
Berita Terkini
BAZNAS Trenggalek Salurkan Fidyah, Bantu Lansia dan Dhuafa Bahagia di Bulan Ramadan
Bulan suci Ramadan menjadi momentum istimewa untuk memperkuat kepedulian sosial dan menebar kebaikan kepada sesama. Dalam semangat tersebut, BAZNAS Kabupaten Trenggalek kembali menyalurkan fidyah kepada masyarakat yang membutuhkan. Program penyaluran fidyah ini menyasar para lansia dan kaum dhuafa agar mereka dapat merasakan kebahagiaan dan keberkahan di bulan Ramadan.
Kegiatan penyaluran fidyah ini dilaksanakan sebagai bentuk amanah dari para muzakki yang telah mempercayakan fidyahnya kepada BAZNAS Trenggalek. Melalui program ini, paket bahan makanan bergizi didistribusikan kepada masyarakat yang masuk dalam kategori fakir dan miskin, khususnya para lansia yang sudah tidak mampu bekerja secara optimal serta keluarga dhuafa yang membutuhkan uluran tangan.
Ketua BAZNAS Kabupaten Trenggalek menyampaikan bahwa penyaluran fidyah merupakan bagian dari komitmen lembaga dalam mengelola dan menyalurkan dana umat secara tepat sasaran. Selain menjadi kewajiban bagi sebagian umat Islam yang tidak mampu menjalankan ibadah puasa karena kondisi tertentu, fidyah juga menjadi sarana untuk menghadirkan kebahagiaan bagi masyarakat yang membutuhkan.
“Melalui program ini, kami ingin memastikan bahwa fidyah yang ditunaikan oleh para muzakki benar-benar sampai kepada mereka yang berhak menerimanya. Harapannya, bantuan ini dapat membantu memenuhi kebutuhan pangan sekaligus menghadirkan kebahagiaan bagi para lansia dan dhuafa di bulan Ramadan,” ujarnya.
Penyaluran fidyah dilakukan secara langsung kepada para penerima manfaat di beberapa wilayah di Kabupaten Trenggalek. Para relawan dan tim BAZNAS turun langsung ke lapangan untuk memastikan proses distribusi berjalan dengan tertib dan tepat sasaran. Paket yang diberikan berisi bahan makanan pokok yang diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan konsumsi harian para penerima manfaat selama Ramadan.
Bagi para lansia dan dhuafa, bantuan ini menjadi sumber kebahagiaan tersendiri. Di tengah keterbatasan yang mereka hadapi, perhatian dan kepedulian dari masyarakat melalui program fidyah menjadi penguat harapan dan semangat dalam menjalani kehidupan.
Salah satu penerima manfaat mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih atas bantuan yang diberikan. Ia mengaku sangat terbantu dengan adanya paket bahan makanan yang diterima, terlebih di bulan Ramadan yang identik dengan meningkatnya kebutuhan rumah tangga.
“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada BAZNAS dan para donatur yang sudah membantu kami. Bantuan ini sangat berarti bagi kami, semoga semua yang telah berbagi mendapatkan balasan kebaikan dari Allah SWT,” ungkapnya dengan penuh haru.
Program penyaluran fidyah ini juga menjadi bagian dari upaya BAZNAS Trenggalek dalam memperkuat nilai-nilai solidaritas sosial di tengah masyarakat. Ramadan bukan hanya tentang meningkatkan kualitas ibadah secara personal, tetapi juga menjadi waktu terbaik untuk berbagi dan memperhatikan kondisi saudara-saudara yang kurang beruntung.
Dengan adanya program ini, BAZNAS berharap semakin banyak masyarakat yang menunaikan fidyah melalui lembaga resmi agar penyalurannya dapat dilakukan secara terarah dan tepat sasaran. Selain itu, kepercayaan masyarakat juga menjadi kunci penting dalam memperluas jangkauan manfaat bagi mereka yang membutuhkan.
BAZNAS Trenggalek terus berkomitmen untuk menghadirkan berbagai program kemanusiaan yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Melalui pengelolaan zakat, infak, sedekah, dan fidyah secara profesional dan transparan, lembaga ini berupaya menjadi jembatan kebaikan antara para dermawan dan masyarakat yang membutuhkan.
Di bulan Ramadan yang penuh berkah ini, penyaluran fidyah menjadi bukti bahwa kepedulian dan kebersamaan masih tumbuh kuat di tengah masyarakat. Senyum para lansia dan dhuafa yang menerima bantuan menjadi pengingat bahwa setiap kebaikan, sekecil apa pun, mampu menghadirkan kebahagiaan bagi sesama.
Mari salurkan Fidyah untuk tebus hutang puasa yang belum terbayar, klik BAZNAS Kabupaten Trenggalek.
17/03/2026 | Humas
Malam 22 Ramadan 1447 h, Pondok Pesantren Hidayatut Thullab bersama BAZNAS Trenggalek Tutup Safari Muhibah di Desa Joho
Kegiatan Safari Muhibah yang digelar oleh Pondok Pesantren Hidayatut Thullab bersama BAZNAS Kabupaten Trenggalek resmi ditutup pada Rabu (11 Maret 2026). Penutupan kegiatan berlangsung di Desa Joho, Kecamatan Pule, Kabupaten Trenggalek, dan dihadiri oleh masyarakat setempat, para santri, tokoh agama, serta para relawan yang telah berpartisipasi dalam rangkaian kegiatan tersebut.
Safari Muhibah merupakan program yang bertujuan untuk mempererat ukhuwah Islamiyah, meningkatkan semangat ibadah masyarakat, serta menebarkan nilai-nilai kepedulian sosial di tengah masyarakat. Melalui kegiatan ini, Pondok Pesantren Hidayatut Thullab bersama BAZNAS Trenggalek berupaya hadir lebih dekat dengan masyarakat dengan membawa pesan dakwah sekaligus semangat berbagi.
Selama kegiatan berlangsung, berbagai rangkaian acara telah dilaksanakan, mulai dari silaturahmi dengan warga, kegiatan keagamaan, hingga penyampaian pesan-pesan kebaikan yang mengajak masyarakat untuk memperkuat iman dan memperbanyak amal kebajikan, terutama di bulan yang penuh keberkahan.
Antusiasme masyarakat Desa Joho terlihat sangat tinggi. Warga dari berbagai kalangan turut hadir dan mengikuti kegiatan dengan penuh khidmat. Kehadiran para santri dan pengurus Pondok Pesantren Hidayatut Thullab juga menambah semarak suasana, sekaligus menjadi momentum kebersamaan antara pesantren dan masyarakat.
Penutupan kegiatan Safari Muhibah ini ditandai dengan tausiyah yang disampaikan oleh KH. Eli Mahfud. Dalam tausiyahnya, beliau mengajak masyarakat untuk senantiasa menjaga keimanan, memperkuat ukhuwah, serta menjadikan bulan Ramadan sebagai momentum untuk meningkatkan kualitas ibadah dan kepedulian terhadap sesama.
KH. Eli Mahfud juga menekankan pentingnya semangat berbagi dan saling membantu, terutama kepada mereka yang membutuhkan. Menurut beliau, nilai-nilai kepedulian sosial yang diajarkan dalam Islam harus terus dijaga dan diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari, baik melalui sedekah, zakat, maupun berbagai bentuk kebaikan lainnya.
Beliau juga mengingatkan bahwa keberkahan hidup tidak hanya diperoleh dari banyaknya harta, tetapi dari bagaimana seseorang memanfaatkan rezekinya untuk kebaikan dan kemaslahatan bersama. Oleh karena itu, kegiatan seperti Safari Muhibah ini diharapkan dapat menjadi sarana untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya berbagi dan memperkuat solidaritas sosial.
Melalui kegiatan ini, BAZNAS Kabupaten Trenggalek bersama Pondok Pesantren Hidayatut Thullab berharap dapat terus menjalin hubungan yang erat dengan masyarakat serta menghadirkan program-program yang memberikan manfaat nyata bagi umat.
Di akhir acara, para peserta yang hadir berharap kegiatan Safari Muhibah seperti ini dapat terus dilaksanakan di berbagai wilayah lainnya di Kabupaten Trenggalek. Selain menjadi sarana dakwah, kegiatan ini juga menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi serta menumbuhkan semangat kebersamaan dalam membangun masyarakat yang religius, peduli, dan penuh keberkahan.
Dengan ditutupnya kegiatan Safari Muhibah di Desa Joho ini, diharapkan pesan-pesan kebaikan yang telah disampaikan dapat terus diamalkan oleh masyarakat dalam kehidupan sehari-hari, sehingga membawa keberkahan bagi seluruh warga.
12/03/2026 | Humas
Penyaluran Fidyah BAZNAS Bantu Pangan Bulanan Mustahik
Alhamdulillahirabbil ‘Alamin, segala puji bagi Allah SWT yang senantiasa melimpahkan rahmat dan karunia-Nya kepada kita semua. Berkat kepedulian dan kepercayaan para #OrangBaik, BAZNAS Kabupaten Trenggalek kembali melaksanakan kegiatan penyaluran fidyah melalui program Berbagi Paket Bahan Makanan bagi masyarakat yang membutuhkan.
Penyaluran tersebut dimulai sejak 15 Ramadan (Kamis, 05 Maret 2026), sebanyak 700 paket akan didistribusikan bertahap kepada masyarakat fakir dan miskin di wilayah Kabupaten Trenggalek. Kegiatan ini menjadi salah satu wujud nyata pemanfaatan dana fidyah yang ditunaikan oleh para #OrangBaik agar dapat memberikan manfaat langsung kepada masyarakat yang membutuhkan, khususnya dalam membantu memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari.
Program Berbagi Paket Bahan Makanan Bergizi ini tidak hanya sekadar menyalurkan bantuan, tetapi juga menjadi bentuk kepedulian dan solidaritas sosial antar sesama. Melalui paket bahan makanan yang dibagikan, diharapkan keluarga penerima dapat memperoleh asupan makanan yang lebih baik dan bergizi, sehingga mampu mendukung kesehatan serta ketahanan pangan keluarga mereka.
Dalam proses penyaluran, BAZNAS Kabupaten Trenggalek bersama para relawan distribusi turun langsung ke lapangan untuk memastikan bantuan benar-benar sampai kepada para penerima yang berhak. Penyaluran dilakukan secara langsung ke masyarakat agar proses distribusi berjalan tepat sasaran serta dapat dirasakan manfaatnya oleh keluarga yang tengah berjuang memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
Kehadiran tim BAZNAS dan relawan juga menjadi kesempatan untuk bersilaturahmi dengan masyarakat, mendengar cerita serta kondisi kehidupan mereka secara langsung. Banyak di antara penerima bantuan yang menyampaikan rasa syukur dan kebahagiaan atas perhatian yang diberikan oleh para #OrangBaik melalui BAZNAS Kabupaten Trenggalek.
Doa dan ungkapan terima kasih pun terucap dengan tulus dari para penerima manfaat. Salah satu penerima bantuan menyampaikan, “Terima kasih kepada orangbaik dan BAZNAS Kabupaten Trenggalek yang sudah peduli kepada kami. Bantuan ini sangat membantu untuk kebutuhan makan keluarga kami.” Ungkapan sederhana tersebut menjadi bukti bahwa setiap bantuan yang diberikan memiliki arti yang sangat besar bagi mereka yang sedang membutuhkan.
Program ini juga menjadi pengingat bagi kita semua bahwa kepedulian kecil yang dilakukan bersama dapat menghadirkan manfaat yang besar bagi masyarakat. Fidyah yang ditunaikan oleh para #OrangBaik tidak hanya menjadi kewajiban yang ditunaikan, tetapi juga menjadi jalan kebaikan yang menghadirkan kebahagiaan bagi saudara-saudara kita yang membutuhkan.
Semoga melalui program penyaluran paket fidyah ini, kebutuhan asupan makanan bergizi bagi masyarakat fakir dan miskin di Kabupaten Trenggalek dapat terbantu dan meringankan beban mereka dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
Terima kasih kepada seluruh #OrangBaik yang telah menunaikan fidyah melalui BAZNAS Kabupaten Trenggalek. Semoga setiap kebaikan yang diberikan menjadi amal jariyah yang terus mengalir pahalanya, serta Allah SWT membalas dengan keberkahan, kesehatan, dan kelapangan rezeki.
Mari terus berbagi dan menebarkan kebaikan, karena melalui kepedulian bersama, kita dapat menghadirkan harapan bagi mereka yang membutuhkan.
06/03/2026 | Humas
Agenda Pimpinan

BAZNAS Trenggalek Serahkan Bantuan Ternak dan Gerobak UMKM dalam ajang BAZNAS Awards 2025
BAZNAS Kabupaten Trenggalek terus menunjukkan komitmennya dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat melalui pemanfaatan dana zakat, infak, dan sedekah secara produktif. Salah satu wujud nyata komitmen tersebut diwujudkan melalui penyerahan 20 unit gerobak UMKM (10 Gerobak BAZNAS Prov. Jawa Timur dan 10 Gerobak BAZNAS Trenggalek) dan bantuan ternak kambing kepada jamaah masjid sebagai bagian dari program pemberdayaan ekonomi berbasis masjid. Kegiatan penyerahan bantuan ini menjadi langkah strategis BAZNAS Trenggalek dalam mengoptimalkan peran masjid tidak hanya sebagai pusat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pemberdayaan umat. Jamaah masjid yang menerima bantuan yakni jamaah masjid Matlabul Ulum (Ds. Gador-Kec. Durenan) dan telah melalui proses seleksi serta pendampingan agar bantuan yang diberikan benar-benar tepat sasaran dan berkelanjutan.
Bantuan ternak ini tidak hanya ditujukan sebagai pemenuhan kebutuhan jangka pendek, tetapi juga sebagai aset produktif yang dapat berkembang dan memberikan manfaat ekonomi berkelanjutan bagi penerima. Bantuan 20 gerobak UMKM disalurkan kepada pelaku usaha mikro yang selama ini terkendala modal dan sarana usaha. Gerobak tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan untuk berbagai jenis usaha kecil, seperti kuliner, minuman, maupun usaha dagang lainnya yang memiliki potensi meningkatkan pendapatan keluarga. Program bantuan gerobak UMKM dan ternak kambing ini merupakan bagian dari Program Jatim Makmur dan Program Trenggalek Makmur, salah satu program unggulan BAZNAS Jawa Timur dan BAZNAS Trenggalek yang fokus pada pemberdayaan ekonomi mustahik. Melalui program ini, BAZNAS mendorong mustahik agar mampu bertransformasi menjadi muzakki dengan memanfaatkan bantuan secara produktif dan bertanggung jawab. Dalam pelaksanaannya, BAZNAS Trenggalek tidak hanya memberikan bantuan fisik semata, tetapi juga disertai dengan pendampingan dan edukasi. Penerima bantuan diharapkan mampu mengelola usaha dengan baik, menjaga komitmen, serta memanfaatkan bantuan sebagai sarana peningkatan kesejahteraan keluarga.
BAZNAS Trenggalek berharap bantuan 20 gerobak UMKM dan ternak kambing ini dapat menjadi pemantik semangat bagi jamaah masjid untuk lebih mandiri secara ekonomi. Dengan pengelolaan yang baik dan dukungan lingkungan sekitar, program ini diharapkan mampu menciptakan lapangan usaha baru, meningkatkan pendapatan keluarga, serta memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat.
Melalui program pemberdayaan ekonomi berbasis masjid, BAZNAS Trenggalek terus berupaya menjadikan zakat sebagai instrumen strategis dalam pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan umat. Sinergi antara BAZNAS, pengurus masjid, dan jamaah diharapkan mampu menghadirkan manfaat zakat yang nyata, berkelanjutan, dan penuh keberkahan bagi masyarakat Kabupaten Trenggalek.
24-12-2025 | Humas

BAZNAS Trenggalek serahkan 14 Penghargaan dalam Ajang BAZNAS Awards 2025
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Trenggalek kembali menggelar ajang apresiasi tahunan bertajuk BAZNAS Awards 2025 sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi dan komitmen Unit Pengumpul Zakat (UPZ) dalam mendukung pengelolaan zakat yang profesional, transparan, dan berkelanjutan. Dalam kegiatan ini, BAZNAS Trenggalek menyerahkan total 14 penghargaan kepada UPZ terbaik dari lingkup Pemerintah Kabupaten Trenggalek dan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Trenggalek.
BAZNAS Awards 2025 menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara BAZNAS, UPZ, serta seluruh pemangku kepentingan dalam upaya meningkatkan kesadaran dan kepatuhan zakat, khususnya di lingkungan instansi pemerintah dan lembaga pendidikan. Penghargaan ini juga merupakan bentuk apresiasi nyata kepada UPZ yang selama ini konsisten berperan aktif dalam menghimpun zakat, infak, dan sedekah (ZIS) dari para muzakki.
Untuk kategori UPZ Pengumpul Zakat Terbaik di Lingkup Pemerintah Kabupaten Trenggalek, BAZNAS Trenggalek memberikan penghargaan kepada 10 UPZ terbaik. Penghargaan terbaik pertama diraih oleh SMP Negeri 3 Tugu yang dinilai unggul dalam konsistensi pengumpulan zakat serta pengelolaan administrasi yang tertib dan akuntabel. Posisi terbaik kedua diraih oleh Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP), disusul Kecamatan Munjungan sebagai terbaik ketiga.
Selanjutnya, penghargaan terbaik keempat diraih oleh Badan Kepegawaian Daerah (BKD), sementara Sekretariat Daerah Kabupaten Trenggalek menempati posisi terbaik kelima. Puskesmas Slawe meraih penghargaan terbaik keenam, diikuti Kecamatan Watulimo sebagai terbaik ketujuh. Untuk posisi terbaik kedelapan hingga kesepuluh masing-masing diraih oleh SMP Negeri 1 Watulimo, Kecamatan Tugu, dan SMP Negeri 1 Kampak.
Seluruh UPZ penerima penghargaan tersebut dinilai telah menunjukkan komitmen tinggi dalam mendukung optimalisasi penghimpunan zakat melalui mekanisme yang sesuai dengan ketentuan syariat dan regulasi yang berlaku. Konsistensi, transparansi, serta partisipasi aktif dari pimpinan dan pegawai menjadi indikator utama dalam penilaian BAZNAS Trenggalek.
Sementara itu, untuk kategori UPZ Terbaik di Lingkup Kantor Kementerian Agama Kabupaten Trenggalek, penghargaan terbaik pertama diraih oleh MTs Negeri 5 Trenggalek. Disusul MAN 2 Trenggalek sebagai terbaik kedua dan MTs Negeri 3 Trenggalek sebagai terbaik ketiga. Ketiga lembaga pendidikan tersebut dinilai berhasil membangun budaya sadar zakat di lingkungan kerja dan mampu menjadi contoh bagi lembaga lainnya.
Selain itu, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Trenggalek juga menerima penghargaan khusus atas capaian luar biasa berupa komitmen seluruh pegawai dalam menunaikan zakat sebesar 2,5 persen. Penghargaan ini menjadi bukti kuat sinergi antara BAZNAS dan Kementerian Agama dalam menguatkan peran zakat sebagai instrumen pembangunan umat dan kesejahteraan masyarakat.
Melalui BAZNAS Awards 2025, BAZNAS Trenggalek berharap semangat berzakat di lingkungan instansi pemerintah dan lembaga pendidikan semakin meningkat. Apresiasi ini tidak hanya menjadi bentuk penghormatan atas capaian kinerja, tetapi juga sebagai motivasi agar seluruh UPZ terus meningkatkan kualitas pelayanan, pengelolaan, serta kontribusi nyata bagi kesejahteraan masyarakat.
Dengan adanya dukungan dan kolaborasi yang kuat antara BAZNAS, UPZ, dan para muzakki, BAZNAS Trenggalek optimistis pengelolaan zakat di Kabupaten Trenggalek akan semakin maju, berdaya guna, dan memberikan dampak nyata bagi mustahik serta pembangunan daerah secara berkelanjutan.
24-12-2025 | Humas
Paguyuban Sound Jenangan Trenggalek (PSJT) Serahkan Bantuan untuk Sumatera dan Aceh Melalui BAZNAS Trenggalek pada BAZNAS Award 2025
BAZNAS Kabupaten Trenggalek kembali menerima dukungan dan kepedulian dari berbagai elemen masyarakat. Kali ini, Paguyuban Sound Jenangan Trenggalek (PSJT) menunjukkan solidaritas sosialnya dengan menyerahkan bantuan kemanusiaan untuk saudara-saudara terdampak bencana di Sumatera dan Aceh. Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis melalui BAZNAS Trenggalek dalam rangkaian kegiatan BAZNAS Award 2025 yang digelar di Pendopo Manggala Praja Nugraha Trenggalek senilai Rp.39.872.500,-.
Penyerahan bantuan ini menjadi bukti bahwa kepedulian terhadap sesama tidak mengenal batas profesi maupun latar belakang komunitas. PSJT yang dikenal sebagai wadah pelaku dan pecinta sound system di wilayah Trenggalek, turut mengambil peran dalam aksi kemanusiaan dengan menggalang donasi dari para anggotanya untuk membantu masyarakat yang tengah tertimpa musibah.
Ketua BAZNAS Kabupaten Trenggalek menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan PSJT kepada BAZNAS sebagai lembaga resmi pengelola zakat, infak, dan sedekah. Menurutnya, kolaborasi dengan komunitas-komunitas masyarakat seperti PSJT merupakan bentuk sinergi yang sangat positif dalam memperluas jangkauan bantuan dan memperkuat solidaritas sosial.
“BAZNAS tidak bisa berjalan sendiri. Dukungan dari komunitas, organisasi, dan masyarakat luas seperti Paguyuban Sound Jenangan Trenggalek ini menjadi kekuatan besar bagi kami untuk terus hadir membantu saudara-saudara yang membutuhkan, khususnya korban bencana di Sumatera dan Aceh,” ujarnya.
Ia menambahkan, bantuan yang disalurkan melalui BAZNAS akan dikelola secara amanah, transparan, dan tepat sasaran, sesuai dengan prinsip pengelolaan dana umat. Seluruh donasi yang diterima akan segera disalurkan kepada masyarakat terdampak melalui program kebencanaan BAZNAS bekerja sama dengan BAZNAS daerah setempat dan pihak terkait.
Perwakilan Paguyuban Sound Jenangan Trenggalek (PSJT) menyampaikan bahwa penyaluran bantuan ini merupakan wujud kepedulian dan empati terhadap penderitaan saudara-saudara sebangsa yang tengah menghadapi musibah. Meski berasal dari komunitas hobi, PSJT ingin menunjukkan bahwa komunitas juga memiliki tanggung jawab sosial dan dapat berkontribusi nyata bagi kemanusiaan.
“Kami berharap bantuan yang kami salurkan melalui BAZNAS Trenggalek ini bisa sedikit meringankan beban saudara-saudara kita di Sumatera dan Aceh. Semoga apa yang kami lakukan menjadi amal kebaikan bagi seluruh anggota PSJT,” ungkapnya.
Penyerahan bantuan PSJT ini menjadi salah satu momen bermakna dalam pelaksanaan BAZNAS Award 2025, yang tidak hanya menjadi ajang evaluasi dan apresiasi kinerja pengelolaan zakat, tetapi juga wadah untuk memperkuat kolaborasi antara BAZNAS dan masyarakat.
Melalui kegiatan ini, BAZNAS Trenggalek berharap semakin banyak komunitas dan elemen masyarakat yang tergerak untuk menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui lembaga resmi, sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas dan merata. Semangat gotong royong dan kepedulian sosial yang ditunjukkan PSJT diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi komunitas lainnya di Kabupaten Trenggalek.
24-12-2025 | Humas
Berita Pendistribusian

BAZNAS Distribusikan Bantuan Bedah Rumah Program Rumah Layak Huni untuk Empat Wa
Trenggalek, 05 Desember 2025 — Upaya menghadirkan tempat tinggal yang lebih layak, aman, dan nyaman bagi masyarakat terus menjadi perhatian serius BAZNAS. Melalui Program Rumah Layak Huni dari BAZNAS RI, BAZNAS Kabupaten Trenggalek kembali menyalurkan bantuan bedah rumah kepada empat warga yang berada dalam kondisi serba terbatas. Mereka adalah Ibu Supiyah dari Desa Ngadimulyo-Kec. Kampak, Bapak M. Tohir dari Desa Pandean-Kec. Dongko, Ibu Mijah dari Desa Ngentrong-Kec. Karangan dan Ibu Tumini dari Desa Nglebo-Kec. Suruh yang masing-masing telah lama hidup dalam kondisi hunian yang tak lagi layak ditinggali.
Program ini tidak hanya sekadar menghadirkan bangunan fisik, tetapi juga merupakan wujud nyata bahwa dana zakat mampu menjadi pendorong perubahan sosial yang signifikan. Dengan memprioritaskan warga yang tinggal di rumah tidak layak huni, BAZNAS berupaya membuka jalan bagi masyarakat untuk merasakan kehidupan yang lebih bermartabat.
Kondisi Rumah Tak Layak yang Menjadi Prioritas
Sebagian besar penerima bantuan adalah warga yang bertahun-tahun tinggal di rumah yang sudah lapuk, sempit, dan minim fasilitas. Banyak dari bangunan tersebut tak lagi mampu melindungi penghuninya dari hujan, angin, maupun suhu ekstrem. Pada beberapa lokasi, kondisi lantai masih berupa tanah, dinding rapuh, serta atap yang rawan ambruk setiap saat.
Di Desa Ngadimulyo, misalnya, rumah Supiyah telah lama menjadi sorotan masyarakat sekitar. Dengan kondisi ekonomi yang pas-pasan, ia tidak mampu melakukan perbaikan apa pun. Setiap turun hujan, ia cemas memikirkan keselamatan diri dan anggota keluarga. Bantuan dari BAZNAS ini menjadi jawaban atas doa dan harapan yang selama ini ia gantungkan.
Sementara itu, di Desa Pandean, rumah milik M. Tohir juga tak kalah memprihatinkan. Lantai kayu yang rapuh, dinding yang berlubang, serta kondisi atap yang bocor membuat aktivitas sehari-hari menjadi semakin berat. Tohir, yang bekerja serabutan, nyaris mustahil melakukan renovasi dengan penghasilannya yang sangat terbatas.
Di Desa Ngentrong, situasi yang dialami oleh Mijah pun hampir serupa. Kesederhanaan hidup membuatnya bertahan dalam rumah seadanya, meski kondisi bangunan tersebut sudah jauh dari kata layak. Bantuan dari BAZNAS menjadi angin segar yang membawa harapan baru bagi kehidupan Ibu Mijah dan keluarganya.
Sementara itu, di Desa Nglebo, Ibu Tumini menjadi penerima manfaat keempat. Sebagai kepala keluarga yang harus berjuang seorang diri, ia bertahan hidup di rumah dengan kondisi yang memprihatinkan. Tidak jarang ia kesulitan tidur ketika angin kencang datang karena takut rumahnya runtuh kapan saja. Kini, bantuan dari BAZNAS membuat Ibu Tumini bisa bernapas lega dan menatap masa depan dengan lebih percaya diri.
Wujud Kepedulian Bersama, Bukan Sekadar Bantuan
Proses penyerahan bantuan rumah layak huni ini dilakukan secara langsung oleh BAZNAS Trenggalek dengan melibatkan perangkat desa dan tokoh masyarakat setempat. Hal ini menunjukkan bahwa program tersebut bukan hanya inisiatif lembaga, tetapi disambut sebagai gerakan sosial yang melibatkan seluruh elemen masyarakat.
Ketua BAZNAS Trenggalek menyampaikan bahwa bantuan ini merupakan amanah dari para muzakki di seluruh Indonesia melalui BAZNAS RI. Karena itu, proses penyaluran dilakukan dengan penuh tanggung jawab, transparan, dan tepat sasaran. “Program Rumah Layak Huni bukan sekadar membangun rumah, tetapi membangun kembali semangat hidup dan menjaga martabat masyarakat yang selama ini hidup dalam keterbatasan,” ungkapnya.
Bantuan ini juga menjadi stimulus agar masyarakat lain turut bergerak dalam semangat gotong royong. Sejumlah warga di sekitar lokasi penerima manfaat juga ikut membantu proses pembangunan, mulai dari pembersihan area, pengangkutan material, hingga kerja bakti bersama. Kehangatan kebersamaan inilah yang membuat setiap rumah yang dibangun terasa lebih hidup dan penuh nilai kebajikan.
Menghadirkan Rumah, Menghadirkan Harapan
Keempat penerima manfaat tidak mampu menyembunyikan rasa haru dan syukur mereka. Dengan suara yang bergetar, mereka menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu mewujudkan rumah impian mereka. Bagi mereka, bantuan ini bukan hanya soal bangunan baru, tetapi tentang harapan untuk hidup lebih layak, serta lingkungan yang lebih aman bagi keluarga mereka.
BAZNAS berharap bahwa Program Rumah Layak Huni dapat menjadi inspirasi dan contoh bahwa pengelolaan zakat yang amanah mampu memberikan dampak besar dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Dengan terus memperluas jangkauan program ini, BAZNAS berkomitmen untuk menghadirkan lebih banyak rumah yang layak, lebih banyak senyuman, dan lebih banyak harapan di tengah masyarakat.
Sahabat BAZNAS juga bisa jadi bagian dari aksi kebaikan ini dengan cara sedekah melalui ????kabtrenggalek.baznas.go.id/sedekah
atau melalui rekening :
Bank Jatim 0222411114
BSI 7555557587
BRI 017701016626538
15/12/2025 | Humas

BAZNAS Trenggalek Serahkan Bantuan Bedah Rumah di 3 desa di Kecamatan Durenan
BAZNAS Kabupaten Trenggalek kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui program bedah rumah. Kali ini, bantuan disalurkan ke tiga titik lokasi berbeda, yakni di desa Semarum, desa Gdor dan desa Kamulan kecamatan Durenan.
Program bedah rumah ini merupakan salah satu bentuk nyata dari penyaluran dana zakat, infak, dan sedekah yang dikelola oleh BAZNAS Trenggalek. Sasaran bantuan adalah warga yang tinggal di hunian tidak layak dan tergolong mustahik (penerima zakat) sesuai ketentuan syariah.
Pimpinan BAZNAS Trenggalek menyampaikan bahwa program ini tidak hanya bertujuan memberikan tempat tinggal yang layak, tetapi juga membangun kembali semangat dan harapan keluarga penerima bantuan.
"Melalui program bedah rumah ini, kami ingin menghadirkan kebahagiaan dan harapan baru bagi saudara-saudara kita yang membutuhkan. Ini adalah bentuk kepedulian dan amanah dari para muzakki yang harus kami jaga dan salurkan dengan tepat sasaran," ungkapnya.
Warga penerima manfaat bersyukur dan berterima kasih atas bantuan yang diterima.
BAZNAS Trenggalek terus mengajak masyarakat, khususnya para muzakki, untuk menunaikan zakat melalui lembaga resmi. Dengan kolaborasi yang kuat antara umat dan lembaga zakat, diharapkan semakin banyak warga yang dapat merasakan manfaat nyata dari dana zakat.
Terima kasih Muzakki, zakat anda memberdayakan banyak umat.
10/12/2025 | Humas

BAZNAS bersama Bupati Trenggalek Berikan Bantuan Bedah Rumah 17 Agustus
Raut bahagia terpancar di wajah Mbah Rebo (68 tahun) dan keluarga. Rumahnya menjadi salah satu sasaran program 17 Agustus Bedah 17 Rumah yang digagas oleh BAZNAS Trenggalek.
.
Kurang lebih sudah setahun sejak rumah milik Mbah Rebo mengalami rubuh akibat kondisi bangunan yang sudah lapuk dimakan usia. Sekarang Mbah Rebo bersama keluarga bisa bernafas lega dan tinggal dengan nyaman dirumahnya yang kini sudah dibedah.
.
Di momen Peringatan HUT ke-80 Republik Indonesia ini, Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin dan Wakil Bupati Syah Mohamad Natanegara bersama Forkopimda kunjungi rumah Mbah Rebo di Desa Kerjo Kecamatan Karangan, Minggu (17/8/2025).
.
"Saya terima kasih ke seluruh masyarakat yang telah menasarufkan zakatnya, beginilah suasana semesta zakat di Kabupaten Trenggalek," ucap Mas Bupati Ipin.
.
"Kita selalu berbagi kebahagiaan di momen 17 Agustus, momen kemerdekaan yang sekecil-kecilnya, sandang papan pangan harus tercukupi, meskipun tidak bisa serentak langsung, tapi berproses, berprogres," sambungnya.
.
Mas Bupati Ipin menambahkan bahwa kunjungannya tersebut juga untuk mengapresiasi semua pihak. Baik warga yang melaporkan sampai mengusulkan. Hingga sinergitas TNI dan Polri bersama warga sekitar yang gotong royong memperbaiki rumah Mbah Rebo.
10/12/2025 | Humas
Artikel Terbaru
Detik-Detik Terakhir Ramadan: Jangan Sampai Kita Menyesal
Ramadan adalah bulan yang selalu dinanti oleh umat Islam di seluruh dunia. Bulan yang penuh rahmat, ampunan, dan keberkahan ini seakan datang begitu cepat, namun sering terasa berlalu lebih cepat lagi. Tanpa terasa, kini kita telah memasuki 10 hari terakhir Ramadan—fase penutup yang justru memiliki nilai paling istimewa. Inilah detik-detik terakhir Ramadan yang tidak boleh kita sia-siakan, karena di dalamnya tersimpan peluang besar untuk meraih pahala yang luar biasa.
Sepuluh hari terakhir Ramadan dikenal sebagai waktu yang sangat mulia. Pada periode inilah terdapat malam yang lebih baik dari seribu bulan, yaitu Lailatul Qadar. Malam yang penuh kemuliaan ini menjadi kesempatan emas bagi setiap muslim untuk memperbanyak ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Bayangkan, satu malam ibadah pada malam tersebut nilainya setara dengan ibadah selama lebih dari 83 tahun. Kesempatan seperti ini tentu tidak datang setiap saat.
Rasulullah SAW memberikan teladan luar biasa dalam memaksimalkan 10 hari terakhir Ramadan. Dalam berbagai riwayat disebutkan bahwa beliau meningkatkan kesungguhan ibadahnya melebihi hari-hari sebelumnya. Beliau memperbanyak shalat malam, membaca Al-Qur’an, berzikir, berdoa, serta membangunkan keluarganya untuk ikut menghidupkan malam dengan ibadah. Hal ini menunjukkan bahwa bagian akhir Ramadan adalah momentum puncak yang harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya.
Namun kenyataannya, tidak sedikit orang yang justru mulai lengah ketika Ramadan hampir berakhir. Kesibukan mempersiapkan hari raya, berbelanja, atau berbagai aktivitas duniawi lainnya sering kali membuat fokus ibadah berkurang. Padahal, jika kita renungkan, belum tentu kita akan bertemu lagi dengan Ramadan di tahun berikutnya. Bisa jadi, Ramadan tahun ini adalah kesempatan terakhir bagi kita untuk memperbaiki diri dan meraih ampunan Allah.
Karena itu, sepuluh hari terakhir Ramadan seharusnya menjadi waktu untuk meningkatkan kualitas ibadah. Memperbanyak shalat malam atau qiyamul lail, membaca Al-Qur’an, memperbanyak istighfar, serta bersedekah adalah beberapa amalan yang sangat dianjurkan. Selain itu, memperbanyak doa juga menjadi amalan penting, terutama doa yang diajarkan Rasulullah SAW untuk dibaca ketika mencari Lailatul Qadar: “Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni” yang berarti, “Ya Allah, Engkau Maha Pemaaf dan menyukai pemaafan, maka maafkanlah aku.”
Di samping memperbanyak ibadah pribadi, 10 hari terakhir Ramadan juga menjadi momen yang tepat untuk meningkatkan kepedulian kepada sesama. Berbagi kepada mereka yang membutuhkan melalui sedekah, zakat, atau bantuan kemanusiaan adalah bentuk nyata dari nilai-nilai Ramadan. Selain membantu orang lain, amalan ini juga menjadi jalan bagi kita untuk meraih pahala yang berlipat ganda.
Pada akhirnya, 10 hari terakhir Ramadan adalah penentu dari perjalanan ibadah kita selama satu bulan penuh. Jika di awal Ramadan kita mungkin masih menyesuaikan diri, maka di akhir inilah saatnya kita berlari lebih cepat untuk mengejar keberkahan yang tersisa. Jangan sampai Ramadan berlalu begitu saja tanpa meninggalkan perubahan dalam diri kita.
Mari manfaatkan detik-detik terakhir Ramadan dengan sebaik-baiknya. Perbanyak ibadah, tingkatkan keikhlasan, dan perkuat hubungan dengan Allah SWT. Jangan sampai ketika Ramadan benar-benar pergi, yang tersisa hanyalah penyesalan karena kita tidak memanfaatkannya dengan maksimal. Sebab bagi orang-orang yang beriman, setiap detik Ramadan adalah kesempatan berharga untuk meraih ampunan dan keberkahan yang tidak ternilai.
16/03/2026 | Humas
Wajib Tahu, Ini Amalan 10 Hari Terakhir Ramadhan yang Penting Dilakukan
Amalan 10 hari terakhir Ramadhan menjadi momen yang sangat dinantikan oleh umat Islam di seluruh dunia. Pada fase terakhir bulan suci ini, Allah SWT memberikan kesempatan yang begitu besar bagi setiap muslim untuk meningkatkan kualitas ibadah dan meraih pahala yang berlipat ganda. Tidak hanya itu, pada 10 malam terakhir Ramadhan juga terdapat malam yang sangat istimewa, yaitu Lailatul Qadar, malam yang nilainya lebih baik dari seribu bulan.
Karena keutamaannya yang luar biasa, Rasulullah SAW memberikan contoh bagaimana memaksimalkan amalan 10 hari terakhir Ramadhan dengan memperbanyak ibadah, mendekatkan diri kepada Allah SWT, serta meningkatkan ketakwaan. Oleh karena itu, umat Islam sangat dianjurkan untuk tidak menyia-nyiakan kesempatan emas ini.
Artikel ini akan membahas berbagai amalan 10 hari terakhir Ramadhan yang penting dilakukan agar kita dapat meraih keberkahan dan pahala maksimal di penghujung bulan suci.
Keutamaan 10 Hari Terakhir Ramadhan
Sebelum membahas lebih jauh tentang amalan 10 hari terakhir Ramadhan, penting bagi kita untuk memahami keutamaan waktu yang sangat mulia ini.
Dalam banyak riwayat disebutkan bahwa Rasulullah SAW sangat bersungguh-sungguh dalam beribadah ketika memasuki sepuluh malam terakhir Ramadhan. Dalam sebuah hadits riwayat Imam Bukhari dan Muslim disebutkan:
“Apabila memasuki sepuluh malam terakhir Ramadhan, Rasulullah SAW menghidupkan malamnya, membangunkan keluarganya, dan mengencangkan ikat pinggangnya.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Makna dari hadits tersebut menunjukkan bahwa 10 hari terakhir Ramadhan merupakan waktu yang sangat istimewa untuk meningkatkan ibadah. Bahkan Rasulullah SAW memberikan teladan untuk lebih serius dalam beribadah dibandingkan hari-hari sebelumnya.
Hal ini karena pada waktu tersebut terdapat malam Lailatul Qadar yang disebut dalam Al-Qur’an:
“Lailatul Qadar lebih baik dari seribu bulan.” (QS. Al-Qadr: 3)
Oleh karena itu, memperbanyak amalan 10 hari terakhir Ramadhan menjadi langkah penting bagi umat Islam untuk meraih pahala yang luar biasa.
1. Memperbanyak Qiyamul Lail (Shalat Malam)
Salah satu amalan 10 hari terakhir Ramadhan yang sangat dianjurkan adalah memperbanyak qiyamul lail atau shalat malam. Shalat malam yang dimaksud meliputi shalat tarawih, tahajud, dan witir.
Pada sepuluh malam terakhir, Rasulullah SAW bahkan menghidupkan hampir seluruh malamnya dengan ibadah. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya shalat malam sebagai bentuk kedekatan seorang hamba dengan Allah SWT.
Dengan melaksanakan qiyamul lail secara rutin pada 10 hari terakhir Ramadhan, seorang muslim memiliki peluang besar untuk mendapatkan keberkahan malam Lailatul Qadar.
2. I’tikaf di Masjid
I’tikaf merupakan salah satu amalan 10 hari terakhir Ramadhan yang sangat dianjurkan oleh Rasulullah SAW. I’tikaf berarti berdiam diri di masjid dengan niat beribadah kepada Allah SWT.
Tujuan dari i’tikaf adalah untuk menjauhkan diri dari kesibukan duniawi dan fokus sepenuhnya kepada ibadah seperti shalat, membaca Al-Qur’an, berdzikir, serta berdoa.
Dalam hadits riwayat Bukhari disebutkan bahwa Rasulullah SAW selalu melaksanakan i’tikaf pada 10 hari terakhir Ramadhan hingga beliau wafat.
Melalui i’tikaf, seorang muslim dapat lebih khusyuk menjalankan berbagai amalan 10 hari terakhir Ramadhan serta memperbesar peluang mendapatkan Lailatul Qadar.
3. Memperbanyak Membaca Al-Qur’an
Membaca Al-Qur’an merupakan amalan 10 hari terakhir Ramadhan yang tidak boleh ditinggalkan. Ramadhan sendiri dikenal sebagai bulan diturunkannya Al-Qur’an sehingga sangat dianjurkan untuk memperbanyak tilawah.
Banyak ulama yang meningkatkan intensitas membaca Al-Qur’an pada sepuluh hari terakhir. Bahkan sebagian ulama mampu mengkhatamkan Al-Qur’an beberapa kali dalam periode tersebut.
Selain membaca, umat Islam juga dianjurkan untuk memahami dan merenungkan makna ayat-ayat Al-Qur’an agar dapat mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.
4. Memperbanyak Dzikir dan Doa
Memperbanyak dzikir dan doa juga termasuk amalan 10 hari terakhir Ramadhan yang sangat dianjurkan.
Salah satu doa yang dianjurkan untuk dibaca ketika mencari malam Lailatul Qadar adalah:
“Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni.”(Ya Allah, Engkau Maha Pemaaf dan menyukai pemaafan, maka maafkanlah aku.)
Doa ini diajarkan langsung oleh Rasulullah SAW kepada Aisyah RA ketika beliau bertanya tentang doa yang sebaiknya dibaca pada malam Lailatul Qadar.
Dengan memperbanyak dzikir dan doa, hati akan menjadi lebih tenang dan semakin dekat kepada Allah SWT.
5. Memperbanyak Sedekah
Sedekah juga termasuk amalan 10 hari terakhir Ramadhan yang sangat dianjurkan. Rasulullah SAW dikenal sebagai orang yang paling dermawan, dan kedermawanannya semakin meningkat ketika bulan Ramadhan.
Memberikan sedekah pada sepuluh hari terakhir memiliki nilai pahala yang sangat besar, terlebih jika dilakukan pada malam Lailatul Qadar.
Sedekah dapat dilakukan dalam berbagai bentuk, seperti:
Memberikan makanan untuk berbuka puasa
Membantu fakir miskin
Menyantuni anak yatim
Berdonasi untuk kegiatan sosial dan keagamaan
Dengan memperbanyak sedekah, seorang muslim tidak hanya mendapatkan pahala tetapi juga membantu sesama yang membutuhkan.
6. Memperbanyak Istighfar dan Taubat
Ramadhan adalah bulan pengampunan. Oleh karena itu, memperbanyak istighfar dan taubat merupakan amalan 10 hari terakhir Ramadhan yang sangat penting.
Setiap manusia tidak luput dari kesalahan dan dosa. Sepuluh hari terakhir Ramadhan adalah kesempatan terbaik untuk memohon ampun kepada Allah SWT agar dosa-dosa kita dihapuskan.
Istighfar dapat dibaca kapan saja, baik setelah shalat, ketika beraktivitas, maupun saat berdoa di malam hari.
7. Menghidupkan Malam Lailatul Qadar
Puncak dari amalan 10 hari terakhir Ramadhan adalah berusaha mendapatkan malam Lailatul Qadar. Malam ini diyakini terjadi pada salah satu malam ganjil di sepuluh malam terakhir, seperti malam ke-21, 23, 25, 27, atau 29.
Pada malam tersebut, pahala ibadah yang dilakukan lebih baik daripada ibadah selama seribu bulan atau sekitar 83 tahun.
Oleh karena itu, umat Islam dianjurkan untuk menghidupkan setiap malam pada 10 hari terakhir Ramadhan dengan berbagai ibadah seperti:
Shalat malam
Membaca Al-Qur’an
Berdzikir
Berdoa
Bersedekah
Dengan begitu, peluang untuk mendapatkan keberkahan Lailatul Qadar akan semakin besar.
Amalan 10 hari terakhir Ramadhan merupakan kesempatan emas yang tidak boleh disia-siakan oleh setiap muslim. Pada waktu yang sangat mulia ini, Allah SWT membuka pintu rahmat, ampunan, dan pahala yang berlipat ganda.
Beberapa amalan 10 hari terakhir Ramadhan yang penting dilakukan antara lain memperbanyak shalat malam, i’tikaf di masjid, membaca Al-Qur’an, berdzikir dan berdoa, bersedekah, memperbanyak istighfar, serta menghidupkan malam Lailatul Qadar.
Dengan menjalankan berbagai amalan 10 hari terakhir Ramadhan secara konsisten dan penuh keikhlasan, kita berharap dapat meraih keberkahan, pengampunan dosa, serta menjadi pribadi yang lebih baik setelah Ramadhan berakhir.
Semoga Allah SWT memberikan kita kekuatan untuk memaksimalkan ibadah pada 10 hari terakhir Ramadhan dan mempertemukan kita dengan malam Lailatul Qadar. Aamiin.
Mari sempurnakan 10 hari terakhir Ramadhan dengan berzakat di BAZNAS.
13/03/2026 | Humas
Pintu Surga Dibuka Lebar di Bulan Ramadhan: Kesempatan Emas untuk Meraih Ampunan Allah
Bulan suci Ramadhan merupakan salah satu waktu paling istimewa dalam kehidupan seorang Muslim. Pada bulan ini, Allah SWT memberikan berbagai keutamaan yang tidak diberikan pada bulan-bulan lainnya. Salah satu kabar gembira yang sering disampaikan dalam berbagai hadits adalah bahwa Pintu Surga Dibuka Lebar di Bulan Ramadhan, sementara pintu neraka ditutup dan setan-setan dibelenggu.
Keistimewaan ini menunjukkan betapa besar rahmat Allah SWT kepada hamba-Nya yang ingin memperbaiki diri. Ramadhan bukan sekadar bulan untuk menahan lapar dan dahaga, tetapi juga momentum untuk memperbanyak ibadah, memperbaiki akhlak, serta mendekatkan diri kepada Allah SWT. Ketika Pintu Surga Dibuka Lebar di Bulan Ramadhan, umat Islam diberikan peluang yang sangat luas untuk meraih pahala, ampunan, dan keberkahan hidup.
Artikel ini akan membahas makna dari Pintu Surga Dibuka Lebar di Bulan Ramadhan, dalil-dalil yang menjelaskannya, serta amalan-amalan yang dapat dilakukan untuk memanfaatkan kesempatan besar tersebut.
Makna Pintu Surga Dibuka Lebar di Bulan Ramadhan
Salah satu hadits yang menjelaskan tentang keutamaan Ramadhan menyebutkan bahwa ketika bulan suci ini tiba, Allah SWT membuka pintu surga dan menutup pintu neraka.
Rasulullah SAW bersabda:
“Apabila datang bulan Ramadhan, maka pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, dan setan-setan dibelenggu.”(HR. Bukhari dan Muslim)
Hadits ini menjadi dasar utama bahwa Pintu Surga Dibuka Lebar di Bulan Ramadhan. Makna dari pernyataan ini tidak hanya bersifat simbolis, tetapi juga menunjukkan bahwa pada bulan ini Allah SWT memberikan kemudahan bagi umat Islam untuk melakukan berbagai kebaikan.
Para ulama menjelaskan bahwa dibukanya pintu surga berarti:
Kesempatan beramal saleh menjadi lebih besar.
Pahala dilipatgandakan oleh Allah SWT.
Rahmat dan ampunan Allah terbuka luas bagi siapa saja yang bertaubat.
Dengan kata lain, ketika Pintu Surga Dibuka Lebar di Bulan Ramadhan, seorang Muslim memiliki peluang yang lebih besar untuk memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas ibadahnya.
Mengapa Pintu Surga Dibuka Lebar di Bulan Ramadhan
Ada beberapa hikmah mengapa Allah SWT membuka pintu surga pada bulan Ramadhan. Hal ini berkaitan dengan kemuliaan bulan tersebut serta berbagai ibadah yang dianjurkan di dalamnya.
1. Ramadhan Adalah Bulan Diturunkannya Al-Qur’an
Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an:
“Bulan Ramadhan adalah bulan yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia.”(QS. Al-Baqarah: 185)
Karena kemuliaan Al-Qur’an diturunkan pada bulan ini, maka tidak mengherankan jika Pintu Surga Dibuka Lebar di Bulan Ramadhan sebagai bentuk kemuliaan dan keberkahan yang Allah berikan kepada umat Islam.
2. Pahala Ibadah Dilipatgandakan
Pada bulan Ramadhan, setiap amal kebaikan memiliki nilai yang lebih besar dibandingkan bulan lainnya. Bahkan satu amal sunnah dapat bernilai seperti amal wajib.
Hal ini menjadi salah satu alasan mengapa Pintu Surga Dibuka Lebar di Bulan Ramadhan, karena Allah memberikan kesempatan besar bagi hamba-Nya untuk mengumpulkan pahala sebanyak mungkin.
3. Setan Dibelenggu
Dalam hadits disebutkan bahwa pada bulan Ramadhan setan-setan dibelenggu. Ini berarti godaan untuk melakukan dosa menjadi lebih kecil dibandingkan bulan lainnya.
Dengan berkurangnya godaan tersebut, umat Islam memiliki kesempatan lebih besar untuk berbuat baik. Inilah salah satu tanda bahwa Pintu Surga Dibuka Lebar di Bulan Ramadhan.
Amalan yang Membuka Jalan Menuju Surga di Bulan Ramadhan
Ketika Pintu Surga Dibuka Lebar di Bulan Ramadhan, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak berbagai ibadah. Berikut beberapa amalan yang sangat dianjurkan.
1. Memperbanyak Puasa dengan Ikhlas
Puasa Ramadhan merupakan ibadah utama pada bulan ini. Rasulullah SAW bersabda:
“Barang siapa berpuasa Ramadhan dengan iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.”(HR. Bukhari dan Muslim)
Puasa yang dilakukan dengan keimanan dan keikhlasan akan menjadi salah satu jalan menuju surga.
2. Menunaikan Shalat Tarawih
Shalat Tarawih merupakan ibadah sunnah yang hanya ada pada bulan Ramadhan. Rasulullah SAW bersabda:
“Barang siapa melaksanakan qiyam Ramadhan dengan iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.”(HR. Bukhari dan Muslim)
Ketika Pintu Surga Dibuka Lebar di Bulan Ramadhan, shalat malam seperti Tarawih menjadi salah satu cara untuk meraih rahmat Allah SWT.
3. Membaca dan Mengkhatamkan Al-Qur’an
Ramadhan sering disebut sebagai bulan Al-Qur’an. Banyak ulama salaf yang mengkhatamkan Al-Qur’an beberapa kali selama Ramadhan.
Dengan memperbanyak tilawah Al-Qur’an, seorang Muslim dapat merasakan kedekatan dengan Allah SWT sekaligus mengumpulkan pahala yang besar.
4. Bersedekah dan Berbagi kepada Sesama
Rasulullah SAW dikenal sebagai orang yang paling dermawan, dan beliau menjadi lebih dermawan lagi pada bulan Ramadhan.
Sedekah yang diberikan pada bulan ini memiliki nilai pahala yang sangat besar. Hal ini juga menjadi salah satu cara memanfaatkan kesempatan ketika Pintu Surga Dibuka Lebar di Bulan Ramadhan.
5. Memperbanyak Istighfar dan Taubat
Ramadhan adalah bulan ampunan. Oleh karena itu, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak istighfar dan memohon ampun kepada Allah SWT.
Dengan bertaubat secara sungguh-sungguh, dosa-dosa yang telah lalu dapat dihapuskan, sehingga seorang Muslim menjadi lebih bersih dan lebih dekat kepada Allah.
Lailatul Qadar: Malam Istimewa Saat Pintu Surga Terbuka
Salah satu keistimewaan terbesar Ramadhan adalah adanya malam Lailatul Qadar. Malam ini disebut lebih baik daripada seribu bulan.
Allah SWT berfirman:
“Lailatul Qadar lebih baik dari seribu bulan.”(QS. Al-Qadr: 3)
Pada malam ini, pahala ibadah dilipatgandakan secara luar biasa. Oleh karena itu, ketika Pintu Surga Dibuka Lebar di Bulan Ramadhan, Lailatul Qadar menjadi momen terbaik untuk memperbanyak doa, dzikir, dan ibadah.
Rasulullah SAW bahkan meningkatkan ibadahnya secara maksimal pada sepuluh malam terakhir Ramadhan untuk mencari keberkahan malam tersebut.
Jangan Sampai Kehilangan Kesempatan Ramadhan
Meskipun Pintu Surga Dibuka Lebar di Bulan Ramadhan, tidak semua orang mampu memanfaatkannya dengan baik. Banyak orang yang masih menyia-nyiakan waktu Ramadhan dengan kegiatan yang kurang bermanfaat.
Rasulullah SAW bahkan pernah bersabda bahwa seseorang akan merugi jika ia melewati Ramadhan tanpa mendapatkan ampunan dari Allah SWT.
Hal ini menjadi pengingat bagi setiap Muslim agar tidak menyia-nyiakan kesempatan yang sangat berharga ini. Ramadhan bisa saja menjadi Ramadhan terakhir dalam hidup kita, sehingga setiap detiknya harus dimanfaatkan untuk beribadah.
Bulan Ramadhan merupakan bulan yang penuh dengan rahmat, ampunan, dan keberkahan. Dalam bulan yang mulia ini, Allah SWT memberikan kesempatan luar biasa bagi umat Islam untuk memperbaiki diri dan mendekatkan diri kepada-Nya. Salah satu kabar gembira yang disebutkan dalam hadits adalah bahwa Pintu Surga Dibuka Lebar di Bulan Ramadhan.
Ketika Pintu Surga Dibuka Lebar di Bulan Ramadhan, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak ibadah seperti puasa, shalat malam, membaca Al-Qur’an, bersedekah, dan memperbanyak istighfar. Semua amalan tersebut menjadi jalan menuju rahmat Allah SWT dan kesempatan untuk meraih surga-Nya.
Oleh karena itu, mari manfaatkan bulan Ramadhan sebaik mungkin. Jangan sampai kita termasuk orang yang menyia-nyiakan kesempatan ketika Pintu Surga Dibuka Lebar di Bulan Ramadhan. Semoga Allah SWT menerima amal ibadah kita dan memasukkan kita ke dalam golongan hamba-hamba-Nya yang mendapatkan keberkahan di bulan suci ini.
Mari sempurnakan Ramadhan dengan berzakat di BAZNAS.
13/03/2026 | Humas








