
Berita Terkini
BAZNAS Trenggalek Salurkan Bantuan Bedah Rumah untuk Keluarga Bapak Muchozin, Gandeng Racana IAI Sunan Giri Wujudkan Hunian Layak
Komitmen dalam menghadirkan kepedulian dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat terus diwujudkan oleh BAZNAS Kabupaten Trenggalek. Pada Senin (15/6/2026), BAZNAS Trenggalek secara resmi menyerahkan bantuan program bedah rumah kepada keluarga Bapak Muchozin yang berlokasi di Desa Ngetal, Kecamatan Pogalan.
Penyerahan bantuan dilakukan langsung oleh Pimpinan BAZNAS Trenggalek dan turut dihadiri oleh jajaran mahasiswa Pramuka Racana Institut Agama Islam (IAI) Sunan Giri Trenggalek. Kehadiran para mahasiswa tersebut menjadi simbol kuatnya semangat gotong royong dan kolaborasi lintas elemen masyarakat dalam membantu warga yang membutuhkan hunian yang layak.
Rumah yang ditempati keluarga Bapak Muchozin selama ini berada dalam kondisi memprihatinkan dan memerlukan perbaikan menyeluruh. Kondisi bangunan yang kurang memadai tidak hanya memengaruhi kenyamanan, tetapi juga berpotensi mengganggu kesehatan dan keselamatan anggota keluarga. Melihat kondisi tersebut, BAZNAS Trenggalek hadir melalui program bedah rumah sebagai bentuk nyata pemanfaatan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.
Pimpinan BAZNAS Trenggalek dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa program bedah rumah merupakan salah satu ikhtiar lembaga dalam menghadirkan kehidupan yang lebih baik bagi masyarakat kurang mampu. Rumah yang layak huni merupakan kebutuhan dasar yang harus dipenuhi agar setiap keluarga dapat menjalani kehidupan dengan aman, nyaman, dan bermartabat.
“Melalui program ini, kami berharap keluarga Bapak Muchozin dapat memiliki tempat tinggal yang lebih layak dan nyaman. Ini bukan hanya tentang membangun dinding dan atap, tetapi juga membangun harapan, menghadirkan rasa aman, dan mengembalikan semangat hidup bagi keluarga penerima manfaat,” ungkapnya.
Lebih dari sekadar penyaluran bantuan, kegiatan ini juga menjadi momentum lahirnya sinergi yang positif antara BAZNAS Trenggalek dengan Pramuka Racana IAI Sunan Giri Trenggalek. Ke depannya, proses pembangunan rumah Bapak Muchozin akan mendapatkan dukungan dan pendampingan dari teman-teman Racana IAI Sunan Giri Trenggalek. Keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan sosial ini diharapkan mampu menumbuhkan kepedulian, semangat pengabdian, serta memperkuat budaya gotong royong di tengah masyarakat.
Perwakilan Racana IAI Sunan Giri Trenggalek menyampaikan kesiapan mereka untuk ikut serta dalam proses pembangunan hingga rumah tersebut dapat ditempati dengan layak oleh keluarga penerima manfaat. Menurutnya, kegiatan sosial seperti ini merupakan implementasi nyata dari nilai-nilai kemanusiaan dan pengabdian yang selama ini menjadi bagian dari semangat kepramukaan.
Warga sekitar Desa Ngetal pun menyambut baik program tersebut. Mereka mengapresiasi kepedulian BAZNAS Trenggalek dan keterlibatan mahasiswa yang secara sukarela turut membantu sesama. Kehadiran berbagai pihak dalam program bedah rumah ini menjadi bukti bahwa kepedulian sosial akan melahirkan kekuatan besar ketika dilakukan secara bersama-sama.
Melalui program bedah rumah ini, BAZNAS Trenggalek kembali menegaskan perannya sebagai lembaga yang tidak hanya menyalurkan bantuan, tetapi juga menjadi jembatan kolaborasi dan penggerak kebaikan di tengah masyarakat. Diharapkan, rumah baru yang nantinya berdiri di Desa Ngetal tidak hanya menjadi tempat berteduh bagi keluarga Bapak Muchozin, tetapi juga menjadi simbol hadirnya kepedulian, solidaritas, dan semangat gotong royong yang terus hidup di Kabupaten Trenggalek.
15/06/2026 | Humas
BAZNAS Trenggalek Salurkan Bantuan Bedah Rumah untuk Keluarga Bapak Sukuwadi, Wujudkan Hunian Aman dan Layak di Desa Wonocoyo
Kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan terus diwujudkan oleh BAZNAS Kabupaten Trenggalek melalui berbagai program kemanusiaan. Salah satunya melalui program bedah rumah yang kali ini diberikan kepada keluarga Bapak Sukuwadi, warga Desa Wonocoyo, Kecamatan Pogalan, pada Senin (15/6/2026).
Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Pimpinan BAZNAS Trenggalek sebagai bentuk komitmen lembaga dalam menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat yang hidup dalam keterbatasan. Program ini lahir dari kepedulian terhadap kondisi rumah Bapak Sukuwadi yang sudah lapuk dan rawan mengalami kerusakan yang lebih parah apabila tidak segera diperbaiki.
Rumah yang seharusnya menjadi tempat berlindung dan memberikan rasa aman bagi keluarga, justru berubah menjadi sumber kekhawatiran. Beberapa bagian bangunan yang telah termakan usia membuat kondisi rumah semakin memprihatinkan dan berpotensi membahayakan keselamatan penghuninya, terutama saat hujan deras dan cuaca ekstrem.
Melihat kondisi tersebut, BAZNAS Trenggalek bergerak cepat dengan memberikan bantuan bedah rumah yang diharapkan dapat menjadi awal kehidupan yang lebih baik bagi keluarga Bapak Sukuwadi. Program ini merupakan salah satu wujud pemanfaatan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang dihimpun dari para muzaki dan masyarakat untuk membantu mustahik yang membutuhkan hunian layak.
Pimpinan BAZNAS Trenggalek menyampaikan bahwa kebutuhan akan rumah yang aman dan layak merupakan salah satu kebutuhan dasar yang harus dipenuhi. Oleh karena itu, program bedah rumah menjadi bagian penting dari upaya BAZNAS dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat kurang mampu.
“Rumah bukan sekadar bangunan fisik, tetapi tempat bertumbuhnya harapan, tempat keluarga saling menguatkan, dan tempat anak-anak merasakan rasa aman. Melalui bantuan ini, kami berharap keluarga Bapak Sukuwadi dapat kembali menjalani kehidupan dengan lebih tenang dan nyaman,” ungkapnya.
Program bedah rumah ini juga menjadi bukti nyata bahwa zakat memiliki dampak yang besar dan mampu menjawab persoalan sosial di tengah masyarakat. Dana yang ditunaikan oleh para muzaki tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan sesaat, tetapi juga menghadirkan perubahan jangka panjang yang menyentuh aspek kehidupan mendasar, termasuk penyediaan tempat tinggal yang layak.
Warga sekitar Desa Wonocoyo menyambut baik bantuan yang diberikan oleh BAZNAS Trenggalek. Mereka mengapresiasi langkah cepat yang dilakukan untuk membantu keluarga Bapak Sukuwadi yang selama ini hidup dalam kondisi rumah yang memprihatinkan. Bantuan ini tidak hanya meringankan beban keluarga penerima manfaat, tetapi juga menumbuhkan optimisme dan semangat baru untuk menjalani kehidupan yang lebih baik.
Melalui program ini, BAZNAS Trenggalek kembali menegaskan perannya sebagai lembaga pengelola zakat yang tidak hanya berfokus pada penyaluran bantuan, tetapi juga berupaya menghadirkan solusi yang berdampak dan berkelanjutan bagi masyarakat. Diharapkan, rumah yang nantinya selesai diperbaiki dapat menjadi tempat tinggal yang aman, nyaman, dan penuh keberkahan bagi keluarga Bapak Sukuwadi.
Semangat gotong royong dan kepedulian yang terbangun melalui program bedah rumah ini menjadi pengingat bahwa setiap zakat, infak, dan sedekah yang dititipkan masyarakat memiliki kekuatan untuk mengubah kehidupan. Dari sebuah rumah yang lapuk dan rawan, kini tumbuh harapan baru bagi sebuah keluarga untuk menatap masa depan yang lebih baik.
15/06/2026 | Humas
BAZNAS Trenggalek Salurkan Bantuan Bedah Rumah untuk Ibu Tarminah di Watulimo, Hadirkan Harapan Baru bagi Keluarga Prasejahtera
Komitmen dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat terus diwujudkan oleh BAZNAS Kabupaten Trenggalek melalui berbagai program kemanusiaan yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat. Pada Senin (15/6/2026), BAZNAS Trenggalek kembali menyalurkan bantuan program bedah rumah kepada keluarga Ibu Tarminah yang bertempat di Dusun Sambi, Desa Watuagung, Kecamatan Watulimo.
Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Pimpinan BAZNAS Trenggalek dan turut dihadiri oleh Camat Watulimo serta perangkat Desa Watuagung. Kehadiran berbagai pihak dalam kegiatan ini menjadi bukti nyata sinergi antara lembaga zakat, pemerintah kecamatan, dan pemerintah desa dalam menghadirkan solusi bagi masyarakat yang membutuhkan hunian layak.
Program bedah rumah diberikan sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi tempat tinggal Ibu Tarminah yang memerlukan perbaikan agar dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi keluarga. Rumah yang layak huni bukan hanya menjadi kebutuhan dasar, tetapi juga menjadi faktor penting dalam menjaga kesehatan, keselamatan, dan kualitas hidup penghuninya.
Dalam sambutannya, Pimpinan BAZNAS Trenggalek menyampaikan bahwa program bedah rumah merupakan salah satu bentuk pendayagunaan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang dihimpun dari masyarakat dan disalurkan kembali kepada mereka yang membutuhkan.
“Setiap keluarga berhak memiliki tempat tinggal yang aman dan layak. Melalui program bedah rumah ini, kami berharap Ibu Tarminah dan keluarga dapat menjalani kehidupan dengan lebih nyaman dan tenang. Ini bukan sekadar bantuan pembangunan fisik, tetapi juga ikhtiar untuk menghadirkan harapan dan masa depan yang lebih baik,” ujarnya.
Pimpinan BAZNAS Trenggalek juga mengungkapkan bahwa program perbaikan rumah menjadi salah satu prioritas dalam upaya pengentasan kemiskinan. Sebab, rumah yang tidak layak huni sering kali menjadi salah satu faktor yang memperburuk kondisi sosial dan ekonomi keluarga. Oleh karena itu, kehadiran program bedah rumah diharapkan mampu memberikan dampak yang lebih luas bagi kesejahteraan penerima manfaat.
Sementara itu, Camat Watulimo menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada BAZNAS Trenggalek atas kepedulian yang diberikan kepada masyarakat di wilayahnya. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah daerah dan lembaga zakat seperti BAZNAS sangat penting dalam membantu masyarakat yang masih hidup dalam keterbatasan.
“Program seperti ini sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Kami berharap sinergi yang telah terjalin dapat terus ditingkatkan sehingga semakin banyak warga yang terbantu dan merasakan manfaat dari zakat yang dikelola secara amanah,” tuturnya.
Perangkat Desa Watuagung dan warga sekitar juga menyambut baik bantuan yang diberikan kepada Ibu Tarminah. Mereka berharap proses pembangunan rumah dapat berjalan dengan lancar dan segera memberikan kenyamanan bagi keluarga penerima manfaat.
Melalui program bedah rumah ini, BAZNAS Trenggalek kembali menegaskan perannya sebagai lembaga yang tidak hanya menyalurkan bantuan, tetapi juga menjadi penggerak kepedulian sosial dan pemberdayaan masyarakat. Rumah yang nantinya berdiri di Dusun Sambi diharapkan menjadi simbol hadirnya kepedulian, semangat gotong royong, dan bukti bahwa zakat mampu menghadirkan perubahan nyata dalam kehidupan masyarakat.
Setiap zakat, infak, dan sedekah yang ditunaikan oleh para muzaki sesungguhnya tidak hanya membangun sebuah rumah, tetapi juga membangun harapan, menjaga martabat, dan menghadirkan masa depan yang lebih baik bagi sesama.
15/06/2026 | Humas
Agenda Pimpinan

BAZNAS Trenggalek Serahkan Bantuan Ternak dan Gerobak UMKM dalam ajang BAZNAS Awards 2025
BAZNAS Kabupaten Trenggalek terus menunjukkan komitmennya dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat melalui pemanfaatan dana zakat, infak, dan sedekah secara produktif. Salah satu wujud nyata komitmen tersebut diwujudkan melalui penyerahan 20 unit gerobak UMKM (10 Gerobak BAZNAS Prov. Jawa Timur dan 10 Gerobak BAZNAS Trenggalek) dan bantuan ternak kambing kepada jamaah masjid sebagai bagian dari program pemberdayaan ekonomi berbasis masjid. Kegiatan penyerahan bantuan ini menjadi langkah strategis BAZNAS Trenggalek dalam mengoptimalkan peran masjid tidak hanya sebagai pusat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pemberdayaan umat. Jamaah masjid yang menerima bantuan yakni jamaah masjid Matlabul Ulum (Ds. Gador-Kec. Durenan) dan telah melalui proses seleksi serta pendampingan agar bantuan yang diberikan benar-benar tepat sasaran dan berkelanjutan.
Bantuan ternak ini tidak hanya ditujukan sebagai pemenuhan kebutuhan jangka pendek, tetapi juga sebagai aset produktif yang dapat berkembang dan memberikan manfaat ekonomi berkelanjutan bagi penerima. Bantuan 20 gerobak UMKM disalurkan kepada pelaku usaha mikro yang selama ini terkendala modal dan sarana usaha. Gerobak tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan untuk berbagai jenis usaha kecil, seperti kuliner, minuman, maupun usaha dagang lainnya yang memiliki potensi meningkatkan pendapatan keluarga. Program bantuan gerobak UMKM dan ternak kambing ini merupakan bagian dari Program Jatim Makmur dan Program Trenggalek Makmur, salah satu program unggulan BAZNAS Jawa Timur dan BAZNAS Trenggalek yang fokus pada pemberdayaan ekonomi mustahik. Melalui program ini, BAZNAS mendorong mustahik agar mampu bertransformasi menjadi muzakki dengan memanfaatkan bantuan secara produktif dan bertanggung jawab. Dalam pelaksanaannya, BAZNAS Trenggalek tidak hanya memberikan bantuan fisik semata, tetapi juga disertai dengan pendampingan dan edukasi. Penerima bantuan diharapkan mampu mengelola usaha dengan baik, menjaga komitmen, serta memanfaatkan bantuan sebagai sarana peningkatan kesejahteraan keluarga.
BAZNAS Trenggalek berharap bantuan 20 gerobak UMKM dan ternak kambing ini dapat menjadi pemantik semangat bagi jamaah masjid untuk lebih mandiri secara ekonomi. Dengan pengelolaan yang baik dan dukungan lingkungan sekitar, program ini diharapkan mampu menciptakan lapangan usaha baru, meningkatkan pendapatan keluarga, serta memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat.
Melalui program pemberdayaan ekonomi berbasis masjid, BAZNAS Trenggalek terus berupaya menjadikan zakat sebagai instrumen strategis dalam pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan umat. Sinergi antara BAZNAS, pengurus masjid, dan jamaah diharapkan mampu menghadirkan manfaat zakat yang nyata, berkelanjutan, dan penuh keberkahan bagi masyarakat Kabupaten Trenggalek.
24-12-2025 | Humas

BAZNAS Trenggalek serahkan 14 Penghargaan dalam Ajang BAZNAS Awards 2025
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Trenggalek kembali menggelar ajang apresiasi tahunan bertajuk BAZNAS Awards 2025 sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi dan komitmen Unit Pengumpul Zakat (UPZ) dalam mendukung pengelolaan zakat yang profesional, transparan, dan berkelanjutan. Dalam kegiatan ini, BAZNAS Trenggalek menyerahkan total 14 penghargaan kepada UPZ terbaik dari lingkup Pemerintah Kabupaten Trenggalek dan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Trenggalek.
BAZNAS Awards 2025 menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara BAZNAS, UPZ, serta seluruh pemangku kepentingan dalam upaya meningkatkan kesadaran dan kepatuhan zakat, khususnya di lingkungan instansi pemerintah dan lembaga pendidikan. Penghargaan ini juga merupakan bentuk apresiasi nyata kepada UPZ yang selama ini konsisten berperan aktif dalam menghimpun zakat, infak, dan sedekah (ZIS) dari para muzakki.
Untuk kategori UPZ Pengumpul Zakat Terbaik di Lingkup Pemerintah Kabupaten Trenggalek, BAZNAS Trenggalek memberikan penghargaan kepada 10 UPZ terbaik. Penghargaan terbaik pertama diraih oleh SMP Negeri 3 Tugu yang dinilai unggul dalam konsistensi pengumpulan zakat serta pengelolaan administrasi yang tertib dan akuntabel. Posisi terbaik kedua diraih oleh Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP), disusul Kecamatan Munjungan sebagai terbaik ketiga.
Selanjutnya, penghargaan terbaik keempat diraih oleh Badan Kepegawaian Daerah (BKD), sementara Sekretariat Daerah Kabupaten Trenggalek menempati posisi terbaik kelima. Puskesmas Slawe meraih penghargaan terbaik keenam, diikuti Kecamatan Watulimo sebagai terbaik ketujuh. Untuk posisi terbaik kedelapan hingga kesepuluh masing-masing diraih oleh SMP Negeri 1 Watulimo, Kecamatan Tugu, dan SMP Negeri 1 Kampak.
Seluruh UPZ penerima penghargaan tersebut dinilai telah menunjukkan komitmen tinggi dalam mendukung optimalisasi penghimpunan zakat melalui mekanisme yang sesuai dengan ketentuan syariat dan regulasi yang berlaku. Konsistensi, transparansi, serta partisipasi aktif dari pimpinan dan pegawai menjadi indikator utama dalam penilaian BAZNAS Trenggalek.
Sementara itu, untuk kategori UPZ Terbaik di Lingkup Kantor Kementerian Agama Kabupaten Trenggalek, penghargaan terbaik pertama diraih oleh MTs Negeri 5 Trenggalek. Disusul MAN 2 Trenggalek sebagai terbaik kedua dan MTs Negeri 3 Trenggalek sebagai terbaik ketiga. Ketiga lembaga pendidikan tersebut dinilai berhasil membangun budaya sadar zakat di lingkungan kerja dan mampu menjadi contoh bagi lembaga lainnya.
Selain itu, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Trenggalek juga menerima penghargaan khusus atas capaian luar biasa berupa komitmen seluruh pegawai dalam menunaikan zakat sebesar 2,5 persen. Penghargaan ini menjadi bukti kuat sinergi antara BAZNAS dan Kementerian Agama dalam menguatkan peran zakat sebagai instrumen pembangunan umat dan kesejahteraan masyarakat.
Melalui BAZNAS Awards 2025, BAZNAS Trenggalek berharap semangat berzakat di lingkungan instansi pemerintah dan lembaga pendidikan semakin meningkat. Apresiasi ini tidak hanya menjadi bentuk penghormatan atas capaian kinerja, tetapi juga sebagai motivasi agar seluruh UPZ terus meningkatkan kualitas pelayanan, pengelolaan, serta kontribusi nyata bagi kesejahteraan masyarakat.
Dengan adanya dukungan dan kolaborasi yang kuat antara BAZNAS, UPZ, dan para muzakki, BAZNAS Trenggalek optimistis pengelolaan zakat di Kabupaten Trenggalek akan semakin maju, berdaya guna, dan memberikan dampak nyata bagi mustahik serta pembangunan daerah secara berkelanjutan.
24-12-2025 | Humas
Paguyuban Sound Jenangan Trenggalek (PSJT) Serahkan Bantuan untuk Sumatera dan Aceh Melalui BAZNAS Trenggalek pada BAZNAS Award 2025
BAZNAS Kabupaten Trenggalek kembali menerima dukungan dan kepedulian dari berbagai elemen masyarakat. Kali ini, Paguyuban Sound Jenangan Trenggalek (PSJT) menunjukkan solidaritas sosialnya dengan menyerahkan bantuan kemanusiaan untuk saudara-saudara terdampak bencana di Sumatera dan Aceh. Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis melalui BAZNAS Trenggalek dalam rangkaian kegiatan BAZNAS Award 2025 yang digelar di Pendopo Manggala Praja Nugraha Trenggalek senilai Rp.39.872.500,-.
Penyerahan bantuan ini menjadi bukti bahwa kepedulian terhadap sesama tidak mengenal batas profesi maupun latar belakang komunitas. PSJT yang dikenal sebagai wadah pelaku dan pecinta sound system di wilayah Trenggalek, turut mengambil peran dalam aksi kemanusiaan dengan menggalang donasi dari para anggotanya untuk membantu masyarakat yang tengah tertimpa musibah.
Ketua BAZNAS Kabupaten Trenggalek menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan PSJT kepada BAZNAS sebagai lembaga resmi pengelola zakat, infak, dan sedekah. Menurutnya, kolaborasi dengan komunitas-komunitas masyarakat seperti PSJT merupakan bentuk sinergi yang sangat positif dalam memperluas jangkauan bantuan dan memperkuat solidaritas sosial.
“BAZNAS tidak bisa berjalan sendiri. Dukungan dari komunitas, organisasi, dan masyarakat luas seperti Paguyuban Sound Jenangan Trenggalek ini menjadi kekuatan besar bagi kami untuk terus hadir membantu saudara-saudara yang membutuhkan, khususnya korban bencana di Sumatera dan Aceh,” ujarnya.
Ia menambahkan, bantuan yang disalurkan melalui BAZNAS akan dikelola secara amanah, transparan, dan tepat sasaran, sesuai dengan prinsip pengelolaan dana umat. Seluruh donasi yang diterima akan segera disalurkan kepada masyarakat terdampak melalui program kebencanaan BAZNAS bekerja sama dengan BAZNAS daerah setempat dan pihak terkait.
Perwakilan Paguyuban Sound Jenangan Trenggalek (PSJT) menyampaikan bahwa penyaluran bantuan ini merupakan wujud kepedulian dan empati terhadap penderitaan saudara-saudara sebangsa yang tengah menghadapi musibah. Meski berasal dari komunitas hobi, PSJT ingin menunjukkan bahwa komunitas juga memiliki tanggung jawab sosial dan dapat berkontribusi nyata bagi kemanusiaan.
“Kami berharap bantuan yang kami salurkan melalui BAZNAS Trenggalek ini bisa sedikit meringankan beban saudara-saudara kita di Sumatera dan Aceh. Semoga apa yang kami lakukan menjadi amal kebaikan bagi seluruh anggota PSJT,” ungkapnya.
Penyerahan bantuan PSJT ini menjadi salah satu momen bermakna dalam pelaksanaan BAZNAS Award 2025, yang tidak hanya menjadi ajang evaluasi dan apresiasi kinerja pengelolaan zakat, tetapi juga wadah untuk memperkuat kolaborasi antara BAZNAS dan masyarakat.
Melalui kegiatan ini, BAZNAS Trenggalek berharap semakin banyak komunitas dan elemen masyarakat yang tergerak untuk menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui lembaga resmi, sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas dan merata. Semangat gotong royong dan kepedulian sosial yang ditunjukkan PSJT diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi komunitas lainnya di Kabupaten Trenggalek.
24-12-2025 | Humas
Berita Pendistribusian

BAZNAS Distribusikan Bantuan Bedah Rumah Program Rumah Layak Huni untuk Empat Wa
Trenggalek, 05 Desember 2025 — Upaya menghadirkan tempat tinggal yang lebih layak, aman, dan nyaman bagi masyarakat terus menjadi perhatian serius BAZNAS. Melalui Program Rumah Layak Huni dari BAZNAS RI, BAZNAS Kabupaten Trenggalek kembali menyalurkan bantuan bedah rumah kepada empat warga yang berada dalam kondisi serba terbatas. Mereka adalah Ibu Supiyah dari Desa Ngadimulyo-Kec. Kampak, Bapak M. Tohir dari Desa Pandean-Kec. Dongko, Ibu Mijah dari Desa Ngentrong-Kec. Karangan dan Ibu Tumini dari Desa Nglebo-Kec. Suruh yang masing-masing telah lama hidup dalam kondisi hunian yang tak lagi layak ditinggali.
Program ini tidak hanya sekadar menghadirkan bangunan fisik, tetapi juga merupakan wujud nyata bahwa dana zakat mampu menjadi pendorong perubahan sosial yang signifikan. Dengan memprioritaskan warga yang tinggal di rumah tidak layak huni, BAZNAS berupaya membuka jalan bagi masyarakat untuk merasakan kehidupan yang lebih bermartabat.
Kondisi Rumah Tak Layak yang Menjadi Prioritas
Sebagian besar penerima bantuan adalah warga yang bertahun-tahun tinggal di rumah yang sudah lapuk, sempit, dan minim fasilitas. Banyak dari bangunan tersebut tak lagi mampu melindungi penghuninya dari hujan, angin, maupun suhu ekstrem. Pada beberapa lokasi, kondisi lantai masih berupa tanah, dinding rapuh, serta atap yang rawan ambruk setiap saat.
Di Desa Ngadimulyo, misalnya, rumah Supiyah telah lama menjadi sorotan masyarakat sekitar. Dengan kondisi ekonomi yang pas-pasan, ia tidak mampu melakukan perbaikan apa pun. Setiap turun hujan, ia cemas memikirkan keselamatan diri dan anggota keluarga. Bantuan dari BAZNAS ini menjadi jawaban atas doa dan harapan yang selama ini ia gantungkan.
Sementara itu, di Desa Pandean, rumah milik M. Tohir juga tak kalah memprihatinkan. Lantai kayu yang rapuh, dinding yang berlubang, serta kondisi atap yang bocor membuat aktivitas sehari-hari menjadi semakin berat. Tohir, yang bekerja serabutan, nyaris mustahil melakukan renovasi dengan penghasilannya yang sangat terbatas.
Di Desa Ngentrong, situasi yang dialami oleh Mijah pun hampir serupa. Kesederhanaan hidup membuatnya bertahan dalam rumah seadanya, meski kondisi bangunan tersebut sudah jauh dari kata layak. Bantuan dari BAZNAS menjadi angin segar yang membawa harapan baru bagi kehidupan Ibu Mijah dan keluarganya.
Sementara itu, di Desa Nglebo, Ibu Tumini menjadi penerima manfaat keempat. Sebagai kepala keluarga yang harus berjuang seorang diri, ia bertahan hidup di rumah dengan kondisi yang memprihatinkan. Tidak jarang ia kesulitan tidur ketika angin kencang datang karena takut rumahnya runtuh kapan saja. Kini, bantuan dari BAZNAS membuat Ibu Tumini bisa bernapas lega dan menatap masa depan dengan lebih percaya diri.
Wujud Kepedulian Bersama, Bukan Sekadar Bantuan
Proses penyerahan bantuan rumah layak huni ini dilakukan secara langsung oleh BAZNAS Trenggalek dengan melibatkan perangkat desa dan tokoh masyarakat setempat. Hal ini menunjukkan bahwa program tersebut bukan hanya inisiatif lembaga, tetapi disambut sebagai gerakan sosial yang melibatkan seluruh elemen masyarakat.
Ketua BAZNAS Trenggalek menyampaikan bahwa bantuan ini merupakan amanah dari para muzakki di seluruh Indonesia melalui BAZNAS RI. Karena itu, proses penyaluran dilakukan dengan penuh tanggung jawab, transparan, dan tepat sasaran. “Program Rumah Layak Huni bukan sekadar membangun rumah, tetapi membangun kembali semangat hidup dan menjaga martabat masyarakat yang selama ini hidup dalam keterbatasan,” ungkapnya.
Bantuan ini juga menjadi stimulus agar masyarakat lain turut bergerak dalam semangat gotong royong. Sejumlah warga di sekitar lokasi penerima manfaat juga ikut membantu proses pembangunan, mulai dari pembersihan area, pengangkutan material, hingga kerja bakti bersama. Kehangatan kebersamaan inilah yang membuat setiap rumah yang dibangun terasa lebih hidup dan penuh nilai kebajikan.
Menghadirkan Rumah, Menghadirkan Harapan
Keempat penerima manfaat tidak mampu menyembunyikan rasa haru dan syukur mereka. Dengan suara yang bergetar, mereka menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu mewujudkan rumah impian mereka. Bagi mereka, bantuan ini bukan hanya soal bangunan baru, tetapi tentang harapan untuk hidup lebih layak, serta lingkungan yang lebih aman bagi keluarga mereka.
BAZNAS berharap bahwa Program Rumah Layak Huni dapat menjadi inspirasi dan contoh bahwa pengelolaan zakat yang amanah mampu memberikan dampak besar dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Dengan terus memperluas jangkauan program ini, BAZNAS berkomitmen untuk menghadirkan lebih banyak rumah yang layak, lebih banyak senyuman, dan lebih banyak harapan di tengah masyarakat.
Sahabat BAZNAS juga bisa jadi bagian dari aksi kebaikan ini dengan cara sedekah melalui ????kabtrenggalek.baznas.go.id/sedekah
atau melalui rekening :
Bank Jatim 0222411114
BSI 7555557587
BRI 017701016626538
15/12/2025 | Humas

BAZNAS Trenggalek Serahkan Bantuan Bedah Rumah di 3 desa di Kecamatan Durenan
BAZNAS Kabupaten Trenggalek kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui program bedah rumah. Kali ini, bantuan disalurkan ke tiga titik lokasi berbeda, yakni di desa Semarum, desa Gdor dan desa Kamulan kecamatan Durenan.
Program bedah rumah ini merupakan salah satu bentuk nyata dari penyaluran dana zakat, infak, dan sedekah yang dikelola oleh BAZNAS Trenggalek. Sasaran bantuan adalah warga yang tinggal di hunian tidak layak dan tergolong mustahik (penerima zakat) sesuai ketentuan syariah.
Pimpinan BAZNAS Trenggalek menyampaikan bahwa program ini tidak hanya bertujuan memberikan tempat tinggal yang layak, tetapi juga membangun kembali semangat dan harapan keluarga penerima bantuan.
"Melalui program bedah rumah ini, kami ingin menghadirkan kebahagiaan dan harapan baru bagi saudara-saudara kita yang membutuhkan. Ini adalah bentuk kepedulian dan amanah dari para muzakki yang harus kami jaga dan salurkan dengan tepat sasaran," ungkapnya.
Warga penerima manfaat bersyukur dan berterima kasih atas bantuan yang diterima.
BAZNAS Trenggalek terus mengajak masyarakat, khususnya para muzakki, untuk menunaikan zakat melalui lembaga resmi. Dengan kolaborasi yang kuat antara umat dan lembaga zakat, diharapkan semakin banyak warga yang dapat merasakan manfaat nyata dari dana zakat.
Terima kasih Muzakki, zakat anda memberdayakan banyak umat.
10/12/2025 | Humas

BAZNAS bersama Bupati Trenggalek Berikan Bantuan Bedah Rumah 17 Agustus
Raut bahagia terpancar di wajah Mbah Rebo (68 tahun) dan keluarga. Rumahnya menjadi salah satu sasaran program 17 Agustus Bedah 17 Rumah yang digagas oleh BAZNAS Trenggalek.
.
Kurang lebih sudah setahun sejak rumah milik Mbah Rebo mengalami rubuh akibat kondisi bangunan yang sudah lapuk dimakan usia. Sekarang Mbah Rebo bersama keluarga bisa bernafas lega dan tinggal dengan nyaman dirumahnya yang kini sudah dibedah.
.
Di momen Peringatan HUT ke-80 Republik Indonesia ini, Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin dan Wakil Bupati Syah Mohamad Natanegara bersama Forkopimda kunjungi rumah Mbah Rebo di Desa Kerjo Kecamatan Karangan, Minggu (17/8/2025).
.
"Saya terima kasih ke seluruh masyarakat yang telah menasarufkan zakatnya, beginilah suasana semesta zakat di Kabupaten Trenggalek," ucap Mas Bupati Ipin.
.
"Kita selalu berbagi kebahagiaan di momen 17 Agustus, momen kemerdekaan yang sekecil-kecilnya, sandang papan pangan harus tercukupi, meskipun tidak bisa serentak langsung, tapi berproses, berprogres," sambungnya.
.
Mas Bupati Ipin menambahkan bahwa kunjungannya tersebut juga untuk mengapresiasi semua pihak. Baik warga yang melaporkan sampai mengusulkan. Hingga sinergitas TNI dan Polri bersama warga sekitar yang gotong royong memperbaiki rumah Mbah Rebo.
10/12/2025 | Humas
Artikel Terbaru
Dahsyatnya Sedekah Jumat: Amalan Ringan, Pahala Berlimpah
Hari Jumat adalah hari yang sangat istimewa dalam Islam. Rasulullah ? menyebutnya sebagai penghulu segala hari (sayyidul ayyam), hari yang penuh keberkahan, ampunan, dan berbagai keutamaan. Tidak heran jika umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak amal saleh pada hari yang mulia ini, salah satunya adalah bersedekah.
Sedekah Jumat bukan sekadar memberi sebagian harta kepada mereka yang membutuhkan. Di balik amalan sederhana tersebut tersimpan keberkahan yang luar biasa, baik bagi kehidupan dunia maupun akhirat. Bahkan banyak orang yang merasakan bahwa sedekah yang dilakukan secara rutin di hari Jumat menjadi sebab datangnya kemudahan, kelapangan rezeki, dan ketenangan hati.
Hari Terbaik untuk Memperbanyak Kebaikan
Allah SWT memberikan keutamaan khusus pada hari Jumat. Pada hari ini, pahala amal kebaikan dilipatgandakan dan doa-doa lebih mudah dikabulkan. Oleh karena itu, para ulama menganjurkan umat Islam untuk memperbanyak ibadah, membaca Al-Qur'an, berzikir, berdoa, dan bersedekah.
Sedekah yang dilakukan pada hari Jumat memiliki nilai yang lebih istimewa karena dilakukan pada waktu yang penuh keberkahan. Sebagaimana seorang pedagang memilih waktu terbaik untuk berjualan, seorang mukmin pun memilih waktu terbaik untuk mengumpulkan pahala.
Sedekah Tidak Akan Mengurangi Harta
Masih banyak orang yang ragu untuk bersedekah karena khawatir hartanya berkurang. Padahal Rasulullah ? bersabda:
"Harta tidak akan berkurang karena sedekah." (HR. Muslim)
Hadis ini mengajarkan bahwa sedekah bukanlah pengeluaran, melainkan investasi kebaikan. Apa yang kita keluarkan di jalan Allah akan diganti dengan cara yang mungkin tidak pernah kita duga. Bisa berupa tambahan rezeki, kesehatan, keberkahan keluarga, kemudahan urusan, atau perlindungan dari berbagai musibah.
Banyak kisah inspiratif yang menunjukkan bahwa orang-orang yang gemar bersedekah justru semakin dimudahkan rezekinya. Sebab Allah adalah Dzat Yang Maha Kaya dan Maha Menepati janji-Nya.
Membuka Pintu Rezeki dan Keberkahan
Salah satu keajaiban sedekah adalah kemampuannya membuka pintu-pintu rezeki. Ketika seseorang membantu kesulitan orang lain, Allah akan membantu kesulitannya. Ketika seseorang membahagiakan orang lain, Allah akan menghadirkan kebahagiaan dalam hidupnya.
Sedekah Jumat juga menjadi sarana untuk membersihkan harta dan jiwa dari sifat kikir. Dengan berbagi, hati menjadi lebih lapang, lebih bersyukur, dan lebih peduli terhadap sesama.
Tidak harus menunggu kaya untuk bersedekah. Justru banyak orang yang memperoleh keberkahan karena tetap berbagi meskipun dalam keadaan sederhana. Nilai sedekah di sisi Allah tidak diukur dari jumlahnya, melainkan dari keikhlasan dan pengorbanan yang menyertainya.
Kesempatan Menjadi Jalan Kebaikan
Hari Jumat datang hanya sekali dalam sepekan. Kesempatan yang datang secara rutin ini seharusnya tidak disia-siakan. Sedekah Jumat dapat diwujudkan dalam berbagai bentuk, seperti membantu fakir miskin, menyantuni anak yatim, memberikan makanan kepada yang membutuhkan, mendukung pendidikan, atau berdonasi untuk program kemanusiaan.
Bayangkan jika setiap Jumat kita menyisihkan sebagian kecil rezeki. Sedikit demi sedikit, kebaikan itu akan menjadi bukit pahala yang terus mengalir. Bahkan ketika kita telah tiada, manfaat dari sedekah tersebut bisa terus dirasakan oleh banyak orang.
Sedekah Jumat adalah amalan yang sederhana tetapi memiliki dampak yang luar biasa. Ia mendatangkan pahala, membuka pintu rezeki, menenangkan hati, dan menjadi sebab turunnya keberkahan dari Allah SWT. Karena itu, jangan menunggu berlebih untuk berbagi.
Mari jadikan Sedekah Jumat sebagai kebiasaan. Cari berkahnya, jangan lihat nilainya. Sebab di balik setiap sedekah yang ikhlas, ada doa-doa mustajab dan keberkahan yang sedang Allah siapkan untuk kita.
12/06/2026 | Humas
Rahasia Membuka Tahun Baru Islam dengan Rezeki yang Lebih Berkah
Tahun Baru Islam atau 1 Muharram bukan sekadar pergantian angka dalam kalender Hijriah. Bagi umat Islam, Muharram adalah momen istimewa untuk memulai lembaran baru dengan semangat hijrah menuju kehidupan yang lebih baik. Tidak hanya dalam ibadah, tetapi juga dalam cara mencari, mengelola, dan mensyukuri rezeki yang Allah SWT titipkan kepada kita.
Banyak orang berharap tahun yang baru membawa keberuntungan dan kelimpahan rezeki. Namun, dalam Islam, keberkahan rezeki jauh lebih penting daripada sekadar jumlahnya. Rezeki yang berkah adalah rezeki yang membawa ketenangan, kebahagiaan, manfaat, serta mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Lalu, bagaimana rahasia membuka Tahun Baru Islam dengan rezeki yang lebih berkah?
1. Awali dengan Muhasabah Diri
Muharram adalah waktu yang tepat untuk mengevaluasi perjalanan hidup selama setahun terakhir. Coba renungkan, apakah selama ini rezeki yang kita peroleh sudah digunakan di jalan yang diridhai Allah? Apakah kita telah menunaikan zakat, bersedekah, dan membantu sesama?
Muhasabah membantu kita menyadari kekurangan yang perlu diperbaiki. Dengan hati yang lebih bersih dan niat yang lebih lurus, kita akan lebih siap menerima keberkahan di tahun yang baru.
2. Perbanyak Istighfar
Salah satu kunci terbukanya pintu rezeki adalah memperbanyak istighfar. Dalam Al-Qur'an, Allah SWT menjelaskan bahwa memohon ampun kepada-Nya dapat mendatangkan berbagai kebaikan, termasuk rezeki yang melimpah.
Istighfar bukan hanya ucapan di lisan, tetapi juga bentuk pengakuan atas kelemahan diri dan kesungguhan untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Semakin sering seseorang beristighfar dengan tulus, semakin besar peluang Allah melapangkan urusannya.
3. Jadikan Sedekah sebagai Kebiasaan
Banyak orang takut bersedekah karena khawatir hartanya berkurang. Padahal Rasulullah SAW menegaskan bahwa sedekah tidak akan mengurangi harta. Justru sebaliknya, sedekah menjadi salah satu sebab datangnya keberkahan dan pertolongan Allah.
Memasuki Tahun Baru Islam, cobalah membuat target sedekah rutin, meskipun jumlahnya kecil. Sedekah kepada fakir miskin, anak yatim, pelajar yang membutuhkan, atau pembangunan fasilitas umat dapat menjadi investasi akhirat yang nilainya terus bertambah.
Sering kali, keberkahan rezeki hadir bukan dalam bentuk uang yang bertambah banyak, tetapi kesehatan yang terjaga, keluarga yang harmonis, pekerjaan yang lancar, dan hati yang selalu merasa cukup.
4. Memuliakan Anak Yatim
Muharram dikenal sebagai salah satu bulan yang identik dengan kepedulian terhadap anak yatim. Rasulullah SAW sangat menganjurkan umatnya untuk menyayangi dan membantu anak-anak yatim.
Di berbagai daerah, termasuk di Trenggalek, masih banyak anak yatim yang membutuhkan uluran tangan untuk memenuhi kebutuhan pendidikan, kesehatan, dan kehidupan sehari-hari. Dengan menyisihkan sebagian rezeki untuk mereka, kita tidak hanya membantu meringankan beban hidup mereka, tetapi juga membuka jalan keberkahan bagi diri sendiri dan keluarga.
Doa anak yatim yang tulus dapat menjadi salah satu sebab turunnya rahmat dan kemudahan dari Allah SWT.
5. Perkuat Niat Hijrah Menuju yang Lebih Baik
Hakikat Tahun Baru Islam adalah semangat hijrah. Hijrah tidak selalu berarti berpindah tempat, tetapi berpindah dari kebiasaan buruk menuju kebiasaan baik. Dari sifat pelit menjadi dermawan, dari lalai menjadi lebih taat, dan dari mengeluh menjadi lebih banyak bersyukur.
Ketika seseorang memperbaiki hubungannya dengan Allah, maka Allah akan memperbaiki banyak urusan dalam hidupnya, termasuk urusan rezeki.
Rahasia memperoleh rezeki yang lebih berkah di Tahun Baru Islam bukanlah tentang mencari jalan pintas untuk menjadi kaya. Kuncinya adalah memperbaiki diri, memperbanyak istighfar, gemar bersedekah, menyantuni anak yatim, dan terus berhijrah menuju kehidupan yang lebih baik.
Mari jadikan Muharram sebagai titik awal perubahan. Semoga setiap rezeki yang Allah berikan di tahun ini menjadi rezeki yang halal, cukup, menenangkan hati, dan membawa keberkahan bagi diri, keluarga, serta sesama. Aamiin.
10/06/2026 | Humas
Banyak Orang Menyesal Setelah Muharram Berlalu, Jangan Sampai Anda Salah Satunya
Setiap tahun, umat Islam menyambut datangnya bulan Muharram dengan penuh suka cita. Bulan yang menjadi penanda awal tahun dalam kalender Hijriah ini bukan sekadar pergantian angka dan waktu, tetapi juga momentum istimewa yang sarat dengan keberkahan dan peluang pahala. Namun sayangnya, tidak sedikit orang yang baru menyadari keistimewaan Muharram ketika bulan tersebut telah berlalu. Penyesalan pun datang karena kesempatan yang begitu berharga terlewat begitu saja.
Muharram termasuk salah satu dari empat bulan haram yang dimuliakan oleh Allah SWT. Dalam bulan ini, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak amal saleh, meningkatkan ketakwaan, dan menjauhi segala bentuk kemaksiatan. Bahkan, Rasulullah SAW menyebut puasa di bulan Muharram sebagai puasa sunnah yang paling utama setelah puasa Ramadan.
Banyak orang mengira Muharram hanyalah bulan biasa yang menandai tahun baru Islam. Akibatnya, mereka menjalani hari-hari di bulan ini seperti bulan lainnya tanpa ada upaya khusus untuk meningkatkan ibadah. Padahal, setiap detik yang berlalu di bulan Muharram adalah kesempatan emas yang belum tentu kembali mereka temui pada tahun berikutnya.
Salah satu penyebab terbesar munculnya penyesalan adalah karena seseorang menunda-nunda kebaikan. Mereka berpikir masih ada banyak waktu untuk beribadah, bersedekah, atau memperbaiki diri. Namun tanpa terasa, Muharram berlalu begitu cepat. Ketika menyadari berbagai keutamaannya, yang tersisa hanyalah rasa sesal karena kesempatan tersebut tidak dimanfaatkan dengan maksimal.
Padahal, Muharram adalah waktu yang sangat tepat untuk memulai lembaran baru kehidupan. Sebagai bulan pertama dalam kalender Hijriah, Muharram mengajarkan pentingnya evaluasi diri. Apa yang sudah kita lakukan selama setahun terakhir? Kesalahan apa yang perlu diperbaiki? Kebaikan apa yang harus ditingkatkan? Pertanyaan-pertanyaan ini seharusnya menjadi bahan renungan agar tahun yang baru lebih bermakna daripada sebelumnya.
Selain puasa sunnah, Muharram juga menjadi momentum yang tepat untuk memperbanyak sedekah. Sedekah bukan hanya membantu mereka yang membutuhkan, tetapi juga menjadi sarana membersihkan harta dan mendatangkan keberkahan hidup. Tidak harus menunggu kaya untuk berbagi. Bahkan sedekah dengan nominal yang sederhana pun memiliki nilai besar di sisi Allah jika dilakukan dengan ikhlas.
Momentum Muharram juga sering dikaitkan dengan kepedulian terhadap anak yatim. Banyak lembaga sosial dan keagamaan mengadakan program santunan yatim sebagai bentuk nyata kepedulian umat. Ini menjadi kesempatan bagi siapa saja untuk menanam investasi akhirat melalui bantuan yang diberikan kepada mereka yang membutuhkan kasih sayang dan dukungan.
Selain itu, Muharram adalah waktu yang tepat untuk memperbaiki hubungan dengan sesama. Memaafkan kesalahan orang lain, menyambung silaturahmi yang sempat terputus, serta mempererat hubungan keluarga merupakan amalan yang sangat bernilai. Jangan sampai kita terlalu sibuk mengejar urusan dunia hingga melupakan pentingnya menjaga hubungan baik dengan orang-orang di sekitar.
Penyesalan setelah Muharram berlalu sebenarnya bukan hanya karena kurangnya ibadah. Lebih dari itu, penyesalan muncul karena seseorang kehilangan kesempatan untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Setiap bulan yang Allah berikan adalah anugerah, tetapi Muharram memiliki nilai istimewa yang tidak dimiliki oleh bulan-bulan biasa. Oleh karena itu, sangat disayangkan jika momentum ini terlewat tanpa perubahan yang berarti dalam kehidupan kita.
Mumpung Muharram masih ada, manfaatkan setiap harinya untuk memperbanyak amal saleh. Mulailah dari hal-hal sederhana seperti memperbanyak doa, membaca Al-Qur'an, bersedekah, berpuasa sunnah, membantu sesama, dan memperbaiki akhlak. Jangan menunggu waktu yang sempurna, karena waktu terbaik untuk berbuat baik adalah sekarang.
Jangan sampai Anda termasuk orang yang berkata, "Seandainya aku lebih banyak beribadah di bulan Muharram," ketika bulan ini telah berlalu. Jadikan Muharram sebagai titik awal perubahan menuju kehidupan yang lebih dekat kepada Allah SWT. Sebab kesempatan yang hilang hari ini belum tentu dapat kembali esok hari.
Muharram adalah hadiah dari Allah untuk memulai tahun dengan amal terbaik. Maka jangan biarkan bulan penuh keberkahan ini berlalu begitu saja. Isi hari-harinya dengan kebaikan, agar yang tersisa nanti bukan penyesalan, melainkan rasa syukur karena telah memanfaatkan kesempatan yang Allah berikan dengan sebaik-baiknya.
09/06/2026 | Humas








