WhatsApp Icon
banner
banner
banner
banner
banner
banner
banner
banner
banner
Statistik

Berita Terkini

BAZNAS Trenggalek Launching 12 Meja Usaha Kembang Sekar, Dorong UMKM Lokal Naik Kelas di Gunung Cilik Kamulan
BAZNAS Trenggalek Launching 12 Meja Usaha Kembang Sekar, Dorong UMKM Lokal Naik Kelas di Gunung Cilik Kamulan
Komitmen Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Trenggalek dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat terus diwujudkan melalui program pemberdayaan ekonomi produktif. Kali ini, BAZNAS Trenggalek meluncurkan 12 meja usaha untuk mendukung pengembangan industri Kembang Sekar yang berlokasi di Gunung Cilik, Desa Kamulan, Kecamatan Durenan, Kabupaten Trenggalek. Peluncuran 12 meja usaha tersebut menjadi salah satu langkah nyata dalam memperkuat kapasitas pelaku usaha lokal agar mampu mengembangkan potensi yang dimiliki, meningkatkan produktivitas, serta memperluas peluang ekonomi bagi masyarakat. Dukungan ini diharapkan dapat menjadi dorongan baru bagi industri Kembang Sekar untuk tumbuh lebih baik dan berkelanjutan. Program pemberdayaan ini tidak sekadar menghadirkan bantuan berupa sarana usaha, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun fondasi ekonomi masyarakat yang lebih kuat. Dengan tersedianya fasilitas penunjang yang memadai, para pelaku usaha diharapkan dapat menjalankan aktivitas produksi maupun kegiatan usaha secara lebih optimal. Bagi pelaku UMKM, ketersediaan sarana usaha merupakan salah satu faktor penting untuk menunjang kelancaran kegiatan sehari-hari. Dukungan berupa meja usaha diharapkan mampu membantu meningkatkan kenyamanan dan efektivitas kerja, sekaligus memberikan ruang bagi pengembangan usaha agar semakin produktif. Melalui peluncuran ini, BAZNAS Trenggalek berupaya mendorong agar potensi usaha yang tumbuh di tengah masyarakat tidak berhenti pada skala kecil, tetapi memiliki kesempatan untuk berkembang, menciptakan nilai tambah, dan memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas. Menguatkan Ekonomi dari Potensi Lokal Industri Kembang Sekar di kawasan Gunung Cilik, Desa Kamulan, Kecamatan Durenan, menjadi salah satu potensi usaha masyarakat yang perlu mendapatkan perhatian dan dukungan. Penguatan usaha berbasis potensi lokal menjadi langkah penting dalam membangun perekonomian yang bertumpu pada kemampuan dan kreativitas masyarakat sendiri. Dengan adanya 12 meja usaha tersebut, diharapkan kegiatan usaha Kembang Sekar semakin berkembang, memiliki sarana pendukung yang lebih memadai, serta mampu meningkatkan kualitas pengelolaan usaha. Dukungan ini juga diharapkan membuka peluang bagi pelaku usaha untuk terus berinovasi dan meningkatkan daya saing di tengah perkembangan dunia usaha yang semakin dinamis. Pemberdayaan ekonomi produktif menjadi salah satu pendekatan penting dalam membantu masyarakat meningkatkan kesejahteraan secara berkelanjutan. Bantuan yang diarahkan untuk mendukung kegiatan usaha memiliki nilai strategis karena diharapkan dapat menghasilkan manfaat yang terus berulang, bukan hanya dirasakan dalam waktu singkat. Ketika usaha masyarakat berkembang, manfaatnya berpotensi menjangkau lebih banyak pihak, mulai dari pelaku usaha itu sendiri, keluarga yang menggantungkan penghidupan pada usaha tersebut, hingga lingkungan sekitar yang ikut merasakan perputaran ekonomi. Oleh karena itu, peluncuran 12 meja usaha ini diharapkan menjadi titik awal bagi penguatan industri Kembang Sekar agar semakin mandiri, produktif, dan mampu bertahan dalam menghadapi berbagai tantangan usaha. Zakat Produktif untuk Kemandirian Mustahik Melalui berbagai program pemberdayaan, BAZNAS Trenggalek terus mendorong optimalisasi dana zakat, infak, dan sedekah agar memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat. Salah satu bentuknya adalah dukungan terhadap kegiatan ekonomi produktif yang berorientasi pada peningkatan kemampuan masyarakat dalam membangun sumber penghidupan. Zakat tidak hanya berperan dalam membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat yang membutuhkan, tetapi juga memiliki potensi besar untuk menjadi instrumen pemberdayaan. Melalui pemanfaatan yang tepat sasaran, dana zakat dapat mendukung pengembangan keterampilan, penguatan sarana usaha, serta peningkatan kapasitas ekonomi penerima manfaat. Semangat tersebut sejalan dengan upaya mendorong mustahik agar semakin berdaya dan memiliki kesempatan untuk memperbaiki taraf hidupnya. Dengan dukungan yang sesuai kebutuhan, pelaku usaha diharapkan mampu mengelola peluang yang ada, meningkatkan pendapatan, dan secara bertahap membangun kemandirian ekonomi. BAZNAS Trenggalek berharap peluncuran 12 meja usaha bagi industri Kembang Sekar di Gunung Cilik, Desa Kamulan, Kecamatan Durenan, dapat menjadi pemantik semangat bagi para pelaku usaha untuk terus berkembang. Bantuan ini diharapkan tidak hanya dimanfaatkan sebagai fasilitas penunjang, tetapi juga menjadi motivasi untuk meningkatkan kualitas usaha, memperkuat kerja sama, dan menjaga keberlangsungan kegiatan ekonomi. Pada akhirnya, keberhasilan pemberdayaan tidak hanya diukur dari sarana yang diberikan, tetapi juga dari manfaat yang tumbuh setelahnya. Semakin produktif sebuah usaha, semakin besar pula peluang untuk menghadirkan kesejahteraan bagi masyarakat. Melalui langkah ini, BAZNAS Trenggalek menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan program-program yang menyentuh kebutuhan masyarakat, memperkuat ekonomi lokal, serta menumbuhkan harapan baru bagi pelaku usaha kecil. Dari zakat, tumbuh keberdayaan. Dari usaha yang dikuatkan, lahir harapan bagi masa depan yang lebih sejahtera. Semoga 12 meja usaha ini menjadi awal dari perjalanan panjang industri Kembang Sekar untuk semakin maju, mandiri, dan memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar.
19/10/2026 | Humas
Pimpinan BAZNAS Trenggalek Hadiri Rakornas BAZNAS RI 2026, Perkuat Sinergi Zakat untuk Kesejahteraan Umat
Pimpinan BAZNAS Trenggalek Hadiri Rakornas BAZNAS RI 2026, Perkuat Sinergi Zakat untuk Kesejahteraan Umat
JAKARTA – Pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Trenggalek menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) BAZNAS Republik Indonesia Tahun 2026 yang diselenggarakan di Jakarta pada 13–25 Oktober 2026. Kehadiran jajaran pimpinan BAZNAS Trenggalek dalam agenda nasional ini menjadi bagian dari upaya memperkuat koordinasi, menyelaraskan arah kebijakan, serta meningkatkan kualitas pengelolaan zakat, infak, dan sedekah agar semakin optimal dalam memberikan manfaat bagi masyarakat. Tiga pimpinan BAZNAS Kabupaten Trenggalek yang hadir dalam kegiatan tersebut yakni Wakil Ketua I, Ir. H. Rahmat Purwanto; Wakil Ketua II, Kyai Bahauddin; dan Wakil Ketua III, Drs. H. Mahsunudin. Ketiganya mengikuti rangkaian koordinasi yang mempertemukan unsur pimpinan BAZNAS dari berbagai daerah bersama pemerintah dan sejumlah pemangku kepentingan nasional. Rakornas BAZNAS RI 2026 menjadi momentum penting untuk memperkuat konsolidasi pengelolaan zakat nasional, mulai dari strategi pengumpulan dana, peningkatan kualitas pelayanan kepada muzaki, penguatan pendistribusian dan pendayagunaan zakat, hingga pengembangan program pemberdayaan mustahik. Forum ini juga menjadi ruang bagi BAZNAS di tingkat daerah untuk menyelaraskan program kerja dengan prioritas nasional sekaligus mengoptimalkan potensi zakat sesuai karakteristik dan kebutuhan masyarakat di masing-masing wilayah. Salah satu agenda strategis yang menjadi perhatian dalam Rakornas kali ini adalah penetapan target pengumpulan dana Zakat, Infak, Sedekah, dan Dana Sosial Keagamaan Lainnya (ZIS-DSKL) nasional tahun 2027 sebesar Rp70 triliun. Target tersebut mencerminkan besarnya potensi zakat di Indonesia yang dapat dioptimalkan untuk mendukung kesejahteraan masyarakat, memperluas jangkauan bantuan sosial, serta memperkuat berbagai program pemberdayaan ekonomi umat. Bagi BAZNAS Kabupaten Trenggalek, pembahasan target nasional tersebut menjadi pengingat pentingnya membangun kepercayaan masyarakat, memperluas edukasi zakat, meningkatkan kualitas pelayanan kepada muzaki, serta memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, instansi, lembaga, dunia usaha, dan berbagai elemen masyarakat. Dengan pengelolaan yang profesional dan terencana, zakat diharapkan tidak hanya menjadi instrumen ibadah, tetapi juga kekuatan sosial yang mampu menghadirkan perubahan nyata bagi masyarakat yang membutuhkan. Penguatan Kepercayaan Publik dan Tata Kelola Zakat Selain menetapkan target penghimpunan, Rakornas BAZNAS RI 2026 juga membahas pentingnya penguatan kelembagaan dan tata kelola zakat yang profesional, transparan, serta akuntabel. Dalam forum tersebut, Ketua MPR RI Ahmad Muzani mengapresiasi kiprah BAZNAS dalam membantu masyarakat yang membutuhkan, termasuk dukungan kemanusiaan bagi masyarakat Palestina. Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, Yusril Ihza Mahendra, menekankan pentingnya penguatan posisi BAZNAS melalui regulasi perzakatan. Penguatan kelembagaan tersebut diharapkan mampu memberikan landasan yang semakin kokoh bagi BAZNAS dalam menjalankan amanah pengelolaan zakat nasional. Menteri Agama RI juga menegaskan kredibilitas BAZNAS sebagai lembaga pengelola zakat yang menjalankan tata kelola dengan pengawasan ketat. Hal ini menjadi pengingat bahwa kepercayaan publik merupakan fondasi utama dalam menghimpun dan mengelola dana umat. Kepercayaan tersebut harus terus dijaga melalui pelayanan yang baik, pelaporan yang transparan, serta penyaluran dana yang tepat sasaran. Rakornas turut menyoroti pentingnya respons cepat BAZNAS dalam penanganan musibah dan bencana. Kolaborasi dengan pemerintah daerah juga menjadi perhatian utama karena dinilai dapat memperkuat efektivitas program sosial serta mempercepat upaya pengentasan kemiskinan. Di sisi lain, integrasi Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) menjadi salah satu pembahasan strategis untuk meningkatkan ketepatan sasaran penerima manfaat. Melalui pemanfaatan data yang terintegrasi, penyaluran zakat diharapkan semakin terukur, sesuai kebutuhan masyarakat, serta mampu menjangkau kelompok yang benar-benar membutuhkan bantuan. Kolaborasi Dunia Usaha dan Penguatan Program Prioritas Rakornas BAZNAS RI 2026 juga mendorong perluasan kolaborasi dengan berbagai sektor, termasuk dunia usaha. Kerja sama BAZNAS RI dengan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menjadi salah satu langkah untuk mengoptimalkan potensi ZIS di lingkungan dunia usaha sekaligus mendukung pelatihan bagi pekerja migran. Selain itu, BAZNAS memperkuat strategi penghimpunan zakat melalui perluasan segmen muzaki, peningkatan kualitas layanan, serta pengelolaan hubungan dengan para muzaki secara berkelanjutan. Pendekatan ini penting untuk membangun kesadaran masyarakat bahwa zakat yang ditunaikan melalui lembaga resmi dapat dikelola secara terarah dan memberikan manfaat yang lebih luas. Kepercayaan publik juga menjadi perhatian dalam pengembangan potensi zakat. Dukungan masyarakat, pemerintah, dan dunia usaha diperlukan agar dana ZIS-DSKL dapat dihimpun secara optimal dan disalurkan melalui program-program yang memberikan dampak nyata. Dalam rangka memperkuat pelayanan kepada mustahik, BAZNAS juga mendorong penerapan tata kelola berbasis sistem. Digitalisasi dan penguatan sistem kerja diharapkan mampu meningkatkan efisiensi pelayanan, memperbaiki koordinasi antarlembaga, serta mendukung proses pengelolaan zakat yang semakin tertib dan terukur. Salah satu hasil penting Rakornas adalah ajakan kepada seluruh BAZNAS provinsi dan kabupaten/kota untuk menyukseskan 13 Program Prioritas BAZNAS periode 2026–2031. Program-program tersebut mencakup berbagai bidang, mulai dari pengentasan kemiskinan, pendidikan, kesehatan, perumahan layak, pemberdayaan ekonomi, pangan, lingkungan, hingga tanggap bencana dan kemanusiaan. Pelaksanaannya perlu disesuaikan dengan potensi, karakteristik, serta kebutuhan masyarakat di setiap daerah. BAZNAS Trenggalek Siap Perkuat Dampak Zakat di Daerah Keikutsertaan pimpinan BAZNAS Kabupaten Trenggalek dalam Rakornas ini diharapkan semakin memperkuat langkah pengelolaan zakat di daerah. Berbagai arah kebijakan, strategi, dan materi koordinasi yang dibahas menjadi referensi penting untuk mengembangkan program yang lebih efektif, inovatif, dan berorientasi pada peningkatan kesejahteraan mustahik. BAZNAS Kabupaten Trenggalek terus berupaya mengoptimalkan potensi zakat, infak, dan sedekah melalui program-program yang menyentuh kebutuhan masyarakat. Mulai dari bantuan biaya hidup, dukungan pendidikan, bantuan perbaikan rumah tidak layak huni, penanganan dampak kebakaran, hingga distribusi air bersih dan pemberdayaan masyarakat, seluruh ikhtiar tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan manfaat zakat secara nyata. Semangat konsolidasi nasional ini sekaligus menegaskan bahwa keberhasilan pengelolaan zakat tidak hanya diukur dari besarnya dana yang berhasil dihimpun, tetapi juga dari seberapa luas manfaat yang dirasakan masyarakat. Zakat diharapkan mampu menjadi jembatan kepedulian antara muzaki dan mustahik, membantu keluarga yang menghadapi kesulitan, serta membuka peluang bagi masyarakat untuk bangkit dan hidup lebih mandiri. Melalui partisipasi dalam Rakornas BAZNAS RI 2026, pimpinan BAZNAS Kabupaten Trenggalek meneguhkan komitmen untuk terus memperkuat sinergi, meningkatkan kualitas pelayanan, menjaga amanah para muzaki, dan memastikan penyaluran zakat semakin tepat sasaran. Dengan semangat “Konsolidasi Zakat Indonesia yang Produktif dan Berdampak”, BAZNAS diharapkan terus tumbuh menjadi lembaga yang amanah dan profesional, sekaligus menjadi penggerak kebaikan yang mampu menghadirkan harapan bagi masyarakat. Sebab, setiap zakat yang ditunaikan bukan sekadar angka dalam laporan penghimpunan, melainkan amanah yang harus diwujudkan menjadi manfaat, kemandirian, dan kesejahteraan umat.
15/10/2026 | Humas
BAZNAS Trenggalek Salurkan Bantuan Air Bersih ke 11 Titik, Hadirkan Harapan bagi Masyarakat yang Membutuhkan
BAZNAS Trenggalek Salurkan Bantuan Air Bersih ke 11 Titik, Hadirkan Harapan bagi Masyarakat yang Membutuhkan
Air bersih bukan sekadar kebutuhan sehari-hari, melainkan sumber kehidupan yang memiliki arti besar bagi setiap keluarga. Di balik setiap tetes air, tersimpan harapan akan kesehatan, kebersihan, dan keberlangsungan hidup yang lebih baik. Namun, bagi sebagian masyarakat, mendapatkan air bersih yang layak masih menjadi tantangan tersendiri, terutama ketika kondisi lingkungan dan keterbatasan sumber air membuat kebutuhan dasar tersebut sulit terpenuhi. Berangkat dari kepedulian terhadap kebutuhan masyarakat, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Trenggalek menyalurkan bantuan air bersih melalui Program Bantuan 1,2 Juta Liter Air Bersih BAZNAS Provinsi Jawa Timur. Penyaluran bantuan dilaksanakan selama lima hari, mulai 5 hingga 9 Oktober 2026, dengan menjangkau 11 titik di wilayah Kabupaten Trenggalek. Program ini menjadi bagian dari ikhtiar bersama untuk membantu masyarakat memperoleh akses air bersih yang dibutuhkan dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban warga, khususnya mereka yang mengalami keterbatasan pasokan air bersih, sehingga kebutuhan dasar keluarga dapat terpenuhi dengan lebih baik. Bagi masyarakat yang mengalami kesulitan mendapatkan air, kehadiran bantuan ini tentu memiliki arti yang lebih dari sekadar distribusi air. Air bersih menjadi kebutuhan penting untuk memasak, menyiapkan makanan, mencuci, menjaga kebersihan lingkungan, hingga memenuhi kebutuhan sanitasi keluarga. Ketersediaan air yang memadai juga berperan dalam menjaga kesehatan dan mendukung kualitas hidup masyarakat. Melalui program ini, BAZNAS berupaya menghadirkan manfaat zakat, infak, dan sedekah secara nyata di tengah kehidupan masyarakat. Bantuan yang disalurkan tidak hanya berorientasi pada pemenuhan kebutuhan sesaat, tetapi juga menjadi wujud kepedulian terhadap kesejahteraan dan kemanusiaan. Sebab, ketika kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi, keluarga memiliki kesempatan lebih besar untuk menjalani aktivitas sehari-hari dengan aman dan nyaman. Penyaluran air bersih ke 11 titik di Kabupaten Trenggalek juga mencerminkan pentingnya kerja sama dalam menghadirkan solusi bagi persoalan masyarakat. Kolaborasi antara BAZNAS Provinsi Jawa Timur dan BAZNAS Kabupaten Trenggalek menjadi langkah konkret untuk memperluas jangkauan manfaat program sekaligus memperkuat peran zakat sebagai instrumen kepedulian sosial. Sinergi tersebut menunjukkan bahwa pengelolaan zakat tidak hanya diwujudkan melalui bantuan pendidikan, pemberdayaan ekonomi, maupun santunan sosial, tetapi juga melalui pemenuhan kebutuhan mendasar yang sangat dekat dengan kehidupan masyarakat. Air bersih menjadi salah satu bentuk bantuan yang manfaatnya dapat dirasakan secara langsung oleh keluarga penerima, karena setiap tetesnya digunakan untuk mendukung aktivitas yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan sehari-hari. Di balik terlaksananya program ini, terdapat amanah dari para muzaki dan donatur yang telah mempercayakan sebagian rezekinya untuk membantu sesama. Kepercayaan tersebut menjadi kekuatan bagi BAZNAS untuk terus menghadirkan program-program yang bermanfaat, menjangkau masyarakat yang membutuhkan, serta memastikan bahwa kebaikan dapat dirasakan secara lebih luas. BAZNAS Kabupaten Trenggalek menyampaikan terima kasih kepada BAZNAS Provinsi Jawa Timur, seluruh muzaki, donatur, dan pihak-pihak yang telah mendukung terselenggaranya program bantuan air bersih ini. Dukungan dan kepedulian yang diberikan menjadi bagian penting dalam perjalanan menghadirkan manfaat bagi masyarakat. Semoga setiap liter air yang disalurkan menjadi sumber kebaikan, setiap bantuan yang diberikan meringankan beban keluarga penerima, dan setiap niat tulus yang menyertainya mendapatkan balasan terbaik dari Allah SWT. Semoga ikhtiar ini menjadi amal jariyah yang terus mengalir pahalanya, menghadirkan keberkahan bagi para muzaki dan donatur, serta menumbuhkan semangat gotong royong untuk saling membantu. Karena sejatinya, kebaikan tidak selalu hadir dalam bentuk yang besar. Terkadang, ia mengalir melalui setetes air yang menghidupkan harapan, menguatkan kehidupan, dan menghadirkan senyum bagi sesama.
15/10/2026 | Humas

Agenda Pimpinan

BAZNAS Trenggalek Serahkan Bantuan Ternak dan Gerobak UMKM dalam ajang BAZNAS Awards 2025
BAZNAS Trenggalek Serahkan Bantuan Ternak dan Gerobak UMKM dalam ajang BAZNAS Awards 2025
BAZNAS Kabupaten Trenggalek terus menunjukkan komitmennya dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat melalui pemanfaatan dana zakat, infak, dan sedekah secara produktif. Salah satu wujud nyata komitmen tersebut diwujudkan melalui penyerahan 20 unit gerobak UMKM (10 Gerobak BAZNAS Prov. Jawa Timur dan 10 Gerobak BAZNAS Trenggalek) dan bantuan ternak kambing kepada jamaah masjid sebagai bagian dari program pemberdayaan ekonomi berbasis masjid. Kegiatan penyerahan bantuan ini menjadi langkah strategis BAZNAS Trenggalek dalam mengoptimalkan peran masjid tidak hanya sebagai pusat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pemberdayaan umat. Jamaah masjid yang menerima bantuan yakni jamaah masjid Matlabul Ulum (Ds. Gador-Kec. Durenan) dan telah melalui proses seleksi serta pendampingan agar bantuan yang diberikan benar-benar tepat sasaran dan berkelanjutan. Bantuan ternak ini tidak hanya ditujukan sebagai pemenuhan kebutuhan jangka pendek, tetapi juga sebagai aset produktif yang dapat berkembang dan memberikan manfaat ekonomi berkelanjutan bagi penerima. Bantuan 20 gerobak UMKM disalurkan kepada pelaku usaha mikro yang selama ini terkendala modal dan sarana usaha. Gerobak tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan untuk berbagai jenis usaha kecil, seperti kuliner, minuman, maupun usaha dagang lainnya yang memiliki potensi meningkatkan pendapatan keluarga. Program bantuan gerobak UMKM dan ternak kambing ini merupakan bagian dari Program Jatim Makmur dan Program Trenggalek Makmur, salah satu program unggulan BAZNAS Jawa Timur dan BAZNAS Trenggalek yang fokus pada pemberdayaan ekonomi mustahik. Melalui program ini, BAZNAS mendorong mustahik agar mampu bertransformasi menjadi muzakki dengan memanfaatkan bantuan secara produktif dan bertanggung jawab. Dalam pelaksanaannya, BAZNAS Trenggalek tidak hanya memberikan bantuan fisik semata, tetapi juga disertai dengan pendampingan dan edukasi. Penerima bantuan diharapkan mampu mengelola usaha dengan baik, menjaga komitmen, serta memanfaatkan bantuan sebagai sarana peningkatan kesejahteraan keluarga. BAZNAS Trenggalek berharap bantuan 20 gerobak UMKM dan ternak kambing ini dapat menjadi pemantik semangat bagi jamaah masjid untuk lebih mandiri secara ekonomi. Dengan pengelolaan yang baik dan dukungan lingkungan sekitar, program ini diharapkan mampu menciptakan lapangan usaha baru, meningkatkan pendapatan keluarga, serta memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat. Melalui program pemberdayaan ekonomi berbasis masjid, BAZNAS Trenggalek terus berupaya menjadikan zakat sebagai instrumen strategis dalam pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan umat. Sinergi antara BAZNAS, pengurus masjid, dan jamaah diharapkan mampu menghadirkan manfaat zakat yang nyata, berkelanjutan, dan penuh keberkahan bagi masyarakat Kabupaten Trenggalek.

24-12-2025 | Humas

BAZNAS Trenggalek serahkan 14 Penghargaan dalam Ajang BAZNAS Awards 2025
BAZNAS Trenggalek serahkan 14 Penghargaan dalam Ajang BAZNAS Awards 2025
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Trenggalek kembali menggelar ajang apresiasi tahunan bertajuk BAZNAS Awards 2025 sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi dan komitmen Unit Pengumpul Zakat (UPZ) dalam mendukung pengelolaan zakat yang profesional, transparan, dan berkelanjutan. Dalam kegiatan ini, BAZNAS Trenggalek menyerahkan total 14 penghargaan kepada UPZ terbaik dari lingkup Pemerintah Kabupaten Trenggalek dan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Trenggalek. BAZNAS Awards 2025 menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara BAZNAS, UPZ, serta seluruh pemangku kepentingan dalam upaya meningkatkan kesadaran dan kepatuhan zakat, khususnya di lingkungan instansi pemerintah dan lembaga pendidikan. Penghargaan ini juga merupakan bentuk apresiasi nyata kepada UPZ yang selama ini konsisten berperan aktif dalam menghimpun zakat, infak, dan sedekah (ZIS) dari para muzakki. Untuk kategori UPZ Pengumpul Zakat Terbaik di Lingkup Pemerintah Kabupaten Trenggalek, BAZNAS Trenggalek memberikan penghargaan kepada 10 UPZ terbaik. Penghargaan terbaik pertama diraih oleh SMP Negeri 3 Tugu yang dinilai unggul dalam konsistensi pengumpulan zakat serta pengelolaan administrasi yang tertib dan akuntabel. Posisi terbaik kedua diraih oleh Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP), disusul Kecamatan Munjungan sebagai terbaik ketiga. Selanjutnya, penghargaan terbaik keempat diraih oleh Badan Kepegawaian Daerah (BKD), sementara Sekretariat Daerah Kabupaten Trenggalek menempati posisi terbaik kelima. Puskesmas Slawe meraih penghargaan terbaik keenam, diikuti Kecamatan Watulimo sebagai terbaik ketujuh. Untuk posisi terbaik kedelapan hingga kesepuluh masing-masing diraih oleh SMP Negeri 1 Watulimo, Kecamatan Tugu, dan SMP Negeri 1 Kampak. Seluruh UPZ penerima penghargaan tersebut dinilai telah menunjukkan komitmen tinggi dalam mendukung optimalisasi penghimpunan zakat melalui mekanisme yang sesuai dengan ketentuan syariat dan regulasi yang berlaku. Konsistensi, transparansi, serta partisipasi aktif dari pimpinan dan pegawai menjadi indikator utama dalam penilaian BAZNAS Trenggalek. Sementara itu, untuk kategori UPZ Terbaik di Lingkup Kantor Kementerian Agama Kabupaten Trenggalek, penghargaan terbaik pertama diraih oleh MTs Negeri 5 Trenggalek. Disusul MAN 2 Trenggalek sebagai terbaik kedua dan MTs Negeri 3 Trenggalek sebagai terbaik ketiga. Ketiga lembaga pendidikan tersebut dinilai berhasil membangun budaya sadar zakat di lingkungan kerja dan mampu menjadi contoh bagi lembaga lainnya. Selain itu, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Trenggalek juga menerima penghargaan khusus atas capaian luar biasa berupa komitmen seluruh pegawai dalam menunaikan zakat sebesar 2,5 persen. Penghargaan ini menjadi bukti kuat sinergi antara BAZNAS dan Kementerian Agama dalam menguatkan peran zakat sebagai instrumen pembangunan umat dan kesejahteraan masyarakat. Melalui BAZNAS Awards 2025, BAZNAS Trenggalek berharap semangat berzakat di lingkungan instansi pemerintah dan lembaga pendidikan semakin meningkat. Apresiasi ini tidak hanya menjadi bentuk penghormatan atas capaian kinerja, tetapi juga sebagai motivasi agar seluruh UPZ terus meningkatkan kualitas pelayanan, pengelolaan, serta kontribusi nyata bagi kesejahteraan masyarakat. Dengan adanya dukungan dan kolaborasi yang kuat antara BAZNAS, UPZ, dan para muzakki, BAZNAS Trenggalek optimistis pengelolaan zakat di Kabupaten Trenggalek akan semakin maju, berdaya guna, dan memberikan dampak nyata bagi mustahik serta pembangunan daerah secara berkelanjutan.

24-12-2025 | Humas

Paguyuban Sound Jenangan Trenggalek (PSJT) Serahkan Bantuan untuk Sumatera dan Aceh Melalui BAZNAS Trenggalek pada BAZNAS Award 2025
Paguyuban Sound Jenangan Trenggalek (PSJT) Serahkan Bantuan untuk Sumatera dan Aceh Melalui BAZNAS Trenggalek pada BAZNAS Award 2025
BAZNAS Kabupaten Trenggalek kembali menerima dukungan dan kepedulian dari berbagai elemen masyarakat. Kali ini, Paguyuban Sound Jenangan Trenggalek (PSJT) menunjukkan solidaritas sosialnya dengan menyerahkan bantuan kemanusiaan untuk saudara-saudara terdampak bencana di Sumatera dan Aceh. Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis melalui BAZNAS Trenggalek dalam rangkaian kegiatan BAZNAS Award 2025 yang digelar di Pendopo Manggala Praja Nugraha Trenggalek senilai Rp.39.872.500,-. Penyerahan bantuan ini menjadi bukti bahwa kepedulian terhadap sesama tidak mengenal batas profesi maupun latar belakang komunitas. PSJT yang dikenal sebagai wadah pelaku dan pecinta sound system di wilayah Trenggalek, turut mengambil peran dalam aksi kemanusiaan dengan menggalang donasi dari para anggotanya untuk membantu masyarakat yang tengah tertimpa musibah. Ketua BAZNAS Kabupaten Trenggalek menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan PSJT kepada BAZNAS sebagai lembaga resmi pengelola zakat, infak, dan sedekah. Menurutnya, kolaborasi dengan komunitas-komunitas masyarakat seperti PSJT merupakan bentuk sinergi yang sangat positif dalam memperluas jangkauan bantuan dan memperkuat solidaritas sosial. “BAZNAS tidak bisa berjalan sendiri. Dukungan dari komunitas, organisasi, dan masyarakat luas seperti Paguyuban Sound Jenangan Trenggalek ini menjadi kekuatan besar bagi kami untuk terus hadir membantu saudara-saudara yang membutuhkan, khususnya korban bencana di Sumatera dan Aceh,” ujarnya. Ia menambahkan, bantuan yang disalurkan melalui BAZNAS akan dikelola secara amanah, transparan, dan tepat sasaran, sesuai dengan prinsip pengelolaan dana umat. Seluruh donasi yang diterima akan segera disalurkan kepada masyarakat terdampak melalui program kebencanaan BAZNAS bekerja sama dengan BAZNAS daerah setempat dan pihak terkait. Perwakilan Paguyuban Sound Jenangan Trenggalek (PSJT) menyampaikan bahwa penyaluran bantuan ini merupakan wujud kepedulian dan empati terhadap penderitaan saudara-saudara sebangsa yang tengah menghadapi musibah. Meski berasal dari komunitas hobi, PSJT ingin menunjukkan bahwa komunitas juga memiliki tanggung jawab sosial dan dapat berkontribusi nyata bagi kemanusiaan. “Kami berharap bantuan yang kami salurkan melalui BAZNAS Trenggalek ini bisa sedikit meringankan beban saudara-saudara kita di Sumatera dan Aceh. Semoga apa yang kami lakukan menjadi amal kebaikan bagi seluruh anggota PSJT,” ungkapnya. Penyerahan bantuan PSJT ini menjadi salah satu momen bermakna dalam pelaksanaan BAZNAS Award 2025, yang tidak hanya menjadi ajang evaluasi dan apresiasi kinerja pengelolaan zakat, tetapi juga wadah untuk memperkuat kolaborasi antara BAZNAS dan masyarakat. Melalui kegiatan ini, BAZNAS Trenggalek berharap semakin banyak komunitas dan elemen masyarakat yang tergerak untuk menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui lembaga resmi, sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas dan merata. Semangat gotong royong dan kepedulian sosial yang ditunjukkan PSJT diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi komunitas lainnya di Kabupaten Trenggalek.

24-12-2025 | Humas

Berita Pendistribusian

BAZNAS Distribusikan Bantuan Bedah Rumah Program Rumah Layak Huni untuk Empat Wa
BAZNAS Distribusikan Bantuan Bedah Rumah Program Rumah Layak Huni untuk Empat Wa
Trenggalek, 05 Desember 2025 — Upaya menghadirkan tempat tinggal yang lebih layak, aman, dan nyaman bagi masyarakat terus menjadi perhatian serius BAZNAS. Melalui Program Rumah Layak Huni dari BAZNAS RI, BAZNAS Kabupaten Trenggalek kembali menyalurkan bantuan bedah rumah kepada empat warga yang berada dalam kondisi serba terbatas. Mereka adalah Ibu Supiyah dari Desa Ngadimulyo-Kec. Kampak, Bapak M. Tohir dari Desa Pandean-Kec. Dongko, Ibu Mijah dari Desa Ngentrong-Kec. Karangan dan Ibu Tumini dari Desa Nglebo-Kec. Suruh yang masing-masing telah lama hidup dalam kondisi hunian yang tak lagi layak ditinggali. Program ini tidak hanya sekadar menghadirkan bangunan fisik, tetapi juga merupakan wujud nyata bahwa dana zakat mampu menjadi pendorong perubahan sosial yang signifikan. Dengan memprioritaskan warga yang tinggal di rumah tidak layak huni, BAZNAS berupaya membuka jalan bagi masyarakat untuk merasakan kehidupan yang lebih bermartabat. Kondisi Rumah Tak Layak yang Menjadi Prioritas Sebagian besar penerima bantuan adalah warga yang bertahun-tahun tinggal di rumah yang sudah lapuk, sempit, dan minim fasilitas. Banyak dari bangunan tersebut tak lagi mampu melindungi penghuninya dari hujan, angin, maupun suhu ekstrem. Pada beberapa lokasi, kondisi lantai masih berupa tanah, dinding rapuh, serta atap yang rawan ambruk setiap saat. Di Desa Ngadimulyo, misalnya, rumah Supiyah telah lama menjadi sorotan masyarakat sekitar. Dengan kondisi ekonomi yang pas-pasan, ia tidak mampu melakukan perbaikan apa pun. Setiap turun hujan, ia cemas memikirkan keselamatan diri dan anggota keluarga. Bantuan dari BAZNAS ini menjadi jawaban atas doa dan harapan yang selama ini ia gantungkan. Sementara itu, di Desa Pandean, rumah milik M. Tohir juga tak kalah memprihatinkan. Lantai kayu yang rapuh, dinding yang berlubang, serta kondisi atap yang bocor membuat aktivitas sehari-hari menjadi semakin berat. Tohir, yang bekerja serabutan, nyaris mustahil melakukan renovasi dengan penghasilannya yang sangat terbatas. Di Desa Ngentrong, situasi yang dialami oleh Mijah pun hampir serupa. Kesederhanaan hidup membuatnya bertahan dalam rumah seadanya, meski kondisi bangunan tersebut sudah jauh dari kata layak. Bantuan dari BAZNAS menjadi angin segar yang membawa harapan baru bagi kehidupan Ibu Mijah dan keluarganya. Sementara itu, di Desa Nglebo, Ibu Tumini menjadi penerima manfaat keempat. Sebagai kepala keluarga yang harus berjuang seorang diri, ia bertahan hidup di rumah dengan kondisi yang memprihatinkan. Tidak jarang ia kesulitan tidur ketika angin kencang datang karena takut rumahnya runtuh kapan saja. Kini, bantuan dari BAZNAS membuat Ibu Tumini bisa bernapas lega dan menatap masa depan dengan lebih percaya diri. Wujud Kepedulian Bersama, Bukan Sekadar Bantuan Proses penyerahan bantuan rumah layak huni ini dilakukan secara langsung oleh BAZNAS Trenggalek dengan melibatkan perangkat desa dan tokoh masyarakat setempat. Hal ini menunjukkan bahwa program tersebut bukan hanya inisiatif lembaga, tetapi disambut sebagai gerakan sosial yang melibatkan seluruh elemen masyarakat. Ketua BAZNAS Trenggalek menyampaikan bahwa bantuan ini merupakan amanah dari para muzakki di seluruh Indonesia melalui BAZNAS RI. Karena itu, proses penyaluran dilakukan dengan penuh tanggung jawab, transparan, dan tepat sasaran. “Program Rumah Layak Huni bukan sekadar membangun rumah, tetapi membangun kembali semangat hidup dan menjaga martabat masyarakat yang selama ini hidup dalam keterbatasan,” ungkapnya. Bantuan ini juga menjadi stimulus agar masyarakat lain turut bergerak dalam semangat gotong royong. Sejumlah warga di sekitar lokasi penerima manfaat juga ikut membantu proses pembangunan, mulai dari pembersihan area, pengangkutan material, hingga kerja bakti bersama. Kehangatan kebersamaan inilah yang membuat setiap rumah yang dibangun terasa lebih hidup dan penuh nilai kebajikan. Menghadirkan Rumah, Menghadirkan Harapan Keempat penerima manfaat tidak mampu menyembunyikan rasa haru dan syukur mereka. Dengan suara yang bergetar, mereka menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu mewujudkan rumah impian mereka. Bagi mereka, bantuan ini bukan hanya soal bangunan baru, tetapi tentang harapan untuk hidup lebih layak, serta lingkungan yang lebih aman bagi keluarga mereka. BAZNAS berharap bahwa Program Rumah Layak Huni dapat menjadi inspirasi dan contoh bahwa pengelolaan zakat yang amanah mampu memberikan dampak besar dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Dengan terus memperluas jangkauan program ini, BAZNAS berkomitmen untuk menghadirkan lebih banyak rumah yang layak, lebih banyak senyuman, dan lebih banyak harapan di tengah masyarakat. Sahabat BAZNAS juga bisa jadi bagian dari aksi kebaikan ini dengan cara sedekah melalui ????kabtrenggalek.baznas.go.id/sedekah atau melalui rekening : Bank Jatim 0222411114 BSI 7555557587 BRI 017701016626538
15/12/2025 | Humas
BAZNAS Trenggalek Serahkan Bantuan Bedah Rumah di 3 desa di Kecamatan Durenan
BAZNAS Trenggalek Serahkan Bantuan Bedah Rumah di 3 desa di Kecamatan Durenan
BAZNAS Kabupaten Trenggalek kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui program bedah rumah. Kali ini, bantuan disalurkan ke tiga titik lokasi berbeda, yakni di desa Semarum, desa Gdor dan desa Kamulan kecamatan Durenan. Program bedah rumah ini merupakan salah satu bentuk nyata dari penyaluran dana zakat, infak, dan sedekah yang dikelola oleh BAZNAS Trenggalek. Sasaran bantuan adalah warga yang tinggal di hunian tidak layak dan tergolong mustahik (penerima zakat) sesuai ketentuan syariah. Pimpinan BAZNAS Trenggalek menyampaikan bahwa program ini tidak hanya bertujuan memberikan tempat tinggal yang layak, tetapi juga membangun kembali semangat dan harapan keluarga penerima bantuan. "Melalui program bedah rumah ini, kami ingin menghadirkan kebahagiaan dan harapan baru bagi saudara-saudara kita yang membutuhkan. Ini adalah bentuk kepedulian dan amanah dari para muzakki yang harus kami jaga dan salurkan dengan tepat sasaran," ungkapnya. Warga penerima manfaat bersyukur dan berterima kasih atas bantuan yang diterima. BAZNAS Trenggalek terus mengajak masyarakat, khususnya para muzakki, untuk menunaikan zakat melalui lembaga resmi. Dengan kolaborasi yang kuat antara umat dan lembaga zakat, diharapkan semakin banyak warga yang dapat merasakan manfaat nyata dari dana zakat. Terima kasih Muzakki, zakat anda memberdayakan banyak umat.
10/12/2025 | Humas
BAZNAS bersama Bupati Trenggalek Berikan Bantuan Bedah Rumah 17 Agustus
BAZNAS bersama Bupati Trenggalek Berikan Bantuan Bedah Rumah 17 Agustus
Raut bahagia terpancar di wajah Mbah Rebo (68 tahun) dan keluarga. Rumahnya menjadi salah satu sasaran program 17 Agustus Bedah 17 Rumah yang digagas oleh BAZNAS Trenggalek. . Kurang lebih sudah setahun sejak rumah milik Mbah Rebo mengalami rubuh akibat kondisi bangunan yang sudah lapuk dimakan usia. Sekarang Mbah Rebo bersama keluarga bisa bernafas lega dan tinggal dengan nyaman dirumahnya yang kini sudah dibedah. . Di momen Peringatan HUT ke-80 Republik Indonesia ini, Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin dan Wakil Bupati Syah Mohamad Natanegara bersama Forkopimda kunjungi rumah Mbah Rebo di Desa Kerjo Kecamatan Karangan, Minggu (17/8/2025). . "Saya terima kasih ke seluruh masyarakat yang telah menasarufkan zakatnya, beginilah suasana semesta zakat di Kabupaten Trenggalek," ucap Mas Bupati Ipin. . "Kita selalu berbagi kebahagiaan di momen 17 Agustus, momen kemerdekaan yang sekecil-kecilnya, sandang papan pangan harus tercukupi, meskipun tidak bisa serentak langsung, tapi berproses, berprogres," sambungnya. . Mas Bupati Ipin menambahkan bahwa kunjungannya tersebut juga untuk mengapresiasi semua pihak. Baik warga yang melaporkan sampai mengusulkan. Hingga sinergitas TNI dan Polri bersama warga sekitar yang gotong royong memperbaiki rumah Mbah Rebo.
10/12/2025 | Humas

Artikel Terbaru

Hari Kesaktian Pancasila: Meneguhkan Nilai Persatuan, Kemanusiaan, dan Kepedulian
Hari Kesaktian Pancasila: Meneguhkan Nilai Persatuan, Kemanusiaan, dan Kepedulian
Setiap tanggal 1 Oktober, bangsa Indonesia memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Peringatan ini menjadi momentum penting untuk mengenang perjalanan sejarah bangsa sekaligus meneguhkan kembali komitmen dalam menjaga Pancasila sebagai dasar negara dan pedoman dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Hari Kesaktian Pancasila tidak sekadar menjadi agenda seremonial tahunan. Lebih dari itu, peringatan ini menjadi ruang untuk merefleksikan kembali nilai-nilai luhur yang terkandung dalam Pancasila serta bagaimana nilai tersebut dapat diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari. Pancasila lahir dari perjalanan panjang bangsa Indonesia dalam mencari titik temu di tengah keberagaman. Perbedaan suku, agama, budaya, bahasa, maupun latar belakang sosial bukan menjadi alasan untuk terpecah, melainkan menjadi kekuatan yang memperkaya kehidupan bangsa. Karena itu, semangat persatuan menjadi salah satu nilai penting yang perlu terus dirawat oleh seluruh masyarakat. Peringatan Hari Kesaktian Pancasila juga mengingatkan bahwa menjaga Pancasila bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah atau lembaga negara. Setiap warga negara memiliki peran dalam mengamalkan nilai-nilai Pancasila sesuai dengan kapasitas dan lingkungan masing-masing. Dalam kehidupan sosial, pengamalan Pancasila dapat diwujudkan melalui sikap saling menghormati, gotong royong, membantu sesama, serta memberikan ruang bagi setiap orang untuk hidup dengan aman dan bermartabat. Kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan juga merupakan bagian penting dari semangat kemanusiaan dan keadilan sosial. Semangat tersebut memiliki keterkaitan erat dengan berbagai gerakan sosial dan kemanusiaan yang tumbuh di tengah masyarakat. Kepedulian terhadap kaum dhuafa, santunan kepada anak yatim, bantuan pendidikan, pelayanan kesehatan, bantuan kebencanaan, hingga pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat merupakan bentuk nyata kepedulian sosial. Dalam konteks pengelolaan zakat, infak, dan sedekah, nilai-nilai tersebut semakin relevan. Zakat tidak hanya memiliki dimensi ibadah, tetapi juga memiliki dimensi sosial yang mendorong terwujudnya kepedulian dan kebermanfaatan bagi masyarakat. Melalui zakat, masyarakat yang memiliki kemampuan dapat berbagi dengan mereka yang membutuhkan. Dari sana tumbuh semangat untuk saling membantu dan memperkuat ketahanan sosial. Ketika kepedulian tersebut dilakukan secara bersama-sama, manfaatnya dapat dirasakan lebih luas. Hari Kesaktian Pancasila menjadi pengingat bahwa nilai-nilai kebangsaan tidak berhenti pada hafalan lima sila. Pancasila perlu hadir dalam tindakan nyata. Ketuhanan diwujudkan melalui sikap saling menghormati dan menjalankan keyakinan dengan penuh tanggung jawab. Kemanusiaan diwujudkan dengan memperlakukan sesama secara adil dan bermartabat. Persatuan diwujudkan dengan menjaga kebersamaan di tengah perbedaan. Sementara itu, semangat kerakyatan dapat diwujudkan melalui budaya musyawarah dan kepedulian terhadap kepentingan bersama. Adapun keadilan sosial dapat terus diupayakan melalui berbagai tindakan yang membantu mengurangi kesenjangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Di tengah perkembangan zaman dan derasnya arus informasi, nilai-nilai Pancasila juga menghadapi tantangan baru. Masyarakat dituntut untuk semakin bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi. Perbedaan pendapat hendaknya tidak menjadi alasan untuk saling bermusuhan. Sebaliknya, keberagaman pandangan perlu dikelola melalui dialog, saling menghargai, dan semangat persaudaraan. Generasi muda memiliki peran penting dalam menjaga nilai-nilai tersebut. Mereka bukan hanya penerus bangsa, tetapi juga bagian dari kekuatan yang menentukan wajah Indonesia di masa depan. Dengan membangun karakter yang berintegritas, peduli terhadap sesama, menghargai keberagaman, serta aktif memberikan kontribusi positif bagi lingkungan, generasi muda dapat menjadi bagian dari upaya menjaga persatuan Indonesia. Peringatan Hari Kesaktian Pancasila pada 1 Oktober 2026, dengan demikian, dapat menjadi momentum untuk memperkuat kembali semangat kebersamaan. Pancasila bukan hanya dasar negara, tetapi juga nilai yang dapat menjadi landasan dalam membangun kehidupan sosial yang lebih harmonis, adil, dan penuh kepedulian. Bagi masyarakat, mengamalkan Pancasila dapat dimulai dari hal-hal sederhana: membantu tetangga yang membutuhkan, bergotong royong, menghormati perbedaan, menjaga lingkungan, berbagi kepada sesama, serta mengutamakan kepentingan bersama. Sebab, kekuatan Pancasila pada akhirnya tidak hanya tercermin dalam simbol dan slogan, tetapi juga dalam tindakan nyata seluruh masyarakat. Selamat memperingati Hari Kesaktian Pancasila, 1 Oktober 2026. Mari terus menjaga persatuan, memperkuat kepedulian, dan menghadirkan nilai-nilai Pancasila melalui karya serta kebaikan nyata untuk Indonesia yang lebih harmonis, adil, dan sejahtera.
01/10/2026 | Humas
Rabiul Akhir, Saatnya Memperkuat Iman dan Kepedulian Sosial
Rabiul Akhir, Saatnya Memperkuat Iman dan Kepedulian Sosial
Rabiul Akhir merupakan salah satu bulan dalam kalender Hijriah yang dapat menjadi momentum bagi umat Islam untuk terus melakukan introspeksi dan memperkuat kualitas keimanan. Setelah melewati bulan-bulan sebelumnya dengan berbagai aktivitas kehidupan, hadirnya Rabiul Akhir dapat menjadi pengingat bahwa perjalanan waktu seharusnya selalu diiringi dengan peningkatan amal, kepedulian, dan kebermanfaatan bagi sesama. Dalam kehidupan seorang Muslim, keimanan tidak hanya tercermin dari hubungan manusia dengan Allah SWT, tetapi juga dari bagaimana seseorang membangun hubungan yang baik dengan sesama. Keimanan yang tumbuh dalam hati diharapkan melahirkan kepedulian, kasih sayang, sikap saling membantu, serta keinginan untuk memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar. Rabiul Akhir dapat menjadi momentum untuk kembali melihat kondisi di sekitar kita. Di tengah kehidupan masyarakat, masih terdapat saudara-saudara kita yang menghadapi berbagai keterbatasan. Ada keluarga yang kesulitan memenuhi kebutuhan pangan, anak-anak yang membutuhkan dukungan pendidikan, lansia yang hidup dalam keterbatasan, hingga masyarakat yang membutuhkan bantuan ketika menghadapi musibah dan bencana. Kondisi tersebut mengingatkan bahwa kepedulian sosial bukan sekadar pilihan, tetapi bagian dari nilai kehidupan yang perlu terus ditumbuhkan. Setiap orang memiliki kesempatan untuk berbuat baik sesuai dengan kemampuan yang dimiliki. Salah satu bentuk nyata kepedulian tersebut adalah melalui zakat, infak, dan sedekah. Ketiganya dapat menjadi sarana untuk membantu masyarakat yang membutuhkan sekaligus memperkuat solidaritas di tengah kehidupan sosial. Zakat memiliki kedudukan penting dalam ajaran Islam. Selain sebagai bentuk ketaatan kepada Allah SWT, zakat memiliki dimensi sosial yang sangat kuat. Melalui zakat, sebagian harta yang dimiliki oleh mereka yang berkewajiban menunaikannya disalurkan kepada golongan yang berhak menerima. Dengan demikian, zakat menjadi salah satu instrumen yang dapat membantu menghadirkan kemanfaatan dan memperkuat kepedulian di tengah masyarakat. Sementara itu, infak dan sedekah memberikan ruang yang lebih luas bagi setiap orang untuk berbagi. Tidak harus menunggu memiliki harta yang berlimpah. Kebaikan dapat dimulai dari sesuatu yang sederhana. Memberikan makanan kepada orang yang membutuhkan, membantu biaya pendidikan, mendukung kebutuhan kesehatan, memberikan bantuan kepada lansia dhuafa, hingga menyisihkan sebagian rezeki untuk program sosial merupakan bentuk kepedulian yang memiliki arti bagi penerimanya. Rabiul Akhir juga dapat menjadi momentum untuk mengubah cara pandang terhadap harta. Harta bukan hanya tentang apa yang kita miliki, tetapi juga tentang bagaimana kita menggunakannya untuk menghadirkan manfaat. Ketika sebagian rezeki disisihkan untuk membantu sesama, di situlah tumbuh nilai kebermanfaatan yang lebih luas. Kepedulian sosial pun tidak selalu harus diwujudkan dalam bentuk materi. Menolong tetangga, memberikan waktu untuk membantu kegiatan sosial, menguatkan seseorang yang sedang mengalami kesulitan, menjaga lingkungan, serta ikut bergotong royong juga merupakan bentuk amal kebaikan. Di era digital seperti saat ini, semangat berbagi bahkan dapat dilakukan dengan cara yang semakin mudah. Masyarakat dapat menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui lembaga yang terpercaya sehingga dana yang dihimpun dapat dikelola dan disalurkan kepada penerima manfaat sesuai dengan ketentuan dan kebutuhan. Namun, lebih dari sekadar menyalurkan bantuan, kepedulian sosial hendaknya juga diarahkan pada upaya membangun kemandirian masyarakat. Bantuan pendidikan, pemberdayaan ekonomi, pelayanan kesehatan, bantuan kebutuhan dasar, hingga program kebencanaan merupakan bagian dari ikhtiar untuk menghadirkan manfaat yang berkelanjutan. Semangat inilah yang perlu terus dirawat. Sebab, masyarakat yang kuat bukan hanya dibangun oleh mereka yang memiliki kemampuan lebih, tetapi juga oleh kepedulian yang tumbuh dan dilakukan secara bersama-sama. Rabiul Akhir menjadi pengingat bahwa waktu terus berjalan. Setiap hari yang dilewati merupakan kesempatan untuk memperbaiki diri dan menambah amal kebaikan. Jangan sampai kesempatan tersebut berlalu tanpa meninggalkan manfaat bagi orang lain. Mari menjadikan Rabiul Akhir sebagai momentum untuk memperkuat hubungan dengan Allah SWT sekaligus mempererat hubungan dengan sesama. Memperbanyak ibadah, memperbaiki akhlak, menunaikan zakat, memperbanyak infak dan sedekah, serta menghadirkan kepedulian kepada mereka yang membutuhkan. Karena sejatinya, kebaikan yang kita berikan kepada sesama bukan hanya menghadirkan kebahagiaan bagi penerimanya. Kebaikan juga menjadi bagian dari perjalanan amal yang semoga mendapatkan keberkahan dan ridha Allah SWT. Rabiul Akhir bukan sekadar pergantian bulan dalam kalender Hijriah. Ia dapat menjadi momentum untuk kembali bertanya kepada diri sendiri: sudahkah kehadiran kita memberikan manfaat bagi orang lain? Mari isi Rabiul Akhir dengan lebih banyak kebaikan. Mari kuatkan iman dengan kepedulian, hadirkan manfaat melalui zakat dan sedekah, serta bersama-sama membangun masyarakat yang lebih peduli, berdaya, dan penuh keberkahan.
01/10/2026 | Humas
Keberkahan Bulan Safar yang Bisa Anda Raih dengan Amalan Sederhana
Keberkahan Bulan Safar yang Bisa Anda Raih dengan Amalan Sederhana
Banyak umat Islam masih memiliki berbagai pertanyaan mengenai keberkahan bulan safar. Sebagian masyarakat bahkan masih dipengaruhi oleh anggapan bahwa bulan Safar adalah bulan yang membawa kesialan. Padahal, keyakinan tersebut tidak memiliki dasar yang benar dalam ajaran Islam. Rasulullah justru mengajarkan agar seorang muslim selalu bertawakal kepada Allah SWT dan tidak mempercayai mitos yang bertentangan dengan akidah. Memahami keberkahan bulan safar menjadi penting agar setiap muslim mampu mengisi bulan ini dengan amal saleh. Dalam Islam, seluruh waktu yang Allah SWT ciptakan merupakan kesempatan untuk memperbanyak ibadah. Tidak ada bulan yang menjadi sumber kesialan karena segala sesuatu terjadi atas izin dan kehendak Allah SWT. Melalui artikel ini, kita akan membahas keberkahan bulan safar, berbagai amalan sederhana yang dapat dilakukan, serta hikmah yang bisa dipetik berdasarkan Al-Qur'an, hadis, dan penjelasan para ulama. Dengan demikian, kita dapat menjalani bulan Safar dengan penuh optimisme dan keimanan. Memahami Keberkahan Bulan Safar Menurut Islam Banyak orang belum memahami bahwa keberkahan bulan safar tidak diukur dari berbagai mitos yang berkembang di masyarakat. Islam datang untuk menghapus keyakinan jahiliah yang menganggap bulan tertentu membawa nasib buruk. Rasulullah bersabda bahwa tidak ada kesialan pada bulan Safar sehingga seorang muslim tidak boleh menggantungkan keyakinannya kepada mitos. Memahami keberkahan bulan safar berarti menyadari bahwa semua bulan adalah ciptaan Allah SWT. Setiap waktu merupakan kesempatan untuk meningkatkan kualitas ibadah, memperbaiki akhlak, dan memperbanyak amal saleh. Oleh karena itu, bulan Safar tidak berbeda dengan bulan lainnya dalam hal peluang memperoleh pahala. Selain itu, keberkahan bulan safar dapat diraih melalui keyakinan yang benar kepada Allah SWT. Ketika seorang muslim meninggalkan prasangka buruk terhadap suatu bulan, maka ia telah menjaga kemurnian akidah dan memperkuat tawakal kepada Allah SWT. Para ulama juga menjelaskan bahwa keberkahan bulan safar tidak terletak pada ritual-ritual khusus yang tidak memiliki dalil. Sebaliknya, keberkahan hadir ketika seorang muslim mengisi waktunya dengan ibadah yang disyariatkan dan menjauhi segala bentuk bid'ah maupun khurafat. Dengan memahami hakikat keberkahan bulan safar, seorang muslim akan lebih tenang dalam menjalani kehidupannya. Ia tidak lagi merasa takut terhadap bulan tertentu, tetapi lebih fokus memperbaiki hubungan dengan Allah SWT dan sesama manusia. Amalan Sederhana untuk Meraih Keberkahan Bulan Safar Salah satu cara memperoleh keberkahan bulan safar adalah memperbanyak salat sunnah. Salat Dhuha, Tahajud, maupun salat Rawatib merupakan ibadah yang memiliki keutamaan besar dan dapat dilakukan kapan saja sepanjang tahun, termasuk pada bulan Safar. Membaca Al-Qur'an setiap hari juga menjadi jalan meraih keberkahan bulan safar. Al-Qur'an adalah petunjuk hidup bagi umat Islam. Dengan rutin membacanya, seorang muslim akan memperoleh ketenangan hati sekaligus tambahan pahala dari Allah SWT. Memperbanyak istigfar merupakan amalan sederhana yang sangat dianjurkan untuk mendapatkan keberkahan bulan safar. Rasulullah sendiri memperbanyak istigfar setiap hari sebagai bentuk ketundukan dan permohonan ampun kepada Allah SWT. Sedekah juga menjadi salah satu amalan yang dapat menghadirkan keberkahan bulan safar. Tidak harus dalam jumlah besar, sedekah sekecil apa pun akan bernilai di sisi Allah apabila dilakukan dengan ikhlas dan mengharap ridha-Nya. Selain itu, menjaga silaturahmi menjadi bagian penting dalam memperoleh keberkahan bulan safar. Menjalin hubungan baik dengan keluarga, tetangga, dan sesama muslim merupakan akhlak mulia yang sangat dianjurkan dalam Islam. Hikmah Keberkahan Bulan Safar bagi Kehidupan Muslim Memahami keberkahan bulan safar mengajarkan umat Islam untuk tidak mudah percaya terhadap mitos yang berkembang di tengah masyarakat. Seorang muslim hanya menggantungkan harapan dan rasa takut kepada Allah SWT semata. Selanjutnya, keberkahan bulan safar memberikan pelajaran tentang pentingnya memperkuat tawakal. Apa pun yang terjadi dalam kehidupan seseorang merupakan bagian dari takdir Allah SWT yang penuh hikmah. Melalui keberkahan bulan safar, seorang muslim juga belajar memanfaatkan waktu secara maksimal. Setiap hari yang Allah berikan merupakan kesempatan untuk menambah amal kebaikan sebelum datangnya kematian. Tidak hanya itu, keberkahan bulan safar juga mengingatkan bahwa amal saleh tidak dibatasi oleh bulan tertentu. Selama seseorang beriman dan beramal dengan ikhlas, maka Allah SWT akan memberikan balasan terbaik. Akhirnya, keberkahan bulan safar menjadi momentum untuk memperbaiki kualitas ibadah, memperkuat keimanan, serta meningkatkan hubungan sosial dengan sesama. Inilah hakikat keberkahan yang sebenarnya menurut ajaran Islam. Kesalahan yang Harus Dihindari Saat Memahami Keberkahan Bulan Safar Masih ada sebagian masyarakat yang mengaitkan keberkahan bulan safar dengan berbagai ritual yang tidak memiliki landasan syariat. Seorang muslim hendaknya berhati-hati agar tidak mengikuti amalan yang tidak memiliki dalil dari Al-Qur'an maupun hadis yang sahih. Kesalahan berikutnya adalah mempercayai bahwa keberkahan bulan safar hanya bisa diperoleh melalui amalan tertentu yang dianggap wajib. Padahal, Islam tidak menetapkan ibadah khusus yang hanya berlaku pada bulan Safar. Ada pula yang menunda berbagai aktivitas karena menganggap bulan Safar membawa kesialan. Pemahaman seperti ini bertentangan dengan ajaran Islam mengenai keberkahan bulan safar, sebab segala sesuatu berada di bawah kehendak Allah SWT. Kesalahan lainnya ialah lebih mempercayai ramalan dibandingkan petunjuk agama. Keberkahan bulan safar tidak akan diraih apabila seseorang masih bergantung kepada kepercayaan yang bertentangan dengan tauhid. Oleh sebab itu, memahami keberkahan bulan safar harus selalu didasarkan pada ilmu yang benar. Belajarlah kepada Al-Qur'an, hadis, dan penjelasan ulama yang terpercaya agar tidak terjerumus ke dalam kesalahan akidah. Pada hakikatnya, keberkahan bulan safar dapat diraih oleh setiap muslim melalui amal saleh yang dilakukan dengan ikhlas dan sesuai tuntunan Rasulullah. Tidak ada dalil yang menunjukkan bahwa bulan Safar adalah bulan kesialan. Sebaliknya, bulan ini merupakan kesempatan untuk memperbanyak ibadah, memperkuat tawakal, meningkatkan sedekah, memperbanyak membaca Al-Qur'an, beristigfar, dan menjaga silaturahmi. Semoga dengan memahami keberkahan bulan safar, kita semakin yakin bahwa seluruh waktu yang Allah SWT ciptakan adalah ladang pahala. Mari mengisi bulan Safar dengan amal-amal terbaik, menjauhi mitos yang tidak berdasar, serta terus mendekatkan diri kepada Allah SWT agar memperoleh keberkahan di dunia maupun akhirat. Mari sempurnakan ibadah di Bulan Safar dengan berzakat melalui BAZNAS, cukup klik link berikut ini:
03/08/2026 | Humas

BAZNAS TV