Berita Terbaru
BAZNAS Trenggalek Tasyarufkan Delapan Sepeda untuk Delapan Siswa Berprestasi dan Kurang Mampu, Wujudkan Semangat Meraih Pendidikan
Komitmen Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Trenggalek dalam mendukung dunia pendidikan terus diwujudkan melalui berbagai program yang menyentuh langsung kebutuhan para pelajar. Kali ini, BAZNAS Trenggalek menyalurkan bantuan berupa delapan unit sepeda kepada delapan siswa dari tiga sekolah dasar di Kabupaten Trenggalek sebagai bentuk kepedulian terhadap akses pendidikan dan semangat belajar anak-anak.
Bantuan tersebut diserahkan secara langsung oleh Ketua BAZNAS Kabupaten Trenggalek, H. Mahsun Ismail, didampingi Wakil Ketua II BAZNAS Trenggalek, Kyai Bahauddin, kepada para penerima manfaat di masing-masing sekolah. Adapun rincian penerima bantuan meliputi dua siswa di SDN 1 Buluagung, tiga siswa di SDN 2 Sumberingin, dan tiga siswa di SDN 2 Sukowetan.
Program ini merupakan salah satu bentuk pendayagunaan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang dihimpun BAZNAS Trenggalek dari para muzaki untuk membantu meringankan beban keluarga kurang mampu sekaligus memberikan motivasi kepada para siswa agar terus bersemangat dalam menempuh pendidikan.
Dalam sambutannya, Ketua BAZNAS Trenggalek, H. Mahsun Ismail, menyampaikan bahwa pendidikan merupakan investasi terbaik bagi masa depan bangsa. Oleh karena itu, setiap anak harus memiliki kesempatan yang sama untuk memperoleh pendidikan yang layak tanpa terkendala keterbatasan ekonomi maupun sarana penunjang.
"Sepeda ini mungkin terlihat sederhana, tetapi kami berharap manfaatnya sangat besar bagi anak-anak. Dengan adanya sepeda ini, mereka bisa berangkat ke sekolah dengan lebih mudah, lebih aman, dan lebih semangat. Kami ingin memastikan bahwa tidak ada anak yang kehilangan semangat belajar hanya karena keterbatasan fasilitas," ujar H. Mahsun Ismail.
Ia juga mengajak masyarakat untuk terus mempercayakan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS agar semakin banyak program sosial yang dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, khususnya di bidang pendidikan.
"Semua bantuan yang kami salurkan berasal dari amanah para muzaki. Semoga menjadi amal jariyah yang terus mengalir pahalanya dan membawa keberkahan bagi semua pihak," tambahnya.
Sementara itu, Wakil Ketua II BAZNAS Trenggalek, Kyai Bahauddin, menegaskan bahwa bantuan ini bukan hanya sekadar pemberian sarana transportasi, tetapi juga menjadi simbol harapan agar para siswa terus memiliki cita-cita tinggi dan tidak mudah menyerah dalam mengejar masa depan.
"Anak-anak adalah generasi penerus bangsa. Kami berharap sepeda ini menjadi penyemangat untuk terus rajin belajar, disiplin, dan berbakti kepada orang tua serta guru. Jangan pernah berhenti bermimpi hanya karena keadaan," pesannya kepada para siswa penerima bantuan.
Penyaluran bantuan di ketiga sekolah berlangsung dengan penuh kehangatan. Para kepala sekolah, guru, orang tua, dan siswa menyambut baik program tersebut. Mereka mengaku bersyukur atas perhatian yang diberikan BAZNAS Trenggalek kepada peserta didik yang membutuhkan.
Pihak sekolah menyampaikan bahwa sebagian besar penerima bantuan merupakan siswa yang memiliki semangat belajar tinggi, namun berasal dari keluarga dengan keterbatasan ekonomi. Beberapa di antaranya harus berjalan kaki atau menempuh perjalanan cukup jauh untuk menuju sekolah setiap harinya. Dengan adanya bantuan sepeda ini, diharapkan perjalanan menuju sekolah menjadi lebih ringan, efisien, dan aman.
Selain membantu akses menuju sekolah, bantuan tersebut juga diharapkan dapat meningkatkan motivasi belajar para siswa. Ketika kebutuhan dasar penunjang pendidikan dapat terpenuhi, anak-anak akan lebih fokus dalam mengikuti proses pembelajaran dan mengembangkan potensi yang dimiliki.
Program bantuan sepeda ini menjadi salah satu bukti nyata bahwa zakat tidak hanya berfungsi sebagai instrumen bantuan konsumtif, tetapi juga mampu menjadi sarana pemberdayaan yang memberikan dampak jangka panjang. Pendidikan merupakan salah satu sektor prioritas BAZNAS karena diyakini mampu menjadi jalan keluar dari lingkaran kemiskinan.
Selama ini, BAZNAS Trenggalek terus menghadirkan berbagai program pendidikan, mulai dari bantuan perlengkapan sekolah, beasiswa, bantuan biaya pendidikan, hingga dukungan sarana belajar bagi siswa yang membutuhkan. Seluruh program tersebut merupakan bagian dari komitmen BAZNAS dalam menciptakan generasi yang cerdas, mandiri, dan berakhlak mulia.
Melalui penyaluran delapan unit sepeda kepada delapan siswa di SDN 1 Buluagung, SDN 2 Sumberingin, dan SDN 2 Sukowetan, BAZNAS Trenggalek berharap semakin banyak anak-anak yang dapat mengenyam pendidikan dengan lebih baik tanpa harus terkendala oleh keterbatasan sarana transportasi.
Kegiatan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa setiap zakat, infak, dan sedekah yang ditunaikan masyarakat memiliki peran besar dalam membuka jalan kebaikan bagi sesama. Dengan semangat gotong royong dan kepedulian sosial, BAZNAS Trenggalek akan terus berupaya menghadirkan program-program yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta menjadi jembatan hadirnya harapan bagi mereka yang membutuhkan.
BERITA20/07/2026 | Humas
BAZNAS Jawa Timur Lakukan Monitoring dan Evaluasi di BAZNAS Trenggalek, Perkuat Tata Kelola dan Optimalkan Dampak Program untuk Masyarakat
Komitmen dalam mewujudkan pengelolaan zakat yang profesional, akuntabel, dan berdampak terus diperkuat oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS). Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) yang dilaksanakan oleh BAZNAS Provinsi Jawa Timur kepada BAZNAS Kabupaten Trenggalek. Kegiatan ini menjadi bagian dari pembinaan rutin guna memastikan seluruh program yang dijalankan, baik program yang bersumber dari BAZNAS Jawa Timur maupun program unggulan BAZNAS Kabupaten Trenggalek, berjalan sesuai ketentuan, tepat sasaran, serta memberikan manfaat yang optimal bagi masyarakat.
Monitoring dan evaluasi ini dihadiri oleh tim dari BAZNAS Provinsi Jawa Timur bersama jajaran pimpinan, amil, dan staf BAZNAS Kabupaten Trenggalek. Dalam suasana yang penuh semangat kolaborasi, kedua belah pihak berdiskusi mengenai capaian program, tantangan yang dihadapi di lapangan, hingga strategi penguatan kelembagaan dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan kepada para mustahik dan muzaki.
Kegiatan diawali dengan pemaparan berbagai program yang telah dilaksanakan oleh BAZNAS Kabupaten Trenggalek. Mulai dari program pendidikan, kesehatan, kemanusiaan, ekonomi produktif, dakwah dan advokasi, hingga program tanggap bencana yang selama ini menjadi bagian penting dalam pelayanan kepada masyarakat. Selain itu, turut dipaparkan pula berbagai inovasi penghimpunan zakat, infak, dan sedekah yang dilakukan untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan dana ZIS.
Tim Monitoring dan Evaluasi dari BAZNAS Jawa Timur kemudian melakukan peninjauan terhadap aspek administrasi, tata kelola kelembagaan, pelaporan keuangan, dokumentasi kegiatan, mekanisme pendistribusian dan pendayagunaan dana zakat, serta implementasi berbagai program bantuan yang berasal dari BAZNAS Provinsi Jawa Timur. Seluruh proses dilakukan secara komprehensif dengan tujuan memberikan masukan yang konstruktif bagi peningkatan kualitas pelayanan BAZNAS Trenggalek.
Tidak hanya melakukan evaluasi administrasi, tim BAZNAS Jawa Timur juga memberikan berbagai arahan strategis terkait penguatan tata kelola organisasi, peningkatan kualitas pelaporan, optimalisasi penghimpunan dana ZIS, serta pengembangan program pemberdayaan masyarakat yang lebih berkelanjutan. Hal tersebut diharapkan mampu memperkuat peran BAZNAS sebagai lembaga yang dipercaya masyarakat dalam mengelola dana zakat secara amanah dan profesional.
Ketua BAZNAS Kabupaten Trenggalek menyampaikan apresiasi atas kunjungan dan pendampingan yang dilakukan oleh BAZNAS Jawa Timur. Menurutnya, kegiatan monitoring dan evaluasi bukan sekadar proses penilaian, melainkan menjadi momentum pembelajaran untuk terus melakukan perbaikan dan inovasi dalam menjalankan amanah pengelolaan zakat.
"Monitoring dan evaluasi ini menjadi sarana yang sangat penting bagi kami untuk melihat sejauh mana program-program yang telah dijalankan dapat memberikan manfaat kepada masyarakat. Berbagai masukan dari BAZNAS Jawa Timur menjadi bekal bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan, memperkuat tata kelola, dan menghadirkan program-program yang semakin berdampak," ujarnya.
Sementara itu, tim BAZNAS Jawa Timur menegaskan bahwa monitoring dan evaluasi merupakan bagian dari komitmen bersama dalam menjaga kualitas pengelolaan zakat di seluruh kabupaten dan kota di Jawa Timur. Dengan adanya pembinaan yang berkesinambungan, diharapkan seluruh BAZNAS daerah mampu terus berkembang, meningkatkan profesionalisme, serta menghadirkan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Selain membahas pelaksanaan program yang telah berjalan, forum monitoring juga dimanfaatkan untuk berdiskusi mengenai peluang pengembangan program ke depan. Berbagai ide dan strategi disampaikan, mulai dari penguatan pemberdayaan ekonomi mustahik, digitalisasi penghimpunan zakat, peningkatan sinergi dengan pemerintah daerah, dunia usaha, lembaga pendidikan, hingga perluasan kolaborasi dengan berbagai mitra strategis.
Melalui evaluasi yang dilakukan secara berkala, setiap program dapat diukur efektivitasnya sehingga mampu menghasilkan perbaikan yang berkelanjutan. Pendekatan ini menjadi salah satu langkah penting agar dana zakat, infak, dan sedekah yang dititipkan masyarakat benar-benar memberikan manfaat yang luas serta mampu meningkatkan kesejahteraan para mustahik.
Kegiatan monitoring dan evaluasi ini juga mencerminkan kuatnya sinergi antara BAZNAS Provinsi Jawa Timur dan BAZNAS Kabupaten Trenggalek dalam membangun ekosistem pengelolaan zakat yang modern, transparan, dan akuntabel. Sinergi tersebut menjadi modal penting dalam memperkuat kepercayaan masyarakat sekaligus memperluas dampak program-program sosial yang dilaksanakan.
Dengan adanya monitoring dan evaluasi ini, diharapkan BAZNAS Kabupaten Trenggalek semakin siap menghadapi tantangan pengelolaan zakat di masa mendatang. Berbekal semangat profesionalisme, inovasi, dan kolaborasi, BAZNAS Trenggalek berkomitmen untuk terus menghadirkan pelayanan terbaik, memperkuat pemberdayaan umat, serta memastikan setiap dana zakat, infak, dan sedekah yang dihimpun dapat dikelola secara amanah, transparan, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kabupaten Trenggalek.
BERITA18/07/2026 | Humas
BAZNAS Trenggalek Wujudkan Hunian Layak bagi Warga, Serahkan Bantuan Bedah Rumah kepada Bapak Sardi di Kecamatan Bendungan
Komitmen BAZNAS Kabupaten Trenggalek dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat terus diwujudkan melalui berbagai program kemanusiaan. Salah satunya melalui program bedah rumah bagi warga kurang mampu. Kali ini, bantuan disalurkan kepada Bapak Sardi, warga Dusun Srabah RT 03 RW 02, Desa Srabah, Kecamatan Bendungan, Kabupaten Trenggalek.
Penyerahan bantuan dilakukan secara langsung oleh Ketua BAZNAS Kabupaten Trenggalek, H. Mahsun Ismail, didampingi Wakil Ketua II BAZNAS Kabupaten Trenggalek, KH. Bahaudin, sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan hunian yang aman, sehat, dan layak huni.
Program bedah rumah ini merupakan salah satu implementasi nyata pendayagunaan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang diamanahkan oleh para muzaki melalui BAZNAS. Selain membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, program ini juga menjadi upaya menghadirkan kehidupan yang lebih layak bagi keluarga penerima manfaat.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua BAZNAS Kabupaten Trenggalek, H. Mahsun Ismail, menyampaikan bahwa rumah merupakan kebutuhan mendasar yang memiliki peran penting dalam menunjang kualitas hidup sebuah keluarga. Oleh karena itu, BAZNAS terus berupaya menghadirkan berbagai program yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat, khususnya mereka yang tergolong mustahik.
"Melalui program bedah rumah ini, kami berharap Bapak Sardi beserta keluarga dapat tinggal di rumah yang lebih aman, nyaman, dan sehat. Semoga bantuan ini menjadi penyemangat untuk menjalani kehidupan yang lebih baik. Ini adalah amanah dari para muzaki yang telah mempercayakan zakat, infak, dan sedekahnya kepada BAZNAS," ungkapnya.
Sementara itu, Wakil Ketua II BAZNAS Kabupaten Trenggalek, KH. Bahaudin, menegaskan bahwa zakat tidak hanya memiliki dimensi ibadah, tetapi juga menjadi instrumen pemberdayaan sosial yang mampu menghadirkan perubahan nyata di tengah masyarakat.
Menurutnya, program bedah rumah menjadi salah satu bentuk nyata bagaimana zakat dapat memberikan dampak jangka panjang bagi penerima manfaat. Dengan memiliki tempat tinggal yang layak, keluarga penerima dapat menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih nyaman dan memiliki semangat baru untuk meningkatkan taraf hidupnya.
"Bantuan ini bukan sekadar memperbaiki bangunan rumah, tetapi juga menghadirkan harapan baru bagi keluarga penerima. Kami berharap masyarakat yang memiliki kemampuan untuk berzakat terus mempercayakan zakatnya melalui BAZNAS agar semakin banyak saudara-saudara kita yang dapat merasakan manfaatnya," tuturnya.
Bapak Sardi beserta keluarga menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas perhatian yang diberikan oleh BAZNAS Kabupaten Trenggalek. Bantuan tersebut menjadi harapan besar bagi keluarganya untuk memiliki tempat tinggal yang lebih layak setelah sekian lama menghadapi keterbatasan kondisi rumah.
Program bedah rumah sendiri menjadi salah satu program unggulan BAZNAS Kabupaten Trenggalek dalam bidang kemanusiaan. Program ini menyasar masyarakat kurang mampu yang rumahnya mengalami kerusakan berat maupun tidak memenuhi standar kelayakan huni. Sebelum bantuan diberikan, BAZNAS terlebih dahulu melakukan proses survei dan verifikasi guna memastikan bantuan tepat sasaran sesuai dengan kondisi di lapangan.
Keberhasilan program ini juga tidak terlepas dari dukungan para muzaki yang secara rutin menunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS Kabupaten Trenggalek. Dana yang dihimpun kemudian dikelola secara amanah, profesional, dan transparan sehingga dapat memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat yang membutuhkan.
Melalui berbagai program sosial seperti bedah rumah, bantuan biaya hidup, bantuan pendidikan, kesehatan, hingga pemberdayaan ekonomi, BAZNAS Kabupaten Trenggalek terus berupaya menjadi lembaga yang mampu menghadirkan kebermanfaatan nyata bagi umat.
BAZNAS Kabupaten Trenggalek berharap semangat gotong royong dan kepedulian sosial terus tumbuh di tengah masyarakat. Dengan semakin banyak masyarakat yang menunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS, semakin besar pula manfaat yang dapat dirasakan oleh para mustahik di berbagai pelosok Kabupaten Trenggalek.
Program bedah rumah untuk Bapak Sardi menjadi bukti bahwa zakat bukan hanya membantu memenuhi kebutuhan sesaat, tetapi juga menghadirkan kehidupan yang lebih bermartabat melalui penyediaan hunian yang layak. Inilah wujud nyata bahwa setiap amanah zakat yang dititipkan oleh para muzaki mampu menjadi jalan hadirnya senyum, harapan, dan kehidupan yang lebih baik bagi sesama.
BERITA15/07/2026 | Humas
BAZNAS Trenggalek Salurkan Bantuan Bedah Rumah bagi Korban Kebakaran di Desa Semarum
BAZNAS Kabupaten Trenggalek kembali menunjukkan komitmennya dalam memberikan respon cepat terhadap masyarakat yang tertimpa musibah. Melalui program kemanusiaan, BAZNAS menyalurkan bantuan bedah rumah kepada Ibu Mutingah, warga Dusun Semarum Lor RT 02 RW 01, Desa Semarum, Kecamatan Durenan, yang rumahnya mengalami kerusakan akibat kebakaran.
Bantuan tersebut diserahkan secara langsung oleh Ketua BAZNAS Kabupaten Trenggalek, H. Mahsun Ismail, didampingi Wakil Ketua II BAZNAS Kabupaten Trenggalek, KH. Bahaudin pada Rabu(15/07). Kehadiran jajaran pimpinan BAZNAS menjadi bentuk kepedulian sekaligus dukungan moril kepada keluarga yang sedang menghadapi cobaan.
Musibah kebakaran terjadi pada Selasa, 14 Juli 2026, sekitar pukul 12.30 WIB. Berdasarkan informasi di lapangan, kebakaran bermula ketika Imron, anak dari Ibu Mutingah, tertidur sambil merokok. Puntung rokok yang terjatuh mengenai kasur hingga memicu api. Dalam waktu singkat, kobaran api membesar dan menjalar ke bagian atap rumah. Beruntung, peristiwa tersebut tidak menimbulkan korban jiwa. Namun, bangunan rumah mengalami kerusakan sekitar 40 persen, terutama pada bagian atap yang terbakar.
Menyikapi kondisi tersebut, BAZNAS Kabupaten Trenggalek bergerak cepat melakukan asesmen untuk memastikan kondisi korban sekaligus menentukan bentuk bantuan yang dibutuhkan. Hasil asesmen menunjukkan bahwa rumah tersebut memerlukan perbaikan agar kembali layak dihuni, sehingga BAZNAS memutuskan memberikan bantuan melalui program bedah rumah.
Ketua BAZNAS Kabupaten Trenggalek, H. Mahsun Ismail, menyampaikan bahwa program bedah rumah merupakan salah satu bentuk nyata pemanfaatan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) untuk membantu masyarakat yang mengalami musibah maupun hidup dalam kondisi kurang mampu.
"Musibah dapat datang kapan saja dan kepada siapa saja. Karena itu, BAZNAS hadir sebagai perpanjangan tangan para muzaki untuk membantu saudara-saudara kita yang sedang mengalami kesulitan. Kami berharap bantuan ini dapat mempercepat proses perbaikan rumah sehingga Ibu Mutingah dan keluarga dapat kembali tinggal dengan aman dan nyaman," ujarnya.
Beliau juga mengajak masyarakat yang telah memiliki kemampuan untuk terus menunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS. Menurutnya, setiap dana yang dititipkan akan dikelola secara amanah, profesional, dan disalurkan kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
Sementara itu, KH. Bahaudin menegaskan bahwa zakat memiliki peran penting dalam membangun solidaritas sosial. Selain menjadi kewajiban bagi umat Islam yang mampu, zakat juga menjadi solusi dalam membantu meringankan beban masyarakat yang sedang mengalami kesulitan.
"Bantuan ini bukan sekadar memperbaiki bangunan yang rusak akibat kebakaran, tetapi juga mengembalikan harapan bagi keluarga yang sedang tertimpa musibah. Semoga bantuan ini menjadi penyemangat bagi Ibu Mutingah dan keluarga untuk bangkit kembali," tuturnya.
Ibu Mutingah beserta keluarga menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada BAZNAS Kabupaten Trenggalek serta seluruh muzaki yang telah memberikan perhatian dan kepedulian. Bantuan tersebut diharapkan dapat mempercepat proses pemulihan rumah sehingga aktivitas keluarga dapat kembali berjalan dengan normal.
Program bedah rumah ini menjadi salah satu bukti nyata bahwa dana zakat, infak, dan sedekah mampu memberikan dampak langsung bagi masyarakat. Tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan jangka pendek, tetapi juga memberikan solusi yang berkelanjutan melalui penyediaan tempat tinggal yang layak dan aman.
BAZNAS Kabupaten Trenggalek terus berkomitmen menghadirkan manfaat yang luas melalui berbagai program di bidang kemanusiaan, pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan dakwah. Dengan dukungan para muzaki, semakin banyak masyarakat yang dapat merasakan manfaat dari pengelolaan zakat yang amanah dan tepat sasaran.
Melalui semangat gotong royong dan kepedulian, BAZNAS berharap masyarakat dapat terus bersama-sama menghadirkan harapan bagi mereka yang sedang menghadapi ujian kehidupan. Sebab, di balik setiap zakat, infak, dan sedekah yang ditunaikan, tersimpan doa, harapan, dan kesempatan bagi sesama untuk bangkit serta menjalani kehidupan yang lebih baik.
BERITA15/07/2026 | Humas
BAZNAS Trenggalek Berikan Bantuan Bedah Rumah bagi Keluarga Bapak Rozi, Korban Rumah Roboh di Desa Karanggayam
Wujud kepedulian terhadap masyarakat yang tertimpa musibah kembali ditunjukkan oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Trenggalek. Pada Selasa (14/07), BAZNAS Trenggalek menyalurkan bantuan bedah rumah kepada keluarga Bapak Rozi, warga Desa Karanggayam, Kecamatan Durenan, Kabupaten Trenggalek, yang rumahnya roboh akibat kondisi bangunan yang sudah rapuh.
Bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk ikhtiar BAZNAS dalam menghadirkan hunian yang lebih aman dan layak bagi keluarga mustahik yang sedang mengalami kesulitan. Kehadiran BAZNAS di tengah masyarakat menjadi bukti nyata bahwa dana zakat, infak, dan sedekah yang dititipkan oleh para muzaki dapat dirasakan manfaatnya oleh mereka yang benar-benar membutuhkan.
Rumah yang ditempati keluarga Bapak Rozi sebelumnya mengalami kerusakan parah hingga akhirnya roboh. Kondisi tersebut membuat keluarga harus menghadapi situasi yang tidak mudah, karena kehilangan tempat tinggal yang menjadi kebutuhan dasar setiap keluarga. Melihat kondisi tersebut, BAZNAS Trenggalek bergerak cepat dengan memberikan bantuan bedah rumah agar keluarga Bapak Rozi dapat segera memiliki tempat tinggal yang aman, nyaman, dan layak huni.
Penyaluran bantuan ini merupakan bagian dari komitmen BAZNAS Trenggalek dalam menjalankan program kemanusiaan dan kepedulian sosial melalui pemanfaatan dana zakat secara tepat sasaran. Program bedah rumah tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik semata, tetapi juga menjadi upaya mengembalikan semangat, harapan, dan rasa aman bagi keluarga penerima manfaat.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua BAZNAS Trenggalek menyampaikan bahwa setiap bantuan yang diberikan merupakan amanah dari para muzaki yang telah mempercayakan zakat, infak, dan sedekahnya kepada BAZNAS. Oleh karena itu, seluruh proses pendistribusian dilakukan secara profesional dengan mengutamakan kebutuhan masyarakat yang paling mendesak.
"Bantuan ini merupakan bentuk kepedulian kita bersama. Semoga pembangunan rumah ini dapat segera selesai sehingga keluarga Bapak Rozi dapat kembali menempati rumah yang layak dan menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih tenang," ujar perwakilan BAZNAS Trenggalek.
Keluarga Bapak Rozi pun menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas perhatian yang diberikan. Bantuan tersebut menjadi harapan baru bagi mereka untuk bangkit setelah tertimpa musibah. Dukungan dari berbagai pihak memberikan semangat bahwa masih banyak masyarakat yang peduli terhadap sesama.
Program bedah rumah menjadi salah satu program unggulan BAZNAS Trenggalek dalam meningkatkan kesejahteraan mustahik. Selain membantu memenuhi kebutuhan tempat tinggal, program ini juga bertujuan menciptakan lingkungan hunian yang sehat, aman, dan mendukung kualitas hidup keluarga penerima manfaat.
Selama ini, BAZNAS Trenggalek terus berupaya memperluas manfaat zakat melalui berbagai program di bidang kemanusiaan, pendidikan, kesehatan, ekonomi, hingga dakwah. Kehadiran program-program tersebut diharapkan mampu menjadi solusi atas berbagai persoalan sosial yang dihadapi masyarakat, sekaligus menjadi jembatan antara para muzaki dengan mustahik.
Melalui semangat gotong royong dan kepedulian, BAZNAS Trenggalek mengajak seluruh masyarakat yang telah memenuhi syarat untuk menunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui lembaga resmi. Setiap amanah yang dititipkan akan dikelola secara transparan, akuntabel, dan disalurkan kepada mereka yang benar-benar membutuhkan.
Semoga bantuan bedah rumah bagi keluarga Bapak Rozi ini menjadi awal kebangkitan setelah musibah yang dialami. Di balik setiap ujian selalu ada harapan, dan melalui kepedulian bersama, semakin banyak keluarga yang dapat merasakan manfaat zakat dalam mewujudkan kehidupan yang lebih baik.
BAZNAS Trenggalek berkomitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat, menjadi sahabat bagi mereka yang membutuhkan, serta memastikan bahwa setiap dana zakat yang dihimpun mampu menghadirkan keberkahan, menguatkan solidaritas, dan memberikan manfaat nyata bagi kemaslahatan umat.
BERITA14/07/2026 | Humas
Berbagi Rezeki, BT Pringapus Barokah Farm Salurkan Sedekah Hasil untuk Mustahik Desa Pringapus
Balai Ternak (BT) Pringapus Barokah Farm bersama BAZNAS Kabupaten Trenggalek kembali menebarkan manfaat melalui kegiatan penyaluran sedekah hasil kepada para mustahik di Desa Pringapus, Senin (13/07/2026). Kegiatan ini merupakan wujud rasa syukur atas hasil usaha peternakan sekaligus bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan.
Sedekah hasil menjadi bagian dari pembinaan yang diterapkan dalam program Balai Ternak BAZNAS. Para anggota kelompok peternak tidak hanya didorong untuk mengembangkan usaha agar semakin mandiri secara ekonomi, tetapi juga dibiasakan menyisihkan sebagian rezeki yang diperoleh untuk membantu sesama. Dengan demikian, manfaat program pemberdayaan dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.
Penyaluran bantuan ini diharapkan mampu meringankan kebutuhan para mustahik sekaligus mempererat tali silaturahmi antara kelompok peternak dan warga sekitar. Semangat berbagi yang tumbuh dari hasil usaha bersama menjadi bukti bahwa keberhasilan ekonomi akan semakin bernilai ketika disertai kepedulian sosial.
Melalui Balai Ternak Pringapus Barokah Farm, BAZNAS Kabupaten Trenggalek terus berkomitmen menghadirkan program pemberdayaan yang berkelanjutan. Tidak hanya mencetak peternak yang mandiri, program ini juga menanamkan nilai-nilai keikhlasan, gotong royong, dan semangat berbagi sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.
Diharapkan budaya menyisihkan sebagian hasil usaha untuk bersedekah dapat terus tumbuh di kalangan anggota Balai Ternak. Dengan begitu, keberkahan usaha tidak hanya dirasakan oleh para peternak, tetapi juga menghadirkan manfaat nyata bagi para mustahik dan masyarakat sekitar, sehingga tercipta siklus kebaikan yang terus berlanjut.
BERITA13/07/2026 | Humas
BAZNAS Trenggalek Hadiri Peresmian Gedung Baru Pengadilan Agama Trenggalek
BAZNAS Kabupaten Trenggalek menghadiri undangan peresmian gedung baru Pengadilan Agama Trenggalek sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan kualitas pelayanan publik, khususnya dalam bidang penegakan hukum dan pelayanan kepada masyarakat.
Acara peresmian berlangsung khidmat dan dihadiri oleh berbagai unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), jajaran instansi vertikal, kepala perangkat daerah, tokoh agama, serta tamu undangan lainnya. Kehadiran BAZNAS Trenggalek menjadi wujud sinergi dan komitmen untuk terus mempererat kolaborasi dengan berbagai lembaga dalam memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.
Gedung baru Pengadilan Agama Trenggalek diharapkan menjadi sarana yang semakin representatif dalam mendukung penyelenggaraan pelayanan peradilan yang profesional, transparan, modern, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Dengan fasilitas yang lebih memadai, masyarakat diharapkan dapat memperoleh pelayanan hukum yang lebih nyaman, cepat, dan berkualitas.
Dalam kesempatan tersebut, rangkaian acara diawali dengan prosesi peresmian gedung, doa bersama, penandatanganan prasasti, serta peninjauan sejumlah fasilitas yang tersedia di lingkungan kantor Pengadilan Agama Trenggalek. Suasana penuh kebersamaan dan semangat kolaborasi tampak mewarnai seluruh rangkaian kegiatan.
Bagi BAZNAS Trenggalek, momentum ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi antarlembaga, tetapi juga memperkuat sinergi dalam membangun pelayanan publik yang semakin baik. Sebagai lembaga pemerintah nonstruktural yang mengelola zakat, infak, dan sedekah masyarakat, BAZNAS memiliki komitmen untuk terus mendukung berbagai program yang berorientasi pada kesejahteraan umat dan kemaslahatan masyarakat.
Kolaborasi antarinstansi merupakan salah satu kunci dalam mewujudkan pelayanan yang efektif, inklusif, dan berdampak nyata. Oleh karena itu, BAZNAS Trenggalek senantiasa membuka ruang kerja sama dengan berbagai pihak, baik instansi pemerintah, lembaga vertikal, dunia usaha, organisasi kemasyarakatan, maupun komunitas, guna memperluas manfaat program-program pemberdayaan yang dijalankan.
Melalui kehadiran dalam berbagai agenda kelembagaan seperti peresmian gedung baru Pengadilan Agama Trenggalek ini, BAZNAS berharap hubungan baik yang telah terjalin dapat terus diperkuat. Sinergi yang harmonis diharapkan mampu melahirkan berbagai kolaborasi yang memberikan manfaat luas bagi masyarakat, khususnya dalam upaya meningkatkan kesejahteraan mustahik, memperkuat kepedulian sosial, serta membangun budaya gotong royong di Kabupaten Trenggalek.
BAZNAS Trenggalek menyampaikan ucapan selamat atas diresmikannya gedung baru Pengadilan Agama Trenggalek. Semoga dengan hadirnya gedung baru ini, kualitas pelayanan kepada masyarakat semakin meningkat, kinerja lembaga semakin optimal, serta mampu memberikan kontribusi nyata dalam mewujudkan pelayanan peradilan yang berkeadilan, profesional, dan berintegritas bagi seluruh masyarakat Kabupaten Trenggalek.
BERITA07/07/2026 | Humas
BAZNAS Trenggalek Salurkan Bantuan Bedah Rumah untuk Warga Lansia yang Hidup Sebatang Kara
Trenggalek – Kepedulian terhadap masyarakat yang hidup dalam keterbatasan kembali diwujudkan oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Trenggalek melalui program bedah rumah bagi warga kurang mampu. Kali ini, bantuan diberikan kepada Ibu Rusmini, warga Dusun Karangtengah RT 04 RW 02, Desa Wonocoyo, Kecamatan Pogalan pada Senin (06/07), yang selama bertahun-tahun tinggal seorang diri di rumah yang sudah tidak lagi layak huni.
Penyaluran bantuan tersebut dilaksanakan bersama Kepala Desa Wonocoyo sebagai bentuk sinergi antara pemerintah desa dan BAZNAS Trenggalek dalam menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat yang membutuhkan. Kehadiran berbagai pihak dalam kegiatan ini menjadi bukti bahwa semangat gotong royong masih tumbuh kuat di tengah masyarakat, terutama dalam membantu warga yang berada dalam kondisi rentan.
Ibu Rusmini merupakan seorang lansia yang menjalani kehidupan seorang diri. Meski tinggal sendirian, kebutuhan sehari-harinya, terutama untuk makan, selama ini dipenuhi oleh sang adik yang dengan penuh kasih terus memberikan perhatian dan dukungan. Kondisi rumah yang ditempatinya pun telah mengalami banyak kerusakan, sehingga dinilai tidak lagi memenuhi standar keamanan dan kenyamanan sebagai tempat tinggal.
Melihat kondisi tersebut, BAZNAS Trenggalek bergerak cepat melalui program bedah rumah sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas hidup mustahik. Program ini tidak hanya bertujuan memperbaiki bangunan fisik rumah, tetapi juga menghadirkan harapan baru bagi penerima manfaat agar dapat menjalani kehidupan dengan lebih aman, sehat, dan bermartabat.
WK. III BAZNAS Kabupaten Trenggalek menyampaikan bahwa zakat yang dititipkan oleh para muzaki memiliki peran besar dalam membantu masyarakat yang sedang menghadapi kesulitan hidup. Oleh karena itu, penyalurannya terus diarahkan agar benar-benar menyentuh kebutuhan mendasar masyarakat, salah satunya melalui penyediaan hunian yang layak.
"Rumah bukan sekadar tempat berteduh, tetapi juga menjadi ruang yang memberikan rasa aman dan nyaman bagi penghuninya. Melalui program bedah rumah ini, kami berharap Ibu Rusmini dapat menjalani hari-harinya dengan kondisi tempat tinggal yang jauh lebih baik. Terima kasih kepada seluruh muzaki yang telah mempercayakan zakatnya melalui BAZNAS Trenggalek sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan," ungkapnya.
Kepala Desa Wonocoyo turut mengapresiasi langkah cepat BAZNAS Trenggalek dalam merespons kondisi warganya. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah desa dan berbagai lembaga menjadi kunci dalam mempercepat penanganan permasalahan sosial yang ada di masyarakat.
Ia berharap proses pembangunan rumah dapat berjalan dengan lancar sehingga Ibu Rusmini segera memiliki tempat tinggal yang layak. Selain itu, kepedulian masyarakat sekitar yang turut memberikan dukungan moral menjadi modal penting dalam memperkuat semangat gotong royong di lingkungan desa.
Dalam kesempatan yang sama, bantuan kepada Ibu Rusmini juga datang dari berbagai instansi pemerintah. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Trenggalek menyerahkan bantuan logistik guna membantu memenuhi kebutuhan dasar selama proses pembangunan rumah berlangsung. Sementara itu, Dinas Sosial Kabupaten Trenggalek turut memberikan dukungan berupa bantuan sosial sebagai bentuk perhatian kepada warga yang masuk dalam kategori rentan.
Kolaborasi lintas sektor ini menunjukkan bahwa penanganan persoalan kemiskinan dan kesejahteraan masyarakat memerlukan sinergi dari berbagai pihak. Ketika pemerintah, lembaga sosial, dan masyarakat berjalan bersama, maka manfaat yang dirasakan oleh penerima bantuan akan semakin besar dan berkelanjutan.
Program bedah rumah yang dijalankan BAZNAS Trenggalek merupakan salah satu implementasi pemanfaatan dana zakat, infak, dan sedekah secara produktif dan tepat sasaran. Selain membantu memperbaiki kondisi fisik tempat tinggal, program ini juga menjadi wujud nyata hadirnya zakat sebagai instrumen pemberdayaan sosial yang mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat kurang mampu.
Melalui kegiatan ini, BAZNAS Trenggalek kembali menegaskan komitmennya untuk terus menjadi jembatan kebaikan antara para muzaki dan mustahik. Harapannya, semakin banyak masyarakat yang mempercayakan zakat, infak, dan sedekahnya melalui BAZNAS sehingga semakin luas pula manfaat yang dapat dirasakan oleh warga Trenggalek yang membutuhkan uluran tangan.
Semangat kebersamaan yang ditunjukkan dalam penyaluran bantuan kepada Ibu Rusmini menjadi pengingat bahwa kepedulian sosial tidak hanya hadir dalam bentuk materi, tetapi juga melalui kolaborasi, perhatian, dan kehadiran berbagai pihak yang bersama-sama berupaya menghadirkan kehidupan yang lebih baik bagi sesama.
BERITA06/07/2026 | Humas
BAZNAS Trenggalek Hadiri Upacara Hari Bhayangkara ke-80, Perkuat Sinergi untuk Pelayanan Masyarakat
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Trenggalek turut menghadiri Upacara Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 yang diselenggarakan di Alun-Alun Trenggalek, Selasa (1/7). Kehadiran BAZNAS dalam momentum tersebut menjadi wujud dukungan terhadap pengabdian Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) sekaligus memperkuat sinergi lintas sektor dalam mewujudkan pelayanan terbaik bagi masyarakat.
Upacara berlangsung dengan penuh khidmat dan diikuti oleh jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), instansi vertikal, TNI, organisasi perangkat daerah, organisasi kemasyarakatan, tokoh masyarakat, pelajar, serta berbagai elemen lainnya. Seluruh peserta mengikuti rangkaian upacara dengan tertib dan penuh semangat nasionalisme sebagai bentuk penghormatan atas dedikasi Polri yang selama delapan dekade terus mengabdi kepada bangsa dan negara.
Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 tahun ini mengusung tema "80 Tahun Mengabdi, Polri untuk Masyarakat." Tema tersebut mencerminkan komitmen Polri untuk terus bertransformasi menjadi institusi yang profesional, modern, dan humanis, sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Di tengah dinamika sosial yang terus berkembang, Polri diharapkan mampu menjadi garda terdepan dalam menjaga keamanan, ketertiban, serta memberikan rasa aman bagi seluruh lapisan masyarakat.
Momentum peringatan Hari Bhayangkara juga menjadi ajang mempererat kolaborasi antara Polri dengan seluruh pemangku kepentingan. Sinergi yang terbangun selama ini dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga stabilitas keamanan daerah, sehingga berbagai program pembangunan dapat berjalan dengan baik. Keamanan yang kondusif menjadi fondasi utama bagi terciptanya pertumbuhan ekonomi, peningkatan kesejahteraan masyarakat, serta terlaksananya berbagai program sosial yang menyentuh langsung kebutuhan warga.
Dalam kesempatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Trenggalek turut menyampaikan apresiasi atas dedikasi dan pengabdian jajaran Polri yang selama ini terus bersinergi dengan pemerintah daerah dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Berbagai upaya kolaboratif yang telah dilakukan, mulai dari pengamanan kegiatan masyarakat, penanganan bencana, hingga pendampingan program pembangunan, menjadi bukti nyata pentingnya kerja sama lintas sektor dalam menghadirkan pelayanan publik yang optimal.
Sebagai lembaga yang bergerak di bidang pengelolaan zakat, infak, dan sedekah, BAZNAS Kabupaten Trenggalek juga merasakan pentingnya dukungan berbagai pihak, termasuk Polri, dalam menjalankan program-program kemanusiaan dan pemberdayaan masyarakat. Stabilitas keamanan yang terjaga memberikan ruang bagi pelaksanaan berbagai kegiatan sosial, mulai dari penyaluran bantuan kepada masyarakat kurang mampu, program kesehatan, pendidikan, hingga pemberdayaan ekonomi umat agar dapat terlaksana secara efektif dan tepat sasaran.
Kehadiran BAZNAS Trenggalek dalam upacara tersebut sekaligus menjadi simbol komitmen untuk terus membangun kolaborasi dengan seluruh unsur pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat. Sinergi yang kuat diyakini menjadi kunci dalam menghadirkan solusi atas berbagai persoalan sosial sekaligus mempercepat terwujudnya kesejahteraan masyarakat.
Melalui peringatan Hari Bhayangkara ke-80, BAZNAS Kabupaten Trenggalek berharap semangat pengabdian, kebersamaan, dan gotong royong yang selama ini telah terbangun dapat terus dipelihara. Dengan kolaborasi yang semakin erat antara Polri, pemerintah daerah, serta berbagai elemen masyarakat, diharapkan berbagai program sosial, kemanusiaan, dan pelayanan publik dapat berjalan semakin optimal. Pada akhirnya, sinergi tersebut akan menjadi kekuatan bersama dalam mewujudkan Kabupaten Trenggalek yang aman, damai, sejahtera, dan penuh kepedulian terhadap sesama.
BERITA01/07/2026 | Humas
BAZNAS Trenggalek Bergerak Cepat Bantu Korban Kebakaran di Sumbergedong, Wujud Kolaborasi Kemanusiaan Bersama Kwarcab dan Pramuka
Trenggalek – Semangat gotong royong dan kepedulian sosial kembali ditunjukkan berbagai elemen masyarakat dalam membantu warga yang tertimpa musibah. Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Trenggalek bergerak cepat menyalurkan bantuan untuk perbaikan rumah milik Heryanto, warga Jalan HOS Cokroaminoto Gang Beras Utara RT 06 RW 02, Kelurahan Sumbergedong, Kecamatan Trenggalek, yang mengalami musibah kebakaran pada Minggu (28/6/2026) sekitar pukul 14.00 WIB.
Peristiwa kebakaran yang terjadi di siang hari tersebut mengakibatkan rumah milik Heryanto mengalami kerusakan yang cukup parah. Dalam waktu singkat, kobaran api melahap sebagian bangunan dan menghanguskan sejumlah barang berharga milik keluarga. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, musibah tersebut menyisakan duka sekaligus beban berat bagi keluarga yang harus memulai kembali kehidupan mereka dari awal.
Sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang sedang tertimpa musibah, BAZNAS Kabupaten Trenggalek menyalurkan bantuan untuk mendukung proses perbaikan rumah. Bantuan tersebut merupakan hasil pengelolaan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang dipercayakan oleh masyarakat kepada BAZNAS untuk disalurkan kepada para mustahik dan warga yang membutuhkan.
Ketua BAZNAS Kabupaten Trenggalek menyampaikan bahwa bantuan ini merupakan wujud nyata hadirnya zakat sebagai instrumen kepedulian sosial yang mampu memberikan manfaat langsung kepada masyarakat, terutama saat menghadapi kondisi darurat.
"Musibah tidak pernah bisa diprediksi. Karena itu, kami berupaya hadir secepat mungkin agar keluarga yang terdampak tidak merasa sendiri. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban sekaligus mempercepat proses perbaikan rumah sehingga dapat kembali dihuni," ujarnya.
Tak hanya BAZNAS, kepedulian juga datang dari Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Trenggalek. Dalam kesempatan yang sama, Kwarcab Trenggalek menyerahkan bantuan logistik berupa kebutuhan pokok bagi keluarga korban. Bantuan tersebut diharapkan dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari selama proses pemulihan berlangsung.
Kolaborasi antara BAZNAS dan Kwarcab Trenggalek menjadi bukti bahwa semangat kemanusiaan dapat diwujudkan melalui sinergi berbagai pihak. Tidak hanya memberikan bantuan materi, tetapi juga memastikan keluarga korban tetap mendapatkan dukungan moral dan sosial di tengah musibah yang dialami.
Lebih dari itu, proses rehabilitasi rumah Heryanto juga akan melibatkan tenaga sukarela dari anggota Brigade Penolong 1303 bersama Pramuka Penegak SMKN 1 Trenggalek. Kehadiran para relawan ini menjadi bentuk nyata semangat gotong royong yang masih tumbuh kuat di tengah masyarakat.
Dengan semangat sukarela, para anggota Brigade Penolong 1303 dan Pramuka Penegak akan membantu pekerjaan perbaikan rumah sehingga proses pembangunan dapat berjalan lebih cepat dan meringankan biaya yang harus ditanggung keluarga korban. Aksi tersebut sekaligus menjadi sarana pembelajaran bagi generasi muda untuk menumbuhkan jiwa sosial, kepedulian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Keterlibatan Pramuka dalam kegiatan kemanusiaan juga sejalan dengan nilai-nilai dasar Gerakan Pramuka yang menanamkan semangat tolong-menolong, rela berkorban, dan mengabdi tanpa pamrih. Sementara Brigade Penolong 1303 kembali menunjukkan komitmennya sebagai garda terdepan dalam aksi sosial dan penanggulangan bencana di Kabupaten Trenggalek.
Heryanto beserta keluarga menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas perhatian yang diberikan oleh seluruh pihak. Menurutnya, bantuan yang diterima tidak hanya memberikan dukungan material, tetapi juga menguatkan semangat keluarga untuk bangkit dari musibah yang dialami.
"Alhamdulillah, kami sangat bersyukur atas bantuan dari BAZNAS, Kwarcab Trenggalek, Brigade Penolong 1303, dan adik-adik Pramuka. Kepedulian ini menjadi penyemangat bagi kami untuk kembali membangun rumah dan menjalani kehidupan seperti sediakala," ungkapnya.
Melalui kolaborasi ini, BAZNAS Kabupaten Trenggalek kembali menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan manfaat bagi masyarakat. Bersama berbagai mitra, BAZNAS tidak hanya menyalurkan bantuan, tetapi juga membangun harapan, memperkuat solidaritas sosial, dan memastikan bahwa setiap dana zakat, infak, dan sedekah yang diamanahkan masyarakat benar-benar memberikan dampak nyata bagi mereka yang membutuhkan.
Semangat kebersamaan yang ditunjukkan dalam penanganan musibah ini menjadi bukti bahwa ketika berbagai pihak bersatu, setiap cobaan dapat dihadapi dengan lebih ringan. Dari zakat yang ditunaikan, dari tangan-tangan relawan yang bekerja tanpa pamrih, hingga doa dan dukungan masyarakat, semuanya menjadi energi untuk mengembalikan senyum dan harapan bagi keluarga yang sedang diuji.
BERITA29/06/2026 | Humas
BAZNAS Hadiri Penutupan Perkemahan Wirakarya VI Mandiri Pandean, Menutup Sembilan Hari Pengabdian dengan Semangat Kolaborasi
Suasana haru, bangga, dan penuh rasa syukur mewarnai Upacara Penutupan Perkemahan Wirakarya (PW) VI Mandiri Pandean Tahun 2026 yang digelar pada Minggu (28/6/2026) di Desa Pandean, Kecamatan Dongko, Kabupaten Trenggalek. Kegiatan yang telah berlangsung selama sembilan hari, sejak 20 hingga 28 Juni 2026, resmi berakhir dengan meninggalkan jejak pengabdian nyata bagi masyarakat.
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Trenggalek turut menghadiri upacara penutupan sebagai bentuk dukungan terhadap gerakan kepanduan yang mengedepankan semangat gotong royong, kepedulian sosial, dan pemberdayaan masyarakat. Kehadiran BAZNAS menjadi simbol sinergi antara lembaga filantropi dan Gerakan Pramuka dalam mewujudkan aksi kemanusiaan yang memberikan manfaat langsung kepada warga.
Selama sembilan hari pelaksanaan, ratusan peserta Pramuka Penegak dan Pandega bersama pembina serta berbagai unsur pendukung melaksanakan beragam kegiatan pengabdian. Mulai dari pembangunan dan perbaikan rumah tidak layak huni melalui program Rumah Karya, kegiatan bakti sosial, edukasi kesehatan, penyuluhan keagamaan, hingga pemberdayaan masyarakat melalui berbagai aktivitas yang melibatkan warga Desa Pandean.
Perkemahan Wirakarya VI Mandiri Pandean tidak hanya menjadi ajang pembentukan karakter bagi para peserta, tetapi juga menjadi ruang belajar untuk menumbuhkan rasa empati, tanggung jawab, serta kepemimpinan. Seluruh rangkaian kegiatan dirancang agar setiap peserta mampu merasakan langsung makna pengabdian kepada masyarakat sebagai implementasi nilai-nilai Satya dan Darma Pramuka.
Upacara penutupan berlangsung dengan khidmat dan dihadiri oleh jajaran pemerintah daerah, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Kwartir Gerakan Pramuka, tokoh masyarakat, serta berbagai mitra yang selama ini mendukung suksesnya kegiatan. Momentum tersebut menjadi ajang apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi, mulai dari panitia, relawan, masyarakat Desa Pandean, hingga para sponsor dan lembaga yang turut menyukseskan kegiatan.
BAZNAS Kabupaten Trenggalek menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Perkemahan Wirakarya VI Mandiri Pandean yang dinilai mampu menghadirkan dampak positif bagi masyarakat. Semangat kolaborasi yang terbangun selama kegiatan diharapkan dapat terus dipelihara untuk menghadirkan lebih banyak program pemberdayaan yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.
Sebagai lembaga yang mengelola dana zakat, infak, dan sedekah, BAZNAS meyakini bahwa pembangunan sosial tidak dapat dilakukan secara sendiri-sendiri. Kolaborasi dengan berbagai elemen, termasuk Gerakan Pramuka, menjadi langkah strategis dalam memperluas manfaat bagi masyarakat. Nilai-nilai kepedulian, gotong royong, dan pengabdian yang ditanamkan selama Perkemahan Wirakarya selaras dengan misi BAZNAS dalam membangun masyarakat yang mandiri dan berdaya.
Berakhirnya Perkemahan Wirakarya VI Mandiri Pandean bukanlah akhir dari perjalanan pengabdian, melainkan awal dari lahirnya semangat baru bagi setiap peserta untuk terus mengabdikan diri di lingkungan masing-masing. Pengalaman selama sembilan hari menjadi bekal berharga dalam membentuk generasi muda yang tidak hanya cerdas dan terampil, tetapi juga memiliki kepedulian sosial yang tinggi.
Dengan resmi ditutupnya Perkemahan Wirakarya VI Mandiri Pandean Tahun 2026, seluruh peserta kembali ke daerah masing-masing membawa cerita, pengalaman, serta inspirasi tentang arti kebersamaan dan pengabdian. Jejak karya yang telah ditinggalkan di Desa Pandean diharapkan menjadi manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat, sekaligus menjadi bukti bahwa semangat gotong royong mampu menghadirkan perubahan nyata ketika berbagai pihak bersatu untuk tujuan yang mulia.
BERITA28/06/2026 | Humas
Kunjungan WK. Bidang Pembinaan Anggota Muda (BINAMUDA) Kwarda Jawa Timur, Arumi Bachsin pada PW Mandiri Pandean 2026
Gerakan Pramuka kembali membuktikan bahwa semangat pengabdian tidak berhenti pada pendidikan karakter semata, tetapi diwujudkan melalui aksi nyata yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Hal tersebut tergambar dalam pelaksanaan Perkemahan Wirakarya Jawa Timur 2026 di Desa Pandean, Kecamatan Dongko, Kabupaten Trenggalek, yang menghadirkan berbagai program pemberdayaan masyarakat, salah satunya melalui renovasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) bagi warga yang membutuhkan.
Sebagai bentuk evaluasi sekaligus apresiasi terhadap pelaksanaan program tersebut, Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Timur bersama Kwartir Cabang Trenggalek dan Pemerintah Kabupaten Trenggalek melaksanakan kegiatan monitoring pada Sabtu (27/6/2026). Monitoring dilakukan dengan mengunjungi sejumlah Rumah Karya yang menjadi pusat pengabdian para peserta Perkemahan Wirakarya selama kegiatan berlangsung.
Kegiatan monitoring dihadiri oleh Wakil Ketua Kwartir Daerah Jawa Timur Bidang Binamuda, Kak Arumi Bachsin Emil Dardak, Sekretaris Daerah Kabupaten Trenggalek Kak Edy Soepriyanto, Kak Mahsun Ismail, Kak Basuki Babussalam, Kak Sopingi, Kak Adie Kurniawan, jajaran Pengurus Kwartir Daerah Jawa Timur, Pelatih Kwarda, Pengurus Kwartir Cabang Trenggalek, perangkat Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Kwartir Ranting, Gugus Depan, serta puluhan Pramuka Penggalang, Pramuka Penegak, dan masyarakat setempat.
Dalam kesempatan tersebut, rombongan melihat secara langsung progres renovasi rumah yang dikerjakan secara gotong royong oleh para peserta. Tidak hanya memantau perkembangan pembangunan, mereka juga berdialog dengan para peserta dan warga penerima manfaat untuk memastikan bahwa program yang dijalankan benar-benar memberikan dampak positif bagi masyarakat.
Perkemahan Wirakarya merupakan salah satu program unggulan Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Timur yang dirancang untuk mengintegrasikan pendidikan karakter dengan aksi sosial. Melalui kegiatan ini, anggota Pramuka tidak hanya dilatih menjadi pribadi yang disiplin, mandiri, dan bertanggung jawab, tetapi juga diajak merasakan secara langsung makna kepedulian, empati, serta semangat melayani masyarakat.
Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Timur, Kak H. M. Arum Sabil, S.P., S.H., M.KL., menegaskan bahwa Perkemahan Wirakarya merupakan wadah bagi generasi muda untuk mengimplementasikan nilai-nilai kepramukaan dalam kehidupan nyata. Menurutnya, pengabdian kepada masyarakat adalah bagian penting dari proses pembentukan karakter seorang Pramuka yang siap menjadi agen perubahan di tengah masyarakat.
Program renovasi Rumah Tidak Layak Huni menjadi salah satu wujud nyata dari semangat tersebut. Dengan melibatkan berbagai unsur, mulai dari peserta Pramuka, pemerintah daerah, masyarakat, hingga mitra pendukung, kegiatan ini berhasil menghadirkan kolaborasi yang tidak hanya menghasilkan pembangunan fisik, tetapi juga memperkuat rasa persaudaraan dan kebersamaan antarwarga.
Lebih dari sekadar memperbaiki bangunan, Rumah Karya menjadi simbol hadirnya harapan baru bagi keluarga penerima manfaat. Setiap dinding yang dibangun, setiap atap yang diperbaiki, dan setiap sudut rumah yang direnovasi menjadi bukti bahwa kepedulian sosial mampu menghadirkan perubahan nyata ketika dilakukan secara bersama-sama.
Kegiatan monitoring juga menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara Gerakan Pramuka, Pemerintah Kabupaten Trenggalek, serta seluruh elemen masyarakat dalam mendukung pembangunan berbasis gotong royong. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat terus berlanjut melalui berbagai program sosial lainnya yang memberikan manfaat luas bagi masyarakat.
Semangat "Satyaku Kudarmakan, Darmaku Kubaktikan" yang menjadi pedoman Gerakan Pramuka tampak hidup dalam setiap aktivitas Perkemahan Wirakarya. Nilai-nilai pengabdian, keikhlasan, kerja sama, dan kepedulian diwujudkan dalam tindakan nyata yang dirasakan langsung oleh masyarakat.
Dari Trenggalek, Perkemahan Wirakarya Jawa Timur 2026 mengirimkan pesan kuat bahwa Gerakan Pramuka adalah mitra strategis dalam pembangunan sosial. Melalui karya nyata dan semangat gotong royong, para anggota Pramuka menunjukkan bahwa pengabdian bukan sekadar slogan, melainkan komitmen yang diwujudkan dalam aksi untuk membangun kehidupan masyarakat yang lebih baik. Kehadiran mereka menjadi inspirasi bahwa perubahan besar selalu berawal dari kepedulian, kerja sama, dan tekad untuk terus memberikan manfaat bagi sesama.
BERITA27/06/2026 | Humas
BAZNAS Trenggalek Serahkan 100 Mushaf Al-Qur'an pada Perkemahan Wirakarya VI Mandiri Pandean, Perkuat Pembinaan Keagamaan Generasi Muda
Komitmen dalam membangun generasi muda yang tidak hanya unggul dalam keterampilan, tetapi juga kuat dalam nilai-nilai keagamaan terus diwujudkan oleh BAZNAS Kabupaten Trenggalek. Salah satunya melalui penyerahan 100 mushaf Al-Qur'an kepada mushola dan masjid yang menjadi pusat kegiatan pembinaan keagamaan selama Perkemahan Wirakarya (PW) VI Mandiri Pandean Tahun 2026 di Desa Pandean, Kecamatan Dongko.
Penyerahan bantuan tersebut menjadi bagian dari dukungan BAZNAS terhadap rangkaian kegiatan Perkemahan Wirakarya yang berlangsung pada 20–28 Juni 2026. Mushaf Al-Qur'an diharapkan dapat dimanfaatkan oleh para peserta maupun masyarakat sekitar sebagai sarana memperkuat literasi Al-Qur'an serta meningkatkan kualitas pembinaan keagamaan yang dilaksanakan selama kegiatan berlangsung.
Sebagai simbol penyerahan, sebanyak 10 mushaf Al-Qur'an diserahkan secara langsung kepada Takmir Masjid Nurul Amin Desa Pandean. Penyerahan dilakukan oleh Wakil Ketua I BAZNAS Kabupaten Trenggalek, H. Ir. Rahmat Purwanto, didampingi Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Trenggalek, serta Ketua Harian Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Trenggalek.
Prosesi penyerahan disaksikan oleh ratusan peserta Perkemahan Wirakarya yang terdiri dari Pramuka Penegak, personel BAZNAS Tanggap Bencana (BTB), Gugus Darma Pramuka BAZNAS, para pembina, serta tamu undangan. Momentum tersebut menjadi salah satu bentuk kolaborasi antara BAZNAS, Kementerian Agama, dan Gerakan Pramuka dalam membangun karakter generasi muda melalui penguatan nilai-nilai spiritual.
Selama Perkemahan Wirakarya berlangsung, selain melaksanakan berbagai kegiatan pengabdian kepada masyarakat, para peserta juga mengikuti pembinaan keagamaan yang dipusatkan di masjid dan mushola sekitar lokasi perkemahan. Kehadiran mushaf Al-Qur'an baru diharapkan mampu menunjang proses pembelajaran, memperlancar kegiatan tadarus, kajian keislaman, hingga pembinaan akhlak yang menjadi bagian penting dalam pembentukan karakter peserta.
Wakil Ketua I BAZNAS Kabupaten Trenggalek menyampaikan bahwa pembangunan sumber daya manusia tidak hanya berorientasi pada kemampuan intelektual dan keterampilan, tetapi juga harus dibarengi dengan penguatan iman dan akhlak. Al-Qur'an menjadi pedoman hidup yang mampu membentuk pribadi yang berintegritas, bertanggung jawab, serta memiliki kepedulian terhadap sesama.
Melalui bantuan tersebut, BAZNAS berharap budaya membaca, memahami, dan mengamalkan Al-Qur'an semakin tumbuh di kalangan generasi muda. Setiap huruf yang dibaca, setiap ayat yang dipelajari, hingga setiap nilai yang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari diharapkan menjadi amal jariyah yang terus mengalir manfaatnya bagi semua pihak yang terlibat dalam program ini.
Program penyaluran mushaf Al-Qur'an ini juga menjadi bukti bahwa dana zakat, infak, dan sedekah yang dititipkan masyarakat melalui BAZNAS mampu diwujudkan menjadi program nyata yang memberikan manfaat luas. Dukungan dari para muzaki, munfiq, dan donatur menjadi kekuatan utama dalam menghadirkan berbagai program pemberdayaan, baik di bidang sosial, kemanusiaan, pendidikan, maupun keagamaan.
BAZNAS Kabupaten Trenggalek menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh muzaki, munfiq, serta para donatur yang telah mempercayakan penyaluran zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS. Bersama kolaborasi dengan Kitabisa.com dan berbagai mitra lainnya, BAZNAS berkomitmen untuk terus menghadirkan program-program yang memberikan manfaat nyata bagi umat, memperkuat nilai-nilai keislaman, serta mendukung lahirnya generasi bangsa yang berakhlak mulia, berilmu, dan siap mengabdi kepada masyarakat.
BERITA24/06/2026 | Humas
BAZNAS Trenggalek Bersama Kakanwil Kemenag Jawa Timur Tinjau Rumah Karya Perkemahan Wirakarya VI Mandiri Pandean
emangat kolaborasi dalam membangun kepedulian sosial kembali terlihat dalam kunjungan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Trenggalek bersama Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur ke lokasi Rumah Karya Perkemahan Wirakarya (PW) VI Mandiri Pandean Tahun 2026 pada Rabu (24/6/2026). Kunjungan tersebut turut didampingi Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Trenggalek sebagai bentuk dukungan terhadap program pengabdian masyarakat yang dilaksanakan oleh Gerakan Pramuka bersama berbagai mitra.
Rombongan meninjau secara langsung sejumlah Rumah Karya yang sedang dibangun oleh para peserta Perkemahan Wirakarya di Desa Pandean, Kecamatan Dongko. Rumah-rumah tersebut merupakan bagian dari program bakti masyarakat yang bertujuan membantu warga kurang mampu melalui pembangunan maupun perbaikan rumah layak huni secara gotong royong.
Dalam kunjungan tersebut, rombongan berdialog dengan para peserta yang terdiri atas Pramuka Penegak, BAZNAS Tanggap Bencana (BTB), Gugus Darma Pramuka BAZNAS, serta para pembina. Mereka melihat secara langsung progres pembangunan rumah sekaligus memberikan motivasi kepada seluruh peserta agar terus menjaga semangat kebersamaan dan keikhlasan dalam mengabdi kepada masyarakat.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur memberikan apresiasi atas terselenggaranya Perkemahan Wirakarya yang mampu mengintegrasikan pendidikan karakter, penguatan nilai-nilai keagamaan, serta aksi sosial yang berdampak langsung bagi masyarakat. Menurutnya, kegiatan seperti ini menjadi contoh nyata bagaimana generasi muda tidak hanya belajar di ruang kelas, tetapi juga belajar melalui pengalaman hidup, kepedulian, dan kerja nyata di tengah masyarakat.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Trenggalek menyampaikan bahwa sinergi antara Kementerian Agama, Gerakan Pramuka, dan BAZNAS merupakan langkah strategis dalam menanamkan nilai-nilai keagamaan, toleransi, serta semangat gotong royong kepada generasi muda. Kehadiran seluruh pihak di lokasi Rumah Karya diharapkan menjadi penyemangat bagi peserta untuk terus menyelesaikan pengabdian dengan penuh tanggung jawab.
BAZNAS Kabupaten Trenggalek menegaskan komitmennya untuk terus mendukung program-program yang berorientasi pada pemberdayaan masyarakat. Melalui berbagai kolaborasi yang dibangun bersama pemerintah, Kementerian Agama, dan Gerakan Pramuka, BAZNAS berupaya memastikan bahwa dana zakat, infak, dan sedekah yang dihimpun dapat diwujudkan dalam bentuk program nyata yang memberikan manfaat luas bagi masyarakat.
Suasana kunjungan berlangsung hangat dan penuh keakraban. Para peserta memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berbincang langsung dengan para tamu, menyampaikan perkembangan pembangunan, sekaligus berbagi pengalaman selama mengikuti Perkemahan Wirakarya. Interaksi tersebut menjadi bukti bahwa kegiatan ini tidak hanya menghasilkan pembangunan fisik berupa Rumah Karya, tetapi juga membangun karakter, memperkuat kepedulian sosial, serta menumbuhkan jiwa kepemimpinan generasi muda.
Perkemahan Wirakarya VI Mandiri Pandean yang berlangsung pada 20–28 Juni 2026 menjadi salah satu bentuk pengabdian Gerakan Pramuka kepada masyarakat melalui berbagai kegiatan sosial, keagamaan, dan pemberdayaan. Kehadiran BAZNAS Kabupaten Trenggalek bersama Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur dan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Trenggalek dalam peninjauan Rumah Karya semakin mempertegas pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menghadirkan solusi bagi masyarakat.
Melalui semangat gotong royong dan sinergi yang terus terjalin, diharapkan program-program pengabdian seperti Perkemahan Wirakarya dapat terus berkembang dan menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk berkarya, mengabdi, serta memberikan manfaat nyata bagi lingkungan sekitarnya. Kolaborasi ini sekaligus menjadi bukti bahwa kepedulian sosial akan semakin kuat ketika seluruh elemen masyarakat bergerak bersama demi mewujudkan Trenggalek yang lebih sejahtera dan berdaya.
BERITA24/06/2026 | Humas
Kapolres Trenggalek Tinjau Rumah Karya dan Serahkan Bantuan Tandon Air pada Perkemahan Wirakarya VI Mandiri Pandean dalam Rangka Peringatan Hari Bhayangkara 2026
Semangat pengabdian dan gotong royong yang menjadi ruh Perkemahan Wirakarya (PW) VI Mandiri Pandean Tahun 2026 mendapat apresiasi langsung dari Kapolres Trenggalek melalui kunjungan ke seluruh Rumah Karya pada Selasa (23/6/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Bhayangkara Tahun 2026 sekaligus wujud nyata sinergi antara Polri, Gerakan Pramuka, dan BAZNAS Kabupaten Trenggalek dalam mendukung pemberdayaan masyarakat.
Didampingi jajaran kepolisian, Kapolres Trenggalek mengunjungi setiap Rumah Karya yang dibangun dan dikerjakan oleh peserta Perkemahan Wirakarya. Dalam kunjungan tersebut, Kapolres melihat secara langsung progres pembangunan rumah, berdialog dengan peserta, serta memberikan motivasi kepada para Pramuka Penegak, Brigade Tanggap Bencana (BTB), dan Gugus Darma BAZNAS yang selama sembilan hari mengabdikan tenaga dan pikirannya untuk membantu masyarakat.
Rumah Karya merupakan salah satu program unggulan dalam Perkemahan Wirakarya VI Mandiri Pandean. Melalui program ini, para peserta tidak hanya belajar tentang kepemimpinan dan kedisiplinan, tetapi juga mengimplementasikan nilai-nilai kepedulian sosial melalui aksi nyata membantu masyarakat yang membutuhkan. Kegiatan tersebut menjadi bukti bahwa Gerakan Pramuka mampu menghadirkan manfaat yang dapat dirasakan secara langsung oleh warga.
Pada kesempatan tersebut, Kapolres Trenggalek juga menyerahkan bantuan berupa tandon air kepada masing-masing Rumah Karya. Bantuan ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan sarana air bersih bagi penerima manfaat sekaligus mendukung peningkatan kualitas hidup masyarakat. Penyerahan bantuan menjadi simbol kepedulian Polri yang tidak hanya berfokus pada keamanan dan ketertiban, tetapi juga aktif berkontribusi dalam kegiatan sosial dan kemanusiaan.
Kapolres Trenggalek menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah menunjukkan dedikasi tinggi selama mengikuti Perkemahan Wirakarya. Menurutnya, semangat gotong royong, kerja sama, dan kepedulian yang ditunjukkan para peserta merupakan nilai luhur yang perlu terus dijaga dan dikembangkan.
"Perkemahan Wirakarya bukan sekadar kegiatan kepramukaan, tetapi menjadi wadah untuk membangun karakter generasi muda yang peduli terhadap sesama. Melalui kegiatan seperti ini, peserta belajar bahwa pengabdian kepada masyarakat adalah bentuk nyata cinta kepada bangsa dan daerah," ungkapnya.
Kunjungan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban. Para peserta menyambut kedatangan Kapolres dengan antusias, sementara warga penerima manfaat turut menyampaikan rasa syukur atas perhatian yang diberikan. Interaksi yang terjalin mencerminkan kuatnya kolaborasi antara aparat, organisasi kemasyarakatan, dan masyarakat dalam mewujudkan pembangunan yang inklusif.
Perkemahan Wirakarya VI Mandiri Pandean sendiri diselenggarakan pada 20–28 Juni 2026 di Desa Pandean, Kecamatan Dongko, Kabupaten Trenggalek. Selain pembangunan Rumah Karya, kegiatan ini juga diisi dengan berbagai program sosial, edukasi, penyuluhan kesehatan, pembinaan keagamaan, hingga pemberdayaan masyarakat yang melibatkan berbagai instansi dan mitra.
Melalui momentum Hari Bhayangkara Tahun 2026, kunjungan Kapolres Trenggalek menjadi penguat komitmen bahwa kolaborasi lintas sektor merupakan kunci dalam membangun masyarakat yang tangguh, mandiri, dan sejahtera. Sinergi antara Polri, Gerakan Pramuka, BTB, dan BAZNAS Kabupaten Trenggalek diharapkan terus berlanjut melalui berbagai program pengabdian yang memberikan manfaat nyata serta menginspirasi generasi muda untuk terus berkarya bagi bangsa dan masyarakat.
BERITA23/06/2026 | Humas
BAZNAS Trenggalek Hadiri Pembukaan Perkemahan Wirakarya VI Mandiri Pandean, Wujud Nyata Pramuka Mengabdi melalui Program Bedah Rumah
Trenggalek – Semangat gotong royong dan kepedulian sosial kembali ditunjukkan melalui kegiatan Perkemahan Wirakarya VI Mandiri Pandean Tahun 2026 yang secara resmi dibuka pada Sabtu (20/6/2026) di SMP Negeri 2 Dongko, Kabupaten Trenggalek. Kegiatan yang akan berlangsung selama sembilan hari, mulai tanggal 20 hingga 28 Juni 2026, menjadi momentum pengabdian nyata Gerakan Pramuka kepada masyarakat melalui program pembangunan rumah layak huni bagi warga yang membutuhkan di Desa Pandean, Kecamatan Dongko.
Pembukaan kegiatan dihadiri oleh berbagai unsur pemerintah dan lembaga, di antaranya Sekretaris Daerah Kabupaten Trenggalek yang mewakili Bupati Trenggalek, BAZNAS Kabupaten Trenggalek, BPBD Kabupaten Trenggalek, Camat Dongko, unsur TNI, Polri, serta jajaran Gerakan Pramuka Kwartir Cabang Trenggalek. Kehadiran berbagai pihak tersebut menunjukkan kuatnya sinergi dan kolaborasi lintas sektor dalam mewujudkan kepedulian sosial bagi masyarakat.
Dalam Perkemahan Wirakarya VI Mandiri Pandean tahun ini, para peserta akan melaksanakan program pembangunan 10 unit rumah layak huni bagi masyarakat. Dari jumlah tersebut, tiga unit rumah merupakan bantuan dari Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Timur, sedangkan tujuh unit lainnya berasal dari dukungan Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Trenggalek. Program ini menjadi bukti bahwa Gerakan Pramuka tidak hanya berfokus pada pembentukan karakter generasi muda, tetapi juga hadir secara konkret dalam membantu menyelesaikan persoalan sosial di tengah masyarakat.
BAZNAS Kabupaten Trenggalek turut memberikan dukungan dan berpartisipasi dalam kegiatan pembukaan sebagai bentuk komitmen untuk terus memperkuat kolaborasi dalam berbagai program kemanusiaan dan pemberdayaan masyarakat. Kehadiran BAZNAS dalam kegiatan ini sejalan dengan semangat pengabdian dan kepedulian yang menjadi ruh dari Gerakan Pramuka, terutama dalam membantu masyarakat kurang mampu memperoleh tempat tinggal yang layak dan aman.
Selain pembangunan rumah, kegiatan Perkemahan Wirakarya juga melibatkan unsur BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) dan Gugus Darma Pramuka BAZNAS Trenggalek yang turut mengambil peran dalam mendukung kelancaran pelaksanaan kegiatan di lapangan. Keterlibatan BTB menjadi cerminan bahwa semangat kebencanaan dan kemanusiaan perlu terus ditanamkan kepada generasi muda, khususnya anggota Pramuka, agar memiliki kepedulian, kesiapsiagaan, dan kemampuan dalam membantu masyarakat saat menghadapi berbagai persoalan sosial maupun bencana.
Sebanyak 300 Pramuka Penegak dari 20 pangkalan se-Kabupaten Trenggalek turut ambil bagian dalam kegiatan ini. Para peserta akan tinggal di lokasi perkemahan dan terlibat langsung dalam berbagai kegiatan pengabdian, mulai dari pembangunan rumah, kerja bakti, hingga kegiatan sosial kemasyarakatan lainnya. Keikutsertaan ratusan anggota Pramuka tersebut menjadi bukti bahwa generasi muda Trenggalek memiliki semangat gotong royong, kepedulian, dan jiwa pengabdian yang tinggi.
Pada kesempatan tersebut, BPBD Kabupaten Trenggalek juga menyerahkan bantuan berupa berbagai peralatan pembangunan, seperti sekop dan perlengkapan kerja lainnya, guna mendukung kelancaran proses pembangunan rumah selama kegiatan berlangsung. Bantuan tersebut diharapkan dapat mempercepat proses pengerjaan dan memberikan kemudahan bagi para peserta dalam melaksanakan pengabdian kepada masyarakat.
Perkemahan Wirakarya VI Mandiri Pandean bukan sekadar agenda perkemahan biasa, melainkan menjadi wadah pembelajaran yang sangat berharga bagi generasi muda untuk mengimplementasikan nilai-nilai Dasa Dharma dan Tri Satya Pramuka dalam kehidupan nyata. Melalui kegiatan ini, para peserta diajak untuk memahami makna pengabdian, kepedulian sosial, kerja sama, dan gotong royong sebagai modal penting dalam membangun bangsa.
Sinergi antara pemerintah daerah, BAZNAS, BPBD, TNI, Polri, dan Gerakan Pramuka diharapkan dapat terus terjalin dan menjadi inspirasi bagi berbagai pihak untuk bersama-sama membangun masyarakat yang lebih sejahtera. Perkemahan Wirakarya VI Mandiri Pandean Tahun 2026 menjadi bukti bahwa semangat gotong royong dan pengabdian masih tumbuh subur di Kabupaten Trenggalek, serta menjadi pengingat bahwa kehadiran generasi muda yang peduli dan siap mengabdi merupakan aset berharga bagi masa depan daerah dan bangsa.
BERITA20/06/2026 | Humas
BAZNAS Trenggalek Salurkan Bantuan Bedah Rumah untuk Keluarga Bapak Muchozin, Gandeng Racana IAI Sunan Giri Wujudkan Hunian Layak
Komitmen dalam menghadirkan kepedulian dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat terus diwujudkan oleh BAZNAS Kabupaten Trenggalek. Pada Senin (15/6/2026), BAZNAS Trenggalek secara resmi menyerahkan bantuan program bedah rumah kepada keluarga Bapak Muchozin yang berlokasi di Desa Ngetal, Kecamatan Pogalan.
Penyerahan bantuan dilakukan langsung oleh Pimpinan BAZNAS Trenggalek dan turut dihadiri oleh jajaran mahasiswa Pramuka Racana Institut Agama Islam (IAI) Sunan Giri Trenggalek. Kehadiran para mahasiswa tersebut menjadi simbol kuatnya semangat gotong royong dan kolaborasi lintas elemen masyarakat dalam membantu warga yang membutuhkan hunian yang layak.
Rumah yang ditempati keluarga Bapak Muchozin selama ini berada dalam kondisi memprihatinkan dan memerlukan perbaikan menyeluruh. Kondisi bangunan yang kurang memadai tidak hanya memengaruhi kenyamanan, tetapi juga berpotensi mengganggu kesehatan dan keselamatan anggota keluarga. Melihat kondisi tersebut, BAZNAS Trenggalek hadir melalui program bedah rumah sebagai bentuk nyata pemanfaatan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.
Pimpinan BAZNAS Trenggalek dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa program bedah rumah merupakan salah satu ikhtiar lembaga dalam menghadirkan kehidupan yang lebih baik bagi masyarakat kurang mampu. Rumah yang layak huni merupakan kebutuhan dasar yang harus dipenuhi agar setiap keluarga dapat menjalani kehidupan dengan aman, nyaman, dan bermartabat.
“Melalui program ini, kami berharap keluarga Bapak Muchozin dapat memiliki tempat tinggal yang lebih layak dan nyaman. Ini bukan hanya tentang membangun dinding dan atap, tetapi juga membangun harapan, menghadirkan rasa aman, dan mengembalikan semangat hidup bagi keluarga penerima manfaat,” ungkapnya.
Lebih dari sekadar penyaluran bantuan, kegiatan ini juga menjadi momentum lahirnya sinergi yang positif antara BAZNAS Trenggalek dengan Pramuka Racana IAI Sunan Giri Trenggalek. Ke depannya, proses pembangunan rumah Bapak Muchozin akan mendapatkan dukungan dan pendampingan dari teman-teman Racana IAI Sunan Giri Trenggalek. Keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan sosial ini diharapkan mampu menumbuhkan kepedulian, semangat pengabdian, serta memperkuat budaya gotong royong di tengah masyarakat.
Perwakilan Racana IAI Sunan Giri Trenggalek menyampaikan kesiapan mereka untuk ikut serta dalam proses pembangunan hingga rumah tersebut dapat ditempati dengan layak oleh keluarga penerima manfaat. Menurutnya, kegiatan sosial seperti ini merupakan implementasi nyata dari nilai-nilai kemanusiaan dan pengabdian yang selama ini menjadi bagian dari semangat kepramukaan.
Warga sekitar Desa Ngetal pun menyambut baik program tersebut. Mereka mengapresiasi kepedulian BAZNAS Trenggalek dan keterlibatan mahasiswa yang secara sukarela turut membantu sesama. Kehadiran berbagai pihak dalam program bedah rumah ini menjadi bukti bahwa kepedulian sosial akan melahirkan kekuatan besar ketika dilakukan secara bersama-sama.
Melalui program bedah rumah ini, BAZNAS Trenggalek kembali menegaskan perannya sebagai lembaga yang tidak hanya menyalurkan bantuan, tetapi juga menjadi jembatan kolaborasi dan penggerak kebaikan di tengah masyarakat. Diharapkan, rumah baru yang nantinya berdiri di Desa Ngetal tidak hanya menjadi tempat berteduh bagi keluarga Bapak Muchozin, tetapi juga menjadi simbol hadirnya kepedulian, solidaritas, dan semangat gotong royong yang terus hidup di Kabupaten Trenggalek.
BERITA15/06/2026 | Humas
BAZNAS Trenggalek Salurkan Bantuan Bedah Rumah untuk Keluarga Bapak Sukuwadi, Wujudkan Hunian Aman dan Layak di Desa Wonocoyo
Kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan terus diwujudkan oleh BAZNAS Kabupaten Trenggalek melalui berbagai program kemanusiaan. Salah satunya melalui program bedah rumah yang kali ini diberikan kepada keluarga Bapak Sukuwadi, warga Desa Wonocoyo, Kecamatan Pogalan, pada Senin (15/6/2026).
Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Pimpinan BAZNAS Trenggalek sebagai bentuk komitmen lembaga dalam menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat yang hidup dalam keterbatasan. Program ini lahir dari kepedulian terhadap kondisi rumah Bapak Sukuwadi yang sudah lapuk dan rawan mengalami kerusakan yang lebih parah apabila tidak segera diperbaiki.
Rumah yang seharusnya menjadi tempat berlindung dan memberikan rasa aman bagi keluarga, justru berubah menjadi sumber kekhawatiran. Beberapa bagian bangunan yang telah termakan usia membuat kondisi rumah semakin memprihatinkan dan berpotensi membahayakan keselamatan penghuninya, terutama saat hujan deras dan cuaca ekstrem.
Melihat kondisi tersebut, BAZNAS Trenggalek bergerak cepat dengan memberikan bantuan bedah rumah yang diharapkan dapat menjadi awal kehidupan yang lebih baik bagi keluarga Bapak Sukuwadi. Program ini merupakan salah satu wujud pemanfaatan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang dihimpun dari para muzaki dan masyarakat untuk membantu mustahik yang membutuhkan hunian layak.
Pimpinan BAZNAS Trenggalek menyampaikan bahwa kebutuhan akan rumah yang aman dan layak merupakan salah satu kebutuhan dasar yang harus dipenuhi. Oleh karena itu, program bedah rumah menjadi bagian penting dari upaya BAZNAS dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat kurang mampu.
“Rumah bukan sekadar bangunan fisik, tetapi tempat bertumbuhnya harapan, tempat keluarga saling menguatkan, dan tempat anak-anak merasakan rasa aman. Melalui bantuan ini, kami berharap keluarga Bapak Sukuwadi dapat kembali menjalani kehidupan dengan lebih tenang dan nyaman,” ungkapnya.
Program bedah rumah ini juga menjadi bukti nyata bahwa zakat memiliki dampak yang besar dan mampu menjawab persoalan sosial di tengah masyarakat. Dana yang ditunaikan oleh para muzaki tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan sesaat, tetapi juga menghadirkan perubahan jangka panjang yang menyentuh aspek kehidupan mendasar, termasuk penyediaan tempat tinggal yang layak.
Warga sekitar Desa Wonocoyo menyambut baik bantuan yang diberikan oleh BAZNAS Trenggalek. Mereka mengapresiasi langkah cepat yang dilakukan untuk membantu keluarga Bapak Sukuwadi yang selama ini hidup dalam kondisi rumah yang memprihatinkan. Bantuan ini tidak hanya meringankan beban keluarga penerima manfaat, tetapi juga menumbuhkan optimisme dan semangat baru untuk menjalani kehidupan yang lebih baik.
Melalui program ini, BAZNAS Trenggalek kembali menegaskan perannya sebagai lembaga pengelola zakat yang tidak hanya berfokus pada penyaluran bantuan, tetapi juga berupaya menghadirkan solusi yang berdampak dan berkelanjutan bagi masyarakat. Diharapkan, rumah yang nantinya selesai diperbaiki dapat menjadi tempat tinggal yang aman, nyaman, dan penuh keberkahan bagi keluarga Bapak Sukuwadi.
Semangat gotong royong dan kepedulian yang terbangun melalui program bedah rumah ini menjadi pengingat bahwa setiap zakat, infak, dan sedekah yang dititipkan masyarakat memiliki kekuatan untuk mengubah kehidupan. Dari sebuah rumah yang lapuk dan rawan, kini tumbuh harapan baru bagi sebuah keluarga untuk menatap masa depan yang lebih baik.
BERITA15/06/2026 | Humas
BAZNAS Trenggalek Salurkan Bantuan Bedah Rumah untuk Ibu Tarminah di Watulimo, Hadirkan Harapan Baru bagi Keluarga Prasejahtera
Komitmen dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat terus diwujudkan oleh BAZNAS Kabupaten Trenggalek melalui berbagai program kemanusiaan yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat. Pada Senin (15/6/2026), BAZNAS Trenggalek kembali menyalurkan bantuan program bedah rumah kepada keluarga Ibu Tarminah yang bertempat di Dusun Sambi, Desa Watuagung, Kecamatan Watulimo.
Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Pimpinan BAZNAS Trenggalek dan turut dihadiri oleh Camat Watulimo serta perangkat Desa Watuagung. Kehadiran berbagai pihak dalam kegiatan ini menjadi bukti nyata sinergi antara lembaga zakat, pemerintah kecamatan, dan pemerintah desa dalam menghadirkan solusi bagi masyarakat yang membutuhkan hunian layak.
Program bedah rumah diberikan sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi tempat tinggal Ibu Tarminah yang memerlukan perbaikan agar dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi keluarga. Rumah yang layak huni bukan hanya menjadi kebutuhan dasar, tetapi juga menjadi faktor penting dalam menjaga kesehatan, keselamatan, dan kualitas hidup penghuninya.
Dalam sambutannya, Pimpinan BAZNAS Trenggalek menyampaikan bahwa program bedah rumah merupakan salah satu bentuk pendayagunaan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang dihimpun dari masyarakat dan disalurkan kembali kepada mereka yang membutuhkan.
“Setiap keluarga berhak memiliki tempat tinggal yang aman dan layak. Melalui program bedah rumah ini, kami berharap Ibu Tarminah dan keluarga dapat menjalani kehidupan dengan lebih nyaman dan tenang. Ini bukan sekadar bantuan pembangunan fisik, tetapi juga ikhtiar untuk menghadirkan harapan dan masa depan yang lebih baik,” ujarnya.
Pimpinan BAZNAS Trenggalek juga mengungkapkan bahwa program perbaikan rumah menjadi salah satu prioritas dalam upaya pengentasan kemiskinan. Sebab, rumah yang tidak layak huni sering kali menjadi salah satu faktor yang memperburuk kondisi sosial dan ekonomi keluarga. Oleh karena itu, kehadiran program bedah rumah diharapkan mampu memberikan dampak yang lebih luas bagi kesejahteraan penerima manfaat.
Sementara itu, Camat Watulimo menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada BAZNAS Trenggalek atas kepedulian yang diberikan kepada masyarakat di wilayahnya. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah daerah dan lembaga zakat seperti BAZNAS sangat penting dalam membantu masyarakat yang masih hidup dalam keterbatasan.
“Program seperti ini sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Kami berharap sinergi yang telah terjalin dapat terus ditingkatkan sehingga semakin banyak warga yang terbantu dan merasakan manfaat dari zakat yang dikelola secara amanah,” tuturnya.
Perangkat Desa Watuagung dan warga sekitar juga menyambut baik bantuan yang diberikan kepada Ibu Tarminah. Mereka berharap proses pembangunan rumah dapat berjalan dengan lancar dan segera memberikan kenyamanan bagi keluarga penerima manfaat.
Melalui program bedah rumah ini, BAZNAS Trenggalek kembali menegaskan perannya sebagai lembaga yang tidak hanya menyalurkan bantuan, tetapi juga menjadi penggerak kepedulian sosial dan pemberdayaan masyarakat. Rumah yang nantinya berdiri di Dusun Sambi diharapkan menjadi simbol hadirnya kepedulian, semangat gotong royong, dan bukti bahwa zakat mampu menghadirkan perubahan nyata dalam kehidupan masyarakat.
Setiap zakat, infak, dan sedekah yang ditunaikan oleh para muzaki sesungguhnya tidak hanya membangun sebuah rumah, tetapi juga membangun harapan, menjaga martabat, dan menghadirkan masa depan yang lebih baik bagi sesama.
BERITA15/06/2026 | Humas
BAZNAS Trenggalek Salurkan Bantuan Bedah Rumah untuk Korban Kebakaran di Watulimo, Bangkitkan Harapan Keluarga Bapak Samsuri
Musibah dapat datang kapan saja dan mengubah kehidupan seseorang dalam sekejap. Hal itulah yang dialami keluarga Bapak Samsuri, warga Dusun Tenggong, Desa Watuagung, Kecamatan Watulimo, yang rumahnya mengalami kebakaran akibat ledakan gas. Peristiwa tersebut menyebabkan kerusakan pada rumah yang selama ini menjadi tempat berlindung dan pusat kehidupan keluarganya.
Sebagai bentuk kepedulian dan respons cepat terhadap masyarakat yang tertimpa musibah, BAZNAS Kabupaten Trenggalek menyalurkan bantuan program bedah rumah kepada keluarga Bapak Samsuri pada Senin (15/6/2026). Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Pimpinan BAZNAS Trenggalek dan turut dihadiri oleh Camat Watulimo serta perangkat Desa Watuagung.
Kehadiran berbagai pihak dalam penyerahan bantuan tersebut menjadi bukti nyata semangat gotong royong dan kepedulian sosial dalam membantu warga yang sedang menghadapi cobaan. Di tengah duka akibat musibah kebakaran, keluarga Bapak Samsuri kini mendapatkan secercah harapan untuk kembali memiliki tempat tinggal yang aman dan layak.
Pimpinan BAZNAS Trenggalek menyampaikan bahwa program bedah rumah bagi korban kebakaran merupakan salah satu bentuk pemanfaatan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) untuk membantu masyarakat yang mengalami kondisi darurat dan membutuhkan dukungan segera.
“Musibah kebakaran tidak hanya menghanguskan bangunan, tetapi juga meninggalkan duka dan ketidakpastian bagi keluarga yang mengalaminya. Melalui bantuan ini, kami berharap keluarga Bapak Samsuri dapat bangkit kembali dan memiliki tempat tinggal yang aman untuk melanjutkan kehidupan,” ujarnya.
Menurutnya, rumah bukan sekadar bangunan fisik, melainkan tempat berteduh, tempat berkumpul bersama keluarga, dan ruang untuk membangun harapan. Karena itu, membantu masyarakat mendapatkan kembali hunian yang layak merupakan salah satu bentuk ikhtiar menghadirkan kesejahteraan dan menjaga martabat sesama.
Camat Watulimo dalam kesempatan tersebut turut mengapresiasi langkah cepat BAZNAS Trenggalek yang hadir di tengah masyarakat saat terjadi musibah. Ia menilai, sinergi antara pemerintah daerah dan lembaga zakat sangat penting untuk mempercepat penanganan dan pemulihan bagi warga yang terdampak bencana.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada BAZNAS Trenggalek dan seluruh donatur yang telah membantu warga kami. Bantuan ini sangat berarti bagi keluarga Bapak Samsuri dan menjadi penyemangat bagi mereka untuk bangkit setelah mengalami musibah,” tuturnya.
Perangkat Desa Watuagung dan warga sekitar juga menyampaikan rasa syukur atas perhatian yang diberikan kepada keluarga Bapak Samsuri. Mereka berharap proses perbaikan rumah dapat berjalan dengan lancar sehingga keluarga penerima manfaat dapat segera kembali menempati rumah yang aman dan nyaman.
Program bedah rumah bagi korban kebakaran ini menjadi bukti bahwa zakat tidak hanya hadir sebagai instrumen ibadah, tetapi juga sebagai solusi nyata dalam menjawab berbagai persoalan kemanusiaan dan kebencanaan. Dana yang dititipkan oleh para muzaki dan donatur mampu menjadi penyambung harapan bagi mereka yang sedang berada dalam kesulitan.
Melalui bantuan ini, BAZNAS Trenggalek kembali menegaskan perannya sebagai lembaga yang hadir untuk masyarakat, terutama bagi mereka yang sedang tertimpa musibah. Dari puing-puing akibat kebakaran, kini tumbuh semangat baru dan harapan baru bagi keluarga Bapak Samsuri untuk bangkit, memulai kembali kehidupan, dan menata masa depan yang lebih baik bersama keluarga tercinta.
BERITA15/06/2026 | Humas

Info Rekening Zakat
Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Trenggalek.
Lihat Daftar Rekening →
