WhatsApp Icon
banner
banner
banner
banner
banner
banner
banner
banner
banner
Statistik

Berita Terkini

BAZNAS Trenggalek kolaborasi bersama kitabisa.com, Salurkan 100 Jirigen dan 2 Tandon untuk Warga Ngulungwetan, program bantuan sedekah air bersih
BAZNAS Trenggalek kolaborasi bersama kitabisa.com, Salurkan 100 Jirigen dan 2 Tandon untuk Warga Ngulungwetan, program bantuan sedekah air bersih
TRENGGALEK — Kepedulian terhadap masyarakat yang tengah menghadapi keterbatasan akses air bersih kembali ditunjukkan oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Trenggalek. Pada Kamis (17/09), BAZNAS Trenggalek menyalurkan bantuan berupa 100 jirigen dan 2 tandon air kepada warga Desa Ngulungwetan, Kecamatan Munjungan, Kabupaten Trenggalek. Bantuan tersebut menjadi bentuk nyata kepedulian BAZNAS Trenggalek terhadap kebutuhan dasar masyarakat, khususnya dalam memenuhi ketersediaan air bersih. Tidak hanya sekadar menyalurkan bantuan, proses distribusi juga dilakukan secara langsung oleh Ketua BAZNAS Kabupaten Trenggalek, H. Mahsun Ismail, yang turut mengantarkan bantuan hingga ke lokasi. Kehadiran langsung pimpinan BAZNAS Trenggalek di tengah masyarakat menjadi pesan kuat bahwa persoalan air bersih bukan sekadar persoalan teknis, melainkan menyangkut kebutuhan dasar dan keberlangsungan kehidupan warga sehari-hari. Sebanyak 100 jirigen yang disalurkan diharapkan dapat membantu masyarakat dalam mengambil, membawa, serta menyimpan air untuk kebutuhan sehari-hari. Sementara itu, dua unit tandon air disiapkan sebagai sarana penampungan sehingga distribusi air kepada masyarakat dapat dilakukan dengan lebih mudah dan tertata. Bagi sebagian masyarakat, ketersediaan air bersih mungkin merupakan sesuatu yang sederhana dan mudah diperoleh. Namun bagi warga yang tinggal di wilayah dengan keterbatasan sumber air, setiap tetes air memiliki arti yang sangat besar. Air dibutuhkan untuk berbagai aktivitas, mulai dari memasak, minum, membersihkan diri, hingga memenuhi kebutuhan rumah tangga lainnya. Melalui bantuan tersebut, BAZNAS Trenggalek berupaya hadir menjawab kebutuhan masyarakat secara langsung. Bantuan yang diberikan bukan hanya berupa barang, tetapi juga membawa harapan agar masyarakat dapat menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih ringan di tengah kondisi keterbatasan air. Ketua BAZNAS Trenggalek, H. Mahsun Ismail, dalam kesempatan tersebut turut melihat secara langsung kondisi masyarakat dan kebutuhan yang ada di lapangan. Penyaluran secara langsung menjadi bagian penting dari upaya memastikan bantuan yang berasal dari amanah para muzaki dapat benar-benar sampai dan memberikan manfaat kepada masyarakat yang membutuhkan. BAZNAS Trenggalek selama ini terus berupaya mengoptimalkan pengelolaan zakat, infak, dan sedekah agar manfaatnya dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat. Salah satu bentuknya adalah menghadirkan program bantuan yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan dasar warga. Bantuan untuk warga Ngulungwetan ini sekaligus menunjukkan bahwa semangat berbagi dapat diwujudkan melalui berbagai bentuk. Ketika masyarakat menghadapi persoalan air bersih, kepedulian dapat hadir dalam bentuk sarana penampungan maupun wadah untuk membawa air. Hal sederhana tersebut dapat menjadi sangat berarti ketika diberikan pada saat yang tepat dan kepada mereka yang membutuhkan. Di sisi lain, penyaluran bantuan ini juga menjadi pengingat bahwa persoalan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat membutuhkan perhatian dan kepedulian bersama. Pemerintah, lembaga sosial, organisasi kemasyarakatan, serta masyarakat secara umum memiliki peran penting dalam membangun budaya saling membantu dan gotong royong. BAZNAS Trenggalek berharap bantuan berupa 100 jirigen dan 2 tandon tersebut dapat memberikan manfaat nyata bagi warga Ngulungwetan. Lebih dari itu, bantuan ini diharapkan mampu menjadi bagian dari ikhtiar bersama dalam meringankan beban masyarakat serta menjaga semangat kepedulian di tengah kehidupan bermasyarakat. Kehadiran BAZNAS di tengah warga juga menjadi wujud dari semangat bahwa zakat bukan hanya tentang menunaikan kewajiban, tetapi juga tentang menghadirkan kebermanfaatan. Dana yang dihimpun dari masyarakat melalui zakat, infak, dan sedekah dapat kembali kepada masyarakat dalam berbagai bentuk program yang menyentuh kebutuhan nyata. Penyaluran bantuan air bersih di Ngulungwetan menjadi salah satu gambaran bagaimana nilai kepedulian dapat diterjemahkan menjadi aksi. 100 jirigen dan 2 tandon mungkin terlihat sederhana, tetapi bagi warga yang membutuhkan akses air, bantuan tersebut memiliki arti yang jauh lebih besar. Dengan mengantarkan bantuan secara langsung, H. Mahsun Ismail bersama jajaran BAZNAS Trenggalek menunjukkan bahwa kepedulian tidak cukup hanya disampaikan, tetapi perlu diwujudkan dengan hadir, melihat, mendengar, dan membantu masyarakat secara nyata. Semangat tersebut diharapkan terus tumbuh dan menjadi energi bersama untuk menghadirkan lebih banyak manfaat bagi masyarakat Trenggalek. Sebab, ketika zakat dikelola dengan amanah dan disalurkan kepada mereka yang membutuhkan, maka setiap rupiah yang ditunaikan dapat berubah menjadi harapan, dan setiap bantuan yang diberikan dapat menjadi jalan untuk meringankan beban sesama. BAZNAS Trenggalek hadir, berbagi, dan bergerak bersama masyarakat. Dari kepedulian, tumbuh kebermanfaatan. Dari zakat, hadir harapan.
17/09/2026 | Humas
BAZNAS Trenggalek Bantu Perbaikan Rumah Keluarga Imam Rofi’i yang Nyaris Ambruk
BAZNAS Trenggalek Bantu Perbaikan Rumah Keluarga Imam Rofi’i yang Nyaris Ambruk
Kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan kembali diwujudkan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Trenggalek. Kali ini, BAZNAS Trenggalek memberikan bantuan untuk perbaikan rumah keluarga Imam Rofi’i, warga Desa Craken, Kecamatan Munjungan, Kabupaten Trenggalek, yang selama ini tinggal di rumah sederhana dengan kondisi memprihatinkan dan rawan ambruk. Bantuan tersebut diantarkan langsung oleh Ketua BAZNAS Trenggalek, H. Mahsun Ismail, pada Kamis (17/09). Kehadiran langsung pimpinan BAZNAS di lokasi menjadi bentuk kepedulian sekaligus ikhtiar untuk memastikan bantuan yang diberikan dapat benar-benar memberikan manfaat bagi keluarga penerima. Rumah yang selama ini menjadi tempat berteduh keluarga Imam Rofi’i berada dalam kondisi yang membutuhkan perhatian. Dengan kondisi bangunan yang sangat sederhana dan sejumlah bagian yang telah mengalami kerusakan, keselamatan keluarga menjadi salah satu persoalan yang perlu segera mendapatkan penanganan. Di tengah keterbatasan ekonomi, memperbaiki rumah tentu bukan perkara mudah. Kebutuhan sehari-hari harus tetap dipenuhi, sementara biaya perbaikan rumah membutuhkan dana yang tidak sedikit. Kondisi tersebut membuat keluarga Imam Rofi’i harus bertahan di rumah yang belum sepenuhnya memberikan rasa aman dan nyaman bagi penghuninya. Melalui bantuan perbaikan rumah ini, BAZNAS Trenggalek berupaya menghadirkan solusi atas persoalan yang dihadapi keluarga tersebut. Bantuan diharapkan dapat digunakan untuk memperbaiki bagian-bagian rumah yang rusak sehingga bangunan menjadi lebih layak, aman, dan nyaman untuk ditempati. Bagi sebuah keluarga, rumah bukan sekadar bangunan berdinding dan beratap. Rumah merupakan tempat berkumpul, beristirahat, membangun harapan, serta menjalani kehidupan bersama. Karena itu, membantu memperbaiki rumah warga yang berada dalam kondisi rawan merupakan bagian dari upaya menjaga martabat dan keselamatan keluarga. Kehadiran BAZNAS Trenggalek di rumah keluarga Imam Rofi’i juga menjadi gambaran nyata bagaimana zakat, infak, dan sedekah yang dihimpun dari masyarakat dapat kembali dirasakan manfaatnya oleh mereka yang membutuhkan. Ketua BAZNAS Trenggalek, H. Mahsun Ismail, secara langsung mengantarkan bantuan tersebut kepada keluarga penerima. Langkah ini sekaligus menunjukkan komitmen BAZNAS untuk tidak hanya menyalurkan bantuan, tetapi juga hadir lebih dekat dengan masyarakat dan melihat secara langsung kondisi yang dihadapi para penerima manfaat. Bantuan tersebut diharapkan menjadi awal dari proses perbaikan rumah keluarga Imam Rofi’i agar ke depan dapat memiliki tempat tinggal yang lebih aman. Tidak lagi dihantui kekhawatiran terhadap kondisi bangunan, keluarga diharapkan dapat menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih tenang dan nyaman. Penyaluran bantuan ini juga menjadi pengingat bahwa kepedulian sosial dapat memberikan dampak yang sangat besar bagi kehidupan seseorang. Apa yang mungkin terlihat sebagai bantuan sederhana, bagi keluarga penerima dapat menjadi sebuah harapan baru. BAZNAS Trenggalek terus berkomitmen mengoptimalkan dana zakat, infak, dan sedekah untuk berbagai program kemanusiaan dan pemberdayaan masyarakat. Bantuan perbaikan rumah menjadi salah satu bentuk nyata dari upaya tersebut, khususnya bagi keluarga yang memiliki keterbatasan dan membutuhkan dukungan untuk memenuhi kebutuhan dasar. Kisah keluarga Imam Rofi’i menjadi bukti bahwa masih banyak masyarakat yang membutuhkan uluran tangan. Di tengah keterbatasan, kepedulian dari para muzaki melalui BAZNAS dapat menjadi jembatan untuk menghadirkan perubahan nyata. Lebih dari sekadar memperbaiki bangunan, bantuan ini membawa pesan tentang gotong royong, kepedulian, dan harapan. Sebuah rumah yang lebih layak berarti sebuah keluarga mendapatkan ruang untuk hidup dengan lebih aman. Sebuah bantuan yang disalurkan dengan amanah berarti ada harapan yang kembali tumbuh. Melalui bantuan tersebut, BAZNAS Trenggalek berharap keluarga Imam Rofi’i dapat segera memiliki rumah yang lebih kokoh dan layak huni. Semoga langkah kecil ini menjadi bagian dari kebaikan yang terus berlanjut dan menginspirasi lebih banyak pihak untuk bersama-sama peduli terhadap sesama. Karena zakat bukan hanya tentang memberi. Zakat adalah tentang menghadirkan manfaat, menguatkan yang lemah, dan menumbuhkan harapan bagi mereka yang membutuhkan. Dari kepedulian masyarakat, BAZNAS Trenggalek hadir untuk menjadi jembatan kebaikan—mengubah amanah menjadi bantuan, bantuan menjadi harapan, dan harapan menjadi kehidupan yang lebih baik.
17/09/2026 | Humas
Jaka Swara Drum Salurkan Bantuan 15 Jirigen melalui BAZNAS Trenggalek untuk Mustahik
Jaka Swara Drum Salurkan Bantuan 15 Jirigen melalui BAZNAS Trenggalek untuk Mustahik
Kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan terus tumbuh melalui kolaborasi antara lembaga dan berbagai pihak yang memiliki komitmen untuk berbagi. Kali ini, Jaka Swara Drum menyalurkan bantuan berupa 15 jirigen melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Trenggalek pada Rabu (16/09). Bantuan tersebut nantinya dimanfaatkan dan disalurkan kepada mustahik, khususnya masyarakat yang membutuhkan dukungan dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Penyaluran melalui BAZNAS Trenggalek menjadi langkah strategis agar bantuan dapat diterima oleh mereka yang tepat sasaran dan benar-benar membutuhkan. Bantuan 15 jirigen yang diserahkan Jaka Swara Drum tidak berhenti pada proses serah terima. BAZNAS Trenggalek selanjutnya menyalurkan bantuan tersebut kepada warga Desa Ngadimulyo, Kecamatan Kampak, Kabupaten Trenggalek. Penyaluran ini menjadi salah satu bentuk nyata semangat gotong royong dalam membantu masyarakat. Bantuan yang diberikan mungkin terlihat sederhana, namun keberadaannya dapat memberikan manfaat besar bagi warga yang membutuhkan, terutama ketika sarana untuk membawa dan menyimpan air menjadi bagian penting dalam aktivitas sehari-hari. Melalui bantuan tersebut, Jaka Swara Drum menunjukkan bahwa kepedulian sosial dapat diwujudkan dengan berbagai cara. Tidak harus dalam jumlah besar, sebuah bantuan yang diberikan dengan niat tulus dan disalurkan melalui jalur yang tepat dapat menjadi bagian dari solusi bagi masyarakat. Sementara itu, BAZNAS Trenggalek berperan sebagai jembatan kebaikan antara pihak yang ingin berbagi dengan masyarakat yang membutuhkan. Amanah bantuan yang diterima kemudian disalurkan kepada mustahik berdasarkan kebutuhan di lapangan. Warga Desa Ngadimulyo, Kecamatan Kampak, menjadi penerima manfaat dari bantuan 15 jirigen tersebut. Diharapkan bantuan ini dapat digunakan dengan sebaik-baiknya dan memberikan kemudahan bagi warga dalam memenuhi kebutuhan mereka. Kolaborasi seperti ini menjadi bukti bahwa kepedulian terhadap sesama merupakan tanggung jawab bersama. Ketika dunia usaha, komunitas, lembaga sosial, dan masyarakat dapat bergerak bersama, manfaat yang dihasilkan akan semakin luas. BAZNAS Trenggalek sendiri terus mendorong agar pengelolaan zakat, infak, sedekah, maupun bantuan sosial dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Setiap amanah yang dititipkan diupayakan untuk disalurkan kepada penerima yang membutuhkan dengan prinsip tepat sasaran dan memberikan kemanfaatan. Bantuan dari Jaka Swara Drum juga menjadi bagian dari semangat tersebut. Lima belas jirigen yang disalurkan bukan sekadar benda, tetapi merupakan bentuk kepedulian yang kemudian diteruskan hingga sampai kepada masyarakat. Bagi penerima manfaat, kehadiran bantuan tersebut dapat menjadi pengingat bahwa mereka tidak berjalan sendiri. Masih ada banyak pihak yang peduli dan bersedia berbagi ketika masyarakat menghadapi keterbatasan. Semangat berbagi inilah yang perlu terus dirawat. Sebab, persoalan sosial di masyarakat tidak selalu dapat diselesaikan oleh satu pihak saja. Diperlukan sinergi, kepedulian, dan kesediaan untuk bergandengan tangan. Melalui penyaluran bantuan 15 jirigen ini, Jaka Swara Drum bersama BAZNAS Trenggalek telah menunjukkan bahwa kolaborasi sederhana dapat menghasilkan manfaat yang nyata. Dari satu pihak yang berbagi, melalui lembaga yang mengelola amanah, kemudian sampai kepada warga yang membutuhkan. Ke depan, sinergi semacam ini diharapkan terus berkembang dan melibatkan lebih banyak pihak. Semakin banyak kepedulian yang dihimpun, semakin luas pula manfaat yang dapat diberikan kepada masyarakat. Bantuan tersebut juga menjadi pesan bahwa kebaikan tidak pernah mengenal ukuran. Lima belas jirigen mungkin hanya sebuah angka, tetapi bagi mereka yang membutuhkan, bantuan itu bisa berarti kemudahan, perhatian, dan harapan. BAZNAS Trenggalek menyampaikan apresiasi atas kepedulian Jaka Swara Drum yang telah mempercayakan bantuan tersebut untuk disalurkan kepada masyarakat. Semoga kebaikan yang diberikan menjadi amal yang terus mengalir dan memberikan manfaat bagi para penerima. Dari kepedulian lahir kolaborasi. Dari kolaborasi hadir kebermanfaatan. Dan dari kebermanfaatan, tumbuh harapan untuk masyarakat Trenggalek yang lebih kuat dan saling peduli.
17/09/2026 | Humas

Agenda Pimpinan

BAZNAS Trenggalek Serahkan Bantuan Ternak dan Gerobak UMKM dalam ajang BAZNAS Awards 2025
BAZNAS Trenggalek Serahkan Bantuan Ternak dan Gerobak UMKM dalam ajang BAZNAS Awards 2025
BAZNAS Kabupaten Trenggalek terus menunjukkan komitmennya dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat melalui pemanfaatan dana zakat, infak, dan sedekah secara produktif. Salah satu wujud nyata komitmen tersebut diwujudkan melalui penyerahan 20 unit gerobak UMKM (10 Gerobak BAZNAS Prov. Jawa Timur dan 10 Gerobak BAZNAS Trenggalek) dan bantuan ternak kambing kepada jamaah masjid sebagai bagian dari program pemberdayaan ekonomi berbasis masjid. Kegiatan penyerahan bantuan ini menjadi langkah strategis BAZNAS Trenggalek dalam mengoptimalkan peran masjid tidak hanya sebagai pusat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pemberdayaan umat. Jamaah masjid yang menerima bantuan yakni jamaah masjid Matlabul Ulum (Ds. Gador-Kec. Durenan) dan telah melalui proses seleksi serta pendampingan agar bantuan yang diberikan benar-benar tepat sasaran dan berkelanjutan. Bantuan ternak ini tidak hanya ditujukan sebagai pemenuhan kebutuhan jangka pendek, tetapi juga sebagai aset produktif yang dapat berkembang dan memberikan manfaat ekonomi berkelanjutan bagi penerima. Bantuan 20 gerobak UMKM disalurkan kepada pelaku usaha mikro yang selama ini terkendala modal dan sarana usaha. Gerobak tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan untuk berbagai jenis usaha kecil, seperti kuliner, minuman, maupun usaha dagang lainnya yang memiliki potensi meningkatkan pendapatan keluarga. Program bantuan gerobak UMKM dan ternak kambing ini merupakan bagian dari Program Jatim Makmur dan Program Trenggalek Makmur, salah satu program unggulan BAZNAS Jawa Timur dan BAZNAS Trenggalek yang fokus pada pemberdayaan ekonomi mustahik. Melalui program ini, BAZNAS mendorong mustahik agar mampu bertransformasi menjadi muzakki dengan memanfaatkan bantuan secara produktif dan bertanggung jawab. Dalam pelaksanaannya, BAZNAS Trenggalek tidak hanya memberikan bantuan fisik semata, tetapi juga disertai dengan pendampingan dan edukasi. Penerima bantuan diharapkan mampu mengelola usaha dengan baik, menjaga komitmen, serta memanfaatkan bantuan sebagai sarana peningkatan kesejahteraan keluarga. BAZNAS Trenggalek berharap bantuan 20 gerobak UMKM dan ternak kambing ini dapat menjadi pemantik semangat bagi jamaah masjid untuk lebih mandiri secara ekonomi. Dengan pengelolaan yang baik dan dukungan lingkungan sekitar, program ini diharapkan mampu menciptakan lapangan usaha baru, meningkatkan pendapatan keluarga, serta memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat. Melalui program pemberdayaan ekonomi berbasis masjid, BAZNAS Trenggalek terus berupaya menjadikan zakat sebagai instrumen strategis dalam pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan umat. Sinergi antara BAZNAS, pengurus masjid, dan jamaah diharapkan mampu menghadirkan manfaat zakat yang nyata, berkelanjutan, dan penuh keberkahan bagi masyarakat Kabupaten Trenggalek.

24-12-2025 | Humas

BAZNAS Trenggalek serahkan 14 Penghargaan dalam Ajang BAZNAS Awards 2025
BAZNAS Trenggalek serahkan 14 Penghargaan dalam Ajang BAZNAS Awards 2025
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Trenggalek kembali menggelar ajang apresiasi tahunan bertajuk BAZNAS Awards 2025 sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi dan komitmen Unit Pengumpul Zakat (UPZ) dalam mendukung pengelolaan zakat yang profesional, transparan, dan berkelanjutan. Dalam kegiatan ini, BAZNAS Trenggalek menyerahkan total 14 penghargaan kepada UPZ terbaik dari lingkup Pemerintah Kabupaten Trenggalek dan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Trenggalek. BAZNAS Awards 2025 menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara BAZNAS, UPZ, serta seluruh pemangku kepentingan dalam upaya meningkatkan kesadaran dan kepatuhan zakat, khususnya di lingkungan instansi pemerintah dan lembaga pendidikan. Penghargaan ini juga merupakan bentuk apresiasi nyata kepada UPZ yang selama ini konsisten berperan aktif dalam menghimpun zakat, infak, dan sedekah (ZIS) dari para muzakki. Untuk kategori UPZ Pengumpul Zakat Terbaik di Lingkup Pemerintah Kabupaten Trenggalek, BAZNAS Trenggalek memberikan penghargaan kepada 10 UPZ terbaik. Penghargaan terbaik pertama diraih oleh SMP Negeri 3 Tugu yang dinilai unggul dalam konsistensi pengumpulan zakat serta pengelolaan administrasi yang tertib dan akuntabel. Posisi terbaik kedua diraih oleh Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP), disusul Kecamatan Munjungan sebagai terbaik ketiga. Selanjutnya, penghargaan terbaik keempat diraih oleh Badan Kepegawaian Daerah (BKD), sementara Sekretariat Daerah Kabupaten Trenggalek menempati posisi terbaik kelima. Puskesmas Slawe meraih penghargaan terbaik keenam, diikuti Kecamatan Watulimo sebagai terbaik ketujuh. Untuk posisi terbaik kedelapan hingga kesepuluh masing-masing diraih oleh SMP Negeri 1 Watulimo, Kecamatan Tugu, dan SMP Negeri 1 Kampak. Seluruh UPZ penerima penghargaan tersebut dinilai telah menunjukkan komitmen tinggi dalam mendukung optimalisasi penghimpunan zakat melalui mekanisme yang sesuai dengan ketentuan syariat dan regulasi yang berlaku. Konsistensi, transparansi, serta partisipasi aktif dari pimpinan dan pegawai menjadi indikator utama dalam penilaian BAZNAS Trenggalek. Sementara itu, untuk kategori UPZ Terbaik di Lingkup Kantor Kementerian Agama Kabupaten Trenggalek, penghargaan terbaik pertama diraih oleh MTs Negeri 5 Trenggalek. Disusul MAN 2 Trenggalek sebagai terbaik kedua dan MTs Negeri 3 Trenggalek sebagai terbaik ketiga. Ketiga lembaga pendidikan tersebut dinilai berhasil membangun budaya sadar zakat di lingkungan kerja dan mampu menjadi contoh bagi lembaga lainnya. Selain itu, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Trenggalek juga menerima penghargaan khusus atas capaian luar biasa berupa komitmen seluruh pegawai dalam menunaikan zakat sebesar 2,5 persen. Penghargaan ini menjadi bukti kuat sinergi antara BAZNAS dan Kementerian Agama dalam menguatkan peran zakat sebagai instrumen pembangunan umat dan kesejahteraan masyarakat. Melalui BAZNAS Awards 2025, BAZNAS Trenggalek berharap semangat berzakat di lingkungan instansi pemerintah dan lembaga pendidikan semakin meningkat. Apresiasi ini tidak hanya menjadi bentuk penghormatan atas capaian kinerja, tetapi juga sebagai motivasi agar seluruh UPZ terus meningkatkan kualitas pelayanan, pengelolaan, serta kontribusi nyata bagi kesejahteraan masyarakat. Dengan adanya dukungan dan kolaborasi yang kuat antara BAZNAS, UPZ, dan para muzakki, BAZNAS Trenggalek optimistis pengelolaan zakat di Kabupaten Trenggalek akan semakin maju, berdaya guna, dan memberikan dampak nyata bagi mustahik serta pembangunan daerah secara berkelanjutan.

24-12-2025 | Humas

Paguyuban Sound Jenangan Trenggalek (PSJT) Serahkan Bantuan untuk Sumatera dan Aceh Melalui BAZNAS Trenggalek pada BAZNAS Award 2025
Paguyuban Sound Jenangan Trenggalek (PSJT) Serahkan Bantuan untuk Sumatera dan Aceh Melalui BAZNAS Trenggalek pada BAZNAS Award 2025
BAZNAS Kabupaten Trenggalek kembali menerima dukungan dan kepedulian dari berbagai elemen masyarakat. Kali ini, Paguyuban Sound Jenangan Trenggalek (PSJT) menunjukkan solidaritas sosialnya dengan menyerahkan bantuan kemanusiaan untuk saudara-saudara terdampak bencana di Sumatera dan Aceh. Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis melalui BAZNAS Trenggalek dalam rangkaian kegiatan BAZNAS Award 2025 yang digelar di Pendopo Manggala Praja Nugraha Trenggalek senilai Rp.39.872.500,-. Penyerahan bantuan ini menjadi bukti bahwa kepedulian terhadap sesama tidak mengenal batas profesi maupun latar belakang komunitas. PSJT yang dikenal sebagai wadah pelaku dan pecinta sound system di wilayah Trenggalek, turut mengambil peran dalam aksi kemanusiaan dengan menggalang donasi dari para anggotanya untuk membantu masyarakat yang tengah tertimpa musibah. Ketua BAZNAS Kabupaten Trenggalek menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan PSJT kepada BAZNAS sebagai lembaga resmi pengelola zakat, infak, dan sedekah. Menurutnya, kolaborasi dengan komunitas-komunitas masyarakat seperti PSJT merupakan bentuk sinergi yang sangat positif dalam memperluas jangkauan bantuan dan memperkuat solidaritas sosial. “BAZNAS tidak bisa berjalan sendiri. Dukungan dari komunitas, organisasi, dan masyarakat luas seperti Paguyuban Sound Jenangan Trenggalek ini menjadi kekuatan besar bagi kami untuk terus hadir membantu saudara-saudara yang membutuhkan, khususnya korban bencana di Sumatera dan Aceh,” ujarnya. Ia menambahkan, bantuan yang disalurkan melalui BAZNAS akan dikelola secara amanah, transparan, dan tepat sasaran, sesuai dengan prinsip pengelolaan dana umat. Seluruh donasi yang diterima akan segera disalurkan kepada masyarakat terdampak melalui program kebencanaan BAZNAS bekerja sama dengan BAZNAS daerah setempat dan pihak terkait. Perwakilan Paguyuban Sound Jenangan Trenggalek (PSJT) menyampaikan bahwa penyaluran bantuan ini merupakan wujud kepedulian dan empati terhadap penderitaan saudara-saudara sebangsa yang tengah menghadapi musibah. Meski berasal dari komunitas hobi, PSJT ingin menunjukkan bahwa komunitas juga memiliki tanggung jawab sosial dan dapat berkontribusi nyata bagi kemanusiaan. “Kami berharap bantuan yang kami salurkan melalui BAZNAS Trenggalek ini bisa sedikit meringankan beban saudara-saudara kita di Sumatera dan Aceh. Semoga apa yang kami lakukan menjadi amal kebaikan bagi seluruh anggota PSJT,” ungkapnya. Penyerahan bantuan PSJT ini menjadi salah satu momen bermakna dalam pelaksanaan BAZNAS Award 2025, yang tidak hanya menjadi ajang evaluasi dan apresiasi kinerja pengelolaan zakat, tetapi juga wadah untuk memperkuat kolaborasi antara BAZNAS dan masyarakat. Melalui kegiatan ini, BAZNAS Trenggalek berharap semakin banyak komunitas dan elemen masyarakat yang tergerak untuk menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui lembaga resmi, sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas dan merata. Semangat gotong royong dan kepedulian sosial yang ditunjukkan PSJT diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi komunitas lainnya di Kabupaten Trenggalek.

24-12-2025 | Humas

Berita Pendistribusian

BAZNAS Distribusikan Bantuan Bedah Rumah Program Rumah Layak Huni untuk Empat Wa
BAZNAS Distribusikan Bantuan Bedah Rumah Program Rumah Layak Huni untuk Empat Wa
Trenggalek, 05 Desember 2025 — Upaya menghadirkan tempat tinggal yang lebih layak, aman, dan nyaman bagi masyarakat terus menjadi perhatian serius BAZNAS. Melalui Program Rumah Layak Huni dari BAZNAS RI, BAZNAS Kabupaten Trenggalek kembali menyalurkan bantuan bedah rumah kepada empat warga yang berada dalam kondisi serba terbatas. Mereka adalah Ibu Supiyah dari Desa Ngadimulyo-Kec. Kampak, Bapak M. Tohir dari Desa Pandean-Kec. Dongko, Ibu Mijah dari Desa Ngentrong-Kec. Karangan dan Ibu Tumini dari Desa Nglebo-Kec. Suruh yang masing-masing telah lama hidup dalam kondisi hunian yang tak lagi layak ditinggali. Program ini tidak hanya sekadar menghadirkan bangunan fisik, tetapi juga merupakan wujud nyata bahwa dana zakat mampu menjadi pendorong perubahan sosial yang signifikan. Dengan memprioritaskan warga yang tinggal di rumah tidak layak huni, BAZNAS berupaya membuka jalan bagi masyarakat untuk merasakan kehidupan yang lebih bermartabat. Kondisi Rumah Tak Layak yang Menjadi Prioritas Sebagian besar penerima bantuan adalah warga yang bertahun-tahun tinggal di rumah yang sudah lapuk, sempit, dan minim fasilitas. Banyak dari bangunan tersebut tak lagi mampu melindungi penghuninya dari hujan, angin, maupun suhu ekstrem. Pada beberapa lokasi, kondisi lantai masih berupa tanah, dinding rapuh, serta atap yang rawan ambruk setiap saat. Di Desa Ngadimulyo, misalnya, rumah Supiyah telah lama menjadi sorotan masyarakat sekitar. Dengan kondisi ekonomi yang pas-pasan, ia tidak mampu melakukan perbaikan apa pun. Setiap turun hujan, ia cemas memikirkan keselamatan diri dan anggota keluarga. Bantuan dari BAZNAS ini menjadi jawaban atas doa dan harapan yang selama ini ia gantungkan. Sementara itu, di Desa Pandean, rumah milik M. Tohir juga tak kalah memprihatinkan. Lantai kayu yang rapuh, dinding yang berlubang, serta kondisi atap yang bocor membuat aktivitas sehari-hari menjadi semakin berat. Tohir, yang bekerja serabutan, nyaris mustahil melakukan renovasi dengan penghasilannya yang sangat terbatas. Di Desa Ngentrong, situasi yang dialami oleh Mijah pun hampir serupa. Kesederhanaan hidup membuatnya bertahan dalam rumah seadanya, meski kondisi bangunan tersebut sudah jauh dari kata layak. Bantuan dari BAZNAS menjadi angin segar yang membawa harapan baru bagi kehidupan Ibu Mijah dan keluarganya. Sementara itu, di Desa Nglebo, Ibu Tumini menjadi penerima manfaat keempat. Sebagai kepala keluarga yang harus berjuang seorang diri, ia bertahan hidup di rumah dengan kondisi yang memprihatinkan. Tidak jarang ia kesulitan tidur ketika angin kencang datang karena takut rumahnya runtuh kapan saja. Kini, bantuan dari BAZNAS membuat Ibu Tumini bisa bernapas lega dan menatap masa depan dengan lebih percaya diri. Wujud Kepedulian Bersama, Bukan Sekadar Bantuan Proses penyerahan bantuan rumah layak huni ini dilakukan secara langsung oleh BAZNAS Trenggalek dengan melibatkan perangkat desa dan tokoh masyarakat setempat. Hal ini menunjukkan bahwa program tersebut bukan hanya inisiatif lembaga, tetapi disambut sebagai gerakan sosial yang melibatkan seluruh elemen masyarakat. Ketua BAZNAS Trenggalek menyampaikan bahwa bantuan ini merupakan amanah dari para muzakki di seluruh Indonesia melalui BAZNAS RI. Karena itu, proses penyaluran dilakukan dengan penuh tanggung jawab, transparan, dan tepat sasaran. “Program Rumah Layak Huni bukan sekadar membangun rumah, tetapi membangun kembali semangat hidup dan menjaga martabat masyarakat yang selama ini hidup dalam keterbatasan,” ungkapnya. Bantuan ini juga menjadi stimulus agar masyarakat lain turut bergerak dalam semangat gotong royong. Sejumlah warga di sekitar lokasi penerima manfaat juga ikut membantu proses pembangunan, mulai dari pembersihan area, pengangkutan material, hingga kerja bakti bersama. Kehangatan kebersamaan inilah yang membuat setiap rumah yang dibangun terasa lebih hidup dan penuh nilai kebajikan. Menghadirkan Rumah, Menghadirkan Harapan Keempat penerima manfaat tidak mampu menyembunyikan rasa haru dan syukur mereka. Dengan suara yang bergetar, mereka menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu mewujudkan rumah impian mereka. Bagi mereka, bantuan ini bukan hanya soal bangunan baru, tetapi tentang harapan untuk hidup lebih layak, serta lingkungan yang lebih aman bagi keluarga mereka. BAZNAS berharap bahwa Program Rumah Layak Huni dapat menjadi inspirasi dan contoh bahwa pengelolaan zakat yang amanah mampu memberikan dampak besar dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Dengan terus memperluas jangkauan program ini, BAZNAS berkomitmen untuk menghadirkan lebih banyak rumah yang layak, lebih banyak senyuman, dan lebih banyak harapan di tengah masyarakat. Sahabat BAZNAS juga bisa jadi bagian dari aksi kebaikan ini dengan cara sedekah melalui ????kabtrenggalek.baznas.go.id/sedekah atau melalui rekening : Bank Jatim 0222411114 BSI 7555557587 BRI 017701016626538
15/12/2025 | Humas
BAZNAS Trenggalek Serahkan Bantuan Bedah Rumah di 3 desa di Kecamatan Durenan
BAZNAS Trenggalek Serahkan Bantuan Bedah Rumah di 3 desa di Kecamatan Durenan
BAZNAS Kabupaten Trenggalek kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui program bedah rumah. Kali ini, bantuan disalurkan ke tiga titik lokasi berbeda, yakni di desa Semarum, desa Gdor dan desa Kamulan kecamatan Durenan. Program bedah rumah ini merupakan salah satu bentuk nyata dari penyaluran dana zakat, infak, dan sedekah yang dikelola oleh BAZNAS Trenggalek. Sasaran bantuan adalah warga yang tinggal di hunian tidak layak dan tergolong mustahik (penerima zakat) sesuai ketentuan syariah. Pimpinan BAZNAS Trenggalek menyampaikan bahwa program ini tidak hanya bertujuan memberikan tempat tinggal yang layak, tetapi juga membangun kembali semangat dan harapan keluarga penerima bantuan. "Melalui program bedah rumah ini, kami ingin menghadirkan kebahagiaan dan harapan baru bagi saudara-saudara kita yang membutuhkan. Ini adalah bentuk kepedulian dan amanah dari para muzakki yang harus kami jaga dan salurkan dengan tepat sasaran," ungkapnya. Warga penerima manfaat bersyukur dan berterima kasih atas bantuan yang diterima. BAZNAS Trenggalek terus mengajak masyarakat, khususnya para muzakki, untuk menunaikan zakat melalui lembaga resmi. Dengan kolaborasi yang kuat antara umat dan lembaga zakat, diharapkan semakin banyak warga yang dapat merasakan manfaat nyata dari dana zakat. Terima kasih Muzakki, zakat anda memberdayakan banyak umat.
10/12/2025 | Humas
BAZNAS bersama Bupati Trenggalek Berikan Bantuan Bedah Rumah 17 Agustus
BAZNAS bersama Bupati Trenggalek Berikan Bantuan Bedah Rumah 17 Agustus
Raut bahagia terpancar di wajah Mbah Rebo (68 tahun) dan keluarga. Rumahnya menjadi salah satu sasaran program 17 Agustus Bedah 17 Rumah yang digagas oleh BAZNAS Trenggalek. . Kurang lebih sudah setahun sejak rumah milik Mbah Rebo mengalami rubuh akibat kondisi bangunan yang sudah lapuk dimakan usia. Sekarang Mbah Rebo bersama keluarga bisa bernafas lega dan tinggal dengan nyaman dirumahnya yang kini sudah dibedah. . Di momen Peringatan HUT ke-80 Republik Indonesia ini, Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin dan Wakil Bupati Syah Mohamad Natanegara bersama Forkopimda kunjungi rumah Mbah Rebo di Desa Kerjo Kecamatan Karangan, Minggu (17/8/2025). . "Saya terima kasih ke seluruh masyarakat yang telah menasarufkan zakatnya, beginilah suasana semesta zakat di Kabupaten Trenggalek," ucap Mas Bupati Ipin. . "Kita selalu berbagi kebahagiaan di momen 17 Agustus, momen kemerdekaan yang sekecil-kecilnya, sandang papan pangan harus tercukupi, meskipun tidak bisa serentak langsung, tapi berproses, berprogres," sambungnya. . Mas Bupati Ipin menambahkan bahwa kunjungannya tersebut juga untuk mengapresiasi semua pihak. Baik warga yang melaporkan sampai mengusulkan. Hingga sinergitas TNI dan Polri bersama warga sekitar yang gotong royong memperbaiki rumah Mbah Rebo.
10/12/2025 | Humas

Artikel Terbaru

Rabiul Akhir, Saatnya Memperkuat Iman dan Kepedulian Sosial
Rabiul Akhir, Saatnya Memperkuat Iman dan Kepedulian Sosial
Rabiul Akhir merupakan salah satu bulan dalam kalender Hijriah yang dapat menjadi momentum bagi umat Islam untuk terus melakukan introspeksi dan memperkuat kualitas keimanan. Setelah melewati bulan-bulan sebelumnya dengan berbagai aktivitas kehidupan, hadirnya Rabiul Akhir dapat menjadi pengingat bahwa perjalanan waktu seharusnya selalu diiringi dengan peningkatan amal, kepedulian, dan kebermanfaatan bagi sesama. Dalam kehidupan seorang Muslim, keimanan tidak hanya tercermin dari hubungan manusia dengan Allah SWT, tetapi juga dari bagaimana seseorang membangun hubungan yang baik dengan sesama. Keimanan yang tumbuh dalam hati diharapkan melahirkan kepedulian, kasih sayang, sikap saling membantu, serta keinginan untuk memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar. Rabiul Akhir dapat menjadi momentum untuk kembali melihat kondisi di sekitar kita. Di tengah kehidupan masyarakat, masih terdapat saudara-saudara kita yang menghadapi berbagai keterbatasan. Ada keluarga yang kesulitan memenuhi kebutuhan pangan, anak-anak yang membutuhkan dukungan pendidikan, lansia yang hidup dalam keterbatasan, hingga masyarakat yang membutuhkan bantuan ketika menghadapi musibah dan bencana. Kondisi tersebut mengingatkan bahwa kepedulian sosial bukan sekadar pilihan, tetapi bagian dari nilai kehidupan yang perlu terus ditumbuhkan. Setiap orang memiliki kesempatan untuk berbuat baik sesuai dengan kemampuan yang dimiliki. Salah satu bentuk nyata kepedulian tersebut adalah melalui zakat, infak, dan sedekah. Ketiganya dapat menjadi sarana untuk membantu masyarakat yang membutuhkan sekaligus memperkuat solidaritas di tengah kehidupan sosial. Zakat memiliki kedudukan penting dalam ajaran Islam. Selain sebagai bentuk ketaatan kepada Allah SWT, zakat memiliki dimensi sosial yang sangat kuat. Melalui zakat, sebagian harta yang dimiliki oleh mereka yang berkewajiban menunaikannya disalurkan kepada golongan yang berhak menerima. Dengan demikian, zakat menjadi salah satu instrumen yang dapat membantu menghadirkan kemanfaatan dan memperkuat kepedulian di tengah masyarakat. Sementara itu, infak dan sedekah memberikan ruang yang lebih luas bagi setiap orang untuk berbagi. Tidak harus menunggu memiliki harta yang berlimpah. Kebaikan dapat dimulai dari sesuatu yang sederhana. Memberikan makanan kepada orang yang membutuhkan, membantu biaya pendidikan, mendukung kebutuhan kesehatan, memberikan bantuan kepada lansia dhuafa, hingga menyisihkan sebagian rezeki untuk program sosial merupakan bentuk kepedulian yang memiliki arti bagi penerimanya. Rabiul Akhir juga dapat menjadi momentum untuk mengubah cara pandang terhadap harta. Harta bukan hanya tentang apa yang kita miliki, tetapi juga tentang bagaimana kita menggunakannya untuk menghadirkan manfaat. Ketika sebagian rezeki disisihkan untuk membantu sesama, di situlah tumbuh nilai kebermanfaatan yang lebih luas. Kepedulian sosial pun tidak selalu harus diwujudkan dalam bentuk materi. Menolong tetangga, memberikan waktu untuk membantu kegiatan sosial, menguatkan seseorang yang sedang mengalami kesulitan, menjaga lingkungan, serta ikut bergotong royong juga merupakan bentuk amal kebaikan. Di era digital seperti saat ini, semangat berbagi bahkan dapat dilakukan dengan cara yang semakin mudah. Masyarakat dapat menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui lembaga yang terpercaya sehingga dana yang dihimpun dapat dikelola dan disalurkan kepada penerima manfaat sesuai dengan ketentuan dan kebutuhan. Namun, lebih dari sekadar menyalurkan bantuan, kepedulian sosial hendaknya juga diarahkan pada upaya membangun kemandirian masyarakat. Bantuan pendidikan, pemberdayaan ekonomi, pelayanan kesehatan, bantuan kebutuhan dasar, hingga program kebencanaan merupakan bagian dari ikhtiar untuk menghadirkan manfaat yang berkelanjutan. Semangat inilah yang perlu terus dirawat. Sebab, masyarakat yang kuat bukan hanya dibangun oleh mereka yang memiliki kemampuan lebih, tetapi juga oleh kepedulian yang tumbuh dan dilakukan secara bersama-sama. Rabiul Akhir menjadi pengingat bahwa waktu terus berjalan. Setiap hari yang dilewati merupakan kesempatan untuk memperbaiki diri dan menambah amal kebaikan. Jangan sampai kesempatan tersebut berlalu tanpa meninggalkan manfaat bagi orang lain. Mari menjadikan Rabiul Akhir sebagai momentum untuk memperkuat hubungan dengan Allah SWT sekaligus mempererat hubungan dengan sesama. Memperbanyak ibadah, memperbaiki akhlak, menunaikan zakat, memperbanyak infak dan sedekah, serta menghadirkan kepedulian kepada mereka yang membutuhkan. Karena sejatinya, kebaikan yang kita berikan kepada sesama bukan hanya menghadirkan kebahagiaan bagi penerimanya. Kebaikan juga menjadi bagian dari perjalanan amal yang semoga mendapatkan keberkahan dan ridha Allah SWT. Rabiul Akhir bukan sekadar pergantian bulan dalam kalender Hijriah. Ia dapat menjadi momentum untuk kembali bertanya kepada diri sendiri: sudahkah kehadiran kita memberikan manfaat bagi orang lain? Mari isi Rabiul Akhir dengan lebih banyak kebaikan. Mari kuatkan iman dengan kepedulian, hadirkan manfaat melalui zakat dan sedekah, serta bersama-sama membangun masyarakat yang lebih peduli, berdaya, dan penuh keberkahan.
01/10/2026 | Humas
Keberkahan Bulan Safar yang Bisa Anda Raih dengan Amalan Sederhana
Keberkahan Bulan Safar yang Bisa Anda Raih dengan Amalan Sederhana
Banyak umat Islam masih memiliki berbagai pertanyaan mengenai keberkahan bulan safar. Sebagian masyarakat bahkan masih dipengaruhi oleh anggapan bahwa bulan Safar adalah bulan yang membawa kesialan. Padahal, keyakinan tersebut tidak memiliki dasar yang benar dalam ajaran Islam. Rasulullah justru mengajarkan agar seorang muslim selalu bertawakal kepada Allah SWT dan tidak mempercayai mitos yang bertentangan dengan akidah. Memahami keberkahan bulan safar menjadi penting agar setiap muslim mampu mengisi bulan ini dengan amal saleh. Dalam Islam, seluruh waktu yang Allah SWT ciptakan merupakan kesempatan untuk memperbanyak ibadah. Tidak ada bulan yang menjadi sumber kesialan karena segala sesuatu terjadi atas izin dan kehendak Allah SWT. Melalui artikel ini, kita akan membahas keberkahan bulan safar, berbagai amalan sederhana yang dapat dilakukan, serta hikmah yang bisa dipetik berdasarkan Al-Qur'an, hadis, dan penjelasan para ulama. Dengan demikian, kita dapat menjalani bulan Safar dengan penuh optimisme dan keimanan. Memahami Keberkahan Bulan Safar Menurut Islam Banyak orang belum memahami bahwa keberkahan bulan safar tidak diukur dari berbagai mitos yang berkembang di masyarakat. Islam datang untuk menghapus keyakinan jahiliah yang menganggap bulan tertentu membawa nasib buruk. Rasulullah bersabda bahwa tidak ada kesialan pada bulan Safar sehingga seorang muslim tidak boleh menggantungkan keyakinannya kepada mitos. Memahami keberkahan bulan safar berarti menyadari bahwa semua bulan adalah ciptaan Allah SWT. Setiap waktu merupakan kesempatan untuk meningkatkan kualitas ibadah, memperbaiki akhlak, dan memperbanyak amal saleh. Oleh karena itu, bulan Safar tidak berbeda dengan bulan lainnya dalam hal peluang memperoleh pahala. Selain itu, keberkahan bulan safar dapat diraih melalui keyakinan yang benar kepada Allah SWT. Ketika seorang muslim meninggalkan prasangka buruk terhadap suatu bulan, maka ia telah menjaga kemurnian akidah dan memperkuat tawakal kepada Allah SWT. Para ulama juga menjelaskan bahwa keberkahan bulan safar tidak terletak pada ritual-ritual khusus yang tidak memiliki dalil. Sebaliknya, keberkahan hadir ketika seorang muslim mengisi waktunya dengan ibadah yang disyariatkan dan menjauhi segala bentuk bid'ah maupun khurafat. Dengan memahami hakikat keberkahan bulan safar, seorang muslim akan lebih tenang dalam menjalani kehidupannya. Ia tidak lagi merasa takut terhadap bulan tertentu, tetapi lebih fokus memperbaiki hubungan dengan Allah SWT dan sesama manusia. Amalan Sederhana untuk Meraih Keberkahan Bulan Safar Salah satu cara memperoleh keberkahan bulan safar adalah memperbanyak salat sunnah. Salat Dhuha, Tahajud, maupun salat Rawatib merupakan ibadah yang memiliki keutamaan besar dan dapat dilakukan kapan saja sepanjang tahun, termasuk pada bulan Safar. Membaca Al-Qur'an setiap hari juga menjadi jalan meraih keberkahan bulan safar. Al-Qur'an adalah petunjuk hidup bagi umat Islam. Dengan rutin membacanya, seorang muslim akan memperoleh ketenangan hati sekaligus tambahan pahala dari Allah SWT. Memperbanyak istigfar merupakan amalan sederhana yang sangat dianjurkan untuk mendapatkan keberkahan bulan safar. Rasulullah sendiri memperbanyak istigfar setiap hari sebagai bentuk ketundukan dan permohonan ampun kepada Allah SWT. Sedekah juga menjadi salah satu amalan yang dapat menghadirkan keberkahan bulan safar. Tidak harus dalam jumlah besar, sedekah sekecil apa pun akan bernilai di sisi Allah apabila dilakukan dengan ikhlas dan mengharap ridha-Nya. Selain itu, menjaga silaturahmi menjadi bagian penting dalam memperoleh keberkahan bulan safar. Menjalin hubungan baik dengan keluarga, tetangga, dan sesama muslim merupakan akhlak mulia yang sangat dianjurkan dalam Islam. Hikmah Keberkahan Bulan Safar bagi Kehidupan Muslim Memahami keberkahan bulan safar mengajarkan umat Islam untuk tidak mudah percaya terhadap mitos yang berkembang di tengah masyarakat. Seorang muslim hanya menggantungkan harapan dan rasa takut kepada Allah SWT semata. Selanjutnya, keberkahan bulan safar memberikan pelajaran tentang pentingnya memperkuat tawakal. Apa pun yang terjadi dalam kehidupan seseorang merupakan bagian dari takdir Allah SWT yang penuh hikmah. Melalui keberkahan bulan safar, seorang muslim juga belajar memanfaatkan waktu secara maksimal. Setiap hari yang Allah berikan merupakan kesempatan untuk menambah amal kebaikan sebelum datangnya kematian. Tidak hanya itu, keberkahan bulan safar juga mengingatkan bahwa amal saleh tidak dibatasi oleh bulan tertentu. Selama seseorang beriman dan beramal dengan ikhlas, maka Allah SWT akan memberikan balasan terbaik. Akhirnya, keberkahan bulan safar menjadi momentum untuk memperbaiki kualitas ibadah, memperkuat keimanan, serta meningkatkan hubungan sosial dengan sesama. Inilah hakikat keberkahan yang sebenarnya menurut ajaran Islam. Kesalahan yang Harus Dihindari Saat Memahami Keberkahan Bulan Safar Masih ada sebagian masyarakat yang mengaitkan keberkahan bulan safar dengan berbagai ritual yang tidak memiliki landasan syariat. Seorang muslim hendaknya berhati-hati agar tidak mengikuti amalan yang tidak memiliki dalil dari Al-Qur'an maupun hadis yang sahih. Kesalahan berikutnya adalah mempercayai bahwa keberkahan bulan safar hanya bisa diperoleh melalui amalan tertentu yang dianggap wajib. Padahal, Islam tidak menetapkan ibadah khusus yang hanya berlaku pada bulan Safar. Ada pula yang menunda berbagai aktivitas karena menganggap bulan Safar membawa kesialan. Pemahaman seperti ini bertentangan dengan ajaran Islam mengenai keberkahan bulan safar, sebab segala sesuatu berada di bawah kehendak Allah SWT. Kesalahan lainnya ialah lebih mempercayai ramalan dibandingkan petunjuk agama. Keberkahan bulan safar tidak akan diraih apabila seseorang masih bergantung kepada kepercayaan yang bertentangan dengan tauhid. Oleh sebab itu, memahami keberkahan bulan safar harus selalu didasarkan pada ilmu yang benar. Belajarlah kepada Al-Qur'an, hadis, dan penjelasan ulama yang terpercaya agar tidak terjerumus ke dalam kesalahan akidah. Pada hakikatnya, keberkahan bulan safar dapat diraih oleh setiap muslim melalui amal saleh yang dilakukan dengan ikhlas dan sesuai tuntunan Rasulullah. Tidak ada dalil yang menunjukkan bahwa bulan Safar adalah bulan kesialan. Sebaliknya, bulan ini merupakan kesempatan untuk memperbanyak ibadah, memperkuat tawakal, meningkatkan sedekah, memperbanyak membaca Al-Qur'an, beristigfar, dan menjaga silaturahmi. Semoga dengan memahami keberkahan bulan safar, kita semakin yakin bahwa seluruh waktu yang Allah SWT ciptakan adalah ladang pahala. Mari mengisi bulan Safar dengan amal-amal terbaik, menjauhi mitos yang tidak berdasar, serta terus mendekatkan diri kepada Allah SWT agar memperoleh keberkahan di dunia maupun akhirat. Mari sempurnakan ibadah di Bulan Safar dengan berzakat melalui BAZNAS, cukup klik link berikut ini:
03/08/2026 | Humas
Zakat untuk Dhuafa di Bulan Safar yang Tepat Sasaran
Zakat untuk Dhuafa di Bulan Safar yang Tepat Sasaran
Dalam ajaran Islam, zakat merupakan salah satu ibadah yang memiliki dimensi spiritual sekaligus sosial. Melalui zakat, umat Islam tidak hanya membersihkan harta, tetapi juga membantu saudara-saudara yang membutuhkan agar dapat menjalani kehidupan dengan lebih layak. Salah satu kelompok yang sangat berhak menerima zakat adalah kaum dhuafa, yaitu mereka yang hidup dalam keterbatasan ekonomi dan kesulitan memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari. Pembahasan mengenai zakat untuk dhuafa bulan safar menjadi penting karena masih ada anggapan di masyarakat bahwa Bulan Safar identik dengan kesialan atau waktu yang kurang baik untuk melakukan amal. Padahal, Islam tidak pernah mengajarkan keyakinan tersebut. Justru setiap waktu adalah kesempatan terbaik untuk memperbanyak ibadah, termasuk menyalurkan zakat untuk dhuafa bulan safar agar manfaatnya dapat dirasakan oleh mereka yang membutuhkan. Melaksanakan zakat untuk dhuafa bulan safar merupakan bentuk kepedulian sosial yang sejalan dengan nilai-nilai Islam. Selama zakat telah memenuhi syarat dan ketentuan syariat, penyalurannya tidak dibatasi oleh bulan tertentu. Oleh karena itu, Bulan Safar dapat menjadi momentum yang tepat untuk meningkatkan kepedulian kepada sesama sekaligus mengharap ridha Allah SWT. Keutamaan zakat untuk dhuafa bulan safar Menurut Islam Islam mengajarkan bahwa setiap amal saleh memiliki nilai yang besar apabila dilakukan dengan ikhlas. Begitu pula dengan zakat untuk dhuafa bulan safar, yang pada hakikatnya merupakan bentuk ketaatan kepada Allah SWT dan kepedulian kepada sesama manusia. Tidak ada larangan untuk menunaikan zakat pada Bulan Safar selama telah memenuhi syarat wajib zakat. Melaksanakan zakat untuk dhuafa bulan safar juga menjadi sarana membersihkan harta sebagaimana tujuan utama zakat dalam Islam. Harta yang dizakati akan menjadi lebih berkah karena terdapat hak orang lain yang telah ditunaikan sesuai ketentuan syariat. Selain itu, zakat untuk dhuafa bulan safar mampu mempererat ukhuwah Islamiyah. Ketika kaum dhuafa memperoleh bantuan yang layak, mereka dapat memenuhi kebutuhan hidup dan merasakan perhatian dari saudara-saudara sesama Muslim. Banyak ulama menjelaskan bahwa waktu terbaik untuk beramal adalah kapan saja kesempatan itu datang. Oleh sebab itu, zakat untuk dhuafa bulan safar tidak perlu ditunda hanya karena adanya mitos yang berkembang di masyarakat mengenai Bulan Safar. Pada akhirnya, zakat untuk dhuafa bulan safar merupakan wujud nyata dari ajaran Islam yang mengedepankan kasih sayang, keadilan, dan pemerataan kesejahteraan di tengah kehidupan umat. Mengapa Dhuafa Menjadi Prioritas dalam Penyaluran zakat untuk dhuafa bulan safar Dalam Al-Qur'an, Allah SWT telah menjelaskan delapan golongan penerima zakat (asnaf), salah satunya adalah fakir dan miskin. Oleh karena itu, zakat untuk dhuafa bulan safar menjadi bagian dari pelaksanaan syariat yang tepat sasaran ketika diberikan kepada mereka yang benar-benar membutuhkan. Melalui zakat untuk dhuafa bulan safar, kebutuhan dasar seperti makanan, pakaian, biaya pendidikan, maupun layanan kesehatan dapat terbantu. Hal ini menunjukkan bahwa zakat memiliki dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat. Penyaluran zakat untuk dhuafa bulan safar juga dapat membantu mengurangi kesenjangan sosial. Ketika masyarakat yang memiliki kelebihan harta menunaikan kewajibannya, distribusi kekayaan menjadi lebih merata sesuai prinsip keadilan Islam. Selain manfaat ekonomi, zakat untuk dhuafa bulan safar memberikan harapan baru bagi penerima manfaat. Mereka tidak hanya memperoleh bantuan materi, tetapi juga merasakan kepedulian dan perhatian dari umat Islam lainnya. Karena itulah, zakat untuk dhuafa bulan safar hendaknya disalurkan melalui lembaga zakat terpercaya atau langsung kepada mustahik yang benar-benar memenuhi kriteria menurut syariat. Cara Agar zakat untuk dhuafa bulan safar Tepat Sasaran Salah satu langkah penting dalam menyalurkan zakat untuk dhuafa bulan safar adalah memastikan bahwa penerima termasuk golongan mustahik sesuai ketentuan syariat Islam. Dengan demikian, zakat benar-benar memberikan manfaat kepada pihak yang berhak. Menyalurkan zakat untuk dhuafa bulan safar melalui lembaga amil zakat resmi dapat menjadi pilihan yang baik. Lembaga tersebut umumnya memiliki sistem pendataan, survei lapangan, serta mekanisme distribusi yang lebih terstruktur. Selain melalui lembaga resmi, zakat untuk dhuafa bulan safar juga dapat diberikan secara langsung apabila pemberi zakat mengetahui kondisi penerima dengan pasti. Cara ini tetap diperbolehkan selama memenuhi aturan syariat. Transparansi dalam penyaluran zakat untuk dhuafa bulan safar menjadi faktor penting agar kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan zakat semakin meningkat. Laporan distribusi yang jelas akan memberikan keyakinan bahwa zakat benar-benar dimanfaatkan secara optimal. Dengan pengelolaan yang amanah, zakat untuk dhuafa bulan safar tidak hanya memenuhi kewajiban agama, tetapi juga menjadi solusi nyata dalam membantu meningkatkan taraf hidup kaum dhuafa secara berkelanjutan. Hikmah Menunaikan zakat untuk dhuafa bulan safar Salah satu hikmah terbesar dari zakat untuk dhuafa bulan safar adalah tumbuhnya rasa syukur atas nikmat yang Allah SWT berikan. Seorang Muslim menyadari bahwa harta hanyalah titipan yang harus digunakan sesuai ketentuan syariat. Selain itu, zakat untuk dhuafa bulan safar menjadi sarana memperkuat solidaritas sosial. Hubungan antara orang yang mampu dan mereka yang membutuhkan akan semakin harmonis ketika dilandasi rasa saling peduli. Melalui zakat untuk dhuafa bulan safar, umat Islam juga belajar menghilangkan sifat kikir dan mencintai harta secara berlebihan. Islam mengajarkan bahwa keberkahan tidak hanya diukur dari jumlah harta, tetapi juga dari manfaat yang diberikan kepada orang lain. Hikmah lainnya dari zakat untuk dhuafa bulan safar adalah meningkatnya kesejahteraan masyarakat. Ketika zakat dikelola dengan baik, berbagai program pemberdayaan ekonomi dapat membantu mustahik menjadi lebih mandiri. Pada akhirnya, zakat untuk dhuafa bulan safar merupakan salah satu bentuk ibadah yang menghadirkan manfaat dunia sekaligus pahala akhirat. Dengan niat yang ikhlas dan penyaluran yang tepat sasaran, zakat menjadi jalan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT sekaligus menghadirkan kebahagiaan bagi sesama. Menunaikan zakat untuk dhuafa bulan safar merupakan amalan yang sangat dianjurkan ketika kewajiban zakat telah terpenuhi. Islam tidak mengenal anggapan bahwa Bulan Safar adalah bulan yang membawa kesialan sehingga menghalangi seseorang untuk beribadah atau berbagi kepada sesama. Sebaliknya, zakat untuk dhuafa bulan safar dapat menjadi momentum memperbanyak amal saleh, memperkuat ukhuwah Islamiyah, serta membantu masyarakat yang hidup dalam keterbatasan. Penyaluran zakat yang tepat sasaran akan memberikan manfaat besar bagi mustahik sekaligus menghadirkan keberkahan bagi muzaki. Semoga semakin banyak umat Islam yang memahami pentingnya zakat untuk dhuafa bulan safar, sehingga semangat berbagi terus tumbuh sepanjang tahun tanpa dipengaruhi oleh mitos atau kepercayaan yang tidak memiliki dasar dalam ajaran Islam. Dengan demikian, zakat benar-benar menjadi instrumen pemerataan kesejahteraan dan wujud nyata kepedulian sosial sesuai tuntunan syariat. Mari sempurnakan ibadah di Bulan Safar dengan berzakat melalui BAZNAS, cukup klik link berikut ini:
03/08/2026 | Humas

BAZNAS TV