
Berita Terkini
BAZNAS Trenggalek Gelar Peningkatan Kapasitas Relawan, Libatkan Pramuka dan Kampung Siaga Bencana
Dalam upaya meningkatkan kesiapsiagaan dan kapasitas relawan kebencanaan, BAZNAS Kabupaten Trenggalek menggelar kegiatan Peningkatan Kapasitas Relawan BAZNAS Tanggap Bencana yang dilaksanakan pada Sabtu–Minggu, 16–17 Mei 2026 di kawasan Pantai Kebo, Kecamatan Munjungan, Kabupaten Trenggalek.
Kegiatan ini melibatkan berbagai unsur relawan dan generasi muda, mulai dari relawan BAZNAS Tanggap Bencana, Gugus Dharma Pramuka BAZNAS Trenggalek, hingga adik-adik Pramuka dari SMPN 1 Munjungan dan SMPN 2 Munjungan. Suasana kebersamaan dan semangat belajar tampak begitu terasa sejak hari pertama kegiatan dimulai.
Melalui kegiatan ini, BAZNAS Trenggalek berupaya membangun relawan yang tidak hanya tangguh secara fisik, namun juga memiliki kemampuan, kepedulian sosial, serta kesiapsiagaan dalam menghadapi berbagai potensi bencana. Mengingat Kabupaten Trenggalek merupakan wilayah yang memiliki potensi kerawanan bencana cukup tinggi, peningkatan kapasitas relawan menjadi langkah penting untuk memperkuat mitigasi dan kesiapsiagaan masyarakat.
Dalam pelaksanaannya, BAZNAS Trenggalek menghadirkan Kelompok Kampung Siaga Bencana (KSB) Kecamatan Munjungan sebagai pemateri pelatihan dapur umum. Materi ini diberikan khusus kepada relawan BAZNAS Tanggap Bencana agar memiliki kemampuan dalam pengelolaan dapur umum saat terjadi bencana maupun kondisi darurat.
Para peserta mendapatkan pembelajaran langsung mengenai teknik memasak dalam skala besar, manajemen logistik pangan, pembagian tugas relawan, hingga pentingnya menjaga kebersihan dan ketepatan distribusi makanan kepada para penyintas bencana. Pelatihan ini disambut antusias oleh peserta karena dinilai sangat aplikatif dan menjadi salah satu keterampilan penting dalam penanganan kebencanaan.
Selain pelatihan dapur umum, kegiatan juga diisi dengan pemaparan materi Pengurangan Risiko Bencana (PRB) dan CSSR (Community Safety and Social Responsibility) kepada adik-adik Pramuka dari SMPN 1 Munjungan dan SMPN 2 Munjungan. Materi tersebut disampaikan oleh BPBD Kabupaten Trenggalek bersama Gugus Dharma Pramuka BAZNAS Trenggalek.
Dalam sesi tersebut, para peserta diberikan edukasi mengenai pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana, langkah-langkah mitigasi sederhana, serta peran generasi muda dalam membangun lingkungan yang aman dan tangguh terhadap bencana. Tidak hanya itu, peserta juga dikenalkan pada konsep CSSR yang menanamkan nilai kepedulian sosial, tanggung jawab bersama, dan budaya saling membantu di tengah masyarakat.
Kegiatan berlangsung interaktif dan penuh semangat. Para peserta aktif berdiskusi, bertanya, hingga mengikuti simulasi ringan yang diberikan oleh pemateri. Lokasi kegiatan yang berada di kawasan Pantai Kebo Munjungan juga memberikan suasana belajar yang menyenangkan sekaligus mempererat kebersamaan antar peserta.
BAZNAS Trenggalek berharap kegiatan ini mampu menjadi wadah pembinaan relawan muda yang siap terlibat dalam aksi-aksi kemanusiaan dan kebencanaan di masa mendatang. Keterlibatan pelajar dalam kegiatan ini juga menjadi bentuk investasi sosial untuk mencetak generasi muda yang peduli, tangguh, dan memiliki jiwa kerelawanan.
Melalui kolaborasi bersama berbagai pihak, mulai dari BPBD, Kampung Siaga Bencana, hingga Gugus Dharma Pramuka, BAZNAS Trenggalek terus berkomitmen menghadirkan program-program kemanusiaan yang bermanfaat bagi masyarakat. Tidak hanya fokus pada penanganan pascabencana, namun juga pada aspek edukasi, mitigasi, dan penguatan kapasitas relawan sejak dini.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan lahir relawan-relawan muda yang memiliki kemampuan, keberanian, dan kepedulian sosial tinggi dalam membantu masyarakat, terutama saat menghadapi situasi darurat dan kebencanaan. Semangat gotong royong dan kemanusiaan yang terbangun selama kegiatan menjadi bukti bahwa kolaborasi dan kepedulian bersama adalah kunci utama dalam menciptakan masyarakat yang tangguh terhadap bencana.
18/05/2026 | Humas
Ringankan Beban Mustahik, BAZNAS Trenggalek Serahkan Bantuan Kursi Roda
Kepedulian terhadap sesama terus diwujudkan oleh BAZNAS Trenggalek melalui berbagai program kemanusiaan dan pelayanan sosial bagi masyarakat yang membutuhkan. Kali ini, BAZNAS Trenggalek kembali menyalurkan bantuan berupa tiga unit kursi roda kepada para mustahik lanjut usia dan penyandang keterbatasan fisik di wilayah Kecamatan Karangan dan Kecamatan Tugu.
Penyaluran bantuan tersebut dilakukan sebagai bentuk perhatian dan dukungan agar para penerima manfaat dapat menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih mudah dan nyaman. Tiga penerima bantuan kursi roda tersebut yakni Ibu Sutinah, warga Desa Salamrejo Kecamatan Karangan, Ibu Suyati warga Desa Prambon Kecamatan Tugu, serta Mbah Painem warga Desa Nglinggis Kecamatan Tugu.
Bantuan diserahkan secara langsung oleh tim BAZNAS Trenggalek dengan mendatangi rumah masing-masing mustahik. Kehadiran tim BAZNAS tidak hanya membawa bantuan fisik berupa kursi roda, namun juga memberikan semangat dan kepedulian kepada para penerima yang selama ini mengalami keterbatasan dalam mobilitas.
Pimpinan BAZNAS Trenggalek menyampaikan bahwa program bantuan kursi roda ini merupakan salah satu bentuk nyata pemanfaatan dana zakat, infak, dan sedekah yang dihimpun dari masyarakat. Bantuan tersebut diharapkan mampu membantu para mustahik agar lebih mudah beraktivitas serta mengurangi beban keluarga dalam mendampingi mereka sehari-hari.
“Alhamdulillah, hari ini kami dapat menyalurkan amanah para muzaki berupa bantuan kursi roda kepada masyarakat yang membutuhkan. Semoga bantuan ini dapat memberikan manfaat dan membantu mobilitas para penerima,” ujar salah satu perwakilan BAZNAS Trenggalek saat penyaluran bantuan.
Suasana haru dan penuh syukur tampak dari keluarga penerima manfaat. Mereka menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian dan bantuan yang diberikan oleh BAZNAS Trenggalek. Bagi para mustahik, kursi roda tersebut menjadi harapan baru untuk mempermudah aktivitas dan meningkatkan kualitas hidup mereka.
Di rumah Bu Sutinah di Desa Salamrejo, keluarga mengaku sangat terbantu dengan adanya bantuan kursi roda karena selama ini aktivitas sehari-hari harus dilakukan dengan keterbatasan. Hal serupa juga dirasakan oleh keluarga Bu Suyati di Desa Prambon dan Mbah Painem di Desa Nglinggis yang kini dapat lebih mudah berpindah tempat dengan bantuan kursi roda tersebut.
Program bantuan kesehatan dan kemanusiaan seperti ini menjadi salah satu fokus BAZNAS Trenggalek dalam mendukung kesejahteraan masyarakat, khususnya bagi warga kurang mampu yang membutuhkan perhatian khusus. Selain bantuan kursi roda, BAZNAS Trenggalek juga terus menjalankan berbagai program sosial lainnya di bidang kesehatan, pendidikan, ekonomi, hingga kebencanaan.
Melalui program-program tersebut, BAZNAS Trenggalek berharap dapat terus menjadi jembatan kebaikan antara para muzaki dan mustahik, sehingga manfaat zakat dapat dirasakan secara nyata oleh masyarakat yang membutuhkan.
Dengan semangat gotong royong dan kepedulian sosial, BAZNAS Trenggalek mengajak masyarakat untuk terus menebar kebaikan melalui zakat, infak, dan sedekah demi membantu sesama serta menghadirkan harapan bagi mereka yang membutuhkan.
12/05/2026 | Humas
BAZNAS Trenggalek Salurkan Beasiswa SMA/SMK dari BAZNAS Jawa Timur kepada 20 Siswa di Empat Sekolah
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Trenggalek kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung dunia pendidikan melalui penyaluran program beasiswa SMA/SMK yang berasal dari BAZNAS Provinsi Jawa Timur. Kegiatan penyaluran bantuan pendidikan tersebut dilaksanakan pada hari ini, Kamis, 7 Mei 2026, dan menyasar sebanyak 20 siswa dari empat sekolah di Kabupaten Trenggalek.
Dalam program ini, masing-masing siswa menerima bantuan beasiswa sebesar Rp1.000.000,- sebagai bentuk dukungan untuk membantu kebutuhan pendidikan mereka. Penyaluran bantuan dilakukan secara langsung oleh pimpinan BAZNAS Trenggalek kepada para penerima manfaat di sekolah masing-masing.
Program beasiswa ini menjadi salah satu bentuk nyata kepedulian BAZNAS terhadap keberlangsungan pendidikan pelajar dari keluarga kurang mampu agar mereka tetap memiliki semangat untuk melanjutkan pendidikan dan meraih cita-cita. Di tengah berbagai tantangan ekonomi yang dihadapi masyarakat, bantuan pendidikan dinilai sangat penting untuk meringankan beban orang tua sekaligus memberikan motivasi kepada para siswa agar terus berprestasi.
Pimpinan BAZNAS Trenggalek dalam sambutannya menyampaikan bahwa pendidikan merupakan salah satu sektor prioritas yang terus diperhatikan oleh BAZNAS, baik di tingkat nasional, provinsi, maupun daerah. Melalui dana zakat, infak, dan sedekah yang dihimpun dari masyarakat, BAZNAS berupaya menghadirkan manfaat yang nyata, khususnya bagi generasi muda yang membutuhkan dukungan pendidikan.
“Program ini merupakan amanah dari para muzaki yang harus kami salurkan kepada mereka yang membutuhkan. Kami berharap bantuan beasiswa ini dapat membantu kebutuhan sekolah para siswa, baik untuk membeli perlengkapan belajar, biaya pendidikan, maupun kebutuhan lainnya yang menunjang proses belajar mereka,” ujar pimpinan BAZNAS Trenggalek.
Beliau juga menambahkan bahwa para penerima beasiswa diharapkan dapat terus semangat belajar dan tidak menyerah dengan keadaan. Menurutnya, keterbatasan ekonomi tidak boleh menjadi penghalang bagi anak-anak untuk meraih masa depan yang lebih baik.
“Kami ingin anak-anak ini tetap optimis dan percaya bahwa mereka memiliki kesempatan yang sama untuk sukses. Semoga bantuan ini menjadi penyemangat agar terus belajar, berprestasi, dan kelak bisa menjadi generasi yang membanggakan keluarga maupun daerah,” tambahnya.
Adapun empat sekolah yang menerima program penyaluran beasiswa tersebut merupakan sekolah tingkat SMA dan SMK di Kabupaten Trenggalek yang sebelumnya telah melalui proses pendataan dan verifikasi penerima manfaat. Penyaluran dilakukan secara tertib dan penuh kehangatan, disambut antusias oleh pihak sekolah, siswa, maupun wali murid.
Pihak sekolah menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada BAZNAS Jawa Timur dan BAZNAS Trenggalek atas perhatian yang diberikan kepada para siswa. Menurut mereka, bantuan tersebut sangat berarti bagi peserta didik, khususnya bagi siswa yang berasal dari keluarga prasejahtera.
Salah satu siswa penerima bantuan mengaku bersyukur dan senang mendapatkan beasiswa tersebut. Bantuan itu, menurutnya, akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan sekolah dan membeli perlengkapan belajar yang diperlukan.
Program beasiswa pendidikan ini sekaligus menjadi bukti bahwa zakat memiliki peran besar dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia. Tidak hanya membantu kebutuhan konsumtif, zakat juga mampu menjadi instrumen pemberdayaan melalui sektor pendidikan sehingga dapat menciptakan generasi yang mandiri dan berdaya saing.
BAZNAS Trenggalek berharap sinergi antara masyarakat, pemerintah, lembaga pendidikan, dan para muzaki terus terjalin dengan baik agar semakin banyak pelajar yang dapat merasakan manfaat dari program-program pendidikan yang dijalankan. Dengan dukungan bersama, diharapkan tidak ada lagi anak-anak yang terhambat pendidikannya karena faktor ekonomi.
Melalui program ini pula, BAZNAS ingin mengajak masyarakat untuk terus menumbuhkan semangat berbagi dan menunaikan zakat, infak, maupun sedekah melalui lembaga resmi agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat yang membutuhkan, khususnya di bidang pendidikan, kesehatan, kemanusiaan, dan pemberdayaan ekonomi.
07/05/2026 | Humas
Agenda Pimpinan

BAZNAS Trenggalek Serahkan Bantuan Ternak dan Gerobak UMKM dalam ajang BAZNAS Awards 2025
BAZNAS Kabupaten Trenggalek terus menunjukkan komitmennya dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat melalui pemanfaatan dana zakat, infak, dan sedekah secara produktif. Salah satu wujud nyata komitmen tersebut diwujudkan melalui penyerahan 20 unit gerobak UMKM (10 Gerobak BAZNAS Prov. Jawa Timur dan 10 Gerobak BAZNAS Trenggalek) dan bantuan ternak kambing kepada jamaah masjid sebagai bagian dari program pemberdayaan ekonomi berbasis masjid. Kegiatan penyerahan bantuan ini menjadi langkah strategis BAZNAS Trenggalek dalam mengoptimalkan peran masjid tidak hanya sebagai pusat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pemberdayaan umat. Jamaah masjid yang menerima bantuan yakni jamaah masjid Matlabul Ulum (Ds. Gador-Kec. Durenan) dan telah melalui proses seleksi serta pendampingan agar bantuan yang diberikan benar-benar tepat sasaran dan berkelanjutan.
Bantuan ternak ini tidak hanya ditujukan sebagai pemenuhan kebutuhan jangka pendek, tetapi juga sebagai aset produktif yang dapat berkembang dan memberikan manfaat ekonomi berkelanjutan bagi penerima. Bantuan 20 gerobak UMKM disalurkan kepada pelaku usaha mikro yang selama ini terkendala modal dan sarana usaha. Gerobak tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan untuk berbagai jenis usaha kecil, seperti kuliner, minuman, maupun usaha dagang lainnya yang memiliki potensi meningkatkan pendapatan keluarga. Program bantuan gerobak UMKM dan ternak kambing ini merupakan bagian dari Program Jatim Makmur dan Program Trenggalek Makmur, salah satu program unggulan BAZNAS Jawa Timur dan BAZNAS Trenggalek yang fokus pada pemberdayaan ekonomi mustahik. Melalui program ini, BAZNAS mendorong mustahik agar mampu bertransformasi menjadi muzakki dengan memanfaatkan bantuan secara produktif dan bertanggung jawab. Dalam pelaksanaannya, BAZNAS Trenggalek tidak hanya memberikan bantuan fisik semata, tetapi juga disertai dengan pendampingan dan edukasi. Penerima bantuan diharapkan mampu mengelola usaha dengan baik, menjaga komitmen, serta memanfaatkan bantuan sebagai sarana peningkatan kesejahteraan keluarga.
BAZNAS Trenggalek berharap bantuan 20 gerobak UMKM dan ternak kambing ini dapat menjadi pemantik semangat bagi jamaah masjid untuk lebih mandiri secara ekonomi. Dengan pengelolaan yang baik dan dukungan lingkungan sekitar, program ini diharapkan mampu menciptakan lapangan usaha baru, meningkatkan pendapatan keluarga, serta memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat.
Melalui program pemberdayaan ekonomi berbasis masjid, BAZNAS Trenggalek terus berupaya menjadikan zakat sebagai instrumen strategis dalam pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan umat. Sinergi antara BAZNAS, pengurus masjid, dan jamaah diharapkan mampu menghadirkan manfaat zakat yang nyata, berkelanjutan, dan penuh keberkahan bagi masyarakat Kabupaten Trenggalek.
24-12-2025 | Humas

BAZNAS Trenggalek serahkan 14 Penghargaan dalam Ajang BAZNAS Awards 2025
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Trenggalek kembali menggelar ajang apresiasi tahunan bertajuk BAZNAS Awards 2025 sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi dan komitmen Unit Pengumpul Zakat (UPZ) dalam mendukung pengelolaan zakat yang profesional, transparan, dan berkelanjutan. Dalam kegiatan ini, BAZNAS Trenggalek menyerahkan total 14 penghargaan kepada UPZ terbaik dari lingkup Pemerintah Kabupaten Trenggalek dan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Trenggalek.
BAZNAS Awards 2025 menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara BAZNAS, UPZ, serta seluruh pemangku kepentingan dalam upaya meningkatkan kesadaran dan kepatuhan zakat, khususnya di lingkungan instansi pemerintah dan lembaga pendidikan. Penghargaan ini juga merupakan bentuk apresiasi nyata kepada UPZ yang selama ini konsisten berperan aktif dalam menghimpun zakat, infak, dan sedekah (ZIS) dari para muzakki.
Untuk kategori UPZ Pengumpul Zakat Terbaik di Lingkup Pemerintah Kabupaten Trenggalek, BAZNAS Trenggalek memberikan penghargaan kepada 10 UPZ terbaik. Penghargaan terbaik pertama diraih oleh SMP Negeri 3 Tugu yang dinilai unggul dalam konsistensi pengumpulan zakat serta pengelolaan administrasi yang tertib dan akuntabel. Posisi terbaik kedua diraih oleh Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP), disusul Kecamatan Munjungan sebagai terbaik ketiga.
Selanjutnya, penghargaan terbaik keempat diraih oleh Badan Kepegawaian Daerah (BKD), sementara Sekretariat Daerah Kabupaten Trenggalek menempati posisi terbaik kelima. Puskesmas Slawe meraih penghargaan terbaik keenam, diikuti Kecamatan Watulimo sebagai terbaik ketujuh. Untuk posisi terbaik kedelapan hingga kesepuluh masing-masing diraih oleh SMP Negeri 1 Watulimo, Kecamatan Tugu, dan SMP Negeri 1 Kampak.
Seluruh UPZ penerima penghargaan tersebut dinilai telah menunjukkan komitmen tinggi dalam mendukung optimalisasi penghimpunan zakat melalui mekanisme yang sesuai dengan ketentuan syariat dan regulasi yang berlaku. Konsistensi, transparansi, serta partisipasi aktif dari pimpinan dan pegawai menjadi indikator utama dalam penilaian BAZNAS Trenggalek.
Sementara itu, untuk kategori UPZ Terbaik di Lingkup Kantor Kementerian Agama Kabupaten Trenggalek, penghargaan terbaik pertama diraih oleh MTs Negeri 5 Trenggalek. Disusul MAN 2 Trenggalek sebagai terbaik kedua dan MTs Negeri 3 Trenggalek sebagai terbaik ketiga. Ketiga lembaga pendidikan tersebut dinilai berhasil membangun budaya sadar zakat di lingkungan kerja dan mampu menjadi contoh bagi lembaga lainnya.
Selain itu, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Trenggalek juga menerima penghargaan khusus atas capaian luar biasa berupa komitmen seluruh pegawai dalam menunaikan zakat sebesar 2,5 persen. Penghargaan ini menjadi bukti kuat sinergi antara BAZNAS dan Kementerian Agama dalam menguatkan peran zakat sebagai instrumen pembangunan umat dan kesejahteraan masyarakat.
Melalui BAZNAS Awards 2025, BAZNAS Trenggalek berharap semangat berzakat di lingkungan instansi pemerintah dan lembaga pendidikan semakin meningkat. Apresiasi ini tidak hanya menjadi bentuk penghormatan atas capaian kinerja, tetapi juga sebagai motivasi agar seluruh UPZ terus meningkatkan kualitas pelayanan, pengelolaan, serta kontribusi nyata bagi kesejahteraan masyarakat.
Dengan adanya dukungan dan kolaborasi yang kuat antara BAZNAS, UPZ, dan para muzakki, BAZNAS Trenggalek optimistis pengelolaan zakat di Kabupaten Trenggalek akan semakin maju, berdaya guna, dan memberikan dampak nyata bagi mustahik serta pembangunan daerah secara berkelanjutan.
24-12-2025 | Humas
Paguyuban Sound Jenangan Trenggalek (PSJT) Serahkan Bantuan untuk Sumatera dan Aceh Melalui BAZNAS Trenggalek pada BAZNAS Award 2025
BAZNAS Kabupaten Trenggalek kembali menerima dukungan dan kepedulian dari berbagai elemen masyarakat. Kali ini, Paguyuban Sound Jenangan Trenggalek (PSJT) menunjukkan solidaritas sosialnya dengan menyerahkan bantuan kemanusiaan untuk saudara-saudara terdampak bencana di Sumatera dan Aceh. Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis melalui BAZNAS Trenggalek dalam rangkaian kegiatan BAZNAS Award 2025 yang digelar di Pendopo Manggala Praja Nugraha Trenggalek senilai Rp.39.872.500,-.
Penyerahan bantuan ini menjadi bukti bahwa kepedulian terhadap sesama tidak mengenal batas profesi maupun latar belakang komunitas. PSJT yang dikenal sebagai wadah pelaku dan pecinta sound system di wilayah Trenggalek, turut mengambil peran dalam aksi kemanusiaan dengan menggalang donasi dari para anggotanya untuk membantu masyarakat yang tengah tertimpa musibah.
Ketua BAZNAS Kabupaten Trenggalek menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan PSJT kepada BAZNAS sebagai lembaga resmi pengelola zakat, infak, dan sedekah. Menurutnya, kolaborasi dengan komunitas-komunitas masyarakat seperti PSJT merupakan bentuk sinergi yang sangat positif dalam memperluas jangkauan bantuan dan memperkuat solidaritas sosial.
“BAZNAS tidak bisa berjalan sendiri. Dukungan dari komunitas, organisasi, dan masyarakat luas seperti Paguyuban Sound Jenangan Trenggalek ini menjadi kekuatan besar bagi kami untuk terus hadir membantu saudara-saudara yang membutuhkan, khususnya korban bencana di Sumatera dan Aceh,” ujarnya.
Ia menambahkan, bantuan yang disalurkan melalui BAZNAS akan dikelola secara amanah, transparan, dan tepat sasaran, sesuai dengan prinsip pengelolaan dana umat. Seluruh donasi yang diterima akan segera disalurkan kepada masyarakat terdampak melalui program kebencanaan BAZNAS bekerja sama dengan BAZNAS daerah setempat dan pihak terkait.
Perwakilan Paguyuban Sound Jenangan Trenggalek (PSJT) menyampaikan bahwa penyaluran bantuan ini merupakan wujud kepedulian dan empati terhadap penderitaan saudara-saudara sebangsa yang tengah menghadapi musibah. Meski berasal dari komunitas hobi, PSJT ingin menunjukkan bahwa komunitas juga memiliki tanggung jawab sosial dan dapat berkontribusi nyata bagi kemanusiaan.
“Kami berharap bantuan yang kami salurkan melalui BAZNAS Trenggalek ini bisa sedikit meringankan beban saudara-saudara kita di Sumatera dan Aceh. Semoga apa yang kami lakukan menjadi amal kebaikan bagi seluruh anggota PSJT,” ungkapnya.
Penyerahan bantuan PSJT ini menjadi salah satu momen bermakna dalam pelaksanaan BAZNAS Award 2025, yang tidak hanya menjadi ajang evaluasi dan apresiasi kinerja pengelolaan zakat, tetapi juga wadah untuk memperkuat kolaborasi antara BAZNAS dan masyarakat.
Melalui kegiatan ini, BAZNAS Trenggalek berharap semakin banyak komunitas dan elemen masyarakat yang tergerak untuk menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui lembaga resmi, sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas dan merata. Semangat gotong royong dan kepedulian sosial yang ditunjukkan PSJT diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi komunitas lainnya di Kabupaten Trenggalek.
24-12-2025 | Humas
Berita Pendistribusian

BAZNAS Distribusikan Bantuan Bedah Rumah Program Rumah Layak Huni untuk Empat Wa
Trenggalek, 05 Desember 2025 — Upaya menghadirkan tempat tinggal yang lebih layak, aman, dan nyaman bagi masyarakat terus menjadi perhatian serius BAZNAS. Melalui Program Rumah Layak Huni dari BAZNAS RI, BAZNAS Kabupaten Trenggalek kembali menyalurkan bantuan bedah rumah kepada empat warga yang berada dalam kondisi serba terbatas. Mereka adalah Ibu Supiyah dari Desa Ngadimulyo-Kec. Kampak, Bapak M. Tohir dari Desa Pandean-Kec. Dongko, Ibu Mijah dari Desa Ngentrong-Kec. Karangan dan Ibu Tumini dari Desa Nglebo-Kec. Suruh yang masing-masing telah lama hidup dalam kondisi hunian yang tak lagi layak ditinggali.
Program ini tidak hanya sekadar menghadirkan bangunan fisik, tetapi juga merupakan wujud nyata bahwa dana zakat mampu menjadi pendorong perubahan sosial yang signifikan. Dengan memprioritaskan warga yang tinggal di rumah tidak layak huni, BAZNAS berupaya membuka jalan bagi masyarakat untuk merasakan kehidupan yang lebih bermartabat.
Kondisi Rumah Tak Layak yang Menjadi Prioritas
Sebagian besar penerima bantuan adalah warga yang bertahun-tahun tinggal di rumah yang sudah lapuk, sempit, dan minim fasilitas. Banyak dari bangunan tersebut tak lagi mampu melindungi penghuninya dari hujan, angin, maupun suhu ekstrem. Pada beberapa lokasi, kondisi lantai masih berupa tanah, dinding rapuh, serta atap yang rawan ambruk setiap saat.
Di Desa Ngadimulyo, misalnya, rumah Supiyah telah lama menjadi sorotan masyarakat sekitar. Dengan kondisi ekonomi yang pas-pasan, ia tidak mampu melakukan perbaikan apa pun. Setiap turun hujan, ia cemas memikirkan keselamatan diri dan anggota keluarga. Bantuan dari BAZNAS ini menjadi jawaban atas doa dan harapan yang selama ini ia gantungkan.
Sementara itu, di Desa Pandean, rumah milik M. Tohir juga tak kalah memprihatinkan. Lantai kayu yang rapuh, dinding yang berlubang, serta kondisi atap yang bocor membuat aktivitas sehari-hari menjadi semakin berat. Tohir, yang bekerja serabutan, nyaris mustahil melakukan renovasi dengan penghasilannya yang sangat terbatas.
Di Desa Ngentrong, situasi yang dialami oleh Mijah pun hampir serupa. Kesederhanaan hidup membuatnya bertahan dalam rumah seadanya, meski kondisi bangunan tersebut sudah jauh dari kata layak. Bantuan dari BAZNAS menjadi angin segar yang membawa harapan baru bagi kehidupan Ibu Mijah dan keluarganya.
Sementara itu, di Desa Nglebo, Ibu Tumini menjadi penerima manfaat keempat. Sebagai kepala keluarga yang harus berjuang seorang diri, ia bertahan hidup di rumah dengan kondisi yang memprihatinkan. Tidak jarang ia kesulitan tidur ketika angin kencang datang karena takut rumahnya runtuh kapan saja. Kini, bantuan dari BAZNAS membuat Ibu Tumini bisa bernapas lega dan menatap masa depan dengan lebih percaya diri.
Wujud Kepedulian Bersama, Bukan Sekadar Bantuan
Proses penyerahan bantuan rumah layak huni ini dilakukan secara langsung oleh BAZNAS Trenggalek dengan melibatkan perangkat desa dan tokoh masyarakat setempat. Hal ini menunjukkan bahwa program tersebut bukan hanya inisiatif lembaga, tetapi disambut sebagai gerakan sosial yang melibatkan seluruh elemen masyarakat.
Ketua BAZNAS Trenggalek menyampaikan bahwa bantuan ini merupakan amanah dari para muzakki di seluruh Indonesia melalui BAZNAS RI. Karena itu, proses penyaluran dilakukan dengan penuh tanggung jawab, transparan, dan tepat sasaran. “Program Rumah Layak Huni bukan sekadar membangun rumah, tetapi membangun kembali semangat hidup dan menjaga martabat masyarakat yang selama ini hidup dalam keterbatasan,” ungkapnya.
Bantuan ini juga menjadi stimulus agar masyarakat lain turut bergerak dalam semangat gotong royong. Sejumlah warga di sekitar lokasi penerima manfaat juga ikut membantu proses pembangunan, mulai dari pembersihan area, pengangkutan material, hingga kerja bakti bersama. Kehangatan kebersamaan inilah yang membuat setiap rumah yang dibangun terasa lebih hidup dan penuh nilai kebajikan.
Menghadirkan Rumah, Menghadirkan Harapan
Keempat penerima manfaat tidak mampu menyembunyikan rasa haru dan syukur mereka. Dengan suara yang bergetar, mereka menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu mewujudkan rumah impian mereka. Bagi mereka, bantuan ini bukan hanya soal bangunan baru, tetapi tentang harapan untuk hidup lebih layak, serta lingkungan yang lebih aman bagi keluarga mereka.
BAZNAS berharap bahwa Program Rumah Layak Huni dapat menjadi inspirasi dan contoh bahwa pengelolaan zakat yang amanah mampu memberikan dampak besar dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Dengan terus memperluas jangkauan program ini, BAZNAS berkomitmen untuk menghadirkan lebih banyak rumah yang layak, lebih banyak senyuman, dan lebih banyak harapan di tengah masyarakat.
Sahabat BAZNAS juga bisa jadi bagian dari aksi kebaikan ini dengan cara sedekah melalui ????kabtrenggalek.baznas.go.id/sedekah
atau melalui rekening :
Bank Jatim 0222411114
BSI 7555557587
BRI 017701016626538
15/12/2025 | Humas

BAZNAS Trenggalek Serahkan Bantuan Bedah Rumah di 3 desa di Kecamatan Durenan
BAZNAS Kabupaten Trenggalek kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui program bedah rumah. Kali ini, bantuan disalurkan ke tiga titik lokasi berbeda, yakni di desa Semarum, desa Gdor dan desa Kamulan kecamatan Durenan.
Program bedah rumah ini merupakan salah satu bentuk nyata dari penyaluran dana zakat, infak, dan sedekah yang dikelola oleh BAZNAS Trenggalek. Sasaran bantuan adalah warga yang tinggal di hunian tidak layak dan tergolong mustahik (penerima zakat) sesuai ketentuan syariah.
Pimpinan BAZNAS Trenggalek menyampaikan bahwa program ini tidak hanya bertujuan memberikan tempat tinggal yang layak, tetapi juga membangun kembali semangat dan harapan keluarga penerima bantuan.
"Melalui program bedah rumah ini, kami ingin menghadirkan kebahagiaan dan harapan baru bagi saudara-saudara kita yang membutuhkan. Ini adalah bentuk kepedulian dan amanah dari para muzakki yang harus kami jaga dan salurkan dengan tepat sasaran," ungkapnya.
Warga penerima manfaat bersyukur dan berterima kasih atas bantuan yang diterima.
BAZNAS Trenggalek terus mengajak masyarakat, khususnya para muzakki, untuk menunaikan zakat melalui lembaga resmi. Dengan kolaborasi yang kuat antara umat dan lembaga zakat, diharapkan semakin banyak warga yang dapat merasakan manfaat nyata dari dana zakat.
Terima kasih Muzakki, zakat anda memberdayakan banyak umat.
10/12/2025 | Humas

BAZNAS bersama Bupati Trenggalek Berikan Bantuan Bedah Rumah 17 Agustus
Raut bahagia terpancar di wajah Mbah Rebo (68 tahun) dan keluarga. Rumahnya menjadi salah satu sasaran program 17 Agustus Bedah 17 Rumah yang digagas oleh BAZNAS Trenggalek.
.
Kurang lebih sudah setahun sejak rumah milik Mbah Rebo mengalami rubuh akibat kondisi bangunan yang sudah lapuk dimakan usia. Sekarang Mbah Rebo bersama keluarga bisa bernafas lega dan tinggal dengan nyaman dirumahnya yang kini sudah dibedah.
.
Di momen Peringatan HUT ke-80 Republik Indonesia ini, Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin dan Wakil Bupati Syah Mohamad Natanegara bersama Forkopimda kunjungi rumah Mbah Rebo di Desa Kerjo Kecamatan Karangan, Minggu (17/8/2025).
.
"Saya terima kasih ke seluruh masyarakat yang telah menasarufkan zakatnya, beginilah suasana semesta zakat di Kabupaten Trenggalek," ucap Mas Bupati Ipin.
.
"Kita selalu berbagi kebahagiaan di momen 17 Agustus, momen kemerdekaan yang sekecil-kecilnya, sandang papan pangan harus tercukupi, meskipun tidak bisa serentak langsung, tapi berproses, berprogres," sambungnya.
.
Mas Bupati Ipin menambahkan bahwa kunjungannya tersebut juga untuk mengapresiasi semua pihak. Baik warga yang melaporkan sampai mengusulkan. Hingga sinergitas TNI dan Polri bersama warga sekitar yang gotong royong memperbaiki rumah Mbah Rebo.
10/12/2025 | Humas
Artikel Terbaru
Panduan Lengkap Cara Berqurban Sesuai Syariat Islam
Ibadah qurban merupakan salah satu amalan yang sangat dianjurkan dalam Islam, khususnya pada bulan Dzulhijjah. Qurban dilaksanakan setiap Hari Raya Iduladha dan hari tasyrik sebagai bentuk ketaatan kepada Allah SWT serta meneladani pengorbanan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS. Selain memiliki nilai ibadah, qurban juga mengandung makna sosial karena dagingnya dibagikan kepada masyarakat, terutama fakir miskin dan kaum dhuafa.
Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Kautsar ayat 2:
“Maka dirikanlah salat karena Tuhanmu, dan berqurbanlah.”
Ayat tersebut menunjukkan bahwa qurban merupakan ibadah yang memiliki kedudukan penting dalam Islam. Agar pelaksanaannya sah dan bernilai ibadah, umat Islam perlu memahami tata cara berqurban sesuai syariat.
1. Niat Ikhlas Karena Allah SWT
Hal pertama yang harus diperhatikan dalam berqurban adalah niat. Qurban harus dilakukan semata-mata untuk mencari ridha Allah SWT, bukan untuk pamer, gengsi, atau tujuan duniawi lainnya. Keikhlasan menjadi kunci diterimanya setiap amal ibadah.
Sebelum melaksanakan qurban, seorang muslim dianjurkan berniat dalam hati untuk menjalankan ibadah qurban karena Allah SWT.
2. Memilih Hewan Qurban yang Sesuai Syariat
Islam telah menetapkan jenis hewan yang boleh dijadikan qurban, yaitu:
Kambing atau domba
Sapi
Kerbau
Unta
Hewan qurban juga harus memenuhi syarat tertentu, di antaranya:
a. Cukup Umur
Kambing minimal berusia 1 tahun
Domba minimal 6 bulan jika sudah tampak besar
Sapi atau kerbau minimal 2 tahun
Unta minimal 5 tahun
b. Sehat dan Tidak Cacat
Hewan qurban tidak boleh:
Buta
Sakit parah
Sangat kurus
Pincang berat
Memiliki cacat yang jelas
Memilih hewan terbaik merupakan bentuk penghormatan dalam beribadah kepada Allah SWT.
3. Waktu Penyembelihan Qurban
Penyembelihan hewan qurban dilakukan setelah salat Iduladha pada tanggal 10 Dzulhijjah hingga akhir hari tasyrik, yaitu tanggal 13 Dzulhijjah sebelum matahari terbenam.
Rasulullah SAW bersabda:
“Barang siapa menyembelih sebelum salat Id, maka itu hanyalah daging biasa, bukan qurban.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Karena itu, penting memastikan penyembelihan dilakukan pada waktu yang telah ditentukan syariat.
4. Tata Cara Menyembelih Hewan Qurban
Dalam Islam, penyembelihan harus dilakukan dengan cara yang baik dan penuh kasih sayang terhadap hewan. Berikut beberapa adab menyembelih qurban:
Menggunakan pisau yang tajam
Tidak menyiksa hewan
Membaringkan hewan menghadap kiblat
Membaca basmalah dan takbir
Doa yang biasa dibaca saat menyembelih:
“Bismillahi Allahu Akbar.”
Penyembelihan dilakukan dengan memotong saluran pernapasan, saluran makanan, dan dua pembuluh darah di leher agar hewan cepat mati dan tidak tersiksa.
5. Pembagian Daging Qurban
Daging qurban dianjurkan dibagi menjadi tiga bagian:
Untuk diri sendiri dan keluarga
Untuk kerabat atau tetangga
Untuk fakir miskin
Namun, pembagian ini tidak bersifat wajib dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat sekitar. Yang terpenting adalah memastikan kaum dhuafa juga merasakan kebahagiaan Iduladha.
Orang yang berqurban diperbolehkan memakan sebagian daging qurbannya sebagai bentuk rasa syukur.
6. Larangan dalam Qurban
Beberapa hal yang perlu diperhatikan agar qurban tetap sesuai syariat:
Tidak menjual bagian hewan qurban, termasuk kulitnya
Tidak memberikan upah penyembelih dari bagian hewan qurban
Tidak menyembelih di luar waktu yang ditentukan
Upah panitia atau penyembelih sebaiknya diberikan dalam bentuk uang atau dari sumber lain, bukan dari hasil qurban.
7. Hikmah Ibadah Qurban
Ibadah qurban mengajarkan banyak nilai kehidupan, di antaranya:
Meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT
Menumbuhkan keikhlasan dan pengorbanan
Mempererat kepedulian sosial
Membantu masyarakat yang membutuhkan
Menumbuhkan rasa syukur atas nikmat Allah SWT
Qurban bukan hanya tentang menyembelih hewan, tetapi juga tentang menyembelih sifat egois, cinta dunia berlebihan, dan meningkatkan kepedulian terhadap sesama.
Ibadah qurban adalah amalan mulia yang memiliki pahala besar di sisi Allah SWT. Dengan memahami tata cara berqurban sesuai syariat Islam, umat Muslim dapat menjalankan ibadah ini dengan benar dan penuh keberkahan.
Momentum Iduladha hendaknya menjadi sarana untuk meningkatkan keimanan, kepedulian sosial, dan semangat berbagi kepada sesama. Semoga Allah SWT menerima amal qurban kita dan menjadikannya sebagai jalan mendekatkan diri kepada-Nya. Aamiin.
19/05/2026 | Humas
Hukum Qurban dalam Islam Wajib atau Sunnah Ini Penjelasan Ulama
Ibadah qurban merupakan salah satu syariat penting dalam Islam yang dilaksanakan setiap Hari Raya Idul Adha. Selain menjadi bentuk ketaatan kepada Allah SWT, qurban juga memiliki dimensi sosial yang kuat karena dagingnya dibagikan kepada masyarakat, khususnya mereka yang membutuhkan. Namun, sering muncul pertanyaan di kalangan umat Islam: apakah qurban itu wajib atau hanya sunnah?
Perbedaan pendapat ini sebenarnya sudah lama dibahas oleh para ulama dari berbagai mazhab. Secara umum, terdapat dua pandangan utama mengenai hukum qurban.
Pendapat pertama menyatakan bahwa qurban hukumnya wajib bagi setiap Muslim yang mampu. Pandangan ini dipegang oleh sebagian ulama, terutama dari mazhab Hanafi. Mereka berargumen bahwa perintah berqurban dalam Al-Qur’an, seperti dalam Surah Al-Kautsar ayat 2, menunjukkan kewajiban: “Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu dan berqurbanlah.” Selain itu, terdapat hadis yang menyebutkan ancaman bagi orang yang mampu tetapi tidak berqurban. Dari sini, mereka memahami bahwa qurban bukan sekadar anjuran, melainkan kewajiban yang harus ditunaikan oleh yang memiliki kelapangan rezeki.
Sementara itu, pendapat kedua yang dianut oleh mayoritas ulama, seperti mazhab Syafi’i, Maliki, dan Hanbali, menyatakan bahwa qurban hukumnya sunnah muakkadah (sunnah yang sangat dianjurkan). Artinya, ibadah ini sangat dianjurkan untuk dilakukan, tetapi tidak berdosa jika ditinggalkan. Mereka berpendapat bahwa Rasulullah SAW secara konsisten melaksanakan qurban, namun tidak pernah mewajibkannya kepada seluruh umat. Hadis-hadis yang ada lebih menunjukkan anjuran kuat, bukan kewajiban mutlak.
Terlepas dari perbedaan pendapat tersebut, semua ulama sepakat bahwa qurban memiliki keutamaan yang sangat besar. Ibadah ini bukan hanya tentang menyembelih hewan, tetapi juga simbol keikhlasan, pengorbanan, dan ketundukan kepada Allah SWT, sebagaimana dicontohkan oleh Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS. Kisah ini menjadi pelajaran bahwa ketaatan kepada Allah harus diutamakan di atas segalanya.
Selain nilai spiritual, qurban juga memiliki dampak sosial yang luar biasa. Daging qurban yang dibagikan mampu membantu masyarakat kurang mampu merasakan kebahagiaan di hari raya. Ini menjadi wujud nyata dari kepedulian dan solidaritas antar sesama umat Muslim.
Oleh karena itu, meskipun sebagian ulama menyatakan qurban sebagai sunnah muakkadah, semangat untuk melaksanakannya seharusnya tetap tinggi, terutama bagi mereka yang memiliki kemampuan. Qurban bukan sekadar ibadah ritual, tetapi juga sarana untuk membersihkan hati dari sifat kikir dan menumbuhkan rasa empati.
Pada akhirnya, baik dianggap wajib maupun sunnah, qurban tetap merupakan ibadah yang sangat dianjurkan dalam Islam. Bagi yang mampu, melaksanakannya adalah bentuk ketaatan sekaligus kontribusi nyata dalam memperkuat ukhuwah dan kepedulian sosial. Mari jadikan momen Idul Adha sebagai kesempatan untuk mendekatkan diri kepada Allah sekaligus berbagi kebahagiaan dengan sesama.
30/04/2026 | Humas
Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Berqurban dan Cara Menghindarinya
Ibadah qurban merupakan momen istimewa bagi umat Islam untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT sekaligus berbagi kebahagiaan dengan sesama. Namun, di balik semangat tersebut, masih banyak kesalahan yang kerap terjadi dalam pelaksanaan qurban—baik karena kurangnya pemahaman maupun kelalaian. Agar ibadah ini benar-benar bernilai maksimal, penting bagi kita untuk mengenali kesalahan-kesalahan tersebut dan mengetahui cara menghindarinya.
Salah satu kesalahan yang paling umum adalah tidak memperhatikan syarat hewan qurban. Dalam syariat Islam, hewan qurban harus memenuhi kriteria tertentu, seperti cukup umur, sehat, dan tidak cacat. Namun, masih ada yang memilih hewan hanya berdasarkan harga murah tanpa memastikan kelayakannya. Untuk menghindari hal ini, pastikan membeli hewan dari penjual terpercaya dan periksa kondisi fisiknya secara langsung, atau melalui lembaga yang amanah.
Kesalahan berikutnya adalah niat yang kurang tepat. Qurban bukan sekadar tradisi tahunan atau ajang gengsi, melainkan ibadah yang harus dilandasi keikhlasan. Ada kalanya seseorang berqurban hanya karena mengikuti lingkungan atau ingin mendapat pujian. Padahal, nilai utama qurban terletak pada niat yang tulus karena Allah SWT. Oleh sebab itu, penting untuk meluruskan niat sejak awal agar ibadah menjadi lebih bermakna.
Selain itu, kesalahan dalam penyembelihan juga sering terjadi. Penyembelihan hewan qurban harus memenuhi tata cara yang sesuai syariat, seperti menggunakan alat yang tajam, membaca basmalah, dan memastikan hewan tidak tersiksa. Dalam praktiknya, ada yang kurang memperhatikan aspek ini sehingga mengurangi kesempurnaan ibadah. Solusinya, serahkan proses penyembelihan kepada orang yang berpengalaman atau panitia yang memahami aturan syariat.
Kesalahan lainnya adalah pembagian daging yang tidak tepat sasaran. Tujuan utama qurban adalah membantu mereka yang membutuhkan. Namun, terkadang pembagian tidak merata atau justru lebih banyak diberikan kepada orang yang mampu. Agar tepat sasaran, panitia atau pekurban sebaiknya melakukan pendataan mustahik (penerima) terlebih dahulu dan memastikan distribusi berjalan adil.
Tak kalah penting, banyak orang yang mengabaikan waktu pelaksanaan qurban. Penyembelihan hewan qurban hanya sah dilakukan pada waktu yang telah ditentukan, yaitu setelah shalat Idul Adha hingga hari tasyrik. Melakukan penyembelihan di luar waktu tersebut akan membuat qurban tidak sah. Oleh karena itu, penting untuk memahami jadwal yang benar dan berkoordinasi dengan panitia.
Terakhir, kesalahan yang sering terjadi adalah tidak menjaga kebersihan dan etika selama proses qurban. Padahal, Islam sangat menekankan kebersihan dan perlakuan baik terhadap hewan. Lingkungan yang kotor atau penanganan yang kasar tidak mencerminkan nilai-nilai Islam yang penuh kasih. Pastikan proses qurban dilakukan dengan tertib, bersih, dan penuh rasa tanggung jawab.
Dengan memahami berbagai kesalahan tersebut, kita dapat melaksanakan ibadah qurban dengan lebih baik dan sesuai tuntunan. Qurban bukan hanya tentang menyembelih hewan, tetapi juga tentang keikhlasan, kepedulian, dan ketaatan kepada Allah SWT. Mari jadikan momen ini sebagai kesempatan untuk memperbaiki diri dan berbagi kebaikan secara maksimal.
30/04/2026 | Humas








