WhatsApp Icon
banner
banner
banner
banner
banner
banner
banner
banner
banner
Statistik

Berita Terkini

BAZNAS Trenggalek Salurkan Bantuan PROPERTI BAZNAS Jawa Timur Tahap II untuk Dua Mustahik
BAZNAS Trenggalek Salurkan Bantuan PROPERTI BAZNAS Jawa Timur Tahap II untuk Dua Mustahik
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Trenggalek kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui penyaluran bantuan PROPERTI (Program Perbaikan Rumah Tinggal) tahap kedua dari BAZNAS Provinsi Jawa Timur pada Kamis (08/10). Bantuan ini diberikan kepada dua mustahik yang membutuhkan hunian lebih layak, aman, dan nyaman untuk menunjang kehidupan sehari-hari. Dua penerima manfaat tersebut adalah Satinem, warga Dusun Jajar RT 10 RW 03, Desa Jajar, Kecamatan Gandusari, serta Putri Holihah, warga Dusun Pingit Kulon RT 21 RW 05, Desa Gador, Kecamatan Durenan. Masing-masing mustahik menerima bantuan biaya perbaikan rumah sebesar Rp20.000.000, sehingga total bantuan yang disalurkan untuk kedua penerima mencapai Rp40.000.000. Program PROPERTI merupakan salah satu bentuk kepedulian BAZNAS terhadap masyarakat yang masih tinggal di rumah dengan kondisi kurang layak. Melalui program ini, bantuan tidak hanya diarahkan untuk memperbaiki kondisi fisik bangunan, tetapi juga menjadi upaya menghadirkan lingkungan tempat tinggal yang lebih aman dan mendukung kualitas hidup keluarga penerima manfaat. Rumah yang layak merupakan kebutuhan mendasar bagi setiap keluarga. Selain berfungsi sebagai tempat berlindung dari panas dan hujan, rumah juga menjadi ruang bagi keluarga untuk beristirahat, membangun kebersamaan, serta menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih tenang. Karena itu, dukungan melalui program perbaikan rumah diharapkan dapat memberikan perubahan nyata bagi kehidupan para mustahik. Penyaluran bantuan ini menjadi bukti bahwa dana zakat yang dihimpun dan dikelola secara amanah dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat yang membutuhkan. Melalui sinergi antara BAZNAS Provinsi Jawa Timur dan BAZNAS Kabupaten Trenggalek, bantuan diharapkan mampu menjadi jalan bagi keluarga penerima manfaat untuk memperoleh tempat tinggal yang lebih baik dan layak huni. Tidak hanya memperoleh bantuan biaya perbaikan rumah, kedua mustahik juga mendapatkan dukungan tambahan berupa kasur serta bantuan kebutuhan logistik berupa paket sembako dari Dinas Sosial Kabupaten Trenggalek. Bantuan tersebut menjadi pelengkap yang penting untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar keluarga penerima manfaat selama menjalani proses perbaikan rumah maupun dalam kehidupan sehari-hari. Dukungan lintas lembaga ini menunjukkan bahwa upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat membutuhkan kepedulian dan kerja sama berbagai pihak. Bantuan perbaikan rumah memberikan dukungan terhadap kebutuhan hunian, sedangkan kasur dan paket sembako membantu memenuhi kebutuhan rumah tangga yang tidak kalah penting. Kolaborasi tersebut sekaligus menjadi wujud nyata semangat gotong royong dalam membantu masyarakat yang berada dalam kondisi rentan. Kehadiran berbagai bentuk bantuan diharapkan dapat meringankan beban para mustahik, sehingga mereka dapat menjalani kehidupan dengan lebih baik dan memiliki harapan baru untuk masa depan. BAZNAS Kabupaten Trenggalek terus berupaya mengoptimalkan pendayagunaan zakat, infak, dan sedekah agar manfaatnya dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat. Program bantuan seperti PROPERTI menjadi salah satu langkah untuk menghadirkan manfaat zakat yang tidak hanya bersifat sementara, tetapi juga mendukung peningkatan kualitas hidup penerima manfaat dalam jangka panjang. Melalui program ini, BAZNAS berharap semakin banyak keluarga yang dapat tinggal di rumah yang aman dan layak. Lebih dari sekadar memperbaiki bangunan, bantuan tersebut membawa pesan bahwa masyarakat yang membutuhkan tidak berjalan sendirian. Ada kepedulian, kepercayaan, dan semangat berbagi yang hadir untuk membantu mereka bangkit dan menjalani kehidupan dengan lebih baik. BAZNAS Kabupaten Trenggalek juga menyampaikan terima kasih kepada BAZNAS Provinsi Jawa Timur, Dinas Sosial Kabupaten Trenggalek, serta seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam mendukung penyaluran bantuan ini. Semoga setiap kebaikan yang diberikan menjadi amal jariyah, membawa keberkahan bagi para muzaki dan donatur, serta menghadirkan kebahagiaan bagi keluarga penerima manfaat.
08/10/2026 | Humas
BAZNAS Trenggalek Salurkan Bantuan Bedah Rumah untuk Dua Mustahik di Desa Melis
BAZNAS Trenggalek Salurkan Bantuan Bedah Rumah untuk Dua Mustahik di Desa Melis
Kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan terus diwujudkan oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Trenggalek melalui Program Trenggalek Peduli. Kali ini, bantuan bedah rumah diberikan kepada dua mustahik di Desa Melis, Kecamatan Gandusari, sebagai upaya membantu mewujudkan hunian yang lebih layak, aman, dan nyaman bagi keluarga penerima manfaat. Dua penerima bantuan tersebut adalah Sukiyo, warga Dusun Ngringin RT 08 RW 04, dan Nurhadi, warga Dusun Jugang RT 11 RW 05. Keduanya merupakan warga Desa Melis, Kecamatan Gandusari, yang mendapatkan dukungan melalui program kepedulian sosial BAZNAS Kabupaten Trenggalek. Bantuan bedah rumah ini merupakan salah satu bentuk nyata pendayagunaan zakat untuk membantu masyarakat yang mengalami keterbatasan dalam memenuhi kebutuhan tempat tinggal. Melalui program ini, BAZNAS berupaya menghadirkan manfaat zakat yang tidak hanya membantu meringankan beban ekonomi, tetapi juga mendukung peningkatan kualitas hidup masyarakat yang membutuhkan. Rumah memiliki peran penting dalam kehidupan setiap keluarga. Selain menjadi tempat berlindung dari panas dan hujan, rumah merupakan ruang untuk beristirahat, berkumpul bersama keluarga, serta membangun harapan akan kehidupan yang lebih baik. Hunian yang layak juga dapat memberikan rasa aman dan kenyamanan bagi penghuninya dalam menjalani aktivitas sehari-hari. Namun, bagi keluarga dengan keterbatasan ekonomi, memperbaiki rumah bukanlah perkara mudah. Berbagai kebutuhan dasar, seperti pangan, pendidikan, kesehatan, dan keperluan rumah tangga, harus dipenuhi dengan kemampuan yang terbatas. Akibatnya, kebutuhan perbaikan tempat tinggal sering kali belum dapat menjadi prioritas, meskipun memiliki peran penting dalam menunjang kesejahteraan keluarga. Melalui Program Trenggalek Peduli, BAZNAS Kabupaten Trenggalek berupaya membantu meringankan beban tersebut. Bantuan bedah rumah diharapkan dapat menjadi langkah nyata untuk mendukung perbaikan kondisi hunian Sukiyo dan Nurhadi, sehingga keduanya bersama keluarga dapat menempati rumah yang lebih layak dan nyaman. Tidak hanya memberikan bantuan biaya bedah rumah, kedua mustahik juga menerima bantuan tambahan berupa kasur serta paket sembako dari Dinas Sosial Kabupaten Trenggalek. Bantuan tersebut menjadi bentuk perhatian terhadap kebutuhan keluarga penerima manfaat secara lebih menyeluruh. Kasur diharapkan dapat menunjang kenyamanan beristirahat, sementara paket sembako membantu memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari. Dengan adanya dukungan tersebut, manfaat bantuan tidak hanya berfokus pada perbaikan tempat tinggal, tetapi juga menyentuh kebutuhan dasar keluarga. Sinergi antara BAZNAS Kabupaten Trenggalek dan Dinas Sosial Kabupaten Trenggalek menjadi wujud kolaborasi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Kerja sama ini menunjukkan bahwa kepedulian sosial dapat diwujudkan melalui langkah nyata yang saling melengkapi, terutama dalam membantu keluarga yang membutuhkan perhatian dan dukungan. Melalui berbagai program sosial, BAZNAS Kabupaten Trenggalek terus berkomitmen mengoptimalkan pengelolaan serta pendayagunaan zakat, infak, dan sedekah agar manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat yang berhak menerima. Program Trenggalek Peduli menjadi salah satu ikhtiar untuk menghadirkan bantuan yang menyentuh kebutuhan mendasar sekaligus menumbuhkan semangat kepedulian di tengah masyarakat. Bantuan yang disalurkan kepada Sukiyo dan Nurhadi diharapkan dapat menghadirkan harapan baru bagi kedua keluarga. Lebih dari sekadar bantuan materi, kepedulian ini menjadi pengingat bahwa masyarakat yang membutuhkan tidak berjalan sendirian. Ada semangat berbagi dan gotong royong yang terus tumbuh untuk membantu mereka memperoleh kehidupan yang lebih baik. BAZNAS Kabupaten Trenggalek menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Dinas Sosial Kabupaten Trenggalek serta seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya program ini. Dukungan dan kepedulian berbagai pihak menjadi bagian penting dalam memperluas manfaat bantuan bagi masyarakat. Semoga bantuan yang diberikan membawa keberkahan bagi keluarga Sukiyo dan Nurhadi, memberikan manfaat dalam jangka panjang, serta menjadi amal jariyah bagi para muzaki, donatur, dan semua pihak yang telah berkontribusi. Semoga semangat berbagi terus tumbuh sehingga semakin banyak keluarga yang merasakan manfaat zakat dan kepedulian sesama.
08/10/2026 | Humas
BAZNAS Trenggalek Salurkan Bantuan Bedah Rumah PROPERTI Rp20 Juta untuk Murjito di Desa Ngentrong
BAZNAS Trenggalek Salurkan Bantuan Bedah Rumah PROPERTI Rp20 Juta untuk Murjito di Desa Ngentrong
Harapan untuk memiliki hunian yang lebih layak kembali tumbuh di tengah keluarga penerima manfaat di Kabupaten Trenggalek. Melalui Program Perbaikan Rumah Tinggal (PROPERTI) milik BAZNAS Jawa Timur, BAZNAS Kabupaten Trenggalek menyalurkan bantuan untuk perbaikan rumah kepada Murjito, warga Dusun Jampi RT 01 RW 01, Desa Ngentrong, Kecamatan Karangan, Kabupaten Trenggalek. Bantuan tersebut diserahkan pada Rabu (07/10/2026) dengan nilai bantuan sebesar Rp20 juta. Penyaluran dilakukan oleh Wakil Ketua I BAZNAS Kabupaten Trenggalek, Ir. H. Rahmat Purwanto, bersama staf pelaksana BAZNAS Trenggalek. Program PROPERTI merupakan salah satu ikhtiar BAZNAS Jawa Timur dalam membantu masyarakat yang membutuhkan melalui dukungan perbaikan rumah tinggal agar menjadi lebih aman, sehat, dan layak dihuni. Bantuan yang diberikan diharapkan tidak sekadar memperbaiki bangunan secara fisik, tetapi juga menghadirkan kembali rasa nyaman dan aman bagi keluarga penerima manfaat. Bagi Murjito, bantuan tersebut menjadi sebuah bentuk kepedulian yang sangat berarti. Rumah bukan hanya tempat untuk berlindung dari panas dan hujan, tetapi juga menjadi ruang bagi keluarga untuk menjalani kehidupan sehari-hari. Ketika kondisi rumah belum memadai, kebutuhan untuk memiliki tempat tinggal yang layak tentu menjadi harapan yang terus dinantikan. Melalui bantuan senilai Rp20 juta tersebut, proses perbaikan rumah Murjito diharapkan dapat berjalan dengan baik dan memberikan perubahan nyata terhadap kondisi tempat tinggalnya. Kehadiran BAZNAS melalui program PROPERTI menjadi bukti bahwa zakat yang dihimpun dapat kembali kepada masyarakat dalam bentuk program yang menyentuh kebutuhan dasar dan memberikan manfaat secara langsung. Penyaluran bantuan juga dilaksanakan bersama Dinas Sosial Kabupaten Trenggalek. Dalam kesempatan tersebut, Dinas Sosial turut memberikan bantuan logistik berupa sembako kepada Murjito. Sinergi tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan penerima manfaat tidak hanya mendapatkan dukungan untuk perbaikan tempat tinggal, tetapi juga memperoleh bantuan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Wakil Ketua I BAZNAS Trenggalek, Ir. H. Rahmat Purwanto, menyampaikan bahwa kolaborasi antara lembaga zakat dan pemerintah daerah menjadi langkah penting dalam memperluas manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan. Menurutnya, persoalan sosial di tengah masyarakat membutuhkan kepedulian dan kerja bersama agar bantuan yang diberikan benar-benar tepat sasaran dan memberikan dampak. “Bantuan ini merupakan bagian dari ikhtiar bersama untuk membantu masyarakat agar memiliki tempat tinggal yang lebih layak. Semoga bantuan dari program PROPERTI ini dapat memberikan manfaat dan menjadi awal dari kehidupan yang lebih nyaman bagi keluarga penerima,” ujarnya. Lebih dari sekadar bantuan material, program perbaikan rumah juga membawa pesan tentang kepedulian. Rumah yang diperbaiki bukan hanya bangunan yang ditata kembali, tetapi juga menjadi simbol hadirnya perhatian dari para muzaki dan masyarakat melalui zakat yang dipercayakan kepada BAZNAS. Setiap rupiah zakat yang dihimpun memiliki potensi untuk menjadi manfaat yang nyata. Dari zakat yang ditunaikan masyarakat, lahir berbagai program yang menyentuh kebutuhan dasar, mulai dari bantuan sosial, pendidikan, kesehatan, hingga perbaikan tempat tinggal bagi masyarakat yang membutuhkan. Penyaluran bantuan PROPERTI kepada Murjito di Desa Ngentrong menjadi salah satu gambaran nyata bagaimana zakat dapat hadir hingga ke tengah masyarakat. Bantuan tersebut diharapkan mampu mendorong terciptanya hunian yang lebih aman dan nyaman sekaligus memberikan semangat baru bagi keluarga penerima manfaat. BAZNAS Trenggalek bersama Pemerintah Kabupaten Trenggalek akan terus mendorong sinergi dalam menghadirkan berbagai program kemanusiaan dan pemberdayaan masyarakat. Kolaborasi antara BAZNAS, pemerintah, dan seluruh pihak yang memiliki kepedulian menjadi kekuatan penting untuk memastikan semakin banyak masyarakat yang dapat merasakan manfaat dari gerakan zakat. Sebab, ketika zakat ditunaikan dan dikelola dengan amanah, manfaatnya tidak berhenti pada angka. Zakat dapat berubah menjadi rumah yang lebih layak, kebutuhan pokok yang terpenuhi, harapan yang kembali tumbuh, dan kehidupan yang perlahan menjadi lebih baik. Melalui Program PROPERTI ini, BAZNAS Trenggalek kembali menegaskan komitmennya untuk menghadirkan zakat yang bermanfaat, tepat sasaran, dan benar-benar dirasakan oleh masyarakat. Dari zakat yang ditunaikan, tumbuh rumah yang lebih layak. Dari kepedulian yang diberikan, tumbuh harapan baru bagi keluarga penerima manfaat.
07/10/2026 | Humas

Agenda Pimpinan

BAZNAS Trenggalek Serahkan Bantuan Ternak dan Gerobak UMKM dalam ajang BAZNAS Awards 2025
BAZNAS Trenggalek Serahkan Bantuan Ternak dan Gerobak UMKM dalam ajang BAZNAS Awards 2025
BAZNAS Kabupaten Trenggalek terus menunjukkan komitmennya dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat melalui pemanfaatan dana zakat, infak, dan sedekah secara produktif. Salah satu wujud nyata komitmen tersebut diwujudkan melalui penyerahan 20 unit gerobak UMKM (10 Gerobak BAZNAS Prov. Jawa Timur dan 10 Gerobak BAZNAS Trenggalek) dan bantuan ternak kambing kepada jamaah masjid sebagai bagian dari program pemberdayaan ekonomi berbasis masjid. Kegiatan penyerahan bantuan ini menjadi langkah strategis BAZNAS Trenggalek dalam mengoptimalkan peran masjid tidak hanya sebagai pusat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pemberdayaan umat. Jamaah masjid yang menerima bantuan yakni jamaah masjid Matlabul Ulum (Ds. Gador-Kec. Durenan) dan telah melalui proses seleksi serta pendampingan agar bantuan yang diberikan benar-benar tepat sasaran dan berkelanjutan. Bantuan ternak ini tidak hanya ditujukan sebagai pemenuhan kebutuhan jangka pendek, tetapi juga sebagai aset produktif yang dapat berkembang dan memberikan manfaat ekonomi berkelanjutan bagi penerima. Bantuan 20 gerobak UMKM disalurkan kepada pelaku usaha mikro yang selama ini terkendala modal dan sarana usaha. Gerobak tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan untuk berbagai jenis usaha kecil, seperti kuliner, minuman, maupun usaha dagang lainnya yang memiliki potensi meningkatkan pendapatan keluarga. Program bantuan gerobak UMKM dan ternak kambing ini merupakan bagian dari Program Jatim Makmur dan Program Trenggalek Makmur, salah satu program unggulan BAZNAS Jawa Timur dan BAZNAS Trenggalek yang fokus pada pemberdayaan ekonomi mustahik. Melalui program ini, BAZNAS mendorong mustahik agar mampu bertransformasi menjadi muzakki dengan memanfaatkan bantuan secara produktif dan bertanggung jawab. Dalam pelaksanaannya, BAZNAS Trenggalek tidak hanya memberikan bantuan fisik semata, tetapi juga disertai dengan pendampingan dan edukasi. Penerima bantuan diharapkan mampu mengelola usaha dengan baik, menjaga komitmen, serta memanfaatkan bantuan sebagai sarana peningkatan kesejahteraan keluarga. BAZNAS Trenggalek berharap bantuan 20 gerobak UMKM dan ternak kambing ini dapat menjadi pemantik semangat bagi jamaah masjid untuk lebih mandiri secara ekonomi. Dengan pengelolaan yang baik dan dukungan lingkungan sekitar, program ini diharapkan mampu menciptakan lapangan usaha baru, meningkatkan pendapatan keluarga, serta memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat. Melalui program pemberdayaan ekonomi berbasis masjid, BAZNAS Trenggalek terus berupaya menjadikan zakat sebagai instrumen strategis dalam pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan umat. Sinergi antara BAZNAS, pengurus masjid, dan jamaah diharapkan mampu menghadirkan manfaat zakat yang nyata, berkelanjutan, dan penuh keberkahan bagi masyarakat Kabupaten Trenggalek.

24-12-2025 | Humas

BAZNAS Trenggalek serahkan 14 Penghargaan dalam Ajang BAZNAS Awards 2025
BAZNAS Trenggalek serahkan 14 Penghargaan dalam Ajang BAZNAS Awards 2025
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Trenggalek kembali menggelar ajang apresiasi tahunan bertajuk BAZNAS Awards 2025 sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi dan komitmen Unit Pengumpul Zakat (UPZ) dalam mendukung pengelolaan zakat yang profesional, transparan, dan berkelanjutan. Dalam kegiatan ini, BAZNAS Trenggalek menyerahkan total 14 penghargaan kepada UPZ terbaik dari lingkup Pemerintah Kabupaten Trenggalek dan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Trenggalek. BAZNAS Awards 2025 menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara BAZNAS, UPZ, serta seluruh pemangku kepentingan dalam upaya meningkatkan kesadaran dan kepatuhan zakat, khususnya di lingkungan instansi pemerintah dan lembaga pendidikan. Penghargaan ini juga merupakan bentuk apresiasi nyata kepada UPZ yang selama ini konsisten berperan aktif dalam menghimpun zakat, infak, dan sedekah (ZIS) dari para muzakki. Untuk kategori UPZ Pengumpul Zakat Terbaik di Lingkup Pemerintah Kabupaten Trenggalek, BAZNAS Trenggalek memberikan penghargaan kepada 10 UPZ terbaik. Penghargaan terbaik pertama diraih oleh SMP Negeri 3 Tugu yang dinilai unggul dalam konsistensi pengumpulan zakat serta pengelolaan administrasi yang tertib dan akuntabel. Posisi terbaik kedua diraih oleh Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP), disusul Kecamatan Munjungan sebagai terbaik ketiga. Selanjutnya, penghargaan terbaik keempat diraih oleh Badan Kepegawaian Daerah (BKD), sementara Sekretariat Daerah Kabupaten Trenggalek menempati posisi terbaik kelima. Puskesmas Slawe meraih penghargaan terbaik keenam, diikuti Kecamatan Watulimo sebagai terbaik ketujuh. Untuk posisi terbaik kedelapan hingga kesepuluh masing-masing diraih oleh SMP Negeri 1 Watulimo, Kecamatan Tugu, dan SMP Negeri 1 Kampak. Seluruh UPZ penerima penghargaan tersebut dinilai telah menunjukkan komitmen tinggi dalam mendukung optimalisasi penghimpunan zakat melalui mekanisme yang sesuai dengan ketentuan syariat dan regulasi yang berlaku. Konsistensi, transparansi, serta partisipasi aktif dari pimpinan dan pegawai menjadi indikator utama dalam penilaian BAZNAS Trenggalek. Sementara itu, untuk kategori UPZ Terbaik di Lingkup Kantor Kementerian Agama Kabupaten Trenggalek, penghargaan terbaik pertama diraih oleh MTs Negeri 5 Trenggalek. Disusul MAN 2 Trenggalek sebagai terbaik kedua dan MTs Negeri 3 Trenggalek sebagai terbaik ketiga. Ketiga lembaga pendidikan tersebut dinilai berhasil membangun budaya sadar zakat di lingkungan kerja dan mampu menjadi contoh bagi lembaga lainnya. Selain itu, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Trenggalek juga menerima penghargaan khusus atas capaian luar biasa berupa komitmen seluruh pegawai dalam menunaikan zakat sebesar 2,5 persen. Penghargaan ini menjadi bukti kuat sinergi antara BAZNAS dan Kementerian Agama dalam menguatkan peran zakat sebagai instrumen pembangunan umat dan kesejahteraan masyarakat. Melalui BAZNAS Awards 2025, BAZNAS Trenggalek berharap semangat berzakat di lingkungan instansi pemerintah dan lembaga pendidikan semakin meningkat. Apresiasi ini tidak hanya menjadi bentuk penghormatan atas capaian kinerja, tetapi juga sebagai motivasi agar seluruh UPZ terus meningkatkan kualitas pelayanan, pengelolaan, serta kontribusi nyata bagi kesejahteraan masyarakat. Dengan adanya dukungan dan kolaborasi yang kuat antara BAZNAS, UPZ, dan para muzakki, BAZNAS Trenggalek optimistis pengelolaan zakat di Kabupaten Trenggalek akan semakin maju, berdaya guna, dan memberikan dampak nyata bagi mustahik serta pembangunan daerah secara berkelanjutan.

24-12-2025 | Humas

Paguyuban Sound Jenangan Trenggalek (PSJT) Serahkan Bantuan untuk Sumatera dan Aceh Melalui BAZNAS Trenggalek pada BAZNAS Award 2025
Paguyuban Sound Jenangan Trenggalek (PSJT) Serahkan Bantuan untuk Sumatera dan Aceh Melalui BAZNAS Trenggalek pada BAZNAS Award 2025
BAZNAS Kabupaten Trenggalek kembali menerima dukungan dan kepedulian dari berbagai elemen masyarakat. Kali ini, Paguyuban Sound Jenangan Trenggalek (PSJT) menunjukkan solidaritas sosialnya dengan menyerahkan bantuan kemanusiaan untuk saudara-saudara terdampak bencana di Sumatera dan Aceh. Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis melalui BAZNAS Trenggalek dalam rangkaian kegiatan BAZNAS Award 2025 yang digelar di Pendopo Manggala Praja Nugraha Trenggalek senilai Rp.39.872.500,-. Penyerahan bantuan ini menjadi bukti bahwa kepedulian terhadap sesama tidak mengenal batas profesi maupun latar belakang komunitas. PSJT yang dikenal sebagai wadah pelaku dan pecinta sound system di wilayah Trenggalek, turut mengambil peran dalam aksi kemanusiaan dengan menggalang donasi dari para anggotanya untuk membantu masyarakat yang tengah tertimpa musibah. Ketua BAZNAS Kabupaten Trenggalek menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan PSJT kepada BAZNAS sebagai lembaga resmi pengelola zakat, infak, dan sedekah. Menurutnya, kolaborasi dengan komunitas-komunitas masyarakat seperti PSJT merupakan bentuk sinergi yang sangat positif dalam memperluas jangkauan bantuan dan memperkuat solidaritas sosial. “BAZNAS tidak bisa berjalan sendiri. Dukungan dari komunitas, organisasi, dan masyarakat luas seperti Paguyuban Sound Jenangan Trenggalek ini menjadi kekuatan besar bagi kami untuk terus hadir membantu saudara-saudara yang membutuhkan, khususnya korban bencana di Sumatera dan Aceh,” ujarnya. Ia menambahkan, bantuan yang disalurkan melalui BAZNAS akan dikelola secara amanah, transparan, dan tepat sasaran, sesuai dengan prinsip pengelolaan dana umat. Seluruh donasi yang diterima akan segera disalurkan kepada masyarakat terdampak melalui program kebencanaan BAZNAS bekerja sama dengan BAZNAS daerah setempat dan pihak terkait. Perwakilan Paguyuban Sound Jenangan Trenggalek (PSJT) menyampaikan bahwa penyaluran bantuan ini merupakan wujud kepedulian dan empati terhadap penderitaan saudara-saudara sebangsa yang tengah menghadapi musibah. Meski berasal dari komunitas hobi, PSJT ingin menunjukkan bahwa komunitas juga memiliki tanggung jawab sosial dan dapat berkontribusi nyata bagi kemanusiaan. “Kami berharap bantuan yang kami salurkan melalui BAZNAS Trenggalek ini bisa sedikit meringankan beban saudara-saudara kita di Sumatera dan Aceh. Semoga apa yang kami lakukan menjadi amal kebaikan bagi seluruh anggota PSJT,” ungkapnya. Penyerahan bantuan PSJT ini menjadi salah satu momen bermakna dalam pelaksanaan BAZNAS Award 2025, yang tidak hanya menjadi ajang evaluasi dan apresiasi kinerja pengelolaan zakat, tetapi juga wadah untuk memperkuat kolaborasi antara BAZNAS dan masyarakat. Melalui kegiatan ini, BAZNAS Trenggalek berharap semakin banyak komunitas dan elemen masyarakat yang tergerak untuk menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui lembaga resmi, sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas dan merata. Semangat gotong royong dan kepedulian sosial yang ditunjukkan PSJT diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi komunitas lainnya di Kabupaten Trenggalek.

24-12-2025 | Humas

Berita Pendistribusian

BAZNAS Distribusikan Bantuan Bedah Rumah Program Rumah Layak Huni untuk Empat Wa
BAZNAS Distribusikan Bantuan Bedah Rumah Program Rumah Layak Huni untuk Empat Wa
Trenggalek, 05 Desember 2025 — Upaya menghadirkan tempat tinggal yang lebih layak, aman, dan nyaman bagi masyarakat terus menjadi perhatian serius BAZNAS. Melalui Program Rumah Layak Huni dari BAZNAS RI, BAZNAS Kabupaten Trenggalek kembali menyalurkan bantuan bedah rumah kepada empat warga yang berada dalam kondisi serba terbatas. Mereka adalah Ibu Supiyah dari Desa Ngadimulyo-Kec. Kampak, Bapak M. Tohir dari Desa Pandean-Kec. Dongko, Ibu Mijah dari Desa Ngentrong-Kec. Karangan dan Ibu Tumini dari Desa Nglebo-Kec. Suruh yang masing-masing telah lama hidup dalam kondisi hunian yang tak lagi layak ditinggali. Program ini tidak hanya sekadar menghadirkan bangunan fisik, tetapi juga merupakan wujud nyata bahwa dana zakat mampu menjadi pendorong perubahan sosial yang signifikan. Dengan memprioritaskan warga yang tinggal di rumah tidak layak huni, BAZNAS berupaya membuka jalan bagi masyarakat untuk merasakan kehidupan yang lebih bermartabat. Kondisi Rumah Tak Layak yang Menjadi Prioritas Sebagian besar penerima bantuan adalah warga yang bertahun-tahun tinggal di rumah yang sudah lapuk, sempit, dan minim fasilitas. Banyak dari bangunan tersebut tak lagi mampu melindungi penghuninya dari hujan, angin, maupun suhu ekstrem. Pada beberapa lokasi, kondisi lantai masih berupa tanah, dinding rapuh, serta atap yang rawan ambruk setiap saat. Di Desa Ngadimulyo, misalnya, rumah Supiyah telah lama menjadi sorotan masyarakat sekitar. Dengan kondisi ekonomi yang pas-pasan, ia tidak mampu melakukan perbaikan apa pun. Setiap turun hujan, ia cemas memikirkan keselamatan diri dan anggota keluarga. Bantuan dari BAZNAS ini menjadi jawaban atas doa dan harapan yang selama ini ia gantungkan. Sementara itu, di Desa Pandean, rumah milik M. Tohir juga tak kalah memprihatinkan. Lantai kayu yang rapuh, dinding yang berlubang, serta kondisi atap yang bocor membuat aktivitas sehari-hari menjadi semakin berat. Tohir, yang bekerja serabutan, nyaris mustahil melakukan renovasi dengan penghasilannya yang sangat terbatas. Di Desa Ngentrong, situasi yang dialami oleh Mijah pun hampir serupa. Kesederhanaan hidup membuatnya bertahan dalam rumah seadanya, meski kondisi bangunan tersebut sudah jauh dari kata layak. Bantuan dari BAZNAS menjadi angin segar yang membawa harapan baru bagi kehidupan Ibu Mijah dan keluarganya. Sementara itu, di Desa Nglebo, Ibu Tumini menjadi penerima manfaat keempat. Sebagai kepala keluarga yang harus berjuang seorang diri, ia bertahan hidup di rumah dengan kondisi yang memprihatinkan. Tidak jarang ia kesulitan tidur ketika angin kencang datang karena takut rumahnya runtuh kapan saja. Kini, bantuan dari BAZNAS membuat Ibu Tumini bisa bernapas lega dan menatap masa depan dengan lebih percaya diri. Wujud Kepedulian Bersama, Bukan Sekadar Bantuan Proses penyerahan bantuan rumah layak huni ini dilakukan secara langsung oleh BAZNAS Trenggalek dengan melibatkan perangkat desa dan tokoh masyarakat setempat. Hal ini menunjukkan bahwa program tersebut bukan hanya inisiatif lembaga, tetapi disambut sebagai gerakan sosial yang melibatkan seluruh elemen masyarakat. Ketua BAZNAS Trenggalek menyampaikan bahwa bantuan ini merupakan amanah dari para muzakki di seluruh Indonesia melalui BAZNAS RI. Karena itu, proses penyaluran dilakukan dengan penuh tanggung jawab, transparan, dan tepat sasaran. “Program Rumah Layak Huni bukan sekadar membangun rumah, tetapi membangun kembali semangat hidup dan menjaga martabat masyarakat yang selama ini hidup dalam keterbatasan,” ungkapnya. Bantuan ini juga menjadi stimulus agar masyarakat lain turut bergerak dalam semangat gotong royong. Sejumlah warga di sekitar lokasi penerima manfaat juga ikut membantu proses pembangunan, mulai dari pembersihan area, pengangkutan material, hingga kerja bakti bersama. Kehangatan kebersamaan inilah yang membuat setiap rumah yang dibangun terasa lebih hidup dan penuh nilai kebajikan. Menghadirkan Rumah, Menghadirkan Harapan Keempat penerima manfaat tidak mampu menyembunyikan rasa haru dan syukur mereka. Dengan suara yang bergetar, mereka menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu mewujudkan rumah impian mereka. Bagi mereka, bantuan ini bukan hanya soal bangunan baru, tetapi tentang harapan untuk hidup lebih layak, serta lingkungan yang lebih aman bagi keluarga mereka. BAZNAS berharap bahwa Program Rumah Layak Huni dapat menjadi inspirasi dan contoh bahwa pengelolaan zakat yang amanah mampu memberikan dampak besar dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Dengan terus memperluas jangkauan program ini, BAZNAS berkomitmen untuk menghadirkan lebih banyak rumah yang layak, lebih banyak senyuman, dan lebih banyak harapan di tengah masyarakat. Sahabat BAZNAS juga bisa jadi bagian dari aksi kebaikan ini dengan cara sedekah melalui ????kabtrenggalek.baznas.go.id/sedekah atau melalui rekening : Bank Jatim 0222411114 BSI 7555557587 BRI 017701016626538
15/12/2025 | Humas
BAZNAS Trenggalek Serahkan Bantuan Bedah Rumah di 3 desa di Kecamatan Durenan
BAZNAS Trenggalek Serahkan Bantuan Bedah Rumah di 3 desa di Kecamatan Durenan
BAZNAS Kabupaten Trenggalek kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui program bedah rumah. Kali ini, bantuan disalurkan ke tiga titik lokasi berbeda, yakni di desa Semarum, desa Gdor dan desa Kamulan kecamatan Durenan. Program bedah rumah ini merupakan salah satu bentuk nyata dari penyaluran dana zakat, infak, dan sedekah yang dikelola oleh BAZNAS Trenggalek. Sasaran bantuan adalah warga yang tinggal di hunian tidak layak dan tergolong mustahik (penerima zakat) sesuai ketentuan syariah. Pimpinan BAZNAS Trenggalek menyampaikan bahwa program ini tidak hanya bertujuan memberikan tempat tinggal yang layak, tetapi juga membangun kembali semangat dan harapan keluarga penerima bantuan. "Melalui program bedah rumah ini, kami ingin menghadirkan kebahagiaan dan harapan baru bagi saudara-saudara kita yang membutuhkan. Ini adalah bentuk kepedulian dan amanah dari para muzakki yang harus kami jaga dan salurkan dengan tepat sasaran," ungkapnya. Warga penerima manfaat bersyukur dan berterima kasih atas bantuan yang diterima. BAZNAS Trenggalek terus mengajak masyarakat, khususnya para muzakki, untuk menunaikan zakat melalui lembaga resmi. Dengan kolaborasi yang kuat antara umat dan lembaga zakat, diharapkan semakin banyak warga yang dapat merasakan manfaat nyata dari dana zakat. Terima kasih Muzakki, zakat anda memberdayakan banyak umat.
10/12/2025 | Humas
BAZNAS bersama Bupati Trenggalek Berikan Bantuan Bedah Rumah 17 Agustus
BAZNAS bersama Bupati Trenggalek Berikan Bantuan Bedah Rumah 17 Agustus
Raut bahagia terpancar di wajah Mbah Rebo (68 tahun) dan keluarga. Rumahnya menjadi salah satu sasaran program 17 Agustus Bedah 17 Rumah yang digagas oleh BAZNAS Trenggalek. . Kurang lebih sudah setahun sejak rumah milik Mbah Rebo mengalami rubuh akibat kondisi bangunan yang sudah lapuk dimakan usia. Sekarang Mbah Rebo bersama keluarga bisa bernafas lega dan tinggal dengan nyaman dirumahnya yang kini sudah dibedah. . Di momen Peringatan HUT ke-80 Republik Indonesia ini, Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin dan Wakil Bupati Syah Mohamad Natanegara bersama Forkopimda kunjungi rumah Mbah Rebo di Desa Kerjo Kecamatan Karangan, Minggu (17/8/2025). . "Saya terima kasih ke seluruh masyarakat yang telah menasarufkan zakatnya, beginilah suasana semesta zakat di Kabupaten Trenggalek," ucap Mas Bupati Ipin. . "Kita selalu berbagi kebahagiaan di momen 17 Agustus, momen kemerdekaan yang sekecil-kecilnya, sandang papan pangan harus tercukupi, meskipun tidak bisa serentak langsung, tapi berproses, berprogres," sambungnya. . Mas Bupati Ipin menambahkan bahwa kunjungannya tersebut juga untuk mengapresiasi semua pihak. Baik warga yang melaporkan sampai mengusulkan. Hingga sinergitas TNI dan Polri bersama warga sekitar yang gotong royong memperbaiki rumah Mbah Rebo.
10/12/2025 | Humas

Artikel Terbaru

Hari Kesaktian Pancasila: Meneguhkan Nilai Persatuan, Kemanusiaan, dan Kepedulian
Hari Kesaktian Pancasila: Meneguhkan Nilai Persatuan, Kemanusiaan, dan Kepedulian
Setiap tanggal 1 Oktober, bangsa Indonesia memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Peringatan ini menjadi momentum penting untuk mengenang perjalanan sejarah bangsa sekaligus meneguhkan kembali komitmen dalam menjaga Pancasila sebagai dasar negara dan pedoman dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Hari Kesaktian Pancasila tidak sekadar menjadi agenda seremonial tahunan. Lebih dari itu, peringatan ini menjadi ruang untuk merefleksikan kembali nilai-nilai luhur yang terkandung dalam Pancasila serta bagaimana nilai tersebut dapat diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari. Pancasila lahir dari perjalanan panjang bangsa Indonesia dalam mencari titik temu di tengah keberagaman. Perbedaan suku, agama, budaya, bahasa, maupun latar belakang sosial bukan menjadi alasan untuk terpecah, melainkan menjadi kekuatan yang memperkaya kehidupan bangsa. Karena itu, semangat persatuan menjadi salah satu nilai penting yang perlu terus dirawat oleh seluruh masyarakat. Peringatan Hari Kesaktian Pancasila juga mengingatkan bahwa menjaga Pancasila bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah atau lembaga negara. Setiap warga negara memiliki peran dalam mengamalkan nilai-nilai Pancasila sesuai dengan kapasitas dan lingkungan masing-masing. Dalam kehidupan sosial, pengamalan Pancasila dapat diwujudkan melalui sikap saling menghormati, gotong royong, membantu sesama, serta memberikan ruang bagi setiap orang untuk hidup dengan aman dan bermartabat. Kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan juga merupakan bagian penting dari semangat kemanusiaan dan keadilan sosial. Semangat tersebut memiliki keterkaitan erat dengan berbagai gerakan sosial dan kemanusiaan yang tumbuh di tengah masyarakat. Kepedulian terhadap kaum dhuafa, santunan kepada anak yatim, bantuan pendidikan, pelayanan kesehatan, bantuan kebencanaan, hingga pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat merupakan bentuk nyata kepedulian sosial. Dalam konteks pengelolaan zakat, infak, dan sedekah, nilai-nilai tersebut semakin relevan. Zakat tidak hanya memiliki dimensi ibadah, tetapi juga memiliki dimensi sosial yang mendorong terwujudnya kepedulian dan kebermanfaatan bagi masyarakat. Melalui zakat, masyarakat yang memiliki kemampuan dapat berbagi dengan mereka yang membutuhkan. Dari sana tumbuh semangat untuk saling membantu dan memperkuat ketahanan sosial. Ketika kepedulian tersebut dilakukan secara bersama-sama, manfaatnya dapat dirasakan lebih luas. Hari Kesaktian Pancasila menjadi pengingat bahwa nilai-nilai kebangsaan tidak berhenti pada hafalan lima sila. Pancasila perlu hadir dalam tindakan nyata. Ketuhanan diwujudkan melalui sikap saling menghormati dan menjalankan keyakinan dengan penuh tanggung jawab. Kemanusiaan diwujudkan dengan memperlakukan sesama secara adil dan bermartabat. Persatuan diwujudkan dengan menjaga kebersamaan di tengah perbedaan. Sementara itu, semangat kerakyatan dapat diwujudkan melalui budaya musyawarah dan kepedulian terhadap kepentingan bersama. Adapun keadilan sosial dapat terus diupayakan melalui berbagai tindakan yang membantu mengurangi kesenjangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Di tengah perkembangan zaman dan derasnya arus informasi, nilai-nilai Pancasila juga menghadapi tantangan baru. Masyarakat dituntut untuk semakin bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi. Perbedaan pendapat hendaknya tidak menjadi alasan untuk saling bermusuhan. Sebaliknya, keberagaman pandangan perlu dikelola melalui dialog, saling menghargai, dan semangat persaudaraan. Generasi muda memiliki peran penting dalam menjaga nilai-nilai tersebut. Mereka bukan hanya penerus bangsa, tetapi juga bagian dari kekuatan yang menentukan wajah Indonesia di masa depan. Dengan membangun karakter yang berintegritas, peduli terhadap sesama, menghargai keberagaman, serta aktif memberikan kontribusi positif bagi lingkungan, generasi muda dapat menjadi bagian dari upaya menjaga persatuan Indonesia. Peringatan Hari Kesaktian Pancasila pada 1 Oktober 2026, dengan demikian, dapat menjadi momentum untuk memperkuat kembali semangat kebersamaan. Pancasila bukan hanya dasar negara, tetapi juga nilai yang dapat menjadi landasan dalam membangun kehidupan sosial yang lebih harmonis, adil, dan penuh kepedulian. Bagi masyarakat, mengamalkan Pancasila dapat dimulai dari hal-hal sederhana: membantu tetangga yang membutuhkan, bergotong royong, menghormati perbedaan, menjaga lingkungan, berbagi kepada sesama, serta mengutamakan kepentingan bersama. Sebab, kekuatan Pancasila pada akhirnya tidak hanya tercermin dalam simbol dan slogan, tetapi juga dalam tindakan nyata seluruh masyarakat. Selamat memperingati Hari Kesaktian Pancasila, 1 Oktober 2026. Mari terus menjaga persatuan, memperkuat kepedulian, dan menghadirkan nilai-nilai Pancasila melalui karya serta kebaikan nyata untuk Indonesia yang lebih harmonis, adil, dan sejahtera.
01/10/2026 | Humas
Rabiul Akhir, Saatnya Memperkuat Iman dan Kepedulian Sosial
Rabiul Akhir, Saatnya Memperkuat Iman dan Kepedulian Sosial
Rabiul Akhir merupakan salah satu bulan dalam kalender Hijriah yang dapat menjadi momentum bagi umat Islam untuk terus melakukan introspeksi dan memperkuat kualitas keimanan. Setelah melewati bulan-bulan sebelumnya dengan berbagai aktivitas kehidupan, hadirnya Rabiul Akhir dapat menjadi pengingat bahwa perjalanan waktu seharusnya selalu diiringi dengan peningkatan amal, kepedulian, dan kebermanfaatan bagi sesama. Dalam kehidupan seorang Muslim, keimanan tidak hanya tercermin dari hubungan manusia dengan Allah SWT, tetapi juga dari bagaimana seseorang membangun hubungan yang baik dengan sesama. Keimanan yang tumbuh dalam hati diharapkan melahirkan kepedulian, kasih sayang, sikap saling membantu, serta keinginan untuk memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar. Rabiul Akhir dapat menjadi momentum untuk kembali melihat kondisi di sekitar kita. Di tengah kehidupan masyarakat, masih terdapat saudara-saudara kita yang menghadapi berbagai keterbatasan. Ada keluarga yang kesulitan memenuhi kebutuhan pangan, anak-anak yang membutuhkan dukungan pendidikan, lansia yang hidup dalam keterbatasan, hingga masyarakat yang membutuhkan bantuan ketika menghadapi musibah dan bencana. Kondisi tersebut mengingatkan bahwa kepedulian sosial bukan sekadar pilihan, tetapi bagian dari nilai kehidupan yang perlu terus ditumbuhkan. Setiap orang memiliki kesempatan untuk berbuat baik sesuai dengan kemampuan yang dimiliki. Salah satu bentuk nyata kepedulian tersebut adalah melalui zakat, infak, dan sedekah. Ketiganya dapat menjadi sarana untuk membantu masyarakat yang membutuhkan sekaligus memperkuat solidaritas di tengah kehidupan sosial. Zakat memiliki kedudukan penting dalam ajaran Islam. Selain sebagai bentuk ketaatan kepada Allah SWT, zakat memiliki dimensi sosial yang sangat kuat. Melalui zakat, sebagian harta yang dimiliki oleh mereka yang berkewajiban menunaikannya disalurkan kepada golongan yang berhak menerima. Dengan demikian, zakat menjadi salah satu instrumen yang dapat membantu menghadirkan kemanfaatan dan memperkuat kepedulian di tengah masyarakat. Sementara itu, infak dan sedekah memberikan ruang yang lebih luas bagi setiap orang untuk berbagi. Tidak harus menunggu memiliki harta yang berlimpah. Kebaikan dapat dimulai dari sesuatu yang sederhana. Memberikan makanan kepada orang yang membutuhkan, membantu biaya pendidikan, mendukung kebutuhan kesehatan, memberikan bantuan kepada lansia dhuafa, hingga menyisihkan sebagian rezeki untuk program sosial merupakan bentuk kepedulian yang memiliki arti bagi penerimanya. Rabiul Akhir juga dapat menjadi momentum untuk mengubah cara pandang terhadap harta. Harta bukan hanya tentang apa yang kita miliki, tetapi juga tentang bagaimana kita menggunakannya untuk menghadirkan manfaat. Ketika sebagian rezeki disisihkan untuk membantu sesama, di situlah tumbuh nilai kebermanfaatan yang lebih luas. Kepedulian sosial pun tidak selalu harus diwujudkan dalam bentuk materi. Menolong tetangga, memberikan waktu untuk membantu kegiatan sosial, menguatkan seseorang yang sedang mengalami kesulitan, menjaga lingkungan, serta ikut bergotong royong juga merupakan bentuk amal kebaikan. Di era digital seperti saat ini, semangat berbagi bahkan dapat dilakukan dengan cara yang semakin mudah. Masyarakat dapat menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui lembaga yang terpercaya sehingga dana yang dihimpun dapat dikelola dan disalurkan kepada penerima manfaat sesuai dengan ketentuan dan kebutuhan. Namun, lebih dari sekadar menyalurkan bantuan, kepedulian sosial hendaknya juga diarahkan pada upaya membangun kemandirian masyarakat. Bantuan pendidikan, pemberdayaan ekonomi, pelayanan kesehatan, bantuan kebutuhan dasar, hingga program kebencanaan merupakan bagian dari ikhtiar untuk menghadirkan manfaat yang berkelanjutan. Semangat inilah yang perlu terus dirawat. Sebab, masyarakat yang kuat bukan hanya dibangun oleh mereka yang memiliki kemampuan lebih, tetapi juga oleh kepedulian yang tumbuh dan dilakukan secara bersama-sama. Rabiul Akhir menjadi pengingat bahwa waktu terus berjalan. Setiap hari yang dilewati merupakan kesempatan untuk memperbaiki diri dan menambah amal kebaikan. Jangan sampai kesempatan tersebut berlalu tanpa meninggalkan manfaat bagi orang lain. Mari menjadikan Rabiul Akhir sebagai momentum untuk memperkuat hubungan dengan Allah SWT sekaligus mempererat hubungan dengan sesama. Memperbanyak ibadah, memperbaiki akhlak, menunaikan zakat, memperbanyak infak dan sedekah, serta menghadirkan kepedulian kepada mereka yang membutuhkan. Karena sejatinya, kebaikan yang kita berikan kepada sesama bukan hanya menghadirkan kebahagiaan bagi penerimanya. Kebaikan juga menjadi bagian dari perjalanan amal yang semoga mendapatkan keberkahan dan ridha Allah SWT. Rabiul Akhir bukan sekadar pergantian bulan dalam kalender Hijriah. Ia dapat menjadi momentum untuk kembali bertanya kepada diri sendiri: sudahkah kehadiran kita memberikan manfaat bagi orang lain? Mari isi Rabiul Akhir dengan lebih banyak kebaikan. Mari kuatkan iman dengan kepedulian, hadirkan manfaat melalui zakat dan sedekah, serta bersama-sama membangun masyarakat yang lebih peduli, berdaya, dan penuh keberkahan.
01/10/2026 | Humas
Keberkahan Bulan Safar yang Bisa Anda Raih dengan Amalan Sederhana
Keberkahan Bulan Safar yang Bisa Anda Raih dengan Amalan Sederhana
Banyak umat Islam masih memiliki berbagai pertanyaan mengenai keberkahan bulan safar. Sebagian masyarakat bahkan masih dipengaruhi oleh anggapan bahwa bulan Safar adalah bulan yang membawa kesialan. Padahal, keyakinan tersebut tidak memiliki dasar yang benar dalam ajaran Islam. Rasulullah justru mengajarkan agar seorang muslim selalu bertawakal kepada Allah SWT dan tidak mempercayai mitos yang bertentangan dengan akidah. Memahami keberkahan bulan safar menjadi penting agar setiap muslim mampu mengisi bulan ini dengan amal saleh. Dalam Islam, seluruh waktu yang Allah SWT ciptakan merupakan kesempatan untuk memperbanyak ibadah. Tidak ada bulan yang menjadi sumber kesialan karena segala sesuatu terjadi atas izin dan kehendak Allah SWT. Melalui artikel ini, kita akan membahas keberkahan bulan safar, berbagai amalan sederhana yang dapat dilakukan, serta hikmah yang bisa dipetik berdasarkan Al-Qur'an, hadis, dan penjelasan para ulama. Dengan demikian, kita dapat menjalani bulan Safar dengan penuh optimisme dan keimanan. Memahami Keberkahan Bulan Safar Menurut Islam Banyak orang belum memahami bahwa keberkahan bulan safar tidak diukur dari berbagai mitos yang berkembang di masyarakat. Islam datang untuk menghapus keyakinan jahiliah yang menganggap bulan tertentu membawa nasib buruk. Rasulullah bersabda bahwa tidak ada kesialan pada bulan Safar sehingga seorang muslim tidak boleh menggantungkan keyakinannya kepada mitos. Memahami keberkahan bulan safar berarti menyadari bahwa semua bulan adalah ciptaan Allah SWT. Setiap waktu merupakan kesempatan untuk meningkatkan kualitas ibadah, memperbaiki akhlak, dan memperbanyak amal saleh. Oleh karena itu, bulan Safar tidak berbeda dengan bulan lainnya dalam hal peluang memperoleh pahala. Selain itu, keberkahan bulan safar dapat diraih melalui keyakinan yang benar kepada Allah SWT. Ketika seorang muslim meninggalkan prasangka buruk terhadap suatu bulan, maka ia telah menjaga kemurnian akidah dan memperkuat tawakal kepada Allah SWT. Para ulama juga menjelaskan bahwa keberkahan bulan safar tidak terletak pada ritual-ritual khusus yang tidak memiliki dalil. Sebaliknya, keberkahan hadir ketika seorang muslim mengisi waktunya dengan ibadah yang disyariatkan dan menjauhi segala bentuk bid'ah maupun khurafat. Dengan memahami hakikat keberkahan bulan safar, seorang muslim akan lebih tenang dalam menjalani kehidupannya. Ia tidak lagi merasa takut terhadap bulan tertentu, tetapi lebih fokus memperbaiki hubungan dengan Allah SWT dan sesama manusia. Amalan Sederhana untuk Meraih Keberkahan Bulan Safar Salah satu cara memperoleh keberkahan bulan safar adalah memperbanyak salat sunnah. Salat Dhuha, Tahajud, maupun salat Rawatib merupakan ibadah yang memiliki keutamaan besar dan dapat dilakukan kapan saja sepanjang tahun, termasuk pada bulan Safar. Membaca Al-Qur'an setiap hari juga menjadi jalan meraih keberkahan bulan safar. Al-Qur'an adalah petunjuk hidup bagi umat Islam. Dengan rutin membacanya, seorang muslim akan memperoleh ketenangan hati sekaligus tambahan pahala dari Allah SWT. Memperbanyak istigfar merupakan amalan sederhana yang sangat dianjurkan untuk mendapatkan keberkahan bulan safar. Rasulullah sendiri memperbanyak istigfar setiap hari sebagai bentuk ketundukan dan permohonan ampun kepada Allah SWT. Sedekah juga menjadi salah satu amalan yang dapat menghadirkan keberkahan bulan safar. Tidak harus dalam jumlah besar, sedekah sekecil apa pun akan bernilai di sisi Allah apabila dilakukan dengan ikhlas dan mengharap ridha-Nya. Selain itu, menjaga silaturahmi menjadi bagian penting dalam memperoleh keberkahan bulan safar. Menjalin hubungan baik dengan keluarga, tetangga, dan sesama muslim merupakan akhlak mulia yang sangat dianjurkan dalam Islam. Hikmah Keberkahan Bulan Safar bagi Kehidupan Muslim Memahami keberkahan bulan safar mengajarkan umat Islam untuk tidak mudah percaya terhadap mitos yang berkembang di tengah masyarakat. Seorang muslim hanya menggantungkan harapan dan rasa takut kepada Allah SWT semata. Selanjutnya, keberkahan bulan safar memberikan pelajaran tentang pentingnya memperkuat tawakal. Apa pun yang terjadi dalam kehidupan seseorang merupakan bagian dari takdir Allah SWT yang penuh hikmah. Melalui keberkahan bulan safar, seorang muslim juga belajar memanfaatkan waktu secara maksimal. Setiap hari yang Allah berikan merupakan kesempatan untuk menambah amal kebaikan sebelum datangnya kematian. Tidak hanya itu, keberkahan bulan safar juga mengingatkan bahwa amal saleh tidak dibatasi oleh bulan tertentu. Selama seseorang beriman dan beramal dengan ikhlas, maka Allah SWT akan memberikan balasan terbaik. Akhirnya, keberkahan bulan safar menjadi momentum untuk memperbaiki kualitas ibadah, memperkuat keimanan, serta meningkatkan hubungan sosial dengan sesama. Inilah hakikat keberkahan yang sebenarnya menurut ajaran Islam. Kesalahan yang Harus Dihindari Saat Memahami Keberkahan Bulan Safar Masih ada sebagian masyarakat yang mengaitkan keberkahan bulan safar dengan berbagai ritual yang tidak memiliki landasan syariat. Seorang muslim hendaknya berhati-hati agar tidak mengikuti amalan yang tidak memiliki dalil dari Al-Qur'an maupun hadis yang sahih. Kesalahan berikutnya adalah mempercayai bahwa keberkahan bulan safar hanya bisa diperoleh melalui amalan tertentu yang dianggap wajib. Padahal, Islam tidak menetapkan ibadah khusus yang hanya berlaku pada bulan Safar. Ada pula yang menunda berbagai aktivitas karena menganggap bulan Safar membawa kesialan. Pemahaman seperti ini bertentangan dengan ajaran Islam mengenai keberkahan bulan safar, sebab segala sesuatu berada di bawah kehendak Allah SWT. Kesalahan lainnya ialah lebih mempercayai ramalan dibandingkan petunjuk agama. Keberkahan bulan safar tidak akan diraih apabila seseorang masih bergantung kepada kepercayaan yang bertentangan dengan tauhid. Oleh sebab itu, memahami keberkahan bulan safar harus selalu didasarkan pada ilmu yang benar. Belajarlah kepada Al-Qur'an, hadis, dan penjelasan ulama yang terpercaya agar tidak terjerumus ke dalam kesalahan akidah. Pada hakikatnya, keberkahan bulan safar dapat diraih oleh setiap muslim melalui amal saleh yang dilakukan dengan ikhlas dan sesuai tuntunan Rasulullah. Tidak ada dalil yang menunjukkan bahwa bulan Safar adalah bulan kesialan. Sebaliknya, bulan ini merupakan kesempatan untuk memperbanyak ibadah, memperkuat tawakal, meningkatkan sedekah, memperbanyak membaca Al-Qur'an, beristigfar, dan menjaga silaturahmi. Semoga dengan memahami keberkahan bulan safar, kita semakin yakin bahwa seluruh waktu yang Allah SWT ciptakan adalah ladang pahala. Mari mengisi bulan Safar dengan amal-amal terbaik, menjauhi mitos yang tidak berdasar, serta terus mendekatkan diri kepada Allah SWT agar memperoleh keberkahan di dunia maupun akhirat. Mari sempurnakan ibadah di Bulan Safar dengan berzakat melalui BAZNAS, cukup klik link berikut ini:
03/08/2026 | Humas

BAZNAS TV