Berita Terbaru
BAZNAS Trenggalek Hadiri Pembukaan Perkemahan Wirakarya VI Mandiri Pandean, Wujud Nyata Pramuka Mengabdi melalui Program Bedah Rumah
Trenggalek – Semangat gotong royong dan kepedulian sosial kembali ditunjukkan melalui kegiatan Perkemahan Wirakarya VI Mandiri Pandean Tahun 2026 yang secara resmi dibuka pada Sabtu (20/6/2026) di SMP Negeri 2 Dongko, Kabupaten Trenggalek. Kegiatan yang akan berlangsung selama sembilan hari, mulai tanggal 20 hingga 28 Juni 2026, menjadi momentum pengabdian nyata Gerakan Pramuka kepada masyarakat melalui program pembangunan rumah layak huni bagi warga yang membutuhkan di Desa Pandean, Kecamatan Dongko.
Pembukaan kegiatan dihadiri oleh berbagai unsur pemerintah dan lembaga, di antaranya Sekretaris Daerah Kabupaten Trenggalek yang mewakili Bupati Trenggalek, BAZNAS Kabupaten Trenggalek, BPBD Kabupaten Trenggalek, Camat Dongko, unsur TNI, Polri, serta jajaran Gerakan Pramuka Kwartir Cabang Trenggalek. Kehadiran berbagai pihak tersebut menunjukkan kuatnya sinergi dan kolaborasi lintas sektor dalam mewujudkan kepedulian sosial bagi masyarakat.
Dalam Perkemahan Wirakarya VI Mandiri Pandean tahun ini, para peserta akan melaksanakan program pembangunan 10 unit rumah layak huni bagi masyarakat. Dari jumlah tersebut, tiga unit rumah merupakan bantuan dari Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Timur, sedangkan tujuh unit lainnya berasal dari dukungan Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Trenggalek. Program ini menjadi bukti bahwa Gerakan Pramuka tidak hanya berfokus pada pembentukan karakter generasi muda, tetapi juga hadir secara konkret dalam membantu menyelesaikan persoalan sosial di tengah masyarakat.
BAZNAS Kabupaten Trenggalek turut memberikan dukungan dan berpartisipasi dalam kegiatan pembukaan sebagai bentuk komitmen untuk terus memperkuat kolaborasi dalam berbagai program kemanusiaan dan pemberdayaan masyarakat. Kehadiran BAZNAS dalam kegiatan ini sejalan dengan semangat pengabdian dan kepedulian yang menjadi ruh dari Gerakan Pramuka, terutama dalam membantu masyarakat kurang mampu memperoleh tempat tinggal yang layak dan aman.
Selain pembangunan rumah, kegiatan Perkemahan Wirakarya juga melibatkan unsur BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) dan Gugus Darma Pramuka BAZNAS Trenggalek yang turut mengambil peran dalam mendukung kelancaran pelaksanaan kegiatan di lapangan. Keterlibatan BTB menjadi cerminan bahwa semangat kebencanaan dan kemanusiaan perlu terus ditanamkan kepada generasi muda, khususnya anggota Pramuka, agar memiliki kepedulian, kesiapsiagaan, dan kemampuan dalam membantu masyarakat saat menghadapi berbagai persoalan sosial maupun bencana.
Sebanyak 300 Pramuka Penegak dari 20 pangkalan se-Kabupaten Trenggalek turut ambil bagian dalam kegiatan ini. Para peserta akan tinggal di lokasi perkemahan dan terlibat langsung dalam berbagai kegiatan pengabdian, mulai dari pembangunan rumah, kerja bakti, hingga kegiatan sosial kemasyarakatan lainnya. Keikutsertaan ratusan anggota Pramuka tersebut menjadi bukti bahwa generasi muda Trenggalek memiliki semangat gotong royong, kepedulian, dan jiwa pengabdian yang tinggi.
Pada kesempatan tersebut, BPBD Kabupaten Trenggalek juga menyerahkan bantuan berupa berbagai peralatan pembangunan, seperti sekop dan perlengkapan kerja lainnya, guna mendukung kelancaran proses pembangunan rumah selama kegiatan berlangsung. Bantuan tersebut diharapkan dapat mempercepat proses pengerjaan dan memberikan kemudahan bagi para peserta dalam melaksanakan pengabdian kepada masyarakat.
Perkemahan Wirakarya VI Mandiri Pandean bukan sekadar agenda perkemahan biasa, melainkan menjadi wadah pembelajaran yang sangat berharga bagi generasi muda untuk mengimplementasikan nilai-nilai Dasa Dharma dan Tri Satya Pramuka dalam kehidupan nyata. Melalui kegiatan ini, para peserta diajak untuk memahami makna pengabdian, kepedulian sosial, kerja sama, dan gotong royong sebagai modal penting dalam membangun bangsa.
Sinergi antara pemerintah daerah, BAZNAS, BPBD, TNI, Polri, dan Gerakan Pramuka diharapkan dapat terus terjalin dan menjadi inspirasi bagi berbagai pihak untuk bersama-sama membangun masyarakat yang lebih sejahtera. Perkemahan Wirakarya VI Mandiri Pandean Tahun 2026 menjadi bukti bahwa semangat gotong royong dan pengabdian masih tumbuh subur di Kabupaten Trenggalek, serta menjadi pengingat bahwa kehadiran generasi muda yang peduli dan siap mengabdi merupakan aset berharga bagi masa depan daerah dan bangsa.
BERITA20/06/2026 | Humas
BAZNAS Trenggalek Salurkan Bantuan Bedah Rumah untuk Keluarga Bapak Muchozin, Gandeng Racana IAI Sunan Giri Wujudkan Hunian Layak
Komitmen dalam menghadirkan kepedulian dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat terus diwujudkan oleh BAZNAS Kabupaten Trenggalek. Pada Senin (15/6/2026), BAZNAS Trenggalek secara resmi menyerahkan bantuan program bedah rumah kepada keluarga Bapak Muchozin yang berlokasi di Desa Ngetal, Kecamatan Pogalan.
Penyerahan bantuan dilakukan langsung oleh Pimpinan BAZNAS Trenggalek dan turut dihadiri oleh jajaran mahasiswa Pramuka Racana Institut Agama Islam (IAI) Sunan Giri Trenggalek. Kehadiran para mahasiswa tersebut menjadi simbol kuatnya semangat gotong royong dan kolaborasi lintas elemen masyarakat dalam membantu warga yang membutuhkan hunian yang layak.
Rumah yang ditempati keluarga Bapak Muchozin selama ini berada dalam kondisi memprihatinkan dan memerlukan perbaikan menyeluruh. Kondisi bangunan yang kurang memadai tidak hanya memengaruhi kenyamanan, tetapi juga berpotensi mengganggu kesehatan dan keselamatan anggota keluarga. Melihat kondisi tersebut, BAZNAS Trenggalek hadir melalui program bedah rumah sebagai bentuk nyata pemanfaatan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.
Pimpinan BAZNAS Trenggalek dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa program bedah rumah merupakan salah satu ikhtiar lembaga dalam menghadirkan kehidupan yang lebih baik bagi masyarakat kurang mampu. Rumah yang layak huni merupakan kebutuhan dasar yang harus dipenuhi agar setiap keluarga dapat menjalani kehidupan dengan aman, nyaman, dan bermartabat.
“Melalui program ini, kami berharap keluarga Bapak Muchozin dapat memiliki tempat tinggal yang lebih layak dan nyaman. Ini bukan hanya tentang membangun dinding dan atap, tetapi juga membangun harapan, menghadirkan rasa aman, dan mengembalikan semangat hidup bagi keluarga penerima manfaat,” ungkapnya.
Lebih dari sekadar penyaluran bantuan, kegiatan ini juga menjadi momentum lahirnya sinergi yang positif antara BAZNAS Trenggalek dengan Pramuka Racana IAI Sunan Giri Trenggalek. Ke depannya, proses pembangunan rumah Bapak Muchozin akan mendapatkan dukungan dan pendampingan dari teman-teman Racana IAI Sunan Giri Trenggalek. Keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan sosial ini diharapkan mampu menumbuhkan kepedulian, semangat pengabdian, serta memperkuat budaya gotong royong di tengah masyarakat.
Perwakilan Racana IAI Sunan Giri Trenggalek menyampaikan kesiapan mereka untuk ikut serta dalam proses pembangunan hingga rumah tersebut dapat ditempati dengan layak oleh keluarga penerima manfaat. Menurutnya, kegiatan sosial seperti ini merupakan implementasi nyata dari nilai-nilai kemanusiaan dan pengabdian yang selama ini menjadi bagian dari semangat kepramukaan.
Warga sekitar Desa Ngetal pun menyambut baik program tersebut. Mereka mengapresiasi kepedulian BAZNAS Trenggalek dan keterlibatan mahasiswa yang secara sukarela turut membantu sesama. Kehadiran berbagai pihak dalam program bedah rumah ini menjadi bukti bahwa kepedulian sosial akan melahirkan kekuatan besar ketika dilakukan secara bersama-sama.
Melalui program bedah rumah ini, BAZNAS Trenggalek kembali menegaskan perannya sebagai lembaga yang tidak hanya menyalurkan bantuan, tetapi juga menjadi jembatan kolaborasi dan penggerak kebaikan di tengah masyarakat. Diharapkan, rumah baru yang nantinya berdiri di Desa Ngetal tidak hanya menjadi tempat berteduh bagi keluarga Bapak Muchozin, tetapi juga menjadi simbol hadirnya kepedulian, solidaritas, dan semangat gotong royong yang terus hidup di Kabupaten Trenggalek.
BERITA15/06/2026 | Humas
BAZNAS Trenggalek Salurkan Bantuan Bedah Rumah untuk Keluarga Bapak Sukuwadi, Wujudkan Hunian Aman dan Layak di Desa Wonocoyo
Kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan terus diwujudkan oleh BAZNAS Kabupaten Trenggalek melalui berbagai program kemanusiaan. Salah satunya melalui program bedah rumah yang kali ini diberikan kepada keluarga Bapak Sukuwadi, warga Desa Wonocoyo, Kecamatan Pogalan, pada Senin (15/6/2026).
Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Pimpinan BAZNAS Trenggalek sebagai bentuk komitmen lembaga dalam menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat yang hidup dalam keterbatasan. Program ini lahir dari kepedulian terhadap kondisi rumah Bapak Sukuwadi yang sudah lapuk dan rawan mengalami kerusakan yang lebih parah apabila tidak segera diperbaiki.
Rumah yang seharusnya menjadi tempat berlindung dan memberikan rasa aman bagi keluarga, justru berubah menjadi sumber kekhawatiran. Beberapa bagian bangunan yang telah termakan usia membuat kondisi rumah semakin memprihatinkan dan berpotensi membahayakan keselamatan penghuninya, terutama saat hujan deras dan cuaca ekstrem.
Melihat kondisi tersebut, BAZNAS Trenggalek bergerak cepat dengan memberikan bantuan bedah rumah yang diharapkan dapat menjadi awal kehidupan yang lebih baik bagi keluarga Bapak Sukuwadi. Program ini merupakan salah satu wujud pemanfaatan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang dihimpun dari para muzaki dan masyarakat untuk membantu mustahik yang membutuhkan hunian layak.
Pimpinan BAZNAS Trenggalek menyampaikan bahwa kebutuhan akan rumah yang aman dan layak merupakan salah satu kebutuhan dasar yang harus dipenuhi. Oleh karena itu, program bedah rumah menjadi bagian penting dari upaya BAZNAS dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat kurang mampu.
“Rumah bukan sekadar bangunan fisik, tetapi tempat bertumbuhnya harapan, tempat keluarga saling menguatkan, dan tempat anak-anak merasakan rasa aman. Melalui bantuan ini, kami berharap keluarga Bapak Sukuwadi dapat kembali menjalani kehidupan dengan lebih tenang dan nyaman,” ungkapnya.
Program bedah rumah ini juga menjadi bukti nyata bahwa zakat memiliki dampak yang besar dan mampu menjawab persoalan sosial di tengah masyarakat. Dana yang ditunaikan oleh para muzaki tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan sesaat, tetapi juga menghadirkan perubahan jangka panjang yang menyentuh aspek kehidupan mendasar, termasuk penyediaan tempat tinggal yang layak.
Warga sekitar Desa Wonocoyo menyambut baik bantuan yang diberikan oleh BAZNAS Trenggalek. Mereka mengapresiasi langkah cepat yang dilakukan untuk membantu keluarga Bapak Sukuwadi yang selama ini hidup dalam kondisi rumah yang memprihatinkan. Bantuan ini tidak hanya meringankan beban keluarga penerima manfaat, tetapi juga menumbuhkan optimisme dan semangat baru untuk menjalani kehidupan yang lebih baik.
Melalui program ini, BAZNAS Trenggalek kembali menegaskan perannya sebagai lembaga pengelola zakat yang tidak hanya berfokus pada penyaluran bantuan, tetapi juga berupaya menghadirkan solusi yang berdampak dan berkelanjutan bagi masyarakat. Diharapkan, rumah yang nantinya selesai diperbaiki dapat menjadi tempat tinggal yang aman, nyaman, dan penuh keberkahan bagi keluarga Bapak Sukuwadi.
Semangat gotong royong dan kepedulian yang terbangun melalui program bedah rumah ini menjadi pengingat bahwa setiap zakat, infak, dan sedekah yang dititipkan masyarakat memiliki kekuatan untuk mengubah kehidupan. Dari sebuah rumah yang lapuk dan rawan, kini tumbuh harapan baru bagi sebuah keluarga untuk menatap masa depan yang lebih baik.
BERITA15/06/2026 | Humas
BAZNAS Trenggalek Salurkan Bantuan Bedah Rumah untuk Ibu Tarminah di Watulimo, Hadirkan Harapan Baru bagi Keluarga Prasejahtera
Komitmen dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat terus diwujudkan oleh BAZNAS Kabupaten Trenggalek melalui berbagai program kemanusiaan yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat. Pada Senin (15/6/2026), BAZNAS Trenggalek kembali menyalurkan bantuan program bedah rumah kepada keluarga Ibu Tarminah yang bertempat di Dusun Sambi, Desa Watuagung, Kecamatan Watulimo.
Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Pimpinan BAZNAS Trenggalek dan turut dihadiri oleh Camat Watulimo serta perangkat Desa Watuagung. Kehadiran berbagai pihak dalam kegiatan ini menjadi bukti nyata sinergi antara lembaga zakat, pemerintah kecamatan, dan pemerintah desa dalam menghadirkan solusi bagi masyarakat yang membutuhkan hunian layak.
Program bedah rumah diberikan sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi tempat tinggal Ibu Tarminah yang memerlukan perbaikan agar dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi keluarga. Rumah yang layak huni bukan hanya menjadi kebutuhan dasar, tetapi juga menjadi faktor penting dalam menjaga kesehatan, keselamatan, dan kualitas hidup penghuninya.
Dalam sambutannya, Pimpinan BAZNAS Trenggalek menyampaikan bahwa program bedah rumah merupakan salah satu bentuk pendayagunaan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang dihimpun dari masyarakat dan disalurkan kembali kepada mereka yang membutuhkan.
“Setiap keluarga berhak memiliki tempat tinggal yang aman dan layak. Melalui program bedah rumah ini, kami berharap Ibu Tarminah dan keluarga dapat menjalani kehidupan dengan lebih nyaman dan tenang. Ini bukan sekadar bantuan pembangunan fisik, tetapi juga ikhtiar untuk menghadirkan harapan dan masa depan yang lebih baik,” ujarnya.
Pimpinan BAZNAS Trenggalek juga mengungkapkan bahwa program perbaikan rumah menjadi salah satu prioritas dalam upaya pengentasan kemiskinan. Sebab, rumah yang tidak layak huni sering kali menjadi salah satu faktor yang memperburuk kondisi sosial dan ekonomi keluarga. Oleh karena itu, kehadiran program bedah rumah diharapkan mampu memberikan dampak yang lebih luas bagi kesejahteraan penerima manfaat.
Sementara itu, Camat Watulimo menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada BAZNAS Trenggalek atas kepedulian yang diberikan kepada masyarakat di wilayahnya. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah daerah dan lembaga zakat seperti BAZNAS sangat penting dalam membantu masyarakat yang masih hidup dalam keterbatasan.
“Program seperti ini sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Kami berharap sinergi yang telah terjalin dapat terus ditingkatkan sehingga semakin banyak warga yang terbantu dan merasakan manfaat dari zakat yang dikelola secara amanah,” tuturnya.
Perangkat Desa Watuagung dan warga sekitar juga menyambut baik bantuan yang diberikan kepada Ibu Tarminah. Mereka berharap proses pembangunan rumah dapat berjalan dengan lancar dan segera memberikan kenyamanan bagi keluarga penerima manfaat.
Melalui program bedah rumah ini, BAZNAS Trenggalek kembali menegaskan perannya sebagai lembaga yang tidak hanya menyalurkan bantuan, tetapi juga menjadi penggerak kepedulian sosial dan pemberdayaan masyarakat. Rumah yang nantinya berdiri di Dusun Sambi diharapkan menjadi simbol hadirnya kepedulian, semangat gotong royong, dan bukti bahwa zakat mampu menghadirkan perubahan nyata dalam kehidupan masyarakat.
Setiap zakat, infak, dan sedekah yang ditunaikan oleh para muzaki sesungguhnya tidak hanya membangun sebuah rumah, tetapi juga membangun harapan, menjaga martabat, dan menghadirkan masa depan yang lebih baik bagi sesama.
BERITA15/06/2026 | Humas
BAZNAS Trenggalek Salurkan Bantuan Bedah Rumah untuk Korban Kebakaran di Watulimo, Bangkitkan Harapan Keluarga Bapak Samsuri
Musibah dapat datang kapan saja dan mengubah kehidupan seseorang dalam sekejap. Hal itulah yang dialami keluarga Bapak Samsuri, warga Dusun Tenggong, Desa Watuagung, Kecamatan Watulimo, yang rumahnya mengalami kebakaran akibat ledakan gas. Peristiwa tersebut menyebabkan kerusakan pada rumah yang selama ini menjadi tempat berlindung dan pusat kehidupan keluarganya.
Sebagai bentuk kepedulian dan respons cepat terhadap masyarakat yang tertimpa musibah, BAZNAS Kabupaten Trenggalek menyalurkan bantuan program bedah rumah kepada keluarga Bapak Samsuri pada Senin (15/6/2026). Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Pimpinan BAZNAS Trenggalek dan turut dihadiri oleh Camat Watulimo serta perangkat Desa Watuagung.
Kehadiran berbagai pihak dalam penyerahan bantuan tersebut menjadi bukti nyata semangat gotong royong dan kepedulian sosial dalam membantu warga yang sedang menghadapi cobaan. Di tengah duka akibat musibah kebakaran, keluarga Bapak Samsuri kini mendapatkan secercah harapan untuk kembali memiliki tempat tinggal yang aman dan layak.
Pimpinan BAZNAS Trenggalek menyampaikan bahwa program bedah rumah bagi korban kebakaran merupakan salah satu bentuk pemanfaatan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) untuk membantu masyarakat yang mengalami kondisi darurat dan membutuhkan dukungan segera.
“Musibah kebakaran tidak hanya menghanguskan bangunan, tetapi juga meninggalkan duka dan ketidakpastian bagi keluarga yang mengalaminya. Melalui bantuan ini, kami berharap keluarga Bapak Samsuri dapat bangkit kembali dan memiliki tempat tinggal yang aman untuk melanjutkan kehidupan,” ujarnya.
Menurutnya, rumah bukan sekadar bangunan fisik, melainkan tempat berteduh, tempat berkumpul bersama keluarga, dan ruang untuk membangun harapan. Karena itu, membantu masyarakat mendapatkan kembali hunian yang layak merupakan salah satu bentuk ikhtiar menghadirkan kesejahteraan dan menjaga martabat sesama.
Camat Watulimo dalam kesempatan tersebut turut mengapresiasi langkah cepat BAZNAS Trenggalek yang hadir di tengah masyarakat saat terjadi musibah. Ia menilai, sinergi antara pemerintah daerah dan lembaga zakat sangat penting untuk mempercepat penanganan dan pemulihan bagi warga yang terdampak bencana.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada BAZNAS Trenggalek dan seluruh donatur yang telah membantu warga kami. Bantuan ini sangat berarti bagi keluarga Bapak Samsuri dan menjadi penyemangat bagi mereka untuk bangkit setelah mengalami musibah,” tuturnya.
Perangkat Desa Watuagung dan warga sekitar juga menyampaikan rasa syukur atas perhatian yang diberikan kepada keluarga Bapak Samsuri. Mereka berharap proses perbaikan rumah dapat berjalan dengan lancar sehingga keluarga penerima manfaat dapat segera kembali menempati rumah yang aman dan nyaman.
Program bedah rumah bagi korban kebakaran ini menjadi bukti bahwa zakat tidak hanya hadir sebagai instrumen ibadah, tetapi juga sebagai solusi nyata dalam menjawab berbagai persoalan kemanusiaan dan kebencanaan. Dana yang dititipkan oleh para muzaki dan donatur mampu menjadi penyambung harapan bagi mereka yang sedang berada dalam kesulitan.
Melalui bantuan ini, BAZNAS Trenggalek kembali menegaskan perannya sebagai lembaga yang hadir untuk masyarakat, terutama bagi mereka yang sedang tertimpa musibah. Dari puing-puing akibat kebakaran, kini tumbuh semangat baru dan harapan baru bagi keluarga Bapak Samsuri untuk bangkit, memulai kembali kehidupan, dan menata masa depan yang lebih baik bersama keluarga tercinta.
BERITA15/06/2026 | Humas
BAZNAS Trenggalek Salurkan Bantuan untuk Pembangunan MCK Mushola Nurul Amin di Dongko
Komitmen dalam mendukung pembangunan sarana ibadah dan peningkatan fasilitas umum terus diwujudkan oleh BAZNAS Kabupaten Trenggalek. Pada Kamis (11/6/2026), BAZNAS Trenggalek menyalurkan bantuan senilai Rp7.500.000,- untuk mendukung pembangunan fasilitas Mandi, Cuci, Kakus (MCK) di Mushola Nurul Amin, yang berlokasi di Dusun Talun RT 52 RW 19, Desa Pandean, Kecamatan Dongko.
Bantuan tersebut diserahkan secara langsung oleh Ketua BAZNAS Kabupaten Trenggalek kepada Kepala Desa Pandean sebagai bentuk dukungan terhadap upaya masyarakat dalam meningkatkan sarana penunjang ibadah yang layak, nyaman, dan sehat bagi jamaah.
Penyaluran bantuan ini menjadi bagian dari program BAZNAS Trenggalek dalam mendayagunakan dana zakat, infak, dan sedekah untuk kemaslahatan umat. Selain fokus pada bidang pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi, BAZNAS juga turut berperan aktif dalam mendukung pembangunan fasilitas keagamaan yang memberikan manfaat luas bagi masyarakat.
Ketua BAZNAS Trenggalek menyampaikan bahwa keberadaan fasilitas MCK yang memadai merupakan kebutuhan penting bagi sebuah tempat ibadah. Selain menunjang kenyamanan jamaah, fasilitas tersebut juga menjadi bagian dari upaya menjaga kebersihan dan kesucian dalam menjalankan ibadah.
“Tempat ibadah yang baik tidak hanya ditunjang oleh bangunan utama yang representatif, tetapi juga fasilitas pendukung yang memadai. Kami berharap bantuan ini dapat mempercepat proses pembangunan MCK Mushola Nurul Amin sehingga masyarakat dapat beribadah dengan lebih nyaman dan khusyuk,” ujarnya.
Menurutnya, pembangunan fasilitas umum seperti MCK sering kali menghadapi keterbatasan pendanaan. Oleh karena itu, kehadiran BAZNAS diharapkan mampu menjadi jembatan kebaikan antara para muzaki dan masyarakat yang membutuhkan bantuan pembangunan sarana ibadah.
Sementara itu, Kepala Desa Pandean menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada BAZNAS Trenggalek atas perhatian yang diberikan kepada masyarakat Desa Pandean. Bantuan tersebut dinilai sangat membantu dalam memenuhi kebutuhan pembangunan MCK yang selama ini menjadi salah satu prioritas bagi jamaah Mushola Nurul Amin.
“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada BAZNAS Trenggalek dan para muzaki yang telah mempercayakan zakat, infak, dan sedekahnya melalui BAZNAS. Bantuan ini sangat berarti bagi masyarakat kami dan akan dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk menyelesaikan pembangunan MCK Mushola Nurul Amin,” ungkapnya.
Masyarakat Dusun Talun juga menyambut baik bantuan tersebut. Selama ini, keberadaan fasilitas MCK yang layak menjadi kebutuhan mendesak mengingat mushola tidak hanya digunakan untuk salat berjamaah, tetapi juga berbagai kegiatan keagamaan seperti pengajian, pendidikan Al-Qur’an, hingga kegiatan sosial kemasyarakatan.
Dengan adanya dukungan dari BAZNAS Trenggalek, pembangunan MCK diharapkan dapat segera rampung dan memberikan manfaat jangka panjang bagi warga sekitar. Fasilitas tersebut nantinya akan menjadi sarana penting yang menunjang aktivitas ibadah sekaligus meningkatkan kualitas kebersihan dan kesehatan lingkungan mushola.
Penyaluran bantuan ini juga menjadi bukti nyata bahwa dana zakat, infak, dan sedekah yang dititipkan masyarakat melalui BAZNAS mampu menghadirkan manfaat yang luas dan dirasakan secara langsung oleh masyarakat. Setiap kontribusi yang diberikan para donatur tidak hanya membantu pembangunan fisik, tetapi juga menjadi bagian dari investasi amal jariyah yang pahalanya terus mengalir selama fasilitas tersebut dimanfaatkan untuk kebaikan.
Melalui sinergi antara BAZNAS, pemerintah desa, dan masyarakat, diharapkan semakin banyak sarana ibadah yang dapat berkembang menjadi pusat kegiatan keagamaan dan pemberdayaan umat. BAZNAS Trenggalek pun berkomitmen untuk terus menghadirkan program-program yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta mendorong terciptanya kehidupan yang lebih sejahtera, religius, dan berkeadilan.
“Dari zakat tumbuh kebermanfaatan, dari sedekah lahir keberkahan. Bersama BAZNAS, kebaikan terus mengalir untuk membangun umat.”
BERITA12/06/2026 | Humas
BAZNAS Trenggalek Salurkan Bantuan untuk Dukung Pembangunan Mushola Al-Hidayah di Panggul
Komitmen BAZNAS Kabupaten Trenggalek dalam mendukung penguatan sarana ibadah dan pemberdayaan umat kembali diwujudkan melalui penyaluran bantuan dana pembangunan mushola. Pada Kamis (11/6/2026), BAZNAS Trenggalek menyalurkan bantuan sebesar Rp5.000.000,- untuk mendukung pembangunan Mushola Al-Hidayah yang berlokasi di Dusun Kuyam RT 33 RW 10, Desa Karangtengah, Kecamatan Panggul.
Bantuan tersebut diserahkan secara langsung oleh Ketua BAZNAS Kabupaten Trenggalek kepada takmir Mushola Al-Hidayah sebagai bentuk kepedulian terhadap kebutuhan masyarakat dalam menghadirkan sarana ibadah yang lebih layak, nyaman, dan representatif.
Penyaluran bantuan ini merupakan bagian dari upaya BAZNAS Trenggalek dalam mendayagunakan dana zakat, infak, dan sedekah yang telah dipercayakan oleh masyarakat untuk berbagai program kemaslahatan umat. Selain menyasar bidang pendidikan, kesehatan, dan ekonomi, BAZNAS juga memberikan perhatian terhadap pembangunan fasilitas keagamaan yang menjadi pusat pembinaan spiritual masyarakat.
Ketua BAZNAS Trenggalek menyampaikan bahwa mushola memiliki peran yang sangat penting dalam kehidupan masyarakat, khususnya di lingkungan pedesaan. Selain digunakan sebagai tempat melaksanakan ibadah salat berjamaah, mushola juga menjadi pusat kegiatan keagamaan seperti pengajian, pendidikan Al-Qur’an bagi anak-anak, peringatan hari besar Islam, hingga kegiatan sosial kemasyarakatan.
“Mushola bukan sekadar bangunan fisik, tetapi juga pusat pembinaan akhlak dan penguatan nilai-nilai keislaman di tengah masyarakat. Oleh karena itu, kami berharap bantuan ini dapat membantu mempercepat proses pembangunan Mushola Al-Hidayah sehingga segera dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, pembangunan rumah ibadah merupakan investasi jangka panjang yang manfaatnya akan terus dirasakan oleh banyak orang. Setiap aktivitas ibadah dan kebaikan yang dilakukan di dalamnya akan menjadi amal jariyah yang pahalanya terus mengalir bagi siapa saja yang turut berkontribusi dalam pembangunannya.
Sementara itu, takmir Mushola Al-Hidayah menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada BAZNAS Trenggalek atas bantuan yang diberikan. Ia mengungkapkan bahwa proses pembangunan mushola masih membutuhkan dukungan dari berbagai pihak agar dapat segera diselesaikan dan digunakan secara maksimal oleh masyarakat.
“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur atas bantuan yang diberikan BAZNAS Trenggalek. Bantuan ini menjadi penyemangat bagi kami dan masyarakat untuk terus bergotong royong menyelesaikan pembangunan Mushola Al-Hidayah. Semoga Allah membalas kebaikan seluruh muzaki dan donatur yang telah menyalurkan zakat, infak, dan sedekahnya melalui BAZNAS,” tuturnya.
Masyarakat Dusun Kuyam menyambut baik bantuan tersebut. Kehadiran Mushola Al-Hidayah diharapkan mampu menjadi pusat kegiatan keagamaan yang semakin aktif serta menjadi sarana mempererat ukhuwah Islamiyah di lingkungan sekitar. Dengan fasilitas yang lebih baik, berbagai kegiatan ibadah dan pembinaan generasi muda dapat berjalan lebih nyaman dan efektif.
Penyaluran bantuan ini menjadi bukti nyata bahwa dana zakat, infak, dan sedekah yang dihimpun BAZNAS mampu menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat. Kepercayaan para muzaki telah diwujudkan dalam berbagai program yang tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, tetapi juga mendukung pembangunan sarana ibadah yang menjadi fondasi kehidupan spiritual umat.
Melalui sinergi antara BAZNAS, para donatur, dan masyarakat, diharapkan semakin banyak rumah ibadah yang dapat berkembang menjadi pusat pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan umat. BAZNAS Trenggalek pun berkomitmen untuk terus menyalurkan amanah masyarakat secara profesional, transparan, dan tepat sasaran demi terwujudnya kesejahteraan dan keberkahan bersama.
“Setiap rupiah yang disedekahkan untuk rumah Allah akan menjadi investasi akhirat yang pahalanya terus mengalir. Bersama BAZNAS, mari hadirkan manfaat dan keberkahan yang lebih luas untuk umat.”
BERITA12/06/2026 | Humas
BAZNAS Trenggalek Salurkan Bantuan Bedah Rumah Rp12,5 Juta untuk Warga Panggul
Trenggalek – Komitmen BAZNAS Kabupaten Trenggalek dalam membantu masyarakat kurang mampu terus diwujudkan melalui berbagai program kemanusiaan dan sosial. Salah satunya melalui program bedah rumah, yang bertujuan membantu masyarakat memiliki tempat tinggal yang lebih layak, aman, dan nyaman untuk dihuni.
Pada Kamis (11/6/2026), BAZNAS Trenggalek menyalurkan bantuan dana sebesar Rp12.500.000,- untuk mendukung program bedah rumah milik Bapak Sundari, warga Dusun Galih RT 21 RW 07, Desa Tangkil, Kecamatan Panggul. Bantuan tersebut diserahkan secara langsung oleh Ketua BAZNAS Kabupaten Trenggalek kepada Bapak Sundari bersama jajaran Pramuka Kwartir Ranting (Kwarran) Panggul yang turut mendampingi pelaksanaan kegiatan.
Penyaluran bantuan ini merupakan bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang masih menghadapi keterbatasan dalam memiliki hunian yang layak. Rumah tidak hanya berfungsi sebagai tempat berteduh, tetapi juga menjadi fondasi penting bagi terciptanya kehidupan keluarga yang sehat, aman, dan sejahtera.
Ketua BAZNAS Trenggalek menyampaikan bahwa program bedah rumah merupakan salah satu upaya nyata dalam mendayagunakan dana zakat, infak, dan sedekah untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Menurutnya, masih terdapat warga yang tinggal di rumah dengan kondisi kurang layak sehingga membutuhkan perhatian dan dukungan dari berbagai pihak.
“Melalui bantuan ini, kami berharap proses perbaikan rumah milik Bapak Sundari dapat berjalan dengan lancar sehingga beliau dan keluarga dapat menempati rumah yang lebih aman dan nyaman. Semoga bantuan yang berasal dari zakat, infak, dan sedekah masyarakat ini benar-benar memberikan manfaat dan menjadi keberkahan bagi semua pihak,” ujarnya.
Kehadiran Pramuka Kwarran Panggul dalam kegiatan tersebut menjadi wujud sinergi yang baik antara lembaga sosial dan organisasi kemasyarakatan dalam membantu warga yang membutuhkan. Semangat gotong royong yang ditunjukkan menjadi bukti bahwa kepedulian sosial dapat tumbuh melalui kolaborasi berbagai elemen masyarakat.
Bapak Sundari mengaku sangat bersyukur dan terharu atas bantuan yang diterimanya. Baginya, bantuan tersebut memberikan harapan baru untuk mewujudkan rumah yang lebih layak bagi keluarganya.
“Alhamdulillah, saya sangat berterima kasih kepada BAZNAS Trenggalek, Pramuka Kwarran Panggul, dan seluruh donatur yang telah membantu. Bantuan ini sangat berarti bagi kami dan akan digunakan untuk memperbaiki rumah agar lebih nyaman ditempati bersama keluarga,” ungkapnya.
Program bedah rumah tidak hanya berfokus pada perbaikan bangunan fisik semata, tetapi juga menjadi upaya menghadirkan kehidupan yang lebih baik bagi penerima manfaat. Hunian yang layak dapat meningkatkan kesehatan, kenyamanan, serta memberikan rasa aman bagi keluarga dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
Melalui bantuan ini, BAZNAS Trenggalek kembali membuktikan bahwa dana zakat, infak, dan sedekah yang dihimpun dari masyarakat mampu memberikan dampak nyata bagi mereka yang membutuhkan. Setiap rupiah yang dititipkan oleh para muzaki dan donatur telah menjadi bagian dari solusi atas berbagai persoalan sosial yang dihadapi masyarakat.
Ke depan, BAZNAS Trenggalek akan terus berupaya memperluas manfaat program-program sosial dan kemanusiaan agar semakin banyak masyarakat yang merasakan kehadiran zakat sebagai instrumen pemberdayaan dan peningkatan kesejahteraan. Dengan dukungan seluruh pihak, semangat gotong royong dan kepedulian sosial diharapkan terus tumbuh demi mewujudkan masyarakat yang lebih sejahtera dan berkeadilan.
Melalui zakat, infak, dan sedekah, kepedulian diwujudkan menjadi aksi nyata. Karena setiap rumah yang kembali berdiri kokoh adalah harapan baru bagi keluarga untuk menjalani kehidupan yang lebih baik.
BERITA12/06/2026 | Humas
Laporan Penyaluran Biaya Hidup Bulanan BAZNAS Trenggalek Mei 2026: Menebar Manfaat untuk 727 Penerima
BAZNAS Kabupaten Trenggalek kembali menunjukkan komitmennya dalam membantu masyarakat yang membutuhkan melalui program Penyaluran Biaya Hidup Bulanan. Program ini merupakan salah satu bentuk nyata pengelolaan dana zakat, infak, dan sedekah yang dipercayakan oleh para muzaki kepada BAZNAS untuk disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan di seluruh wilayah Kabupaten Trenggalek.
Pada bulan Mei 2026, sebanyak 727 penerima manfaat telah menerima bantuan biaya hidup bulanan yang tersebar di 14 kecamatan. Bantuan ini diberikan untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat kurang mampu, khususnya para lansia dhuafa, penyandang disabilitas, dan warga yang mengalami keterbatasan ekonomi sehingga membutuhkan dukungan berkelanjutan.
Ketua BAZNAS Kabupaten Trenggalek menyampaikan bahwa program ini merupakan wujud kepedulian bersama yang lahir dari kepercayaan para muzaki. Dana zakat yang ditunaikan oleh masyarakat tidak hanya menjadi sarana penyucian harta, tetapi juga menjadi harapan bagi mereka yang tengah berjuang memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
Adapun sebaran penerima manfaat pada bulan Mei 2026 meliputi Kecamatan Karangan sebanyak 82 orang, Dongko 76 orang, Panggul 73 orang, Trenggalek 70 orang, Pule 66 orang, Watulimo 56 orang, Gandusari 47 orang, Pogalan 44 orang, Suruh 42 orang, Munjungan 41 orang, Tugu 40 orang, Kampak 37 orang, Bendungan 30 orang, dan Durenan 23 orang.
Sebaran penerima manfaat ini menunjukkan bahwa bantuan yang dihimpun dari zakat masyarakat telah menjangkau berbagai pelosok Kabupaten Trenggalek. Mulai dari daerah perkotaan hingga wilayah pedesaan yang cukup jauh dari pusat pemerintahan, seluruhnya mendapatkan perhatian dan pelayanan yang sama.
Salah satu penerima manfaat yang menerima bantuan mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih kepada para muzaki yang telah menyisihkan sebagian hartanya melalui BAZNAS Trenggalek. Bantuan yang diterima menjadi penopang kebutuhan sehari-hari dan memberikan semangat untuk menjalani kehidupan dengan lebih baik.
Program Biaya Hidup Bulanan tidak hanya memberikan bantuan secara materi, tetapi juga menghadirkan kepedulian sosial yang menguatkan para penerima manfaat. Kehadiran para relawan dan petugas penyalur menjadi bukti bahwa zakat tidak sekadar angka, melainkan bentuk kasih sayang dan solidaritas antar sesama.
BAZNAS Kabupaten Trenggalek menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh muzaki, munfik, dan donatur yang telah mempercayakan zakat, infak, serta sedekahnya melalui BAZNAS. Berkat dukungan tersebut, ribuan masyarakat dapat terus merasakan manfaat dari berbagai program pemberdayaan dan bantuan sosial yang dijalankan.
Melalui program ini, BAZNAS berharap semakin banyak masyarakat yang tergerak untuk menunaikan zakat melalui lembaga resmi sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas dan tepat sasaran. Setiap rupiah yang dititipkan telah menjadi sumber kebahagiaan dan harapan bagi mereka yang membutuhkan.
Terima kasih para muzaki dan donatur. Zakat yang Anda tunaikan telah memberdayakan penerima manfaat dan menghadirkan senyum serta harapan baru bagi 727 warga di Kabupaten Trenggalek. Bersama, kita terus menebar keberkahan dan membangun kesejahteraan umat.
BERITA11/06/2026 | Humas
BAZNAS Trenggalek Salurkan Beasiswa SKSS Program Sedekah Subuh Kolaborasi dengan Kitabisa untuk Mahasiswa di Dua Kampus
Trenggalek, 8 Juni 2026 – Komitmen dalam mendukung akses pendidikan bagi generasi muda terus diwujudkan oleh BAZNAS Trenggalek melalui program unggulan Beasiswa SKSS (Satu Keluarga Satu Sarjana) yang didanai dari Program Sedekah Subuh hasil kolaborasi bersama Kitabisa. Pada Senin (08/06/2026), BAZNAS Trenggalek secara resmi menyalurkan bantuan beasiswa kepada mahasiswa penerima manfaat di dua perguruan tinggi, yakni STKIP PGRI Trenggalek dan IAI Sunan Giri Trenggalek.
Kegiatan penyaluran berlangsung dengan penuh khidmat dan suasana kebersamaan. Beasiswa diserahkan langsung oleh Ketua BAZNAS Trenggalek kepada masing-masing ketua yayasan perguruan tinggi sebagai simbol sinergi dalam mendukung keberlangsungan pendidikan mahasiswa dari keluarga kurang mampu. Acara tersebut turut dihadiri oleh jajaran pimpinan BAZNAS Trenggalek, tim pelaksana BAZNAS Trenggalek, pihak kampus, serta mahasiswa penerima manfaat beasiswa.
Program Beasiswa SKSS merupakan salah satu bentuk nyata kepedulian BAZNAS Trenggalek terhadap masa depan pendidikan generasi muda. Melalui program ini, BAZNAS berupaya membantu mahasiswa yang berasal dari keluarga dengan keterbatasan ekonomi agar tetap dapat melanjutkan pendidikan hingga jenjang sarjana tanpa terkendala biaya.
Ketua BAZNAS Trenggalek dalam sambutannya menyampaikan bahwa pendidikan merupakan salah satu kunci utama dalam memutus rantai kemiskinan. Oleh karena itu, BAZNAS Trenggalek terus berupaya menghadirkan berbagai program pemberdayaan yang berfokus pada peningkatan kualitas sumber daya manusia, salah satunya melalui Beasiswa SKSS.
"Program Satu Keluarga Satu Sarjana hadir sebagai ikhtiar bersama untuk memberikan kesempatan kepada anak-anak dari keluarga kurang mampu agar dapat meraih pendidikan tinggi. Kami berharap bantuan ini tidak hanya meringankan beban biaya pendidikan, tetapi juga menjadi motivasi bagi para mahasiswa untuk terus berprestasi dan menggapai cita-cita," ungkapnya.
Lebih lanjut, beliau juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh masyarakat yang telah berpartisipasi dalam Program Sedekah Subuh serta para donatur yang menyalurkan kebaikannya melalui platform Kitabisa. Menurutnya, keberhasilan program ini tidak terlepas dari dukungan dan kepercayaan masyarakat yang terus tumbuh terhadap pengelolaan zakat, infak, dan sedekah yang dilakukan oleh BAZNAS Trenggalek.
Pihak kampus menyambut baik penyaluran beasiswa tersebut dan mengucapkan terima kasih atas perhatian yang diberikan kepada para mahasiswa. Bantuan ini dinilai sangat membantu mahasiswa dalam memenuhi kebutuhan pendidikan sekaligus menjadi bentuk dukungan moral agar mereka dapat menyelesaikan studi dengan baik.
Sementara itu, para mahasiswa penerima manfaat mengaku bersyukur dan bahagia atas bantuan yang diterima. Mereka menyampaikan bahwa beasiswa tersebut menjadi penyemangat untuk terus belajar dan berjuang meraih masa depan yang lebih baik. Tidak sedikit di antara mereka yang berasal dari keluarga dengan keterbatasan ekonomi, sehingga bantuan ini memberikan dampak yang sangat berarti bagi keberlangsungan pendidikan mereka.
Program Sedekah Subuh yang menjadi sumber pendanaan Beasiswa SKSS merupakan salah satu gerakan kebaikan yang terus dikembangkan oleh BAZNAS Trenggalek. Melalui sedekah yang dikumpulkan setiap hari dari masyarakat, dana tersebut dikelola secara amanah dan disalurkan kepada berbagai program kemaslahatan, termasuk sektor pendidikan.
Kolaborasi antara BAZNAS Trenggalek dan Kitabisa juga menjadi contoh bagaimana sinergi antara lembaga pengelola zakat dan platform penggalangan dana dapat menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. Dengan dukungan berbagai pihak, semakin banyak mahasiswa yang dapat merasakan manfaat program beasiswa dan memiliki kesempatan yang sama untuk meraih pendidikan tinggi.
Melalui penyaluran Beasiswa SKSS di STKIP PGRI Trenggalek dan IAI Sunan Giri Trenggalek ini, BAZNAS Trenggalek berharap lahir generasi sarjana yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial serta semangat untuk berkontribusi bagi kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat.
Ke depan, BAZNAS Trenggalek berkomitmen untuk terus memperluas jangkauan Program Beasiswa SKSS agar semakin banyak keluarga yang merasakan manfaatnya. Dengan semangat gotong royong dan kepedulian bersama, harapan menghadirkan satu keluarga satu sarjana bukan lagi sekadar cita-cita, melainkan sebuah kenyataan yang dapat diwujudkan bersama melalui zakat, infak, dan sedekah yang ditunaikan oleh masyarakat.
BERITA09/06/2026 | Humas
7 Amalan Sunnah di Hari Jumat yang Sayang Dilewatkan
Hari Jumat merupakan hari yang sangat istimewa dalam Islam. Bahkan, Rasulullah ? menyebutnya sebagai penghulu segala hari. Di hari yang penuh berkah ini, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak berbagai amalan sunnah sebagai bentuk ibadah dan upaya mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Tidak hanya memberikan pahala yang berlipat, amalan-amalan sunnah di hari Jumat juga menjadi sarana untuk membersihkan hati, memperkuat iman, serta menghapus dosa-dosa yang telah lalu.
1. Mandi Sebelum Salat Jumat
Salah satu sunnah yang sangat dianjurkan bagi laki-laki yang akan melaksanakan salat Jumat adalah mandi Jumat. Rasulullah ? bersabda:
"Mandi pada hari Jumat adalah wajib bagi setiap orang yang telah baligh." (HR. Bukhari dan Muslim)
Para ulama menjelaskan bahwa maksud wajib dalam hadis tersebut adalah sangat dianjurkan (sunnah muakkadah). Mandi Jumat menjadi bentuk penghormatan terhadap hari yang mulia sekaligus menjaga kebersihan saat berkumpul dengan kaum muslimin lainnya.
2. Memakai Pakaian Terbaik dan Wewangian
Hari Jumat adalah hari raya mingguan bagi umat Islam. Karena itu, dianjurkan untuk mengenakan pakaian yang bersih dan terbaik yang dimiliki. Bagi laki-laki juga disunnahkan menggunakan minyak wangi sebelum berangkat ke masjid.
Penampilan yang rapi dan bersih mencerminkan rasa syukur kepada Allah serta menunjukkan penghormatan terhadap ibadah yang akan dilaksanakan.
3. Datang Lebih Awal ke Masjid
Rasulullah ? sangat menganjurkan umatnya untuk datang lebih awal ke masjid pada hari Jumat. Semakin awal seseorang datang, semakin besar pahala yang diperolehnya.
Dalam hadis disebutkan bahwa orang yang datang pada waktu pertama seakan-akan berkurban seekor unta, kemudian sapi, kambing, ayam, hingga telur sesuai urutan waktu kedatangannya.
Datang lebih awal juga memberikan kesempatan untuk memperbanyak ibadah seperti membaca Al-Qur'an, berzikir, dan berdoa sebelum khatib naik mimbar.
4. Membaca Surah Al-Kahfi
Amalan sunnah yang sangat populer pada hari Jumat adalah membaca Surah Al-Kahfi. Rasulullah ? bersabda:
"Barang siapa membaca Surah Al-Kahfi pada hari Jumat, maka akan dipancarkan cahaya baginya di antara dua Jumat." (HR. Al-Hakim)
Membaca Surah Al-Kahfi dapat dilakukan sejak Kamis malam hingga menjelang Magrib hari Jumat. Selain mendapatkan cahaya keberkahan, surah ini juga mengandung banyak pelajaran tentang keimanan, kesabaran, dan keteguhan dalam menghadapi ujian.
5. Memperbanyak Shalawat kepada Nabi Muhammad ?
Hari Jumat merupakan waktu terbaik untuk memperbanyak shalawat. Rasulullah ? bersabda:
"Perbanyaklah shalawat kepadaku pada hari Jumat dan malam Jumat." (HR. Baihaqi)
Shalawat menjadi bukti kecintaan seorang muslim kepada Rasulullah ?. Selain itu, setiap satu kali shalawat yang diucapkan akan dibalas oleh Allah dengan sepuluh rahmat.
Bentuk shalawat yang sederhana dapat dibaca:
Allahumma shalli 'ala Muhammad wa 'ala ali Muhammad.
6. Memperbanyak Doa
Di hari Jumat terdapat satu waktu yang sangat mustajab untuk berdoa. Rasulullah ? menjelaskan bahwa ada suatu saat pada hari Jumat di mana doa seorang hamba yang beriman tidak akan ditolak oleh Allah SWT.
Para ulama berbeda pendapat mengenai waktu tersebut, namun pendapat yang paling kuat menyebutkan bahwa waktu mustajab berada menjelang Magrib pada hari Jumat.
Karena itu, manfaatkan waktu tersebut untuk memohon ampunan, kesehatan, keberkahan rezeki, kemudahan urusan, dan keselamatan dunia akhirat.
7. Bersedekah di Hari Jumat
Bersedekah memang dianjurkan setiap hari, namun banyak ulama menjelaskan bahwa sedekah pada hari Jumat memiliki keutamaan tersendiri karena dilakukan pada hari yang paling mulia.
Sedekah tidak harus dalam jumlah besar. Bahkan uang Rp1.000 atau Rp5.000 yang diberikan dengan ikhlas dapat menjadi sebab datangnya keberkahan dalam hidup.
Rasulullah ? bersabda:
"Sedekah tidak akan mengurangi harta." (HR. Muslim)
Justru melalui sedekah, Allah SWT membuka pintu rezeki, menghapus dosa, dan memberikan ketenangan hati kepada hamba-Nya.
Hari Jumat adalah kesempatan emas yang datang setiap pekan. Jangan biarkan hari yang penuh keberkahan ini berlalu tanpa amal terbaik. Mulailah dengan mandi Jumat, memakai pakaian terbaik, membaca Surah Al-Kahfi, memperbanyak shalawat, berdoa, hingga bersedekah sesuai kemampuan.
Semoga setiap Jumat yang kita lalui menjadi jalan untuk meraih ridha Allah SWT, menghapus dosa-dosa, dan menambah keberkahan dalam kehidupan kita. Aamiin.
BERITA05/06/2026 | Humas
BAZNAS Trenggalek Dampingi Program Kurban Berkah Berdayakan Desa di Balai Ternak Pringapus Barokah Farm
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Trenggalek kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pemberdayaan masyarakat melalui program berbasis peternakan dan sosial keagamaan. Pada Kamis, 28 Mei 2026, BAZNAS Trenggalek turut mendampingi pelaksanaan Program Kurban Berkah Berdayakan Desa yang dilaksanakan di Balai Ternak Pringapus Barokah Farm.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat desa melalui sektor peternakan sekaligus persiapan pelaksanaan ibadah kurban yang memberikan manfaat luas bagi masyarakat. Dalam kegiatan tahap pertama ini, sebanyak 26 ekor kambing disembelih di lokasi Balai Ternak Pringapus Barokah Farm. Sementara itu, sebanyak 14 ekor kambing lainnya dijadwalkan akan disembelih pada Sabtu, 30 Mei 2026.
Program Kurban Berkah Berdayakan Desa tidak hanya berfokus pada pelaksanaan ibadah kurban semata, namun juga menjadi sarana pemberdayaan peternak lokal agar mampu meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat desa. Melalui program ini, hewan kurban yang disiapkan berasal dari hasil pengelolaan dan pembinaan peternak binaan sehingga memberikan dampak ekonomi yang berkelanjutan.
Pendampingan yang dilakukan oleh BAZNAS Trenggalek mencakup proses monitoring, pelaksanaan penyembelihan, hingga memastikan distribusi daging kurban berjalan dengan baik dan tepat sasaran. Kehadiran BAZNAS Trenggalek juga menjadi bentuk dukungan terhadap pengembangan balai ternak yang selama ini menjadi salah satu program pemberdayaan masyarakat berbasis zakat, infak, dan sedekah.
Suasana kegiatan berlangsung dengan penuh semangat gotong royong. Para peternak, relawan, dan masyarakat sekitar tampak antusias mengikuti setiap rangkaian kegiatan. Proses penyembelihan dilakukan dengan memperhatikan syariat Islam serta standar kebersihan dan kesehatan hewan kurban.
Pihak BAZNAS Trenggalek menyampaikan bahwa program seperti ini memiliki nilai strategis karena mampu menghubungkan ibadah kurban dengan pemberdayaan ekonomi umat. Selain membantu masyarakat penerima manfaat mendapatkan daging kurban, program ini juga memberikan peluang usaha dan penguatan ekonomi bagi para peternak desa.
“Program Kurban Berkah Berdayakan Desa ini menjadi salah satu bentuk nyata bahwa ibadah kurban tidak hanya bernilai spiritual, tetapi juga memiliki dampak sosial dan ekonomi yang besar bagi masyarakat. Kami berharap program ini dapat terus berkembang dan memberikan manfaat yang lebih luas,” ujar salah satu perwakilan BAZNAS Trenggalek di sela kegiatan.
Balai Ternak Pringapus Barokah Farm sendiri selama ini dikenal sebagai salah satu sentra pemberdayaan peternakan yang aktif melakukan pembinaan kepada masyarakat. Melalui pola pendampingan dan pengelolaan yang berkelanjutan, para peternak dibantu dalam meningkatkan kualitas ternak, manajemen pemeliharaan, hingga pemasaran hasil peternakan.
Dengan adanya program kurban berbasis pemberdayaan desa ini, masyarakat tidak hanya menjadi penerima manfaat sesaat, namun juga didorong untuk mandiri secara ekonomi. Program ini sekaligus menjadi contoh kolaborasi yang baik antara lembaga sosial keagamaan dengan masyarakat dalam menciptakan program yang produktif dan berkelanjutan.
Selain proses penyembelihan, kegiatan juga diisi dengan koordinasi distribusi daging kurban agar dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan, terutama warga kurang mampu di wilayah sekitar. Distribusi daging kurban diharapkan mampu menghadirkan kebahagiaan dan keberkahan bagi masyarakat menjelang momentum Iduladha.
Kegiatan ini pun menjadi wujud nyata semangat kepedulian sosial dan penguatan ekonomi umat yang terus digaungkan oleh BAZNAS Trenggalek. Melalui berbagai program pemberdayaan, BAZNAS berharap dana zakat, infak, sedekah, dan kurban dapat memberikan manfaat yang lebih luas, produktif, dan berkelanjutan bagi masyarakat.
Dengan terselenggaranya Program Kurban Berkah Berdayakan Desa di Balai Ternak Pringapus Barokah Farm, diharapkan semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaat dari program kurban yang tidak hanya bersifat konsumtif, tetapi juga mampu menggerakkan roda perekonomian desa dan meningkatkan kesejahteraan peternak lokal.
BERITA29/05/2026 | Humas
BAZNAS Trenggalek Salurkan Santunan untuk Korban Tanah Gerak di Desa Pandean
BAZNAS Trenggalek kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap masyarakat terdampak bencana dengan menyalurkan santunan kepada warga korban tanah gerak di Desa Pandean, Kecamatan Dongko. Kegiatan penyerahan santunan dilaksanakan pada Sabtu, 23 Mei 2026 bersama Camat Dongko, Pramuka Trenggalek, Dinas Sosial serta Pemerintah Desa Pandean.
Santunan tersebut diberikan kepada tujuh kepala keluarga (KK) yang terdampak bencana tanah gerak yang terjadi di wilayah Desa Pandean. Bantuan ini menjadi bentuk kepedulian dan dukungan moril bagi warga yang tengah menghadapi kesulitan akibat kerusakan rumah dan kondisi lingkungan yang terdampak pergerakan tanah.
Penyerahan bantuan berlangsung dengan penuh kehangatan dan rasa kebersamaan. Para penerima manfaat hadir secara langsung untuk menerima santunan yang diserahkan secara simbolis oleh pihak BAZNAS Trenggalek bersama unsur pemerintah dan organisasi yang turut mendampingi kegiatan tersebut.
Bencana tanah gerak yang melanda wilayah Desa Pandean sebelumnya menyebabkan sejumlah rumah warga mengalami keretakan dan kerusakan cukup serius. Kondisi tersebut membuat sebagian warga harus hidup dalam kekhawatiran, terutama saat hujan turun dengan intensitas tinggi. Selain berdampak pada bangunan rumah, bencana ini juga memengaruhi aktivitas dan kondisi sosial masyarakat setempat.
Melalui program santunan ini, BAZNAS Trenggalek berharap dapat membantu meringankan beban warga terdampak sekaligus memberikan semangat agar masyarakat tetap kuat menghadapi situasi yang terjadi. Bantuan yang diberikan juga menjadi wujud nyata hadirnya zakat, infak, dan sedekah untuk membantu masyarakat yang membutuhkan, khususnya korban bencana alam.
Camat Dongko dalam kesempatan tersebut menyampaikan apresiasi atas kepedulian berbagai pihak yang turut membantu masyarakat Desa Pandean. Menurutnya, sinergi antara lembaga sosial, pemerintah, dan organisasi kepemudaan sangat penting dalam upaya membantu warga terdampak bencana serta mempercepat proses pemulihan kondisi masyarakat.
Sementara itu, keterlibatan Pramuka Trenggalek dalam kegiatan ini menjadi bagian dari pengabdian sosial kepada masyarakat. Kehadiran anggota Pramuka di tengah masyarakat terdampak diharapkan dapat menumbuhkan semangat gotong royong dan solidaritas sosial, terutama dalam menghadapi kondisi darurat maupun pascabencana.
Pemerintah Desa Pandean juga menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan perhatian kepada warganya. Bantuan yang disalurkan dinilai sangat berarti bagi masyarakat yang sedang berupaya bangkit dari dampak bencana tanah gerak.
Selain penyaluran santunan, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi antarinstansi dan elemen masyarakat dalam menghadapi potensi bencana di wilayah Kecamatan Dongko. Upaya mitigasi dan kepedulian sosial dinilai perlu terus ditingkatkan agar masyarakat lebih siap menghadapi berbagai kemungkinan yang dapat terjadi di masa mendatang.
Melalui aksi kemanusiaan ini, BAZNAS Trenggalek kembali menegaskan komitmennya untuk terus hadir membantu masyarakat yang membutuhkan. Dengan semangat kebersamaan dan gotong royong, diharapkan warga terdampak tanah gerak di Desa Pandean dapat segera pulih dan kembali menjalani kehidupan dengan lebih aman dan nyaman.
BERITA24/05/2026 | Humas
BAZNAS dan Pramuka Trenggalek Bersinergi, Bedah Rumah Korban Tanah Gerak Dimulai pada Perkemahan Wirakarya ke-6
Semangat gotong royong dan kepedulian sosial kembali ditunjukkan oleh BAZNAS Trenggalek bersama Pramuka Trenggalek melalui penyerahan bantuan program bedah rumah bagi warga terdampak bencana tanah gerak dan rumah tidak layak huni di Desa Pandean, Kecamatan Dongko. Penyerahan bantuan tersebut dilaksanakan pada Sabtu, 23 Mei 2026 di Kantor Kecamatan Dongko.
Program ini menjadi bagian dari rangkaian kegiatan Perkemahan Wirakarya ke-6 yang akan dilaksanakan mulai 20 Juni 2026 selama sepuluh hari. Dalam kegiatan tersebut, para anggota Pramuka bersama relawan dan masyarakat akan bergotong royong melakukan proses pembangunan dan renovasi rumah warga yang terdampak bencana maupun yang masuk kategori tidak layak huni.
Sebanyak tujuh keluarga penerima manfaat dari Desa Pandean mendapatkan bantuan bedah rumah melalui sinergi antara BAZNAS Trenggalek dan Pramuka Trenggalek. Selain itu, terdapat tambahan tiga unit rumah bantuan dari Kwartir Daerah Jawa Timur yang turut mendukung upaya pemulihan kondisi masyarakat di wilayah terdampak tanah gerak tersebut.
Kegiatan penyerahan bantuan berlangsung penuh haru dan semangat kebersamaan. Para penerima manfaat hadir bersama keluarga mereka untuk menerima secara simbolis bantuan yang nantinya akan diwujudkan dalam bentuk pembangunan rumah layak huni. Warga mengaku bersyukur atas perhatian dan kepedulian berbagai pihak terhadap kondisi yang mereka alami.
Bencana tanah gerak yang terjadi di wilayah Desa Pandean sebelumnya telah menyebabkan sejumlah rumah warga mengalami kerusakan. Beberapa rumah bahkan dinilai sudah tidak layak untuk ditempati karena kondisi bangunan yang membahayakan keselamatan penghuni. Situasi tersebut mendorong berbagai pihak untuk bergerak bersama memberikan solusi nyata bagi masyarakat terdampak.
Melalui program bedah rumah ini, BAZNAS Trenggalek tidak hanya menyalurkan bantuan material, tetapi juga mengajak masyarakat untuk memperkuat nilai kepedulian sosial dan semangat gotong royong. Sementara itu, Pramuka Trenggalek menjadikan kegiatan Perkemahan Wirakarya ke-6 sebagai momentum pengabdian nyata kepada masyarakat melalui aksi kemanusiaan dan pembangunan sosial.
Kegiatan Perkemahan Wirakarya sendiri merupakan agenda yang memadukan pendidikan karakter, pengabdian masyarakat, serta aksi sosial yang melibatkan anggota Pramuka dari berbagai tingkatan. Dalam pelaksanaannya nanti, peserta tidak hanya mengikuti kegiatan kepramukaan, tetapi juga turun langsung membantu proses pembangunan rumah warga, membersihkan lingkungan, hingga melakukan berbagai kegiatan sosial lainnya.
Pihak penyelenggara berharap program ini mampu memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat Desa Pandean. Rumah yang layak huni diharapkan dapat menjadi tempat tinggal yang aman dan nyaman bagi keluarga penerima manfaat, sekaligus membantu mereka bangkit dari dampak bencana yang dialami.
Selain menjadi bentuk kepedulian terhadap korban bencana, kegiatan ini juga diharapkan dapat mempererat kolaborasi antara lembaga sosial, organisasi kepemudaan, pemerintah daerah, serta masyarakat dalam membangun solidaritas kemanusiaan. Sinergi yang terjalin antara BAZNAS Trenggalek, Pramuka Trenggalek, dan Kwarda Jawa Timur dinilai menjadi contoh nyata bahwa persoalan sosial dapat diselesaikan melalui kerja bersama dan semangat gotong royong.
Masyarakat Desa Pandean pun menyambut baik pelaksanaan program tersebut. Mereka berharap kegiatan Perkemahan Wirakarya ke-6 nantinya tidak hanya membantu pembangunan rumah warga, tetapi juga membawa semangat baru bagi masyarakat untuk bangkit dan terus menjaga kebersamaan di tengah berbagai tantangan.
Dengan dimulainya program bedah rumah ini, BAZNAS dan Pramuka Trenggalek kembali menegaskan komitmennya dalam menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat. Melalui aksi sosial yang melibatkan banyak pihak, harapan untuk menciptakan kehidupan yang lebih layak bagi warga terdampak bencana kini mulai terwujud secara perlahan namun penuh makna.
BERITA24/05/2026 | Humas
BPRS Karya Mugi Sentosa Serahkan Zakat Perusahaan kepada BAZNAS Trenggalek
TRENGGALEK — Bentuk kepedulian terhadap masyarakat terus ditunjukkan oleh berbagai lembaga keuangan syariah di Kabupaten Trenggalek. Salah satunya dilakukan oleh BPRS Karya Mugi Sentosa yang menyerahkan zakat perusahaan kepada BAZNAS Kabupaten Trenggalek pada Jumat (22/05/2026). Penyerahan zakat tersebut berlangsung dengan penuh kehangatan dan semangat kolaborasi dalam mendukung kesejahteraan umat.
Dalam kegiatan tersebut, pihak BPRS Karya Mugi Sentosa menyerahkan zakat perusahaan senilai Rp29.625.000 kepada BAZNAS Trenggalek. Penyerahan dilakukan secara simbolis oleh jajaran pimpinan BPRS Karya Mugi Sentosa dan diterima langsung oleh perwakilan BAZNAS Kabupaten Trenggalek.
Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk komitmen BPRS Karya Mugi Sentosa dalam menjalankan tanggung jawab sosial perusahaan melalui pengelolaan zakat yang amanah dan tepat sasaran. Melalui BAZNAS Trenggalek, dana zakat perusahaan diharapkan dapat disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan, mulai dari bantuan sosial, pendidikan, kesehatan, hingga program pemberdayaan ekonomi umat.
Perwakilan BPRS Karya Mugi Sentosa menyampaikan bahwa zakat perusahaan merupakan kewajiban sekaligus bentuk rasa syukur atas keberlangsungan usaha yang telah berjalan dengan baik. Selain itu, zakat juga menjadi sarana untuk memperkuat kepedulian sosial dan membantu masyarakat yang membutuhkan uluran tangan.
“Semoga zakat perusahaan yang kami salurkan melalui BAZNAS Trenggalek ini dapat memberikan manfaat luas bagi masyarakat dan menjadi keberkahan bagi perusahaan maupun seluruh karyawan,” ujarnya.
Sementara itu, pihak BAZNAS Trenggalek menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan oleh BPRS Karya Mugi Sentosa dalam menyalurkan zakat perusahaan melalui lembaga resmi pengelola zakat. Menurutnya, sinergi antara lembaga keuangan syariah dan BAZNAS sangat penting dalam memperkuat pengelolaan zakat yang profesional, transparan, dan berdampak nyata bagi masyarakat.
BAZNAS Trenggalek juga menegaskan bahwa dana zakat yang diterima akan dikelola secara optimal sesuai ketentuan syariat dan regulasi yang berlaku. Dana tersebut nantinya akan disalurkan kepada para mustahik melalui berbagai program unggulan BAZNAS, seperti bantuan pendidikan bagi pelajar kurang mampu, bantuan modal usaha, bantuan kemanusiaan, hingga program sosial keagamaan lainnya.
Kegiatan penyerahan zakat perusahaan ini turut menjadi contoh positif bagi perusahaan maupun lembaga lainnya untuk menunaikan zakat melalui lembaga resmi. Dengan pengelolaan yang terorganisir dan tepat sasaran, zakat tidak hanya menjadi ibadah, tetapi juga instrumen penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mengurangi kesenjangan sosial.
Suasana penyerahan zakat berlangsung sederhana namun penuh makna. Para peserta yang hadir tampak antusias dan berharap sinergi kebaikan antara BPRS Karya Mugi Sentosa dan BAZNAS Trenggalek dapat terus terjalin di masa mendatang.
Melalui momentum tersebut, BAZNAS Trenggalek kembali mengajak masyarakat, instansi, maupun perusahaan untuk bersama-sama menunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui lembaga resmi agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat yang membutuhkan.
Dengan semangat gotong royong dan kepedulian sosial, zakat diharapkan menjadi kekuatan besar dalam membangun kesejahteraan umat dan mewujudkan masyarakat Trenggalek yang lebih sejahtera, mandiri, dan berdaya.
BERITA22/05/2026 | Humas
Wujud Kepedulian, BAZNAS Hadir Bantu Renovasi Rumah Bu Sumarti di Sukorejo Gandusari
Sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan hunian layak, BAZNAS Kabupaten Trenggalek kembali menyalurkan bantuan renovasi rumah kepada warga kurang mampu. Kali ini, bantuan diberikan kepada keluarga Bu Sumarti yang beralamat di Dusun Bandung RT 19 RW 09, Desa Sukorejo, Kecamatan Gandusari. Program tersebut menjadi salah satu upaya nyata dalam membantu masyarakat agar dapat tinggal di rumah yang lebih aman, nyaman, dan sehat.
Penyaluran bantuan renovasi rumah dilaksanakan beberapa waktu lalu dengan melibatkan tim dari BAZNAS Trenggalek bersama relawan dan warga sekitar. Kondisi rumah Bu Sumarti sebelumnya dinilai memprihatinkan dan membutuhkan perbaikan pada beberapa bagian bangunan yang sudah mengalami kerusakan. Atap rumah yang bocor, dinding yang mulai rapuh, serta kondisi bangunan yang kurang layak menjadi perhatian sehingga BAZNAS hadir memberikan bantuan renovasi.
Ketua pelaksana kegiatan menyampaikan bahwa program bantuan renovasi rumah ini merupakan bagian dari komitmen BAZNAS dalam membantu mustahik agar memiliki tempat tinggal yang layak. Rumah bukan hanya sekadar tempat berteduh, tetapi juga menjadi ruang untuk membangun kehidupan keluarga yang lebih baik. Karena itu, BAZNAS terus berupaya menghadirkan program-program sosial yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat.
Melalui bantuan tersebut, proses renovasi dilakukan secara bertahap dengan memperbaiki bagian-bagian rumah yang rusak agar lebih kokoh dan nyaman dihuni. Selain bantuan material, kegiatan ini juga mendapat dukungan dari masyarakat sekitar yang ikut bergotong royong membantu proses pengerjaan. Semangat kebersamaan dan kepedulian sosial tampak begitu terasa selama kegiatan berlangsung.
Bu Sumarti mengaku bersyukur dan terharu atas bantuan yang diberikan. Selama ini dirinya bersama keluarga tinggal di rumah dengan kondisi seadanya dan sering merasa khawatir ketika hujan turun karena beberapa bagian rumah mengalami kebocoran. Dengan adanya bantuan renovasi dari BAZNAS, dirinya berharap keluarga dapat tinggal dengan lebih aman dan nyaman.
“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur dan berterima kasih kepada BAZNAS serta semua pihak yang telah membantu renovasi rumah kami. Semoga menjadi amal kebaikan dan mendapat balasan terbaik,” ungkap Bu Sumarti penuh haru.
Program renovasi rumah ini menjadi bukti bahwa dana zakat, infak, dan sedekah yang dihimpun dari masyarakat dapat memberikan manfaat nyata bagi warga yang membutuhkan. BAZNAS Trenggalek terus mengajak masyarakat untuk bersama-sama menebar kepedulian sosial melalui berbagai program kemanusiaan dan pemberdayaan.
Tidak hanya fokus pada bantuan konsumtif, BAZNAS juga berupaya menghadirkan program yang berdampak jangka panjang bagi kesejahteraan masyarakat. Renovasi rumah layak huni menjadi salah satu program prioritas karena tempat tinggal yang aman dan sehat sangat berpengaruh terhadap kualitas hidup keluarga penerima manfaat.
Kegiatan ini juga menjadi momentum untuk memperkuat budaya gotong royong di tengah masyarakat. Kehadiran warga yang turut membantu proses renovasi menunjukkan bahwa kepedulian sosial masih tumbuh dengan baik di lingkungan masyarakat Desa Sukorejo. Dengan semangat kebersamaan tersebut, diharapkan semakin banyak masyarakat yang terbantu dan merasakan manfaat dari program-program sosial yang dijalankan.
Melalui program ini, BAZNAS Trenggalek berharap dapat terus menjadi jembatan kebaikan antara para muzaki dan mustahik. Dukungan serta kepercayaan masyarakat menjadi kekuatan penting dalam menghadirkan lebih banyak manfaat bagi warga yang membutuhkan bantuan.
Ke depan, BAZNAS Trenggalek berkomitmen untuk terus melanjutkan berbagai program sosial dan kemanusiaan demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya bagi keluarga kurang mampu di Kabupaten Trenggalek.
BERITA20/05/2026 | Humas
BAZNAS Trenggalek Ajak BTB dan Pramuka Penggalang Tanam Mangrove untuk Dukung Net Zero Carbon dan Cegah Abrasi
BAZNAS Kabupaten Trenggalek kembali menunjukkan komitmennya terhadap kepedulian lingkungan melalui kegiatan penanaman mangrove yang dilaksanakan di kawasan Pantai Kebo, Kecamatan Munjungan, pada Minggu, 17 Mei 2026. Kegiatan ini melibatkan relawan BAZNAS Tanggap Bencana (BTB), Gugus Dharma Pramuka BAZNAS Trenggalek, serta Pramuka Penggalang dari SMPN 1 Munjungan dan SMPN 2 Munjungan.
Kegiatan penanaman mangrove tersebut menjadi salah satu rangkaian penutup dalam agenda Peningkatan Kapasitas Relawan yang digelar selama dua hari, mulai Sabtu hingga Minggu, 16–17 Mei 2026. Melalui aksi ini, BAZNAS Trenggalek tidak hanya menanam pohon, tetapi juga menanamkan nilai kepedulian lingkungan dan semangat menjaga bumi kepada generasi muda.
Pantai Kebo dipilih sebagai lokasi kegiatan karena kawasan pesisir tersebut memiliki potensi abrasi yang cukup tinggi apabila tidak dijaga kelestariannya. Penanaman mangrove dinilai menjadi salah satu langkah sederhana namun efektif dalam menjaga ekosistem pesisir sekaligus mencegah erosi pantai yang dapat mengancam lingkungan dan masyarakat sekitar.
Sejak pagi hari, para peserta tampak antusias mengikuti kegiatan. Dengan membawa bibit mangrove dan perlengkapan sederhana, para relawan bersama adik-adik Pramuka turun langsung ke area pesisir untuk melakukan penanaman secara bersama-sama. Suasana penuh semangat, kebersamaan, dan gotong royong terlihat selama proses kegiatan berlangsung.
Mangrove memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem pantai. Selain mampu menahan abrasi dan mengurangi dampak gelombang laut, tanaman mangrove juga berfungsi menyerap karbon dioksida dari atmosfer sehingga berkontribusi terhadap upaya pengurangan emisi karbon atau zero carbon campaign. Oleh karena itu, aksi penanaman mangrove ini menjadi bentuk nyata dukungan BAZNAS Trenggalek terhadap pelestarian lingkungan dan gerakan pengurangan dampak perubahan iklim.
Dalam kegiatan tersebut, para peserta juga diberikan edukasi mengenai pentingnya menjaga kawasan pesisir dan fungsi ekologis mangrove bagi kehidupan masyarakat. Generasi muda, khususnya anggota Pramuka Penggalang, diajak untuk memahami bahwa menjaga lingkungan merupakan tanggung jawab bersama yang harus dimulai sejak dini.
Keterlibatan Pramuka dalam kegiatan ini menjadi langkah positif dalam membangun karakter peduli lingkungan, disiplin, dan semangat gotong royong. Tidak hanya belajar tentang kebencanaan dan sosial kemasyarakatan, para peserta juga mendapatkan pengalaman langsung dalam aksi pelestarian alam yang bermanfaat bagi masa depan.
Sementara itu, relawan BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) juga menunjukkan peran aktifnya dalam mendukung kegiatan kemanusiaan dan lingkungan. Selama ini BTB tidak hanya hadir saat terjadi bencana, tetapi juga aktif dalam kegiatan mitigasi dan edukasi kepada masyarakat. Penanaman mangrove menjadi salah satu bentuk mitigasi lingkungan yang dapat membantu mengurangi risiko bencana di wilayah pesisir.
Kegiatan ini berlangsung dengan lancar dan penuh kebersamaan. Pantai Kebo yang menjadi lokasi kegiatan tampak lebih hijau dan hidup dengan tambahan bibit mangrove yang ditanam bersama oleh para peserta. Momen tersebut sekaligus menjadi simbol kolaborasi antara relawan, pelajar, dan masyarakat dalam menjaga alam dan lingkungan sekitar.
Melalui kegiatan ini, BAZNAS Trenggalek berharap semangat menjaga lingkungan dan kepedulian terhadap bumi dapat terus tumbuh di tengah masyarakat, khususnya generasi muda. Upaya kecil seperti penanaman mangrove diharapkan mampu memberikan dampak besar bagi keberlangsungan lingkungan di masa depan.
Dengan mengusung semangat kemanusiaan dan kepedulian lingkungan, BAZNAS Trenggalek terus berkomitmen menghadirkan berbagai kegiatan yang tidak hanya bermanfaat bagi masyarakat, tetapi juga bagi kelestarian alam. Penanaman mangrove di Pantai Kebo menjadi bukti bahwa aksi nyata menjaga bumi dapat dimulai dari langkah sederhana yang dilakukan bersama-sama.
BERITA18/05/2026 | Humas
BAZNAS Trenggalek Gelar Peningkatan Kapasitas Relawan, Libatkan Pramuka dan Kampung Siaga Bencana
Dalam upaya meningkatkan kesiapsiagaan dan kapasitas relawan kebencanaan, BAZNAS Kabupaten Trenggalek menggelar kegiatan Peningkatan Kapasitas Relawan BAZNAS Tanggap Bencana yang dilaksanakan pada Sabtu–Minggu, 16–17 Mei 2026 di kawasan Pantai Kebo, Kecamatan Munjungan, Kabupaten Trenggalek.
Kegiatan ini melibatkan berbagai unsur relawan dan generasi muda, mulai dari relawan BAZNAS Tanggap Bencana, Gugus Dharma Pramuka BAZNAS Trenggalek, hingga adik-adik Pramuka dari SMPN 1 Munjungan dan SMPN 2 Munjungan. Suasana kebersamaan dan semangat belajar tampak begitu terasa sejak hari pertama kegiatan dimulai.
Melalui kegiatan ini, BAZNAS Trenggalek berupaya membangun relawan yang tidak hanya tangguh secara fisik, namun juga memiliki kemampuan, kepedulian sosial, serta kesiapsiagaan dalam menghadapi berbagai potensi bencana. Mengingat Kabupaten Trenggalek merupakan wilayah yang memiliki potensi kerawanan bencana cukup tinggi, peningkatan kapasitas relawan menjadi langkah penting untuk memperkuat mitigasi dan kesiapsiagaan masyarakat.
Dalam pelaksanaannya, BAZNAS Trenggalek menghadirkan Kelompok Kampung Siaga Bencana (KSB) Kecamatan Munjungan sebagai pemateri pelatihan dapur umum. Materi ini diberikan khusus kepada relawan BAZNAS Tanggap Bencana agar memiliki kemampuan dalam pengelolaan dapur umum saat terjadi bencana maupun kondisi darurat.
Para peserta mendapatkan pembelajaran langsung mengenai teknik memasak dalam skala besar, manajemen logistik pangan, pembagian tugas relawan, hingga pentingnya menjaga kebersihan dan ketepatan distribusi makanan kepada para penyintas bencana. Pelatihan ini disambut antusias oleh peserta karena dinilai sangat aplikatif dan menjadi salah satu keterampilan penting dalam penanganan kebencanaan.
Selain pelatihan dapur umum, kegiatan juga diisi dengan pemaparan materi Pengurangan Risiko Bencana (PRB) dan CSSR (Community Safety and Social Responsibility) kepada adik-adik Pramuka dari SMPN 1 Munjungan dan SMPN 2 Munjungan. Materi tersebut disampaikan oleh BPBD Kabupaten Trenggalek bersama Gugus Dharma Pramuka BAZNAS Trenggalek.
Dalam sesi tersebut, para peserta diberikan edukasi mengenai pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana, langkah-langkah mitigasi sederhana, serta peran generasi muda dalam membangun lingkungan yang aman dan tangguh terhadap bencana. Tidak hanya itu, peserta juga dikenalkan pada konsep CSSR yang menanamkan nilai kepedulian sosial, tanggung jawab bersama, dan budaya saling membantu di tengah masyarakat.
Kegiatan berlangsung interaktif dan penuh semangat. Para peserta aktif berdiskusi, bertanya, hingga mengikuti simulasi ringan yang diberikan oleh pemateri. Lokasi kegiatan yang berada di kawasan Pantai Kebo Munjungan juga memberikan suasana belajar yang menyenangkan sekaligus mempererat kebersamaan antar peserta.
BAZNAS Trenggalek berharap kegiatan ini mampu menjadi wadah pembinaan relawan muda yang siap terlibat dalam aksi-aksi kemanusiaan dan kebencanaan di masa mendatang. Keterlibatan pelajar dalam kegiatan ini juga menjadi bentuk investasi sosial untuk mencetak generasi muda yang peduli, tangguh, dan memiliki jiwa kerelawanan.
Melalui kolaborasi bersama berbagai pihak, mulai dari BPBD, Kampung Siaga Bencana, hingga Gugus Dharma Pramuka, BAZNAS Trenggalek terus berkomitmen menghadirkan program-program kemanusiaan yang bermanfaat bagi masyarakat. Tidak hanya fokus pada penanganan pascabencana, namun juga pada aspek edukasi, mitigasi, dan penguatan kapasitas relawan sejak dini.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan lahir relawan-relawan muda yang memiliki kemampuan, keberanian, dan kepedulian sosial tinggi dalam membantu masyarakat, terutama saat menghadapi situasi darurat dan kebencanaan. Semangat gotong royong dan kemanusiaan yang terbangun selama kegiatan menjadi bukti bahwa kolaborasi dan kepedulian bersama adalah kunci utama dalam menciptakan masyarakat yang tangguh terhadap bencana.
BERITA18/05/2026 | Humas
Ringankan Beban Mustahik, BAZNAS Trenggalek Serahkan Bantuan Kursi Roda
Kepedulian terhadap sesama terus diwujudkan oleh BAZNAS Trenggalek melalui berbagai program kemanusiaan dan pelayanan sosial bagi masyarakat yang membutuhkan. Kali ini, BAZNAS Trenggalek kembali menyalurkan bantuan berupa tiga unit kursi roda kepada para mustahik lanjut usia dan penyandang keterbatasan fisik di wilayah Kecamatan Karangan dan Kecamatan Tugu.
Penyaluran bantuan tersebut dilakukan sebagai bentuk perhatian dan dukungan agar para penerima manfaat dapat menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih mudah dan nyaman. Tiga penerima bantuan kursi roda tersebut yakni Ibu Sutinah, warga Desa Salamrejo Kecamatan Karangan, Ibu Suyati warga Desa Prambon Kecamatan Tugu, serta Mbah Painem warga Desa Nglinggis Kecamatan Tugu.
Bantuan diserahkan secara langsung oleh tim BAZNAS Trenggalek dengan mendatangi rumah masing-masing mustahik. Kehadiran tim BAZNAS tidak hanya membawa bantuan fisik berupa kursi roda, namun juga memberikan semangat dan kepedulian kepada para penerima yang selama ini mengalami keterbatasan dalam mobilitas.
Pimpinan BAZNAS Trenggalek menyampaikan bahwa program bantuan kursi roda ini merupakan salah satu bentuk nyata pemanfaatan dana zakat, infak, dan sedekah yang dihimpun dari masyarakat. Bantuan tersebut diharapkan mampu membantu para mustahik agar lebih mudah beraktivitas serta mengurangi beban keluarga dalam mendampingi mereka sehari-hari.
“Alhamdulillah, hari ini kami dapat menyalurkan amanah para muzaki berupa bantuan kursi roda kepada masyarakat yang membutuhkan. Semoga bantuan ini dapat memberikan manfaat dan membantu mobilitas para penerima,” ujar salah satu perwakilan BAZNAS Trenggalek saat penyaluran bantuan.
Suasana haru dan penuh syukur tampak dari keluarga penerima manfaat. Mereka menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian dan bantuan yang diberikan oleh BAZNAS Trenggalek. Bagi para mustahik, kursi roda tersebut menjadi harapan baru untuk mempermudah aktivitas dan meningkatkan kualitas hidup mereka.
Di rumah Bu Sutinah di Desa Salamrejo, keluarga mengaku sangat terbantu dengan adanya bantuan kursi roda karena selama ini aktivitas sehari-hari harus dilakukan dengan keterbatasan. Hal serupa juga dirasakan oleh keluarga Bu Suyati di Desa Prambon dan Mbah Painem di Desa Nglinggis yang kini dapat lebih mudah berpindah tempat dengan bantuan kursi roda tersebut.
Program bantuan kesehatan dan kemanusiaan seperti ini menjadi salah satu fokus BAZNAS Trenggalek dalam mendukung kesejahteraan masyarakat, khususnya bagi warga kurang mampu yang membutuhkan perhatian khusus. Selain bantuan kursi roda, BAZNAS Trenggalek juga terus menjalankan berbagai program sosial lainnya di bidang kesehatan, pendidikan, ekonomi, hingga kebencanaan.
Melalui program-program tersebut, BAZNAS Trenggalek berharap dapat terus menjadi jembatan kebaikan antara para muzaki dan mustahik, sehingga manfaat zakat dapat dirasakan secara nyata oleh masyarakat yang membutuhkan.
Dengan semangat gotong royong dan kepedulian sosial, BAZNAS Trenggalek mengajak masyarakat untuk terus menebar kebaikan melalui zakat, infak, dan sedekah demi membantu sesama serta menghadirkan harapan bagi mereka yang membutuhkan.
BERITA12/05/2026 | Humas
BAZNAS Trenggalek Salurkan Beasiswa SMA/SMK dari BAZNAS Jawa Timur kepada 20 Siswa di Empat Sekolah
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Trenggalek kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung dunia pendidikan melalui penyaluran program beasiswa SMA/SMK yang berasal dari BAZNAS Provinsi Jawa Timur. Kegiatan penyaluran bantuan pendidikan tersebut dilaksanakan pada hari ini, Kamis, 7 Mei 2026, dan menyasar sebanyak 20 siswa dari empat sekolah di Kabupaten Trenggalek.
Dalam program ini, masing-masing siswa menerima bantuan beasiswa sebesar Rp1.000.000,- sebagai bentuk dukungan untuk membantu kebutuhan pendidikan mereka. Penyaluran bantuan dilakukan secara langsung oleh pimpinan BAZNAS Trenggalek kepada para penerima manfaat di sekolah masing-masing.
Program beasiswa ini menjadi salah satu bentuk nyata kepedulian BAZNAS terhadap keberlangsungan pendidikan pelajar dari keluarga kurang mampu agar mereka tetap memiliki semangat untuk melanjutkan pendidikan dan meraih cita-cita. Di tengah berbagai tantangan ekonomi yang dihadapi masyarakat, bantuan pendidikan dinilai sangat penting untuk meringankan beban orang tua sekaligus memberikan motivasi kepada para siswa agar terus berprestasi.
Pimpinan BAZNAS Trenggalek dalam sambutannya menyampaikan bahwa pendidikan merupakan salah satu sektor prioritas yang terus diperhatikan oleh BAZNAS, baik di tingkat nasional, provinsi, maupun daerah. Melalui dana zakat, infak, dan sedekah yang dihimpun dari masyarakat, BAZNAS berupaya menghadirkan manfaat yang nyata, khususnya bagi generasi muda yang membutuhkan dukungan pendidikan.
“Program ini merupakan amanah dari para muzaki yang harus kami salurkan kepada mereka yang membutuhkan. Kami berharap bantuan beasiswa ini dapat membantu kebutuhan sekolah para siswa, baik untuk membeli perlengkapan belajar, biaya pendidikan, maupun kebutuhan lainnya yang menunjang proses belajar mereka,” ujar pimpinan BAZNAS Trenggalek.
Beliau juga menambahkan bahwa para penerima beasiswa diharapkan dapat terus semangat belajar dan tidak menyerah dengan keadaan. Menurutnya, keterbatasan ekonomi tidak boleh menjadi penghalang bagi anak-anak untuk meraih masa depan yang lebih baik.
“Kami ingin anak-anak ini tetap optimis dan percaya bahwa mereka memiliki kesempatan yang sama untuk sukses. Semoga bantuan ini menjadi penyemangat agar terus belajar, berprestasi, dan kelak bisa menjadi generasi yang membanggakan keluarga maupun daerah,” tambahnya.
Adapun empat sekolah yang menerima program penyaluran beasiswa tersebut merupakan sekolah tingkat SMA dan SMK di Kabupaten Trenggalek yang sebelumnya telah melalui proses pendataan dan verifikasi penerima manfaat. Penyaluran dilakukan secara tertib dan penuh kehangatan, disambut antusias oleh pihak sekolah, siswa, maupun wali murid.
Pihak sekolah menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada BAZNAS Jawa Timur dan BAZNAS Trenggalek atas perhatian yang diberikan kepada para siswa. Menurut mereka, bantuan tersebut sangat berarti bagi peserta didik, khususnya bagi siswa yang berasal dari keluarga prasejahtera.
Salah satu siswa penerima bantuan mengaku bersyukur dan senang mendapatkan beasiswa tersebut. Bantuan itu, menurutnya, akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan sekolah dan membeli perlengkapan belajar yang diperlukan.
Program beasiswa pendidikan ini sekaligus menjadi bukti bahwa zakat memiliki peran besar dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia. Tidak hanya membantu kebutuhan konsumtif, zakat juga mampu menjadi instrumen pemberdayaan melalui sektor pendidikan sehingga dapat menciptakan generasi yang mandiri dan berdaya saing.
BAZNAS Trenggalek berharap sinergi antara masyarakat, pemerintah, lembaga pendidikan, dan para muzaki terus terjalin dengan baik agar semakin banyak pelajar yang dapat merasakan manfaat dari program-program pendidikan yang dijalankan. Dengan dukungan bersama, diharapkan tidak ada lagi anak-anak yang terhambat pendidikannya karena faktor ekonomi.
Melalui program ini pula, BAZNAS ingin mengajak masyarakat untuk terus menumbuhkan semangat berbagi dan menunaikan zakat, infak, maupun sedekah melalui lembaga resmi agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat yang membutuhkan, khususnya di bidang pendidikan, kesehatan, kemanusiaan, dan pemberdayaan ekonomi.
BERITA07/05/2026 | Humas

Info Rekening Zakat
Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Trenggalek.
Lihat Daftar Rekening →
