Berita Terbaru
2,5% Dari Penghasilan Kita, Ada Hak Orang Lain yang Wajib Kita Penuhi
Notifikasi gajian sudah muncul apa belum, Bapak/Ibu? Kalau sudah, izinkan kami mengingatkan dengan penuh cinta dan kepedulian: jangan lupa sisihkan 2,5% dari penghasilan untuk zakat. Mungkin terdengar sederhana, namun di balik angka kecil itu tersimpan keberkahan besar yang mampu mengubah banyak kehidupan.
Zakat penghasilan bukan sekadar kewajiban administratif atau rutinitas bulanan. Ia adalah bentuk ketaatan kita kepada Allah SWT sekaligus wujud nyata kepedulian sosial terhadap sesama. Dalam setiap rezeki yang kita terima, terdapat hak orang lain yang harus kita tunaikan. Ada saudara-saudara kita yang sedang berjuang memenuhi kebutuhan hidup, ada anak-anak yatim yang menanti uluran tangan, ada para dhuafa yang berharap pada kebaikan kita. Zakatlah yang menjadi jembatan antara kecukupan dan kekurangan, antara kelebihan dan kebutuhan.
Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an bahwa zakat berfungsi untuk membersihkan dan menyucikan harta serta jiwa. Artinya, zakat bukan hanya menyucikan harta dari hak orang lain, tetapi juga membersihkan hati dari sifat kikir, cinta dunia berlebihan, dan rasa memiliki yang berlebihan. Dengan menunaikan zakat, kita belajar bahwa harta hanyalah titipan, bukan milik mutlak. Kita diajak untuk berbagi, peduli, dan merasakan kebahagiaan melalui memberi.
Tak perlu menunggu kaya untuk berzakat. Justru zakatlah yang membuat harta menjadi berkah dan berkembang. Banyak kisah nyata menunjukkan bahwa mereka yang rutin berzakat hidupnya terasa lebih tenang, rezekinya mengalir lebih lancar, dan urusannya dimudahkan oleh Allah. Bukan karena hitung-hitungan matematis, melainkan karena janji Allah yang pasti. Harta yang dizakati tidak akan berkurang, justru bertambah dalam keberkahan dan manfaat.
Zakat penghasilan juga menjadi solusi nyata bagi permasalahan sosial. Dana zakat yang terkumpul disalurkan untuk membantu fakir miskin, membiayai pendidikan anak-anak kurang mampu, mendukung program kesehatan, pemberdayaan ekonomi, hingga dakwah dan kemanusiaan. Dengan berzakat, kita ikut ambil bagian dalam membangun masyarakat yang lebih sejahtera, adil, dan berdaya.
Maka, ketika notifikasi gajian muncul di layar ponsel, semoga yang pertama terlintas di hati kita bukan hanya daftar kebutuhan dan keinginan, tetapi juga kewajiban kepada Allah dan kepedulian kepada sesama. Sisihkan 2,5% dengan ikhlas, niatkan sebagai ibadah, dan serahkan pada lembaga zakat terpercaya agar manfaatnya tepat sasaran.
Karena sejatinya, zakat bukan tentang seberapa banyak yang kita keluarkan, melainkan seberapa besar keikhlasan dan kepedulian yang kita tanamkan. Dari 2,5% itulah, lahir ribuan senyum, tumbuh jutaan harapan, dan mengalir keberkahan tanpa batas.
BERITA26/02/2026 | Humas
BAZNAS RI Tetapkan Nisab Zakat Penghasilan dan Jasa 2026 Rp7.640.144 per bulan
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menetapkan nisab zakat penghasilan dan jasa tahun 2026 sebesar Rp7.640.144 per bulan atau senilai Rp91.681.728 per tahun. Penetapan tersebut merupakan hasil musyawarah nisab zakat pendapatan dan jasa pada Jumat (20/2/2026), dengan mempertimbangkan aspek syariah, regulasi, serta kondisi ekonomi masyarakat.
Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kementerian Agama (Dirzawa Kemenag RI) Prof. Dr. H. Waryono Abdul Ghafur, M.Ag., menegaskan, Peraturan Menteri Agama (PMA) Nomor 31 Tahun 2019 serta Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) nomor 3 tahun 2003 tentang Zakat Penghasilan tetap menjadi rujukan dalam penetapan nisab zakat penghasilan di Indonesia.
Ia menyampaikan, penggunaan standar emas sebagai acuan merupakan upaya menghadirkan ukuran yang lebih objektif dengan mempertimbangkan kemaslahatan Mustahik dan muzaki.
Penetapan nisab ini mengacu pada harga emas 14 karat dengan nilai setara 85 gram emas, sehingga menghasilkan angka Rp91.681.728 per tahun atau Rp7.640.144 per bulan. Harga diperoleh dari harga rata-rata emas selama tahun 2025. Angka tersebut menjadi standar batas minimal penghasilan bagi seorang muslim untuk dikenai kewajiban zakat sebesar 2,5 persen.
Nilai nisab tahun ini mengalami kenaikan sebesar 7 persen dibandingkan tahun 2025. Penyesuaian ini selaras dengan tren kenaikan upah tahunan yang tercatat sebesar 6,17 persen.
Ia menambahkan, penetapan emas 14 karat masih selaras dengan regulasi yang berlaku saat ini. Dalam PMA Nomor 31 Tahun 2019 tidak diatur secara spesifik mengenai jenis karat emas, sehingga pada tataran implementasi BAZNAS diberikan kewenangan untuk menetapkan standar jenis karat atas 85 gram emas dengan tetap mempertimbangkan aspek kemaslahatan mustahik.
Menurutnya, dinamika kajian terkait standar nisab merupakan bagian dari proses ijtihad untuk memastikan kebijakan yang diambil tetap adaptif terhadap perkembangan zaman. Karena itu, implementasinya perlu terus dikawal melalui sinergi antara Kementerian Agama, BAZNAS, dan seluruh pemangku kepentingan zakat agar pengelolaan zakat nasional berjalan terarah, terukur, dan mampu menghadirkan kemaslahatan yang semakin luas bagi masyarakat.
Sementara itu, Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, M.A., menegaskan, penetapan nisab tidak boleh ditunda karena menyangkut kepastian hukum dan keseragaman tata kelola zakat nasional.
“Kita tidak boleh membiarkan adanya kekosongan standar. Dalam pengelolaan zakat nasional harus ada patokan yang jelas, karena yang menjadi regulator dalam hal ini adalah BAZNAS. Standar ini menjadi rujukan bagi seluruh pengelola zakat,” ujarnya.
Menurutnya, dalam pembahasan tersebut BAZNAS tidak hanya mempertimbangkan aspek normatif, tetapi juga dampaknya terhadap layanan kepada Mustahik yang selama ini telah dilaksanakan melalui berbagai program pengentasan kemiskinan.
Karena itu, keputusan penggunaan emas 14 karat merupakan bentuk keseimbangan antara kepatuhan terhadap ketentuan syariah dan kemaslahatan umat, dengan tetap memperhatikan rata-rata pendapatan masyarakat agar tidak memberatkan muzaki namun optimal bagi pemberdayaan mustahik.
Penetapan standar emas 14 karat dipandang relevan karena memiliki nilai yang relatif sepadan dengan harga beras premium, sekaligus tetap mengacu pada parameter perak dan Pendapatan Tidak Kena Zakat (PTKZ). Dengan demikian, kebijakan ini dinilai mampu menjaga keseimbangan antara aspek keadilan bagi muzaki dan perlindungan terhadap mustahik.
"Sehingga pengambilan keputusan nisab ini telah memenuhi unsur Aman Syar'i, Aman Regulasi serta memperhatikan kepentingan Muzaki dan mustahik," ujar Kiai Noor.
Keputusan musyawarah ini kemudian dituangkan dalam Surat Keputusan Ketua BAZNAS no.15 tahun 2026 tentang Nilai Nisab Zakat Pendapatan dan Jasa tahun 2026 pada Sabtu (21/2/2026).
Acara tersebut dihadiri oleh Ketua dan Pimpinan BAZNAS RI, yakni Prof. Dr. KH. Noor Achmad, M.A.; Prof. (HC). Dr. Zainulbahar Noor, S.E., M.Ec.; Prof. Ir. H. Muhamad Nadratuzzaman Hosen, M.S., M.Ec., Ph.D.; Saidah Sakwan, M.A.; Dr. H. Rizaludin Kurniawan, S.Ag., M.Si., CFRM; Kolonel CAJ (Purn.) Drs. Nur Chamdani; KH. Achmad Sudrajat, Lc., M.A.; Deputi I BAZNAS Mohamad Arifin Purwakananta; Deputi II BAZNAS Dr. H. M. Imdadun Rahmat, M.Si.; serta Sekretaris BAZNAS H. Subhan Cholid, Lc., M.A.
Turut hadir para pakar syariah, antara lain Prof. Dr. Irfan Syauqi Beik Dekan FEM IPB dan Dr. Oni Sahroni, Lc., M.A., yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Pengawas Syariah Inisiatif Zakat Indonesia.
Kegiatan ini juga diikuti oleh perwakilan BAZNAS BAZIS DKI Jakarta, BAZNAS Kota Bekasi, BAZNAS Kabupaten Bogor, BAZNAS Kabupaten Tangerang, dan BAZNAS Kota Tangerang Selatan, serta Dewan Pengawas Syariah dari sejumlah Lembaga Amil Zakat (LAZ), seperti Lazis Muhammadiyah, Lazis ASFA, LAZ Baitul Maal Hidayatullah, dan LAZ Rumah Zakat. Selain itu, BAZNAS provinsi serta kabupaten/kota dari seluruh Indonesia turut berpartisipasi secara daring.
BERITA26/02/2026 | Humas
Kemenag: Tidak Ada Kebijakan Zakat untuk MBG (Makan Bergizi Gratis)
Beredar informasi di masyarakat mengenai adanya kebijakan penggunaan dana zakat untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menanggapi hal tersebut, Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) menegaskan bahwa tidak terdapat kebijakan resmi yang menetapkan zakat sebagai sumber pendanaan program MBG.
Kementerian Agama menegaskan bahwa pengelolaan zakat dilaksanakan berdasarkan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat. Sesuai ketentuan tersebut, zakat merupakan amanah umat yang wajib didistribusikan kepada mustahik (penerima zakat) dengan prinsip pemerataan dan keadilan.
Dengan demikian, tidak ada kaitan antara dana zakat dan program MBG, karena prioritas utama penyaluran zakat adalah untuk delapan golongan (asnaf) yang telah ditetapkan dalam Al-Qur’an.
Penegasan ini disampaikan guna meluruskan informasi yang beredar sekaligus memastikan masyarakat memperoleh pemahaman yang benar. Secara prinsip, dana zakat memiliki ketentuan syariah yang jelas terkait pengelolaan dan penyalurannya kepada golongan yang berhak, sehingga penggunaannya wajib mengikuti aturan syariat dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
“Tidak ada kebijakan zakat untuk MBG. Kami pastikan penyaluran zakat dilakukan sesuai syariat dan peraturan perundang-undangan,” tegas Thobib Al-Asyhar, Kepala Biro Humas dan Komunikasi Publik Kemenag RI.
Zakat diperuntukkan bagi delapan golongan asnaf sebagaimana tercantum dalam QS. At-Taubah ayat 60 dan diatur dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat.
BERITA24/02/2026 | Humas
BAZNAS Trenggalek Kembali Raih Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) pada Audit Keuangan Tahun 2025
BAZNAS Kabupaten Trenggalek kembali menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas Laporan Keuangan Tahun 2025. Predikat tertinggi dalam audit keuangan ini diberikan oleh Kantor Akuntan Publik (KAP) Dian Utami setelah melalui proses pemeriksaan yang komprehensif, profesional, dan independen.
Capaian ini menjadi bukti nyata komitmen BAZNAS Trenggalek dalam menjaga transparansi, akuntabilitas, dan tata kelola keuangan yang baik dalam mengelola dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) masyarakat. Predikat WTP sekaligus menunjukkan bahwa laporan keuangan BAZNAS Trenggalek telah disajikan secara wajar sesuai dengan standar akuntansi yang berlaku di Indonesia.
Ketua BAZNAS Kabupaten Trenggalek menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas kerja keras seluruh jajaran pimpinan, amil, dan mitra yang telah berkontribusi dalam menjaga integritas pengelolaan keuangan lembaga. Menurutnya, capaian WTP ini bukan sekadar prestasi administratif, melainkan amanah besar untuk terus meningkatkan kepercayaan publik.
“Opini WTP ini adalah hasil dari komitmen bersama untuk menjalankan pengelolaan zakat yang profesional, transparan, dan akuntabel. Kami berupaya memastikan setiap rupiah dana umat dikelola dengan sebaik-baiknya dan disalurkan tepat sasaran kepada para mustahik,” ungkapnya.
Audit keuangan dilakukan secara menyeluruh, meliputi pemeriksaan sistem pengelolaan keuangan, pencatatan transaksi, pelaporan, hingga mekanisme penyaluran dana. Seluruh proses tersebut dinilai telah memenuhi prinsip tata kelola yang baik (good governance), sehingga menghasilkan opini WTP tanpa pengecualian.
Keberhasilan ini semakin memperkuat posisi BAZNAS Trenggalek sebagai lembaga resmi pengelola zakat yang terpercaya. Dengan capaian ini, masyarakat diharapkan semakin yakin dan terdorong untuk menyalurkan zakat, infak, dan sedekahnya melalui BAZNAS, sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat yang membutuhkan.
Sepanjang tahun 2025, BAZNAS Trenggalek telah menyalurkan berbagai program unggulan di bidang pendidikan, kesehatan, kemanusiaan, dakwah, dan ekonomi produktif. Program-program tersebut menyasar fakir miskin, dhuafa, lansia, penyandang disabilitas, santri, hingga masyarakat terdampak bencana. Seluruh kegiatan tersebut dijalankan dengan prinsip kehati-hatian, efektivitas, dan keberlanjutan.
Dengan raihan opini WTP ini, BAZNAS Trenggalek berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan, inovasi program, serta tata kelola kelembagaan. Harapannya, kepercayaan publik yang terus tumbuh dapat memperkuat peran zakat sebagai instrumen strategis dalam mengentaskan kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
BAZNAS Trenggalek mengajak seluruh elemen masyarakat, pemerintah daerah, dunia usaha, serta para muzaki untuk bersama-sama membangun Trenggalek yang lebih sejahtera melalui pengelolaan zakat yang profesional, transparan, dan penuh amanah.
BERITA18/02/2026 | Humas
BAZNAS Trenggalek Lepaskan 14 Santri Da’i Ramadan 1447 H ke 7 Titik di Desa Joho, Kecamatan Pule
Trenggalek — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Trenggalek kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat syiar Islam dan pembinaan keagamaan masyarakat melalui program Santri Da’i Ramadan. Pada Senin, 16 Februari 2025, BAZNAS Trenggalek secara resmi melepas 14 santri Da’i Ramadan untuk melaksanakan tugas dakwah dan pengabdian masyarakat di 7 titik lokasi di Desa Joho, Kecamatan Pule, Kabupaten Trenggalek. Kegiatan pelepasan ini dihadiri oleh jajaran pimpinan BAZNAS Trenggalek dan berlangsung dengan khidmat.
Program Santri Da’i Ramadan merupakan agenda rutin BAZNAS Trenggalek setiap menjelang bulan suci Ramadan. Program ini bertujuan untuk menghadirkan pendampingan keagamaan secara langsung di tengah masyarakat, khususnya di wilayah yang membutuhkan penguatan pembelajaran Al-Qur’an dan bimbingan ibadah. Melalui program ini, BAZNAS Trenggalek berharap dapat meningkatkan kualitas keimanan, pemahaman keislaman, serta semangat belajar mengaji bagi warga, terutama anak-anak dan remaja.
Dalam sambutannya, pimpinan BAZNAS Trenggalek menyampaikan bahwa peran santri Da’i Ramadan sangat strategis dalam menghidupkan suasana religius selama bulan Ramadan. Para santri diharapkan mampu menjadi teladan yang baik, tidak hanya dalam hal ibadah, tetapi juga dalam sikap, tutur kata, serta interaksi sosial di tengah masyarakat. “Santri Da’i Ramadan adalah duta dakwah BAZNAS Trenggalek. Kami berharap para santri dapat menjalankan amanah ini dengan penuh tanggung jawab, keikhlasan, dan semangat pengabdian,” ungkapnya.
Sebanyak 14 santri yang dilepas akan bertugas di 7 titik lokasi di Desa Joho, Kecamatan Pule, dengan pembagian wilayah yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat setempat. Selama menjalankan tugas, para santri akan mengisi berbagai kegiatan keagamaan, seperti mengajar mengaji anak-anak, membimbing tadarus Al-Qur’an, mendampingi pelaksanaan ibadah harian, serta memberikan motivasi keislaman kepada warga. Seluruh rangkaian kegiatan ini akan berlangsung selama satu bulan penuh, mengikuti kalender ibadah Ramadan.
Kepala Desa Joho menyambut baik program Santri Da’i Ramadan yang diinisiasi oleh BAZNAS Trenggalek. Menurutnya, kehadiran para santri sangat membantu masyarakat, terutama dalam meningkatkan minat belajar mengaji dan memperdalam pemahaman agama. Ia berharap program ini dapat memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi generasi muda di Desa Joho.
Melalui kegiatan ini, BAZNAS Trenggalek tidak hanya menjalankan fungsi pendistribusian dan pendayagunaan zakat, infak, dan sedekah, tetapi juga berperan aktif dalam pembangunan sumber daya manusia di bidang keagamaan. Program Santri Da’i Ramadan menjadi wujud nyata sinergi antara lembaga zakat dan masyarakat dalam membangun lingkungan yang religius, harmonis, dan berakhlak mulia.
Dengan dilepasnya 14 santri Da’i Ramadan ini, diharapkan suasana Ramadan di Desa Joho semakin semarak, penuh keberkahan, serta mampu menghadirkan nilai-nilai keislaman yang lebih kuat di tengah kehidupan bermasyarakat.
BERITA16/02/2026 | Humas
PT. Maybank Indonesia Finance Bersama BAZNAS RI dan BAZNAS Trenggalek Salurkan Program Sumur Air Bersih untuk Warga Desa Pogalan
Trenggalek — Komitmen menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat kembali ditunjukkan melalui kolaborasi antara PT. Maybank Indonesia Finance, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Republik Indonesia, dan BAZNAS Kabupaten Trenggalek. Pada Kamis, 12 Februari 2026, ketiga lembaga tersebut secara resmi menyerahkan Program Bantuan Penyediaan Sumur Air Bersih kepada warga Desa Pogalan, Kabupaten Trenggalek, sebagai upaya meningkatkan akses air bersih sekaligus mendukung kualitas hidup masyarakat.
Kegiatan penyerahan bantuan ini berlangsung dengan khidmat dan penuh semangat kebersamaan. Acara tersebut dihadiri oleh Manager PT. Maybank Finance Indonesia Surabaya, staf BAZNAS RI, jajaran pimpinan BAZNAS Trenggalek, Kepala BPBD Kabupaten Trenggalek, Kepala Desa Pogalan, serta tiga pilar desa yang terdiri dari unsur pemerintah desa, TNI, dan Polri. Kehadiran para pemangku kepentingan ini menjadi simbol kuat sinergi lintas sektor dalam menjawab kebutuhan mendasar masyarakat.
Dalam sambutannya, Manager PT. Maybank Indonesia Finance Surabaya menyampaikan bahwa program penyediaan sumur air bersih ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menjalankan tanggung jawab sosial dan lingkungan (CSR). Menurutnya, air bersih adalah kebutuhan dasar yang sangat penting bagi kehidupan, kesehatan, serta aktivitas sehari-hari masyarakat. Oleh karena itu, PT. Maybank Indonesia Finance berupaya hadir langsung di tengah masyarakat melalui program-program yang berdampak nyata.
“Kami berharap bantuan sumur air bersih ini dapat meringankan beban warga, terutama dalam memenuhi kebutuhan air untuk konsumsi, sanitasi, dan keperluan rumah tangga lainnya. Semoga program ini membawa manfaat jangka panjang dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat Desa Pogalan,” ujarnya.
Sementara itu, perwakilan BAZNAS RI menegaskan bahwa program ini merupakan wujud nyata pengelolaan dana zakat, infak, dan sedekah yang amanah, transparan, serta tepat sasaran. Kolaborasi dengan PT. Maybank Finance dan BAZNAS Trenggalek diharapkan mampu memperluas jangkauan manfaat zakat, khususnya dalam sektor kemanusiaan dan lingkungan.
Ketua BAZNAS Trenggalek dalam kesempatan yang sama menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas sinergi yang terjalin. Ia menekankan bahwa ketersediaan air bersih menjadi salah satu isu penting di beberapa wilayah Trenggalek, terutama saat musim kemarau. Dengan adanya sumur air bersih ini, warga Desa Pogalan diharapkan tidak lagi mengalami kesulitan memperoleh air bersih.
“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih atas kepercayaan PT. Maybank Finance dan BAZNAS RI. Semoga kolaborasi ini menjadi inspirasi bagi lebih banyak pihak untuk turut berkontribusi dalam program-program sosial yang berkelanjutan,” ungkapnya.
Kepala BPBD Trenggalek juga menyampaikan bahwa penyediaan sumber air bersih merupakan langkah strategis dalam upaya mitigasi dampak kekeringan dan bencana kekurangan air. Ia berharap keberadaan sumur ini dapat meningkatkan ketahanan desa dalam menghadapi perubahan iklim dan kondisi cuaca ekstrem.
Acara penyerahan bantuan ditutup dengan penandatanganan berita acara, doa bersama, serta peninjauan langsung lokasi sumur air bersih. Warga Desa Pogalan menyambut program ini dengan antusias dan penuh rasa syukur. Mereka berharap sumur air bersih tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal dan dijaga bersama agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.
Melalui program ini, PT. Maybank Indonesia Finance, BAZNAS RI, dan BAZNAS Trenggalek kembali menegaskan komitmen untuk terus menghadirkan solusi atas persoalan sosial di tengah masyarakat. Sinergi dan kolaborasi diharapkan menjadi kunci dalam mewujudkan kesejahteraan yang lebih merata dan berkelanjutan, khususnya bagi masyarakat di wilayah pedesaan.
BERITA12/02/2026 | Humas
BAZNAS Trenggalek Perkuat Strategi Fundraising Ramadan dalam Capacity Building UPZ Masjid Al-Imdad
BAZNAS Kabupaten Trenggalek terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat peran Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di tingkat masjid. Salah satunya melalui kegiatan Capacity Building Pengurus UPZ Masjid Al-Imdad yang digelar pada Selasa, 11 Februari 2026. Dalam kegiatan ini, Wakil Ketua (WK) II BAZNAS Trenggalek, Kyai Bahauddin dan Kepala Pelaksana BAZNAS Trenggalek, Deni Riani hadir sebagai narasumber utama dengan memaparkan materi tentang strategi peningkatan fundraising zakat, infak, dan sedekah (ZIS) pada bulan Ramadan.
Kegiatan yang berlangsung di Masjid Al-Imdad (Dsn. Gabahan, Ds. Tawing, Kec. Munjungan) ini diikuti oleh seluruh pengurus UPZ serta sejumlah perwakilan takmir masjid dan tokoh masyarakat setempat. Acara ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas, pemahaman, dan keterampilan pengurus UPZ dalam mengelola serta mengoptimalkan potensi penghimpunan ZIS, khususnya menjelang bulan suci Ramadan yang dikenal sebagai momentum puncak kedermawanan umat Islam.
Dalam pemaparannya, WK II BAZNAS Trenggalek menekankan pentingnya strategi fundraising yang terencana, sistematis, dan inovatif. Menurutnya, Ramadan merupakan waktu yang sangat strategis untuk meningkatkan penghimpunan zakat, infak, dan sedekah karena tingginya kesadaran masyarakat untuk berbagi. Oleh karena itu, UPZ masjid diharapkan mampu menyusun program dan metode pengumpulan yang kreatif, transparan, serta akuntabel.
“Ramadan adalah bulan penuh keberkahan dan menjadi momentum emas bagi UPZ untuk meningkatkan perolehan ZIS. Dengan strategi yang tepat, pengelolaan yang profesional, serta pendekatan yang persuasif, insyaAllah potensi zakat di lingkungan sekitar masjid dapat dioptimalkan untuk kemaslahatan umat,” ujar WK II BAZNAS Trenggalek di hadapan peserta.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BAZNAS Trenggalek memaparkan berbagai teknik dan pendekatan fundraising yang dapat diterapkan oleh UPZ Masjid Al-Imdad. Di antaranya adalah optimalisasi kotak infak, penguatan layanan jemput zakat, pemanfaatan media sosial, kampanye digital, hingga kolaborasi dengan komunitas dan pelaku usaha lokal. Ia juga menekankan pentingnya membangun kepercayaan masyarakat melalui pengelolaan dana yang transparan serta pelaporan yang rutin dan terbuka.
“Kepercayaan adalah kunci utama dalam fundraising. Ketika masyarakat yakin bahwa dana yang mereka titipkan dikelola secara amanah, profesional, dan tepat sasaran, maka partisipasi akan meningkat dengan sendirinya. Oleh karena itu, UPZ harus mampu menghadirkan laporan yang jelas dan program yang nyata dirasakan manfaatnya,” jelas Kepala Pelaksana BAZNAS Trenggalek.
Kegiatan capacity building ini juga diisi dengan sesi diskusi dan tanya jawab interaktif. Para pengurus UPZ Masjid Al-Imdad tampak antusias menyampaikan berbagai tantangan yang dihadapi dalam proses penghimpunan ZIS, mulai dari keterbatasan sumber daya manusia, minimnya pemahaman masyarakat tentang kewajiban zakat, hingga strategi komunikasi yang efektif. Seluruh pertanyaan dan masukan tersebut dijawab secara komprehensif oleh para narasumber.
Ketua Takmir Masjid Al-Imdad menyampaikan apresiasi atas kehadiran dan kontribusi BAZNAS Trenggalek dalam kegiatan ini. Ia berharap, melalui pembekalan yang diberikan, pengurus UPZ dapat semakin profesional dan mampu meningkatkan peran masjid sebagai pusat pemberdayaan umat.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada BAZNAS Trenggalek atas pendampingan dan pembinaan yang diberikan. Semoga ilmu yang kami peroleh hari ini dapat kami terapkan dengan baik, sehingga pengelolaan zakat di Masjid Al-Imdad semakin optimal dan membawa manfaat yang luas bagi masyarakat,” tuturnya.
Melalui kegiatan ini, BAZNAS Trenggalek menegaskan komitmennya untuk terus bersinergi dengan UPZ di seluruh wilayah Kabupaten Trenggalek. Dengan penguatan kapasitas SDM dan strategi fundraising yang tepat, diharapkan penghimpunan zakat, infak, dan sedekah selama Ramadan 2026 dapat meningkat signifikan dan mampu mendukung berbagai program sosial, pendidikan, kesehatan, serta pemberdayaan ekonomi umat.
BERITA11/02/2026 | Humas
BAZNAS Trenggalek Salurkan Bantuan Kursi Roda untuk Bapak Wugu, Warga Kecamatan Kampak
Trenggalek — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Trenggalek kembali menunjukkan komitmennya dalam membantu masyarakat yang membutuhkan. Kali ini, BAZNAS Trenggalek menyalurkan bantuan berupa kursi roda kepada Bapak Wugu pada Kamis (05/02), salah satu warga Kecamatan Kampak, yang mengalami keterbatasan fisik sehingga membutuhkan alat bantu mobilitas.
Penyaluran bantuan ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian sosial BAZNAS terhadap masyarakat dhuafa dan penyandang disabilitas, sekaligus menjadi bagian dari program Trenggalek Peduli. Bantuan kursi roda tersebut diharapkan dapat membantu aktivitas harian Bapak Wugu agar lebih mandiri dan nyaman.
Ketua BAZNAS Kabupaten Trenggalek menyampaikan bahwa bantuan ini merupakan amanah dari para muzaki yang telah menyalurkan zakat, infak, dan sedekahnya melalui BAZNAS. “Kami berupaya memastikan bahwa dana zakat yang terkumpul dapat tersalurkan secara tepat sasaran. Bapak Wugu merupakan salah satu warga yang sangat membutuhkan bantuan kursi roda untuk menunjang mobilitas sehari-hari,” ujarnya.
Selama ini, Bapak Wugu mengalami kesulitan dalam beraktivitas karena keterbatasan fisik yang dialaminya. Untuk berjalan dan berpindah tempat, ia harus dibantu oleh anggota keluarga. Dengan adanya kursi roda ini, diharapkan beban fisik yang selama ini dirasakan dapat berkurang, serta meningkatkan kualitas hidupnya.
Proses penyerahan bantuan dilakukan secara langsung di kediaman Bapak Wugu dengan didampingi oleh perwakilan BAZNAS Trenggalek, perangkat desa setempat, serta tokoh masyarakat. Suasana haru dan bahagia tampak jelas saat kursi roda diserahkan. Bapak Wugu dan keluarga menyampaikan rasa syukur serta terima kasih yang mendalam atas perhatian dan bantuan yang diberikan.
“Alhamdulillah, terima kasih kepada BAZNAS Trenggalek dan para donatur. Bantuan ini sangat berarti bagi kami. Semoga Allah membalas semua kebaikan dengan pahala yang berlipat,” ungkap Bapak Wugu dengan penuh haru.
BAZNAS Trenggalek terus berkomitmen untuk menghadirkan program-program kemanusiaan yang berdampak nyata bagi masyarakat. Tidak hanya dalam bentuk bantuan kesehatan, tetapi juga di bidang pendidikan, ekonomi, sosial, dan dakwah. Melalui berbagai program tersebut, BAZNAS berharap dapat berkontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat Trenggalek secara berkelanjutan.
Selain penyaluran bantuan, BAZNAS juga terus mengajak masyarakat untuk menunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui lembaga resmi agar penyalurannya lebih terarah, transparan, dan tepat sasaran. Dukungan dari para muzaki menjadi kunci keberhasilan program-program kemanusiaan yang dijalankan.
Dengan adanya bantuan kursi roda ini, BAZNAS Trenggalek berharap Bapak Wugu dapat menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih mudah dan nyaman. Lebih dari itu, bantuan ini diharapkan mampu memberikan semangat baru serta meningkatkan kualitas hidup penerima manfaat.
BAZNAS Trenggalek akan terus berupaya hadir di tengah masyarakat, menjadi jembatan kebaikan antara para dermawan dan mereka yang membutuhkan, demi terwujudnya Trenggalek yang lebih peduli, sejahtera, dan berkeadilan.
BERITA09/02/2026 | Humas
Sambut Ramadan dengan Kesempurnaan Ibadah: Panduan Fidyah bagi Umat Muslim
Ramadan merupakan bulan yang penuh dengan keberkahan, ampunan, dan kesempatan untuk meningkatkan kualitas ibadah. Setiap Muslim dianjurkan untuk menyambut Ramadan dengan persiapan yang matang, baik secara spiritual maupun administratif ibadah. Salah satu hal penting yang sering terlupakan adalah penyelesaian kewajiban fidyah bagi mereka yang memiliki uzur syar’i. Memahami fidyah dengan benar menjadi langkah penting agar ibadah Ramadan dapat dijalankan dengan tenang dan sempurna.
Fidyah adalah bentuk tebusan yang wajib ditunaikan oleh seorang Muslim yang tidak mampu menjalankan ibadah puasa Ramadan dan tidak memungkinkan untuk menggantinya di hari lain. Ketentuan ini dijelaskan dalam Al-Qur’an surah Al-Baqarah ayat 184, di mana Allah SWT memberikan keringanan bagi hamba-Nya yang mengalami kesulitan, dengan kewajiban memberi makan orang miskin sebagai gantinya. Islam sebagai agama rahmatan lil ‘alamin senantiasa menghadirkan kemudahan tanpa menghilangkan nilai tanggung jawab ibadah.
Golongan yang wajib membayar fidyah antara lain orang tua renta yang secara fisik tidak lagi sanggup berpuasa, orang yang menderita sakit menahun yang tidak ada harapan sembuh, serta perempuan hamil atau menyusui yang khawatir akan kesehatan diri atau anaknya dan tidak mampu mengqadha puasa di kemudian hari. Dalam kondisi ini, fidyah menjadi solusi syar’i yang adil dan penuh hikmah.
Besaran fidyah umumnya setara dengan satu porsi makan pokok untuk satu hari puasa yang ditinggalkan, atau dapat pula diganti dengan nilai uang sesuai ketentuan lembaga amil zakat setempat. Fidyah dapat dibayarkan dalam bentuk makanan siap saji maupun bahan pokok, dan disalurkan kepada fakir miskin yang berhak menerimanya. Penyaluran fidyah melalui lembaga resmi seperti BAZNAS juga dianjurkan agar tepat sasaran dan memberikan manfaat yang lebih luas.
Lebih dari sekadar kewajiban, fidyah mengandung nilai sosial yang sangat tinggi. Dengan menunaikan fidyah, seorang Muslim turut meringankan beban saudara-saudaranya yang kurang mampu. Ibadah ini mengajarkan empati, kepedulian, dan solidaritas sosial, terutama menjelang Ramadan ketika kebutuhan masyarakat meningkat. Inilah keindahan Islam yang menggabungkan ibadah personal dengan kemaslahatan umat.
Menyambut Ramadan dengan menyelesaikan fidyah berarti membersihkan diri dari tanggungan ibadah yang tertunda. Hati menjadi lebih lapang, fokus ibadah meningkat, dan semangat menjalani puasa pun semakin kuat. Islam menganjurkan agar setiap kewajiban diselesaikan tepat waktu, sehingga Ramadan dapat dijalani sebagai bulan ibadah yang penuh kekhusyukan dan ketulusan.
Dengan memahami dan menunaikan fidyah sesuai tuntunan syariat, umat Muslim diharapkan dapat menyambut Ramadan dengan kesiapan lahir dan batin. Semoga setiap langkah ibadah yang kita lakukan diterima oleh Allah SWT, dilipatgandakan pahalanya, dan menjadi jalan menuju ketakwaan yang lebih sempurna.
Tunaikan FIDYAH melalui BAZNAS Trenggalek, transfer ke rekening :
Bank Jatim 0222111111
BSI 7999957581
BRI 017701016625532
a.n BAZNAS Trenggalek
BERITA03/02/2026 | Humas
BAZNAS RI Bekerja Sama dengan PT Maybank Finance Salurkan Bantuan Fasilitas Air Bersih, Salah Satunya di Desa Pogalan Trenggalek
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Republik Indonesia bekerja sama dengan PT Maybank Finance Indonesia menyalurkan bantuan fasilitas air bersih kepada masyarakat melalui BAZNAS Kabupaten/Kota di berbagai daerah. Salah satu lokasi penerima manfaat program ini berada di Desa Pogalan, Kecamatan Pogalan, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur.
Program bantuan fasilitas air bersih ini merupakan bagian dari komitmen BAZNAS RI dan PT Maybank Finance dalam mendukung peningkatan kualitas hidup masyarakat, khususnya di wilayah yang masih mengalami keterbatasan akses air bersih. Melalui sinergi antara lembaga zakat nasional, mitra korporasi, dan BAZNAS daerah, bantuan ini diharapkan mampu menjawab kebutuhan dasar masyarakat secara berkelanjutan.
Di Desa Pogalan, fasilitas air bersih yang diberikan diharapkan dapat membantu warga dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari, seperti keperluan rumah tangga, sanitasi, dan kesehatan. Sebelumnya, sebagian warga di wilayah tersebut mengalami kesulitan memperoleh air bersih, terutama pada musim kemarau, sehingga berdampak pada aktivitas dan kualitas hidup masyarakat.
Perwakilan BAZNAS Kabupaten Trenggalek menyampaikan bahwa bantuan ini merupakan bentuk nyata kepedulian terhadap kebutuhan dasar masyarakat. Akses air bersih tidak hanya berkaitan dengan kenyamanan, tetapi juga menjadi faktor penting dalam menjaga kesehatan dan mencegah berbagai penyakit.
“Air bersih adalah kebutuhan utama. Melalui program ini, kami berharap masyarakat Desa Pogalan dapat merasakan manfaat jangka panjang, baik dari sisi kesehatan maupun kesejahteraan,” ujar perwakilan BAZNAS Kabupaten Trenggalek.
Kerja sama antara BAZNAS RI dan PT Maybank Finance ini juga menunjukkan peran strategis kolaborasi antara lembaga zakat dan dunia usaha dalam menghadirkan solusi atas persoalan sosial di masyarakat. Dana yang disalurkan melalui program ini merupakan hasil pengelolaan dana sosial yang dihimpun secara amanah dan disalurkan secara tepat sasaran.
PT Maybank Finance sebagai mitra program menyampaikan dukungannya terhadap inisiatif penyediaan fasilitas air bersih ini. Melalui kolaborasi dengan BAZNAS, perusahaan berharap dapat berkontribusi lebih luas dalam mendukung pembangunan sosial dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di berbagai daerah.
Pelaksanaan program ini dilakukan dengan melalui tahapan survei dan asesmen kebutuhan oleh BAZNAS Kabupaten/Kota, sehingga bantuan yang diberikan benar-benar sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat setempat. Dengan pendekatan tersebut, fasilitas air bersih yang dibangun diharapkan dapat dimanfaatkan secara optimal dan berkelanjutan oleh warga.
Masyarakat Desa Pogalan menyambut baik adanya bantuan fasilitas air bersih ini. Warga berharap keberadaan sarana tersebut dapat meringankan beban mereka dalam memenuhi kebutuhan air sehari-hari dan menjadi solusi jangka panjang atas permasalahan yang selama ini dihadapi.
BAZNAS RI menegaskan bahwa program bantuan air bersih akan terus dikembangkan di berbagai wilayah lain sebagai bagian dari program kemanusiaan dan pemberdayaan masyarakat. Melalui pengelolaan zakat, infak, dan sedekah yang profesional, BAZNAS berkomitmen untuk menghadirkan manfaat yang nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat yang membutuhkan.
Dengan adanya sinergi antara BAZNAS RI, PT Maybank Finance, dan BAZNAS Kabupaten/Kota, diharapkan semakin banyak masyarakat yang dapat merasakan manfaat program sosial, khususnya dalam pemenuhan kebutuhan dasar seperti akses air bersih, demi mewujudkan kehidupan yang lebih sehat dan sejahtera.
BERITA02/02/2026 | Humas
BAZNAS Trenggalek Serahkan Bantuan untuk Keluarga Pak Maryani Korban Rumah Roboh Akibat Gempa
BAZNAS Kabupaten Trenggalek menunjukkan kepeduliannya terhadap warga terdampak bencana dengan menyalurkan bantuan kepada keluarga Bapak Maryani, korban rumah roboh akibat guncangan gempa bumi yang terjadi pada Selasa, 27 Januari 2026. Bantuan tersebut diserahkan secara langsung pada Jumat, 30 Januari 2026, sebagai bentuk respons cepat BAZNAS Trenggalek terhadap musibah yang menimpa masyarakat.
Peristiwa gempa yang mengguncang wilayah Trenggalek beberapa hari sebelumnya mengakibatkan satu unit rumah milik Bapak Maryani mengalami kerusakan parah hingga roboh. Kondisi tersebut membuat keluarga korban harus mengungsi sementara dan kehilangan tempat tinggal yang layak. Menyikapi kejadian ini, BAZNAS Trenggalek segera melakukan asesmen lapangan untuk memastikan kondisi korban serta kebutuhan mendesak yang diperlukan.
Ketua BAZNAS Kabupaten Trenggalek menyampaikan bahwa bantuan yang diberikan merupakan bagian dari program kemanusiaan BAZNAS dalam membantu mustahik yang terdampak bencana alam. Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban keluarga Bapak Maryani, khususnya dalam memenuhi kebutuhan dasar serta mendukung proses pemulihan pasca bencana.
“BAZNAS Trenggalek hadir untuk memastikan bahwa saudara-saudara kita yang tertimpa musibah tidak merasa sendiri. Bantuan ini merupakan amanah dari para muzakki yang kami salurkan kepada masyarakat yang membutuhkan, khususnya korban bencana,” ujar perwakilan BAZNAS Trenggalek saat penyerahan bantuan.
Penyerahan bantuan dilakukan secara langsung di lokasi rumah korban dengan tetap memperhatikan kondisi lingkungan sekitar. Selain sebagai bentuk penyaluran bantuan, kegiatan ini juga menjadi sarana silaturahmi dan dukungan moral bagi keluarga korban agar tetap tabah dan kuat menghadapi cobaan.
Bapak Maryani menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi yang mendalam kepada BAZNAS Trenggalek atas bantuan dan perhatian yang diberikan. Menurutnya, bantuan tersebut sangat berarti bagi keluarganya yang saat ini sedang berupaya bangkit setelah kehilangan tempat tinggal akibat bencana.
BAZNAS Trenggalek menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat, terutama dalam situasi darurat dan bencana. Melalui pengelolaan zakat, infak, dan sedekah secara profesional dan amanah, BAZNAS berupaya memastikan bantuan tepat sasaran dan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan umat.
Kegiatan penyerahan bantuan ini juga menjadi pengingat pentingnya solidaritas dan kepedulian sosial antar sesama, khususnya dalam menghadapi bencana alam yang dapat terjadi kapan saja. BAZNAS Trenggalek mengajak masyarakat untuk terus mendukung program-program kemanusiaan melalui penyaluran zakat, infak, dan sedekah agar semakin banyak warga yang terbantu.
Dengan adanya bantuan ini, diharapkan keluarga Bapak Maryani dapat segera bangkit dan menjalani kehidupan dengan lebih baik, serta proses pemulihan pasca bencana dapat berjalan secara bertahap dan berkelanjutan.
BERITA30/01/2026 | Humas
BAZNAS Terus Salurkan Bantuan bagi Korban Bencana di Sumatera Hingga Hari Ini
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) terus menunjukkan komitmennya dalam membantu masyarakat terdampak bencana alam di wilayah Sumatera. Hingga hari ini, penyaluran bantuan kemanusiaan masih dilakukan secara berkelanjutan sebagai bentuk kepedulian terhadap korban bencana yang membutuhkan dukungan, baik secara material maupun psikososial.
Berbagai bencana alam yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera, seperti banjir, longsor, dan bencana ekologis lainnya, telah berdampak signifikan terhadap kehidupan masyarakat. Menyikapi kondisi tersebut, BAZNAS bergerak cepat dengan mengerahkan bantuan melalui sinergi antara BAZNAS RI, BAZNAS provinsi, serta BAZNAS kabupaten/kota di seluruh Indonesia.
Bantuan yang disalurkan meliputi kebutuhan pokok seperti paket sembako, air bersih, makanan siap saji, perlengkapan ibadah, selimut, hingga bantuan layanan kesehatan dan dukungan logistik di lokasi terdampak. Selain itu, BAZNAS juga menyiapkan program pemulihan pascabencana untuk membantu masyarakat bangkit dan kembali menjalani kehidupan secara mandiri.
Ketua BAZNAS menyampaikan bahwa penyaluran bantuan ini merupakan amanah dari para muzaki yang telah mempercayakan zakat, infak, dan sedekahnya melalui BAZNAS. “BAZNAS hadir tidak hanya pada masa tanggap darurat, tetapi juga memastikan bantuan terus berlanjut hingga proses pemulihan masyarakat terdampak berjalan optimal,” ujarnya.
BAZNAS juga menggandeng relawan dan mitra kemanusiaan untuk memastikan bantuan tepat sasaran dan menjangkau daerah-daerah yang sulit diakses. Proses distribusi dilakukan dengan mengedepankan prinsip transparansi, akuntabilitas, dan kebermanfaatan sesuai dengan ketentuan syariat Islam.
Di tengah berbagai keterbatasan yang dialami korban bencana, kehadiran BAZNAS diharapkan mampu memberikan harapan dan semangat baru. Bantuan yang disalurkan bukan sekadar bentuk kepedulian, tetapi juga wujud nyata solidaritas umat dalam menghadapi musibah bersama.
BAZNAS mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk terus berpartisipasi dalam aksi kemanusiaan melalui penyaluran zakat, infak, dan sedekah. Dengan sinergi dan kebersamaan, bantuan yang dihimpun dapat memberikan dampak yang lebih luas dan berkelanjutan bagi saudara-saudara kita yang terdampak bencana di Sumatera.
Hingga hari ini, BAZNAS memastikan proses pendampingan dan penyaluran bantuan masih terus berjalan, seiring dengan komitmen untuk selalu hadir di tengah masyarakat yang membutuhkan.
BERITA28/01/2026 | Humas
BAZNAS Trenggalek terima donasi bencana aceh dan sumatera senilai rp. 10.500.000,- dari menak sopal link nusantara
BAZNAS Kabupaten Trenggalek menerima donasi kemanusiaan untuk korban bencana ekologis di Aceh dan Sumatera senilai Rp10.500.000,- dari Menak Sopal Link Nusantara, pada Senin, 26 Januari 2026. Donasi tersebut merupakan bentuk kepedulian dan solidaritas terhadap masyarakat yang terdampak bencana alam yang melanda sejumlah wilayah di Aceh dan Sumatera dalam beberapa waktu terakhir.
Penyerahan donasi dilakukan secara langsung di kantor BAZNAS Kabupaten Trenggalek dan diterima oleh BAZNAS Trenggalek. Dana yang terkumpul akan disalurkan melalui program kemanusiaan BAZNAS untuk membantu kebutuhan mendesak para korban, seperti pemenuhan kebutuhan pangan, logistik darurat, serta dukungan pemulihan pascabencana.
BAZNAS Trenggalek menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan oleh Menak Sopal Link Nusantara. Menurutnya, donasi tersebut menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi antara lembaga, komunitas, dan masyarakat memiliki peran penting dalam membantu sesama, khususnya dalam situasi darurat kebencanaan.
BAZNAS sebagai lembaga resmi pengelola zakat, infak, dan sedekah berkomitmen untuk mengelola dan menyalurkan dana umat secara transparan, akuntabel, dan sesuai dengan prinsip syariah. Seluruh proses penyaluran bantuan akan dikoordinasikan dengan BAZNAS Provinsi dan BAZNAS RI agar bantuan dapat menjangkau wilayah terdampak secara merata dan efektif.
Perwakilan Menak Sopal Link Nusantara menyampaikan bahwa donasi ini merupakan bentuk tanggung jawab sosial dan kepedulian terhadap sesama. Mereka berharap bantuan tersebut dapat meringankan beban para korban bencana serta menjadi bagian dari upaya bersama dalam pemulihan kehidupan masyarakat yang terdampak.
“Kami percaya BAZNAS Trenggalek mampu menyalurkan donasi ini dengan baik dan amanah. Semoga bantuan ini membawa manfaat dan menjadi penyemangat bagi saudara-saudara kita yang sedang diuji,” ungkapnya.
BAZNAS Trenggalek juga mengajak masyarakat luas untuk terus menumbuhkan semangat solidaritas dan kepedulian sosial, terutama dalam menghadapi bencana alam yang dapat terjadi kapan saja. Melalui partisipasi dan dukungan berbagai pihak, diharapkan proses penanganan dan pemulihan pascabencana dapat berjalan lebih cepat dan optimal.
Dengan adanya donasi dari Menak Sopal Link Nusantara ini, BAZNAS Trenggalek kembali menegaskan perannya sebagai jembatan kebaikan antara para donatur dan masyarakat yang membutuhkan. Semangat gotong royong dan kepedulian kemanusiaan diharapkan terus tumbuh demi mewujudkan kesejahteraan dan ketangguhan umat dalam menghadapi berbagai tantangan.
BERITA26/01/2026 | Humas
BAZNAS Jawa Timur bersama BAZNAS Kabupaten dan Kota Lepas Bantuan Kemanusiaan untuk Korban Bencana Ekologi Aceh dan Sumatera
BAZNAS Provinsi Jawa Timur menggelar Pelepasan Bantuan Kemanusiaan bagi Korban Bencana Ekologi di Aceh dan Sumatera, pada Senin, 26 Januari 2026, bertempat di Kantor BAZNAS Provinsi Jawa Timur. Kegiatan ini melibatkan perwakilan BAZNAS kabupaten dan kota se-Jawa Timur sebagai bentuk solidaritas dan kepedulian lintas daerah. Acara yang dihadiri Pimpinan BAZNAS RI, Kolonel CAJ (Purn) Drs. Nur Hamdani, serta jajaran pimpinan BAZNAS Provinsi Jawa Timur dibuka dengan santunan Yatim Piatu. Kehadiran pimpinan pusat dan daerah ini menegaskan komitmen BAZNAS dalam merespons bencana ekologi yang berdampak luas pada kehidupan sosial, ekonomi, dan lingkungan masyarakat. Dalam sambutannya, Kolonel Nur Hamdani menyampaikan bahwa bencana ekologi merupakan persoalan kemanusiaan yang memerlukan penanganan cepat dan kolaboratif. “Bantuan ini merupakan amanah dari para muzaki yang harus disalurkan secara tepat sasaran dan bertanggung jawab. BAZNAS berkomitmen memastikan zakat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat terdampak bencana,” ujarnya. Bantuan kemanusiaan yang dilepas mencakup kebutuhan dasar masyarakat terdampak, termasuk logistik pangan dan kebutuhan lainnya. Seluruh bantuan akan disalurkan secara terkoordinasi dengan pihak terkait di daerah Aceh dan Sumatera. Melalui kegiatan ini, BAZNAS Jawa Timur berharap dapat meringankan beban masyarakat terdampak sekaligus memperkuat semangat kebersamaan dan kepedulian antarwilayah. BAZNAS juga menegaskan komitmennya untuk terus berperan aktif dalam penanganan bencana dan pemulihan lingkungan secara berkelanjutan. #ZakatMenguatkanIndonesia #BAZNAS #BAZNASJawaTimur #BAZNASTrenggalek #reels
BERITA26/01/2026 | Humas
BAZNAS Trenggalek Salurkan Bantuan Bedah Rumah untuk Warga Terdampak Tanah Longsor di Pule
BAZNAS Kabupaten Trenggalek kembali menunjukkan komitmennya dalam membantu masyarakat yang terdampak bencana alam. Pada Rabu, 21 Januari 2026, BAZNAS Trenggalek menyalurkan bantuan program Bedah Rumah kepada warga yang terdampak tanah longsor di Kecamatan Pule, Kabupaten Trenggalek.
Bantuan tersebut diserahkan secara langsung oleh Ketua BAZNAS Trenggalek, H. Mahsun Ismail, sebagai bentuk kepedulian lembaga terhadap masyarakat yang mengalami kerusakan tempat tinggal akibat bencana. Penyaluran bantuan ini menjadi bagian dari upaya BAZNAS dalam memastikan masyarakat terdampak bencana dapat kembali memiliki hunian yang layak, aman, dan nyaman untuk ditempati.
Tanah longsor yang terjadi di wilayah Pule beberapa waktu lalu menyebabkan kerusakan pada sejumlah rumah warga. Kondisi geografis yang berbukit dan intensitas curah hujan yang tinggi menjadi faktor utama terjadinya bencana tersebut. Akibatnya, sebagian warga harus tinggal dalam kondisi rumah yang tidak layak huni, bahkan ada yang terpaksa mengungsi sementara demi keselamatan keluarga.
Melihat kondisi tersebut, BAZNAS Trenggalek bergerak cepat melakukan asesmen lapangan untuk memastikan bantuan yang diberikan tepat sasaran. Program Bedah Rumah dipilih sebagai solusi jangka menengah agar warga terdampak dapat kembali menempati rumah yang layak, sekaligus memulihkan kondisi sosial dan psikologis keluarga pascabencana.
H. Mahsun Ismail menyampaikan bahwa bantuan Bedah Rumah ini bersumber dari dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang dihimpun dari para muzaki di Kabupaten Trenggalek. Ia menegaskan bahwa amanah tersebut harus disalurkan secara transparan dan tepat guna, khususnya untuk membantu masyarakat yang berada dalam kondisi darurat dan membutuhkan.
“Program Bedah Rumah ini merupakan wujud nyata kepedulian BAZNAS Trenggalek terhadap warga yang terdampak bencana. Dana zakat yang dititipkan oleh para muzaki kami salurkan untuk membantu saudara-saudara kita agar dapat kembali memiliki tempat tinggal yang layak dan aman,” ujar H. Mahsun Ismail.
Lebih lanjut, ia berharap bantuan ini tidak hanya membantu secara fisik berupa perbaikan rumah, tetapi juga mampu menumbuhkan kembali semangat dan harapan warga untuk bangkit dari musibah yang dialami. Menurutnya, zakat memiliki peran strategis dalam memperkuat solidaritas sosial dan membantu pemulihan pascabencana.
Proses Bedah Rumah nantinya akan dilakukan secara bertahap dengan memperhatikan aspek keamanan bangunan, terutama mengingat lokasi rumah berada di daerah rawan longsor. BAZNAS Trenggalek juga akan berkoordinasi dengan pemerintah desa, kecamatan, serta pihak terkait lainnya agar pelaksanaan program berjalan dengan baik dan sesuai kebutuhan di lapangan.
Warga penerima bantuan menyambut baik dan mengapresiasi langkah BAZNAS Trenggalek. Mereka merasa terbantu dan bersyukur atas perhatian yang diberikan, terutama di tengah keterbatasan ekonomi pascabencana. Bantuan ini menjadi harapan baru bagi mereka untuk dapat kembali menjalani kehidupan sehari-hari dengan lebih tenang dan aman.
Program Bedah Rumah merupakan salah satu program unggulan BAZNAS Trenggalek dalam bidang kemanusiaan dan sosial. Selain membantu masyarakat miskin dan tidak mampu, program ini juga difokuskan pada penanganan kondisi darurat seperti bencana alam. Melalui program ini, BAZNAS berupaya memastikan bahwa zakat benar-benar memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan umat.
Dengan adanya penyaluran bantuan Bedah Rumah bagi warga terdampak tanah longsor di Pule, BAZNAS Trenggalek kembali menegaskan perannya sebagai lembaga yang hadir di tengah masyarakat, terutama saat kondisi sulit. Ke depan, BAZNAS Trenggalek berkomitmen untuk terus memperkuat sinergi dengan berbagai pihak dan mengoptimalkan pengelolaan zakat demi kemaslahatan dan ketahanan sosial masyarakat Kabupaten Trenggalek.
BERITA21/01/2026 | Humas
25 Tahun BAZNAS Hadir untuk Indonesia, Zakat Menguatkan Indonesia
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) genap berusia 25 tahun. Sebuah perjalanan panjang yang menandai komitmen kuat dalam mengelola zakat, infak, dan sedekah secara profesional, amanah, dan transparan demi kemaslahatan umat. Mengusung motto “Zakat Menguatkan Indonesia”, HUT ke-25 BAZNAS menjadi momentum refleksi sekaligus penguatan peran zakat sebagai instrumen strategis dalam pembangunan bangsa.
Sejak didirikan pada tahun 2001, BAZNAS hadir sebagai lembaga resmi negara yang diberi amanah untuk menghimpun dan mendistribusikan zakat. Selama seperempat abad, BAZNAS telah tumbuh dan beradaptasi dengan perkembangan zaman, mulai dari sistem pengelolaan yang semakin modern, pemanfaatan teknologi digital, hingga penguatan program-program pemberdayaan yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Motto “Zakat Menguatkan Indonesia” bukan sekadar slogan, tetapi cerminan dari peran nyata zakat dalam menjawab berbagai persoalan bangsa. Zakat menjadi solusi sosial yang mampu mengurangi kesenjangan, menekan angka kemiskinan, serta meningkatkan kualitas hidup mustahik. Melalui berbagai program di bidang pendidikan, kesehatan, kemanusiaan, dakwah, dan ekonomi, zakat terbukti mampu menjadi kekuatan yang menyatukan dan menguatkan Indonesia dari akar rumput.
Di bidang pendidikan, BAZNAS konsisten memberikan beasiswa bagi pelajar dan mahasiswa dari keluarga kurang mampu, membuka akses pendidikan yang lebih luas dan berkeadilan. Di sektor kesehatan, layanan kesehatan gratis, bantuan pengobatan, hingga respon cepat bencana menjadi bukti nyata kehadiran zakat bagi masyarakat yang membutuhkan. Sementara itu, melalui program pemberdayaan ekonomi, BAZNAS mendorong mustahik agar berdaya dan mandiri, bahkan mampu bertransformasi menjadi muzaki di masa depan.
Memasuki usia 25 tahun, BAZNAS terus memperkuat sinergi dengan pemerintah, lembaga, dunia usaha, dan masyarakat. Kolaborasi menjadi kunci agar pengelolaan zakat semakin optimal dan tepat sasaran. Kepercayaan publik yang terus meningkat menjadi modal penting bagi BAZNAS untuk melangkah lebih jauh, menghadirkan program-program yang inovatif dan berkelanjutan.
Peringatan HUT ke-25 BAZNAS juga menjadi ajakan bagi seluruh masyarakat Indonesia untuk menunaikan zakat melalui lembaga resmi dan terpercaya. Dengan menyalurkan zakat melalui BAZNAS, setiap muzaki turut berkontribusi dalam upaya membangun Indonesia yang lebih kuat, adil, dan sejahtera.
Akhirnya, 25 tahun bukanlah akhir, melainkan awal dari pengabdian yang lebih luas. Dengan semangat Zakat Menguatkan Indonesia, BAZNAS berkomitmen untuk terus menjaga amanah, meningkatkan profesionalisme, dan menghadirkan manfaat zakat yang semakin besar bagi umat dan bangsa. Bersama zakat, Indonesia menjadi lebih kuat.
BERITA17/01/2026 | Humas
BAZNAS Trenggalek Gelar Peringatan Isra Mi’raj di Masjid Ikhlas Bakti Huntara Kinasih Indah Persada Berlangsung Khidmat dan Penuh Makna
Rabu, 15 Januari 2026 menjadi momentum yang penuh makna bagi masyarakat Desa Ngrandu, Kecamatan Suruh, Kabupaten Trenggalek. Bertempat di Masjid Ikhlas Bakti, kawasan Hunian Sementara (Huntara) Kinasih Indah Persada, ratusan jamaah memadati masjid untuk mengikuti pengajian peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang memperingati peristiwa besar dalam sejarah Islam, tetapi juga menjadi sarana mempererat ukhuwah islamiyah antara masyarakat, tokoh agama, dan unsur pemerintahan.
Acara ini dihadiri oleh berbagai tokoh penting dan elemen masyarakat. Hadir secara langsung Ketua BAZNAS Kabupaten Trenggalek beserta keluarga besar BAZNAS Trenggalek, yang menunjukkan komitmen lembaga tersebut dalam mendukung kegiatan keagamaan dan sosial masyarakat. Turut hadir pula Ketua Harian Kwartir Cabang (Kwarcab) Trenggalek beserta segenap pengurus Kwarcab Trenggalek, yang memberikan warna tersendiri dalam kebersamaan lintas elemen.
Selain itu, tampak hadir Camat Suruh, Kepala Desa Ngrandu, masyarakat penghuni Huntara Kinasih Indah Persada, serta warga sekitar. Kehadiran berbagai unsur tersebut mencerminkan kuatnya sinergi antara pemerintah, lembaga sosial, organisasi kepemudaan, dan masyarakat dalam membangun kehidupan yang religius dan harmonis.
Acara pengajian diisi oleh KH. Najibud Daroini, yang akrab disapa Gus Najib. Dalam tausiyahnya, Gus Najib menyampaikan materi tentang peristiwa Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW, sebuah perjalanan luar biasa yang menjadi tonggak penting dalam syariat Islam, khususnya perintah sholat lima waktu. Dengan gaya penyampaian yang lugas, hangat, dan mudah dipahami, Gus Najib mampu menarik perhatian jamaah dari berbagai kalangan.
Gus Najib menjelaskan bahwa Isra Mi’raj bukan sekadar peristiwa monumental yang diperingati setiap tahun, tetapi mengandung nilai dan pesan moral yang sangat relevan untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu pesan utama yang ditekankan adalah pentingnya menjaga hubungan dengan Allah SWT melalui sholat. Sholat lima waktu, menurut beliau, merupakan bentuk nyata penghargaan umat Islam terhadap perjuangan Nabi Muhammad SAW dalam menerima perintah tersebut secara langsung dari Allah SWT.
“Sholat bukan hanya kewajiban, tetapi juga kebutuhan. Di tengah berbagai ujian hidup, sholat adalah sarana utama untuk menenangkan hati, memperkuat iman, dan menjaga akhlak,” tutur Gus Najib di hadapan jamaah.
Selain menekankan kewajiban sholat, Gus Najib juga mengajak masyarakat untuk meneladani akhlak Nabi Muhammad SAW, seperti kesabaran, keikhlasan, kepedulian sosial, dan semangat untuk terus berbuat kebaikan meskipun dalam kondisi sulit. Pesan ini dirasa sangat relevan bagi masyarakat Huntara yang tengah menjalani proses pemulihan dan penataan kehidupan.
Acara berlangsung dengan tertib, khidmat, dan penuh kekeluargaan. Suasana kebersamaan begitu terasa, mencerminkan semangat gotong royong dan solidaritas sosial yang masih kuat di tengah masyarakat. Peringatan Isra Mi’raj ini diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi mampu memberikan dampak positif dalam meningkatkan keimanan, ketakwaan, dan kepedulian sosial masyarakat.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, Masjid Ikhlas Bakti kembali menegaskan perannya sebagai pusat kegiatan keagamaan dan sosial bagi warga Huntara Kinasih Indah Persada dan sekitarnya. Semangat Isra Mi’raj diharapkan terus hidup dalam keseharian masyarakat, diwujudkan melalui ketaatan beribadah, akhlak mulia, serta kebersamaan dalam membangun kehidupan yang lebih baik.
BERITA15/01/2026 | Humas
BAZNAS Trenggalek Gelar Pelatihan Olah Pakan untuk Tingkatkan Kemandirian Kelompok Balai Ternak
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Trenggalek terus menunjukkan komitmennya dalam memberdayakan mustahik melalui program-program produktif yang berkelanjutan. Salah satu upaya nyata tersebut diwujudkan melalui kegiatan Pelatihan Olah Pakan Ternak yang diselenggarakan bagi kelompok Balai Ternak binaan BAZNAS pada Kamis, 09 Januari 2026. Kegiatan ini bertempat di Balai Ternak Kelompok Jamaah Matlabul Ulum, Desa Gador, dan diikuti oleh para anggota balai ternak dengan antusias tinggi.
Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan dan pengetahuan para peternak, khususnya dalam mengolah pakan ternak secara mandiri, efisien, dan bernilai ekonomis. Pakan merupakan salah satu faktor utama dalam keberhasilan usaha peternakan. Tingginya biaya pakan sering kali menjadi kendala bagi peternak kecil, sehingga kemampuan mengolah pakan sendiri menjadi solusi strategis untuk menekan biaya produksi sekaligus meningkatkan kualitas ternak.
Dalam pelatihan tersebut, BAZNAS Trenggalek menghadirkan Bapak Nur Ikhsan sebagai narasumber utama. Beliau dikenal sebagai praktisi dan pendamping peternakan yang berpengalaman dalam pengolahan pakan ternak berbasis bahan lokal. Materi yang disampaikan tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga aplikatif dan mudah dipahami oleh para peserta.
Bapak Nur Ikhsan menyampaikan, “Dengan pengolahan pakan yang tepat, peternak bisa menghemat biaya, menjaga kesehatan ternak, dan meningkatkan produktivitas. Kuncinya ada pada konsistensi dan kemauan untuk terus belajar,” ujar Bapak Nur Ikhsan dalam pemaparannya.
Suasana pelatihan berlangsung interaktif. Para peserta tidak hanya mendengarkan materi, tetapi juga aktif berdiskusi dan mempraktikkan langsung cara mengolah pakan ternak. Banyak di antara anggota kelompok balai ternak yang mengaku mendapatkan wawasan baru dan merasa lebih percaya diri untuk menerapkan ilmu yang diperoleh dalam kegiatan beternak sehari-hari.
WK. II BAZNAS Trenggalek, Kyai Bahauddin menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari program pemberdayaan ekonomi mustahik melalui sektor peternakan. Balai ternak binaan BAZNAS tidak hanya difokuskan pada bantuan ternak semata, tetapi juga pada peningkatan kapasitas sumber daya manusia agar kelompok mampu mandiri dan berkelanjutan.
“Harapannya, melalui pelatihan seperti ini, para anggota balai ternak tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga pelaku usaha yang tangguh. Ketika usaha ternak berkembang, kesejahteraan keluarga meningkat, dan pada akhirnya akan berdampak positif bagi lingkungan sekitar,” ungkapnya.
Kelompok Jamaah Matlabul Ulum Desa Gador sebagai tuan rumah pelatihan menyambut baik kegiatan ini. Mereka berharap pelatihan olah pakan dapat terus dilanjutkan dengan pendampingan rutin, sehingga ilmu yang didapat benar-benar memberikan hasil nyata dalam jangka panjang.
Melalui kegiatan pelatihan olah pakan ini, BAZNAS Trenggalek kembali menegaskan perannya tidak hanya sebagai lembaga pengelola zakat, infak, dan sedekah, tetapi juga sebagai motor penggerak pemberdayaan umat. Dengan pendekatan edukatif dan produktif, zakat diharapkan mampu menjadi instrumen penguatan ekonomi masyarakat dan mendorong terwujudnya kemandirian mustahik secara berkelanjutan.
BERITA09/01/2026 | Humas
Laporan Bantuan Biaya Hidup Bulanan Desember 2025
BAZNAS Kabupaten Trenggalek kembali menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan keberkahan dan meringankan beban masyarakat melalui pendistribusian bantuan sosial. Sebanyak 707 paket bantuan telah berhasil disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan di berbagai wilayah Kabupaten Trenggalek. Program ini menjadi bagian dari ikhtiar berkelanjutan BAZNAS dalam memastikan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) tersalurkan secara tepat sasaran dan memberi manfaat nyata bagi mustahik.
Distribusi ratusan paket bantuan tersebut menyasar berbagai kalangan masyarakat yang membutuhkan, mulai dari keluarga prasejahtera, lansia, hingga warga yang tengah menghadapi kesulitan ekonomi. Penyaluran dilakukan secara bertahap dan terkoordinasi dengan baik, bekerja sama dengan relawan, aparat desa, serta berbagai pihak terkait, guna memastikan bantuan diterima langsung oleh penerima manfaat.
Ketua BAZNAS Kabupaten Trenggalek menyampaikan rasa syukur atas kelancaran pelaksanaan program ini. Menurutnya, keberhasilan distribusi 707 paket bantuan tidak lepas dari kepercayaan dan kepedulian para muzakki serta donatur yang selama ini konsisten menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS. Dana yang dihimpun kemudian dikelola secara amanah dan profesional, sesuai dengan prinsip transparansi dan akuntabilitas.
“Alhamdulillah, bantuan ini dapat tersalurkan dengan baik. Ini adalah buah dari kepercayaan para muzakki kepada BAZNAS. Amanah yang diberikan kepada kami berusaha kami jaga sebaik mungkin agar benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujarnya.
Lebih lanjut, program distribusi bantuan ini tidak hanya dimaknai sebagai kegiatan sosial semata, tetapi juga sebagai upaya membangun solidaritas dan kepedulian antar sesama. Melalui zakat, infak, dan sedekah, tercipta jembatan kebaikan yang menghubungkan mereka yang memiliki kelebihan rezeki dengan saudara-saudara yang membutuhkan uluran tangan.
Para penerima bantuan pun menyambut program ini dengan penuh rasa syukur. Bagi mereka, paket bantuan yang diterima sangat membantu dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari serta menjadi penguat semangat di tengah berbagai tantangan ekonomi yang dihadapi. Kehadiran BAZNAS di tengah masyarakat dirasakan sebagai bukti nyata bahwa kepedulian dan kebersamaan masih tumbuh kuat di Kabupaten Trenggalek.
BAZNAS Kabupaten Trenggalek menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang setulus-tulusnya kepada seluruh muzakki dan donatur. Dukungan yang terus mengalir menjadi energi bagi BAZNAS untuk terus bergerak, berinovasi, dan menghadirkan program-program yang berdampak luas bagi kesejahteraan umat.
Ke depan, BAZNAS Trenggalek berkomitmen untuk terus memperkuat peran zakat sebagai instrumen pembangunan sosial dan ekonomi umat. Dengan semangat kebersamaan, BAZNAS mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menebar kebaikan dan berkontribusi dalam mewujudkan Trenggalek yang lebih kuat, peduli, dan berdaya melalui zakat, infak, dan sedekah.
#SahabatBAZNAS bisa menyalurkan Zakat dan Sedekah melalui BAZNAS Trenggalek, via transfer ke rekening a.n. BAZNAS Trenggalek:
Rekening zakat :
Bank Jatim 0222111111
BSI 7999957581
BRI 017701016625532
Layanan online :
?? 0822 2821 9090
???? [email protected]
???? kabtrenggalek.baznas.go.id
BERITA05/01/2026 | Humas
BAZNAS Award 2025 Jadi Momentum Evaluasi dan Penguatan Peran Zakat di Trenggalek
Bertempat di Pendopo Manggala Praja Nugraha Trenggalek, BAZNAS Kabupaten Trenggalek menggelar BAZNAS Award tahun 2025. Kegiatan ini sendiri ditujukan oleh BAZNAS sebagai bentuk kinerja selama satu tahun berjalan.
Hadir dalam kegiatan BAZNAS Award ini, Sekda Trenggalek, Edy Soepriyanto sangat mendukung kinerja BAZNAS Trenggalek. Kolaborasi yang saangat luar biasa terjalin antara pemerintah dan BAZNAS dalam berbagai upaya memberikan bantuan kepada masyarakat. Baik itu penangan masalah kemiskinan, kesehatan maupun penanganan bencana alam.
Sekda penghobi bola itu juga bercerita pengalaman saat bertemu dengan Menteri ATR bersama para Wakif beberapa waktu lalu. Menurutnya berdasar pertemuan itu banyak cerita permasalahan tanah wakaf yang dikarenakan proses wakaf ini belum diselesaikan dengan baik. Sehingga timbul permasalahan dikemudian hari dengan para ahli waris. Pesan Sekda itu dalam kegiatan ini berharap para Wakif yang memang berniatan mewakafkan tanahnya untuk kepentingan umum atau yang lainnya hendaknya diselesaikan proses wakaf ini dengan baik.
"Saat ini yayasan bisa menjadi atas nama dari tanah yang diwakafkan. Dulu mungkin ada wakaf atau koperasi yang diatasnamakan pribadi ketua yayasan atau ketua KUD misalnya. Dikemudian hari keluarga yang bersangkutan bisa saja menggugat kepemilikan tanah tersebut karena atas namanya adalah orang tua mereka," terang Edy Suprianto, Rabu (24/12). Sekretaris Daerah penghobi bola itu berharap kejadian kejadian seperti itu tidak terjadi di Trenggalek.
Dalam kesempatan berbeda, Ketua BAZNAS Kabupaten Trenggalek, Mahsun Ismail mengatakan "BAZNAS Award 2025 sebagai bagian evaluasi besar kita. Tentu kami berharap setiap tahun Baznas Award itu bisa menjadikan kita semakin bergairah lagi," kata mantan wakil bupati 2 periode itu.
Seperti tadi misalnya, begitu kita tahu angka perolehan rata-rata, akhirnya kita bisa sama-sama saling mengevaluasi ternyata UPZ saya itu masih segini. Tentu itu bisa semakin menguatkan teman-teman UPZ untuk mengoreksi kira-kira dimana kelemahannya.
Tapi secara umum kita memang ingin meningkat. Dalam umum makna setidaknya meningkat dalam segi jumlah pendapatan. Kami kalau boleh berharap andai angka itu di angka Rp. 100 ribu per orang, itu mimpi kami. Kalau yang di Kemwnag sudah 2,5%, jadi Rp. 100 ribu lebih semua tadi. Tapi di kita di Pemda masih banyak yang dibawah Rp. 60 atau 40 ribu.
Andai itu bisa tembus sampai angka Rp. 100 ribu, insyaAllah kita akan semakin banyak berbuat leluasa untuk masyarakat Kabupaten Trenggalek. Kalau yang bersifat pengumpulan kita masih berharap bisa meningkatkan daya kumpul tersebut. Dengan menyadarkan dan meningkatkan pengumpulan para wajib zakat. Tapi juga ada yang secara struktural kita bentuk UPZ
di Desa. Kalau UPZ di Desa bisa terbentuk pendapatan kita juga akan semakin gampang.
"Kalau pendapatan kita semakin banyak maka membaginya juga akan semakin gampang. Hari ini misalnya kita bagi gerobag kepada masyarakat dan ternyata lumayan daya dorongnya bagus. Termasuk yang pendidikan untuk anak anak kita," terang Machsun Ismail.
Dalam kegiatan BAZNAS Award Kali ini, BAZNAS Trenggalek juga melaunching kantor digital. Tujuannya untuk meningkatkan kepercayaan para Muzaki terhadap BAZNAS Trenggalek karena melalui gawainya nereka bisa mengakses berbagai bentuk informasi dari BAZNAS Trenggalek. Mulai dari bagaimana cara berzakat, berapa zakat yang dikumpulkan., "Ini yang coba kita tawarkan demi menambah kepercayaan masyarakat," tutup Mahsun Ismail.
Dalam kegiatan ini BAZNAS Trenggalek memberikan Award kepada 10 UPZ pengumpul zakat terbaik di lingkup Pemkab Trenggalek. Terbaik pertama SMPN 3 Tugu, terbaik kedua Dinas PKPLH, terbaik ketiga Kecamatan Munjungan.
Terbaik ke empat Badan Kepegawaian Daerah, terbaik ke lima Sekretariat Daerah, terbaik ke enam Puskesmas Slawe, ketujuh Kecamatan Watulimo, kedelapan SMPN 1 Watulimo, kesembilan Kecamatan Tugu dan yang kesepuluh SMPN 1 Kampak.
Sedangkan untuk di lingkup Kantor Kementrian Agama UPZ terbaik pertama diraih oleh MTsN 5 Trenggalek, terbaik kedua diraih MAN 2 Trenggalek dan terbaik ketiga MTsN 3 Trenggalek. Sedangkan Kantor Kementrian Agama Trenggalek meraih award seluruh pegawai membayar zakat 2,5%.
Dalam kegiatan ini BAZNAS Trenggalek juga membagikan puluhan gerobag dagang untuk membantu perekonomian masyarakat. Kemudian dalam satu tahun berjalan BAZNAS Trenggalek juga melaksanakan berbagai program unggulan, diantaranya Trenggalek Taqwa. Yaitu bantuan stimulus pembangunan Masjid, tebar dai di daerah terpencil maupun syiar.
Kemudian Trenggalek peduli yang terdiri dari bantuan biaya hidup miskin, bedah rumah maupun bantuan kebencanaan. Program Trenggalek Makmur, yang meliputi bantuan ternak, bantuan gerobag usaha, maupun bantuan modal usaha. Terus ada juga program Trenggalek cerdas yang meliputi beasiswa anak asuh, bantuan sepeda sekolah dan bantuan alat-alat sekolah.
Selenjutnya yang tidak kalah penting, Program Trenggalek sehat. Program ini sangat bersentuhan dengan masyarakat langsung karena BAZNAS mengalokasikan untuk bantuan BPJS miskin, bantuan akomodasi berobat dan bantuan alat bantu difabel. Sementara itu total penerimaan BAZNAS Trenggalek dari Zakat sebanyak Rp. 3.668.275.693 sedangkan untuk Infaq sebesar Rp. 3.615.296.425. Sehingga total penerimaan BAZNAS Trenggalek tahun 2025 sebesar Rp. 7.283.572.064. (Prokopim TGX)
BERITA24/12/2025 | Humas - Prokopim TGX

Info Rekening Zakat
Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Trenggalek.
Lihat Daftar Rekening →
