Hukum, Bentuk, dan Ukuran Fidyah Puasa Menurut Mazhab-Mazhab Fiqih
08/01/2026 | Penulis: Humas
Hukum, Bentuk, dan Ukuran Fidyah Puasa Menurut Mazhab-Mazhab Fiqih
Puasa Ramadan merupakan kewajiban utama dalam Islam yang tidak boleh ditinggalkan tanpa alasan syar‘i. Namun, Islam sebagai agama yang penuh rahmat memberikan keringanan bagi mereka yang memiliki uzur tertentu melalui mekanisme fidyah. Fidyah menjadi solusi syariat bagi orang yang tidak mampu berpuasa secara permanen. Lalu bagaimana hukum, bentuk, dan ukuran fidyah puasa menurut mazhab-mazhab fiqih?
Hukum Fidyah Puasa
Secara umum, para ulama sepakat bahwa fidyah adalah wajib bagi orang yang meninggalkan puasa Ramadan karena uzur yang bersifat tetap dan tidak memungkinkan untuk mengganti puasa di hari lain. Dasar hukumnya terdapat dalam Al-Qur’an surah Al-Baqarah ayat 184, yang menjelaskan kewajiban memberi makan orang miskin bagi orang yang berat menjalankan puasa.
Dalam mazhab Hanafi, fidyah disebut sebagai kewajiban bagi orang tua renta dan orang sakit menahun yang tidak memiliki harapan sembuh. Mazhab Maliki, Syafi‘i, dan Hanbali juga menetapkan kewajiban fidyah bagi golongan tersebut, meskipun terdapat perbedaan rincian pada kasus ibu hamil dan menyusui.
Bentuk Fidyah Menurut Mazhab Fiqih
Bentuk fidyah yang disepakati mayoritas ulama adalah memberi makan orang miskin. Namun terdapat perbedaan pendapat mengenai teknis pelaksanaannya.
Mazhab Syafi‘i dan Hanbali menegaskan bahwa fidyah harus berupa makanan pokok yang biasa dikonsumsi masyarakat setempat, seperti beras di Indonesia. Fidyah tidak boleh diganti dengan uang tunai secara langsung, kecuali melalui mekanisme pembelian makanan dan disalurkan kepada fakir miskin.
Mazhab Maliki membolehkan fidyah berupa makanan matang atau bahan mentah, selama nilainya setara dengan ukuran yang ditetapkan. Sementara itu, mazhab Hanafi memiliki pandangan yang lebih fleksibel dengan membolehkan fidyah dibayarkan dalam bentuk nilai uang yang setara dengan harga makanan pokok.
Perbedaan ini menunjukkan keluasan fiqih Islam dalam merespons kebutuhan umat di berbagai kondisi sosial dan ekonomi.
Ukuran Fidyah Puasa
Ukuran fidyah juga menjadi bahasan penting dalam kitab-kitab fiqih mu‘tabarah. Menurut mazhab Syafi‘i, ukuran fidyah adalah satu mud makanan pokok untuk setiap hari puasa yang ditinggalkan. Satu mud setara dengan sekitar 0,6 hingga 0,75 kilogram beras.
Mazhab Maliki dan Hanbali menetapkan ukuran fidyah sebesar satu mud atau setengah sha‘, tergantung pada bentuk pemberian makanan. Sementara mazhab Hanafi menetapkan fidyah setara dengan setengah sha‘ gandum atau satu sha‘ kurma, atau nilainya dalam bentuk uang.
Fidyah wajib dibayarkan sesuai jumlah hari puasa yang ditinggalkan. Jika seseorang meninggalkan puasa selama sepuluh hari, maka fidyah dibayarkan untuk sepuluh orang miskin atau sepuluh kali pemberian makan kepada satu orang miskin.
Waktu Pembayaran Fidyah
Para ulama membolehkan fidyah dibayarkan selama bulan Ramadan atau setelahnya. Bahkan dalam mazhab Syafi‘i, fidyah boleh dibayarkan setiap hari ketika tidak berpuasa atau dikumpulkan dan dibayarkan sekaligus di akhir Ramadan.
Perbedaan pandangan mazhab dalam hukum, bentuk, dan ukuran fidyah puasa merupakan khazanah keilmuan Islam yang memperkaya praktik ibadah umat. Dengan memahami pendapat para ulama, umat Islam dapat menunaikan fidyah dengan benar, sesuai kemampuan, dan tetap berada dalam koridor syariat. Fidyah bukan sekadar penggugur kewajiban, tetapi juga wujud kepedulian sosial yang menguatkan nilai ibadah dan solidaritas umat.
Sahabat BAZNAS bisa tunaikan fidyahnya dengan cara transfer ke rekening berikut :
Rekening zakat :
Bank Jatim 0222111111
BSI 7999957581
BRI 017701016625532
a.n. BAZNAS Trenggalek
Artikel Lainnya
Sedekah Jumat: Amalan Mulia yang Membawa Berkah di Hari Penuh Keutamaan
Sedekah Muharram: Mengapa Disebut Lebarannya Anak Yatim?
Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Berqurban dan Cara Menghindarinya
Panduan Lengkap Cara Berqurban Sesuai Syariat Islam
Dahsyatnya Sedekah Jumat: Amalan Ringan, Pahala Berlimpah
Keutamaan Puasa Sunnah Tarwiyah dan Puasa Arafah di Bulan Dzulhijjah
Makna Qurban dalam Islam: Belajar Ikhlas dari Kisah Para Nabi
Qurban dan Kepedulian Sosial: Mengapa Berbagi Daging Qurban Sangat Dianjurkan dalam Islam
Muharram Bukan Sekadar Tahun Baru, Ini yang Jarang Disadari Banyak Orang
Rahasia Membuka Tahun Baru Islam dengan Rezeki yang Lebih Berkah
Keutamaan Sedekah di Hari Jumat: Amalan Kecil, Pahala Berlipat
Banyak Orang Menyesal Setelah Muharram Berlalu, Jangan Sampai Anda Salah Satunya
Keutamaan Bulan Dzulhijjah: Bulan Penuh Kemuliaan dan Kesempatan Beramal
Seporsi Kemenangan Saat Idul Adha
Kenapa Muharram Disebut Bulan yang Istimewa? Jawabannya Mungkin Mengejutkan

Info Rekening Zakat
Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Trenggalek.
Lihat Daftar Rekening →