WhatsApp Icon

Kesalahan yang Sering Terjadi dalam Pembayaran Fidyah Puasa dan Cara Meluruskannya

15/01/2026  |  Penulis: Humas

Bagikan:URL telah tercopy
Kesalahan yang Sering Terjadi dalam Pembayaran Fidyah Puasa dan Cara Meluruskannya

Kesalahan yang Sering Terjadi dalam Pembayaran Fidyah Puasa dan Cara Meluruskannya

Fidyah puasa merupakan bentuk keringanan (rukhsah) yang diberikan Islam kepada umat Muslim yang tidak mampu menjalankan puasa Ramadhan karena uzur tertentu yang bersifat permanen. Meski terlihat sederhana, dalam praktiknya masih banyak kesalahan yang sering terjadi dalam pembayaran fidyah. Kesalahan ini umumnya disebabkan kurangnya pemahaman fiqih, kebiasaan yang keliru, atau mengikuti informasi yang tidak utuh. Oleh karena itu, penting bagi umat Muslim untuk memahami fidyah secara benar agar ibadah yang dilakukan sah dan bernilai di sisi Allah SWT.

1. Mengira Semua Orang Boleh Membayar Fidyah

Kesalahan pertama yang sering terjadi adalah anggapan bahwa setiap orang yang tidak berpuasa boleh langsung membayar fidyah. Padahal, fidyah hanya diwajibkan bagi orang yang tidak mampu berpuasa secara permanen, seperti orang tua renta dan penderita sakit kronis yang tidak ada harapan sembuh.

Adapun orang yang sakit sementara, musafir, atau perempuan haid dan nifas wajib mengqadha puasa, bukan membayar fidyah.
Cara meluruskannya: pahami bahwa fidyah bukan pengganti qadha bagi orang yang masih mampu berpuasa di lain waktu.

2. Salah dalam Menentukan Ukuran Fidyah

Kesalahan berikutnya adalah memberikan fidyah dengan ukuran yang tidak sesuai ketentuan syariat, misalnya memberikan makanan terlalu sedikit atau hanya sekadar uang tanpa memperhatikan nilai yang setara.

Mayoritas ulama menetapkan fidyah sebesar satu mud makanan pokok (sekitar 0,6–0,75 kg beras) untuk setiap hari puasa yang ditinggalkan.
Cara meluruskannya: pastikan fidyah diberikan sesuai ukuran yang berlaku dan layak sebagai makanan bagi orang miskin.

3. Membayar Fidyah Sekaligus Tanpa Menghitung Hari Puasa

Sebagian orang membayar fidyah secara global tanpa menghitung jumlah hari puasa yang ditinggalkan. Hal ini berpotensi membuat fidyah yang dibayarkan kurang dari kewajiban sebenarnya.

Cara meluruskannya: hitung secara cermat jumlah hari puasa yang tidak dikerjakan, lalu kalikan dengan ukuran fidyah per hari agar kewajiban terpenuhi dengan sempurna.

4. Memberikan Fidyah kepada Penerima yang Tidak Tepat

Fidyah wajib diberikan kepada fakir atau miskin, bukan kepada sembarang orang atau lembaga tanpa kejelasan penyaluran. Memberikan fidyah kepada orang yang mampu secara ekonomi tidak memenuhi syarat penerima fidyah.

Cara meluruskannya: salurkan fidyah kepada fakir miskin secara langsung atau melalui lembaga amil terpercaya yang menyalurkan fidyah sesuai ketentuan syariat.

5. Menunda Fidyah Tanpa Alasan yang Jelas

Ada pula yang menunda pembayaran fidyah hingga waktu yang lama tanpa alasan yang dibenarkan. Padahal, fidyah sebaiknya dibayarkan segera setelah Ramadhan atau saat uzur diketahui bersifat permanen.

Cara meluruskannya: tunaikan fidyah tepat waktu sebagai bentuk tanggung jawab ibadah dan kehati-hatian dalam menjalankan perintah agama.

Fidyah puasa adalah ibadah yang mengandung nilai kepedulian sosial dan ketaatan kepada Allah SWT. Kesalahan dalam pelaksanaannya dapat mengurangi kesempurnaan ibadah bahkan berpotensi tidak sah. Dengan memahami aturan fidyah secara benar dan meluruskannya sesuai tuntunan fiqih, umat Muslim dapat menjalankan ibadah dengan lebih tenang dan penuh keberkahan.

Semoga Allah SWT menerima amal ibadah kita dan memberikan pemahaman yang benar dalam menjalankan syariat-Nya. Aamiin.

Bagikan:URL telah tercopy
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Mari tunaikan zakat Anda dengan mentransfer ke rekening zakat.

BAZNAS

Info Rekening Zakat