Panduan Lengkap Cara Berqurban Sesuai Syariat Islam
19/05/2026 | Penulis: Humas
Panduan Lengkap Cara Berqurban Sesuai Syariat Islam
Ibadah qurban merupakan salah satu amalan yang sangat dianjurkan dalam Islam, khususnya pada bulan Dzulhijjah. Qurban dilaksanakan setiap Hari Raya Iduladha dan hari tasyrik sebagai bentuk ketaatan kepada Allah SWT serta meneladani pengorbanan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS. Selain memiliki nilai ibadah, qurban juga mengandung makna sosial karena dagingnya dibagikan kepada masyarakat, terutama fakir miskin dan kaum dhuafa.
Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Kautsar ayat 2:
“Maka dirikanlah salat karena Tuhanmu, dan berqurbanlah.”
Ayat tersebut menunjukkan bahwa qurban merupakan ibadah yang memiliki kedudukan penting dalam Islam. Agar pelaksanaannya sah dan bernilai ibadah, umat Islam perlu memahami tata cara berqurban sesuai syariat.
1. Niat Ikhlas Karena Allah SWT
Hal pertama yang harus diperhatikan dalam berqurban adalah niat. Qurban harus dilakukan semata-mata untuk mencari ridha Allah SWT, bukan untuk pamer, gengsi, atau tujuan duniawi lainnya. Keikhlasan menjadi kunci diterimanya setiap amal ibadah.
Sebelum melaksanakan qurban, seorang muslim dianjurkan berniat dalam hati untuk menjalankan ibadah qurban karena Allah SWT.
2. Memilih Hewan Qurban yang Sesuai Syariat
Islam telah menetapkan jenis hewan yang boleh dijadikan qurban, yaitu:
- Kambing atau domba
- Sapi
- Kerbau
- Unta
Hewan qurban juga harus memenuhi syarat tertentu, di antaranya:
a. Cukup Umur
- Kambing minimal berusia 1 tahun
- Domba minimal 6 bulan jika sudah tampak besar
- Sapi atau kerbau minimal 2 tahun
- Unta minimal 5 tahun
b. Sehat dan Tidak Cacat
Hewan qurban tidak boleh:
- Buta
- Sakit parah
- Sangat kurus
- Pincang berat
- Memiliki cacat yang jelas
Memilih hewan terbaik merupakan bentuk penghormatan dalam beribadah kepada Allah SWT.
3. Waktu Penyembelihan Qurban
Penyembelihan hewan qurban dilakukan setelah salat Iduladha pada tanggal 10 Dzulhijjah hingga akhir hari tasyrik, yaitu tanggal 13 Dzulhijjah sebelum matahari terbenam.
Rasulullah SAW bersabda:
“Barang siapa menyembelih sebelum salat Id, maka itu hanyalah daging biasa, bukan qurban.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Karena itu, penting memastikan penyembelihan dilakukan pada waktu yang telah ditentukan syariat.
4. Tata Cara Menyembelih Hewan Qurban
Dalam Islam, penyembelihan harus dilakukan dengan cara yang baik dan penuh kasih sayang terhadap hewan. Berikut beberapa adab menyembelih qurban:
- Menggunakan pisau yang tajam
- Tidak menyiksa hewan
- Membaringkan hewan menghadap kiblat
- Membaca basmalah dan takbir
Doa yang biasa dibaca saat menyembelih:
“Bismillahi Allahu Akbar.”
Penyembelihan dilakukan dengan memotong saluran pernapasan, saluran makanan, dan dua pembuluh darah di leher agar hewan cepat mati dan tidak tersiksa.
5. Pembagian Daging Qurban
Daging qurban dianjurkan dibagi menjadi tiga bagian:
- Untuk diri sendiri dan keluarga
- Untuk kerabat atau tetangga
- Untuk fakir miskin
Namun, pembagian ini tidak bersifat wajib dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat sekitar. Yang terpenting adalah memastikan kaum dhuafa juga merasakan kebahagiaan Iduladha.
Orang yang berqurban diperbolehkan memakan sebagian daging qurbannya sebagai bentuk rasa syukur.
6. Larangan dalam Qurban
Beberapa hal yang perlu diperhatikan agar qurban tetap sesuai syariat:
- Tidak menjual bagian hewan qurban, termasuk kulitnya
- Tidak memberikan upah penyembelih dari bagian hewan qurban
- Tidak menyembelih di luar waktu yang ditentukan
Upah panitia atau penyembelih sebaiknya diberikan dalam bentuk uang atau dari sumber lain, bukan dari hasil qurban.
7. Hikmah Ibadah Qurban
Ibadah qurban mengajarkan banyak nilai kehidupan, di antaranya:
- Meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT
- Menumbuhkan keikhlasan dan pengorbanan
- Mempererat kepedulian sosial
- Membantu masyarakat yang membutuhkan
- Menumbuhkan rasa syukur atas nikmat Allah SWT

Qurban bukan hanya tentang menyembelih hewan, tetapi juga tentang menyembelih sifat egois, cinta dunia berlebihan, dan meningkatkan kepedulian terhadap sesama.
Ibadah qurban adalah amalan mulia yang memiliki pahala besar di sisi Allah SWT. Dengan memahami tata cara berqurban sesuai syariat Islam, umat Muslim dapat menjalankan ibadah ini dengan benar dan penuh keberkahan.
Momentum Iduladha hendaknya menjadi sarana untuk meningkatkan keimanan, kepedulian sosial, dan semangat berbagi kepada sesama. Semoga Allah SWT menerima amal qurban kita dan menjadikannya sebagai jalan mendekatkan diri kepada-Nya. Aamiin.
Artikel Lainnya
Qurban dan Kepedulian Sosial: Mengapa Berbagi Daging Qurban Sangat Dianjurkan dalam Islam
Sedekah Jumat: Amalan Mulia yang Membawa Berkah di Hari Penuh Keutamaan
Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Berqurban dan Cara Menghindarinya
ZAKAT KITA KUATKAN PEREMPUAN: Semangat Kartini, Inspirasi Lintas Generasi
Hikmah dan Keutamaan Qurban: Menguatkan Kepedulian Sosial di Hari Raya Idul Adha
Keluarkan Sedekah Terbaikmu di Hari Jumat: Menjemput Berkah dengan Berbagi
Tips Menjaga Pola Makan Sehat Setelah Lebaran
Sudah Biasa Berkorban untuk Hal Lain, Siapkah Tahun Ini Berqurban untuk Dirimu Sendiri?
Mengenal Arti Kafarat
Makna Qurban dalam Islam: Belajar Ikhlas dari Kisah Para Nabi
Kisah Teladan Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail: Awal Mula Syariat Qurban dalam Islam
Makna Qurban dalam Islam: Belajar Ikhlas dari Kisah Para Nabi
Meskipun Ramadan Usai, Namun Kebaikan Tidak Pernah Usai
Jangan Keliru! Ini Perbedaan Kafarat, Fidyah, dan Denda dalam Islam
Hukum Qurban dalam Islam Wajib atau Sunnah Ini Penjelasan Ulama

Info Rekening Zakat
Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Trenggalek.
Lihat Daftar Rekening →