibah. Meski berasal dari komunitas hobi, PSJT ingin menunjukkan bahwa komunitas juga memiliki tanggung jawab sosial dan dapat berkontribusi nyata bagi kemanusiaan. “Kami berharap bantuan yang kami salurkan melalui BAZNAS Trenggalek ini bisa sedikit meringankan beban saudara-saudara kita di Sumatera dan Aceh. Semoga apa yang kami lakukan menjadi amal kebaikan bagi seluruh anggota PSJT,” ungkapnya. Penyerahan bantuan PSJT ini menjadi salah satu momen bermakna dalam pelaksanaan BAZNAS Award 2025, yang tidak hanya menjadi ajang evaluasi dan apresiasi kinerja pengelolaan zakat, tetapi juga wadah untuk memperkuat kolaborasi antara BAZNAS dan masyarakat. Melalui kegiatan ini, BAZNAS Trenggalek berharap semakin banyak komunitas dan elemen masyarakat yang tergerak untuk menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui lembaga resmi, sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas dan merata. Semangat gotong royong dan kepedulian sosial yang ditunjukkan PSJT diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi komunitas lainnya di Kabupaten Trenggalek.

24-12-2025 | Humas

Berita Pendistribusian

BAZNAS Distribusikan Bantuan Bedah Rumah Program Rumah Layak Huni untuk Empat Wa
BAZNAS Distribusikan Bantuan Bedah Rumah Program Rumah Layak Huni untuk Empat Wa
Trenggalek, 05 Desember 2025 — Upaya menghadirkan tempat tinggal yang lebih layak, aman, dan nyaman bagi masyarakat terus menjadi perhatian serius BAZNAS. Melalui Program Rumah Layak Huni dari BAZNAS RI, BAZNAS Kabupaten Trenggalek kembali menyalurkan bantuan bedah rumah kepada empat warga yang berada dalam kondisi serba terbatas. Mereka adalah Ibu Supiyah dari Desa Ngadimulyo-Kec. Kampak, Bapak M. Tohir dari Desa Pandean-Kec. Dongko, Ibu Mijah dari Desa Ngentrong-Kec. Karangan dan Ibu Tumini dari Desa Nglebo-Kec. Suruh yang masing-masing telah lama hidup dalam kondisi hunian yang tak lagi layak ditinggali. Program ini tidak hanya sekadar menghadirkan bangunan fisik, tetapi juga merupakan wujud nyata bahwa dana zakat mampu menjadi pendorong perubahan sosial yang signifikan. Dengan memprioritaskan warga yang tinggal di rumah tidak layak huni, BAZNAS berupaya membuka jalan bagi masyarakat untuk merasakan kehidupan yang lebih bermartabat. Kondisi Rumah Tak Layak yang Menjadi Prioritas Sebagian besar penerima bantuan adalah warga yang bertahun-tahun tinggal di rumah yang sudah lapuk, sempit, dan minim fasilitas. Banyak dari bangunan tersebut tak lagi mampu melindungi penghuninya dari hujan, angin, maupun suhu ekstrem. Pada beberapa lokasi, kondisi lantai masih berupa tanah, dinding rapuh, serta atap yang rawan ambruk setiap saat. Di Desa Ngadimulyo, misalnya, rumah Supiyah telah lama menjadi sorotan masyarakat sekitar. Dengan kondisi ekonomi yang pas-pasan, ia tidak mampu melakukan perbaikan apa pun. Setiap turun hujan, ia cemas memikirkan keselamatan diri dan anggota keluarga. Bantuan dari BAZNAS ini menjadi jawaban atas doa dan harapan yang selama ini ia gantungkan. Sementara itu, di Desa Pandean, rumah milik M. Tohir juga tak kalah memprihatinkan. Lantai kayu yang rapuh, dinding yang berlubang, serta kondisi atap yang bocor membuat aktivitas sehari-hari menjadi semakin berat. Tohir, yang bekerja serabutan, nyaris mustahil melakukan renovasi dengan penghasilannya yang sangat terbatas. Di Desa Ngentrong, situasi yang dialami oleh Mijah pun hampir serupa. Kesederhanaan hidup membuatnya bertahan dalam rumah seadanya, meski kondisi bangunan tersebut sudah jauh dari kata layak. Bantuan dari BAZNAS menjadi angin segar yang membawa harapan baru bagi kehidupan Ibu Mijah dan keluarganya. Sementara itu, di Desa Nglebo, Ibu Tumini menjadi penerima manfaat keempat. Sebagai kepala keluarga yang harus berjuang seorang diri, ia bertahan hidup di rumah dengan kondisi yang memprihatinkan. Tidak jarang ia kesulitan tidur ketika angin kencang datang karena takut rumahnya runtuh kapan saja. Kini, bantuan dari BAZNAS membuat Ibu Tumini bisa bernapas lega dan menatap masa depan dengan lebih percaya diri. Wujud Kepedulian Bersama, Bukan Sekadar Bantuan Proses penyerahan bantuan rumah layak huni ini dilakukan secara langsung oleh BAZNAS Trenggalek dengan melibatkan perangkat desa dan tokoh masyarakat setempat. Hal ini menunjukkan bahwa program tersebut bukan hanya inisiatif lembaga, tetapi disambut sebagai gerakan sosial yang melibatkan seluruh elemen masyarakat. Ketua BAZNAS Trenggalek menyampaikan bahwa bantuan ini merupakan amanah dari para muzakki di seluruh Indonesia melalui BAZNAS RI. Karena itu, proses penyaluran dilakukan dengan penuh tanggung jawab, transparan, dan tepat sasaran. “Program Rumah Layak Huni bukan sekadar membangun rumah, tetapi membangun kembali semangat hidup dan menjaga martabat masyarakat yang selama ini hidup dalam keterbatasan,” ungkapnya. Bantuan ini juga menjadi stimulus agar masyarakat lain turut bergerak dalam semangat gotong royong. Sejumlah warga di sekitar lokasi penerima manfaat juga ikut membantu proses pembangunan, mulai dari pembersihan area, pengangkutan material, hingga kerja bakti bersama. Kehangatan kebersamaan inilah yang membuat setiap rumah yang dibangun terasa lebih hidup dan penuh nilai kebajikan. Menghadirkan Rumah, Menghadirkan Harapan Keempat penerima manfaat tidak mampu menyembunyikan rasa haru dan syukur mereka. Dengan suara yang bergetar, mereka menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu mewujudkan rumah impian mereka. Bagi mereka, bantuan ini bukan hanya soal bangunan baru, tetapi tentang harapan untuk hidup lebih layak, serta lingkungan yang lebih aman bagi keluarga mereka. BAZNAS berharap bahwa Program Rumah Layak Huni dapat menjadi inspirasi dan contoh bahwa pengelolaan zakat yang amanah mampu memberikan dampak besar dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Dengan terus memperluas jangkauan program ini, BAZNAS berkomitmen untuk menghadirkan lebih banyak rumah yang layak, lebih banyak senyuman, dan lebih banyak harapan di tengah masyarakat. Sahabat BAZNAS juga bisa jadi bagian dari aksi kebaikan ini dengan cara sedekah melalui ????kabtrenggalek.baznas.go.id/sedekah atau melalui rekening : Bank Jatim 0222411114 BSI 7555557587 BRI 017701016626538
15/12/2025 | Humas
BAZNAS Trenggalek Serahkan Bantuan Bedah Rumah di 3 desa di Kecamatan Durenan
BAZNAS Trenggalek Serahkan Bantuan Bedah Rumah di 3 desa di Kecamatan Durenan
BAZNAS Kabupaten Trenggalek kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui program bedah rumah. Kali ini, bantuan disalurkan ke tiga titik lokasi berbeda, yakni di desa Semarum, desa Gdor dan desa Kamulan kecamatan Durenan. Program bedah rumah ini merupakan salah satu bentuk nyata dari penyaluran dana zakat, infak, dan sedekah yang dikelola oleh BAZNAS Trenggalek. Sasaran bantuan adalah warga yang tinggal di hunian tidak layak dan tergolong mustahik (penerima zakat) sesuai ketentuan syariah. Pimpinan BAZNAS Trenggalek menyampaikan bahwa program ini tidak hanya bertujuan memberikan tempat tinggal yang layak, tetapi juga membangun kembali semangat dan harapan keluarga penerima bantuan. "Melalui program bedah rumah ini, kami ingin menghadirkan kebahagiaan dan harapan baru bagi saudara-saudara kita yang membutuhkan. Ini adalah bentuk kepedulian dan amanah dari para muzakki yang harus kami jaga dan salurkan dengan tepat sasaran," ungkapnya. Warga penerima manfaat bersyukur dan berterima kasih atas bantuan yang diterima. BAZNAS Trenggalek terus mengajak masyarakat, khususnya para muzakki, untuk menunaikan zakat melalui lembaga resmi. Dengan kolaborasi yang kuat antara umat dan lembaga zakat, diharapkan semakin banyak warga yang dapat merasakan manfaat nyata dari dana zakat. Terima kasih Muzakki, zakat anda memberdayakan banyak umat.
10/12/2025 | Humas
BAZNAS bersama Bupati Trenggalek Berikan Bantuan Bedah Rumah 17 Agustus
BAZNAS bersama Bupati Trenggalek Berikan Bantuan Bedah Rumah 17 Agustus
Raut bahagia terpancar di wajah Mbah Rebo (68 tahun) dan keluarga. Rumahnya menjadi salah satu sasaran program 17 Agustus Bedah 17 Rumah yang digagas oleh BAZNAS Trenggalek. . Kurang lebih sudah setahun sejak rumah milik Mbah Rebo mengalami rubuh akibat kondisi bangunan yang sudah lapuk dimakan usia. Sekarang Mbah Rebo bersama keluarga bisa bernafas lega dan tinggal dengan nyaman dirumahnya yang kini sudah dibedah. . Di momen Peringatan HUT ke-80 Republik Indonesia ini, Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin dan Wakil Bupati Syah Mohamad Natanegara bersama Forkopimda kunjungi rumah Mbah Rebo di Desa Kerjo Kecamatan Karangan, Minggu (17/8/2025). . "Saya terima kasih ke seluruh masyarakat yang telah menasarufkan zakatnya, beginilah suasana semesta zakat di Kabupaten Trenggalek," ucap Mas Bupati Ipin. . "Kita selalu berbagi kebahagiaan di momen 17 Agustus, momen kemerdekaan yang sekecil-kecilnya, sandang papan pangan harus tercukupi, meskipun tidak bisa serentak langsung, tapi berproses, berprogres," sambungnya. . Mas Bupati Ipin menambahkan bahwa kunjungannya tersebut juga untuk mengapresiasi semua pihak. Baik warga yang melaporkan sampai mengusulkan. Hingga sinergitas TNI dan Polri bersama warga sekitar yang gotong royong memperbaiki rumah Mbah Rebo.
10/12/2025 | Humas

Artikel Terbaru

Hari Kesaktian Pancasila: Meneguhkan Nilai Persatuan, Kemanusiaan, dan Kepedulian
Hari Kesaktian Pancasila: Meneguhkan Nilai Persatuan, Kemanusiaan, dan Kepedulian
Setiap tanggal 1 Oktober, bangsa Indonesia memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Peringatan ini menjadi momentum penting untuk mengenang perjalanan sejarah bangsa sekaligus meneguhkan kembali komitmen dalam menjaga Pancasila sebagai dasar negara dan pedoman dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Hari Kesaktian Pancasila tidak sekadar menjadi agenda seremonial tahunan. Lebih dari itu, peringatan ini menjadi ruang untuk merefleksikan kembali nilai-nilai luhur yang terkandung dalam Pancasila serta bagaimana nilai tersebut dapat diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari. Pancasila lahir dari perjalanan panjang bangsa Indonesia dalam mencari titik temu di tengah keberagaman. Perbedaan suku, agama, budaya, bahasa, maupun latar belakang sosial bukan menjadi alasan untuk terpecah, melainkan menjadi kekuatan yang memperkaya kehidupan bangsa. Karena itu, semangat persatuan menjadi salah satu nilai penting yang perlu terus dirawat oleh seluruh masyarakat. Peringatan Hari Kesaktian Pancasila juga mengingatkan bahwa menjaga Pancasila bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah atau lembaga negara. Setiap warga negara memiliki peran dalam mengamalkan nilai-nilai Pancasila sesuai dengan kapasitas dan lingkungan masing-masing. Dalam kehidupan sosial, pengamalan Pancasila dapat diwujudkan melalui sikap saling menghormati, gotong royong, membantu sesama, serta memberikan ruang bagi setiap orang untuk hidup dengan aman dan bermartabat. Kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan juga merupakan bagian penting dari semangat kemanusiaan dan keadilan sosial. Semangat tersebut memiliki keterkaitan erat dengan berbagai gerakan sosial dan kemanusiaan yang tumbuh di tengah masyarakat. Kepedulian terhadap kaum dhuafa, santunan kepada anak yatim, bantuan pendidikan, pelayanan kesehatan, bantuan kebencanaan, hingga pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat merupakan bentuk nyata kepedulian sosial. Dalam konteks pengelolaan zakat, infak, dan sedekah, nilai-nilai tersebut semakin relevan. Zakat tidak hanya memiliki dimensi ibadah, tetapi juga memiliki dimensi sosial yang mendorong terwujudnya kepedulian dan kebermanfaatan bagi masyarakat. Melalui zakat, masyarakat yang memiliki kemampuan dapat berbagi dengan mereka yang membutuhkan. Dari sana tumbuh semangat untuk saling membantu dan memperkuat ketahanan sosial. Ketika kepedulian tersebut dilakukan secara bersama-sama, manfaatnya dapat dirasakan lebih luas. Hari Kesaktian Pancasila menjadi pengingat bahwa nilai-nilai kebangsaan tidak berhenti pada hafalan lima sila. Pancasila perlu hadir dalam tindakan nyata. Ketuhanan diwujudkan melalui sikap saling menghormati dan menjalankan keyakinan dengan penuh tanggung jawab. Kemanusiaan diwujudkan dengan memperlakukan sesama secara adil dan bermartabat. Persatuan diwujudkan dengan menjaga kebersamaan di tengah perbedaan. Sementara itu, semangat kerakyatan dapat diwujudkan melalui budaya musyawarah dan kepedulian terhadap kepentingan bersama. Adapun keadilan sosial dapat terus diupayakan melalui berbagai tindakan yang membantu mengurangi kesenjangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Di tengah perkembangan zaman dan derasnya arus informasi, nilai-nilai Pancasila juga menghadapi tantangan baru. Masyarakat dituntut untuk semakin bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi. Perbedaan pendapat hendaknya tidak menjadi alasan untuk saling bermusuhan. Sebaliknya, keberagaman pandangan perlu dikelola melalui dialog, saling menghargai, dan semangat persaudaraan. Generasi muda memiliki peran penting dalam menjaga nilai-nilai tersebut. Mereka bukan hanya penerus bangsa, tetapi juga bagian dari kekuatan yang menentukan wajah Indonesia di masa depan. Dengan membangun karakter yang berintegritas, peduli terhadap sesama, menghargai keberagaman, serta aktif memberikan kontribusi positif bagi lingkungan, generasi muda dapat menjadi bagian dari upaya menjaga persatuan Indonesia. Peringatan Hari Kesaktian Pancasila pada 1 Oktober 2026, dengan demikian, dapat menjadi momentum untuk memperkuat kembali semangat kebersamaan. Pancasila bukan hanya dasar negara, tetapi juga nilai yang dapat menjadi landasan dalam membangun kehidupan sosial yang lebih harmonis, adil, dan penuh kepedulian. Bagi masyarakat, mengamalkan Pancasila dapat dimulai dari hal-hal sederhana: membantu tetangga yang membutuhkan, bergotong royong, menghormati perbedaan, menjaga lingkungan, berbagi kepada sesama, serta mengutamakan kepentingan bersama. Sebab, kekuatan Pancasila pada akhirnya tidak hanya tercermin dalam simbol dan slogan, tetapi juga dalam tindakan nyata seluruh masyarakat. Selamat memperingati Hari Kesaktian Pancasila, 1 Oktober 2026. Mari terus menjaga persatuan, memperkuat kepedulian, dan menghadirkan nilai-nilai Pancasila melalui karya serta kebaikan nyata untuk Indonesia yang lebih harmonis, adil, dan sejahtera.
01/10/2026 | Humas
Rabiul Akhir, Saatnya Memperkuat Iman dan Kepedulian Sosial
Rabiul Akhir, Saatnya Memperkuat Iman dan Kepedulian Sosial
Rabiul Akhir merupakan salah satu bulan dalam kalender Hijriah yang dapat menjadi momentum bagi umat Islam untuk terus melakukan introspeksi dan memperkuat kualitas keimanan. Setelah melewati bulan-bulan sebelumnya dengan berbagai aktivitas kehidupan, hadirnya Rabiul Akhir dapat menjadi pengingat bahwa perjalanan waktu seharusnya selalu diiringi dengan peningkatan amal, kepedulian, dan kebermanfaatan bagi sesama. Dalam kehidupan seorang Muslim, keimanan tidak hanya tercermin dari hubungan manusia dengan Allah SWT, tetapi juga dari bagaimana seseorang membangun hubungan yang baik dengan sesama. Keimanan yang tumbuh dalam hati diharapkan melahirkan kepedulian, kasih sayang, sikap saling membantu, serta keinginan untuk memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar. Rabiul Akhir dapat menjadi momentum untuk kembali melihat kondisi di sekitar kita. Di tengah kehidupan masyarakat, masih terdapat saudara-saudara kita yang menghadapi berbagai keterbatasan. Ada keluarga yang kesulitan memenuhi kebutuhan pangan, anak-anak yang membutuhkan dukungan pendidikan, lansia yang hidup dalam keterbatasan, hingga masyarakat yang membutuhkan bantuan ketika menghadapi musibah dan bencana. Kondisi tersebut mengingatkan bahwa kepedulian sosial bukan sekadar pilihan, tetapi bagian dari nilai kehidupan yang perlu terus ditumbuhkan. Setiap orang memiliki kesempatan untuk berbuat baik sesuai dengan kemampuan yang dimiliki. Salah satu bentuk nyata kepedulian tersebut adalah melalui zakat, infak, dan sedekah. Ketiganya dapat menjadi sarana untuk membantu masyarakat yang membutuhkan sekaligus memperkuat solidaritas di tengah kehidupan sosial. Zakat memiliki kedudukan penting dalam ajaran Islam. Selain sebagai bentuk ketaatan kepada Allah SWT, zakat memiliki dimensi sosial yang sangat kuat. Melalui zakat, sebagian harta yang dimiliki oleh mereka yang berkewajiban menunaikannya disalurkan kepada golongan yang berhak menerima. Dengan demikian, zakat menjadi salah satu instrumen yang dapat membantu menghadirkan kemanfaatan dan memperkuat kepedulian di tengah masyarakat. Sementara itu, infak dan sedekah memberikan ruang yang lebih luas bagi setiap orang untuk berbagi. Tidak harus menunggu memiliki harta yang berlimpah. Kebaikan dapat dimulai dari sesuatu yang sederhana. Memberikan makanan kepada orang yang membutuhkan, membantu biaya pendidikan, mendukung kebutuhan kesehatan, memberikan bantuan kepada lansia dhuafa, hingga menyisihkan sebagian rezeki untuk program sosial merupakan bentuk kepedulian yang memiliki arti bagi penerimanya. Rabiul Akhir juga dapat menjadi momentum untuk mengubah cara pandang terhadap harta. Harta bukan hanya tentang apa yang kita miliki, tetapi juga tentang bagaimana kita menggunakannya untuk menghadirkan manfaat. Ketika sebagian rezeki disisihkan untuk membantu sesama, di situlah tumbuh nilai kebermanfaatan yang lebih luas. Kepedulian sosial pun tidak selalu harus diwujudkan dalam bentuk materi. Menolong tetangga, memberikan waktu untuk membantu kegiatan sosial, menguatkan seseorang yang sedang mengalami kesulitan, menjaga lingkungan, serta ikut bergotong royong juga merupakan bentuk amal kebaikan. Di era digital seperti saat ini, semangat berbagi bahkan dapat dilakukan dengan cara yang semakin mudah. Masyarakat dapat menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui lembaga yang terpercaya sehingga dana yang dihimpun dapat dikelola dan disalurkan kepada penerima manfaat sesuai dengan ketentuan dan kebutuhan. Namun, lebih dari sekadar menyalurkan bantuan, kepedulian sosial hendaknya juga diarahkan pada upaya membangun kemandirian masyarakat. Bantuan pendidikan, pemberdayaan ekonomi, pelayanan kesehatan, bantuan kebutuhan dasar, hingga program kebencanaan merupakan bagian dari ikhtiar untuk menghadirkan manfaat yang berkelanjutan. Semangat inilah yang perlu terus dirawat. Sebab, masyarakat yang kuat bukan hanya dibangun oleh mereka yang memiliki kemampuan lebih, tetapi juga oleh kepedulian yang tumbuh dan dilakukan secara bersama-sama. Rabiul Akhir menjadi pengingat bahwa waktu terus berjalan. Setiap hari yang dilewati merupakan kesempatan untuk memperbaiki diri dan menambah amal kebaikan. Jangan sampai kesempatan tersebut berlalu tanpa meninggalkan manfaat bagi orang lain. Mari menjadikan Rabiul Akhir sebagai momentum untuk memperkuat hubungan dengan Allah SWT sekaligus mempererat hubungan dengan sesama. Memperbanyak ibadah, memperbaiki akhlak, menunaikan zakat, memperbanyak infak dan sedekah, serta menghadirkan kepedulian kepada mereka yang membutuhkan. Karena sejatinya, kebaikan yang kita berikan kepada sesama bukan hanya menghadirkan kebahagiaan bagi penerimanya. Kebaikan juga menjadi bagian dari perjalanan amal yang semoga mendapatkan keberkahan dan ridha Allah SWT. Rabiul Akhir bukan sekadar pergantian bulan dalam kalender Hijriah. Ia dapat menjadi momentum untuk kembali bertanya kepada diri sendiri: sudahkah kehadiran kita memberikan manfaat bagi orang lain? Mari isi Rabiul Akhir dengan lebih banyak kebaikan. Mari kuatkan iman dengan kepedulian, hadirkan manfaat melalui zakat dan sedekah, serta bersama-sama membangun masyarakat yang lebih peduli, berdaya, dan penuh keberkahan.
01/10/2026 | Humas
Keberkahan Bulan Safar yang Bisa Anda Raih dengan Amalan Sederhana
Keberkahan Bulan Safar yang Bisa Anda Raih dengan Amalan Sederhana
Banyak umat Islam masih memiliki berbagai pertanyaan mengenai keberkahan bulan safar. Sebagian masyarakat bahkan masih dipengaruhi oleh anggapan bahwa bulan Safar adalah bulan yang membawa kesialan. Padahal, keyakinan tersebut tidak memiliki dasar yang benar dalam ajaran Islam. Rasulullah justru mengajarkan agar seorang muslim selalu bertawakal kepada Allah SWT dan tidak mempercayai mitos yang bertentangan dengan akidah. Memahami keberkahan bulan safar menjadi penting agar setiap muslim mampu mengisi bulan ini dengan amal saleh. Dalam Islam, seluruh waktu yang Allah SWT ciptakan merupakan kesempatan untuk memperbanyak ibadah. Tidak ada bulan yang menjadi sumber kesialan karena segala sesuatu terjadi atas izin dan kehendak Allah SWT. Melalui artikel ini, kita akan membahas keberkahan bulan safar, berbagai amalan sederhana yang dapat dilakukan, serta hikmah yang bisa dipetik berdasarkan Al-Qur'an, hadis, dan penjelasan para ulama. Dengan demikian, kita dapat menjalani bulan Safar dengan penuh optimisme dan keimanan. Memahami Keberkahan Bulan Safar Menurut Islam Banyak orang belum memahami bahwa keberkahan bulan safar tidak diukur dari berbagai mitos yang berkembang di masyarakat. Islam datang untuk menghapus keyakinan jahiliah yang menganggap bulan tertentu membawa nasib buruk. Rasulullah bersabda bahwa tidak ada kesialan pada bulan Safar sehingga seorang muslim tidak boleh menggantungkan keyakinannya kepada mitos. Memahami keberkahan bulan safar berarti menyadari bahwa semua bulan adalah ciptaan Allah SWT. Setiap waktu merupakan kesempatan untuk meningkatkan kualitas ibadah, memperbaiki akhlak, dan memperbanyak amal saleh. Oleh karena itu, bulan Safar tidak berbeda dengan bulan lainnya dalam hal peluang memperoleh pahala. Selain itu, keberkahan bulan safar dapat diraih melalui keyakinan yang benar kepada Allah SWT. Ketika seorang muslim meninggalkan prasangka buruk terhadap suatu bulan, maka ia telah menjaga kemurnian akidah dan memperkuat tawakal kepada Allah SWT. Para ulama juga menjelaskan bahwa keberkahan bulan safar tidak terletak pada ritual-ritual khusus yang tidak memiliki dalil. Sebaliknya, keberkahan hadir ketika seorang muslim mengisi waktunya dengan ibadah yang disyariatkan dan menjauhi segala bentuk bid'ah maupun khurafat. Dengan memahami hakikat keberkahan bulan safar, seorang muslim akan lebih tenang dalam menjalani kehidupannya. Ia tidak lagi merasa takut terhadap bulan tertentu, tetapi lebih fokus memperbaiki hubungan dengan Allah SWT dan sesama manusia. Amalan Sederhana untuk Meraih Keberkahan Bulan Safar Salah satu cara memperoleh keberkahan bulan safar adalah memperbanyak salat sunnah. Salat Dhuha, Tahajud, maupun salat Rawatib merupakan ibadah yang memiliki keutamaan besar dan dapat dilakukan kapan saja sepanjang tahun, termasuk pada bulan Safar. Membaca Al-Qur'an setiap hari juga menjadi jalan meraih keberkahan bulan safar. Al-Qur'an adalah petunjuk hidup bagi umat Islam. Dengan rutin membacanya, seorang muslim akan memperoleh ketenangan hati sekaligus tambahan pahala dari Allah SWT. Memperbanyak istigfar merupakan amalan sederhana yang sangat dianjurkan untuk mendapatkan keberkahan bulan safar. Rasulullah sendiri memperbanyak istigfar setiap hari sebagai bentuk ketundukan dan permohonan ampun kepada Allah SWT. Sedekah juga menjadi salah satu amalan yang dapat menghadirkan keberkahan bulan safar. Tidak harus dalam jumlah besar, sedekah sekecil apa pun akan bernilai di sisi Allah apabila dilakukan dengan ikhlas dan mengharap ridha-Nya. Selain itu, menjaga silaturahmi menjadi bagian penting dalam memperoleh keberkahan bulan safar. Menjalin hubungan baik dengan keluarga, tetangga, dan sesama muslim merupakan akhlak mulia yang sangat dianjurkan dalam Islam. Hikmah Keberkahan Bulan Safar bagi Kehidupan Muslim Memahami keberkahan bulan safar mengajarkan umat Islam untuk tidak mudah percaya terhadap mitos yang berkembang di tengah masyarakat. Seorang muslim hanya menggantungkan harapan dan rasa takut kepada Allah SWT semata. Selanjutnya, keberkahan bulan safar memberikan pelajaran tentang pentingnya memperkuat tawakal. Apa pun yang terjadi dalam kehidupan seseorang merupakan bagian dari takdir Allah SWT yang penuh hikmah. Melalui keberkahan bulan safar, seorang muslim juga belajar memanfaatkan waktu secara maksimal. Setiap hari yang Allah berikan merupakan kesempatan untuk menambah amal kebaikan sebelum datangnya kematian. Tidak hanya itu, keberkahan bulan safar juga mengingatkan bahwa amal saleh tidak dibatasi oleh bulan tertentu. Selama seseorang beriman dan beramal dengan ikhlas, maka Allah SWT akan memberikan balasan terbaik. Akhirnya, keberkahan bulan safar menjadi momentum untuk memperbaiki kualitas ibadah, memperkuat keimanan, serta meningkatkan hubungan sosial dengan sesama. Inilah hakikat keberkahan yang sebenarnya menurut ajaran Islam. Kesalahan yang Harus Dihindari Saat Memahami Keberkahan Bulan Safar Masih ada sebagian masyarakat yang mengaitkan keberkahan bulan safar dengan berbagai ritual yang tidak memiliki landasan syariat. Seorang muslim hendaknya berhati-hati agar tidak mengikuti amalan yang tidak memiliki dalil dari Al-Qur'an maupun hadis yang sahih. Kesalahan berikutnya adalah mempercayai bahwa keberkahan bulan safar hanya bisa diperoleh melalui amalan tertentu yang dianggap wajib. Padahal, Islam tidak menetapkan ibadah khusus yang hanya berlaku pada bulan Safar. Ada pula yang menunda berbagai aktivitas karena menganggap bulan Safar membawa kesialan. Pemahaman seperti ini bertentangan dengan ajaran Islam mengenai keberkahan bulan safar, sebab segala sesuatu berada di bawah kehendak Allah SWT. Kesalahan lainnya ialah lebih mempercayai ramalan dibandingkan petunjuk agama. Keberkahan bulan safar tidak akan diraih apabila seseorang masih bergantung kepada kepercayaan yang bertentangan dengan tauhid. Oleh sebab itu, memahami keberkahan bulan safar harus selalu didasarkan pada ilmu yang benar. Belajarlah kepada Al-Qur'an, hadis, dan penjelasan ulama yang terpercaya agar tidak terjerumus ke dalam kesalahan akidah. Pada hakikatnya, keberkahan bulan safar dapat diraih oleh setiap muslim melalui amal saleh yang dilakukan dengan ikhlas dan sesuai tuntunan Rasulullah. Tidak ada dalil yang menunjukkan bahwa bulan Safar adalah bulan kesialan. Sebaliknya, bulan ini merupakan kesempatan untuk memperbanyak ibadah, memperkuat tawakal, meningkatkan sedekah, memperbanyak membaca Al-Qur'an, beristigfar, dan menjaga silaturahmi. Semoga dengan memahami keberkahan bulan safar, kita semakin yakin bahwa seluruh waktu yang Allah SWT ciptakan adalah ladang pahala. Mari mengisi bulan Safar dengan amal-amal terbaik, menjauhi mitos yang tidak berdasar, serta terus mendekatkan diri kepada Allah SWT agar memperoleh keberkahan di dunia maupun akhirat. Mari sempurnakan ibadah di Bulan Safar dengan berzakat melalui BAZNAS, cukup klik link berikut ini:
03/08/2026 | Humas

BAZNAS TV