Fidyah Ramadan: Kewajiban yang Menjadi Berkah bagi Sesama
29/01/2026 | Penulis: Humas
Fidyah Ramadan: Kewajiban yang Menjadi Berkah bagi Sesama
Ramadan adalah bulan penuh rahmat, ampunan, dan keberkahan. Di bulan inilah umat Islam diwajibkan menunaikan ibadah puasa sebagai bentuk ketaatan kepada Allah SWT. Namun, Islam sebagai agama yang penuh kasih sayang juga memberikan keringanan bagi hamba-Nya yang tidak mampu menjalankan puasa karena kondisi tertentu. Salah satu bentuk keringanan tersebut adalah fidyah.
Fidyah merupakan kewajiban yang harus ditunaikan oleh seorang Muslim yang tidak dapat berpuasa dan tidak memiliki kemampuan untuk menggantinya di hari lain. Secara bahasa, fidyah berarti tebusan. Dalam konteks ibadah puasa, fidyah adalah pengganti puasa yang ditinggalkan dengan cara memberi makan fakir miskin sesuai ketentuan syariat.
Kewajiban fidyah ini berlaku bagi beberapa golongan. Di antaranya adalah orang lanjut usia yang sudah tidak mampu berpuasa secara permanen, orang yang menderita penyakit kronis yang tidak ada harapan sembuh, serta mereka yang secara medis tidak memungkinkan untuk menjalankan puasa. Selain itu, sebagian ulama juga mewajibkan fidyah bagi ibu hamil dan ibu menyusui yang meninggalkan puasa karena khawatir terhadap keselamatan janin atau bayinya, dengan ketentuan sesuai pendapat mazhab yang diikuti.
Fidyah juga dikenakan kepada seseorang yang menunda qadha puasa hingga datang Ramadan berikutnya tanpa uzur syar’i. Dalam hal ini, fidyah menjadi bentuk tanggung jawab atas menunjukkan kelalaian terhadap kewajiban ibadah yang seharusnya dapat ditunaikan lebih awal.
Besaran fidyah umumnya setara dengan satu porsi makanan pokok yang layak untuk satu orang fakir miskin per hari puasa yang ditinggalkan. Di masa kini, fidyah dapat ditunaikan dalam bentuk makanan siap santap atau uang yang nilainya disesuaikan dengan harga makanan pokok di daerah setempat. Hal ini bertujuan agar fidyah dapat segera disalurkan dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh para penerima.
Lebih dari sekadar kewajiban, fidyah sejatinya menjadi sarana berbagi dan menebar keberkahan. Melalui fidyah, seorang Muslim tidak hanya menunaikan kewajiban ibadah, tetapi juga membantu meringankan beban saudara-saudara yang membutuhkan. Fakir miskin, dhuafa, dan mereka yang hidup dalam keterbatasan dapat merasakan manfaat langsung dari fidyah yang ditunaikan.
Di sinilah nilai sosial fidyah begitu terasa. Ramadan tidak hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi juga tentang menumbuhkan empati, kepedulian, dan solidaritas. Fidyah menjadi jembatan yang menghubungkan ibadah personal dengan kepedulian sosial, sehingga keberkahan Ramadan dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.
Dengan menunaikan fidyah tepat waktu dan melalui lembaga resmi yang amanah, manfaatnya akan semakin besar dan terarah. Semoga fidyah yang ditunaikan menjadi penyempurna ibadah Ramadan, membersihkan hati, dan menghadirkan keberkahan, tidak hanya bagi yang menunaikannya, tetapi juga bagi mereka yang menerimanya.
Artikel Lainnya
Mengenal Bulan Syakban: Bulan Persiapan Ruhani Sebelum Ramadan Tiba
Zakat Menguatkan Indonesia: Dari Muzaki untuk Mustahik
Apakah Harta Warisan Wajib Dizakati, Ini Jawabannya
siapa saja yang wajib membayar fidyah
Amalan-Amalan Utama untuk Malam Nisfu Sya’ban
Waktu Membayar Zakat Fitrah yang Sah dan Paling Utama

Info Rekening Zakat
Mari tunaikan zakat Anda dengan mentransfer ke rekening zakat.
BAZNAS
