WhatsApp Icon
banner
banner
banner
banner
banner
banner
banner
banner

Berita Terkini

BAZNAS Trenggalek Salurkan Bantuan 12 Unit Sepeda untuk Siswa Sekolah Dasar, Tambah Semangat Belajar Siswa
BAZNAS Trenggalek Salurkan Bantuan 12 Unit Sepeda untuk Siswa Sekolah Dasar, Tambah Semangat Belajar Siswa
Semangat belajar siswa sekolah dasar di Kabupaten Trenggalek semakin terpacu setelah menerima bantuan sepeda dari BAZNAS Trenggalek. Pada Rabu (08-04-2026), sebanyak 12 unit sepeda disalurkan kepada siswa dari beberapa sekolah dasar yang membutuhkan. Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh pimpinan BAZNAS Trenggalek sebagai bentuk kepedulian terhadap dunia pendidikan dan dukungan bagi siswa yang memiliki keterbatasan sarana transportasi menuju sekolah. Kegiatan penyerahan sepeda berlangsung dengan penuh kebahagiaan dan antusiasme dari para siswa, guru, serta orang tua. Bagi sebagian siswa, sepeda ini menjadi sarana penting untuk menunjang perjalanan mereka ke sekolah yang selama ini harus ditempuh dengan berjalan kaki dalam jarak yang cukup jauh. Dengan adanya bantuan ini, diharapkan siswa dapat datang ke sekolah tepat waktu dan memiliki semangat baru dalam menuntut ilmu. Adapun rincian penerima bantuan sepeda pada program kali ini meliputi beberapa sekolah dasar di wilayah Kabupaten Trenggalek, yaitu SDN 1 Ngentrong sebanyak 1 unit, SDN 2 Ngentrong sebanyak 2 unit, SDN 2 Kerjo sebanyak 2 unit, SDN 1 Jati sebanyak 4 unit, serta SDN 3 Jatiprahu sebanyak 3 unit. Penyaluran dilakukan berdasarkan hasil survei dan verifikasi lapangan untuk memastikan bahwa bantuan diberikan kepada siswa yang benar-benar membutuhkan. Dalam sambutannya, pimpinan BAZNAS Trenggalek menyampaikan bahwa bantuan sepeda ini merupakan salah satu bentuk pemanfaatan dana zakat, infak, dan sedekah yang dihimpun dari masyarakat. Program ini dirancang untuk mendukung akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu, sehingga mereka dapat menempuh pendidikan dengan lebih mudah dan nyaman. “Sepeda ini bukan hanya alat transportasi, tetapi juga simbol harapan bagi anak-anak untuk terus semangat belajar dan meraih cita-cita. Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban orang tua serta memotivasi siswa untuk lebih giat dalam menuntut ilmu,” ujar pimpinan BAZNAS Trenggalek dalam sambutannya. Para guru dari masing-masing sekolah menyampaikan apresiasi atas perhatian yang diberikan oleh BAZNAS Trenggalek. Mereka menilai bahwa bantuan sepeda sangat membantu siswa, terutama yang tinggal jauh dari sekolah dan memiliki keterbatasan fasilitas transportasi. Dengan adanya sepeda, siswa dapat menghemat waktu perjalanan dan mengurangi rasa lelah sebelum memulai kegiatan belajar di kelas. Kebahagiaan juga terlihat jelas dari wajah para siswa penerima manfaat. Mereka tampak bersemangat mencoba sepeda baru yang diterima, bahkan beberapa di antaranya menyampaikan rasa terima kasih kepada para donatur yang telah peduli terhadap pendidikan mereka. Bagi orang tua siswa, bantuan ini menjadi berkah yang sangat berarti karena mampu mengurangi beban biaya transportasi harian. Program bantuan sepeda ini menjadi salah satu bentuk komitmen BAZNAS Trenggalek dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan di daerah. Selain bantuan sepeda, BAZNAS juga terus mengembangkan berbagai program pendidikan lainnya, seperti bantuan perlengkapan sekolah, beasiswa pendidikan, serta dukungan bagi siswa berprestasi dari keluarga kurang mampu. Dengan tersalurkannya 12 unit sepeda kepada siswa sekolah dasar pada Rabu (08-04-2026), diharapkan semakin banyak anak-anak yang memiliki kesempatan belajar dengan lebih baik. Bantuan ini tidak hanya memberikan kemudahan dalam akses pendidikan, tetapi juga menumbuhkan semangat dan rasa percaya diri siswa untuk terus melangkah menuju masa depan yang lebih cerah.
08/04/2026 | Humas
Menjaga Ukhuwah di Bulan Syawal, BAZNAS Trenggalek Silaturahmi ke BAZNAS Jatim
Menjaga Ukhuwah di Bulan Syawal, BAZNAS Trenggalek Silaturahmi ke BAZNAS Jatim
Dalam suasana penuh kehangatan bulan Syawal 1447 H, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Trenggalek melaksanakan kegiatan silaturahmi ke Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Jawa Timur pada Kamis, 02 April 2026. Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk mempererat ukhuwah kelembagaan sekaligus memperkuat sinergi dalam upaya pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) di wilayah Jawa Timur. Rombongan BAZNAS Kabupaten Trenggalek dipimpin langsung oleh Ketua BAZNAS Trenggalek, Mahsun Ismail, didampingi Wakil Ketua I Rahmat Purwanto, Wakil Ketua II Bahauddin, Wakil Ketua III Mahsunudin, Kepala Pelaksana Deni Riani, serta Pelaksana Bidang Pendistribusian Ali Muhtaroh. Kehadiran rombongan ini disambut dengan hangat oleh jajaran BAZNAS Provinsi Jawa Timur dalam suasana kekeluargaan yang kental dengan nilai-nilai kebersamaan. Ketua BAZNAS Trenggalek, Mahsun Ismail, menyampaikan bahwa kegiatan silaturahmi di bulan Syawal ini merupakan tradisi yang memiliki makna mendalam, tidak hanya sebagai ajang saling memaafkan setelah bulan Ramadan, tetapi juga sebagai sarana memperkuat koordinasi dan komunikasi antara BAZNAS kabupaten dan provinsi. Menurutnya, sinergi yang kuat menjadi salah satu kunci dalam meningkatkan efektivitas pengelolaan zakat agar semakin profesional dan berdampak luas bagi masyarakat. “Melalui silaturahmi ini, kami berharap dapat terus menjaga hubungan baik dengan BAZNAS Provinsi Jawa Timur. Selain sebagai bentuk ukhuwah, kegiatan ini juga menjadi kesempatan untuk berdiskusi dan berbagi pengalaman terkait pengelolaan zakat, sehingga program-program yang dilaksanakan di daerah dapat semakin optimal dan tepat sasaran,” ungkapnya. Dalam pertemuan tersebut, berbagai hal strategis turut dibahas, di antaranya penguatan tata kelola kelembagaan, peningkatan kualitas layanan kepada muzaki dan mustahik, serta pengembangan program pendistribusian dan pemberdayaan yang berkelanjutan. Selain itu, rombongan BAZNAS Trenggalek juga mendapatkan arahan dan masukan terkait inovasi program yang dapat diterapkan di tingkat kabupaten guna meningkatkan penghimpunan dan pendayagunaan dana zakat. Wakil Ketua I BAZNAS Trenggalek, Rahmat Purwanto, menambahkan bahwa kegiatan silaturahmi seperti ini sangat penting untuk memperluas wawasan serta meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di lingkungan BAZNAS. Dengan adanya komunikasi yang intensif antara BAZNAS kabupaten dan provinsi, diharapkan setiap kebijakan dan program yang dijalankan dapat selaras dengan arah pembangunan zakat nasional. Sementara itu, Kepala Pelaksana BAZNAS Trenggalek, Deni Riani, menyampaikan bahwa momentum Syawal merupakan waktu yang tepat untuk mempererat hubungan antar lembaga, sekaligus meneguhkan komitmen dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Ia berharap, melalui silaturahmi ini, semangat kebersamaan dan kolaborasi dapat terus terjaga demi mewujudkan pengelolaan zakat yang transparan, akuntabel, dan profesional. Kegiatan silaturahmi ini berlangsung dengan suasana penuh keakraban dan diakhiri dengan sesi ramah tamah serta doa bersama. Harapannya, hubungan baik yang telah terjalin antara BAZNAS Kabupaten Trenggalek dan BAZNAS Provinsi Jawa Timur dapat terus dipelihara dan ditingkatkan di masa mendatang. Melalui kegiatan silaturahmi di bulan Syawal ini, BAZNAS Trenggalek menegaskan komitmennya untuk terus menjaga ukhuwah dan memperkuat sinergi dengan berbagai pihak, khususnya dengan BAZNAS Provinsi Jawa Timur. Dengan sinergi yang solid, diharapkan pengelolaan zakat di Kabupaten Trenggalek dapat semakin optimal, sehingga mampu memberikan manfaat nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat yang membutuhkan.
02/04/2026 | Humas
BAZNAS Trenggalek Bantu Seorang Tuna Netra Tuk Punya Hunian Layak
BAZNAS Trenggalek Bantu Seorang Tuna Netra Tuk Punya Hunian Layak
BAZNAS Kabupaten Trenggalek kembali menunjukkan komitmennya dalam membantu masyarakat yang membutuhkan melalui program bantuan hunian layak. Pada Selasa, 31 Maret 2026, BAZNAS Trenggalek menyalurkan bantuan kepada seorang warga penyandang tuna netra di wilayah Surodakan untuk mewujudkan impiannya memiliki hunian yang lebih layak dan aman untuk ditempati. Penyerahan bantuan tersebut dilakukan langsung oleh Wakil Ketua (WK) III BAZNAS Kabupaten Trenggalek, KH. Mahsunudin, bersama pelaksana BAZNAS Trenggalek. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya BAZNAS dalam meningkatkan kesejahteraan mustahik, khususnya mereka yang memiliki keterbatasan fisik dan kondisi ekonomi yang memprihatinkan. Dalam kesempatan tersebut, KH. Mahsunudin menyampaikan bahwa program bantuan hunian layak merupakan salah satu bentuk nyata pemanfaatan dana zakat, infak, dan sedekah yang dihimpun dari masyarakat. Bantuan ini diharapkan dapat memberikan kenyamanan dan rasa aman bagi penerima manfaat dalam menjalani kehidupan sehari-hari. “Program bantuan hunian ini merupakan wujud kepedulian BAZNAS kepada masyarakat yang membutuhkan, terutama saudara kita yang memiliki keterbatasan fisik seperti tuna netra. Dengan adanya hunian yang layak, diharapkan penerima manfaat dapat hidup lebih nyaman, aman, serta memiliki semangat baru dalam menjalani aktivitas sehari-hari,” ujar KH. Mahsunudin. Penerima bantuan merupakan seorang penyandang tuna netra yang selama ini tinggal di kontrakan. Keterbatasan penglihatan membuatnya mengalami kesulitan dalam memenuhi kebutuhan hidup, termasuk dalam memperbaiki tempat tinggalnya. Melihat kondisi tersebut, BAZNAS Trenggalek hadir untuk memberikan dukungan nyata agar penerima manfaat dapat memiliki tempat tinggal yang lebih layak dan aman. Program bantuan hunian layak ini tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik semata, tetapi juga menjadi bentuk kepedulian sosial dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat yang kurang mampu. Melalui program ini, BAZNAS berharap dapat mengurangi jumlah rumah tidak layak huni di Kabupaten Trenggalek sekaligus memberikan rasa kepedulian dan kebersamaan di tengah masyarakat. Para pelaksana BAZNAS yang hadir dalam kegiatan tersebut turut memastikan bahwa bantuan yang diberikan dapat dimanfaatkan secara maksimal. Proses penyaluran dilakukan dengan memperhatikan kebutuhan penerima manfaat agar hunian yang dibangun benar-benar sesuai dengan kondisi dan kebutuhannya, terutama mengingat keterbatasan penglihatan yang dimiliki penerima bantuan. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi bukti nyata bahwa dana zakat, infak, dan sedekah yang disalurkan oleh masyarakat melalui BAZNAS Trenggalek memberikan dampak positif yang langsung dirasakan oleh para mustahik. Dukungan masyarakat dalam menunaikan kewajiban zakat serta berinfak dan bersedekah menjadi kunci keberlangsungan berbagai program sosial yang dijalankan oleh BAZNAS. Dengan adanya bantuan hunian ini, diharapkan penerima manfaat dapat menjalani kehidupan dengan lebih baik dan mandiri. Hunian yang layak tidak hanya memberikan perlindungan dari cuaca dan lingkungan, tetapi juga memberikan rasa aman serta meningkatkan kualitas hidup secara keseluruhan. BAZNAS Kabupaten Trenggalek terus berkomitmen untuk menghadirkan berbagai program pemberdayaan dan bantuan sosial bagi masyarakat yang membutuhkan. Melalui sinergi antara BAZNAS dan masyarakat, diharapkan semakin banyak warga kurang mampu yang dapat terbantu dan merasakan manfaat dari dana zakat, infak, dan sedekah yang disalurkan secara tepat sasaran. Mari tunaikan zakat dan sedekah terbaikmu melalui BAZNAS Kabupaten Trenggalek.
31/03/2026 | Humas

Agenda Pimpinan

BAZNAS Trenggalek Serahkan Bantuan Ternak dan Gerobak UMKM dalam ajang BAZNAS Awards 2025
BAZNAS Trenggalek Serahkan Bantuan Ternak dan Gerobak UMKM dalam ajang BAZNAS Awards 2025
BAZNAS Kabupaten Trenggalek terus menunjukkan komitmennya dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat melalui pemanfaatan dana zakat, infak, dan sedekah secara produktif. Salah satu wujud nyata komitmen tersebut diwujudkan melalui penyerahan 20 unit gerobak UMKM (10 Gerobak BAZNAS Prov. Jawa Timur dan 10 Gerobak BAZNAS Trenggalek) dan bantuan ternak kambing kepada jamaah masjid sebagai bagian dari program pemberdayaan ekonomi berbasis masjid. Kegiatan penyerahan bantuan ini menjadi langkah strategis BAZNAS Trenggalek dalam mengoptimalkan peran masjid tidak hanya sebagai pusat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pemberdayaan umat. Jamaah masjid yang menerima bantuan yakni jamaah masjid Matlabul Ulum (Ds. Gador-Kec. Durenan) dan telah melalui proses seleksi serta pendampingan agar bantuan yang diberikan benar-benar tepat sasaran dan berkelanjutan. Bantuan ternak ini tidak hanya ditujukan sebagai pemenuhan kebutuhan jangka pendek, tetapi juga sebagai aset produktif yang dapat berkembang dan memberikan manfaat ekonomi berkelanjutan bagi penerima. Bantuan 20 gerobak UMKM disalurkan kepada pelaku usaha mikro yang selama ini terkendala modal dan sarana usaha. Gerobak tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan untuk berbagai jenis usaha kecil, seperti kuliner, minuman, maupun usaha dagang lainnya yang memiliki potensi meningkatkan pendapatan keluarga. Program bantuan gerobak UMKM dan ternak kambing ini merupakan bagian dari Program Jatim Makmur dan Program Trenggalek Makmur, salah satu program unggulan BAZNAS Jawa Timur dan BAZNAS Trenggalek yang fokus pada pemberdayaan ekonomi mustahik. Melalui program ini, BAZNAS mendorong mustahik agar mampu bertransformasi menjadi muzakki dengan memanfaatkan bantuan secara produktif dan bertanggung jawab. Dalam pelaksanaannya, BAZNAS Trenggalek tidak hanya memberikan bantuan fisik semata, tetapi juga disertai dengan pendampingan dan edukasi. Penerima bantuan diharapkan mampu mengelola usaha dengan baik, menjaga komitmen, serta memanfaatkan bantuan sebagai sarana peningkatan kesejahteraan keluarga. BAZNAS Trenggalek berharap bantuan 20 gerobak UMKM dan ternak kambing ini dapat menjadi pemantik semangat bagi jamaah masjid untuk lebih mandiri secara ekonomi. Dengan pengelolaan yang baik dan dukungan lingkungan sekitar, program ini diharapkan mampu menciptakan lapangan usaha baru, meningkatkan pendapatan keluarga, serta memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat. Melalui program pemberdayaan ekonomi berbasis masjid, BAZNAS Trenggalek terus berupaya menjadikan zakat sebagai instrumen strategis dalam pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan umat. Sinergi antara BAZNAS, pengurus masjid, dan jamaah diharapkan mampu menghadirkan manfaat zakat yang nyata, berkelanjutan, dan penuh keberkahan bagi masyarakat Kabupaten Trenggalek.

24-12-2025 | Humas

BAZNAS Trenggalek serahkan 14 Penghargaan dalam Ajang BAZNAS Awards 2025
BAZNAS Trenggalek serahkan 14 Penghargaan dalam Ajang BAZNAS Awards 2025
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Trenggalek kembali menggelar ajang apresiasi tahunan bertajuk BAZNAS Awards 2025 sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi dan komitmen Unit Pengumpul Zakat (UPZ) dalam mendukung pengelolaan zakat yang profesional, transparan, dan berkelanjutan. Dalam kegiatan ini, BAZNAS Trenggalek menyerahkan total 14 penghargaan kepada UPZ terbaik dari lingkup Pemerintah Kabupaten Trenggalek dan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Trenggalek. BAZNAS Awards 2025 menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara BAZNAS, UPZ, serta seluruh pemangku kepentingan dalam upaya meningkatkan kesadaran dan kepatuhan zakat, khususnya di lingkungan instansi pemerintah dan lembaga pendidikan. Penghargaan ini juga merupakan bentuk apresiasi nyata kepada UPZ yang selama ini konsisten berperan aktif dalam menghimpun zakat, infak, dan sedekah (ZIS) dari para muzakki. Untuk kategori UPZ Pengumpul Zakat Terbaik di Lingkup Pemerintah Kabupaten Trenggalek, BAZNAS Trenggalek memberikan penghargaan kepada 10 UPZ terbaik. Penghargaan terbaik pertama diraih oleh SMP Negeri 3 Tugu yang dinilai unggul dalam konsistensi pengumpulan zakat serta pengelolaan administrasi yang tertib dan akuntabel. Posisi terbaik kedua diraih oleh Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP), disusul Kecamatan Munjungan sebagai terbaik ketiga. Selanjutnya, penghargaan terbaik keempat diraih oleh Badan Kepegawaian Daerah (BKD), sementara Sekretariat Daerah Kabupaten Trenggalek menempati posisi terbaik kelima. Puskesmas Slawe meraih penghargaan terbaik keenam, diikuti Kecamatan Watulimo sebagai terbaik ketujuh. Untuk posisi terbaik kedelapan hingga kesepuluh masing-masing diraih oleh SMP Negeri 1 Watulimo, Kecamatan Tugu, dan SMP Negeri 1 Kampak. Seluruh UPZ penerima penghargaan tersebut dinilai telah menunjukkan komitmen tinggi dalam mendukung optimalisasi penghimpunan zakat melalui mekanisme yang sesuai dengan ketentuan syariat dan regulasi yang berlaku. Konsistensi, transparansi, serta partisipasi aktif dari pimpinan dan pegawai menjadi indikator utama dalam penilaian BAZNAS Trenggalek. Sementara itu, untuk kategori UPZ Terbaik di Lingkup Kantor Kementerian Agama Kabupaten Trenggalek, penghargaan terbaik pertama diraih oleh MTs Negeri 5 Trenggalek. Disusul MAN 2 Trenggalek sebagai terbaik kedua dan MTs Negeri 3 Trenggalek sebagai terbaik ketiga. Ketiga lembaga pendidikan tersebut dinilai berhasil membangun budaya sadar zakat di lingkungan kerja dan mampu menjadi contoh bagi lembaga lainnya. Selain itu, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Trenggalek juga menerima penghargaan khusus atas capaian luar biasa berupa komitmen seluruh pegawai dalam menunaikan zakat sebesar 2,5 persen. Penghargaan ini menjadi bukti kuat sinergi antara BAZNAS dan Kementerian Agama dalam menguatkan peran zakat sebagai instrumen pembangunan umat dan kesejahteraan masyarakat. Melalui BAZNAS Awards 2025, BAZNAS Trenggalek berharap semangat berzakat di lingkungan instansi pemerintah dan lembaga pendidikan semakin meningkat. Apresiasi ini tidak hanya menjadi bentuk penghormatan atas capaian kinerja, tetapi juga sebagai motivasi agar seluruh UPZ terus meningkatkan kualitas pelayanan, pengelolaan, serta kontribusi nyata bagi kesejahteraan masyarakat. Dengan adanya dukungan dan kolaborasi yang kuat antara BAZNAS, UPZ, dan para muzakki, BAZNAS Trenggalek optimistis pengelolaan zakat di Kabupaten Trenggalek akan semakin maju, berdaya guna, dan memberikan dampak nyata bagi mustahik serta pembangunan daerah secara berkelanjutan.

24-12-2025 | Humas

Paguyuban Sound Jenangan Trenggalek (PSJT) Serahkan Bantuan untuk Sumatera dan Aceh Melalui BAZNAS Trenggalek pada BAZNAS Award 2025
Paguyuban Sound Jenangan Trenggalek (PSJT) Serahkan Bantuan untuk Sumatera dan Aceh Melalui BAZNAS Trenggalek pada BAZNAS Award 2025
BAZNAS Kabupaten Trenggalek kembali menerima dukungan dan kepedulian dari berbagai elemen masyarakat. Kali ini, Paguyuban Sound Jenangan Trenggalek (PSJT) menunjukkan solidaritas sosialnya dengan menyerahkan bantuan kemanusiaan untuk saudara-saudara terdampak bencana di Sumatera dan Aceh. Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis melalui BAZNAS Trenggalek dalam rangkaian kegiatan BAZNAS Award 2025 yang digelar di Pendopo Manggala Praja Nugraha Trenggalek senilai Rp.39.872.500,-. Penyerahan bantuan ini menjadi bukti bahwa kepedulian terhadap sesama tidak mengenal batas profesi maupun latar belakang komunitas. PSJT yang dikenal sebagai wadah pelaku dan pecinta sound system di wilayah Trenggalek, turut mengambil peran dalam aksi kemanusiaan dengan menggalang donasi dari para anggotanya untuk membantu masyarakat yang tengah tertimpa musibah. Ketua BAZNAS Kabupaten Trenggalek menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan PSJT kepada BAZNAS sebagai lembaga resmi pengelola zakat, infak, dan sedekah. Menurutnya, kolaborasi dengan komunitas-komunitas masyarakat seperti PSJT merupakan bentuk sinergi yang sangat positif dalam memperluas jangkauan bantuan dan memperkuat solidaritas sosial. “BAZNAS tidak bisa berjalan sendiri. Dukungan dari komunitas, organisasi, dan masyarakat luas seperti Paguyuban Sound Jenangan Trenggalek ini menjadi kekuatan besar bagi kami untuk terus hadir membantu saudara-saudara yang membutuhkan, khususnya korban bencana di Sumatera dan Aceh,” ujarnya. Ia menambahkan, bantuan yang disalurkan melalui BAZNAS akan dikelola secara amanah, transparan, dan tepat sasaran, sesuai dengan prinsip pengelolaan dana umat. Seluruh donasi yang diterima akan segera disalurkan kepada masyarakat terdampak melalui program kebencanaan BAZNAS bekerja sama dengan BAZNAS daerah setempat dan pihak terkait. Perwakilan Paguyuban Sound Jenangan Trenggalek (PSJT) menyampaikan bahwa penyaluran bantuan ini merupakan wujud kepedulian dan empati terhadap penderitaan saudara-saudara sebangsa yang tengah menghadapi musibah. Meski berasal dari komunitas hobi, PSJT ingin menunjukkan bahwa komunitas juga memiliki tanggung jawab sosial dan dapat berkontribusi nyata bagi kemanusiaan. “Kami berharap bantuan yang kami salurkan melalui BAZNAS Trenggalek ini bisa sedikit meringankan beban saudara-saudara kita di Sumatera dan Aceh. Semoga apa yang kami lakukan menjadi amal kebaikan bagi seluruh anggota PSJT,” ungkapnya. Penyerahan bantuan PSJT ini menjadi salah satu momen bermakna dalam pelaksanaan BAZNAS Award 2025, yang tidak hanya menjadi ajang evaluasi dan apresiasi kinerja pengelolaan zakat, tetapi juga wadah untuk memperkuat kolaborasi antara BAZNAS dan masyarakat. Melalui kegiatan ini, BAZNAS Trenggalek berharap semakin banyak komunitas dan elemen masyarakat yang tergerak untuk menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui lembaga resmi, sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas dan merata. Semangat gotong royong dan kepedulian sosial yang ditunjukkan PSJT diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi komunitas lainnya di Kabupaten Trenggalek.

24-12-2025 | Humas

Berita Pendistribusian

BAZNAS Distribusikan Bantuan Bedah Rumah Program Rumah Layak Huni untuk Empat Wa
BAZNAS Distribusikan Bantuan Bedah Rumah Program Rumah Layak Huni untuk Empat Wa
Trenggalek, 05 Desember 2025 — Upaya menghadirkan tempat tinggal yang lebih layak, aman, dan nyaman bagi masyarakat terus menjadi perhatian serius BAZNAS. Melalui Program Rumah Layak Huni dari BAZNAS RI, BAZNAS Kabupaten Trenggalek kembali menyalurkan bantuan bedah rumah kepada empat warga yang berada dalam kondisi serba terbatas. Mereka adalah Ibu Supiyah dari Desa Ngadimulyo-Kec. Kampak, Bapak M. Tohir dari Desa Pandean-Kec. Dongko, Ibu Mijah dari Desa Ngentrong-Kec. Karangan dan Ibu Tumini dari Desa Nglebo-Kec. Suruh yang masing-masing telah lama hidup dalam kondisi hunian yang tak lagi layak ditinggali. Program ini tidak hanya sekadar menghadirkan bangunan fisik, tetapi juga merupakan wujud nyata bahwa dana zakat mampu menjadi pendorong perubahan sosial yang signifikan. Dengan memprioritaskan warga yang tinggal di rumah tidak layak huni, BAZNAS berupaya membuka jalan bagi masyarakat untuk merasakan kehidupan yang lebih bermartabat. Kondisi Rumah Tak Layak yang Menjadi Prioritas Sebagian besar penerima bantuan adalah warga yang bertahun-tahun tinggal di rumah yang sudah lapuk, sempit, dan minim fasilitas. Banyak dari bangunan tersebut tak lagi mampu melindungi penghuninya dari hujan, angin, maupun suhu ekstrem. Pada beberapa lokasi, kondisi lantai masih berupa tanah, dinding rapuh, serta atap yang rawan ambruk setiap saat. Di Desa Ngadimulyo, misalnya, rumah Supiyah telah lama menjadi sorotan masyarakat sekitar. Dengan kondisi ekonomi yang pas-pasan, ia tidak mampu melakukan perbaikan apa pun. Setiap turun hujan, ia cemas memikirkan keselamatan diri dan anggota keluarga. Bantuan dari BAZNAS ini menjadi jawaban atas doa dan harapan yang selama ini ia gantungkan. Sementara itu, di Desa Pandean, rumah milik M. Tohir juga tak kalah memprihatinkan. Lantai kayu yang rapuh, dinding yang berlubang, serta kondisi atap yang bocor membuat aktivitas sehari-hari menjadi semakin berat. Tohir, yang bekerja serabutan, nyaris mustahil melakukan renovasi dengan penghasilannya yang sangat terbatas. Di Desa Ngentrong, situasi yang dialami oleh Mijah pun hampir serupa. Kesederhanaan hidup membuatnya bertahan dalam rumah seadanya, meski kondisi bangunan tersebut sudah jauh dari kata layak. Bantuan dari BAZNAS menjadi angin segar yang membawa harapan baru bagi kehidupan Ibu Mijah dan keluarganya. Sementara itu, di Desa Nglebo, Ibu Tumini menjadi penerima manfaat keempat. Sebagai kepala keluarga yang harus berjuang seorang diri, ia bertahan hidup di rumah dengan kondisi yang memprihatinkan. Tidak jarang ia kesulitan tidur ketika angin kencang datang karena takut rumahnya runtuh kapan saja. Kini, bantuan dari BAZNAS membuat Ibu Tumini bisa bernapas lega dan menatap masa depan dengan lebih percaya diri. Wujud Kepedulian Bersama, Bukan Sekadar Bantuan Proses penyerahan bantuan rumah layak huni ini dilakukan secara langsung oleh BAZNAS Trenggalek dengan melibatkan perangkat desa dan tokoh masyarakat setempat. Hal ini menunjukkan bahwa program tersebut bukan hanya inisiatif lembaga, tetapi disambut sebagai gerakan sosial yang melibatkan seluruh elemen masyarakat. Ketua BAZNAS Trenggalek menyampaikan bahwa bantuan ini merupakan amanah dari para muzakki di seluruh Indonesia melalui BAZNAS RI. Karena itu, proses penyaluran dilakukan dengan penuh tanggung jawab, transparan, dan tepat sasaran. “Program Rumah Layak Huni bukan sekadar membangun rumah, tetapi membangun kembali semangat hidup dan menjaga martabat masyarakat yang selama ini hidup dalam keterbatasan,” ungkapnya. Bantuan ini juga menjadi stimulus agar masyarakat lain turut bergerak dalam semangat gotong royong. Sejumlah warga di sekitar lokasi penerima manfaat juga ikut membantu proses pembangunan, mulai dari pembersihan area, pengangkutan material, hingga kerja bakti bersama. Kehangatan kebersamaan inilah yang membuat setiap rumah yang dibangun terasa lebih hidup dan penuh nilai kebajikan. Menghadirkan Rumah, Menghadirkan Harapan Keempat penerima manfaat tidak mampu menyembunyikan rasa haru dan syukur mereka. Dengan suara yang bergetar, mereka menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu mewujudkan rumah impian mereka. Bagi mereka, bantuan ini bukan hanya soal bangunan baru, tetapi tentang harapan untuk hidup lebih layak, serta lingkungan yang lebih aman bagi keluarga mereka. BAZNAS berharap bahwa Program Rumah Layak Huni dapat menjadi inspirasi dan contoh bahwa pengelolaan zakat yang amanah mampu memberikan dampak besar dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Dengan terus memperluas jangkauan program ini, BAZNAS berkomitmen untuk menghadirkan lebih banyak rumah yang layak, lebih banyak senyuman, dan lebih banyak harapan di tengah masyarakat. Sahabat BAZNAS juga bisa jadi bagian dari aksi kebaikan ini dengan cara sedekah melalui ????kabtrenggalek.baznas.go.id/sedekah atau melalui rekening : Bank Jatim 0222411114 BSI 7555557587 BRI 017701016626538
15/12/2025 | Humas
BAZNAS Trenggalek Serahkan Bantuan Bedah Rumah di 3 desa di Kecamatan Durenan
BAZNAS Trenggalek Serahkan Bantuan Bedah Rumah di 3 desa di Kecamatan Durenan
BAZNAS Kabupaten Trenggalek kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui program bedah rumah. Kali ini, bantuan disalurkan ke tiga titik lokasi berbeda, yakni di desa Semarum, desa Gdor dan desa Kamulan kecamatan Durenan. Program bedah rumah ini merupakan salah satu bentuk nyata dari penyaluran dana zakat, infak, dan sedekah yang dikelola oleh BAZNAS Trenggalek. Sasaran bantuan adalah warga yang tinggal di hunian tidak layak dan tergolong mustahik (penerima zakat) sesuai ketentuan syariah. Pimpinan BAZNAS Trenggalek menyampaikan bahwa program ini tidak hanya bertujuan memberikan tempat tinggal yang layak, tetapi juga membangun kembali semangat dan harapan keluarga penerima bantuan. "Melalui program bedah rumah ini, kami ingin menghadirkan kebahagiaan dan harapan baru bagi saudara-saudara kita yang membutuhkan. Ini adalah bentuk kepedulian dan amanah dari para muzakki yang harus kami jaga dan salurkan dengan tepat sasaran," ungkapnya. Warga penerima manfaat bersyukur dan berterima kasih atas bantuan yang diterima. BAZNAS Trenggalek terus mengajak masyarakat, khususnya para muzakki, untuk menunaikan zakat melalui lembaga resmi. Dengan kolaborasi yang kuat antara umat dan lembaga zakat, diharapkan semakin banyak warga yang dapat merasakan manfaat nyata dari dana zakat. Terima kasih Muzakki, zakat anda memberdayakan banyak umat.
10/12/2025 | Humas
BAZNAS bersama Bupati Trenggalek Berikan Bantuan Bedah Rumah 17 Agustus
BAZNAS bersama Bupati Trenggalek Berikan Bantuan Bedah Rumah 17 Agustus
Raut bahagia terpancar di wajah Mbah Rebo (68 tahun) dan keluarga. Rumahnya menjadi salah satu sasaran program 17 Agustus Bedah 17 Rumah yang digagas oleh BAZNAS Trenggalek. . Kurang lebih sudah setahun sejak rumah milik Mbah Rebo mengalami rubuh akibat kondisi bangunan yang sudah lapuk dimakan usia. Sekarang Mbah Rebo bersama keluarga bisa bernafas lega dan tinggal dengan nyaman dirumahnya yang kini sudah dibedah. . Di momen Peringatan HUT ke-80 Republik Indonesia ini, Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin dan Wakil Bupati Syah Mohamad Natanegara bersama Forkopimda kunjungi rumah Mbah Rebo di Desa Kerjo Kecamatan Karangan, Minggu (17/8/2025). . "Saya terima kasih ke seluruh masyarakat yang telah menasarufkan zakatnya, beginilah suasana semesta zakat di Kabupaten Trenggalek," ucap Mas Bupati Ipin. . "Kita selalu berbagi kebahagiaan di momen 17 Agustus, momen kemerdekaan yang sekecil-kecilnya, sandang papan pangan harus tercukupi, meskipun tidak bisa serentak langsung, tapi berproses, berprogres," sambungnya. . Mas Bupati Ipin menambahkan bahwa kunjungannya tersebut juga untuk mengapresiasi semua pihak. Baik warga yang melaporkan sampai mengusulkan. Hingga sinergitas TNI dan Polri bersama warga sekitar yang gotong royong memperbaiki rumah Mbah Rebo.
10/12/2025 | Humas

Artikel Terbaru

Meskipun Ramadan Usai, Namun Kebaikan Tidak Pernah Usai
Meskipun Ramadan Usai, Namun Kebaikan Tidak Pernah Usai
Ramadan telah berlalu, meninggalkan sejuta kenangan indah dalam hati setiap Muslim. Selama sebulan penuh, umat Islam berlomba-lomba melakukan kebaikan—memperbanyak ibadah, menahan diri dari hal-hal yang tidak bermanfaat, serta meningkatkan kepedulian kepada sesama. Masjid-masjid ramai, sedekah mengalir deras, dan hati terasa lebih lembut terhadap sesama. Namun, sekalipun Ramadan usai, semangat kebaikan tidak seharusnya ikut berakhir. Ramadan sejatinya bukan hanya tentang satu bulan ibadah, tetapi tentang membentuk kebiasaan baik yang dapat terus dijaga sepanjang tahun. Puasa melatih kesabaran, shalat malam menguatkan kedekatan dengan Allah, dan sedekah mengajarkan kepedulian terhadap mereka yang membutuhkan. Jika semua kebiasaan baik itu hanya dilakukan saat Ramadan, maka kita akan kehilangan salah satu hikmah terbesarnya, yaitu menjadikan Ramadan sebagai momentum perubahan menuju pribadi yang lebih baik. Banyak orang merasakan suasana berbeda saat Ramadan. Mereka lebih mudah berbagi, lebih ringan tangan untuk membantu, dan lebih peka terhadap penderitaan orang lain. Saat itulah kita melihat betapa besar dampak dari kebaikan yang dilakukan bersama-sama. Anak yatim tersenyum karena santunan, dhuafa merasa terbantu dengan paket sembako, dan para musafir mendapatkan layanan yang memudahkan perjalanan mereka. Semua itu adalah bukti bahwa kebaikan kecil, jika dilakukan secara konsisten, mampu memberikan perubahan besar bagi kehidupan orang lain. Sayangnya, setelah Ramadan berlalu, sebagian orang kembali pada rutinitas lama dan perlahan melupakan semangat berbagi yang dulu begitu kuat. Padahal, kebutuhan masyarakat yang membutuhkan tidak berhenti setelah bulan suci berakhir. Masih banyak saudara kita yang memerlukan uluran tangan—mulai dari kebutuhan pangan, pendidikan, hingga bantuan kesehatan. Di sinilah pentingnya menjaga semangat kebaikan agar tetap hidup, bahkan setelah Ramadan berlalu. Menjaga kebaikan setelah Ramadan tidak harus dengan hal besar. Kebaikan bisa dimulai dari hal sederhana, seperti menjaga shalat tepat waktu, menyisihkan sebagian rezeki untuk sedekah, atau membantu tetangga yang sedang kesulitan. Sedekah, sekecil apa pun nilainya, memiliki makna besar bagi mereka yang menerima. Selain membantu orang lain, sedekah juga menjadi jalan untuk membersihkan harta dan mendatangkan keberkahan dalam kehidupan. Kebaikan yang dilakukan secara terus-menerus akan membentuk karakter yang kuat. Rasulullah SAW mengajarkan bahwa amal yang paling dicintai Allah adalah amal yang dilakukan secara rutin, meskipun sedikit. Oleh karena itu, jangan biarkan semangat berbagi hanya menjadi kenangan Ramadan. Jadikan setiap hari sebagai kesempatan untuk berbuat baik, karena kita tidak pernah tahu kebaikan mana yang akan menjadi penyelamat di akhirat kelak. Sekalipun Ramadan telah usai, pintu kebaikan tetap terbuka lebar. Setiap waktu adalah kesempatan untuk berbagi dan menebar manfaat bagi sesama. Jadikan kebiasaan baik yang telah dilatih selama Ramadan sebagai bekal untuk menjalani bulan-bulan berikutnya dengan penuh keberkahan. Mari teruskan semangat kebaikan setelah Ramadan. Sisihkan sebagian rezeki kita untuk bersedekah, bantu mereka yang membutuhkan, dan jadikan setiap rupiah yang kita berikan sebagai jalan menuju keberkahan hidup. Sedekah hari ini mungkin kecil bagi kita, namun sangat berarti bagi mereka. Yuk, jangan tunda kebaikan—mulai bersedekah hari ini dan rasakan indahnya berbagi sepanjang waktu. Mari tunaikan sedekah terbaikmu melalui BAZNAS Kabupaten Trenggalek.
30/03/2026 | Humas
Keluarkan Sedekah Terbaikmu di Hari Jumat: Menjemput Berkah dengan Berbagi
Keluarkan Sedekah Terbaikmu di Hari Jumat: Menjemput Berkah dengan Berbagi
Hari Jumat merupakan hari yang istimewa dalam Islam. Ia dikenal sebagai sayyidul ayyam, penghulu segala hari, yang penuh dengan keberkahan dan keutamaan. Pada hari ini, setiap amal kebaikan dilipatgandakan pahalanya, termasuk sedekah. Oleh karena itu, mengeluarkan sedekah terbaik di hari Jumat menjadi salah satu amalan yang sangat dianjurkan bagi setiap Muslim. Sedekah bukan hanya tentang seberapa besar jumlah yang kita keluarkan, melainkan tentang keikhlasan dan ketulusan hati. Bahkan, sedekah yang kecil namun diberikan dengan niat yang tulus dapat memiliki nilai yang sangat besar di sisi Allah. Hari Jumat menjadi momentum yang tepat untuk meningkatkan kualitas sedekah kita—baik dari segi jumlah, niat, maupun dampaknya bagi penerima. Mengapa sedekah di hari Jumat begitu istimewa? Karena hari ini adalah waktu yang penuh dengan keberkahan. Dalam berbagai riwayat disebutkan bahwa pahala amal kebaikan di hari Jumat dilipatgandakan. Selain itu, terdapat waktu mustajab di hari Jumat di mana doa-doa dikabulkan. Dengan bersedekah, kita tidak hanya membantu sesama, tetapi juga membuka pintu doa dan keberkahan dalam hidup kita. Mengeluarkan sedekah terbaik juga berarti memberikan sesuatu yang kita cintai. Tidak harus selalu berupa uang, sedekah bisa berupa makanan, pakaian layak pakai, atau bahkan bantuan tenaga dan waktu. Namun, yang terpenting adalah memberikan yang terbaik dari apa yang kita miliki, bukan sekadar yang tersisa. Dengan begitu, kita belajar untuk lebih peduli, empati, dan tidak terikat berlebihan pada harta dunia. Selain itu, sedekah memiliki banyak manfaat, baik secara spiritual maupun sosial. Secara spiritual, sedekah dapat membersihkan harta dan jiwa, menghapus dosa, serta mendatangkan ketenangan hati. Secara sosial, sedekah membantu meringankan beban mereka yang membutuhkan, mempererat tali persaudaraan, dan menciptakan masyarakat yang lebih peduli dan sejahtera. Di era digital saat ini, bersedekah menjadi semakin mudah. Kita bisa menyalurkan sedekah melalui berbagai platform terpercaya seperti BAZNAS, yang memastikan bantuan sampai kepada yang berhak. Kemudahan ini seharusnya menjadi motivasi tambahan bagi kita untuk tidak menunda-nunda berbuat kebaikan. Mari jadikan hari Jumat sebagai kebiasaan untuk berbagi. Sisihkan sebagian rezeki kita secara rutin, meskipun sedikit, namun konsisten. Ingatlah bahwa harta yang kita sedekahkan tidak akan berkurang, melainkan akan diganti dengan keberkahan yang jauh lebih besar. Akhirnya, mengeluarkan sedekah terbaik di hari Jumat bukan hanya tentang memberi, tetapi juga tentang membentuk diri menjadi pribadi yang lebih dermawan dan penuh kasih. Dengan niat yang tulus dan tindakan nyata, kita tidak hanya membantu sesama, tetapi juga menanam investasi kebaikan untuk kehidupan yang lebih baik, baik di dunia maupun di akhirat. Mari tunaikan sedekah terbaikmu melalui BAZNAS Kabupaten Trenggalek.
27/03/2026 | Humas
Jangan Keliru! Ini Perbedaan Kafarat, Fidyah, dan Denda dalam Islam
Jangan Keliru! Ini Perbedaan Kafarat, Fidyah, dan Denda dalam Islam
Dalam kehidupan seorang Muslim, terdapat berbagai ketentuan syariat yang mengatur ibadah maupun tanggung jawab ketika terjadi pelanggaran terhadap aturan agama. Tiga istilah yang sering muncul dan kerap disalahpahami adalah kafarat, fidyah, dan denda (dam). Meski sekilas tampak serupa karena sama-sama berkaitan dengan pembayaran atau penggantian, ketiganya memiliki pengertian, sebab, dan tata cara pelaksanaan yang berbeda. Oleh karena itu, penting bagi umat Islam untuk memahami perbedaan di antara ketiganya agar tidak keliru dalam menunaikannya. Kafarat merupakan bentuk tebusan yang wajib dilakukan oleh seseorang karena melanggar ketentuan tertentu dalam syariat Islam. Kafarat biasanya berkaitan dengan pelanggaran yang cukup serius dan memiliki aturan pelaksanaan yang jelas. Salah satu contoh kafarat yang paling dikenal adalah kafarat bagi orang yang dengan sengaja membatalkan puasa Ramadan dengan melakukan hubungan suami istri di siang hari. Dalam kondisi ini, pelaku diwajibkan membayar kafarat dengan urutan tertentu, yaitu memerdekakan budak (jika memungkinkan), atau berpuasa selama dua bulan berturut-turut, atau memberi makan 60 orang miskin. Tujuan dari kafarat adalah sebagai bentuk penebusan kesalahan sekaligus pelajaran agar pelanggaran tersebut tidak diulangi di kemudian hari. Berbeda dengan kafarat, fidyah merupakan pengganti ibadah puasa yang tidak dapat dilaksanakan karena alasan yang dibenarkan syariat, seperti usia lanjut, sakit menahun, atau kondisi tertentu yang membuat seseorang tidak mampu berpuasa. Fidyah bukanlah hukuman, melainkan bentuk keringanan dari Allah SWT kepada hamba-Nya yang memiliki keterbatasan. Cara membayar fidyah biasanya dilakukan dengan memberi makan kepada fakir miskin sejumlah hari puasa yang ditinggalkan. Misalnya, seseorang yang tidak mampu berpuasa selama 30 hari Ramadan karena sakit menahun, maka ia wajib memberikan makanan kepada 30 orang miskin sebagai fidyah. Sementara itu, denda (dam) dalam Islam umumnya berkaitan dengan pelanggaran dalam ibadah tertentu, terutama dalam pelaksanaan ibadah haji atau umrah. Denda atau dam wajib ditunaikan apabila seseorang melakukan pelanggaran terhadap larangan-larangan ihram, seperti mencukur rambut sebelum waktunya, memakai wewangian, atau melakukan kesalahan dalam tata cara ibadah haji dan umrah. Bentuk dam biasanya berupa penyembelihan hewan tertentu, seperti kambing, yang kemudian dagingnya dibagikan kepada fakir miskin di Tanah Suci. Memahami perbedaan antara kafarat, fidyah, dan denda sangat penting agar umat Islam dapat menjalankan kewajiban dengan benar. Kesalahan dalam memahami ketiganya dapat berakibat pada pelaksanaan ibadah yang tidak sesuai dengan ketentuan syariat. Selain itu, pemahaman yang baik juga membantu umat Islam untuk lebih berhati-hati dalam menjaga ibadah dan menghindari pelanggaran. Di balik ketentuan kafarat, fidyah, dan denda, terdapat hikmah yang mendalam. Islam mengajarkan bahwa setiap kesalahan memiliki jalan untuk diperbaiki, sementara setiap keterbatasan mendapatkan keringanan yang penuh kasih sayang. Dengan menunaikan kewajiban tersebut sesuai aturan, seorang Muslim tidak hanya membersihkan diri dari kesalahan, tetapi juga menumbuhkan kepedulian sosial kepada sesama, terutama kepada fakir miskin yang menerima manfaat dari pelaksanaan kafarat, fidyah, maupun dam. Dengan memahami perbedaan ketiganya secara jelas, diharapkan umat Islam dapat menjalankan ibadah dengan lebih yakin, tepat, dan penuh tanggung jawab, serta senantiasa menjaga diri agar tetap berada dalam koridor syariat yang telah ditetapkan. Tunaikan FIDYAH dan KAFARAT melalui BAZNAS Kabupaten Trenggalek .
26/03/2026 | Humas

BAZNAS TV