WhatsApp Icon
BAZNAS Trenggalek Hadiri Pembukaan Perkemahan Wirakarya VI Mandiri Pandean, Wujud Nyata Pramuka Mengabdi melalui Program Bedah Rumah

Trenggalek – Semangat gotong royong dan kepedulian sosial kembali ditunjukkan melalui kegiatan Perkemahan Wirakarya VI Mandiri Pandean Tahun 2026 yang secara resmi dibuka pada Sabtu (20/6/2026) di SMP Negeri 2 Dongko, Kabupaten Trenggalek. Kegiatan yang akan berlangsung selama sembilan hari, mulai tanggal 20 hingga 28 Juni 2026, menjadi momentum pengabdian nyata Gerakan Pramuka kepada masyarakat melalui program pembangunan rumah layak huni bagi warga yang membutuhkan di Desa Pandean, Kecamatan Dongko.

Pembukaan kegiatan dihadiri oleh berbagai unsur pemerintah dan lembaga, di antaranya Sekretaris Daerah Kabupaten Trenggalek yang mewakili Bupati Trenggalek, BAZNAS Kabupaten Trenggalek, BPBD Kabupaten Trenggalek, Camat Dongko, unsur TNI, Polri, serta jajaran Gerakan Pramuka Kwartir Cabang Trenggalek. Kehadiran berbagai pihak tersebut menunjukkan kuatnya sinergi dan kolaborasi lintas sektor dalam mewujudkan kepedulian sosial bagi masyarakat.

Dalam Perkemahan Wirakarya VI Mandiri Pandean tahun ini, para peserta akan melaksanakan program pembangunan 10 unit rumah layak huni bagi masyarakat. Dari jumlah tersebut, tiga unit rumah merupakan bantuan dari Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Timur, sedangkan tujuh unit lainnya berasal dari dukungan Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Trenggalek. Program ini menjadi bukti bahwa Gerakan Pramuka tidak hanya berfokus pada pembentukan karakter generasi muda, tetapi juga hadir secara konkret dalam membantu menyelesaikan persoalan sosial di tengah masyarakat.

BAZNAS Kabupaten Trenggalek turut memberikan dukungan dan berpartisipasi dalam kegiatan pembukaan sebagai bentuk komitmen untuk terus memperkuat kolaborasi dalam berbagai program kemanusiaan dan pemberdayaan masyarakat. Kehadiran BAZNAS dalam kegiatan ini sejalan dengan semangat pengabdian dan kepedulian yang menjadi ruh dari Gerakan Pramuka, terutama dalam membantu masyarakat kurang mampu memperoleh tempat tinggal yang layak dan aman.

Selain pembangunan rumah, kegiatan Perkemahan Wirakarya juga melibatkan unsur BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) dan Gugus Darma Pramuka BAZNAS Trenggalek yang turut mengambil peran dalam mendukung kelancaran pelaksanaan kegiatan di lapangan. Keterlibatan BTB menjadi cerminan bahwa semangat kebencanaan dan kemanusiaan perlu terus ditanamkan kepada generasi muda, khususnya anggota Pramuka, agar memiliki kepedulian, kesiapsiagaan, dan kemampuan dalam membantu masyarakat saat menghadapi berbagai persoalan sosial maupun bencana.

Sebanyak 300 Pramuka Penegak dari 20 pangkalan se-Kabupaten Trenggalek turut ambil bagian dalam kegiatan ini. Para peserta akan tinggal di lokasi perkemahan dan terlibat langsung dalam berbagai kegiatan pengabdian, mulai dari pembangunan rumah, kerja bakti, hingga kegiatan sosial kemasyarakatan lainnya. Keikutsertaan ratusan anggota Pramuka tersebut menjadi bukti bahwa generasi muda Trenggalek memiliki semangat gotong royong, kepedulian, dan jiwa pengabdian yang tinggi.

Pada kesempatan tersebut, BPBD Kabupaten Trenggalek juga menyerahkan bantuan berupa berbagai peralatan pembangunan, seperti sekop dan perlengkapan kerja lainnya, guna mendukung kelancaran proses pembangunan rumah selama kegiatan berlangsung. Bantuan tersebut diharapkan dapat mempercepat proses pengerjaan dan memberikan kemudahan bagi para peserta dalam melaksanakan pengabdian kepada masyarakat.

Perkemahan Wirakarya VI Mandiri Pandean bukan sekadar agenda perkemahan biasa, melainkan menjadi wadah pembelajaran yang sangat berharga bagi generasi muda untuk mengimplementasikan nilai-nilai Dasa Dharma dan Tri Satya Pramuka dalam kehidupan nyata. Melalui kegiatan ini, para peserta diajak untuk memahami makna pengabdian, kepedulian sosial, kerja sama, dan gotong royong sebagai modal penting dalam membangun bangsa.

Sinergi antara pemerintah daerah, BAZNAS, BPBD, TNI, Polri, dan Gerakan Pramuka diharapkan dapat terus terjalin dan menjadi inspirasi bagi berbagai pihak untuk bersama-sama membangun masyarakat yang lebih sejahtera. Perkemahan Wirakarya VI Mandiri Pandean Tahun 2026 menjadi bukti bahwa semangat gotong royong dan pengabdian masih tumbuh subur di Kabupaten Trenggalek, serta menjadi pengingat bahwa kehadiran generasi muda yang peduli dan siap mengabdi merupakan aset berharga bagi masa depan daerah dan bangsa.

20/06/2026 | Kontributor: Humas
BAZNAS Trenggalek Salurkan Bantuan Bedah Rumah untuk Keluarga Bapak Muchozin, Gandeng Racana IAI Sunan Giri Wujudkan Hunian Layak

Komitmen dalam menghadirkan kepedulian dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat terus diwujudkan oleh BAZNAS Kabupaten Trenggalek. Pada Senin (15/6/2026), BAZNAS Trenggalek secara resmi menyerahkan bantuan program bedah rumah kepada keluarga Bapak Muchozin yang berlokasi di Desa Ngetal, Kecamatan Pogalan.

Penyerahan bantuan dilakukan langsung oleh Pimpinan BAZNAS Trenggalek dan turut dihadiri oleh jajaran mahasiswa Pramuka Racana Institut Agama Islam (IAI) Sunan Giri Trenggalek. Kehadiran para mahasiswa tersebut menjadi simbol kuatnya semangat gotong royong dan kolaborasi lintas elemen masyarakat dalam membantu warga yang membutuhkan hunian yang layak.

Rumah yang ditempati keluarga Bapak Muchozin selama ini berada dalam kondisi memprihatinkan dan memerlukan perbaikan menyeluruh. Kondisi bangunan yang kurang memadai tidak hanya memengaruhi kenyamanan, tetapi juga berpotensi mengganggu kesehatan dan keselamatan anggota keluarga. Melihat kondisi tersebut, BAZNAS Trenggalek hadir melalui program bedah rumah sebagai bentuk nyata pemanfaatan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.

Pimpinan BAZNAS Trenggalek dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa program bedah rumah merupakan salah satu ikhtiar lembaga dalam menghadirkan kehidupan yang lebih baik bagi masyarakat kurang mampu. Rumah yang layak huni merupakan kebutuhan dasar yang harus dipenuhi agar setiap keluarga dapat menjalani kehidupan dengan aman, nyaman, dan bermartabat.

“Melalui program ini, kami berharap keluarga Bapak Muchozin dapat memiliki tempat tinggal yang lebih layak dan nyaman. Ini bukan hanya tentang membangun dinding dan atap, tetapi juga membangun harapan, menghadirkan rasa aman, dan mengembalikan semangat hidup bagi keluarga penerima manfaat,” ungkapnya.

Lebih dari sekadar penyaluran bantuan, kegiatan ini juga menjadi momentum lahirnya sinergi yang positif antara BAZNAS Trenggalek dengan Pramuka Racana IAI Sunan Giri Trenggalek. Ke depannya, proses pembangunan rumah Bapak Muchozin akan mendapatkan dukungan dan pendampingan dari teman-teman Racana IAI Sunan Giri Trenggalek. Keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan sosial ini diharapkan mampu menumbuhkan kepedulian, semangat pengabdian, serta memperkuat budaya gotong royong di tengah masyarakat.

Perwakilan Racana IAI Sunan Giri Trenggalek menyampaikan kesiapan mereka untuk ikut serta dalam proses pembangunan hingga rumah tersebut dapat ditempati dengan layak oleh keluarga penerima manfaat. Menurutnya, kegiatan sosial seperti ini merupakan implementasi nyata dari nilai-nilai kemanusiaan dan pengabdian yang selama ini menjadi bagian dari semangat kepramukaan.

Warga sekitar Desa Ngetal pun menyambut baik program tersebut. Mereka mengapresiasi kepedulian BAZNAS Trenggalek dan keterlibatan mahasiswa yang secara sukarela turut membantu sesama. Kehadiran berbagai pihak dalam program bedah rumah ini menjadi bukti bahwa kepedulian sosial akan melahirkan kekuatan besar ketika dilakukan secara bersama-sama.

Melalui program bedah rumah ini, BAZNAS Trenggalek kembali menegaskan perannya sebagai lembaga yang tidak hanya menyalurkan bantuan, tetapi juga menjadi jembatan kolaborasi dan penggerak kebaikan di tengah masyarakat. Diharapkan, rumah baru yang nantinya berdiri di Desa Ngetal tidak hanya menjadi tempat berteduh bagi keluarga Bapak Muchozin, tetapi juga menjadi simbol hadirnya kepedulian, solidaritas, dan semangat gotong royong yang terus hidup di Kabupaten Trenggalek.

15/06/2026 | Kontributor: Humas
BAZNAS Trenggalek Salurkan Bantuan Bedah Rumah untuk Keluarga Bapak Sukuwadi, Wujudkan Hunian Aman dan Layak di Desa Wonocoyo

Kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan terus diwujudkan oleh BAZNAS Kabupaten Trenggalek melalui berbagai program kemanusiaan. Salah satunya melalui program bedah rumah yang kali ini diberikan kepada keluarga Bapak Sukuwadi, warga Desa Wonocoyo, Kecamatan Pogalan, pada Senin (15/6/2026).

Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Pimpinan BAZNAS Trenggalek sebagai bentuk komitmen lembaga dalam menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat yang hidup dalam keterbatasan. Program ini lahir dari kepedulian terhadap kondisi rumah Bapak Sukuwadi yang sudah lapuk dan rawan mengalami kerusakan yang lebih parah apabila tidak segera diperbaiki.

Rumah yang seharusnya menjadi tempat berlindung dan memberikan rasa aman bagi keluarga, justru berubah menjadi sumber kekhawatiran. Beberapa bagian bangunan yang telah termakan usia membuat kondisi rumah semakin memprihatinkan dan berpotensi membahayakan keselamatan penghuninya, terutama saat hujan deras dan cuaca ekstrem.

Melihat kondisi tersebut, BAZNAS Trenggalek bergerak cepat dengan memberikan bantuan bedah rumah yang diharapkan dapat menjadi awal kehidupan yang lebih baik bagi keluarga Bapak Sukuwadi. Program ini merupakan salah satu wujud pemanfaatan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang dihimpun dari para muzaki dan masyarakat untuk membantu mustahik yang membutuhkan hunian layak.

Pimpinan BAZNAS Trenggalek menyampaikan bahwa kebutuhan akan rumah yang aman dan layak merupakan salah satu kebutuhan dasar yang harus dipenuhi. Oleh karena itu, program bedah rumah menjadi bagian penting dari upaya BAZNAS dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat kurang mampu.

“Rumah bukan sekadar bangunan fisik, tetapi tempat bertumbuhnya harapan, tempat keluarga saling menguatkan, dan tempat anak-anak merasakan rasa aman. Melalui bantuan ini, kami berharap keluarga Bapak Sukuwadi dapat kembali menjalani kehidupan dengan lebih tenang dan nyaman,” ungkapnya.

Program bedah rumah ini juga menjadi bukti nyata bahwa zakat memiliki dampak yang besar dan mampu menjawab persoalan sosial di tengah masyarakat. Dana yang ditunaikan oleh para muzaki tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan sesaat, tetapi juga menghadirkan perubahan jangka panjang yang menyentuh aspek kehidupan mendasar, termasuk penyediaan tempat tinggal yang layak.

Warga sekitar Desa Wonocoyo menyambut baik bantuan yang diberikan oleh BAZNAS Trenggalek. Mereka mengapresiasi langkah cepat yang dilakukan untuk membantu keluarga Bapak Sukuwadi yang selama ini hidup dalam kondisi rumah yang memprihatinkan. Bantuan ini tidak hanya meringankan beban keluarga penerima manfaat, tetapi juga menumbuhkan optimisme dan semangat baru untuk menjalani kehidupan yang lebih baik.

Melalui program ini, BAZNAS Trenggalek kembali menegaskan perannya sebagai lembaga pengelola zakat yang tidak hanya berfokus pada penyaluran bantuan, tetapi juga berupaya menghadirkan solusi yang berdampak dan berkelanjutan bagi masyarakat. Diharapkan, rumah yang nantinya selesai diperbaiki dapat menjadi tempat tinggal yang aman, nyaman, dan penuh keberkahan bagi keluarga Bapak Sukuwadi.

Semangat gotong royong dan kepedulian yang terbangun melalui program bedah rumah ini menjadi pengingat bahwa setiap zakat, infak, dan sedekah yang dititipkan masyarakat memiliki kekuatan untuk mengubah kehidupan. Dari sebuah rumah yang lapuk dan rawan, kini tumbuh harapan baru bagi sebuah keluarga untuk menatap masa depan yang lebih baik.

15/06/2026 | Kontributor: Humas
BAZNAS Trenggalek Salurkan Bantuan Bedah Rumah untuk Ibu Tarminah di Watulimo, Hadirkan Harapan Baru bagi Keluarga Prasejahtera

Komitmen dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat terus diwujudkan oleh BAZNAS Kabupaten Trenggalek melalui berbagai program kemanusiaan yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat. Pada Senin (15/6/2026), BAZNAS Trenggalek kembali menyalurkan bantuan program bedah rumah kepada keluarga Ibu Tarminah yang bertempat di Dusun Sambi, Desa Watuagung, Kecamatan Watulimo.

Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Pimpinan BAZNAS Trenggalek dan turut dihadiri oleh Camat Watulimo serta perangkat Desa Watuagung. Kehadiran berbagai pihak dalam kegiatan ini menjadi bukti nyata sinergi antara lembaga zakat, pemerintah kecamatan, dan pemerintah desa dalam menghadirkan solusi bagi masyarakat yang membutuhkan hunian layak.

Program bedah rumah diberikan sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi tempat tinggal Ibu Tarminah yang memerlukan perbaikan agar dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi keluarga. Rumah yang layak huni bukan hanya menjadi kebutuhan dasar, tetapi juga menjadi faktor penting dalam menjaga kesehatan, keselamatan, dan kualitas hidup penghuninya.

Dalam sambutannya, Pimpinan BAZNAS Trenggalek menyampaikan bahwa program bedah rumah merupakan salah satu bentuk pendayagunaan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang dihimpun dari masyarakat dan disalurkan kembali kepada mereka yang membutuhkan.

“Setiap keluarga berhak memiliki tempat tinggal yang aman dan layak. Melalui program bedah rumah ini, kami berharap Ibu Tarminah dan keluarga dapat menjalani kehidupan dengan lebih nyaman dan tenang. Ini bukan sekadar bantuan pembangunan fisik, tetapi juga ikhtiar untuk menghadirkan harapan dan masa depan yang lebih baik,” ujarnya.

Pimpinan BAZNAS Trenggalek juga mengungkapkan bahwa program perbaikan rumah menjadi salah satu prioritas dalam upaya pengentasan kemiskinan. Sebab, rumah yang tidak layak huni sering kali menjadi salah satu faktor yang memperburuk kondisi sosial dan ekonomi keluarga. Oleh karena itu, kehadiran program bedah rumah diharapkan mampu memberikan dampak yang lebih luas bagi kesejahteraan penerima manfaat.

Sementara itu, Camat Watulimo menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada BAZNAS Trenggalek atas kepedulian yang diberikan kepada masyarakat di wilayahnya. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah daerah dan lembaga zakat seperti BAZNAS sangat penting dalam membantu masyarakat yang masih hidup dalam keterbatasan.

“Program seperti ini sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Kami berharap sinergi yang telah terjalin dapat terus ditingkatkan sehingga semakin banyak warga yang terbantu dan merasakan manfaat dari zakat yang dikelola secara amanah,” tuturnya.

Perangkat Desa Watuagung dan warga sekitar juga menyambut baik bantuan yang diberikan kepada Ibu Tarminah. Mereka berharap proses pembangunan rumah dapat berjalan dengan lancar dan segera memberikan kenyamanan bagi keluarga penerima manfaat.

Melalui program bedah rumah ini, BAZNAS Trenggalek kembali menegaskan perannya sebagai lembaga yang tidak hanya menyalurkan bantuan, tetapi juga menjadi penggerak kepedulian sosial dan pemberdayaan masyarakat. Rumah yang nantinya berdiri di Dusun Sambi diharapkan menjadi simbol hadirnya kepedulian, semangat gotong royong, dan bukti bahwa zakat mampu menghadirkan perubahan nyata dalam kehidupan masyarakat.

Setiap zakat, infak, dan sedekah yang ditunaikan oleh para muzaki sesungguhnya tidak hanya membangun sebuah rumah, tetapi juga membangun harapan, menjaga martabat, dan menghadirkan masa depan yang lebih baik bagi sesama.

15/06/2026 | Kontributor: Humas
BAZNAS Trenggalek Salurkan Bantuan Bedah Rumah untuk Korban Kebakaran di Watulimo, Bangkitkan Harapan Keluarga Bapak Samsuri

Musibah dapat datang kapan saja dan mengubah kehidupan seseorang dalam sekejap. Hal itulah yang dialami keluarga Bapak Samsuri, warga Dusun Tenggong, Desa Watuagung, Kecamatan Watulimo, yang rumahnya mengalami kebakaran akibat ledakan gas. Peristiwa tersebut menyebabkan kerusakan pada rumah yang selama ini menjadi tempat berlindung dan pusat kehidupan keluarganya.

Sebagai bentuk kepedulian dan respons cepat terhadap masyarakat yang tertimpa musibah, BAZNAS Kabupaten Trenggalek menyalurkan bantuan program bedah rumah kepada keluarga Bapak Samsuri pada Senin (15/6/2026). Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Pimpinan BAZNAS Trenggalek dan turut dihadiri oleh Camat Watulimo serta perangkat Desa Watuagung.

Kehadiran berbagai pihak dalam penyerahan bantuan tersebut menjadi bukti nyata semangat gotong royong dan kepedulian sosial dalam membantu warga yang sedang menghadapi cobaan. Di tengah duka akibat musibah kebakaran, keluarga Bapak Samsuri kini mendapatkan secercah harapan untuk kembali memiliki tempat tinggal yang aman dan layak.

Pimpinan BAZNAS Trenggalek menyampaikan bahwa program bedah rumah bagi korban kebakaran merupakan salah satu bentuk pemanfaatan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) untuk membantu masyarakat yang mengalami kondisi darurat dan membutuhkan dukungan segera.

“Musibah kebakaran tidak hanya menghanguskan bangunan, tetapi juga meninggalkan duka dan ketidakpastian bagi keluarga yang mengalaminya. Melalui bantuan ini, kami berharap keluarga Bapak Samsuri dapat bangkit kembali dan memiliki tempat tinggal yang aman untuk melanjutkan kehidupan,” ujarnya.

Menurutnya, rumah bukan sekadar bangunan fisik, melainkan tempat berteduh, tempat berkumpul bersama keluarga, dan ruang untuk membangun harapan. Karena itu, membantu masyarakat mendapatkan kembali hunian yang layak merupakan salah satu bentuk ikhtiar menghadirkan kesejahteraan dan menjaga martabat sesama.

Camat Watulimo dalam kesempatan tersebut turut mengapresiasi langkah cepat BAZNAS Trenggalek yang hadir di tengah masyarakat saat terjadi musibah. Ia menilai, sinergi antara pemerintah daerah dan lembaga zakat sangat penting untuk mempercepat penanganan dan pemulihan bagi warga yang terdampak bencana.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada BAZNAS Trenggalek dan seluruh donatur yang telah membantu warga kami. Bantuan ini sangat berarti bagi keluarga Bapak Samsuri dan menjadi penyemangat bagi mereka untuk bangkit setelah mengalami musibah,” tuturnya.

Perangkat Desa Watuagung dan warga sekitar juga menyampaikan rasa syukur atas perhatian yang diberikan kepada keluarga Bapak Samsuri. Mereka berharap proses perbaikan rumah dapat berjalan dengan lancar sehingga keluarga penerima manfaat dapat segera kembali menempati rumah yang aman dan nyaman.

Program bedah rumah bagi korban kebakaran ini menjadi bukti bahwa zakat tidak hanya hadir sebagai instrumen ibadah, tetapi juga sebagai solusi nyata dalam menjawab berbagai persoalan kemanusiaan dan kebencanaan. Dana yang dititipkan oleh para muzaki dan donatur mampu menjadi penyambung harapan bagi mereka yang sedang berada dalam kesulitan.

Melalui bantuan ini, BAZNAS Trenggalek kembali menegaskan perannya sebagai lembaga yang hadir untuk masyarakat, terutama bagi mereka yang sedang tertimpa musibah. Dari puing-puing akibat kebakaran, kini tumbuh semangat baru dan harapan baru bagi keluarga Bapak Samsuri untuk bangkit, memulai kembali kehidupan, dan menata masa depan yang lebih baik bersama keluarga tercinta.

15/06/2026 | Kontributor: Humas

Berita Terbaru

BAZNAS Trenggalek Terima Donasi dari Pramuka untuk Dukung Pembangunan Rumah Korban Tanah Gerak dalam Perkemahan Wirakarya 2026
BAZNAS Trenggalek Terima Donasi dari Pramuka untuk Dukung Pembangunan Rumah Korban Tanah Gerak dalam Perkemahan Wirakarya 2026
Semangat kepedulian dan gotong royong kembali ditunjukkan oleh Gerakan Pramuka Kabupaten Trenggalek. Melalui aksi kemanusiaan bertajuk Bumbung Pramuka Peduli, berhasil dihimpun donasi sebesar Rp214.314.200 yang secara resmi diserahkan kepada Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Trenggalek. Dana tersebut akan dimanfaatkan untuk membantu pembangunan rumah bagi warga terdampak bencana tanah gerak, yang akan direalisasikan dalam kegiatan Perkemahan Wirakarya pada Juli 2026 mendatang. Penyerahan donasi ini menjadi bukti nyata bahwa gerakan kepemudaan seperti Pramuka tidak hanya berfokus pada pembinaan karakter, tetapi juga berperan aktif dalam menjawab persoalan sosial di masyarakat. Program Bumbung Pramuka Peduli sendiri merupakan gerakan penggalangan dana berbasis partisipasi anggota Pramuka dan masyarakat luas dengan konsep sederhana namun berdampak besar. Ketua BAZNAS Kabupaten Trenggalek menyampaikan apresiasi yang tinggi atas kontribusi luar biasa dari keluarga besar Pramuka. Menurutnya, donasi ini bukan hanya soal angka, tetapi mencerminkan kepedulian dan solidaritas yang tumbuh kuat di tengah masyarakat, khususnya generasi muda. “Ini adalah bentuk kolaborasi yang sangat baik antara lembaga dan komunitas. Kami melihat semangat gotong royong yang luar biasa dari adik-adik Pramuka. Dana ini akan kami kelola secara amanah dan tepat sasaran untuk membantu saudara-saudara kita yang terdampak bencana,” ujarnya. Bencana tanah gerak yang melanda beberapa wilayah di Trenggalek telah menyebabkan kerusakan rumah warga, bahkan memaksa sebagian keluarga kehilangan tempat tinggal. Kondisi ini tentu membutuhkan perhatian dan penanganan serius dari berbagai pihak. Melalui sinergi antara BAZNAS dan Pramuka, diharapkan proses pemulihan dapat berjalan lebih cepat dan efektif. Rencananya, bantuan pembangunan rumah akan dilaksanakan dalam rangkaian kegiatan Perkemahan Wirakarya, sebuah agenda Pramuka yang menggabungkan kegiatan perkemahan dengan aksi pengabdian masyarakat. Dalam kegiatan tersebut, para anggota Pramuka tidak hanya berkemah, tetapi juga terlibat langsung dalam proses pembangunan rumah warga terdampak.Kegiatan ini menjadi sarana pembelajaran nyata bagi anggota Pramuka untuk menumbuhkan nilai-nilai kepedulian, kerja sama, dan tanggung jawab sosial. Selain itu, keterlibatan langsung di lapangan juga diharapkan mampu memperkuat rasa empati terhadap sesama. Perwakilan Kwartir Cabang Pramuka Trenggalek menyampaikan bahwa keberhasilan penggalangan dana ini tidak lepas dari partisipasi aktif seluruh anggota serta dukungan masyarakat. Ia berharap gerakan seperti ini dapat terus berlanjut dan menjadi budaya kebaikan di tengah kehidupan sosial. “Bumbung Pramuka Peduli adalah gerakan kecil yang jika dilakukan bersama-sama akan menjadi kekuatan besar. Kami ingin menanamkan kepada anggota bahwa sekecil apa pun kontribusi, jika dilakukan dengan niat baik, akan memberikan dampak besar bagi orang lain,” ungkapnya. BAZNAS Trenggalek juga menegaskan komitmennya untuk menjaga transparansi dan akuntabilitas dalam penyaluran dana. Proses pembangunan rumah akan dilakukan dengan perencanaan matang agar hasilnya layak huni dan memberikan kenyamanan bagi penerima manfaat. Dengan adanya kolaborasi ini, diharapkan tidak hanya membantu pemulihan fisik berupa pembangunan rumah, tetapi juga memulihkan semangat dan harapan para korban bencana. Sinergi antara BAZNAS dan Pramuka menjadi contoh nyata bahwa kepedulian sosial dapat diwujudkan melalui aksi bersama yang terorganisir dan berkelanjutan. Momentum ini sekaligus menjadi pengingat bahwa kekuatan terbesar dalam menghadapi bencana bukan hanya pada sumber daya, tetapi juga pada solidaritas dan kepedulian antar sesama. Trenggalek kembali menunjukkan bahwa dengan kebersamaan, setiap tantangan dapat dihadapi dan dilalui dengan lebih ringan.
BERITA05/05/2026 | Humas
Percepat Sertifikasi Tanah Wakaf, Empat Lembaga Teken MoU di Trenggalek untuk Lindungi Aset Umat
Percepat Sertifikasi Tanah Wakaf, Empat Lembaga Teken MoU di Trenggalek untuk Lindungi Aset Umat
Trenggalek – Upaya percepatan sertifikasi tanah wakaf di Kabupaten Trenggalek semakin diperkuat melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Badan Wakaf Indonesia (BWI), Kementerian Agama (Kemenag), Badan Pertanahan Nasional (BPN), dan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS). Kolaborasi lintas lembaga ini menjadi langkah nyata dalam melindungi aset wakaf serta memastikan pemanfaatannya dapat dirasakan secara optimal oleh masyarakat. Penandatanganan MoU tersebut dilaksanakan sebagai bentuk komitmen bersama dalam mempercepat proses legalisasi tanah wakaf di wilayah Trenggalek. Selama ini, masih terdapat sejumlah tanah wakaf yang belum memiliki sertifikat resmi, sehingga berpotensi menimbulkan permasalahan hukum di kemudian hari. Melalui kerja sama ini, diharapkan proses sertifikasi dapat berjalan lebih cepat, terarah, dan tepat sasaran. Perwakilan dari Kementerian Agama menegaskan bahwa legalitas tanah wakaf merupakan hal yang sangat penting dalam menjaga keberlangsungan fungsi wakaf. Tanah wakaf yang telah memiliki sertifikat resmi akan memiliki kepastian hukum, sehingga dapat terhindar dari sengketa atau klaim pihak lain di masa mendatang. Selain itu, legalitas yang jelas juga menjadi dasar penting dalam pengelolaan wakaf secara profesional dan produktif. “Legalitas tanah wakaf adalah langkah awal untuk melindungi aset umat. Dengan adanya sertifikat resmi, tanah wakaf dapat dikelola secara lebih optimal dan produktif, sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat dalam jangka panjang,” ungkap perwakilan Kementerian Agama dalam kegiatan tersebut. Sementara itu, Badan Pertanahan Nasional (BPN) menyampaikan komitmennya untuk mendukung percepatan sertifikasi tanah wakaf melalui berbagai strategi. Salah satu target yang dicanangkan adalah tersertifikasinya ratusan bidang tanah wakaf di wilayah Trenggalek dalam waktu mendatang. Upaya ini akan dilakukan melalui pendekatan aktif kepada masyarakat, salah satunya melalui program jemput bola, di mana petugas BPN akan mendatangi langsung lokasi tanah wakaf untuk melakukan pendataan dan proses administrasi. Selain itu, BPN juga akan melakukan pemetaan data tanah wakaf secara sistematis agar seluruh aset wakaf dapat terdata dengan baik. Pemetaan ini dinilai sangat penting untuk memastikan tidak ada tanah wakaf yang terlewat dalam proses sertifikasi serta memudahkan pengawasan dan pengelolaan di masa depan. Di sisi lain, keterlibatan Badan Wakaf Indonesia (BWI) dan BAZNAS dalam kerja sama ini menjadi bagian penting dalam memperkuat pengelolaan wakaf dan pemanfaatannya. Kedua lembaga tersebut diharapkan mampu memberikan pendampingan serta edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya sertifikasi tanah wakaf serta pengelolaan wakaf secara produktif. Kolaborasi empat lembaga ini diharapkan mampu memberikan perlindungan maksimal terhadap aset wakaf yang merupakan amanah umat. Tanah wakaf yang telah memiliki legalitas resmi tidak hanya terjaga dari potensi sengketa, tetapi juga dapat dimanfaatkan secara lebih luas untuk kepentingan sosial, pendidikan, kesehatan, maupun kegiatan keagamaan lainnya. Melalui sinergi ini, masyarakat diharapkan semakin memahami pentingnya pengurusan sertifikat tanah wakaf sebagai bentuk perlindungan aset bersama. Ke depan, kolaborasi antara BWI, Kemenag, BPN, dan BAZNAS diharapkan terus berlanjut dan semakin kuat, sehingga seluruh tanah wakaf di Kabupaten Trenggalek dapat terdata dan tersertifikasi secara menyeluruh. Dengan adanya percepatan sertifikasi tanah wakaf ini, diharapkan aset-aset umat dapat terlindungi dengan baik serta memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat. Langkah ini menjadi wujud nyata komitmen bersama dalam menjaga amanah wakaf dan memaksimalkan potensi wakaf sebagai salah satu instrumen penting dalam pembangunan kesejahteraan umat.
BERITA28/04/2026 | Humas
Bangkit dari Musibah, BAZNAS Trenggalek Hadirkan Harapan Lewat Bantuan Bedah Rumah untuk Korban Rumah Roboh di Desa Prambon
Bangkit dari Musibah, BAZNAS Trenggalek Hadirkan Harapan Lewat Bantuan Bedah Rumah untuk Korban Rumah Roboh di Desa Prambon
Trenggalek – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Trenggalek kembali menunjukkan kepedulian nyata kepada masyarakat yang tertimpa musibah dengan menyalurkan bantuan bedah rumah bagi korban rumah roboh di Desa Prambon, Kecamatan Tugu. Bantuan ini diberikan sebagai bentuk respon cepat terhadap musibah yang menimpa salah satu warga yang rumahnya mengalami kerusakan parah hingga tidak lagi layak dihuni. Peristiwa robohnya rumah tersebut terjadi akibat kondisi bangunan yang sudah rapuh dan tidak mampu menahan beban, sehingga sebagian besar struktur rumah ambruk. Kejadian ini membuat penghuni rumah harus mengungsi sementara ke tempat yang lebih aman, karena kondisi rumah tidak memungkinkan untuk ditempati. Musibah tersebut tentu membawa dampak besar bagi keluarga korban, baik secara fisik maupun psikologis. Mengetahui kondisi tersebut, BAZNAS Kabupaten Trenggalek segera melakukan asesmen lapangan untuk memastikan kondisi rumah serta kebutuhan mendesak yang diperlukan oleh keluarga terdampak. Setelah melalui proses verifikasi dan penilaian kelayakan, BAZNAS Trenggalek memutuskan untuk memberikan bantuan bedah rumah agar keluarga korban dapat kembali memiliki tempat tinggal yang aman dan layak huni. Ketua BAZNAS Kabupaten Trenggalek menyampaikan bahwa bantuan bedah rumah ini merupakan salah satu bentuk kepedulian dan tanggung jawab sosial BAZNAS dalam membantu masyarakat yang mengalami musibah, khususnya mereka yang tergolong kurang mampu. “Musibah dapat datang kapan saja tanpa kita duga. Melalui program bedah rumah ini, kami berharap keluarga yang terdampak dapat kembali memiliki hunian yang layak, aman, dan nyaman untuk ditempati bersama keluarga. Bantuan ini merupakan amanah dari para muzaki yang telah mempercayakan zakat, infak, dan sedekahnya kepada BAZNAS,” ujarnya. Pelaksanaan bedah rumah dilakukan secara gotong royong dengan melibatkan masyarakat sekitar, relawan, serta perangkat desa setempat. Semangat kebersamaan tampak jelas dalam proses pembangunan kembali rumah yang roboh tersebut. Warga sekitar turut membantu dalam berbagai tahapan pembangunan, mulai dari pembersihan puing-puing hingga proses pembangunan kembali struktur rumah. Kepala Desa Prambon, Kecamatan Tugu, menyampaikan rasa terima kasih kepada BAZNAS Kabupaten Trenggalek atas bantuan yang telah diberikan kepada warganya. Menurutnya, bantuan ini sangat berarti bagi keluarga korban yang sebelumnya mengalami kesulitan akibat kehilangan tempat tinggal. “Kami sangat bersyukur atas perhatian dan bantuan dari BAZNAS Trenggalek. Bantuan bedah rumah ini sangat membantu warga kami yang sedang mengalami musibah. Semoga kebaikan para donatur dibalas dengan keberkahan yang berlipat,” ungkapnya. Sementara itu, keluarga penerima bantuan juga menyampaikan rasa haru dan syukur atas bantuan yang diberikan. Mereka mengaku sangat terbantu dengan adanya program bedah rumah dari BAZNAS Trenggalek, karena tanpa bantuan tersebut mereka akan kesulitan untuk memperbaiki rumah secara mandiri. Program bedah rumah yang dilaksanakan BAZNAS Kabupaten Trenggalek merupakan bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya dalam penyediaan hunian layak bagi keluarga kurang mampu. Selain membantu secara fisik, program ini juga diharapkan mampu memberikan semangat baru bagi keluarga penerima untuk bangkit dari musibah yang dialami. Melalui kegiatan ini, BAZNAS Kabupaten Trenggalek kembali mengajak masyarakat untuk terus mendukung program-program kemanusiaan melalui zakat, infak, dan sedekah. Dengan semangat kebersamaan dan kepedulian sosial, diharapkan semakin banyak masyarakat yang dapat terbantu dan merasakan manfaat dari kehadiran BAZNAS di tengah-tengah masyarakat.
BERITA28/04/2026 | Humas
BAZNAS Trenggalek Ikuti Apel Kesiapsiagaan Bencana Nasional 2026 di Pantai Ngadipuro
BAZNAS Trenggalek Ikuti Apel Kesiapsiagaan Bencana Nasional 2026 di Pantai Ngadipuro
Dalam rangka memperingati Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) Tahun 2026, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Trenggalek turut ambil bagian dalam kegiatan Apel Kesiapsiagaan Bencana yang diselenggarakan oleh BPBD Kabupaten Trenggalek pada Minggu, 26 April 2026. Kegiatan ini dilaksanakan di kawasan pesisir Pantai Ngadipuro yang berada di wilayah Kecamatan Munjungan, salah satu daerah pesisir yang memiliki potensi risiko bencana alam, khususnya abrasi dan tsunami. Kegiatan ini menjadi bagian dari peringatan nasional Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional 2026 yang bertujuan untuk meningkatkan kesiapsiagaan serta kesadaran masyarakat terhadap potensi bencana di wilayah masing-masing. BAZNAS Trenggalek hadir bersama berbagai unsur pemerintah, relawan kebencanaan, serta masyarakat sebagai bentuk komitmen dalam mendukung upaya mitigasi bencana dan memperkuat kolaborasi lintas sektor. Rangkaian kegiatan diawali dengan Apel Kesiapsiagaan Bencana yang diikuti oleh jajaran BPBD, relawan, organisasi kemasyarakatan, serta unsur terkait lainnya. Dalam apel tersebut, peserta diingatkan akan pentingnya kesiapan personel, peralatan, serta koordinasi antarinstansi dalam menghadapi potensi bencana yang dapat terjadi sewaktu-waktu. Kehadiran BAZNAS Trenggalek dalam apel ini juga menunjukkan peran aktif lembaga dalam mendukung kegiatan sosial kemanusiaan, khususnya dalam situasi darurat kebencanaan. Setelah apel, kegiatan dilanjutkan dengan Beach Clean Up atau aksi bersih pantai yang melibatkan seluruh peserta. Para peserta secara bersama-sama membersihkan sampah yang tersebar di sepanjang pesisir pantai. Kegiatan ini tidak hanya bertujuan menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga menjadi bagian dari edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga ekosistem pesisir sebagai salah satu langkah mitigasi bencana. Lingkungan yang bersih dan terjaga dapat membantu mengurangi risiko kerusakan lingkungan yang berpotensi memperparah dampak bencana. Selain aksi bersih pantai, kegiatan juga diisi dengan penanaman pohon cemara udang di area pesisir. Penanaman pohon ini merupakan salah satu upaya mitigasi alami untuk mengurangi dampak abrasi pantai. Pohon cemara udang dikenal memiliki akar yang kuat dan mampu membantu menahan laju erosi tanah di kawasan pantai. Melalui kegiatan ini, diharapkan tercipta lingkungan pesisir yang lebih hijau, stabil, serta berkelanjutan bagi generasi mendatang. Tidak kalah penting, kegiatan juga dilengkapi dengan simulasi jalur evakuasi bencana, khususnya untuk menghadapi potensi tsunami. Dalam simulasi ini, peserta diberikan pemahaman mengenai rute evakuasi aman serta langkah-langkah yang harus dilakukan saat terjadi bencana. Edukasi semacam ini sangat penting, terutama bagi masyarakat pesisir yang memiliki risiko lebih tinggi terhadap bencana alam. Dengan adanya simulasi, diharapkan masyarakat dapat memahami jalur evakuasi dengan baik sehingga mampu menyelamatkan diri secara cepat dan tepat ketika situasi darurat terjadi. Sebagai penutup rangkaian kegiatan, seluruh peserta mengikuti doa bersama sebagai bentuk ikhtiar spiritual untuk memohon keselamatan dan perlindungan dari berbagai potensi bencana. Doa bersama ini juga menjadi momentum untuk mempererat kebersamaan dan solidaritas antarinstansi, relawan, serta masyarakat yang hadir. Partisipasi BAZNAS Trenggalek dalam kegiatan ini tidak hanya menunjukkan kepedulian terhadap aspek kemanusiaan, tetapi juga mempertegas peran lembaga dalam mendukung kesiapsiagaan bencana di daerah. BAZNAS sebagai lembaga yang bergerak di bidang sosial dan kemanusiaan memiliki peran penting dalam membantu masyarakat, khususnya saat terjadi bencana, baik melalui penyaluran bantuan darurat maupun pemulihan pascabencana. Melalui kegiatan peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional Tahun 2026 ini, diharapkan dapat meningkatkan kesadaran, kewaspadaan, serta kesiapan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan mampu memperkuat sinergi antara pemerintah, relawan, organisasi sosial, dan masyarakat dalam upaya penanggulangan bencana secara terpadu. Dengan semangat kebersamaan dan kepedulian, seluruh pihak yang terlibat berharap bahwa langkah-langkah mitigasi yang dilakukan hari ini dapat memberikan dampak positif bagi keselamatan masyarakat di masa mendatang, khususnya di wilayah pesisir Kabupaten Trenggalek yang memiliki potensi kerawanan bencana. Kesiapsiagaan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah semata, tetapi merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat demi terciptanya lingkungan yang aman, tangguh, dan berkelanjutan.
BERITA27/04/2026 | Humas
Transparansi Terjaga, Manfaat Terasa: BAZNAS Trenggalek Salurkan Lebih dari Rp1,2 Miliar pada Triwulan I Tahun 2026
Transparansi Terjaga, Manfaat Terasa: BAZNAS Trenggalek Salurkan Lebih dari Rp1,2 Miliar pada Triwulan I Tahun 2026
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Trenggalek kembali menunjukkan komitmennya dalam mengelola dana zakat, infak, dan sedekah secara transparan dan akuntabel. Hal tersebut tercermin dalam laporan keuangan Triwulan I Tahun 2026 yang mencatat capaian penerimaan dan penyaluran yang signifikan serta manfaat yang dirasakan ribuan masyarakat di Kabupaten Trenggalek. Pada Triwulan I Tahun 2026, total penerimaan dana Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) yang berhasil dihimpun oleh BAZNAS Kabupaten Trenggalek mencapai Rp1.434.808.272. Angka ini berasal dari berbagai sumber, baik dari aparatur sipil negara, lembaga, maupun masyarakat umum yang mempercayakan penyaluran zakatnya melalui BAZNAS. Rincian penerimaan tersebut terdiri dari dana zakat sebesar Rp722.636.959, zakat fitrah sebesar Rp8.650.878, serta infak sebesar Rp703.520.435. Tingginya partisipasi masyarakat dalam menunaikan kewajiban zakat dan berbagi melalui infak menjadi bukti meningkatnya kesadaran sosial serta kepercayaan terhadap lembaga pengelola zakat resmi di Kabupaten Trenggalek. Sementara itu, pada sisi penyaluran, BAZNAS Kabupaten Trenggalek telah menyalurkan dana sebesar Rp1.203.839.728 kepada masyarakat yang berhak menerima manfaat. Dana tersebut disalurkan melalui berbagai program unggulan yang dirancang untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta mengurangi angka kemiskinan di wilayah Kabupaten Trenggalek. Adapun rincian penyaluran meliputi zakat sebesar Rp517.363.054, zakat fitrah sebesar Rp8.650.878, serta infak sebesar Rp677.825.796. Penyaluran ini dilaksanakan secara tepat sasaran kepada para mustahik melalui berbagai program yang terintegrasi dan berkelanjutan. Sepanjang Triwulan I Tahun 2026, BAZNAS Kabupaten Trenggalek berhasil menjangkau sebanyak 5.790 penerima manfaat yang tersebar di berbagai kecamatan. Penerima manfaat tersebut berasal dari lima program utama BAZNAS, yaitu Trenggalek Sehat, Trenggalek Makmur, Trenggalek Cerdas, Trenggalek Taqwa, dan Trenggalek Peduli. Pada program Trenggalek Sehat, tercatat sebanyak 720 penerima manfaat yang mendapatkan bantuan kesehatan, seperti bantuan biaya pengobatan dan dukungan layanan kesehatan bagi masyarakat kurang mampu. Program ini diharapkan mampu membantu masyarakat yang mengalami kesulitan dalam mengakses layanan kesehatan. Program Trenggalek Makmur mencatat sebanyak 6 penerima manfaat yang menerima bantuan ekonomi produktif. Bantuan ini diberikan dalam bentuk dukungan usaha kecil guna meningkatkan kemandirian ekonomi mustahik sehingga mampu bangkit dari keterbatasan ekonomi. Sementara itu, program Trenggalek Cerdas menjangkau 1.132 penerima manfaat melalui bantuan pendidikan, seperti beasiswa bagi siswa kurang mampu serta dukungan perlengkapan sekolah. Program ini menjadi salah satu upaya penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Trenggalek. Pada bidang keagamaan, program Trenggalek Taqwa telah memberikan manfaat kepada 71 penerima manfaat dalam bentuk dukungan kegiatan keagamaan, bantuan sarana ibadah, serta kegiatan pembinaan spiritual masyarakat. Program dengan jumlah penerima manfaat terbanyak adalah Trenggalek Peduli, yang menjangkau 3.681 penerima manfaat. Program ini mencakup bantuan sosial kemanusiaan, penanganan darurat, bantuan kebutuhan dasar, serta dukungan bagi masyarakat yang mengalami kondisi darurat dan membutuhkan pertolongan segera. Laporan keuangan Triwulan I Tahun 2026 ini menjadi bukti nyata komitmen BAZNAS Kabupaten Trenggalek dalam menjaga prinsip transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan dana umat. Selain itu, capaian ini juga menjadi dorongan bagi masyarakat untuk terus mempercayakan zakat, infak, dan sedekahnya kepada BAZNAS sebagai lembaga resmi yang amanah dan profesional. Melalui pengelolaan dana yang tepat sasaran dan berkelanjutan, BAZNAS Kabupaten Trenggalek berharap dapat terus memperluas jangkauan manfaat serta menghadirkan perubahan positif bagi masyarakat. Dukungan dan partisipasi aktif dari masyarakat diharapkan terus meningkat, sehingga kebermanfaatan zakat dapat dirasakan lebih luas oleh mereka yang membutuhkan. Dengan semangat kebersamaan dan kepedulian sosial, BAZNAS Kabupaten Trenggalek berkomitmen untuk terus menjadi jembatan kebaikan antara para muzakki dan mustahik, demi mewujudkan masyarakat Trenggalek yang lebih sejahtera, mandiri, dan berdaya.
BERITA21/04/2026 | Humas
Kafarat Anda Bukan Sekadar Penebus Dosa, Namun Juga Menjadi Manfaat untuk Sesama
Kafarat Anda Bukan Sekadar Penebus Dosa, Namun Juga Menjadi Manfaat untuk Sesama
Dalam ajaran Islam, kafarat bukan hanya sekadar bentuk penebusan atas kesalahan atau pelanggaran tertentu, tetapi juga menjadi sarana untuk menebarkan manfaat kepada sesama. Kafarat mengajarkan bahwa setiap kesalahan yang terjadi tidak cukup hanya disesali, tetapi juga diperbaiki melalui tindakan nyata yang membawa kebaikan bagi orang lain. Melalui kafarat, seorang muslim diajak untuk lebih peduli terhadap lingkungan sekitar, khususnya kepada mereka yang membutuhkan bantuan. ???? Kafarat memiliki berbagai bentuk, salah satunya adalah memberi makan kepada fakir miskin atau membantu kebutuhan dasar mereka. Dalam praktiknya, bantuan ini dapat berupa paket makanan, bahan pokok, maupun dukungan lainnya yang bermanfaat bagi mustahik. Saat seseorang menunaikan kafarat, ia tidak hanya membersihkan diri dari kesalahan, tetapi juga menghadirkan kebahagiaan dan harapan bagi orang lain. Di sinilah letak keindahan nilai kafarat—ia menghubungkan antara taubat pribadi dengan kepedulian sosial. Lebih dari sekadar kewajiban, kafarat menjadi sarana berbagi rezeki dan mempererat rasa persaudaraan di tengah masyarakat. Bantuan yang diberikan melalui kafarat sering kali menjadi penopang bagi keluarga yang sedang mengalami kesulitan ekonomi. Bagi mustahik, bantuan tersebut bukan hanya bernilai materi, tetapi juga menjadi bentuk perhatian dan kepedulian yang sangat berarti. Seorang mustahik yang menerima bantuan kafarat sering kali mengungkapkan rasa syukur yang mendalam. “Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada para muzakki dan pihak yang telah menyalurkan kafarat kepada kami. Bantuan ini sangat membantu memenuhi kebutuhan makan keluarga kami sehari-hari. Semoga Allah membalas segala kebaikan dengan pahala yang berlipat ganda,” ungkap salah satu mustahik dengan penuh haru. Ucapan terima kasih tersebut menjadi bukti bahwa setiap kebaikan yang diberikan memiliki dampak nyata bagi kehidupan mereka yang membutuhkan. Di sisi lain, peran lembaga seperti BAZNAS Trenggalek sangat penting dalam memastikan kafarat tersalurkan secara tepat sasaran. Melalui program penyaluran kafarat, BAZNAS Trenggalek berupaya menjembatani niat baik para muzakki dengan kebutuhan mustahik di lapangan. Setiap bantuan yang disalurkan diharapkan mampu memberikan manfaat yang luas serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat. BAZNAS Trenggalek juga menyampaikan rasa terima kasih kepada para muzakki yang telah mempercayakan penyaluran kafarat melalui lembaga tersebut. “Kami mengucapkan terima kasih kepada para muzakki yang telah menunaikan kafarat melalui BAZNAS Trenggalek. Kepercayaan yang diberikan menjadi amanah bagi kami untuk terus menyalurkan bantuan secara transparan, tepat sasaran, dan memberikan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan. Semoga setiap kafarat yang ditunaikan menjadi amal kebaikan yang membawa keberkahan bagi semua pihak,” ujar perwakilan BAZNAS. Dengan memahami makna kafarat secara mendalam, kita dapat melihat bahwa setiap penebusan kesalahan bukan hanya tentang memperbaiki hubungan dengan Allah, tetapi juga tentang menghadirkan manfaat bagi sesama manusia. Kafarat menjadi bukti bahwa dari setiap kesalahan, selalu ada kesempatan untuk menebar kebaikan dan menumbuhkan kepedulian sosial. Pada akhirnya, kafarat bukan hanya sekadar kewajiban yang harus ditunaikan, tetapi juga menjadi jembatan kebaikan yang menghubungkan antara mereka yang memberi dan mereka yang menerima. Dari tangan yang menunaikan kafarat, lahir senyum dan harapan baru bagi mereka yang membutuhkan. Inilah esensi sejati dari kafarat—membersihkan diri, menebar manfaat, dan menghadirkan keberkahan bagi sesama.
BERITA20/04/2026 | Humas
BAZNAS Trenggalek Salurkan Bantuan Bedah Rumah untuk Bu Murtiyah di Desa Sukorame
BAZNAS Trenggalek Salurkan Bantuan Bedah Rumah untuk Bu Murtiyah di Desa Sukorame
Trenggalek – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Trenggalek kembali menunjukkan komitmennya dalam membantu masyarakat kurang mampu melalui program bedah rumah. Kali ini, bantuan disalurkan kepada Bu Murtiyah, warga Desa Sukorame, Kecamatan Gandusari, yang selama ini menempati rumah dengan kondisi kurang layak huni. Penyerahan bantuan program bedah rumah tersebut dilakukan secara langsung oleh Ketua BAZNAS Kabupaten Trenggalek bersama Camat Gandusari. Kegiatan ini turut disaksikan oleh perangkat kecamatan, perangkat desa, serta tokoh masyarakat setempat yang mendukung penuh pelaksanaan program sosial tersebut. Ketua BAZNAS Kabupaten Trenggalek dalam sambutannya menyampaikan bahwa program bedah rumah merupakan salah satu program unggulan BAZNAS yang bertujuan untuk membantu masyarakat dhuafa agar dapat memiliki tempat tinggal yang layak, sehat, dan aman untuk dihuni. Rumah yang layak tidak hanya menjadi kebutuhan dasar, tetapi juga memberikan rasa nyaman serta meningkatkan kualitas hidup penerima manfaat. “Program bedah rumah ini merupakan wujud nyata kepedulian BAZNAS terhadap masyarakat yang membutuhkan. Kami berharap bantuan ini dapat memberikan kenyamanan bagi Bu Murtiyah dan keluarga, serta menjadi semangat baru dalam menjalani kehidupan sehari-hari,” ujarnya. Sementara itu, Camat Gandusari menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada BAZNAS Kabupaten Trenggalek atas kepedulian dan kontribusinya dalam membantu masyarakat di wilayah Kecamatan Gandusari, khususnya di Desa Sukorame. Ia berharap sinergi antara pemerintah daerah dan BAZNAS dapat terus terjalin dengan baik guna membantu masyarakat yang membutuhkan bantuan serupa. “Kami sangat mengapresiasi langkah BAZNAS Kabupaten Trenggalek yang terus hadir di tengah masyarakat. Bantuan bedah rumah ini sangat berarti bagi warga yang membutuhkan, khususnya bagi Bu Murtiyah. Semoga program seperti ini dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak masyarakat,” ungkapnya. Bu Murtiyah selaku penerima manfaat menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas bantuan yang diberikan. Ia mengaku sangat bersyukur dan tidak menyangka akan mendapatkan bantuan bedah rumah dari BAZNAS Kabupaten Trenggalek. Menurutnya, bantuan tersebut sangat membantu dirinya untuk memiliki hunian yang lebih layak dan aman. “Saya sangat bersyukur dan berterima kasih kepada BAZNAS Kabupaten Trenggalek dan semua pihak yang telah membantu. Semoga kebaikan para donatur dibalas dengan keberkahan dan rezeki yang melimpah,” tuturnya dengan penuh haru. Program bedah rumah ini merupakan salah satu bentuk penyaluran dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang dihimpun oleh BAZNAS Kabupaten Trenggalek dari para muzaki dan donatur. Dana yang terkumpul disalurkan kepada masyarakat yang berhak menerima manfaat, khususnya mereka yang membutuhkan bantuan untuk meningkatkan kesejahteraan hidup. Dengan adanya program bedah rumah ini, diharapkan masyarakat penerima manfaat dapat memiliki hunian yang lebih layak, sehat, dan nyaman, sehingga mampu meningkatkan kualitas hidup serta memberikan rasa aman bagi keluarga. BAZNAS Kabupaten Trenggalek juga mengajak seluruh masyarakat untuk terus menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS sebagai lembaga resmi pengelola zakat, agar semakin banyak masyarakat yang dapat merasakan manfaat dari program-program sosial yang dilaksanakan. Semoga bantuan yang diberikan dapat menjadi amal jariyah bagi para muzaki dan donatur, serta membawa keberkahan bagi seluruh pihak yang terlibat dalam kegiatan kemanusiaan ini
BERITA13/04/2026 | Humas
BAZNAS Trenggalek Salurkan Bantuan 12 Unit Sepeda untuk Siswa Sekolah Dasar, Tambah Semangat Belajar Siswa
BAZNAS Trenggalek Salurkan Bantuan 12 Unit Sepeda untuk Siswa Sekolah Dasar, Tambah Semangat Belajar Siswa
Semangat belajar siswa sekolah dasar di Kabupaten Trenggalek semakin terpacu setelah menerima bantuan sepeda dari BAZNAS Trenggalek. Pada Rabu (08-04-2026), sebanyak 12 unit sepeda disalurkan kepada siswa dari beberapa sekolah dasar yang membutuhkan. Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh pimpinan BAZNAS Trenggalek sebagai bentuk kepedulian terhadap dunia pendidikan dan dukungan bagi siswa yang memiliki keterbatasan sarana transportasi menuju sekolah. Kegiatan penyerahan sepeda berlangsung dengan penuh kebahagiaan dan antusiasme dari para siswa, guru, serta orang tua. Bagi sebagian siswa, sepeda ini menjadi sarana penting untuk menunjang perjalanan mereka ke sekolah yang selama ini harus ditempuh dengan berjalan kaki dalam jarak yang cukup jauh. Dengan adanya bantuan ini, diharapkan siswa dapat datang ke sekolah tepat waktu dan memiliki semangat baru dalam menuntut ilmu. Adapun rincian penerima bantuan sepeda pada program kali ini meliputi beberapa sekolah dasar di wilayah Kabupaten Trenggalek, yaitu SDN 1 Ngentrong sebanyak 1 unit, SDN 2 Ngentrong sebanyak 2 unit, SDN 2 Kerjo sebanyak 2 unit, SDN 1 Jati sebanyak 4 unit, serta SDN 3 Jatiprahu sebanyak 3 unit. Penyaluran dilakukan berdasarkan hasil survei dan verifikasi lapangan untuk memastikan bahwa bantuan diberikan kepada siswa yang benar-benar membutuhkan. Dalam sambutannya, pimpinan BAZNAS Trenggalek menyampaikan bahwa bantuan sepeda ini merupakan salah satu bentuk pemanfaatan dana zakat, infak, dan sedekah yang dihimpun dari masyarakat. Program ini dirancang untuk mendukung akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu, sehingga mereka dapat menempuh pendidikan dengan lebih mudah dan nyaman. “Sepeda ini bukan hanya alat transportasi, tetapi juga simbol harapan bagi anak-anak untuk terus semangat belajar dan meraih cita-cita. Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban orang tua serta memotivasi siswa untuk lebih giat dalam menuntut ilmu,” ujar pimpinan BAZNAS Trenggalek dalam sambutannya. Para guru dari masing-masing sekolah menyampaikan apresiasi atas perhatian yang diberikan oleh BAZNAS Trenggalek. Mereka menilai bahwa bantuan sepeda sangat membantu siswa, terutama yang tinggal jauh dari sekolah dan memiliki keterbatasan fasilitas transportasi. Dengan adanya sepeda, siswa dapat menghemat waktu perjalanan dan mengurangi rasa lelah sebelum memulai kegiatan belajar di kelas. Kebahagiaan juga terlihat jelas dari wajah para siswa penerima manfaat. Mereka tampak bersemangat mencoba sepeda baru yang diterima, bahkan beberapa di antaranya menyampaikan rasa terima kasih kepada para donatur yang telah peduli terhadap pendidikan mereka. Bagi orang tua siswa, bantuan ini menjadi berkah yang sangat berarti karena mampu mengurangi beban biaya transportasi harian. Program bantuan sepeda ini menjadi salah satu bentuk komitmen BAZNAS Trenggalek dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan di daerah. Selain bantuan sepeda, BAZNAS juga terus mengembangkan berbagai program pendidikan lainnya, seperti bantuan perlengkapan sekolah, beasiswa pendidikan, serta dukungan bagi siswa berprestasi dari keluarga kurang mampu. Dengan tersalurkannya 12 unit sepeda kepada siswa sekolah dasar pada Rabu (08-04-2026), diharapkan semakin banyak anak-anak yang memiliki kesempatan belajar dengan lebih baik. Bantuan ini tidak hanya memberikan kemudahan dalam akses pendidikan, tetapi juga menumbuhkan semangat dan rasa percaya diri siswa untuk terus melangkah menuju masa depan yang lebih cerah.
BERITA08/04/2026 | Humas
Laporan Bantuan Biaya Hidup Bulanan Periode Maret 2026, Disalurkan Sebanyak 722 Paket ke 14 Kecamatan
Laporan Bantuan Biaya Hidup Bulanan Periode Maret 2026, Disalurkan Sebanyak 722 Paket ke 14 Kecamatan
Program Bantuan Biaya Hidup Bulanan kembali menunjukkan komitmennya dalam membantu masyarakat yang membutuhkan. Pada periode Maret 2026, sebanyak 722 paket bantuan berhasil disalurkan kepada penerima manfaat yang tersebar di 14 kecamatan. Penyaluran ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan untuk meringankan beban ekonomi masyarakat, khususnya bagi kalangan yatim, dhuafa, lansia, serta keluarga prasejahtera. Distribusi bantuan dilaksanakan secara bertahap selama bulan Maret dengan melibatkan relawan dan koordinator wilayah di masing-masing kecamatan. Setiap paket bantuan berisi kebutuhan pokok yang dirancang untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar penerima selama satu bulan. Isi paket umumnya mencakup bahan pangan seperti beras, minyak goreng, gula, mie instan, serta kebutuhan pokok lainnya yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat setempat. Koordinator program menyampaikan bahwa keberhasilan penyaluran 722 paket ini tidak lepas dari dukungan para donatur yang secara konsisten menyalurkan amanahnya. “Kami bersyukur karena pada periode Maret 2026 ini, bantuan dapat menjangkau 14 kecamatan dengan lancar. Hal ini menjadi bukti bahwa kepedulian masyarakat terus tumbuh dan memberi dampak nyata bagi mereka yang membutuhkan,” ujarnya. Proses pendistribusian dilakukan dengan mengedepankan prinsip transparansi dan ketepatan sasaran. Data penerima manfaat telah melalui proses verifikasi sebelumnya, sehingga bantuan benar-benar diterima oleh masyarakat yang membutuhkan. Selain itu, tim lapangan juga memastikan setiap paket diterima langsung oleh penerima atau keluarga yang bersangkutan. Di beberapa kecamatan, penyaluran bantuan disambut dengan antusias oleh masyarakat. Para penerima manfaat menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas bantuan yang mereka terima. Bagi sebagian lansia dan keluarga kurang mampu, bantuan ini menjadi harapan untuk meringankan beban pengeluaran harian, terutama di tengah kondisi ekonomi yang masih menantang. Selain membantu kebutuhan pangan, program Bantuan Biaya Hidup Bulanan juga memiliki tujuan jangka panjang, yaitu membangun solidaritas sosial dan memperkuat kepedulian antar sesama. Dengan adanya program ini, masyarakat yang memiliki rezeki lebih dapat turut berkontribusi membantu saudara-saudara yang membutuhkan. Selama pelaksanaan di bulan Maret 2026, tim relawan menghadapi berbagai tantangan di lapangan, mulai dari jarak tempuh yang cukup jauh hingga kondisi cuaca yang tidak menentu. Namun, hal tersebut tidak menyurutkan semangat para relawan untuk memastikan seluruh paket bantuan dapat tersalurkan tepat waktu. Pihak penyelenggara juga terus melakukan evaluasi secara berkala untuk meningkatkan kualitas pelayanan di periode berikutnya. Evaluasi ini mencakup aspek pendataan penerima manfaat, efisiensi distribusi, hingga kualitas isi paket bantuan. Dengan evaluasi yang berkelanjutan, diharapkan program ini dapat memberikan manfaat yang lebih luas dan berkelanjutan. Ke depan, program Bantuan Biaya Hidup Bulanan diharapkan dapat menjangkau lebih banyak wilayah dan penerima manfaat. Dukungan dari para donatur dan relawan menjadi kunci utama keberlanjutan program ini. Dengan semangat gotong royong dan kepedulian sosial, diharapkan bantuan yang disalurkan tidak hanya meringankan beban ekonomi, tetapi juga menghadirkan harapan dan kebahagiaan bagi masyarakat yang membutuhkan. Penyaluran 722 paket bantuan di 14 kecamatan pada periode Maret 2026 menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi antara donatur, relawan, dan masyarakat dapat menciptakan dampak positif yang luas. Semoga langkah kebaikan ini terus berlanjut dan membawa manfaat yang semakin besar di masa mendatang.
BERITA08/04/2026 | Humas
Menjaga Ukhuwah di Bulan Syawal, BAZNAS Trenggalek Silaturahmi ke BAZNAS Jatim
Menjaga Ukhuwah di Bulan Syawal, BAZNAS Trenggalek Silaturahmi ke BAZNAS Jatim
Dalam suasana penuh kehangatan bulan Syawal 1447 H, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Trenggalek melaksanakan kegiatan silaturahmi ke Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Jawa Timur pada Kamis, 02 April 2026. Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk mempererat ukhuwah kelembagaan sekaligus memperkuat sinergi dalam upaya pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) di wilayah Jawa Timur. Rombongan BAZNAS Kabupaten Trenggalek dipimpin langsung oleh Ketua BAZNAS Trenggalek, Mahsun Ismail, didampingi Wakil Ketua I Rahmat Purwanto, Wakil Ketua II Bahauddin, Wakil Ketua III Mahsunudin, Kepala Pelaksana Deni Riani, serta Pelaksana Bidang Pendistribusian Ali Muhtaroh. Kehadiran rombongan ini disambut dengan hangat oleh jajaran BAZNAS Provinsi Jawa Timur dalam suasana kekeluargaan yang kental dengan nilai-nilai kebersamaan. Ketua BAZNAS Trenggalek, Mahsun Ismail, menyampaikan bahwa kegiatan silaturahmi di bulan Syawal ini merupakan tradisi yang memiliki makna mendalam, tidak hanya sebagai ajang saling memaafkan setelah bulan Ramadan, tetapi juga sebagai sarana memperkuat koordinasi dan komunikasi antara BAZNAS kabupaten dan provinsi. Menurutnya, sinergi yang kuat menjadi salah satu kunci dalam meningkatkan efektivitas pengelolaan zakat agar semakin profesional dan berdampak luas bagi masyarakat. “Melalui silaturahmi ini, kami berharap dapat terus menjaga hubungan baik dengan BAZNAS Provinsi Jawa Timur. Selain sebagai bentuk ukhuwah, kegiatan ini juga menjadi kesempatan untuk berdiskusi dan berbagi pengalaman terkait pengelolaan zakat, sehingga program-program yang dilaksanakan di daerah dapat semakin optimal dan tepat sasaran,” ungkapnya. Dalam pertemuan tersebut, berbagai hal strategis turut dibahas, di antaranya penguatan tata kelola kelembagaan, peningkatan kualitas layanan kepada muzaki dan mustahik, serta pengembangan program pendistribusian dan pemberdayaan yang berkelanjutan. Selain itu, rombongan BAZNAS Trenggalek juga mendapatkan arahan dan masukan terkait inovasi program yang dapat diterapkan di tingkat kabupaten guna meningkatkan penghimpunan dan pendayagunaan dana zakat. Wakil Ketua I BAZNAS Trenggalek, Rahmat Purwanto, menambahkan bahwa kegiatan silaturahmi seperti ini sangat penting untuk memperluas wawasan serta meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di lingkungan BAZNAS. Dengan adanya komunikasi yang intensif antara BAZNAS kabupaten dan provinsi, diharapkan setiap kebijakan dan program yang dijalankan dapat selaras dengan arah pembangunan zakat nasional. Sementara itu, Kepala Pelaksana BAZNAS Trenggalek, Deni Riani, menyampaikan bahwa momentum Syawal merupakan waktu yang tepat untuk mempererat hubungan antar lembaga, sekaligus meneguhkan komitmen dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Ia berharap, melalui silaturahmi ini, semangat kebersamaan dan kolaborasi dapat terus terjaga demi mewujudkan pengelolaan zakat yang transparan, akuntabel, dan profesional. Kegiatan silaturahmi ini berlangsung dengan suasana penuh keakraban dan diakhiri dengan sesi ramah tamah serta doa bersama. Harapannya, hubungan baik yang telah terjalin antara BAZNAS Kabupaten Trenggalek dan BAZNAS Provinsi Jawa Timur dapat terus dipelihara dan ditingkatkan di masa mendatang. Melalui kegiatan silaturahmi di bulan Syawal ini, BAZNAS Trenggalek menegaskan komitmennya untuk terus menjaga ukhuwah dan memperkuat sinergi dengan berbagai pihak, khususnya dengan BAZNAS Provinsi Jawa Timur. Dengan sinergi yang solid, diharapkan pengelolaan zakat di Kabupaten Trenggalek dapat semakin optimal, sehingga mampu memberikan manfaat nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat yang membutuhkan.
BERITA02/04/2026 | Humas
BAZNAS Trenggalek Bantu Seorang Tuna Netra Tuk Punya Hunian Layak
BAZNAS Trenggalek Bantu Seorang Tuna Netra Tuk Punya Hunian Layak
BAZNAS Kabupaten Trenggalek kembali menunjukkan komitmennya dalam membantu masyarakat yang membutuhkan melalui program bantuan hunian layak. Pada Selasa, 31 Maret 2026, BAZNAS Trenggalek menyalurkan bantuan kepada seorang warga penyandang tuna netra di wilayah Surodakan untuk mewujudkan impiannya memiliki hunian yang lebih layak dan aman untuk ditempati. Penyerahan bantuan tersebut dilakukan langsung oleh Wakil Ketua (WK) III BAZNAS Kabupaten Trenggalek, KH. Mahsunudin, bersama pelaksana BAZNAS Trenggalek. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya BAZNAS dalam meningkatkan kesejahteraan mustahik, khususnya mereka yang memiliki keterbatasan fisik dan kondisi ekonomi yang memprihatinkan. Dalam kesempatan tersebut, KH. Mahsunudin menyampaikan bahwa program bantuan hunian layak merupakan salah satu bentuk nyata pemanfaatan dana zakat, infak, dan sedekah yang dihimpun dari masyarakat. Bantuan ini diharapkan dapat memberikan kenyamanan dan rasa aman bagi penerima manfaat dalam menjalani kehidupan sehari-hari. “Program bantuan hunian ini merupakan wujud kepedulian BAZNAS kepada masyarakat yang membutuhkan, terutama saudara kita yang memiliki keterbatasan fisik seperti tuna netra. Dengan adanya hunian yang layak, diharapkan penerima manfaat dapat hidup lebih nyaman, aman, serta memiliki semangat baru dalam menjalani aktivitas sehari-hari,” ujar KH. Mahsunudin. Penerima bantuan merupakan seorang penyandang tuna netra yang selama ini tinggal di kontrakan. Keterbatasan penglihatan membuatnya mengalami kesulitan dalam memenuhi kebutuhan hidup, termasuk dalam memperbaiki tempat tinggalnya. Melihat kondisi tersebut, BAZNAS Trenggalek hadir untuk memberikan dukungan nyata agar penerima manfaat dapat memiliki tempat tinggal yang lebih layak dan aman. Program bantuan hunian layak ini tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik semata, tetapi juga menjadi bentuk kepedulian sosial dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat yang kurang mampu. Melalui program ini, BAZNAS berharap dapat mengurangi jumlah rumah tidak layak huni di Kabupaten Trenggalek sekaligus memberikan rasa kepedulian dan kebersamaan di tengah masyarakat. Para pelaksana BAZNAS yang hadir dalam kegiatan tersebut turut memastikan bahwa bantuan yang diberikan dapat dimanfaatkan secara maksimal. Proses penyaluran dilakukan dengan memperhatikan kebutuhan penerima manfaat agar hunian yang dibangun benar-benar sesuai dengan kondisi dan kebutuhannya, terutama mengingat keterbatasan penglihatan yang dimiliki penerima bantuan. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi bukti nyata bahwa dana zakat, infak, dan sedekah yang disalurkan oleh masyarakat melalui BAZNAS Trenggalek memberikan dampak positif yang langsung dirasakan oleh para mustahik. Dukungan masyarakat dalam menunaikan kewajiban zakat serta berinfak dan bersedekah menjadi kunci keberlangsungan berbagai program sosial yang dijalankan oleh BAZNAS. Dengan adanya bantuan hunian ini, diharapkan penerima manfaat dapat menjalani kehidupan dengan lebih baik dan mandiri. Hunian yang layak tidak hanya memberikan perlindungan dari cuaca dan lingkungan, tetapi juga memberikan rasa aman serta meningkatkan kualitas hidup secara keseluruhan. BAZNAS Kabupaten Trenggalek terus berkomitmen untuk menghadirkan berbagai program pemberdayaan dan bantuan sosial bagi masyarakat yang membutuhkan. Melalui sinergi antara BAZNAS dan masyarakat, diharapkan semakin banyak warga kurang mampu yang dapat terbantu dan merasakan manfaat dari dana zakat, infak, dan sedekah yang disalurkan secara tepat sasaran. Mari tunaikan zakat dan sedekah terbaikmu melalui BAZNAS Kabupaten Trenggalek.
BERITA31/03/2026 | Humas
Sentuhan Kepedulian di Akhir Ramadan, BAZNAS Kab. Trenggalek Mendistribusikan Zakat Fitrah
Sentuhan Kepedulian di Akhir Ramadan, BAZNAS Kab. Trenggalek Mendistribusikan Zakat Fitrah
Menjelang berakhirnya Ramadan 1447 H, BAZNAS Trenggalek kembali menunjukkan komitmennya dalam menebar kepedulian dengan menyalurkan zakat fitrah kepada para mustahik di berbagai wilayah di Kabupaten Trenggalek. Penyaluran zakat fitrah ini dilakukan secara bertahap pada hari-hari terakhir Ramadan, sebagai upaya memastikan bantuan dapat diterima tepat waktu oleh masyarakat yang berhak sebelum Hari Raya Idulfitri tiba. Zakat fitrah yang disalurkan merupakan amanah dari para muzaki yang telah menunaikan kewajibannya melalui BAZNAS Trenggalek. Amanah tersebut kemudian dikelola dan disalurkan kepada para mustahik yang telah terdata, seperti fakir, miskin, lansia dhuafa, serta keluarga kurang mampu. Dengan adanya penyaluran zakat fitrah ini, diharapkan masyarakat yang membutuhkan dapat merasakan kebahagiaan dan ketenangan dalam menyambut Hari Raya Idulfitri bersama keluarga tercinta. Sejak pagi hari, para petugas BAZNAS Trenggalek telah mempersiapkan proses pendistribusian zakat fitrah dengan penuh tanggung jawab. Bantuan zakat fitrah yang berupa bahan pokok disalurkan secara langsung kepada para penerima manfaat di berbagai titik wilayah. Kegiatan ini tidak hanya menjadi momen berbagi, tetapi juga menjadi sarana mempererat hubungan antara BAZNAS dan masyarakat. Dalam proses penyaluran, suasana penuh haru dan kebahagiaan tampak dari raut wajah para mustahik yang menerima zakat fitrah. Banyak di antara mereka yang mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih atas bantuan yang diberikan. Bagi mereka, zakat fitrah ini sangat berarti karena membantu memenuhi kebutuhan pokok menjelang hari raya, sehingga mereka dapat merayakan Idulfitri dengan lebih layak dan penuh rasa syukur. Perwakilan BAZNAS Trenggalek menyampaikan bahwa zakat fitrah memiliki makna yang sangat penting, tidak hanya sebagai kewajiban bagi umat Islam, tetapi juga sebagai sarana membersihkan jiwa serta mempererat ukhuwah di tengah masyarakat. Melalui zakat fitrah, nilai-nilai kepedulian sosial dapat terus tumbuh, sehingga tercipta kehidupan masyarakat yang lebih harmonis dan saling membantu. Selain itu, penyaluran zakat fitrah ini juga menjadi bagian dari upaya BAZNAS Trenggalek dalam mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menunaikan zakat melalui lembaga resmi. Dengan menyalurkan zakat melalui lembaga yang terpercaya, proses pendistribusian dapat dilakukan secara tepat sasaran, transparan, dan merata kepada mereka yang benar-benar membutuhkan. Momentum akhir Ramadan menjadi waktu yang sangat istimewa untuk meningkatkan kepedulian terhadap sesama. Ramadan tidak hanya menjadi bulan untuk meningkatkan ibadah secara pribadi, tetapi juga menjadi kesempatan untuk memperbanyak amal sosial yang memberikan manfaat bagi orang lain. Melalui zakat fitrah, setiap umat Islam memiliki kesempatan untuk berbagi kebahagiaan dengan saudara-saudara yang membutuhkan. BAZNAS Trenggalek berharap bahwa setiap butir zakat yang disalurkan dapat membawa keberkahan, membersihkan jiwa para muzaki, serta memberikan manfaat yang besar bagi para mustahik. Kebersamaan yang terjalin melalui kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat rasa persaudaraan dan solidaritas sosial di tengah masyarakat. Di penghujung Ramadan, mari jadikan momen ini sebagai pengingat bahwa kebahagiaan sejati bukan hanya tentang menerima, tetapi juga tentang memberi. Dengan berbagi kepada sesama, kita tidak hanya membantu meringankan beban orang lain, tetapi juga menumbuhkan rasa syukur dan kepedulian dalam diri kita. Semoga semangat berbagi ini terus tumbuh dan menjadi kebiasaan baik yang terjaga, tidak hanya di bulan Ramadan, tetapi juga di bulan-bulan berikutnya.
BERITA20/03/2026 | Humas
Hangatkan Ramadan, BAZNAS Trenggalek Berbagi Iftar Bahagia Bersama Anak Yatim
Hangatkan Ramadan, BAZNAS Trenggalek Berbagi Iftar Bahagia Bersama Anak Yatim
BAZNAS Trenggalek kembali menghadirkan kebahagiaan di bulan suci Ramadan melalui kegiatan iftar bersama anak yatim di Panti Asuhan As Syafi’iyah pada Selasa (17/03). Kegiatan ini berlangsung hangat dan penuh kebersamaan, menghadirkan senyum tulus dari para anak yatim yang mengikuti kegiatan tersebut dengan penuh antusias. Sejak sore hari, suasana di Panti Asuhan As Syafi’iyah tampak semarak. Para pengurus BAZNAS Trenggalek bersama pengelola panti mempersiapkan rangkaian kegiatan dengan penuh kekompakan. Anak-anak yatim yang menjadi penerima manfaat tampak ceria menyambut kedatangan rombongan. Kegiatan ini menjadi momen istimewa bagi mereka, karena tidak hanya berbuka puasa bersama, tetapi juga merasakan perhatian dan kasih sayang dari berbagai pihak. Acara diawali dengan sambutan dari perwakilan BAZNAS Trenggalek yang menyampaikan rasa syukur atas kesempatan untuk kembali berbagi kebahagiaan di bulan Ramadan. Dalam sambutannya, disampaikan bahwa kegiatan iftar bersama ini merupakan bagian dari program kepedulian sosial yang rutin dilaksanakan setiap Ramadan sebagai bentuk nyata kepedulian kepada anak-anak yatim dan dhuafa. Setelah sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan tausiyah singkat yang mengajak seluruh peserta untuk memanfaatkan bulan Ramadan sebagai momentum memperbanyak amal kebaikan. Tausiyah tersebut juga mengingatkan pentingnya menumbuhkan rasa empati dan kepedulian terhadap sesama, khususnya kepada anak-anak yatim yang membutuhkan perhatian dan dukungan dari lingkungan sekitar. Menjelang waktu berbuka, seluruh peserta mengikuti doa bersama dengan khidmat. Suasana haru terasa ketika doa-doa dipanjatkan, memohon keberkahan dan keselamatan bagi semua pihak. Tak lama kemudian, adzan Maghrib berkumandang, menandai waktu berbuka puasa. Anak-anak yatim bersama para pengurus menikmati hidangan berbuka dengan penuh kebersamaan. Canda dan tawa ringan terdengar di antara mereka, menambah hangatnya suasana Ramadan di sore hari itu. Selain berbuka puasa bersama, kegiatan ini juga diisi dengan pemberian santunan berupa bahan pokok kepada anak-anak yatim sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan harian mereka serta memberikan semangat baru dalam menjalani hari-hari ke depan. Penyerahan santunan dilakukan secara simbolis dan disambut dengan rasa syukur oleh pihak panti. Pengurus Panti Asuhan As Syafi’iyah menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada BAZNAS Trenggalek atas perhatian yang diberikan kepada anak-anak yatim di panti tersebut. Menurutnya, kegiatan seperti ini tidak hanya memberikan bantuan secara materi, tetapi juga menghadirkan kebahagiaan dan motivasi bagi anak-anak untuk terus semangat menjalani kehidupan. Melalui program ini, BAZNAS Trenggalek berharap dapat menumbuhkan semangat berbagi di tengah masyarakat serta mengajak lebih banyak pihak untuk turut serta dalam kegiatan sosial kemanusiaan. Ramadan menjadi momentum yang tepat untuk mempererat ukhuwah, memperkuat kepedulian sosial, serta menghadirkan kebahagiaan bagi mereka yang membutuhkan. Kegiatan iftar bersama anak yatim ini menjadi bukti nyata bahwa kebersamaan dan kepedulian mampu menghadirkan kebahagiaan sederhana yang bermakna. Diharapkan, kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan, sehingga semakin banyak anak yatim yang merasakan manfaat dan kebahagiaan di bulan suci Ramadan.
BERITA17/03/2026 | Humas
BAZNAS Trenggalek Salurkan Fidyah, Bantu Lansia dan Dhuafa Bahagia di Bulan Ramadan
BAZNAS Trenggalek Salurkan Fidyah, Bantu Lansia dan Dhuafa Bahagia di Bulan Ramadan
Bulan suci Ramadan menjadi momentum istimewa untuk memperkuat kepedulian sosial dan menebar kebaikan kepada sesama. Dalam semangat tersebut, BAZNAS Kabupaten Trenggalek kembali menyalurkan fidyah kepada masyarakat yang membutuhkan. Program penyaluran fidyah ini menyasar para lansia dan kaum dhuafa agar mereka dapat merasakan kebahagiaan dan keberkahan di bulan Ramadan. Kegiatan penyaluran fidyah ini dilaksanakan sebagai bentuk amanah dari para muzakki yang telah mempercayakan fidyahnya kepada BAZNAS Trenggalek. Melalui program ini, paket bahan makanan bergizi didistribusikan kepada masyarakat yang masuk dalam kategori fakir dan miskin, khususnya para lansia yang sudah tidak mampu bekerja secara optimal serta keluarga dhuafa yang membutuhkan uluran tangan. Ketua BAZNAS Kabupaten Trenggalek menyampaikan bahwa penyaluran fidyah merupakan bagian dari komitmen lembaga dalam mengelola dan menyalurkan dana umat secara tepat sasaran. Selain menjadi kewajiban bagi sebagian umat Islam yang tidak mampu menjalankan ibadah puasa karena kondisi tertentu, fidyah juga menjadi sarana untuk menghadirkan kebahagiaan bagi masyarakat yang membutuhkan. “Melalui program ini, kami ingin memastikan bahwa fidyah yang ditunaikan oleh para muzakki benar-benar sampai kepada mereka yang berhak menerimanya. Harapannya, bantuan ini dapat membantu memenuhi kebutuhan pangan sekaligus menghadirkan kebahagiaan bagi para lansia dan dhuafa di bulan Ramadan,” ujarnya. Penyaluran fidyah dilakukan secara langsung kepada para penerima manfaat di beberapa wilayah di Kabupaten Trenggalek. Para relawan dan tim BAZNAS turun langsung ke lapangan untuk memastikan proses distribusi berjalan dengan tertib dan tepat sasaran. Paket yang diberikan berisi bahan makanan pokok yang diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan konsumsi harian para penerima manfaat selama Ramadan. Bagi para lansia dan dhuafa, bantuan ini menjadi sumber kebahagiaan tersendiri. Di tengah keterbatasan yang mereka hadapi, perhatian dan kepedulian dari masyarakat melalui program fidyah menjadi penguat harapan dan semangat dalam menjalani kehidupan. Salah satu penerima manfaat mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih atas bantuan yang diberikan. Ia mengaku sangat terbantu dengan adanya paket bahan makanan yang diterima, terlebih di bulan Ramadan yang identik dengan meningkatnya kebutuhan rumah tangga. “Alhamdulillah, kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada BAZNAS dan para donatur yang sudah membantu kami. Bantuan ini sangat berarti bagi kami, semoga semua yang telah berbagi mendapatkan balasan kebaikan dari Allah SWT,” ungkapnya dengan penuh haru. Program penyaluran fidyah ini juga menjadi bagian dari upaya BAZNAS Trenggalek dalam memperkuat nilai-nilai solidaritas sosial di tengah masyarakat. Ramadan bukan hanya tentang meningkatkan kualitas ibadah secara personal, tetapi juga menjadi waktu terbaik untuk berbagi dan memperhatikan kondisi saudara-saudara yang kurang beruntung. Dengan adanya program ini, BAZNAS berharap semakin banyak masyarakat yang menunaikan fidyah melalui lembaga resmi agar penyalurannya dapat dilakukan secara terarah dan tepat sasaran. Selain itu, kepercayaan masyarakat juga menjadi kunci penting dalam memperluas jangkauan manfaat bagi mereka yang membutuhkan. BAZNAS Trenggalek terus berkomitmen untuk menghadirkan berbagai program kemanusiaan yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Melalui pengelolaan zakat, infak, sedekah, dan fidyah secara profesional dan transparan, lembaga ini berupaya menjadi jembatan kebaikan antara para dermawan dan masyarakat yang membutuhkan. Di bulan Ramadan yang penuh berkah ini, penyaluran fidyah menjadi bukti bahwa kepedulian dan kebersamaan masih tumbuh kuat di tengah masyarakat. Senyum para lansia dan dhuafa yang menerima bantuan menjadi pengingat bahwa setiap kebaikan, sekecil apa pun, mampu menghadirkan kebahagiaan bagi sesama. Mari salurkan Fidyah untuk tebus hutang puasa yang belum terbayar, klik BAZNAS Kabupaten Trenggalek.
BERITA17/03/2026 | Humas
BAZNAS Trenggalek Dirikan Posko Mudik, Sediakan Fasilitas Terbaik untuk Para Pemudik
BAZNAS Trenggalek Dirikan Posko Mudik, Sediakan Fasilitas Terbaik untuk Para Pemudik
Dalam rangka menyambut arus mudik Lebaran 2026, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Trenggalek menghadirkan Posko Mudik sebagai bentuk kepedulian terhadap para pemudik yang melintasi wilayah Trenggalek. Posko ini didirikan untuk memberikan kenyamanan, keamanan, serta layanan terbaik bagi masyarakat yang tengah menempuh perjalanan pulang ke kampung halaman. Program Posko Mudik ini merupakan hasil kolaborasi antara BAZNAS Trenggalek dengan BAZNAS RI. Pelaksanaannya dilakukan melalui BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) yang telah berpengalaman dalam berbagai aksi kemanusiaan, serta turut melibatkan anggota Pramuka sebagai relawan yang siap membantu pelayanan di lapangan. Ketua BAZNAS Trenggalek menyampaikan bahwa kehadiran Posko Mudik ini diharapkan dapat menjadi tempat singgah yang nyaman bagi para pemudik. “Mudik adalah momen yang sangat dinanti oleh masyarakat. Kami ingin memastikan para pemudik dapat beristirahat dengan layak dan melanjutkan perjalanan dengan kondisi yang lebih prima,” ujarnya. Berbagai fasilitas telah disiapkan di Posko Mudik BAZNAS Trenggalek. Mulai dari tempat istirahat yang nyaman, penyediaan makanan dan minuman ringan, layanan kesehatan sederhana, hingga area ibadah bagi para pemudik. Selain itu, petugas juga siaga memberikan bantuan informasi serta pertolongan pertama jika dibutuhkan. Kehadiran anggota Pramuka dalam kegiatan ini turut memberikan energi positif dalam pelayanan. Dengan semangat kepedulian dan gotong royong, para relawan Pramuka berperan aktif dalam membantu pemudik, mulai dari penyambutan, pengaturan area posko, hingga memastikan fasilitas dapat dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat. Sinergi antara BAZNAS Trenggalek, BAZNAS RI, BTB, dan Pramuka ini menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi berbagai pihak mampu menghadirkan manfaat luas bagi masyarakat. Posko Mudik tidak hanya menjadi tempat singgah, tetapi juga simbol kepedulian dan kebersamaan dalam momen penting seperti Idulfitri. Dengan adanya Posko Mudik ini, diharapkan para pemudik yang melintas di wilayah Trenggalek dapat merasakan perjalanan yang lebih aman, nyaman, dan penuh keberkahan. BAZNAS Trenggalek pun mengajak seluruh masyarakat untuk terus menebar kebaikan, khususnya di bulan Ramadan yang penuh berkah ini.
BERITA17/03/2026 | Humas
Malam 22 Ramadan 1447 h, Pondok Pesantren Hidayatut Thullab bersama BAZNAS Trenggalek Tutup Safari Muhibah di Desa Joho
Malam 22 Ramadan 1447 h, Pondok Pesantren Hidayatut Thullab bersama BAZNAS Trenggalek Tutup Safari Muhibah di Desa Joho
Kegiatan Safari Muhibah yang digelar oleh Pondok Pesantren Hidayatut Thullab bersama BAZNAS Kabupaten Trenggalek resmi ditutup pada Rabu (11 Maret 2026). Penutupan kegiatan berlangsung di Desa Joho, Kecamatan Pule, Kabupaten Trenggalek, dan dihadiri oleh masyarakat setempat, para santri, tokoh agama, serta para relawan yang telah berpartisipasi dalam rangkaian kegiatan tersebut. Safari Muhibah merupakan program yang bertujuan untuk mempererat ukhuwah Islamiyah, meningkatkan semangat ibadah masyarakat, serta menebarkan nilai-nilai kepedulian sosial di tengah masyarakat. Melalui kegiatan ini, Pondok Pesantren Hidayatut Thullab bersama BAZNAS Trenggalek berupaya hadir lebih dekat dengan masyarakat dengan membawa pesan dakwah sekaligus semangat berbagi. Selama kegiatan berlangsung, berbagai rangkaian acara telah dilaksanakan, mulai dari silaturahmi dengan warga, kegiatan keagamaan, hingga penyampaian pesan-pesan kebaikan yang mengajak masyarakat untuk memperkuat iman dan memperbanyak amal kebajikan, terutama di bulan yang penuh keberkahan. Antusiasme masyarakat Desa Joho terlihat sangat tinggi. Warga dari berbagai kalangan turut hadir dan mengikuti kegiatan dengan penuh khidmat. Kehadiran para santri dan pengurus Pondok Pesantren Hidayatut Thullab juga menambah semarak suasana, sekaligus menjadi momentum kebersamaan antara pesantren dan masyarakat. Penutupan kegiatan Safari Muhibah ini ditandai dengan tausiyah yang disampaikan oleh KH. Eli Mahfud. Dalam tausiyahnya, beliau mengajak masyarakat untuk senantiasa menjaga keimanan, memperkuat ukhuwah, serta menjadikan bulan Ramadan sebagai momentum untuk meningkatkan kualitas ibadah dan kepedulian terhadap sesama. KH. Eli Mahfud juga menekankan pentingnya semangat berbagi dan saling membantu, terutama kepada mereka yang membutuhkan. Menurut beliau, nilai-nilai kepedulian sosial yang diajarkan dalam Islam harus terus dijaga dan diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari, baik melalui sedekah, zakat, maupun berbagai bentuk kebaikan lainnya. Beliau juga mengingatkan bahwa keberkahan hidup tidak hanya diperoleh dari banyaknya harta, tetapi dari bagaimana seseorang memanfaatkan rezekinya untuk kebaikan dan kemaslahatan bersama. Oleh karena itu, kegiatan seperti Safari Muhibah ini diharapkan dapat menjadi sarana untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya berbagi dan memperkuat solidaritas sosial. Melalui kegiatan ini, BAZNAS Kabupaten Trenggalek bersama Pondok Pesantren Hidayatut Thullab berharap dapat terus menjalin hubungan yang erat dengan masyarakat serta menghadirkan program-program yang memberikan manfaat nyata bagi umat. Di akhir acara, para peserta yang hadir berharap kegiatan Safari Muhibah seperti ini dapat terus dilaksanakan di berbagai wilayah lainnya di Kabupaten Trenggalek. Selain menjadi sarana dakwah, kegiatan ini juga menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi serta menumbuhkan semangat kebersamaan dalam membangun masyarakat yang religius, peduli, dan penuh keberkahan. Dengan ditutupnya kegiatan Safari Muhibah di Desa Joho ini, diharapkan pesan-pesan kebaikan yang telah disampaikan dapat terus diamalkan oleh masyarakat dalam kehidupan sehari-hari, sehingga membawa keberkahan bagi seluruh warga.
BERITA12/03/2026 | Humas
Penyaluran Fidyah BAZNAS Bantu Pangan Bulanan Mustahik
Penyaluran Fidyah BAZNAS Bantu Pangan Bulanan Mustahik
Alhamdulillahirabbil ‘Alamin, segala puji bagi Allah SWT yang senantiasa melimpahkan rahmat dan karunia-Nya kepada kita semua. Berkat kepedulian dan kepercayaan para #OrangBaik, BAZNAS Kabupaten Trenggalek kembali melaksanakan kegiatan penyaluran fidyah melalui program Berbagi Paket Bahan Makanan bagi masyarakat yang membutuhkan. Penyaluran tersebut dimulai sejak 15 Ramadan (Kamis, 05 Maret 2026), sebanyak 700 paket akan didistribusikan bertahap kepada masyarakat fakir dan miskin di wilayah Kabupaten Trenggalek. Kegiatan ini menjadi salah satu wujud nyata pemanfaatan dana fidyah yang ditunaikan oleh para #OrangBaik agar dapat memberikan manfaat langsung kepada masyarakat yang membutuhkan, khususnya dalam membantu memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari. Program Berbagi Paket Bahan Makanan Bergizi ini tidak hanya sekadar menyalurkan bantuan, tetapi juga menjadi bentuk kepedulian dan solidaritas sosial antar sesama. Melalui paket bahan makanan yang dibagikan, diharapkan keluarga penerima dapat memperoleh asupan makanan yang lebih baik dan bergizi, sehingga mampu mendukung kesehatan serta ketahanan pangan keluarga mereka. Dalam proses penyaluran, BAZNAS Kabupaten Trenggalek bersama para relawan distribusi turun langsung ke lapangan untuk memastikan bantuan benar-benar sampai kepada para penerima yang berhak. Penyaluran dilakukan secara langsung ke masyarakat agar proses distribusi berjalan tepat sasaran serta dapat dirasakan manfaatnya oleh keluarga yang tengah berjuang memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Kehadiran tim BAZNAS dan relawan juga menjadi kesempatan untuk bersilaturahmi dengan masyarakat, mendengar cerita serta kondisi kehidupan mereka secara langsung. Banyak di antara penerima bantuan yang menyampaikan rasa syukur dan kebahagiaan atas perhatian yang diberikan oleh para #OrangBaik melalui BAZNAS Kabupaten Trenggalek. Doa dan ungkapan terima kasih pun terucap dengan tulus dari para penerima manfaat. Salah satu penerima bantuan menyampaikan, “Terima kasih kepada orangbaik dan BAZNAS Kabupaten Trenggalek yang sudah peduli kepada kami. Bantuan ini sangat membantu untuk kebutuhan makan keluarga kami.” Ungkapan sederhana tersebut menjadi bukti bahwa setiap bantuan yang diberikan memiliki arti yang sangat besar bagi mereka yang sedang membutuhkan. Program ini juga menjadi pengingat bagi kita semua bahwa kepedulian kecil yang dilakukan bersama dapat menghadirkan manfaat yang besar bagi masyarakat. Fidyah yang ditunaikan oleh para #OrangBaik tidak hanya menjadi kewajiban yang ditunaikan, tetapi juga menjadi jalan kebaikan yang menghadirkan kebahagiaan bagi saudara-saudara kita yang membutuhkan. Semoga melalui program penyaluran paket fidyah ini, kebutuhan asupan makanan bergizi bagi masyarakat fakir dan miskin di Kabupaten Trenggalek dapat terbantu dan meringankan beban mereka dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Terima kasih kepada seluruh #OrangBaik yang telah menunaikan fidyah melalui BAZNAS Kabupaten Trenggalek. Semoga setiap kebaikan yang diberikan menjadi amal jariyah yang terus mengalir pahalanya, serta Allah SWT membalas dengan keberkahan, kesehatan, dan kelapangan rezeki. Mari terus berbagi dan menebarkan kebaikan, karena melalui kepedulian bersama, kita dapat menghadirkan harapan bagi mereka yang membutuhkan.
BERITA06/03/2026 | Humas
BAZNAS Indonesia Klarifikasi Penggunaan Zakat yang Tidak Ditujukan untuk Program MBG
BAZNAS Indonesia Klarifikasi Penggunaan Zakat yang Tidak Ditujukan untuk Program MBG
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menegaskan bahwa dana Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) yang dikumpulkan tidak akan dialokasikan untuk mendanai program Makan Bergizi Gratis (MBG). Berdasarkan pernyataan Pimpinan Bidang Pengumpulan BAZNAS RI, Dr. H. Rizaludin Kurniawan, ZIS hanya akan digunakan sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan dalam syariat Islam. Rizaludin menyatakan bahwa dana yang dipercayakan kepada BAZNAS oleh masyarakat tidak akan digunakan untuk program MBG, melainkan akan disalurkan sesuai dengan delapan golongan penerima (asnaf) yang telah diatur dalam syariat Islam seperti fakir, miskin, amil, muallaf, riqab, gharimin, fisabilillah, serta ibnu sabil. Menurut Rizaludin, pengelolaan zakat di BAZNAS harus tetap berdasarkan pada prinsip-prinsip syariah Islam dan tidak boleh menyimpang dari ketentuan yang berlaku. Ia menjelaskan bahwa program MBG didanai melalui anggaran negara, sedangkan dana ZIS berasal dari amanah masyarakat yang harus diarahkan kepada delapan asnaf. Rizaludin juga menegaskan bahwa zakat di BAZNAS dikelola berdasarkan prinsip 3A yaitu Aman Syar'i, Aman Regulasi, dan Aman NKRI, dengan fokus pada pengentasan kemiskinan, peningkatan akses pendidikan, layanan kesehatan, pemberdayaan ekonomi, dan bantuan kemanusiaan untuk kelompok rentan yang termasuk dalam kategori asnaf. Rizaludin juga mengajak masyarakat untuk tidak terpengaruh oleh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan terkait pengelolaan dana zakat. Ia menegaskan bahwa BAZNAS menjalankan tata kelola yang transparan dan akuntabel melalui pelaporan dan audit berkala sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada publik. Informasi lebih lanjut dapat dilihat di website resmi BAZNAS, www.baznas.go.id.
BERITA27/02/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
2,5% Dari Penghasilan Kita, Ada Hak Orang Lain yang Wajib Kita Penuhi
2,5% Dari Penghasilan Kita, Ada Hak Orang Lain yang Wajib Kita Penuhi
Notifikasi gajian sudah muncul apa belum, Bapak/Ibu? Kalau sudah, izinkan kami mengingatkan dengan penuh cinta dan kepedulian: jangan lupa sisihkan 2,5% dari penghasilan untuk zakat. Mungkin terdengar sederhana, namun di balik angka kecil itu tersimpan keberkahan besar yang mampu mengubah banyak kehidupan. Zakat penghasilan bukan sekadar kewajiban administratif atau rutinitas bulanan. Ia adalah bentuk ketaatan kita kepada Allah SWT sekaligus wujud nyata kepedulian sosial terhadap sesama. Dalam setiap rezeki yang kita terima, terdapat hak orang lain yang harus kita tunaikan. Ada saudara-saudara kita yang sedang berjuang memenuhi kebutuhan hidup, ada anak-anak yatim yang menanti uluran tangan, ada para dhuafa yang berharap pada kebaikan kita. Zakatlah yang menjadi jembatan antara kecukupan dan kekurangan, antara kelebihan dan kebutuhan. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an bahwa zakat berfungsi untuk membersihkan dan menyucikan harta serta jiwa. Artinya, zakat bukan hanya menyucikan harta dari hak orang lain, tetapi juga membersihkan hati dari sifat kikir, cinta dunia berlebihan, dan rasa memiliki yang berlebihan. Dengan menunaikan zakat, kita belajar bahwa harta hanyalah titipan, bukan milik mutlak. Kita diajak untuk berbagi, peduli, dan merasakan kebahagiaan melalui memberi. Tak perlu menunggu kaya untuk berzakat. Justru zakatlah yang membuat harta menjadi berkah dan berkembang. Banyak kisah nyata menunjukkan bahwa mereka yang rutin berzakat hidupnya terasa lebih tenang, rezekinya mengalir lebih lancar, dan urusannya dimudahkan oleh Allah. Bukan karena hitung-hitungan matematis, melainkan karena janji Allah yang pasti. Harta yang dizakati tidak akan berkurang, justru bertambah dalam keberkahan dan manfaat. Zakat penghasilan juga menjadi solusi nyata bagi permasalahan sosial. Dana zakat yang terkumpul disalurkan untuk membantu fakir miskin, membiayai pendidikan anak-anak kurang mampu, mendukung program kesehatan, pemberdayaan ekonomi, hingga dakwah dan kemanusiaan. Dengan berzakat, kita ikut ambil bagian dalam membangun masyarakat yang lebih sejahtera, adil, dan berdaya. Maka, ketika notifikasi gajian muncul di layar ponsel, semoga yang pertama terlintas di hati kita bukan hanya daftar kebutuhan dan keinginan, tetapi juga kewajiban kepada Allah dan kepedulian kepada sesama. Sisihkan 2,5% dengan ikhlas, niatkan sebagai ibadah, dan serahkan pada lembaga zakat terpercaya agar manfaatnya tepat sasaran. Karena sejatinya, zakat bukan tentang seberapa banyak yang kita keluarkan, melainkan seberapa besar keikhlasan dan kepedulian yang kita tanamkan. Dari 2,5% itulah, lahir ribuan senyum, tumbuh jutaan harapan, dan mengalir keberkahan tanpa batas.
BERITA26/02/2026 | Humas
BAZNAS RI Tetapkan Nisab Zakat Penghasilan dan Jasa 2026 Rp7.640.144 per bulan
BAZNAS RI Tetapkan Nisab Zakat Penghasilan dan Jasa 2026 Rp7.640.144 per bulan
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menetapkan nisab zakat penghasilan dan jasa tahun 2026 sebesar Rp7.640.144 per bulan atau senilai Rp91.681.728 per tahun. Penetapan tersebut merupakan hasil musyawarah nisab zakat pendapatan dan jasa pada Jumat (20/2/2026), dengan mempertimbangkan aspek syariah, regulasi, serta kondisi ekonomi masyarakat. Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kementerian Agama (Dirzawa Kemenag RI) Prof. Dr. H. Waryono Abdul Ghafur, M.Ag., menegaskan, Peraturan Menteri Agama (PMA) Nomor 31 Tahun 2019 serta Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) nomor 3 tahun 2003 tentang Zakat Penghasilan tetap menjadi rujukan dalam penetapan nisab zakat penghasilan di Indonesia. Ia menyampaikan, penggunaan standar emas sebagai acuan merupakan upaya menghadirkan ukuran yang lebih objektif dengan mempertimbangkan kemaslahatan Mustahik dan muzaki. Penetapan nisab ini mengacu pada harga emas 14 karat dengan nilai setara 85 gram emas, sehingga menghasilkan angka Rp91.681.728 per tahun atau Rp7.640.144 per bulan. Harga diperoleh dari harga rata-rata emas selama tahun 2025. Angka tersebut menjadi standar batas minimal penghasilan bagi seorang muslim untuk dikenai kewajiban zakat sebesar 2,5 persen. Nilai nisab tahun ini mengalami kenaikan sebesar 7 persen dibandingkan tahun 2025. Penyesuaian ini selaras dengan tren kenaikan upah tahunan yang tercatat sebesar 6,17 persen. Ia menambahkan, penetapan emas 14 karat masih selaras dengan regulasi yang berlaku saat ini. Dalam PMA Nomor 31 Tahun 2019 tidak diatur secara spesifik mengenai jenis karat emas, sehingga pada tataran implementasi BAZNAS diberikan kewenangan untuk menetapkan standar jenis karat atas 85 gram emas dengan tetap mempertimbangkan aspek kemaslahatan mustahik. Menurutnya, dinamika kajian terkait standar nisab merupakan bagian dari proses ijtihad untuk memastikan kebijakan yang diambil tetap adaptif terhadap perkembangan zaman. Karena itu, implementasinya perlu terus dikawal melalui sinergi antara Kementerian Agama, BAZNAS, dan seluruh pemangku kepentingan zakat agar pengelolaan zakat nasional berjalan terarah, terukur, dan mampu menghadirkan kemaslahatan yang semakin luas bagi masyarakat. Sementara itu, Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, M.A., menegaskan, penetapan nisab tidak boleh ditunda karena menyangkut kepastian hukum dan keseragaman tata kelola zakat nasional. “Kita tidak boleh membiarkan adanya kekosongan standar. Dalam pengelolaan zakat nasional harus ada patokan yang jelas, karena yang menjadi regulator dalam hal ini adalah BAZNAS. Standar ini menjadi rujukan bagi seluruh pengelola zakat,” ujarnya. Menurutnya, dalam pembahasan tersebut BAZNAS tidak hanya mempertimbangkan aspek normatif, tetapi juga dampaknya terhadap layanan kepada Mustahik yang selama ini telah dilaksanakan melalui berbagai program pengentasan kemiskinan. Karena itu, keputusan penggunaan emas 14 karat merupakan bentuk keseimbangan antara kepatuhan terhadap ketentuan syariah dan kemaslahatan umat, dengan tetap memperhatikan rata-rata pendapatan masyarakat agar tidak memberatkan muzaki namun optimal bagi pemberdayaan mustahik. Penetapan standar emas 14 karat dipandang relevan karena memiliki nilai yang relatif sepadan dengan harga beras premium, sekaligus tetap mengacu pada parameter perak dan Pendapatan Tidak Kena Zakat (PTKZ). Dengan demikian, kebijakan ini dinilai mampu menjaga keseimbangan antara aspek keadilan bagi muzaki dan perlindungan terhadap mustahik. "Sehingga pengambilan keputusan nisab ini telah memenuhi unsur Aman Syar'i, Aman Regulasi serta memperhatikan kepentingan Muzaki dan mustahik," ujar Kiai Noor. Keputusan musyawarah ini kemudian dituangkan dalam Surat Keputusan Ketua BAZNAS no.15 tahun 2026 tentang Nilai Nisab Zakat Pendapatan dan Jasa tahun 2026 pada Sabtu (21/2/2026). Acara tersebut dihadiri oleh Ketua dan Pimpinan BAZNAS RI, yakni Prof. Dr. KH. Noor Achmad, M.A.; Prof. (HC). Dr. Zainulbahar Noor, S.E., M.Ec.; Prof. Ir. H. Muhamad Nadratuzzaman Hosen, M.S., M.Ec., Ph.D.; Saidah Sakwan, M.A.; Dr. H. Rizaludin Kurniawan, S.Ag., M.Si., CFRM; Kolonel CAJ (Purn.) Drs. Nur Chamdani; KH. Achmad Sudrajat, Lc., M.A.; Deputi I BAZNAS Mohamad Arifin Purwakananta; Deputi II BAZNAS Dr. H. M. Imdadun Rahmat, M.Si.; serta Sekretaris BAZNAS H. Subhan Cholid, Lc., M.A. Turut hadir para pakar syariah, antara lain Prof. Dr. Irfan Syauqi Beik Dekan FEM IPB dan Dr. Oni Sahroni, Lc., M.A., yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Pengawas Syariah Inisiatif Zakat Indonesia. Kegiatan ini juga diikuti oleh perwakilan BAZNAS BAZIS DKI Jakarta, BAZNAS Kota Bekasi, BAZNAS Kabupaten Bogor, BAZNAS Kabupaten Tangerang, dan BAZNAS Kota Tangerang Selatan, serta Dewan Pengawas Syariah dari sejumlah Lembaga Amil Zakat (LAZ), seperti Lazis Muhammadiyah, Lazis ASFA, LAZ Baitul Maal Hidayatullah, dan LAZ Rumah Zakat. Selain itu, BAZNAS provinsi serta kabupaten/kota dari seluruh Indonesia turut berpartisipasi secara daring.
BERITA26/02/2026 | Humas
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Trenggalek.

Lihat Daftar Rekening →