Artikel Terbaru
Senin: Bukan untuk Dibenci, tapi Diteladani
Hari Senin sering kali dianggap sebagai momok. Setelah dua hari beristirahat penuh, kita harus kembali berhadapan dengan rutinitas pekerjaan atau sekolah yang padat. Keluhan "I hate Monday" atau "Monday blues" seolah menjadi fenomena global yang sulit dihindari. Namun, tahukah Anda bahwa dalam Islam, hari Senin adalah hari yang penuh keberkahan dan kemuliaan? Alih-alih membencinya, kita justru diutus untuk meneladani dan merayakannya.
Hari Lahirnya Cahaya Dunia
Alasan paling mulia untuk mencintai hari Senin adalah karena hari ini adalah hari kelahiran Nabi Muhammad SAW. Rasulullah sendiri mengakui dan mengagungkan hari kelahirannya. Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, ketika beliau ditanya tentang puasa di hari Senin, beliau menjawab:
"Itu adalah hari kelahiranku, hari aku diutus, dan hari diturunkannya wahyu kepadaku." (HR. Muslim)
Penegasan ini menunjukkan bahwa hari Senin adalah hari istimewa yang menjadi saksi awal mula penyebaran Islam. Jika Rasulullah saja memuliakannya, mengapa kita justru membencinya?
Amalan dan Teladan di Hari Senin
Memuliakan hari Senin tidak hanya sekadar mengubah sudut pandang, tetapi juga meneladani amalan-amalan yang dilakukan oleh Rasulullah SAW. Salah satu amalan yang paling dianjurkan adalah puasa sunnah Senin dan Kamis. Puasa ini menjadi bentuk syukur atas nikmat terbesar yang Allah berikan, yaitu kelahiran Rasulullah SAW sebagai pembawa rahmat bagi seluruh alam.
Selain puasa, ada beberapa hal lain yang bisa kita lakukan untuk meneladani Rasulullah di hari Senin:
Membaca selawat: Perbanyaklah membaca selawat sebagai wujud cinta dan penghormatan kepada Nabi Muhammad SAW.
Mencari ilmu: Rasulullah adalah teladan dalam menuntut ilmu. Manfaatkan hari Senin untuk belajar hal baru, baik itu ilmu agama maupun ilmu pengetahuan umum.
Memulai pekerjaan dengan semangat: Jangan biarkan rasa malas menguasai diri. Mulailah pekan dengan niat baik dan semangat untuk beribadah melalui pekerjaan kita.
Berbuat kebaikan: Rasulullah adalah pribadi yang paling dermawan. Jadikan hari Senin sebagai hari untuk memperbanyak sedekah atau membantu orang lain.
Mengubah Paradigma: Dari Momok Menjadi Motivasi
Membenci hari Senin hanya akan menambah beban mental dan membuat kita tidak produktif. Dengan mengubah paradigma dan memandang hari Senin sebagai hari yang mulia, kita akan menemukan energi positif untuk menjalani seluruh aktivitas. Setiap hari Senin, kita bisa membayangkan bahwa kita sedang menyambut hari kelahiran sosok agung yang menjadi suri tauladan bagi seluruh umat manusia.
Jadi, mari kita hentikan kebiasaan mengeluh tentang hari Senin. Mari kita jadikan hari ini sebagai momentum untuk meneladani Rasulullah SAW dan memulai pekan dengan penuh keberkahan.
ARTIKEL15/09/2025 | Humas
Sedekah Jumat: Membiasakan Diri Berbagi di Hari yang Penuh Keberkahan
Hari Jumat adalah hari istimewa bagi umat Islam. Dalam banyak hadis disebutkan bahwa Jumat adalah penghulu segala hari, penuh dengan keutamaan, dan menjadi momentum bagi hamba untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Salah satu amalan yang dianjurkan di hari Jumat adalah bersedekah.
Keutamaan Sedekah Jumat
Sedekah di hari apa pun sangat mulia, namun ketika dilakukan di hari Jumat, pahalanya berlipat ganda. Rasulullah SAW bersabda:
"Sebaik-baik hari di mana matahari terbit adalah hari Jumat." (HR. Muslim)
Para ulama menjelaskan bahwa kebaikan yang dilakukan di hari Jumat memiliki nilai yang lebih, karena bertepatan dengan waktu mustajab doa dan hari berkumpulnya kaum Muslimin dalam ibadah Jumat.
Mengapa Harus Sedekah di Hari Jumat?
Hari Penuh Keberkahan – Jumat adalah hari istimewa yang Allah muliakan, sehingga setiap amal saleh di dalamnya memiliki nilai tambahan.
Menghidupkan Sunnah Berbagi – Rasulullah SAW dikenal sebagai sosok yang dermawan, dan di hari Jumat beliau semakin memperbanyak kebaikan.
Membantu Sesama – Sedekah Jumat bisa menjadi jalan untuk meringankan beban saudara kita yang membutuhkan, mulai dari fakir miskin, anak yatim, hingga pembangunan fasilitas umum.
Menyucikan Harta dan Jiwa – Dengan sedekah, harta kita lebih berkah, jiwa lebih tenang, dan hidup lebih lapang.
Bentuk Sedekah Jumat
Sedekah tidak harus berupa uang dalam jumlah besar. Rasulullah SAW bersabda: "Selamatkanlah dirimu dari api neraka walau dengan separuh kurma." (HR. Bukhari dan Muslim)
Artinya, sedekah sekecil apa pun tetap bernilai di sisi Allah. Beberapa bentuk sedekah Jumat yang bisa dilakukan antara lain:
Memberikan uang kepada fakir miskin atau anak yatim.
Membagikan makanan atau minuman kepada jamaah masjid.
Menyisihkan sebagian gaji atau hasil usaha untuk kotak infak masjid.
Menyediakan kebutuhan orang lain, seperti sembako, pakaian, atau perlengkapan ibadah.
Sedekah Jumat, Kecil tapi Konsisten
Yang terpenting dari sedekah bukanlah jumlahnya, tetapi keikhlasan dan konsistensinya. Dengan membiasakan sedekah setiap Jumat, kita melatih diri untuk selalu peduli dan menjadikan berbagi sebagai gaya hidup.
Allah SWT berjanji dalam Al-Qur’an: "Perumpamaan orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir terdapat seratus biji. Allah melipatgandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui." (QS. Al-Baqarah: 261)
#SahabatBAZNAS bisa menyalurkan Sedekah melalui BAZNAS Trenggalek, via transfer ke rekening a.n. BAZNAS Trenggalek:
Rekening infaq/sedekah :
Bank Jatim 0222411114
BSI 7555557587
BRI 017701016626538
Layanan online :
?? 0822 2821 9090
???? [email protected]
???? kabtrenggalek.baznas.go.id
Cahaya Zakat, Keajaiban Bagi Muzaki dan Mustahik
ARTIKEL12/09/2025 | Humas

Info Rekening Zakat
Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Trenggalek.
Lihat Daftar Rekening →