
Berita Terkini
BAZNAS Jawa Timur Lakukan Monitoring dan Evaluasi di BAZNAS Trenggalek, Perkuat Tata Kelola dan Optimalkan Dampak Program untuk Masyarakat
Komitmen dalam mewujudkan pengelolaan zakat yang profesional, akuntabel, dan berdampak terus diperkuat oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS). Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) yang dilaksanakan oleh BAZNAS Provinsi Jawa Timur kepada BAZNAS Kabupaten Trenggalek. Kegiatan ini menjadi bagian dari pembinaan rutin guna memastikan seluruh program yang dijalankan, baik program yang bersumber dari BAZNAS Jawa Timur maupun program unggulan BAZNAS Kabupaten Trenggalek, berjalan sesuai ketentuan, tepat sasaran, serta memberikan manfaat yang optimal bagi masyarakat.
Monitoring dan evaluasi ini dihadiri oleh tim dari BAZNAS Provinsi Jawa Timur bersama jajaran pimpinan, amil, dan staf BAZNAS Kabupaten Trenggalek. Dalam suasana yang penuh semangat kolaborasi, kedua belah pihak berdiskusi mengenai capaian program, tantangan yang dihadapi di lapangan, hingga strategi penguatan kelembagaan dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan kepada para mustahik dan muzaki.
Kegiatan diawali dengan pemaparan berbagai program yang telah dilaksanakan oleh BAZNAS Kabupaten Trenggalek. Mulai dari program pendidikan, kesehatan, kemanusiaan, ekonomi produktif, dakwah dan advokasi, hingga program tanggap bencana yang selama ini menjadi bagian penting dalam pelayanan kepada masyarakat. Selain itu, turut dipaparkan pula berbagai inovasi penghimpunan zakat, infak, dan sedekah yang dilakukan untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan dana ZIS.
Tim Monitoring dan Evaluasi dari BAZNAS Jawa Timur kemudian melakukan peninjauan terhadap aspek administrasi, tata kelola kelembagaan, pelaporan keuangan, dokumentasi kegiatan, mekanisme pendistribusian dan pendayagunaan dana zakat, serta implementasi berbagai program bantuan yang berasal dari BAZNAS Provinsi Jawa Timur. Seluruh proses dilakukan secara komprehensif dengan tujuan memberikan masukan yang konstruktif bagi peningkatan kualitas pelayanan BAZNAS Trenggalek.
Tidak hanya melakukan evaluasi administrasi, tim BAZNAS Jawa Timur juga memberikan berbagai arahan strategis terkait penguatan tata kelola organisasi, peningkatan kualitas pelaporan, optimalisasi penghimpunan dana ZIS, serta pengembangan program pemberdayaan masyarakat yang lebih berkelanjutan. Hal tersebut diharapkan mampu memperkuat peran BAZNAS sebagai lembaga yang dipercaya masyarakat dalam mengelola dana zakat secara amanah dan profesional.
Ketua BAZNAS Kabupaten Trenggalek menyampaikan apresiasi atas kunjungan dan pendampingan yang dilakukan oleh BAZNAS Jawa Timur. Menurutnya, kegiatan monitoring dan evaluasi bukan sekadar proses penilaian, melainkan menjadi momentum pembelajaran untuk terus melakukan perbaikan dan inovasi dalam menjalankan amanah pengelolaan zakat.
"Monitoring dan evaluasi ini menjadi sarana yang sangat penting bagi kami untuk melihat sejauh mana program-program yang telah dijalankan dapat memberikan manfaat kepada masyarakat. Berbagai masukan dari BAZNAS Jawa Timur menjadi bekal bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan, memperkuat tata kelola, dan menghadirkan program-program yang semakin berdampak," ujarnya.
Sementara itu, tim BAZNAS Jawa Timur menegaskan bahwa monitoring dan evaluasi merupakan bagian dari komitmen bersama dalam menjaga kualitas pengelolaan zakat di seluruh kabupaten dan kota di Jawa Timur. Dengan adanya pembinaan yang berkesinambungan, diharapkan seluruh BAZNAS daerah mampu terus berkembang, meningkatkan profesionalisme, serta menghadirkan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Selain membahas pelaksanaan program yang telah berjalan, forum monitoring juga dimanfaatkan untuk berdiskusi mengenai peluang pengembangan program ke depan. Berbagai ide dan strategi disampaikan, mulai dari penguatan pemberdayaan ekonomi mustahik, digitalisasi penghimpunan zakat, peningkatan sinergi dengan pemerintah daerah, dunia usaha, lembaga pendidikan, hingga perluasan kolaborasi dengan berbagai mitra strategis.
Melalui evaluasi yang dilakukan secara berkala, setiap program dapat diukur efektivitasnya sehingga mampu menghasilkan perbaikan yang berkelanjutan. Pendekatan ini menjadi salah satu langkah penting agar dana zakat, infak, dan sedekah yang dititipkan masyarakat benar-benar memberikan manfaat yang luas serta mampu meningkatkan kesejahteraan para mustahik.
Kegiatan monitoring dan evaluasi ini juga mencerminkan kuatnya sinergi antara BAZNAS Provinsi Jawa Timur dan BAZNAS Kabupaten Trenggalek dalam membangun ekosistem pengelolaan zakat yang modern, transparan, dan akuntabel. Sinergi tersebut menjadi modal penting dalam memperkuat kepercayaan masyarakat sekaligus memperluas dampak program-program sosial yang dilaksanakan.
Dengan adanya monitoring dan evaluasi ini, diharapkan BAZNAS Kabupaten Trenggalek semakin siap menghadapi tantangan pengelolaan zakat di masa mendatang. Berbekal semangat profesionalisme, inovasi, dan kolaborasi, BAZNAS Trenggalek berkomitmen untuk terus menghadirkan pelayanan terbaik, memperkuat pemberdayaan umat, serta memastikan setiap dana zakat, infak, dan sedekah yang dihimpun dapat dikelola secara amanah, transparan, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kabupaten Trenggalek.
18/07/2026 | Humas
BAZNAS Trenggalek Wujudkan Hunian Layak bagi Warga, Serahkan Bantuan Bedah Rumah kepada Bapak Sardi di Kecamatan Bendungan
Komitmen BAZNAS Kabupaten Trenggalek dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat terus diwujudkan melalui berbagai program kemanusiaan. Salah satunya melalui program bedah rumah bagi warga kurang mampu. Kali ini, bantuan disalurkan kepada Bapak Sardi, warga Dusun Srabah RT 03 RW 02, Desa Srabah, Kecamatan Bendungan, Kabupaten Trenggalek.
Penyerahan bantuan dilakukan secara langsung oleh Ketua BAZNAS Kabupaten Trenggalek, H. Mahsun Ismail, didampingi Wakil Ketua II BAZNAS Kabupaten Trenggalek, KH. Bahaudin, sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan hunian yang aman, sehat, dan layak huni.
Program bedah rumah ini merupakan salah satu implementasi nyata pendayagunaan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang diamanahkan oleh para muzaki melalui BAZNAS. Selain membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, program ini juga menjadi upaya menghadirkan kehidupan yang lebih layak bagi keluarga penerima manfaat.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua BAZNAS Kabupaten Trenggalek, H. Mahsun Ismail, menyampaikan bahwa rumah merupakan kebutuhan mendasar yang memiliki peran penting dalam menunjang kualitas hidup sebuah keluarga. Oleh karena itu, BAZNAS terus berupaya menghadirkan berbagai program yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat, khususnya mereka yang tergolong mustahik.
"Melalui program bedah rumah ini, kami berharap Bapak Sardi beserta keluarga dapat tinggal di rumah yang lebih aman, nyaman, dan sehat. Semoga bantuan ini menjadi penyemangat untuk menjalani kehidupan yang lebih baik. Ini adalah amanah dari para muzaki yang telah mempercayakan zakat, infak, dan sedekahnya kepada BAZNAS," ungkapnya.
Sementara itu, Wakil Ketua II BAZNAS Kabupaten Trenggalek, KH. Bahaudin, menegaskan bahwa zakat tidak hanya memiliki dimensi ibadah, tetapi juga menjadi instrumen pemberdayaan sosial yang mampu menghadirkan perubahan nyata di tengah masyarakat.
Menurutnya, program bedah rumah menjadi salah satu bentuk nyata bagaimana zakat dapat memberikan dampak jangka panjang bagi penerima manfaat. Dengan memiliki tempat tinggal yang layak, keluarga penerima dapat menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih nyaman dan memiliki semangat baru untuk meningkatkan taraf hidupnya.
"Bantuan ini bukan sekadar memperbaiki bangunan rumah, tetapi juga menghadirkan harapan baru bagi keluarga penerima. Kami berharap masyarakat yang memiliki kemampuan untuk berzakat terus mempercayakan zakatnya melalui BAZNAS agar semakin banyak saudara-saudara kita yang dapat merasakan manfaatnya," tuturnya.
Bapak Sardi beserta keluarga menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas perhatian yang diberikan oleh BAZNAS Kabupaten Trenggalek. Bantuan tersebut menjadi harapan besar bagi keluarganya untuk memiliki tempat tinggal yang lebih layak setelah sekian lama menghadapi keterbatasan kondisi rumah.
Program bedah rumah sendiri menjadi salah satu program unggulan BAZNAS Kabupaten Trenggalek dalam bidang kemanusiaan. Program ini menyasar masyarakat kurang mampu yang rumahnya mengalami kerusakan berat maupun tidak memenuhi standar kelayakan huni. Sebelum bantuan diberikan, BAZNAS terlebih dahulu melakukan proses survei dan verifikasi guna memastikan bantuan tepat sasaran sesuai dengan kondisi di lapangan.
Keberhasilan program ini juga tidak terlepas dari dukungan para muzaki yang secara rutin menunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS Kabupaten Trenggalek. Dana yang dihimpun kemudian dikelola secara amanah, profesional, dan transparan sehingga dapat memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat yang membutuhkan.
Melalui berbagai program sosial seperti bedah rumah, bantuan biaya hidup, bantuan pendidikan, kesehatan, hingga pemberdayaan ekonomi, BAZNAS Kabupaten Trenggalek terus berupaya menjadi lembaga yang mampu menghadirkan kebermanfaatan nyata bagi umat.
BAZNAS Kabupaten Trenggalek berharap semangat gotong royong dan kepedulian sosial terus tumbuh di tengah masyarakat. Dengan semakin banyak masyarakat yang menunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS, semakin besar pula manfaat yang dapat dirasakan oleh para mustahik di berbagai pelosok Kabupaten Trenggalek.
Program bedah rumah untuk Bapak Sardi menjadi bukti bahwa zakat bukan hanya membantu memenuhi kebutuhan sesaat, tetapi juga menghadirkan kehidupan yang lebih bermartabat melalui penyediaan hunian yang layak. Inilah wujud nyata bahwa setiap amanah zakat yang dititipkan oleh para muzaki mampu menjadi jalan hadirnya senyum, harapan, dan kehidupan yang lebih baik bagi sesama.
15/07/2026 | Humas
BAZNAS Trenggalek Salurkan Bantuan Bedah Rumah bagi Korban Kebakaran di Desa Semarum
BAZNAS Kabupaten Trenggalek kembali menunjukkan komitmennya dalam memberikan respon cepat terhadap masyarakat yang tertimpa musibah. Melalui program kemanusiaan, BAZNAS menyalurkan bantuan bedah rumah kepada Ibu Mutingah, warga Dusun Semarum Lor RT 02 RW 01, Desa Semarum, Kecamatan Durenan, yang rumahnya mengalami kerusakan akibat kebakaran.
Bantuan tersebut diserahkan secara langsung oleh Ketua BAZNAS Kabupaten Trenggalek, H. Mahsun Ismail, didampingi Wakil Ketua II BAZNAS Kabupaten Trenggalek, KH. Bahaudin pada Rabu(15/07). Kehadiran jajaran pimpinan BAZNAS menjadi bentuk kepedulian sekaligus dukungan moril kepada keluarga yang sedang menghadapi cobaan.
Musibah kebakaran terjadi pada Selasa, 14 Juli 2026, sekitar pukul 12.30 WIB. Berdasarkan informasi di lapangan, kebakaran bermula ketika Imron, anak dari Ibu Mutingah, tertidur sambil merokok. Puntung rokok yang terjatuh mengenai kasur hingga memicu api. Dalam waktu singkat, kobaran api membesar dan menjalar ke bagian atap rumah. Beruntung, peristiwa tersebut tidak menimbulkan korban jiwa. Namun, bangunan rumah mengalami kerusakan sekitar 40 persen, terutama pada bagian atap yang terbakar.
Menyikapi kondisi tersebut, BAZNAS Kabupaten Trenggalek bergerak cepat melakukan asesmen untuk memastikan kondisi korban sekaligus menentukan bentuk bantuan yang dibutuhkan. Hasil asesmen menunjukkan bahwa rumah tersebut memerlukan perbaikan agar kembali layak dihuni, sehingga BAZNAS memutuskan memberikan bantuan melalui program bedah rumah.
Ketua BAZNAS Kabupaten Trenggalek, H. Mahsun Ismail, menyampaikan bahwa program bedah rumah merupakan salah satu bentuk nyata pemanfaatan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) untuk membantu masyarakat yang mengalami musibah maupun hidup dalam kondisi kurang mampu.
"Musibah dapat datang kapan saja dan kepada siapa saja. Karena itu, BAZNAS hadir sebagai perpanjangan tangan para muzaki untuk membantu saudara-saudara kita yang sedang mengalami kesulitan. Kami berharap bantuan ini dapat mempercepat proses perbaikan rumah sehingga Ibu Mutingah dan keluarga dapat kembali tinggal dengan aman dan nyaman," ujarnya.
Beliau juga mengajak masyarakat yang telah memiliki kemampuan untuk terus menunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS. Menurutnya, setiap dana yang dititipkan akan dikelola secara amanah, profesional, dan disalurkan kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
Sementara itu, KH. Bahaudin menegaskan bahwa zakat memiliki peran penting dalam membangun solidaritas sosial. Selain menjadi kewajiban bagi umat Islam yang mampu, zakat juga menjadi solusi dalam membantu meringankan beban masyarakat yang sedang mengalami kesulitan.
"Bantuan ini bukan sekadar memperbaiki bangunan yang rusak akibat kebakaran, tetapi juga mengembalikan harapan bagi keluarga yang sedang tertimpa musibah. Semoga bantuan ini menjadi penyemangat bagi Ibu Mutingah dan keluarga untuk bangkit kembali," tuturnya.
Ibu Mutingah beserta keluarga menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada BAZNAS Kabupaten Trenggalek serta seluruh muzaki yang telah memberikan perhatian dan kepedulian. Bantuan tersebut diharapkan dapat mempercepat proses pemulihan rumah sehingga aktivitas keluarga dapat kembali berjalan dengan normal.
Program bedah rumah ini menjadi salah satu bukti nyata bahwa dana zakat, infak, dan sedekah mampu memberikan dampak langsung bagi masyarakat. Tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan jangka pendek, tetapi juga memberikan solusi yang berkelanjutan melalui penyediaan tempat tinggal yang layak dan aman.
BAZNAS Kabupaten Trenggalek terus berkomitmen menghadirkan manfaat yang luas melalui berbagai program di bidang kemanusiaan, pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan dakwah. Dengan dukungan para muzaki, semakin banyak masyarakat yang dapat merasakan manfaat dari pengelolaan zakat yang amanah dan tepat sasaran.
Melalui semangat gotong royong dan kepedulian, BAZNAS berharap masyarakat dapat terus bersama-sama menghadirkan harapan bagi mereka yang sedang menghadapi ujian kehidupan. Sebab, di balik setiap zakat, infak, dan sedekah yang ditunaikan, tersimpan doa, harapan, dan kesempatan bagi sesama untuk bangkit serta menjalani kehidupan yang lebih baik.
15/07/2026 | Humas
Agenda Pimpinan

BAZNAS Trenggalek Serahkan Bantuan Ternak dan Gerobak UMKM dalam ajang BAZNAS Awards 2025
BAZNAS Kabupaten Trenggalek terus menunjukkan komitmennya dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat melalui pemanfaatan dana zakat, infak, dan sedekah secara produktif. Salah satu wujud nyata komitmen tersebut diwujudkan melalui penyerahan 20 unit gerobak UMKM (10 Gerobak BAZNAS Prov. Jawa Timur dan 10 Gerobak BAZNAS Trenggalek) dan bantuan ternak kambing kepada jamaah masjid sebagai bagian dari program pemberdayaan ekonomi berbasis masjid. Kegiatan penyerahan bantuan ini menjadi langkah strategis BAZNAS Trenggalek dalam mengoptimalkan peran masjid tidak hanya sebagai pusat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pemberdayaan umat. Jamaah masjid yang menerima bantuan yakni jamaah masjid Matlabul Ulum (Ds. Gador-Kec. Durenan) dan telah melalui proses seleksi serta pendampingan agar bantuan yang diberikan benar-benar tepat sasaran dan berkelanjutan.
Bantuan ternak ini tidak hanya ditujukan sebagai pemenuhan kebutuhan jangka pendek, tetapi juga sebagai aset produktif yang dapat berkembang dan memberikan manfaat ekonomi berkelanjutan bagi penerima. Bantuan 20 gerobak UMKM disalurkan kepada pelaku usaha mikro yang selama ini terkendala modal dan sarana usaha. Gerobak tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan untuk berbagai jenis usaha kecil, seperti kuliner, minuman, maupun usaha dagang lainnya yang memiliki potensi meningkatkan pendapatan keluarga. Program bantuan gerobak UMKM dan ternak kambing ini merupakan bagian dari Program Jatim Makmur dan Program Trenggalek Makmur, salah satu program unggulan BAZNAS Jawa Timur dan BAZNAS Trenggalek yang fokus pada pemberdayaan ekonomi mustahik. Melalui program ini, BAZNAS mendorong mustahik agar mampu bertransformasi menjadi muzakki dengan memanfaatkan bantuan secara produktif dan bertanggung jawab. Dalam pelaksanaannya, BAZNAS Trenggalek tidak hanya memberikan bantuan fisik semata, tetapi juga disertai dengan pendampingan dan edukasi. Penerima bantuan diharapkan mampu mengelola usaha dengan baik, menjaga komitmen, serta memanfaatkan bantuan sebagai sarana peningkatan kesejahteraan keluarga.
BAZNAS Trenggalek berharap bantuan 20 gerobak UMKM dan ternak kambing ini dapat menjadi pemantik semangat bagi jamaah masjid untuk lebih mandiri secara ekonomi. Dengan pengelolaan yang baik dan dukungan lingkungan sekitar, program ini diharapkan mampu menciptakan lapangan usaha baru, meningkatkan pendapatan keluarga, serta memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat.
Melalui program pemberdayaan ekonomi berbasis masjid, BAZNAS Trenggalek terus berupaya menjadikan zakat sebagai instrumen strategis dalam pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan umat. Sinergi antara BAZNAS, pengurus masjid, dan jamaah diharapkan mampu menghadirkan manfaat zakat yang nyata, berkelanjutan, dan penuh keberkahan bagi masyarakat Kabupaten Trenggalek.
24-12-2025 | Humas

BAZNAS Trenggalek serahkan 14 Penghargaan dalam Ajang BAZNAS Awards 2025
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Trenggalek kembali menggelar ajang apresiasi tahunan bertajuk BAZNAS Awards 2025 sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi dan komitmen Unit Pengumpul Zakat (UPZ) dalam mendukung pengelolaan zakat yang profesional, transparan, dan berkelanjutan. Dalam kegiatan ini, BAZNAS Trenggalek menyerahkan total 14 penghargaan kepada UPZ terbaik dari lingkup Pemerintah Kabupaten Trenggalek dan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Trenggalek.
BAZNAS Awards 2025 menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara BAZNAS, UPZ, serta seluruh pemangku kepentingan dalam upaya meningkatkan kesadaran dan kepatuhan zakat, khususnya di lingkungan instansi pemerintah dan lembaga pendidikan. Penghargaan ini juga merupakan bentuk apresiasi nyata kepada UPZ yang selama ini konsisten berperan aktif dalam menghimpun zakat, infak, dan sedekah (ZIS) dari para muzakki.
Untuk kategori UPZ Pengumpul Zakat Terbaik di Lingkup Pemerintah Kabupaten Trenggalek, BAZNAS Trenggalek memberikan penghargaan kepada 10 UPZ terbaik. Penghargaan terbaik pertama diraih oleh SMP Negeri 3 Tugu yang dinilai unggul dalam konsistensi pengumpulan zakat serta pengelolaan administrasi yang tertib dan akuntabel. Posisi terbaik kedua diraih oleh Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP), disusul Kecamatan Munjungan sebagai terbaik ketiga.
Selanjutnya, penghargaan terbaik keempat diraih oleh Badan Kepegawaian Daerah (BKD), sementara Sekretariat Daerah Kabupaten Trenggalek menempati posisi terbaik kelima. Puskesmas Slawe meraih penghargaan terbaik keenam, diikuti Kecamatan Watulimo sebagai terbaik ketujuh. Untuk posisi terbaik kedelapan hingga kesepuluh masing-masing diraih oleh SMP Negeri 1 Watulimo, Kecamatan Tugu, dan SMP Negeri 1 Kampak.
Seluruh UPZ penerima penghargaan tersebut dinilai telah menunjukkan komitmen tinggi dalam mendukung optimalisasi penghimpunan zakat melalui mekanisme yang sesuai dengan ketentuan syariat dan regulasi yang berlaku. Konsistensi, transparansi, serta partisipasi aktif dari pimpinan dan pegawai menjadi indikator utama dalam penilaian BAZNAS Trenggalek.
Sementara itu, untuk kategori UPZ Terbaik di Lingkup Kantor Kementerian Agama Kabupaten Trenggalek, penghargaan terbaik pertama diraih oleh MTs Negeri 5 Trenggalek. Disusul MAN 2 Trenggalek sebagai terbaik kedua dan MTs Negeri 3 Trenggalek sebagai terbaik ketiga. Ketiga lembaga pendidikan tersebut dinilai berhasil membangun budaya sadar zakat di lingkungan kerja dan mampu menjadi contoh bagi lembaga lainnya.
Selain itu, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Trenggalek juga menerima penghargaan khusus atas capaian luar biasa berupa komitmen seluruh pegawai dalam menunaikan zakat sebesar 2,5 persen. Penghargaan ini menjadi bukti kuat sinergi antara BAZNAS dan Kementerian Agama dalam menguatkan peran zakat sebagai instrumen pembangunan umat dan kesejahteraan masyarakat.
Melalui BAZNAS Awards 2025, BAZNAS Trenggalek berharap semangat berzakat di lingkungan instansi pemerintah dan lembaga pendidikan semakin meningkat. Apresiasi ini tidak hanya menjadi bentuk penghormatan atas capaian kinerja, tetapi juga sebagai motivasi agar seluruh UPZ terus meningkatkan kualitas pelayanan, pengelolaan, serta kontribusi nyata bagi kesejahteraan masyarakat.
Dengan adanya dukungan dan kolaborasi yang kuat antara BAZNAS, UPZ, dan para muzakki, BAZNAS Trenggalek optimistis pengelolaan zakat di Kabupaten Trenggalek akan semakin maju, berdaya guna, dan memberikan dampak nyata bagi mustahik serta pembangunan daerah secara berkelanjutan.
24-12-2025 | Humas
Paguyuban Sound Jenangan Trenggalek (PSJT) Serahkan Bantuan untuk Sumatera dan Aceh Melalui BAZNAS Trenggalek pada BAZNAS Award 2025
BAZNAS Kabupaten Trenggalek kembali menerima dukungan dan kepedulian dari berbagai elemen masyarakat. Kali ini, Paguyuban Sound Jenangan Trenggalek (PSJT) menunjukkan solidaritas sosialnya dengan menyerahkan bantuan kemanusiaan untuk saudara-saudara terdampak bencana di Sumatera dan Aceh. Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis melalui BAZNAS Trenggalek dalam rangkaian kegiatan BAZNAS Award 2025 yang digelar di Pendopo Manggala Praja Nugraha Trenggalek senilai Rp.39.872.500,-.
Penyerahan bantuan ini menjadi bukti bahwa kepedulian terhadap sesama tidak mengenal batas profesi maupun latar belakang komunitas. PSJT yang dikenal sebagai wadah pelaku dan pecinta sound system di wilayah Trenggalek, turut mengambil peran dalam aksi kemanusiaan dengan menggalang donasi dari para anggotanya untuk membantu masyarakat yang tengah tertimpa musibah.
Ketua BAZNAS Kabupaten Trenggalek menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan PSJT kepada BAZNAS sebagai lembaga resmi pengelola zakat, infak, dan sedekah. Menurutnya, kolaborasi dengan komunitas-komunitas masyarakat seperti PSJT merupakan bentuk sinergi yang sangat positif dalam memperluas jangkauan bantuan dan memperkuat solidaritas sosial.
“BAZNAS tidak bisa berjalan sendiri. Dukungan dari komunitas, organisasi, dan masyarakat luas seperti Paguyuban Sound Jenangan Trenggalek ini menjadi kekuatan besar bagi kami untuk terus hadir membantu saudara-saudara yang membutuhkan, khususnya korban bencana di Sumatera dan Aceh,” ujarnya.
Ia menambahkan, bantuan yang disalurkan melalui BAZNAS akan dikelola secara amanah, transparan, dan tepat sasaran, sesuai dengan prinsip pengelolaan dana umat. Seluruh donasi yang diterima akan segera disalurkan kepada masyarakat terdampak melalui program kebencanaan BAZNAS bekerja sama dengan BAZNAS daerah setempat dan pihak terkait.
Perwakilan Paguyuban Sound Jenangan Trenggalek (PSJT) menyampaikan bahwa penyaluran bantuan ini merupakan wujud kepedulian dan empati terhadap penderitaan saudara-saudara sebangsa yang tengah menghadapi musibah. Meski berasal dari komunitas hobi, PSJT ingin menunjukkan bahwa komunitas juga memiliki tanggung jawab sosial dan dapat berkontribusi nyata bagi kemanusiaan.
“Kami berharap bantuan yang kami salurkan melalui BAZNAS Trenggalek ini bisa sedikit meringankan beban saudara-saudara kita di Sumatera dan Aceh. Semoga apa yang kami lakukan menjadi amal kebaikan bagi seluruh anggota PSJT,” ungkapnya.
Penyerahan bantuan PSJT ini menjadi salah satu momen bermakna dalam pelaksanaan BAZNAS Award 2025, yang tidak hanya menjadi ajang evaluasi dan apresiasi kinerja pengelolaan zakat, tetapi juga wadah untuk memperkuat kolaborasi antara BAZNAS dan masyarakat.
Melalui kegiatan ini, BAZNAS Trenggalek berharap semakin banyak komunitas dan elemen masyarakat yang tergerak untuk menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui lembaga resmi, sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas dan merata. Semangat gotong royong dan kepedulian sosial yang ditunjukkan PSJT diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi komunitas lainnya di Kabupaten Trenggalek.
24-12-2025 | Humas
Berita Pendistribusian

BAZNAS Distribusikan Bantuan Bedah Rumah Program Rumah Layak Huni untuk Empat Wa
Trenggalek, 05 Desember 2025 — Upaya menghadirkan tempat tinggal yang lebih layak, aman, dan nyaman bagi masyarakat terus menjadi perhatian serius BAZNAS. Melalui Program Rumah Layak Huni dari BAZNAS RI, BAZNAS Kabupaten Trenggalek kembali menyalurkan bantuan bedah rumah kepada empat warga yang berada dalam kondisi serba terbatas. Mereka adalah Ibu Supiyah dari Desa Ngadimulyo-Kec. Kampak, Bapak M. Tohir dari Desa Pandean-Kec. Dongko, Ibu Mijah dari Desa Ngentrong-Kec. Karangan dan Ibu Tumini dari Desa Nglebo-Kec. Suruh yang masing-masing telah lama hidup dalam kondisi hunian yang tak lagi layak ditinggali.
Program ini tidak hanya sekadar menghadirkan bangunan fisik, tetapi juga merupakan wujud nyata bahwa dana zakat mampu menjadi pendorong perubahan sosial yang signifikan. Dengan memprioritaskan warga yang tinggal di rumah tidak layak huni, BAZNAS berupaya membuka jalan bagi masyarakat untuk merasakan kehidupan yang lebih bermartabat.
Kondisi Rumah Tak Layak yang Menjadi Prioritas
Sebagian besar penerima bantuan adalah warga yang bertahun-tahun tinggal di rumah yang sudah lapuk, sempit, dan minim fasilitas. Banyak dari bangunan tersebut tak lagi mampu melindungi penghuninya dari hujan, angin, maupun suhu ekstrem. Pada beberapa lokasi, kondisi lantai masih berupa tanah, dinding rapuh, serta atap yang rawan ambruk setiap saat.
Di Desa Ngadimulyo, misalnya, rumah Supiyah telah lama menjadi sorotan masyarakat sekitar. Dengan kondisi ekonomi yang pas-pasan, ia tidak mampu melakukan perbaikan apa pun. Setiap turun hujan, ia cemas memikirkan keselamatan diri dan anggota keluarga. Bantuan dari BAZNAS ini menjadi jawaban atas doa dan harapan yang selama ini ia gantungkan.
Sementara itu, di Desa Pandean, rumah milik M. Tohir juga tak kalah memprihatinkan. Lantai kayu yang rapuh, dinding yang berlubang, serta kondisi atap yang bocor membuat aktivitas sehari-hari menjadi semakin berat. Tohir, yang bekerja serabutan, nyaris mustahil melakukan renovasi dengan penghasilannya yang sangat terbatas.
Di Desa Ngentrong, situasi yang dialami oleh Mijah pun hampir serupa. Kesederhanaan hidup membuatnya bertahan dalam rumah seadanya, meski kondisi bangunan tersebut sudah jauh dari kata layak. Bantuan dari BAZNAS menjadi angin segar yang membawa harapan baru bagi kehidupan Ibu Mijah dan keluarganya.
Sementara itu, di Desa Nglebo, Ibu Tumini menjadi penerima manfaat keempat. Sebagai kepala keluarga yang harus berjuang seorang diri, ia bertahan hidup di rumah dengan kondisi yang memprihatinkan. Tidak jarang ia kesulitan tidur ketika angin kencang datang karena takut rumahnya runtuh kapan saja. Kini, bantuan dari BAZNAS membuat Ibu Tumini bisa bernapas lega dan menatap masa depan dengan lebih percaya diri.
Wujud Kepedulian Bersama, Bukan Sekadar Bantuan
Proses penyerahan bantuan rumah layak huni ini dilakukan secara langsung oleh BAZNAS Trenggalek dengan melibatkan perangkat desa dan tokoh masyarakat setempat. Hal ini menunjukkan bahwa program tersebut bukan hanya inisiatif lembaga, tetapi disambut sebagai gerakan sosial yang melibatkan seluruh elemen masyarakat.
Ketua BAZNAS Trenggalek menyampaikan bahwa bantuan ini merupakan amanah dari para muzakki di seluruh Indonesia melalui BAZNAS RI. Karena itu, proses penyaluran dilakukan dengan penuh tanggung jawab, transparan, dan tepat sasaran. “Program Rumah Layak Huni bukan sekadar membangun rumah, tetapi membangun kembali semangat hidup dan menjaga martabat masyarakat yang selama ini hidup dalam keterbatasan,” ungkapnya.
Bantuan ini juga menjadi stimulus agar masyarakat lain turut bergerak dalam semangat gotong royong. Sejumlah warga di sekitar lokasi penerima manfaat juga ikut membantu proses pembangunan, mulai dari pembersihan area, pengangkutan material, hingga kerja bakti bersama. Kehangatan kebersamaan inilah yang membuat setiap rumah yang dibangun terasa lebih hidup dan penuh nilai kebajikan.
Menghadirkan Rumah, Menghadirkan Harapan
Keempat penerima manfaat tidak mampu menyembunyikan rasa haru dan syukur mereka. Dengan suara yang bergetar, mereka menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu mewujudkan rumah impian mereka. Bagi mereka, bantuan ini bukan hanya soal bangunan baru, tetapi tentang harapan untuk hidup lebih layak, serta lingkungan yang lebih aman bagi keluarga mereka.
BAZNAS berharap bahwa Program Rumah Layak Huni dapat menjadi inspirasi dan contoh bahwa pengelolaan zakat yang amanah mampu memberikan dampak besar dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Dengan terus memperluas jangkauan program ini, BAZNAS berkomitmen untuk menghadirkan lebih banyak rumah yang layak, lebih banyak senyuman, dan lebih banyak harapan di tengah masyarakat.
Sahabat BAZNAS juga bisa jadi bagian dari aksi kebaikan ini dengan cara sedekah melalui ????kabtrenggalek.baznas.go.id/sedekah
atau melalui rekening :
Bank Jatim 0222411114
BSI 7555557587
BRI 017701016626538
15/12/2025 | Humas

BAZNAS Trenggalek Serahkan Bantuan Bedah Rumah di 3 desa di Kecamatan Durenan
BAZNAS Kabupaten Trenggalek kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui program bedah rumah. Kali ini, bantuan disalurkan ke tiga titik lokasi berbeda, yakni di desa Semarum, desa Gdor dan desa Kamulan kecamatan Durenan.
Program bedah rumah ini merupakan salah satu bentuk nyata dari penyaluran dana zakat, infak, dan sedekah yang dikelola oleh BAZNAS Trenggalek. Sasaran bantuan adalah warga yang tinggal di hunian tidak layak dan tergolong mustahik (penerima zakat) sesuai ketentuan syariah.
Pimpinan BAZNAS Trenggalek menyampaikan bahwa program ini tidak hanya bertujuan memberikan tempat tinggal yang layak, tetapi juga membangun kembali semangat dan harapan keluarga penerima bantuan.
"Melalui program bedah rumah ini, kami ingin menghadirkan kebahagiaan dan harapan baru bagi saudara-saudara kita yang membutuhkan. Ini adalah bentuk kepedulian dan amanah dari para muzakki yang harus kami jaga dan salurkan dengan tepat sasaran," ungkapnya.
Warga penerima manfaat bersyukur dan berterima kasih atas bantuan yang diterima.
BAZNAS Trenggalek terus mengajak masyarakat, khususnya para muzakki, untuk menunaikan zakat melalui lembaga resmi. Dengan kolaborasi yang kuat antara umat dan lembaga zakat, diharapkan semakin banyak warga yang dapat merasakan manfaat nyata dari dana zakat.
Terima kasih Muzakki, zakat anda memberdayakan banyak umat.
10/12/2025 | Humas

BAZNAS bersama Bupati Trenggalek Berikan Bantuan Bedah Rumah 17 Agustus
Raut bahagia terpancar di wajah Mbah Rebo (68 tahun) dan keluarga. Rumahnya menjadi salah satu sasaran program 17 Agustus Bedah 17 Rumah yang digagas oleh BAZNAS Trenggalek.
.
Kurang lebih sudah setahun sejak rumah milik Mbah Rebo mengalami rubuh akibat kondisi bangunan yang sudah lapuk dimakan usia. Sekarang Mbah Rebo bersama keluarga bisa bernafas lega dan tinggal dengan nyaman dirumahnya yang kini sudah dibedah.
.
Di momen Peringatan HUT ke-80 Republik Indonesia ini, Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin dan Wakil Bupati Syah Mohamad Natanegara bersama Forkopimda kunjungi rumah Mbah Rebo di Desa Kerjo Kecamatan Karangan, Minggu (17/8/2025).
.
"Saya terima kasih ke seluruh masyarakat yang telah menasarufkan zakatnya, beginilah suasana semesta zakat di Kabupaten Trenggalek," ucap Mas Bupati Ipin.
.
"Kita selalu berbagi kebahagiaan di momen 17 Agustus, momen kemerdekaan yang sekecil-kecilnya, sandang papan pangan harus tercukupi, meskipun tidak bisa serentak langsung, tapi berproses, berprogres," sambungnya.
.
Mas Bupati Ipin menambahkan bahwa kunjungannya tersebut juga untuk mengapresiasi semua pihak. Baik warga yang melaporkan sampai mengusulkan. Hingga sinergitas TNI dan Polri bersama warga sekitar yang gotong royong memperbaiki rumah Mbah Rebo.
10/12/2025 | Humas
Artikel Terbaru
Keistimewaan Bulan Safar dalam Islam dalam Al-Quran dan Hadis
Bulan Safar merupakan bulan kedua dalam kalender Hijriah setelah Muharam. Meskipun sering dikaitkan dengan berbagai mitos dan anggapan sebagai bulan yang membawa kesialan, Islam justru mengajarkan umatnya untuk memandang Bulan Safar sebagaimana bulan-bulan lainnya yang diciptakan oleh Allah SWT. Tidak ada satu pun ayat Al-Quran maupun hadis sahih yang menyatakan bahwa Bulan Safar adalah bulan yang buruk atau penuh kesialan. Sebaliknya, bulan ini dapat menjadi momentum bagi umat Islam untuk meningkatkan keimanan, memperbanyak ibadah, dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Dalam Al-Quran, Allah SWT menjelaskan bahwa jumlah bulan dalam setahun adalah dua belas bulan sebagaimana firman-Nya dalam Surah At-Taubah ayat 36. Ayat tersebut menunjukkan bahwa seluruh bulan memiliki kedudukan sebagai bagian dari ketetapan Allah SWT. Bulan Safar termasuk salah satu bulan yang berada dalam sistem penanggalan Islam yang telah ditetapkan sejak penciptaan langit dan bumi. Oleh karena itu, tidak ada alasan bagi seorang muslim untuk meyakini bahwa bulan tertentu membawa kesialan atau keburukan secara khusus.
Keistimewaan Bulan Safar juga dapat dipahami melalui hadis Rasulullah SAW yang menolak keyakinan masyarakat Arab jahiliah mengenai kesialan pada bulan ini. Rasulullah SAW bersabda, “Tidak ada penyakit yang menular dengan sendirinya, tidak ada kesialan karena burung, tidak ada kesialan pada Bulan Safar, dan tidak ada hantu.” Hadis ini menunjukkan bahwa Islam datang untuk meluruskan berbagai keyakinan yang tidak sesuai dengan tauhid. Dengan demikian, salah satu keistimewaan Bulan Safar adalah menjadi pengingat bagi umat Islam untuk memperkuat keimanan dan hanya bergantung kepada Allah SWT dalam menghadapi berbagai peristiwa kehidupan.
Selain itu, Bulan Safar dapat menjadi kesempatan untuk memperbanyak amal saleh. Sebagaimana bulan-bulan lainnya, setiap kebaikan yang dilakukan pada bulan ini akan mendapatkan balasan dari Allah SWT. Umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak membaca Al-Quran, berzikir, bersedekah, menjaga salat wajib, dan melaksanakan berbagai ibadah sunah. Melalui amalan tersebut, seorang muslim dapat meningkatkan kualitas hubungan dengan Allah SWT sekaligus memperkuat ketakwaannya.
Dalam sejarah Islam, Bulan Safar juga menjadi saksi berbagai peristiwa penting yang menunjukkan perjuangan dan keteguhan umat Islam. Beberapa ekspedisi dan perjalanan dakwah Rasulullah SAW terjadi pada bulan ini. Hal tersebut menjadi pelajaran bahwa Bulan Safar bukanlah bulan untuk berdiam diri karena rasa takut terhadap mitos, melainkan waktu yang dapat dimanfaatkan untuk melakukan berbagai aktivitas positif dan bermanfaat.
Keistimewaan Bulan Safar pada akhirnya terletak pada nilai spiritual yang dapat diambil oleh setiap muslim. Bulan ini mengajarkan pentingnya menjaga kemurnian akidah, menjauhi kepercayaan yang tidak memiliki dasar dalam syariat, serta memperbanyak amal saleh sebagai bentuk penghambaan kepada Allah SWT. Dengan memahami ajaran Islam yang benar mengenai Bulan Safar, umat Islam dapat menjalani bulan ini dengan penuh keyakinan, optimisme, dan semangat untuk terus meningkatkan kualitas ibadah serta ketakwaan kepada Allah SWT.
Mari sempurnakan ibadah di bulan Safar dengan berzakat melalui BAZNAS, cukup klik link berikut ini:
09/07/2026 | Humas
Kebaikanmu Bisa Dimulai dari Satu Ketukan Jari
Di era digital seperti sekarang, hampir semua aktivitas dilakukan melalui layar ponsel. Dari bangun tidur hingga kembali beristirahat, jari-jari kita tak pernah lepas dari sentuhan teknologi. Satu ketukan untuk membuka pesan, satu geseran untuk melihat media sosial, dan satu sentuhan untuk melakukan berbagai transaksi. Namun, pernahkah kita menyadari bahwa di balik satu ketukan jari, tersimpan kesempatan besar untuk menghadirkan perubahan bagi kehidupan orang lain?
Kebaikan tidak selalu harus dimulai dari langkah yang besar. Tidak harus menunggu menjadi orang kaya, memiliki waktu luang yang banyak, atau kesempatan yang sempurna. Justru, banyak perubahan besar lahir dari tindakan sederhana yang dilakukan dengan hati yang tulus. Hari ini, satu ketukan jari dapat menjadi awal dari senyum seorang anak yatim, harapan bagi seorang lansia, pendidikan bagi pelajar yang kesulitan biaya, hingga makanan bagi keluarga yang sedang berjuang memenuhi kebutuhan hidup.
Teknologi telah mengubah cara manusia berbagi. Jika dahulu seseorang harus datang langsung ke tempat penyaluran bantuan, kini proses itu dapat dilakukan hanya dalam hitungan menit. Melalui platform digital, aplikasi perbankan, dompet elektronik, maupun kanal donasi resmi lembaga zakat dan kemanusiaan, setiap orang memiliki kesempatan yang sama untuk menjadi bagian dari gerakan kebaikan.
Yang menarik, nilai sebuah kebaikan tidak diukur dari besarnya nominal yang diberikan. Dalam Islam, Allah SWT lebih melihat keikhlasan hati dibandingkan jumlah harta yang disedekahkan. Bahkan sedekah yang tampak kecil di mata manusia dapat menjadi amal yang sangat besar di sisi-Nya apabila diberikan dengan niat yang ikhlas dan tepat sasaran.
Sering kali kita berpikir bahwa bantuan kecil tidak akan memberikan dampak yang berarti. Padahal, ketika ribuan orang melakukan kebaikan yang sama, dampaknya akan menjadi luar biasa. Seribu orang yang masing-masing berbagi sepuluh ribu rupiah akan menghasilkan sepuluh juta rupiah. Dana tersebut dapat membantu membangun rumah yang layak huni, menyediakan beasiswa pendidikan, membantu biaya pengobatan, menghadirkan air bersih, hingga menggerakkan berbagai program pemberdayaan masyarakat.
Di balik setiap donasi, ada kisah yang tidak selalu terlihat. Ada seorang ibu yang dapat memasak untuk keluarganya. Ada pelajar yang akhirnya bisa kembali bersekolah. Ada mustahik yang memperoleh modal usaha sehingga mampu bangkit dari keterbatasan. Bahkan, ada doa-doa tulus yang dipanjatkan oleh mereka yang menerima manfaat, menjadi hadiah yang mungkin tidak pernah kita bayangkan sebelumnya.
Lebih dari sekadar transfer dana, satu ketukan jari adalah bentuk kepedulian. Ia menjadi bukti bahwa masih banyak orang yang tidak menutup mata terhadap kesulitan sesama. Di tengah derasnya arus informasi yang sering kali dipenuhi kabar negatif, memilih untuk berbagi adalah cara sederhana untuk menghadirkan harapan dan optimisme.
Kebaikan juga memiliki sifat yang menular. Ketika seseorang melihat orang lain bersedekah, membantu, atau mengajak berbagi melalui media sosial, akan muncul dorongan untuk melakukan hal yang sama. Dari satu orang menginspirasi keluarga, keluarga menginspirasi teman, lalu meluas menjadi gerakan sosial yang membawa manfaat bagi masyarakat. Semua itu berawal dari keputusan sederhana untuk menekan satu tombol di layar ponsel.
Mungkin kita tidak mampu mengubah dunia seorang diri. Namun kita bisa mengubah dunia bagi seseorang. Satu bantuan yang kita salurkan hari ini bisa menjadi titik balik kehidupan orang lain. Dan bisa jadi, di saat kita membantu sesama, Allah SWT sedang menyiapkan pertolongan terbaik untuk kehidupan kita sendiri.
Jangan menunggu waktu yang tepat untuk berbuat baik, karena waktu terbaik adalah hari ini. Jangan menunggu jumlah yang besar untuk berbagi, karena kebaikan selalu dimulai dari langkah yang kecil. Bisa jadi, satu ketukan jari yang kita lakukan hari ini menjadi sebab terbukanya pintu rezeki, datangnya keberkahan, serta mengalirnya pahala yang terus bertambah.
Karena sejatinya, kebaikan tidak mengenal batas jarak, waktu, maupun usia. Di zaman digital ini, kebaikanmu benar-benar bisa dimulai dari satu ketukan jari.
08/07/2026 | Humas
10 Peristiwa Penting di Bulan Muharram yang Perlu Diketahui Umat Islam
Bulan Muharram merupakan salah satu bulan yang memiliki kedudukan istimewa dalam Islam. Sebagai bulan pertama dalam kalender Hijriah, Muharram bukan sekadar penanda pergantian tahun, tetapi juga menjadi momentum untuk memperbarui keimanan, memperbanyak amal saleh, dan melakukan refleksi diri. Bahkan, Allah SWT menjadikan Muharram sebagai salah satu dari empat bulan haram (bulan yang dimuliakan), sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur'an.
Sepanjang sejarah para nabi, Muharram juga dihubungkan dengan berbagai peristiwa besar yang menjadi pelajaran berharga bagi umat manusia. Meski sebagian riwayat memiliki tingkat kekuatan yang berbeda, peristiwa-peristiwa berikut dikenal luas dalam khazanah Islam dan sarat akan hikmah.
1. Hijrah Nabi Muhammad SAW Menjadi Awal Penanggalan Hijriah
Kalender Hijriah ditetapkan berdasarkan peristiwa hijrah Nabi Muhammad SAW dari Makkah ke Madinah. Meskipun hijrah terjadi pada bulan Rabiul Awal, para sahabat pada masa Khalifah Umar bin Khattab memilih Muharram sebagai awal tahun Islam karena bulan tersebut menjadi awal tekad kaum Muslimin untuk memulai kehidupan baru setelah Baiat Aqabah. Hijrah mengajarkan bahwa perubahan menuju kebaikan memerlukan keberanian, pengorbanan, dan keikhlasan.
2. Muharram Termasuk Bulan yang Dimuliakan Allah
Allah SWT berfirman dalam Surah At-Taubah ayat 36 bahwa terdapat empat bulan haram yang dimuliakan, yaitu Dzulqa'dah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab. Pada bulan-bulan tersebut, umat Islam dianjurkan memperbanyak amal kebaikan dan menjauhi segala bentuk kemaksiatan karena nilai amal akan lebih bermakna di sisi Allah SWT.
3. Disunnahkan Melaksanakan Puasa Tasu'a dan Asyura
Salah satu amalan yang paling dianjurkan pada bulan Muharram adalah puasa Tasu'a pada tanggal 9 Muharram dan puasa Asyura pada tanggal 10 Muharram. Rasulullah SAW menjelaskan bahwa puasa Asyura menjadi sebab diampuninya dosa-dosa kecil selama satu tahun yang telah lalu, selama seseorang juga menjauhi dosa-dosa besar. Amalan sederhana ini menjadi kesempatan besar bagi setiap Muslim untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.
4. Nabi Musa AS Diselamatkan dari Kejaran Fir'aun
Peristiwa yang paling masyhur pada hari Asyura adalah diselamatkannya Nabi Musa AS beserta Bani Israil dari kejaran Fir'aun. Laut Merah terbelah atas izin Allah sehingga Nabi Musa dan para pengikutnya dapat menyeberang dengan selamat, sementara Fir'aun beserta bala tentaranya tenggelam. Sebagai bentuk rasa syukur, Nabi Musa berpuasa pada hari tersebut, kemudian Rasulullah SAW menganjurkan umat Islam untuk ikut berpuasa sebagai bentuk syukur kepada Allah.
5. Momentum Muhasabah dan Hijrah Diri
Muharram menjadi waktu yang tepat untuk melakukan evaluasi diri. Pergantian tahun Hijriah mengingatkan bahwa usia terus berkurang, sementara kesempatan beramal semakin terbatas. Karena itu, banyak ulama menganjurkan umat Islam menjadikan Muharram sebagai titik awal memperbaiki ibadah, akhlak, hubungan dengan sesama, serta meningkatkan kepedulian sosial.
6. Momentum Memperbanyak Sedekah dan Berbagi
Semangat berbagi menjadi salah satu nilai yang sangat ditekankan pada bulan Muharram. Banyak lembaga zakat dan kemanusiaan memanfaatkan momentum ini untuk mengajak masyarakat memperbanyak sedekah, membantu fakir miskin, serta membahagiakan anak-anak yatim. Berbagi di awal tahun Hijriah menjadi simbol harapan agar kehidupan selama setahun ke depan dipenuhi keberkahan dan manfaat bagi sesama.
7. Momentum Memuliakan Anak Yatim
Di berbagai daerah, bulan Muharram dikenal sebagai momentum untuk memberikan perhatian lebih kepada anak-anak yatim. Tradisi santunan yatim yang berkembang di masyarakat menjadi wujud kepedulian sosial sekaligus implementasi ajaran Islam yang sangat menekankan pentingnya menyayangi dan memuliakan mereka. Rasulullah SAW bahkan menjanjikan kedekatan di surga bagi orang yang mengasuh anak yatim dengan penuh kasih sayang.
8. Pengingat Akan Pentingnya Kesabaran dan Tawakal
Banyak kisah para nabi yang mengajarkan bahwa pertolongan Allah selalu datang kepada hamba-Nya yang bersabar dan bertawakal. Muharram menjadi pengingat bahwa setiap ujian pasti memiliki hikmah, sebagaimana Nabi Musa AS diselamatkan setelah menghadapi tekanan dan ancaman yang sangat besar.
9. Awal yang Tepat untuk Memperbanyak Amal Saleh
Sebagai pembuka tahun Hijriah, Muharram menjadi kesempatan emas untuk memulai kebiasaan-kebiasaan baik. Membaca Al-Qur'an, memperbanyak zikir, bersedekah, menjaga silaturahmi, hingga membantu masyarakat yang membutuhkan merupakan amalan yang dapat menjadi bekal sepanjang tahun.
10. Muharram Mengajarkan Makna Perubahan yang Sesungguhnya
Pergantian tahun dalam Islam bukan sekadar seremoni, melainkan ajakan untuk melakukan hijrah menuju pribadi yang lebih baik. Hijrah tidak hanya berarti berpindah tempat, tetapi juga berpindah dari kemalasan menuju semangat beribadah, dari sifat kikir menuju gemar berbagi, serta dari sikap acuh menjadi pribadi yang peduli terhadap sesama.
Pada akhirnya, Muharram mengingatkan umat Islam bahwa setiap awal merupakan kesempatan baru untuk memperbaiki diri. Berbagai peristiwa besar yang dikenang pada bulan ini mengajarkan tentang keimanan, kesabaran, perjuangan, rasa syukur, dan kepedulian sosial. Oleh karena itu, mari jadikan Muharram bukan sekadar pergantian kalender, tetapi sebagai momentum hijrah menuju kehidupan yang lebih berkah dengan memperbanyak ibadah, sedekah, dan amal kebaikan. Semoga setiap langkah yang kita mulai di bulan mulia ini menjadi pembuka pintu rahmat dan keberkahan Allah SWT sepanjang tahun.
30/06/2026 | Humas









