WhatsApp Icon
Ringankan Beban Mustahik, BAZNAS Trenggalek Serahkan Bantuan Kursi Roda

Kepedulian terhadap sesama terus diwujudkan oleh BAZNAS Trenggalek melalui berbagai program kemanusiaan dan pelayanan sosial bagi masyarakat yang membutuhkan. Kali ini, BAZNAS Trenggalek kembali menyalurkan bantuan berupa tiga unit kursi roda kepada para mustahik lanjut usia dan penyandang keterbatasan fisik di wilayah Kecamatan Karangan dan Kecamatan Tugu.

Penyaluran bantuan tersebut dilakukan sebagai bentuk perhatian dan dukungan agar para penerima manfaat dapat menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih mudah dan nyaman. Tiga penerima bantuan kursi roda tersebut yakni Ibu Sutinah, warga Desa Salamrejo Kecamatan Karangan, Ibu Suyati warga Desa Prambon Kecamatan Tugu, serta Mbah Painem warga Desa Nglinggis Kecamatan Tugu.

Bantuan diserahkan secara langsung oleh tim BAZNAS Trenggalek dengan mendatangi rumah masing-masing mustahik. Kehadiran tim BAZNAS tidak hanya membawa bantuan fisik berupa kursi roda, namun juga memberikan semangat dan kepedulian kepada para penerima yang selama ini mengalami keterbatasan dalam mobilitas.

Pimpinan BAZNAS Trenggalek menyampaikan bahwa program bantuan kursi roda ini merupakan salah satu bentuk nyata pemanfaatan dana zakat, infak, dan sedekah yang dihimpun dari masyarakat. Bantuan tersebut diharapkan mampu membantu para mustahik agar lebih mudah beraktivitas serta mengurangi beban keluarga dalam mendampingi mereka sehari-hari.

“Alhamdulillah, hari ini kami dapat menyalurkan amanah para muzaki berupa bantuan kursi roda kepada masyarakat yang membutuhkan. Semoga bantuan ini dapat memberikan manfaat dan membantu mobilitas para penerima,” ujar salah satu perwakilan BAZNAS Trenggalek saat penyaluran bantuan.

 

Suasana haru dan penuh syukur tampak dari keluarga penerima manfaat. Mereka menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian dan bantuan yang diberikan oleh BAZNAS Trenggalek. Bagi para mustahik, kursi roda tersebut menjadi harapan baru untuk mempermudah aktivitas dan meningkatkan kualitas hidup mereka.

Di rumah Bu Sutinah di Desa Salamrejo, keluarga mengaku sangat terbantu dengan adanya bantuan kursi roda karena selama ini aktivitas sehari-hari harus dilakukan dengan keterbatasan. Hal serupa juga dirasakan oleh keluarga Bu Suyati di Desa Prambon dan Mbah Painem di Desa Nglinggis yang kini dapat lebih mudah berpindah tempat dengan bantuan kursi roda tersebut.

Program bantuan kesehatan dan kemanusiaan seperti ini menjadi salah satu fokus BAZNAS Trenggalek dalam mendukung kesejahteraan masyarakat, khususnya bagi warga kurang mampu yang membutuhkan perhatian khusus. Selain bantuan kursi roda, BAZNAS Trenggalek juga terus menjalankan berbagai program sosial lainnya di bidang kesehatan, pendidikan, ekonomi, hingga kebencanaan.

Melalui program-program tersebut, BAZNAS Trenggalek berharap dapat terus menjadi jembatan kebaikan antara para muzaki dan mustahik, sehingga manfaat zakat dapat dirasakan secara nyata oleh masyarakat yang membutuhkan.

Dengan semangat gotong royong dan kepedulian sosial, BAZNAS Trenggalek mengajak masyarakat untuk terus menebar kebaikan melalui zakat, infak, dan sedekah demi membantu sesama serta menghadirkan harapan bagi mereka yang membutuhkan.

12/05/2026 | Kontributor: Humas
BAZNAS Trenggalek Salurkan Beasiswa SMA/SMK dari BAZNAS Jawa Timur kepada 20 Siswa di Empat Sekolah

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Trenggalek kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung dunia pendidikan melalui penyaluran program beasiswa SMA/SMK yang berasal dari BAZNAS Provinsi Jawa Timur. Kegiatan penyaluran bantuan pendidikan tersebut dilaksanakan pada hari ini, Kamis, 7 Mei 2026, dan menyasar sebanyak 20 siswa dari empat sekolah di Kabupaten Trenggalek.

Dalam program ini, masing-masing siswa menerima bantuan beasiswa sebesar Rp1.000.000,- sebagai bentuk dukungan untuk membantu kebutuhan pendidikan mereka. Penyaluran bantuan dilakukan secara langsung oleh pimpinan BAZNAS Trenggalek kepada para penerima manfaat di sekolah masing-masing.

Program beasiswa ini menjadi salah satu bentuk nyata kepedulian BAZNAS terhadap keberlangsungan pendidikan pelajar dari keluarga kurang mampu agar mereka tetap memiliki semangat untuk melanjutkan pendidikan dan meraih cita-cita. Di tengah berbagai tantangan ekonomi yang dihadapi masyarakat, bantuan pendidikan dinilai sangat penting untuk meringankan beban orang tua sekaligus memberikan motivasi kepada para siswa agar terus berprestasi.

 

Pimpinan BAZNAS Trenggalek dalam sambutannya menyampaikan bahwa pendidikan merupakan salah satu sektor prioritas yang terus diperhatikan oleh BAZNAS, baik di tingkat nasional, provinsi, maupun daerah. Melalui dana zakat, infak, dan sedekah yang dihimpun dari masyarakat, BAZNAS berupaya menghadirkan manfaat yang nyata, khususnya bagi generasi muda yang membutuhkan dukungan pendidikan.

“Program ini merupakan amanah dari para muzaki yang harus kami salurkan kepada mereka yang membutuhkan. Kami berharap bantuan beasiswa ini dapat membantu kebutuhan sekolah para siswa, baik untuk membeli perlengkapan belajar, biaya pendidikan, maupun kebutuhan lainnya yang menunjang proses belajar mereka,” ujar pimpinan BAZNAS Trenggalek.

Beliau juga menambahkan bahwa para penerima beasiswa diharapkan dapat terus semangat belajar dan tidak menyerah dengan keadaan. Menurutnya, keterbatasan ekonomi tidak boleh menjadi penghalang bagi anak-anak untuk meraih masa depan yang lebih baik.

“Kami ingin anak-anak ini tetap optimis dan percaya bahwa mereka memiliki kesempatan yang sama untuk sukses. Semoga bantuan ini menjadi penyemangat agar terus belajar, berprestasi, dan kelak bisa menjadi generasi yang membanggakan keluarga maupun daerah,” tambahnya.

Adapun empat sekolah yang menerima program penyaluran beasiswa tersebut merupakan sekolah tingkat SMA dan SMK di Kabupaten Trenggalek yang sebelumnya telah melalui proses pendataan dan verifikasi penerima manfaat. Penyaluran dilakukan secara tertib dan penuh kehangatan, disambut antusias oleh pihak sekolah, siswa, maupun wali murid.

Pihak sekolah menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada BAZNAS Jawa Timur dan BAZNAS Trenggalek atas perhatian yang diberikan kepada para siswa. Menurut mereka, bantuan tersebut sangat berarti bagi peserta didik, khususnya bagi siswa yang berasal dari keluarga prasejahtera.

Salah satu siswa penerima bantuan mengaku bersyukur dan senang mendapatkan beasiswa tersebut. Bantuan itu, menurutnya, akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan sekolah dan membeli perlengkapan belajar yang diperlukan.

 

Program beasiswa pendidikan ini sekaligus menjadi bukti bahwa zakat memiliki peran besar dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia. Tidak hanya membantu kebutuhan konsumtif, zakat juga mampu menjadi instrumen pemberdayaan melalui sektor pendidikan sehingga dapat menciptakan generasi yang mandiri dan berdaya saing.

BAZNAS Trenggalek berharap sinergi antara masyarakat, pemerintah, lembaga pendidikan, dan para muzaki terus terjalin dengan baik agar semakin banyak pelajar yang dapat merasakan manfaat dari program-program pendidikan yang dijalankan. Dengan dukungan bersama, diharapkan tidak ada lagi anak-anak yang terhambat pendidikannya karena faktor ekonomi.

 

Melalui program ini pula, BAZNAS ingin mengajak masyarakat untuk terus menumbuhkan semangat berbagi dan menunaikan zakat, infak, maupun sedekah melalui lembaga resmi agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat yang membutuhkan, khususnya di bidang pendidikan, kesehatan, kemanusiaan, dan pemberdayaan ekonomi.

07/05/2026 | Kontributor: Humas
BAZNAS Trenggalek Terima Donasi dari Pramuka untuk Dukung Pembangunan Rumah Korban Tanah Gerak dalam Perkemahan Wirakarya 2026

Semangat kepedulian dan gotong royong kembali ditunjukkan oleh Gerakan Pramuka Kabupaten Trenggalek. Melalui aksi kemanusiaan bertajuk Bumbung Pramuka Peduli, berhasil dihimpun donasi sebesar Rp214.314.200 yang secara resmi diserahkan kepada Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Trenggalek. Dana tersebut akan dimanfaatkan untuk membantu pembangunan rumah bagi warga terdampak bencana tanah gerak, yang akan direalisasikan dalam kegiatan Perkemahan Wirakarya pada Juli 2026 mendatang.

Penyerahan donasi ini menjadi bukti nyata bahwa gerakan kepemudaan seperti Pramuka tidak hanya berfokus pada pembinaan karakter, tetapi juga berperan aktif dalam menjawab persoalan sosial di masyarakat. Program Bumbung Pramuka Peduli sendiri merupakan gerakan penggalangan dana berbasis partisipasi anggota Pramuka dan masyarakat luas dengan konsep sederhana namun berdampak besar.

Ketua BAZNAS Kabupaten Trenggalek menyampaikan apresiasi yang tinggi atas kontribusi luar biasa dari keluarga besar Pramuka. Menurutnya, donasi ini bukan hanya soal angka, tetapi mencerminkan kepedulian dan solidaritas yang tumbuh kuat di tengah masyarakat, khususnya generasi muda.

“Ini adalah bentuk kolaborasi yang sangat baik antara lembaga dan komunitas. Kami melihat semangat gotong royong yang luar biasa dari adik-adik Pramuka. Dana ini akan kami kelola secara amanah dan tepat sasaran untuk membantu saudara-saudara kita yang terdampak bencana,” ujarnya. 

 

Bencana tanah gerak yang melanda beberapa wilayah di Trenggalek telah menyebabkan kerusakan rumah warga, bahkan memaksa sebagian keluarga kehilangan tempat tinggal. Kondisi ini tentu membutuhkan perhatian dan penanganan serius dari berbagai pihak. Melalui sinergi antara BAZNAS dan Pramuka, diharapkan proses pemulihan dapat berjalan lebih cepat dan efektif.

Rencananya, bantuan pembangunan rumah akan dilaksanakan dalam rangkaian kegiatan Perkemahan Wirakarya, sebuah agenda Pramuka yang menggabungkan kegiatan perkemahan dengan aksi pengabdian masyarakat. Dalam kegiatan tersebut, para anggota Pramuka tidak hanya berkemah, tetapi juga terlibat langsung dalam proses pembangunan rumah warga terdampak.Kegiatan ini menjadi sarana pembelajaran nyata bagi anggota Pramuka untuk menumbuhkan nilai-nilai kepedulian, kerja sama, dan tanggung jawab sosial. Selain itu, keterlibatan langsung di lapangan juga diharapkan mampu memperkuat rasa empati terhadap sesama.

Perwakilan Kwartir Cabang Pramuka Trenggalek menyampaikan bahwa keberhasilan penggalangan dana ini tidak lepas dari partisipasi aktif seluruh anggota serta dukungan masyarakat. Ia berharap gerakan seperti ini dapat terus berlanjut dan menjadi budaya kebaikan di tengah kehidupan sosial.

“Bumbung Pramuka Peduli adalah gerakan kecil yang jika dilakukan bersama-sama akan menjadi kekuatan besar. Kami ingin menanamkan kepada anggota bahwa sekecil apa pun kontribusi, jika dilakukan dengan niat baik, akan memberikan dampak besar bagi orang lain,” ungkapnya. 

 

BAZNAS Trenggalek juga menegaskan komitmennya untuk menjaga transparansi dan akuntabilitas dalam penyaluran dana. Proses pembangunan rumah akan dilakukan dengan perencanaan matang agar hasilnya layak huni dan memberikan kenyamanan bagi penerima manfaat.

Dengan adanya kolaborasi ini, diharapkan tidak hanya membantu pemulihan fisik berupa pembangunan rumah, tetapi juga memulihkan semangat dan harapan para korban bencana. Sinergi antara BAZNAS dan Pramuka menjadi contoh nyata bahwa kepedulian sosial dapat diwujudkan melalui aksi bersama yang terorganisir dan berkelanjutan.

Momentum ini sekaligus menjadi pengingat bahwa kekuatan terbesar dalam menghadapi bencana bukan hanya pada sumber daya, tetapi juga pada solidaritas dan kepedulian antar sesama. Trenggalek kembali menunjukkan bahwa dengan kebersamaan, setiap tantangan dapat dihadapi dan dilalui dengan lebih ringan.

05/05/2026 | Kontributor: Humas
Percepat Sertifikasi Tanah Wakaf, Empat Lembaga Teken MoU di Trenggalek untuk Lindungi Aset Umat

Trenggalek – Upaya percepatan sertifikasi tanah wakaf di Kabupaten Trenggalek semakin diperkuat melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Badan Wakaf Indonesia (BWI), Kementerian Agama (Kemenag), Badan Pertanahan Nasional (BPN), dan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS). Kolaborasi lintas lembaga ini menjadi langkah nyata dalam melindungi aset wakaf serta memastikan pemanfaatannya dapat dirasakan secara optimal oleh masyarakat.

Penandatanganan MoU tersebut dilaksanakan sebagai bentuk komitmen bersama dalam mempercepat proses legalisasi tanah wakaf di wilayah Trenggalek. Selama ini, masih terdapat sejumlah tanah wakaf yang belum memiliki sertifikat resmi, sehingga berpotensi menimbulkan permasalahan hukum di kemudian hari. Melalui kerja sama ini, diharapkan proses sertifikasi dapat berjalan lebih cepat, terarah, dan tepat sasaran.

Perwakilan dari Kementerian Agama menegaskan bahwa legalitas tanah wakaf merupakan hal yang sangat penting dalam menjaga keberlangsungan fungsi wakaf. Tanah wakaf yang telah memiliki sertifikat resmi akan memiliki kepastian hukum, sehingga dapat terhindar dari sengketa atau klaim pihak lain di masa mendatang. Selain itu, legalitas yang jelas juga menjadi dasar penting dalam pengelolaan wakaf secara profesional dan produktif.

“Legalitas tanah wakaf adalah langkah awal untuk melindungi aset umat. Dengan adanya sertifikat resmi, tanah wakaf dapat dikelola secara lebih optimal dan produktif, sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat dalam jangka panjang,” ungkap perwakilan Kementerian Agama dalam kegiatan tersebut.

Sementara itu, Badan Pertanahan Nasional (BPN) menyampaikan komitmennya untuk mendukung percepatan sertifikasi tanah wakaf melalui berbagai strategi. Salah satu target yang dicanangkan adalah tersertifikasinya ratusan bidang tanah wakaf di wilayah Trenggalek dalam waktu mendatang. Upaya ini akan dilakukan melalui pendekatan aktif kepada masyarakat, salah satunya melalui program jemput bola, di mana petugas BPN akan mendatangi langsung lokasi tanah wakaf untuk melakukan pendataan dan proses administrasi.

 

Selain itu, BPN juga akan melakukan pemetaan data tanah wakaf secara sistematis agar seluruh aset wakaf dapat terdata dengan baik. Pemetaan ini dinilai sangat penting untuk memastikan tidak ada tanah wakaf yang terlewat dalam proses sertifikasi serta memudahkan pengawasan dan pengelolaan di masa depan.

Di sisi lain, keterlibatan Badan Wakaf Indonesia (BWI) dan BAZNAS dalam kerja sama ini menjadi bagian penting dalam memperkuat pengelolaan wakaf dan pemanfaatannya. Kedua lembaga tersebut diharapkan mampu memberikan pendampingan serta edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya sertifikasi tanah wakaf serta pengelolaan wakaf secara produktif.

Kolaborasi empat lembaga ini diharapkan mampu memberikan perlindungan maksimal terhadap aset wakaf yang merupakan amanah umat. Tanah wakaf yang telah memiliki legalitas resmi tidak hanya terjaga dari potensi sengketa, tetapi juga dapat dimanfaatkan secara lebih luas untuk kepentingan sosial, pendidikan, kesehatan, maupun kegiatan keagamaan lainnya.

Melalui sinergi ini, masyarakat diharapkan semakin memahami pentingnya pengurusan sertifikat tanah wakaf sebagai bentuk perlindungan aset bersama. Ke depan, kolaborasi antara BWI, Kemenag, BPN, dan BAZNAS diharapkan terus berlanjut dan semakin kuat, sehingga seluruh tanah wakaf di Kabupaten Trenggalek dapat terdata dan tersertifikasi secara menyeluruh.

 

Dengan adanya percepatan sertifikasi tanah wakaf ini, diharapkan aset-aset umat dapat terlindungi dengan baik serta memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat. Langkah ini menjadi wujud nyata komitmen bersama dalam menjaga amanah wakaf dan memaksimalkan potensi wakaf sebagai salah satu instrumen penting dalam pembangunan kesejahteraan umat.

28/04/2026 | Kontributor: Humas
Bangkit dari Musibah, BAZNAS Trenggalek Hadirkan Harapan Lewat Bantuan Bedah Rumah untuk Korban Rumah Roboh di Desa Prambon

Trenggalek – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Trenggalek kembali menunjukkan kepedulian nyata kepada masyarakat yang tertimpa musibah dengan menyalurkan bantuan bedah rumah bagi korban rumah roboh di Desa Prambon, Kecamatan Tugu. Bantuan ini diberikan sebagai bentuk respon cepat terhadap musibah yang menimpa salah satu warga yang rumahnya mengalami kerusakan parah hingga tidak lagi layak dihuni.

Peristiwa robohnya rumah tersebut terjadi akibat kondisi bangunan yang sudah rapuh dan tidak mampu menahan beban, sehingga sebagian besar struktur rumah ambruk. Kejadian ini membuat penghuni rumah harus mengungsi sementara ke tempat yang lebih aman, karena kondisi rumah tidak memungkinkan untuk ditempati. Musibah tersebut tentu membawa dampak besar bagi keluarga korban, baik secara fisik maupun psikologis.

Mengetahui kondisi tersebut, BAZNAS Kabupaten Trenggalek segera melakukan asesmen lapangan untuk memastikan kondisi rumah serta kebutuhan mendesak yang diperlukan oleh keluarga terdampak. Setelah melalui proses verifikasi dan penilaian kelayakan, BAZNAS Trenggalek memutuskan untuk memberikan bantuan bedah rumah agar keluarga korban dapat kembali memiliki tempat tinggal yang aman dan layak huni.

Ketua BAZNAS Kabupaten Trenggalek menyampaikan bahwa bantuan bedah rumah ini merupakan salah satu bentuk kepedulian dan tanggung jawab sosial BAZNAS dalam membantu masyarakat yang mengalami musibah, khususnya mereka yang tergolong kurang mampu.

“Musibah dapat datang kapan saja tanpa kita duga. Melalui program bedah rumah ini, kami berharap keluarga yang terdampak dapat kembali memiliki hunian yang layak, aman, dan nyaman untuk ditempati bersama keluarga. Bantuan ini merupakan amanah dari para muzaki yang telah mempercayakan zakat, infak, dan sedekahnya kepada BAZNAS,” ujarnya.

Pelaksanaan bedah rumah dilakukan secara gotong royong dengan melibatkan masyarakat sekitar, relawan, serta perangkat desa setempat. Semangat kebersamaan tampak jelas dalam proses pembangunan kembali rumah yang roboh tersebut. Warga sekitar turut membantu dalam berbagai tahapan pembangunan, mulai dari pembersihan puing-puing hingga proses pembangunan kembali struktur rumah.

 

Kepala Desa Prambon, Kecamatan Tugu, menyampaikan rasa terima kasih kepada BAZNAS Kabupaten Trenggalek atas bantuan yang telah diberikan kepada warganya. Menurutnya, bantuan ini sangat berarti bagi keluarga korban yang sebelumnya mengalami kesulitan akibat kehilangan tempat tinggal.

“Kami sangat bersyukur atas perhatian dan bantuan dari BAZNAS Trenggalek. Bantuan bedah rumah ini sangat membantu warga kami yang sedang mengalami musibah. Semoga kebaikan para donatur dibalas dengan keberkahan yang berlipat,” ungkapnya.

Sementara itu, keluarga penerima bantuan juga menyampaikan rasa haru dan syukur atas bantuan yang diberikan. Mereka mengaku sangat terbantu dengan adanya program bedah rumah dari BAZNAS Trenggalek, karena tanpa bantuan tersebut mereka akan kesulitan untuk memperbaiki rumah secara mandiri.

Program bedah rumah yang dilaksanakan BAZNAS Kabupaten Trenggalek merupakan bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya dalam penyediaan hunian layak bagi keluarga kurang mampu. Selain membantu secara fisik, program ini juga diharapkan mampu memberikan semangat baru bagi keluarga penerima untuk bangkit dari musibah yang dialami.

 

Melalui kegiatan ini, BAZNAS Kabupaten Trenggalek kembali mengajak masyarakat untuk terus mendukung program-program kemanusiaan melalui zakat, infak, dan sedekah. Dengan semangat kebersamaan dan kepedulian sosial, diharapkan semakin banyak masyarakat yang dapat terbantu dan merasakan manfaat dari kehadiran BAZNAS di tengah-tengah masyarakat.

28/04/2026 | Kontributor: Humas

Berita Terbaru

Paguyuban Sound Jenangan Trenggalek (PSJT) Serahkan Bantuan untuk Sumatera dan Aceh Melalui BAZNAS Trenggalek pada BAZNAS Award 2025
Paguyuban Sound Jenangan Trenggalek (PSJT) Serahkan Bantuan untuk Sumatera dan Aceh Melalui BAZNAS Trenggalek pada BAZNAS Award 2025
BAZNAS Kabupaten Trenggalek kembali menerima dukungan dan kepedulian dari berbagai elemen masyarakat. Kali ini, Paguyuban Sound Jenangan Trenggalek (PSJT) menunjukkan solidaritas sosialnya dengan menyerahkan bantuan kemanusiaan untuk saudara-saudara terdampak bencana di Sumatera dan Aceh. Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis melalui BAZNAS Trenggalek dalam rangkaian kegiatan BAZNAS Award 2025 yang digelar di Pendopo Manggala Praja Nugraha Trenggalek senilai Rp.39.872.500,-. Penyerahan bantuan ini menjadi bukti bahwa kepedulian terhadap sesama tidak mengenal batas profesi maupun latar belakang komunitas. PSJT yang dikenal sebagai wadah pelaku dan pecinta sound system di wilayah Trenggalek, turut mengambil peran dalam aksi kemanusiaan dengan menggalang donasi dari para anggotanya untuk membantu masyarakat yang tengah tertimpa musibah. Ketua BAZNAS Kabupaten Trenggalek menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan PSJT kepada BAZNAS sebagai lembaga resmi pengelola zakat, infak, dan sedekah. Menurutnya, kolaborasi dengan komunitas-komunitas masyarakat seperti PSJT merupakan bentuk sinergi yang sangat positif dalam memperluas jangkauan bantuan dan memperkuat solidaritas sosial. “BAZNAS tidak bisa berjalan sendiri. Dukungan dari komunitas, organisasi, dan masyarakat luas seperti Paguyuban Sound Jenangan Trenggalek ini menjadi kekuatan besar bagi kami untuk terus hadir membantu saudara-saudara yang membutuhkan, khususnya korban bencana di Sumatera dan Aceh,” ujarnya. Ia menambahkan, bantuan yang disalurkan melalui BAZNAS akan dikelola secara amanah, transparan, dan tepat sasaran, sesuai dengan prinsip pengelolaan dana umat. Seluruh donasi yang diterima akan segera disalurkan kepada masyarakat terdampak melalui program kebencanaan BAZNAS bekerja sama dengan BAZNAS daerah setempat dan pihak terkait. Perwakilan Paguyuban Sound Jenangan Trenggalek (PSJT) menyampaikan bahwa penyaluran bantuan ini merupakan wujud kepedulian dan empati terhadap penderitaan saudara-saudara sebangsa yang tengah menghadapi musibah. Meski berasal dari komunitas hobi, PSJT ingin menunjukkan bahwa komunitas juga memiliki tanggung jawab sosial dan dapat berkontribusi nyata bagi kemanusiaan. “Kami berharap bantuan yang kami salurkan melalui BAZNAS Trenggalek ini bisa sedikit meringankan beban saudara-saudara kita di Sumatera dan Aceh. Semoga apa yang kami lakukan menjadi amal kebaikan bagi seluruh anggota PSJT,” ungkapnya. Penyerahan bantuan PSJT ini menjadi salah satu momen bermakna dalam pelaksanaan BAZNAS Award 2025, yang tidak hanya menjadi ajang evaluasi dan apresiasi kinerja pengelolaan zakat, tetapi juga wadah untuk memperkuat kolaborasi antara BAZNAS dan masyarakat. Melalui kegiatan ini, BAZNAS Trenggalek berharap semakin banyak komunitas dan elemen masyarakat yang tergerak untuk menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui lembaga resmi, sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas dan merata. Semangat gotong royong dan kepedulian sosial yang ditunjukkan PSJT diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi komunitas lainnya di Kabupaten Trenggalek.
BERITA24/12/2025 | Humas
BAZNAS Trenggalek serahkan 14 Penghargaan dalam Ajang BAZNAS Awards 2025
BAZNAS Trenggalek serahkan 14 Penghargaan dalam Ajang BAZNAS Awards 2025
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Trenggalek kembali menggelar ajang apresiasi tahunan bertajuk BAZNAS Awards 2025 sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi dan komitmen Unit Pengumpul Zakat (UPZ) dalam mendukung pengelolaan zakat yang profesional, transparan, dan berkelanjutan. Dalam kegiatan ini, BAZNAS Trenggalek menyerahkan total 14 penghargaan kepada UPZ terbaik dari lingkup Pemerintah Kabupaten Trenggalek dan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Trenggalek. BAZNAS Awards 2025 menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara BAZNAS, UPZ, serta seluruh pemangku kepentingan dalam upaya meningkatkan kesadaran dan kepatuhan zakat, khususnya di lingkungan instansi pemerintah dan lembaga pendidikan. Penghargaan ini juga merupakan bentuk apresiasi nyata kepada UPZ yang selama ini konsisten berperan aktif dalam menghimpun zakat, infak, dan sedekah (ZIS) dari para muzakki. Untuk kategori UPZ Pengumpul Zakat Terbaik di Lingkup Pemerintah Kabupaten Trenggalek, BAZNAS Trenggalek memberikan penghargaan kepada 10 UPZ terbaik. Penghargaan terbaik pertama diraih oleh SMP Negeri 3 Tugu yang dinilai unggul dalam konsistensi pengumpulan zakat serta pengelolaan administrasi yang tertib dan akuntabel. Posisi terbaik kedua diraih oleh Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP), disusul Kecamatan Munjungan sebagai terbaik ketiga. Selanjutnya, penghargaan terbaik keempat diraih oleh Badan Kepegawaian Daerah (BKD), sementara Sekretariat Daerah Kabupaten Trenggalek menempati posisi terbaik kelima. Puskesmas Slawe meraih penghargaan terbaik keenam, diikuti Kecamatan Watulimo sebagai terbaik ketujuh. Untuk posisi terbaik kedelapan hingga kesepuluh masing-masing diraih oleh SMP Negeri 1 Watulimo, Kecamatan Tugu, dan SMP Negeri 1 Kampak. Seluruh UPZ penerima penghargaan tersebut dinilai telah menunjukkan komitmen tinggi dalam mendukung optimalisasi penghimpunan zakat melalui mekanisme yang sesuai dengan ketentuan syariat dan regulasi yang berlaku. Konsistensi, transparansi, serta partisipasi aktif dari pimpinan dan pegawai menjadi indikator utama dalam penilaian BAZNAS Trenggalek. Sementara itu, untuk kategori UPZ Terbaik di Lingkup Kantor Kementerian Agama Kabupaten Trenggalek, penghargaan terbaik pertama diraih oleh MTs Negeri 5 Trenggalek. Disusul MAN 2 Trenggalek sebagai terbaik kedua dan MTs Negeri 3 Trenggalek sebagai terbaik ketiga. Ketiga lembaga pendidikan tersebut dinilai berhasil membangun budaya sadar zakat di lingkungan kerja dan mampu menjadi contoh bagi lembaga lainnya. Selain itu, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Trenggalek juga menerima penghargaan khusus atas capaian luar biasa berupa komitmen seluruh pegawai dalam menunaikan zakat sebesar 2,5 persen. Penghargaan ini menjadi bukti kuat sinergi antara BAZNAS dan Kementerian Agama dalam menguatkan peran zakat sebagai instrumen pembangunan umat dan kesejahteraan masyarakat. Melalui BAZNAS Awards 2025, BAZNAS Trenggalek berharap semangat berzakat di lingkungan instansi pemerintah dan lembaga pendidikan semakin meningkat. Apresiasi ini tidak hanya menjadi bentuk penghormatan atas capaian kinerja, tetapi juga sebagai motivasi agar seluruh UPZ terus meningkatkan kualitas pelayanan, pengelolaan, serta kontribusi nyata bagi kesejahteraan masyarakat. Dengan adanya dukungan dan kolaborasi yang kuat antara BAZNAS, UPZ, dan para muzakki, BAZNAS Trenggalek optimistis pengelolaan zakat di Kabupaten Trenggalek akan semakin maju, berdaya guna, dan memberikan dampak nyata bagi mustahik serta pembangunan daerah secara berkelanjutan.
BERITA24/12/2025 | Humas
BAZNAS Trenggalek Serahkan Bantuan Ternak dan Gerobak UMKM dalam ajang BAZNAS Awards 2025
BAZNAS Trenggalek Serahkan Bantuan Ternak dan Gerobak UMKM dalam ajang BAZNAS Awards 2025
BAZNAS Kabupaten Trenggalek terus menunjukkan komitmennya dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat melalui pemanfaatan dana zakat, infak, dan sedekah secara produktif. Salah satu wujud nyata komitmen tersebut diwujudkan melalui penyerahan 20 unit gerobak UMKM (10 Gerobak BAZNAS Prov. Jawa Timur dan 10 Gerobak BAZNAS Trenggalek) dan bantuan ternak kambing kepada jamaah masjid sebagai bagian dari program pemberdayaan ekonomi berbasis masjid. Kegiatan penyerahan bantuan ini menjadi langkah strategis BAZNAS Trenggalek dalam mengoptimalkan peran masjid tidak hanya sebagai pusat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pemberdayaan umat. Jamaah masjid yang menerima bantuan yakni jamaah masjid Matlabul Ulum (Ds. Gador-Kec. Durenan) dan telah melalui proses seleksi serta pendampingan agar bantuan yang diberikan benar-benar tepat sasaran dan berkelanjutan. Bantuan ternak ini tidak hanya ditujukan sebagai pemenuhan kebutuhan jangka pendek, tetapi juga sebagai aset produktif yang dapat berkembang dan memberikan manfaat ekonomi berkelanjutan bagi penerima. Bantuan 20 gerobak UMKM disalurkan kepada pelaku usaha mikro yang selama ini terkendala modal dan sarana usaha. Gerobak tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan untuk berbagai jenis usaha kecil, seperti kuliner, minuman, maupun usaha dagang lainnya yang memiliki potensi meningkatkan pendapatan keluarga. Program bantuan gerobak UMKM dan ternak kambing ini merupakan bagian dari Program Jatim Makmur dan Program Trenggalek Makmur, salah satu program unggulan BAZNAS Jawa Timur dan BAZNAS Trenggalek yang fokus pada pemberdayaan ekonomi mustahik. Melalui program ini, BAZNAS mendorong mustahik agar mampu bertransformasi menjadi muzakki dengan memanfaatkan bantuan secara produktif dan bertanggung jawab. Dalam pelaksanaannya, BAZNAS Trenggalek tidak hanya memberikan bantuan fisik semata, tetapi juga disertai dengan pendampingan dan edukasi. Penerima bantuan diharapkan mampu mengelola usaha dengan baik, menjaga komitmen, serta memanfaatkan bantuan sebagai sarana peningkatan kesejahteraan keluarga. BAZNAS Trenggalek berharap bantuan 20 gerobak UMKM dan ternak kambing ini dapat menjadi pemantik semangat bagi jamaah masjid untuk lebih mandiri secara ekonomi. Dengan pengelolaan yang baik dan dukungan lingkungan sekitar, program ini diharapkan mampu menciptakan lapangan usaha baru, meningkatkan pendapatan keluarga, serta memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat. Melalui program pemberdayaan ekonomi berbasis masjid, BAZNAS Trenggalek terus berupaya menjadikan zakat sebagai instrumen strategis dalam pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan umat. Sinergi antara BAZNAS, pengurus masjid, dan jamaah diharapkan mampu menghadirkan manfaat zakat yang nyata, berkelanjutan, dan penuh keberkahan bagi masyarakat Kabupaten Trenggalek.
BERITA24/12/2025 | Humas
Zakat untuk Kehidupan yang Lebih Layak: BAZNAS Trenggalek Berikan Bantuan Bedah Rumah untuk Ibu Sarmini
Zakat untuk Kehidupan yang Lebih Layak: BAZNAS Trenggalek Berikan Bantuan Bedah Rumah untuk Ibu Sarmini
BAZNAS Kabupaten Trenggalek kembali menegaskan komitmennya dalam menghadirkan kesejahteraan dan kehidupan yang lebih layak bagi masyarakat kurang mampu melalui program Bedah Rumah. Kali ini, bantuan disalurkan kepada Ibu Sarmini, warga Desa Melis, Kecamatan Gandusari, yang selama bertahun-tahun tinggal di rumah dengan kondisi tidak layak huni. Rumah yang sebelumnya ditempati Ibu Sarmini diketahui mengalami berbagai kerusakan, mulai dari struktur bangunan yang rapuh, atap bocor, hingga kondisi lantai dan dinding yang membahayakan keselamatan. Keterbatasan ekonomi membuat Ibu Sarmini tidak mampu melakukan perbaikan secara mandiri, sehingga membutuhkan uluran tangan dari berbagai pihak. Melalui hasil asesmen lapangan, BAZNAS Kabupaten Trenggalek menetapkan Ibu Sarmini sebagai penerima manfaat program bedah rumah. Program ini merupakan bagian dari pendayagunaan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang dihimpun dari para muzaki, dengan tujuan memberikan dampak nyata bagi mustahik, khususnya dalam aspek pemenuhan kebutuhan dasar berupa tempat tinggal yang layak. WK. II Ketua BAZNAS Kabupaten Trenggalek, Kyai Bahauddin menyampaikan bahwa program bedah rumah tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik semata, tetapi juga mengusung nilai kemanusiaan dan keberlanjutan. Rumah yang layak diharapkan dapat menjadi awal bagi penerima manfaat untuk menjalani kehidupan yang lebih sehat, aman, dan bermartabat. “Zakat memiliki peran strategis dalam mengentaskan kemiskinan. Melalui program bedah rumah ini, kami ingin memastikan bahwa mustahik tidak hanya menerima bantuan sementara, tetapi juga mendapatkan fasilitas dasar yang menunjang kualitas hidup mereka,” ujarnya. Proses pelaksanaan bedah rumah dilakukan dengan melibatkan berbagai pihak, mulai dari pemerintah desa setempat, relawan, hingga masyarakat sekitar. Gotong royong dan kepedulian bersama menjadi nilai utama dalam setiap tahapan pembangunan. Hal ini sekaligus memperkuat rasa kebersamaan dan solidaritas sosial di tengah masyarakat. Ibu Sarmini mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih atas bantuan yang diterimanya. Ia mengaku tidak menyangka rumahnya akan mendapatkan perbaikan sehingga menjadi lebih layak untuk ditinggali. Menurutnya, bantuan tersebut sangat berarti dan menjadi harapan baru untuk menjalani kehidupan yang lebih baik ke depan. BAZNAS Kabupaten Trenggalek berharap, melalui program-program pendayagunaan zakat seperti bedah rumah ini, manfaat zakat dapat dirasakan secara nyata oleh masyarakat yang membutuhkan. Selain membantu memenuhi kebutuhan dasar, program ini juga menjadi sarana untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menunaikan zakat melalui lembaga resmi agar pengelolaannya tepat sasaran dan berkelanjutan. Dengan dukungan dan kepercayaan para muzaki, BAZNAS Trenggalek akan terus berupaya menghadirkan program-program sosial yang berdampak luas, khususnya dalam bidang kemanusiaan, pendidikan, kesehatan, dan ekonomi. Bantuan bedah rumah untuk Ibu Sarmini menjadi salah satu bukti bahwa zakat, jika dikelola secara profesional dan amanah, mampu menghadirkan perubahan nyata bagi kehidupan masyarakat. Mari turut andil dalam aksi kebaikan bersama BAZNAS Trenggalek, salurkan kebaikanmu dengan transfer melalui : Rekening zakat : Bank Jatim 0222111111 BSI 7999957581 BRI 017701016625532 Rekening infaq/sedekah : Bank Jatim 0222411114 BSI 7555557587 BRI 017701016626538 an. BAZNAS Trenggalek
BERITA18/12/2025 | Humas
Fidyah Puasa: Pengertian, Hukum, Besaran, dan Cara Membayarnya Melalui BAZNAS Trenggalek
Fidyah Puasa: Pengertian, Hukum, Besaran, dan Cara Membayarnya Melalui BAZNAS Trenggalek
Dalam ajaran Islam, setiap ibadah memiliki kemudahan dan keringanan sesuai dengan kemampuan umatnya. Salah satu bentuk keringanan tersebut adalah fidyah, solusi syariat bagi mereka yang tidak mampu menjalankan puasa Ramadhan secara permanen. Melalui fidyah, Islam mengajarkan bahwa ibadah tidak hanya bersifat ritual, tetapi juga memiliki dimensi sosial yang kuat, yakni kepedulian kepada sesama. Pengertian Fidyah Secara bahasa, fidyah berarti tebusan. Dalam istilah syariat, fidyah adalah memberikan makanan atau nilai setara kepada fakir miskin sebagai pengganti puasa yang tidak mampu ditunaikan. Fidyah menjadi bentuk ibadah pengganti bagi umat Islam yang memiliki uzur syar’i tertentu dan tidak memungkinkan untuk mengganti puasa di hari lain. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an: “Dan bagi orang-orang yang berat menjalankannya (puasa), wajib membayar fidyah, yaitu memberi makan seorang miskin.” (QS. Al-Baqarah: 184) Ayat ini menjadi dasar disyariatkannya fidyah sebagai bentuk kasih sayang Allah kepada hamba-Nya. Siapa yang Wajib Membayar Fidyah? Tidak semua orang yang meninggalkan puasa wajib membayar fidyah. Fidyah hanya dikenakan kepada mereka yang tidak memiliki kemampuan permanen untuk berpuasa, di antaranya: Lansia yang sudah sangat lemah dan tidak mampu berpuasa. Orang sakit menahun yang menurut medis tidak ada harapan sembuh. Ibu hamil atau menyusui yang khawatir terhadap keselamatan diri atau bayinya (menurut sebagian pendapat ulama, disertai fidyah). Orang dengan kondisi tertentu yang membuat puasa sangat membahayakan kesehatan secara permanen. Sementara itu, orang yang meninggalkan puasa karena sakit sementara atau bepergian (musafir) cukup mengganti dengan qadha puasa, tanpa fidyah. Hukum Membayar Fidyah Hukum fidyah adalah wajib bagi mereka yang termasuk dalam golongan yang tidak mampu berpuasa secara permanen. Fidyah bukan sedekah biasa, melainkan kewajiban ibadah yang harus ditunaikan agar tanggungan puasa gugur sesuai ketentuan syariat. Karena itu, penting bagi umat Islam untuk memahami kondisi diri dan berkonsultasi dengan ulama atau lembaga zakat terpercaya agar tidak keliru dalam menjalankan kewajiban ini. Besaran Fidyah Puasa Besaran fidyah umumnya disepakati berupa satu porsi makan layak untuk satu orang miskin per satu hari puasa yang ditinggalkan. Dalam praktiknya, fidyah dapat diberikan dalam bentuk: Makanan siap santap, atau Bahan makanan pokok, atau Uang senilai harga satu porsi makan layak (sesuai kebijakan lembaga zakat) BAZNAS Trenggalek menetapkan besaran fidyah dengan mempertimbangkan standar kelayakan konsumsi masyarakat lokal, sehingga fidyah yang ditunaikan benar-benar memberi manfaat nyata bagi mustahik. Waktu Pembayaran Fidyah Fidyah boleh dibayarkan: Setiap hari selama Ramadhan, atau Setelah Ramadhan, atau Sekaligus untuk seluruh hari puasa yang ditinggalkan Tidak ada batasan kaku, selama fidyah ditunaikan dengan niat ibadah dan diberikan kepada yang berhak. Cara Membayar Fidyah Melalui BAZNAS Trenggalek Sebagai lembaga resmi pengelola zakat, infak, dan sedekah, BAZNAS Trenggalek siap membantu masyarakat dalam menunaikan fidyah secara amanah, tepat sasaran, dan sesuai syariat. Dengan membayar fidyah melalui BAZNAS Trenggalek, masyarakat mendapatkan beberapa keunggulan: Penyaluran tepat sasaran kepada fakir miskin dan kaum dhuafa di Kabupaten Trenggalek. Pengelolaan transparan dan akuntabel sesuai regulasi. Bernilai ibadah sekaligus sosial, karena fidyah menjadi solusi pangan bagi masyarakat yang membutuhkan. Kemudahan layanan, baik secara langsung maupun melalui kanal pembayaran yang disediakan. BAZNAS Trenggalek menyalurkan fidyah dalam bentuk makanan layak atau program bantuan pangan, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh mustahik. Hikmah dan Keutamaan Fidyah Fidyah mengajarkan bahwa Islam adalah agama yang penuh rahmat. Di balik keringanan ibadah, terdapat hikmah besar, di antaranya: Menjaga semangat ibadah meski dalam keterbatasan fisik. Menguatkan solidaritas sosial antara yang mampu dan yang membutuhkan. Menjadi sarana berbagi rezeki dan menebar keberkahan. Membersihkan tanggungan ibadah dengan cara yang diridhai Allah SWT. Melalui fidyah, ibadah puasa tidak hanya berdampak pada pelakunya, tetapi juga menghidupkan harapan bagi sesama. Fidyah adalah bukti bahwa Islam selalu memberi jalan bagi umatnya untuk tetap beribadah sesuai kemampuan. Bagi masyarakat Kabupaten Trenggalek yang memiliki kewajiban fidyah, menunaikannya melalui BAZNAS Trenggalek adalah pilihan tepat untuk memastikan ibadah terlaksana dengan benar dan manfaatnya tersalurkan secara luas. Mari tunaikan fidyah dengan niat ikhlas, agar menjadi amal kebaikan yang bernilai ibadah sekaligus kepedulian sosial. Karena sejatinya, setiap ibadah yang dilakukan dengan keikhlasan akan melahirkan keberkahan bagi diri sendiri dan orang lain.
BERITA17/12/2025 | Humas
Wakil bupati Trenggalek Serahkan Bantuan BAZNAS untuk Anak Yatim Piatu dan Korban Longsor dalam TIF 2025
Wakil bupati Trenggalek Serahkan Bantuan BAZNAS untuk Anak Yatim Piatu dan Korban Longsor dalam TIF 2025
Trenggalek (11/12) – Momentum Trenggalek Innovation Festival (TIF) 2025 kembali menjadi ruang kolaborasi yang tak hanya menampilkan inovasi, tetapi juga menghadirkan energi kepedulian sosial. Di tengah antusiasme masyarakat yang memadati area festival, Wakil Bupati Trenggalek secara simbolis menyerahkan bantuan dari Kemensos dan BAZNAS Trenggalek untuk anak yatim piatu serta korban bencana tanah longsor yang terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Trenggalek. Penyerahan bantuan ini menjadi salah satu agenda penting yang disorot publik, karena menunjukkan bahwa pemerintah daerah dan BAZNAS tidak hanya fokus pada pembangunan fisik dan inovasi teknologi, tetapi juga hadir langsung dalam menjawab kebutuhan masyarakat yang terdampak bencana. Kehadiran Wabup dalam prosesi serah terima bantuan menggambarkan komitmen kuat pemerintah dalam memastikan bantuan tepat sasaran dan diterima oleh mereka yang benar-benar membutuhkan. Dalam sambutannya, Wakil Bupati menyampaikan bahwa TIF bukan hanya ajang pameran hasil kreativitas daerah, namun juga wadah untuk memperkuat solidaritas sosial. “Inilah esensi Trenggalek, inovasi berjalan seiring dengan empati. Hari ini kita menunjukkan bahwa kemajuan daerah harus dibarengi dengan perhatian kepada mereka yang sedang menghadapi kesulitan, terlebih anak-anak yatim piatu dan saudara kita penyintas longsor,” ujarnya. BAZNAS Trenggalek dalam kesempatan tersebut menyalurkan bantuan berupa paket perlindungan hidup, kebutuhan harian, serta dukungan khusus bagi anak-anak yatim piatu agar mereka tetap mendapatkan kesempatan belajar dengan nyaman. Sementara itu, bagi korban tanah longsor, bantuan difokuskan pada pemenuhan kebutuhan mendesak seperti logistik, perlengkapan keluarga, serta dukungan untuk meringankan kerugian akibat bencana yang melanda. Prosesi penyerahan bantuan di TIF 2025 ini mendapatkan apresiasi dari banyak pihak. Para pengunjung festival terlihat antusias menyaksikan langsung kegiatan serah terima tersebut. Beberapa dari mereka bahkan mengaku terinspirasi untuk ikut berkontribusi dalam kegiatan sosial yang digagas oleh BAZNAS. Kehadiran anak-anak yatim piatu yang menerima bantuan juga menjadi momen yang mengharukan, di mana senyum dan harapan mereka menjadi pengingat bahwa kepedulian kecil dapat memberi dampak besar. Selain membawa semangat kemanusiaan, kegiatan ini sekaligus menjadi pesan penting bahwa mitigasi bencana dan penanganan pascabencana harus menjadi perhatian bersama. Kabupaten Trenggalek yang memiliki kontur wilayah perbukitan tidak jarang mengalami tanah longsor saat musim hujan. Dengan adanya sinergi antara pemerintah, BAZNAS, dan masyarakat, diharapkan penanganan bencana dapat dilakukan dengan lebih cepat, tepat, dan berkelanjutan. TIF 2025 pun kembali menegaskan posisinya sebagai festival yang bukan hanya menghadirkan inovasi kreatif, tetapi juga mendorong nilai-nilai kemanusiaan. Melalui kegiatan penyerahan bantuan ini, Trenggalek memperlihatkan bahwa kemajuan daerah tidak hanya dilihat dari tingginya inovasi, melainkan dari kekuatan gotong royong dan kepedulian masyarakatnya. Semoga bantuan yang diberikan dapat meringankan beban para penerima dan menjadi langkah awal bagi bangkitnya harapan baru di Bumi Menak Sopal.
BERITA11/12/2025 | Humas
BAZNAS Trenggalek Laporkan Pendistribusian Bantuan Biaya Hidup Bulanan Sebanyak 710 Paket
BAZNAS Trenggalek Laporkan Pendistribusian Bantuan Biaya Hidup Bulanan Sebanyak 710 Paket
BAZNAS Kabupaten Trenggalek kembali menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan kesejahteraan dan kepedulian sosial bagi masyarakat yang membutuhkan. Melalui program Bantuan Biaya Hidup Bulanan, BAZNAS menyalurkan sebanyak 710 paket bantuan kepada mustahik yang tersebar di berbagai wilayah di Kabupaten Trenggalek. Program ini menjadi salah satu bentuk nyata dari pengelolaan zakat, infak, dan sedekah yang amanah dan tepat sasaran, sekaligus sebagai upaya menjawab kebutuhan dasar masyarakat yang masih berada dalam kondisi rentan secara ekonomi. Pendistribusian bantuan ini dilakukan secara bertahap dengan melibatkan unsur relawan, Unit Pengumpul Zakat (UPZ), serta perangkat desa. Tujuan utamanya adalah memastikan setiap paket bantuan dapat diterima langsung oleh para mustahik, terutama mereka yang masuk kategori fakir, janda dhuafa, lansia tidak mampu, dan masyarakat yang memiliki keterbatasan dalam pemenuhan kebutuhan sehari-hari. Dengan proses penyaluran yang terstruktur dan transparan, BAZNAS Trenggalek terus menjaga kepercayaan publik dalam mengelola dana umat. Ketua BAZNAS Trenggalek menyampaikan bahwa bantuan biaya hidup bulanan ini bukan hanya sekadar bantuan materi, tetapi juga bentuk perhatian dan dukungan moral untuk masyarakat yang sedang berjuang dalam keterbatasan. Menurutnya, angka 710 paket bukan hanya statistik, tetapi gambaran nyata betapa banyak saudara-saudara kita yang perlu mendapat uluran tangan. “Setiap paket ini membawa pesan bahwa mereka tidak sendiri. Ada kepedulian dari masyarakat Trenggalek yang telah menunaikan zakat, infak, dan sedekahnya melalui BAZNAS,” ungkapnya. Program Bantuan Biaya Hidup Bulanan menjadi salah satu program prioritas karena menyentuh kebutuhan dasar seperti kebutuhan pangan, nutrisi, dan kebutuhan harian lain. Melalui paket ini, diharapkan mustahik dapat merasakan manfaat langsung dan sedikit lebih tenang dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Terlebih, kondisi ekonomi sebagian masyarakat masih belum stabil akibat berbagai faktor, sehingga kehadiran BAZNAS menjadi ruang harapan bagi mereka yang membutuhkan. Proses pendistribusian dilakukan dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dan pendataan yang akurat. Setiap mustahik yang menerima bantuan telah melalui verifikasi data sehingga bantuan benar-benar tepat sasaran. Selain itu, BAZNAS Trenggalek terus melakukan penguatan koordinasi dengan pemerintah desa dan pihak terkait agar pelaksanaan program berjalan optimal. BAZNAS Trenggalek juga menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh muzakki dan donatur yang telah mempercayakan zakat, infak, dan sedekahnya. Berkat partisipasi mereka, berbagai program kemanusiaan dapat terus berjalan dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Semakin banyak masyarakat yang ikut berzakat melalui saluran resmi, semakin besar pula manfaat yang dapat dirasakan oleh mustahik di Kabupaten Trenggalek. Dengan penyaluran 710 paket bantuan biaya hidup ini, BAZNAS berharap kehadirannya semakin dirasakan sebagai lembaga yang dekat dengan masyarakat dan terus menguatkan budaya berbagi. Ke depan, BAZNAS berkomitmen memperluas jangkauan penerima manfaat dan meningkatkan efektivitas program agar kebaikan semakin meluas. Melalui semangat kolaborasi, kepedulian, dan kebermanfaatan, BAZNAS Trenggalek mengajak seluruh masyarakat untuk terus menebar kebaikan. Bersama, kita dapat menghadirkan harapan bagi mereka yang membutuhkan dan menjadikan Trenggalek lebih berdaya. Mari turut andil dalam aksi kebaikan itu, tunaikan Zakat dan Sedekah anda melalui BAZNAS Trenggalek : Rekening zakat : Bank Jatim 0222111111 BSI 7999957581 BRI 017701016625532 Rekening infaq/sedekah : Bank Jatim 0222411114 BSI 7555557587 BRI 017701016626538 an. BAZNAS Trenggalek
BERITA10/12/2025 | Humas
BAZNAS Trenggalek Paparkan Pembentukan UPZ Desa dalam FGD Kepala Desa se-Kabupaten Trenggalek
BAZNAS Trenggalek Paparkan Pembentukan UPZ Desa dalam FGD Kepala Desa se-Kabupaten Trenggalek
Trenggalek (09/12) - Upaya memperkuat tata kelola zakat hingga level pemerintahan paling bawah kembali ditegaskan oleh BAZNAS Kabupaten Trenggalek. Hal itu tampak dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Kepala Desa se-Kabupaten Trenggalek yang digelar oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Trenggalek, di mana BAZNAS hadir sebagai narasumber utama untuk memaparkan pentingnya pembentukan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Desa sebagai bagian dari percepatan pengelolaan zakat yang profesional, terstruktur, dan berorientasi pemberdayaan masyarakat. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh Kepala Desa, menghadirkan forum dialog yang konstruktif dan menjadi wadah penyamaan persepsi mengenai urgensi penguatan tata kelola zakat desa di tengah dinamika sosial-ekonomi masyarakat saat ini. Dengan mengusung semangat memperbesar dampak sosial zakat, BAZNAS Trenggalek menekankan bahwa potensi zakat desa sangat besar, namun selama ini belum terkelola secara optimal karena belum adanya struktur resmi yang mengambil peran sebagai pengelola zakat di tingkat desa. Ketua BAZNAS Trenggalek, dalam pemaparannya, menyampaikan bahwa pembentukan UPZ Desa merupakan langkah strategis yang tidak hanya berfungsi sebagai instrumen pengumpulan zakat, infak, dan sedekah, tetapi juga menjadi bagian penting dalam mendukung program pemerintah dalam pengentasan kemiskinan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. “Desa adalah ujung tombak layanan publik. Hampir semua aktivitas sosial masyarakat berawal dari desa. Maka pengelolaan zakat yang profesional harus dimulai dari desa,” jelasnya di hadapan para peserta FGD. Desa sebagai Lokomotif Penguatan Zakat BAZNAS Trenggalek menilai bahwa desa memiliki karakteristik unik sekaligus strategis. Keberadaan perangkat desa, tokoh agama, dan jejaring sosial masyarakat membuat desa menjadi pusat kegiatan keagamaan sekaligus pusat mobilitas ekonomi. Hal itulah yang menjadikan pembentukan UPZ Desa sebagai kebutuhan mendesak agar potensi zakat yang ada tidak hanya berhenti pada kegiatan sosial spontan, tetapi menjadi kekuatan ekonomi berbasis syariah yang memiliki dampak jangka panjang. Dalam paparannya, BAZNAS Trenggalek membeberkan sejumlah dasar hukum pembentukan UPZ Desa mulai dari Undang-Undang No. 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat, Peraturan Pemerintah No. 14 Tahun 2014, Keputusan BAZNAS RI tentang Pedoman UPZ, hingga ketentuan pelaksana BAZNAS Kabupaten. Dengan adanya dasar hukum yang jelas, pemerintah desa memiliki landasan kuat dalam membentuk UPZ Desa dan menetapkannya secara resmi melalui SK BAZNAS. Penjelasan Detail: Mekanisme dan Tugas UPZ Desa Pada sesi inti, BAZNAS Trenggalek menjelaskan alur pembentukan UPZ Desa yang diawali dengan pengajuan dari pemerintah desa, penunjukan pengurus, verifikasi BAZNAS, hingga pengukuhan melalui surat keputusan resmi. Selain itu, dipaparkan pula tugas utama UPZ Desa, meliputi: Menghimpun zakat, infak, dan sedekah dari masyarakat, perangkat desa, serta potensi ekonomi lokal. Mengelola zakat sesuai prinsip syariah dan tata kelola yang transparan. Melakukan pendataan mustahik berbasis data desa agar distribusi tepat sasaran. Melaporkan keuangan dan kegiatan secara berkala kepada BAZNAS. Menjalankan program pemberdayaan masyarakat miskin di tingkat desa. Penjelasan tersebut disambut antusias para Kepala Desa. Banyak peserta yang sebelumnya belum memahami mekanisme pembentukan UPZ Desa akhirnya lebih terbuka terhadap manfaat jangka panjang yang bisa didapatkan melalui pengelolaan zakat yang terstruktur. Beberapa Kepala Desa juga memberikan pertanyaan terkait sistem pelaporan, integrasi program sosial desa dengan program zakat, hingga kemungkinan kolaborasi antara UPZ dan lembaga kemasyarakatan desa. Manfaat Besar Bagi Masyarakat Desa BAZNAS Trenggalek menegaskan bahwa keberadaan UPZ Desa mampu memberikan sejumlah manfaat langsung bagi masyarakat. Di antaranya: Bantuan sosial lebih cepat karena UPZ mengetahui kondisi masyarakat secara langsung. Potensi zakat desa lebih optimal sehingga dapat mengurangi beban anggaran desa. Program pemberdayaan seperti modal usaha, beasiswa, dan bantuan kesehatan bisa dijalankan secara berkelanjutan. Layanan zakat menjadi lebih dekat dan mudah diakses masyarakat. Dalam konteks kebutuhan masyarakat pedesaan yang beragam—mulai dari warga miskin ekstrem, keluarga dengan anak putus sekolah, warga sakit, hingga kelompok UMKM kecil—UPZ Desa dapat menjadi lokomotif yang menggerakkan solidaritas sosial secara sistematis. Komitmen BAZNAS dan PMD: Bergerak Bersama Wujudkan Profesionalisme Zakat Desa FGD ini menjadi langkah awal dari rencana besar sinergi antara BAZNAS Trenggalek dan Dinas PMD dalam membangun tata kelola zakat desa yang profesional. Setelah forum ini, BAZNAS menargetkan pembentukan UPZ Desa di seluruh wilayah Trenggalek secara bertahap. Selain itu, akan diselenggarakan pelatihan lanjutan, pendampingan pelaporan digital, hingga pengembangan program pemberdayaan ekonomi berbasis zakat yang menyesuaikan karakter masing-masing desa. Dinas PMD menegaskan dukungannya, menyebut bahwa penguatan zakat desa dapat membantu percepatan penanganan kemiskinan, terutama di wilayah yang selama ini menjadi prioritas pemulihan sosial ekonomi. Kegiatan FGD Kepala Desa se-Kabupaten Trenggalek ini menjadi momentum penting dalam mempercepat profesionalisme pengelolaan zakat berbasis desa. Dengan sinergi kuat antara pemerintah desa, PMD, dan BAZNAS Trenggalek, diharapkan UPZ Desa dapat hadir sebagai lembaga resmi yang menjaga amanah umat sekaligus membawa perubahan nyata bagi kesejahteraan masyarakat. BAZNAS Trenggalek optimistis bahwa penguatan tata kelola zakat desa bukan hanya langkah administratif, melainkan gerakan besar untuk membangun kemandirian ekonomi umat melalui instrumen zakat yang dikelola secara amanah, modern, dan tepat sasaran.
BERITA09/12/2025 | Humas
MAJELIS SOWAN GUSTI – PONDOK BQA PUCUNG SERAHKAN DONASI UNTUK KORBAN BANJIR SUMATERA MELALUI BAZNAS TRENGGALEK
MAJELIS SOWAN GUSTI – PONDOK BQA PUCUNG SERAHKAN DONASI UNTUK KORBAN BANJIR SUMATERA MELALUI BAZNAS TRENGGALEK
Alhamdulillah, semangat kepedulian dan solidaritas kembali terasa di Kabupaten Trenggalek. Majelis Sowan Gusti – Pondok BQA Pucung menunjukkan komitmen kemanusiaannya dengan menyerahkan donasi untuk para korban banjir di wilayah Sumatera melalui BAZNAS Kabupaten Trenggalek, Selasa (09/12). Penyerahan ini menjadi bukti bahwa kepedulian tidak mengenal batas geografis, dan masyarakat Trenggalek terus hadir untuk membantu saudara-saudara yang sedang tertimpa musibah. Donasi tersebut diserahkan secara langsung oleh perwakilan majelis kepada BAZNAS Trenggalek di Kantor BAZNAS. Bantuan ini merupakan hasil penggalangan dana internal jamaah Sowan Gusti yang digerakkan oleh rasa empati mendalam atas bencana banjir yang melanda sejumlah daerah di Sumatera beberapa waktu terakhir. Banjir tersebut menyebabkan banyak warga kehilangan rumah, akses logistik terputus, serta kebutuhan pokok yang semakin sulit didapatkan. Perwakilan Majelis Sowan Gusti menyampaikan bahwa penyerahan donasi melalui BAZNAS Trenggalek dipilih karena lembaga ini dinilai amanah, profesional, dan memiliki jaringan distribusi nasional yang siap memastikan bantuan benar-benar sampai kepada warga yang membutuhkan. “Kami hanya ingin ikut membantu meringankan beban saudara-saudara kita di Sumatera. Semoga sedikit dari kami bisa menjadi penyemangat bagi mereka untuk bangkit,” ujarnya. BAZNAS Trenggalek menyambut baik dan mengapresiasi tinggi kepercayaan dari Majelis Sowan Gusti. Plt. Ka. Pelaksana BAZNAS Trenggalek menyampaikan bahwa kolaborasi semacam ini adalah wujud nyata bahwa masyarakat Trenggalek memiliki kepedulian tinggi terhadap bencana yang terjadi di tanah air. Ia menegaskan bahwa bantuan yang diterima akan segera disalurkan melalui koordinasi bersama BAZNAS Provinsi dan BAZNAS RI agar distribusinya tepat, cepat, dan akuntabel. “Alhamdulillah, ini merupakan bentuk kepedulian luar biasa dari Majelis Sowan Gusti. Atas nama BAZNAS Trenggalek, kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya. InsyaAllah amanah ini akan kami salurkan dengan penuh tanggung jawab kepada para korban banjir di Sumatera,” tutur Ketua BAZNAS. Selain itu, BAZNAS Trenggalek juga menegaskan bahwa partisipasi masyarakat seperti ini sangat membantu dalam mempercepat proses pemulihan pascabencana. Di tengah kondisi yang serba sulit, solidaritas antarwilayah menjadi kekuatan besar untuk memperkuat ketahanan sosial masyarakat Indonesia. Bantuan tidak hanya berupa uang atau logistik, tetapi juga menghadirkan harapan dan semangat baru bagi para penyintas. Majelis Sowan Gusti berharap kegiatan ini dapat menginspirasi kelompok masyarakat lainnya untuk turut memberikan bantuan sesuai kemampuan. Mereka juga menegaskan komitmennya untuk terus menjadi bagian dari gerakan kebaikan, baik dalam kegiatan sosial lokal maupun nasional. Dengan diserahkannya donasi ini, BAZNAS Trenggalek kembali menegaskan perannya sebagai lembaga pengelola zakat, infak, dan sedekah yang amanah serta siap menjadi jembatan kebaikan dari masyarakat Trenggalek untuk Indonesia. Semoga bantuan yang diberikan membawa keberkahan dan menjadi amal jariyah bagi para donatur.
BERITA09/12/2025 | Humas
Jumat Berkah! BAZNAS Distribusikan Bantuan Bedah Rumah Program Rumah Layak Huni untuk Empat Warga Trenggalek
Jumat Berkah! BAZNAS Distribusikan Bantuan Bedah Rumah Program Rumah Layak Huni untuk Empat Warga Trenggalek
Trenggalek, 05 Desember 2025 — Upaya menghadirkan tempat tinggal yang lebih layak, aman, dan nyaman bagi masyarakat terus menjadi perhatian serius BAZNAS. Melalui Program Rumah Layak Huni dari BAZNAS RI, BAZNAS Kabupaten Trenggalek kembali menyalurkan bantuan bedah rumah kepada empat warga yang berada dalam kondisi serba terbatas. Mereka adalah Ibu Supiyah dari Desa Ngadimulyo-Kec. Kampak, Bapak M. Tohir dari Desa Pandean-Kec. Dongko, Ibu Mijah dari Desa Ngentrong-Kec. Karangan dan Ibu Tumini dari Desa Nglebo-Kec. Suruh yang masing-masing telah lama hidup dalam kondisi hunian yang tak lagi layak ditinggali. Program ini tidak hanya sekadar menghadirkan bangunan fisik, tetapi juga merupakan wujud nyata bahwa dana zakat mampu menjadi pendorong perubahan sosial yang signifikan. Dengan memprioritaskan warga yang tinggal di rumah tidak layak huni, BAZNAS berupaya membuka jalan bagi masyarakat untuk merasakan kehidupan yang lebih bermartabat. Kondisi Rumah Tak Layak yang Menjadi Prioritas Sebagian besar penerima bantuan adalah warga yang bertahun-tahun tinggal di rumah yang sudah lapuk, sempit, dan minim fasilitas. Banyak dari bangunan tersebut tak lagi mampu melindungi penghuninya dari hujan, angin, maupun suhu ekstrem. Pada beberapa lokasi, kondisi lantai masih berupa tanah, dinding rapuh, serta atap yang rawan ambruk setiap saat. Di Desa Ngadimulyo, misalnya, rumah Supiyah telah lama menjadi sorotan masyarakat sekitar. Dengan kondisi ekonomi yang pas-pasan, ia tidak mampu melakukan perbaikan apa pun. Setiap turun hujan, ia cemas memikirkan keselamatan diri dan anggota keluarga. Bantuan dari BAZNAS ini menjadi jawaban atas doa dan harapan yang selama ini ia gantungkan. Sementara itu, di Desa Pandean, rumah milik M. Tohir juga tak kalah memprihatinkan. Lantai kayu yang rapuh, dinding yang berlubang, serta kondisi atap yang bocor membuat aktivitas sehari-hari menjadi semakin berat. Tohir, yang bekerja serabutan, nyaris mustahil melakukan renovasi dengan penghasilannya yang sangat terbatas. Di Desa Ngentrong, situasi yang dialami oleh Mijah pun hampir serupa. Kesederhanaan hidup membuatnya bertahan dalam rumah seadanya, meski kondisi bangunan tersebut sudah jauh dari kata layak. Bantuan dari BAZNAS menjadi angin segar yang membawa harapan baru bagi kehidupan Ibu Mijah dan keluarganya. Sementara itu, di Desa Nglebo, Ibu Tumini menjadi penerima manfaat keempat. Sebagai kepala keluarga yang harus berjuang seorang diri, ia bertahan hidup di rumah dengan kondisi yang memprihatinkan. Tidak jarang ia kesulitan tidur ketika angin kencang datang karena takut rumahnya runtuh kapan saja. Kini, bantuan dari BAZNAS membuat Ibu Tumini bisa bernapas lega dan menatap masa depan dengan lebih percaya diri. Wujud Kepedulian Bersama, Bukan Sekadar Bantuan Proses penyerahan bantuan rumah layak huni ini dilakukan secara langsung oleh BAZNAS Trenggalek dengan melibatkan perangkat desa dan tokoh masyarakat setempat. Hal ini menunjukkan bahwa program tersebut bukan hanya inisiatif lembaga, tetapi disambut sebagai gerakan sosial yang melibatkan seluruh elemen masyarakat. Ketua BAZNAS Trenggalek menyampaikan bahwa bantuan ini merupakan amanah dari para muzakki di seluruh Indonesia melalui BAZNAS RI. Karena itu, proses penyaluran dilakukan dengan penuh tanggung jawab, transparan, dan tepat sasaran. “Program Rumah Layak Huni bukan sekadar membangun rumah, tetapi membangun kembali semangat hidup dan menjaga martabat masyarakat yang selama ini hidup dalam keterbatasan,” ungkapnya. Bantuan ini juga menjadi stimulus agar masyarakat lain turut bergerak dalam semangat gotong royong. Sejumlah warga di sekitar lokasi penerima manfaat juga ikut membantu proses pembangunan, mulai dari pembersihan area, pengangkutan material, hingga kerja bakti bersama. Kehangatan kebersamaan inilah yang membuat setiap rumah yang dibangun terasa lebih hidup dan penuh nilai kebajikan. Menghadirkan Rumah, Menghadirkan Harapan Keempat penerima manfaat tidak mampu menyembunyikan rasa haru dan syukur mereka. Dengan suara yang bergetar, mereka menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu mewujudkan rumah impian mereka. Bagi mereka, bantuan ini bukan hanya soal bangunan baru, tetapi tentang harapan untuk hidup lebih layak, serta lingkungan yang lebih aman bagi keluarga mereka. BAZNAS berharap bahwa Program Rumah Layak Huni dapat menjadi inspirasi dan contoh bahwa pengelolaan zakat yang amanah mampu memberikan dampak besar dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Dengan terus memperluas jangkauan program ini, BAZNAS berkomitmen untuk menghadirkan lebih banyak rumah yang layak, lebih banyak senyuman, dan lebih banyak harapan di tengah masyarakat. Sahabat BAZNAS juga bisa jadi bagian dari aksi kebaikan ini dengan cara sedekah melalui ????kabtrenggalek.baznas.go.id/sedekah atau melalui rekening : Bank Jatim 0222411114 BSI 7555557587 BRI 017701016626538
BERITA05/12/2025 | Humas
Gubernur Jawa Timur resmikan Masjid IKHLAS BAKTI, kolaborasi BAZNAS Trenggalek bersama Pramuka Trenggalek
Gubernur Jawa Timur resmikan Masjid IKHLAS BAKTI, kolaborasi BAZNAS Trenggalek bersama Pramuka Trenggalek
Trenggalek, 04 Desember 2025 — Desa Ngrandu, Kecamatan Suruh, menjadi saksi hadirnya energi baru bagi warga terdampak bencana. Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, hadir langsung untuk meresmikan Hunian Sementara (Huntara) “Kinasih Indah Persada” dan Masjid “Ikhlas Bakti” yang dibangun dari hasil kolaborasi Pramuka Trenggalek dan BAZNAS Trenggalek, dua fasilitas penting yang dibangun untuk memulihkan kehidupan sosial, spiritual, serta ekonomi masyarakat. Turut mendampingi dalam kegiatan tersebut Kalaksa BPBD Provinsi Jawa Timur, Gatot Soebroto SE, M.PSDM, serta anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, Hj. Siti Mukiarti, S.Ag., M.Ag. Agenda dimulai dengan pemberian santunan kepada anak yatim sebagai bentuk doa dan harapan agar pembangunan ini membawa keberkahan bagi seluruh warga. Setelah itu, Gubernur Jawa Timur menandatangani prasasti sebagai tanda peresmian Huntara dan Masjid, selain meresmikan Huntara dan Masjid, Ibu Khofifah juga menanam tunas kelapa sebagai wujud Lambang Pertumbuhan dan Harapan Baru. Kalaksa BPBD Provinsi Jawa Timur dalam sambutannya menyampaikan apresiasi tinggi atas kolaborasi lintas sektor yang terbangun selama proses pembangunan baik Huntara maupun Masjid. Berkat kerja sama tersebut, kini berdiri 38 unit Huntara, terdiri dari 27 unit di lapangan Nggiling yang merupakan lahan Pemprov, serta 11 unit yang dibangun di lahan mandiri masyarakat. Gubernur Khofifah juga menyerahkan sejumlah bantuan kepada warga, mulai dari paket sembako hingga bantuan material berupa aspal. Tidak hanya itu, beliau meninjau satu per satu bangunan Huntara dan Masjid, sekaligus berdialog dengan warga penerima manfaat. Dalam kesempatan tersebut, disalurkan 40 paket bantuan berisi sembako, kompor, tabung gas, selimut, dan berbagai perlengkapan penting lainnya untuk menunjang kehidupan sehari-hari. Dukungan bagi warga Huntara tidak berhenti di situ. Pemerintah Kabupaten Trenggalek juga menunjukkan langkah nyata dalam membantu pemulihan ekonomi masyarakat terdampak. Bupati Trenggalek secara simbolis menyerahkan 30 ekor kambing kepada perwakilan warga penghuni Huntara. Bantuan ternak ini diharapkan dapat menjadi aset produktif bagi keluarga, yang dapat dikembangkan melalui model penggemukan dan perkembangbiakan. Program ini dirancang agar ke depan warga tidak hanya pulih, tetapi juga memiliki sumber penghasilan baru yang mampu memperkuat kembali ketahanan ekonomi rumah tangga mereka. “Semoga warga merasa nyaman dan aman di Huntara Kinasih Indah Persada ini,” tutur Kalaksa BPBD Provinsi Jawa Timur. Peresmian masjid dan Huntara ini menjadi tonggak penting dalam upaya mengembalikan kehidupan warga Desa Ngrandu pasca bencana, sekaligus menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, lembaga, serta masyarakat mampu menciptakan perubahan yang berarti.
BERITA04/12/2025 | Humas
Di Antara Jembatan yang Terputus, BAZNAS Terus Salurkan Bantuan
Di Antara Jembatan yang Terputus, BAZNAS Terus Salurkan Bantuan
Musibah banjir yang melanda sebagian wilayah Aceh Utara dan sekitarnya kembali menunjukkan betapa pentingnya kehadiran lembaga kemanusiaan di tengah situasi darurat. Dalam kondisi yang penuh tantangan ini, BAZNAS melalui BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) menunjukkan komitmen dan kepeduliannya dengan terus menyalurkan bantuan meski akses menuju lokasi terdampak terputus. Pada Selasa, (02/12), tim BTB melakukan langkah sigap dengan membawa bantuan berupa beras untuk kebutuhan Dapur Umum (DU) di Aceh Utara. Bantuan tersebut dibawa menggunakan perahu karet Polairud, setelah jalur darat sepenuhnya tidak bisa digunakan. Musibah banjir kali ini tidak hanya menenggelamkan pemukiman warga, tetapi juga merusak infrastruktur penting seperti jembatan. Tiga jembatan utama penghubung antara Bireun dan Aceh Utara—termasuk jembatan utama di Kutablang—mengalami kerusakan parah hingga tidak dapat dilalui. Akibat terputusnya jalur transportasi tersebut, distribusi logistik menjadi tantangan besar bagi petugas maupun relawan kemanusiaan. Jalan yang biasanya dapat dilalui kendaraan roda empat kini hanya dapat ditembus menggunakan perahu atau jalur alternatif yang berbahaya. Namun, kondisi ini tidak menghentikan gerak cepat tim BAZNAS Tanggap Bencana untuk memastikan kebutuhan dasar para penyintas tetap terpenuhi. Bantuan beras yang dibawa bukan hanya sekadar logistik, tetapi merupakan penopang utama keberlangsungan Dapur Umum yang menjadi penyedia makanan harian bagi warga terdampak. Di tengah banjir yang masih merendam sebagian besar wilayah, warga sangat bergantung pada pasokan makanan siap saji yang disiapkan relawan. Dengan masuknya tambahan logistik ini, operasional Dapur Umum bisa terus berjalan dan menyediakan kebutuhan makan bagi ratusan warga setiap harinya. Perjalanan menuju Aceh Utara menggunakan perahu karet bukanlah hal mudah. Arus sungai yang cukup deras, kondisi cuaca yang tidak menentu, dan risiko keselamatan menjadi tantangan yang harus dihadapi oleh tim BAZNAS dan Polairud. Namun kepedulian terhadap warga yang sedang mengalami masa sulit menjadi alasan terbesar bagi para relawan untuk tetap melanjutkan misi kemanusiaan tersebut. Semangat kolaborasi antara BAZNAS dan Polairud menunjukkan bahwa sinergi antarinstansi sangat penting dalam penanganan bencana. Selain menyalurkan logistik untuk Dapur Umum, tim BAZNAS Tanggap Bencana juga melakukan pemantauan kondisi warga dan memetakan kebutuhan mendesak lainnya. Banyak warga yang masih bertahan di rumah karena akses keluar terputus, sementara beberapa lainnya mengungsi di titik aman yang telah disiapkan. Kehadiran BAZNAS di tengah mereka bukan hanya memberikan bantuan fisik, tetapi juga dukungan moral yang sangat berarti. Warga merasa tidak sendirian menghadapi bencana yang menimpa daerah mereka. Kondisi ini menjadi pengingat bahwa bencana dapat datang kapan saja dan memutus akses vital yang selama ini dianggap aman. Namun, ketangguhan masyarakat Aceh Utara serta respons cepat berbagai pihak, termasuk BAZNAS, membuktikan bahwa harapan selalu ada. Selama bantuan terus mengalir dan solidaritas tetap terjaga, proses pemulihan dapat berjalan lebih cepat dan kehidupan warga dapat kembali normal. Dengan tetap bergerak meski jembatan terputus, BAZNAS menunjukkan komitmennya bahwa tidak ada hambatan yang mampu menghentikan niat baik untuk membantu sesama. Solidaritas, keberanian, dan kepedulian menjadi pijakan kuat dalam setiap langkah mereka di lapangan. Mari jadi bagian dari aksi kebaikan itu, Sahabat BAZNAS bisa salurkan bantuan donasi via ????kabtrenggalek.baznas.go.id/sedekah atau transfer ke rekening : Bank Jatim 0222411114 BSI 7555557587 BRI 017701016626538 an. BAZNAS Trenggalek
BERITA03/12/2025 | Humas
Gerakan Kebaikan untuk Korban Bencana: Dari Donasi hingga Aksi Nyata
Gerakan Kebaikan untuk Korban Bencana: Dari Donasi hingga Aksi Nyata
Indonesia adalah negeri yang dianugerahi kekayaan alam yang luar biasa, namun juga berada pada wilayah cincin api yang rawan bencana. Gempa bumi, banjir, tanah longsor, hingga erupsi gunung berapi sering kali menjadi peringatan bahwa hidup ini penuh ujian. Namun di balik setiap musibah yang datang, selalu muncul cahaya kebaikan dari masyarakat yang tergerak untuk membantu. Gerakan kepedulian ini bukan sekadar respons spontan, tetapi menjadi wujud nyata betapa kuatnya nilai kemanusiaan dan solidaritas sosial dalam diri bangsa Indonesia. Bencana sering kali datang secara tiba-tiba, meninggalkan luka, kehilangan, dan trauma bagi para korban. Di tengah situasi tersebut, uluran tangan masyarakat sangat berarti. Bahkan bantuan sekecil apa pun dapat menjadi harapan besar bagi mereka yang tengah berjuang bangkit dari keterpurukan. Dari sinilah gerakan kebaikan muncul, mulai dari donasi spontan hingga aksi nyata yang dilakukan komunitas, organisasi kemanusiaan, maupun lembaga resmi seperti BAZNAS. Donasi: Langkah Awal yang Menghidupkan Harapan Ketika terjadi bencana, donasi menjadi respons pertama yang paling mudah dilakukan. Masyarakat dari berbagai daerah, tanpa memandang latar belakang, berlomba-lomba memberikan apa yang mereka mampu: uang, makanan, pakaian, obat-obatan, hingga selimut. Donasi bukan hanya materi, tetapi simbol kedekatan emosional dan kepedulian yang tulus. Di era digital saat ini, berdonasi semakin mudah. Platform pembayaran daring, crowdfunding, hingga layanan donasi resmi dari lembaga zakat telah memudahkan siapa pun untuk berbagi dalam hitungan detik. Meski terlihat sederhana, kontribusi kecil yang bersatu dapat menciptakan dampak besar. Banyak dapur umum, posko kesehatan, dan bantuan logistik dapat berjalan berkat uluran tangan masyarakat yang tidak pernah berhenti. Relawan: Wujud Kepedulian yang Menggerakkan Selain donasi, peran relawan sangat penting dalam penanganan dampak bencana. Mereka hadir di lokasi, membantu evakuasi, mendirikan tenda darurat, mengelola bantuan, hingga memberikan dukungan psikososial kepada anak-anak dan keluarga korban. Para relawan adalah bukti nyata bahwa kepedulian bukan hanya kata-kata, tetapi tindakan yang membawa perubahan. Menjadi relawan bukanlah hal mudah. Mereka harus berhadapan dengan medan berat, cuaca yang tidak menentu, serta situasi emosional yang kompleks. Namun semua itu ditempuh demi meringankan beban saudara-saudara yang sedang tertimpa musibah. Keberadaan relawan menjadi kekuatan besar yang mampu mempercepat proses pemulihan dan membangkitkan semangat masyarakat yang terdampak. Aksi Nyata dari Lembaga Kemanusiaan Organisasi kemanusiaan seperti BAZNAS memiliki peran strategis dalam mengkoordinasikan bantuan secara cepat dan tepat sasaran. Dengan pengalaman dan sistem yang terstruktur, BAZNAS memastikan bahwa kebutuhan mendesak di lapangan dapat terpenuhi. Mulai dari penyediaan makanan siap saji, air bersih, layanan kesehatan, hingga pembangunan hunian sementara atau program pemulihan jangka panjang — semuanya dilakukan dengan pendekatan profesional. Keberadaan lembaga resmi sangat penting untuk memastikan donasi digunakan secara transparan dan sampai kepada yang benar-benar membutuhkan. Inilah salah satu bentuk akuntabilitas dalam gerakan kebaikan yang menjadikan masyarakat semakin percaya untuk berpartisipasi. Kolaborasi Masyarakat: Semakin Banyak yang Terlibat, Semakin Besar Dampaknya Gerakan kebaikan bukan hanya tentang seberapa besar bantuan yang diberikan, tetapi tentang bagaimana seluruh elemen masyarakat dapat bersinergi. Ketika pemerintah, lembaga zakat, organisasi kemasyarakatan, komunitas, dan individu bekerja bersama, proses penanganan bencana akan berjalan lebih efektif. Kolaborasi ini terlihat dari berbagai aksi yang dilakukan: gotong royong membersihkan puing rumah, membuat posko pengungsian bersama, pendampingan psikologis untuk anak-anak, hingga dukungan ekonomi bagi para penyintas agar bisa kembali bekerja. Semua upaya ini menunjukkan bahwa semangat kebersamaan adalah kekuatan terbesar bangsa ini. Penutup: Kebaikan yang Menular dan Menguatkan Bencana memang menyisakan duka, tetapi kebaikan yang tumbuh dari masyarakat selalu menjadi penguat yang luar biasa. Gerakan kebaikan — mulai dari donasi hingga aksi nyata — membuktikan bahwa rasa kemanusiaan tidak pernah padam. Kita mungkin tidak bisa menghentikan bencana, tetapi kita bisa memperkuat dampaknya dengan kepedulian. Saat alam menguji, kitalah yang menjadi jawabannya. Dengan terus menumbuhkan kepedulian sosial, kita bukan hanya membantu korban bencana bangkit, tetapi juga menjaga nilai kemanusiaan tetap hidup dalam diri bangsa Indonesia. Sahabat BAZNAS bisa salurkan donasi untuk saudara kita yang ada di Pulau Sumatera dengan cara kunjungi laman : kabtrenggalek.baznas.go.id/sedekah atau transfer ke rekening : Bank Jatim 0222411114 BSI 7555557587 BRI 017701016626538
BERITA01/12/2025 | Humas
Banjir Rendam Padang Pariaman, BAZNAS Sigap Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak
Banjir Rendam Padang Pariaman, BAZNAS Sigap Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) bergerak sigap menyalurkan bantuan bagi warga yang terdampak banjir yang merendam wilayah Padang Pariaman, Sumatera Barat, setelah hujan deras mengguyur kawasan tersebut dalam beberapa hari terakhir. BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) Provinsi Sumatera Barat bersama BTB Kabupaten Padang Pariaman langsung menyalurkan bantuan logistik ke warga terdampak. Tim bergerak cepat agar kebutuhan pokok dapat segera diterima masyarakat. Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Hj. Saidah Sakwan, MA, menegaskan pentingnya bantuan cepat tanggap terhadap para korban. “Pelaksanaan tanggap darurat ini adalah bentuk kepedulian BAZNAS kepada masyarakat terdampak bencana. Kami berkomitmen membantu meringankan beban warga sekaligus memastikan kebutuhan pokok mereka terpenuhi,” ujarnya, dalam keterangan tertulis, Jumat (28/11/2025). Hujan yang masih mengguyur wilayah Padang Pariaman membuat tim BAZNAS terus memantau situasi. Mereka memastikan distribusi bantuan tetap berjalan lancar, meskipun kondisi medan basah dan sulit dilalui. Selain bantuan logistik, kata saidah, tim BAZNAS juga melakukan pendataan warga terdampak untuk menyiapkan bantuan lanjutan, memastikan setiap warga yang membutuhkan mendapatkan bantuan yang sesuai. Saidah menjelaskan, distribusi bantuan dilakukan di 10 titik lokasi, antara lain Nagari Pulau Aia, Nagari Pauh Kambar, Nagari Kapalo Koto, Nagari Ulakan, Nagari Singai Gimba, Nagari Tapakis, Nagari Surantih, Nagari Kasang, Nagari Bisati, dan Nagari Galapung. Saidah juga turut menyampaikan belasungkawa atas musibah yang terjadi dan mendoakan keselamatan serta kesabaran bagi warga terdampak. Ia menekankan tentang pentingnya kepedulian terhadap sesama. “BAZNAS turut prihatin atas bencana banjir yang menimpa saudara-saudara kita di Padang Pariaman. Kami mengajak masyarakat untuk terus mendoakan para penyintas dan mendukung program-program kemanusiaan BAZNAS agar penanganan bencana bisa berjalan berkelanjutan,” katanya. Adapun bantuan yang disalurkan mencakup beras, butir telur, dan minyak goreng untuk dapur umum korban banjir. Penyaluran bantuan menggunakan 1 unit ambulance dan 1 unit mobil Hilux, dengan personil dari BTB Provinsi Sumbar dan BTB Kabupaten Padang Pariaman. Sejumlah nagari terdampak antara lain Kp. Galapung, Ulakan Tapakis, Sungai Buluh Barat, Nagari Pauh Kambar, dan Nagari Padang Kandang Pulo Air. Luapan air sungai masuk ke rumah-rumah warga hingga halaman sekolah, memaksa anak-anak belajar di ruang darurat atau bahkan terpaksa tidak masuk sekolah sementara waktu. Bagi masyarakat yang ingin bersedekah untuk membantu korban bencana, donasi dapat disalurkan melalui: kabtrenggalek.baznas.go.id/sedekah atau transfer ke rekening : Bank Jatim 0222411114 BSI 7555557587 BRI 017701016626538
BERITA01/12/2025 | Humas
BAZNAS Trenggalek Wujudkan Rumah Layak Huni untuk Sdr. Sumarno Melalui Program Bedah Rumah
BAZNAS Trenggalek Wujudkan Rumah Layak Huni untuk Sdr. Sumarno Melalui Program Bedah Rumah
BAZNAS Kabupaten Trenggalek kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui Trenggalek Peduli. Kali ini, bantuan tersebut disalurkan kepada Sdr. Sumarno (RT 29 RW 07 Dusun Kebon, Desa Gondang, Kecamaan Tugu), seorang warga kurang mampu yang selama bertahun-tahun tinggal di rumah dengan kondisi tidak layak huni. Melalui program ini, BAZNAS Trenggalek menghadirkan hunian yang lebih aman dan nyaman, menjadi bukti nyata bahwa zakat mampu mengubah kehidupan. Kondisi rumah Sumarno sebelumnya sangat memprihatinkan. Atap rumah banyak yang bocor, dinding sudah rapuh, serta lantai yang masih berupa tanah. Setiap musim hujan, rumah tersebut tergenang air dan menjadi tidak nyaman untuk ditempati. Keterbatasan ekonomi membuat Sumarno dan keluarganya tidak mampu melakukan perbaikan secara mandiri. Namun, harapan mulai tumbuh ketika rumahnya terdata oleh BAZNAS Trenggalek sebagai salah satu penerima manfaat program bedah rumah. Bantuan tersebut diserahkan secara langsung oleh WAKA I BAZNAS Kabupaten Trenggalek, H. Rahmat Purwanto pada Senin (24/11), beliau juga menyampaikan bahwa program ini merupakan bagian dari visi besar lembaga dalam mendayagunakan dana zakat, infak, dan sedekah agar benar-benar memberikan dampak nyata bagi kehidupan mustahik. “Program bedah rumah ini bukan hanya membangun tembok dan atap, tetapi kami ingin membangun harapan, menguatkan martabat, dan menghadirkan rasa aman bagi masyarakat yang selama ini hidup dalam keterbatasan,” tuturnya. Proses bedah rumah dimulai dengan survei lapangan yang dilakukan oleh tim BAZNAS Trenggalek bersama perangkat desa setempat. Tahapan ini bertujuan untuk memastikan kondisi rumah dan kelayakan penerima bantuan. Setelah dinyatakan layak, pembangunan dilakukan secara bertahap dengan melibatkan tukang lokal serta dukungan dari masyarakat sekitar, mencerminkan semangat gotong royong yang menjadi ciri khas masyarakat Trenggalek. Pembangunan rumah Sdr. Sumarno meliputi perbaikan struktur bangunan, penggantian atap, pemasangan dinding yang lebih kokoh, serta lantai yang kini telah diplester sehingga lebih bersih dan layak huni. Tak hanya itu, ventilasi udara dan pencahayaan alami juga diperhatikan agar rumah menjadi lebih sehat bagi penghuninya. Program bedah rumah ini bersumber dari dana zakat, infak, dan sedekah yang dihimpun BAZNAS Kabupaten Trenggalek dari para Aparatur Sipil Negara (ASN), masyarakat, serta berbagai pihak yang telah mempercayakan pengelolaan ZIS kepada BAZNAS. Dengan pengelolaan yang profesional dan transparan, dana tersebut disalurkan secara tepat sasaran untuk membantu masyarakat yang paling membutuhkan. Pemerintah Kecamatan dan Pemerintah Desa setempat turut mengapresiasi langkah BAZNAS Trenggalek dalam mengurangi angka rumah tidak layak huni di wilayahnya. Menurut mereka, program ini sangat membantu warga dan menjadi contoh nyata kolaborasi antara lembaga zakat, pemerintah, dan masyarakat. “Program ini sangat luar biasa. Semoga bantuan seperti ini bisa terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak warga yang membutuhkan,” ungkap salah satu perangkat desa. BAZNAS Trenggalek berharap program bedah rumah ini tidak hanya memberikan perubahan fisik berupa bangunan yang layak, tetapi juga perubahan sosial dan psikologis bagi penerima manfaat. Rumah yang layak diyakini mampu meningkatkan kualitas hidup, kesehatan, serta semangat untuk menjalani kehidupan yang lebih baik. Melalui program ini, BAZNAS Trenggalek mengajak seluruh masyarakat untuk terus menunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui lembaga resmi agar manfaatnya dapat dirasakan secara luas dan berkelanjutan. “Setiap rupiah zakat yang Anda titipkan, akan kami kelola secara amanah untuk menghadirkan kehidupan yang lebih layak bagi mereka yang membutuhkan,” pungkas Ketua BAZNAS Trenggalek. Program bedah rumah untuk Sumarno menjadi bukti bahwa zakat bukan hanya kewajiban, tetapi juga sumber harapan dan kekuatan untuk membangun kehidupan yang lebih bermartabat bagi sesama. Mari menjadi bagian dari aksi kebaikan ini : Sahabat BAZNAS bisa menyalurkan Zakat dan Sedekah melalui BAZNAS Trenggalek, via transfer ke rekening a.n. BAZNAS Trenggalek: Rekening zakat : Bank Jatim 0222111111 BSI 7999957581 BRI 017701016625532 Rekening infaq/sedekah : Bank Jatim 0222411114 BSI 7555557587 BRI 017701016626538
BERITA24/11/2025 | Humas
BAZNAS Trenggalek Salurkan 10 Bantuan Sepeda untuk Dukung Mobilitas Mustahik
BAZNAS Trenggalek Salurkan 10 Bantuan Sepeda untuk Dukung Mobilitas Mustahik
Sebagai bentuk komitmen dalam menghadirkan kemudahan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat, BAZNAS Kabupaten Trenggalek kembali menyalurkan program bantuan bagi mustahik di wilayah setempat. Pada hari ini, BAZNAS Trenggalek secara resmi menyerahkan 10 unit bantuan sepeda untuk 6 sekolah di 3 kecamatan, kepada pelajar yang membutuhkan sarana transportasi untuk ke sekolah. 10 unit tersebut di salurkan kepada: - Muhammad Febri (SDN 2 Jatiprahu) - Dewa Bakti (SDN 1 Karangan) - Vania Carisa (SDN 1 Karangan) - Adhyz Novaryan (SDN Nglinggis) - Reyhan Abdillah (SDN Nglinggis) - Amelia Dwi (SMPN 3 Tugu) Penyaluran bantuan ini menjadi salah satu langkah nyata BAZNAS dalam memastikan bahwa dana zakat, infak, dan sedekah yang dihimpun dari masyarakat benar-benar memberikan manfaat langsung, terutama dalam menunjang mobilitas dan produktivitas para mustahik. Sepeda dipilih karena menjadi salah satu sarana transportasi yang paling efektif, ramah lingkungan, dan mudah diakses, khususnya bagi masyarakat yang tinggal di wilayah pedesaan. Dalam kegiatan penyerahan ini, para penerima manfaat terlihat antusias dan penuh rasa syukur. Wakil Ketua II BAZNAS Kabupaten Trenggalek , Kyai Bahauddin menyampaikan bahwa program bantuan sepeda merupakan bagian dari upaya menghadirkan solusi sederhana namun berdampak besar bagi siswa “Sepeda memang terlihat sederhana, tetapi bagi sebagian masyarakat, ini adalah kebutuhan penting yang dapat membantu memperlancar aktivitas. Kami berharap bantuan ini bisa menjadi pemicu semangat bagi para siswa,” ujarnya. BAZNAS Trenggalek terus berusaha memastikan bahwa setiap program penyaluran tepat sasaran dan memberikan manfaat yang berkelanjutan. Sebelum penyerahan dilakukan, tim pendistribusian melakukan survei lapangan untuk memastikan kebutuhan mustahik benar-benar sesuai dengan kondisi yang ada. Sejumlah penerima manfaat yang dipilih merupakan warga yang memiliki keterbatasan akses transportasi, seperti pelajar yang harus menempuh jarak jauh ke sekolah, pedagang yang setiap hari membawa barang dagangan, hingga pekerja harian yang membutuhkan sarana mobilitas untuk menambah pendapatan keluarga. Salah satu penerima manfaat, seorang pelajar mengungkapkan rasa terima kasihnya. Ia menyebut bahwa sebelum mendapatkan sepeda, ia harus berjalan kaki. Bantuan ini akan sangat membantunya untuk datang ke sekolah lebih cepat dan tidak mudah lelah. Salah satu bentuk sinergi antara pemerintah daerah dan masyarakat melalui BAZNAS. Dengan adanya dukungan dari para muzaki, program-program seperti ini dapat terus berjalan dan memberikan dampak positif bagi lebih banyak orang. BAZNAS Trenggalek mengajak masyarakat untuk terus menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui lembaga resmi agar penyaluran dapat dilakukan secara aman, transparan, tepat sasaran, dan penuh keberkahan. BAZNAS Trenggalek menegaskan bahwa penyaluran bantuan tidak berhenti sampai di sini. Ke depan, berbagai program pemberdayaan dan dukungan sosial lainnya akan terus digulirkan demi meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan mengurangi angka kesulitan ekonomi di Kabupaten Trenggalek. Berbagai program seperti bedah rumah, bantuan biaya hidup, kesehatan, pendidikan, dan pemberdayaan ekonomi terus diprioritaskan agar mustahik dapat bertransformasi menjadi masyarakat yang lebih mandiri. Melalui penyaluran 10 bantuan sepeda ini, BAZNAS Trenggalek berharap dapat membuka lebih banyak peluang bagi para penerima manfaat untuk maju dan berkembang. Sepeda bukan hanya alat transportasi, tetapi juga simbol harapan, semangat baru, serta dukungan nyata dari masyarakat kepada masyarakat lain yang membutuhkan. Diharapkan, bantuan ini dapat memperkuat tali persaudaraan dan membangun kepedulian kolektif di Kabupaten Trenggalek. Dengan semangat terus menebar manfaat, BAZNAS Trenggalek berkomitmen untuk menjaga kepercayaan para muzaki dan memastikan bahwa setiap rupiah zakat, infak, dan sedekah benar-benar menghadirkan perubahan positif di tengah masyarakat. Mari turut menjadi bagian dari aksi kebaikan itu, #SahabatBAZNAS bisa menyalurkan Zakat dan Sedekah melalui BAZNAS Trenggalek, via transfer ke rekening a.n. BAZNAS Trenggalek: Rekening zakat : Bank Jatim 0222111111 BSI 7999957581 BRI 017701016625532 Rekening infaq/sedekah : Bank Jatim 0222411114 BSI 7555557587 BRI 017701016626538
BERITA18/11/2025 | Humas
PERINGATI HARI PAHLAWAN, KORPRI KECAMATAN SURUH SERAHKAN DONASI UNTUK PEMBANGUNAN MASJID IKHLAS BAKTI MELALUI BAZNAS TRENGGALEK
PERINGATI HARI PAHLAWAN, KORPRI KECAMATAN SURUH SERAHKAN DONASI UNTUK PEMBANGUNAN MASJID IKHLAS BAKTI MELALUI BAZNAS TRENGGALEK
Dalam semangat memperingati Hari Pahlawan Nasional tahun 2025, KORPRI Kecamatan Suruh menunjukkan kepedulian dan semangat gotong royong dengan menyerahkan donasi untuk pembangunan Masjid Ikhlas Bakti. Penyerahan donasi tersebut diserahkan kepada WK. I BAZNAS Kabupaten Trenggalek, H. Rahmat Purwanto sebanyak Rp. 16.622.500,- di lokasi pembangunan Masjid Ikhlas Bakti pada Senin (10/11) sebagai bentuk sinergi antara ASN dan lembaga pengelola zakat dalam menebar manfaat bagi masyarakat.Dana tersebut nantinya akan digunakan untuk membantu penyelesaian pembangunan Masjid Ikhlas Bakti yang saat ini masih dalam tahap pengerjaan. Penyaluran melalui BAZNAS menjadi bentuk kepercayaan ASN kepada lembaga resmi yang memiliki sistem transparan dan akuntabel dalam pengelolaan dana zakat, infak, sedekah, maupun donasi sosial. Momentum ini menjadi bukti nyata bahwa semangat kepahlawanan tidak hanya diartikan sebagai perjuangan di medan perang, tetapi juga melalui aksi nyata dalam membangun dan memakmurkan rumah ibadah. Ketua BAZNAS Kabupaten Trenggalek, dalam kesempatan tersebut, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada seluruh anggota KORPRI Kecamatan Suruh yang telah menyalurkan donasinya melalui BAZNAS. Menurutnya, langkah ini sejalan dengan semangat kolaborasi antara ASN dan lembaga zakat dalam memperkuat ketahanan sosial serta pembangunan keagamaan di daerah.Momentum peringatan Hari Pahlawan tahun ini mengangkat tema “Terus Bergerak Melanjutkan Perjuangan”. Semangat tersebut tercermin jelas dari langkah nyata KORPRI Kecamatan Suruh yang tidak hanya bekerja melayani masyarakat, tetapi juga berkontribusi dalam pembangunan fasilitas ibadah. Sikap ini menunjukkan bahwa nilai-nilai kepahlawanan dapat diwujudkan melalui pengabdian di berbagai bidang, termasuk bidang sosial dan keagamaan. BAZNAS Trenggalek sendiri terus berupaya menjadi jembatan kebaikan antara para donatur dan masyarakat penerima manfaat. Melalui program-program sosial dan keagamaan, BAZNAS berkomitmen untuk menjadikan zakat, infak, dan sedekah sebagai energi penggerak kemajuan umat. Penyerahan donasi oleh KORPRI Kecamatan Suruh ini menambah daftar kolaborasi positif antara BAZNAS dengan berbagai lembaga dan instansi di Kabupaten Trenggalek. Sinergi semacam ini diharapkan dapat terus berlanjut, menjadi teladan bagi masyarakat, dan memperkuat semangat kebersamaan dalam membangun daerah yang lebih religius dan berdaya. Mari turut menjadi bagian dari aksi kebaikan itu bersama BAZNAS Trenggalek, Rekening zakat : Bank Jatim 0222111111 BSI 7999957581 BRI 017701016625532 Rekening infaq/sedekah : Bank Jatim 0222411114 BSI 7555557587 BRI 017701016626538
BERITA10/11/2025 | Humas
Sinergi BAZNAS JATIM dan BAZNAS TRENGGALEK : Wujudkan Kemandirian Ekonomi Jamaah Masjid
Sinergi BAZNAS JATIM dan BAZNAS TRENGGALEK : Wujudkan Kemandirian Ekonomi Jamaah Masjid
Dalam upaya mewujudkan kemandirian ekonomi umat, BAZNAS Kabupaten Trenggalek bersinergi dengan BAZNAS Provinsi Jawa Timur menyalurkan bantuan Program Pemberdayaan Ternak Kambing Berbasis Jamaah Masjid. Bantuan tersebut diserahkan kepada Kelompok Ternak Jamaah Masjid Matlabul Ulum, Dusun Pingit Lor, Desa Gador, Kecamatan Durenan, Kabupaten Trenggalek, pada Sabtu (8/11/2025). Program ini menjadi bentuk nyata komitmen BAZNAS dalam menggerakkan ekonomi masyarakat berbasis masjid. Dengan memanfaatkan potensi jamaah, diharapkan bantuan ternak kambing ini tidak hanya menjadi kegiatan sosial semata, tetapi juga menjadi mesin penggerak kemandirian ekonomi bagi jamaah. WAKA II BAZNAS Kabupaten Trenggalek, Kyai Bahauddin menyampaikan bahwa sinergi dengan BAZNAS Provinsi Jawa Timur ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat ketahanan ekonomi umat melalui model pemberdayaan produktif. “Kami ingin masjid tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga menjadi pusat kebangkitan ekonomi umat. Melalui program ini, jamaah bisa mandiri, produktif, dan saling menebar manfaat," ujarnya. Bantuan yang diberikan meliputi 30 ekor kambing indukan dan ekor kambing jantan kepada 10 mustahiq, jamaah diharapkan mampu mengelola ternak secara profesional dan berkelanjutan. Kegiatan ini disambut antusias oleh warga setempat. Para jamaah menyampaikan rasa syukur dan harapan agar program ini dapat terus berjalan dan menjadi inspirasi bagi masjid-masjid lainnya di Kabupaten Trenggalek. Melalui kolaborasi ini, BAZNAS Trenggalek dan BAZNAS Jawa Timur membuktikan bahwa masjid bukan hanya pusat spiritual, tetapi juga pusat pemberdayaan ekonomi dan kesejahteraan umat. Mari tetap andil dalam aksi kebaikan itu bersama BAZNAS : Rekening zakat : Bank Jatim 0222111111 BSI 7999957581 BRI 017701016625532 Rekening infaq/sedekah : Bank Jatim 0222411114 BSI 7555557587 BRI 017701016626538 a.n. BAZNAS Trenggalek
BERITA08/11/2025 | Humas
Tak Sekadar Berikan Bantuan, BAZNAS Trenggalek Hadirkan Kekuatan Hati untuk Korban Longsor Siki Dongko
Tak Sekadar Berikan Bantuan, BAZNAS Trenggalek Hadirkan Kekuatan Hati untuk Korban Longsor Siki Dongko
Trenggalek, 4 November 2025 — Rasa peduli dan semangat gotong royong kembali diwujudkan oleh BAZNAS Kabupaten Trenggalek. Pada Selasa (04/11), tim BAZNAS Trenggalek bergerak menuju Desa Siki, Kecamatan Dongko, untuk menyalurkan bantuan sekaligus memberikan dukungan psikis kepada warga yang terdampak bencana tanah longsor yang terjadi beberapa waktu lalu. Bencana tanah longsor yang melanda wilayah perbukitan tersebut meninggalkan duka dan trauma bagi masyarakat setempat. Selain mengancam keselamatan jiwa, longsoran tanah juga merusak beberapa rumah dan akses jalan warga. Melihat kondisi itu, BAZNAS Trenggalek dengan sigap menurunkan tim respons cepat untuk meninjau lokasi, memastikan kondisi para korban, serta menyalurkan bantuan yang dibutuhkan. Dalam kunjungan tersebut, BAZNAS Trenggalek menyerahkan sejumlah paket bantuan berupa sembako, kebutuhan pokok, dan uang tunai kepada keluarga yang terdampak langsung. Bantuan ini diharapkan dapat membantu meringankan beban warga yang harus memulai kembali kehidupan pascabencana dengan penuh keterbatasan. Namun, bantuan yang diberikan bukan sekadar berupa materi. Tim BAZNAS Trenggalek juga menghadirkan pendampingan psikis bagi para korban yang masih mengalami rasa takut dan trauma akibat bencana tersebut. Melalui dialog hangat, doa bersama, dan motivasi spiritual, tim berupaya menumbuhkan kembali semangat warga agar bangkit dari keterpurukan dan tetap yakin bahwa setiap ujian pasti disertai hikmah serta pertolongan dari Allah SWT. Ketua BAZNAS Kabupaten Trenggalek, dalam kesempatan tersebut, menyampaikan bahwa setiap musibah adalah panggilan empati bagi sesama. “Kami tidak hanya ingin hadir membawa bantuan, tetapi juga ingin hadir membawa kekuatan hati. Karena kami tahu, yang paling dibutuhkan para korban bukan hanya makanan dan pakaian, melainkan juga ketenangan jiwa dan semangat untuk bangkit,” ujarnya. Ia juga menegaskan bahwa BAZNAS Trenggalek selalu siap bersinergi dengan pemerintah daerah dan berbagai elemen masyarakat dalam menghadapi situasi darurat kemanusiaan. “Kami bergerak bersama, karena kepedulian tidak boleh menunggu. Begitu ada kabar bencana, tim langsung kami turunkan untuk meninjau kondisi dan menyalurkan bantuan secepat mungkin,” tambahnya. Selain memberikan bantuan, tim BAZNAS juga berdialog dengan perangkat desa dan warga sekitar untuk memetakan kebutuhan lanjutan yang mungkin diperlukan. Pendekatan ini menjadi bagian dari komitmen BAZNAS dalam memastikan penyaluran zakat, infak, dan sedekah benar-benar tepat sasaran dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat yang membutuhkan. Warga terdampak mengaku sangat bersyukur atas perhatian yang diberikan. Kehadiran BAZNAS di tengah masyarakat korban longsor Siki Dongko menjadi bukti nyata bahwa lembaga zakat bukan hanya berperan dalam menyalurkan dana umat, tetapi juga hadir sebagai penolong dan penguat spiritual bagi mereka yang tertimpa musibah. Dengan mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan dan keikhlasan, BAZNAS Trenggalek terus meneguhkan perannya sebagai lembaga yang menebar manfaat dan menumbuhkan harapan di setiap sudut Trenggalek. Melalui aksi kemanusiaan ini, BAZNAS Trenggalek mengajak masyarakat luas untuk terus menumbuhkan kepedulian sosial dengan menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui saluran resmi BAZNAS. Karena dengan berbagi, kita tidak hanya membantu menghapus air mata saudara kita, tetapi juga menumbuhkan kekuatan dan harapan baru bagi mereka yang sedang diuji. Dengan semangat “Memberi Tak Harus Menunggu Kaya”, BAZNAS Trenggalek terus hadir untuk menguatkan yang lemah, menolong yang membutuhkan, dan menyalakan cahaya harapan bagi masyarakat terdampak bencana di seluruh pelosok daerah. Dengan langkah nyata dan hati yang tulus, BAZNAS Trenggalek terus membuktikan komitmennya: hadir di garda depan, menolong sesama, dan menebar kekuatan hati bagi mereka yang sedang diuji. Mari sahabat BAZNAS ikut andil dalam setiap aksi kebaikan bersama kami, via transfer ke rekening a.n. BAZNAS Trenggalek: Rekening zakat : Bank Jatim 0222111111 BSI 7999957581 BRI 017701016625532 Berapapun nilainya akan sangat membantu saudara kita yang membutuhkan, dan berpapun nilainya pula akan Allah ganti dengan kebaikan di waktu yang akan datang.
BERITA04/11/2025 | Humas
Ikhlas Beramal dalam Kehidupan Sehari-hari: 9 Contoh Nyata
Ikhlas Beramal dalam Kehidupan Sehari-hari: 9 Contoh Nyata
Dalam ajaran Islam, setiap amal memiliki nilai di sisi Allah bukan hanya karena besarnya perbuatan, tetapi karena keikhlasan di dalamnya. Banyak orang berbuat baik, tetapi tidak semua mendapat pahala sempurna karena niatnya tercampur dengan riya atau pamrih duniawi. Oleh karena itu, penting bagi setiap muslim untuk memahami makna ikhlas beramal dalam kehidupan sehari-hari. Ikhlas berarti beramal semata-mata karena Allah, tanpa mengharapkan balasan atau pujian dari manusia. Konsep ikhlas beramal dalam kehidupan sehari-hari tidak hanya diterapkan dalam ibadah ritual seperti salat dan puasa, tetapi juga dalam aktivitas harian seperti bekerja, membantu orang lain, hingga bersikap jujur. Setiap amal yang dilakukan dengan hati bersih dan niat yang lurus akan menjadi ibadah yang bernilai tinggi di sisi Allah. Dalam artikel ini, kita akan membahas sembilan contoh nyata bagaimana seorang muslim bisa menerapkan ikhlas beramal dalam keseharian. 1. Ikhlas Beramal dalam Bekerja Bekerja adalah bagian penting dari kehidupan manusia. Dalam Islam, bekerja bukan sekadar mencari nafkah, melainkan juga sarana untuk beribadah. Ketika seseorang bekerja dengan niat mencari rezeki yang halal demi keluarga dan menghindari perbuatan haram, maka ia sedang mempraktikkan ikhlas beramal dalam kehidupan sehari-hari. Ikhlas dalam bekerja berarti tidak menipu, tidak mengambil hak orang lain, serta menjalankan tugas sebaik mungkin meskipun tidak selalu mendapat pengakuan. Seorang karyawan yang tetap bekerja dengan disiplin meski tidak diawasi atasan, sebenarnya sedang menunjukkan ikhlas beramal dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, bekerja dengan ikhlas akan melahirkan keberkahan. Rasulullah SAW bersabda:"Sesungguhnya Allah mencintai jika salah seorang di antara kalian melakukan pekerjaan, maka ia melakukannya dengan itqan (profesional dan sungguh-sungguh).” (HR. Thabrani). Artinya, ketika seorang muslim menjalankan pekerjaannya dengan kesungguhan dan niat karena Allah, maka kerja itu menjadi amal saleh. Dengan demikian, ikhlas beramal dalam kehidupan sehari-hari di tempat kerja adalah kunci untuk mendapatkan rezeki yang berkah dan hati yang tenang. 2. Ikhlas Beramal dalam Membantu Sesama Salah satu wujud ikhlas beramal dalam kehidupan sehari-hari adalah membantu sesama tanpa pamrih. Menolong orang lain, baik dalam bentuk materi, tenaga, maupun nasihat, merupakan amalan mulia yang sangat dianjurkan. Namun, nilai kebaikan itu akan hilang jika diiringi dengan keinginan dipuji. Allah SWT berfirman:"Jika kamu menampakkan sedekahmu, itu baik. Tetapi jika kamu menyembunyikannya dan memberikannya kepada orang miskin, maka itu lebih baik bagimu." (QS. Al-Baqarah: 271). Ayat ini menegaskan bahwa membantu secara tulus, tanpa berharap imbalan, merupakan bentuk ikhlas beramal dalam kehidupan sehari-hari yang sangat dicintai Allah. Ketika seseorang menolong tetangga yang kesulitan, mengantar orang tua ke rumah sakit, atau berbagi makanan dengan yang membutuhkan, semua itu bisa menjadi ibadah jika diniatkan karena Allah. Sebaliknya, jika bantuan diberikan demi pujian, maka amal itu menjadi sia-sia. Dengan membiasakan ikhlas beramal dalam kehidupan sehari-hari, seorang muslim akan merasakan kedamaian batin karena ia sadar bahwa semua kebaikan hanya Allah yang menilai, bukan manusia. 3. Ikhlas Beramal dalam Ibadah Ibadah seperti salat, puasa, zakat, dan haji merupakan bentuk pengabdian kepada Allah. Namun, tidak semua ibadah diterima jika tidak disertai dengan keikhlasan. Karena itu, ikhlas beramal dalam kehidupan sehari-hari juga mencakup ibadah ritual yang dilakukan setiap waktu. Salat misalnya, akan menjadi ringan jika dilakukan karena cinta kepada Allah, bukan karena kewajiban semata. Orang yang ikhlas beribadah tidak akan merasa bosan atau terpaksa, karena tujuannya adalah untuk mendekatkan diri kepada Sang Pencipta. Begitu pula dengan puasa dan zakat. Keduanya menjadi sarana ikhlas beramal dalam kehidupan sehari-hari karena mengajarkan pengendalian diri dan kepedulian terhadap sesama. Orang yang ikhlas dalam berzakat tidak akan merasa kehilangan, melainkan bersyukur karena dapat menjadi perantara rezeki bagi orang lain. Dengan demikian, keikhlasan dalam ibadah adalah pondasi utama untuk membangun hubungan spiritual yang kuat antara hamba dan Tuhannya. 4. Ikhlas Beramal dalam Keluarga Keluarga adalah tempat pertama di mana seseorang belajar arti pengorbanan dan kasih sayang. Dalam rumah tangga, ikhlas beramal dalam kehidupan sehari-hari bisa diwujudkan dengan melayani pasangan, mendidik anak, dan menjaga keharmonisan tanpa pamrih. Seorang ibu yang merawat anaknya siang malam tanpa mengeluh sedang menunjukkan bentuk tertinggi dari ikhlas beramal dalam kehidupan sehari-hari. Begitu juga seorang ayah yang bekerja keras mencari nafkah untuk keluarganya, bukan demi kebanggaan diri, melainkan karena tanggung jawab di hadapan Allah. Dalam Islam, setiap pengorbanan untuk keluarga dinilai sebagai ibadah jika diniatkan dengan ikhlas. Rasulullah SAW bersabda:"Satu dinar yang engkau nafkahkan di jalan Allah, satu dinar yang engkau nafkahkan untuk memerdekakan budak, satu dinar yang engkau sedekahkan kepada orang miskin, dan satu dinar yang engkau nafkahkan kepada keluargamu, maka yang paling besar pahalanya adalah yang engkau nafkahkan kepada keluargamu." (HR. Muslim). Hadis ini menunjukkan bahwa ikhlas beramal dalam kehidupan sehari-hari di dalam keluarga memiliki pahala besar jika dilakukan dengan hati yang tulus. 5. Ikhlas Beramal dalam Menuntut Ilmu Menuntut ilmu juga merupakan bentuk ikhlas beramal dalam kehidupan sehari-hari. Islam sangat menekankan pentingnya ilmu, namun niat dalam belajar harus benar. Seorang pelajar yang belajar demi Allah akan memperoleh keberkahan ilmu, sementara yang belajar hanya demi status atau pujian akan kehilangan makna sejatinya. Rasulullah SAW bersabda:"Barang siapa menuntut ilmu yang seharusnya untuk mencari ridha Allah, tetapi ia mempelajarinya hanya untuk memperoleh keuntungan dunia, maka ia tidak akan mencium bau surga." (HR. Abu Dawud). Oleh karena itu, keikhlasan menjadi syarat mutlak bagi siapa pun yang menuntut ilmu. Dalam praktiknya, ikhlas beramal dalam kehidupan sehari-hari bisa diwujudkan dengan belajar sungguh-sungguh, membagikan ilmu kepada orang lain, dan tidak merasa lebih tinggi dari yang lain. Dengan niat yang lurus, setiap proses belajar akan menjadi ibadah yang mendekatkan kita kepada Allah SWT. 6. Ikhlas Beramal dalam Bersabar Menghadapi Ujian Hidup tidak selalu berjalan mulus. Ada kalanya seseorang diuji dengan kesedihan, kehilangan, atau kegagalan. Dalam kondisi seperti itu, ikhlas beramal dalam kehidupan sehari-hari berarti menerima takdir Allah dengan sabar dan tetap berprasangka baik. Kesabaran adalah bagian dari amal yang membutuhkan keikhlasan. Ketika seseorang mampu menahan diri dari amarah dan tidak mengeluh, ia telah mempraktikkan ikhlas beramal dalam kehidupan sehari-hari secara nyata. Allah SWT berfirman:"Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar." (QS. Al-Baqarah: 153). Dengan sabar, hati menjadi tenang dan iman semakin kuat. Orang yang ikhlas menerima ujian akan melihat cobaan sebagai bentuk kasih sayang Allah, bukan hukuman. Ia sadar bahwa setiap kesulitan pasti mengandung hikmah yang mendewasakan. 7. Ikhlas Beramal dalam Sedekah Sedekah adalah salah satu amalan yang paling sering dihubungkan dengan keikhlasan. Dalam Islam, ikhlas beramal dalam kehidupan sehari-hari melalui sedekah dapat dilakukan kapan saja, bahkan dengan senyum sekalipun. Rasulullah SAW bersabda:"Senyummu kepada saudaramu adalah sedekah." (HR. Tirmidzi). Artinya, sedekah tidak harus berupa uang, melainkan setiap kebaikan yang dilakukan karena Allah. Orang yang ikhlas bersedekah tidak akan menghitung-hitung balasan, sebab yang dicari hanyalah ridha Allah. Ketika seseorang memberi dengan niat yang tulus, Allah akan menggantinya dengan yang lebih baik. Sebaliknya, jika niatnya untuk dipuji, maka amal itu akan kehilangan nilai spiritualnya. Karena itu, sedekah menjadi cerminan nyata ikhlas beramal dalam kehidupan sehari-hari bagi setiap muslim. 8. Ikhlas Beramal dalam Menjaga Amanah Amanah adalah tanggung jawab besar yang harus dijaga. Baik itu amanah dalam pekerjaan, jabatan, maupun janji kecil sekalipun. Menjalankan amanah dengan jujur adalah wujud dari ikhlas beramal dalam kehidupan sehari-hari yang sangat ditekankan dalam Islam. Rasulullah SAW bersabda:"Tidak ada iman bagi orang yang tidak amanah." (HR. Ahmad). Ketika seseorang memegang tanggung jawab dengan hati yang tulus, ia tidak hanya menjaga kepercayaan manusia, tetapi juga memenuhi kewajibannya kepada Allah. Dalam dunia modern, sikap ini bisa diterapkan oleh pegawai, pemimpin, atau siapa pun yang memegang peran dalam masyarakat. Dengan menjalankan amanah secara ikhlas, seseorang akan membangun kepercayaan dan keberkahan dalam setiap aspek hidupnya. 9. Ikhlas Beramal dalam Menyebarkan Kebaikan Menyebarkan kebaikan adalah salah satu cara paling mudah menerapkan ikhlas beramal dalam kehidupan sehari-hari. Di era digital ini, kebaikan bisa disebarkan melalui tulisan, ucapan, atau tindakan kecil yang menginspirasi orang lain. Namun, keikhlasan tetap menjadi kuncinya. Jangan sampai menyebarkan kebaikan hanya untuk mendapatkan popularitas atau sanjungan. Islam mengajarkan agar setiap amal dilakukan dengan niat murni, karena hanya Allah yang menilai. Ketika seseorang menulis pesan motivasi islami, mengajak teman berbuat baik, atau mengingatkan orang lain dengan cara yang lembut, semua itu bisa menjadi amal saleh jika dilakukan dengan ikhlas. Maka dari itu, ikhlas beramal dalam kehidupan sehari-hari adalah jalan untuk terus menebar manfaat bagi sesama dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Dari pembahasan di atas, jelas bahwa ikhlas beramal dalam kehidupan sehari-hari mencakup seluruh aspek hidup seorang muslim, baik dalam ibadah, pekerjaan, keluarga, maupun hubungan sosial. Keikhlasan adalah kunci agar setiap amal bernilai ibadah dan mendatangkan ketenangan batin. Ketika seorang muslim mampu menjalankan aktivitasnya dengan niat tulus karena Allah, maka hidupnya akan dipenuhi keberkahan dan kebahagiaan sejati. Mari kita tanamkan keikhlasan dalam setiap langkah, karena hanya amal yang ikhlas yang akan abadi di sisi Allah SWT.
BERITA03/11/2025 | Humas
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Trenggalek.

Lihat Daftar Rekening →