WhatsApp Icon
banner
banner
banner
banner
banner
banner
banner
banner
Statistik

Berita Terkini

BAZNAS Trenggalek Bergerak Cepat Bantu Korban Kebakaran di Sumbergedong, Wujud Kolaborasi Kemanusiaan Bersama Kwarcab dan Pramuka
BAZNAS Trenggalek Bergerak Cepat Bantu Korban Kebakaran di Sumbergedong, Wujud Kolaborasi Kemanusiaan Bersama Kwarcab dan Pramuka
Trenggalek – Semangat gotong royong dan kepedulian sosial kembali ditunjukkan berbagai elemen masyarakat dalam membantu warga yang tertimpa musibah. Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Trenggalek bergerak cepat menyalurkan bantuan untuk perbaikan rumah milik Heryanto, warga Jalan HOS Cokroaminoto Gang Beras Utara RT 06 RW 02, Kelurahan Sumbergedong, Kecamatan Trenggalek, yang mengalami musibah kebakaran pada Minggu (28/6/2026) sekitar pukul 14.00 WIB. Peristiwa kebakaran yang terjadi di siang hari tersebut mengakibatkan rumah milik Heryanto mengalami kerusakan yang cukup parah. Dalam waktu singkat, kobaran api melahap sebagian bangunan dan menghanguskan sejumlah barang berharga milik keluarga. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, musibah tersebut menyisakan duka sekaligus beban berat bagi keluarga yang harus memulai kembali kehidupan mereka dari awal. Sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang sedang tertimpa musibah, BAZNAS Kabupaten Trenggalek menyalurkan bantuan untuk mendukung proses perbaikan rumah. Bantuan tersebut merupakan hasil pengelolaan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang dipercayakan oleh masyarakat kepada BAZNAS untuk disalurkan kepada para mustahik dan warga yang membutuhkan. Ketua BAZNAS Kabupaten Trenggalek menyampaikan bahwa bantuan ini merupakan wujud nyata hadirnya zakat sebagai instrumen kepedulian sosial yang mampu memberikan manfaat langsung kepada masyarakat, terutama saat menghadapi kondisi darurat. "Musibah tidak pernah bisa diprediksi. Karena itu, kami berupaya hadir secepat mungkin agar keluarga yang terdampak tidak merasa sendiri. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban sekaligus mempercepat proses perbaikan rumah sehingga dapat kembali dihuni," ujarnya. Tak hanya BAZNAS, kepedulian juga datang dari Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Trenggalek. Dalam kesempatan yang sama, Kwarcab Trenggalek menyerahkan bantuan logistik berupa kebutuhan pokok bagi keluarga korban. Bantuan tersebut diharapkan dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari selama proses pemulihan berlangsung. Kolaborasi antara BAZNAS dan Kwarcab Trenggalek menjadi bukti bahwa semangat kemanusiaan dapat diwujudkan melalui sinergi berbagai pihak. Tidak hanya memberikan bantuan materi, tetapi juga memastikan keluarga korban tetap mendapatkan dukungan moral dan sosial di tengah musibah yang dialami. Lebih dari itu, proses rehabilitasi rumah Heryanto juga akan melibatkan tenaga sukarela dari anggota Brigade Penolong 1303 bersama Pramuka Penegak SMKN 1 Trenggalek. Kehadiran para relawan ini menjadi bentuk nyata semangat gotong royong yang masih tumbuh kuat di tengah masyarakat. Dengan semangat sukarela, para anggota Brigade Penolong 1303 dan Pramuka Penegak akan membantu pekerjaan perbaikan rumah sehingga proses pembangunan dapat berjalan lebih cepat dan meringankan biaya yang harus ditanggung keluarga korban. Aksi tersebut sekaligus menjadi sarana pembelajaran bagi generasi muda untuk menumbuhkan jiwa sosial, kepedulian, dan pengabdian kepada masyarakat. Keterlibatan Pramuka dalam kegiatan kemanusiaan juga sejalan dengan nilai-nilai dasar Gerakan Pramuka yang menanamkan semangat tolong-menolong, rela berkorban, dan mengabdi tanpa pamrih. Sementara Brigade Penolong 1303 kembali menunjukkan komitmennya sebagai garda terdepan dalam aksi sosial dan penanggulangan bencana di Kabupaten Trenggalek. Heryanto beserta keluarga menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas perhatian yang diberikan oleh seluruh pihak. Menurutnya, bantuan yang diterima tidak hanya memberikan dukungan material, tetapi juga menguatkan semangat keluarga untuk bangkit dari musibah yang dialami. "Alhamdulillah, kami sangat bersyukur atas bantuan dari BAZNAS, Kwarcab Trenggalek, Brigade Penolong 1303, dan adik-adik Pramuka. Kepedulian ini menjadi penyemangat bagi kami untuk kembali membangun rumah dan menjalani kehidupan seperti sediakala," ungkapnya. Melalui kolaborasi ini, BAZNAS Kabupaten Trenggalek kembali menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan manfaat bagi masyarakat. Bersama berbagai mitra, BAZNAS tidak hanya menyalurkan bantuan, tetapi juga membangun harapan, memperkuat solidaritas sosial, dan memastikan bahwa setiap dana zakat, infak, dan sedekah yang diamanahkan masyarakat benar-benar memberikan dampak nyata bagi mereka yang membutuhkan. Semangat kebersamaan yang ditunjukkan dalam penanganan musibah ini menjadi bukti bahwa ketika berbagai pihak bersatu, setiap cobaan dapat dihadapi dengan lebih ringan. Dari zakat yang ditunaikan, dari tangan-tangan relawan yang bekerja tanpa pamrih, hingga doa dan dukungan masyarakat, semuanya menjadi energi untuk mengembalikan senyum dan harapan bagi keluarga yang sedang diuji.
29/06/2026 | Humas
BAZNAS Hadiri Penutupan Perkemahan Wirakarya VI Mandiri Pandean, Menutup Sembilan Hari Pengabdian dengan Semangat Kolaborasi
BAZNAS Hadiri Penutupan Perkemahan Wirakarya VI Mandiri Pandean, Menutup Sembilan Hari Pengabdian dengan Semangat Kolaborasi
Suasana haru, bangga, dan penuh rasa syukur mewarnai Upacara Penutupan Perkemahan Wirakarya (PW) VI Mandiri Pandean Tahun 2026 yang digelar pada Minggu (28/6/2026) di Desa Pandean, Kecamatan Dongko, Kabupaten Trenggalek. Kegiatan yang telah berlangsung selama sembilan hari, sejak 20 hingga 28 Juni 2026, resmi berakhir dengan meninggalkan jejak pengabdian nyata bagi masyarakat. Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Trenggalek turut menghadiri upacara penutupan sebagai bentuk dukungan terhadap gerakan kepanduan yang mengedepankan semangat gotong royong, kepedulian sosial, dan pemberdayaan masyarakat. Kehadiran BAZNAS menjadi simbol sinergi antara lembaga filantropi dan Gerakan Pramuka dalam mewujudkan aksi kemanusiaan yang memberikan manfaat langsung kepada warga. Selama sembilan hari pelaksanaan, ratusan peserta Pramuka Penegak dan Pandega bersama pembina serta berbagai unsur pendukung melaksanakan beragam kegiatan pengabdian. Mulai dari pembangunan dan perbaikan rumah tidak layak huni melalui program Rumah Karya, kegiatan bakti sosial, edukasi kesehatan, penyuluhan keagamaan, hingga pemberdayaan masyarakat melalui berbagai aktivitas yang melibatkan warga Desa Pandean. Perkemahan Wirakarya VI Mandiri Pandean tidak hanya menjadi ajang pembentukan karakter bagi para peserta, tetapi juga menjadi ruang belajar untuk menumbuhkan rasa empati, tanggung jawab, serta kepemimpinan. Seluruh rangkaian kegiatan dirancang agar setiap peserta mampu merasakan langsung makna pengabdian kepada masyarakat sebagai implementasi nilai-nilai Satya dan Darma Pramuka. Upacara penutupan berlangsung dengan khidmat dan dihadiri oleh jajaran pemerintah daerah, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Kwartir Gerakan Pramuka, tokoh masyarakat, serta berbagai mitra yang selama ini mendukung suksesnya kegiatan. Momentum tersebut menjadi ajang apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi, mulai dari panitia, relawan, masyarakat Desa Pandean, hingga para sponsor dan lembaga yang turut menyukseskan kegiatan. BAZNAS Kabupaten Trenggalek menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Perkemahan Wirakarya VI Mandiri Pandean yang dinilai mampu menghadirkan dampak positif bagi masyarakat. Semangat kolaborasi yang terbangun selama kegiatan diharapkan dapat terus dipelihara untuk menghadirkan lebih banyak program pemberdayaan yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat. Sebagai lembaga yang mengelola dana zakat, infak, dan sedekah, BAZNAS meyakini bahwa pembangunan sosial tidak dapat dilakukan secara sendiri-sendiri. Kolaborasi dengan berbagai elemen, termasuk Gerakan Pramuka, menjadi langkah strategis dalam memperluas manfaat bagi masyarakat. Nilai-nilai kepedulian, gotong royong, dan pengabdian yang ditanamkan selama Perkemahan Wirakarya selaras dengan misi BAZNAS dalam membangun masyarakat yang mandiri dan berdaya. Berakhirnya Perkemahan Wirakarya VI Mandiri Pandean bukanlah akhir dari perjalanan pengabdian, melainkan awal dari lahirnya semangat baru bagi setiap peserta untuk terus mengabdikan diri di lingkungan masing-masing. Pengalaman selama sembilan hari menjadi bekal berharga dalam membentuk generasi muda yang tidak hanya cerdas dan terampil, tetapi juga memiliki kepedulian sosial yang tinggi. Dengan resmi ditutupnya Perkemahan Wirakarya VI Mandiri Pandean Tahun 2026, seluruh peserta kembali ke daerah masing-masing membawa cerita, pengalaman, serta inspirasi tentang arti kebersamaan dan pengabdian. Jejak karya yang telah ditinggalkan di Desa Pandean diharapkan menjadi manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat, sekaligus menjadi bukti bahwa semangat gotong royong mampu menghadirkan perubahan nyata ketika berbagai pihak bersatu untuk tujuan yang mulia.
28/06/2026 | Humas
Kunjungan WK. Bidang Pembinaan Anggota Muda (BINAMUDA) Kwarda Jawa Timur, Arumi Bachsin pada PW Mandiri Pandean 2026
Kunjungan WK. Bidang Pembinaan Anggota Muda (BINAMUDA) Kwarda Jawa Timur, Arumi Bachsin pada PW Mandiri Pandean 2026
Gerakan Pramuka kembali membuktikan bahwa semangat pengabdian tidak berhenti pada pendidikan karakter semata, tetapi diwujudkan melalui aksi nyata yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Hal tersebut tergambar dalam pelaksanaan Perkemahan Wirakarya Jawa Timur 2026 di Desa Pandean, Kecamatan Dongko, Kabupaten Trenggalek, yang menghadirkan berbagai program pemberdayaan masyarakat, salah satunya melalui renovasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) bagi warga yang membutuhkan. Sebagai bentuk evaluasi sekaligus apresiasi terhadap pelaksanaan program tersebut, Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Timur bersama Kwartir Cabang Trenggalek dan Pemerintah Kabupaten Trenggalek melaksanakan kegiatan monitoring pada Sabtu (27/6/2026). Monitoring dilakukan dengan mengunjungi sejumlah Rumah Karya yang menjadi pusat pengabdian para peserta Perkemahan Wirakarya selama kegiatan berlangsung. Kegiatan monitoring dihadiri oleh Wakil Ketua Kwartir Daerah Jawa Timur Bidang Binamuda, Kak Arumi Bachsin Emil Dardak, Sekretaris Daerah Kabupaten Trenggalek Kak Edy Soepriyanto, Kak Mahsun Ismail, Kak Basuki Babussalam, Kak Sopingi, Kak Adie Kurniawan, jajaran Pengurus Kwartir Daerah Jawa Timur, Pelatih Kwarda, Pengurus Kwartir Cabang Trenggalek, perangkat Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Kwartir Ranting, Gugus Depan, serta puluhan Pramuka Penggalang, Pramuka Penegak, dan masyarakat setempat. Dalam kesempatan tersebut, rombongan melihat secara langsung progres renovasi rumah yang dikerjakan secara gotong royong oleh para peserta. Tidak hanya memantau perkembangan pembangunan, mereka juga berdialog dengan para peserta dan warga penerima manfaat untuk memastikan bahwa program yang dijalankan benar-benar memberikan dampak positif bagi masyarakat. Perkemahan Wirakarya merupakan salah satu program unggulan Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Timur yang dirancang untuk mengintegrasikan pendidikan karakter dengan aksi sosial. Melalui kegiatan ini, anggota Pramuka tidak hanya dilatih menjadi pribadi yang disiplin, mandiri, dan bertanggung jawab, tetapi juga diajak merasakan secara langsung makna kepedulian, empati, serta semangat melayani masyarakat. Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Timur, Kak H. M. Arum Sabil, S.P., S.H., M.KL., menegaskan bahwa Perkemahan Wirakarya merupakan wadah bagi generasi muda untuk mengimplementasikan nilai-nilai kepramukaan dalam kehidupan nyata. Menurutnya, pengabdian kepada masyarakat adalah bagian penting dari proses pembentukan karakter seorang Pramuka yang siap menjadi agen perubahan di tengah masyarakat. Program renovasi Rumah Tidak Layak Huni menjadi salah satu wujud nyata dari semangat tersebut. Dengan melibatkan berbagai unsur, mulai dari peserta Pramuka, pemerintah daerah, masyarakat, hingga mitra pendukung, kegiatan ini berhasil menghadirkan kolaborasi yang tidak hanya menghasilkan pembangunan fisik, tetapi juga memperkuat rasa persaudaraan dan kebersamaan antarwarga. Lebih dari sekadar memperbaiki bangunan, Rumah Karya menjadi simbol hadirnya harapan baru bagi keluarga penerima manfaat. Setiap dinding yang dibangun, setiap atap yang diperbaiki, dan setiap sudut rumah yang direnovasi menjadi bukti bahwa kepedulian sosial mampu menghadirkan perubahan nyata ketika dilakukan secara bersama-sama. Kegiatan monitoring juga menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara Gerakan Pramuka, Pemerintah Kabupaten Trenggalek, serta seluruh elemen masyarakat dalam mendukung pembangunan berbasis gotong royong. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat terus berlanjut melalui berbagai program sosial lainnya yang memberikan manfaat luas bagi masyarakat. Semangat "Satyaku Kudarmakan, Darmaku Kubaktikan" yang menjadi pedoman Gerakan Pramuka tampak hidup dalam setiap aktivitas Perkemahan Wirakarya. Nilai-nilai pengabdian, keikhlasan, kerja sama, dan kepedulian diwujudkan dalam tindakan nyata yang dirasakan langsung oleh masyarakat. Dari Trenggalek, Perkemahan Wirakarya Jawa Timur 2026 mengirimkan pesan kuat bahwa Gerakan Pramuka adalah mitra strategis dalam pembangunan sosial. Melalui karya nyata dan semangat gotong royong, para anggota Pramuka menunjukkan bahwa pengabdian bukan sekadar slogan, melainkan komitmen yang diwujudkan dalam aksi untuk membangun kehidupan masyarakat yang lebih baik. Kehadiran mereka menjadi inspirasi bahwa perubahan besar selalu berawal dari kepedulian, kerja sama, dan tekad untuk terus memberikan manfaat bagi sesama.
27/06/2026 | Humas

Agenda Pimpinan

BAZNAS Trenggalek Serahkan Bantuan Ternak dan Gerobak UMKM dalam ajang BAZNAS Awards 2025
BAZNAS Trenggalek Serahkan Bantuan Ternak dan Gerobak UMKM dalam ajang BAZNAS Awards 2025
BAZNAS Kabupaten Trenggalek terus menunjukkan komitmennya dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat melalui pemanfaatan dana zakat, infak, dan sedekah secara produktif. Salah satu wujud nyata komitmen tersebut diwujudkan melalui penyerahan 20 unit gerobak UMKM (10 Gerobak BAZNAS Prov. Jawa Timur dan 10 Gerobak BAZNAS Trenggalek) dan bantuan ternak kambing kepada jamaah masjid sebagai bagian dari program pemberdayaan ekonomi berbasis masjid. Kegiatan penyerahan bantuan ini menjadi langkah strategis BAZNAS Trenggalek dalam mengoptimalkan peran masjid tidak hanya sebagai pusat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pemberdayaan umat. Jamaah masjid yang menerima bantuan yakni jamaah masjid Matlabul Ulum (Ds. Gador-Kec. Durenan) dan telah melalui proses seleksi serta pendampingan agar bantuan yang diberikan benar-benar tepat sasaran dan berkelanjutan. Bantuan ternak ini tidak hanya ditujukan sebagai pemenuhan kebutuhan jangka pendek, tetapi juga sebagai aset produktif yang dapat berkembang dan memberikan manfaat ekonomi berkelanjutan bagi penerima. Bantuan 20 gerobak UMKM disalurkan kepada pelaku usaha mikro yang selama ini terkendala modal dan sarana usaha. Gerobak tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan untuk berbagai jenis usaha kecil, seperti kuliner, minuman, maupun usaha dagang lainnya yang memiliki potensi meningkatkan pendapatan keluarga. Program bantuan gerobak UMKM dan ternak kambing ini merupakan bagian dari Program Jatim Makmur dan Program Trenggalek Makmur, salah satu program unggulan BAZNAS Jawa Timur dan BAZNAS Trenggalek yang fokus pada pemberdayaan ekonomi mustahik. Melalui program ini, BAZNAS mendorong mustahik agar mampu bertransformasi menjadi muzakki dengan memanfaatkan bantuan secara produktif dan bertanggung jawab. Dalam pelaksanaannya, BAZNAS Trenggalek tidak hanya memberikan bantuan fisik semata, tetapi juga disertai dengan pendampingan dan edukasi. Penerima bantuan diharapkan mampu mengelola usaha dengan baik, menjaga komitmen, serta memanfaatkan bantuan sebagai sarana peningkatan kesejahteraan keluarga. BAZNAS Trenggalek berharap bantuan 20 gerobak UMKM dan ternak kambing ini dapat menjadi pemantik semangat bagi jamaah masjid untuk lebih mandiri secara ekonomi. Dengan pengelolaan yang baik dan dukungan lingkungan sekitar, program ini diharapkan mampu menciptakan lapangan usaha baru, meningkatkan pendapatan keluarga, serta memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat. Melalui program pemberdayaan ekonomi berbasis masjid, BAZNAS Trenggalek terus berupaya menjadikan zakat sebagai instrumen strategis dalam pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan umat. Sinergi antara BAZNAS, pengurus masjid, dan jamaah diharapkan mampu menghadirkan manfaat zakat yang nyata, berkelanjutan, dan penuh keberkahan bagi masyarakat Kabupaten Trenggalek.

24-12-2025 | Humas

BAZNAS Trenggalek serahkan 14 Penghargaan dalam Ajang BAZNAS Awards 2025
BAZNAS Trenggalek serahkan 14 Penghargaan dalam Ajang BAZNAS Awards 2025
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Trenggalek kembali menggelar ajang apresiasi tahunan bertajuk BAZNAS Awards 2025 sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi dan komitmen Unit Pengumpul Zakat (UPZ) dalam mendukung pengelolaan zakat yang profesional, transparan, dan berkelanjutan. Dalam kegiatan ini, BAZNAS Trenggalek menyerahkan total 14 penghargaan kepada UPZ terbaik dari lingkup Pemerintah Kabupaten Trenggalek dan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Trenggalek. BAZNAS Awards 2025 menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara BAZNAS, UPZ, serta seluruh pemangku kepentingan dalam upaya meningkatkan kesadaran dan kepatuhan zakat, khususnya di lingkungan instansi pemerintah dan lembaga pendidikan. Penghargaan ini juga merupakan bentuk apresiasi nyata kepada UPZ yang selama ini konsisten berperan aktif dalam menghimpun zakat, infak, dan sedekah (ZIS) dari para muzakki. Untuk kategori UPZ Pengumpul Zakat Terbaik di Lingkup Pemerintah Kabupaten Trenggalek, BAZNAS Trenggalek memberikan penghargaan kepada 10 UPZ terbaik. Penghargaan terbaik pertama diraih oleh SMP Negeri 3 Tugu yang dinilai unggul dalam konsistensi pengumpulan zakat serta pengelolaan administrasi yang tertib dan akuntabel. Posisi terbaik kedua diraih oleh Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP), disusul Kecamatan Munjungan sebagai terbaik ketiga. Selanjutnya, penghargaan terbaik keempat diraih oleh Badan Kepegawaian Daerah (BKD), sementara Sekretariat Daerah Kabupaten Trenggalek menempati posisi terbaik kelima. Puskesmas Slawe meraih penghargaan terbaik keenam, diikuti Kecamatan Watulimo sebagai terbaik ketujuh. Untuk posisi terbaik kedelapan hingga kesepuluh masing-masing diraih oleh SMP Negeri 1 Watulimo, Kecamatan Tugu, dan SMP Negeri 1 Kampak. Seluruh UPZ penerima penghargaan tersebut dinilai telah menunjukkan komitmen tinggi dalam mendukung optimalisasi penghimpunan zakat melalui mekanisme yang sesuai dengan ketentuan syariat dan regulasi yang berlaku. Konsistensi, transparansi, serta partisipasi aktif dari pimpinan dan pegawai menjadi indikator utama dalam penilaian BAZNAS Trenggalek. Sementara itu, untuk kategori UPZ Terbaik di Lingkup Kantor Kementerian Agama Kabupaten Trenggalek, penghargaan terbaik pertama diraih oleh MTs Negeri 5 Trenggalek. Disusul MAN 2 Trenggalek sebagai terbaik kedua dan MTs Negeri 3 Trenggalek sebagai terbaik ketiga. Ketiga lembaga pendidikan tersebut dinilai berhasil membangun budaya sadar zakat di lingkungan kerja dan mampu menjadi contoh bagi lembaga lainnya. Selain itu, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Trenggalek juga menerima penghargaan khusus atas capaian luar biasa berupa komitmen seluruh pegawai dalam menunaikan zakat sebesar 2,5 persen. Penghargaan ini menjadi bukti kuat sinergi antara BAZNAS dan Kementerian Agama dalam menguatkan peran zakat sebagai instrumen pembangunan umat dan kesejahteraan masyarakat. Melalui BAZNAS Awards 2025, BAZNAS Trenggalek berharap semangat berzakat di lingkungan instansi pemerintah dan lembaga pendidikan semakin meningkat. Apresiasi ini tidak hanya menjadi bentuk penghormatan atas capaian kinerja, tetapi juga sebagai motivasi agar seluruh UPZ terus meningkatkan kualitas pelayanan, pengelolaan, serta kontribusi nyata bagi kesejahteraan masyarakat. Dengan adanya dukungan dan kolaborasi yang kuat antara BAZNAS, UPZ, dan para muzakki, BAZNAS Trenggalek optimistis pengelolaan zakat di Kabupaten Trenggalek akan semakin maju, berdaya guna, dan memberikan dampak nyata bagi mustahik serta pembangunan daerah secara berkelanjutan.

24-12-2025 | Humas

Paguyuban Sound Jenangan Trenggalek (PSJT) Serahkan Bantuan untuk Sumatera dan Aceh Melalui BAZNAS Trenggalek pada BAZNAS Award 2025
Paguyuban Sound Jenangan Trenggalek (PSJT) Serahkan Bantuan untuk Sumatera dan Aceh Melalui BAZNAS Trenggalek pada BAZNAS Award 2025
BAZNAS Kabupaten Trenggalek kembali menerima dukungan dan kepedulian dari berbagai elemen masyarakat. Kali ini, Paguyuban Sound Jenangan Trenggalek (PSJT) menunjukkan solidaritas sosialnya dengan menyerahkan bantuan kemanusiaan untuk saudara-saudara terdampak bencana di Sumatera dan Aceh. Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis melalui BAZNAS Trenggalek dalam rangkaian kegiatan BAZNAS Award 2025 yang digelar di Pendopo Manggala Praja Nugraha Trenggalek senilai Rp.39.872.500,-. Penyerahan bantuan ini menjadi bukti bahwa kepedulian terhadap sesama tidak mengenal batas profesi maupun latar belakang komunitas. PSJT yang dikenal sebagai wadah pelaku dan pecinta sound system di wilayah Trenggalek, turut mengambil peran dalam aksi kemanusiaan dengan menggalang donasi dari para anggotanya untuk membantu masyarakat yang tengah tertimpa musibah. Ketua BAZNAS Kabupaten Trenggalek menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan PSJT kepada BAZNAS sebagai lembaga resmi pengelola zakat, infak, dan sedekah. Menurutnya, kolaborasi dengan komunitas-komunitas masyarakat seperti PSJT merupakan bentuk sinergi yang sangat positif dalam memperluas jangkauan bantuan dan memperkuat solidaritas sosial. “BAZNAS tidak bisa berjalan sendiri. Dukungan dari komunitas, organisasi, dan masyarakat luas seperti Paguyuban Sound Jenangan Trenggalek ini menjadi kekuatan besar bagi kami untuk terus hadir membantu saudara-saudara yang membutuhkan, khususnya korban bencana di Sumatera dan Aceh,” ujarnya. Ia menambahkan, bantuan yang disalurkan melalui BAZNAS akan dikelola secara amanah, transparan, dan tepat sasaran, sesuai dengan prinsip pengelolaan dana umat. Seluruh donasi yang diterima akan segera disalurkan kepada masyarakat terdampak melalui program kebencanaan BAZNAS bekerja sama dengan BAZNAS daerah setempat dan pihak terkait. Perwakilan Paguyuban Sound Jenangan Trenggalek (PSJT) menyampaikan bahwa penyaluran bantuan ini merupakan wujud kepedulian dan empati terhadap penderitaan saudara-saudara sebangsa yang tengah menghadapi musibah. Meski berasal dari komunitas hobi, PSJT ingin menunjukkan bahwa komunitas juga memiliki tanggung jawab sosial dan dapat berkontribusi nyata bagi kemanusiaan. “Kami berharap bantuan yang kami salurkan melalui BAZNAS Trenggalek ini bisa sedikit meringankan beban saudara-saudara kita di Sumatera dan Aceh. Semoga apa yang kami lakukan menjadi amal kebaikan bagi seluruh anggota PSJT,” ungkapnya. Penyerahan bantuan PSJT ini menjadi salah satu momen bermakna dalam pelaksanaan BAZNAS Award 2025, yang tidak hanya menjadi ajang evaluasi dan apresiasi kinerja pengelolaan zakat, tetapi juga wadah untuk memperkuat kolaborasi antara BAZNAS dan masyarakat. Melalui kegiatan ini, BAZNAS Trenggalek berharap semakin banyak komunitas dan elemen masyarakat yang tergerak untuk menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui lembaga resmi, sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas dan merata. Semangat gotong royong dan kepedulian sosial yang ditunjukkan PSJT diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi komunitas lainnya di Kabupaten Trenggalek.

24-12-2025 | Humas

Berita Pendistribusian

BAZNAS Distribusikan Bantuan Bedah Rumah Program Rumah Layak Huni untuk Empat Wa
BAZNAS Distribusikan Bantuan Bedah Rumah Program Rumah Layak Huni untuk Empat Wa
Trenggalek, 05 Desember 2025 — Upaya menghadirkan tempat tinggal yang lebih layak, aman, dan nyaman bagi masyarakat terus menjadi perhatian serius BAZNAS. Melalui Program Rumah Layak Huni dari BAZNAS RI, BAZNAS Kabupaten Trenggalek kembali menyalurkan bantuan bedah rumah kepada empat warga yang berada dalam kondisi serba terbatas. Mereka adalah Ibu Supiyah dari Desa Ngadimulyo-Kec. Kampak, Bapak M. Tohir dari Desa Pandean-Kec. Dongko, Ibu Mijah dari Desa Ngentrong-Kec. Karangan dan Ibu Tumini dari Desa Nglebo-Kec. Suruh yang masing-masing telah lama hidup dalam kondisi hunian yang tak lagi layak ditinggali. Program ini tidak hanya sekadar menghadirkan bangunan fisik, tetapi juga merupakan wujud nyata bahwa dana zakat mampu menjadi pendorong perubahan sosial yang signifikan. Dengan memprioritaskan warga yang tinggal di rumah tidak layak huni, BAZNAS berupaya membuka jalan bagi masyarakat untuk merasakan kehidupan yang lebih bermartabat. Kondisi Rumah Tak Layak yang Menjadi Prioritas Sebagian besar penerima bantuan adalah warga yang bertahun-tahun tinggal di rumah yang sudah lapuk, sempit, dan minim fasilitas. Banyak dari bangunan tersebut tak lagi mampu melindungi penghuninya dari hujan, angin, maupun suhu ekstrem. Pada beberapa lokasi, kondisi lantai masih berupa tanah, dinding rapuh, serta atap yang rawan ambruk setiap saat. Di Desa Ngadimulyo, misalnya, rumah Supiyah telah lama menjadi sorotan masyarakat sekitar. Dengan kondisi ekonomi yang pas-pasan, ia tidak mampu melakukan perbaikan apa pun. Setiap turun hujan, ia cemas memikirkan keselamatan diri dan anggota keluarga. Bantuan dari BAZNAS ini menjadi jawaban atas doa dan harapan yang selama ini ia gantungkan. Sementara itu, di Desa Pandean, rumah milik M. Tohir juga tak kalah memprihatinkan. Lantai kayu yang rapuh, dinding yang berlubang, serta kondisi atap yang bocor membuat aktivitas sehari-hari menjadi semakin berat. Tohir, yang bekerja serabutan, nyaris mustahil melakukan renovasi dengan penghasilannya yang sangat terbatas. Di Desa Ngentrong, situasi yang dialami oleh Mijah pun hampir serupa. Kesederhanaan hidup membuatnya bertahan dalam rumah seadanya, meski kondisi bangunan tersebut sudah jauh dari kata layak. Bantuan dari BAZNAS menjadi angin segar yang membawa harapan baru bagi kehidupan Ibu Mijah dan keluarganya. Sementara itu, di Desa Nglebo, Ibu Tumini menjadi penerima manfaat keempat. Sebagai kepala keluarga yang harus berjuang seorang diri, ia bertahan hidup di rumah dengan kondisi yang memprihatinkan. Tidak jarang ia kesulitan tidur ketika angin kencang datang karena takut rumahnya runtuh kapan saja. Kini, bantuan dari BAZNAS membuat Ibu Tumini bisa bernapas lega dan menatap masa depan dengan lebih percaya diri. Wujud Kepedulian Bersama, Bukan Sekadar Bantuan Proses penyerahan bantuan rumah layak huni ini dilakukan secara langsung oleh BAZNAS Trenggalek dengan melibatkan perangkat desa dan tokoh masyarakat setempat. Hal ini menunjukkan bahwa program tersebut bukan hanya inisiatif lembaga, tetapi disambut sebagai gerakan sosial yang melibatkan seluruh elemen masyarakat. Ketua BAZNAS Trenggalek menyampaikan bahwa bantuan ini merupakan amanah dari para muzakki di seluruh Indonesia melalui BAZNAS RI. Karena itu, proses penyaluran dilakukan dengan penuh tanggung jawab, transparan, dan tepat sasaran. “Program Rumah Layak Huni bukan sekadar membangun rumah, tetapi membangun kembali semangat hidup dan menjaga martabat masyarakat yang selama ini hidup dalam keterbatasan,” ungkapnya. Bantuan ini juga menjadi stimulus agar masyarakat lain turut bergerak dalam semangat gotong royong. Sejumlah warga di sekitar lokasi penerima manfaat juga ikut membantu proses pembangunan, mulai dari pembersihan area, pengangkutan material, hingga kerja bakti bersama. Kehangatan kebersamaan inilah yang membuat setiap rumah yang dibangun terasa lebih hidup dan penuh nilai kebajikan. Menghadirkan Rumah, Menghadirkan Harapan Keempat penerima manfaat tidak mampu menyembunyikan rasa haru dan syukur mereka. Dengan suara yang bergetar, mereka menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu mewujudkan rumah impian mereka. Bagi mereka, bantuan ini bukan hanya soal bangunan baru, tetapi tentang harapan untuk hidup lebih layak, serta lingkungan yang lebih aman bagi keluarga mereka. BAZNAS berharap bahwa Program Rumah Layak Huni dapat menjadi inspirasi dan contoh bahwa pengelolaan zakat yang amanah mampu memberikan dampak besar dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Dengan terus memperluas jangkauan program ini, BAZNAS berkomitmen untuk menghadirkan lebih banyak rumah yang layak, lebih banyak senyuman, dan lebih banyak harapan di tengah masyarakat. Sahabat BAZNAS juga bisa jadi bagian dari aksi kebaikan ini dengan cara sedekah melalui ????kabtrenggalek.baznas.go.id/sedekah atau melalui rekening : Bank Jatim 0222411114 BSI 7555557587 BRI 017701016626538
15/12/2025 | Humas
BAZNAS Trenggalek Serahkan Bantuan Bedah Rumah di 3 desa di Kecamatan Durenan
BAZNAS Trenggalek Serahkan Bantuan Bedah Rumah di 3 desa di Kecamatan Durenan
BAZNAS Kabupaten Trenggalek kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui program bedah rumah. Kali ini, bantuan disalurkan ke tiga titik lokasi berbeda, yakni di desa Semarum, desa Gdor dan desa Kamulan kecamatan Durenan. Program bedah rumah ini merupakan salah satu bentuk nyata dari penyaluran dana zakat, infak, dan sedekah yang dikelola oleh BAZNAS Trenggalek. Sasaran bantuan adalah warga yang tinggal di hunian tidak layak dan tergolong mustahik (penerima zakat) sesuai ketentuan syariah. Pimpinan BAZNAS Trenggalek menyampaikan bahwa program ini tidak hanya bertujuan memberikan tempat tinggal yang layak, tetapi juga membangun kembali semangat dan harapan keluarga penerima bantuan. "Melalui program bedah rumah ini, kami ingin menghadirkan kebahagiaan dan harapan baru bagi saudara-saudara kita yang membutuhkan. Ini adalah bentuk kepedulian dan amanah dari para muzakki yang harus kami jaga dan salurkan dengan tepat sasaran," ungkapnya. Warga penerima manfaat bersyukur dan berterima kasih atas bantuan yang diterima. BAZNAS Trenggalek terus mengajak masyarakat, khususnya para muzakki, untuk menunaikan zakat melalui lembaga resmi. Dengan kolaborasi yang kuat antara umat dan lembaga zakat, diharapkan semakin banyak warga yang dapat merasakan manfaat nyata dari dana zakat. Terima kasih Muzakki, zakat anda memberdayakan banyak umat.
10/12/2025 | Humas
BAZNAS bersama Bupati Trenggalek Berikan Bantuan Bedah Rumah 17 Agustus
BAZNAS bersama Bupati Trenggalek Berikan Bantuan Bedah Rumah 17 Agustus
Raut bahagia terpancar di wajah Mbah Rebo (68 tahun) dan keluarga. Rumahnya menjadi salah satu sasaran program 17 Agustus Bedah 17 Rumah yang digagas oleh BAZNAS Trenggalek. . Kurang lebih sudah setahun sejak rumah milik Mbah Rebo mengalami rubuh akibat kondisi bangunan yang sudah lapuk dimakan usia. Sekarang Mbah Rebo bersama keluarga bisa bernafas lega dan tinggal dengan nyaman dirumahnya yang kini sudah dibedah. . Di momen Peringatan HUT ke-80 Republik Indonesia ini, Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin dan Wakil Bupati Syah Mohamad Natanegara bersama Forkopimda kunjungi rumah Mbah Rebo di Desa Kerjo Kecamatan Karangan, Minggu (17/8/2025). . "Saya terima kasih ke seluruh masyarakat yang telah menasarufkan zakatnya, beginilah suasana semesta zakat di Kabupaten Trenggalek," ucap Mas Bupati Ipin. . "Kita selalu berbagi kebahagiaan di momen 17 Agustus, momen kemerdekaan yang sekecil-kecilnya, sandang papan pangan harus tercukupi, meskipun tidak bisa serentak langsung, tapi berproses, berprogres," sambungnya. . Mas Bupati Ipin menambahkan bahwa kunjungannya tersebut juga untuk mengapresiasi semua pihak. Baik warga yang melaporkan sampai mengusulkan. Hingga sinergitas TNI dan Polri bersama warga sekitar yang gotong royong memperbaiki rumah Mbah Rebo.
10/12/2025 | Humas

Artikel Terbaru

Sedekah Muharram: Mengapa Disebut Lebarannya Anak Yatim?
Sedekah Muharram: Mengapa Disebut Lebarannya Anak Yatim?
Bulan Muharram selalu hadir sebagai penanda pergantian tahun dalam kalender Hijriyah. Namun, di balik suasana tahun baru Islam yang penuh makna, terdapat sebuah tradisi mulia yang telah mengakar di tengah masyarakat Muslim Indonesia, yakni menyantuni anak yatim. Bahkan, Muharram kerap dijuluki sebagai “Lebarannya Anak Yatim.” Mengapa demikian? Julukan tersebut bukanlah tanpa alasan. Muharram merupakan salah satu dari empat bulan yang dimuliakan Allah SWT (asyhurul hurum), bulan yang menjadi momentum terbaik untuk memperbanyak amal saleh, termasuk berbagi kepada mereka yang membutuhkan, terutama anak-anak yatim. Pada bulan inilah kepedulian sosial umat Islam kembali dibangkitkan, mengingatkan bahwa kebahagiaan tidak hanya dirasakan oleh diri sendiri dan keluarga, tetapi juga harus dirasakan oleh mereka yang kehilangan kasih sayang orang tua. Anak yatim adalah amanah besar bagi umat. Di balik senyuman mereka, tersimpan cerita perjuangan dan kehilangan yang tidak mudah dilalui. Tidak sedikit anak yatim yang harus tumbuh dalam keterbatasan ekonomi, berjuang untuk melanjutkan pendidikan, dan menghadapi kehidupan tanpa sosok ayah yang menjadi pelindung serta pencari nafkah utama keluarga. Karena itulah, bulan Muharram menjadi momentum istimewa untuk menghadirkan kebahagiaan bagi mereka. Masyarakat, lembaga zakat, masjid, hingga komunitas sosial berlomba-lomba menggelar santunan, memberikan bingkisan, perlengkapan sekolah, dan bantuan pendidikan kepada anak yatim. Kebahagiaan yang mereka rasakan dari perhatian dan kepedulian masyarakat inilah yang kemudian membuat Muharram dikenal sebagai “Lebarannya Anak Yatim”. Dalam ajaran Islam, memuliakan anak yatim memiliki kedudukan yang sangat tinggi. Rasulullah SAW bersabda: “Aku dan orang yang mengasuh anak yatim di surga seperti ini,” seraya beliau mengisyaratkan jari telunjuk dan jari tengahnya serta merenggangkan keduanya sedikit. (HR. Bukhari) Hadis tersebut menjadi pengingat bahwa kepedulian terhadap anak yatim bukan sekadar tindakan sosial, melainkan investasi amal yang mendatangkan kedekatan dengan Rasulullah SAW di surga kelak. Muharram juga mengajarkan bahwa kebahagiaan sejati tidak diukur dari seberapa banyak yang kita miliki, melainkan seberapa besar manfaat yang kita berikan kepada sesama. Sering kali, senyum seorang anak yatim yang menerima bantuan sederhana justru menjadi sumber kebahagiaan dan ketenangan hati bagi para dermawan. Di Kabupaten Trenggalek sendiri, masih banyak anak yatim yang membutuhkan perhatian dan uluran tangan. Mereka adalah anak-anak yang memiliki mimpi besar untuk melanjutkan pendidikan, meraih cita-cita, dan membanggakan keluarga. Namun, keterbatasan ekonomi sering kali menjadi penghalang dalam perjalanan mereka. Momentum Muharram menjadi pengingat bagi kita semua bahwa setiap anak yatim berhak merasakan kebahagiaan, kasih sayang, dan harapan baru di awal tahun Hijriyah. Melalui sedekah, santunan, dan berbagai bentuk kepedulian lainnya, kita dapat menjadi bagian dari perjalanan mereka menuju masa depan yang lebih baik. Maka, ketika Muharram datang, mari kita jadikan bulan ini sebagai momentum memperluas kepedulian dan menebarkan kebahagiaan. Sebab, di balik setiap rupiah yang kita sedekahkan, tersimpan harapan bagi seorang anak yatim untuk terus melangkah, belajar, dan bermimpi. Karena sesungguhnya, “Lebarannya Anak Yatim” bukan sekadar tradisi tahunan, melainkan panggilan kemanusiaan dan wujud nyata cinta Islam kepada mereka yang membutuhkan. Dan mungkin, di antara senyum anak-anak yatim yang kita bahagiakan di bulan Muharram ini, terdapat doa-doa tulus yang menjadi jalan datangnya keberkahan dan pertolongan Allah SWT dalam kehidupan kita.
18/06/2026 | Humas
Dahsyatnya Sedekah Jumat: Amalan Ringan, Pahala Berlimpah
Dahsyatnya Sedekah Jumat: Amalan Ringan, Pahala Berlimpah
Hari Jumat adalah hari yang sangat istimewa dalam Islam. Rasulullah ? menyebutnya sebagai penghulu segala hari (sayyidul ayyam), hari yang penuh keberkahan, ampunan, dan berbagai keutamaan. Tidak heran jika umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak amal saleh pada hari yang mulia ini, salah satunya adalah bersedekah. Sedekah Jumat bukan sekadar memberi sebagian harta kepada mereka yang membutuhkan. Di balik amalan sederhana tersebut tersimpan keberkahan yang luar biasa, baik bagi kehidupan dunia maupun akhirat. Bahkan banyak orang yang merasakan bahwa sedekah yang dilakukan secara rutin di hari Jumat menjadi sebab datangnya kemudahan, kelapangan rezeki, dan ketenangan hati. Hari Terbaik untuk Memperbanyak Kebaikan Allah SWT memberikan keutamaan khusus pada hari Jumat. Pada hari ini, pahala amal kebaikan dilipatgandakan dan doa-doa lebih mudah dikabulkan. Oleh karena itu, para ulama menganjurkan umat Islam untuk memperbanyak ibadah, membaca Al-Qur'an, berzikir, berdoa, dan bersedekah. Sedekah yang dilakukan pada hari Jumat memiliki nilai yang lebih istimewa karena dilakukan pada waktu yang penuh keberkahan. Sebagaimana seorang pedagang memilih waktu terbaik untuk berjualan, seorang mukmin pun memilih waktu terbaik untuk mengumpulkan pahala. Sedekah Tidak Akan Mengurangi Harta Masih banyak orang yang ragu untuk bersedekah karena khawatir hartanya berkurang. Padahal Rasulullah ? bersabda: "Harta tidak akan berkurang karena sedekah." (HR. Muslim) Hadis ini mengajarkan bahwa sedekah bukanlah pengeluaran, melainkan investasi kebaikan. Apa yang kita keluarkan di jalan Allah akan diganti dengan cara yang mungkin tidak pernah kita duga. Bisa berupa tambahan rezeki, kesehatan, keberkahan keluarga, kemudahan urusan, atau perlindungan dari berbagai musibah. Banyak kisah inspiratif yang menunjukkan bahwa orang-orang yang gemar bersedekah justru semakin dimudahkan rezekinya. Sebab Allah adalah Dzat Yang Maha Kaya dan Maha Menepati janji-Nya. Membuka Pintu Rezeki dan Keberkahan Salah satu keajaiban sedekah adalah kemampuannya membuka pintu-pintu rezeki. Ketika seseorang membantu kesulitan orang lain, Allah akan membantu kesulitannya. Ketika seseorang membahagiakan orang lain, Allah akan menghadirkan kebahagiaan dalam hidupnya. Sedekah Jumat juga menjadi sarana untuk membersihkan harta dan jiwa dari sifat kikir. Dengan berbagi, hati menjadi lebih lapang, lebih bersyukur, dan lebih peduli terhadap sesama. Tidak harus menunggu kaya untuk bersedekah. Justru banyak orang yang memperoleh keberkahan karena tetap berbagi meskipun dalam keadaan sederhana. Nilai sedekah di sisi Allah tidak diukur dari jumlahnya, melainkan dari keikhlasan dan pengorbanan yang menyertainya. Kesempatan Menjadi Jalan Kebaikan Hari Jumat datang hanya sekali dalam sepekan. Kesempatan yang datang secara rutin ini seharusnya tidak disia-siakan. Sedekah Jumat dapat diwujudkan dalam berbagai bentuk, seperti membantu fakir miskin, menyantuni anak yatim, memberikan makanan kepada yang membutuhkan, mendukung pendidikan, atau berdonasi untuk program kemanusiaan. Bayangkan jika setiap Jumat kita menyisihkan sebagian kecil rezeki. Sedikit demi sedikit, kebaikan itu akan menjadi bukit pahala yang terus mengalir. Bahkan ketika kita telah tiada, manfaat dari sedekah tersebut bisa terus dirasakan oleh banyak orang. Sedekah Jumat adalah amalan yang sederhana tetapi memiliki dampak yang luar biasa. Ia mendatangkan pahala, membuka pintu rezeki, menenangkan hati, dan menjadi sebab turunnya keberkahan dari Allah SWT. Karena itu, jangan menunggu berlebih untuk berbagi. Mari jadikan Sedekah Jumat sebagai kebiasaan. Cari berkahnya, jangan lihat nilainya. Sebab di balik setiap sedekah yang ikhlas, ada doa-doa mustajab dan keberkahan yang sedang Allah siapkan untuk kita.
12/06/2026 | Humas
Rahasia Membuka Tahun Baru Islam dengan Rezeki yang Lebih Berkah
Rahasia Membuka Tahun Baru Islam dengan Rezeki yang Lebih Berkah
Tahun Baru Islam atau 1 Muharram bukan sekadar pergantian angka dalam kalender Hijriah. Bagi umat Islam, Muharram adalah momen istimewa untuk memulai lembaran baru dengan semangat hijrah menuju kehidupan yang lebih baik. Tidak hanya dalam ibadah, tetapi juga dalam cara mencari, mengelola, dan mensyukuri rezeki yang Allah SWT titipkan kepada kita. Banyak orang berharap tahun yang baru membawa keberuntungan dan kelimpahan rezeki. Namun, dalam Islam, keberkahan rezeki jauh lebih penting daripada sekadar jumlahnya. Rezeki yang berkah adalah rezeki yang membawa ketenangan, kebahagiaan, manfaat, serta mendekatkan diri kepada Allah SWT. Lalu, bagaimana rahasia membuka Tahun Baru Islam dengan rezeki yang lebih berkah? 1. Awali dengan Muhasabah Diri Muharram adalah waktu yang tepat untuk mengevaluasi perjalanan hidup selama setahun terakhir. Coba renungkan, apakah selama ini rezeki yang kita peroleh sudah digunakan di jalan yang diridhai Allah? Apakah kita telah menunaikan zakat, bersedekah, dan membantu sesama? Muhasabah membantu kita menyadari kekurangan yang perlu diperbaiki. Dengan hati yang lebih bersih dan niat yang lebih lurus, kita akan lebih siap menerima keberkahan di tahun yang baru. 2. Perbanyak Istighfar Salah satu kunci terbukanya pintu rezeki adalah memperbanyak istighfar. Dalam Al-Qur'an, Allah SWT menjelaskan bahwa memohon ampun kepada-Nya dapat mendatangkan berbagai kebaikan, termasuk rezeki yang melimpah. Istighfar bukan hanya ucapan di lisan, tetapi juga bentuk pengakuan atas kelemahan diri dan kesungguhan untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Semakin sering seseorang beristighfar dengan tulus, semakin besar peluang Allah melapangkan urusannya. 3. Jadikan Sedekah sebagai Kebiasaan Banyak orang takut bersedekah karena khawatir hartanya berkurang. Padahal Rasulullah SAW menegaskan bahwa sedekah tidak akan mengurangi harta. Justru sebaliknya, sedekah menjadi salah satu sebab datangnya keberkahan dan pertolongan Allah. Memasuki Tahun Baru Islam, cobalah membuat target sedekah rutin, meskipun jumlahnya kecil. Sedekah kepada fakir miskin, anak yatim, pelajar yang membutuhkan, atau pembangunan fasilitas umat dapat menjadi investasi akhirat yang nilainya terus bertambah. Sering kali, keberkahan rezeki hadir bukan dalam bentuk uang yang bertambah banyak, tetapi kesehatan yang terjaga, keluarga yang harmonis, pekerjaan yang lancar, dan hati yang selalu merasa cukup. 4. Memuliakan Anak Yatim Muharram dikenal sebagai salah satu bulan yang identik dengan kepedulian terhadap anak yatim. Rasulullah SAW sangat menganjurkan umatnya untuk menyayangi dan membantu anak-anak yatim. Di berbagai daerah, termasuk di Trenggalek, masih banyak anak yatim yang membutuhkan uluran tangan untuk memenuhi kebutuhan pendidikan, kesehatan, dan kehidupan sehari-hari. Dengan menyisihkan sebagian rezeki untuk mereka, kita tidak hanya membantu meringankan beban hidup mereka, tetapi juga membuka jalan keberkahan bagi diri sendiri dan keluarga. Doa anak yatim yang tulus dapat menjadi salah satu sebab turunnya rahmat dan kemudahan dari Allah SWT. 5. Perkuat Niat Hijrah Menuju yang Lebih Baik Hakikat Tahun Baru Islam adalah semangat hijrah. Hijrah tidak selalu berarti berpindah tempat, tetapi berpindah dari kebiasaan buruk menuju kebiasaan baik. Dari sifat pelit menjadi dermawan, dari lalai menjadi lebih taat, dan dari mengeluh menjadi lebih banyak bersyukur. Ketika seseorang memperbaiki hubungannya dengan Allah, maka Allah akan memperbaiki banyak urusan dalam hidupnya, termasuk urusan rezeki. Rahasia memperoleh rezeki yang lebih berkah di Tahun Baru Islam bukanlah tentang mencari jalan pintas untuk menjadi kaya. Kuncinya adalah memperbaiki diri, memperbanyak istighfar, gemar bersedekah, menyantuni anak yatim, dan terus berhijrah menuju kehidupan yang lebih baik. Mari jadikan Muharram sebagai titik awal perubahan. Semoga setiap rezeki yang Allah berikan di tahun ini menjadi rezeki yang halal, cukup, menenangkan hati, dan membawa keberkahan bagi diri, keluarga, serta sesama. Aamiin.
10/06/2026 | Humas

BAZNAS TV