WhatsApp Icon
banner
banner
banner
banner
banner
banner
banner
banner
banner
Statistik

Berita Terkini

BAZNAS Trenggalek Paparkan Program Unggulan hingga Indeks Zakat Nasional dalam Study Banding Kesra Kabupaten Sidoarjo
BAZNAS Trenggalek Paparkan Program Unggulan hingga Indeks Zakat Nasional dalam Study Banding Kesra Kabupaten Sidoarjo
Berbagi pengalaman dan memperkuat tata kelola pengelolaan zakat menjadi bagian penting dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Semangat tersebut mewarnai kegiatan study banding Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Kabupaten Sidoarjo ke Kabupaten Trenggalek yang dilaksanakan pada Kamis, 29 Oktober 2026, bertempat di Kantor Kesra Kabupaten Trenggalek. Dalam kesempatan tersebut, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Trenggalek turut memberikan pemaparan mengenai berbagai program unggulan, strategi pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS), hingga Indeks Zakat Nasional (IZN). Pemaparan ini menjadi sarana berbagi pengetahuan dan pengalaman mengenai praktik pengelolaan zakat yang telah dijalankan di Kabupaten Trenggalek. BAZNAS Kabupaten Trenggalek memperkenalkan berbagai program pendistribusian dan pendayagunaan ZIS yang mencakup bidang pendidikan, kesehatan, sosial kemanusiaan, serta pemberdayaan ekonomi umat. Berbagai program tersebut dirancang untuk menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan mustahik secara berkelanjutan. Tidak hanya berfokus pada penyaluran bantuan, BAZNAS Trenggalek juga menjelaskan strategi penghimpunan dana ZIS melalui penguatan layanan muzaki, pemanfaatan platform digital, serta kolaborasi dengan pemerintah daerah, lembaga pendidikan, organisasi keagamaan, dan berbagai mitra strategis lainnya. Sinergi tersebut menjadi salah satu langkah penting dalam memperluas jangkauan penghimpunan sekaligus memastikan manfaat zakat dapat dirasakan oleh lebih banyak masyarakat. Salah satu materi yang menjadi perhatian dalam kegiatan ini adalah Indeks Zakat Nasional (IZN). Instrumen tersebut merupakan salah satu alat ukur untuk melihat perkembangan dan kinerja pengelolaan zakat melalui sejumlah indikator, baik pada tingkat makro maupun mikro. Melalui pengukuran IZN, pengelolaan zakat dapat dievaluasi secara lebih terarah, mulai dari aspek regulasi, dukungan kelembagaan, penghimpunan, penyaluran, hingga dampaknya terhadap kesejahteraan mustahik. Dalam pemaparannya, BAZNAS Trenggalek menekankan bahwa keberhasilan pengelolaan zakat tidak semata-mata dilihat dari besarnya dana yang berhasil dihimpun ataupun jumlah bantuan yang disalurkan. Lebih dari itu, keberhasilan juga tercermin dari kualitas tata kelola kelembagaan, ketepatan sasaran program, transparansi pengelolaan, serta perubahan positif yang dirasakan oleh para penerima manfaat. Kegiatan study banding ini menjadi momentum penting bagi kedua pihak untuk saling bertukar informasi, memperluas wawasan, dan mempelajari berbagai praktik baik dalam penyelenggaraan program kesejahteraan masyarakat. Pengalaman yang dibagikan BAZNAS Kabupaten Trenggalek diharapkan dapat menjadi referensi dan inspirasi dalam pengembangan program serta penguatan pengelolaan zakat di daerah. Bagi BAZNAS Kabupaten Trenggalek, kegiatan ini juga menjadi kesempatan untuk terus melakukan evaluasi dan pengembangan kelembagaan. Berbagi pengalaman bukan hanya tentang memperkenalkan program yang telah berjalan, tetapi juga menjadi ruang untuk membangun kolaborasi dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Melalui kegiatan ini, BAZNAS Kabupaten Trenggalek berharap sinergi dan komunikasi antardaerah dapat terus terjalin dengan baik. Sebab, pengelolaan zakat yang profesional, transparan, dan akuntabel membutuhkan komitmen bersama serta inovasi yang berkelanjutan. Zakat bukan sekadar instrumen penghimpunan dan penyaluran dana umat, melainkan memiliki potensi besar sebagai kekuatan untuk membangun kemandirian, mengurangi kesenjangan sosial, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dengan semangat berbagi praktik baik dan memperkuat kolaborasi, BAZNAS Kabupaten Trenggalek terus berupaya menghadirkan pengelolaan zakat yang amanah, profesional, dan memberikan dampak nyata bagi umat.
29/10/2026 | Humas
Tandai Hari Sumpah Pemuda, BAZNAS Trenggalek Resmikan Bantuan Sumur Bor di Desa Sukosari melalui Kolaborasi Program dengan BAZNAS RI
Tandai Hari Sumpah Pemuda, BAZNAS Trenggalek Resmikan Bantuan Sumur Bor di Desa Sukosari melalui Kolaborasi Program dengan BAZNAS RI
Momentum Hari Sumpah Pemuda, 28 Oktober 2026, menjadi pengingat bahwa semangat persatuan dan kepedulian harus diwujudkan melalui aksi nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat. Menandai peringatan bersejarah tersebut, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Trenggalek meresmikan bantuan sumur bor di Desa Sukosari melalui kolaborasi program bersama BAZNAS Republik Indonesia (RI). Peresmian bantuan sumur bor ini menjadi langkah nyata dalam memperluas akses masyarakat terhadap air bersih, sekaligus menunjukkan bahwa semangat gotong royong dapat menghadirkan perubahan positif bagi kehidupan masyarakat. Ketersediaan air bersih merupakan kebutuhan mendasar yang tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan sehari-hari, tetapi juga berpengaruh terhadap kesehatan, kebersihan lingkungan, dan kualitas hidup masyarakat. Melalui program kolaboratif ini, BAZNAS berupaya menghadirkan solusi atas kebutuhan masyarakat dengan mengoptimalkan dana zakat, infak, dan sedekah yang dikelola secara amanah. Bantuan tersebut diharapkan dapat menjadi sumber manfaat berkelanjutan bagi warga Desa Sukosari, sehingga kebutuhan air bersih dapat dipenuhi dengan lebih mudah.Kolaborasi Zakat Hadirkan Manfaat Nyata Pembangunan sarana air bersih melalui sumur bor merupakan salah satu bentuk pendayagunaan dana umat yang manfaatnya dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat. Program ini sekaligus memperlihatkan pentingnya sinergi antara BAZNAS RI dan BAZNAS Kabupaten Trenggalek dalam menjawab kebutuhan masyarakat di daerah. Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat peran zakat agar tidak hanya hadir dalam bentuk bantuan konsumtif, tetapi juga mampu mendukung penyediaan fasilitas dasar yang memberikan manfaat dalam jangka panjang. Air bersih memiliki peran penting dalam berbagai aktivitas rumah tangga, mulai dari memasak, mandi, mencuci, hingga menjaga sanitasi lingkungan. Ketika akses terhadap air bersih semakin mudah, masyarakat memiliki peluang lebih besar untuk menjalani kehidupan yang sehat, produktif, dan bermartabat. Karena itu, kehadiran sumur bor di Desa Sukosari diharapkan menjadi sarana yang dapat membantu memenuhi kebutuhan warga sekaligus memperkuat ketahanan masyarakat dalam menghadapi persoalan ketersediaan air. Bagi BAZNAS, program ini juga menegaskan bahwa zakat memiliki potensi besar sebagai instrumen pemberdayaan dan pembangunan sosial. Dana yang dititipkan para muzaki dapat dikelola menjadi program yang menyentuh kebutuhan mendasar masyarakat, menghadirkan harapan, serta memperluas manfaat bagi sesama. Semangat Sumpah Pemuda, Bergerak Bersama Menebar Kebaikan Peringatan Hari Sumpah Pemuda menjadi momentum yang relevan untuk meneguhkan kembali nilai persatuan, kepedulian, dan gotong royong. Jika dahulu para pemuda menyatukan tekad untuk memperjuangkan kemerdekaan Indonesia, kini semangat tersebut dapat diwujudkan melalui berbagai upaya membangun kesejahteraan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Peresmian bantuan sumur bor di Desa Sukosari menjadi salah satu gambaran bahwa pembangunan tidak selalu dimulai dari sesuatu yang besar. Kepedulian yang diwujudkan melalui kerja sama, pengelolaan sumber daya yang amanah, serta keberpihakan kepada kebutuhan masyarakat dapat menghasilkan manfaat yang nyata. Semangat inilah yang perlu terus dijaga oleh seluruh elemen bangsa. Pemerintah, lembaga sosial, generasi muda, dan masyarakat dapat mengambil peran sesuai kapasitas masing-masing untuk menghadirkan solusi bagi berbagai persoalan di lingkungan sekitar. BAZNAS Kabupaten Trenggalek terus mendorong penguatan kolaborasi dalam menjalankan program-program yang memberikan dampak positif bagi masyarakat. Melalui sinergi dengan BAZNAS RI, diharapkan semakin banyak kebutuhan dasar masyarakat yang dapat dijangkau melalui program pendistribusian dan pendayagunaan zakat. Menguatkan Harapan, Mengalirkan Manfaat Lebih dari sekadar pembangunan infrastruktur, bantuan sumur bor ini membawa pesan tentang pentingnya menjaga keberlanjutan manfaat dari setiap program kebaikan. Sumur bor yang telah diresmikan diharapkan dapat dimanfaatkan dan dirawat bersama agar manfaatnya terus dirasakan oleh masyarakat Desa Sukosari. Partisipasi masyarakat dalam menjaga fasilitas tersebut menjadi bagian penting agar sarana air bersih dapat berfungsi dengan baik dalam jangka panjang. Dengan semangat kebersamaan, fasilitas yang dibangun melalui dana umat dapat menjadi aset sosial yang mendukung kehidupan masyarakat. Momentum Hari Sumpah Pemuda juga menjadi pengingat bahwa kepedulian tidak mengenal batas usia maupun latar belakang. Setiap orang memiliki kesempatan untuk berkontribusi dalam membangun lingkungan yang lebih baik, termasuk melalui zakat, infak, sedekah, dan berbagai bentuk aksi sosial lainnya. Melalui peresmian bantuan sumur bor di Desa Sukosari, BAZNAS Kabupaten Trenggalek bersama BAZNAS RI berharap semangat berbagi terus tumbuh dan menjangkau lebih banyak masyarakat yang membutuhkan. Selamat Hari Sumpah Pemuda, 28 Oktober 2026. Pemuda Bersatu, Kepedulian Menguatkan Negeri. Semoga kolaborasi kebaikan ini menjadi ikhtiar berkelanjutan dalam menghadirkan kesejahteraan, menguatkan solidaritas, dan mengalirkan manfaat bagi masyarakat.
28/10/2026 | Humas
749 Mustahik Terima Bantuan Biaya Hidup Bulanan dari BAZNAS Trenggalek
749 Mustahik Terima Bantuan Biaya Hidup Bulanan dari BAZNAS Trenggalek
Alhamdulillah, amanah kebaikan kembali tersampaikan kepada mereka yang membutuhkan. Pada September 2026, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Trenggalek telah mendistribusikan sebanyak 749 paket bantuan biaya hidup bulanan kepada para mustahik di berbagai kecamatan se-Kabupaten Trenggalek. Program ini merupakan salah satu bentuk komitmen BAZNAS Kabupaten Trenggalek dalam mengelola dan menyalurkan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) secara amanah, tepat sasaran, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat yang membutuhkan. Di balik setiap paket bantuan yang tersalurkan, ada kepedulian para muzakki dan orang-orang baik yang telah mempercayakan sebagian hartanya melalui BAZNAS Kabupaten Trenggalek. Amanah tersebut menjadi jembatan kebaikan yang menghubungkan para dermawan dengan saudara-saudara kita yang tengah berjuang memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Bagi sebagian keluarga, bantuan biaya hidup bulanan bukan sekadar bantuan materi. Lebih dari itu, bantuan ini menjadi penguat semangat, menghadirkan rasa diperhatikan, serta membantu meringankan beban pengeluaran rumah tangga. Di tengah berbagai kebutuhan yang harus dipenuhi, dukungan ini diharapkan dapat memberikan sedikit kelegaan dan menumbuhkan harapan untuk menjalani hari-hari dengan lebih baik. Terima kasih, para muzakki dan orang-orang baik! Zakat, infak, dan sedekah yang Bapak/Ibu titipkan melalui BAZNAS Kabupaten Trenggalek telah menjadi bagian penting dari upaya bersama dalam membantu sesama. Setiap rupiah yang ditunaikan membawa manfaat, setiap amanah yang dipercayakan menghadirkan harapan, dan setiap kebaikan yang disalurkan menjadi bukti bahwa kepedulian mampu memberikan perubahan bagi kehidupan orang lain. Melalui program Bantuan Biaya Hidup Bulanan, BAZNAS Kabupaten Trenggalek terus berupaya menghadirkan kebermanfaatan zakat secara berkelanjutan. Tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan dasar mustahik, program ini juga menjadi wujud nyata semangat gotong royong dan solidaritas sosial dalam membangun kesejahteraan umat. Kami menyadari bahwa masih banyak saudara kita yang membutuhkan uluran tangan. Oleh karena itu, sinergi antara BAZNAS, para muzakki, munfiq, dan seluruh masyarakat menjadi kekuatan penting untuk memperluas jangkauan manfaat zakat agar semakin banyak keluarga yang terbantu. Semoga setiap zakat, infak, dan sedekah yang Bapak/Ibu tunaikan menjadi amal kebaikan yang berlipat ganda pahalanya, melapangkan rezeki, membawa keberkahan bagi keluarga, serta menjadi jalan hadirnya pertolongan Allah SWT dalam setiap urusan. Mari terus tumbuhkan kepedulian, kuatkan solidaritas, dan hadirkan kebahagiaan bagi sesama melalui zakat, infak, dan sedekah. BAZNAS Kabupaten Trenggalek — Menebar Kebaikan, Menguatkan Kepedulian, Menghadirkan Kesejahteraan. Terima kasih telah menjadi bagian dari kebaikan ini. Semoga keberkahan zakat terus mengalir dan menjangkau lebih banyak saudara kita yang membutuhkan.
26/10/2026 | Humas

Agenda Pimpinan

BAZNAS Trenggalek Serahkan Bantuan Ternak dan Gerobak UMKM dalam ajang BAZNAS Awards 2025
BAZNAS Trenggalek Serahkan Bantuan Ternak dan Gerobak UMKM dalam ajang BAZNAS Awards 2025
BAZNAS Kabupaten Trenggalek terus menunjukkan komitmennya dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat melalui pemanfaatan dana zakat, infak, dan sedekah secara produktif. Salah satu wujud nyata komitmen tersebut diwujudkan melalui penyerahan 20 unit gerobak UMKM (10 Gerobak BAZNAS Prov. Jawa Timur dan 10 Gerobak BAZNAS Trenggalek) dan bantuan ternak kambing kepada jamaah masjid sebagai bagian dari program pemberdayaan ekonomi berbasis masjid. Kegiatan penyerahan bantuan ini menjadi langkah strategis BAZNAS Trenggalek dalam mengoptimalkan peran masjid tidak hanya sebagai pusat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pemberdayaan umat. Jamaah masjid yang menerima bantuan yakni jamaah masjid Matlabul Ulum (Ds. Gador-Kec. Durenan) dan telah melalui proses seleksi serta pendampingan agar bantuan yang diberikan benar-benar tepat sasaran dan berkelanjutan. Bantuan ternak ini tidak hanya ditujukan sebagai pemenuhan kebutuhan jangka pendek, tetapi juga sebagai aset produktif yang dapat berkembang dan memberikan manfaat ekonomi berkelanjutan bagi penerima. Bantuan 20 gerobak UMKM disalurkan kepada pelaku usaha mikro yang selama ini terkendala modal dan sarana usaha. Gerobak tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan untuk berbagai jenis usaha kecil, seperti kuliner, minuman, maupun usaha dagang lainnya yang memiliki potensi meningkatkan pendapatan keluarga. Program bantuan gerobak UMKM dan ternak kambing ini merupakan bagian dari Program Jatim Makmur dan Program Trenggalek Makmur, salah satu program unggulan BAZNAS Jawa Timur dan BAZNAS Trenggalek yang fokus pada pemberdayaan ekonomi mustahik. Melalui program ini, BAZNAS mendorong mustahik agar mampu bertransformasi menjadi muzakki dengan memanfaatkan bantuan secara produktif dan bertanggung jawab. Dalam pelaksanaannya, BAZNAS Trenggalek tidak hanya memberikan bantuan fisik semata, tetapi juga disertai dengan pendampingan dan edukasi. Penerima bantuan diharapkan mampu mengelola usaha dengan baik, menjaga komitmen, serta memanfaatkan bantuan sebagai sarana peningkatan kesejahteraan keluarga. BAZNAS Trenggalek berharap bantuan 20 gerobak UMKM dan ternak kambing ini dapat menjadi pemantik semangat bagi jamaah masjid untuk lebih mandiri secara ekonomi. Dengan pengelolaan yang baik dan dukungan lingkungan sekitar, program ini diharapkan mampu menciptakan lapangan usaha baru, meningkatkan pendapatan keluarga, serta memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat. Melalui program pemberdayaan ekonomi berbasis masjid, BAZNAS Trenggalek terus berupaya menjadikan zakat sebagai instrumen strategis dalam pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan umat. Sinergi antara BAZNAS, pengurus masjid, dan jamaah diharapkan mampu menghadirkan manfaat zakat yang nyata, berkelanjutan, dan penuh keberkahan bagi masyarakat Kabupaten Trenggalek.

24-12-2025 | Humas

BAZNAS Trenggalek serahkan 14 Penghargaan dalam Ajang BAZNAS Awards 2025
BAZNAS Trenggalek serahkan 14 Penghargaan dalam Ajang BAZNAS Awards 2025
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Trenggalek kembali menggelar ajang apresiasi tahunan bertajuk BAZNAS Awards 2025 sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi dan komitmen Unit Pengumpul Zakat (UPZ) dalam mendukung pengelolaan zakat yang profesional, transparan, dan berkelanjutan. Dalam kegiatan ini, BAZNAS Trenggalek menyerahkan total 14 penghargaan kepada UPZ terbaik dari lingkup Pemerintah Kabupaten Trenggalek dan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Trenggalek. BAZNAS Awards 2025 menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara BAZNAS, UPZ, serta seluruh pemangku kepentingan dalam upaya meningkatkan kesadaran dan kepatuhan zakat, khususnya di lingkungan instansi pemerintah dan lembaga pendidikan. Penghargaan ini juga merupakan bentuk apresiasi nyata kepada UPZ yang selama ini konsisten berperan aktif dalam menghimpun zakat, infak, dan sedekah (ZIS) dari para muzakki. Untuk kategori UPZ Pengumpul Zakat Terbaik di Lingkup Pemerintah Kabupaten Trenggalek, BAZNAS Trenggalek memberikan penghargaan kepada 10 UPZ terbaik. Penghargaan terbaik pertama diraih oleh SMP Negeri 3 Tugu yang dinilai unggul dalam konsistensi pengumpulan zakat serta pengelolaan administrasi yang tertib dan akuntabel. Posisi terbaik kedua diraih oleh Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP), disusul Kecamatan Munjungan sebagai terbaik ketiga. Selanjutnya, penghargaan terbaik keempat diraih oleh Badan Kepegawaian Daerah (BKD), sementara Sekretariat Daerah Kabupaten Trenggalek menempati posisi terbaik kelima. Puskesmas Slawe meraih penghargaan terbaik keenam, diikuti Kecamatan Watulimo sebagai terbaik ketujuh. Untuk posisi terbaik kedelapan hingga kesepuluh masing-masing diraih oleh SMP Negeri 1 Watulimo, Kecamatan Tugu, dan SMP Negeri 1 Kampak. Seluruh UPZ penerima penghargaan tersebut dinilai telah menunjukkan komitmen tinggi dalam mendukung optimalisasi penghimpunan zakat melalui mekanisme yang sesuai dengan ketentuan syariat dan regulasi yang berlaku. Konsistensi, transparansi, serta partisipasi aktif dari pimpinan dan pegawai menjadi indikator utama dalam penilaian BAZNAS Trenggalek. Sementara itu, untuk kategori UPZ Terbaik di Lingkup Kantor Kementerian Agama Kabupaten Trenggalek, penghargaan terbaik pertama diraih oleh MTs Negeri 5 Trenggalek. Disusul MAN 2 Trenggalek sebagai terbaik kedua dan MTs Negeri 3 Trenggalek sebagai terbaik ketiga. Ketiga lembaga pendidikan tersebut dinilai berhasil membangun budaya sadar zakat di lingkungan kerja dan mampu menjadi contoh bagi lembaga lainnya. Selain itu, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Trenggalek juga menerima penghargaan khusus atas capaian luar biasa berupa komitmen seluruh pegawai dalam menunaikan zakat sebesar 2,5 persen. Penghargaan ini menjadi bukti kuat sinergi antara BAZNAS dan Kementerian Agama dalam menguatkan peran zakat sebagai instrumen pembangunan umat dan kesejahteraan masyarakat. Melalui BAZNAS Awards 2025, BAZNAS Trenggalek berharap semangat berzakat di lingkungan instansi pemerintah dan lembaga pendidikan semakin meningkat. Apresiasi ini tidak hanya menjadi bentuk penghormatan atas capaian kinerja, tetapi juga sebagai motivasi agar seluruh UPZ terus meningkatkan kualitas pelayanan, pengelolaan, serta kontribusi nyata bagi kesejahteraan masyarakat. Dengan adanya dukungan dan kolaborasi yang kuat antara BAZNAS, UPZ, dan para muzakki, BAZNAS Trenggalek optimistis pengelolaan zakat di Kabupaten Trenggalek akan semakin maju, berdaya guna, dan memberikan dampak nyata bagi mustahik serta pembangunan daerah secara berkelanjutan.

24-12-2025 | Humas

Paguyuban Sound Jenangan Trenggalek (PSJT) Serahkan Bantuan untuk Sumatera dan Aceh Melalui BAZNAS Trenggalek pada BAZNAS Award 2025
Paguyuban Sound Jenangan Trenggalek (PSJT) Serahkan Bantuan untuk Sumatera dan Aceh Melalui BAZNAS Trenggalek pada BAZNAS Award 2025
BAZNAS Kabupaten Trenggalek kembali menerima dukungan dan kepedulian dari berbagai elemen masyarakat. Kali ini, Paguyuban Sound Jenangan Trenggalek (PSJT) menunjukkan solidaritas sosialnya dengan menyerahkan bantuan kemanusiaan untuk saudara-saudara terdampak bencana di Sumatera dan Aceh. Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis melalui BAZNAS Trenggalek dalam rangkaian kegiatan BAZNAS Award 2025 yang digelar di Pendopo Manggala Praja Nugraha Trenggalek senilai Rp.39.872.500,-. Penyerahan bantuan ini menjadi bukti bahwa kepedulian terhadap sesama tidak mengenal batas profesi maupun latar belakang komunitas. PSJT yang dikenal sebagai wadah pelaku dan pecinta sound system di wilayah Trenggalek, turut mengambil peran dalam aksi kemanusiaan dengan menggalang donasi dari para anggotanya untuk membantu masyarakat yang tengah tertimpa musibah. Ketua BAZNAS Kabupaten Trenggalek menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan PSJT kepada BAZNAS sebagai lembaga resmi pengelola zakat, infak, dan sedekah. Menurutnya, kolaborasi dengan komunitas-komunitas masyarakat seperti PSJT merupakan bentuk sinergi yang sangat positif dalam memperluas jangkauan bantuan dan memperkuat solidaritas sosial. “BAZNAS tidak bisa berjalan sendiri. Dukungan dari komunitas, organisasi, dan masyarakat luas seperti Paguyuban Sound Jenangan Trenggalek ini menjadi kekuatan besar bagi kami untuk terus hadir membantu saudara-saudara yang membutuhkan, khususnya korban bencana di Sumatera dan Aceh,” ujarnya. Ia menambahkan, bantuan yang disalurkan melalui BAZNAS akan dikelola secara amanah, transparan, dan tepat sasaran, sesuai dengan prinsip pengelolaan dana umat. Seluruh donasi yang diterima akan segera disalurkan kepada masyarakat terdampak melalui program kebencanaan BAZNAS bekerja sama dengan BAZNAS daerah setempat dan pihak terkait. Perwakilan Paguyuban Sound Jenangan Trenggalek (PSJT) menyampaikan bahwa penyaluran bantuan ini merupakan wujud kepedulian dan empati terhadap penderitaan saudara-saudara sebangsa yang tengah menghadapi musibah. Meski berasal dari komunitas hobi, PSJT ingin menunjukkan bahwa komunitas juga memiliki tanggung jawab sosial dan dapat berkontribusi nyata bagi kemanusiaan. “Kami berharap bantuan yang kami salurkan melalui BAZNAS Trenggalek ini bisa sedikit meringankan beban saudara-saudara kita di Sumatera dan Aceh. Semoga apa yang kami lakukan menjadi amal kebaikan bagi seluruh anggota PSJT,” ungkapnya. Penyerahan bantuan PSJT ini menjadi salah satu momen bermakna dalam pelaksanaan BAZNAS Award 2025, yang tidak hanya menjadi ajang evaluasi dan apresiasi kinerja pengelolaan zakat, tetapi juga wadah untuk memperkuat kolaborasi antara BAZNAS dan masyarakat. Melalui kegiatan ini, BAZNAS Trenggalek berharap semakin banyak komunitas dan elemen masyarakat yang tergerak untuk menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui lembaga resmi, sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas dan merata. Semangat gotong royong dan kepedulian sosial yang ditunjukkan PSJT diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi komunitas lainnya di Kabupaten Trenggalek.

24-12-2025 | Humas

Berita Pendistribusian

BAZNAS Distribusikan Bantuan Bedah Rumah Program Rumah Layak Huni untuk Empat Wa
BAZNAS Distribusikan Bantuan Bedah Rumah Program Rumah Layak Huni untuk Empat Wa
Trenggalek, 05 Desember 2025 — Upaya menghadirkan tempat tinggal yang lebih layak, aman, dan nyaman bagi masyarakat terus menjadi perhatian serius BAZNAS. Melalui Program Rumah Layak Huni dari BAZNAS RI, BAZNAS Kabupaten Trenggalek kembali menyalurkan bantuan bedah rumah kepada empat warga yang berada dalam kondisi serba terbatas. Mereka adalah Ibu Supiyah dari Desa Ngadimulyo-Kec. Kampak, Bapak M. Tohir dari Desa Pandean-Kec. Dongko, Ibu Mijah dari Desa Ngentrong-Kec. Karangan dan Ibu Tumini dari Desa Nglebo-Kec. Suruh yang masing-masing telah lama hidup dalam kondisi hunian yang tak lagi layak ditinggali. Program ini tidak hanya sekadar menghadirkan bangunan fisik, tetapi juga merupakan wujud nyata bahwa dana zakat mampu menjadi pendorong perubahan sosial yang signifikan. Dengan memprioritaskan warga yang tinggal di rumah tidak layak huni, BAZNAS berupaya membuka jalan bagi masyarakat untuk merasakan kehidupan yang lebih bermartabat. Kondisi Rumah Tak Layak yang Menjadi Prioritas Sebagian besar penerima bantuan adalah warga yang bertahun-tahun tinggal di rumah yang sudah lapuk, sempit, dan minim fasilitas. Banyak dari bangunan tersebut tak lagi mampu melindungi penghuninya dari hujan, angin, maupun suhu ekstrem. Pada beberapa lokasi, kondisi lantai masih berupa tanah, dinding rapuh, serta atap yang rawan ambruk setiap saat. Di Desa Ngadimulyo, misalnya, rumah Supiyah telah lama menjadi sorotan masyarakat sekitar. Dengan kondisi ekonomi yang pas-pasan, ia tidak mampu melakukan perbaikan apa pun. Setiap turun hujan, ia cemas memikirkan keselamatan diri dan anggota keluarga. Bantuan dari BAZNAS ini menjadi jawaban atas doa dan harapan yang selama ini ia gantungkan. Sementara itu, di Desa Pandean, rumah milik M. Tohir juga tak kalah memprihatinkan. Lantai kayu yang rapuh, dinding yang berlubang, serta kondisi atap yang bocor membuat aktivitas sehari-hari menjadi semakin berat. Tohir, yang bekerja serabutan, nyaris mustahil melakukan renovasi dengan penghasilannya yang sangat terbatas. Di Desa Ngentrong, situasi yang dialami oleh Mijah pun hampir serupa. Kesederhanaan hidup membuatnya bertahan dalam rumah seadanya, meski kondisi bangunan tersebut sudah jauh dari kata layak. Bantuan dari BAZNAS menjadi angin segar yang membawa harapan baru bagi kehidupan Ibu Mijah dan keluarganya. Sementara itu, di Desa Nglebo, Ibu Tumini menjadi penerima manfaat keempat. Sebagai kepala keluarga yang harus berjuang seorang diri, ia bertahan hidup di rumah dengan kondisi yang memprihatinkan. Tidak jarang ia kesulitan tidur ketika angin kencang datang karena takut rumahnya runtuh kapan saja. Kini, bantuan dari BAZNAS membuat Ibu Tumini bisa bernapas lega dan menatap masa depan dengan lebih percaya diri. Wujud Kepedulian Bersama, Bukan Sekadar Bantuan Proses penyerahan bantuan rumah layak huni ini dilakukan secara langsung oleh BAZNAS Trenggalek dengan melibatkan perangkat desa dan tokoh masyarakat setempat. Hal ini menunjukkan bahwa program tersebut bukan hanya inisiatif lembaga, tetapi disambut sebagai gerakan sosial yang melibatkan seluruh elemen masyarakat. Ketua BAZNAS Trenggalek menyampaikan bahwa bantuan ini merupakan amanah dari para muzakki di seluruh Indonesia melalui BAZNAS RI. Karena itu, proses penyaluran dilakukan dengan penuh tanggung jawab, transparan, dan tepat sasaran. “Program Rumah Layak Huni bukan sekadar membangun rumah, tetapi membangun kembali semangat hidup dan menjaga martabat masyarakat yang selama ini hidup dalam keterbatasan,” ungkapnya. Bantuan ini juga menjadi stimulus agar masyarakat lain turut bergerak dalam semangat gotong royong. Sejumlah warga di sekitar lokasi penerima manfaat juga ikut membantu proses pembangunan, mulai dari pembersihan area, pengangkutan material, hingga kerja bakti bersama. Kehangatan kebersamaan inilah yang membuat setiap rumah yang dibangun terasa lebih hidup dan penuh nilai kebajikan. Menghadirkan Rumah, Menghadirkan Harapan Keempat penerima manfaat tidak mampu menyembunyikan rasa haru dan syukur mereka. Dengan suara yang bergetar, mereka menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu mewujudkan rumah impian mereka. Bagi mereka, bantuan ini bukan hanya soal bangunan baru, tetapi tentang harapan untuk hidup lebih layak, serta lingkungan yang lebih aman bagi keluarga mereka. BAZNAS berharap bahwa Program Rumah Layak Huni dapat menjadi inspirasi dan contoh bahwa pengelolaan zakat yang amanah mampu memberikan dampak besar dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Dengan terus memperluas jangkauan program ini, BAZNAS berkomitmen untuk menghadirkan lebih banyak rumah yang layak, lebih banyak senyuman, dan lebih banyak harapan di tengah masyarakat. Sahabat BAZNAS juga bisa jadi bagian dari aksi kebaikan ini dengan cara sedekah melalui ????kabtrenggalek.baznas.go.id/sedekah atau melalui rekening : Bank Jatim 0222411114 BSI 7555557587 BRI 017701016626538
15/12/2025 | Humas
BAZNAS Trenggalek Serahkan Bantuan Bedah Rumah di 3 desa di Kecamatan Durenan
BAZNAS Trenggalek Serahkan Bantuan Bedah Rumah di 3 desa di Kecamatan Durenan
BAZNAS Kabupaten Trenggalek kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui program bedah rumah. Kali ini, bantuan disalurkan ke tiga titik lokasi berbeda, yakni di desa Semarum, desa Gdor dan desa Kamulan kecamatan Durenan. Program bedah rumah ini merupakan salah satu bentuk nyata dari penyaluran dana zakat, infak, dan sedekah yang dikelola oleh BAZNAS Trenggalek. Sasaran bantuan adalah warga yang tinggal di hunian tidak layak dan tergolong mustahik (penerima zakat) sesuai ketentuan syariah. Pimpinan BAZNAS Trenggalek menyampaikan bahwa program ini tidak hanya bertujuan memberikan tempat tinggal yang layak, tetapi juga membangun kembali semangat dan harapan keluarga penerima bantuan. "Melalui program bedah rumah ini, kami ingin menghadirkan kebahagiaan dan harapan baru bagi saudara-saudara kita yang membutuhkan. Ini adalah bentuk kepedulian dan amanah dari para muzakki yang harus kami jaga dan salurkan dengan tepat sasaran," ungkapnya. Warga penerima manfaat bersyukur dan berterima kasih atas bantuan yang diterima. BAZNAS Trenggalek terus mengajak masyarakat, khususnya para muzakki, untuk menunaikan zakat melalui lembaga resmi. Dengan kolaborasi yang kuat antara umat dan lembaga zakat, diharapkan semakin banyak warga yang dapat merasakan manfaat nyata dari dana zakat. Terima kasih Muzakki, zakat anda memberdayakan banyak umat.
10/12/2025 | Humas
BAZNAS bersama Bupati Trenggalek Berikan Bantuan Bedah Rumah 17 Agustus
BAZNAS bersama Bupati Trenggalek Berikan Bantuan Bedah Rumah 17 Agustus
Raut bahagia terpancar di wajah Mbah Rebo (68 tahun) dan keluarga. Rumahnya menjadi salah satu sasaran program 17 Agustus Bedah 17 Rumah yang digagas oleh BAZNAS Trenggalek. . Kurang lebih sudah setahun sejak rumah milik Mbah Rebo mengalami rubuh akibat kondisi bangunan yang sudah lapuk dimakan usia. Sekarang Mbah Rebo bersama keluarga bisa bernafas lega dan tinggal dengan nyaman dirumahnya yang kini sudah dibedah. . Di momen Peringatan HUT ke-80 Republik Indonesia ini, Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin dan Wakil Bupati Syah Mohamad Natanegara bersama Forkopimda kunjungi rumah Mbah Rebo di Desa Kerjo Kecamatan Karangan, Minggu (17/8/2025). . "Saya terima kasih ke seluruh masyarakat yang telah menasarufkan zakatnya, beginilah suasana semesta zakat di Kabupaten Trenggalek," ucap Mas Bupati Ipin. . "Kita selalu berbagi kebahagiaan di momen 17 Agustus, momen kemerdekaan yang sekecil-kecilnya, sandang papan pangan harus tercukupi, meskipun tidak bisa serentak langsung, tapi berproses, berprogres," sambungnya. . Mas Bupati Ipin menambahkan bahwa kunjungannya tersebut juga untuk mengapresiasi semua pihak. Baik warga yang melaporkan sampai mengusulkan. Hingga sinergitas TNI dan Polri bersama warga sekitar yang gotong royong memperbaiki rumah Mbah Rebo.
10/12/2025 | Humas

Artikel Terbaru

Hari Batik Nasional 2 Oktober 2026: Merawat Warisan Budaya, Menguatkan Identitas Bangsa
Hari Batik Nasional 2 Oktober 2026: Merawat Warisan Budaya, Menguatkan Identitas Bangsa
Setiap tanggal 2 Oktober, masyarakat Indonesia memperingati Hari Batik Nasional sebagai momentum untuk mengenang, menghargai, sekaligus melestarikan batik sebagai salah satu warisan budaya bangsa. Peringatan ini bukan sekadar ajakan untuk mengenakan pakaian batik, tetapi juga menjadi pengingat bahwa di balik setiap motif dan goresan batik terdapat sejarah, nilai kehidupan, kreativitas, serta kerja keras para perajin yang telah menjaga tradisi tersebut dari generasi ke generasi. Batik telah menjadi bagian penting dari identitas budaya Indonesia. Keindahan batik tidak hanya terlihat dari perpaduan warna dan motifnya, tetapi juga dari proses pembuatannya yang membutuhkan ketelitian, kesabaran, dan keterampilan. Setiap daerah di Indonesia memiliki karakter batik yang berbeda, mencerminkan kekayaan tradisi dan keragaman masyarakatnya. Batik, Warisan Budaya yang Harus Dijaga Hari Batik Nasional memiliki makna penting bagi masyarakat Indonesia. Peringatan ini menjadi kesempatan untuk kembali memahami bahwa batik merupakan warisan budaya yang harus dijaga keberadaannya. Batik Indonesia telah diakui oleh UNESCO sebagai Warisan Budaya Takbenda untuk Kemanusiaan pada 2 Oktober 2009. Pengakuan tersebut menjadi kebanggaan sekaligus tanggung jawab bagi seluruh masyarakat Indonesia. Batik bukan hanya milik para perajin, pelaku usaha, atau seniman, tetapi merupakan bagian dari kekayaan budaya yang dimiliki bersama. Melestarikan batik dapat dilakukan dengan berbagai cara sederhana. Mengenakan batik dalam kegiatan sehari-hari, membeli produk batik dari perajin lokal, memperkenalkan batik kepada generasi muda, hingga mempelajari filosofi di balik setiap motif merupakan bentuk nyata kepedulian terhadap warisan budaya Indonesia. Lebih dari Sekadar Kain Batik memiliki nilai yang jauh lebih besar daripada sekadar kain bermotif. Dalam banyak tradisi masyarakat Indonesia, motif batik memiliki filosofi dan makna tertentu. Motif tertentu dapat menggambarkan harapan, doa, keteguhan, kesuburan, keharmonisan, hingga hubungan manusia dengan lingkungan dan kehidupan sosial. Proses pembuatan batik tulis, misalnya, membutuhkan ketekunan luar biasa. Perajin harus menggambar menggunakan canting dengan tangan secara teliti sebelum melalui proses pewarnaan dan tahapan lainnya. Setiap helai kain yang dihasilkan menjadi bukti dari keterampilan dan kesabaran manusia. Karena itu, ketika seseorang mengenakan batik, sesungguhnya ia tidak hanya mengenakan sebuah pakaian. Ia juga membawa sebuah cerita, tradisi, dan identitas budaya yang telah diwariskan selama bertahun-tahun. Menumbuhkan Kebanggaan pada Generasi Muda Tantangan pelestarian batik ke depan adalah bagaimana membuat warisan budaya tersebut tetap dekat dengan generasi muda. Perkembangan zaman dan perubahan tren fashion membuat batik perlu terus beradaptasi tanpa kehilangan akar budayanya. Generasi muda memiliki peran penting dalam menjaga keberlanjutan batik. Kreativitas anak muda dapat menghadirkan batik dalam berbagai bentuk dan gaya yang lebih modern. Batik dapat dipadukan dengan busana kasual, digunakan sebagai aksesori, maupun dikembangkan menjadi berbagai produk kreatif lainnya. Dengan demikian, batik tidak hanya dipandang sebagai pakaian untuk acara resmi atau kegiatan tertentu, tetapi juga menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat modern. Pengenalan batik sejak usia dini juga menjadi langkah penting. Anak-anak dapat diajak mengenal berbagai motif batik, belajar membatik, mengetahui proses pembuatannya, serta memahami nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. Dengan cara tersebut, kecintaan terhadap batik dapat tumbuh secara alami. Mendukung Perajin dan Ekonomi Lokal Di balik keberadaan batik terdapat banyak masyarakat yang menggantungkan kehidupan dari industri tersebut. Mulai dari perajin, pengusaha batik, pedagang kain, hingga pelaku usaha kreatif yang mengembangkan produk turunan batik. Karena itu, mencintai batik juga berarti memberikan dukungan terhadap ekonomi masyarakat. Membeli batik buatan perajin lokal merupakan salah satu bentuk apresiasi terhadap kerja keras mereka. Di berbagai daerah, termasuk Jawa Timur, batik terus berkembang dengan karakter khas masing-masing. Keberagaman motif menjadi kekuatan tersendiri yang dapat memperkenalkan potensi daerah kepada masyarakat luas. Pengembangan batik juga dapat menjadi bagian dari upaya memperkuat ekonomi kreatif. Dengan inovasi desain, pemasaran digital, dan peningkatan kualitas produk, batik lokal memiliki peluang untuk menjangkau pasar yang lebih luas, termasuk generasi muda dan pasar internasional. Hari Batik Nasional 2026: Saatnya Bangga dan Melestarikan Peringatan Hari Batik Nasional 2 Oktober 2026 dapat menjadi momentum untuk kembali meneguhkan rasa bangga terhadap budaya Indonesia. Memakai batik bukan hanya tentang mengikuti sebuah peringatan, tetapi menjadi salah satu cara sederhana untuk menunjukkan bahwa kita menghargai warisan budaya bangsa. Semangat melestarikan batik juga dapat diwujudkan melalui tindakan-tindakan kecil yang dilakukan secara konsisten. Mengenakan batik, mengenalkan batik kepada anak-anak, mendukung perajin lokal, menjaga kualitas produk, serta terus belajar mengenai filosofi dan sejarah batik merupakan bagian dari upaya menjaga warisan budaya tersebut. Batik telah melewati perjalanan panjang dan terus berkembang mengikuti zaman. Tantangan kita hari ini adalah memastikan bahwa perkembangan tersebut tidak membuat nilai dan jati diri batik kehilangan maknanya. Mari menjadikan Hari Batik Nasional 2026 sebagai momentum untuk tidak hanya memakai batik, tetapi juga memahami, mencintai, dan melestarikannya. Sebab, ketika kita mengenakan batik, kita sedang membawa sebagian kecil dari cerita Indonesia. Ketika kita membeli karya perajin batik, kita ikut menjaga roda ekonomi masyarakat. Dan ketika kita mengenalkan batik kepada generasi berikutnya, kita sedang memastikan bahwa warisan budaya Indonesia akan terus hidup, tumbuh, dan dikenang hingga masa depan. Selamat Hari Batik Nasional 2 Oktober 2026. Bangga Berbatik, Bangga Menjadi Indonesia.
02/10/2026 | Humas
Hari Kesaktian Pancasila: Meneguhkan Nilai Persatuan, Kemanusiaan, dan Kepedulian
Hari Kesaktian Pancasila: Meneguhkan Nilai Persatuan, Kemanusiaan, dan Kepedulian
Setiap tanggal 1 Oktober, bangsa Indonesia memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Peringatan ini menjadi momentum penting untuk mengenang perjalanan sejarah bangsa sekaligus meneguhkan kembali komitmen dalam menjaga Pancasila sebagai dasar negara dan pedoman dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Hari Kesaktian Pancasila tidak sekadar menjadi agenda seremonial tahunan. Lebih dari itu, peringatan ini menjadi ruang untuk merefleksikan kembali nilai-nilai luhur yang terkandung dalam Pancasila serta bagaimana nilai tersebut dapat diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari. Pancasila lahir dari perjalanan panjang bangsa Indonesia dalam mencari titik temu di tengah keberagaman. Perbedaan suku, agama, budaya, bahasa, maupun latar belakang sosial bukan menjadi alasan untuk terpecah, melainkan menjadi kekuatan yang memperkaya kehidupan bangsa. Karena itu, semangat persatuan menjadi salah satu nilai penting yang perlu terus dirawat oleh seluruh masyarakat. Peringatan Hari Kesaktian Pancasila juga mengingatkan bahwa menjaga Pancasila bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah atau lembaga negara. Setiap warga negara memiliki peran dalam mengamalkan nilai-nilai Pancasila sesuai dengan kapasitas dan lingkungan masing-masing. Dalam kehidupan sosial, pengamalan Pancasila dapat diwujudkan melalui sikap saling menghormati, gotong royong, membantu sesama, serta memberikan ruang bagi setiap orang untuk hidup dengan aman dan bermartabat. Kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan juga merupakan bagian penting dari semangat kemanusiaan dan keadilan sosial. Semangat tersebut memiliki keterkaitan erat dengan berbagai gerakan sosial dan kemanusiaan yang tumbuh di tengah masyarakat. Kepedulian terhadap kaum dhuafa, santunan kepada anak yatim, bantuan pendidikan, pelayanan kesehatan, bantuan kebencanaan, hingga pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat merupakan bentuk nyata kepedulian sosial. Dalam konteks pengelolaan zakat, infak, dan sedekah, nilai-nilai tersebut semakin relevan. Zakat tidak hanya memiliki dimensi ibadah, tetapi juga memiliki dimensi sosial yang mendorong terwujudnya kepedulian dan kebermanfaatan bagi masyarakat. Melalui zakat, masyarakat yang memiliki kemampuan dapat berbagi dengan mereka yang membutuhkan. Dari sana tumbuh semangat untuk saling membantu dan memperkuat ketahanan sosial. Ketika kepedulian tersebut dilakukan secara bersama-sama, manfaatnya dapat dirasakan lebih luas. Hari Kesaktian Pancasila menjadi pengingat bahwa nilai-nilai kebangsaan tidak berhenti pada hafalan lima sila. Pancasila perlu hadir dalam tindakan nyata. Ketuhanan diwujudkan melalui sikap saling menghormati dan menjalankan keyakinan dengan penuh tanggung jawab. Kemanusiaan diwujudkan dengan memperlakukan sesama secara adil dan bermartabat. Persatuan diwujudkan dengan menjaga kebersamaan di tengah perbedaan. Sementara itu, semangat kerakyatan dapat diwujudkan melalui budaya musyawarah dan kepedulian terhadap kepentingan bersama. Adapun keadilan sosial dapat terus diupayakan melalui berbagai tindakan yang membantu mengurangi kesenjangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Di tengah perkembangan zaman dan derasnya arus informasi, nilai-nilai Pancasila juga menghadapi tantangan baru. Masyarakat dituntut untuk semakin bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi. Perbedaan pendapat hendaknya tidak menjadi alasan untuk saling bermusuhan. Sebaliknya, keberagaman pandangan perlu dikelola melalui dialog, saling menghargai, dan semangat persaudaraan. Generasi muda memiliki peran penting dalam menjaga nilai-nilai tersebut. Mereka bukan hanya penerus bangsa, tetapi juga bagian dari kekuatan yang menentukan wajah Indonesia di masa depan. Dengan membangun karakter yang berintegritas, peduli terhadap sesama, menghargai keberagaman, serta aktif memberikan kontribusi positif bagi lingkungan, generasi muda dapat menjadi bagian dari upaya menjaga persatuan Indonesia. Peringatan Hari Kesaktian Pancasila pada 1 Oktober 2026, dengan demikian, dapat menjadi momentum untuk memperkuat kembali semangat kebersamaan. Pancasila bukan hanya dasar negara, tetapi juga nilai yang dapat menjadi landasan dalam membangun kehidupan sosial yang lebih harmonis, adil, dan penuh kepedulian. Bagi masyarakat, mengamalkan Pancasila dapat dimulai dari hal-hal sederhana: membantu tetangga yang membutuhkan, bergotong royong, menghormati perbedaan, menjaga lingkungan, berbagi kepada sesama, serta mengutamakan kepentingan bersama. Sebab, kekuatan Pancasila pada akhirnya tidak hanya tercermin dalam simbol dan slogan, tetapi juga dalam tindakan nyata seluruh masyarakat. Selamat memperingati Hari Kesaktian Pancasila, 1 Oktober 2026. Mari terus menjaga persatuan, memperkuat kepedulian, dan menghadirkan nilai-nilai Pancasila melalui karya serta kebaikan nyata untuk Indonesia yang lebih harmonis, adil, dan sejahtera.
01/10/2026 | Humas
Rabiul Akhir, Saatnya Memperkuat Iman dan Kepedulian Sosial
Rabiul Akhir, Saatnya Memperkuat Iman dan Kepedulian Sosial
Rabiul Akhir merupakan salah satu bulan dalam kalender Hijriah yang dapat menjadi momentum bagi umat Islam untuk terus melakukan introspeksi dan memperkuat kualitas keimanan. Setelah melewati bulan-bulan sebelumnya dengan berbagai aktivitas kehidupan, hadirnya Rabiul Akhir dapat menjadi pengingat bahwa perjalanan waktu seharusnya selalu diiringi dengan peningkatan amal, kepedulian, dan kebermanfaatan bagi sesama. Dalam kehidupan seorang Muslim, keimanan tidak hanya tercermin dari hubungan manusia dengan Allah SWT, tetapi juga dari bagaimana seseorang membangun hubungan yang baik dengan sesama. Keimanan yang tumbuh dalam hati diharapkan melahirkan kepedulian, kasih sayang, sikap saling membantu, serta keinginan untuk memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar. Rabiul Akhir dapat menjadi momentum untuk kembali melihat kondisi di sekitar kita. Di tengah kehidupan masyarakat, masih terdapat saudara-saudara kita yang menghadapi berbagai keterbatasan. Ada keluarga yang kesulitan memenuhi kebutuhan pangan, anak-anak yang membutuhkan dukungan pendidikan, lansia yang hidup dalam keterbatasan, hingga masyarakat yang membutuhkan bantuan ketika menghadapi musibah dan bencana. Kondisi tersebut mengingatkan bahwa kepedulian sosial bukan sekadar pilihan, tetapi bagian dari nilai kehidupan yang perlu terus ditumbuhkan. Setiap orang memiliki kesempatan untuk berbuat baik sesuai dengan kemampuan yang dimiliki. Salah satu bentuk nyata kepedulian tersebut adalah melalui zakat, infak, dan sedekah. Ketiganya dapat menjadi sarana untuk membantu masyarakat yang membutuhkan sekaligus memperkuat solidaritas di tengah kehidupan sosial. Zakat memiliki kedudukan penting dalam ajaran Islam. Selain sebagai bentuk ketaatan kepada Allah SWT, zakat memiliki dimensi sosial yang sangat kuat. Melalui zakat, sebagian harta yang dimiliki oleh mereka yang berkewajiban menunaikannya disalurkan kepada golongan yang berhak menerima. Dengan demikian, zakat menjadi salah satu instrumen yang dapat membantu menghadirkan kemanfaatan dan memperkuat kepedulian di tengah masyarakat. Sementara itu, infak dan sedekah memberikan ruang yang lebih luas bagi setiap orang untuk berbagi. Tidak harus menunggu memiliki harta yang berlimpah. Kebaikan dapat dimulai dari sesuatu yang sederhana. Memberikan makanan kepada orang yang membutuhkan, membantu biaya pendidikan, mendukung kebutuhan kesehatan, memberikan bantuan kepada lansia dhuafa, hingga menyisihkan sebagian rezeki untuk program sosial merupakan bentuk kepedulian yang memiliki arti bagi penerimanya. Rabiul Akhir juga dapat menjadi momentum untuk mengubah cara pandang terhadap harta. Harta bukan hanya tentang apa yang kita miliki, tetapi juga tentang bagaimana kita menggunakannya untuk menghadirkan manfaat. Ketika sebagian rezeki disisihkan untuk membantu sesama, di situlah tumbuh nilai kebermanfaatan yang lebih luas. Kepedulian sosial pun tidak selalu harus diwujudkan dalam bentuk materi. Menolong tetangga, memberikan waktu untuk membantu kegiatan sosial, menguatkan seseorang yang sedang mengalami kesulitan, menjaga lingkungan, serta ikut bergotong royong juga merupakan bentuk amal kebaikan. Di era digital seperti saat ini, semangat berbagi bahkan dapat dilakukan dengan cara yang semakin mudah. Masyarakat dapat menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui lembaga yang terpercaya sehingga dana yang dihimpun dapat dikelola dan disalurkan kepada penerima manfaat sesuai dengan ketentuan dan kebutuhan. Namun, lebih dari sekadar menyalurkan bantuan, kepedulian sosial hendaknya juga diarahkan pada upaya membangun kemandirian masyarakat. Bantuan pendidikan, pemberdayaan ekonomi, pelayanan kesehatan, bantuan kebutuhan dasar, hingga program kebencanaan merupakan bagian dari ikhtiar untuk menghadirkan manfaat yang berkelanjutan. Semangat inilah yang perlu terus dirawat. Sebab, masyarakat yang kuat bukan hanya dibangun oleh mereka yang memiliki kemampuan lebih, tetapi juga oleh kepedulian yang tumbuh dan dilakukan secara bersama-sama. Rabiul Akhir menjadi pengingat bahwa waktu terus berjalan. Setiap hari yang dilewati merupakan kesempatan untuk memperbaiki diri dan menambah amal kebaikan. Jangan sampai kesempatan tersebut berlalu tanpa meninggalkan manfaat bagi orang lain. Mari menjadikan Rabiul Akhir sebagai momentum untuk memperkuat hubungan dengan Allah SWT sekaligus mempererat hubungan dengan sesama. Memperbanyak ibadah, memperbaiki akhlak, menunaikan zakat, memperbanyak infak dan sedekah, serta menghadirkan kepedulian kepada mereka yang membutuhkan. Karena sejatinya, kebaikan yang kita berikan kepada sesama bukan hanya menghadirkan kebahagiaan bagi penerimanya. Kebaikan juga menjadi bagian dari perjalanan amal yang semoga mendapatkan keberkahan dan ridha Allah SWT. Rabiul Akhir bukan sekadar pergantian bulan dalam kalender Hijriah. Ia dapat menjadi momentum untuk kembali bertanya kepada diri sendiri: sudahkah kehadiran kita memberikan manfaat bagi orang lain? Mari isi Rabiul Akhir dengan lebih banyak kebaikan. Mari kuatkan iman dengan kepedulian, hadirkan manfaat melalui zakat dan sedekah, serta bersama-sama membangun masyarakat yang lebih peduli, berdaya, dan penuh keberkahan.
01/10/2026 | Humas

BAZNAS TV