
Berita Terkini
BAZNAS Trenggalek Dampingi Program Kurban Berkah Berdayakan Desa di Balai Ternak Pringapus Barokah Farm
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Trenggalek kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pemberdayaan masyarakat melalui program berbasis peternakan dan sosial keagamaan. Pada Kamis, 28 Mei 2026, BAZNAS Trenggalek turut mendampingi pelaksanaan Program Kurban Berkah Berdayakan Desa yang dilaksanakan di Balai Ternak Pringapus Barokah Farm.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat desa melalui sektor peternakan sekaligus persiapan pelaksanaan ibadah kurban yang memberikan manfaat luas bagi masyarakat. Dalam kegiatan tahap pertama ini, sebanyak 26 ekor kambing disembelih di lokasi Balai Ternak Pringapus Barokah Farm. Sementara itu, sebanyak 14 ekor kambing lainnya dijadwalkan akan disembelih pada Sabtu, 30 Mei 2026.
Program Kurban Berkah Berdayakan Desa tidak hanya berfokus pada pelaksanaan ibadah kurban semata, namun juga menjadi sarana pemberdayaan peternak lokal agar mampu meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat desa. Melalui program ini, hewan kurban yang disiapkan berasal dari hasil pengelolaan dan pembinaan peternak binaan sehingga memberikan dampak ekonomi yang berkelanjutan.
Pendampingan yang dilakukan oleh BAZNAS Trenggalek mencakup proses monitoring, pelaksanaan penyembelihan, hingga memastikan distribusi daging kurban berjalan dengan baik dan tepat sasaran. Kehadiran BAZNAS Trenggalek juga menjadi bentuk dukungan terhadap pengembangan balai ternak yang selama ini menjadi salah satu program pemberdayaan masyarakat berbasis zakat, infak, dan sedekah.
Suasana kegiatan berlangsung dengan penuh semangat gotong royong. Para peternak, relawan, dan masyarakat sekitar tampak antusias mengikuti setiap rangkaian kegiatan. Proses penyembelihan dilakukan dengan memperhatikan syariat Islam serta standar kebersihan dan kesehatan hewan kurban.
Pihak BAZNAS Trenggalek menyampaikan bahwa program seperti ini memiliki nilai strategis karena mampu menghubungkan ibadah kurban dengan pemberdayaan ekonomi umat. Selain membantu masyarakat penerima manfaat mendapatkan daging kurban, program ini juga memberikan peluang usaha dan penguatan ekonomi bagi para peternak desa.
“Program Kurban Berkah Berdayakan Desa ini menjadi salah satu bentuk nyata bahwa ibadah kurban tidak hanya bernilai spiritual, tetapi juga memiliki dampak sosial dan ekonomi yang besar bagi masyarakat. Kami berharap program ini dapat terus berkembang dan memberikan manfaat yang lebih luas,” ujar salah satu perwakilan BAZNAS Trenggalek di sela kegiatan.
Balai Ternak Pringapus Barokah Farm sendiri selama ini dikenal sebagai salah satu sentra pemberdayaan peternakan yang aktif melakukan pembinaan kepada masyarakat. Melalui pola pendampingan dan pengelolaan yang berkelanjutan, para peternak dibantu dalam meningkatkan kualitas ternak, manajemen pemeliharaan, hingga pemasaran hasil peternakan.
Dengan adanya program kurban berbasis pemberdayaan desa ini, masyarakat tidak hanya menjadi penerima manfaat sesaat, namun juga didorong untuk mandiri secara ekonomi. Program ini sekaligus menjadi contoh kolaborasi yang baik antara lembaga sosial keagamaan dengan masyarakat dalam menciptakan program yang produktif dan berkelanjutan.
Selain proses penyembelihan, kegiatan juga diisi dengan koordinasi distribusi daging kurban agar dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan, terutama warga kurang mampu di wilayah sekitar. Distribusi daging kurban diharapkan mampu menghadirkan kebahagiaan dan keberkahan bagi masyarakat menjelang momentum Iduladha.
Kegiatan ini pun menjadi wujud nyata semangat kepedulian sosial dan penguatan ekonomi umat yang terus digaungkan oleh BAZNAS Trenggalek. Melalui berbagai program pemberdayaan, BAZNAS berharap dana zakat, infak, sedekah, dan kurban dapat memberikan manfaat yang lebih luas, produktif, dan berkelanjutan bagi masyarakat.
Dengan terselenggaranya Program Kurban Berkah Berdayakan Desa di Balai Ternak Pringapus Barokah Farm, diharapkan semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaat dari program kurban yang tidak hanya bersifat konsumtif, tetapi juga mampu menggerakkan roda perekonomian desa dan meningkatkan kesejahteraan peternak lokal.
29/05/2026 | Humas
BAZNAS Trenggalek Salurkan Santunan untuk Korban Tanah Gerak di Desa Pandean
BAZNAS Trenggalek kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap masyarakat terdampak bencana dengan menyalurkan santunan kepada warga korban tanah gerak di Desa Pandean, Kecamatan Dongko. Kegiatan penyerahan santunan dilaksanakan pada Sabtu, 23 Mei 2026 bersama Camat Dongko, Pramuka Trenggalek, Dinas Sosial serta Pemerintah Desa Pandean.
Santunan tersebut diberikan kepada tujuh kepala keluarga (KK) yang terdampak bencana tanah gerak yang terjadi di wilayah Desa Pandean. Bantuan ini menjadi bentuk kepedulian dan dukungan moril bagi warga yang tengah menghadapi kesulitan akibat kerusakan rumah dan kondisi lingkungan yang terdampak pergerakan tanah.
Penyerahan bantuan berlangsung dengan penuh kehangatan dan rasa kebersamaan. Para penerima manfaat hadir secara langsung untuk menerima santunan yang diserahkan secara simbolis oleh pihak BAZNAS Trenggalek bersama unsur pemerintah dan organisasi yang turut mendampingi kegiatan tersebut.
Bencana tanah gerak yang melanda wilayah Desa Pandean sebelumnya menyebabkan sejumlah rumah warga mengalami keretakan dan kerusakan cukup serius. Kondisi tersebut membuat sebagian warga harus hidup dalam kekhawatiran, terutama saat hujan turun dengan intensitas tinggi. Selain berdampak pada bangunan rumah, bencana ini juga memengaruhi aktivitas dan kondisi sosial masyarakat setempat.
Melalui program santunan ini, BAZNAS Trenggalek berharap dapat membantu meringankan beban warga terdampak sekaligus memberikan semangat agar masyarakat tetap kuat menghadapi situasi yang terjadi. Bantuan yang diberikan juga menjadi wujud nyata hadirnya zakat, infak, dan sedekah untuk membantu masyarakat yang membutuhkan, khususnya korban bencana alam.
Camat Dongko dalam kesempatan tersebut menyampaikan apresiasi atas kepedulian berbagai pihak yang turut membantu masyarakat Desa Pandean. Menurutnya, sinergi antara lembaga sosial, pemerintah, dan organisasi kepemudaan sangat penting dalam upaya membantu warga terdampak bencana serta mempercepat proses pemulihan kondisi masyarakat.
Sementara itu, keterlibatan Pramuka Trenggalek dalam kegiatan ini menjadi bagian dari pengabdian sosial kepada masyarakat. Kehadiran anggota Pramuka di tengah masyarakat terdampak diharapkan dapat menumbuhkan semangat gotong royong dan solidaritas sosial, terutama dalam menghadapi kondisi darurat maupun pascabencana.
Pemerintah Desa Pandean juga menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan perhatian kepada warganya. Bantuan yang disalurkan dinilai sangat berarti bagi masyarakat yang sedang berupaya bangkit dari dampak bencana tanah gerak.
Selain penyaluran santunan, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi antarinstansi dan elemen masyarakat dalam menghadapi potensi bencana di wilayah Kecamatan Dongko. Upaya mitigasi dan kepedulian sosial dinilai perlu terus ditingkatkan agar masyarakat lebih siap menghadapi berbagai kemungkinan yang dapat terjadi di masa mendatang.
Melalui aksi kemanusiaan ini, BAZNAS Trenggalek kembali menegaskan komitmennya untuk terus hadir membantu masyarakat yang membutuhkan. Dengan semangat kebersamaan dan gotong royong, diharapkan warga terdampak tanah gerak di Desa Pandean dapat segera pulih dan kembali menjalani kehidupan dengan lebih aman dan nyaman.
24/05/2026 | Humas
BAZNAS dan Pramuka Trenggalek Bersinergi, Bedah Rumah Korban Tanah Gerak Dimulai pada Perkemahan Wirakarya ke-6
Semangat gotong royong dan kepedulian sosial kembali ditunjukkan oleh BAZNAS Trenggalek bersama Pramuka Trenggalek melalui penyerahan bantuan program bedah rumah bagi warga terdampak bencana tanah gerak dan rumah tidak layak huni di Desa Pandean, Kecamatan Dongko. Penyerahan bantuan tersebut dilaksanakan pada Sabtu, 23 Mei 2026 di Kantor Kecamatan Dongko.
Program ini menjadi bagian dari rangkaian kegiatan Perkemahan Wirakarya ke-6 yang akan dilaksanakan mulai 20 Juni 2026 selama sepuluh hari. Dalam kegiatan tersebut, para anggota Pramuka bersama relawan dan masyarakat akan bergotong royong melakukan proses pembangunan dan renovasi rumah warga yang terdampak bencana maupun yang masuk kategori tidak layak huni.
Sebanyak tujuh keluarga penerima manfaat dari Desa Pandean mendapatkan bantuan bedah rumah melalui sinergi antara BAZNAS Trenggalek dan Pramuka Trenggalek. Selain itu, terdapat tambahan tiga unit rumah bantuan dari Kwartir Daerah Jawa Timur yang turut mendukung upaya pemulihan kondisi masyarakat di wilayah terdampak tanah gerak tersebut.
Kegiatan penyerahan bantuan berlangsung penuh haru dan semangat kebersamaan. Para penerima manfaat hadir bersama keluarga mereka untuk menerima secara simbolis bantuan yang nantinya akan diwujudkan dalam bentuk pembangunan rumah layak huni. Warga mengaku bersyukur atas perhatian dan kepedulian berbagai pihak terhadap kondisi yang mereka alami.
Bencana tanah gerak yang terjadi di wilayah Desa Pandean sebelumnya telah menyebabkan sejumlah rumah warga mengalami kerusakan. Beberapa rumah bahkan dinilai sudah tidak layak untuk ditempati karena kondisi bangunan yang membahayakan keselamatan penghuni. Situasi tersebut mendorong berbagai pihak untuk bergerak bersama memberikan solusi nyata bagi masyarakat terdampak.
Melalui program bedah rumah ini, BAZNAS Trenggalek tidak hanya menyalurkan bantuan material, tetapi juga mengajak masyarakat untuk memperkuat nilai kepedulian sosial dan semangat gotong royong. Sementara itu, Pramuka Trenggalek menjadikan kegiatan Perkemahan Wirakarya ke-6 sebagai momentum pengabdian nyata kepada masyarakat melalui aksi kemanusiaan dan pembangunan sosial.
Kegiatan Perkemahan Wirakarya sendiri merupakan agenda yang memadukan pendidikan karakter, pengabdian masyarakat, serta aksi sosial yang melibatkan anggota Pramuka dari berbagai tingkatan. Dalam pelaksanaannya nanti, peserta tidak hanya mengikuti kegiatan kepramukaan, tetapi juga turun langsung membantu proses pembangunan rumah warga, membersihkan lingkungan, hingga melakukan berbagai kegiatan sosial lainnya.
Pihak penyelenggara berharap program ini mampu memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat Desa Pandean. Rumah yang layak huni diharapkan dapat menjadi tempat tinggal yang aman dan nyaman bagi keluarga penerima manfaat, sekaligus membantu mereka bangkit dari dampak bencana yang dialami.
Selain menjadi bentuk kepedulian terhadap korban bencana, kegiatan ini juga diharapkan dapat mempererat kolaborasi antara lembaga sosial, organisasi kepemudaan, pemerintah daerah, serta masyarakat dalam membangun solidaritas kemanusiaan. Sinergi yang terjalin antara BAZNAS Trenggalek, Pramuka Trenggalek, dan Kwarda Jawa Timur dinilai menjadi contoh nyata bahwa persoalan sosial dapat diselesaikan melalui kerja bersama dan semangat gotong royong.
Masyarakat Desa Pandean pun menyambut baik pelaksanaan program tersebut. Mereka berharap kegiatan Perkemahan Wirakarya ke-6 nantinya tidak hanya membantu pembangunan rumah warga, tetapi juga membawa semangat baru bagi masyarakat untuk bangkit dan terus menjaga kebersamaan di tengah berbagai tantangan.
Dengan dimulainya program bedah rumah ini, BAZNAS dan Pramuka Trenggalek kembali menegaskan komitmennya dalam menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat. Melalui aksi sosial yang melibatkan banyak pihak, harapan untuk menciptakan kehidupan yang lebih layak bagi warga terdampak bencana kini mulai terwujud secara perlahan namun penuh makna.
24/05/2026 | Humas
Agenda Pimpinan

BAZNAS Trenggalek Serahkan Bantuan Ternak dan Gerobak UMKM dalam ajang BAZNAS Awards 2025
BAZNAS Kabupaten Trenggalek terus menunjukkan komitmennya dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat melalui pemanfaatan dana zakat, infak, dan sedekah secara produktif. Salah satu wujud nyata komitmen tersebut diwujudkan melalui penyerahan 20 unit gerobak UMKM (10 Gerobak BAZNAS Prov. Jawa Timur dan 10 Gerobak BAZNAS Trenggalek) dan bantuan ternak kambing kepada jamaah masjid sebagai bagian dari program pemberdayaan ekonomi berbasis masjid. Kegiatan penyerahan bantuan ini menjadi langkah strategis BAZNAS Trenggalek dalam mengoptimalkan peran masjid tidak hanya sebagai pusat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pemberdayaan umat. Jamaah masjid yang menerima bantuan yakni jamaah masjid Matlabul Ulum (Ds. Gador-Kec. Durenan) dan telah melalui proses seleksi serta pendampingan agar bantuan yang diberikan benar-benar tepat sasaran dan berkelanjutan.
Bantuan ternak ini tidak hanya ditujukan sebagai pemenuhan kebutuhan jangka pendek, tetapi juga sebagai aset produktif yang dapat berkembang dan memberikan manfaat ekonomi berkelanjutan bagi penerima. Bantuan 20 gerobak UMKM disalurkan kepada pelaku usaha mikro yang selama ini terkendala modal dan sarana usaha. Gerobak tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan untuk berbagai jenis usaha kecil, seperti kuliner, minuman, maupun usaha dagang lainnya yang memiliki potensi meningkatkan pendapatan keluarga. Program bantuan gerobak UMKM dan ternak kambing ini merupakan bagian dari Program Jatim Makmur dan Program Trenggalek Makmur, salah satu program unggulan BAZNAS Jawa Timur dan BAZNAS Trenggalek yang fokus pada pemberdayaan ekonomi mustahik. Melalui program ini, BAZNAS mendorong mustahik agar mampu bertransformasi menjadi muzakki dengan memanfaatkan bantuan secara produktif dan bertanggung jawab. Dalam pelaksanaannya, BAZNAS Trenggalek tidak hanya memberikan bantuan fisik semata, tetapi juga disertai dengan pendampingan dan edukasi. Penerima bantuan diharapkan mampu mengelola usaha dengan baik, menjaga komitmen, serta memanfaatkan bantuan sebagai sarana peningkatan kesejahteraan keluarga.
BAZNAS Trenggalek berharap bantuan 20 gerobak UMKM dan ternak kambing ini dapat menjadi pemantik semangat bagi jamaah masjid untuk lebih mandiri secara ekonomi. Dengan pengelolaan yang baik dan dukungan lingkungan sekitar, program ini diharapkan mampu menciptakan lapangan usaha baru, meningkatkan pendapatan keluarga, serta memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat.
Melalui program pemberdayaan ekonomi berbasis masjid, BAZNAS Trenggalek terus berupaya menjadikan zakat sebagai instrumen strategis dalam pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan umat. Sinergi antara BAZNAS, pengurus masjid, dan jamaah diharapkan mampu menghadirkan manfaat zakat yang nyata, berkelanjutan, dan penuh keberkahan bagi masyarakat Kabupaten Trenggalek.
24-12-2025 | Humas

BAZNAS Trenggalek serahkan 14 Penghargaan dalam Ajang BAZNAS Awards 2025
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Trenggalek kembali menggelar ajang apresiasi tahunan bertajuk BAZNAS Awards 2025 sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi dan komitmen Unit Pengumpul Zakat (UPZ) dalam mendukung pengelolaan zakat yang profesional, transparan, dan berkelanjutan. Dalam kegiatan ini, BAZNAS Trenggalek menyerahkan total 14 penghargaan kepada UPZ terbaik dari lingkup Pemerintah Kabupaten Trenggalek dan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Trenggalek.
BAZNAS Awards 2025 menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara BAZNAS, UPZ, serta seluruh pemangku kepentingan dalam upaya meningkatkan kesadaran dan kepatuhan zakat, khususnya di lingkungan instansi pemerintah dan lembaga pendidikan. Penghargaan ini juga merupakan bentuk apresiasi nyata kepada UPZ yang selama ini konsisten berperan aktif dalam menghimpun zakat, infak, dan sedekah (ZIS) dari para muzakki.
Untuk kategori UPZ Pengumpul Zakat Terbaik di Lingkup Pemerintah Kabupaten Trenggalek, BAZNAS Trenggalek memberikan penghargaan kepada 10 UPZ terbaik. Penghargaan terbaik pertama diraih oleh SMP Negeri 3 Tugu yang dinilai unggul dalam konsistensi pengumpulan zakat serta pengelolaan administrasi yang tertib dan akuntabel. Posisi terbaik kedua diraih oleh Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP), disusul Kecamatan Munjungan sebagai terbaik ketiga.
Selanjutnya, penghargaan terbaik keempat diraih oleh Badan Kepegawaian Daerah (BKD), sementara Sekretariat Daerah Kabupaten Trenggalek menempati posisi terbaik kelima. Puskesmas Slawe meraih penghargaan terbaik keenam, diikuti Kecamatan Watulimo sebagai terbaik ketujuh. Untuk posisi terbaik kedelapan hingga kesepuluh masing-masing diraih oleh SMP Negeri 1 Watulimo, Kecamatan Tugu, dan SMP Negeri 1 Kampak.
Seluruh UPZ penerima penghargaan tersebut dinilai telah menunjukkan komitmen tinggi dalam mendukung optimalisasi penghimpunan zakat melalui mekanisme yang sesuai dengan ketentuan syariat dan regulasi yang berlaku. Konsistensi, transparansi, serta partisipasi aktif dari pimpinan dan pegawai menjadi indikator utama dalam penilaian BAZNAS Trenggalek.
Sementara itu, untuk kategori UPZ Terbaik di Lingkup Kantor Kementerian Agama Kabupaten Trenggalek, penghargaan terbaik pertama diraih oleh MTs Negeri 5 Trenggalek. Disusul MAN 2 Trenggalek sebagai terbaik kedua dan MTs Negeri 3 Trenggalek sebagai terbaik ketiga. Ketiga lembaga pendidikan tersebut dinilai berhasil membangun budaya sadar zakat di lingkungan kerja dan mampu menjadi contoh bagi lembaga lainnya.
Selain itu, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Trenggalek juga menerima penghargaan khusus atas capaian luar biasa berupa komitmen seluruh pegawai dalam menunaikan zakat sebesar 2,5 persen. Penghargaan ini menjadi bukti kuat sinergi antara BAZNAS dan Kementerian Agama dalam menguatkan peran zakat sebagai instrumen pembangunan umat dan kesejahteraan masyarakat.
Melalui BAZNAS Awards 2025, BAZNAS Trenggalek berharap semangat berzakat di lingkungan instansi pemerintah dan lembaga pendidikan semakin meningkat. Apresiasi ini tidak hanya menjadi bentuk penghormatan atas capaian kinerja, tetapi juga sebagai motivasi agar seluruh UPZ terus meningkatkan kualitas pelayanan, pengelolaan, serta kontribusi nyata bagi kesejahteraan masyarakat.
Dengan adanya dukungan dan kolaborasi yang kuat antara BAZNAS, UPZ, dan para muzakki, BAZNAS Trenggalek optimistis pengelolaan zakat di Kabupaten Trenggalek akan semakin maju, berdaya guna, dan memberikan dampak nyata bagi mustahik serta pembangunan daerah secara berkelanjutan.
24-12-2025 | Humas
Paguyuban Sound Jenangan Trenggalek (PSJT) Serahkan Bantuan untuk Sumatera dan Aceh Melalui BAZNAS Trenggalek pada BAZNAS Award 2025
BAZNAS Kabupaten Trenggalek kembali menerima dukungan dan kepedulian dari berbagai elemen masyarakat. Kali ini, Paguyuban Sound Jenangan Trenggalek (PSJT) menunjukkan solidaritas sosialnya dengan menyerahkan bantuan kemanusiaan untuk saudara-saudara terdampak bencana di Sumatera dan Aceh. Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis melalui BAZNAS Trenggalek dalam rangkaian kegiatan BAZNAS Award 2025 yang digelar di Pendopo Manggala Praja Nugraha Trenggalek senilai Rp.39.872.500,-.
Penyerahan bantuan ini menjadi bukti bahwa kepedulian terhadap sesama tidak mengenal batas profesi maupun latar belakang komunitas. PSJT yang dikenal sebagai wadah pelaku dan pecinta sound system di wilayah Trenggalek, turut mengambil peran dalam aksi kemanusiaan dengan menggalang donasi dari para anggotanya untuk membantu masyarakat yang tengah tertimpa musibah.
Ketua BAZNAS Kabupaten Trenggalek menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan PSJT kepada BAZNAS sebagai lembaga resmi pengelola zakat, infak, dan sedekah. Menurutnya, kolaborasi dengan komunitas-komunitas masyarakat seperti PSJT merupakan bentuk sinergi yang sangat positif dalam memperluas jangkauan bantuan dan memperkuat solidaritas sosial.
“BAZNAS tidak bisa berjalan sendiri. Dukungan dari komunitas, organisasi, dan masyarakat luas seperti Paguyuban Sound Jenangan Trenggalek ini menjadi kekuatan besar bagi kami untuk terus hadir membantu saudara-saudara yang membutuhkan, khususnya korban bencana di Sumatera dan Aceh,” ujarnya.
Ia menambahkan, bantuan yang disalurkan melalui BAZNAS akan dikelola secara amanah, transparan, dan tepat sasaran, sesuai dengan prinsip pengelolaan dana umat. Seluruh donasi yang diterima akan segera disalurkan kepada masyarakat terdampak melalui program kebencanaan BAZNAS bekerja sama dengan BAZNAS daerah setempat dan pihak terkait.
Perwakilan Paguyuban Sound Jenangan Trenggalek (PSJT) menyampaikan bahwa penyaluran bantuan ini merupakan wujud kepedulian dan empati terhadap penderitaan saudara-saudara sebangsa yang tengah menghadapi musibah. Meski berasal dari komunitas hobi, PSJT ingin menunjukkan bahwa komunitas juga memiliki tanggung jawab sosial dan dapat berkontribusi nyata bagi kemanusiaan.
“Kami berharap bantuan yang kami salurkan melalui BAZNAS Trenggalek ini bisa sedikit meringankan beban saudara-saudara kita di Sumatera dan Aceh. Semoga apa yang kami lakukan menjadi amal kebaikan bagi seluruh anggota PSJT,” ungkapnya.
Penyerahan bantuan PSJT ini menjadi salah satu momen bermakna dalam pelaksanaan BAZNAS Award 2025, yang tidak hanya menjadi ajang evaluasi dan apresiasi kinerja pengelolaan zakat, tetapi juga wadah untuk memperkuat kolaborasi antara BAZNAS dan masyarakat.
Melalui kegiatan ini, BAZNAS Trenggalek berharap semakin banyak komunitas dan elemen masyarakat yang tergerak untuk menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui lembaga resmi, sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas dan merata. Semangat gotong royong dan kepedulian sosial yang ditunjukkan PSJT diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi komunitas lainnya di Kabupaten Trenggalek.
24-12-2025 | Humas
Berita Pendistribusian

BAZNAS Distribusikan Bantuan Bedah Rumah Program Rumah Layak Huni untuk Empat Wa
Trenggalek, 05 Desember 2025 — Upaya menghadirkan tempat tinggal yang lebih layak, aman, dan nyaman bagi masyarakat terus menjadi perhatian serius BAZNAS. Melalui Program Rumah Layak Huni dari BAZNAS RI, BAZNAS Kabupaten Trenggalek kembali menyalurkan bantuan bedah rumah kepada empat warga yang berada dalam kondisi serba terbatas. Mereka adalah Ibu Supiyah dari Desa Ngadimulyo-Kec. Kampak, Bapak M. Tohir dari Desa Pandean-Kec. Dongko, Ibu Mijah dari Desa Ngentrong-Kec. Karangan dan Ibu Tumini dari Desa Nglebo-Kec. Suruh yang masing-masing telah lama hidup dalam kondisi hunian yang tak lagi layak ditinggali.
Program ini tidak hanya sekadar menghadirkan bangunan fisik, tetapi juga merupakan wujud nyata bahwa dana zakat mampu menjadi pendorong perubahan sosial yang signifikan. Dengan memprioritaskan warga yang tinggal di rumah tidak layak huni, BAZNAS berupaya membuka jalan bagi masyarakat untuk merasakan kehidupan yang lebih bermartabat.
Kondisi Rumah Tak Layak yang Menjadi Prioritas
Sebagian besar penerima bantuan adalah warga yang bertahun-tahun tinggal di rumah yang sudah lapuk, sempit, dan minim fasilitas. Banyak dari bangunan tersebut tak lagi mampu melindungi penghuninya dari hujan, angin, maupun suhu ekstrem. Pada beberapa lokasi, kondisi lantai masih berupa tanah, dinding rapuh, serta atap yang rawan ambruk setiap saat.
Di Desa Ngadimulyo, misalnya, rumah Supiyah telah lama menjadi sorotan masyarakat sekitar. Dengan kondisi ekonomi yang pas-pasan, ia tidak mampu melakukan perbaikan apa pun. Setiap turun hujan, ia cemas memikirkan keselamatan diri dan anggota keluarga. Bantuan dari BAZNAS ini menjadi jawaban atas doa dan harapan yang selama ini ia gantungkan.
Sementara itu, di Desa Pandean, rumah milik M. Tohir juga tak kalah memprihatinkan. Lantai kayu yang rapuh, dinding yang berlubang, serta kondisi atap yang bocor membuat aktivitas sehari-hari menjadi semakin berat. Tohir, yang bekerja serabutan, nyaris mustahil melakukan renovasi dengan penghasilannya yang sangat terbatas.
Di Desa Ngentrong, situasi yang dialami oleh Mijah pun hampir serupa. Kesederhanaan hidup membuatnya bertahan dalam rumah seadanya, meski kondisi bangunan tersebut sudah jauh dari kata layak. Bantuan dari BAZNAS menjadi angin segar yang membawa harapan baru bagi kehidupan Ibu Mijah dan keluarganya.
Sementara itu, di Desa Nglebo, Ibu Tumini menjadi penerima manfaat keempat. Sebagai kepala keluarga yang harus berjuang seorang diri, ia bertahan hidup di rumah dengan kondisi yang memprihatinkan. Tidak jarang ia kesulitan tidur ketika angin kencang datang karena takut rumahnya runtuh kapan saja. Kini, bantuan dari BAZNAS membuat Ibu Tumini bisa bernapas lega dan menatap masa depan dengan lebih percaya diri.
Wujud Kepedulian Bersama, Bukan Sekadar Bantuan
Proses penyerahan bantuan rumah layak huni ini dilakukan secara langsung oleh BAZNAS Trenggalek dengan melibatkan perangkat desa dan tokoh masyarakat setempat. Hal ini menunjukkan bahwa program tersebut bukan hanya inisiatif lembaga, tetapi disambut sebagai gerakan sosial yang melibatkan seluruh elemen masyarakat.
Ketua BAZNAS Trenggalek menyampaikan bahwa bantuan ini merupakan amanah dari para muzakki di seluruh Indonesia melalui BAZNAS RI. Karena itu, proses penyaluran dilakukan dengan penuh tanggung jawab, transparan, dan tepat sasaran. “Program Rumah Layak Huni bukan sekadar membangun rumah, tetapi membangun kembali semangat hidup dan menjaga martabat masyarakat yang selama ini hidup dalam keterbatasan,” ungkapnya.
Bantuan ini juga menjadi stimulus agar masyarakat lain turut bergerak dalam semangat gotong royong. Sejumlah warga di sekitar lokasi penerima manfaat juga ikut membantu proses pembangunan, mulai dari pembersihan area, pengangkutan material, hingga kerja bakti bersama. Kehangatan kebersamaan inilah yang membuat setiap rumah yang dibangun terasa lebih hidup dan penuh nilai kebajikan.
Menghadirkan Rumah, Menghadirkan Harapan
Keempat penerima manfaat tidak mampu menyembunyikan rasa haru dan syukur mereka. Dengan suara yang bergetar, mereka menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu mewujudkan rumah impian mereka. Bagi mereka, bantuan ini bukan hanya soal bangunan baru, tetapi tentang harapan untuk hidup lebih layak, serta lingkungan yang lebih aman bagi keluarga mereka.
BAZNAS berharap bahwa Program Rumah Layak Huni dapat menjadi inspirasi dan contoh bahwa pengelolaan zakat yang amanah mampu memberikan dampak besar dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Dengan terus memperluas jangkauan program ini, BAZNAS berkomitmen untuk menghadirkan lebih banyak rumah yang layak, lebih banyak senyuman, dan lebih banyak harapan di tengah masyarakat.
Sahabat BAZNAS juga bisa jadi bagian dari aksi kebaikan ini dengan cara sedekah melalui ????kabtrenggalek.baznas.go.id/sedekah
atau melalui rekening :
Bank Jatim 0222411114
BSI 7555557587
BRI 017701016626538
15/12/2025 | Humas

BAZNAS Trenggalek Serahkan Bantuan Bedah Rumah di 3 desa di Kecamatan Durenan
BAZNAS Kabupaten Trenggalek kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui program bedah rumah. Kali ini, bantuan disalurkan ke tiga titik lokasi berbeda, yakni di desa Semarum, desa Gdor dan desa Kamulan kecamatan Durenan.
Program bedah rumah ini merupakan salah satu bentuk nyata dari penyaluran dana zakat, infak, dan sedekah yang dikelola oleh BAZNAS Trenggalek. Sasaran bantuan adalah warga yang tinggal di hunian tidak layak dan tergolong mustahik (penerima zakat) sesuai ketentuan syariah.
Pimpinan BAZNAS Trenggalek menyampaikan bahwa program ini tidak hanya bertujuan memberikan tempat tinggal yang layak, tetapi juga membangun kembali semangat dan harapan keluarga penerima bantuan.
"Melalui program bedah rumah ini, kami ingin menghadirkan kebahagiaan dan harapan baru bagi saudara-saudara kita yang membutuhkan. Ini adalah bentuk kepedulian dan amanah dari para muzakki yang harus kami jaga dan salurkan dengan tepat sasaran," ungkapnya.
Warga penerima manfaat bersyukur dan berterima kasih atas bantuan yang diterima.
BAZNAS Trenggalek terus mengajak masyarakat, khususnya para muzakki, untuk menunaikan zakat melalui lembaga resmi. Dengan kolaborasi yang kuat antara umat dan lembaga zakat, diharapkan semakin banyak warga yang dapat merasakan manfaat nyata dari dana zakat.
Terima kasih Muzakki, zakat anda memberdayakan banyak umat.
10/12/2025 | Humas

BAZNAS bersama Bupati Trenggalek Berikan Bantuan Bedah Rumah 17 Agustus
Raut bahagia terpancar di wajah Mbah Rebo (68 tahun) dan keluarga. Rumahnya menjadi salah satu sasaran program 17 Agustus Bedah 17 Rumah yang digagas oleh BAZNAS Trenggalek.
.
Kurang lebih sudah setahun sejak rumah milik Mbah Rebo mengalami rubuh akibat kondisi bangunan yang sudah lapuk dimakan usia. Sekarang Mbah Rebo bersama keluarga bisa bernafas lega dan tinggal dengan nyaman dirumahnya yang kini sudah dibedah.
.
Di momen Peringatan HUT ke-80 Republik Indonesia ini, Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin dan Wakil Bupati Syah Mohamad Natanegara bersama Forkopimda kunjungi rumah Mbah Rebo di Desa Kerjo Kecamatan Karangan, Minggu (17/8/2025).
.
"Saya terima kasih ke seluruh masyarakat yang telah menasarufkan zakatnya, beginilah suasana semesta zakat di Kabupaten Trenggalek," ucap Mas Bupati Ipin.
.
"Kita selalu berbagi kebahagiaan di momen 17 Agustus, momen kemerdekaan yang sekecil-kecilnya, sandang papan pangan harus tercukupi, meskipun tidak bisa serentak langsung, tapi berproses, berprogres," sambungnya.
.
Mas Bupati Ipin menambahkan bahwa kunjungannya tersebut juga untuk mengapresiasi semua pihak. Baik warga yang melaporkan sampai mengusulkan. Hingga sinergitas TNI dan Polri bersama warga sekitar yang gotong royong memperbaiki rumah Mbah Rebo.
10/12/2025 | Humas
Artikel Terbaru
Pernah Nggak Merasa Sedekahmu Kecil dan Tidak Berarti?
Banyak orang ingin bersedekah, tetapi tidak sedikit yang mengurungkan niatnya karena merasa jumlah yang dimiliki terlalu sedikit. Ada yang berpikir, “Apa artinya uang lima ribu rupiah?” atau “Sedekah saya tidak akan mengubah keadaan seseorang.” Padahal, dalam pandangan Islam, nilai sebuah sedekah tidak hanya diukur dari besar nominalnya, tetapi juga dari keikhlasan dan manfaat yang dihasilkan.
Sering kali kita lupa bahwa setiap kebaikan memiliki dampak yang jauh lebih besar daripada yang terlihat. Uang receh yang kita sisihkan mungkin terasa kecil bagi kita, namun bisa menjadi bagian dari bantuan yang sangat berarti bagi orang lain. Ketika banyak orang bersama-sama menyisihkan sebagian rezekinya, bantuan yang terkumpul dapat menjadi sumber harapan bagi mereka yang membutuhkan.
Sedekah adalah salah satu bentuk ibadah yang memiliki keutamaan luar biasa. Selain menjadi sarana untuk membantu sesama, sedekah juga membersihkan harta dan menumbuhkan rasa syukur dalam hati. Rasulullah SAW mengajarkan bahwa tidak ada kebaikan yang terlalu kecil untuk dilakukan. Bahkan senyum yang tulus kepada sesama pun termasuk sedekah. Jika senyum saja bernilai ibadah, tentu sedekah dalam bentuk materi sekecil apa pun juga memiliki nilai yang besar di sisi Allah SWT.
Bayangkan seorang anak yatim yang mendapatkan makanan layak berkat dana yang terkumpul dari banyak orang. Mungkin kontribusi kita hanya beberapa ribu rupiah, tetapi ketika digabungkan dengan sedekah dari orang lain, bantuan tersebut dapat memenuhi kebutuhan makan, pendidikan, atau kesehatan mereka. Hal yang sama berlaku bagi para lansia, kaum dhuafa, dan keluarga yang sedang mengalami kesulitan ekonomi. Bantuan kecil yang kita berikan bisa menjadi alasan mereka tetap tersenyum dan bertahan menghadapi kehidupan.
Tidak jarang kita melihat orang-orang yang hidup dalam keterbatasan justru menjadi pribadi yang paling dermawan. Mereka tidak menunggu kaya untuk berbagi. Mereka memahami bahwa berbagi bukan tentang seberapa banyak yang dimiliki, melainkan tentang seberapa besar kepedulian yang ada dalam hati. Sikap inilah yang patut menjadi teladan bagi kita semua.
Sedekah juga memiliki efek berantai yang luar biasa. Satu kebaikan dapat menginspirasi kebaikan lainnya. Ketika seseorang menerima bantuan, ia akan merasakan bahwa masih ada orang yang peduli. Rasa syukur dan kebahagiaan yang muncul dapat menumbuhkan semangat untuk membantu orang lain di kemudian hari. Dengan demikian, sedekah tidak hanya memberikan manfaat secara materi, tetapi juga memperkuat rasa persaudaraan dan solidaritas sosial.
Dalam kehidupan sehari-hari, kesempatan untuk bersedekah sebenarnya sangat banyak. Kita bisa menyisihkan sebagian uang jajan, hasil usaha, atau pendapatan bulanan untuk membantu mereka yang membutuhkan. Tidak perlu menunggu jumlah yang besar. Konsistensi dalam berbagi jauh lebih baik daripada menunggu kaya namun tidak pernah memulai. Sedekah yang dilakukan secara rutin, meskipun kecil, dapat menjadi amal yang terus mengalir manfaatnya.
Selain membantu sesama, sedekah juga memberikan ketenangan batin bagi pemberinya. Ada kebahagiaan tersendiri ketika melihat orang lain tersenyum karena bantuan yang kita berikan. Hati menjadi lebih lapang, rasa syukur semakin bertambah, dan kita menyadari bahwa rezeki yang dimiliki bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi juga ada hak orang lain di dalamnya.
Karena itu, jangan pernah meremehkan kebaikan sekecil apa pun. Mungkin bagi kita jumlah yang diberikan terasa tidak berarti, tetapi bagi penerima, bantuan tersebut bisa menjadi harapan yang sangat berharga. Setiap rupiah yang disedekahkan, setiap bantuan yang diberikan, dan setiap kepedulian yang ditunjukkan akan menjadi investasi kebaikan yang nilainya tidak pernah sia-sia.
Mari terus menebarkan manfaat dan melanjutkan kebiasaan berbagi. Jangan menunggu mampu untuk bersedekah, tetapi bersedekahlah sesuai kemampuan. Sebab, kebaikan yang kecil namun dilakukan dengan ikhlas sering kali menjadi sesuatu yang besar dan bermakna bagi orang lain. Ingatlah, jangan remehkan kebaikan sekecil apa pun. Mungkin bagi kita kecil, tetapi bagi mereka sangat berarti.
04/06/2026 | Humas
Seporsi Kemenangan Saat Idul Adha
Idul Adha bukan sekadar perayaan tahunan yang ditandai dengan gema takbir dan penyembelihan hewan kurban. Lebih dari itu, Idul Adha adalah momentum kemenangan batin, kemenangan atas ego, keserakahan, dan rasa memiliki yang berlebihan terhadap dunia. Di tengah aroma sate dan gulai yang memenuhi rumah-rumah warga, sesungguhnya ada makna mendalam tentang pengorbanan, keikhlasan, dan kepedulian sosial yang menjadi ruh dari hari raya ini.
Kisah Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS menjadi pondasi utama peringatan Idul Adha. Ketika Allah SWT memerintahkan Nabi Ibrahim untuk mengorbankan putra tercintanya, beliau menjalankannya dengan penuh kepatuhan. Begitu pula Nabi Ismail yang dengan ikhlas menerima perintah tersebut. Dari peristiwa itulah umat Islam belajar bahwa cinta kepada Allah harus berada di atas segala-galanya. Pengorbanan bukan hanya tentang kehilangan, tetapi tentang ketulusan dalam menjalankan perintah-Nya.
Di zaman sekarang, makna kurban tidak hanya diwujudkan melalui penyembelihan hewan. Kurban juga hadir dalam bentuk kepedulian terhadap sesama. Saat seseorang rela menyisihkan hartanya untuk membeli kambing atau sapi, lalu dagingnya dibagikan kepada masyarakat, di situlah ada kemenangan kemanusiaan. Banyak keluarga yang mungkin hanya bisa menikmati daging setahun sekali, tepat saat Idul Adha tiba. Maka, seporsi daging kurban yang diterima bukan sekadar makanan, melainkan simbol kebahagiaan dan perhatian.
“Seporsi kemenangan” menjadi gambaran sederhana namun penuh arti. Seporsi makanan dari daging kurban dapat menghadirkan senyum di wajah anak-anak, rasa syukur di hati para lansia, dan kebersamaan di tengah keluarga sederhana. Idul Adha mengajarkan bahwa kemenangan sejati bukan tentang siapa yang paling kaya atau paling berkuasa, melainkan siapa yang paling ikhlas berbagi.
Selain itu, Idul Adha juga mempererat hubungan sosial antarwarga. Proses penyembelihan hingga pembagian daging biasanya dilakukan secara gotong royong. Warga saling membantu, mulai dari mempersiapkan tempat, membungkus daging, hingga mengantarkan kepada penerima. Tradisi ini menjadi pengingat bahwa masyarakat yang kuat adalah masyarakat yang peduli satu sama lain.
Di tengah kehidupan modern yang sering dipenuhi persaingan dan individualisme, semangat Idul Adha menjadi sangat relevan. Hari raya ini mengajak setiap orang untuk berhenti sejenak dari kesibukan pribadi dan melihat sekitar. Masih banyak orang yang membutuhkan uluran tangan, perhatian, dan kepedulian. Kadang, hal kecil yang kita berikan bisa menjadi kebahagiaan besar bagi orang lain.
Idul Adha juga mengajarkan pentingnya mensyukuri nikmat. Tidak semua orang memiliki kemampuan untuk berkurban, namun setiap orang tetap bisa mengambil hikmah dari perayaan ini. Ada yang berkurban dengan harta, ada yang berkurban dengan tenaga, waktu, bahkan perasaan demi membantu sesama. Semua bentuk pengorbanan yang dilakukan dengan ikhlas memiliki nilai mulia di hadapan Allah SWT.
Akhirnya, seporsi kemenangan saat Idul Adha bukan hanya tentang makanan yang tersaji di meja makan. Ia adalah kemenangan hati yang berhasil menaklukkan ego, kemenangan jiwa yang belajar ikhlas, serta kemenangan kemanusiaan yang tumbuh melalui berbagi. Dari sepotong daging kurban, lahirlah rasa syukur, kebersamaan, dan harapan bahwa kebaikan akan selalu menemukan jalannya di tengah kehidupan manusia.
26/05/2026 | Humas
Keutamaan Puasa Sunnah Tarwiyah dan Puasa Arafah di Bulan Dzulhijjah
Bulan Dzulhijjah merupakan salah satu bulan yang dimuliakan oleh Allah SWT. Di dalamnya terdapat berbagai amalan istimewa yang memiliki pahala berlipat ganda, terutama pada sepuluh hari pertama Dzulhijjah. Rasulullah ? bahkan menyebut bahwa tidak ada hari-hari yang amal saleh di dalamnya lebih dicintai Allah daripada hari-hari tersebut. Salah satu amalan sunnah yang sangat dianjurkan adalah Puasa Tarwiyah dan Puasa Arafah.
Puasa Tarwiyah dilaksanakan pada tanggal 8 Dzulhijjah, sedangkan Puasa Arafah dilaksanakan pada tanggal 9 Dzulhijjah, tepat sehari sebelum Hari Raya Iduladha. Kedua puasa ini menjadi kesempatan besar bagi umat Islam untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT serta meraih pahala dan ampunan-Nya.
Puasa Tarwiyah berasal dari kata “tarwiyah” yang berarti berpikir atau mempersiapkan diri. Pada masa dahulu, jamaah haji mulai mempersiapkan bekal dan kebutuhan menuju Arafah pada hari tersebut. Oleh karena itu, umat Islam dianjurkan memperbanyak ibadah, termasuk berpuasa sunnah. Meski hadis tentang Puasa Tarwiyah diperselisihkan sebagian ulama, banyak ulama tetap membolehkan dan menganjurkannya sebagai bagian dari amalan baik di awal Dzulhijjah.
Keutamaan Puasa Tarwiyah terletak pada nilainya sebagai ibadah sunnah di hari-hari yang sangat dicintai Allah SWT. Puasa ini menjadi latihan spiritual untuk membersihkan hati, meningkatkan ketakwaan, serta mempersiapkan diri menyambut hari Arafah yang penuh keberkahan. Selain itu, puasa juga melatih kesabaran, pengendalian diri, dan kepedulian terhadap sesama.
Sementara itu, Puasa Arafah memiliki keutamaan yang sangat besar dan disebut secara jelas dalam hadis sahih. Rasulullah ? bersabda:
“Puasa Arafah dapat menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.” (HR. Muslim)
Hadis ini menunjukkan betapa besar kasih sayang Allah kepada hamba-Nya yang melaksanakan Puasa Arafah dengan penuh keikhlasan. Puasa ini menjadi sarana penghapus dosa-dosa kecil selama dua tahun, yakni satu tahun yang telah berlalu dan satu tahun yang akan datang.
Hari Arafah sendiri merupakan hari yang sangat agung. Pada hari itu, jutaan jamaah haji berkumpul di Padang Arafah untuk melaksanakan wukuf, yang menjadi puncak ibadah haji. Bagi umat Islam yang tidak sedang berhaji, disunnahkan untuk memperbanyak ibadah seperti puasa, dzikir, doa, membaca Al-Qur’an, dan bersedekah.
Selain pengampunan dosa, Puasa Arafah juga memiliki keutamaan lain, yaitu mendekatkan diri kepada Allah SWT dan meningkatkan kualitas iman. Orang yang berpuasa akan lebih mudah menjaga lisan, hati, dan perilakunya sehingga dapat merasakan ketenangan batin serta kekhusyukan dalam beribadah.
Momentum Puasa Tarwiyah dan Arafah hendaknya tidak disia-siakan oleh umat Islam. Di tengah kesibukan dunia, dua hari istimewa ini menjadi kesempatan emas untuk memperbanyak amal saleh dan memperbaiki hubungan dengan Allah SWT. Dengan niat yang tulus dan pelaksanaan yang istiqamah, semoga puasa sunnah ini menjadi jalan meraih ampunan, keberkahan hidup, dan ridha Allah SWT.
Mari sambut hari-hari mulia di bulan Dzulhijjah dengan memperbanyak ibadah dan amal kebaikan. Semoga Allah menerima setiap amal yang kita lakukan dan menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang bertakwa. Aamiin.
24/05/2026 | Humas








