Berita Terbaru
BAZNAS Trenggalek terima donasi bencana aceh dan sumatera senilai rp. 10.500.000,- dari menak sopal link nusantara
BAZNAS Kabupaten Trenggalek menerima donasi kemanusiaan untuk korban bencana ekologis di Aceh dan Sumatera senilai Rp10.500.000,- dari Menak Sopal Link Nusantara, pada Senin, 26 Januari 2026. Donasi tersebut merupakan bentuk kepedulian dan solidaritas terhadap masyarakat yang terdampak bencana alam yang melanda sejumlah wilayah di Aceh dan Sumatera dalam beberapa waktu terakhir.
Penyerahan donasi dilakukan secara langsung di kantor BAZNAS Kabupaten Trenggalek dan diterima oleh BAZNAS Trenggalek. Dana yang terkumpul akan disalurkan melalui program kemanusiaan BAZNAS untuk membantu kebutuhan mendesak para korban, seperti pemenuhan kebutuhan pangan, logistik darurat, serta dukungan pemulihan pascabencana.
BAZNAS Trenggalek menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan oleh Menak Sopal Link Nusantara. Menurutnya, donasi tersebut menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi antara lembaga, komunitas, dan masyarakat memiliki peran penting dalam membantu sesama, khususnya dalam situasi darurat kebencanaan.
BAZNAS sebagai lembaga resmi pengelola zakat, infak, dan sedekah berkomitmen untuk mengelola dan menyalurkan dana umat secara transparan, akuntabel, dan sesuai dengan prinsip syariah. Seluruh proses penyaluran bantuan akan dikoordinasikan dengan BAZNAS Provinsi dan BAZNAS RI agar bantuan dapat menjangkau wilayah terdampak secara merata dan efektif.
Perwakilan Menak Sopal Link Nusantara menyampaikan bahwa donasi ini merupakan bentuk tanggung jawab sosial dan kepedulian terhadap sesama. Mereka berharap bantuan tersebut dapat meringankan beban para korban bencana serta menjadi bagian dari upaya bersama dalam pemulihan kehidupan masyarakat yang terdampak.
“Kami percaya BAZNAS Trenggalek mampu menyalurkan donasi ini dengan baik dan amanah. Semoga bantuan ini membawa manfaat dan menjadi penyemangat bagi saudara-saudara kita yang sedang diuji,” ungkapnya.
BAZNAS Trenggalek juga mengajak masyarakat luas untuk terus menumbuhkan semangat solidaritas dan kepedulian sosial, terutama dalam menghadapi bencana alam yang dapat terjadi kapan saja. Melalui partisipasi dan dukungan berbagai pihak, diharapkan proses penanganan dan pemulihan pascabencana dapat berjalan lebih cepat dan optimal.
Dengan adanya donasi dari Menak Sopal Link Nusantara ini, BAZNAS Trenggalek kembali menegaskan perannya sebagai jembatan kebaikan antara para donatur dan masyarakat yang membutuhkan. Semangat gotong royong dan kepedulian kemanusiaan diharapkan terus tumbuh demi mewujudkan kesejahteraan dan ketangguhan umat dalam menghadapi berbagai tantangan.
BERITA26/01/2026 | Humas
BAZNAS Trenggalek Salurkan Bantuan Bedah Rumah untuk Warga Terdampak Tanah Longsor di Pule
BAZNAS Kabupaten Trenggalek kembali menunjukkan komitmennya dalam membantu masyarakat yang terdampak bencana alam. Pada Rabu, 21 Januari 2026, BAZNAS Trenggalek menyalurkan bantuan program Bedah Rumah kepada warga yang terdampak tanah longsor di Kecamatan Pule, Kabupaten Trenggalek.
Bantuan tersebut diserahkan secara langsung oleh Ketua BAZNAS Trenggalek, H. Mahsun Ismail, sebagai bentuk kepedulian lembaga terhadap masyarakat yang mengalami kerusakan tempat tinggal akibat bencana. Penyaluran bantuan ini menjadi bagian dari upaya BAZNAS dalam memastikan masyarakat terdampak bencana dapat kembali memiliki hunian yang layak, aman, dan nyaman untuk ditempati.
Tanah longsor yang terjadi di wilayah Pule beberapa waktu lalu menyebabkan kerusakan pada sejumlah rumah warga. Kondisi geografis yang berbukit dan intensitas curah hujan yang tinggi menjadi faktor utama terjadinya bencana tersebut. Akibatnya, sebagian warga harus tinggal dalam kondisi rumah yang tidak layak huni, bahkan ada yang terpaksa mengungsi sementara demi keselamatan keluarga.
Melihat kondisi tersebut, BAZNAS Trenggalek bergerak cepat melakukan asesmen lapangan untuk memastikan bantuan yang diberikan tepat sasaran. Program Bedah Rumah dipilih sebagai solusi jangka menengah agar warga terdampak dapat kembali menempati rumah yang layak, sekaligus memulihkan kondisi sosial dan psikologis keluarga pascabencana.
H. Mahsun Ismail menyampaikan bahwa bantuan Bedah Rumah ini bersumber dari dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang dihimpun dari para muzaki di Kabupaten Trenggalek. Ia menegaskan bahwa amanah tersebut harus disalurkan secara transparan dan tepat guna, khususnya untuk membantu masyarakat yang berada dalam kondisi darurat dan membutuhkan.
“Program Bedah Rumah ini merupakan wujud nyata kepedulian BAZNAS Trenggalek terhadap warga yang terdampak bencana. Dana zakat yang dititipkan oleh para muzaki kami salurkan untuk membantu saudara-saudara kita agar dapat kembali memiliki tempat tinggal yang layak dan aman,” ujar H. Mahsun Ismail.
Lebih lanjut, ia berharap bantuan ini tidak hanya membantu secara fisik berupa perbaikan rumah, tetapi juga mampu menumbuhkan kembali semangat dan harapan warga untuk bangkit dari musibah yang dialami. Menurutnya, zakat memiliki peran strategis dalam memperkuat solidaritas sosial dan membantu pemulihan pascabencana.
Proses Bedah Rumah nantinya akan dilakukan secara bertahap dengan memperhatikan aspek keamanan bangunan, terutama mengingat lokasi rumah berada di daerah rawan longsor. BAZNAS Trenggalek juga akan berkoordinasi dengan pemerintah desa, kecamatan, serta pihak terkait lainnya agar pelaksanaan program berjalan dengan baik dan sesuai kebutuhan di lapangan.
Warga penerima bantuan menyambut baik dan mengapresiasi langkah BAZNAS Trenggalek. Mereka merasa terbantu dan bersyukur atas perhatian yang diberikan, terutama di tengah keterbatasan ekonomi pascabencana. Bantuan ini menjadi harapan baru bagi mereka untuk dapat kembali menjalani kehidupan sehari-hari dengan lebih tenang dan aman.
Program Bedah Rumah merupakan salah satu program unggulan BAZNAS Trenggalek dalam bidang kemanusiaan dan sosial. Selain membantu masyarakat miskin dan tidak mampu, program ini juga difokuskan pada penanganan kondisi darurat seperti bencana alam. Melalui program ini, BAZNAS berupaya memastikan bahwa zakat benar-benar memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan umat.
Dengan adanya penyaluran bantuan Bedah Rumah bagi warga terdampak tanah longsor di Pule, BAZNAS Trenggalek kembali menegaskan perannya sebagai lembaga yang hadir di tengah masyarakat, terutama saat kondisi sulit. Ke depan, BAZNAS Trenggalek berkomitmen untuk terus memperkuat sinergi dengan berbagai pihak dan mengoptimalkan pengelolaan zakat demi kemaslahatan dan ketahanan sosial masyarakat Kabupaten Trenggalek.
BERITA21/01/2026 | Humas
25 Tahun BAZNAS Hadir untuk Indonesia, Zakat Menguatkan Indonesia
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) genap berusia 25 tahun. Sebuah perjalanan panjang yang menandai komitmen kuat dalam mengelola zakat, infak, dan sedekah secara profesional, amanah, dan transparan demi kemaslahatan umat. Mengusung motto “Zakat Menguatkan Indonesia”, HUT ke-25 BAZNAS menjadi momentum refleksi sekaligus penguatan peran zakat sebagai instrumen strategis dalam pembangunan bangsa.
Sejak didirikan pada tahun 2001, BAZNAS hadir sebagai lembaga resmi negara yang diberi amanah untuk menghimpun dan mendistribusikan zakat. Selama seperempat abad, BAZNAS telah tumbuh dan beradaptasi dengan perkembangan zaman, mulai dari sistem pengelolaan yang semakin modern, pemanfaatan teknologi digital, hingga penguatan program-program pemberdayaan yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Motto “Zakat Menguatkan Indonesia” bukan sekadar slogan, tetapi cerminan dari peran nyata zakat dalam menjawab berbagai persoalan bangsa. Zakat menjadi solusi sosial yang mampu mengurangi kesenjangan, menekan angka kemiskinan, serta meningkatkan kualitas hidup mustahik. Melalui berbagai program di bidang pendidikan, kesehatan, kemanusiaan, dakwah, dan ekonomi, zakat terbukti mampu menjadi kekuatan yang menyatukan dan menguatkan Indonesia dari akar rumput.
Di bidang pendidikan, BAZNAS konsisten memberikan beasiswa bagi pelajar dan mahasiswa dari keluarga kurang mampu, membuka akses pendidikan yang lebih luas dan berkeadilan. Di sektor kesehatan, layanan kesehatan gratis, bantuan pengobatan, hingga respon cepat bencana menjadi bukti nyata kehadiran zakat bagi masyarakat yang membutuhkan. Sementara itu, melalui program pemberdayaan ekonomi, BAZNAS mendorong mustahik agar berdaya dan mandiri, bahkan mampu bertransformasi menjadi muzaki di masa depan.
Memasuki usia 25 tahun, BAZNAS terus memperkuat sinergi dengan pemerintah, lembaga, dunia usaha, dan masyarakat. Kolaborasi menjadi kunci agar pengelolaan zakat semakin optimal dan tepat sasaran. Kepercayaan publik yang terus meningkat menjadi modal penting bagi BAZNAS untuk melangkah lebih jauh, menghadirkan program-program yang inovatif dan berkelanjutan.
Peringatan HUT ke-25 BAZNAS juga menjadi ajakan bagi seluruh masyarakat Indonesia untuk menunaikan zakat melalui lembaga resmi dan terpercaya. Dengan menyalurkan zakat melalui BAZNAS, setiap muzaki turut berkontribusi dalam upaya membangun Indonesia yang lebih kuat, adil, dan sejahtera.
Akhirnya, 25 tahun bukanlah akhir, melainkan awal dari pengabdian yang lebih luas. Dengan semangat Zakat Menguatkan Indonesia, BAZNAS berkomitmen untuk terus menjaga amanah, meningkatkan profesionalisme, dan menghadirkan manfaat zakat yang semakin besar bagi umat dan bangsa. Bersama zakat, Indonesia menjadi lebih kuat.
BERITA17/01/2026 | Humas
BAZNAS Trenggalek Gelar Peringatan Isra Mi’raj di Masjid Ikhlas Bakti Huntara Kinasih Indah Persada Berlangsung Khidmat dan Penuh Makna
Rabu, 15 Januari 2026 menjadi momentum yang penuh makna bagi masyarakat Desa Ngrandu, Kecamatan Suruh, Kabupaten Trenggalek. Bertempat di Masjid Ikhlas Bakti, kawasan Hunian Sementara (Huntara) Kinasih Indah Persada, ratusan jamaah memadati masjid untuk mengikuti pengajian peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang memperingati peristiwa besar dalam sejarah Islam, tetapi juga menjadi sarana mempererat ukhuwah islamiyah antara masyarakat, tokoh agama, dan unsur pemerintahan.
Acara ini dihadiri oleh berbagai tokoh penting dan elemen masyarakat. Hadir secara langsung Ketua BAZNAS Kabupaten Trenggalek beserta keluarga besar BAZNAS Trenggalek, yang menunjukkan komitmen lembaga tersebut dalam mendukung kegiatan keagamaan dan sosial masyarakat. Turut hadir pula Ketua Harian Kwartir Cabang (Kwarcab) Trenggalek beserta segenap pengurus Kwarcab Trenggalek, yang memberikan warna tersendiri dalam kebersamaan lintas elemen.
Selain itu, tampak hadir Camat Suruh, Kepala Desa Ngrandu, masyarakat penghuni Huntara Kinasih Indah Persada, serta warga sekitar. Kehadiran berbagai unsur tersebut mencerminkan kuatnya sinergi antara pemerintah, lembaga sosial, organisasi kepemudaan, dan masyarakat dalam membangun kehidupan yang religius dan harmonis.
Acara pengajian diisi oleh KH. Najibud Daroini, yang akrab disapa Gus Najib. Dalam tausiyahnya, Gus Najib menyampaikan materi tentang peristiwa Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW, sebuah perjalanan luar biasa yang menjadi tonggak penting dalam syariat Islam, khususnya perintah sholat lima waktu. Dengan gaya penyampaian yang lugas, hangat, dan mudah dipahami, Gus Najib mampu menarik perhatian jamaah dari berbagai kalangan.
Gus Najib menjelaskan bahwa Isra Mi’raj bukan sekadar peristiwa monumental yang diperingati setiap tahun, tetapi mengandung nilai dan pesan moral yang sangat relevan untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu pesan utama yang ditekankan adalah pentingnya menjaga hubungan dengan Allah SWT melalui sholat. Sholat lima waktu, menurut beliau, merupakan bentuk nyata penghargaan umat Islam terhadap perjuangan Nabi Muhammad SAW dalam menerima perintah tersebut secara langsung dari Allah SWT.
“Sholat bukan hanya kewajiban, tetapi juga kebutuhan. Di tengah berbagai ujian hidup, sholat adalah sarana utama untuk menenangkan hati, memperkuat iman, dan menjaga akhlak,” tutur Gus Najib di hadapan jamaah.
Selain menekankan kewajiban sholat, Gus Najib juga mengajak masyarakat untuk meneladani akhlak Nabi Muhammad SAW, seperti kesabaran, keikhlasan, kepedulian sosial, dan semangat untuk terus berbuat kebaikan meskipun dalam kondisi sulit. Pesan ini dirasa sangat relevan bagi masyarakat Huntara yang tengah menjalani proses pemulihan dan penataan kehidupan.
Acara berlangsung dengan tertib, khidmat, dan penuh kekeluargaan. Suasana kebersamaan begitu terasa, mencerminkan semangat gotong royong dan solidaritas sosial yang masih kuat di tengah masyarakat. Peringatan Isra Mi’raj ini diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi mampu memberikan dampak positif dalam meningkatkan keimanan, ketakwaan, dan kepedulian sosial masyarakat.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, Masjid Ikhlas Bakti kembali menegaskan perannya sebagai pusat kegiatan keagamaan dan sosial bagi warga Huntara Kinasih Indah Persada dan sekitarnya. Semangat Isra Mi’raj diharapkan terus hidup dalam keseharian masyarakat, diwujudkan melalui ketaatan beribadah, akhlak mulia, serta kebersamaan dalam membangun kehidupan yang lebih baik.
BERITA15/01/2026 | Humas
BAZNAS Trenggalek Gelar Pelatihan Olah Pakan untuk Tingkatkan Kemandirian Kelompok Balai Ternak
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Trenggalek terus menunjukkan komitmennya dalam memberdayakan mustahik melalui program-program produktif yang berkelanjutan. Salah satu upaya nyata tersebut diwujudkan melalui kegiatan Pelatihan Olah Pakan Ternak yang diselenggarakan bagi kelompok Balai Ternak binaan BAZNAS pada Kamis, 09 Januari 2026. Kegiatan ini bertempat di Balai Ternak Kelompok Jamaah Matlabul Ulum, Desa Gador, dan diikuti oleh para anggota balai ternak dengan antusias tinggi.
Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan dan pengetahuan para peternak, khususnya dalam mengolah pakan ternak secara mandiri, efisien, dan bernilai ekonomis. Pakan merupakan salah satu faktor utama dalam keberhasilan usaha peternakan. Tingginya biaya pakan sering kali menjadi kendala bagi peternak kecil, sehingga kemampuan mengolah pakan sendiri menjadi solusi strategis untuk menekan biaya produksi sekaligus meningkatkan kualitas ternak.
Dalam pelatihan tersebut, BAZNAS Trenggalek menghadirkan Bapak Nur Ikhsan sebagai narasumber utama. Beliau dikenal sebagai praktisi dan pendamping peternakan yang berpengalaman dalam pengolahan pakan ternak berbasis bahan lokal. Materi yang disampaikan tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga aplikatif dan mudah dipahami oleh para peserta.
Bapak Nur Ikhsan menyampaikan, “Dengan pengolahan pakan yang tepat, peternak bisa menghemat biaya, menjaga kesehatan ternak, dan meningkatkan produktivitas. Kuncinya ada pada konsistensi dan kemauan untuk terus belajar,” ujar Bapak Nur Ikhsan dalam pemaparannya.
Suasana pelatihan berlangsung interaktif. Para peserta tidak hanya mendengarkan materi, tetapi juga aktif berdiskusi dan mempraktikkan langsung cara mengolah pakan ternak. Banyak di antara anggota kelompok balai ternak yang mengaku mendapatkan wawasan baru dan merasa lebih percaya diri untuk menerapkan ilmu yang diperoleh dalam kegiatan beternak sehari-hari.
WK. II BAZNAS Trenggalek, Kyai Bahauddin menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari program pemberdayaan ekonomi mustahik melalui sektor peternakan. Balai ternak binaan BAZNAS tidak hanya difokuskan pada bantuan ternak semata, tetapi juga pada peningkatan kapasitas sumber daya manusia agar kelompok mampu mandiri dan berkelanjutan.
“Harapannya, melalui pelatihan seperti ini, para anggota balai ternak tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga pelaku usaha yang tangguh. Ketika usaha ternak berkembang, kesejahteraan keluarga meningkat, dan pada akhirnya akan berdampak positif bagi lingkungan sekitar,” ungkapnya.
Kelompok Jamaah Matlabul Ulum Desa Gador sebagai tuan rumah pelatihan menyambut baik kegiatan ini. Mereka berharap pelatihan olah pakan dapat terus dilanjutkan dengan pendampingan rutin, sehingga ilmu yang didapat benar-benar memberikan hasil nyata dalam jangka panjang.
Melalui kegiatan pelatihan olah pakan ini, BAZNAS Trenggalek kembali menegaskan perannya tidak hanya sebagai lembaga pengelola zakat, infak, dan sedekah, tetapi juga sebagai motor penggerak pemberdayaan umat. Dengan pendekatan edukatif dan produktif, zakat diharapkan mampu menjadi instrumen penguatan ekonomi masyarakat dan mendorong terwujudnya kemandirian mustahik secara berkelanjutan.
BERITA09/01/2026 | Humas
Laporan Bantuan Biaya Hidup Bulanan Desember 2025
BAZNAS Kabupaten Trenggalek kembali menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan keberkahan dan meringankan beban masyarakat melalui pendistribusian bantuan sosial. Sebanyak 707 paket bantuan telah berhasil disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan di berbagai wilayah Kabupaten Trenggalek. Program ini menjadi bagian dari ikhtiar berkelanjutan BAZNAS dalam memastikan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) tersalurkan secara tepat sasaran dan memberi manfaat nyata bagi mustahik.
Distribusi ratusan paket bantuan tersebut menyasar berbagai kalangan masyarakat yang membutuhkan, mulai dari keluarga prasejahtera, lansia, hingga warga yang tengah menghadapi kesulitan ekonomi. Penyaluran dilakukan secara bertahap dan terkoordinasi dengan baik, bekerja sama dengan relawan, aparat desa, serta berbagai pihak terkait, guna memastikan bantuan diterima langsung oleh penerima manfaat.
Ketua BAZNAS Kabupaten Trenggalek menyampaikan rasa syukur atas kelancaran pelaksanaan program ini. Menurutnya, keberhasilan distribusi 707 paket bantuan tidak lepas dari kepercayaan dan kepedulian para muzakki serta donatur yang selama ini konsisten menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS. Dana yang dihimpun kemudian dikelola secara amanah dan profesional, sesuai dengan prinsip transparansi dan akuntabilitas.
“Alhamdulillah, bantuan ini dapat tersalurkan dengan baik. Ini adalah buah dari kepercayaan para muzakki kepada BAZNAS. Amanah yang diberikan kepada kami berusaha kami jaga sebaik mungkin agar benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujarnya.
Lebih lanjut, program distribusi bantuan ini tidak hanya dimaknai sebagai kegiatan sosial semata, tetapi juga sebagai upaya membangun solidaritas dan kepedulian antar sesama. Melalui zakat, infak, dan sedekah, tercipta jembatan kebaikan yang menghubungkan mereka yang memiliki kelebihan rezeki dengan saudara-saudara yang membutuhkan uluran tangan.
Para penerima bantuan pun menyambut program ini dengan penuh rasa syukur. Bagi mereka, paket bantuan yang diterima sangat membantu dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari serta menjadi penguat semangat di tengah berbagai tantangan ekonomi yang dihadapi. Kehadiran BAZNAS di tengah masyarakat dirasakan sebagai bukti nyata bahwa kepedulian dan kebersamaan masih tumbuh kuat di Kabupaten Trenggalek.
BAZNAS Kabupaten Trenggalek menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang setulus-tulusnya kepada seluruh muzakki dan donatur. Dukungan yang terus mengalir menjadi energi bagi BAZNAS untuk terus bergerak, berinovasi, dan menghadirkan program-program yang berdampak luas bagi kesejahteraan umat.
Ke depan, BAZNAS Trenggalek berkomitmen untuk terus memperkuat peran zakat sebagai instrumen pembangunan sosial dan ekonomi umat. Dengan semangat kebersamaan, BAZNAS mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menebar kebaikan dan berkontribusi dalam mewujudkan Trenggalek yang lebih kuat, peduli, dan berdaya melalui zakat, infak, dan sedekah.
#SahabatBAZNAS bisa menyalurkan Zakat dan Sedekah melalui BAZNAS Trenggalek, via transfer ke rekening a.n. BAZNAS Trenggalek:
Rekening zakat :
Bank Jatim 0222111111
BSI 7999957581
BRI 017701016625532
Layanan online :
?? 0822 2821 9090
???? [email protected]
???? kabtrenggalek.baznas.go.id
BERITA05/01/2026 | Humas
BAZNAS Award 2025 Jadi Momentum Evaluasi dan Penguatan Peran Zakat di Trenggalek
Bertempat di Pendopo Manggala Praja Nugraha Trenggalek, BAZNAS Kabupaten Trenggalek menggelar BAZNAS Award tahun 2025. Kegiatan ini sendiri ditujukan oleh BAZNAS sebagai bentuk kinerja selama satu tahun berjalan.
Hadir dalam kegiatan BAZNAS Award ini, Sekda Trenggalek, Edy Soepriyanto sangat mendukung kinerja BAZNAS Trenggalek. Kolaborasi yang saangat luar biasa terjalin antara pemerintah dan BAZNAS dalam berbagai upaya memberikan bantuan kepada masyarakat. Baik itu penangan masalah kemiskinan, kesehatan maupun penanganan bencana alam.
Sekda penghobi bola itu juga bercerita pengalaman saat bertemu dengan Menteri ATR bersama para Wakif beberapa waktu lalu. Menurutnya berdasar pertemuan itu banyak cerita permasalahan tanah wakaf yang dikarenakan proses wakaf ini belum diselesaikan dengan baik. Sehingga timbul permasalahan dikemudian hari dengan para ahli waris. Pesan Sekda itu dalam kegiatan ini berharap para Wakif yang memang berniatan mewakafkan tanahnya untuk kepentingan umum atau yang lainnya hendaknya diselesaikan proses wakaf ini dengan baik.
"Saat ini yayasan bisa menjadi atas nama dari tanah yang diwakafkan. Dulu mungkin ada wakaf atau koperasi yang diatasnamakan pribadi ketua yayasan atau ketua KUD misalnya. Dikemudian hari keluarga yang bersangkutan bisa saja menggugat kepemilikan tanah tersebut karena atas namanya adalah orang tua mereka," terang Edy Suprianto, Rabu (24/12). Sekretaris Daerah penghobi bola itu berharap kejadian kejadian seperti itu tidak terjadi di Trenggalek.
Dalam kesempatan berbeda, Ketua BAZNAS Kabupaten Trenggalek, Mahsun Ismail mengatakan "BAZNAS Award 2025 sebagai bagian evaluasi besar kita. Tentu kami berharap setiap tahun Baznas Award itu bisa menjadikan kita semakin bergairah lagi," kata mantan wakil bupati 2 periode itu.
Seperti tadi misalnya, begitu kita tahu angka perolehan rata-rata, akhirnya kita bisa sama-sama saling mengevaluasi ternyata UPZ saya itu masih segini. Tentu itu bisa semakin menguatkan teman-teman UPZ untuk mengoreksi kira-kira dimana kelemahannya.
Tapi secara umum kita memang ingin meningkat. Dalam umum makna setidaknya meningkat dalam segi jumlah pendapatan. Kami kalau boleh berharap andai angka itu di angka Rp. 100 ribu per orang, itu mimpi kami. Kalau yang di Kemwnag sudah 2,5%, jadi Rp. 100 ribu lebih semua tadi. Tapi di kita di Pemda masih banyak yang dibawah Rp. 60 atau 40 ribu.
Andai itu bisa tembus sampai angka Rp. 100 ribu, insyaAllah kita akan semakin banyak berbuat leluasa untuk masyarakat Kabupaten Trenggalek. Kalau yang bersifat pengumpulan kita masih berharap bisa meningkatkan daya kumpul tersebut. Dengan menyadarkan dan meningkatkan pengumpulan para wajib zakat. Tapi juga ada yang secara struktural kita bentuk UPZ
di Desa. Kalau UPZ di Desa bisa terbentuk pendapatan kita juga akan semakin gampang.
"Kalau pendapatan kita semakin banyak maka membaginya juga akan semakin gampang. Hari ini misalnya kita bagi gerobag kepada masyarakat dan ternyata lumayan daya dorongnya bagus. Termasuk yang pendidikan untuk anak anak kita," terang Machsun Ismail.
Dalam kegiatan BAZNAS Award Kali ini, BAZNAS Trenggalek juga melaunching kantor digital. Tujuannya untuk meningkatkan kepercayaan para Muzaki terhadap BAZNAS Trenggalek karena melalui gawainya nereka bisa mengakses berbagai bentuk informasi dari BAZNAS Trenggalek. Mulai dari bagaimana cara berzakat, berapa zakat yang dikumpulkan., "Ini yang coba kita tawarkan demi menambah kepercayaan masyarakat," tutup Mahsun Ismail.
Dalam kegiatan ini BAZNAS Trenggalek memberikan Award kepada 10 UPZ pengumpul zakat terbaik di lingkup Pemkab Trenggalek. Terbaik pertama SMPN 3 Tugu, terbaik kedua Dinas PKPLH, terbaik ketiga Kecamatan Munjungan.
Terbaik ke empat Badan Kepegawaian Daerah, terbaik ke lima Sekretariat Daerah, terbaik ke enam Puskesmas Slawe, ketujuh Kecamatan Watulimo, kedelapan SMPN 1 Watulimo, kesembilan Kecamatan Tugu dan yang kesepuluh SMPN 1 Kampak.
Sedangkan untuk di lingkup Kantor Kementrian Agama UPZ terbaik pertama diraih oleh MTsN 5 Trenggalek, terbaik kedua diraih MAN 2 Trenggalek dan terbaik ketiga MTsN 3 Trenggalek. Sedangkan Kantor Kementrian Agama Trenggalek meraih award seluruh pegawai membayar zakat 2,5%.
Dalam kegiatan ini BAZNAS Trenggalek juga membagikan puluhan gerobag dagang untuk membantu perekonomian masyarakat. Kemudian dalam satu tahun berjalan BAZNAS Trenggalek juga melaksanakan berbagai program unggulan, diantaranya Trenggalek Taqwa. Yaitu bantuan stimulus pembangunan Masjid, tebar dai di daerah terpencil maupun syiar.
Kemudian Trenggalek peduli yang terdiri dari bantuan biaya hidup miskin, bedah rumah maupun bantuan kebencanaan. Program Trenggalek Makmur, yang meliputi bantuan ternak, bantuan gerobag usaha, maupun bantuan modal usaha. Terus ada juga program Trenggalek cerdas yang meliputi beasiswa anak asuh, bantuan sepeda sekolah dan bantuan alat-alat sekolah.
Selenjutnya yang tidak kalah penting, Program Trenggalek sehat. Program ini sangat bersentuhan dengan masyarakat langsung karena BAZNAS mengalokasikan untuk bantuan BPJS miskin, bantuan akomodasi berobat dan bantuan alat bantu difabel. Sementara itu total penerimaan BAZNAS Trenggalek dari Zakat sebanyak Rp. 3.668.275.693 sedangkan untuk Infaq sebesar Rp. 3.615.296.425. Sehingga total penerimaan BAZNAS Trenggalek tahun 2025 sebesar Rp. 7.283.572.064. (Prokopim TGX)
BERITA24/12/2025 | Humas - Prokopim TGX
Paguyuban Sound Jenangan Trenggalek (PSJT) Serahkan Bantuan untuk Sumatera dan Aceh Melalui BAZNAS Trenggalek pada BAZNAS Award 2025
BAZNAS Kabupaten Trenggalek kembali menerima dukungan dan kepedulian dari berbagai elemen masyarakat. Kali ini, Paguyuban Sound Jenangan Trenggalek (PSJT) menunjukkan solidaritas sosialnya dengan menyerahkan bantuan kemanusiaan untuk saudara-saudara terdampak bencana di Sumatera dan Aceh. Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis melalui BAZNAS Trenggalek dalam rangkaian kegiatan BAZNAS Award 2025 yang digelar di Pendopo Manggala Praja Nugraha Trenggalek senilai Rp.39.872.500,-.
Penyerahan bantuan ini menjadi bukti bahwa kepedulian terhadap sesama tidak mengenal batas profesi maupun latar belakang komunitas. PSJT yang dikenal sebagai wadah pelaku dan pecinta sound system di wilayah Trenggalek, turut mengambil peran dalam aksi kemanusiaan dengan menggalang donasi dari para anggotanya untuk membantu masyarakat yang tengah tertimpa musibah.
Ketua BAZNAS Kabupaten Trenggalek menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan PSJT kepada BAZNAS sebagai lembaga resmi pengelola zakat, infak, dan sedekah. Menurutnya, kolaborasi dengan komunitas-komunitas masyarakat seperti PSJT merupakan bentuk sinergi yang sangat positif dalam memperluas jangkauan bantuan dan memperkuat solidaritas sosial.
“BAZNAS tidak bisa berjalan sendiri. Dukungan dari komunitas, organisasi, dan masyarakat luas seperti Paguyuban Sound Jenangan Trenggalek ini menjadi kekuatan besar bagi kami untuk terus hadir membantu saudara-saudara yang membutuhkan, khususnya korban bencana di Sumatera dan Aceh,” ujarnya.
Ia menambahkan, bantuan yang disalurkan melalui BAZNAS akan dikelola secara amanah, transparan, dan tepat sasaran, sesuai dengan prinsip pengelolaan dana umat. Seluruh donasi yang diterima akan segera disalurkan kepada masyarakat terdampak melalui program kebencanaan BAZNAS bekerja sama dengan BAZNAS daerah setempat dan pihak terkait.
Perwakilan Paguyuban Sound Jenangan Trenggalek (PSJT) menyampaikan bahwa penyaluran bantuan ini merupakan wujud kepedulian dan empati terhadap penderitaan saudara-saudara sebangsa yang tengah menghadapi musibah. Meski berasal dari komunitas hobi, PSJT ingin menunjukkan bahwa komunitas juga memiliki tanggung jawab sosial dan dapat berkontribusi nyata bagi kemanusiaan.
“Kami berharap bantuan yang kami salurkan melalui BAZNAS Trenggalek ini bisa sedikit meringankan beban saudara-saudara kita di Sumatera dan Aceh. Semoga apa yang kami lakukan menjadi amal kebaikan bagi seluruh anggota PSJT,” ungkapnya.
Penyerahan bantuan PSJT ini menjadi salah satu momen bermakna dalam pelaksanaan BAZNAS Award 2025, yang tidak hanya menjadi ajang evaluasi dan apresiasi kinerja pengelolaan zakat, tetapi juga wadah untuk memperkuat kolaborasi antara BAZNAS dan masyarakat.
Melalui kegiatan ini, BAZNAS Trenggalek berharap semakin banyak komunitas dan elemen masyarakat yang tergerak untuk menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui lembaga resmi, sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas dan merata. Semangat gotong royong dan kepedulian sosial yang ditunjukkan PSJT diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi komunitas lainnya di Kabupaten Trenggalek.
BERITA24/12/2025 | Humas
BAZNAS Trenggalek serahkan 14 Penghargaan dalam Ajang BAZNAS Awards 2025
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Trenggalek kembali menggelar ajang apresiasi tahunan bertajuk BAZNAS Awards 2025 sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi dan komitmen Unit Pengumpul Zakat (UPZ) dalam mendukung pengelolaan zakat yang profesional, transparan, dan berkelanjutan. Dalam kegiatan ini, BAZNAS Trenggalek menyerahkan total 14 penghargaan kepada UPZ terbaik dari lingkup Pemerintah Kabupaten Trenggalek dan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Trenggalek.
BAZNAS Awards 2025 menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara BAZNAS, UPZ, serta seluruh pemangku kepentingan dalam upaya meningkatkan kesadaran dan kepatuhan zakat, khususnya di lingkungan instansi pemerintah dan lembaga pendidikan. Penghargaan ini juga merupakan bentuk apresiasi nyata kepada UPZ yang selama ini konsisten berperan aktif dalam menghimpun zakat, infak, dan sedekah (ZIS) dari para muzakki.
Untuk kategori UPZ Pengumpul Zakat Terbaik di Lingkup Pemerintah Kabupaten Trenggalek, BAZNAS Trenggalek memberikan penghargaan kepada 10 UPZ terbaik. Penghargaan terbaik pertama diraih oleh SMP Negeri 3 Tugu yang dinilai unggul dalam konsistensi pengumpulan zakat serta pengelolaan administrasi yang tertib dan akuntabel. Posisi terbaik kedua diraih oleh Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP), disusul Kecamatan Munjungan sebagai terbaik ketiga.
Selanjutnya, penghargaan terbaik keempat diraih oleh Badan Kepegawaian Daerah (BKD), sementara Sekretariat Daerah Kabupaten Trenggalek menempati posisi terbaik kelima. Puskesmas Slawe meraih penghargaan terbaik keenam, diikuti Kecamatan Watulimo sebagai terbaik ketujuh. Untuk posisi terbaik kedelapan hingga kesepuluh masing-masing diraih oleh SMP Negeri 1 Watulimo, Kecamatan Tugu, dan SMP Negeri 1 Kampak.
Seluruh UPZ penerima penghargaan tersebut dinilai telah menunjukkan komitmen tinggi dalam mendukung optimalisasi penghimpunan zakat melalui mekanisme yang sesuai dengan ketentuan syariat dan regulasi yang berlaku. Konsistensi, transparansi, serta partisipasi aktif dari pimpinan dan pegawai menjadi indikator utama dalam penilaian BAZNAS Trenggalek.
Sementara itu, untuk kategori UPZ Terbaik di Lingkup Kantor Kementerian Agama Kabupaten Trenggalek, penghargaan terbaik pertama diraih oleh MTs Negeri 5 Trenggalek. Disusul MAN 2 Trenggalek sebagai terbaik kedua dan MTs Negeri 3 Trenggalek sebagai terbaik ketiga. Ketiga lembaga pendidikan tersebut dinilai berhasil membangun budaya sadar zakat di lingkungan kerja dan mampu menjadi contoh bagi lembaga lainnya.
Selain itu, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Trenggalek juga menerima penghargaan khusus atas capaian luar biasa berupa komitmen seluruh pegawai dalam menunaikan zakat sebesar 2,5 persen. Penghargaan ini menjadi bukti kuat sinergi antara BAZNAS dan Kementerian Agama dalam menguatkan peran zakat sebagai instrumen pembangunan umat dan kesejahteraan masyarakat.
Melalui BAZNAS Awards 2025, BAZNAS Trenggalek berharap semangat berzakat di lingkungan instansi pemerintah dan lembaga pendidikan semakin meningkat. Apresiasi ini tidak hanya menjadi bentuk penghormatan atas capaian kinerja, tetapi juga sebagai motivasi agar seluruh UPZ terus meningkatkan kualitas pelayanan, pengelolaan, serta kontribusi nyata bagi kesejahteraan masyarakat.
Dengan adanya dukungan dan kolaborasi yang kuat antara BAZNAS, UPZ, dan para muzakki, BAZNAS Trenggalek optimistis pengelolaan zakat di Kabupaten Trenggalek akan semakin maju, berdaya guna, dan memberikan dampak nyata bagi mustahik serta pembangunan daerah secara berkelanjutan.
BERITA24/12/2025 | Humas
BAZNAS Trenggalek Serahkan Bantuan Ternak dan Gerobak UMKM dalam ajang BAZNAS Awards 2025
BAZNAS Kabupaten Trenggalek terus menunjukkan komitmennya dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat melalui pemanfaatan dana zakat, infak, dan sedekah secara produktif. Salah satu wujud nyata komitmen tersebut diwujudkan melalui penyerahan 20 unit gerobak UMKM (10 Gerobak BAZNAS Prov. Jawa Timur dan 10 Gerobak BAZNAS Trenggalek) dan bantuan ternak kambing kepada jamaah masjid sebagai bagian dari program pemberdayaan ekonomi berbasis masjid. Kegiatan penyerahan bantuan ini menjadi langkah strategis BAZNAS Trenggalek dalam mengoptimalkan peran masjid tidak hanya sebagai pusat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pemberdayaan umat. Jamaah masjid yang menerima bantuan yakni jamaah masjid Matlabul Ulum (Ds. Gador-Kec. Durenan) dan telah melalui proses seleksi serta pendampingan agar bantuan yang diberikan benar-benar tepat sasaran dan berkelanjutan. Bantuan ternak ini tidak hanya ditujukan sebagai pemenuhan kebutuhan jangka pendek, tetapi juga sebagai aset produktif yang dapat berkembang dan memberikan manfaat ekonomi berkelanjutan bagi penerima. Bantuan 20 gerobak UMKM disalurkan kepada pelaku usaha mikro yang selama ini terkendala modal dan sarana usaha. Gerobak tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan untuk berbagai jenis usaha kecil, seperti kuliner, minuman, maupun usaha dagang lainnya yang memiliki potensi meningkatkan pendapatan keluarga. Program bantuan gerobak UMKM dan ternak kambing ini merupakan bagian dari Program Jatim Makmur dan Program Trenggalek Makmur, salah satu program unggulan BAZNAS Jawa Timur dan BAZNAS Trenggalek yang fokus pada pemberdayaan ekonomi mustahik. Melalui program ini, BAZNAS mendorong mustahik agar mampu bertransformasi menjadi muzakki dengan memanfaatkan bantuan secara produktif dan bertanggung jawab. Dalam pelaksanaannya, BAZNAS Trenggalek tidak hanya memberikan bantuan fisik semata, tetapi juga disertai dengan pendampingan dan edukasi. Penerima bantuan diharapkan mampu mengelola usaha dengan baik, menjaga komitmen, serta memanfaatkan bantuan sebagai sarana peningkatan kesejahteraan keluarga.
BAZNAS Trenggalek berharap bantuan 20 gerobak UMKM dan ternak kambing ini dapat menjadi pemantik semangat bagi jamaah masjid untuk lebih mandiri secara ekonomi. Dengan pengelolaan yang baik dan dukungan lingkungan sekitar, program ini diharapkan mampu menciptakan lapangan usaha baru, meningkatkan pendapatan keluarga, serta memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat.
Melalui program pemberdayaan ekonomi berbasis masjid, BAZNAS Trenggalek terus berupaya menjadikan zakat sebagai instrumen strategis dalam pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan umat. Sinergi antara BAZNAS, pengurus masjid, dan jamaah diharapkan mampu menghadirkan manfaat zakat yang nyata, berkelanjutan, dan penuh keberkahan bagi masyarakat Kabupaten Trenggalek.
BERITA24/12/2025 | Humas
Zakat untuk Kehidupan yang Lebih Layak: BAZNAS Trenggalek Berikan Bantuan Bedah Rumah untuk Ibu Sarmini
BAZNAS Kabupaten Trenggalek kembali menegaskan komitmennya dalam menghadirkan kesejahteraan dan kehidupan yang lebih layak bagi masyarakat kurang mampu melalui program Bedah Rumah. Kali ini, bantuan disalurkan kepada Ibu Sarmini, warga Desa Melis, Kecamatan Gandusari, yang selama bertahun-tahun tinggal di rumah dengan kondisi tidak layak huni.
Rumah yang sebelumnya ditempati Ibu Sarmini diketahui mengalami berbagai kerusakan, mulai dari struktur bangunan yang rapuh, atap bocor, hingga kondisi lantai dan dinding yang membahayakan keselamatan. Keterbatasan ekonomi membuat Ibu Sarmini tidak mampu melakukan perbaikan secara mandiri, sehingga membutuhkan uluran tangan dari berbagai pihak.
Melalui hasil asesmen lapangan, BAZNAS Kabupaten Trenggalek menetapkan Ibu Sarmini sebagai penerima manfaat program bedah rumah. Program ini merupakan bagian dari pendayagunaan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang dihimpun dari para muzaki, dengan tujuan memberikan dampak nyata bagi mustahik, khususnya dalam aspek pemenuhan kebutuhan dasar berupa tempat tinggal yang layak.
WK. II Ketua BAZNAS Kabupaten Trenggalek, Kyai Bahauddin menyampaikan bahwa program bedah rumah tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik semata, tetapi juga mengusung nilai kemanusiaan dan keberlanjutan. Rumah yang layak diharapkan dapat menjadi awal bagi penerima manfaat untuk menjalani kehidupan yang lebih sehat, aman, dan bermartabat.
“Zakat memiliki peran strategis dalam mengentaskan kemiskinan. Melalui program bedah rumah ini, kami ingin memastikan bahwa mustahik tidak hanya menerima bantuan sementara, tetapi juga mendapatkan fasilitas dasar yang menunjang kualitas hidup mereka,” ujarnya.
Proses pelaksanaan bedah rumah dilakukan dengan melibatkan berbagai pihak, mulai dari pemerintah desa setempat, relawan, hingga masyarakat sekitar. Gotong royong dan kepedulian bersama menjadi nilai utama dalam setiap tahapan pembangunan. Hal ini sekaligus memperkuat rasa kebersamaan dan solidaritas sosial di tengah masyarakat.
Ibu Sarmini mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih atas bantuan yang diterimanya. Ia mengaku tidak menyangka rumahnya akan mendapatkan perbaikan sehingga menjadi lebih layak untuk ditinggali. Menurutnya, bantuan tersebut sangat berarti dan menjadi harapan baru untuk menjalani kehidupan yang lebih baik ke depan.
BAZNAS Kabupaten Trenggalek berharap, melalui program-program pendayagunaan zakat seperti bedah rumah ini, manfaat zakat dapat dirasakan secara nyata oleh masyarakat yang membutuhkan. Selain membantu memenuhi kebutuhan dasar, program ini juga menjadi sarana untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menunaikan zakat melalui lembaga resmi agar pengelolaannya tepat sasaran dan berkelanjutan.
Dengan dukungan dan kepercayaan para muzaki, BAZNAS Trenggalek akan terus berupaya menghadirkan program-program sosial yang berdampak luas, khususnya dalam bidang kemanusiaan, pendidikan, kesehatan, dan ekonomi. Bantuan bedah rumah untuk Ibu Sarmini menjadi salah satu bukti bahwa zakat, jika dikelola secara profesional dan amanah, mampu menghadirkan perubahan nyata bagi kehidupan masyarakat.
Mari turut andil dalam aksi kebaikan bersama BAZNAS Trenggalek, salurkan kebaikanmu dengan transfer melalui :
Rekening zakat :
Bank Jatim 0222111111
BSI 7999957581
BRI 017701016625532
Rekening infaq/sedekah :
Bank Jatim 0222411114
BSI 7555557587
BRI 017701016626538
an. BAZNAS Trenggalek
BERITA18/12/2025 | Humas
Fidyah Puasa: Pengertian, Hukum, Besaran, dan Cara Membayarnya Melalui BAZNAS Trenggalek
Dalam ajaran Islam, setiap ibadah memiliki kemudahan dan keringanan sesuai dengan kemampuan umatnya. Salah satu bentuk keringanan tersebut adalah fidyah, solusi syariat bagi mereka yang tidak mampu menjalankan puasa Ramadhan secara permanen. Melalui fidyah, Islam mengajarkan bahwa ibadah tidak hanya bersifat ritual, tetapi juga memiliki dimensi sosial yang kuat, yakni kepedulian kepada sesama.
Pengertian Fidyah
Secara bahasa, fidyah berarti tebusan. Dalam istilah syariat, fidyah adalah memberikan makanan atau nilai setara kepada fakir miskin sebagai pengganti puasa yang tidak mampu ditunaikan. Fidyah menjadi bentuk ibadah pengganti bagi umat Islam yang memiliki uzur syar’i tertentu dan tidak memungkinkan untuk mengganti puasa di hari lain.
Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an:
“Dan bagi orang-orang yang berat menjalankannya (puasa), wajib membayar fidyah, yaitu memberi makan seorang miskin.” (QS. Al-Baqarah: 184)
Ayat ini menjadi dasar disyariatkannya fidyah sebagai bentuk kasih sayang Allah kepada hamba-Nya.
Siapa yang Wajib Membayar Fidyah?
Tidak semua orang yang meninggalkan puasa wajib membayar fidyah. Fidyah hanya dikenakan kepada mereka yang tidak memiliki kemampuan permanen untuk berpuasa, di antaranya:
Lansia yang sudah sangat lemah dan tidak mampu berpuasa.
Orang sakit menahun yang menurut medis tidak ada harapan sembuh.
Ibu hamil atau menyusui yang khawatir terhadap keselamatan diri atau bayinya (menurut sebagian pendapat ulama, disertai fidyah).
Orang dengan kondisi tertentu yang membuat puasa sangat membahayakan kesehatan secara permanen.
Sementara itu, orang yang meninggalkan puasa karena sakit sementara atau bepergian (musafir) cukup mengganti dengan qadha puasa, tanpa fidyah.
Hukum Membayar Fidyah
Hukum fidyah adalah wajib bagi mereka yang termasuk dalam golongan yang tidak mampu berpuasa secara permanen. Fidyah bukan sedekah biasa, melainkan kewajiban ibadah yang harus ditunaikan agar tanggungan puasa gugur sesuai ketentuan syariat.
Karena itu, penting bagi umat Islam untuk memahami kondisi diri dan berkonsultasi dengan ulama atau lembaga zakat terpercaya agar tidak keliru dalam menjalankan kewajiban ini.
Besaran Fidyah Puasa
Besaran fidyah umumnya disepakati berupa satu porsi makan layak untuk satu orang miskin per satu hari puasa yang ditinggalkan. Dalam praktiknya, fidyah dapat diberikan dalam bentuk:
Makanan siap santap, atau
Bahan makanan pokok, atau
Uang senilai harga satu porsi makan layak (sesuai kebijakan lembaga zakat)
BAZNAS Trenggalek menetapkan besaran fidyah dengan mempertimbangkan standar kelayakan konsumsi masyarakat lokal, sehingga fidyah yang ditunaikan benar-benar memberi manfaat nyata bagi mustahik.
Waktu Pembayaran Fidyah
Fidyah boleh dibayarkan:
Setiap hari selama Ramadhan, atau
Setelah Ramadhan, atau
Sekaligus untuk seluruh hari puasa yang ditinggalkan
Tidak ada batasan kaku, selama fidyah ditunaikan dengan niat ibadah dan diberikan kepada yang berhak.
Cara Membayar Fidyah Melalui BAZNAS Trenggalek
Sebagai lembaga resmi pengelola zakat, infak, dan sedekah, BAZNAS Trenggalek siap membantu masyarakat dalam menunaikan fidyah secara amanah, tepat sasaran, dan sesuai syariat.
Dengan membayar fidyah melalui BAZNAS Trenggalek, masyarakat mendapatkan beberapa keunggulan:
Penyaluran tepat sasaran kepada fakir miskin dan kaum dhuafa di Kabupaten Trenggalek.
Pengelolaan transparan dan akuntabel sesuai regulasi.
Bernilai ibadah sekaligus sosial, karena fidyah menjadi solusi pangan bagi masyarakat yang membutuhkan.
Kemudahan layanan, baik secara langsung maupun melalui kanal pembayaran yang disediakan.
BAZNAS Trenggalek menyalurkan fidyah dalam bentuk makanan layak atau program bantuan pangan, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh mustahik.
Hikmah dan Keutamaan Fidyah
Fidyah mengajarkan bahwa Islam adalah agama yang penuh rahmat. Di balik keringanan ibadah, terdapat hikmah besar, di antaranya:
Menjaga semangat ibadah meski dalam keterbatasan fisik.
Menguatkan solidaritas sosial antara yang mampu dan yang membutuhkan.
Menjadi sarana berbagi rezeki dan menebar keberkahan.
Membersihkan tanggungan ibadah dengan cara yang diridhai Allah SWT.
Melalui fidyah, ibadah puasa tidak hanya berdampak pada pelakunya, tetapi juga menghidupkan harapan bagi sesama.
Fidyah adalah bukti bahwa Islam selalu memberi jalan bagi umatnya untuk tetap beribadah sesuai kemampuan. Bagi masyarakat Kabupaten Trenggalek yang memiliki kewajiban fidyah, menunaikannya melalui BAZNAS Trenggalek adalah pilihan tepat untuk memastikan ibadah terlaksana dengan benar dan manfaatnya tersalurkan secara luas.
Mari tunaikan fidyah dengan niat ikhlas, agar menjadi amal kebaikan yang bernilai ibadah sekaligus kepedulian sosial. Karena sejatinya, setiap ibadah yang dilakukan dengan keikhlasan akan melahirkan keberkahan bagi diri sendiri dan orang lain.
BERITA17/12/2025 | Humas
Wakil bupati Trenggalek Serahkan Bantuan BAZNAS untuk Anak Yatim Piatu dan Korban Longsor dalam TIF 2025
Trenggalek (11/12) – Momentum Trenggalek Innovation Festival (TIF) 2025 kembali menjadi ruang kolaborasi yang tak hanya menampilkan inovasi, tetapi juga menghadirkan energi kepedulian sosial. Di tengah antusiasme masyarakat yang memadati area festival, Wakil Bupati Trenggalek secara simbolis menyerahkan bantuan dari Kemensos dan BAZNAS Trenggalek untuk anak yatim piatu serta korban bencana tanah longsor yang terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Trenggalek.
Penyerahan bantuan ini menjadi salah satu agenda penting yang disorot publik, karena menunjukkan bahwa pemerintah daerah dan BAZNAS tidak hanya fokus pada pembangunan fisik dan inovasi teknologi, tetapi juga hadir langsung dalam menjawab kebutuhan masyarakat yang terdampak bencana. Kehadiran Wabup dalam prosesi serah terima bantuan menggambarkan komitmen kuat pemerintah dalam memastikan bantuan tepat sasaran dan diterima oleh mereka yang benar-benar membutuhkan.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati menyampaikan bahwa TIF bukan hanya ajang pameran hasil kreativitas daerah, namun juga wadah untuk memperkuat solidaritas sosial. “Inilah esensi Trenggalek, inovasi berjalan seiring dengan empati. Hari ini kita menunjukkan bahwa kemajuan daerah harus dibarengi dengan perhatian kepada mereka yang sedang menghadapi kesulitan, terlebih anak-anak yatim piatu dan saudara kita penyintas longsor,” ujarnya.
BAZNAS Trenggalek dalam kesempatan tersebut menyalurkan bantuan berupa paket perlindungan hidup, kebutuhan harian, serta dukungan khusus bagi anak-anak yatim piatu agar mereka tetap mendapatkan kesempatan belajar dengan nyaman. Sementara itu, bagi korban tanah longsor, bantuan difokuskan pada pemenuhan kebutuhan mendesak seperti logistik, perlengkapan keluarga, serta dukungan untuk meringankan kerugian akibat bencana yang melanda.
Prosesi penyerahan bantuan di TIF 2025 ini mendapatkan apresiasi dari banyak pihak. Para pengunjung festival terlihat antusias menyaksikan langsung kegiatan serah terima tersebut. Beberapa dari mereka bahkan mengaku terinspirasi untuk ikut berkontribusi dalam kegiatan sosial yang digagas oleh BAZNAS. Kehadiran anak-anak yatim piatu yang menerima bantuan juga menjadi momen yang mengharukan, di mana senyum dan harapan mereka menjadi pengingat bahwa kepedulian kecil dapat memberi dampak besar.
Selain membawa semangat kemanusiaan, kegiatan ini sekaligus menjadi pesan penting bahwa mitigasi bencana dan penanganan pascabencana harus menjadi perhatian bersama. Kabupaten Trenggalek yang memiliki kontur wilayah perbukitan tidak jarang mengalami tanah longsor saat musim hujan. Dengan adanya sinergi antara pemerintah, BAZNAS, dan masyarakat, diharapkan penanganan bencana dapat dilakukan dengan lebih cepat, tepat, dan berkelanjutan.
TIF 2025 pun kembali menegaskan posisinya sebagai festival yang bukan hanya menghadirkan inovasi kreatif, tetapi juga mendorong nilai-nilai kemanusiaan. Melalui kegiatan penyerahan bantuan ini, Trenggalek memperlihatkan bahwa kemajuan daerah tidak hanya dilihat dari tingginya inovasi, melainkan dari kekuatan gotong royong dan kepedulian masyarakatnya. Semoga bantuan yang diberikan dapat meringankan beban para penerima dan menjadi langkah awal bagi bangkitnya harapan baru di Bumi Menak Sopal.
BERITA11/12/2025 | Humas
BAZNAS Trenggalek Laporkan Pendistribusian Bantuan Biaya Hidup Bulanan Sebanyak 710 Paket
BAZNAS Kabupaten Trenggalek kembali menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan kesejahteraan dan kepedulian sosial bagi masyarakat yang membutuhkan. Melalui program Bantuan Biaya Hidup Bulanan, BAZNAS menyalurkan sebanyak 710 paket bantuan kepada mustahik yang tersebar di berbagai wilayah di Kabupaten Trenggalek. Program ini menjadi salah satu bentuk nyata dari pengelolaan zakat, infak, dan sedekah yang amanah dan tepat sasaran, sekaligus sebagai upaya menjawab kebutuhan dasar masyarakat yang masih berada dalam kondisi rentan secara ekonomi.
Pendistribusian bantuan ini dilakukan secara bertahap dengan melibatkan unsur relawan, Unit Pengumpul Zakat (UPZ), serta perangkat desa. Tujuan utamanya adalah memastikan setiap paket bantuan dapat diterima langsung oleh para mustahik, terutama mereka yang masuk kategori fakir, janda dhuafa, lansia tidak mampu, dan masyarakat yang memiliki keterbatasan dalam pemenuhan kebutuhan sehari-hari. Dengan proses penyaluran yang terstruktur dan transparan, BAZNAS Trenggalek terus menjaga kepercayaan publik dalam mengelola dana umat.
Ketua BAZNAS Trenggalek menyampaikan bahwa bantuan biaya hidup bulanan ini bukan hanya sekadar bantuan materi, tetapi juga bentuk perhatian dan dukungan moral untuk masyarakat yang sedang berjuang dalam keterbatasan. Menurutnya, angka 710 paket bukan hanya statistik, tetapi gambaran nyata betapa banyak saudara-saudara kita yang perlu mendapat uluran tangan. “Setiap paket ini membawa pesan bahwa mereka tidak sendiri. Ada kepedulian dari masyarakat Trenggalek yang telah menunaikan zakat, infak, dan sedekahnya melalui BAZNAS,” ungkapnya.
Program Bantuan Biaya Hidup Bulanan menjadi salah satu program prioritas karena menyentuh kebutuhan dasar seperti kebutuhan pangan, nutrisi, dan kebutuhan harian lain. Melalui paket ini, diharapkan mustahik dapat merasakan manfaat langsung dan sedikit lebih tenang dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Terlebih, kondisi ekonomi sebagian masyarakat masih belum stabil akibat berbagai faktor, sehingga kehadiran BAZNAS menjadi ruang harapan bagi mereka yang membutuhkan.
Proses pendistribusian dilakukan dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dan pendataan yang akurat. Setiap mustahik yang menerima bantuan telah melalui verifikasi data sehingga bantuan benar-benar tepat sasaran. Selain itu, BAZNAS Trenggalek terus melakukan penguatan koordinasi dengan pemerintah desa dan pihak terkait agar pelaksanaan program berjalan optimal.
BAZNAS Trenggalek juga menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh muzakki dan donatur yang telah mempercayakan zakat, infak, dan sedekahnya. Berkat partisipasi mereka, berbagai program kemanusiaan dapat terus berjalan dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Semakin banyak masyarakat yang ikut berzakat melalui saluran resmi, semakin besar pula manfaat yang dapat dirasakan oleh mustahik di Kabupaten Trenggalek.
Dengan penyaluran 710 paket bantuan biaya hidup ini, BAZNAS berharap kehadirannya semakin dirasakan sebagai lembaga yang dekat dengan masyarakat dan terus menguatkan budaya berbagi. Ke depan, BAZNAS berkomitmen memperluas jangkauan penerima manfaat dan meningkatkan efektivitas program agar kebaikan semakin meluas.
Melalui semangat kolaborasi, kepedulian, dan kebermanfaatan, BAZNAS Trenggalek mengajak seluruh masyarakat untuk terus menebar kebaikan. Bersama, kita dapat menghadirkan harapan bagi mereka yang membutuhkan dan menjadikan Trenggalek lebih berdaya.
Mari turut andil dalam aksi kebaikan itu, tunaikan Zakat dan Sedekah anda melalui BAZNAS Trenggalek :
Rekening zakat :
Bank Jatim 0222111111
BSI 7999957581
BRI 017701016625532
Rekening infaq/sedekah :
Bank Jatim 0222411114
BSI 7555557587
BRI 017701016626538
an. BAZNAS Trenggalek
BERITA10/12/2025 | Humas
BAZNAS Trenggalek Paparkan Pembentukan UPZ Desa dalam FGD Kepala Desa se-Kabupaten Trenggalek
Trenggalek (09/12) - Upaya memperkuat tata kelola zakat hingga level pemerintahan paling bawah kembali ditegaskan oleh BAZNAS Kabupaten Trenggalek. Hal itu tampak dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Kepala Desa se-Kabupaten Trenggalek yang digelar oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Trenggalek, di mana BAZNAS hadir sebagai narasumber utama untuk memaparkan pentingnya pembentukan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Desa sebagai bagian dari percepatan pengelolaan zakat yang profesional, terstruktur, dan berorientasi pemberdayaan masyarakat.
Kegiatan ini diikuti oleh seluruh Kepala Desa, menghadirkan forum dialog yang konstruktif dan menjadi wadah penyamaan persepsi mengenai urgensi penguatan tata kelola zakat desa di tengah dinamika sosial-ekonomi masyarakat saat ini. Dengan mengusung semangat memperbesar dampak sosial zakat, BAZNAS Trenggalek menekankan bahwa potensi zakat desa sangat besar, namun selama ini belum terkelola secara optimal karena belum adanya struktur resmi yang mengambil peran sebagai pengelola zakat di tingkat desa.
Ketua BAZNAS Trenggalek, dalam pemaparannya, menyampaikan bahwa pembentukan UPZ Desa merupakan langkah strategis yang tidak hanya berfungsi sebagai instrumen pengumpulan zakat, infak, dan sedekah, tetapi juga menjadi bagian penting dalam mendukung program pemerintah dalam pengentasan kemiskinan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. “Desa adalah ujung tombak layanan publik. Hampir semua aktivitas sosial masyarakat berawal dari desa. Maka pengelolaan zakat yang profesional harus dimulai dari desa,” jelasnya di hadapan para peserta FGD.
Desa sebagai Lokomotif Penguatan Zakat
BAZNAS Trenggalek menilai bahwa desa memiliki karakteristik unik sekaligus strategis. Keberadaan perangkat desa, tokoh agama, dan jejaring sosial masyarakat membuat desa menjadi pusat kegiatan keagamaan sekaligus pusat mobilitas ekonomi. Hal itulah yang menjadikan pembentukan UPZ Desa sebagai kebutuhan mendesak agar potensi zakat yang ada tidak hanya berhenti pada kegiatan sosial spontan, tetapi menjadi kekuatan ekonomi berbasis syariah yang memiliki dampak jangka panjang.
Dalam paparannya, BAZNAS Trenggalek membeberkan sejumlah dasar hukum pembentukan UPZ Desa mulai dari Undang-Undang No. 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat, Peraturan Pemerintah No. 14 Tahun 2014, Keputusan BAZNAS RI tentang Pedoman UPZ, hingga ketentuan pelaksana BAZNAS Kabupaten. Dengan adanya dasar hukum yang jelas, pemerintah desa memiliki landasan kuat dalam membentuk UPZ Desa dan menetapkannya secara resmi melalui SK BAZNAS.
Penjelasan Detail: Mekanisme dan Tugas UPZ Desa
Pada sesi inti, BAZNAS Trenggalek menjelaskan alur pembentukan UPZ Desa yang diawali dengan pengajuan dari pemerintah desa, penunjukan pengurus, verifikasi BAZNAS, hingga pengukuhan melalui surat keputusan resmi. Selain itu, dipaparkan pula tugas utama UPZ Desa, meliputi:
Menghimpun zakat, infak, dan sedekah dari masyarakat, perangkat desa, serta potensi ekonomi lokal.
Mengelola zakat sesuai prinsip syariah dan tata kelola yang transparan.
Melakukan pendataan mustahik berbasis data desa agar distribusi tepat sasaran.
Melaporkan keuangan dan kegiatan secara berkala kepada BAZNAS.
Menjalankan program pemberdayaan masyarakat miskin di tingkat desa.
Penjelasan tersebut disambut antusias para Kepala Desa. Banyak peserta yang sebelumnya belum memahami mekanisme pembentukan UPZ Desa akhirnya lebih terbuka terhadap manfaat jangka panjang yang bisa didapatkan melalui pengelolaan zakat yang terstruktur. Beberapa Kepala Desa juga memberikan pertanyaan terkait sistem pelaporan, integrasi program sosial desa dengan program zakat, hingga kemungkinan kolaborasi antara UPZ dan lembaga kemasyarakatan desa.
Manfaat Besar Bagi Masyarakat Desa
BAZNAS Trenggalek menegaskan bahwa keberadaan UPZ Desa mampu memberikan sejumlah manfaat langsung bagi masyarakat. Di antaranya:
Bantuan sosial lebih cepat karena UPZ mengetahui kondisi masyarakat secara langsung.
Potensi zakat desa lebih optimal sehingga dapat mengurangi beban anggaran desa.
Program pemberdayaan seperti modal usaha, beasiswa, dan bantuan kesehatan bisa dijalankan secara berkelanjutan.
Layanan zakat menjadi lebih dekat dan mudah diakses masyarakat.
Dalam konteks kebutuhan masyarakat pedesaan yang beragam—mulai dari warga miskin ekstrem, keluarga dengan anak putus sekolah, warga sakit, hingga kelompok UMKM kecil—UPZ Desa dapat menjadi lokomotif yang menggerakkan solidaritas sosial secara sistematis.
Komitmen BAZNAS dan PMD: Bergerak Bersama Wujudkan Profesionalisme Zakat Desa
FGD ini menjadi langkah awal dari rencana besar sinergi antara BAZNAS Trenggalek dan Dinas PMD dalam membangun tata kelola zakat desa yang profesional. Setelah forum ini, BAZNAS menargetkan pembentukan UPZ Desa di seluruh wilayah Trenggalek secara bertahap. Selain itu, akan diselenggarakan pelatihan lanjutan, pendampingan pelaporan digital, hingga pengembangan program pemberdayaan ekonomi berbasis zakat yang menyesuaikan karakter masing-masing desa.
Dinas PMD menegaskan dukungannya, menyebut bahwa penguatan zakat desa dapat membantu percepatan penanganan kemiskinan, terutama di wilayah yang selama ini menjadi prioritas pemulihan sosial ekonomi.
Kegiatan FGD Kepala Desa se-Kabupaten Trenggalek ini menjadi momentum penting dalam mempercepat profesionalisme pengelolaan zakat berbasis desa. Dengan sinergi kuat antara pemerintah desa, PMD, dan BAZNAS Trenggalek, diharapkan UPZ Desa dapat hadir sebagai lembaga resmi yang menjaga amanah umat sekaligus membawa perubahan nyata bagi kesejahteraan masyarakat.
BAZNAS Trenggalek optimistis bahwa penguatan tata kelola zakat desa bukan hanya langkah administratif, melainkan gerakan besar untuk membangun kemandirian ekonomi umat melalui instrumen zakat yang dikelola secara amanah, modern, dan tepat sasaran.
BERITA09/12/2025 | Humas
MAJELIS SOWAN GUSTI – PONDOK BQA PUCUNG SERAHKAN DONASI UNTUK KORBAN BANJIR SUMATERA MELALUI BAZNAS TRENGGALEK
Alhamdulillah, semangat kepedulian dan solidaritas kembali terasa di Kabupaten Trenggalek. Majelis Sowan Gusti – Pondok BQA Pucung menunjukkan komitmen kemanusiaannya dengan menyerahkan donasi untuk para korban banjir di wilayah Sumatera melalui BAZNAS Kabupaten Trenggalek, Selasa (09/12). Penyerahan ini menjadi bukti bahwa kepedulian tidak mengenal batas geografis, dan masyarakat Trenggalek terus hadir untuk membantu saudara-saudara yang sedang tertimpa musibah.
Donasi tersebut diserahkan secara langsung oleh perwakilan majelis kepada BAZNAS Trenggalek di Kantor BAZNAS. Bantuan ini merupakan hasil penggalangan dana internal jamaah Sowan Gusti yang digerakkan oleh rasa empati mendalam atas bencana banjir yang melanda sejumlah daerah di Sumatera beberapa waktu terakhir. Banjir tersebut menyebabkan banyak warga kehilangan rumah, akses logistik terputus, serta kebutuhan pokok yang semakin sulit didapatkan.
Perwakilan Majelis Sowan Gusti menyampaikan bahwa penyerahan donasi melalui BAZNAS Trenggalek dipilih karena lembaga ini dinilai amanah, profesional, dan memiliki jaringan distribusi nasional yang siap memastikan bantuan benar-benar sampai kepada warga yang membutuhkan. “Kami hanya ingin ikut membantu meringankan beban saudara-saudara kita di Sumatera. Semoga sedikit dari kami bisa menjadi penyemangat bagi mereka untuk bangkit,” ujarnya.
BAZNAS Trenggalek menyambut baik dan mengapresiasi tinggi kepercayaan dari Majelis Sowan Gusti. Plt. Ka. Pelaksana BAZNAS Trenggalek menyampaikan bahwa kolaborasi semacam ini adalah wujud nyata bahwa masyarakat Trenggalek memiliki kepedulian tinggi terhadap bencana yang terjadi di tanah air. Ia menegaskan bahwa bantuan yang diterima akan segera disalurkan melalui koordinasi bersama BAZNAS Provinsi dan BAZNAS RI agar distribusinya tepat, cepat, dan akuntabel.
“Alhamdulillah, ini merupakan bentuk kepedulian luar biasa dari Majelis Sowan Gusti. Atas nama BAZNAS Trenggalek, kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya. InsyaAllah amanah ini akan kami salurkan dengan penuh tanggung jawab kepada para korban banjir di Sumatera,” tutur Ketua BAZNAS.
Selain itu, BAZNAS Trenggalek juga menegaskan bahwa partisipasi masyarakat seperti ini sangat membantu dalam mempercepat proses pemulihan pascabencana. Di tengah kondisi yang serba sulit, solidaritas antarwilayah menjadi kekuatan besar untuk memperkuat ketahanan sosial masyarakat Indonesia. Bantuan tidak hanya berupa uang atau logistik, tetapi juga menghadirkan harapan dan semangat baru bagi para penyintas.
Majelis Sowan Gusti berharap kegiatan ini dapat menginspirasi kelompok masyarakat lainnya untuk turut memberikan bantuan sesuai kemampuan. Mereka juga menegaskan komitmennya untuk terus menjadi bagian dari gerakan kebaikan, baik dalam kegiatan sosial lokal maupun nasional.
Dengan diserahkannya donasi ini, BAZNAS Trenggalek kembali menegaskan perannya sebagai lembaga pengelola zakat, infak, dan sedekah yang amanah serta siap menjadi jembatan kebaikan dari masyarakat Trenggalek untuk Indonesia. Semoga bantuan yang diberikan membawa keberkahan dan menjadi amal jariyah bagi para donatur.
BERITA09/12/2025 | Humas
Jumat Berkah! BAZNAS Distribusikan Bantuan Bedah Rumah Program Rumah Layak Huni untuk Empat Warga Trenggalek
Trenggalek, 05 Desember 2025 — Upaya menghadirkan tempat tinggal yang lebih layak, aman, dan nyaman bagi masyarakat terus menjadi perhatian serius BAZNAS. Melalui Program Rumah Layak Huni dari BAZNAS RI, BAZNAS Kabupaten Trenggalek kembali menyalurkan bantuan bedah rumah kepada empat warga yang berada dalam kondisi serba terbatas. Mereka adalah Ibu Supiyah dari Desa Ngadimulyo-Kec. Kampak, Bapak M. Tohir dari Desa Pandean-Kec. Dongko, Ibu Mijah dari Desa Ngentrong-Kec. Karangan dan Ibu Tumini dari Desa Nglebo-Kec. Suruh yang masing-masing telah lama hidup dalam kondisi hunian yang tak lagi layak ditinggali.
Program ini tidak hanya sekadar menghadirkan bangunan fisik, tetapi juga merupakan wujud nyata bahwa dana zakat mampu menjadi pendorong perubahan sosial yang signifikan. Dengan memprioritaskan warga yang tinggal di rumah tidak layak huni, BAZNAS berupaya membuka jalan bagi masyarakat untuk merasakan kehidupan yang lebih bermartabat.
Kondisi Rumah Tak Layak yang Menjadi Prioritas
Sebagian besar penerima bantuan adalah warga yang bertahun-tahun tinggal di rumah yang sudah lapuk, sempit, dan minim fasilitas. Banyak dari bangunan tersebut tak lagi mampu melindungi penghuninya dari hujan, angin, maupun suhu ekstrem. Pada beberapa lokasi, kondisi lantai masih berupa tanah, dinding rapuh, serta atap yang rawan ambruk setiap saat.
Di Desa Ngadimulyo, misalnya, rumah Supiyah telah lama menjadi sorotan masyarakat sekitar. Dengan kondisi ekonomi yang pas-pasan, ia tidak mampu melakukan perbaikan apa pun. Setiap turun hujan, ia cemas memikirkan keselamatan diri dan anggota keluarga. Bantuan dari BAZNAS ini menjadi jawaban atas doa dan harapan yang selama ini ia gantungkan.
Sementara itu, di Desa Pandean, rumah milik M. Tohir juga tak kalah memprihatinkan. Lantai kayu yang rapuh, dinding yang berlubang, serta kondisi atap yang bocor membuat aktivitas sehari-hari menjadi semakin berat. Tohir, yang bekerja serabutan, nyaris mustahil melakukan renovasi dengan penghasilannya yang sangat terbatas.
Di Desa Ngentrong, situasi yang dialami oleh Mijah pun hampir serupa. Kesederhanaan hidup membuatnya bertahan dalam rumah seadanya, meski kondisi bangunan tersebut sudah jauh dari kata layak. Bantuan dari BAZNAS menjadi angin segar yang membawa harapan baru bagi kehidupan Ibu Mijah dan keluarganya.
Sementara itu, di Desa Nglebo, Ibu Tumini menjadi penerima manfaat keempat. Sebagai kepala keluarga yang harus berjuang seorang diri, ia bertahan hidup di rumah dengan kondisi yang memprihatinkan. Tidak jarang ia kesulitan tidur ketika angin kencang datang karena takut rumahnya runtuh kapan saja. Kini, bantuan dari BAZNAS membuat Ibu Tumini bisa bernapas lega dan menatap masa depan dengan lebih percaya diri.
Wujud Kepedulian Bersama, Bukan Sekadar Bantuan
Proses penyerahan bantuan rumah layak huni ini dilakukan secara langsung oleh BAZNAS Trenggalek dengan melibatkan perangkat desa dan tokoh masyarakat setempat. Hal ini menunjukkan bahwa program tersebut bukan hanya inisiatif lembaga, tetapi disambut sebagai gerakan sosial yang melibatkan seluruh elemen masyarakat.
Ketua BAZNAS Trenggalek menyampaikan bahwa bantuan ini merupakan amanah dari para muzakki di seluruh Indonesia melalui BAZNAS RI. Karena itu, proses penyaluran dilakukan dengan penuh tanggung jawab, transparan, dan tepat sasaran. “Program Rumah Layak Huni bukan sekadar membangun rumah, tetapi membangun kembali semangat hidup dan menjaga martabat masyarakat yang selama ini hidup dalam keterbatasan,” ungkapnya.
Bantuan ini juga menjadi stimulus agar masyarakat lain turut bergerak dalam semangat gotong royong. Sejumlah warga di sekitar lokasi penerima manfaat juga ikut membantu proses pembangunan, mulai dari pembersihan area, pengangkutan material, hingga kerja bakti bersama. Kehangatan kebersamaan inilah yang membuat setiap rumah yang dibangun terasa lebih hidup dan penuh nilai kebajikan.
Menghadirkan Rumah, Menghadirkan Harapan
Keempat penerima manfaat tidak mampu menyembunyikan rasa haru dan syukur mereka. Dengan suara yang bergetar, mereka menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu mewujudkan rumah impian mereka. Bagi mereka, bantuan ini bukan hanya soal bangunan baru, tetapi tentang harapan untuk hidup lebih layak, serta lingkungan yang lebih aman bagi keluarga mereka.
BAZNAS berharap bahwa Program Rumah Layak Huni dapat menjadi inspirasi dan contoh bahwa pengelolaan zakat yang amanah mampu memberikan dampak besar dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Dengan terus memperluas jangkauan program ini, BAZNAS berkomitmen untuk menghadirkan lebih banyak rumah yang layak, lebih banyak senyuman, dan lebih banyak harapan di tengah masyarakat.
Sahabat BAZNAS juga bisa jadi bagian dari aksi kebaikan ini dengan cara sedekah melalui ????kabtrenggalek.baznas.go.id/sedekah
atau melalui rekening :
Bank Jatim 0222411114
BSI 7555557587
BRI 017701016626538
BERITA05/12/2025 | Humas
Gubernur Jawa Timur resmikan Masjid IKHLAS BAKTI, kolaborasi BAZNAS Trenggalek bersama Pramuka Trenggalek
Trenggalek, 04 Desember 2025 — Desa Ngrandu, Kecamatan Suruh, menjadi saksi hadirnya energi baru bagi warga terdampak bencana. Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, hadir langsung untuk meresmikan Hunian Sementara (Huntara) “Kinasih Indah Persada” dan Masjid “Ikhlas Bakti” yang dibangun dari hasil kolaborasi Pramuka Trenggalek dan BAZNAS Trenggalek, dua fasilitas penting yang dibangun untuk memulihkan kehidupan sosial, spiritual, serta ekonomi masyarakat.
Turut mendampingi dalam kegiatan tersebut Kalaksa BPBD Provinsi Jawa Timur, Gatot Soebroto SE, M.PSDM, serta anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, Hj. Siti Mukiarti, S.Ag., M.Ag. Agenda dimulai dengan pemberian santunan kepada anak yatim sebagai bentuk doa dan harapan agar pembangunan ini membawa keberkahan bagi seluruh warga.
Setelah itu, Gubernur Jawa Timur menandatangani prasasti sebagai tanda peresmian Huntara dan Masjid, selain meresmikan Huntara dan Masjid, Ibu Khofifah juga menanam tunas kelapa sebagai wujud Lambang Pertumbuhan dan Harapan Baru. Kalaksa BPBD Provinsi Jawa Timur dalam sambutannya menyampaikan apresiasi tinggi atas kolaborasi lintas sektor yang terbangun selama proses pembangunan baik Huntara maupun Masjid. Berkat kerja sama tersebut, kini berdiri 38 unit Huntara, terdiri dari 27 unit di lapangan Nggiling yang merupakan lahan Pemprov, serta 11 unit yang dibangun di lahan mandiri masyarakat.
Gubernur Khofifah juga menyerahkan sejumlah bantuan kepada warga, mulai dari paket sembako hingga bantuan material berupa aspal. Tidak hanya itu, beliau meninjau satu per satu bangunan Huntara dan Masjid, sekaligus berdialog dengan warga penerima manfaat. Dalam kesempatan tersebut, disalurkan 40 paket bantuan berisi sembako, kompor, tabung gas, selimut, dan berbagai perlengkapan penting lainnya untuk menunjang kehidupan sehari-hari.
Dukungan bagi warga Huntara tidak berhenti di situ. Pemerintah Kabupaten Trenggalek juga menunjukkan langkah nyata dalam membantu pemulihan ekonomi masyarakat terdampak. Bupati Trenggalek secara simbolis menyerahkan 30 ekor kambing kepada perwakilan warga penghuni Huntara. Bantuan ternak ini diharapkan dapat menjadi aset produktif bagi keluarga, yang dapat dikembangkan melalui model penggemukan dan perkembangbiakan. Program ini dirancang agar ke depan warga tidak hanya pulih, tetapi juga memiliki sumber penghasilan baru yang mampu memperkuat kembali ketahanan ekonomi rumah tangga mereka.
“Semoga warga merasa nyaman dan aman di Huntara Kinasih Indah Persada ini,” tutur Kalaksa BPBD Provinsi Jawa Timur.
Peresmian masjid dan Huntara ini menjadi tonggak penting dalam upaya mengembalikan kehidupan warga Desa Ngrandu pasca bencana, sekaligus menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, lembaga, serta masyarakat mampu menciptakan perubahan yang berarti.
BERITA04/12/2025 | Humas
Di Antara Jembatan yang Terputus, BAZNAS Terus Salurkan Bantuan
Musibah banjir yang melanda sebagian wilayah Aceh Utara dan sekitarnya kembali menunjukkan betapa pentingnya kehadiran lembaga kemanusiaan di tengah situasi darurat. Dalam kondisi yang penuh tantangan ini, BAZNAS melalui BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) menunjukkan komitmen dan kepeduliannya dengan terus menyalurkan bantuan meski akses menuju lokasi terdampak terputus. Pada Selasa, (02/12), tim BTB melakukan langkah sigap dengan membawa bantuan berupa beras untuk kebutuhan Dapur Umum (DU) di Aceh Utara. Bantuan tersebut dibawa menggunakan perahu karet Polairud, setelah jalur darat sepenuhnya tidak bisa digunakan.
Musibah banjir kali ini tidak hanya menenggelamkan pemukiman warga, tetapi juga merusak infrastruktur penting seperti jembatan. Tiga jembatan utama penghubung antara Bireun dan Aceh Utara—termasuk jembatan utama di Kutablang—mengalami kerusakan parah hingga tidak dapat dilalui. Akibat terputusnya jalur transportasi tersebut, distribusi logistik menjadi tantangan besar bagi petugas maupun relawan kemanusiaan. Jalan yang biasanya dapat dilalui kendaraan roda empat kini hanya dapat ditembus menggunakan perahu atau jalur alternatif yang berbahaya. Namun, kondisi ini tidak menghentikan gerak cepat tim BAZNAS Tanggap Bencana untuk memastikan kebutuhan dasar para penyintas tetap terpenuhi.
Bantuan beras yang dibawa bukan hanya sekadar logistik, tetapi merupakan penopang utama keberlangsungan Dapur Umum yang menjadi penyedia makanan harian bagi warga terdampak. Di tengah banjir yang masih merendam sebagian besar wilayah, warga sangat bergantung pada pasokan makanan siap saji yang disiapkan relawan. Dengan masuknya tambahan logistik ini, operasional Dapur Umum bisa terus berjalan dan menyediakan kebutuhan makan bagi ratusan warga setiap harinya.
Perjalanan menuju Aceh Utara menggunakan perahu karet bukanlah hal mudah. Arus sungai yang cukup deras, kondisi cuaca yang tidak menentu, dan risiko keselamatan menjadi tantangan yang harus dihadapi oleh tim BAZNAS dan Polairud. Namun kepedulian terhadap warga yang sedang mengalami masa sulit menjadi alasan terbesar bagi para relawan untuk tetap melanjutkan misi kemanusiaan tersebut. Semangat kolaborasi antara BAZNAS dan Polairud menunjukkan bahwa sinergi antarinstansi sangat penting dalam penanganan bencana.
Selain menyalurkan logistik untuk Dapur Umum, tim BAZNAS Tanggap Bencana juga melakukan pemantauan kondisi warga dan memetakan kebutuhan mendesak lainnya. Banyak warga yang masih bertahan di rumah karena akses keluar terputus, sementara beberapa lainnya mengungsi di titik aman yang telah disiapkan. Kehadiran BAZNAS di tengah mereka bukan hanya memberikan bantuan fisik, tetapi juga dukungan moral yang sangat berarti. Warga merasa tidak sendirian menghadapi bencana yang menimpa daerah mereka.
Kondisi ini menjadi pengingat bahwa bencana dapat datang kapan saja dan memutus akses vital yang selama ini dianggap aman. Namun, ketangguhan masyarakat Aceh Utara serta respons cepat berbagai pihak, termasuk BAZNAS, membuktikan bahwa harapan selalu ada. Selama bantuan terus mengalir dan solidaritas tetap terjaga, proses pemulihan dapat berjalan lebih cepat dan kehidupan warga dapat kembali normal.
Dengan tetap bergerak meski jembatan terputus, BAZNAS menunjukkan komitmennya bahwa tidak ada hambatan yang mampu menghentikan niat baik untuk membantu sesama. Solidaritas, keberanian, dan kepedulian menjadi pijakan kuat dalam setiap langkah mereka di lapangan.
Mari jadi bagian dari aksi kebaikan itu, Sahabat BAZNAS bisa salurkan bantuan donasi via ????kabtrenggalek.baznas.go.id/sedekah
atau transfer ke rekening :
Bank Jatim 0222411114
BSI 7555557587
BRI 017701016626538
an. BAZNAS Trenggalek
BERITA03/12/2025 | Humas
Gerakan Kebaikan untuk Korban Bencana: Dari Donasi hingga Aksi Nyata
Indonesia adalah negeri yang dianugerahi kekayaan alam yang luar biasa, namun juga berada pada wilayah cincin api yang rawan bencana. Gempa bumi, banjir, tanah longsor, hingga erupsi gunung berapi sering kali menjadi peringatan bahwa hidup ini penuh ujian. Namun di balik setiap musibah yang datang, selalu muncul cahaya kebaikan dari masyarakat yang tergerak untuk membantu. Gerakan kepedulian ini bukan sekadar respons spontan, tetapi menjadi wujud nyata betapa kuatnya nilai kemanusiaan dan solidaritas sosial dalam diri bangsa Indonesia.
Bencana sering kali datang secara tiba-tiba, meninggalkan luka, kehilangan, dan trauma bagi para korban. Di tengah situasi tersebut, uluran tangan masyarakat sangat berarti. Bahkan bantuan sekecil apa pun dapat menjadi harapan besar bagi mereka yang tengah berjuang bangkit dari keterpurukan. Dari sinilah gerakan kebaikan muncul, mulai dari donasi spontan hingga aksi nyata yang dilakukan komunitas, organisasi kemanusiaan, maupun lembaga resmi seperti BAZNAS.
Donasi: Langkah Awal yang Menghidupkan Harapan
Ketika terjadi bencana, donasi menjadi respons pertama yang paling mudah dilakukan. Masyarakat dari berbagai daerah, tanpa memandang latar belakang, berlomba-lomba memberikan apa yang mereka mampu: uang, makanan, pakaian, obat-obatan, hingga selimut. Donasi bukan hanya materi, tetapi simbol kedekatan emosional dan kepedulian yang tulus.
Di era digital saat ini, berdonasi semakin mudah. Platform pembayaran daring, crowdfunding, hingga layanan donasi resmi dari lembaga zakat telah memudahkan siapa pun untuk berbagi dalam hitungan detik. Meski terlihat sederhana, kontribusi kecil yang bersatu dapat menciptakan dampak besar. Banyak dapur umum, posko kesehatan, dan bantuan logistik dapat berjalan berkat uluran tangan masyarakat yang tidak pernah berhenti.
Relawan: Wujud Kepedulian yang Menggerakkan
Selain donasi, peran relawan sangat penting dalam penanganan dampak bencana. Mereka hadir di lokasi, membantu evakuasi, mendirikan tenda darurat, mengelola bantuan, hingga memberikan dukungan psikososial kepada anak-anak dan keluarga korban. Para relawan adalah bukti nyata bahwa kepedulian bukan hanya kata-kata, tetapi tindakan yang membawa perubahan.
Menjadi relawan bukanlah hal mudah. Mereka harus berhadapan dengan medan berat, cuaca yang tidak menentu, serta situasi emosional yang kompleks. Namun semua itu ditempuh demi meringankan beban saudara-saudara yang sedang tertimpa musibah. Keberadaan relawan menjadi kekuatan besar yang mampu mempercepat proses pemulihan dan membangkitkan semangat masyarakat yang terdampak.
Aksi Nyata dari Lembaga Kemanusiaan
Organisasi kemanusiaan seperti BAZNAS memiliki peran strategis dalam mengkoordinasikan bantuan secara cepat dan tepat sasaran. Dengan pengalaman dan sistem yang terstruktur, BAZNAS memastikan bahwa kebutuhan mendesak di lapangan dapat terpenuhi. Mulai dari penyediaan makanan siap saji, air bersih, layanan kesehatan, hingga pembangunan hunian sementara atau program pemulihan jangka panjang — semuanya dilakukan dengan pendekatan profesional.
Keberadaan lembaga resmi sangat penting untuk memastikan donasi digunakan secara transparan dan sampai kepada yang benar-benar membutuhkan. Inilah salah satu bentuk akuntabilitas dalam gerakan kebaikan yang menjadikan masyarakat semakin percaya untuk berpartisipasi.
Kolaborasi Masyarakat: Semakin Banyak yang Terlibat, Semakin Besar Dampaknya
Gerakan kebaikan bukan hanya tentang seberapa besar bantuan yang diberikan, tetapi tentang bagaimana seluruh elemen masyarakat dapat bersinergi. Ketika pemerintah, lembaga zakat, organisasi kemasyarakatan, komunitas, dan individu bekerja bersama, proses penanganan bencana akan berjalan lebih efektif.
Kolaborasi ini terlihat dari berbagai aksi yang dilakukan: gotong royong membersihkan puing rumah, membuat posko pengungsian bersama, pendampingan psikologis untuk anak-anak, hingga dukungan ekonomi bagi para penyintas agar bisa kembali bekerja. Semua upaya ini menunjukkan bahwa semangat kebersamaan adalah kekuatan terbesar bangsa ini.
Penutup: Kebaikan yang Menular dan Menguatkan
Bencana memang menyisakan duka, tetapi kebaikan yang tumbuh dari masyarakat selalu menjadi penguat yang luar biasa. Gerakan kebaikan — mulai dari donasi hingga aksi nyata — membuktikan bahwa rasa kemanusiaan tidak pernah padam. Kita mungkin tidak bisa menghentikan bencana, tetapi kita bisa memperkuat dampaknya dengan kepedulian.
Saat alam menguji, kitalah yang menjadi jawabannya. Dengan terus menumbuhkan kepedulian sosial, kita bukan hanya membantu korban bencana bangkit, tetapi juga menjaga nilai kemanusiaan tetap hidup dalam diri bangsa Indonesia.
Sahabat BAZNAS bisa salurkan donasi untuk saudara kita yang ada di Pulau Sumatera dengan cara kunjungi laman : kabtrenggalek.baznas.go.id/sedekah
atau transfer ke rekening :
Bank Jatim 0222411114
BSI 7555557587
BRI 017701016626538
BERITA01/12/2025 | Humas

Info Rekening Zakat
Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Trenggalek.
Lihat Daftar Rekening →