WhatsApp Icon

10 Peristiwa Penting di Bulan Muharram yang Perlu Diketahui Umat Islam

30/06/2026  |  Penulis: Humas

Bagikan:URL telah tercopy
10 Peristiwa Penting di Bulan Muharram yang Perlu Diketahui Umat Islam

10 Peristiwa Penting di Bulan Muharram yang Perlu Diketahui Umat Islam

Bulan Muharram merupakan salah satu bulan yang memiliki kedudukan istimewa dalam Islam. Sebagai bulan pertama dalam kalender Hijriah, Muharram bukan sekadar penanda pergantian tahun, tetapi juga menjadi momentum untuk memperbarui keimanan, memperbanyak amal saleh, dan melakukan refleksi diri. Bahkan, Allah SWT menjadikan Muharram sebagai salah satu dari empat bulan haram (bulan yang dimuliakan), sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur'an.

Sepanjang sejarah para nabi, Muharram juga dihubungkan dengan berbagai peristiwa besar yang menjadi pelajaran berharga bagi umat manusia. Meski sebagian riwayat memiliki tingkat kekuatan yang berbeda, peristiwa-peristiwa berikut dikenal luas dalam khazanah Islam dan sarat akan hikmah.

1. Hijrah Nabi Muhammad SAW Menjadi Awal Penanggalan Hijriah

Kalender Hijriah ditetapkan berdasarkan peristiwa hijrah Nabi Muhammad SAW dari Makkah ke Madinah. Meskipun hijrah terjadi pada bulan Rabiul Awal, para sahabat pada masa Khalifah Umar bin Khattab memilih Muharram sebagai awal tahun Islam karena bulan tersebut menjadi awal tekad kaum Muslimin untuk memulai kehidupan baru setelah Baiat Aqabah. Hijrah mengajarkan bahwa perubahan menuju kebaikan memerlukan keberanian, pengorbanan, dan keikhlasan.

2. Muharram Termasuk Bulan yang Dimuliakan Allah

Allah SWT berfirman dalam Surah At-Taubah ayat 36 bahwa terdapat empat bulan haram yang dimuliakan, yaitu Dzulqa'dah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab. Pada bulan-bulan tersebut, umat Islam dianjurkan memperbanyak amal kebaikan dan menjauhi segala bentuk kemaksiatan karena nilai amal akan lebih bermakna di sisi Allah SWT.

3. Disunnahkan Melaksanakan Puasa Tasu'a dan Asyura

Salah satu amalan yang paling dianjurkan pada bulan Muharram adalah puasa Tasu'a pada tanggal 9 Muharram dan puasa Asyura pada tanggal 10 Muharram. Rasulullah SAW menjelaskan bahwa puasa Asyura menjadi sebab diampuninya dosa-dosa kecil selama satu tahun yang telah lalu, selama seseorang juga menjauhi dosa-dosa besar. Amalan sederhana ini menjadi kesempatan besar bagi setiap Muslim untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.

4. Nabi Musa AS Diselamatkan dari Kejaran Fir'aun

Peristiwa yang paling masyhur pada hari Asyura adalah diselamatkannya Nabi Musa AS beserta Bani Israil dari kejaran Fir'aun. Laut Merah terbelah atas izin Allah sehingga Nabi Musa dan para pengikutnya dapat menyeberang dengan selamat, sementara Fir'aun beserta bala tentaranya tenggelam. Sebagai bentuk rasa syukur, Nabi Musa berpuasa pada hari tersebut, kemudian Rasulullah SAW menganjurkan umat Islam untuk ikut berpuasa sebagai bentuk syukur kepada Allah.

5. Momentum Muhasabah dan Hijrah Diri

Muharram menjadi waktu yang tepat untuk melakukan evaluasi diri. Pergantian tahun Hijriah mengingatkan bahwa usia terus berkurang, sementara kesempatan beramal semakin terbatas. Karena itu, banyak ulama menganjurkan umat Islam menjadikan Muharram sebagai titik awal memperbaiki ibadah, akhlak, hubungan dengan sesama, serta meningkatkan kepedulian sosial.

6. Momentum Memperbanyak Sedekah dan Berbagi

Semangat berbagi menjadi salah satu nilai yang sangat ditekankan pada bulan Muharram. Banyak lembaga zakat dan kemanusiaan memanfaatkan momentum ini untuk mengajak masyarakat memperbanyak sedekah, membantu fakir miskin, serta membahagiakan anak-anak yatim. Berbagi di awal tahun Hijriah menjadi simbol harapan agar kehidupan selama setahun ke depan dipenuhi keberkahan dan manfaat bagi sesama.

7. Momentum Memuliakan Anak Yatim

Di berbagai daerah, bulan Muharram dikenal sebagai momentum untuk memberikan perhatian lebih kepada anak-anak yatim. Tradisi santunan yatim yang berkembang di masyarakat menjadi wujud kepedulian sosial sekaligus implementasi ajaran Islam yang sangat menekankan pentingnya menyayangi dan memuliakan mereka. Rasulullah SAW bahkan menjanjikan kedekatan di surga bagi orang yang mengasuh anak yatim dengan penuh kasih sayang.

8. Pengingat Akan Pentingnya Kesabaran dan Tawakal

Banyak kisah para nabi yang mengajarkan bahwa pertolongan Allah selalu datang kepada hamba-Nya yang bersabar dan bertawakal. Muharram menjadi pengingat bahwa setiap ujian pasti memiliki hikmah, sebagaimana Nabi Musa AS diselamatkan setelah menghadapi tekanan dan ancaman yang sangat besar.

9. Awal yang Tepat untuk Memperbanyak Amal Saleh

Sebagai pembuka tahun Hijriah, Muharram menjadi kesempatan emas untuk memulai kebiasaan-kebiasaan baik. Membaca Al-Qur'an, memperbanyak zikir, bersedekah, menjaga silaturahmi, hingga membantu masyarakat yang membutuhkan merupakan amalan yang dapat menjadi bekal sepanjang tahun.

10. Muharram Mengajarkan Makna Perubahan yang Sesungguhnya

Pergantian tahun dalam Islam bukan sekadar seremoni, melainkan ajakan untuk melakukan hijrah menuju pribadi yang lebih baik. Hijrah tidak hanya berarti berpindah tempat, tetapi juga berpindah dari kemalasan menuju semangat beribadah, dari sifat kikir menuju gemar berbagi, serta dari sikap acuh menjadi pribadi yang peduli terhadap sesama.

Pada akhirnya, Muharram mengingatkan umat Islam bahwa setiap awal merupakan kesempatan baru untuk memperbaiki diri. Berbagai peristiwa besar yang dikenang pada bulan ini mengajarkan tentang keimanan, kesabaran, perjuangan, rasa syukur, dan kepedulian sosial. Oleh karena itu, mari jadikan Muharram bukan sekadar pergantian kalender, tetapi sebagai momentum hijrah menuju kehidupan yang lebih berkah dengan memperbanyak ibadah, sedekah, dan amal kebaikan. Semoga setiap langkah yang kita mulai di bulan mulia ini menjadi pembuka pintu rahmat dan keberkahan Allah SWT sepanjang tahun.

Bagikan:URL telah tercopy

Artikel Lainnya

Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Trenggalek.

Lihat Daftar Rekening →