Berita Terbaru
Sentuhan Kepedulian di Akhir Ramadan, BAZNAS Kab. Trenggalek Mendistribusikan Zakat Fitrah
Menjelang berakhirnya Ramadan 1447 H, BAZNAS Trenggalek kembali menunjukkan komitmennya dalam menebar kepedulian dengan menyalurkan zakat fitrah kepada para mustahik di berbagai wilayah di Kabupaten Trenggalek. Penyaluran zakat fitrah ini dilakukan secara bertahap pada hari-hari terakhir Ramadan, sebagai upaya memastikan bantuan dapat diterima tepat waktu oleh masyarakat yang berhak sebelum Hari Raya Idulfitri tiba.
Zakat fitrah yang disalurkan merupakan amanah dari para muzaki yang telah menunaikan kewajibannya melalui BAZNAS Trenggalek. Amanah tersebut kemudian dikelola dan disalurkan kepada para mustahik yang telah terdata, seperti fakir, miskin, lansia dhuafa, serta keluarga kurang mampu. Dengan adanya penyaluran zakat fitrah ini, diharapkan masyarakat yang membutuhkan dapat merasakan kebahagiaan dan ketenangan dalam menyambut Hari Raya Idulfitri bersama keluarga tercinta.
Sejak pagi hari, para petugas BAZNAS Trenggalek telah mempersiapkan proses pendistribusian zakat fitrah dengan penuh tanggung jawab. Bantuan zakat fitrah yang berupa bahan pokok disalurkan secara langsung kepada para penerima manfaat di berbagai titik wilayah. Kegiatan ini tidak hanya menjadi momen berbagi, tetapi juga menjadi sarana mempererat hubungan antara BAZNAS dan masyarakat.
Dalam proses penyaluran, suasana penuh haru dan kebahagiaan tampak dari raut wajah para mustahik yang menerima zakat fitrah. Banyak di antara mereka yang mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih atas bantuan yang diberikan. Bagi mereka, zakat fitrah ini sangat berarti karena membantu memenuhi kebutuhan pokok menjelang hari raya, sehingga mereka dapat merayakan Idulfitri dengan lebih layak dan penuh rasa syukur.
Perwakilan BAZNAS Trenggalek menyampaikan bahwa zakat fitrah memiliki makna yang sangat penting, tidak hanya sebagai kewajiban bagi umat Islam, tetapi juga sebagai sarana membersihkan jiwa serta mempererat ukhuwah di tengah masyarakat. Melalui zakat fitrah, nilai-nilai kepedulian sosial dapat terus tumbuh, sehingga tercipta kehidupan masyarakat yang lebih harmonis dan saling membantu.
Selain itu, penyaluran zakat fitrah ini juga menjadi bagian dari upaya BAZNAS Trenggalek dalam mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menunaikan zakat melalui lembaga resmi. Dengan menyalurkan zakat melalui lembaga yang terpercaya, proses pendistribusian dapat dilakukan secara tepat sasaran, transparan, dan merata kepada mereka yang benar-benar membutuhkan.
Momentum akhir Ramadan menjadi waktu yang sangat istimewa untuk meningkatkan kepedulian terhadap sesama. Ramadan tidak hanya menjadi bulan untuk meningkatkan ibadah secara pribadi, tetapi juga menjadi kesempatan untuk memperbanyak amal sosial yang memberikan manfaat bagi orang lain. Melalui zakat fitrah, setiap umat Islam memiliki kesempatan untuk berbagi kebahagiaan dengan saudara-saudara yang membutuhkan.
BAZNAS Trenggalek berharap bahwa setiap butir zakat yang disalurkan dapat membawa keberkahan, membersihkan jiwa para muzaki, serta memberikan manfaat yang besar bagi para mustahik. Kebersamaan yang terjalin melalui kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat rasa persaudaraan dan solidaritas sosial di tengah masyarakat.
Di penghujung Ramadan, mari jadikan momen ini sebagai pengingat bahwa kebahagiaan sejati bukan hanya tentang menerima, tetapi juga tentang memberi. Dengan berbagi kepada sesama, kita tidak hanya membantu meringankan beban orang lain, tetapi juga menumbuhkan rasa syukur dan kepedulian dalam diri kita. Semoga semangat berbagi ini terus tumbuh dan menjadi kebiasaan baik yang terjaga, tidak hanya di bulan Ramadan, tetapi juga di bulan-bulan berikutnya.
BERITA20/03/2026 | Humas
BAZNAS Trenggalek Dirikan Posko Mudik, Sediakan Fasilitas Terbaik untuk Para Pemudik
Dalam rangka menyambut arus mudik Lebaran 2026, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Trenggalek menghadirkan Posko Mudik sebagai bentuk kepedulian terhadap para pemudik yang melintasi wilayah Trenggalek. Posko ini didirikan untuk memberikan kenyamanan, keamanan, serta layanan terbaik bagi masyarakat yang tengah menempuh perjalanan pulang ke kampung halaman.
Program Posko Mudik ini merupakan hasil kolaborasi antara BAZNAS Trenggalek dengan BAZNAS RI. Pelaksanaannya dilakukan melalui BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) yang telah berpengalaman dalam berbagai aksi kemanusiaan, serta turut melibatkan anggota Pramuka sebagai relawan yang siap membantu pelayanan di lapangan.
Ketua BAZNAS Trenggalek menyampaikan bahwa kehadiran Posko Mudik ini diharapkan dapat menjadi tempat singgah yang nyaman bagi para pemudik. “Mudik adalah momen yang sangat dinanti oleh masyarakat. Kami ingin memastikan para pemudik dapat beristirahat dengan layak dan melanjutkan perjalanan dengan kondisi yang lebih prima,” ujarnya.
Berbagai fasilitas telah disiapkan di Posko Mudik BAZNAS Trenggalek. Mulai dari tempat istirahat yang nyaman, penyediaan makanan dan minuman ringan, layanan kesehatan sederhana, hingga area ibadah bagi para pemudik. Selain itu, petugas juga siaga memberikan bantuan informasi serta pertolongan pertama jika dibutuhkan.
Kehadiran anggota Pramuka dalam kegiatan ini turut memberikan energi positif dalam pelayanan. Dengan semangat kepedulian dan gotong royong, para relawan Pramuka berperan aktif dalam membantu pemudik, mulai dari penyambutan, pengaturan area posko, hingga memastikan fasilitas dapat dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat.
Sinergi antara BAZNAS Trenggalek, BAZNAS RI, BTB, dan Pramuka ini menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi berbagai pihak mampu menghadirkan manfaat luas bagi masyarakat. Posko Mudik tidak hanya menjadi tempat singgah, tetapi juga simbol kepedulian dan kebersamaan dalam momen penting seperti Idulfitri.
Dengan adanya Posko Mudik ini, diharapkan para pemudik yang melintas di wilayah Trenggalek dapat merasakan perjalanan yang lebih aman, nyaman, dan penuh keberkahan. BAZNAS Trenggalek pun mengajak seluruh masyarakat untuk terus menebar kebaikan, khususnya di bulan Ramadan yang penuh berkah ini.
BERITA17/03/2026 | Humas
BAZNAS Trenggalek Salurkan Fidyah, Bantu Lansia dan Dhuafa Bahagia di Bulan Ramadan
Bulan suci Ramadan menjadi momentum istimewa untuk memperkuat kepedulian sosial dan menebar kebaikan kepada sesama. Dalam semangat tersebut, BAZNAS Kabupaten Trenggalek kembali menyalurkan fidyah kepada masyarakat yang membutuhkan. Program penyaluran fidyah ini menyasar para lansia dan kaum dhuafa agar mereka dapat merasakan kebahagiaan dan keberkahan di bulan Ramadan.
Kegiatan penyaluran fidyah ini dilaksanakan sebagai bentuk amanah dari para muzakki yang telah mempercayakan fidyahnya kepada BAZNAS Trenggalek. Melalui program ini, paket bahan makanan bergizi didistribusikan kepada masyarakat yang masuk dalam kategori fakir dan miskin, khususnya para lansia yang sudah tidak mampu bekerja secara optimal serta keluarga dhuafa yang membutuhkan uluran tangan.
Ketua BAZNAS Kabupaten Trenggalek menyampaikan bahwa penyaluran fidyah merupakan bagian dari komitmen lembaga dalam mengelola dan menyalurkan dana umat secara tepat sasaran. Selain menjadi kewajiban bagi sebagian umat Islam yang tidak mampu menjalankan ibadah puasa karena kondisi tertentu, fidyah juga menjadi sarana untuk menghadirkan kebahagiaan bagi masyarakat yang membutuhkan.
“Melalui program ini, kami ingin memastikan bahwa fidyah yang ditunaikan oleh para muzakki benar-benar sampai kepada mereka yang berhak menerimanya. Harapannya, bantuan ini dapat membantu memenuhi kebutuhan pangan sekaligus menghadirkan kebahagiaan bagi para lansia dan dhuafa di bulan Ramadan,” ujarnya.
Penyaluran fidyah dilakukan secara langsung kepada para penerima manfaat di beberapa wilayah di Kabupaten Trenggalek. Para relawan dan tim BAZNAS turun langsung ke lapangan untuk memastikan proses distribusi berjalan dengan tertib dan tepat sasaran. Paket yang diberikan berisi bahan makanan pokok yang diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan konsumsi harian para penerima manfaat selama Ramadan.
Bagi para lansia dan dhuafa, bantuan ini menjadi sumber kebahagiaan tersendiri. Di tengah keterbatasan yang mereka hadapi, perhatian dan kepedulian dari masyarakat melalui program fidyah menjadi penguat harapan dan semangat dalam menjalani kehidupan.
Salah satu penerima manfaat mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih atas bantuan yang diberikan. Ia mengaku sangat terbantu dengan adanya paket bahan makanan yang diterima, terlebih di bulan Ramadan yang identik dengan meningkatnya kebutuhan rumah tangga.
“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada BAZNAS dan para donatur yang sudah membantu kami. Bantuan ini sangat berarti bagi kami, semoga semua yang telah berbagi mendapatkan balasan kebaikan dari Allah SWT,” ungkapnya dengan penuh haru.
Program penyaluran fidyah ini juga menjadi bagian dari upaya BAZNAS Trenggalek dalam memperkuat nilai-nilai solidaritas sosial di tengah masyarakat. Ramadan bukan hanya tentang meningkatkan kualitas ibadah secara personal, tetapi juga menjadi waktu terbaik untuk berbagi dan memperhatikan kondisi saudara-saudara yang kurang beruntung.
Dengan adanya program ini, BAZNAS berharap semakin banyak masyarakat yang menunaikan fidyah melalui lembaga resmi agar penyalurannya dapat dilakukan secara terarah dan tepat sasaran. Selain itu, kepercayaan masyarakat juga menjadi kunci penting dalam memperluas jangkauan manfaat bagi mereka yang membutuhkan.
BAZNAS Trenggalek terus berkomitmen untuk menghadirkan berbagai program kemanusiaan yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Melalui pengelolaan zakat, infak, sedekah, dan fidyah secara profesional dan transparan, lembaga ini berupaya menjadi jembatan kebaikan antara para dermawan dan masyarakat yang membutuhkan.
Di bulan Ramadan yang penuh berkah ini, penyaluran fidyah menjadi bukti bahwa kepedulian dan kebersamaan masih tumbuh kuat di tengah masyarakat. Senyum para lansia dan dhuafa yang menerima bantuan menjadi pengingat bahwa setiap kebaikan, sekecil apa pun, mampu menghadirkan kebahagiaan bagi sesama.
Mari salurkan Fidyah untuk tebus hutang puasa yang belum terbayar, klik BAZNAS Kabupaten Trenggalek.
BERITA17/03/2026 | Humas
Hangatkan Ramadan, BAZNAS Trenggalek Berbagi Iftar Bahagia Bersama Anak Yatim
BAZNAS Trenggalek kembali menghadirkan kebahagiaan di bulan suci Ramadan melalui kegiatan iftar bersama anak yatim di Panti Asuhan As Syafi’iyah pada Selasa (17/03). Kegiatan ini berlangsung hangat dan penuh kebersamaan, menghadirkan senyum tulus dari para anak yatim yang mengikuti kegiatan tersebut dengan penuh antusias.
Sejak sore hari, suasana di Panti Asuhan As Syafi’iyah tampak semarak. Para pengurus BAZNAS Trenggalek bersama pengelola panti mempersiapkan rangkaian kegiatan dengan penuh kekompakan. Anak-anak yatim yang menjadi penerima manfaat tampak ceria menyambut kedatangan rombongan. Kegiatan ini menjadi momen istimewa bagi mereka, karena tidak hanya berbuka puasa bersama, tetapi juga merasakan perhatian dan kasih sayang dari berbagai pihak.
Acara diawali dengan sambutan dari perwakilan BAZNAS Trenggalek yang menyampaikan rasa syukur atas kesempatan untuk kembali berbagi kebahagiaan di bulan Ramadan. Dalam sambutannya, disampaikan bahwa kegiatan iftar bersama ini merupakan bagian dari program kepedulian sosial yang rutin dilaksanakan setiap Ramadan sebagai bentuk nyata kepedulian kepada anak-anak yatim dan dhuafa.
Setelah sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan tausiyah singkat yang mengajak seluruh peserta untuk memanfaatkan bulan Ramadan sebagai momentum memperbanyak amal kebaikan. Tausiyah tersebut juga mengingatkan pentingnya menumbuhkan rasa empati dan kepedulian terhadap sesama, khususnya kepada anak-anak yatim yang membutuhkan perhatian dan dukungan dari lingkungan sekitar.
Menjelang waktu berbuka, seluruh peserta mengikuti doa bersama dengan khidmat. Suasana haru terasa ketika doa-doa dipanjatkan, memohon keberkahan dan keselamatan bagi semua pihak. Tak lama kemudian, adzan Maghrib berkumandang, menandai waktu berbuka puasa. Anak-anak yatim bersama para pengurus menikmati hidangan berbuka dengan penuh kebersamaan. Canda dan tawa ringan terdengar di antara mereka, menambah hangatnya suasana Ramadan di sore hari itu.
Selain berbuka puasa bersama, kegiatan ini juga diisi dengan pemberian santunan berupa bahan pokok kepada anak-anak yatim sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan harian mereka serta memberikan semangat baru dalam menjalani hari-hari ke depan. Penyerahan santunan dilakukan secara simbolis dan disambut dengan rasa syukur oleh pihak panti.
Pengurus Panti Asuhan As Syafi’iyah menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada BAZNAS Trenggalek atas perhatian yang diberikan kepada anak-anak yatim di panti tersebut. Menurutnya, kegiatan seperti ini tidak hanya memberikan bantuan secara materi, tetapi juga menghadirkan kebahagiaan dan motivasi bagi anak-anak untuk terus semangat menjalani kehidupan.
Melalui program ini, BAZNAS Trenggalek berharap dapat menumbuhkan semangat berbagi di tengah masyarakat serta mengajak lebih banyak pihak untuk turut serta dalam kegiatan sosial kemanusiaan. Ramadan menjadi momentum yang tepat untuk mempererat ukhuwah, memperkuat kepedulian sosial, serta menghadirkan kebahagiaan bagi mereka yang membutuhkan.
Kegiatan iftar bersama anak yatim ini menjadi bukti nyata bahwa kebersamaan dan kepedulian mampu menghadirkan kebahagiaan sederhana yang bermakna. Diharapkan, kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan, sehingga semakin banyak anak yatim yang merasakan manfaat dan kebahagiaan di bulan suci Ramadan.
BERITA17/03/2026 | Humas
Malam 22 Ramadan 1447 h, Pondok Pesantren Hidayatut Thullab bersama BAZNAS Trenggalek Tutup Safari Muhibah di Desa Joho
Kegiatan Safari Muhibah yang digelar oleh Pondok Pesantren Hidayatut Thullab bersama BAZNAS Kabupaten Trenggalek resmi ditutup pada Rabu (11 Maret 2026). Penutupan kegiatan berlangsung di Desa Joho, Kecamatan Pule, Kabupaten Trenggalek, dan dihadiri oleh masyarakat setempat, para santri, tokoh agama, serta para relawan yang telah berpartisipasi dalam rangkaian kegiatan tersebut.
Safari Muhibah merupakan program yang bertujuan untuk mempererat ukhuwah Islamiyah, meningkatkan semangat ibadah masyarakat, serta menebarkan nilai-nilai kepedulian sosial di tengah masyarakat. Melalui kegiatan ini, Pondok Pesantren Hidayatut Thullab bersama BAZNAS Trenggalek berupaya hadir lebih dekat dengan masyarakat dengan membawa pesan dakwah sekaligus semangat berbagi.
Selama kegiatan berlangsung, berbagai rangkaian acara telah dilaksanakan, mulai dari silaturahmi dengan warga, kegiatan keagamaan, hingga penyampaian pesan-pesan kebaikan yang mengajak masyarakat untuk memperkuat iman dan memperbanyak amal kebajikan, terutama di bulan yang penuh keberkahan.
Antusiasme masyarakat Desa Joho terlihat sangat tinggi. Warga dari berbagai kalangan turut hadir dan mengikuti kegiatan dengan penuh khidmat. Kehadiran para santri dan pengurus Pondok Pesantren Hidayatut Thullab juga menambah semarak suasana, sekaligus menjadi momentum kebersamaan antara pesantren dan masyarakat.
Penutupan kegiatan Safari Muhibah ini ditandai dengan tausiyah yang disampaikan oleh KH. Eli Mahfud. Dalam tausiyahnya, beliau mengajak masyarakat untuk senantiasa menjaga keimanan, memperkuat ukhuwah, serta menjadikan bulan Ramadan sebagai momentum untuk meningkatkan kualitas ibadah dan kepedulian terhadap sesama.
KH. Eli Mahfud juga menekankan pentingnya semangat berbagi dan saling membantu, terutama kepada mereka yang membutuhkan. Menurut beliau, nilai-nilai kepedulian sosial yang diajarkan dalam Islam harus terus dijaga dan diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari, baik melalui sedekah, zakat, maupun berbagai bentuk kebaikan lainnya.
Beliau juga mengingatkan bahwa keberkahan hidup tidak hanya diperoleh dari banyaknya harta, tetapi dari bagaimana seseorang memanfaatkan rezekinya untuk kebaikan dan kemaslahatan bersama. Oleh karena itu, kegiatan seperti Safari Muhibah ini diharapkan dapat menjadi sarana untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya berbagi dan memperkuat solidaritas sosial.
Melalui kegiatan ini, BAZNAS Kabupaten Trenggalek bersama Pondok Pesantren Hidayatut Thullab berharap dapat terus menjalin hubungan yang erat dengan masyarakat serta menghadirkan program-program yang memberikan manfaat nyata bagi umat.
Di akhir acara, para peserta yang hadir berharap kegiatan Safari Muhibah seperti ini dapat terus dilaksanakan di berbagai wilayah lainnya di Kabupaten Trenggalek. Selain menjadi sarana dakwah, kegiatan ini juga menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi serta menumbuhkan semangat kebersamaan dalam membangun masyarakat yang religius, peduli, dan penuh keberkahan.
Dengan ditutupnya kegiatan Safari Muhibah di Desa Joho ini, diharapkan pesan-pesan kebaikan yang telah disampaikan dapat terus diamalkan oleh masyarakat dalam kehidupan sehari-hari, sehingga membawa keberkahan bagi seluruh warga.
BERITA12/03/2026 | Humas
Penyaluran Fidyah BAZNAS Bantu Pangan Bulanan Mustahik
Alhamdulillahirabbil ‘Alamin, segala puji bagi Allah SWT yang senantiasa melimpahkan rahmat dan karunia-Nya kepada kita semua. Berkat kepedulian dan kepercayaan para #OrangBaik, BAZNAS Kabupaten Trenggalek kembali melaksanakan kegiatan penyaluran fidyah melalui program Berbagi Paket Bahan Makanan bagi masyarakat yang membutuhkan.
Penyaluran tersebut dimulai sejak 15 Ramadan (Kamis, 05 Maret 2026), sebanyak 700 paket akan didistribusikan bertahap kepada masyarakat fakir dan miskin di wilayah Kabupaten Trenggalek. Kegiatan ini menjadi salah satu wujud nyata pemanfaatan dana fidyah yang ditunaikan oleh para #OrangBaik agar dapat memberikan manfaat langsung kepada masyarakat yang membutuhkan, khususnya dalam membantu memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari.
Program Berbagi Paket Bahan Makanan Bergizi ini tidak hanya sekadar menyalurkan bantuan, tetapi juga menjadi bentuk kepedulian dan solidaritas sosial antar sesama. Melalui paket bahan makanan yang dibagikan, diharapkan keluarga penerima dapat memperoleh asupan makanan yang lebih baik dan bergizi, sehingga mampu mendukung kesehatan serta ketahanan pangan keluarga mereka.
Dalam proses penyaluran, BAZNAS Kabupaten Trenggalek bersama para relawan distribusi turun langsung ke lapangan untuk memastikan bantuan benar-benar sampai kepada para penerima yang berhak. Penyaluran dilakukan secara langsung ke masyarakat agar proses distribusi berjalan tepat sasaran serta dapat dirasakan manfaatnya oleh keluarga yang tengah berjuang memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
Kehadiran tim BAZNAS dan relawan juga menjadi kesempatan untuk bersilaturahmi dengan masyarakat, mendengar cerita serta kondisi kehidupan mereka secara langsung. Banyak di antara penerima bantuan yang menyampaikan rasa syukur dan kebahagiaan atas perhatian yang diberikan oleh para #OrangBaik melalui BAZNAS Kabupaten Trenggalek.
Doa dan ungkapan terima kasih pun terucap dengan tulus dari para penerima manfaat. Salah satu penerima bantuan menyampaikan, “Terima kasih kepada orangbaik dan BAZNAS Kabupaten Trenggalek yang sudah peduli kepada kami. Bantuan ini sangat membantu untuk kebutuhan makan keluarga kami.” Ungkapan sederhana tersebut menjadi bukti bahwa setiap bantuan yang diberikan memiliki arti yang sangat besar bagi mereka yang sedang membutuhkan.
Program ini juga menjadi pengingat bagi kita semua bahwa kepedulian kecil yang dilakukan bersama dapat menghadirkan manfaat yang besar bagi masyarakat. Fidyah yang ditunaikan oleh para #OrangBaik tidak hanya menjadi kewajiban yang ditunaikan, tetapi juga menjadi jalan kebaikan yang menghadirkan kebahagiaan bagi saudara-saudara kita yang membutuhkan.
Semoga melalui program penyaluran paket fidyah ini, kebutuhan asupan makanan bergizi bagi masyarakat fakir dan miskin di Kabupaten Trenggalek dapat terbantu dan meringankan beban mereka dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
Terima kasih kepada seluruh #OrangBaik yang telah menunaikan fidyah melalui BAZNAS Kabupaten Trenggalek. Semoga setiap kebaikan yang diberikan menjadi amal jariyah yang terus mengalir pahalanya, serta Allah SWT membalas dengan keberkahan, kesehatan, dan kelapangan rezeki.
Mari terus berbagi dan menebarkan kebaikan, karena melalui kepedulian bersama, kita dapat menghadirkan harapan bagi mereka yang membutuhkan.
BERITA06/03/2026 | Humas
BAZNAS Indonesia Klarifikasi Penggunaan Zakat yang Tidak Ditujukan untuk Program MBG
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menegaskan bahwa dana Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) yang dikumpulkan tidak akan dialokasikan untuk mendanai program Makan Bergizi Gratis (MBG). Berdasarkan pernyataan Pimpinan Bidang Pengumpulan BAZNAS RI, Dr. H. Rizaludin Kurniawan, ZIS hanya akan digunakan sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan dalam syariat Islam. Rizaludin menyatakan bahwa dana yang dipercayakan kepada BAZNAS oleh masyarakat tidak akan digunakan untuk program MBG, melainkan akan disalurkan sesuai dengan delapan golongan penerima (asnaf) yang telah diatur dalam syariat Islam seperti fakir, miskin, amil, muallaf, riqab, gharimin, fisabilillah, serta ibnu sabil.
Menurut Rizaludin, pengelolaan zakat di BAZNAS harus tetap berdasarkan pada prinsip-prinsip syariah Islam dan tidak boleh menyimpang dari ketentuan yang berlaku. Ia menjelaskan bahwa program MBG didanai melalui anggaran negara, sedangkan dana ZIS berasal dari amanah masyarakat yang harus diarahkan kepada delapan asnaf. Rizaludin juga menegaskan bahwa zakat di BAZNAS dikelola berdasarkan prinsip 3A yaitu Aman Syar'i, Aman Regulasi, dan Aman NKRI, dengan fokus pada pengentasan kemiskinan, peningkatan akses pendidikan, layanan kesehatan, pemberdayaan ekonomi, dan bantuan kemanusiaan untuk kelompok rentan yang termasuk dalam kategori asnaf.
Rizaludin juga mengajak masyarakat untuk tidak terpengaruh oleh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan terkait pengelolaan dana zakat. Ia menegaskan bahwa BAZNAS menjalankan tata kelola yang transparan dan akuntabel melalui pelaporan dan audit berkala sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada publik. Informasi lebih lanjut dapat dilihat di website resmi BAZNAS, www.baznas.go.id.
BERITA27/02/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
BAZNAS RI Tetapkan Nisab Zakat Penghasilan dan Jasa 2026 Rp7.640.144 per bulan
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menetapkan nisab zakat penghasilan dan jasa tahun 2026 sebesar Rp7.640.144 per bulan atau senilai Rp91.681.728 per tahun. Penetapan tersebut merupakan hasil musyawarah nisab zakat pendapatan dan jasa pada Jumat (20/2/2026), dengan mempertimbangkan aspek syariah, regulasi, serta kondisi ekonomi masyarakat.
Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kementerian Agama (Dirzawa Kemenag RI) Prof. Dr. H. Waryono Abdul Ghafur, M.Ag., menegaskan, Peraturan Menteri Agama (PMA) Nomor 31 Tahun 2019 serta Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) nomor 3 tahun 2003 tentang Zakat Penghasilan tetap menjadi rujukan dalam penetapan nisab zakat penghasilan di Indonesia.
Ia menyampaikan, penggunaan standar emas sebagai acuan merupakan upaya menghadirkan ukuran yang lebih objektif dengan mempertimbangkan kemaslahatan Mustahik dan muzaki.
Penetapan nisab ini mengacu pada harga emas 14 karat dengan nilai setara 85 gram emas, sehingga menghasilkan angka Rp91.681.728 per tahun atau Rp7.640.144 per bulan. Harga diperoleh dari harga rata-rata emas selama tahun 2025. Angka tersebut menjadi standar batas minimal penghasilan bagi seorang muslim untuk dikenai kewajiban zakat sebesar 2,5 persen.
Nilai nisab tahun ini mengalami kenaikan sebesar 7 persen dibandingkan tahun 2025. Penyesuaian ini selaras dengan tren kenaikan upah tahunan yang tercatat sebesar 6,17 persen.
Ia menambahkan, penetapan emas 14 karat masih selaras dengan regulasi yang berlaku saat ini. Dalam PMA Nomor 31 Tahun 2019 tidak diatur secara spesifik mengenai jenis karat emas, sehingga pada tataran implementasi BAZNAS diberikan kewenangan untuk menetapkan standar jenis karat atas 85 gram emas dengan tetap mempertimbangkan aspek kemaslahatan mustahik.
Menurutnya, dinamika kajian terkait standar nisab merupakan bagian dari proses ijtihad untuk memastikan kebijakan yang diambil tetap adaptif terhadap perkembangan zaman. Karena itu, implementasinya perlu terus dikawal melalui sinergi antara Kementerian Agama, BAZNAS, dan seluruh pemangku kepentingan zakat agar pengelolaan zakat nasional berjalan terarah, terukur, dan mampu menghadirkan kemaslahatan yang semakin luas bagi masyarakat.
Sementara itu, Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, M.A., menegaskan, penetapan nisab tidak boleh ditunda karena menyangkut kepastian hukum dan keseragaman tata kelola zakat nasional.
“Kita tidak boleh membiarkan adanya kekosongan standar. Dalam pengelolaan zakat nasional harus ada patokan yang jelas, karena yang menjadi regulator dalam hal ini adalah BAZNAS. Standar ini menjadi rujukan bagi seluruh pengelola zakat,” ujarnya.
Menurutnya, dalam pembahasan tersebut BAZNAS tidak hanya mempertimbangkan aspek normatif, tetapi juga dampaknya terhadap layanan kepada Mustahik yang selama ini telah dilaksanakan melalui berbagai program pengentasan kemiskinan.
Karena itu, keputusan penggunaan emas 14 karat merupakan bentuk keseimbangan antara kepatuhan terhadap ketentuan syariah dan kemaslahatan umat, dengan tetap memperhatikan rata-rata pendapatan masyarakat agar tidak memberatkan muzaki namun optimal bagi pemberdayaan mustahik.
Penetapan standar emas 14 karat dipandang relevan karena memiliki nilai yang relatif sepadan dengan harga beras premium, sekaligus tetap mengacu pada parameter perak dan Pendapatan Tidak Kena Zakat (PTKZ). Dengan demikian, kebijakan ini dinilai mampu menjaga keseimbangan antara aspek keadilan bagi muzaki dan perlindungan terhadap mustahik.
"Sehingga pengambilan keputusan nisab ini telah memenuhi unsur Aman Syar'i, Aman Regulasi serta memperhatikan kepentingan Muzaki dan mustahik," ujar Kiai Noor.
Keputusan musyawarah ini kemudian dituangkan dalam Surat Keputusan Ketua BAZNAS no.15 tahun 2026 tentang Nilai Nisab Zakat Pendapatan dan Jasa tahun 2026 pada Sabtu (21/2/2026).
Acara tersebut dihadiri oleh Ketua dan Pimpinan BAZNAS RI, yakni Prof. Dr. KH. Noor Achmad, M.A.; Prof. (HC). Dr. Zainulbahar Noor, S.E., M.Ec.; Prof. Ir. H. Muhamad Nadratuzzaman Hosen, M.S., M.Ec., Ph.D.; Saidah Sakwan, M.A.; Dr. H. Rizaludin Kurniawan, S.Ag., M.Si., CFRM; Kolonel CAJ (Purn.) Drs. Nur Chamdani; KH. Achmad Sudrajat, Lc., M.A.; Deputi I BAZNAS Mohamad Arifin Purwakananta; Deputi II BAZNAS Dr. H. M. Imdadun Rahmat, M.Si.; serta Sekretaris BAZNAS H. Subhan Cholid, Lc., M.A.
Turut hadir para pakar syariah, antara lain Prof. Dr. Irfan Syauqi Beik Dekan FEM IPB dan Dr. Oni Sahroni, Lc., M.A., yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Pengawas Syariah Inisiatif Zakat Indonesia.
Kegiatan ini juga diikuti oleh perwakilan BAZNAS BAZIS DKI Jakarta, BAZNAS Kota Bekasi, BAZNAS Kabupaten Bogor, BAZNAS Kabupaten Tangerang, dan BAZNAS Kota Tangerang Selatan, serta Dewan Pengawas Syariah dari sejumlah Lembaga Amil Zakat (LAZ), seperti Lazis Muhammadiyah, Lazis ASFA, LAZ Baitul Maal Hidayatullah, dan LAZ Rumah Zakat. Selain itu, BAZNAS provinsi serta kabupaten/kota dari seluruh Indonesia turut berpartisipasi secara daring.
BERITA26/02/2026 | Humas
2,5% Dari Penghasilan Kita, Ada Hak Orang Lain yang Wajib Kita Penuhi
Notifikasi gajian sudah muncul apa belum, Bapak/Ibu? Kalau sudah, izinkan kami mengingatkan dengan penuh cinta dan kepedulian: jangan lupa sisihkan 2,5% dari penghasilan untuk zakat. Mungkin terdengar sederhana, namun di balik angka kecil itu tersimpan keberkahan besar yang mampu mengubah banyak kehidupan.
Zakat penghasilan bukan sekadar kewajiban administratif atau rutinitas bulanan. Ia adalah bentuk ketaatan kita kepada Allah SWT sekaligus wujud nyata kepedulian sosial terhadap sesama. Dalam setiap rezeki yang kita terima, terdapat hak orang lain yang harus kita tunaikan. Ada saudara-saudara kita yang sedang berjuang memenuhi kebutuhan hidup, ada anak-anak yatim yang menanti uluran tangan, ada para dhuafa yang berharap pada kebaikan kita. Zakatlah yang menjadi jembatan antara kecukupan dan kekurangan, antara kelebihan dan kebutuhan.
Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an bahwa zakat berfungsi untuk membersihkan dan menyucikan harta serta jiwa. Artinya, zakat bukan hanya menyucikan harta dari hak orang lain, tetapi juga membersihkan hati dari sifat kikir, cinta dunia berlebihan, dan rasa memiliki yang berlebihan. Dengan menunaikan zakat, kita belajar bahwa harta hanyalah titipan, bukan milik mutlak. Kita diajak untuk berbagi, peduli, dan merasakan kebahagiaan melalui memberi.
Tak perlu menunggu kaya untuk berzakat. Justru zakatlah yang membuat harta menjadi berkah dan berkembang. Banyak kisah nyata menunjukkan bahwa mereka yang rutin berzakat hidupnya terasa lebih tenang, rezekinya mengalir lebih lancar, dan urusannya dimudahkan oleh Allah. Bukan karena hitung-hitungan matematis, melainkan karena janji Allah yang pasti. Harta yang dizakati tidak akan berkurang, justru bertambah dalam keberkahan dan manfaat.
Zakat penghasilan juga menjadi solusi nyata bagi permasalahan sosial. Dana zakat yang terkumpul disalurkan untuk membantu fakir miskin, membiayai pendidikan anak-anak kurang mampu, mendukung program kesehatan, pemberdayaan ekonomi, hingga dakwah dan kemanusiaan. Dengan berzakat, kita ikut ambil bagian dalam membangun masyarakat yang lebih sejahtera, adil, dan berdaya.
Maka, ketika notifikasi gajian muncul di layar ponsel, semoga yang pertama terlintas di hati kita bukan hanya daftar kebutuhan dan keinginan, tetapi juga kewajiban kepada Allah dan kepedulian kepada sesama. Sisihkan 2,5% dengan ikhlas, niatkan sebagai ibadah, dan serahkan pada lembaga zakat terpercaya agar manfaatnya tepat sasaran.
Karena sejatinya, zakat bukan tentang seberapa banyak yang kita keluarkan, melainkan seberapa besar keikhlasan dan kepedulian yang kita tanamkan. Dari 2,5% itulah, lahir ribuan senyum, tumbuh jutaan harapan, dan mengalir keberkahan tanpa batas.
BERITA26/02/2026 | Humas
Kemenag: Tidak Ada Kebijakan Zakat untuk MBG (Makan Bergizi Gratis)
Beredar informasi di masyarakat mengenai adanya kebijakan penggunaan dana zakat untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menanggapi hal tersebut, Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) menegaskan bahwa tidak terdapat kebijakan resmi yang menetapkan zakat sebagai sumber pendanaan program MBG.
Kementerian Agama menegaskan bahwa pengelolaan zakat dilaksanakan berdasarkan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat. Sesuai ketentuan tersebut, zakat merupakan amanah umat yang wajib didistribusikan kepada mustahik (penerima zakat) dengan prinsip pemerataan dan keadilan.
Dengan demikian, tidak ada kaitan antara dana zakat dan program MBG, karena prioritas utama penyaluran zakat adalah untuk delapan golongan (asnaf) yang telah ditetapkan dalam Al-Qur’an.
Penegasan ini disampaikan guna meluruskan informasi yang beredar sekaligus memastikan masyarakat memperoleh pemahaman yang benar. Secara prinsip, dana zakat memiliki ketentuan syariah yang jelas terkait pengelolaan dan penyalurannya kepada golongan yang berhak, sehingga penggunaannya wajib mengikuti aturan syariat dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
“Tidak ada kebijakan zakat untuk MBG. Kami pastikan penyaluran zakat dilakukan sesuai syariat dan peraturan perundang-undangan,” tegas Thobib Al-Asyhar, Kepala Biro Humas dan Komunikasi Publik Kemenag RI.
Zakat diperuntukkan bagi delapan golongan asnaf sebagaimana tercantum dalam QS. At-Taubah ayat 60 dan diatur dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat.
BERITA24/02/2026 | Humas
BAZNAS Trenggalek Kembali Raih Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) pada Audit Keuangan Tahun 2025
BAZNAS Kabupaten Trenggalek kembali menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas Laporan Keuangan Tahun 2025. Predikat tertinggi dalam audit keuangan ini diberikan oleh Kantor Akuntan Publik (KAP) Dian Utami setelah melalui proses pemeriksaan yang komprehensif, profesional, dan independen.
Capaian ini menjadi bukti nyata komitmen BAZNAS Trenggalek dalam menjaga transparansi, akuntabilitas, dan tata kelola keuangan yang baik dalam mengelola dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) masyarakat. Predikat WTP sekaligus menunjukkan bahwa laporan keuangan BAZNAS Trenggalek telah disajikan secara wajar sesuai dengan standar akuntansi yang berlaku di Indonesia.
Ketua BAZNAS Kabupaten Trenggalek menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas kerja keras seluruh jajaran pimpinan, amil, dan mitra yang telah berkontribusi dalam menjaga integritas pengelolaan keuangan lembaga. Menurutnya, capaian WTP ini bukan sekadar prestasi administratif, melainkan amanah besar untuk terus meningkatkan kepercayaan publik.
“Opini WTP ini adalah hasil dari komitmen bersama untuk menjalankan pengelolaan zakat yang profesional, transparan, dan akuntabel. Kami berupaya memastikan setiap rupiah dana umat dikelola dengan sebaik-baiknya dan disalurkan tepat sasaran kepada para mustahik,” ungkapnya.
Audit keuangan dilakukan secara menyeluruh, meliputi pemeriksaan sistem pengelolaan keuangan, pencatatan transaksi, pelaporan, hingga mekanisme penyaluran dana. Seluruh proses tersebut dinilai telah memenuhi prinsip tata kelola yang baik (good governance), sehingga menghasilkan opini WTP tanpa pengecualian.
Keberhasilan ini semakin memperkuat posisi BAZNAS Trenggalek sebagai lembaga resmi pengelola zakat yang terpercaya. Dengan capaian ini, masyarakat diharapkan semakin yakin dan terdorong untuk menyalurkan zakat, infak, dan sedekahnya melalui BAZNAS, sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat yang membutuhkan.
Sepanjang tahun 2025, BAZNAS Trenggalek telah menyalurkan berbagai program unggulan di bidang pendidikan, kesehatan, kemanusiaan, dakwah, dan ekonomi produktif. Program-program tersebut menyasar fakir miskin, dhuafa, lansia, penyandang disabilitas, santri, hingga masyarakat terdampak bencana. Seluruh kegiatan tersebut dijalankan dengan prinsip kehati-hatian, efektivitas, dan keberlanjutan.
Dengan raihan opini WTP ini, BAZNAS Trenggalek berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan, inovasi program, serta tata kelola kelembagaan. Harapannya, kepercayaan publik yang terus tumbuh dapat memperkuat peran zakat sebagai instrumen strategis dalam mengentaskan kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
BAZNAS Trenggalek mengajak seluruh elemen masyarakat, pemerintah daerah, dunia usaha, serta para muzaki untuk bersama-sama membangun Trenggalek yang lebih sejahtera melalui pengelolaan zakat yang profesional, transparan, dan penuh amanah.
BERITA18/02/2026 | Humas
BAZNAS Trenggalek Lepaskan 14 Santri Da’i Ramadan 1447 H ke 7 Titik di Desa Joho, Kecamatan Pule
Trenggalek — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Trenggalek kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat syiar Islam dan pembinaan keagamaan masyarakat melalui program Santri Da’i Ramadan. Pada Senin, 16 Februari 2025, BAZNAS Trenggalek secara resmi melepas 14 santri Da’i Ramadan untuk melaksanakan tugas dakwah dan pengabdian masyarakat di 7 titik lokasi di Desa Joho, Kecamatan Pule, Kabupaten Trenggalek. Kegiatan pelepasan ini dihadiri oleh jajaran pimpinan BAZNAS Trenggalek dan berlangsung dengan khidmat.
Program Santri Da’i Ramadan merupakan agenda rutin BAZNAS Trenggalek setiap menjelang bulan suci Ramadan. Program ini bertujuan untuk menghadirkan pendampingan keagamaan secara langsung di tengah masyarakat, khususnya di wilayah yang membutuhkan penguatan pembelajaran Al-Qur’an dan bimbingan ibadah. Melalui program ini, BAZNAS Trenggalek berharap dapat meningkatkan kualitas keimanan, pemahaman keislaman, serta semangat belajar mengaji bagi warga, terutama anak-anak dan remaja.
Dalam sambutannya, pimpinan BAZNAS Trenggalek menyampaikan bahwa peran santri Da’i Ramadan sangat strategis dalam menghidupkan suasana religius selama bulan Ramadan. Para santri diharapkan mampu menjadi teladan yang baik, tidak hanya dalam hal ibadah, tetapi juga dalam sikap, tutur kata, serta interaksi sosial di tengah masyarakat. “Santri Da’i Ramadan adalah duta dakwah BAZNAS Trenggalek. Kami berharap para santri dapat menjalankan amanah ini dengan penuh tanggung jawab, keikhlasan, dan semangat pengabdian,” ungkapnya.
Sebanyak 14 santri yang dilepas akan bertugas di 7 titik lokasi di Desa Joho, Kecamatan Pule, dengan pembagian wilayah yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat setempat. Selama menjalankan tugas, para santri akan mengisi berbagai kegiatan keagamaan, seperti mengajar mengaji anak-anak, membimbing tadarus Al-Qur’an, mendampingi pelaksanaan ibadah harian, serta memberikan motivasi keislaman kepada warga. Seluruh rangkaian kegiatan ini akan berlangsung selama satu bulan penuh, mengikuti kalender ibadah Ramadan.
Kepala Desa Joho menyambut baik program Santri Da’i Ramadan yang diinisiasi oleh BAZNAS Trenggalek. Menurutnya, kehadiran para santri sangat membantu masyarakat, terutama dalam meningkatkan minat belajar mengaji dan memperdalam pemahaman agama. Ia berharap program ini dapat memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi generasi muda di Desa Joho.
Melalui kegiatan ini, BAZNAS Trenggalek tidak hanya menjalankan fungsi pendistribusian dan pendayagunaan zakat, infak, dan sedekah, tetapi juga berperan aktif dalam pembangunan sumber daya manusia di bidang keagamaan. Program Santri Da’i Ramadan menjadi wujud nyata sinergi antara lembaga zakat dan masyarakat dalam membangun lingkungan yang religius, harmonis, dan berakhlak mulia.
Dengan dilepasnya 14 santri Da’i Ramadan ini, diharapkan suasana Ramadan di Desa Joho semakin semarak, penuh keberkahan, serta mampu menghadirkan nilai-nilai keislaman yang lebih kuat di tengah kehidupan bermasyarakat.
BERITA16/02/2026 | Humas
PT. Maybank Indonesia Finance Bersama BAZNAS RI dan BAZNAS Trenggalek Salurkan Program Sumur Air Bersih untuk Warga Desa Pogalan
Trenggalek — Komitmen menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat kembali ditunjukkan melalui kolaborasi antara PT. Maybank Indonesia Finance, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Republik Indonesia, dan BAZNAS Kabupaten Trenggalek. Pada Kamis, 12 Februari 2026, ketiga lembaga tersebut secara resmi menyerahkan Program Bantuan Penyediaan Sumur Air Bersih kepada warga Desa Pogalan, Kabupaten Trenggalek, sebagai upaya meningkatkan akses air bersih sekaligus mendukung kualitas hidup masyarakat.
Kegiatan penyerahan bantuan ini berlangsung dengan khidmat dan penuh semangat kebersamaan. Acara tersebut dihadiri oleh Manager PT. Maybank Finance Indonesia Surabaya, staf BAZNAS RI, jajaran pimpinan BAZNAS Trenggalek, Kepala BPBD Kabupaten Trenggalek, Kepala Desa Pogalan, serta tiga pilar desa yang terdiri dari unsur pemerintah desa, TNI, dan Polri. Kehadiran para pemangku kepentingan ini menjadi simbol kuat sinergi lintas sektor dalam menjawab kebutuhan mendasar masyarakat.
Dalam sambutannya, Manager PT. Maybank Indonesia Finance Surabaya menyampaikan bahwa program penyediaan sumur air bersih ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menjalankan tanggung jawab sosial dan lingkungan (CSR). Menurutnya, air bersih adalah kebutuhan dasar yang sangat penting bagi kehidupan, kesehatan, serta aktivitas sehari-hari masyarakat. Oleh karena itu, PT. Maybank Indonesia Finance berupaya hadir langsung di tengah masyarakat melalui program-program yang berdampak nyata.
“Kami berharap bantuan sumur air bersih ini dapat meringankan beban warga, terutama dalam memenuhi kebutuhan air untuk konsumsi, sanitasi, dan keperluan rumah tangga lainnya. Semoga program ini membawa manfaat jangka panjang dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat Desa Pogalan,” ujarnya.
Sementara itu, perwakilan BAZNAS RI menegaskan bahwa program ini merupakan wujud nyata pengelolaan dana zakat, infak, dan sedekah yang amanah, transparan, serta tepat sasaran. Kolaborasi dengan PT. Maybank Finance dan BAZNAS Trenggalek diharapkan mampu memperluas jangkauan manfaat zakat, khususnya dalam sektor kemanusiaan dan lingkungan.
Ketua BAZNAS Trenggalek dalam kesempatan yang sama menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas sinergi yang terjalin. Ia menekankan bahwa ketersediaan air bersih menjadi salah satu isu penting di beberapa wilayah Trenggalek, terutama saat musim kemarau. Dengan adanya sumur air bersih ini, warga Desa Pogalan diharapkan tidak lagi mengalami kesulitan memperoleh air bersih.
“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih atas kepercayaan PT. Maybank Finance dan BAZNAS RI. Semoga kolaborasi ini menjadi inspirasi bagi lebih banyak pihak untuk turut berkontribusi dalam program-program sosial yang berkelanjutan,” ungkapnya.
Kepala BPBD Trenggalek juga menyampaikan bahwa penyediaan sumber air bersih merupakan langkah strategis dalam upaya mitigasi dampak kekeringan dan bencana kekurangan air. Ia berharap keberadaan sumur ini dapat meningkatkan ketahanan desa dalam menghadapi perubahan iklim dan kondisi cuaca ekstrem.
Acara penyerahan bantuan ditutup dengan penandatanganan berita acara, doa bersama, serta peninjauan langsung lokasi sumur air bersih. Warga Desa Pogalan menyambut program ini dengan antusias dan penuh rasa syukur. Mereka berharap sumur air bersih tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal dan dijaga bersama agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.
Melalui program ini, PT. Maybank Indonesia Finance, BAZNAS RI, dan BAZNAS Trenggalek kembali menegaskan komitmen untuk terus menghadirkan solusi atas persoalan sosial di tengah masyarakat. Sinergi dan kolaborasi diharapkan menjadi kunci dalam mewujudkan kesejahteraan yang lebih merata dan berkelanjutan, khususnya bagi masyarakat di wilayah pedesaan.
BERITA12/02/2026 | Humas
BAZNAS Trenggalek Perkuat Strategi Fundraising Ramadan dalam Capacity Building UPZ Masjid Al-Imdad
BAZNAS Kabupaten Trenggalek terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat peran Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di tingkat masjid. Salah satunya melalui kegiatan Capacity Building Pengurus UPZ Masjid Al-Imdad yang digelar pada Selasa, 11 Februari 2026. Dalam kegiatan ini, Wakil Ketua (WK) II BAZNAS Trenggalek, Kyai Bahauddin dan Kepala Pelaksana BAZNAS Trenggalek, Deni Riani hadir sebagai narasumber utama dengan memaparkan materi tentang strategi peningkatan fundraising zakat, infak, dan sedekah (ZIS) pada bulan Ramadan.
Kegiatan yang berlangsung di Masjid Al-Imdad (Dsn. Gabahan, Ds. Tawing, Kec. Munjungan) ini diikuti oleh seluruh pengurus UPZ serta sejumlah perwakilan takmir masjid dan tokoh masyarakat setempat. Acara ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas, pemahaman, dan keterampilan pengurus UPZ dalam mengelola serta mengoptimalkan potensi penghimpunan ZIS, khususnya menjelang bulan suci Ramadan yang dikenal sebagai momentum puncak kedermawanan umat Islam.
Dalam pemaparannya, WK II BAZNAS Trenggalek menekankan pentingnya strategi fundraising yang terencana, sistematis, dan inovatif. Menurutnya, Ramadan merupakan waktu yang sangat strategis untuk meningkatkan penghimpunan zakat, infak, dan sedekah karena tingginya kesadaran masyarakat untuk berbagi. Oleh karena itu, UPZ masjid diharapkan mampu menyusun program dan metode pengumpulan yang kreatif, transparan, serta akuntabel.
“Ramadan adalah bulan penuh keberkahan dan menjadi momentum emas bagi UPZ untuk meningkatkan perolehan ZIS. Dengan strategi yang tepat, pengelolaan yang profesional, serta pendekatan yang persuasif, insyaAllah potensi zakat di lingkungan sekitar masjid dapat dioptimalkan untuk kemaslahatan umat,” ujar WK II BAZNAS Trenggalek di hadapan peserta.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BAZNAS Trenggalek memaparkan berbagai teknik dan pendekatan fundraising yang dapat diterapkan oleh UPZ Masjid Al-Imdad. Di antaranya adalah optimalisasi kotak infak, penguatan layanan jemput zakat, pemanfaatan media sosial, kampanye digital, hingga kolaborasi dengan komunitas dan pelaku usaha lokal. Ia juga menekankan pentingnya membangun kepercayaan masyarakat melalui pengelolaan dana yang transparan serta pelaporan yang rutin dan terbuka.
“Kepercayaan adalah kunci utama dalam fundraising. Ketika masyarakat yakin bahwa dana yang mereka titipkan dikelola secara amanah, profesional, dan tepat sasaran, maka partisipasi akan meningkat dengan sendirinya. Oleh karena itu, UPZ harus mampu menghadirkan laporan yang jelas dan program yang nyata dirasakan manfaatnya,” jelas Kepala Pelaksana BAZNAS Trenggalek.
Kegiatan capacity building ini juga diisi dengan sesi diskusi dan tanya jawab interaktif. Para pengurus UPZ Masjid Al-Imdad tampak antusias menyampaikan berbagai tantangan yang dihadapi dalam proses penghimpunan ZIS, mulai dari keterbatasan sumber daya manusia, minimnya pemahaman masyarakat tentang kewajiban zakat, hingga strategi komunikasi yang efektif. Seluruh pertanyaan dan masukan tersebut dijawab secara komprehensif oleh para narasumber.
Ketua Takmir Masjid Al-Imdad menyampaikan apresiasi atas kehadiran dan kontribusi BAZNAS Trenggalek dalam kegiatan ini. Ia berharap, melalui pembekalan yang diberikan, pengurus UPZ dapat semakin profesional dan mampu meningkatkan peran masjid sebagai pusat pemberdayaan umat.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada BAZNAS Trenggalek atas pendampingan dan pembinaan yang diberikan. Semoga ilmu yang kami peroleh hari ini dapat kami terapkan dengan baik, sehingga pengelolaan zakat di Masjid Al-Imdad semakin optimal dan membawa manfaat yang luas bagi masyarakat,” tuturnya.
Melalui kegiatan ini, BAZNAS Trenggalek menegaskan komitmennya untuk terus bersinergi dengan UPZ di seluruh wilayah Kabupaten Trenggalek. Dengan penguatan kapasitas SDM dan strategi fundraising yang tepat, diharapkan penghimpunan zakat, infak, dan sedekah selama Ramadan 2026 dapat meningkat signifikan dan mampu mendukung berbagai program sosial, pendidikan, kesehatan, serta pemberdayaan ekonomi umat.
BERITA11/02/2026 | Humas
BAZNAS Trenggalek Salurkan Bantuan Kursi Roda untuk Bapak Wugu, Warga Kecamatan Kampak
Trenggalek — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Trenggalek kembali menunjukkan komitmennya dalam membantu masyarakat yang membutuhkan. Kali ini, BAZNAS Trenggalek menyalurkan bantuan berupa kursi roda kepada Bapak Wugu pada Kamis (05/02), salah satu warga Kecamatan Kampak, yang mengalami keterbatasan fisik sehingga membutuhkan alat bantu mobilitas.
Penyaluran bantuan ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian sosial BAZNAS terhadap masyarakat dhuafa dan penyandang disabilitas, sekaligus menjadi bagian dari program Trenggalek Peduli. Bantuan kursi roda tersebut diharapkan dapat membantu aktivitas harian Bapak Wugu agar lebih mandiri dan nyaman.
Ketua BAZNAS Kabupaten Trenggalek menyampaikan bahwa bantuan ini merupakan amanah dari para muzaki yang telah menyalurkan zakat, infak, dan sedekahnya melalui BAZNAS. “Kami berupaya memastikan bahwa dana zakat yang terkumpul dapat tersalurkan secara tepat sasaran. Bapak Wugu merupakan salah satu warga yang sangat membutuhkan bantuan kursi roda untuk menunjang mobilitas sehari-hari,” ujarnya.
Selama ini, Bapak Wugu mengalami kesulitan dalam beraktivitas karena keterbatasan fisik yang dialaminya. Untuk berjalan dan berpindah tempat, ia harus dibantu oleh anggota keluarga. Dengan adanya kursi roda ini, diharapkan beban fisik yang selama ini dirasakan dapat berkurang, serta meningkatkan kualitas hidupnya.
Proses penyerahan bantuan dilakukan secara langsung di kediaman Bapak Wugu dengan didampingi oleh perwakilan BAZNAS Trenggalek, perangkat desa setempat, serta tokoh masyarakat. Suasana haru dan bahagia tampak jelas saat kursi roda diserahkan. Bapak Wugu dan keluarga menyampaikan rasa syukur serta terima kasih yang mendalam atas perhatian dan bantuan yang diberikan.
“Alhamdulillah, terima kasih kepada BAZNAS Trenggalek dan para donatur. Bantuan ini sangat berarti bagi kami. Semoga Allah membalas semua kebaikan dengan pahala yang berlipat,” ungkap Bapak Wugu dengan penuh haru.
BAZNAS Trenggalek terus berkomitmen untuk menghadirkan program-program kemanusiaan yang berdampak nyata bagi masyarakat. Tidak hanya dalam bentuk bantuan kesehatan, tetapi juga di bidang pendidikan, ekonomi, sosial, dan dakwah. Melalui berbagai program tersebut, BAZNAS berharap dapat berkontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat Trenggalek secara berkelanjutan.
Selain penyaluran bantuan, BAZNAS juga terus mengajak masyarakat untuk menunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui lembaga resmi agar penyalurannya lebih terarah, transparan, dan tepat sasaran. Dukungan dari para muzaki menjadi kunci keberhasilan program-program kemanusiaan yang dijalankan.
Dengan adanya bantuan kursi roda ini, BAZNAS Trenggalek berharap Bapak Wugu dapat menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih mudah dan nyaman. Lebih dari itu, bantuan ini diharapkan mampu memberikan semangat baru serta meningkatkan kualitas hidup penerima manfaat.
BAZNAS Trenggalek akan terus berupaya hadir di tengah masyarakat, menjadi jembatan kebaikan antara para dermawan dan mereka yang membutuhkan, demi terwujudnya Trenggalek yang lebih peduli, sejahtera, dan berkeadilan.
BERITA09/02/2026 | Humas
Sambut Ramadan dengan Kesempurnaan Ibadah: Panduan Fidyah bagi Umat Muslim
Ramadan merupakan bulan yang penuh dengan keberkahan, ampunan, dan kesempatan untuk meningkatkan kualitas ibadah. Setiap Muslim dianjurkan untuk menyambut Ramadan dengan persiapan yang matang, baik secara spiritual maupun administratif ibadah. Salah satu hal penting yang sering terlupakan adalah penyelesaian kewajiban fidyah bagi mereka yang memiliki uzur syar’i. Memahami fidyah dengan benar menjadi langkah penting agar ibadah Ramadan dapat dijalankan dengan tenang dan sempurna.
Fidyah adalah bentuk tebusan yang wajib ditunaikan oleh seorang Muslim yang tidak mampu menjalankan ibadah puasa Ramadan dan tidak memungkinkan untuk menggantinya di hari lain. Ketentuan ini dijelaskan dalam Al-Qur’an surah Al-Baqarah ayat 184, di mana Allah SWT memberikan keringanan bagi hamba-Nya yang mengalami kesulitan, dengan kewajiban memberi makan orang miskin sebagai gantinya. Islam sebagai agama rahmatan lil ‘alamin senantiasa menghadirkan kemudahan tanpa menghilangkan nilai tanggung jawab ibadah.
Golongan yang wajib membayar fidyah antara lain orang tua renta yang secara fisik tidak lagi sanggup berpuasa, orang yang menderita sakit menahun yang tidak ada harapan sembuh, serta perempuan hamil atau menyusui yang khawatir akan kesehatan diri atau anaknya dan tidak mampu mengqadha puasa di kemudian hari. Dalam kondisi ini, fidyah menjadi solusi syar’i yang adil dan penuh hikmah.
Besaran fidyah umumnya setara dengan satu porsi makan pokok untuk satu hari puasa yang ditinggalkan, atau dapat pula diganti dengan nilai uang sesuai ketentuan lembaga amil zakat setempat. Fidyah dapat dibayarkan dalam bentuk makanan siap saji maupun bahan pokok, dan disalurkan kepada fakir miskin yang berhak menerimanya. Penyaluran fidyah melalui lembaga resmi seperti BAZNAS juga dianjurkan agar tepat sasaran dan memberikan manfaat yang lebih luas.
Lebih dari sekadar kewajiban, fidyah mengandung nilai sosial yang sangat tinggi. Dengan menunaikan fidyah, seorang Muslim turut meringankan beban saudara-saudaranya yang kurang mampu. Ibadah ini mengajarkan empati, kepedulian, dan solidaritas sosial, terutama menjelang Ramadan ketika kebutuhan masyarakat meningkat. Inilah keindahan Islam yang menggabungkan ibadah personal dengan kemaslahatan umat.
Menyambut Ramadan dengan menyelesaikan fidyah berarti membersihkan diri dari tanggungan ibadah yang tertunda. Hati menjadi lebih lapang, fokus ibadah meningkat, dan semangat menjalani puasa pun semakin kuat. Islam menganjurkan agar setiap kewajiban diselesaikan tepat waktu, sehingga Ramadan dapat dijalani sebagai bulan ibadah yang penuh kekhusyukan dan ketulusan.
Dengan memahami dan menunaikan fidyah sesuai tuntunan syariat, umat Muslim diharapkan dapat menyambut Ramadan dengan kesiapan lahir dan batin. Semoga setiap langkah ibadah yang kita lakukan diterima oleh Allah SWT, dilipatgandakan pahalanya, dan menjadi jalan menuju ketakwaan yang lebih sempurna.
Tunaikan FIDYAH melalui BAZNAS Trenggalek, transfer ke rekening :
Bank Jatim 0222111111
BSI 7999957581
BRI 017701016625532
a.n BAZNAS Trenggalek
BERITA03/02/2026 | Humas
BAZNAS RI Bekerja Sama dengan PT Maybank Finance Salurkan Bantuan Fasilitas Air Bersih, Salah Satunya di Desa Pogalan Trenggalek
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Republik Indonesia bekerja sama dengan PT Maybank Finance Indonesia menyalurkan bantuan fasilitas air bersih kepada masyarakat melalui BAZNAS Kabupaten/Kota di berbagai daerah. Salah satu lokasi penerima manfaat program ini berada di Desa Pogalan, Kecamatan Pogalan, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur.
Program bantuan fasilitas air bersih ini merupakan bagian dari komitmen BAZNAS RI dan PT Maybank Finance dalam mendukung peningkatan kualitas hidup masyarakat, khususnya di wilayah yang masih mengalami keterbatasan akses air bersih. Melalui sinergi antara lembaga zakat nasional, mitra korporasi, dan BAZNAS daerah, bantuan ini diharapkan mampu menjawab kebutuhan dasar masyarakat secara berkelanjutan.
Di Desa Pogalan, fasilitas air bersih yang diberikan diharapkan dapat membantu warga dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari, seperti keperluan rumah tangga, sanitasi, dan kesehatan. Sebelumnya, sebagian warga di wilayah tersebut mengalami kesulitan memperoleh air bersih, terutama pada musim kemarau, sehingga berdampak pada aktivitas dan kualitas hidup masyarakat.
Perwakilan BAZNAS Kabupaten Trenggalek menyampaikan bahwa bantuan ini merupakan bentuk nyata kepedulian terhadap kebutuhan dasar masyarakat. Akses air bersih tidak hanya berkaitan dengan kenyamanan, tetapi juga menjadi faktor penting dalam menjaga kesehatan dan mencegah berbagai penyakit.
“Air bersih adalah kebutuhan utama. Melalui program ini, kami berharap masyarakat Desa Pogalan dapat merasakan manfaat jangka panjang, baik dari sisi kesehatan maupun kesejahteraan,” ujar perwakilan BAZNAS Kabupaten Trenggalek.
Kerja sama antara BAZNAS RI dan PT Maybank Finance ini juga menunjukkan peran strategis kolaborasi antara lembaga zakat dan dunia usaha dalam menghadirkan solusi atas persoalan sosial di masyarakat. Dana yang disalurkan melalui program ini merupakan hasil pengelolaan dana sosial yang dihimpun secara amanah dan disalurkan secara tepat sasaran.
PT Maybank Finance sebagai mitra program menyampaikan dukungannya terhadap inisiatif penyediaan fasilitas air bersih ini. Melalui kolaborasi dengan BAZNAS, perusahaan berharap dapat berkontribusi lebih luas dalam mendukung pembangunan sosial dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di berbagai daerah.
Pelaksanaan program ini dilakukan dengan melalui tahapan survei dan asesmen kebutuhan oleh BAZNAS Kabupaten/Kota, sehingga bantuan yang diberikan benar-benar sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat setempat. Dengan pendekatan tersebut, fasilitas air bersih yang dibangun diharapkan dapat dimanfaatkan secara optimal dan berkelanjutan oleh warga.
Masyarakat Desa Pogalan menyambut baik adanya bantuan fasilitas air bersih ini. Warga berharap keberadaan sarana tersebut dapat meringankan beban mereka dalam memenuhi kebutuhan air sehari-hari dan menjadi solusi jangka panjang atas permasalahan yang selama ini dihadapi.
BAZNAS RI menegaskan bahwa program bantuan air bersih akan terus dikembangkan di berbagai wilayah lain sebagai bagian dari program kemanusiaan dan pemberdayaan masyarakat. Melalui pengelolaan zakat, infak, dan sedekah yang profesional, BAZNAS berkomitmen untuk menghadirkan manfaat yang nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat yang membutuhkan.
Dengan adanya sinergi antara BAZNAS RI, PT Maybank Finance, dan BAZNAS Kabupaten/Kota, diharapkan semakin banyak masyarakat yang dapat merasakan manfaat program sosial, khususnya dalam pemenuhan kebutuhan dasar seperti akses air bersih, demi mewujudkan kehidupan yang lebih sehat dan sejahtera.
BERITA02/02/2026 | Humas
BAZNAS Trenggalek Serahkan Bantuan untuk Keluarga Pak Maryani Korban Rumah Roboh Akibat Gempa
BAZNAS Kabupaten Trenggalek menunjukkan kepeduliannya terhadap warga terdampak bencana dengan menyalurkan bantuan kepada keluarga Bapak Maryani, korban rumah roboh akibat guncangan gempa bumi yang terjadi pada Selasa, 27 Januari 2026. Bantuan tersebut diserahkan secara langsung pada Jumat, 30 Januari 2026, sebagai bentuk respons cepat BAZNAS Trenggalek terhadap musibah yang menimpa masyarakat.
Peristiwa gempa yang mengguncang wilayah Trenggalek beberapa hari sebelumnya mengakibatkan satu unit rumah milik Bapak Maryani mengalami kerusakan parah hingga roboh. Kondisi tersebut membuat keluarga korban harus mengungsi sementara dan kehilangan tempat tinggal yang layak. Menyikapi kejadian ini, BAZNAS Trenggalek segera melakukan asesmen lapangan untuk memastikan kondisi korban serta kebutuhan mendesak yang diperlukan.
Ketua BAZNAS Kabupaten Trenggalek menyampaikan bahwa bantuan yang diberikan merupakan bagian dari program kemanusiaan BAZNAS dalam membantu mustahik yang terdampak bencana alam. Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban keluarga Bapak Maryani, khususnya dalam memenuhi kebutuhan dasar serta mendukung proses pemulihan pasca bencana.
“BAZNAS Trenggalek hadir untuk memastikan bahwa saudara-saudara kita yang tertimpa musibah tidak merasa sendiri. Bantuan ini merupakan amanah dari para muzakki yang kami salurkan kepada masyarakat yang membutuhkan, khususnya korban bencana,” ujar perwakilan BAZNAS Trenggalek saat penyerahan bantuan.
Penyerahan bantuan dilakukan secara langsung di lokasi rumah korban dengan tetap memperhatikan kondisi lingkungan sekitar. Selain sebagai bentuk penyaluran bantuan, kegiatan ini juga menjadi sarana silaturahmi dan dukungan moral bagi keluarga korban agar tetap tabah dan kuat menghadapi cobaan.
Bapak Maryani menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi yang mendalam kepada BAZNAS Trenggalek atas bantuan dan perhatian yang diberikan. Menurutnya, bantuan tersebut sangat berarti bagi keluarganya yang saat ini sedang berupaya bangkit setelah kehilangan tempat tinggal akibat bencana.
BAZNAS Trenggalek menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat, terutama dalam situasi darurat dan bencana. Melalui pengelolaan zakat, infak, dan sedekah secara profesional dan amanah, BAZNAS berupaya memastikan bantuan tepat sasaran dan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan umat.
Kegiatan penyerahan bantuan ini juga menjadi pengingat pentingnya solidaritas dan kepedulian sosial antar sesama, khususnya dalam menghadapi bencana alam yang dapat terjadi kapan saja. BAZNAS Trenggalek mengajak masyarakat untuk terus mendukung program-program kemanusiaan melalui penyaluran zakat, infak, dan sedekah agar semakin banyak warga yang terbantu.
Dengan adanya bantuan ini, diharapkan keluarga Bapak Maryani dapat segera bangkit dan menjalani kehidupan dengan lebih baik, serta proses pemulihan pasca bencana dapat berjalan secara bertahap dan berkelanjutan.
BERITA30/01/2026 | Humas
BAZNAS Terus Salurkan Bantuan bagi Korban Bencana di Sumatera Hingga Hari Ini
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) terus menunjukkan komitmennya dalam membantu masyarakat terdampak bencana alam di wilayah Sumatera. Hingga hari ini, penyaluran bantuan kemanusiaan masih dilakukan secara berkelanjutan sebagai bentuk kepedulian terhadap korban bencana yang membutuhkan dukungan, baik secara material maupun psikososial.
Berbagai bencana alam yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera, seperti banjir, longsor, dan bencana ekologis lainnya, telah berdampak signifikan terhadap kehidupan masyarakat. Menyikapi kondisi tersebut, BAZNAS bergerak cepat dengan mengerahkan bantuan melalui sinergi antara BAZNAS RI, BAZNAS provinsi, serta BAZNAS kabupaten/kota di seluruh Indonesia.
Bantuan yang disalurkan meliputi kebutuhan pokok seperti paket sembako, air bersih, makanan siap saji, perlengkapan ibadah, selimut, hingga bantuan layanan kesehatan dan dukungan logistik di lokasi terdampak. Selain itu, BAZNAS juga menyiapkan program pemulihan pascabencana untuk membantu masyarakat bangkit dan kembali menjalani kehidupan secara mandiri.
Ketua BAZNAS menyampaikan bahwa penyaluran bantuan ini merupakan amanah dari para muzaki yang telah mempercayakan zakat, infak, dan sedekahnya melalui BAZNAS. “BAZNAS hadir tidak hanya pada masa tanggap darurat, tetapi juga memastikan bantuan terus berlanjut hingga proses pemulihan masyarakat terdampak berjalan optimal,” ujarnya.
BAZNAS juga menggandeng relawan dan mitra kemanusiaan untuk memastikan bantuan tepat sasaran dan menjangkau daerah-daerah yang sulit diakses. Proses distribusi dilakukan dengan mengedepankan prinsip transparansi, akuntabilitas, dan kebermanfaatan sesuai dengan ketentuan syariat Islam.
Di tengah berbagai keterbatasan yang dialami korban bencana, kehadiran BAZNAS diharapkan mampu memberikan harapan dan semangat baru. Bantuan yang disalurkan bukan sekadar bentuk kepedulian, tetapi juga wujud nyata solidaritas umat dalam menghadapi musibah bersama.
BAZNAS mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk terus berpartisipasi dalam aksi kemanusiaan melalui penyaluran zakat, infak, dan sedekah. Dengan sinergi dan kebersamaan, bantuan yang dihimpun dapat memberikan dampak yang lebih luas dan berkelanjutan bagi saudara-saudara kita yang terdampak bencana di Sumatera.
Hingga hari ini, BAZNAS memastikan proses pendampingan dan penyaluran bantuan masih terus berjalan, seiring dengan komitmen untuk selalu hadir di tengah masyarakat yang membutuhkan.
BERITA28/01/2026 | Humas
BAZNAS Jawa Timur bersama BAZNAS Kabupaten dan Kota Lepas Bantuan Kemanusiaan untuk Korban Bencana Ekologi Aceh dan Sumatera
BAZNAS Provinsi Jawa Timur menggelar Pelepasan Bantuan Kemanusiaan bagi Korban Bencana Ekologi di Aceh dan Sumatera, pada Senin, 26 Januari 2026, bertempat di Kantor BAZNAS Provinsi Jawa Timur. Kegiatan ini melibatkan perwakilan BAZNAS kabupaten dan kota se-Jawa Timur sebagai bentuk solidaritas dan kepedulian lintas daerah. Acara yang dihadiri Pimpinan BAZNAS RI, Kolonel CAJ (Purn) Drs. Nur Hamdani, serta jajaran pimpinan BAZNAS Provinsi Jawa Timur dibuka dengan santunan Yatim Piatu. Kehadiran pimpinan pusat dan daerah ini menegaskan komitmen BAZNAS dalam merespons bencana ekologi yang berdampak luas pada kehidupan sosial, ekonomi, dan lingkungan masyarakat. Dalam sambutannya, Kolonel Nur Hamdani menyampaikan bahwa bencana ekologi merupakan persoalan kemanusiaan yang memerlukan penanganan cepat dan kolaboratif. “Bantuan ini merupakan amanah dari para muzaki yang harus disalurkan secara tepat sasaran dan bertanggung jawab. BAZNAS berkomitmen memastikan zakat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat terdampak bencana,” ujarnya. Bantuan kemanusiaan yang dilepas mencakup kebutuhan dasar masyarakat terdampak, termasuk logistik pangan dan kebutuhan lainnya. Seluruh bantuan akan disalurkan secara terkoordinasi dengan pihak terkait di daerah Aceh dan Sumatera. Melalui kegiatan ini, BAZNAS Jawa Timur berharap dapat meringankan beban masyarakat terdampak sekaligus memperkuat semangat kebersamaan dan kepedulian antarwilayah. BAZNAS juga menegaskan komitmennya untuk terus berperan aktif dalam penanganan bencana dan pemulihan lingkungan secara berkelanjutan. #ZakatMenguatkanIndonesia #BAZNAS #BAZNASJawaTimur #BAZNASTrenggalek #reels
BERITA26/01/2026 | Humas

Info Rekening Zakat
Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Trenggalek.
Lihat Daftar Rekening →