WhatsApp Icon
banner
banner
banner
banner
banner
banner
banner
banner
Statistik

Berita Terkini

Wujud Kepedulian, BAZNAS Hadir Bantu Renovasi Rumah Bu Sumarti di Sukorejo Gandusari
Wujud Kepedulian, BAZNAS Hadir Bantu Renovasi Rumah Bu Sumarti di Sukorejo Gandusari
Sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan hunian layak, BAZNAS Kabupaten Trenggalek kembali menyalurkan bantuan renovasi rumah kepada warga kurang mampu. Kali ini, bantuan diberikan kepada keluarga Bu Sumarti yang beralamat di Dusun Bandung RT 19 RW 09, Desa Sukorejo, Kecamatan Gandusari. Program tersebut menjadi salah satu upaya nyata dalam membantu masyarakat agar dapat tinggal di rumah yang lebih aman, nyaman, dan sehat. Penyaluran bantuan renovasi rumah dilaksanakan beberapa waktu lalu dengan melibatkan tim dari BAZNAS Trenggalek bersama relawan dan warga sekitar. Kondisi rumah Bu Sumarti sebelumnya dinilai memprihatinkan dan membutuhkan perbaikan pada beberapa bagian bangunan yang sudah mengalami kerusakan. Atap rumah yang bocor, dinding yang mulai rapuh, serta kondisi bangunan yang kurang layak menjadi perhatian sehingga BAZNAS hadir memberikan bantuan renovasi. Ketua pelaksana kegiatan menyampaikan bahwa program bantuan renovasi rumah ini merupakan bagian dari komitmen BAZNAS dalam membantu mustahik agar memiliki tempat tinggal yang layak. Rumah bukan hanya sekadar tempat berteduh, tetapi juga menjadi ruang untuk membangun kehidupan keluarga yang lebih baik. Karena itu, BAZNAS terus berupaya menghadirkan program-program sosial yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat. Melalui bantuan tersebut, proses renovasi dilakukan secara bertahap dengan memperbaiki bagian-bagian rumah yang rusak agar lebih kokoh dan nyaman dihuni. Selain bantuan material, kegiatan ini juga mendapat dukungan dari masyarakat sekitar yang ikut bergotong royong membantu proses pengerjaan. Semangat kebersamaan dan kepedulian sosial tampak begitu terasa selama kegiatan berlangsung. Bu Sumarti mengaku bersyukur dan terharu atas bantuan yang diberikan. Selama ini dirinya bersama keluarga tinggal di rumah dengan kondisi seadanya dan sering merasa khawatir ketika hujan turun karena beberapa bagian rumah mengalami kebocoran. Dengan adanya bantuan renovasi dari BAZNAS, dirinya berharap keluarga dapat tinggal dengan lebih aman dan nyaman. “Alhamdulillah, saya sangat bersyukur dan berterima kasih kepada BAZNAS serta semua pihak yang telah membantu renovasi rumah kami. Semoga menjadi amal kebaikan dan mendapat balasan terbaik,” ungkap Bu Sumarti penuh haru. Program renovasi rumah ini menjadi bukti bahwa dana zakat, infak, dan sedekah yang dihimpun dari masyarakat dapat memberikan manfaat nyata bagi warga yang membutuhkan. BAZNAS Trenggalek terus mengajak masyarakat untuk bersama-sama menebar kepedulian sosial melalui berbagai program kemanusiaan dan pemberdayaan. Tidak hanya fokus pada bantuan konsumtif, BAZNAS juga berupaya menghadirkan program yang berdampak jangka panjang bagi kesejahteraan masyarakat. Renovasi rumah layak huni menjadi salah satu program prioritas karena tempat tinggal yang aman dan sehat sangat berpengaruh terhadap kualitas hidup keluarga penerima manfaat. Kegiatan ini juga menjadi momentum untuk memperkuat budaya gotong royong di tengah masyarakat. Kehadiran warga yang turut membantu proses renovasi menunjukkan bahwa kepedulian sosial masih tumbuh dengan baik di lingkungan masyarakat Desa Sukorejo. Dengan semangat kebersamaan tersebut, diharapkan semakin banyak masyarakat yang terbantu dan merasakan manfaat dari program-program sosial yang dijalankan. Melalui program ini, BAZNAS Trenggalek berharap dapat terus menjadi jembatan kebaikan antara para muzaki dan mustahik. Dukungan serta kepercayaan masyarakat menjadi kekuatan penting dalam menghadirkan lebih banyak manfaat bagi warga yang membutuhkan bantuan. Ke depan, BAZNAS Trenggalek berkomitmen untuk terus melanjutkan berbagai program sosial dan kemanusiaan demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya bagi keluarga kurang mampu di Kabupaten Trenggalek.
20/05/2026 | Humas
BAZNAS Trenggalek Ajak BTB dan Pramuka Penggalang Tanam Mangrove untuk Dukung Net Zero Carbon dan Cegah Abrasi
BAZNAS Trenggalek Ajak BTB dan Pramuka Penggalang Tanam Mangrove untuk Dukung Net Zero Carbon dan Cegah Abrasi
BAZNAS Kabupaten Trenggalek kembali menunjukkan komitmennya terhadap kepedulian lingkungan melalui kegiatan penanaman mangrove yang dilaksanakan di kawasan Pantai Kebo, Kecamatan Munjungan, pada Minggu, 17 Mei 2026. Kegiatan ini melibatkan relawan BAZNAS Tanggap Bencana (BTB), Gugus Dharma Pramuka BAZNAS Trenggalek, serta Pramuka Penggalang dari SMPN 1 Munjungan dan SMPN 2 Munjungan. Kegiatan penanaman mangrove tersebut menjadi salah satu rangkaian penutup dalam agenda Peningkatan Kapasitas Relawan yang digelar selama dua hari, mulai Sabtu hingga Minggu, 16–17 Mei 2026. Melalui aksi ini, BAZNAS Trenggalek tidak hanya menanam pohon, tetapi juga menanamkan nilai kepedulian lingkungan dan semangat menjaga bumi kepada generasi muda. Pantai Kebo dipilih sebagai lokasi kegiatan karena kawasan pesisir tersebut memiliki potensi abrasi yang cukup tinggi apabila tidak dijaga kelestariannya. Penanaman mangrove dinilai menjadi salah satu langkah sederhana namun efektif dalam menjaga ekosistem pesisir sekaligus mencegah erosi pantai yang dapat mengancam lingkungan dan masyarakat sekitar. Sejak pagi hari, para peserta tampak antusias mengikuti kegiatan. Dengan membawa bibit mangrove dan perlengkapan sederhana, para relawan bersama adik-adik Pramuka turun langsung ke area pesisir untuk melakukan penanaman secara bersama-sama. Suasana penuh semangat, kebersamaan, dan gotong royong terlihat selama proses kegiatan berlangsung. Mangrove memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem pantai. Selain mampu menahan abrasi dan mengurangi dampak gelombang laut, tanaman mangrove juga berfungsi menyerap karbon dioksida dari atmosfer sehingga berkontribusi terhadap upaya pengurangan emisi karbon atau zero carbon campaign. Oleh karena itu, aksi penanaman mangrove ini menjadi bentuk nyata dukungan BAZNAS Trenggalek terhadap pelestarian lingkungan dan gerakan pengurangan dampak perubahan iklim. Dalam kegiatan tersebut, para peserta juga diberikan edukasi mengenai pentingnya menjaga kawasan pesisir dan fungsi ekologis mangrove bagi kehidupan masyarakat. Generasi muda, khususnya anggota Pramuka Penggalang, diajak untuk memahami bahwa menjaga lingkungan merupakan tanggung jawab bersama yang harus dimulai sejak dini. Keterlibatan Pramuka dalam kegiatan ini menjadi langkah positif dalam membangun karakter peduli lingkungan, disiplin, dan semangat gotong royong. Tidak hanya belajar tentang kebencanaan dan sosial kemasyarakatan, para peserta juga mendapatkan pengalaman langsung dalam aksi pelestarian alam yang bermanfaat bagi masa depan. Sementara itu, relawan BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) juga menunjukkan peran aktifnya dalam mendukung kegiatan kemanusiaan dan lingkungan. Selama ini BTB tidak hanya hadir saat terjadi bencana, tetapi juga aktif dalam kegiatan mitigasi dan edukasi kepada masyarakat. Penanaman mangrove menjadi salah satu bentuk mitigasi lingkungan yang dapat membantu mengurangi risiko bencana di wilayah pesisir. Kegiatan ini berlangsung dengan lancar dan penuh kebersamaan. Pantai Kebo yang menjadi lokasi kegiatan tampak lebih hijau dan hidup dengan tambahan bibit mangrove yang ditanam bersama oleh para peserta. Momen tersebut sekaligus menjadi simbol kolaborasi antara relawan, pelajar, dan masyarakat dalam menjaga alam dan lingkungan sekitar. Melalui kegiatan ini, BAZNAS Trenggalek berharap semangat menjaga lingkungan dan kepedulian terhadap bumi dapat terus tumbuh di tengah masyarakat, khususnya generasi muda. Upaya kecil seperti penanaman mangrove diharapkan mampu memberikan dampak besar bagi keberlangsungan lingkungan di masa depan. Dengan mengusung semangat kemanusiaan dan kepedulian lingkungan, BAZNAS Trenggalek terus berkomitmen menghadirkan berbagai kegiatan yang tidak hanya bermanfaat bagi masyarakat, tetapi juga bagi kelestarian alam. Penanaman mangrove di Pantai Kebo menjadi bukti bahwa aksi nyata menjaga bumi dapat dimulai dari langkah sederhana yang dilakukan bersama-sama.
18/05/2026 | Humas
BAZNAS Trenggalek Gelar Peningkatan Kapasitas Relawan, Libatkan Pramuka dan Kampung Siaga Bencana
BAZNAS Trenggalek Gelar Peningkatan Kapasitas Relawan, Libatkan Pramuka dan Kampung Siaga Bencana
Dalam upaya meningkatkan kesiapsiagaan dan kapasitas relawan kebencanaan, BAZNAS Kabupaten Trenggalek menggelar kegiatan Peningkatan Kapasitas Relawan BAZNAS Tanggap Bencana yang dilaksanakan pada Sabtu–Minggu, 16–17 Mei 2026 di kawasan Pantai Kebo, Kecamatan Munjungan, Kabupaten Trenggalek. Kegiatan ini melibatkan berbagai unsur relawan dan generasi muda, mulai dari relawan BAZNAS Tanggap Bencana, Gugus Dharma Pramuka BAZNAS Trenggalek, hingga adik-adik Pramuka dari SMPN 1 Munjungan dan SMPN 2 Munjungan. Suasana kebersamaan dan semangat belajar tampak begitu terasa sejak hari pertama kegiatan dimulai. Melalui kegiatan ini, BAZNAS Trenggalek berupaya membangun relawan yang tidak hanya tangguh secara fisik, namun juga memiliki kemampuan, kepedulian sosial, serta kesiapsiagaan dalam menghadapi berbagai potensi bencana. Mengingat Kabupaten Trenggalek merupakan wilayah yang memiliki potensi kerawanan bencana cukup tinggi, peningkatan kapasitas relawan menjadi langkah penting untuk memperkuat mitigasi dan kesiapsiagaan masyarakat. Dalam pelaksanaannya, BAZNAS Trenggalek menghadirkan Kelompok Kampung Siaga Bencana (KSB) Kecamatan Munjungan sebagai pemateri pelatihan dapur umum. Materi ini diberikan khusus kepada relawan BAZNAS Tanggap Bencana agar memiliki kemampuan dalam pengelolaan dapur umum saat terjadi bencana maupun kondisi darurat. Para peserta mendapatkan pembelajaran langsung mengenai teknik memasak dalam skala besar, manajemen logistik pangan, pembagian tugas relawan, hingga pentingnya menjaga kebersihan dan ketepatan distribusi makanan kepada para penyintas bencana. Pelatihan ini disambut antusias oleh peserta karena dinilai sangat aplikatif dan menjadi salah satu keterampilan penting dalam penanganan kebencanaan. Selain pelatihan dapur umum, kegiatan juga diisi dengan pemaparan materi Pengurangan Risiko Bencana (PRB) dan CSSR (Community Safety and Social Responsibility) kepada adik-adik Pramuka dari SMPN 1 Munjungan dan SMPN 2 Munjungan. Materi tersebut disampaikan oleh BPBD Kabupaten Trenggalek bersama Gugus Dharma Pramuka BAZNAS Trenggalek. Dalam sesi tersebut, para peserta diberikan edukasi mengenai pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana, langkah-langkah mitigasi sederhana, serta peran generasi muda dalam membangun lingkungan yang aman dan tangguh terhadap bencana. Tidak hanya itu, peserta juga dikenalkan pada konsep CSSR yang menanamkan nilai kepedulian sosial, tanggung jawab bersama, dan budaya saling membantu di tengah masyarakat. Kegiatan berlangsung interaktif dan penuh semangat. Para peserta aktif berdiskusi, bertanya, hingga mengikuti simulasi ringan yang diberikan oleh pemateri. Lokasi kegiatan yang berada di kawasan Pantai Kebo Munjungan juga memberikan suasana belajar yang menyenangkan sekaligus mempererat kebersamaan antar peserta. BAZNAS Trenggalek berharap kegiatan ini mampu menjadi wadah pembinaan relawan muda yang siap terlibat dalam aksi-aksi kemanusiaan dan kebencanaan di masa mendatang. Keterlibatan pelajar dalam kegiatan ini juga menjadi bentuk investasi sosial untuk mencetak generasi muda yang peduli, tangguh, dan memiliki jiwa kerelawanan. Melalui kolaborasi bersama berbagai pihak, mulai dari BPBD, Kampung Siaga Bencana, hingga Gugus Dharma Pramuka, BAZNAS Trenggalek terus berkomitmen menghadirkan program-program kemanusiaan yang bermanfaat bagi masyarakat. Tidak hanya fokus pada penanganan pascabencana, namun juga pada aspek edukasi, mitigasi, dan penguatan kapasitas relawan sejak dini. Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan lahir relawan-relawan muda yang memiliki kemampuan, keberanian, dan kepedulian sosial tinggi dalam membantu masyarakat, terutama saat menghadapi situasi darurat dan kebencanaan. Semangat gotong royong dan kemanusiaan yang terbangun selama kegiatan menjadi bukti bahwa kolaborasi dan kepedulian bersama adalah kunci utama dalam menciptakan masyarakat yang tangguh terhadap bencana.
18/05/2026 | Humas

Agenda Pimpinan

BAZNAS Trenggalek Serahkan Bantuan Ternak dan Gerobak UMKM dalam ajang BAZNAS Awards 2025
BAZNAS Trenggalek Serahkan Bantuan Ternak dan Gerobak UMKM dalam ajang BAZNAS Awards 2025
BAZNAS Kabupaten Trenggalek terus menunjukkan komitmennya dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat melalui pemanfaatan dana zakat, infak, dan sedekah secara produktif. Salah satu wujud nyata komitmen tersebut diwujudkan melalui penyerahan 20 unit gerobak UMKM (10 Gerobak BAZNAS Prov. Jawa Timur dan 10 Gerobak BAZNAS Trenggalek) dan bantuan ternak kambing kepada jamaah masjid sebagai bagian dari program pemberdayaan ekonomi berbasis masjid. Kegiatan penyerahan bantuan ini menjadi langkah strategis BAZNAS Trenggalek dalam mengoptimalkan peran masjid tidak hanya sebagai pusat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pemberdayaan umat. Jamaah masjid yang menerima bantuan yakni jamaah masjid Matlabul Ulum (Ds. Gador-Kec. Durenan) dan telah melalui proses seleksi serta pendampingan agar bantuan yang diberikan benar-benar tepat sasaran dan berkelanjutan. Bantuan ternak ini tidak hanya ditujukan sebagai pemenuhan kebutuhan jangka pendek, tetapi juga sebagai aset produktif yang dapat berkembang dan memberikan manfaat ekonomi berkelanjutan bagi penerima. Bantuan 20 gerobak UMKM disalurkan kepada pelaku usaha mikro yang selama ini terkendala modal dan sarana usaha. Gerobak tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan untuk berbagai jenis usaha kecil, seperti kuliner, minuman, maupun usaha dagang lainnya yang memiliki potensi meningkatkan pendapatan keluarga. Program bantuan gerobak UMKM dan ternak kambing ini merupakan bagian dari Program Jatim Makmur dan Program Trenggalek Makmur, salah satu program unggulan BAZNAS Jawa Timur dan BAZNAS Trenggalek yang fokus pada pemberdayaan ekonomi mustahik. Melalui program ini, BAZNAS mendorong mustahik agar mampu bertransformasi menjadi muzakki dengan memanfaatkan bantuan secara produktif dan bertanggung jawab. Dalam pelaksanaannya, BAZNAS Trenggalek tidak hanya memberikan bantuan fisik semata, tetapi juga disertai dengan pendampingan dan edukasi. Penerima bantuan diharapkan mampu mengelola usaha dengan baik, menjaga komitmen, serta memanfaatkan bantuan sebagai sarana peningkatan kesejahteraan keluarga. BAZNAS Trenggalek berharap bantuan 20 gerobak UMKM dan ternak kambing ini dapat menjadi pemantik semangat bagi jamaah masjid untuk lebih mandiri secara ekonomi. Dengan pengelolaan yang baik dan dukungan lingkungan sekitar, program ini diharapkan mampu menciptakan lapangan usaha baru, meningkatkan pendapatan keluarga, serta memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat. Melalui program pemberdayaan ekonomi berbasis masjid, BAZNAS Trenggalek terus berupaya menjadikan zakat sebagai instrumen strategis dalam pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan umat. Sinergi antara BAZNAS, pengurus masjid, dan jamaah diharapkan mampu menghadirkan manfaat zakat yang nyata, berkelanjutan, dan penuh keberkahan bagi masyarakat Kabupaten Trenggalek.

24-12-2025 | Humas

BAZNAS Trenggalek serahkan 14 Penghargaan dalam Ajang BAZNAS Awards 2025
BAZNAS Trenggalek serahkan 14 Penghargaan dalam Ajang BAZNAS Awards 2025
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Trenggalek kembali menggelar ajang apresiasi tahunan bertajuk BAZNAS Awards 2025 sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi dan komitmen Unit Pengumpul Zakat (UPZ) dalam mendukung pengelolaan zakat yang profesional, transparan, dan berkelanjutan. Dalam kegiatan ini, BAZNAS Trenggalek menyerahkan total 14 penghargaan kepada UPZ terbaik dari lingkup Pemerintah Kabupaten Trenggalek dan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Trenggalek. BAZNAS Awards 2025 menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara BAZNAS, UPZ, serta seluruh pemangku kepentingan dalam upaya meningkatkan kesadaran dan kepatuhan zakat, khususnya di lingkungan instansi pemerintah dan lembaga pendidikan. Penghargaan ini juga merupakan bentuk apresiasi nyata kepada UPZ yang selama ini konsisten berperan aktif dalam menghimpun zakat, infak, dan sedekah (ZIS) dari para muzakki. Untuk kategori UPZ Pengumpul Zakat Terbaik di Lingkup Pemerintah Kabupaten Trenggalek, BAZNAS Trenggalek memberikan penghargaan kepada 10 UPZ terbaik. Penghargaan terbaik pertama diraih oleh SMP Negeri 3 Tugu yang dinilai unggul dalam konsistensi pengumpulan zakat serta pengelolaan administrasi yang tertib dan akuntabel. Posisi terbaik kedua diraih oleh Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP), disusul Kecamatan Munjungan sebagai terbaik ketiga. Selanjutnya, penghargaan terbaik keempat diraih oleh Badan Kepegawaian Daerah (BKD), sementara Sekretariat Daerah Kabupaten Trenggalek menempati posisi terbaik kelima. Puskesmas Slawe meraih penghargaan terbaik keenam, diikuti Kecamatan Watulimo sebagai terbaik ketujuh. Untuk posisi terbaik kedelapan hingga kesepuluh masing-masing diraih oleh SMP Negeri 1 Watulimo, Kecamatan Tugu, dan SMP Negeri 1 Kampak. Seluruh UPZ penerima penghargaan tersebut dinilai telah menunjukkan komitmen tinggi dalam mendukung optimalisasi penghimpunan zakat melalui mekanisme yang sesuai dengan ketentuan syariat dan regulasi yang berlaku. Konsistensi, transparansi, serta partisipasi aktif dari pimpinan dan pegawai menjadi indikator utama dalam penilaian BAZNAS Trenggalek. Sementara itu, untuk kategori UPZ Terbaik di Lingkup Kantor Kementerian Agama Kabupaten Trenggalek, penghargaan terbaik pertama diraih oleh MTs Negeri 5 Trenggalek. Disusul MAN 2 Trenggalek sebagai terbaik kedua dan MTs Negeri 3 Trenggalek sebagai terbaik ketiga. Ketiga lembaga pendidikan tersebut dinilai berhasil membangun budaya sadar zakat di lingkungan kerja dan mampu menjadi contoh bagi lembaga lainnya. Selain itu, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Trenggalek juga menerima penghargaan khusus atas capaian luar biasa berupa komitmen seluruh pegawai dalam menunaikan zakat sebesar 2,5 persen. Penghargaan ini menjadi bukti kuat sinergi antara BAZNAS dan Kementerian Agama dalam menguatkan peran zakat sebagai instrumen pembangunan umat dan kesejahteraan masyarakat. Melalui BAZNAS Awards 2025, BAZNAS Trenggalek berharap semangat berzakat di lingkungan instansi pemerintah dan lembaga pendidikan semakin meningkat. Apresiasi ini tidak hanya menjadi bentuk penghormatan atas capaian kinerja, tetapi juga sebagai motivasi agar seluruh UPZ terus meningkatkan kualitas pelayanan, pengelolaan, serta kontribusi nyata bagi kesejahteraan masyarakat. Dengan adanya dukungan dan kolaborasi yang kuat antara BAZNAS, UPZ, dan para muzakki, BAZNAS Trenggalek optimistis pengelolaan zakat di Kabupaten Trenggalek akan semakin maju, berdaya guna, dan memberikan dampak nyata bagi mustahik serta pembangunan daerah secara berkelanjutan.

24-12-2025 | Humas

Paguyuban Sound Jenangan Trenggalek (PSJT) Serahkan Bantuan untuk Sumatera dan Aceh Melalui BAZNAS Trenggalek pada BAZNAS Award 2025
Paguyuban Sound Jenangan Trenggalek (PSJT) Serahkan Bantuan untuk Sumatera dan Aceh Melalui BAZNAS Trenggalek pada BAZNAS Award 2025
BAZNAS Kabupaten Trenggalek kembali menerima dukungan dan kepedulian dari berbagai elemen masyarakat. Kali ini, Paguyuban Sound Jenangan Trenggalek (PSJT) menunjukkan solidaritas sosialnya dengan menyerahkan bantuan kemanusiaan untuk saudara-saudara terdampak bencana di Sumatera dan Aceh. Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis melalui BAZNAS Trenggalek dalam rangkaian kegiatan BAZNAS Award 2025 yang digelar di Pendopo Manggala Praja Nugraha Trenggalek senilai Rp.39.872.500,-. Penyerahan bantuan ini menjadi bukti bahwa kepedulian terhadap sesama tidak mengenal batas profesi maupun latar belakang komunitas. PSJT yang dikenal sebagai wadah pelaku dan pecinta sound system di wilayah Trenggalek, turut mengambil peran dalam aksi kemanusiaan dengan menggalang donasi dari para anggotanya untuk membantu masyarakat yang tengah tertimpa musibah. Ketua BAZNAS Kabupaten Trenggalek menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan PSJT kepada BAZNAS sebagai lembaga resmi pengelola zakat, infak, dan sedekah. Menurutnya, kolaborasi dengan komunitas-komunitas masyarakat seperti PSJT merupakan bentuk sinergi yang sangat positif dalam memperluas jangkauan bantuan dan memperkuat solidaritas sosial. “BAZNAS tidak bisa berjalan sendiri. Dukungan dari komunitas, organisasi, dan masyarakat luas seperti Paguyuban Sound Jenangan Trenggalek ini menjadi kekuatan besar bagi kami untuk terus hadir membantu saudara-saudara yang membutuhkan, khususnya korban bencana di Sumatera dan Aceh,” ujarnya. Ia menambahkan, bantuan yang disalurkan melalui BAZNAS akan dikelola secara amanah, transparan, dan tepat sasaran, sesuai dengan prinsip pengelolaan dana umat. Seluruh donasi yang diterima akan segera disalurkan kepada masyarakat terdampak melalui program kebencanaan BAZNAS bekerja sama dengan BAZNAS daerah setempat dan pihak terkait. Perwakilan Paguyuban Sound Jenangan Trenggalek (PSJT) menyampaikan bahwa penyaluran bantuan ini merupakan wujud kepedulian dan empati terhadap penderitaan saudara-saudara sebangsa yang tengah menghadapi musibah. Meski berasal dari komunitas hobi, PSJT ingin menunjukkan bahwa komunitas juga memiliki tanggung jawab sosial dan dapat berkontribusi nyata bagi kemanusiaan. “Kami berharap bantuan yang kami salurkan melalui BAZNAS Trenggalek ini bisa sedikit meringankan beban saudara-saudara kita di Sumatera dan Aceh. Semoga apa yang kami lakukan menjadi amal kebaikan bagi seluruh anggota PSJT,” ungkapnya. Penyerahan bantuan PSJT ini menjadi salah satu momen bermakna dalam pelaksanaan BAZNAS Award 2025, yang tidak hanya menjadi ajang evaluasi dan apresiasi kinerja pengelolaan zakat, tetapi juga wadah untuk memperkuat kolaborasi antara BAZNAS dan masyarakat. Melalui kegiatan ini, BAZNAS Trenggalek berharap semakin banyak komunitas dan elemen masyarakat yang tergerak untuk menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui lembaga resmi, sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas dan merata. Semangat gotong royong dan kepedulian sosial yang ditunjukkan PSJT diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi komunitas lainnya di Kabupaten Trenggalek.

24-12-2025 | Humas

Berita Pendistribusian

BAZNAS Distribusikan Bantuan Bedah Rumah Program Rumah Layak Huni untuk Empat Wa
BAZNAS Distribusikan Bantuan Bedah Rumah Program Rumah Layak Huni untuk Empat Wa
Trenggalek, 05 Desember 2025 — Upaya menghadirkan tempat tinggal yang lebih layak, aman, dan nyaman bagi masyarakat terus menjadi perhatian serius BAZNAS. Melalui Program Rumah Layak Huni dari BAZNAS RI, BAZNAS Kabupaten Trenggalek kembali menyalurkan bantuan bedah rumah kepada empat warga yang berada dalam kondisi serba terbatas. Mereka adalah Ibu Supiyah dari Desa Ngadimulyo-Kec. Kampak, Bapak M. Tohir dari Desa Pandean-Kec. Dongko, Ibu Mijah dari Desa Ngentrong-Kec. Karangan dan Ibu Tumini dari Desa Nglebo-Kec. Suruh yang masing-masing telah lama hidup dalam kondisi hunian yang tak lagi layak ditinggali. Program ini tidak hanya sekadar menghadirkan bangunan fisik, tetapi juga merupakan wujud nyata bahwa dana zakat mampu menjadi pendorong perubahan sosial yang signifikan. Dengan memprioritaskan warga yang tinggal di rumah tidak layak huni, BAZNAS berupaya membuka jalan bagi masyarakat untuk merasakan kehidupan yang lebih bermartabat. Kondisi Rumah Tak Layak yang Menjadi Prioritas Sebagian besar penerima bantuan adalah warga yang bertahun-tahun tinggal di rumah yang sudah lapuk, sempit, dan minim fasilitas. Banyak dari bangunan tersebut tak lagi mampu melindungi penghuninya dari hujan, angin, maupun suhu ekstrem. Pada beberapa lokasi, kondisi lantai masih berupa tanah, dinding rapuh, serta atap yang rawan ambruk setiap saat. Di Desa Ngadimulyo, misalnya, rumah Supiyah telah lama menjadi sorotan masyarakat sekitar. Dengan kondisi ekonomi yang pas-pasan, ia tidak mampu melakukan perbaikan apa pun. Setiap turun hujan, ia cemas memikirkan keselamatan diri dan anggota keluarga. Bantuan dari BAZNAS ini menjadi jawaban atas doa dan harapan yang selama ini ia gantungkan. Sementara itu, di Desa Pandean, rumah milik M. Tohir juga tak kalah memprihatinkan. Lantai kayu yang rapuh, dinding yang berlubang, serta kondisi atap yang bocor membuat aktivitas sehari-hari menjadi semakin berat. Tohir, yang bekerja serabutan, nyaris mustahil melakukan renovasi dengan penghasilannya yang sangat terbatas. Di Desa Ngentrong, situasi yang dialami oleh Mijah pun hampir serupa. Kesederhanaan hidup membuatnya bertahan dalam rumah seadanya, meski kondisi bangunan tersebut sudah jauh dari kata layak. Bantuan dari BAZNAS menjadi angin segar yang membawa harapan baru bagi kehidupan Ibu Mijah dan keluarganya. Sementara itu, di Desa Nglebo, Ibu Tumini menjadi penerima manfaat keempat. Sebagai kepala keluarga yang harus berjuang seorang diri, ia bertahan hidup di rumah dengan kondisi yang memprihatinkan. Tidak jarang ia kesulitan tidur ketika angin kencang datang karena takut rumahnya runtuh kapan saja. Kini, bantuan dari BAZNAS membuat Ibu Tumini bisa bernapas lega dan menatap masa depan dengan lebih percaya diri. Wujud Kepedulian Bersama, Bukan Sekadar Bantuan Proses penyerahan bantuan rumah layak huni ini dilakukan secara langsung oleh BAZNAS Trenggalek dengan melibatkan perangkat desa dan tokoh masyarakat setempat. Hal ini menunjukkan bahwa program tersebut bukan hanya inisiatif lembaga, tetapi disambut sebagai gerakan sosial yang melibatkan seluruh elemen masyarakat. Ketua BAZNAS Trenggalek menyampaikan bahwa bantuan ini merupakan amanah dari para muzakki di seluruh Indonesia melalui BAZNAS RI. Karena itu, proses penyaluran dilakukan dengan penuh tanggung jawab, transparan, dan tepat sasaran. “Program Rumah Layak Huni bukan sekadar membangun rumah, tetapi membangun kembali semangat hidup dan menjaga martabat masyarakat yang selama ini hidup dalam keterbatasan,” ungkapnya. Bantuan ini juga menjadi stimulus agar masyarakat lain turut bergerak dalam semangat gotong royong. Sejumlah warga di sekitar lokasi penerima manfaat juga ikut membantu proses pembangunan, mulai dari pembersihan area, pengangkutan material, hingga kerja bakti bersama. Kehangatan kebersamaan inilah yang membuat setiap rumah yang dibangun terasa lebih hidup dan penuh nilai kebajikan. Menghadirkan Rumah, Menghadirkan Harapan Keempat penerima manfaat tidak mampu menyembunyikan rasa haru dan syukur mereka. Dengan suara yang bergetar, mereka menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu mewujudkan rumah impian mereka. Bagi mereka, bantuan ini bukan hanya soal bangunan baru, tetapi tentang harapan untuk hidup lebih layak, serta lingkungan yang lebih aman bagi keluarga mereka. BAZNAS berharap bahwa Program Rumah Layak Huni dapat menjadi inspirasi dan contoh bahwa pengelolaan zakat yang amanah mampu memberikan dampak besar dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Dengan terus memperluas jangkauan program ini, BAZNAS berkomitmen untuk menghadirkan lebih banyak rumah yang layak, lebih banyak senyuman, dan lebih banyak harapan di tengah masyarakat. Sahabat BAZNAS juga bisa jadi bagian dari aksi kebaikan ini dengan cara sedekah melalui ????kabtrenggalek.baznas.go.id/sedekah atau melalui rekening : Bank Jatim 0222411114 BSI 7555557587 BRI 017701016626538
15/12/2025 | Humas
BAZNAS Trenggalek Serahkan Bantuan Bedah Rumah di 3 desa di Kecamatan Durenan
BAZNAS Trenggalek Serahkan Bantuan Bedah Rumah di 3 desa di Kecamatan Durenan
BAZNAS Kabupaten Trenggalek kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui program bedah rumah. Kali ini, bantuan disalurkan ke tiga titik lokasi berbeda, yakni di desa Semarum, desa Gdor dan desa Kamulan kecamatan Durenan. Program bedah rumah ini merupakan salah satu bentuk nyata dari penyaluran dana zakat, infak, dan sedekah yang dikelola oleh BAZNAS Trenggalek. Sasaran bantuan adalah warga yang tinggal di hunian tidak layak dan tergolong mustahik (penerima zakat) sesuai ketentuan syariah. Pimpinan BAZNAS Trenggalek menyampaikan bahwa program ini tidak hanya bertujuan memberikan tempat tinggal yang layak, tetapi juga membangun kembali semangat dan harapan keluarga penerima bantuan. "Melalui program bedah rumah ini, kami ingin menghadirkan kebahagiaan dan harapan baru bagi saudara-saudara kita yang membutuhkan. Ini adalah bentuk kepedulian dan amanah dari para muzakki yang harus kami jaga dan salurkan dengan tepat sasaran," ungkapnya. Warga penerima manfaat bersyukur dan berterima kasih atas bantuan yang diterima. BAZNAS Trenggalek terus mengajak masyarakat, khususnya para muzakki, untuk menunaikan zakat melalui lembaga resmi. Dengan kolaborasi yang kuat antara umat dan lembaga zakat, diharapkan semakin banyak warga yang dapat merasakan manfaat nyata dari dana zakat. Terima kasih Muzakki, zakat anda memberdayakan banyak umat.
10/12/2025 | Humas
BAZNAS bersama Bupati Trenggalek Berikan Bantuan Bedah Rumah 17 Agustus
BAZNAS bersama Bupati Trenggalek Berikan Bantuan Bedah Rumah 17 Agustus
Raut bahagia terpancar di wajah Mbah Rebo (68 tahun) dan keluarga. Rumahnya menjadi salah satu sasaran program 17 Agustus Bedah 17 Rumah yang digagas oleh BAZNAS Trenggalek. . Kurang lebih sudah setahun sejak rumah milik Mbah Rebo mengalami rubuh akibat kondisi bangunan yang sudah lapuk dimakan usia. Sekarang Mbah Rebo bersama keluarga bisa bernafas lega dan tinggal dengan nyaman dirumahnya yang kini sudah dibedah. . Di momen Peringatan HUT ke-80 Republik Indonesia ini, Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin dan Wakil Bupati Syah Mohamad Natanegara bersama Forkopimda kunjungi rumah Mbah Rebo di Desa Kerjo Kecamatan Karangan, Minggu (17/8/2025). . "Saya terima kasih ke seluruh masyarakat yang telah menasarufkan zakatnya, beginilah suasana semesta zakat di Kabupaten Trenggalek," ucap Mas Bupati Ipin. . "Kita selalu berbagi kebahagiaan di momen 17 Agustus, momen kemerdekaan yang sekecil-kecilnya, sandang papan pangan harus tercukupi, meskipun tidak bisa serentak langsung, tapi berproses, berprogres," sambungnya. . Mas Bupati Ipin menambahkan bahwa kunjungannya tersebut juga untuk mengapresiasi semua pihak. Baik warga yang melaporkan sampai mengusulkan. Hingga sinergitas TNI dan Polri bersama warga sekitar yang gotong royong memperbaiki rumah Mbah Rebo.
10/12/2025 | Humas

Artikel Terbaru

Keutamaan Bulan Dzulhijjah: Bulan Penuh Kemuliaan dan Kesempatan Beramal
Keutamaan Bulan Dzulhijjah: Bulan Penuh Kemuliaan dan Kesempatan Beramal
Bulan Dzulhijjah merupakan salah satu bulan yang sangat mulia dalam kalender Islam. Bulan ini termasuk bagian dari empat bulan haram yang dimuliakan Allah SWT, sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an. Di dalamnya terdapat berbagai ibadah besar seperti haji, kurban, puasa sunnah, hingga hari raya Iduladha. Karena itu, umat Islam dianjurkan memperbanyak amal saleh selama bulan Dzulhijjah, terutama pada sepuluh hari pertama yang memiliki keutamaan luar biasa. Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Fajr ayat 1–2: “Demi fajar, dan malam yang sepuluh.” Para ulama menafsirkan bahwa “malam yang sepuluh” tersebut adalah sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah. Hal ini menunjukkan betapa istimewanya hari-hari tersebut di sisi Allah SWT. Rasulullah SAW juga menjelaskan keutamaan amal pada bulan Dzulhijjah melalui sabdanya: “Tidak ada hari-hari di mana amal saleh lebih dicintai Allah daripada hari-hari ini (sepuluh hari pertama Dzulhijjah).” (HR. Bukhari) Hadis ini menjadi motivasi besar bagi umat Islam untuk memperbanyak ibadah seperti salat sunnah, membaca Al-Qur’an, berdzikir, bersedekah, berpuasa, dan membantu sesama. Salah satu amalan yang sangat dianjurkan pada bulan Dzulhijjah adalah puasa sunnah, khususnya puasa Arafah pada tanggal 9 Dzulhijjah. Rasulullah SAW bersabda: “Puasa Arafah dapat menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.” (HR. Muslim) Puasa Arafah menjadi kesempatan istimewa bagi umat Islam yang tidak sedang menunaikan ibadah haji untuk meraih ampunan dan pahala besar dari Allah SWT. Selain itu, bulan Dzulhijjah juga identik dengan ibadah kurban. Ibadah ini merupakan bentuk ketaatan dan ketakwaan kepada Allah SWT, sekaligus wujud kepedulian sosial kepada sesama. Daging kurban dibagikan kepada masyarakat, terutama kaum dhuafa dan mereka yang membutuhkan, sehingga kebahagiaan Iduladha dapat dirasakan bersama. Keutamaan lain dari bulan Dzulhijjah adalah adanya Hari Arafah dan Hari Nahr (Iduladha) yang termasuk hari terbaik dalam Islam. Pada hari-hari tersebut, umat Islam dianjurkan memperbanyak takbir, tahmid, dan tahlil sebagai bentuk pengagungan kepada Allah SWT. Bulan Dzulhijjah juga mengajarkan nilai pengorbanan, keikhlasan, dan kepedulian. Kisah Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS menjadi teladan tentang kepatuhan kepada perintah Allah SWT. Semangat inilah yang seharusnya ditanamkan dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam beribadah maupun bermasyarakat. Momentum Dzulhijjah hendaknya dimanfaatkan sebaik mungkin oleh setiap muslim untuk memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas ibadah. Jangan sampai hari-hari penuh keberkahan ini berlalu tanpa amal yang berarti. Sebab, kesempatan meraih pahala besar belum tentu datang dua kali. Semoga kita semua diberikan kemudahan untuk memaksimalkan ibadah di bulan Dzulhijjah dan memperoleh keberkahan, ampunan, serta ridha Allah SWT. Aamiin.
19/05/2026 | Humas
Panduan Lengkap Cara Berqurban Sesuai Syariat Islam
Panduan Lengkap Cara Berqurban Sesuai Syariat Islam
Ibadah qurban merupakan salah satu amalan yang sangat dianjurkan dalam Islam, khususnya pada bulan Dzulhijjah. Qurban dilaksanakan setiap Hari Raya Iduladha dan hari tasyrik sebagai bentuk ketaatan kepada Allah SWT serta meneladani pengorbanan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS. Selain memiliki nilai ibadah, qurban juga mengandung makna sosial karena dagingnya dibagikan kepada masyarakat, terutama fakir miskin dan kaum dhuafa. Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Kautsar ayat 2: “Maka dirikanlah salat karena Tuhanmu, dan berqurbanlah.” Ayat tersebut menunjukkan bahwa qurban merupakan ibadah yang memiliki kedudukan penting dalam Islam. Agar pelaksanaannya sah dan bernilai ibadah, umat Islam perlu memahami tata cara berqurban sesuai syariat. 1. Niat Ikhlas Karena Allah SWT Hal pertama yang harus diperhatikan dalam berqurban adalah niat. Qurban harus dilakukan semata-mata untuk mencari ridha Allah SWT, bukan untuk pamer, gengsi, atau tujuan duniawi lainnya. Keikhlasan menjadi kunci diterimanya setiap amal ibadah. Sebelum melaksanakan qurban, seorang muslim dianjurkan berniat dalam hati untuk menjalankan ibadah qurban karena Allah SWT. 2. Memilih Hewan Qurban yang Sesuai Syariat Islam telah menetapkan jenis hewan yang boleh dijadikan qurban, yaitu: Kambing atau domba Sapi Kerbau Unta Hewan qurban juga harus memenuhi syarat tertentu, di antaranya: a. Cukup Umur Kambing minimal berusia 1 tahun Domba minimal 6 bulan jika sudah tampak besar Sapi atau kerbau minimal 2 tahun Unta minimal 5 tahun b. Sehat dan Tidak Cacat Hewan qurban tidak boleh: Buta Sakit parah Sangat kurus Pincang berat Memiliki cacat yang jelas Memilih hewan terbaik merupakan bentuk penghormatan dalam beribadah kepada Allah SWT. 3. Waktu Penyembelihan Qurban Penyembelihan hewan qurban dilakukan setelah salat Iduladha pada tanggal 10 Dzulhijjah hingga akhir hari tasyrik, yaitu tanggal 13 Dzulhijjah sebelum matahari terbenam. Rasulullah SAW bersabda: “Barang siapa menyembelih sebelum salat Id, maka itu hanyalah daging biasa, bukan qurban.” (HR. Bukhari dan Muslim) Karena itu, penting memastikan penyembelihan dilakukan pada waktu yang telah ditentukan syariat. 4. Tata Cara Menyembelih Hewan Qurban Dalam Islam, penyembelihan harus dilakukan dengan cara yang baik dan penuh kasih sayang terhadap hewan. Berikut beberapa adab menyembelih qurban: Menggunakan pisau yang tajam Tidak menyiksa hewan Membaringkan hewan menghadap kiblat Membaca basmalah dan takbir Doa yang biasa dibaca saat menyembelih: “Bismillahi Allahu Akbar.” Penyembelihan dilakukan dengan memotong saluran pernapasan, saluran makanan, dan dua pembuluh darah di leher agar hewan cepat mati dan tidak tersiksa. 5. Pembagian Daging Qurban Daging qurban dianjurkan dibagi menjadi tiga bagian: Untuk diri sendiri dan keluarga Untuk kerabat atau tetangga Untuk fakir miskin Namun, pembagian ini tidak bersifat wajib dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat sekitar. Yang terpenting adalah memastikan kaum dhuafa juga merasakan kebahagiaan Iduladha. Orang yang berqurban diperbolehkan memakan sebagian daging qurbannya sebagai bentuk rasa syukur. 6. Larangan dalam Qurban Beberapa hal yang perlu diperhatikan agar qurban tetap sesuai syariat: Tidak menjual bagian hewan qurban, termasuk kulitnya Tidak memberikan upah penyembelih dari bagian hewan qurban Tidak menyembelih di luar waktu yang ditentukan Upah panitia atau penyembelih sebaiknya diberikan dalam bentuk uang atau dari sumber lain, bukan dari hasil qurban. 7. Hikmah Ibadah Qurban Ibadah qurban mengajarkan banyak nilai kehidupan, di antaranya: Meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT Menumbuhkan keikhlasan dan pengorbanan Mempererat kepedulian sosial Membantu masyarakat yang membutuhkan Menumbuhkan rasa syukur atas nikmat Allah SWT Qurban bukan hanya tentang menyembelih hewan, tetapi juga tentang menyembelih sifat egois, cinta dunia berlebihan, dan meningkatkan kepedulian terhadap sesama. Ibadah qurban adalah amalan mulia yang memiliki pahala besar di sisi Allah SWT. Dengan memahami tata cara berqurban sesuai syariat Islam, umat Muslim dapat menjalankan ibadah ini dengan benar dan penuh keberkahan. Momentum Iduladha hendaknya menjadi sarana untuk meningkatkan keimanan, kepedulian sosial, dan semangat berbagi kepada sesama. Semoga Allah SWT menerima amal qurban kita dan menjadikannya sebagai jalan mendekatkan diri kepada-Nya. Aamiin.
19/05/2026 | Humas
Hukum Qurban dalam Islam Wajib atau Sunnah Ini Penjelasan Ulama
Hukum Qurban dalam Islam Wajib atau Sunnah Ini Penjelasan Ulama
Ibadah qurban merupakan salah satu syariat penting dalam Islam yang dilaksanakan setiap Hari Raya Idul Adha. Selain menjadi bentuk ketaatan kepada Allah SWT, qurban juga memiliki dimensi sosial yang kuat karena dagingnya dibagikan kepada masyarakat, khususnya mereka yang membutuhkan. Namun, sering muncul pertanyaan di kalangan umat Islam: apakah qurban itu wajib atau hanya sunnah? Perbedaan pendapat ini sebenarnya sudah lama dibahas oleh para ulama dari berbagai mazhab. Secara umum, terdapat dua pandangan utama mengenai hukum qurban. Pendapat pertama menyatakan bahwa qurban hukumnya wajib bagi setiap Muslim yang mampu. Pandangan ini dipegang oleh sebagian ulama, terutama dari mazhab Hanafi. Mereka berargumen bahwa perintah berqurban dalam Al-Qur’an, seperti dalam Surah Al-Kautsar ayat 2, menunjukkan kewajiban: “Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu dan berqurbanlah.” Selain itu, terdapat hadis yang menyebutkan ancaman bagi orang yang mampu tetapi tidak berqurban. Dari sini, mereka memahami bahwa qurban bukan sekadar anjuran, melainkan kewajiban yang harus ditunaikan oleh yang memiliki kelapangan rezeki. Sementara itu, pendapat kedua yang dianut oleh mayoritas ulama, seperti mazhab Syafi’i, Maliki, dan Hanbali, menyatakan bahwa qurban hukumnya sunnah muakkadah (sunnah yang sangat dianjurkan). Artinya, ibadah ini sangat dianjurkan untuk dilakukan, tetapi tidak berdosa jika ditinggalkan. Mereka berpendapat bahwa Rasulullah SAW secara konsisten melaksanakan qurban, namun tidak pernah mewajibkannya kepada seluruh umat. Hadis-hadis yang ada lebih menunjukkan anjuran kuat, bukan kewajiban mutlak. Terlepas dari perbedaan pendapat tersebut, semua ulama sepakat bahwa qurban memiliki keutamaan yang sangat besar. Ibadah ini bukan hanya tentang menyembelih hewan, tetapi juga simbol keikhlasan, pengorbanan, dan ketundukan kepada Allah SWT, sebagaimana dicontohkan oleh Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS. Kisah ini menjadi pelajaran bahwa ketaatan kepada Allah harus diutamakan di atas segalanya. Selain nilai spiritual, qurban juga memiliki dampak sosial yang luar biasa. Daging qurban yang dibagikan mampu membantu masyarakat kurang mampu merasakan kebahagiaan di hari raya. Ini menjadi wujud nyata dari kepedulian dan solidaritas antar sesama umat Muslim. Oleh karena itu, meskipun sebagian ulama menyatakan qurban sebagai sunnah muakkadah, semangat untuk melaksanakannya seharusnya tetap tinggi, terutama bagi mereka yang memiliki kemampuan. Qurban bukan sekadar ibadah ritual, tetapi juga sarana untuk membersihkan hati dari sifat kikir dan menumbuhkan rasa empati. Pada akhirnya, baik dianggap wajib maupun sunnah, qurban tetap merupakan ibadah yang sangat dianjurkan dalam Islam. Bagi yang mampu, melaksanakannya adalah bentuk ketaatan sekaligus kontribusi nyata dalam memperkuat ukhuwah dan kepedulian sosial. Mari jadikan momen Idul Adha sebagai kesempatan untuk mendekatkan diri kepada Allah sekaligus berbagi kebahagiaan dengan sesama.
30/04/2026 | Humas

BAZNAS TV