WhatsApp Icon
Jumat Berkah, BAZNAS Trenggalek Salurkan Bantuan Toren Air untuk SDN 2 Wonoanti

Semangat berbagi dan kepedulian terhadap dunia pendidikan kembali diwujudkan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Trenggalek. Bertepatan dengan momentum Jumat Berkah, BAZNAS Trenggalek menyalurkan bantuan berupa torn/tandon air kepada SDN 2 Wonoanti, pada Jumat (18/09).

Bantuan tersebut menjadi wujud kepedulian BAZNAS Trenggalek terhadap kebutuhan sarana dan prasarana di lingkungan sekolah. Kehadiran fasilitas penampungan air diharapkan dapat mendukung aktivitas warga sekolah sekaligus menciptakan lingkungan belajar yang lebih nyaman, bersih, dan sehat bagi para siswa maupun tenaga pendidik.

Air menjadi salah satu kebutuhan penting dalam menunjang aktivitas sehari-hari di sekolah. Selain untuk kebutuhan kebersihan, ketersediaan air juga berkaitan erat dengan upaya menjaga lingkungan sekolah agar tetap higienis. Mulai dari mencuci tangan, membersihkan ruang kelas, menjaga kebersihan toilet, hingga berbagai kegiatan lainnya membutuhkan ketersediaan air yang memadai.

Karena itu, bantuan toren air yang disalurkan BAZNAS Trenggalek memiliki manfaat yang cukup besar bagi keberlangsungan aktivitas di SDN 2 Wonoanti. Fasilitas tersebut diharapkan mampu membantu sekolah dalam mengelola persediaan air sehingga kebutuhan warga sekolah dapat terpenuhi dengan lebih baik.

Penyaluran bantuan pada Jumat (18/09) juga memiliki makna tersendiri. Momentum Jumat Berkah menjadi kesempatan untuk memperkuat semangat berbagi dan menebarkan manfaat kepada sesama. Melalui bantuan tersebut, BAZNAS Trenggalek kembali menunjukkan bahwa kepedulian sosial dapat diwujudkan dalam berbagai bentuk, termasuk mendukung kebutuhan fasilitas pendidikan.

Sekolah bukan hanya tempat untuk menuntut ilmu. Di dalamnya, anak-anak tumbuh, belajar, bermain, dan membangun berbagai cita-cita. Karena itu, menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan sehat merupakan bagian penting dalam mendukung proses pendidikan.

Dukungan terhadap fasilitas sederhana seperti toren air mungkin terlihat kecil, tetapi manfaatnya dapat dirasakan setiap hari. Ketika kebutuhan air dapat dikelola dengan lebih baik, aktivitas belajar mengajar pun dapat berlangsung dengan lebih nyaman.

Bantuan ini sekaligus menjadi salah satu bentuk nyata pemanfaatan dana zakat, infak, dan sedekah yang dikelola BAZNAS Trenggalek. Melalui pengelolaan yang amanah, dana yang dititipkan masyarakat dapat diwujudkan menjadi berbagai program yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

BAZNAS Trenggalek terus berupaya menghadirkan program yang menyentuh berbagai aspek kehidupan masyarakat, termasuk bidang pendidikan dan fasilitas publik. Kolaborasi dan dukungan dari para muzaki, munfiq, serta masyarakat menjadi bagian penting dalam keberlangsungan berbagai program tersebut.

Melalui momentum Jumat Berkah ini, BAZNAS Trenggalek berharap bantuan toren air untuk SDN 2 Wonoanti dapat memberikan manfaat jangka panjang. Tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan air, tetapi juga mendukung terciptanya lingkungan sekolah yang lebih bersih dan sehat.

Bantuan tersebut juga menjadi pesan bahwa kepedulian terhadap pendidikan dapat dimulai dari hal-hal sederhana. Ketika kebutuhan dasar di lingkungan sekolah terpenuhi, anak-anak dapat belajar dengan lebih nyaman dan para guru dapat menjalankan aktivitas pendidikan dengan lebih baik.

Semangat berbagi yang diwujudkan pada Jumat Berkah ini diharapkan terus tumbuh di tengah masyarakat. Sebab, kebaikan yang dilakukan bersama akan memiliki dampak yang lebih luas. Satu bantuan mungkin memberikan manfaat bagi satu tempat, tetapi semangat kepedulian dapat menginspirasi banyak pihak untuk melakukan hal serupa.

BAZNAS Trenggalek menyampaikan bahwa setiap amanah yang dititipkan masyarakat memiliki nilai dan tanggung jawab yang besar. Karena itu, penyaluran bantuan diupayakan agar tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata bagi penerima.

Bantuan toren air untuk SDN 2 Wonoanti menjadi salah satu gambaran bahwa zakat, infak, dan sedekah dapat hadir dalam bentuk yang dekat dengan kebutuhan masyarakat. Dari sebuah fasilitas penampungan air, lahir manfaat yang dapat dirasakan oleh siswa dan seluruh warga sekolah.

Pada akhirnya, Jumat Berkah bukan hanya tentang berbagi, tetapi tentang menghadirkan manfaat di tempat yang membutuhkan. Melalui bantuan ini, BAZNAS Trenggalek berharap semangat kepedulian terus mengalir, sebagaimana air yang nantinya tersimpan di dalam toren dan digunakan untuk menunjang aktivitas warga SDN 2 Wonoanti.

Dari zakat, tumbuh kepedulian. Dari kepedulian, hadir kebermanfaatan. Dan dari kebermanfaatan, tumbuh harapan untuk masa depan pendidikan yang lebih baik.

18/09/2026 | Kontributor: Humas
BAZNAS Trenggalek kolaborasi bersama kitabisa.com, Salurkan 100 Jirigen dan 2 Tandon untuk Warga Ngulungwetan, program bantuan sedekah air bersih

TRENGGALEK — Kepedulian terhadap masyarakat yang tengah menghadapi keterbatasan akses air bersih kembali ditunjukkan oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Trenggalek. Pada Kamis (17/09), BAZNAS Trenggalek menyalurkan bantuan berupa 100 jirigen dan 2 tandon air kepada warga Desa Ngulungwetan, Kecamatan Munjungan, Kabupaten Trenggalek.

Bantuan tersebut menjadi bentuk nyata kepedulian BAZNAS Trenggalek terhadap kebutuhan dasar masyarakat, khususnya dalam memenuhi ketersediaan air bersih. Tidak hanya sekadar menyalurkan bantuan, proses distribusi juga dilakukan secara langsung oleh Ketua BAZNAS Kabupaten Trenggalek, H. Mahsun Ismail, yang turut mengantarkan bantuan hingga ke lokasi.

Kehadiran langsung pimpinan BAZNAS Trenggalek di tengah masyarakat menjadi pesan kuat bahwa persoalan air bersih bukan sekadar persoalan teknis, melainkan menyangkut kebutuhan dasar dan keberlangsungan kehidupan warga sehari-hari.

Sebanyak 100 jirigen yang disalurkan diharapkan dapat membantu masyarakat dalam mengambil, membawa, serta menyimpan air untuk kebutuhan sehari-hari. Sementara itu, dua unit tandon air disiapkan sebagai sarana penampungan sehingga distribusi air kepada masyarakat dapat dilakukan dengan lebih mudah dan tertata.

Bagi sebagian masyarakat, ketersediaan air bersih mungkin merupakan sesuatu yang sederhana dan mudah diperoleh. Namun bagi warga yang tinggal di wilayah dengan keterbatasan sumber air, setiap tetes air memiliki arti yang sangat besar. Air dibutuhkan untuk berbagai aktivitas, mulai dari memasak, minum, membersihkan diri, hingga memenuhi kebutuhan rumah tangga lainnya.

Melalui bantuan tersebut, BAZNAS Trenggalek berupaya hadir menjawab kebutuhan masyarakat secara langsung. Bantuan yang diberikan bukan hanya berupa barang, tetapi juga membawa harapan agar masyarakat dapat menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih ringan di tengah kondisi keterbatasan air.

Ketua BAZNAS Trenggalek, H. Mahsun Ismail, dalam kesempatan tersebut turut melihat secara langsung kondisi masyarakat dan kebutuhan yang ada di lapangan. Penyaluran secara langsung menjadi bagian penting dari upaya memastikan bantuan yang berasal dari amanah para muzaki dapat benar-benar sampai dan memberikan manfaat kepada masyarakat yang membutuhkan.

BAZNAS Trenggalek selama ini terus berupaya mengoptimalkan pengelolaan zakat, infak, dan sedekah agar manfaatnya dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat. Salah satu bentuknya adalah menghadirkan program bantuan yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan dasar warga.

Bantuan untuk warga Ngulungwetan ini sekaligus menunjukkan bahwa semangat berbagi dapat diwujudkan melalui berbagai bentuk. Ketika masyarakat menghadapi persoalan air bersih, kepedulian dapat hadir dalam bentuk sarana penampungan maupun wadah untuk membawa air. Hal sederhana tersebut dapat menjadi sangat berarti ketika diberikan pada saat yang tepat dan kepada mereka yang membutuhkan.

Di sisi lain, penyaluran bantuan ini juga menjadi pengingat bahwa persoalan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat membutuhkan perhatian dan kepedulian bersama. Pemerintah, lembaga sosial, organisasi kemasyarakatan, serta masyarakat secara umum memiliki peran penting dalam membangun budaya saling membantu dan gotong royong.

BAZNAS Trenggalek berharap bantuan berupa 100 jirigen dan 2 tandon tersebut dapat memberikan manfaat nyata bagi warga Ngulungwetan. Lebih dari itu, bantuan ini diharapkan mampu menjadi bagian dari ikhtiar bersama dalam meringankan beban masyarakat serta menjaga semangat kepedulian di tengah kehidupan bermasyarakat.

Kehadiran BAZNAS di tengah warga juga menjadi wujud dari semangat bahwa zakat bukan hanya tentang menunaikan kewajiban, tetapi juga tentang menghadirkan kebermanfaatan. Dana yang dihimpun dari masyarakat melalui zakat, infak, dan sedekah dapat kembali kepada masyarakat dalam berbagai bentuk program yang menyentuh kebutuhan nyata.

Penyaluran bantuan air bersih di Ngulungwetan menjadi salah satu gambaran bagaimana nilai kepedulian dapat diterjemahkan menjadi aksi. 100 jirigen dan 2 tandon mungkin terlihat sederhana, tetapi bagi warga yang membutuhkan akses air, bantuan tersebut memiliki arti yang jauh lebih besar.

Dengan mengantarkan bantuan secara langsung, H. Mahsun Ismail bersama jajaran BAZNAS Trenggalek menunjukkan bahwa kepedulian tidak cukup hanya disampaikan, tetapi perlu diwujudkan dengan hadir, melihat, mendengar, dan membantu masyarakat secara nyata.

Semangat tersebut diharapkan terus tumbuh dan menjadi energi bersama untuk menghadirkan lebih banyak manfaat bagi masyarakat Trenggalek. Sebab, ketika zakat dikelola dengan amanah dan disalurkan kepada mereka yang membutuhkan, maka setiap rupiah yang ditunaikan dapat berubah menjadi harapan, dan setiap bantuan yang diberikan dapat menjadi jalan untuk meringankan beban sesama.

BAZNAS Trenggalek hadir, berbagi, dan bergerak bersama masyarakat. Dari kepedulian, tumbuh kebermanfaatan. Dari zakat, hadir harapan.

17/09/2026 | Kontributor: Humas
BAZNAS Trenggalek Bantu Perbaikan Rumah Keluarga Imam Rofi’i yang Nyaris Ambruk

Kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan kembali diwujudkan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Trenggalek. Kali ini, BAZNAS Trenggalek memberikan bantuan untuk perbaikan rumah keluarga Imam Rofi’i, warga Desa Craken, Kecamatan Munjungan, Kabupaten Trenggalek, yang selama ini tinggal di rumah sederhana dengan kondisi memprihatinkan dan rawan ambruk.

Bantuan tersebut diantarkan langsung oleh Ketua BAZNAS Trenggalek, H. Mahsun Ismail, pada Kamis (17/09). Kehadiran langsung pimpinan BAZNAS di lokasi menjadi bentuk kepedulian sekaligus ikhtiar untuk memastikan bantuan yang diberikan dapat benar-benar memberikan manfaat bagi keluarga penerima.

Rumah yang selama ini menjadi tempat berteduh keluarga Imam Rofi’i berada dalam kondisi yang membutuhkan perhatian. Dengan kondisi bangunan yang sangat sederhana dan sejumlah bagian yang telah mengalami kerusakan, keselamatan keluarga menjadi salah satu persoalan yang perlu segera mendapatkan penanganan.

Di tengah keterbatasan ekonomi, memperbaiki rumah tentu bukan perkara mudah. Kebutuhan sehari-hari harus tetap dipenuhi, sementara biaya perbaikan rumah membutuhkan dana yang tidak sedikit. Kondisi tersebut membuat keluarga Imam Rofi’i harus bertahan di rumah yang belum sepenuhnya memberikan rasa aman dan nyaman bagi penghuninya.

Melalui bantuan perbaikan rumah ini, BAZNAS Trenggalek berupaya menghadirkan solusi atas persoalan yang dihadapi keluarga tersebut. Bantuan diharapkan dapat digunakan untuk memperbaiki bagian-bagian rumah yang rusak sehingga bangunan menjadi lebih layak, aman, dan nyaman untuk ditempati.

Bagi sebuah keluarga, rumah bukan sekadar bangunan berdinding dan beratap. Rumah merupakan tempat berkumpul, beristirahat, membangun harapan, serta menjalani kehidupan bersama. Karena itu, membantu memperbaiki rumah warga yang berada dalam kondisi rawan merupakan bagian dari upaya menjaga martabat dan keselamatan keluarga.

Kehadiran BAZNAS Trenggalek di rumah keluarga Imam Rofi’i juga menjadi gambaran nyata bagaimana zakat, infak, dan sedekah yang dihimpun dari masyarakat dapat kembali dirasakan manfaatnya oleh mereka yang membutuhkan.

Ketua BAZNAS Trenggalek, H. Mahsun Ismail, secara langsung mengantarkan bantuan tersebut kepada keluarga penerima. Langkah ini sekaligus menunjukkan komitmen BAZNAS untuk tidak hanya menyalurkan bantuan, tetapi juga hadir lebih dekat dengan masyarakat dan melihat secara langsung kondisi yang dihadapi para penerima manfaat.

Bantuan tersebut diharapkan menjadi awal dari proses perbaikan rumah keluarga Imam Rofi’i agar ke depan dapat memiliki tempat tinggal yang lebih aman. Tidak lagi dihantui kekhawatiran terhadap kondisi bangunan, keluarga diharapkan dapat menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih tenang dan nyaman.

Penyaluran bantuan ini juga menjadi pengingat bahwa kepedulian sosial dapat memberikan dampak yang sangat besar bagi kehidupan seseorang. Apa yang mungkin terlihat sebagai bantuan sederhana, bagi keluarga penerima dapat menjadi sebuah harapan baru.

BAZNAS Trenggalek terus berkomitmen mengoptimalkan dana zakat, infak, dan sedekah untuk berbagai program kemanusiaan dan pemberdayaan masyarakat. Bantuan perbaikan rumah menjadi salah satu bentuk nyata dari upaya tersebut, khususnya bagi keluarga yang memiliki keterbatasan dan membutuhkan dukungan untuk memenuhi kebutuhan dasar.

Kisah keluarga Imam Rofi’i menjadi bukti bahwa masih banyak masyarakat yang membutuhkan uluran tangan. Di tengah keterbatasan, kepedulian dari para muzaki melalui BAZNAS dapat menjadi jembatan untuk menghadirkan perubahan nyata.

Lebih dari sekadar memperbaiki bangunan, bantuan ini membawa pesan tentang gotong royong, kepedulian, dan harapan. Sebuah rumah yang lebih layak berarti sebuah keluarga mendapatkan ruang untuk hidup dengan lebih aman. Sebuah bantuan yang disalurkan dengan amanah berarti ada harapan yang kembali tumbuh.

Melalui bantuan tersebut, BAZNAS Trenggalek berharap keluarga Imam Rofi’i dapat segera memiliki rumah yang lebih kokoh dan layak huni. Semoga langkah kecil ini menjadi bagian dari kebaikan yang terus berlanjut dan menginspirasi lebih banyak pihak untuk bersama-sama peduli terhadap sesama.

Karena zakat bukan hanya tentang memberi. Zakat adalah tentang menghadirkan manfaat, menguatkan yang lemah, dan menumbuhkan harapan bagi mereka yang membutuhkan.

Dari kepedulian masyarakat, BAZNAS Trenggalek hadir untuk menjadi jembatan kebaikan—mengubah amanah menjadi bantuan, bantuan menjadi harapan, dan harapan menjadi kehidupan yang lebih baik.

17/09/2026 | Kontributor: Humas
Jaka Swara Drum Salurkan Bantuan 15 Jirigen melalui BAZNAS Trenggalek untuk Mustahik

Kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan terus tumbuh melalui kolaborasi antara lembaga dan berbagai pihak yang memiliki komitmen untuk berbagi. Kali ini, Jaka Swara Drum menyalurkan bantuan berupa 15 jirigen melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Trenggalek pada Rabu (16/09).

Bantuan tersebut nantinya dimanfaatkan dan disalurkan kepada mustahik, khususnya masyarakat yang membutuhkan dukungan dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Penyaluran melalui BAZNAS Trenggalek menjadi langkah strategis agar bantuan dapat diterima oleh mereka yang tepat sasaran dan benar-benar membutuhkan.

Bantuan 15 jirigen yang diserahkan Jaka Swara Drum tidak berhenti pada proses serah terima. BAZNAS Trenggalek selanjutnya menyalurkan bantuan tersebut kepada warga Desa Ngadimulyo, Kecamatan Kampak, Kabupaten Trenggalek.

Penyaluran ini menjadi salah satu bentuk nyata semangat gotong royong dalam membantu masyarakat. Bantuan yang diberikan mungkin terlihat sederhana, namun keberadaannya dapat memberikan manfaat besar bagi warga yang membutuhkan, terutama ketika sarana untuk membawa dan menyimpan air menjadi bagian penting dalam aktivitas sehari-hari.

Melalui bantuan tersebut, Jaka Swara Drum menunjukkan bahwa kepedulian sosial dapat diwujudkan dengan berbagai cara. Tidak harus dalam jumlah besar, sebuah bantuan yang diberikan dengan niat tulus dan disalurkan melalui jalur yang tepat dapat menjadi bagian dari solusi bagi masyarakat.

Sementara itu, BAZNAS Trenggalek berperan sebagai jembatan kebaikan antara pihak yang ingin berbagi dengan masyarakat yang membutuhkan. Amanah bantuan yang diterima kemudian disalurkan kepada mustahik berdasarkan kebutuhan di lapangan.

Warga Desa Ngadimulyo, Kecamatan Kampak, menjadi penerima manfaat dari bantuan 15 jirigen tersebut. Diharapkan bantuan ini dapat digunakan dengan sebaik-baiknya dan memberikan kemudahan bagi warga dalam memenuhi kebutuhan mereka.

Kolaborasi seperti ini menjadi bukti bahwa kepedulian terhadap sesama merupakan tanggung jawab bersama. Ketika dunia usaha, komunitas, lembaga sosial, dan masyarakat dapat bergerak bersama, manfaat yang dihasilkan akan semakin luas.

BAZNAS Trenggalek sendiri terus mendorong agar pengelolaan zakat, infak, sedekah, maupun bantuan sosial dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Setiap amanah yang dititipkan diupayakan untuk disalurkan kepada penerima yang membutuhkan dengan prinsip tepat sasaran dan memberikan kemanfaatan.

Bantuan dari Jaka Swara Drum juga menjadi bagian dari semangat tersebut. Lima belas jirigen yang disalurkan bukan sekadar benda, tetapi merupakan bentuk kepedulian yang kemudian diteruskan hingga sampai kepada masyarakat.

Bagi penerima manfaat, kehadiran bantuan tersebut dapat menjadi pengingat bahwa mereka tidak berjalan sendiri. Masih ada banyak pihak yang peduli dan bersedia berbagi ketika masyarakat menghadapi keterbatasan.

Semangat berbagi inilah yang perlu terus dirawat. Sebab, persoalan sosial di masyarakat tidak selalu dapat diselesaikan oleh satu pihak saja. Diperlukan sinergi, kepedulian, dan kesediaan untuk bergandengan tangan.

Melalui penyaluran bantuan 15 jirigen ini, Jaka Swara Drum bersama BAZNAS Trenggalek telah menunjukkan bahwa kolaborasi sederhana dapat menghasilkan manfaat yang nyata. Dari satu pihak yang berbagi, melalui lembaga yang mengelola amanah, kemudian sampai kepada warga yang membutuhkan.

Ke depan, sinergi semacam ini diharapkan terus berkembang dan melibatkan lebih banyak pihak. Semakin banyak kepedulian yang dihimpun, semakin luas pula manfaat yang dapat diberikan kepada masyarakat.

Bantuan tersebut juga menjadi pesan bahwa kebaikan tidak pernah mengenal ukuran. Lima belas jirigen mungkin hanya sebuah angka, tetapi bagi mereka yang membutuhkan, bantuan itu bisa berarti kemudahan, perhatian, dan harapan.

BAZNAS Trenggalek menyampaikan apresiasi atas kepedulian Jaka Swara Drum yang telah mempercayakan bantuan tersebut untuk disalurkan kepada masyarakat. Semoga kebaikan yang diberikan menjadi amal yang terus mengalir dan memberikan manfaat bagi para penerima.

Dari kepedulian lahir kolaborasi. Dari kolaborasi hadir kebermanfaatan. Dan dari kebermanfaatan, tumbuh harapan untuk masyarakat Trenggalek yang lebih kuat dan saling peduli.

17/09/2026 | Kontributor: Humas
Dari Trenggalek untuk NTT, BAZNAS trenggalek dan dinas sosial kabupaten trenggalek Salurkan Donasi Rp. 48,8 Juta serta bantuan logistik bagi Korban Gempa Bumi, melalui baznas provinsi jawa timur

TRENGGALEK – Kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak bencana kembali diwujudkan oleh BAZNAS Kabupaten Trenggalek. Bersama Pemerintah Kabupaten Trenggalek, BAZNAS menghimpun donasi kemanusiaan yang selanjutnya disalurkan untuk membantu korban gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Hasil penggalangan donasi tersebut mencapai Rp48.804.200. Dana yang terkumpul merupakan bentuk kepedulian masyarakat dan berbagai pihak yang ikut mengambil bagian dalam aksi kemanusiaan untuk saudara-saudara di NTT yang tengah menghadapi dampak bencana.

Donasi tersebut kemudian diserahkan oleh BAZNAS Kabupaten Trenggalek melalui BAZNAS Provinsi Jawa Timur. Penyaluran melalui BAZNAS Jawa Timur menjadi bagian dari upaya membangun sinergi antarlembaga dalam mendistribusikan bantuan kepada masyarakat terdampak bencana.

Bagi BAZNAS Kabupaten Trenggalek, bantuan ini bukan sekadar angka. Di balik Rp48.804.200 yang terkumpul, terdapat kepedulian, doa, dan kepercayaan dari masyarakat yang ingin berbagi dengan sesama. Setiap donasi menjadi wujud solidaritas bahwa musibah yang terjadi di daerah lain juga menjadi panggilan kemanusiaan bagi masyarakat di Trenggalek.

Dalam aksi tersebut, BAZNAS Kabupaten Trenggalek tidak berjalan sendiri. Kolaborasi bersama Pemerintah Kabupaten Trenggalek menjadi bagian penting dalam proses penggalangan donasi. Sinergi tersebut menunjukkan bahwa kepedulian terhadap korban bencana dapat tumbuh semakin kuat ketika berbagai pihak bergerak bersama.

Tidak hanya bantuan berupa donasi, BAZNAS Kabupaten Trenggalek juga bersinergi dengan Dinas Sosial Kabupaten Trenggalek dalam menyiapkan dan mendistribusikan bantuan logistik bagi masyarakat terdampak gempa bumi di NTT melalui BAZNAS Provinsi Jawa Timur.

Keterlibatan berbagai unsur tersebut memperlihatkan bahwa penanganan bencana membutuhkan kepedulian dan kerja sama lintas lembaga. Pemerintah memiliki peran dalam memberikan dukungan, lembaga zakat hadir melalui penghimpunan dan penyaluran dana umat, sementara masyarakat menjadi kekuatan utama dalam menghadirkan solidaritas kemanusiaan.

Melalui kolaborasi tersebut, bantuan dari Trenggalek diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat NTT, khususnya dalam membantu memenuhi kebutuhan pascabencana. Lebih dari sekadar bantuan material, aksi ini membawa pesan bahwa masyarakat terdampak tidak sendirian dalam menghadapi masa sulit.

BAZNAS Kabupaten Trenggalek juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam penggalangan donasi. Kepercayaan yang diberikan oleh para donatur menjadi amanah yang harus dijaga dan disalurkan melalui mekanisme yang tepat agar dapat memberikan manfaat bagi penerima bantuan.

Kegiatan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa jarak geografis bukanlah penghalang untuk menumbuhkan kepedulian. Dari Trenggalek, tangan-tangan kebaikan bergerak untuk menjangkau saudara-saudara di NTT.

Semangat gotong royong yang terbangun diharapkan tidak berhenti pada satu aksi kemanusiaan. Ke depan, sinergi antara BAZNAS Kabupaten Trenggalek, Pemerintah Kabupaten Trenggalek, Dinas Sosial, BAZNAS Provinsi Jawa Timur, para donatur, dan masyarakat dapat terus diperkuat dalam menghadapi berbagai persoalan sosial dan kebencanaan.

Rp48.804.200 telah dihimpun. Namun yang lebih besar dari nilainya adalah pesan kepedulian yang dibawa: bahwa ketika saudara kita tertimpa musibah, selalu ada tangan yang terulur untuk membantu.

BAZNAS Kabupaten Trenggalek mengucapkan terima kasih kepada seluruh orang baik yang telah menitipkan donasi dan kepeduliannya. Semoga setiap rupiah yang diberikan menjadi amal kebaikan, membawa keberkahan bagi para donatur, serta menjadi penguat bagi saudara-saudara kita yang sedang berjuang bangkit dari bencana.

Dari Trenggalek untuk NTT. Bersama kita bergerak, bersama kita peduli, bersama kita kuatkan kemanusiaan.

16/09/2026 | Kontributor: Humas

Berita Terbaru

Jumat Berkah, BAZNAS Trenggalek Salurkan Bantuan Toren Air untuk SDN 2 Wonoanti
Jumat Berkah, BAZNAS Trenggalek Salurkan Bantuan Toren Air untuk SDN 2 Wonoanti
Semangat berbagi dan kepedulian terhadap dunia pendidikan kembali diwujudkan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Trenggalek. Bertepatan dengan momentum Jumat Berkah, BAZNAS Trenggalek menyalurkan bantuan berupa torn/tandon air kepada SDN 2 Wonoanti, pada Jumat (18/09). Bantuan tersebut menjadi wujud kepedulian BAZNAS Trenggalek terhadap kebutuhan sarana dan prasarana di lingkungan sekolah. Kehadiran fasilitas penampungan air diharapkan dapat mendukung aktivitas warga sekolah sekaligus menciptakan lingkungan belajar yang lebih nyaman, bersih, dan sehat bagi para siswa maupun tenaga pendidik. Air menjadi salah satu kebutuhan penting dalam menunjang aktivitas sehari-hari di sekolah. Selain untuk kebutuhan kebersihan, ketersediaan air juga berkaitan erat dengan upaya menjaga lingkungan sekolah agar tetap higienis. Mulai dari mencuci tangan, membersihkan ruang kelas, menjaga kebersihan toilet, hingga berbagai kegiatan lainnya membutuhkan ketersediaan air yang memadai. Karena itu, bantuan toren air yang disalurkan BAZNAS Trenggalek memiliki manfaat yang cukup besar bagi keberlangsungan aktivitas di SDN 2 Wonoanti. Fasilitas tersebut diharapkan mampu membantu sekolah dalam mengelola persediaan air sehingga kebutuhan warga sekolah dapat terpenuhi dengan lebih baik. Penyaluran bantuan pada Jumat (18/09) juga memiliki makna tersendiri. Momentum Jumat Berkah menjadi kesempatan untuk memperkuat semangat berbagi dan menebarkan manfaat kepada sesama. Melalui bantuan tersebut, BAZNAS Trenggalek kembali menunjukkan bahwa kepedulian sosial dapat diwujudkan dalam berbagai bentuk, termasuk mendukung kebutuhan fasilitas pendidikan. Sekolah bukan hanya tempat untuk menuntut ilmu. Di dalamnya, anak-anak tumbuh, belajar, bermain, dan membangun berbagai cita-cita. Karena itu, menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan sehat merupakan bagian penting dalam mendukung proses pendidikan. Dukungan terhadap fasilitas sederhana seperti toren air mungkin terlihat kecil, tetapi manfaatnya dapat dirasakan setiap hari. Ketika kebutuhan air dapat dikelola dengan lebih baik, aktivitas belajar mengajar pun dapat berlangsung dengan lebih nyaman. Bantuan ini sekaligus menjadi salah satu bentuk nyata pemanfaatan dana zakat, infak, dan sedekah yang dikelola BAZNAS Trenggalek. Melalui pengelolaan yang amanah, dana yang dititipkan masyarakat dapat diwujudkan menjadi berbagai program yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. BAZNAS Trenggalek terus berupaya menghadirkan program yang menyentuh berbagai aspek kehidupan masyarakat, termasuk bidang pendidikan dan fasilitas publik. Kolaborasi dan dukungan dari para muzaki, munfiq, serta masyarakat menjadi bagian penting dalam keberlangsungan berbagai program tersebut. Melalui momentum Jumat Berkah ini, BAZNAS Trenggalek berharap bantuan toren air untuk SDN 2 Wonoanti dapat memberikan manfaat jangka panjang. Tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan air, tetapi juga mendukung terciptanya lingkungan sekolah yang lebih bersih dan sehat. Bantuan tersebut juga menjadi pesan bahwa kepedulian terhadap pendidikan dapat dimulai dari hal-hal sederhana. Ketika kebutuhan dasar di lingkungan sekolah terpenuhi, anak-anak dapat belajar dengan lebih nyaman dan para guru dapat menjalankan aktivitas pendidikan dengan lebih baik. Semangat berbagi yang diwujudkan pada Jumat Berkah ini diharapkan terus tumbuh di tengah masyarakat. Sebab, kebaikan yang dilakukan bersama akan memiliki dampak yang lebih luas. Satu bantuan mungkin memberikan manfaat bagi satu tempat, tetapi semangat kepedulian dapat menginspirasi banyak pihak untuk melakukan hal serupa. BAZNAS Trenggalek menyampaikan bahwa setiap amanah yang dititipkan masyarakat memiliki nilai dan tanggung jawab yang besar. Karena itu, penyaluran bantuan diupayakan agar tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata bagi penerima. Bantuan toren air untuk SDN 2 Wonoanti menjadi salah satu gambaran bahwa zakat, infak, dan sedekah dapat hadir dalam bentuk yang dekat dengan kebutuhan masyarakat. Dari sebuah fasilitas penampungan air, lahir manfaat yang dapat dirasakan oleh siswa dan seluruh warga sekolah. Pada akhirnya, Jumat Berkah bukan hanya tentang berbagi, tetapi tentang menghadirkan manfaat di tempat yang membutuhkan. Melalui bantuan ini, BAZNAS Trenggalek berharap semangat kepedulian terus mengalir, sebagaimana air yang nantinya tersimpan di dalam toren dan digunakan untuk menunjang aktivitas warga SDN 2 Wonoanti. Dari zakat, tumbuh kepedulian. Dari kepedulian, hadir kebermanfaatan. Dan dari kebermanfaatan, tumbuh harapan untuk masa depan pendidikan yang lebih baik.
BERITA18/09/2026 | Humas
BAZNAS Trenggalek kolaborasi bersama kitabisa.com, Salurkan 100 Jirigen dan 2 Tandon untuk Warga Ngulungwetan, program bantuan sedekah air bersih
BAZNAS Trenggalek kolaborasi bersama kitabisa.com, Salurkan 100 Jirigen dan 2 Tandon untuk Warga Ngulungwetan, program bantuan sedekah air bersih
TRENGGALEK — Kepedulian terhadap masyarakat yang tengah menghadapi keterbatasan akses air bersih kembali ditunjukkan oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Trenggalek. Pada Kamis (17/09), BAZNAS Trenggalek menyalurkan bantuan berupa 100 jirigen dan 2 tandon air kepada warga Desa Ngulungwetan, Kecamatan Munjungan, Kabupaten Trenggalek. Bantuan tersebut menjadi bentuk nyata kepedulian BAZNAS Trenggalek terhadap kebutuhan dasar masyarakat, khususnya dalam memenuhi ketersediaan air bersih. Tidak hanya sekadar menyalurkan bantuan, proses distribusi juga dilakukan secara langsung oleh Ketua BAZNAS Kabupaten Trenggalek, H. Mahsun Ismail, yang turut mengantarkan bantuan hingga ke lokasi. Kehadiran langsung pimpinan BAZNAS Trenggalek di tengah masyarakat menjadi pesan kuat bahwa persoalan air bersih bukan sekadar persoalan teknis, melainkan menyangkut kebutuhan dasar dan keberlangsungan kehidupan warga sehari-hari. Sebanyak 100 jirigen yang disalurkan diharapkan dapat membantu masyarakat dalam mengambil, membawa, serta menyimpan air untuk kebutuhan sehari-hari. Sementara itu, dua unit tandon air disiapkan sebagai sarana penampungan sehingga distribusi air kepada masyarakat dapat dilakukan dengan lebih mudah dan tertata. Bagi sebagian masyarakat, ketersediaan air bersih mungkin merupakan sesuatu yang sederhana dan mudah diperoleh. Namun bagi warga yang tinggal di wilayah dengan keterbatasan sumber air, setiap tetes air memiliki arti yang sangat besar. Air dibutuhkan untuk berbagai aktivitas, mulai dari memasak, minum, membersihkan diri, hingga memenuhi kebutuhan rumah tangga lainnya. Melalui bantuan tersebut, BAZNAS Trenggalek berupaya hadir menjawab kebutuhan masyarakat secara langsung. Bantuan yang diberikan bukan hanya berupa barang, tetapi juga membawa harapan agar masyarakat dapat menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih ringan di tengah kondisi keterbatasan air. Ketua BAZNAS Trenggalek, H. Mahsun Ismail, dalam kesempatan tersebut turut melihat secara langsung kondisi masyarakat dan kebutuhan yang ada di lapangan. Penyaluran secara langsung menjadi bagian penting dari upaya memastikan bantuan yang berasal dari amanah para muzaki dapat benar-benar sampai dan memberikan manfaat kepada masyarakat yang membutuhkan. BAZNAS Trenggalek selama ini terus berupaya mengoptimalkan pengelolaan zakat, infak, dan sedekah agar manfaatnya dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat. Salah satu bentuknya adalah menghadirkan program bantuan yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan dasar warga. Bantuan untuk warga Ngulungwetan ini sekaligus menunjukkan bahwa semangat berbagi dapat diwujudkan melalui berbagai bentuk. Ketika masyarakat menghadapi persoalan air bersih, kepedulian dapat hadir dalam bentuk sarana penampungan maupun wadah untuk membawa air. Hal sederhana tersebut dapat menjadi sangat berarti ketika diberikan pada saat yang tepat dan kepada mereka yang membutuhkan. Di sisi lain, penyaluran bantuan ini juga menjadi pengingat bahwa persoalan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat membutuhkan perhatian dan kepedulian bersama. Pemerintah, lembaga sosial, organisasi kemasyarakatan, serta masyarakat secara umum memiliki peran penting dalam membangun budaya saling membantu dan gotong royong. BAZNAS Trenggalek berharap bantuan berupa 100 jirigen dan 2 tandon tersebut dapat memberikan manfaat nyata bagi warga Ngulungwetan. Lebih dari itu, bantuan ini diharapkan mampu menjadi bagian dari ikhtiar bersama dalam meringankan beban masyarakat serta menjaga semangat kepedulian di tengah kehidupan bermasyarakat. Kehadiran BAZNAS di tengah warga juga menjadi wujud dari semangat bahwa zakat bukan hanya tentang menunaikan kewajiban, tetapi juga tentang menghadirkan kebermanfaatan. Dana yang dihimpun dari masyarakat melalui zakat, infak, dan sedekah dapat kembali kepada masyarakat dalam berbagai bentuk program yang menyentuh kebutuhan nyata. Penyaluran bantuan air bersih di Ngulungwetan menjadi salah satu gambaran bagaimana nilai kepedulian dapat diterjemahkan menjadi aksi. 100 jirigen dan 2 tandon mungkin terlihat sederhana, tetapi bagi warga yang membutuhkan akses air, bantuan tersebut memiliki arti yang jauh lebih besar. Dengan mengantarkan bantuan secara langsung, H. Mahsun Ismail bersama jajaran BAZNAS Trenggalek menunjukkan bahwa kepedulian tidak cukup hanya disampaikan, tetapi perlu diwujudkan dengan hadir, melihat, mendengar, dan membantu masyarakat secara nyata. Semangat tersebut diharapkan terus tumbuh dan menjadi energi bersama untuk menghadirkan lebih banyak manfaat bagi masyarakat Trenggalek. Sebab, ketika zakat dikelola dengan amanah dan disalurkan kepada mereka yang membutuhkan, maka setiap rupiah yang ditunaikan dapat berubah menjadi harapan, dan setiap bantuan yang diberikan dapat menjadi jalan untuk meringankan beban sesama. BAZNAS Trenggalek hadir, berbagi, dan bergerak bersama masyarakat. Dari kepedulian, tumbuh kebermanfaatan. Dari zakat, hadir harapan.
BERITA17/09/2026 | Humas
BAZNAS Trenggalek Bantu Perbaikan Rumah Keluarga Imam Rofi’i yang Nyaris Ambruk
BAZNAS Trenggalek Bantu Perbaikan Rumah Keluarga Imam Rofi’i yang Nyaris Ambruk
Kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan kembali diwujudkan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Trenggalek. Kali ini, BAZNAS Trenggalek memberikan bantuan untuk perbaikan rumah keluarga Imam Rofi’i, warga Desa Craken, Kecamatan Munjungan, Kabupaten Trenggalek, yang selama ini tinggal di rumah sederhana dengan kondisi memprihatinkan dan rawan ambruk. Bantuan tersebut diantarkan langsung oleh Ketua BAZNAS Trenggalek, H. Mahsun Ismail, pada Kamis (17/09). Kehadiran langsung pimpinan BAZNAS di lokasi menjadi bentuk kepedulian sekaligus ikhtiar untuk memastikan bantuan yang diberikan dapat benar-benar memberikan manfaat bagi keluarga penerima. Rumah yang selama ini menjadi tempat berteduh keluarga Imam Rofi’i berada dalam kondisi yang membutuhkan perhatian. Dengan kondisi bangunan yang sangat sederhana dan sejumlah bagian yang telah mengalami kerusakan, keselamatan keluarga menjadi salah satu persoalan yang perlu segera mendapatkan penanganan. Di tengah keterbatasan ekonomi, memperbaiki rumah tentu bukan perkara mudah. Kebutuhan sehari-hari harus tetap dipenuhi, sementara biaya perbaikan rumah membutuhkan dana yang tidak sedikit. Kondisi tersebut membuat keluarga Imam Rofi’i harus bertahan di rumah yang belum sepenuhnya memberikan rasa aman dan nyaman bagi penghuninya. Melalui bantuan perbaikan rumah ini, BAZNAS Trenggalek berupaya menghadirkan solusi atas persoalan yang dihadapi keluarga tersebut. Bantuan diharapkan dapat digunakan untuk memperbaiki bagian-bagian rumah yang rusak sehingga bangunan menjadi lebih layak, aman, dan nyaman untuk ditempati. Bagi sebuah keluarga, rumah bukan sekadar bangunan berdinding dan beratap. Rumah merupakan tempat berkumpul, beristirahat, membangun harapan, serta menjalani kehidupan bersama. Karena itu, membantu memperbaiki rumah warga yang berada dalam kondisi rawan merupakan bagian dari upaya menjaga martabat dan keselamatan keluarga. Kehadiran BAZNAS Trenggalek di rumah keluarga Imam Rofi’i juga menjadi gambaran nyata bagaimana zakat, infak, dan sedekah yang dihimpun dari masyarakat dapat kembali dirasakan manfaatnya oleh mereka yang membutuhkan. Ketua BAZNAS Trenggalek, H. Mahsun Ismail, secara langsung mengantarkan bantuan tersebut kepada keluarga penerima. Langkah ini sekaligus menunjukkan komitmen BAZNAS untuk tidak hanya menyalurkan bantuan, tetapi juga hadir lebih dekat dengan masyarakat dan melihat secara langsung kondisi yang dihadapi para penerima manfaat. Bantuan tersebut diharapkan menjadi awal dari proses perbaikan rumah keluarga Imam Rofi’i agar ke depan dapat memiliki tempat tinggal yang lebih aman. Tidak lagi dihantui kekhawatiran terhadap kondisi bangunan, keluarga diharapkan dapat menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih tenang dan nyaman. Penyaluran bantuan ini juga menjadi pengingat bahwa kepedulian sosial dapat memberikan dampak yang sangat besar bagi kehidupan seseorang. Apa yang mungkin terlihat sebagai bantuan sederhana, bagi keluarga penerima dapat menjadi sebuah harapan baru. BAZNAS Trenggalek terus berkomitmen mengoptimalkan dana zakat, infak, dan sedekah untuk berbagai program kemanusiaan dan pemberdayaan masyarakat. Bantuan perbaikan rumah menjadi salah satu bentuk nyata dari upaya tersebut, khususnya bagi keluarga yang memiliki keterbatasan dan membutuhkan dukungan untuk memenuhi kebutuhan dasar. Kisah keluarga Imam Rofi’i menjadi bukti bahwa masih banyak masyarakat yang membutuhkan uluran tangan. Di tengah keterbatasan, kepedulian dari para muzaki melalui BAZNAS dapat menjadi jembatan untuk menghadirkan perubahan nyata. Lebih dari sekadar memperbaiki bangunan, bantuan ini membawa pesan tentang gotong royong, kepedulian, dan harapan. Sebuah rumah yang lebih layak berarti sebuah keluarga mendapatkan ruang untuk hidup dengan lebih aman. Sebuah bantuan yang disalurkan dengan amanah berarti ada harapan yang kembali tumbuh. Melalui bantuan tersebut, BAZNAS Trenggalek berharap keluarga Imam Rofi’i dapat segera memiliki rumah yang lebih kokoh dan layak huni. Semoga langkah kecil ini menjadi bagian dari kebaikan yang terus berlanjut dan menginspirasi lebih banyak pihak untuk bersama-sama peduli terhadap sesama. Karena zakat bukan hanya tentang memberi. Zakat adalah tentang menghadirkan manfaat, menguatkan yang lemah, dan menumbuhkan harapan bagi mereka yang membutuhkan. Dari kepedulian masyarakat, BAZNAS Trenggalek hadir untuk menjadi jembatan kebaikan—mengubah amanah menjadi bantuan, bantuan menjadi harapan, dan harapan menjadi kehidupan yang lebih baik.
BERITA17/09/2026 | Humas
Jaka Swara Drum Salurkan Bantuan 15 Jirigen melalui BAZNAS Trenggalek untuk Mustahik
Jaka Swara Drum Salurkan Bantuan 15 Jirigen melalui BAZNAS Trenggalek untuk Mustahik
Kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan terus tumbuh melalui kolaborasi antara lembaga dan berbagai pihak yang memiliki komitmen untuk berbagi. Kali ini, Jaka Swara Drum menyalurkan bantuan berupa 15 jirigen melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Trenggalek pada Rabu (16/09). Bantuan tersebut nantinya dimanfaatkan dan disalurkan kepada mustahik, khususnya masyarakat yang membutuhkan dukungan dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Penyaluran melalui BAZNAS Trenggalek menjadi langkah strategis agar bantuan dapat diterima oleh mereka yang tepat sasaran dan benar-benar membutuhkan. Bantuan 15 jirigen yang diserahkan Jaka Swara Drum tidak berhenti pada proses serah terima. BAZNAS Trenggalek selanjutnya menyalurkan bantuan tersebut kepada warga Desa Ngadimulyo, Kecamatan Kampak, Kabupaten Trenggalek. Penyaluran ini menjadi salah satu bentuk nyata semangat gotong royong dalam membantu masyarakat. Bantuan yang diberikan mungkin terlihat sederhana, namun keberadaannya dapat memberikan manfaat besar bagi warga yang membutuhkan, terutama ketika sarana untuk membawa dan menyimpan air menjadi bagian penting dalam aktivitas sehari-hari. Melalui bantuan tersebut, Jaka Swara Drum menunjukkan bahwa kepedulian sosial dapat diwujudkan dengan berbagai cara. Tidak harus dalam jumlah besar, sebuah bantuan yang diberikan dengan niat tulus dan disalurkan melalui jalur yang tepat dapat menjadi bagian dari solusi bagi masyarakat. Sementara itu, BAZNAS Trenggalek berperan sebagai jembatan kebaikan antara pihak yang ingin berbagi dengan masyarakat yang membutuhkan. Amanah bantuan yang diterima kemudian disalurkan kepada mustahik berdasarkan kebutuhan di lapangan. Warga Desa Ngadimulyo, Kecamatan Kampak, menjadi penerima manfaat dari bantuan 15 jirigen tersebut. Diharapkan bantuan ini dapat digunakan dengan sebaik-baiknya dan memberikan kemudahan bagi warga dalam memenuhi kebutuhan mereka. Kolaborasi seperti ini menjadi bukti bahwa kepedulian terhadap sesama merupakan tanggung jawab bersama. Ketika dunia usaha, komunitas, lembaga sosial, dan masyarakat dapat bergerak bersama, manfaat yang dihasilkan akan semakin luas. BAZNAS Trenggalek sendiri terus mendorong agar pengelolaan zakat, infak, sedekah, maupun bantuan sosial dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Setiap amanah yang dititipkan diupayakan untuk disalurkan kepada penerima yang membutuhkan dengan prinsip tepat sasaran dan memberikan kemanfaatan. Bantuan dari Jaka Swara Drum juga menjadi bagian dari semangat tersebut. Lima belas jirigen yang disalurkan bukan sekadar benda, tetapi merupakan bentuk kepedulian yang kemudian diteruskan hingga sampai kepada masyarakat. Bagi penerima manfaat, kehadiran bantuan tersebut dapat menjadi pengingat bahwa mereka tidak berjalan sendiri. Masih ada banyak pihak yang peduli dan bersedia berbagi ketika masyarakat menghadapi keterbatasan. Semangat berbagi inilah yang perlu terus dirawat. Sebab, persoalan sosial di masyarakat tidak selalu dapat diselesaikan oleh satu pihak saja. Diperlukan sinergi, kepedulian, dan kesediaan untuk bergandengan tangan. Melalui penyaluran bantuan 15 jirigen ini, Jaka Swara Drum bersama BAZNAS Trenggalek telah menunjukkan bahwa kolaborasi sederhana dapat menghasilkan manfaat yang nyata. Dari satu pihak yang berbagi, melalui lembaga yang mengelola amanah, kemudian sampai kepada warga yang membutuhkan. Ke depan, sinergi semacam ini diharapkan terus berkembang dan melibatkan lebih banyak pihak. Semakin banyak kepedulian yang dihimpun, semakin luas pula manfaat yang dapat diberikan kepada masyarakat. Bantuan tersebut juga menjadi pesan bahwa kebaikan tidak pernah mengenal ukuran. Lima belas jirigen mungkin hanya sebuah angka, tetapi bagi mereka yang membutuhkan, bantuan itu bisa berarti kemudahan, perhatian, dan harapan. BAZNAS Trenggalek menyampaikan apresiasi atas kepedulian Jaka Swara Drum yang telah mempercayakan bantuan tersebut untuk disalurkan kepada masyarakat. Semoga kebaikan yang diberikan menjadi amal yang terus mengalir dan memberikan manfaat bagi para penerima. Dari kepedulian lahir kolaborasi. Dari kolaborasi hadir kebermanfaatan. Dan dari kebermanfaatan, tumbuh harapan untuk masyarakat Trenggalek yang lebih kuat dan saling peduli.
BERITA17/09/2026 | Humas
Dari Trenggalek untuk NTT, BAZNAS trenggalek dan dinas sosial kabupaten trenggalek Salurkan Donasi Rp. 48,8 Juta serta bantuan logistik bagi Korban Gempa Bumi, melalui baznas provinsi jawa timur
Dari Trenggalek untuk NTT, BAZNAS trenggalek dan dinas sosial kabupaten trenggalek Salurkan Donasi Rp. 48,8 Juta serta bantuan logistik bagi Korban Gempa Bumi, melalui baznas provinsi jawa timur
TRENGGALEK – Kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak bencana kembali diwujudkan oleh BAZNAS Kabupaten Trenggalek. Bersama Pemerintah Kabupaten Trenggalek, BAZNAS menghimpun donasi kemanusiaan yang selanjutnya disalurkan untuk membantu korban gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Hasil penggalangan donasi tersebut mencapai Rp48.804.200. Dana yang terkumpul merupakan bentuk kepedulian masyarakat dan berbagai pihak yang ikut mengambil bagian dalam aksi kemanusiaan untuk saudara-saudara di NTT yang tengah menghadapi dampak bencana. Donasi tersebut kemudian diserahkan oleh BAZNAS Kabupaten Trenggalek melalui BAZNAS Provinsi Jawa Timur. Penyaluran melalui BAZNAS Jawa Timur menjadi bagian dari upaya membangun sinergi antarlembaga dalam mendistribusikan bantuan kepada masyarakat terdampak bencana. Bagi BAZNAS Kabupaten Trenggalek, bantuan ini bukan sekadar angka. Di balik Rp48.804.200 yang terkumpul, terdapat kepedulian, doa, dan kepercayaan dari masyarakat yang ingin berbagi dengan sesama. Setiap donasi menjadi wujud solidaritas bahwa musibah yang terjadi di daerah lain juga menjadi panggilan kemanusiaan bagi masyarakat di Trenggalek. Dalam aksi tersebut, BAZNAS Kabupaten Trenggalek tidak berjalan sendiri. Kolaborasi bersama Pemerintah Kabupaten Trenggalek menjadi bagian penting dalam proses penggalangan donasi. Sinergi tersebut menunjukkan bahwa kepedulian terhadap korban bencana dapat tumbuh semakin kuat ketika berbagai pihak bergerak bersama. Tidak hanya bantuan berupa donasi, BAZNAS Kabupaten Trenggalek juga bersinergi dengan Dinas Sosial Kabupaten Trenggalek dalam menyiapkan dan mendistribusikan bantuan logistik bagi masyarakat terdampak gempa bumi di NTT melalui BAZNAS Provinsi Jawa Timur. Keterlibatan berbagai unsur tersebut memperlihatkan bahwa penanganan bencana membutuhkan kepedulian dan kerja sama lintas lembaga. Pemerintah memiliki peran dalam memberikan dukungan, lembaga zakat hadir melalui penghimpunan dan penyaluran dana umat, sementara masyarakat menjadi kekuatan utama dalam menghadirkan solidaritas kemanusiaan. Melalui kolaborasi tersebut, bantuan dari Trenggalek diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat NTT, khususnya dalam membantu memenuhi kebutuhan pascabencana. Lebih dari sekadar bantuan material, aksi ini membawa pesan bahwa masyarakat terdampak tidak sendirian dalam menghadapi masa sulit. BAZNAS Kabupaten Trenggalek juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam penggalangan donasi. Kepercayaan yang diberikan oleh para donatur menjadi amanah yang harus dijaga dan disalurkan melalui mekanisme yang tepat agar dapat memberikan manfaat bagi penerima bantuan. Kegiatan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa jarak geografis bukanlah penghalang untuk menumbuhkan kepedulian. Dari Trenggalek, tangan-tangan kebaikan bergerak untuk menjangkau saudara-saudara di NTT. Semangat gotong royong yang terbangun diharapkan tidak berhenti pada satu aksi kemanusiaan. Ke depan, sinergi antara BAZNAS Kabupaten Trenggalek, Pemerintah Kabupaten Trenggalek, Dinas Sosial, BAZNAS Provinsi Jawa Timur, para donatur, dan masyarakat dapat terus diperkuat dalam menghadapi berbagai persoalan sosial dan kebencanaan. Rp48.804.200 telah dihimpun. Namun yang lebih besar dari nilainya adalah pesan kepedulian yang dibawa: bahwa ketika saudara kita tertimpa musibah, selalu ada tangan yang terulur untuk membantu. BAZNAS Kabupaten Trenggalek mengucapkan terima kasih kepada seluruh orang baik yang telah menitipkan donasi dan kepeduliannya. Semoga setiap rupiah yang diberikan menjadi amal kebaikan, membawa keberkahan bagi para donatur, serta menjadi penguat bagi saudara-saudara kita yang sedang berjuang bangkit dari bencana. Dari Trenggalek untuk NTT. Bersama kita bergerak, bersama kita peduli, bersama kita kuatkan kemanusiaan.
BERITA16/09/2026 | Humas
Perkuat Sinergi dan Kepedulian, BAZNAS Trenggalek Silaturahmi ke BAZNAS Jawa Timur
Perkuat Sinergi dan Kepedulian, BAZNAS Trenggalek Silaturahmi ke BAZNAS Jawa Timur
SURABAYA – Upaya memperkuat sinergi dalam pengelolaan zakat dan pelayanan kepada masyarakat terus dilakukan BAZNAS Kabupaten Trenggalek. Salah satunya melalui kunjungan silaturahmi ke BAZNAS Provinsi Jawa Timur sebagai bagian dari upaya membangun komunikasi, mempererat hubungan kelembagaan, serta memperkuat kolaborasi dalam berbagai program kemaslahatan umat. Silaturahmi tersebut menjadi ruang untuk saling bertukar informasi, pengalaman, dan gagasan terkait pengelolaan zakat, infak, dan sedekah. Pertemuan antarlembaga juga menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi antara BAZNAS Kabupaten Trenggalek dan BAZNAS Provinsi Jawa Timur agar berbagai program yang dijalankan dapat semakin terarah dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. Dalam pengelolaan zakat, komunikasi dan koordinasi antartingkatan kelembagaan menjadi bagian penting. BAZNAS Kabupaten Trenggalek terus berupaya membangun hubungan yang harmonis dengan BAZNAS Provinsi Jawa Timur, baik dalam penguatan kelembagaan, pengembangan program penghimpunan maupun penyaluran, hingga respons terhadap persoalan sosial dan kebencanaan. Melalui silaturahmi ini, kedua lembaga dapat saling berbagi pengalaman mengenai berbagai tantangan yang dihadapi dalam menjalankan amanah pengelolaan dana umat. Tidak hanya membahas aspek kelembagaan, pertemuan juga menjadi kesempatan untuk memperkuat semangat kolaborasi dalam menghadirkan program yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Silaturahmi semakin bermakna karena pada kesempatan yang sama BAZNAS Kabupaten Trenggalek membawa amanah kemanusiaan dari masyarakat Trenggalek untuk saudara-saudara yang terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). BAZNAS Kabupaten Trenggalek menyerahkan donasi kemanusiaan kepada BAZNAS Provinsi Jawa Timur untuk selanjutnya disalurkan kepada masyarakat terdampak gempa bumi di NTT. Donasi tersebut merupakan hasil penggalangan dana yang dilakukan melalui kolaborasi Pemerintah Kabupaten Trenggalek dan BAZNAS Kabupaten Trenggalek. Bantuan tersebut menjadi wujud nyata kepedulian masyarakat Trenggalek terhadap sesama, meskipun berada di wilayah yang berbeda. Semangat gotong royong menjadi kekuatan dalam menghimpun kepedulian dan mengubahnya menjadi bantuan yang dapat dirasakan oleh masyarakat yang sedang menghadapi masa sulit akibat bencana. Dalam aksi kemanusiaan tersebut, BAZNAS Kabupaten Trenggalek juga tidak berjalan sendiri. Bersama Dinas Sosial Kabupaten Trenggalek, turut dilakukan pendistribusian bantuan logistik bagi korban gempa bumi di NTT melalui BAZNAS Provinsi Jawa Timur. Kolaborasi tersebut menunjukkan bahwa silaturahmi tidak berhenti pada pertemuan dan komunikasi semata. Hubungan antarlembaga dapat menjadi pintu terbukanya kerja sama nyata, terutama dalam menghadapi persoalan sosial dan kemanusiaan. Bagi BAZNAS Kabupaten Trenggalek, silaturahmi merupakan bagian dari ikhtiar untuk terus memperkuat jaringan kerja sama dan membangun hubungan kelembagaan yang baik. Dengan komunikasi yang terjaga, berbagai pengalaman dan praktik baik dapat dibagikan, sehingga pengelolaan zakat dapat terus berkembang dan semakin dekat dengan kebutuhan masyarakat. Terlebih dalam situasi kebencanaan, kecepatan koordinasi dan kekuatan jejaring menjadi sangat penting. Kolaborasi antara BAZNAS Kabupaten Trenggalek, Pemerintah Kabupaten Trenggalek, Dinas Sosial Kabupaten Trenggalek, serta BAZNAS Provinsi Jawa Timur menjadi bagian dari ikhtiar bersama agar bantuan dapat dihimpun dan diteruskan kepada masyarakat yang membutuhkan. Kunjungan silaturahmi ini juga menjadi pengingat bahwa kekuatan lembaga tidak hanya dibangun melalui program, tetapi juga melalui hubungan yang baik, komunikasi yang terbuka, dan semangat untuk saling mendukung. BAZNAS Kabupaten Trenggalek menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Trenggalek, Dinas Sosial Kabupaten Trenggalek, BAZNAS Provinsi Jawa Timur, para donatur, serta seluruh masyarakat yang telah ikut mengambil bagian dalam aksi kemanusiaan untuk korban gempa bumi di NTT. Semoga silaturahmi yang terjalin menjadi awal dari semakin kuatnya sinergi dan kolaborasi antarlembaga dalam menghadirkan manfaat bagi masyarakat. Semoga setiap donasi dan bantuan yang diberikan menjadi amal kebaikan bagi para donatur serta membawa keberkahan bagi seluruh pihak yang terlibat. Dari Trenggalek, melalui sinergi dan silaturahmi, kepedulian terus bergerak hingga ke NTT.
BERITA16/09/2026 | Humas
BAZNAS Trenggalek Hadiri Apel Besar Hari Pramuka ke-65, Momentum Meneguhkan Semangat Pengabdian Generasi Muda
BAZNAS Trenggalek Hadiri Apel Besar Hari Pramuka ke-65, Momentum Meneguhkan Semangat Pengabdian Generasi Muda
TRENGGALEK – Semangat pengabdian, kepedulian, dan gotong royong kembali digaungkan dalam Apel Besar Hari Pramuka ke-65 Tahun 2026 yang digelar di Alun-Alun Trenggalek, Senin (14/09). Kegiatan tersebut berlangsung khidmat dan penuh semangat, diikuti oleh jajaran pemerintah daerah, unsur Forkopimda, pembina serta anggota Gerakan Pramuka dari berbagai wilayah di Kabupaten Trenggalek. Dalam kesempatan tersebut, BAZNAS Kabupaten Trenggalek turut hadir sebagai bentuk dukungan terhadap gerakan kepanduan yang selama ini memiliki peran penting dalam membentuk karakter generasi muda yang disiplin, mandiri, bertanggung jawab, serta memiliki kepedulian terhadap sesama. Jajaran pimpinan BAZNAS Kabupaten Trenggalek yang hadir dalam kegiatan tersebut di antaranya Wakil Ketua I Rahmat Purwanto, Wakil Ketua II Kyai Bahauddin, serta Wakil Ketua III Mahsunudin. Kehadiran pimpinan BAZNAS menjadi bagian dari komitmen untuk terus membangun sinergi dengan berbagai elemen masyarakat dan pemerintah dalam mendukung program-program yang memberikan manfaat luas bagi masyarakat. Apel Besar Hari Pramuka ke-65 ini bukan sekadar agenda seremonial tahunan. Lebih dari itu, momentum tersebut menjadi ruang untuk kembali meneguhkan nilai-nilai luhur kepramukaan, khususnya semangat pengabdian, persaudaraan, kedisiplinan, dan kepedulian sosial. Pramuka sejak lama dikenal sebagai wadah pembentukan karakter generasi muda. Melalui berbagai kegiatan, anggota Pramuka didorong untuk tidak hanya memiliki kecakapan dan kemandirian, tetapi juga mampu hadir di tengah masyarakat sebagai pribadi yang bermanfaat. Nilai tersebut sejalan dengan semangat yang terus dibangun BAZNAS Kabupaten Trenggalek dalam menjalankan amanah pengelolaan zakat, infak, dan sedekah. Semangat membantu, melayani, dan memberikan manfaat kepada sesama merupakan nilai yang dapat dipertemukan dalam berbagai bentuk kegiatan sosial dan kemanusiaan. Rangkaian kegiatan Apel Besar Hari Pramuka ke-65 juga semakin istimewa dengan dilaksanakannya pelantikan Pramuka Garuda dari seluruh kecamatan di Kabupaten Trenggalek. Pelantikan tersebut menjadi salah satu bentuk penghargaan atas proses pembinaan dan pencapaian anggota Pramuka yang telah menunjukkan kemampuan, keteladanan, kedisiplinan, serta semangat untuk terus berkembang. Pramuka Garuda diharapkan mampu menjadi teladan bagi rekan-rekannya sekaligus menjadi generasi yang siap memberikan kontribusi positif bagi lingkungan dan masyarakat. Bagi BAZNAS Trenggalek, keberadaan generasi muda yang memiliki karakter kuat dan jiwa sosial merupakan bagian penting dalam membangun masa depan daerah. Generasi muda bukan hanya penerus estafet kepemimpinan, tetapi juga memiliki peran strategis sebagai penggerak berbagai perubahan positif di tengah masyarakat. Karena itu, sinergi antara berbagai lembaga, organisasi, dan elemen masyarakat perlu terus diperkuat. Semangat gotong royong yang menjadi bagian dari budaya masyarakat Indonesia dapat menjadi kekuatan besar dalam menyelesaikan berbagai persoalan sosial, termasuk kemiskinan, pendidikan, kesehatan, kebencanaan, hingga pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat. Kehadiran BAZNAS Trenggalek dalam Apel Besar Hari Pramuka ke-65 sekaligus menjadi pengingat bahwa membangun masyarakat yang kuat tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Dibutuhkan kolaborasi dan kepedulian dari seluruh unsur masyarakat. Di tengah semangat para anggota Pramuka yang memenuhi Alun-Alun Trenggalek, terselip harapan agar nilai-nilai Satya dan Dharma Pramuka terus hidup dalam kehidupan sehari-hari. Bukan hanya dalam kegiatan kepramukaan, tetapi juga dalam bentuk nyata: membantu sesama, menjaga lingkungan, menghormati perbedaan, serta hadir ketika masyarakat membutuhkan. BAZNAS Kabupaten Trenggalek berkomitmen untuk terus membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pihak dalam menghadirkan kemanfaatan bagi masyarakat. Sebab, setiap langkah kebaikan yang dilakukan bersama dapat menjadi energi besar untuk menciptakan Trenggalek yang semakin peduli, tangguh, dan sejahtera. Momentum Hari Pramuka ke-65 ini pun menjadi pengingat bahwa pengabdian tidak mengenal usia. Dari tangan generasi muda hingga para pemangku kebijakan dan lembaga sosial, semuanya memiliki peran dalam menanam benih kebaikan. Semoga semangat yang terpancar dari Apel Besar Hari Pramuka ke-65 dapat terus tumbuh dan diwujudkan dalam aksi nyata. Bersama-sama, mari menjaga semangat gotong royong dan kepedulian sosial agar semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaat dari setiap kebaikan yang dilakukan. Selamat Hari Pramuka ke-65. Satu langkah kecil dalam pengabdian hari ini, dapat menjadi perubahan besar bagi masa depan.
BERITA14/09/2026 | Humas
BAZNAS Trenggalek Serahkan Bantuan Gempa NTT Secara Simbolis kepada Sekda Kabupaten Trenggalek
BAZNAS Trenggalek Serahkan Bantuan Gempa NTT Secara Simbolis kepada Sekda Kabupaten Trenggalek
TRENGGALEK – Kepedulian terhadap sesama kembali ditunjukkan oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Trenggalek. Di tengah duka yang dirasakan masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT) akibat bencana gempa bumi, BAZNAS Trenggalek turut mengambil bagian dalam upaya membantu meringankan beban para penyintas. Bantuan untuk korban bencana gempa bumi di NTT tersebut diserahkan secara simbolis oleh BAZNAS Kabupaten Trenggalek kepada Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Trenggalek pada Rabu (09/09/2026), bertempat di Kantor Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Trenggalek senilai Rp. 48.604.200,- Penyerahan bantuan ini menjadi wujud nyata bahwa kepedulian terhadap sesama tidak mengenal jarak. Meski berada di wilayah yang berbeda, rasa kemanusiaan mampu menjadi jembatan yang menghubungkan masyarakat Trenggalek dengan saudara-saudara mereka yang tengah menghadapi musibah di NTT. Bagi BAZNAS Trenggalek, bencana bukan hanya tentang kerusakan bangunan atau kehilangan harta benda. Lebih dari itu, bencana menyisakan luka, kekhawatiran, dan ketidakpastian bagi masyarakat yang terdampak. Karena itu, setiap bantuan yang diberikan diharapkan dapat menjadi penguat sekaligus menghadirkan harapan bagi mereka yang sedang berjuang untuk bangkit. Melalui penyaluran bantuan tersebut, BAZNAS Trenggalek berupaya meneruskan amanah kepedulian dari masyarakat, muzaki, donatur, serta orang-orang baik yang turut memberikan dukungan terhadap aksi kemanusiaan. Setiap rupiah yang terkumpul diharapkan dapat memberikan manfaat dan menjadi bagian dari ikhtiar bersama untuk membantu masyarakat yang terdampak bencana. Penyerahan secara simbolis kepada Sekda Kabupaten Trenggalek juga menjadi bagian penting dari sinergi dalam aksi kemanusiaan. Kolaborasi antara lembaga zakat, pemerintah daerah, masyarakat, dan berbagai elemen lainnya diperlukan agar bantuan dapat bergerak secara lebih terarah dan memberikan manfaat bagi mereka yang benar-benar membutuhkan. BAZNAS Trenggalek meyakini bahwa semangat gotong royong merupakan kekuatan besar bangsa Indonesia dalam menghadapi berbagai bencana. Ketika satu daerah mengalami musibah, daerah lainnya dapat hadir memberikan dukungan. Ketika sebagian masyarakat sedang kehilangan, masyarakat lainnya dapat menjadi tangan yang membantu. Semangat itulah yang ingin terus dijaga. Bantuan mungkin tidak dapat menghapus seluruh kesedihan yang dirasakan para korban gempa, namun kehadirannya dapat menjadi pesan bahwa mereka tidak sendirian. Ada banyak tangan yang terulur, ada banyak hati yang peduli, dan ada doa-doa yang terus dipanjatkan agar masyarakat terdampak diberikan kekuatan serta ketabahan. Bagi BAZNAS Trenggalek, aksi kemanusiaan seperti ini juga menjadi bagian dari komitmen untuk menghadirkan zakat, infak, dan sedekah tidak hanya dalam bentuk bantuan kepada masyarakat di sekitar, tetapi juga sebagai instrumen kepedulian kemanusiaan yang dapat menjangkau saudara-saudara yang sedang tertimpa musibah di berbagai wilayah. Dari Trenggalek untuk NTT, pesan yang ingin disampaikan sederhana: kita mungkin dipisahkan oleh jarak, tetapi kepedulian tidak mengenal batas. BAZNAS Trenggalek menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah ikut mengambil bagian dalam aksi kepedulian ini. Terima kasih kepada para muzaki, donatur, masyarakat, pemerintah daerah, relawan, serta seluruh orang baik yang telah mempercayakan sebagian rezekinya untuk membantu sesama. Semoga bantuan yang disalurkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat terdampak gempa bumi di NTT dan menjadi penyambung harapan di tengah masa sulit yang mereka hadapi. Lebih dari sekadar bantuan, setiap kepedulian adalah doa yang diwujudkan dalam tindakan. Setiap rupiah yang diberikan adalah bentuk cinta kepada sesama. Dan setiap langkah kecil untuk membantu mereka yang sedang kesulitan, insyaallah menjadi amal kebaikan yang terus mengalir. Terima kasih, orang baik. Dari Trenggalek, kita kirimkan kepedulian untuk saudara-saudara di NTT. Semoga NTT segera pulih, masyarakatnya kembali bangkit, dan setiap keluarga yang terdampak diberikan kekuatan, kesehatan, serta ketabahan. BAZNAS Trenggalek – Bersama Zakat, Tumbuhkan Kepedulian, Hadirkan Kebaikan.
BERITA09/09/2026 | Humas
HUT ke-832 Trenggalek, BAZNAS-Kitabisa.com-Pemkab Salurkan 250 Ribu Liter Air Bersih ke 14 Titik
HUT ke-832 Trenggalek, BAZNAS-Kitabisa.com-Pemkab Salurkan 250 Ribu Liter Air Bersih ke 14 Titik
Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-832 Kabupaten Trenggalek tahun ini diwarnai aksi nyata kepedulian terhadap masyarakat. BAZNAS Kabupaten Trenggalek bersama Kitabisa.com dan Pemerintah Kabupaten Trenggalek berkolaborasi mendistribusikan 250.000 liter air bersih ke 14 titik yang tersebar di tujuh kecamatan. Program tersebut menjadi bentuk nyata gotong royong untuk membantu masyarakat yang membutuhkan akses air bersih. Bantuan tidak hanya menyasar kebutuhan jangka pendek melalui distribusi air, tetapi juga dilengkapi pembangunan sumur bor di dua titik sebagai upaya menghadirkan sumber air yang dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan. Sebanyak 14 titik penerima bantuan tersebar di berbagai wilayah Kabupaten Trenggalek, antaranya : - Desa Sukosari dan Desa Karangsoko (Kecamatan Trenggalek) - Desa Srabah dan Desa Depok (Kecamatan Bendungan) - Desa Bogoran dan Desa Timahan (Kecamatan Kampak) - Desa Ngulanwetan, Desa Bendorejo, dan Desa Wonocoyo (Kecamatan Pogalan). - Desa Wonoanti (Kecamatan Gandusari) - Desa Prambon dan Desa Duren (Kecamatan Tugu) - Desa Watulimo dan Desa Slawe (Kecamatan Watulimo) Dengan cakupan wilayah tersebut, program ini menjadi salah satu bentuk nyata sinergi lintas sektor dalam menjawab persoalan kebutuhan air bersih masyarakat. Sebanyak 250.000 liter air bersih yang didistribusikan diharapkan dapat dimanfaatkan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, terutama bagi warga yang mengalami kesulitan mendapatkan pasokan air. Tidak berhenti pada bantuan yang bersifat sementara, kolaborasi tersebut juga menghadirkan solusi jangka panjang melalui pembangunan sumur bor. Dua titik sumur bor yang berada di Desa Wonoanti, Kecamatan Gandusari, dan Desa Sukosari, Kecamatan Trenggalek, diharapkan mampu menjadi sumber air yang dapat dimanfaatkan masyarakat secara berkelanjutan. Kolaborasi BAZNAS Trenggalek, Kitabisa.com, dan Pemerintah Kabupaten Trenggalek menunjukkan pentingnya sinergi berbagai pihak dalam menjawab persoalan sosial di tengah masyarakat. Pemerintah memiliki peran dalam pemetaan kebutuhan dan penguatan pelayanan publik, sementara lembaga filantropi turut menghadirkan dukungan melalui semangat kepedulian dan gotong royong. Bagi BAZNAS Trenggalek, program tersebut juga menjadi bagian dari upaya menghadirkan manfaat dana zakat, infak, dan sedekah agar dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat yang membutuhkan. Momentum HUT ke-832 Kabupaten Trenggalek pun menjadi lebih bermakna karena diisi dengan kegiatan yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat. Peringatan hari jadi tidak hanya menjadi seremoni, tetapi juga menjadi kesempatan untuk memperkuat kepedulian dan menghadirkan manfaat nyata bagi warga. Program tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa pembangunan daerah tidak hanya berbicara tentang infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga tentang memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi. Melalui kolaborasi ini, BAZNAS Trenggalek, Kitabisa.com, dan Pemerintah Kabupaten Trenggalek menunjukkan bahwa semangat gotong royong masih menjadi kekuatan penting dalam membangun daerah. Di usia ke-832 tahun, Trenggalek terus meneguhkan semangat untuk tumbuh bersama. Sebab, setiap tetes air yang disalurkan bukan sekadar bantuan, melainkan membawa harapan bagi masyarakat. HUT ke-832 Kabupaten Trenggalek menjadi momentum untuk terus bergerak, berbagi, dan menghadirkan kebermanfaatan. Dari kolaborasi, tumbuh kepedulian. Dari kepedulian, lahir harapan untuk Trenggalek yang semakin sejahtera.
BERITA31/08/2026 | Humas
Jumat Berkah, BAZNAS Trenggalek Salurkan Bantuan Sepeda Sekolah untuk Yatim dan Dhuafa, Kolaborasi Bersama Kitabisa.com
Jumat Berkah, BAZNAS Trenggalek Salurkan Bantuan Sepeda Sekolah untuk Yatim dan Dhuafa, Kolaborasi Bersama Kitabisa.com
Semangat berbagi kembali diwujudkan oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Trenggalek melalui program Jumat Berkah. Kali ini, BAZNAS Trenggalek menyalurkan bantuan sepeda sekolah bagi anak yatim dan dhuafa sebagai bentuk kepedulian terhadap akses pendidikan sekaligus ikhtiar meringankan beban keluarga penerima manfaat. Program tersebut menjadi semakin istimewa karena pelaksanaannya merupakan bagian dari kolaborasi BAZNAS Trenggalek bersama Kitabisa.com, yang mempertemukan semangat para donatur dengan kebutuhan nyata masyarakat di Kabupaten Trenggalek. Penyaluran sepeda sekolah ini bukan sekadar memberikan sebuah alat transportasi. Lebih dari itu, sepeda yang diserahkan diharapkan menjadi kendaraan bagi anak-anak penerima manfaat untuk terus mengejar cita-cita, menempuh perjalanan menuju sekolah dengan lebih mudah, serta menumbuhkan semangat untuk tidak menyerah pada keterbatasan. Bagi sebagian anak, perjalanan menuju sekolah mungkin merupakan rutinitas sederhana. Namun bagi anak yatim dan dhuafa yang memiliki keterbatasan ekonomi, jarak sekolah dan biaya transportasi dapat menjadi tantangan tersendiri. Tidak sedikit dari mereka yang harus berjalan kaki atau bergantung pada bantuan orang lain untuk bisa sampai ke sekolah. Melalui program Jumat Berkah, BAZNAS Trenggalek berupaya menghadirkan solusi yang sederhana namun memiliki dampak jangka panjang. Sepeda yang diberikan diharapkan dapat membantu mobilitas penerima manfaat sekaligus menjadi bagian dari ikhtiar bersama untuk memastikan keterbatasan ekonomi tidak menjadi penghalang bagi anak-anak dalam memperoleh pendidikan. Pimpinan BAZNAS Kabupaten Trenggalek, Ir. H. Rahmat Purwanto dan Kyai Bhauddin, menegaskan bahwa perhatian terhadap pendidikan merupakan salah satu bentuk investasi sosial yang penting. Menurutnya, bantuan kepada anak-anak yatim dan dhuafa tidak cukup hanya dengan memenuhi kebutuhan sesaat, tetapi juga perlu diarahkan pada hal-hal yang dapat mendukung masa depan mereka. “Sepeda ini mungkin terlihat sederhana, tetapi bagi anak-anak penerima manfaat, sepeda ini memiliki arti yang besar. Mudah-mudahan dapat membantu mereka berangkat sekolah, semakin rajin belajar, dan terus semangat meraih cita-cita,” ungkapnya. Program ini juga menjadi bukti bahwa kekuatan kolaborasi mampu menghadirkan manfaat yang lebih luas. Melalui Kitabisa.com, masyarakat dari berbagai daerah dapat turut mengambil bagian dalam menghadirkan kebahagiaan bagi anak-anak yang membutuhkan. BAZNAS Trenggalek kemudian hadir sebagai lembaga yang mengelola dan menyalurkan amanah tersebut agar dapat diterima oleh penerima manfaat yang tepat dan sesuai dengan kebutuhan di lapangan. Kolaborasi semacam ini menjadi langkah penting dalam memperkuat ekosistem kebaikan. Ketika lembaga pengelola zakat, platform donasi, para donatur, dan masyarakat bergerak bersama, sebuah kebaikan kecil dapat berubah menjadi manfaat besar bagi penerimanya. Wajah ceria para penerima bantuan menjadi gambaran sederhana dari makna program Jumat Berkah. Sepeda yang mereka terima bukan hanya benda baru, melainkan sebuah pesan bahwa masih banyak orang yang peduli terhadap perjalanan pendidikan mereka. Di balik setiap kayuhan sepeda, tersimpan harapan agar anak-anak tersebut dapat terus melangkah menuju masa depan yang lebih baik. BAZNAS Trenggalek pun mengajak masyarakat untuk terus menumbuhkan kepedulian dan berbagi melalui zakat, infak, dan sedekah. Sebab, setiap kebaikan yang diberikan melalui pengelolaan yang tepat dapat menjadi jalan hadirnya manfaat bagi mereka yang membutuhkan. Program Jumat Berkah menjadi pengingat bahwa berbagi tidak harus menunggu memiliki sesuatu yang besar. Dengan kepedulian dan kolaborasi, sesuatu yang sederhana dapat memberikan perubahan berarti. Hari ini sebuah sepeda diberikan. Namun manfaatnya dapat terus berjalan: mengantar anak-anak menuju sekolah, menemani mereka belajar, dan menjadi bagian dari perjalanan panjang dalam meraih cita-cita. Dari sebuah kayuhan, tumbuh harapan. Dari sebuah kebaikan, terbuka jalan menuju masa depan. Melalui kolaborasi bersama Kitabisa.com, BAZNAS Trenggalek berkomitmen untuk terus menghadirkan program-program yang menyentuh kebutuhan masyarakat, khususnya mereka yang berada dalam kondisi rentan. Karena sejatinya, Jumat Berkah bukan hanya tentang memberi bantuan, tetapi tentang menghadirkan harapan dan memastikan bahwa setiap anak memiliki kesempatan untuk terus melangkah menuju masa depan yang lebih baik.
BERITA28/08/2026 | Humas
Hadir untuk Masyarakat, BAZNAS Trenggalek Dukung Pembiayaan Isbat Nikah di Kecamatan Dongko
Hadir untuk Masyarakat, BAZNAS Trenggalek Dukung Pembiayaan Isbat Nikah di Kecamatan Dongko
Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Trenggalek, H. Mahsun Ismail, menghadiri kegiatan Isbat Nikah di Kecamatan Dongko, Kabupaten Trenggalek, pada Kamis, 27 Agustus 2026. Kehadiran tersebut menjadi bentuk dukungan BAZNAS Trenggalek terhadap upaya pemerintah dalam memberikan pelayanan dan kepastian hukum bagi masyarakat, khususnya bagi pasangan yang telah melangsungkan pernikahan namun belum memiliki dokumen administrasi perkawinan yang lengkap. Kegiatan Isbat Nikah menjadi salah satu momentum penting bagi masyarakat untuk memperoleh pengakuan dan kepastian hukum atas pernikahan yang telah dijalani. Melalui proses tersebut, pasangan suami istri dapat memperoleh penetapan dari Pengadilan Agama yang selanjutnya menjadi dasar dalam pengurusan dokumen kependudukan dan administrasi perkawinan. Dalam kesempatan tersebut, H. Mahsun Ismail hadir bersama jajaran dan unsur terkait untuk memberikan dukungan secara langsung kepada masyarakat penerima manfaat. Kehadiran pimpinan BAZNAS Trenggalek sekaligus menunjukkan bahwa zakat tidak hanya diwujudkan dalam bentuk bantuan konsumtif, tetapi juga dapat diarahkan untuk membantu masyarakat menyelesaikan persoalan sosial dan administratif yang berdampak pada keberlangsungan kehidupan keluarga. BAZNAS Trenggalek juga turut ambil bagian dalam pembiayaan pelaksanaan Isbat Nikah bagi masyarakat yang membutuhkan. Dukungan pembiayaan tersebut menjadi bagian dari ikhtiar BAZNAS dalam membantu meringankan beban masyarakat, terutama mereka yang menghadapi keterbatasan ekonomi sehingga mengalami kesulitan dalam memenuhi biaya administrasi dan proses Isbat Nikah. Bagi sebagian masyarakat, persoalan administrasi pernikahan bukan sekadar urusan dokumen. Ketidaklengkapan dokumen perkawinan dapat berdampak pada berbagai kebutuhan lain dalam kehidupan keluarga, mulai dari pengurusan administrasi kependudukan, dokumen anak, hingga berbagai layanan publik yang membutuhkan bukti legalitas perkawinan. Karena itu, dukungan terhadap program Isbat Nikah memiliki nilai strategis. Ketika sebuah keluarga memperoleh kepastian hukum atas pernikahannya, mereka juga mendapatkan peluang yang lebih luas untuk mengakses berbagai hak administratif sebagai warga negara. Ketua BAZNAS Trenggalek, H. Mahsun Ismail, dalam kesempatan tersebut menegaskan pentingnya kolaborasi berbagai pihak dalam menghadirkan kemanfaatan bagi masyarakat. BAZNAS sebagai lembaga yang mengelola zakat, infak, dan sedekah memiliki tanggung jawab untuk memastikan dana yang dihimpun dari para muzaki dapat kembali dirasakan manfaatnya oleh masyarakat yang membutuhkan. Semangat tersebut sejalan dengan prinsip bahwa zakat memiliki dimensi sosial yang luas. Selain membantu memenuhi kebutuhan dasar, zakat juga dapat menjadi instrumen pemberdayaan dan penyelesaian persoalan yang dihadapi masyarakat, sepanjang penyalurannya sesuai dengan ketentuan syariat dan regulasi yang berlaku. Partisipasi BAZNAS Trenggalek dalam pembiayaan Isbat Nikah di Kecamatan Dongko sekaligus memperlihatkan pentingnya sinergi antara lembaga zakat, pemerintah daerah, pemerintah kecamatan, Pengadilan Agama, Kantor Urusan Agama, serta unsur masyarakat. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu menghadirkan pelayanan yang lebih mudah, terarah, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Bagi pasangan yang mengikuti Isbat Nikah, kegiatan ini tentu memiliki arti tersendiri. Setelah melalui proses yang diperlukan, mereka dapat memperoleh kepastian mengenai status perkawinan secara hukum negara. Dengan demikian, keluarga dapat menjalani kehidupan rumah tangga dengan administrasi yang lebih tertib dan memiliki landasan hukum yang jelas. BAZNAS Trenggalek berkomitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat melalui berbagai program yang menyentuh kebutuhan nyata. Tidak hanya dalam bidang sosial, pendidikan, kesehatan, kemanusiaan, dan pemberdayaan ekonomi, tetapi juga melalui dukungan terhadap kebutuhan administratif masyarakat yang memiliki dampak besar terhadap kehidupan keluarga. Keterlibatan dalam kegiatan Isbat Nikah di Kecamatan Dongko menjadi salah satu wujud nyata dari komitmen tersebut. Di balik setiap bantuan yang disalurkan, terdapat amanah dari para muzaki yang dititipkan melalui BAZNAS untuk memberikan manfaat seluas-luasnya kepada masyarakat. Melalui semangat “Zakat untuk Masyarakat, Zakat untuk Kemanfaatan”, BAZNAS Trenggalek akan terus mendorong pengelolaan dan penyaluran zakat yang tepat sasaran, transparan, serta mampu menjawab kebutuhan masyarakat. Kegiatan Isbat Nikah di Kecamatan Dongko pun diharapkan bukan sekadar menyelesaikan persoalan administrasi, tetapi menjadi langkah awal bagi terciptanya keluarga-keluarga yang semakin tertib secara hukum, lebih mudah mengakses pelayanan publik, dan mampu membangun kehidupan rumah tangga yang lebih baik. Kehadiran BAZNAS Trenggalek dalam kegiatan tersebut menjadi pengingat bahwa zakat hadir bukan hanya untuk membantu hari ini, tetapi juga membuka jalan bagi kehidupan masyarakat yang lebih tertata, terlindungi, dan sejahtera.
BERITA27/08/2026 | Humas
BAZNAS Trenggalek Kembali Serahkan Program Bantuan, 17 Agustus 17 Bedah Rumah
BAZNAS Trenggalek Kembali Serahkan Program Bantuan, 17 Agustus 17 Bedah Rumah
Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin bersama jajaran Forkopimda meninjau kegiatan bedah rumah dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Senin (17/8/2026). Bedah 17 rumah di hari kemerdekaan sudah menjadi tradisi di Kabupaten Trenggalek. Ini berkat sinergitas Pemkab Trenggalek Bersama BAZNAS Trenggalek, TNI-Polri dan juga masyarakat. Bedah rumah yang dikunjungi Bupati Trenggalek Senin itu rumah Hasan Ashari warga Cengkong RT 12, RW 05 Kelurahan Tamanan. Berkat bantuan bedah rumah dan sinergitas masyarakat, rumah yang dulunya bilik bambu kini menjadi lebih layak huni. Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin saat meninjau bedah rumah menyampaikan, "ini menjadi tradisi di Kabupaten Trenggalek. Disaat kita semua bergotong royong semua aparatur kita bersedekah, zakat. Beserta juga seluruh masyarakat dan juga pelaku usaha, yang salah satunya sedekah itu digunakan untuk ditasyarufkan untuk berbagi kebahagiaan," ucapnya. Salah satunya, sambung Mas Ipin menambahkan "memperbaiki tempat tinggal melalui bedah rumah. Ini dulu kondisi sebelum posisinya bilik bambu (gedek). Sekarang di 17 Agustu 2026, sudah punya tempat yang aman, sudah tidak kebocoran," imbuhnya . Kemerdekaan itu kadang cuma sederhana. Merdeka dari atap yang bocor itu bagi sebagian orang itu kemewahan yang luar biasa. Jadi kita bersyukur kolaborasi Baznas, semua jajaran, TNI-Polri semuanya bisa selesai. Terima kasih juga ke warga, karena warga juga bergotong royong. Yang menjadi tukang dan segala macam juga masyarakat secara bergantian. "Jadi terima kasih sekali," tandasnya. Sementara itu Rahmat Purwanto, Wakil Ketua BAZNAS Trenggalek dalam kegiatan meninjau bedah rumah ini, "alhamdulillah yang di Pak Hasan ini yang terbaik. Terbaik bangunannya, terbaik gotong royongnya lingkungan dan ini yang paling saya suka," ucapnya. "Jadi setiap hari itu berganti sift 3 kali. Ada pagi-siang, siang-sore dan malam juga ada. Kurang lebih sebulan lebih selesai dibangun dan saya bangga sekali karena Baznas standartnya segitu namun jadinya begini luar biasanya," tutup Wakil BAZNAS Trenggalek itu. (Prokopim TGX)
BERITA17/08/2026 | Humas - Prokopim TGX
Semangat Pramuka ke-65, BAZNAS Trenggalek Salurkan Bantuan untuk Masyarakat
Semangat Pramuka ke-65, BAZNAS Trenggalek Salurkan Bantuan untuk Masyarakat
Peringatan Hari Pramuka ke-65 di Kabupaten Trenggalek tidak hanya menjadi momentum untuk mengenang perjalanan panjang Gerakan Pramuka di Indonesia, tetapi juga menjadi kesempatan untuk meneguhkan kembali semangat pengabdian dan kepedulian kepada masyarakat. Semangat tersebut diwujudkan oleh BAZNAS Kabupaten Trenggalek bersama Gugus Darma Pramuka BAZNAS Trenggalek melalui aksi sosial dengan menyalurkan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan. Dalam kegiatan tersebut, bantuan berupa satu unit kursi roda diberikan kepada Bapak Imam Syahroni (Kel. Sumbergedong, Kec. Trenggalek), sementara bantuan meja untuk mendukung aktivitas usaha mikro diberikan kepada Ibu Katemi (Ds. Salamrejo, Kec. Karangan). Penyaluran bantuan ini menjadi bentuk nyata bahwa semangat Pramuka tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Nilai-nilai yang selama ini melekat dalam Gerakan Pramuka, seperti kepedulian, gotong royong, pengabdian, dan kemandirian, terus dihidupkan melalui aksi yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Bagi Bapak Imam Syahroni, bantuan kursi roda diharapkan dapat memberikan kemudahan dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Kursi roda bukan sekadar sebuah alat bantu mobilitas, tetapi menjadi bagian penting dalam membuka kembali ruang gerak dan meningkatkan kemandirian penerimanya. Sementara itu, bantuan meja kepada Ibu Katemi diarahkan untuk mendukung aktivitas UMKM yang dijalankannya. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu meningkatkan kenyamanan dan efektivitas dalam menjalankan usaha, sehingga aktivitas ekonomi yang dilakukan dapat terus berkembang. Dua bentuk bantuan dengan kebutuhan yang berbeda tersebut memiliki satu pesan yang sama: kebaikan akan semakin berarti ketika hadir sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Ketua BAZNAS Kabupaten Trenggalek melalui kegiatan ini menegaskan bahwa zakat, infak, dan sedekah yang ditunaikan masyarakat memiliki manfaat yang luas. Dana yang dihimpun tidak hanya disalurkan dalam bentuk bantuan konsumtif, tetapi juga diarahkan untuk mendukung peningkatan kualitas hidup, kemandirian, serta pemberdayaan masyarakat. Kolaborasi bersama Gugus Darma BAZNAS Trenggalek juga menjadi bagian penting dalam memperluas gerakan kepedulian. Gugus Darma sebagai wadah bagi anggota dewasa Gerakan Pramuka untuk mengabdikan diri melalui berbagai kegiatan sosial memiliki semangat yang sejalan dengan misi BAZNAS dalam menghadirkan kebermanfaatan bagi masyarakat. Momentum peringatan Hari Pramuka ke-65 pun terasa semakin bermakna karena dirayakan dengan aksi nyata. Di tengah berbagai tantangan sosial dan ekonomi yang dihadapi masyarakat, kepedulian menjadi energi penting untuk membangun lingkungan yang lebih kuat dan saling mendukung. Bantuan kepada Bapak Imam Syahroni dan Ibu Katemi sekaligus menunjukkan bahwa pemberdayaan tidak selalu harus dimulai dari sesuatu yang besar. Sebuah kursi roda dapat membantu seseorang bergerak lebih mandiri. Sebuah meja dapat membantu pelaku UMKM bekerja lebih nyaman dan produktif. Ketika diberikan pada waktu dan orang yang tepat, bantuan sederhana dapat menghadirkan perubahan yang berarti. Semangat tersebut selaras dengan nilai Dasa Darma Pramuka, khususnya ajakan untuk rela menolong dan tabah, serta suci dalam pikiran, perkataan, dan perbuatan. Nilai-nilai itu bukan sekadar rangkaian kata, melainkan dapat diterjemahkan menjadi tindakan nyata yang dirasakan langsung oleh masyarakat. BAZNAS Trenggalek bersama Gugus Darma BAZNAS Trenggalek berharap kolaborasi dalam momentum Hari Pramuka ke-65 ini dapat terus menjadi pemantik lahirnya berbagai aksi sosial lainnya. Sebab, pengabdian tidak mengenal batas ruang dan waktu. Selama masih ada masyarakat yang membutuhkan, selalu ada ruang untuk menghadirkan kebaikan. Peringatan Hari Pramuka ke-65 akhirnya bukan hanya tentang bertambahnya usia Gerakan Pramuka Indonesia, tetapi juga tentang bagaimana nilai-nilai pengabdian terus diwariskan melalui tindakan nyata. Dari Pramuka untuk masyarakat, dari zakat dan sedekah untuk kemandirian. Karena setiap kebaikan yang disalurkan dengan tepat, dapat menjadi langkah kecil menuju kehidupan yang lebih berdaya dan bermartabat.
BERITA14/08/2026 | Humas
BAZNAS Trenggalek Perkuat Perlindungan Sosial, Dorong Pekerja Rentan dan Sosial Keagamaan Miliki Jaminan Ketenagakerjaan
BAZNAS Trenggalek Perkuat Perlindungan Sosial, Dorong Pekerja Rentan dan Sosial Keagamaan Miliki Jaminan Ketenagakerjaan
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Trenggalek terus memperluas ikhtiar dalam menghadirkan manfaat zakat yang tidak hanya bersifat karitatif, tetapi juga mampu memberikan perlindungan dan penguatan bagi masyarakat yang membutuhkan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penandatanganan komitmen bersama perlindungan sosial ketenagakerjaan bagi pekerja rentan dan pekerja sosial keagamaan bersama BPJS Ketenagakerjaan padA Rabu (12/08). Langkah ini menjadi bagian penting dari upaya membangun ekosistem perlindungan sosial yang lebih inklusif di Kabupaten Trenggalek. Tidak hanya melibatkan BAZNAS, kerja sama dan komitmen tersebut juga melibatkan Majelis Ulama Indonesia (MUI) serta Kementerian Agama (Kemenag), sehingga perlindungan bagi pekerja rentan dan pekerja sosial keagamaan dapat dilakukan secara lebih luas, terkoordinasi, dan tepat sasaran. Melalui sinergi lintas lembaga ini, perhatian diarahkan kepada masyarakat yang selama ini bekerja dan mengabdi dengan penuh ketulusan, namun belum seluruhnya memiliki perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan. Mereka antara lain marbot masjid, hafidz dan hafidzah, khususnya yang berasal dari kelompok desil 1–3, pedagang sayur, pekerja dengan aktivitas fisik berat, serta kelompok pekerja rentan lainnya. Kelompok tersebut memiliki peran yang tidak kecil dalam kehidupan masyarakat. Marbot, misalnya, menjadi sosok yang menjaga kebersihan, keamanan, dan kenyamanan masjid. Para hafidz dan hafidzah turut berkontribusi dalam menjaga serta mengajarkan nilai-nilai Al-Qur’an kepada generasi berikutnya. Di sisi lain, pedagang kecil dan pekerja berat terus menggerakkan roda ekonomi masyarakat melalui pekerjaan yang mereka jalani setiap hari. Namun, di balik aktivitas tersebut terdapat risiko yang sewaktu-waktu dapat terjadi. Kecelakaan kerja maupun risiko lainnya dapat memberikan dampak ekonomi yang cukup berat bagi pekerja dan keluarganya. Karena itu, kepemilikan jaminan sosial ketenagakerjaan menjadi salah satu bentuk perlindungan yang penting untuk diperluas, terutama bagi kelompok masyarakat yang memiliki keterbatasan ekonomi. BAZNAS Trenggalek melihat langkah ini sejalan dengan semangat zakat dalam menghadirkan kemaslahatan dan meningkatkan kualitas kehidupan mustahik. Dukungan terhadap perlindungan sosial bukan semata-mata tentang memberikan bantuan ketika musibah telah terjadi, tetapi juga membangun ikhtiar agar masyarakat rentan memiliki perlindungan ketika menghadapi risiko dalam menjalankan aktivitas pekerjaannya. Menariknya, pada tahun 2026 tersedia kebijakan khusus berupa potongan 50 persen dari setiap premi yang dibayarkan, yang berlaku hingga Desember 2026. Kebijakan tersebut menjadi kesempatan strategis untuk memperluas kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan di kalangan pekerja rentan dan pekerja sosial keagamaan. Selain itu, masyarakat dengan usia di bawah 65 tahun masih dapat didaftarkan sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan. Dengan adanya kemudahan tersebut, diharapkan semakin banyak pekerja rentan yang dapat memperoleh perlindungan sosial tanpa harus terbebani biaya yang terlalu besar. Kolaborasi antara BAZNAS Trenggalek, BPJS Ketenagakerjaan, MUI, dan Kemenag menjadi bukti bahwa perlindungan masyarakat membutuhkan kerja bersama. BAZNAS memiliki peran dalam penguatan kesejahteraan masyarakat melalui dana zakat, infak, dan sedekah; BPJS Ketenagakerjaan menghadirkan instrumen perlindungan sosial ketenagakerjaan; sementara MUI dan Kemenag memiliki jejaring yang kuat di tengah masyarakat, khususnya dalam menjangkau pekerja sosial keagamaan. Ke depan, sinergi ini diharapkan tidak berhenti pada penandatanganan komitmen semata. Lebih dari itu, komitmen bersama tersebut diharapkan dapat diterjemahkan menjadi langkah nyata dengan melakukan pendataan, edukasi, sosialisasi, serta fasilitasi pendaftaran bagi kelompok pekerja yang menjadi sasaran. Dengan demikian, semakin banyak masyarakat yang selama ini bekerja dalam kondisi rentan dapat merasakan hadirnya perlindungan sosial. Sebab, mereka yang setiap hari bekerja, mengabdi, dan memberikan manfaat bagi orang lain juga berhak mendapatkan rasa aman dalam menjalankan aktivitasnya. Melalui kolaborasi ini, BAZNAS Trenggalek menegaskan bahwa kepedulian terhadap masyarakat tidak hanya diwujudkan dengan membantu ketika kesulitan datang, tetapi juga dengan membangun perlindungan agar masyarakat memiliki ketahanan ketika menghadapi risiko. Zakat pun diharapkan semakin hadir sebagai kekuatan sosial yang mampu memberikan manfaat secara berkelanjutan. Semangat tersebut menjadi bagian dari ikhtiar bersama untuk mewujudkan Trenggalek yang semakin terlindungi, khususnya bagi mereka yang bekerja dan mengabdi di tengah masyarakat dengan segala keterbatasannya. Karena di balik setiap pekerjaan dan pengabdian, ada keluarga yang berharap untuk tetap aman, terlindungi, dan memiliki masa depan yang lebih baik.
BERITA12/08/2026 | Humas
Jumat Berkah, BAZNAS Trenggalek Tasyarufkan Bantuan Gerobak UMKM, Wujudkan Pelaku Usaha yang Makin Berdaya
Jumat Berkah, BAZNAS Trenggalek Tasyarufkan Bantuan Gerobak UMKM, Wujudkan Pelaku Usaha yang Makin Berdaya
Semangat pemberdayaan ekonomi umat kembali diwujudkan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Trenggalek melalui program pendayagunaan zakat produktif. Pada momentum Jumat Berkah, BAZNAS Trenggalek menyalurkan bantuan gerobak usaha kepada pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai upaya memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat sekaligus meningkatkan kesejahteraan para penerima manfaat. Program tasyaruf gerobak UMKM ini menjadi salah satu bentuk nyata komitmen BAZNAS Trenggalek dalam mengelola dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) agar tidak hanya bersifat konsumtif, tetapi juga produktif. Melalui bantuan sarana usaha tersebut, diharapkan para pelaku UMKM memiliki kesempatan lebih besar untuk mengembangkan usahanya, meningkatkan pendapatan keluarga, hingga mampu menciptakan usaha yang berkelanjutan. Pendekatan zakat produktif seperti ini sejalan dengan misi BAZNAS untuk mendorong mustahik menjadi pribadi yang mandiri, bahkan diharapkan kelak mampu menjadi muzaki. Ketua BAZNAS Kabupaten Trenggalek menyampaikan bahwa zakat memiliki peran strategis sebagai instrumen pemberdayaan ekonomi masyarakat. Oleh karena itu, BAZNAS terus berupaya menghadirkan program-program yang memberikan dampak jangka panjang bagi para penerima manfaat. "Bantuan gerobak ini bukan sekadar memberikan fasilitas berdagang, tetapi juga menjadi penyemangat agar para pelaku usaha semakin percaya diri dalam mengembangkan usahanya. Kami berharap bantuan ini dapat meningkatkan produktivitas, memperluas peluang usaha, serta menambah penghasilan keluarga," ujarnya. Menurutnya, pelaku UMKM merupakan salah satu penggerak utama roda perekonomian daerah. Dengan dukungan sarana usaha yang lebih layak, para pelaku usaha akan memiliki daya saing yang lebih baik, baik dari sisi pelayanan maupun tampilan usaha. Hal tersebut diharapkan mampu menarik lebih banyak pelanggan sehingga omzet usaha ikut meningkat. Momentum penyaluran bantuan pada hari Jumat juga menjadi simbol semangat berbagi dan memperkuat kepedulian sosial. Dana zakat yang dihimpun dari para muzaki disalurkan secara amanah kepada masyarakat yang membutuhkan melalui program-program yang memberikan manfaat nyata. Para penerima bantuan menyambut program tersebut dengan penuh rasa syukur. Mereka mengaku gerobak baru akan sangat membantu aktivitas usaha sehari-hari karena lebih nyaman digunakan, memiliki tampilan yang lebih menarik, serta memberikan kepercayaan diri saat melayani pelanggan. Selain membantu meningkatkan kualitas usaha, bantuan gerobak juga diharapkan mampu membuka kesempatan ekonomi yang lebih luas bagi keluarga penerima manfaat. Dengan meningkatnya pendapatan, kebutuhan rumah tangga dapat terpenuhi dengan lebih baik, sekaligus menjadi motivasi untuk terus mengembangkan usaha secara mandiri. Program pemberdayaan UMKM melalui bantuan gerobak merupakan bagian dari upaya berkelanjutan BAZNAS Trenggalek dalam mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat. Sebelumnya, BAZNAS Trenggalek juga telah menjalankan berbagai program pemberdayaan produktif, mulai dari bantuan usaha, bantuan ternak, hingga dukungan terhadap pengembangan ekonomi berbasis masyarakat. Seluruh program tersebut diarahkan untuk menciptakan kemandirian ekonomi sehingga manfaat zakat dapat dirasakan secara berkelanjutan. BAZNAS Trenggalek berharap sinergi antara para muzaki, pemerintah daerah, serta seluruh elemen masyarakat terus terjalin dengan baik sehingga semakin banyak pelaku usaha kecil yang memperoleh kesempatan untuk berkembang. Semakin besar dana zakat yang dihimpun, semakin luas pula manfaat yang dapat diberikan kepada masyarakat melalui berbagai program pemberdayaan. Melalui semangat Jumat Berkah, BAZNAS Trenggalek kembali menegaskan bahwa zakat bukan hanya menjadi instrumen kepedulian sosial, tetapi juga menjadi penggerak pembangunan ekonomi umat. Bantuan gerobak UMKM yang disalurkan diharapkan menjadi langkah awal lahirnya pelaku-pelaku usaha yang lebih tangguh, mandiri, dan berdaya saing, sehingga mampu memberikan manfaat tidak hanya bagi keluarga mereka sendiri, tetapi juga bagi lingkungan sekitar dan perekonomian Kabupaten Trenggalek secara keseluruhan.
BERITA31/07/2026 | Humas
BAZNAS Trenggalek Hadiri Opening Sekolah Rakyat, Wujudkan Dukungan Nyata bagi Pendidikan Anak Bangsa
BAZNAS Trenggalek Hadiri Opening Sekolah Rakyat, Wujudkan Dukungan Nyata bagi Pendidikan Anak Bangsa
Komitmen bersama dalam mewujudkan pendidikan yang inklusif dan berkualitas kembali ditunjukkan melalui penyelenggaraan Opening Sekolah Rakyat Kabupaten Trenggalek. Kegiatan yang menjadi tonggak awal pelaksanaan program pendidikan tersebut dihadiri oleh berbagai unsur pemerintah, lembaga, serta pemangku kepentingan, termasuk Wakil Ketua II BAZNAS Kabupaten Trenggalek, Ir. H. Rahmat Purwanto, sebagai bentuk dukungan terhadap upaya menciptakan akses pendidikan yang lebih merata bagi masyarakat. Kehadiran BAZNAS Trenggalek dalam kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa pembangunan sumber daya manusia tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga memerlukan sinergi dari berbagai pihak, termasuk lembaga pengelola zakat. Pendidikan merupakan salah satu pilar utama dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat, sehingga setiap langkah yang mendukung peningkatan kualitas pendidikan patut mendapatkan perhatian dan dukungan bersama. Opening Sekolah Rakyat pada Jumat (31/07) menjadi momentum penting dalam membuka harapan baru bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu agar memperoleh kesempatan belajar yang layak tanpa terkendala keterbatasan ekonomi. Program ini diharapkan mampu menjadi ruang tumbuh bagi generasi muda untuk mengembangkan potensi, karakter, serta keterampilan yang akan menjadi bekal dalam menyongsong masa depan. Dalam kesempatan tersebut, Wakil Ketua II BAZNAS Kabupaten Trenggalek, Ir. H. Rahmat Purwanto, menyampaikan apresiasi atas lahirnya Sekolah Rakyat sebagai salah satu program strategis yang berorientasi pada pemerataan akses pendidikan. Menurutnya, pendidikan adalah investasi jangka panjang yang akan menentukan kualitas suatu bangsa di masa depan. "BAZNAS Kabupaten Trenggalek sangat mendukung berbagai program yang memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk memperoleh pendidikan yang layak. Pendidikan merupakan jalan terbaik untuk memutus mata rantai kemiskinan dan membangun generasi yang mandiri, berakhlak, serta berdaya saing," ujarnya. Ia menambahkan bahwa BAZNAS selama ini juga memiliki komitmen yang kuat dalam mendukung dunia pendidikan melalui berbagai program pendistribusian zakat, infak, dan sedekah. Mulai dari pemberian beasiswa pendidikan, bantuan perlengkapan sekolah, hingga berbagai program pemberdayaan yang bertujuan meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Menurut Rahmat Purwanto, semangat yang diusung Sekolah Rakyat sejalan dengan visi BAZNAS dalam menghadirkan kebermanfaatan bagi umat. Pendidikan menjadi salah satu sektor prioritas karena diyakini mampu memberikan dampak yang luas dan berkelanjutan bagi kehidupan masyarakat. "Ketika anak-anak memperoleh pendidikan yang baik, mereka memiliki peluang lebih besar untuk meningkatkan taraf hidup keluarganya. Di situlah zakat tidak hanya berfungsi sebagai bantuan konsumtif, tetapi juga menjadi instrumen pemberdayaan yang mampu mengubah masa depan," tambahnya. Opening Sekolah Rakyat juga menjadi simbol kolaborasi yang erat antara pemerintah, lembaga sosial, dunia pendidikan, dan masyarakat dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang lebih inklusif. Melalui sinergi tersebut diharapkan semakin banyak anak-anak yang memperoleh kesempatan untuk belajar, berkembang, dan meraih cita-cita tanpa dibatasi oleh kondisi ekonomi. Sebagai lembaga yang mengelola dana zakat, infak, dan sedekah masyarakat, BAZNAS Trenggalek terus berupaya memastikan bahwa dana yang diamanahkan dapat memberikan manfaat nyata di berbagai sektor kehidupan. Selain bidang kemanusiaan, kesehatan, ekonomi, dan dakwah, sektor pendidikan menjadi salah satu fokus utama karena memiliki efek jangka panjang terhadap pembangunan daerah. Selama ini BAZNAS Trenggalek telah menyalurkan berbagai bantuan pendidikan kepada pelajar dan mahasiswa yang berasal dari keluarga kurang mampu. Program-program tersebut merupakan bagian dari ikhtiar untuk menghadirkan kesempatan yang sama bagi setiap anak dalam mengenyam pendidikan yang berkualitas. Kehadiran Ir. H. Rahmat Purwanto dalam Opening Sekolah Rakyat juga menjadi representasi dukungan BAZNAS terhadap setiap program yang berorientasi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia. Dengan terbangunnya sinergi yang baik antara pemerintah, lembaga sosial, dan masyarakat, diharapkan berbagai tantangan di bidang pendidikan dapat diatasi secara bersama-sama. BAZNAS Trenggalek percaya bahwa pendidikan bukan hanya tentang proses belajar di ruang kelas, tetapi juga tentang membangun harapan, karakter, dan masa depan generasi penerus bangsa. Oleh karena itu, setiap langkah yang bertujuan memperluas akses pendidikan merupakan investasi terbaik bagi kemajuan daerah. Melalui momentum Opening Sekolah Rakyat ini, BAZNAS Kabupaten Trenggalek berharap semakin banyak pihak yang tergerak untuk berkontribusi dalam mendukung dunia pendidikan. Dengan semangat gotong royong dan kepedulian sosial, diharapkan lahir generasi yang cerdas, berkarakter, dan mampu menjadi agen perubahan bagi Kabupaten Trenggalek maupun Indonesia di masa mendatang. Kegiatan ini sekaligus menegaskan bahwa kolaborasi adalah kunci dalam mewujudkan cita-cita besar menghadirkan pendidikan yang berkualitas dan berkeadilan. BAZNAS Trenggalek akan terus berkomitmen menjadi mitra strategis dalam mendukung berbagai program pemberdayaan masyarakat, sehingga manfaat zakat, infak, dan sedekah dapat dirasakan secara luas oleh seluruh lapisan masyarakat.
BERITA31/07/2026 | Humas
BAZNAS Trenggalek dan Kitabisa.com Wujudkan Sedekah Air Bersih, Hadirkan Sumur Bor untuk Warga Desa Wonoanti
BAZNAS Trenggalek dan Kitabisa.com Wujudkan Sedekah Air Bersih, Hadirkan Sumur Bor untuk Warga Desa Wonoanti
Komitmen menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat terus diwujudkan oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Trenggalek. Melalui kolaborasi bersama Kitabisa.com, BAZNAS Trenggalek kembali menghadirkan program kemanusiaan berupa pembangunan sumur bor sebagai bagian dari program Sedekah Air Bersih untuk warga Desa Wonoanti, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Trenggalek. Program ini menjadi bukti nyata bahwa sinergi antara lembaga pengelola zakat dan platform penggalangan dana digital mampu menghadirkan solusi atas kebutuhan dasar masyarakat. Air bersih yang selama ini menjadi tantangan bagi sebagian warga kini mulai terjawab melalui hadirnya fasilitas sumur bor yang diharapkan mampu memenuhi kebutuhan sehari-hari, mulai dari kebutuhan rumah tangga, ibadah, hingga aktivitas sosial masyarakat. Ketua BAZNAS Kabupaten Trenggalek, H. Mahsun Ismail, menyampaikan bahwa akses terhadap air bersih merupakan salah satu kebutuhan paling mendasar dalam kehidupan. Oleh karena itu, program Sedekah Air Bersih tidak hanya berorientasi pada pemberian bantuan semata, tetapi juga menjadi investasi manfaat jangka panjang yang dapat dirasakan masyarakat selama bertahun-tahun. "Air adalah sumber kehidupan. Ketika masyarakat memiliki akses air bersih yang layak, maka kualitas hidup mereka juga akan meningkat. Melalui kolaborasi bersama Kitabisa.com, kami ingin memastikan bahwa amanah para donatur benar-benar diwujudkan dalam bentuk program yang memberikan dampak nyata dan berkelanjutan," ungkapnya. Menurutnya, keberhasilan pembangunan sumur bor ini tidak terlepas dari kepedulian para donatur yang telah mempercayakan sedekahnya melalui BAZNAS Trenggalek dan Kitabisa.com. Setiap rupiah yang disalurkan menjadi bagian dari ikhtiar bersama untuk menghadirkan kehidupan yang lebih baik bagi masyarakat yang membutuhkan. Desa Wonoanti dipilih sebagai lokasi program setelah melalui proses identifikasi dan asesmen lapangan. Warga di wilayah tersebut selama ini menghadapi keterbatasan akses terhadap sumber air bersih, terutama ketika musim kemarau tiba. Kondisi tersebut sering kali memaksa masyarakat mencari sumber air dengan jarak yang cukup jauh atau mengandalkan pasokan air yang jumlahnya terbatas. Dengan hadirnya sumur bor ini, masyarakat kini memiliki sumber air yang lebih mudah dijangkau dan dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan. Kehadiran fasilitas tersebut diharapkan mampu mengurangi beban warga sekaligus meningkatkan kesehatan lingkungan karena kebutuhan air bersih dapat terpenuhi dengan lebih baik. Program Sedekah Air Bersih juga menjadi salah satu bentuk implementasi pengelolaan dana zakat, infak, dan sedekah yang produktif serta tepat sasaran. Tidak hanya memberikan manfaat sesaat, pembangunan sarana air bersih memiliki nilai keberlanjutan yang sangat besar karena dapat digunakan oleh banyak orang dalam jangka waktu yang panjang. Kolaborasi antara BAZNAS Trenggalek dan Kitabisa.com menunjukkan bahwa semangat gotong royong di era digital mampu menghadirkan perubahan nyata. Dukungan masyarakat melalui platform digital telah membuka peluang yang lebih luas untuk membantu daerah-daerah yang membutuhkan akses terhadap fasilitas dasar, termasuk air bersih. Selain menjadi solusi atas kebutuhan masyarakat, program ini juga mengandung nilai ibadah yang tinggi. Dalam ajaran Islam, menyediakan air bersih merupakan salah satu bentuk sedekah yang pahalanya terus mengalir selama masih dimanfaatkan oleh orang lain. Setiap tetes air yang digunakan untuk minum, memasak, berwudu, maupun kebutuhan lainnya akan menjadi amal jariyah bagi para donatur yang telah berpartisipasi. BAZNAS Trenggalek berharap keberhasilan program ini dapat menjadi inspirasi bagi berbagai pihak untuk terus memperkuat budaya berbagi dan kepedulian sosial. Kolaborasi yang terjalin bersama Kitabisa.com diharapkan terus berkembang sehingga semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaat dari berbagai program pemberdayaan dan kemanusiaan. Ke depan, BAZNAS Trenggalek berkomitmen untuk terus menghadirkan program-program yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat, baik di bidang kemanusiaan, pendidikan, kesehatan, ekonomi, maupun dakwah. Melalui sinergi dengan berbagai mitra strategis serta dukungan masyarakat, BAZNAS optimistis dapat terus menjadi jembatan kebaikan antara para muzaki dan mustahik. "Semoga sumur bor ini menjadi sumber kehidupan, menghadirkan keberkahan bagi warga Desa Wonoanti, serta menjadi amal jariyah yang pahalanya terus mengalir bagi seluruh donatur yang telah mempercayakan sedekahnya melalui BAZNAS Trenggalek dan Kitabisa.com. Terima kasih atas setiap kepedulian yang telah diberikan. Bersama, kita hadirkan manfaat yang lebih luas untuk sesama," tutup H. Mahsun Ismail. Melalui program Sedekah Air Bersih ini, BAZNAS Trenggalek kembali menegaskan bahwa kebaikan yang dilakukan secara bersama-sama akan melahirkan dampak yang luar biasa. Sebab, setiap tetes air yang mengalir bukan hanya menghilangkan dahaga, tetapi juga menjadi simbol harapan, kepedulian, dan ikhtiar bersama dalam membangun kehidupan masyarakat yang lebih sejahtera.
BERITA31/07/2026 | Humas
BAZNAS Trenggalek Tasyarufkan Bantuan Sepeda untuk Siswa SDN 2 Kedungsigit, Wujud Kepedulian di Hari Anak Nasional 2026
BAZNAS Trenggalek Tasyarufkan Bantuan Sepeda untuk Siswa SDN 2 Kedungsigit, Wujud Kepedulian di Hari Anak Nasional 2026
Dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional (HAN) Tahun 2026, BAZNAS Kabupaten Trenggalek kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung hak anak untuk memperoleh pendidikan yang layak melalui penyaluran bantuan sepeda kepada siswa di SD Negeri 2 Kedungsigit. Program ini menjadi bagian dari upaya BAZNAS untuk menghadirkan kebahagiaan sekaligus memberikan semangat baru bagi anak-anak agar semakin giat dalam menuntut ilmu. Penyerahan bantuan dilakukan secara langsung di lingkungan SD Negeri 2 Kedungsigit dengan dihadiri oleh perwakilan BAZNAS Trenggalek, kepala sekolah, dewan guru, serta para siswa. Suasana penuh kehangatan dan keceriaan mewarnai kegiatan tersebut, terlebih karena bantuan yang diberikan bertepatan dengan peringatan Hari Anak Nasional yang menjadi momentum untuk meningkatkan perhatian terhadap tumbuh kembang anak Indonesia. Bantuan sepeda diberikan kepada siswa yang membutuhkan sebagai bentuk dukungan terhadap akses pendidikan. Bagi sebagian anak, jarak rumah menuju sekolah masih menjadi tantangan tersendiri. Dengan adanya sepeda, diharapkan mereka dapat berangkat ke sekolah dengan lebih mudah, aman, dan tepat waktu sehingga proses belajar dapat berjalan lebih optimal. Ketua BAZNAS Kabupaten Trenggalek, H. Mahsun Ismail, menyampaikan bahwa pendidikan merupakan salah satu fokus utama pendistribusian zakat, infak, dan sedekah yang dikelola oleh BAZNAS. Menurutnya, setiap anak memiliki hak yang sama untuk memperoleh pendidikan yang berkualitas tanpa terhalang oleh keterbatasan ekonomi maupun sarana penunjang. "Hari Anak Nasional menjadi momentum yang tepat untuk kembali mengingatkan bahwa anak-anak adalah generasi penerus bangsa yang harus mendapatkan perhatian bersama. Melalui bantuan sepeda ini, kami berharap anak-anak semakin semangat belajar, rajin bersekolah, serta mampu meraih cita-cita yang mereka impikan," ujarnya. Ia juga menegaskan bahwa dana zakat yang dititipkan para muzaki tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, tetapi juga menjadi investasi sosial dalam menciptakan sumber daya manusia yang unggul di masa depan. Pendidikan menjadi salah satu jalan terbaik untuk memutus rantai kemiskinan, sehingga dukungan terhadap anak-anak dari keluarga kurang mampu perlu terus diperkuat. Kepala SD Negeri 2 Kedungsigit menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada BAZNAS Trenggalek atas perhatian yang diberikan kepada para siswanya. Menurutnya, bantuan tersebut tidak hanya memiliki nilai ekonomis, tetapi juga memberikan motivasi dan rasa percaya diri bagi anak-anak untuk terus belajar dengan sungguh-sungguh. "Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada BAZNAS Trenggalek. Bantuan ini tentu sangat bermanfaat bagi siswa kami. Semoga menjadi penyemangat bagi mereka untuk semakin rajin belajar dan meraih prestasi yang lebih baik," ungkapnya. Raut wajah bahagia tampak jelas dari para penerima bantuan. Mereka terlihat antusias saat menerima sepeda yang nantinya akan digunakan sebagai sarana transportasi menuju sekolah. Bagi mereka, bantuan tersebut bukan sekadar kendaraan, melainkan simbol kepedulian dan harapan agar mereka dapat terus melanjutkan pendidikan dengan penuh semangat. Melalui momentum Hari Anak Nasional 2026, BAZNAS Trenggalek juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menciptakan lingkungan yang ramah anak serta memberikan dukungan terhadap pendidikan mereka. Kepedulian terhadap anak tidak hanya diwujudkan melalui perhatian dan kasih sayang, tetapi juga melalui aksi nyata yang mampu membuka kesempatan lebih luas bagi mereka untuk berkembang. Program bantuan sepeda ini merupakan salah satu bentuk pendayagunaan dana zakat yang berorientasi pada peningkatan kualitas pendidikan. BAZNAS Trenggalek berkomitmen untuk terus menghadirkan berbagai program yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat, khususnya bagi anak-anak dari keluarga yang membutuhkan. Dengan semangat Hari Anak Nasional 2026, BAZNAS Trenggalek berharap semakin banyak pihak yang tergerak untuk berbagi dan berkolaborasi dalam mewujudkan generasi penerus yang sehat, cerdas, berakhlak mulia, dan memiliki kesempatan yang sama dalam menggapai masa depan. Karena setiap anak berhak bermimpi, belajar, dan melangkah menuju cita-citanya, serta setiap langkah kecil yang didukung hari ini akan menjadi pijakan menuju masa depan Indonesia yang lebih baik.
BERITA23/07/2026 | Humas
BAZNAS Trenggalek Tingkatkan Kompetensi Amil Melalui Pelatihan SIMBA Bersama BAZNAS RI dan BAZNAS Jawa Timur
BAZNAS Trenggalek Tingkatkan Kompetensi Amil Melalui Pelatihan SIMBA Bersama BAZNAS RI dan BAZNAS Jawa Timur
Dalam upaya memperkuat tata kelola zakat yang profesional, transparan, dan akuntabel, BAZNAS Kabupaten Trenggalek menggelar kegiatan Upgrade Skill Amil melalui Pelatihan Sistem Informasi Manajemen BAZNAS (SIMBA) selama dua hari, pada 21–22 Juli 2026. Kegiatan ini menghadirkan tim delegasi dari BAZNAS RI sebagai narasumber utama dan didampingi oleh BAZNAS Provinsi Jawa Timur, sehingga menjadi momentum penting dalam meningkatkan kapasitas sumber daya amil di lingkungan BAZNAS Trenggalek. Pelatihan yang berlangsung dengan penuh antusias ini dibuka secara resmi oleh Ketua BAZNAS Kabupaten Trenggalek, H. Mahsun Ismail, serta dihadiri dan didampingi oleh jajaran pimpinan BAZNAS Trenggalek. Seluruh peserta mengikuti rangkaian pelatihan secara intensif dengan fokus pada peningkatan kemampuan dalam mengoperasikan SIMBA sebagai sistem informasi yang menjadi tulang punggung pengelolaan zakat secara nasional. Dalam sambutannya, H. Mahsun Ismail menyampaikan bahwa perkembangan teknologi menuntut lembaga pengelola zakat untuk terus beradaptasi. Profesionalisme amil tidak lagi hanya diukur dari kemampuan menghimpun dan menyalurkan zakat, tetapi juga dari kemampuan mengelola data, menyusun laporan, serta memberikan pelayanan yang cepat, tepat, dan akurat kepada para muzaki maupun mustahik. "Pelatihan ini merupakan langkah nyata untuk meningkatkan kompetensi seluruh amil BAZNAS Trenggalek. Kami ingin memastikan bahwa pengelolaan zakat di Kabupaten Trenggalek semakin profesional, transparan, dan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan oleh BAZNAS RI. Dengan kemampuan yang terus ditingkatkan, kami optimis pelayanan kepada masyarakat akan semakin baik," ungkapnya. Selama dua hari pelatihan, para peserta memperoleh pendampingan secara langsung dari tim SIMBA BAZNAS RI. Berbagai materi disampaikan mulai dari pemanfaatan fitur-fitur SIMBA, pengelolaan data penghimpunan dan pendistribusian zakat, penyusunan laporan, hingga praktik penggunaan sistem secara langsung. Pendekatan praktik yang diterapkan membuat peserta dapat memahami setiap tahapan penggunaan aplikasi secara lebih mendalam. Tidak hanya berfokus pada aspek teknis, pelatihan ini juga menjadi ruang diskusi bagi para amil untuk menyampaikan berbagai tantangan yang dihadapi dalam implementasi SIMBA di daerah. Tim BAZNAS RI memberikan solusi serta berbagai strategi agar pemanfaatan sistem dapat berjalan lebih optimal sesuai dengan kebutuhan operasional di lapangan. Kehadiran BAZNAS Provinsi Jawa Timur dalam kegiatan ini turut memberikan semangat dan motivasi bagi seluruh peserta. Pendampingan yang diberikan menunjukkan sinergi yang kuat antara BAZNAS RI, BAZNAS Provinsi Jawa Timur, dan BAZNAS Kabupaten Trenggalek dalam mewujudkan tata kelola zakat yang modern, terintegrasi, serta berorientasi pada pelayanan terbaik bagi masyarakat. Melalui pelatihan ini, BAZNAS Trenggalek berharap seluruh amil mampu meningkatkan kualitas administrasi dan pelaporan sehingga seluruh proses penghimpunan maupun pendistribusian zakat dapat terdokumentasi secara lebih akurat dan akuntabel. Sistem yang dikelola dengan baik juga akan memperkuat kepercayaan masyarakat kepada BAZNAS sebagai lembaga resmi pengelola zakat. Di akhir kegiatan, BAZNAS Kabupaten Trenggalek menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada BAZNAS RI yang telah memberikan perhatian besar dengan mengirimkan delegasi tim SIMBA untuk membimbing secara langsung seluruh amil BAZNAS Trenggalek. Pendampingan tersebut dinilai sangat membantu dalam meningkatkan pemahaman dan keterampilan peserta sehingga implementasi SIMBA dapat berjalan lebih maksimal. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada BAZNAS Provinsi Jawa Timur yang senantiasa memberikan dukungan, arahan, serta pendampingan selama proses pelatihan berlangsung. Sinergi yang terjalin antara BAZNAS RI, BAZNAS Jawa Timur, dan BAZNAS Trenggalek menjadi bukti nyata komitmen bersama dalam membangun pengelolaan zakat yang semakin profesional, adaptif terhadap perkembangan teknologi, dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi umat. Melalui peningkatan kapasitas amil ini, BAZNAS Trenggalek optimistis dapat terus menghadirkan pelayanan zakat yang semakin berkualitas, akuntabel, serta mampu menjawab tantangan di era digital. Dengan SDM yang unggul dan sistem pengelolaan yang semakin baik, BAZNAS Trenggalek berkomitmen untuk terus mengoptimalkan penghimpunan dan pendistribusian zakat, infak, serta sedekah demi mewujudkan kesejahteraan masyarakat dan meningkatkan kepercayaan para muzaki terhadap pengelolaan dana umat.
BERITA22/07/2026 | Humas
BAZNAS Trenggalek Tasyarufkan Delapan Sepeda untuk Delapan Siswa Berprestasi dan Kurang Mampu, Wujudkan Semangat Meraih Pendidikan
BAZNAS Trenggalek Tasyarufkan Delapan Sepeda untuk Delapan Siswa Berprestasi dan Kurang Mampu, Wujudkan Semangat Meraih Pendidikan
Komitmen Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Trenggalek dalam mendukung dunia pendidikan terus diwujudkan melalui berbagai program yang menyentuh langsung kebutuhan para pelajar. Kali ini, BAZNAS Trenggalek menyalurkan bantuan berupa delapan unit sepeda kepada delapan siswa dari tiga sekolah dasar di Kabupaten Trenggalek sebagai bentuk kepedulian terhadap akses pendidikan dan semangat belajar anak-anak. Bantuan tersebut diserahkan secara langsung oleh Ketua BAZNAS Kabupaten Trenggalek, H. Mahsun Ismail, didampingi Wakil Ketua II BAZNAS Trenggalek, Kyai Bahauddin, kepada para penerima manfaat di masing-masing sekolah. Adapun rincian penerima bantuan meliputi dua siswa di SDN 1 Buluagung, tiga siswa di SDN 2 Sumberingin, dan tiga siswa di SDN 2 Sukowetan. Program ini merupakan salah satu bentuk pendayagunaan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang dihimpun BAZNAS Trenggalek dari para muzaki untuk membantu meringankan beban keluarga kurang mampu sekaligus memberikan motivasi kepada para siswa agar terus bersemangat dalam menempuh pendidikan. Dalam sambutannya, Ketua BAZNAS Trenggalek, H. Mahsun Ismail, menyampaikan bahwa pendidikan merupakan investasi terbaik bagi masa depan bangsa. Oleh karena itu, setiap anak harus memiliki kesempatan yang sama untuk memperoleh pendidikan yang layak tanpa terkendala keterbatasan ekonomi maupun sarana penunjang. "Sepeda ini mungkin terlihat sederhana, tetapi kami berharap manfaatnya sangat besar bagi anak-anak. Dengan adanya sepeda ini, mereka bisa berangkat ke sekolah dengan lebih mudah, lebih aman, dan lebih semangat. Kami ingin memastikan bahwa tidak ada anak yang kehilangan semangat belajar hanya karena keterbatasan fasilitas," ujar H. Mahsun Ismail. Ia juga mengajak masyarakat untuk terus mempercayakan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS agar semakin banyak program sosial yang dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, khususnya di bidang pendidikan. "Semua bantuan yang kami salurkan berasal dari amanah para muzaki. Semoga menjadi amal jariyah yang terus mengalir pahalanya dan membawa keberkahan bagi semua pihak," tambahnya. Sementara itu, Wakil Ketua II BAZNAS Trenggalek, Kyai Bahauddin, menegaskan bahwa bantuan ini bukan hanya sekadar pemberian sarana transportasi, tetapi juga menjadi simbol harapan agar para siswa terus memiliki cita-cita tinggi dan tidak mudah menyerah dalam mengejar masa depan. "Anak-anak adalah generasi penerus bangsa. Kami berharap sepeda ini menjadi penyemangat untuk terus rajin belajar, disiplin, dan berbakti kepada orang tua serta guru. Jangan pernah berhenti bermimpi hanya karena keadaan," pesannya kepada para siswa penerima bantuan. Penyaluran bantuan di ketiga sekolah berlangsung dengan penuh kehangatan. Para kepala sekolah, guru, orang tua, dan siswa menyambut baik program tersebut. Mereka mengaku bersyukur atas perhatian yang diberikan BAZNAS Trenggalek kepada peserta didik yang membutuhkan. Pihak sekolah menyampaikan bahwa sebagian besar penerima bantuan merupakan siswa yang memiliki semangat belajar tinggi, namun berasal dari keluarga dengan keterbatasan ekonomi. Beberapa di antaranya harus berjalan kaki atau menempuh perjalanan cukup jauh untuk menuju sekolah setiap harinya. Dengan adanya bantuan sepeda ini, diharapkan perjalanan menuju sekolah menjadi lebih ringan, efisien, dan aman. Selain membantu akses menuju sekolah, bantuan tersebut juga diharapkan dapat meningkatkan motivasi belajar para siswa. Ketika kebutuhan dasar penunjang pendidikan dapat terpenuhi, anak-anak akan lebih fokus dalam mengikuti proses pembelajaran dan mengembangkan potensi yang dimiliki. Program bantuan sepeda ini menjadi salah satu bukti nyata bahwa zakat tidak hanya berfungsi sebagai instrumen bantuan konsumtif, tetapi juga mampu menjadi sarana pemberdayaan yang memberikan dampak jangka panjang. Pendidikan merupakan salah satu sektor prioritas BAZNAS karena diyakini mampu menjadi jalan keluar dari lingkaran kemiskinan. Selama ini, BAZNAS Trenggalek terus menghadirkan berbagai program pendidikan, mulai dari bantuan perlengkapan sekolah, beasiswa, bantuan biaya pendidikan, hingga dukungan sarana belajar bagi siswa yang membutuhkan. Seluruh program tersebut merupakan bagian dari komitmen BAZNAS dalam menciptakan generasi yang cerdas, mandiri, dan berakhlak mulia. Melalui penyaluran delapan unit sepeda kepada delapan siswa di SDN 1 Buluagung, SDN 2 Sumberingin, dan SDN 2 Sukowetan, BAZNAS Trenggalek berharap semakin banyak anak-anak yang dapat mengenyam pendidikan dengan lebih baik tanpa harus terkendala oleh keterbatasan sarana transportasi. Kegiatan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa setiap zakat, infak, dan sedekah yang ditunaikan masyarakat memiliki peran besar dalam membuka jalan kebaikan bagi sesama. Dengan semangat gotong royong dan kepedulian sosial, BAZNAS Trenggalek akan terus berupaya menghadirkan program-program yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta menjadi jembatan hadirnya harapan bagi mereka yang membutuhkan.
BERITA20/07/2026 | Humas
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Trenggalek.

Lihat Daftar Rekening →