WhatsApp Icon
Jumat Berkah, BAZNAS Trenggalek Salurkan Bantuan Toren Air untuk SDN 2 Wonoanti

Semangat berbagi dan kepedulian terhadap dunia pendidikan kembali diwujudkan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Trenggalek. Bertepatan dengan momentum Jumat Berkah, BAZNAS Trenggalek menyalurkan bantuan berupa torn/tandon air kepada SDN 2 Wonoanti, pada Jumat (18/09).

Bantuan tersebut menjadi wujud kepedulian BAZNAS Trenggalek terhadap kebutuhan sarana dan prasarana di lingkungan sekolah. Kehadiran fasilitas penampungan air diharapkan dapat mendukung aktivitas warga sekolah sekaligus menciptakan lingkungan belajar yang lebih nyaman, bersih, dan sehat bagi para siswa maupun tenaga pendidik.

Air menjadi salah satu kebutuhan penting dalam menunjang aktivitas sehari-hari di sekolah. Selain untuk kebutuhan kebersihan, ketersediaan air juga berkaitan erat dengan upaya menjaga lingkungan sekolah agar tetap higienis. Mulai dari mencuci tangan, membersihkan ruang kelas, menjaga kebersihan toilet, hingga berbagai kegiatan lainnya membutuhkan ketersediaan air yang memadai.

Karena itu, bantuan toren air yang disalurkan BAZNAS Trenggalek memiliki manfaat yang cukup besar bagi keberlangsungan aktivitas di SDN 2 Wonoanti. Fasilitas tersebut diharapkan mampu membantu sekolah dalam mengelola persediaan air sehingga kebutuhan warga sekolah dapat terpenuhi dengan lebih baik.

Penyaluran bantuan pada Jumat (18/09) juga memiliki makna tersendiri. Momentum Jumat Berkah menjadi kesempatan untuk memperkuat semangat berbagi dan menebarkan manfaat kepada sesama. Melalui bantuan tersebut, BAZNAS Trenggalek kembali menunjukkan bahwa kepedulian sosial dapat diwujudkan dalam berbagai bentuk, termasuk mendukung kebutuhan fasilitas pendidikan.

Sekolah bukan hanya tempat untuk menuntut ilmu. Di dalamnya, anak-anak tumbuh, belajar, bermain, dan membangun berbagai cita-cita. Karena itu, menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan sehat merupakan bagian penting dalam mendukung proses pendidikan.

Dukungan terhadap fasilitas sederhana seperti toren air mungkin terlihat kecil, tetapi manfaatnya dapat dirasakan setiap hari. Ketika kebutuhan air dapat dikelola dengan lebih baik, aktivitas belajar mengajar pun dapat berlangsung dengan lebih nyaman.

Bantuan ini sekaligus menjadi salah satu bentuk nyata pemanfaatan dana zakat, infak, dan sedekah yang dikelola BAZNAS Trenggalek. Melalui pengelolaan yang amanah, dana yang dititipkan masyarakat dapat diwujudkan menjadi berbagai program yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

BAZNAS Trenggalek terus berupaya menghadirkan program yang menyentuh berbagai aspek kehidupan masyarakat, termasuk bidang pendidikan dan fasilitas publik. Kolaborasi dan dukungan dari para muzaki, munfiq, serta masyarakat menjadi bagian penting dalam keberlangsungan berbagai program tersebut.

Melalui momentum Jumat Berkah ini, BAZNAS Trenggalek berharap bantuan toren air untuk SDN 2 Wonoanti dapat memberikan manfaat jangka panjang. Tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan air, tetapi juga mendukung terciptanya lingkungan sekolah yang lebih bersih dan sehat.

Bantuan tersebut juga menjadi pesan bahwa kepedulian terhadap pendidikan dapat dimulai dari hal-hal sederhana. Ketika kebutuhan dasar di lingkungan sekolah terpenuhi, anak-anak dapat belajar dengan lebih nyaman dan para guru dapat menjalankan aktivitas pendidikan dengan lebih baik.

Semangat berbagi yang diwujudkan pada Jumat Berkah ini diharapkan terus tumbuh di tengah masyarakat. Sebab, kebaikan yang dilakukan bersama akan memiliki dampak yang lebih luas. Satu bantuan mungkin memberikan manfaat bagi satu tempat, tetapi semangat kepedulian dapat menginspirasi banyak pihak untuk melakukan hal serupa.

BAZNAS Trenggalek menyampaikan bahwa setiap amanah yang dititipkan masyarakat memiliki nilai dan tanggung jawab yang besar. Karena itu, penyaluran bantuan diupayakan agar tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata bagi penerima.

Bantuan toren air untuk SDN 2 Wonoanti menjadi salah satu gambaran bahwa zakat, infak, dan sedekah dapat hadir dalam bentuk yang dekat dengan kebutuhan masyarakat. Dari sebuah fasilitas penampungan air, lahir manfaat yang dapat dirasakan oleh siswa dan seluruh warga sekolah.

Pada akhirnya, Jumat Berkah bukan hanya tentang berbagi, tetapi tentang menghadirkan manfaat di tempat yang membutuhkan. Melalui bantuan ini, BAZNAS Trenggalek berharap semangat kepedulian terus mengalir, sebagaimana air yang nantinya tersimpan di dalam toren dan digunakan untuk menunjang aktivitas warga SDN 2 Wonoanti.

Dari zakat, tumbuh kepedulian. Dari kepedulian, hadir kebermanfaatan. Dan dari kebermanfaatan, tumbuh harapan untuk masa depan pendidikan yang lebih baik.

18/09/2026 | Kontributor: Humas
BAZNAS Trenggalek kolaborasi bersama kitabisa.com, Salurkan 100 Jirigen dan 2 Tandon untuk Warga Ngulungwetan, program bantuan sedekah air bersih

TRENGGALEK — Kepedulian terhadap masyarakat yang tengah menghadapi keterbatasan akses air bersih kembali ditunjukkan oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Trenggalek. Pada Kamis (17/09), BAZNAS Trenggalek menyalurkan bantuan berupa 100 jirigen dan 2 tandon air kepada warga Desa Ngulungwetan, Kecamatan Munjungan, Kabupaten Trenggalek.

Bantuan tersebut menjadi bentuk nyata kepedulian BAZNAS Trenggalek terhadap kebutuhan dasar masyarakat, khususnya dalam memenuhi ketersediaan air bersih. Tidak hanya sekadar menyalurkan bantuan, proses distribusi juga dilakukan secara langsung oleh Ketua BAZNAS Kabupaten Trenggalek, H. Mahsun Ismail, yang turut mengantarkan bantuan hingga ke lokasi.

Kehadiran langsung pimpinan BAZNAS Trenggalek di tengah masyarakat menjadi pesan kuat bahwa persoalan air bersih bukan sekadar persoalan teknis, melainkan menyangkut kebutuhan dasar dan keberlangsungan kehidupan warga sehari-hari.

Sebanyak 100 jirigen yang disalurkan diharapkan dapat membantu masyarakat dalam mengambil, membawa, serta menyimpan air untuk kebutuhan sehari-hari. Sementara itu, dua unit tandon air disiapkan sebagai sarana penampungan sehingga distribusi air kepada masyarakat dapat dilakukan dengan lebih mudah dan tertata.

Bagi sebagian masyarakat, ketersediaan air bersih mungkin merupakan sesuatu yang sederhana dan mudah diperoleh. Namun bagi warga yang tinggal di wilayah dengan keterbatasan sumber air, setiap tetes air memiliki arti yang sangat besar. Air dibutuhkan untuk berbagai aktivitas, mulai dari memasak, minum, membersihkan diri, hingga memenuhi kebutuhan rumah tangga lainnya.

Melalui bantuan tersebut, BAZNAS Trenggalek berupaya hadir menjawab kebutuhan masyarakat secara langsung. Bantuan yang diberikan bukan hanya berupa barang, tetapi juga membawa harapan agar masyarakat dapat menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih ringan di tengah kondisi keterbatasan air.

Ketua BAZNAS Trenggalek, H. Mahsun Ismail, dalam kesempatan tersebut turut melihat secara langsung kondisi masyarakat dan kebutuhan yang ada di lapangan. Penyaluran secara langsung menjadi bagian penting dari upaya memastikan bantuan yang berasal dari amanah para muzaki dapat benar-benar sampai dan memberikan manfaat kepada masyarakat yang membutuhkan.

BAZNAS Trenggalek selama ini terus berupaya mengoptimalkan pengelolaan zakat, infak, dan sedekah agar manfaatnya dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat. Salah satu bentuknya adalah menghadirkan program bantuan yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan dasar warga.

Bantuan untuk warga Ngulungwetan ini sekaligus menunjukkan bahwa semangat berbagi dapat diwujudkan melalui berbagai bentuk. Ketika masyarakat menghadapi persoalan air bersih, kepedulian dapat hadir dalam bentuk sarana penampungan maupun wadah untuk membawa air. Hal sederhana tersebut dapat menjadi sangat berarti ketika diberikan pada saat yang tepat dan kepada mereka yang membutuhkan.

Di sisi lain, penyaluran bantuan ini juga menjadi pengingat bahwa persoalan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat membutuhkan perhatian dan kepedulian bersama. Pemerintah, lembaga sosial, organisasi kemasyarakatan, serta masyarakat secara umum memiliki peran penting dalam membangun budaya saling membantu dan gotong royong.

BAZNAS Trenggalek berharap bantuan berupa 100 jirigen dan 2 tandon tersebut dapat memberikan manfaat nyata bagi warga Ngulungwetan. Lebih dari itu, bantuan ini diharapkan mampu menjadi bagian dari ikhtiar bersama dalam meringankan beban masyarakat serta menjaga semangat kepedulian di tengah kehidupan bermasyarakat.

Kehadiran BAZNAS di tengah warga juga menjadi wujud dari semangat bahwa zakat bukan hanya tentang menunaikan kewajiban, tetapi juga tentang menghadirkan kebermanfaatan. Dana yang dihimpun dari masyarakat melalui zakat, infak, dan sedekah dapat kembali kepada masyarakat dalam berbagai bentuk program yang menyentuh kebutuhan nyata.

Penyaluran bantuan air bersih di Ngulungwetan menjadi salah satu gambaran bagaimana nilai kepedulian dapat diterjemahkan menjadi aksi. 100 jirigen dan 2 tandon mungkin terlihat sederhana, tetapi bagi warga yang membutuhkan akses air, bantuan tersebut memiliki arti yang jauh lebih besar.

Dengan mengantarkan bantuan secara langsung, H. Mahsun Ismail bersama jajaran BAZNAS Trenggalek menunjukkan bahwa kepedulian tidak cukup hanya disampaikan, tetapi perlu diwujudkan dengan hadir, melihat, mendengar, dan membantu masyarakat secara nyata.

Semangat tersebut diharapkan terus tumbuh dan menjadi energi bersama untuk menghadirkan lebih banyak manfaat bagi masyarakat Trenggalek. Sebab, ketika zakat dikelola dengan amanah dan disalurkan kepada mereka yang membutuhkan, maka setiap rupiah yang ditunaikan dapat berubah menjadi harapan, dan setiap bantuan yang diberikan dapat menjadi jalan untuk meringankan beban sesama.

BAZNAS Trenggalek hadir, berbagi, dan bergerak bersama masyarakat. Dari kepedulian, tumbuh kebermanfaatan. Dari zakat, hadir harapan.

17/09/2026 | Kontributor: Humas
BAZNAS Trenggalek Bantu Perbaikan Rumah Keluarga Imam Rofi’i yang Nyaris Ambruk

Kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan kembali diwujudkan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Trenggalek. Kali ini, BAZNAS Trenggalek memberikan bantuan untuk perbaikan rumah keluarga Imam Rofi’i, warga Desa Craken, Kecamatan Munjungan, Kabupaten Trenggalek, yang selama ini tinggal di rumah sederhana dengan kondisi memprihatinkan dan rawan ambruk.

Bantuan tersebut diantarkan langsung oleh Ketua BAZNAS Trenggalek, H. Mahsun Ismail, pada Kamis (17/09). Kehadiran langsung pimpinan BAZNAS di lokasi menjadi bentuk kepedulian sekaligus ikhtiar untuk memastikan bantuan yang diberikan dapat benar-benar memberikan manfaat bagi keluarga penerima.

Rumah yang selama ini menjadi tempat berteduh keluarga Imam Rofi’i berada dalam kondisi yang membutuhkan perhatian. Dengan kondisi bangunan yang sangat sederhana dan sejumlah bagian yang telah mengalami kerusakan, keselamatan keluarga menjadi salah satu persoalan yang perlu segera mendapatkan penanganan.

Di tengah keterbatasan ekonomi, memperbaiki rumah tentu bukan perkara mudah. Kebutuhan sehari-hari harus tetap dipenuhi, sementara biaya perbaikan rumah membutuhkan dana yang tidak sedikit. Kondisi tersebut membuat keluarga Imam Rofi’i harus bertahan di rumah yang belum sepenuhnya memberikan rasa aman dan nyaman bagi penghuninya.

Melalui bantuan perbaikan rumah ini, BAZNAS Trenggalek berupaya menghadirkan solusi atas persoalan yang dihadapi keluarga tersebut. Bantuan diharapkan dapat digunakan untuk memperbaiki bagian-bagian rumah yang rusak sehingga bangunan menjadi lebih layak, aman, dan nyaman untuk ditempati.

Bagi sebuah keluarga, rumah bukan sekadar bangunan berdinding dan beratap. Rumah merupakan tempat berkumpul, beristirahat, membangun harapan, serta menjalani kehidupan bersama. Karena itu, membantu memperbaiki rumah warga yang berada dalam kondisi rawan merupakan bagian dari upaya menjaga martabat dan keselamatan keluarga.

Kehadiran BAZNAS Trenggalek di rumah keluarga Imam Rofi’i juga menjadi gambaran nyata bagaimana zakat, infak, dan sedekah yang dihimpun dari masyarakat dapat kembali dirasakan manfaatnya oleh mereka yang membutuhkan.

Ketua BAZNAS Trenggalek, H. Mahsun Ismail, secara langsung mengantarkan bantuan tersebut kepada keluarga penerima. Langkah ini sekaligus menunjukkan komitmen BAZNAS untuk tidak hanya menyalurkan bantuan, tetapi juga hadir lebih dekat dengan masyarakat dan melihat secara langsung kondisi yang dihadapi para penerima manfaat.

Bantuan tersebut diharapkan menjadi awal dari proses perbaikan rumah keluarga Imam Rofi’i agar ke depan dapat memiliki tempat tinggal yang lebih aman. Tidak lagi dihantui kekhawatiran terhadap kondisi bangunan, keluarga diharapkan dapat menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih tenang dan nyaman.

Penyaluran bantuan ini juga menjadi pengingat bahwa kepedulian sosial dapat memberikan dampak yang sangat besar bagi kehidupan seseorang. Apa yang mungkin terlihat sebagai bantuan sederhana, bagi keluarga penerima dapat menjadi sebuah harapan baru.

BAZNAS Trenggalek terus berkomitmen mengoptimalkan dana zakat, infak, dan sedekah untuk berbagai program kemanusiaan dan pemberdayaan masyarakat. Bantuan perbaikan rumah menjadi salah satu bentuk nyata dari upaya tersebut, khususnya bagi keluarga yang memiliki keterbatasan dan membutuhkan dukungan untuk memenuhi kebutuhan dasar.

Kisah keluarga Imam Rofi’i menjadi bukti bahwa masih banyak masyarakat yang membutuhkan uluran tangan. Di tengah keterbatasan, kepedulian dari para muzaki melalui BAZNAS dapat menjadi jembatan untuk menghadirkan perubahan nyata.

Lebih dari sekadar memperbaiki bangunan, bantuan ini membawa pesan tentang gotong royong, kepedulian, dan harapan. Sebuah rumah yang lebih layak berarti sebuah keluarga mendapatkan ruang untuk hidup dengan lebih aman. Sebuah bantuan yang disalurkan dengan amanah berarti ada harapan yang kembali tumbuh.

Melalui bantuan tersebut, BAZNAS Trenggalek berharap keluarga Imam Rofi’i dapat segera memiliki rumah yang lebih kokoh dan layak huni. Semoga langkah kecil ini menjadi bagian dari kebaikan yang terus berlanjut dan menginspirasi lebih banyak pihak untuk bersama-sama peduli terhadap sesama.

Karena zakat bukan hanya tentang memberi. Zakat adalah tentang menghadirkan manfaat, menguatkan yang lemah, dan menumbuhkan harapan bagi mereka yang membutuhkan.

Dari kepedulian masyarakat, BAZNAS Trenggalek hadir untuk menjadi jembatan kebaikan—mengubah amanah menjadi bantuan, bantuan menjadi harapan, dan harapan menjadi kehidupan yang lebih baik.

17/09/2026 | Kontributor: Humas
Jaka Swara Drum Salurkan Bantuan 15 Jirigen melalui BAZNAS Trenggalek untuk Mustahik

Kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan terus tumbuh melalui kolaborasi antara lembaga dan berbagai pihak yang memiliki komitmen untuk berbagi. Kali ini, Jaka Swara Drum menyalurkan bantuan berupa 15 jirigen melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Trenggalek pada Rabu (16/09).

Bantuan tersebut nantinya dimanfaatkan dan disalurkan kepada mustahik, khususnya masyarakat yang membutuhkan dukungan dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Penyaluran melalui BAZNAS Trenggalek menjadi langkah strategis agar bantuan dapat diterima oleh mereka yang tepat sasaran dan benar-benar membutuhkan.

Bantuan 15 jirigen yang diserahkan Jaka Swara Drum tidak berhenti pada proses serah terima. BAZNAS Trenggalek selanjutnya menyalurkan bantuan tersebut kepada warga Desa Ngadimulyo, Kecamatan Kampak, Kabupaten Trenggalek.

Penyaluran ini menjadi salah satu bentuk nyata semangat gotong royong dalam membantu masyarakat. Bantuan yang diberikan mungkin terlihat sederhana, namun keberadaannya dapat memberikan manfaat besar bagi warga yang membutuhkan, terutama ketika sarana untuk membawa dan menyimpan air menjadi bagian penting dalam aktivitas sehari-hari.

Melalui bantuan tersebut, Jaka Swara Drum menunjukkan bahwa kepedulian sosial dapat diwujudkan dengan berbagai cara. Tidak harus dalam jumlah besar, sebuah bantuan yang diberikan dengan niat tulus dan disalurkan melalui jalur yang tepat dapat menjadi bagian dari solusi bagi masyarakat.

Sementara itu, BAZNAS Trenggalek berperan sebagai jembatan kebaikan antara pihak yang ingin berbagi dengan masyarakat yang membutuhkan. Amanah bantuan yang diterima kemudian disalurkan kepada mustahik berdasarkan kebutuhan di lapangan.

Warga Desa Ngadimulyo, Kecamatan Kampak, menjadi penerima manfaat dari bantuan 15 jirigen tersebut. Diharapkan bantuan ini dapat digunakan dengan sebaik-baiknya dan memberikan kemudahan bagi warga dalam memenuhi kebutuhan mereka.

Kolaborasi seperti ini menjadi bukti bahwa kepedulian terhadap sesama merupakan tanggung jawab bersama. Ketika dunia usaha, komunitas, lembaga sosial, dan masyarakat dapat bergerak bersama, manfaat yang dihasilkan akan semakin luas.

BAZNAS Trenggalek sendiri terus mendorong agar pengelolaan zakat, infak, sedekah, maupun bantuan sosial dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Setiap amanah yang dititipkan diupayakan untuk disalurkan kepada penerima yang membutuhkan dengan prinsip tepat sasaran dan memberikan kemanfaatan.

Bantuan dari Jaka Swara Drum juga menjadi bagian dari semangat tersebut. Lima belas jirigen yang disalurkan bukan sekadar benda, tetapi merupakan bentuk kepedulian yang kemudian diteruskan hingga sampai kepada masyarakat.

Bagi penerima manfaat, kehadiran bantuan tersebut dapat menjadi pengingat bahwa mereka tidak berjalan sendiri. Masih ada banyak pihak yang peduli dan bersedia berbagi ketika masyarakat menghadapi keterbatasan.

Semangat berbagi inilah yang perlu terus dirawat. Sebab, persoalan sosial di masyarakat tidak selalu dapat diselesaikan oleh satu pihak saja. Diperlukan sinergi, kepedulian, dan kesediaan untuk bergandengan tangan.

Melalui penyaluran bantuan 15 jirigen ini, Jaka Swara Drum bersama BAZNAS Trenggalek telah menunjukkan bahwa kolaborasi sederhana dapat menghasilkan manfaat yang nyata. Dari satu pihak yang berbagi, melalui lembaga yang mengelola amanah, kemudian sampai kepada warga yang membutuhkan.

Ke depan, sinergi semacam ini diharapkan terus berkembang dan melibatkan lebih banyak pihak. Semakin banyak kepedulian yang dihimpun, semakin luas pula manfaat yang dapat diberikan kepada masyarakat.

Bantuan tersebut juga menjadi pesan bahwa kebaikan tidak pernah mengenal ukuran. Lima belas jirigen mungkin hanya sebuah angka, tetapi bagi mereka yang membutuhkan, bantuan itu bisa berarti kemudahan, perhatian, dan harapan.

BAZNAS Trenggalek menyampaikan apresiasi atas kepedulian Jaka Swara Drum yang telah mempercayakan bantuan tersebut untuk disalurkan kepada masyarakat. Semoga kebaikan yang diberikan menjadi amal yang terus mengalir dan memberikan manfaat bagi para penerima.

Dari kepedulian lahir kolaborasi. Dari kolaborasi hadir kebermanfaatan. Dan dari kebermanfaatan, tumbuh harapan untuk masyarakat Trenggalek yang lebih kuat dan saling peduli.

17/09/2026 | Kontributor: Humas
Dari Trenggalek untuk NTT, BAZNAS trenggalek dan dinas sosial kabupaten trenggalek Salurkan Donasi Rp. 48,8 Juta serta bantuan logistik bagi Korban Gempa Bumi, melalui baznas provinsi jawa timur

TRENGGALEK – Kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak bencana kembali diwujudkan oleh BAZNAS Kabupaten Trenggalek. Bersama Pemerintah Kabupaten Trenggalek, BAZNAS menghimpun donasi kemanusiaan yang selanjutnya disalurkan untuk membantu korban gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Hasil penggalangan donasi tersebut mencapai Rp48.804.200. Dana yang terkumpul merupakan bentuk kepedulian masyarakat dan berbagai pihak yang ikut mengambil bagian dalam aksi kemanusiaan untuk saudara-saudara di NTT yang tengah menghadapi dampak bencana.

Donasi tersebut kemudian diserahkan oleh BAZNAS Kabupaten Trenggalek melalui BAZNAS Provinsi Jawa Timur. Penyaluran melalui BAZNAS Jawa Timur menjadi bagian dari upaya membangun sinergi antarlembaga dalam mendistribusikan bantuan kepada masyarakat terdampak bencana.

Bagi BAZNAS Kabupaten Trenggalek, bantuan ini bukan sekadar angka. Di balik Rp48.804.200 yang terkumpul, terdapat kepedulian, doa, dan kepercayaan dari masyarakat yang ingin berbagi dengan sesama. Setiap donasi menjadi wujud solidaritas bahwa musibah yang terjadi di daerah lain juga menjadi panggilan kemanusiaan bagi masyarakat di Trenggalek.

Dalam aksi tersebut, BAZNAS Kabupaten Trenggalek tidak berjalan sendiri. Kolaborasi bersama Pemerintah Kabupaten Trenggalek menjadi bagian penting dalam proses penggalangan donasi. Sinergi tersebut menunjukkan bahwa kepedulian terhadap korban bencana dapat tumbuh semakin kuat ketika berbagai pihak bergerak bersama.

Tidak hanya bantuan berupa donasi, BAZNAS Kabupaten Trenggalek juga bersinergi dengan Dinas Sosial Kabupaten Trenggalek dalam menyiapkan dan mendistribusikan bantuan logistik bagi masyarakat terdampak gempa bumi di NTT melalui BAZNAS Provinsi Jawa Timur.

Keterlibatan berbagai unsur tersebut memperlihatkan bahwa penanganan bencana membutuhkan kepedulian dan kerja sama lintas lembaga. Pemerintah memiliki peran dalam memberikan dukungan, lembaga zakat hadir melalui penghimpunan dan penyaluran dana umat, sementara masyarakat menjadi kekuatan utama dalam menghadirkan solidaritas kemanusiaan.

Melalui kolaborasi tersebut, bantuan dari Trenggalek diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat NTT, khususnya dalam membantu memenuhi kebutuhan pascabencana. Lebih dari sekadar bantuan material, aksi ini membawa pesan bahwa masyarakat terdampak tidak sendirian dalam menghadapi masa sulit.

BAZNAS Kabupaten Trenggalek juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam penggalangan donasi. Kepercayaan yang diberikan oleh para donatur menjadi amanah yang harus dijaga dan disalurkan melalui mekanisme yang tepat agar dapat memberikan manfaat bagi penerima bantuan.

Kegiatan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa jarak geografis bukanlah penghalang untuk menumbuhkan kepedulian. Dari Trenggalek, tangan-tangan kebaikan bergerak untuk menjangkau saudara-saudara di NTT.

Semangat gotong royong yang terbangun diharapkan tidak berhenti pada satu aksi kemanusiaan. Ke depan, sinergi antara BAZNAS Kabupaten Trenggalek, Pemerintah Kabupaten Trenggalek, Dinas Sosial, BAZNAS Provinsi Jawa Timur, para donatur, dan masyarakat dapat terus diperkuat dalam menghadapi berbagai persoalan sosial dan kebencanaan.

Rp48.804.200 telah dihimpun. Namun yang lebih besar dari nilainya adalah pesan kepedulian yang dibawa: bahwa ketika saudara kita tertimpa musibah, selalu ada tangan yang terulur untuk membantu.

BAZNAS Kabupaten Trenggalek mengucapkan terima kasih kepada seluruh orang baik yang telah menitipkan donasi dan kepeduliannya. Semoga setiap rupiah yang diberikan menjadi amal kebaikan, membawa keberkahan bagi para donatur, serta menjadi penguat bagi saudara-saudara kita yang sedang berjuang bangkit dari bencana.

Dari Trenggalek untuk NTT. Bersama kita bergerak, bersama kita peduli, bersama kita kuatkan kemanusiaan.

16/09/2026 | Kontributor: Humas

Berita Terbaru

BAZNAS Trenggalek Salurkan Bantuan Bedah Rumah untuk Bu Murtiyah di Desa Sukorame
BAZNAS Trenggalek Salurkan Bantuan Bedah Rumah untuk Bu Murtiyah di Desa Sukorame
Trenggalek – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Trenggalek kembali menunjukkan komitmennya dalam membantu masyarakat kurang mampu melalui program bedah rumah. Kali ini, bantuan disalurkan kepada Bu Murtiyah, warga Desa Sukorame, Kecamatan Gandusari, yang selama ini menempati rumah dengan kondisi kurang layak huni. Penyerahan bantuan program bedah rumah tersebut dilakukan secara langsung oleh Ketua BAZNAS Kabupaten Trenggalek bersama Camat Gandusari. Kegiatan ini turut disaksikan oleh perangkat kecamatan, perangkat desa, serta tokoh masyarakat setempat yang mendukung penuh pelaksanaan program sosial tersebut. Ketua BAZNAS Kabupaten Trenggalek dalam sambutannya menyampaikan bahwa program bedah rumah merupakan salah satu program unggulan BAZNAS yang bertujuan untuk membantu masyarakat dhuafa agar dapat memiliki tempat tinggal yang layak, sehat, dan aman untuk dihuni. Rumah yang layak tidak hanya menjadi kebutuhan dasar, tetapi juga memberikan rasa nyaman serta meningkatkan kualitas hidup penerima manfaat. “Program bedah rumah ini merupakan wujud nyata kepedulian BAZNAS terhadap masyarakat yang membutuhkan. Kami berharap bantuan ini dapat memberikan kenyamanan bagi Bu Murtiyah dan keluarga, serta menjadi semangat baru dalam menjalani kehidupan sehari-hari,” ujarnya. Sementara itu, Camat Gandusari menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada BAZNAS Kabupaten Trenggalek atas kepedulian dan kontribusinya dalam membantu masyarakat di wilayah Kecamatan Gandusari, khususnya di Desa Sukorame. Ia berharap sinergi antara pemerintah daerah dan BAZNAS dapat terus terjalin dengan baik guna membantu masyarakat yang membutuhkan bantuan serupa. “Kami sangat mengapresiasi langkah BAZNAS Kabupaten Trenggalek yang terus hadir di tengah masyarakat. Bantuan bedah rumah ini sangat berarti bagi warga yang membutuhkan, khususnya bagi Bu Murtiyah. Semoga program seperti ini dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak masyarakat,” ungkapnya. Bu Murtiyah selaku penerima manfaat menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas bantuan yang diberikan. Ia mengaku sangat bersyukur dan tidak menyangka akan mendapatkan bantuan bedah rumah dari BAZNAS Kabupaten Trenggalek. Menurutnya, bantuan tersebut sangat membantu dirinya untuk memiliki hunian yang lebih layak dan aman. “Saya sangat bersyukur dan berterima kasih kepada BAZNAS Kabupaten Trenggalek dan semua pihak yang telah membantu. Semoga kebaikan para donatur dibalas dengan keberkahan dan rezeki yang melimpah,” tuturnya dengan penuh haru. Program bedah rumah ini merupakan salah satu bentuk penyaluran dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang dihimpun oleh BAZNAS Kabupaten Trenggalek dari para muzaki dan donatur. Dana yang terkumpul disalurkan kepada masyarakat yang berhak menerima manfaat, khususnya mereka yang membutuhkan bantuan untuk meningkatkan kesejahteraan hidup. Dengan adanya program bedah rumah ini, diharapkan masyarakat penerima manfaat dapat memiliki hunian yang lebih layak, sehat, dan nyaman, sehingga mampu meningkatkan kualitas hidup serta memberikan rasa aman bagi keluarga. BAZNAS Kabupaten Trenggalek juga mengajak seluruh masyarakat untuk terus menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS sebagai lembaga resmi pengelola zakat, agar semakin banyak masyarakat yang dapat merasakan manfaat dari program-program sosial yang dilaksanakan. Semoga bantuan yang diberikan dapat menjadi amal jariyah bagi para muzaki dan donatur, serta membawa keberkahan bagi seluruh pihak yang terlibat dalam kegiatan kemanusiaan ini
BERITA13/04/2026 | Humas
BAZNAS Trenggalek Salurkan Bantuan 12 Unit Sepeda untuk Siswa Sekolah Dasar, Tambah Semangat Belajar Siswa
BAZNAS Trenggalek Salurkan Bantuan 12 Unit Sepeda untuk Siswa Sekolah Dasar, Tambah Semangat Belajar Siswa
Semangat belajar siswa sekolah dasar di Kabupaten Trenggalek semakin terpacu setelah menerima bantuan sepeda dari BAZNAS Trenggalek. Pada Rabu (08-04-2026), sebanyak 12 unit sepeda disalurkan kepada siswa dari beberapa sekolah dasar yang membutuhkan. Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh pimpinan BAZNAS Trenggalek sebagai bentuk kepedulian terhadap dunia pendidikan dan dukungan bagi siswa yang memiliki keterbatasan sarana transportasi menuju sekolah. Kegiatan penyerahan sepeda berlangsung dengan penuh kebahagiaan dan antusiasme dari para siswa, guru, serta orang tua. Bagi sebagian siswa, sepeda ini menjadi sarana penting untuk menunjang perjalanan mereka ke sekolah yang selama ini harus ditempuh dengan berjalan kaki dalam jarak yang cukup jauh. Dengan adanya bantuan ini, diharapkan siswa dapat datang ke sekolah tepat waktu dan memiliki semangat baru dalam menuntut ilmu. Adapun rincian penerima bantuan sepeda pada program kali ini meliputi beberapa sekolah dasar di wilayah Kabupaten Trenggalek, yaitu SDN 1 Ngentrong sebanyak 1 unit, SDN 2 Ngentrong sebanyak 2 unit, SDN 2 Kerjo sebanyak 2 unit, SDN 1 Jati sebanyak 4 unit, serta SDN 3 Jatiprahu sebanyak 3 unit. Penyaluran dilakukan berdasarkan hasil survei dan verifikasi lapangan untuk memastikan bahwa bantuan diberikan kepada siswa yang benar-benar membutuhkan. Dalam sambutannya, pimpinan BAZNAS Trenggalek menyampaikan bahwa bantuan sepeda ini merupakan salah satu bentuk pemanfaatan dana zakat, infak, dan sedekah yang dihimpun dari masyarakat. Program ini dirancang untuk mendukung akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu, sehingga mereka dapat menempuh pendidikan dengan lebih mudah dan nyaman. “Sepeda ini bukan hanya alat transportasi, tetapi juga simbol harapan bagi anak-anak untuk terus semangat belajar dan meraih cita-cita. Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban orang tua serta memotivasi siswa untuk lebih giat dalam menuntut ilmu,” ujar pimpinan BAZNAS Trenggalek dalam sambutannya. Para guru dari masing-masing sekolah menyampaikan apresiasi atas perhatian yang diberikan oleh BAZNAS Trenggalek. Mereka menilai bahwa bantuan sepeda sangat membantu siswa, terutama yang tinggal jauh dari sekolah dan memiliki keterbatasan fasilitas transportasi. Dengan adanya sepeda, siswa dapat menghemat waktu perjalanan dan mengurangi rasa lelah sebelum memulai kegiatan belajar di kelas. Kebahagiaan juga terlihat jelas dari wajah para siswa penerima manfaat. Mereka tampak bersemangat mencoba sepeda baru yang diterima, bahkan beberapa di antaranya menyampaikan rasa terima kasih kepada para donatur yang telah peduli terhadap pendidikan mereka. Bagi orang tua siswa, bantuan ini menjadi berkah yang sangat berarti karena mampu mengurangi beban biaya transportasi harian. Program bantuan sepeda ini menjadi salah satu bentuk komitmen BAZNAS Trenggalek dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan di daerah. Selain bantuan sepeda, BAZNAS juga terus mengembangkan berbagai program pendidikan lainnya, seperti bantuan perlengkapan sekolah, beasiswa pendidikan, serta dukungan bagi siswa berprestasi dari keluarga kurang mampu. Dengan tersalurkannya 12 unit sepeda kepada siswa sekolah dasar pada Rabu (08-04-2026), diharapkan semakin banyak anak-anak yang memiliki kesempatan belajar dengan lebih baik. Bantuan ini tidak hanya memberikan kemudahan dalam akses pendidikan, tetapi juga menumbuhkan semangat dan rasa percaya diri siswa untuk terus melangkah menuju masa depan yang lebih cerah.
BERITA08/04/2026 | Humas
Laporan Bantuan Biaya Hidup Bulanan Periode Maret 2026, Disalurkan Sebanyak 722 Paket ke 14 Kecamatan
Laporan Bantuan Biaya Hidup Bulanan Periode Maret 2026, Disalurkan Sebanyak 722 Paket ke 14 Kecamatan
Program Bantuan Biaya Hidup Bulanan kembali menunjukkan komitmennya dalam membantu masyarakat yang membutuhkan. Pada periode Maret 2026, sebanyak 722 paket bantuan berhasil disalurkan kepada penerima manfaat yang tersebar di 14 kecamatan. Penyaluran ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan untuk meringankan beban ekonomi masyarakat, khususnya bagi kalangan yatim, dhuafa, lansia, serta keluarga prasejahtera. Distribusi bantuan dilaksanakan secara bertahap selama bulan Maret dengan melibatkan relawan dan koordinator wilayah di masing-masing kecamatan. Setiap paket bantuan berisi kebutuhan pokok yang dirancang untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar penerima selama satu bulan. Isi paket umumnya mencakup bahan pangan seperti beras, minyak goreng, gula, mie instan, serta kebutuhan pokok lainnya yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat setempat. Koordinator program menyampaikan bahwa keberhasilan penyaluran 722 paket ini tidak lepas dari dukungan para donatur yang secara konsisten menyalurkan amanahnya. “Kami bersyukur karena pada periode Maret 2026 ini, bantuan dapat menjangkau 14 kecamatan dengan lancar. Hal ini menjadi bukti bahwa kepedulian masyarakat terus tumbuh dan memberi dampak nyata bagi mereka yang membutuhkan,” ujarnya. Proses pendistribusian dilakukan dengan mengedepankan prinsip transparansi dan ketepatan sasaran. Data penerima manfaat telah melalui proses verifikasi sebelumnya, sehingga bantuan benar-benar diterima oleh masyarakat yang membutuhkan. Selain itu, tim lapangan juga memastikan setiap paket diterima langsung oleh penerima atau keluarga yang bersangkutan. Di beberapa kecamatan, penyaluran bantuan disambut dengan antusias oleh masyarakat. Para penerima manfaat menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas bantuan yang mereka terima. Bagi sebagian lansia dan keluarga kurang mampu, bantuan ini menjadi harapan untuk meringankan beban pengeluaran harian, terutama di tengah kondisi ekonomi yang masih menantang. Selain membantu kebutuhan pangan, program Bantuan Biaya Hidup Bulanan juga memiliki tujuan jangka panjang, yaitu membangun solidaritas sosial dan memperkuat kepedulian antar sesama. Dengan adanya program ini, masyarakat yang memiliki rezeki lebih dapat turut berkontribusi membantu saudara-saudara yang membutuhkan. Selama pelaksanaan di bulan Maret 2026, tim relawan menghadapi berbagai tantangan di lapangan, mulai dari jarak tempuh yang cukup jauh hingga kondisi cuaca yang tidak menentu. Namun, hal tersebut tidak menyurutkan semangat para relawan untuk memastikan seluruh paket bantuan dapat tersalurkan tepat waktu. Pihak penyelenggara juga terus melakukan evaluasi secara berkala untuk meningkatkan kualitas pelayanan di periode berikutnya. Evaluasi ini mencakup aspek pendataan penerima manfaat, efisiensi distribusi, hingga kualitas isi paket bantuan. Dengan evaluasi yang berkelanjutan, diharapkan program ini dapat memberikan manfaat yang lebih luas dan berkelanjutan. Ke depan, program Bantuan Biaya Hidup Bulanan diharapkan dapat menjangkau lebih banyak wilayah dan penerima manfaat. Dukungan dari para donatur dan relawan menjadi kunci utama keberlanjutan program ini. Dengan semangat gotong royong dan kepedulian sosial, diharapkan bantuan yang disalurkan tidak hanya meringankan beban ekonomi, tetapi juga menghadirkan harapan dan kebahagiaan bagi masyarakat yang membutuhkan. Penyaluran 722 paket bantuan di 14 kecamatan pada periode Maret 2026 menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi antara donatur, relawan, dan masyarakat dapat menciptakan dampak positif yang luas. Semoga langkah kebaikan ini terus berlanjut dan membawa manfaat yang semakin besar di masa mendatang.
BERITA08/04/2026 | Humas
Menjaga Ukhuwah di Bulan Syawal, BAZNAS Trenggalek Silaturahmi ke BAZNAS Jatim
Menjaga Ukhuwah di Bulan Syawal, BAZNAS Trenggalek Silaturahmi ke BAZNAS Jatim
Dalam suasana penuh kehangatan bulan Syawal 1447 H, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Trenggalek melaksanakan kegiatan silaturahmi ke Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Jawa Timur pada Kamis, 02 April 2026. Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk mempererat ukhuwah kelembagaan sekaligus memperkuat sinergi dalam upaya pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) di wilayah Jawa Timur. Rombongan BAZNAS Kabupaten Trenggalek dipimpin langsung oleh Ketua BAZNAS Trenggalek, Mahsun Ismail, didampingi Wakil Ketua I Rahmat Purwanto, Wakil Ketua II Bahauddin, Wakil Ketua III Mahsunudin, Kepala Pelaksana Deni Riani, serta Pelaksana Bidang Pendistribusian Ali Muhtaroh. Kehadiran rombongan ini disambut dengan hangat oleh jajaran BAZNAS Provinsi Jawa Timur dalam suasana kekeluargaan yang kental dengan nilai-nilai kebersamaan. Ketua BAZNAS Trenggalek, Mahsun Ismail, menyampaikan bahwa kegiatan silaturahmi di bulan Syawal ini merupakan tradisi yang memiliki makna mendalam, tidak hanya sebagai ajang saling memaafkan setelah bulan Ramadan, tetapi juga sebagai sarana memperkuat koordinasi dan komunikasi antara BAZNAS kabupaten dan provinsi. Menurutnya, sinergi yang kuat menjadi salah satu kunci dalam meningkatkan efektivitas pengelolaan zakat agar semakin profesional dan berdampak luas bagi masyarakat. “Melalui silaturahmi ini, kami berharap dapat terus menjaga hubungan baik dengan BAZNAS Provinsi Jawa Timur. Selain sebagai bentuk ukhuwah, kegiatan ini juga menjadi kesempatan untuk berdiskusi dan berbagi pengalaman terkait pengelolaan zakat, sehingga program-program yang dilaksanakan di daerah dapat semakin optimal dan tepat sasaran,” ungkapnya. Dalam pertemuan tersebut, berbagai hal strategis turut dibahas, di antaranya penguatan tata kelola kelembagaan, peningkatan kualitas layanan kepada muzaki dan mustahik, serta pengembangan program pendistribusian dan pemberdayaan yang berkelanjutan. Selain itu, rombongan BAZNAS Trenggalek juga mendapatkan arahan dan masukan terkait inovasi program yang dapat diterapkan di tingkat kabupaten guna meningkatkan penghimpunan dan pendayagunaan dana zakat. Wakil Ketua I BAZNAS Trenggalek, Rahmat Purwanto, menambahkan bahwa kegiatan silaturahmi seperti ini sangat penting untuk memperluas wawasan serta meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di lingkungan BAZNAS. Dengan adanya komunikasi yang intensif antara BAZNAS kabupaten dan provinsi, diharapkan setiap kebijakan dan program yang dijalankan dapat selaras dengan arah pembangunan zakat nasional. Sementara itu, Kepala Pelaksana BAZNAS Trenggalek, Deni Riani, menyampaikan bahwa momentum Syawal merupakan waktu yang tepat untuk mempererat hubungan antar lembaga, sekaligus meneguhkan komitmen dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Ia berharap, melalui silaturahmi ini, semangat kebersamaan dan kolaborasi dapat terus terjaga demi mewujudkan pengelolaan zakat yang transparan, akuntabel, dan profesional. Kegiatan silaturahmi ini berlangsung dengan suasana penuh keakraban dan diakhiri dengan sesi ramah tamah serta doa bersama. Harapannya, hubungan baik yang telah terjalin antara BAZNAS Kabupaten Trenggalek dan BAZNAS Provinsi Jawa Timur dapat terus dipelihara dan ditingkatkan di masa mendatang. Melalui kegiatan silaturahmi di bulan Syawal ini, BAZNAS Trenggalek menegaskan komitmennya untuk terus menjaga ukhuwah dan memperkuat sinergi dengan berbagai pihak, khususnya dengan BAZNAS Provinsi Jawa Timur. Dengan sinergi yang solid, diharapkan pengelolaan zakat di Kabupaten Trenggalek dapat semakin optimal, sehingga mampu memberikan manfaat nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat yang membutuhkan.
BERITA02/04/2026 | Humas
BAZNAS Trenggalek Bantu Seorang Tuna Netra Tuk Punya Hunian Layak
BAZNAS Trenggalek Bantu Seorang Tuna Netra Tuk Punya Hunian Layak
BAZNAS Kabupaten Trenggalek kembali menunjukkan komitmennya dalam membantu masyarakat yang membutuhkan melalui program bantuan hunian layak. Pada Selasa, 31 Maret 2026, BAZNAS Trenggalek menyalurkan bantuan kepada seorang warga penyandang tuna netra di wilayah Surodakan untuk mewujudkan impiannya memiliki hunian yang lebih layak dan aman untuk ditempati. Penyerahan bantuan tersebut dilakukan langsung oleh Wakil Ketua (WK) III BAZNAS Kabupaten Trenggalek, KH. Mahsunudin, bersama pelaksana BAZNAS Trenggalek. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya BAZNAS dalam meningkatkan kesejahteraan mustahik, khususnya mereka yang memiliki keterbatasan fisik dan kondisi ekonomi yang memprihatinkan. Dalam kesempatan tersebut, KH. Mahsunudin menyampaikan bahwa program bantuan hunian layak merupakan salah satu bentuk nyata pemanfaatan dana zakat, infak, dan sedekah yang dihimpun dari masyarakat. Bantuan ini diharapkan dapat memberikan kenyamanan dan rasa aman bagi penerima manfaat dalam menjalani kehidupan sehari-hari. “Program bantuan hunian ini merupakan wujud kepedulian BAZNAS kepada masyarakat yang membutuhkan, terutama saudara kita yang memiliki keterbatasan fisik seperti tuna netra. Dengan adanya hunian yang layak, diharapkan penerima manfaat dapat hidup lebih nyaman, aman, serta memiliki semangat baru dalam menjalani aktivitas sehari-hari,” ujar KH. Mahsunudin. Penerima bantuan merupakan seorang penyandang tuna netra yang selama ini tinggal di kontrakan. Keterbatasan penglihatan membuatnya mengalami kesulitan dalam memenuhi kebutuhan hidup, termasuk dalam memperbaiki tempat tinggalnya. Melihat kondisi tersebut, BAZNAS Trenggalek hadir untuk memberikan dukungan nyata agar penerima manfaat dapat memiliki tempat tinggal yang lebih layak dan aman. Program bantuan hunian layak ini tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik semata, tetapi juga menjadi bentuk kepedulian sosial dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat yang kurang mampu. Melalui program ini, BAZNAS berharap dapat mengurangi jumlah rumah tidak layak huni di Kabupaten Trenggalek sekaligus memberikan rasa kepedulian dan kebersamaan di tengah masyarakat. Para pelaksana BAZNAS yang hadir dalam kegiatan tersebut turut memastikan bahwa bantuan yang diberikan dapat dimanfaatkan secara maksimal. Proses penyaluran dilakukan dengan memperhatikan kebutuhan penerima manfaat agar hunian yang dibangun benar-benar sesuai dengan kondisi dan kebutuhannya, terutama mengingat keterbatasan penglihatan yang dimiliki penerima bantuan. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi bukti nyata bahwa dana zakat, infak, dan sedekah yang disalurkan oleh masyarakat melalui BAZNAS Trenggalek memberikan dampak positif yang langsung dirasakan oleh para mustahik. Dukungan masyarakat dalam menunaikan kewajiban zakat serta berinfak dan bersedekah menjadi kunci keberlangsungan berbagai program sosial yang dijalankan oleh BAZNAS. Dengan adanya bantuan hunian ini, diharapkan penerima manfaat dapat menjalani kehidupan dengan lebih baik dan mandiri. Hunian yang layak tidak hanya memberikan perlindungan dari cuaca dan lingkungan, tetapi juga memberikan rasa aman serta meningkatkan kualitas hidup secara keseluruhan. BAZNAS Kabupaten Trenggalek terus berkomitmen untuk menghadirkan berbagai program pemberdayaan dan bantuan sosial bagi masyarakat yang membutuhkan. Melalui sinergi antara BAZNAS dan masyarakat, diharapkan semakin banyak warga kurang mampu yang dapat terbantu dan merasakan manfaat dari dana zakat, infak, dan sedekah yang disalurkan secara tepat sasaran. Mari tunaikan zakat dan sedekah terbaikmu melalui BAZNAS Kabupaten Trenggalek.
BERITA31/03/2026 | Humas
Sentuhan Kepedulian di Akhir Ramadan, BAZNAS Kab. Trenggalek Mendistribusikan Zakat Fitrah
Sentuhan Kepedulian di Akhir Ramadan, BAZNAS Kab. Trenggalek Mendistribusikan Zakat Fitrah
Menjelang berakhirnya Ramadan 1447 H, BAZNAS Trenggalek kembali menunjukkan komitmennya dalam menebar kepedulian dengan menyalurkan zakat fitrah kepada para mustahik di berbagai wilayah di Kabupaten Trenggalek. Penyaluran zakat fitrah ini dilakukan secara bertahap pada hari-hari terakhir Ramadan, sebagai upaya memastikan bantuan dapat diterima tepat waktu oleh masyarakat yang berhak sebelum Hari Raya Idulfitri tiba. Zakat fitrah yang disalurkan merupakan amanah dari para muzaki yang telah menunaikan kewajibannya melalui BAZNAS Trenggalek. Amanah tersebut kemudian dikelola dan disalurkan kepada para mustahik yang telah terdata, seperti fakir, miskin, lansia dhuafa, serta keluarga kurang mampu. Dengan adanya penyaluran zakat fitrah ini, diharapkan masyarakat yang membutuhkan dapat merasakan kebahagiaan dan ketenangan dalam menyambut Hari Raya Idulfitri bersama keluarga tercinta. Sejak pagi hari, para petugas BAZNAS Trenggalek telah mempersiapkan proses pendistribusian zakat fitrah dengan penuh tanggung jawab. Bantuan zakat fitrah yang berupa bahan pokok disalurkan secara langsung kepada para penerima manfaat di berbagai titik wilayah. Kegiatan ini tidak hanya menjadi momen berbagi, tetapi juga menjadi sarana mempererat hubungan antara BAZNAS dan masyarakat. Dalam proses penyaluran, suasana penuh haru dan kebahagiaan tampak dari raut wajah para mustahik yang menerima zakat fitrah. Banyak di antara mereka yang mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih atas bantuan yang diberikan. Bagi mereka, zakat fitrah ini sangat berarti karena membantu memenuhi kebutuhan pokok menjelang hari raya, sehingga mereka dapat merayakan Idulfitri dengan lebih layak dan penuh rasa syukur. Perwakilan BAZNAS Trenggalek menyampaikan bahwa zakat fitrah memiliki makna yang sangat penting, tidak hanya sebagai kewajiban bagi umat Islam, tetapi juga sebagai sarana membersihkan jiwa serta mempererat ukhuwah di tengah masyarakat. Melalui zakat fitrah, nilai-nilai kepedulian sosial dapat terus tumbuh, sehingga tercipta kehidupan masyarakat yang lebih harmonis dan saling membantu. Selain itu, penyaluran zakat fitrah ini juga menjadi bagian dari upaya BAZNAS Trenggalek dalam mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menunaikan zakat melalui lembaga resmi. Dengan menyalurkan zakat melalui lembaga yang terpercaya, proses pendistribusian dapat dilakukan secara tepat sasaran, transparan, dan merata kepada mereka yang benar-benar membutuhkan. Momentum akhir Ramadan menjadi waktu yang sangat istimewa untuk meningkatkan kepedulian terhadap sesama. Ramadan tidak hanya menjadi bulan untuk meningkatkan ibadah secara pribadi, tetapi juga menjadi kesempatan untuk memperbanyak amal sosial yang memberikan manfaat bagi orang lain. Melalui zakat fitrah, setiap umat Islam memiliki kesempatan untuk berbagi kebahagiaan dengan saudara-saudara yang membutuhkan. BAZNAS Trenggalek berharap bahwa setiap butir zakat yang disalurkan dapat membawa keberkahan, membersihkan jiwa para muzaki, serta memberikan manfaat yang besar bagi para mustahik. Kebersamaan yang terjalin melalui kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat rasa persaudaraan dan solidaritas sosial di tengah masyarakat. Di penghujung Ramadan, mari jadikan momen ini sebagai pengingat bahwa kebahagiaan sejati bukan hanya tentang menerima, tetapi juga tentang memberi. Dengan berbagi kepada sesama, kita tidak hanya membantu meringankan beban orang lain, tetapi juga menumbuhkan rasa syukur dan kepedulian dalam diri kita. Semoga semangat berbagi ini terus tumbuh dan menjadi kebiasaan baik yang terjaga, tidak hanya di bulan Ramadan, tetapi juga di bulan-bulan berikutnya.
BERITA20/03/2026 | Humas
Hangatkan Ramadan, BAZNAS Trenggalek Berbagi Iftar Bahagia Bersama Anak Yatim
Hangatkan Ramadan, BAZNAS Trenggalek Berbagi Iftar Bahagia Bersama Anak Yatim
BAZNAS Trenggalek kembali menghadirkan kebahagiaan di bulan suci Ramadan melalui kegiatan iftar bersama anak yatim di Panti Asuhan As Syafi’iyah pada Selasa (17/03). Kegiatan ini berlangsung hangat dan penuh kebersamaan, menghadirkan senyum tulus dari para anak yatim yang mengikuti kegiatan tersebut dengan penuh antusias. Sejak sore hari, suasana di Panti Asuhan As Syafi’iyah tampak semarak. Para pengurus BAZNAS Trenggalek bersama pengelola panti mempersiapkan rangkaian kegiatan dengan penuh kekompakan. Anak-anak yatim yang menjadi penerima manfaat tampak ceria menyambut kedatangan rombongan. Kegiatan ini menjadi momen istimewa bagi mereka, karena tidak hanya berbuka puasa bersama, tetapi juga merasakan perhatian dan kasih sayang dari berbagai pihak. Acara diawali dengan sambutan dari perwakilan BAZNAS Trenggalek yang menyampaikan rasa syukur atas kesempatan untuk kembali berbagi kebahagiaan di bulan Ramadan. Dalam sambutannya, disampaikan bahwa kegiatan iftar bersama ini merupakan bagian dari program kepedulian sosial yang rutin dilaksanakan setiap Ramadan sebagai bentuk nyata kepedulian kepada anak-anak yatim dan dhuafa. Setelah sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan tausiyah singkat yang mengajak seluruh peserta untuk memanfaatkan bulan Ramadan sebagai momentum memperbanyak amal kebaikan. Tausiyah tersebut juga mengingatkan pentingnya menumbuhkan rasa empati dan kepedulian terhadap sesama, khususnya kepada anak-anak yatim yang membutuhkan perhatian dan dukungan dari lingkungan sekitar. Menjelang waktu berbuka, seluruh peserta mengikuti doa bersama dengan khidmat. Suasana haru terasa ketika doa-doa dipanjatkan, memohon keberkahan dan keselamatan bagi semua pihak. Tak lama kemudian, adzan Maghrib berkumandang, menandai waktu berbuka puasa. Anak-anak yatim bersama para pengurus menikmati hidangan berbuka dengan penuh kebersamaan. Canda dan tawa ringan terdengar di antara mereka, menambah hangatnya suasana Ramadan di sore hari itu. Selain berbuka puasa bersama, kegiatan ini juga diisi dengan pemberian santunan berupa bahan pokok kepada anak-anak yatim sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan harian mereka serta memberikan semangat baru dalam menjalani hari-hari ke depan. Penyerahan santunan dilakukan secara simbolis dan disambut dengan rasa syukur oleh pihak panti. Pengurus Panti Asuhan As Syafi’iyah menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada BAZNAS Trenggalek atas perhatian yang diberikan kepada anak-anak yatim di panti tersebut. Menurutnya, kegiatan seperti ini tidak hanya memberikan bantuan secara materi, tetapi juga menghadirkan kebahagiaan dan motivasi bagi anak-anak untuk terus semangat menjalani kehidupan. Melalui program ini, BAZNAS Trenggalek berharap dapat menumbuhkan semangat berbagi di tengah masyarakat serta mengajak lebih banyak pihak untuk turut serta dalam kegiatan sosial kemanusiaan. Ramadan menjadi momentum yang tepat untuk mempererat ukhuwah, memperkuat kepedulian sosial, serta menghadirkan kebahagiaan bagi mereka yang membutuhkan. Kegiatan iftar bersama anak yatim ini menjadi bukti nyata bahwa kebersamaan dan kepedulian mampu menghadirkan kebahagiaan sederhana yang bermakna. Diharapkan, kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan, sehingga semakin banyak anak yatim yang merasakan manfaat dan kebahagiaan di bulan suci Ramadan.
BERITA17/03/2026 | Humas
BAZNAS Trenggalek Salurkan Fidyah, Bantu Lansia dan Dhuafa Bahagia di Bulan Ramadan
BAZNAS Trenggalek Salurkan Fidyah, Bantu Lansia dan Dhuafa Bahagia di Bulan Ramadan
Bulan suci Ramadan menjadi momentum istimewa untuk memperkuat kepedulian sosial dan menebar kebaikan kepada sesama. Dalam semangat tersebut, BAZNAS Kabupaten Trenggalek kembali menyalurkan fidyah kepada masyarakat yang membutuhkan. Program penyaluran fidyah ini menyasar para lansia dan kaum dhuafa agar mereka dapat merasakan kebahagiaan dan keberkahan di bulan Ramadan. Kegiatan penyaluran fidyah ini dilaksanakan sebagai bentuk amanah dari para muzakki yang telah mempercayakan fidyahnya kepada BAZNAS Trenggalek. Melalui program ini, paket bahan makanan bergizi didistribusikan kepada masyarakat yang masuk dalam kategori fakir dan miskin, khususnya para lansia yang sudah tidak mampu bekerja secara optimal serta keluarga dhuafa yang membutuhkan uluran tangan. Ketua BAZNAS Kabupaten Trenggalek menyampaikan bahwa penyaluran fidyah merupakan bagian dari komitmen lembaga dalam mengelola dan menyalurkan dana umat secara tepat sasaran. Selain menjadi kewajiban bagi sebagian umat Islam yang tidak mampu menjalankan ibadah puasa karena kondisi tertentu, fidyah juga menjadi sarana untuk menghadirkan kebahagiaan bagi masyarakat yang membutuhkan. “Melalui program ini, kami ingin memastikan bahwa fidyah yang ditunaikan oleh para muzakki benar-benar sampai kepada mereka yang berhak menerimanya. Harapannya, bantuan ini dapat membantu memenuhi kebutuhan pangan sekaligus menghadirkan kebahagiaan bagi para lansia dan dhuafa di bulan Ramadan,” ujarnya. Penyaluran fidyah dilakukan secara langsung kepada para penerima manfaat di beberapa wilayah di Kabupaten Trenggalek. Para relawan dan tim BAZNAS turun langsung ke lapangan untuk memastikan proses distribusi berjalan dengan tertib dan tepat sasaran. Paket yang diberikan berisi bahan makanan pokok yang diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan konsumsi harian para penerima manfaat selama Ramadan. Bagi para lansia dan dhuafa, bantuan ini menjadi sumber kebahagiaan tersendiri. Di tengah keterbatasan yang mereka hadapi, perhatian dan kepedulian dari masyarakat melalui program fidyah menjadi penguat harapan dan semangat dalam menjalani kehidupan. Salah satu penerima manfaat mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih atas bantuan yang diberikan. Ia mengaku sangat terbantu dengan adanya paket bahan makanan yang diterima, terlebih di bulan Ramadan yang identik dengan meningkatnya kebutuhan rumah tangga. “Alhamdulillah, kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada BAZNAS dan para donatur yang sudah membantu kami. Bantuan ini sangat berarti bagi kami, semoga semua yang telah berbagi mendapatkan balasan kebaikan dari Allah SWT,” ungkapnya dengan penuh haru. Program penyaluran fidyah ini juga menjadi bagian dari upaya BAZNAS Trenggalek dalam memperkuat nilai-nilai solidaritas sosial di tengah masyarakat. Ramadan bukan hanya tentang meningkatkan kualitas ibadah secara personal, tetapi juga menjadi waktu terbaik untuk berbagi dan memperhatikan kondisi saudara-saudara yang kurang beruntung. Dengan adanya program ini, BAZNAS berharap semakin banyak masyarakat yang menunaikan fidyah melalui lembaga resmi agar penyalurannya dapat dilakukan secara terarah dan tepat sasaran. Selain itu, kepercayaan masyarakat juga menjadi kunci penting dalam memperluas jangkauan manfaat bagi mereka yang membutuhkan. BAZNAS Trenggalek terus berkomitmen untuk menghadirkan berbagai program kemanusiaan yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Melalui pengelolaan zakat, infak, sedekah, dan fidyah secara profesional dan transparan, lembaga ini berupaya menjadi jembatan kebaikan antara para dermawan dan masyarakat yang membutuhkan. Di bulan Ramadan yang penuh berkah ini, penyaluran fidyah menjadi bukti bahwa kepedulian dan kebersamaan masih tumbuh kuat di tengah masyarakat. Senyum para lansia dan dhuafa yang menerima bantuan menjadi pengingat bahwa setiap kebaikan, sekecil apa pun, mampu menghadirkan kebahagiaan bagi sesama. Mari salurkan Fidyah untuk tebus hutang puasa yang belum terbayar, klik BAZNAS Kabupaten Trenggalek.
BERITA17/03/2026 | Humas
BAZNAS Trenggalek Dirikan Posko Mudik, Sediakan Fasilitas Terbaik untuk Para Pemudik
BAZNAS Trenggalek Dirikan Posko Mudik, Sediakan Fasilitas Terbaik untuk Para Pemudik
Dalam rangka menyambut arus mudik Lebaran 2026, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Trenggalek menghadirkan Posko Mudik sebagai bentuk kepedulian terhadap para pemudik yang melintasi wilayah Trenggalek. Posko ini didirikan untuk memberikan kenyamanan, keamanan, serta layanan terbaik bagi masyarakat yang tengah menempuh perjalanan pulang ke kampung halaman. Program Posko Mudik ini merupakan hasil kolaborasi antara BAZNAS Trenggalek dengan BAZNAS RI. Pelaksanaannya dilakukan melalui BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) yang telah berpengalaman dalam berbagai aksi kemanusiaan, serta turut melibatkan anggota Pramuka sebagai relawan yang siap membantu pelayanan di lapangan. Ketua BAZNAS Trenggalek menyampaikan bahwa kehadiran Posko Mudik ini diharapkan dapat menjadi tempat singgah yang nyaman bagi para pemudik. “Mudik adalah momen yang sangat dinanti oleh masyarakat. Kami ingin memastikan para pemudik dapat beristirahat dengan layak dan melanjutkan perjalanan dengan kondisi yang lebih prima,” ujarnya. Berbagai fasilitas telah disiapkan di Posko Mudik BAZNAS Trenggalek. Mulai dari tempat istirahat yang nyaman, penyediaan makanan dan minuman ringan, layanan kesehatan sederhana, hingga area ibadah bagi para pemudik. Selain itu, petugas juga siaga memberikan bantuan informasi serta pertolongan pertama jika dibutuhkan. Kehadiran anggota Pramuka dalam kegiatan ini turut memberikan energi positif dalam pelayanan. Dengan semangat kepedulian dan gotong royong, para relawan Pramuka berperan aktif dalam membantu pemudik, mulai dari penyambutan, pengaturan area posko, hingga memastikan fasilitas dapat dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat. Sinergi antara BAZNAS Trenggalek, BAZNAS RI, BTB, dan Pramuka ini menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi berbagai pihak mampu menghadirkan manfaat luas bagi masyarakat. Posko Mudik tidak hanya menjadi tempat singgah, tetapi juga simbol kepedulian dan kebersamaan dalam momen penting seperti Idulfitri. Dengan adanya Posko Mudik ini, diharapkan para pemudik yang melintas di wilayah Trenggalek dapat merasakan perjalanan yang lebih aman, nyaman, dan penuh keberkahan. BAZNAS Trenggalek pun mengajak seluruh masyarakat untuk terus menebar kebaikan, khususnya di bulan Ramadan yang penuh berkah ini.
BERITA17/03/2026 | Humas
Malam 22 Ramadan 1447 h, Pondok Pesantren Hidayatut Thullab bersama BAZNAS Trenggalek Tutup Safari Muhibah di Desa Joho
Malam 22 Ramadan 1447 h, Pondok Pesantren Hidayatut Thullab bersama BAZNAS Trenggalek Tutup Safari Muhibah di Desa Joho
Kegiatan Safari Muhibah yang digelar oleh Pondok Pesantren Hidayatut Thullab bersama BAZNAS Kabupaten Trenggalek resmi ditutup pada Rabu (11 Maret 2026). Penutupan kegiatan berlangsung di Desa Joho, Kecamatan Pule, Kabupaten Trenggalek, dan dihadiri oleh masyarakat setempat, para santri, tokoh agama, serta para relawan yang telah berpartisipasi dalam rangkaian kegiatan tersebut. Safari Muhibah merupakan program yang bertujuan untuk mempererat ukhuwah Islamiyah, meningkatkan semangat ibadah masyarakat, serta menebarkan nilai-nilai kepedulian sosial di tengah masyarakat. Melalui kegiatan ini, Pondok Pesantren Hidayatut Thullab bersama BAZNAS Trenggalek berupaya hadir lebih dekat dengan masyarakat dengan membawa pesan dakwah sekaligus semangat berbagi. Selama kegiatan berlangsung, berbagai rangkaian acara telah dilaksanakan, mulai dari silaturahmi dengan warga, kegiatan keagamaan, hingga penyampaian pesan-pesan kebaikan yang mengajak masyarakat untuk memperkuat iman dan memperbanyak amal kebajikan, terutama di bulan yang penuh keberkahan. Antusiasme masyarakat Desa Joho terlihat sangat tinggi. Warga dari berbagai kalangan turut hadir dan mengikuti kegiatan dengan penuh khidmat. Kehadiran para santri dan pengurus Pondok Pesantren Hidayatut Thullab juga menambah semarak suasana, sekaligus menjadi momentum kebersamaan antara pesantren dan masyarakat. Penutupan kegiatan Safari Muhibah ini ditandai dengan tausiyah yang disampaikan oleh KH. Eli Mahfud. Dalam tausiyahnya, beliau mengajak masyarakat untuk senantiasa menjaga keimanan, memperkuat ukhuwah, serta menjadikan bulan Ramadan sebagai momentum untuk meningkatkan kualitas ibadah dan kepedulian terhadap sesama. KH. Eli Mahfud juga menekankan pentingnya semangat berbagi dan saling membantu, terutama kepada mereka yang membutuhkan. Menurut beliau, nilai-nilai kepedulian sosial yang diajarkan dalam Islam harus terus dijaga dan diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari, baik melalui sedekah, zakat, maupun berbagai bentuk kebaikan lainnya. Beliau juga mengingatkan bahwa keberkahan hidup tidak hanya diperoleh dari banyaknya harta, tetapi dari bagaimana seseorang memanfaatkan rezekinya untuk kebaikan dan kemaslahatan bersama. Oleh karena itu, kegiatan seperti Safari Muhibah ini diharapkan dapat menjadi sarana untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya berbagi dan memperkuat solidaritas sosial. Melalui kegiatan ini, BAZNAS Kabupaten Trenggalek bersama Pondok Pesantren Hidayatut Thullab berharap dapat terus menjalin hubungan yang erat dengan masyarakat serta menghadirkan program-program yang memberikan manfaat nyata bagi umat. Di akhir acara, para peserta yang hadir berharap kegiatan Safari Muhibah seperti ini dapat terus dilaksanakan di berbagai wilayah lainnya di Kabupaten Trenggalek. Selain menjadi sarana dakwah, kegiatan ini juga menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi serta menumbuhkan semangat kebersamaan dalam membangun masyarakat yang religius, peduli, dan penuh keberkahan. Dengan ditutupnya kegiatan Safari Muhibah di Desa Joho ini, diharapkan pesan-pesan kebaikan yang telah disampaikan dapat terus diamalkan oleh masyarakat dalam kehidupan sehari-hari, sehingga membawa keberkahan bagi seluruh warga.
BERITA12/03/2026 | Humas
Penyaluran Fidyah BAZNAS Bantu Pangan Bulanan Mustahik
Penyaluran Fidyah BAZNAS Bantu Pangan Bulanan Mustahik
Alhamdulillahirabbil ‘Alamin, segala puji bagi Allah SWT yang senantiasa melimpahkan rahmat dan karunia-Nya kepada kita semua. Berkat kepedulian dan kepercayaan para #OrangBaik, BAZNAS Kabupaten Trenggalek kembali melaksanakan kegiatan penyaluran fidyah melalui program Berbagi Paket Bahan Makanan bagi masyarakat yang membutuhkan. Penyaluran tersebut dimulai sejak 15 Ramadan (Kamis, 05 Maret 2026), sebanyak 700 paket akan didistribusikan bertahap kepada masyarakat fakir dan miskin di wilayah Kabupaten Trenggalek. Kegiatan ini menjadi salah satu wujud nyata pemanfaatan dana fidyah yang ditunaikan oleh para #OrangBaik agar dapat memberikan manfaat langsung kepada masyarakat yang membutuhkan, khususnya dalam membantu memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari. Program Berbagi Paket Bahan Makanan Bergizi ini tidak hanya sekadar menyalurkan bantuan, tetapi juga menjadi bentuk kepedulian dan solidaritas sosial antar sesama. Melalui paket bahan makanan yang dibagikan, diharapkan keluarga penerima dapat memperoleh asupan makanan yang lebih baik dan bergizi, sehingga mampu mendukung kesehatan serta ketahanan pangan keluarga mereka. Dalam proses penyaluran, BAZNAS Kabupaten Trenggalek bersama para relawan distribusi turun langsung ke lapangan untuk memastikan bantuan benar-benar sampai kepada para penerima yang berhak. Penyaluran dilakukan secara langsung ke masyarakat agar proses distribusi berjalan tepat sasaran serta dapat dirasakan manfaatnya oleh keluarga yang tengah berjuang memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Kehadiran tim BAZNAS dan relawan juga menjadi kesempatan untuk bersilaturahmi dengan masyarakat, mendengar cerita serta kondisi kehidupan mereka secara langsung. Banyak di antara penerima bantuan yang menyampaikan rasa syukur dan kebahagiaan atas perhatian yang diberikan oleh para #OrangBaik melalui BAZNAS Kabupaten Trenggalek. Doa dan ungkapan terima kasih pun terucap dengan tulus dari para penerima manfaat. Salah satu penerima bantuan menyampaikan, “Terima kasih kepada orangbaik dan BAZNAS Kabupaten Trenggalek yang sudah peduli kepada kami. Bantuan ini sangat membantu untuk kebutuhan makan keluarga kami.” Ungkapan sederhana tersebut menjadi bukti bahwa setiap bantuan yang diberikan memiliki arti yang sangat besar bagi mereka yang sedang membutuhkan. Program ini juga menjadi pengingat bagi kita semua bahwa kepedulian kecil yang dilakukan bersama dapat menghadirkan manfaat yang besar bagi masyarakat. Fidyah yang ditunaikan oleh para #OrangBaik tidak hanya menjadi kewajiban yang ditunaikan, tetapi juga menjadi jalan kebaikan yang menghadirkan kebahagiaan bagi saudara-saudara kita yang membutuhkan. Semoga melalui program penyaluran paket fidyah ini, kebutuhan asupan makanan bergizi bagi masyarakat fakir dan miskin di Kabupaten Trenggalek dapat terbantu dan meringankan beban mereka dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Terima kasih kepada seluruh #OrangBaik yang telah menunaikan fidyah melalui BAZNAS Kabupaten Trenggalek. Semoga setiap kebaikan yang diberikan menjadi amal jariyah yang terus mengalir pahalanya, serta Allah SWT membalas dengan keberkahan, kesehatan, dan kelapangan rezeki. Mari terus berbagi dan menebarkan kebaikan, karena melalui kepedulian bersama, kita dapat menghadirkan harapan bagi mereka yang membutuhkan.
BERITA06/03/2026 | Humas
BAZNAS Indonesia Klarifikasi Penggunaan Zakat yang Tidak Ditujukan untuk Program MBG
BAZNAS Indonesia Klarifikasi Penggunaan Zakat yang Tidak Ditujukan untuk Program MBG
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menegaskan bahwa dana Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) yang dikumpulkan tidak akan dialokasikan untuk mendanai program Makan Bergizi Gratis (MBG). Berdasarkan pernyataan Pimpinan Bidang Pengumpulan BAZNAS RI, Dr. H. Rizaludin Kurniawan, ZIS hanya akan digunakan sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan dalam syariat Islam. Rizaludin menyatakan bahwa dana yang dipercayakan kepada BAZNAS oleh masyarakat tidak akan digunakan untuk program MBG, melainkan akan disalurkan sesuai dengan delapan golongan penerima (asnaf) yang telah diatur dalam syariat Islam seperti fakir, miskin, amil, muallaf, riqab, gharimin, fisabilillah, serta ibnu sabil. Menurut Rizaludin, pengelolaan zakat di BAZNAS harus tetap berdasarkan pada prinsip-prinsip syariah Islam dan tidak boleh menyimpang dari ketentuan yang berlaku. Ia menjelaskan bahwa program MBG didanai melalui anggaran negara, sedangkan dana ZIS berasal dari amanah masyarakat yang harus diarahkan kepada delapan asnaf. Rizaludin juga menegaskan bahwa zakat di BAZNAS dikelola berdasarkan prinsip 3A yaitu Aman Syar'i, Aman Regulasi, dan Aman NKRI, dengan fokus pada pengentasan kemiskinan, peningkatan akses pendidikan, layanan kesehatan, pemberdayaan ekonomi, dan bantuan kemanusiaan untuk kelompok rentan yang termasuk dalam kategori asnaf. Rizaludin juga mengajak masyarakat untuk tidak terpengaruh oleh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan terkait pengelolaan dana zakat. Ia menegaskan bahwa BAZNAS menjalankan tata kelola yang transparan dan akuntabel melalui pelaporan dan audit berkala sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada publik. Informasi lebih lanjut dapat dilihat di website resmi BAZNAS, www.baznas.go.id.
BERITA27/02/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
2,5% Dari Penghasilan Kita, Ada Hak Orang Lain yang Wajib Kita Penuhi
2,5% Dari Penghasilan Kita, Ada Hak Orang Lain yang Wajib Kita Penuhi
Notifikasi gajian sudah muncul apa belum, Bapak/Ibu? Kalau sudah, izinkan kami mengingatkan dengan penuh cinta dan kepedulian: jangan lupa sisihkan 2,5% dari penghasilan untuk zakat. Mungkin terdengar sederhana, namun di balik angka kecil itu tersimpan keberkahan besar yang mampu mengubah banyak kehidupan. Zakat penghasilan bukan sekadar kewajiban administratif atau rutinitas bulanan. Ia adalah bentuk ketaatan kita kepada Allah SWT sekaligus wujud nyata kepedulian sosial terhadap sesama. Dalam setiap rezeki yang kita terima, terdapat hak orang lain yang harus kita tunaikan. Ada saudara-saudara kita yang sedang berjuang memenuhi kebutuhan hidup, ada anak-anak yatim yang menanti uluran tangan, ada para dhuafa yang berharap pada kebaikan kita. Zakatlah yang menjadi jembatan antara kecukupan dan kekurangan, antara kelebihan dan kebutuhan. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an bahwa zakat berfungsi untuk membersihkan dan menyucikan harta serta jiwa. Artinya, zakat bukan hanya menyucikan harta dari hak orang lain, tetapi juga membersihkan hati dari sifat kikir, cinta dunia berlebihan, dan rasa memiliki yang berlebihan. Dengan menunaikan zakat, kita belajar bahwa harta hanyalah titipan, bukan milik mutlak. Kita diajak untuk berbagi, peduli, dan merasakan kebahagiaan melalui memberi. Tak perlu menunggu kaya untuk berzakat. Justru zakatlah yang membuat harta menjadi berkah dan berkembang. Banyak kisah nyata menunjukkan bahwa mereka yang rutin berzakat hidupnya terasa lebih tenang, rezekinya mengalir lebih lancar, dan urusannya dimudahkan oleh Allah. Bukan karena hitung-hitungan matematis, melainkan karena janji Allah yang pasti. Harta yang dizakati tidak akan berkurang, justru bertambah dalam keberkahan dan manfaat. Zakat penghasilan juga menjadi solusi nyata bagi permasalahan sosial. Dana zakat yang terkumpul disalurkan untuk membantu fakir miskin, membiayai pendidikan anak-anak kurang mampu, mendukung program kesehatan, pemberdayaan ekonomi, hingga dakwah dan kemanusiaan. Dengan berzakat, kita ikut ambil bagian dalam membangun masyarakat yang lebih sejahtera, adil, dan berdaya. Maka, ketika notifikasi gajian muncul di layar ponsel, semoga yang pertama terlintas di hati kita bukan hanya daftar kebutuhan dan keinginan, tetapi juga kewajiban kepada Allah dan kepedulian kepada sesama. Sisihkan 2,5% dengan ikhlas, niatkan sebagai ibadah, dan serahkan pada lembaga zakat terpercaya agar manfaatnya tepat sasaran. Karena sejatinya, zakat bukan tentang seberapa banyak yang kita keluarkan, melainkan seberapa besar keikhlasan dan kepedulian yang kita tanamkan. Dari 2,5% itulah, lahir ribuan senyum, tumbuh jutaan harapan, dan mengalir keberkahan tanpa batas.
BERITA26/02/2026 | Humas
BAZNAS RI Tetapkan Nisab Zakat Penghasilan dan Jasa 2026 Rp7.640.144 per bulan
BAZNAS RI Tetapkan Nisab Zakat Penghasilan dan Jasa 2026 Rp7.640.144 per bulan
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menetapkan nisab zakat penghasilan dan jasa tahun 2026 sebesar Rp7.640.144 per bulan atau senilai Rp91.681.728 per tahun. Penetapan tersebut merupakan hasil musyawarah nisab zakat pendapatan dan jasa pada Jumat (20/2/2026), dengan mempertimbangkan aspek syariah, regulasi, serta kondisi ekonomi masyarakat. Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kementerian Agama (Dirzawa Kemenag RI) Prof. Dr. H. Waryono Abdul Ghafur, M.Ag., menegaskan, Peraturan Menteri Agama (PMA) Nomor 31 Tahun 2019 serta Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) nomor 3 tahun 2003 tentang Zakat Penghasilan tetap menjadi rujukan dalam penetapan nisab zakat penghasilan di Indonesia. Ia menyampaikan, penggunaan standar emas sebagai acuan merupakan upaya menghadirkan ukuran yang lebih objektif dengan mempertimbangkan kemaslahatan Mustahik dan muzaki. Penetapan nisab ini mengacu pada harga emas 14 karat dengan nilai setara 85 gram emas, sehingga menghasilkan angka Rp91.681.728 per tahun atau Rp7.640.144 per bulan. Harga diperoleh dari harga rata-rata emas selama tahun 2025. Angka tersebut menjadi standar batas minimal penghasilan bagi seorang muslim untuk dikenai kewajiban zakat sebesar 2,5 persen. Nilai nisab tahun ini mengalami kenaikan sebesar 7 persen dibandingkan tahun 2025. Penyesuaian ini selaras dengan tren kenaikan upah tahunan yang tercatat sebesar 6,17 persen. Ia menambahkan, penetapan emas 14 karat masih selaras dengan regulasi yang berlaku saat ini. Dalam PMA Nomor 31 Tahun 2019 tidak diatur secara spesifik mengenai jenis karat emas, sehingga pada tataran implementasi BAZNAS diberikan kewenangan untuk menetapkan standar jenis karat atas 85 gram emas dengan tetap mempertimbangkan aspek kemaslahatan mustahik. Menurutnya, dinamika kajian terkait standar nisab merupakan bagian dari proses ijtihad untuk memastikan kebijakan yang diambil tetap adaptif terhadap perkembangan zaman. Karena itu, implementasinya perlu terus dikawal melalui sinergi antara Kementerian Agama, BAZNAS, dan seluruh pemangku kepentingan zakat agar pengelolaan zakat nasional berjalan terarah, terukur, dan mampu menghadirkan kemaslahatan yang semakin luas bagi masyarakat. Sementara itu, Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, M.A., menegaskan, penetapan nisab tidak boleh ditunda karena menyangkut kepastian hukum dan keseragaman tata kelola zakat nasional. “Kita tidak boleh membiarkan adanya kekosongan standar. Dalam pengelolaan zakat nasional harus ada patokan yang jelas, karena yang menjadi regulator dalam hal ini adalah BAZNAS. Standar ini menjadi rujukan bagi seluruh pengelola zakat,” ujarnya. Menurutnya, dalam pembahasan tersebut BAZNAS tidak hanya mempertimbangkan aspek normatif, tetapi juga dampaknya terhadap layanan kepada Mustahik yang selama ini telah dilaksanakan melalui berbagai program pengentasan kemiskinan. Karena itu, keputusan penggunaan emas 14 karat merupakan bentuk keseimbangan antara kepatuhan terhadap ketentuan syariah dan kemaslahatan umat, dengan tetap memperhatikan rata-rata pendapatan masyarakat agar tidak memberatkan muzaki namun optimal bagi pemberdayaan mustahik. Penetapan standar emas 14 karat dipandang relevan karena memiliki nilai yang relatif sepadan dengan harga beras premium, sekaligus tetap mengacu pada parameter perak dan Pendapatan Tidak Kena Zakat (PTKZ). Dengan demikian, kebijakan ini dinilai mampu menjaga keseimbangan antara aspek keadilan bagi muzaki dan perlindungan terhadap mustahik. "Sehingga pengambilan keputusan nisab ini telah memenuhi unsur Aman Syar'i, Aman Regulasi serta memperhatikan kepentingan Muzaki dan mustahik," ujar Kiai Noor. Keputusan musyawarah ini kemudian dituangkan dalam Surat Keputusan Ketua BAZNAS no.15 tahun 2026 tentang Nilai Nisab Zakat Pendapatan dan Jasa tahun 2026 pada Sabtu (21/2/2026). Acara tersebut dihadiri oleh Ketua dan Pimpinan BAZNAS RI, yakni Prof. Dr. KH. Noor Achmad, M.A.; Prof. (HC). Dr. Zainulbahar Noor, S.E., M.Ec.; Prof. Ir. H. Muhamad Nadratuzzaman Hosen, M.S., M.Ec., Ph.D.; Saidah Sakwan, M.A.; Dr. H. Rizaludin Kurniawan, S.Ag., M.Si., CFRM; Kolonel CAJ (Purn.) Drs. Nur Chamdani; KH. Achmad Sudrajat, Lc., M.A.; Deputi I BAZNAS Mohamad Arifin Purwakananta; Deputi II BAZNAS Dr. H. M. Imdadun Rahmat, M.Si.; serta Sekretaris BAZNAS H. Subhan Cholid, Lc., M.A. Turut hadir para pakar syariah, antara lain Prof. Dr. Irfan Syauqi Beik Dekan FEM IPB dan Dr. Oni Sahroni, Lc., M.A., yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Pengawas Syariah Inisiatif Zakat Indonesia. Kegiatan ini juga diikuti oleh perwakilan BAZNAS BAZIS DKI Jakarta, BAZNAS Kota Bekasi, BAZNAS Kabupaten Bogor, BAZNAS Kabupaten Tangerang, dan BAZNAS Kota Tangerang Selatan, serta Dewan Pengawas Syariah dari sejumlah Lembaga Amil Zakat (LAZ), seperti Lazis Muhammadiyah, Lazis ASFA, LAZ Baitul Maal Hidayatullah, dan LAZ Rumah Zakat. Selain itu, BAZNAS provinsi serta kabupaten/kota dari seluruh Indonesia turut berpartisipasi secara daring.
BERITA26/02/2026 | Humas
Kemenag: Tidak Ada Kebijakan Zakat untuk MBG (Makan Bergizi Gratis)
Kemenag: Tidak Ada Kebijakan Zakat untuk MBG (Makan Bergizi Gratis)
Beredar informasi di masyarakat mengenai adanya kebijakan penggunaan dana zakat untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menanggapi hal tersebut, Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) menegaskan bahwa tidak terdapat kebijakan resmi yang menetapkan zakat sebagai sumber pendanaan program MBG. Kementerian Agama menegaskan bahwa pengelolaan zakat dilaksanakan berdasarkan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat. Sesuai ketentuan tersebut, zakat merupakan amanah umat yang wajib didistribusikan kepada mustahik (penerima zakat) dengan prinsip pemerataan dan keadilan. Dengan demikian, tidak ada kaitan antara dana zakat dan program MBG, karena prioritas utama penyaluran zakat adalah untuk delapan golongan (asnaf) yang telah ditetapkan dalam Al-Qur’an. Penegasan ini disampaikan guna meluruskan informasi yang beredar sekaligus memastikan masyarakat memperoleh pemahaman yang benar. Secara prinsip, dana zakat memiliki ketentuan syariah yang jelas terkait pengelolaan dan penyalurannya kepada golongan yang berhak, sehingga penggunaannya wajib mengikuti aturan syariat dan peraturan perundang-undangan yang berlaku. “Tidak ada kebijakan zakat untuk MBG. Kami pastikan penyaluran zakat dilakukan sesuai syariat dan peraturan perundang-undangan,” tegas Thobib Al-Asyhar, Kepala Biro Humas dan Komunikasi Publik Kemenag RI. Zakat diperuntukkan bagi delapan golongan asnaf sebagaimana tercantum dalam QS. At-Taubah ayat 60 dan diatur dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat.
BERITA24/02/2026 | Humas
BAZNAS Trenggalek Kembali Raih Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) pada Audit Keuangan Tahun 2025
BAZNAS Trenggalek Kembali Raih Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) pada Audit Keuangan Tahun 2025
BAZNAS Kabupaten Trenggalek kembali menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas Laporan Keuangan Tahun 2025. Predikat tertinggi dalam audit keuangan ini diberikan oleh Kantor Akuntan Publik (KAP) Dian Utami setelah melalui proses pemeriksaan yang komprehensif, profesional, dan independen. Capaian ini menjadi bukti nyata komitmen BAZNAS Trenggalek dalam menjaga transparansi, akuntabilitas, dan tata kelola keuangan yang baik dalam mengelola dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) masyarakat. Predikat WTP sekaligus menunjukkan bahwa laporan keuangan BAZNAS Trenggalek telah disajikan secara wajar sesuai dengan standar akuntansi yang berlaku di Indonesia. Ketua BAZNAS Kabupaten Trenggalek menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas kerja keras seluruh jajaran pimpinan, amil, dan mitra yang telah berkontribusi dalam menjaga integritas pengelolaan keuangan lembaga. Menurutnya, capaian WTP ini bukan sekadar prestasi administratif, melainkan amanah besar untuk terus meningkatkan kepercayaan publik. “Opini WTP ini adalah hasil dari komitmen bersama untuk menjalankan pengelolaan zakat yang profesional, transparan, dan akuntabel. Kami berupaya memastikan setiap rupiah dana umat dikelola dengan sebaik-baiknya dan disalurkan tepat sasaran kepada para mustahik,” ungkapnya. Audit keuangan dilakukan secara menyeluruh, meliputi pemeriksaan sistem pengelolaan keuangan, pencatatan transaksi, pelaporan, hingga mekanisme penyaluran dana. Seluruh proses tersebut dinilai telah memenuhi prinsip tata kelola yang baik (good governance), sehingga menghasilkan opini WTP tanpa pengecualian. Keberhasilan ini semakin memperkuat posisi BAZNAS Trenggalek sebagai lembaga resmi pengelola zakat yang terpercaya. Dengan capaian ini, masyarakat diharapkan semakin yakin dan terdorong untuk menyalurkan zakat, infak, dan sedekahnya melalui BAZNAS, sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat yang membutuhkan. Sepanjang tahun 2025, BAZNAS Trenggalek telah menyalurkan berbagai program unggulan di bidang pendidikan, kesehatan, kemanusiaan, dakwah, dan ekonomi produktif. Program-program tersebut menyasar fakir miskin, dhuafa, lansia, penyandang disabilitas, santri, hingga masyarakat terdampak bencana. Seluruh kegiatan tersebut dijalankan dengan prinsip kehati-hatian, efektivitas, dan keberlanjutan. Dengan raihan opini WTP ini, BAZNAS Trenggalek berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan, inovasi program, serta tata kelola kelembagaan. Harapannya, kepercayaan publik yang terus tumbuh dapat memperkuat peran zakat sebagai instrumen strategis dalam mengentaskan kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. BAZNAS Trenggalek mengajak seluruh elemen masyarakat, pemerintah daerah, dunia usaha, serta para muzaki untuk bersama-sama membangun Trenggalek yang lebih sejahtera melalui pengelolaan zakat yang profesional, transparan, dan penuh amanah.
BERITA18/02/2026 | Humas
BAZNAS Trenggalek Lepaskan 14 Santri Da’i Ramadan 1447 H ke 7 Titik di Desa Joho, Kecamatan Pule
BAZNAS Trenggalek Lepaskan 14 Santri Da’i Ramadan 1447 H ke 7 Titik di Desa Joho, Kecamatan Pule
Trenggalek — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Trenggalek kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat syiar Islam dan pembinaan keagamaan masyarakat melalui program Santri Da’i Ramadan. Pada Senin, 16 Februari 2025, BAZNAS Trenggalek secara resmi melepas 14 santri Da’i Ramadan untuk melaksanakan tugas dakwah dan pengabdian masyarakat di 7 titik lokasi di Desa Joho, Kecamatan Pule, Kabupaten Trenggalek. Kegiatan pelepasan ini dihadiri oleh jajaran pimpinan BAZNAS Trenggalek dan berlangsung dengan khidmat. Program Santri Da’i Ramadan merupakan agenda rutin BAZNAS Trenggalek setiap menjelang bulan suci Ramadan. Program ini bertujuan untuk menghadirkan pendampingan keagamaan secara langsung di tengah masyarakat, khususnya di wilayah yang membutuhkan penguatan pembelajaran Al-Qur’an dan bimbingan ibadah. Melalui program ini, BAZNAS Trenggalek berharap dapat meningkatkan kualitas keimanan, pemahaman keislaman, serta semangat belajar mengaji bagi warga, terutama anak-anak dan remaja. Dalam sambutannya, pimpinan BAZNAS Trenggalek menyampaikan bahwa peran santri Da’i Ramadan sangat strategis dalam menghidupkan suasana religius selama bulan Ramadan. Para santri diharapkan mampu menjadi teladan yang baik, tidak hanya dalam hal ibadah, tetapi juga dalam sikap, tutur kata, serta interaksi sosial di tengah masyarakat. “Santri Da’i Ramadan adalah duta dakwah BAZNAS Trenggalek. Kami berharap para santri dapat menjalankan amanah ini dengan penuh tanggung jawab, keikhlasan, dan semangat pengabdian,” ungkapnya. Sebanyak 14 santri yang dilepas akan bertugas di 7 titik lokasi di Desa Joho, Kecamatan Pule, dengan pembagian wilayah yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat setempat. Selama menjalankan tugas, para santri akan mengisi berbagai kegiatan keagamaan, seperti mengajar mengaji anak-anak, membimbing tadarus Al-Qur’an, mendampingi pelaksanaan ibadah harian, serta memberikan motivasi keislaman kepada warga. Seluruh rangkaian kegiatan ini akan berlangsung selama satu bulan penuh, mengikuti kalender ibadah Ramadan. Kepala Desa Joho menyambut baik program Santri Da’i Ramadan yang diinisiasi oleh BAZNAS Trenggalek. Menurutnya, kehadiran para santri sangat membantu masyarakat, terutama dalam meningkatkan minat belajar mengaji dan memperdalam pemahaman agama. Ia berharap program ini dapat memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi generasi muda di Desa Joho. Melalui kegiatan ini, BAZNAS Trenggalek tidak hanya menjalankan fungsi pendistribusian dan pendayagunaan zakat, infak, dan sedekah, tetapi juga berperan aktif dalam pembangunan sumber daya manusia di bidang keagamaan. Program Santri Da’i Ramadan menjadi wujud nyata sinergi antara lembaga zakat dan masyarakat dalam membangun lingkungan yang religius, harmonis, dan berakhlak mulia. Dengan dilepasnya 14 santri Da’i Ramadan ini, diharapkan suasana Ramadan di Desa Joho semakin semarak, penuh keberkahan, serta mampu menghadirkan nilai-nilai keislaman yang lebih kuat di tengah kehidupan bermasyarakat.
BERITA16/02/2026 | Humas
PT. Maybank Indonesia Finance Bersama BAZNAS RI dan BAZNAS Trenggalek Salurkan Program Sumur Air Bersih untuk Warga Desa Pogalan
PT. Maybank Indonesia Finance Bersama BAZNAS RI dan BAZNAS Trenggalek Salurkan Program Sumur Air Bersih untuk Warga Desa Pogalan
Trenggalek — Komitmen menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat kembali ditunjukkan melalui kolaborasi antara PT. Maybank Indonesia Finance, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Republik Indonesia, dan BAZNAS Kabupaten Trenggalek. Pada Kamis, 12 Februari 2026, ketiga lembaga tersebut secara resmi menyerahkan Program Bantuan Penyediaan Sumur Air Bersih kepada warga Desa Pogalan, Kabupaten Trenggalek, sebagai upaya meningkatkan akses air bersih sekaligus mendukung kualitas hidup masyarakat. Kegiatan penyerahan bantuan ini berlangsung dengan khidmat dan penuh semangat kebersamaan. Acara tersebut dihadiri oleh Manager PT. Maybank Finance Indonesia Surabaya, staf BAZNAS RI, jajaran pimpinan BAZNAS Trenggalek, Kepala BPBD Kabupaten Trenggalek, Kepala Desa Pogalan, serta tiga pilar desa yang terdiri dari unsur pemerintah desa, TNI, dan Polri. Kehadiran para pemangku kepentingan ini menjadi simbol kuat sinergi lintas sektor dalam menjawab kebutuhan mendasar masyarakat. Dalam sambutannya, Manager PT. Maybank Indonesia Finance Surabaya menyampaikan bahwa program penyediaan sumur air bersih ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menjalankan tanggung jawab sosial dan lingkungan (CSR). Menurutnya, air bersih adalah kebutuhan dasar yang sangat penting bagi kehidupan, kesehatan, serta aktivitas sehari-hari masyarakat. Oleh karena itu, PT. Maybank Indonesia Finance berupaya hadir langsung di tengah masyarakat melalui program-program yang berdampak nyata. “Kami berharap bantuan sumur air bersih ini dapat meringankan beban warga, terutama dalam memenuhi kebutuhan air untuk konsumsi, sanitasi, dan keperluan rumah tangga lainnya. Semoga program ini membawa manfaat jangka panjang dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat Desa Pogalan,” ujarnya. Sementara itu, perwakilan BAZNAS RI menegaskan bahwa program ini merupakan wujud nyata pengelolaan dana zakat, infak, dan sedekah yang amanah, transparan, serta tepat sasaran. Kolaborasi dengan PT. Maybank Finance dan BAZNAS Trenggalek diharapkan mampu memperluas jangkauan manfaat zakat, khususnya dalam sektor kemanusiaan dan lingkungan. Ketua BAZNAS Trenggalek dalam kesempatan yang sama menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas sinergi yang terjalin. Ia menekankan bahwa ketersediaan air bersih menjadi salah satu isu penting di beberapa wilayah Trenggalek, terutama saat musim kemarau. Dengan adanya sumur air bersih ini, warga Desa Pogalan diharapkan tidak lagi mengalami kesulitan memperoleh air bersih. “Kami sangat bersyukur dan berterima kasih atas kepercayaan PT. Maybank Finance dan BAZNAS RI. Semoga kolaborasi ini menjadi inspirasi bagi lebih banyak pihak untuk turut berkontribusi dalam program-program sosial yang berkelanjutan,” ungkapnya. Kepala BPBD Trenggalek juga menyampaikan bahwa penyediaan sumber air bersih merupakan langkah strategis dalam upaya mitigasi dampak kekeringan dan bencana kekurangan air. Ia berharap keberadaan sumur ini dapat meningkatkan ketahanan desa dalam menghadapi perubahan iklim dan kondisi cuaca ekstrem. Acara penyerahan bantuan ditutup dengan penandatanganan berita acara, doa bersama, serta peninjauan langsung lokasi sumur air bersih. Warga Desa Pogalan menyambut program ini dengan antusias dan penuh rasa syukur. Mereka berharap sumur air bersih tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal dan dijaga bersama agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang. Melalui program ini, PT. Maybank Indonesia Finance, BAZNAS RI, dan BAZNAS Trenggalek kembali menegaskan komitmen untuk terus menghadirkan solusi atas persoalan sosial di tengah masyarakat. Sinergi dan kolaborasi diharapkan menjadi kunci dalam mewujudkan kesejahteraan yang lebih merata dan berkelanjutan, khususnya bagi masyarakat di wilayah pedesaan.
BERITA12/02/2026 | Humas
BAZNAS Trenggalek Perkuat Strategi Fundraising Ramadan dalam Capacity Building UPZ Masjid Al-Imdad
BAZNAS Trenggalek Perkuat Strategi Fundraising Ramadan dalam Capacity Building UPZ Masjid Al-Imdad
BAZNAS Kabupaten Trenggalek terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat peran Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di tingkat masjid. Salah satunya melalui kegiatan Capacity Building Pengurus UPZ Masjid Al-Imdad yang digelar pada Selasa, 11 Februari 2026. Dalam kegiatan ini, Wakil Ketua (WK) II BAZNAS Trenggalek, Kyai Bahauddin dan Kepala Pelaksana BAZNAS Trenggalek, Deni Riani hadir sebagai narasumber utama dengan memaparkan materi tentang strategi peningkatan fundraising zakat, infak, dan sedekah (ZIS) pada bulan Ramadan. Kegiatan yang berlangsung di Masjid Al-Imdad (Dsn. Gabahan, Ds. Tawing, Kec. Munjungan) ini diikuti oleh seluruh pengurus UPZ serta sejumlah perwakilan takmir masjid dan tokoh masyarakat setempat. Acara ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas, pemahaman, dan keterampilan pengurus UPZ dalam mengelola serta mengoptimalkan potensi penghimpunan ZIS, khususnya menjelang bulan suci Ramadan yang dikenal sebagai momentum puncak kedermawanan umat Islam. Dalam pemaparannya, WK II BAZNAS Trenggalek menekankan pentingnya strategi fundraising yang terencana, sistematis, dan inovatif. Menurutnya, Ramadan merupakan waktu yang sangat strategis untuk meningkatkan penghimpunan zakat, infak, dan sedekah karena tingginya kesadaran masyarakat untuk berbagi. Oleh karena itu, UPZ masjid diharapkan mampu menyusun program dan metode pengumpulan yang kreatif, transparan, serta akuntabel. “Ramadan adalah bulan penuh keberkahan dan menjadi momentum emas bagi UPZ untuk meningkatkan perolehan ZIS. Dengan strategi yang tepat, pengelolaan yang profesional, serta pendekatan yang persuasif, insyaAllah potensi zakat di lingkungan sekitar masjid dapat dioptimalkan untuk kemaslahatan umat,” ujar WK II BAZNAS Trenggalek di hadapan peserta. Sementara itu, Kepala Pelaksana BAZNAS Trenggalek memaparkan berbagai teknik dan pendekatan fundraising yang dapat diterapkan oleh UPZ Masjid Al-Imdad. Di antaranya adalah optimalisasi kotak infak, penguatan layanan jemput zakat, pemanfaatan media sosial, kampanye digital, hingga kolaborasi dengan komunitas dan pelaku usaha lokal. Ia juga menekankan pentingnya membangun kepercayaan masyarakat melalui pengelolaan dana yang transparan serta pelaporan yang rutin dan terbuka. “Kepercayaan adalah kunci utama dalam fundraising. Ketika masyarakat yakin bahwa dana yang mereka titipkan dikelola secara amanah, profesional, dan tepat sasaran, maka partisipasi akan meningkat dengan sendirinya. Oleh karena itu, UPZ harus mampu menghadirkan laporan yang jelas dan program yang nyata dirasakan manfaatnya,” jelas Kepala Pelaksana BAZNAS Trenggalek. Kegiatan capacity building ini juga diisi dengan sesi diskusi dan tanya jawab interaktif. Para pengurus UPZ Masjid Al-Imdad tampak antusias menyampaikan berbagai tantangan yang dihadapi dalam proses penghimpunan ZIS, mulai dari keterbatasan sumber daya manusia, minimnya pemahaman masyarakat tentang kewajiban zakat, hingga strategi komunikasi yang efektif. Seluruh pertanyaan dan masukan tersebut dijawab secara komprehensif oleh para narasumber. Ketua Takmir Masjid Al-Imdad menyampaikan apresiasi atas kehadiran dan kontribusi BAZNAS Trenggalek dalam kegiatan ini. Ia berharap, melalui pembekalan yang diberikan, pengurus UPZ dapat semakin profesional dan mampu meningkatkan peran masjid sebagai pusat pemberdayaan umat. “Kami mengucapkan terima kasih kepada BAZNAS Trenggalek atas pendampingan dan pembinaan yang diberikan. Semoga ilmu yang kami peroleh hari ini dapat kami terapkan dengan baik, sehingga pengelolaan zakat di Masjid Al-Imdad semakin optimal dan membawa manfaat yang luas bagi masyarakat,” tuturnya. Melalui kegiatan ini, BAZNAS Trenggalek menegaskan komitmennya untuk terus bersinergi dengan UPZ di seluruh wilayah Kabupaten Trenggalek. Dengan penguatan kapasitas SDM dan strategi fundraising yang tepat, diharapkan penghimpunan zakat, infak, dan sedekah selama Ramadan 2026 dapat meningkat signifikan dan mampu mendukung berbagai program sosial, pendidikan, kesehatan, serta pemberdayaan ekonomi umat.
BERITA11/02/2026 | Humas
BAZNAS Trenggalek Salurkan Bantuan Kursi Roda untuk Bapak Wugu, Warga Kecamatan Kampak
BAZNAS Trenggalek Salurkan Bantuan Kursi Roda untuk Bapak Wugu, Warga Kecamatan Kampak
Trenggalek — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Trenggalek kembali menunjukkan komitmennya dalam membantu masyarakat yang membutuhkan. Kali ini, BAZNAS Trenggalek menyalurkan bantuan berupa kursi roda kepada Bapak Wugu pada Kamis (05/02), salah satu warga Kecamatan Kampak, yang mengalami keterbatasan fisik sehingga membutuhkan alat bantu mobilitas. Penyaluran bantuan ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian sosial BAZNAS terhadap masyarakat dhuafa dan penyandang disabilitas, sekaligus menjadi bagian dari program Trenggalek Peduli. Bantuan kursi roda tersebut diharapkan dapat membantu aktivitas harian Bapak Wugu agar lebih mandiri dan nyaman. Ketua BAZNAS Kabupaten Trenggalek menyampaikan bahwa bantuan ini merupakan amanah dari para muzaki yang telah menyalurkan zakat, infak, dan sedekahnya melalui BAZNAS. “Kami berupaya memastikan bahwa dana zakat yang terkumpul dapat tersalurkan secara tepat sasaran. Bapak Wugu merupakan salah satu warga yang sangat membutuhkan bantuan kursi roda untuk menunjang mobilitas sehari-hari,” ujarnya. Selama ini, Bapak Wugu mengalami kesulitan dalam beraktivitas karena keterbatasan fisik yang dialaminya. Untuk berjalan dan berpindah tempat, ia harus dibantu oleh anggota keluarga. Dengan adanya kursi roda ini, diharapkan beban fisik yang selama ini dirasakan dapat berkurang, serta meningkatkan kualitas hidupnya. Proses penyerahan bantuan dilakukan secara langsung di kediaman Bapak Wugu dengan didampingi oleh perwakilan BAZNAS Trenggalek, perangkat desa setempat, serta tokoh masyarakat. Suasana haru dan bahagia tampak jelas saat kursi roda diserahkan. Bapak Wugu dan keluarga menyampaikan rasa syukur serta terima kasih yang mendalam atas perhatian dan bantuan yang diberikan. “Alhamdulillah, terima kasih kepada BAZNAS Trenggalek dan para donatur. Bantuan ini sangat berarti bagi kami. Semoga Allah membalas semua kebaikan dengan pahala yang berlipat,” ungkap Bapak Wugu dengan penuh haru. BAZNAS Trenggalek terus berkomitmen untuk menghadirkan program-program kemanusiaan yang berdampak nyata bagi masyarakat. Tidak hanya dalam bentuk bantuan kesehatan, tetapi juga di bidang pendidikan, ekonomi, sosial, dan dakwah. Melalui berbagai program tersebut, BAZNAS berharap dapat berkontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat Trenggalek secara berkelanjutan. Selain penyaluran bantuan, BAZNAS juga terus mengajak masyarakat untuk menunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui lembaga resmi agar penyalurannya lebih terarah, transparan, dan tepat sasaran. Dukungan dari para muzaki menjadi kunci keberhasilan program-program kemanusiaan yang dijalankan. Dengan adanya bantuan kursi roda ini, BAZNAS Trenggalek berharap Bapak Wugu dapat menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih mudah dan nyaman. Lebih dari itu, bantuan ini diharapkan mampu memberikan semangat baru serta meningkatkan kualitas hidup penerima manfaat. BAZNAS Trenggalek akan terus berupaya hadir di tengah masyarakat, menjadi jembatan kebaikan antara para dermawan dan mereka yang membutuhkan, demi terwujudnya Trenggalek yang lebih peduli, sejahtera, dan berkeadilan.
BERITA09/02/2026 | Humas
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Trenggalek.

Lihat Daftar Rekening →